Laporan Akhir Praktek Manajemen Keperawatan BAB I PENDAHULUAN 1.

2 Latar Belakang Masalah Keperawatan adalah suatu bentuk pelayanan yang professional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan . Pelayanan keperawatan menjadi bagian terdepan dari pelayanan kesehatan yang memnentukan kwalitas pelayanan kesehatan di Rumah Sakit . Keberadaan keperwatan dalam memberikan ASKEP dalam situasi yang komplek selain 24 jam secara berkesinambungan melibatkan klien , keluarga maupun profesi atau tenaga kesehatan yang lain . Menurt Huber ( 1996 ) pelayanan Rumah Sakit adalah pelayanan keperawatan , sedangkan menurut Gillies ( 1994 ) sekitar 40% - 60% pelayanan Rumah Sakit adalah pelayanan keperawatan . Oleh karena itu pengelolaan pelayanan keperawatan harus mendapatkan perhatian yang lebih dan menyeluruh karena pelayanan keperawatan sangat menentukan baik buruknya citra Rumah Sakit . Untuk mewujudkan pelayanan keperawatan yang berkwalitas sesuai dengan visi dan misi Rumah Sakit tidak terlepas dari proses manajemen , yang merupakan satu pendekatan dinamis dan proaktif dalam menjalankan suatu kegiatan organisasi. Didalam organisasi keperawatan, pelaksanaan manajemen dikenal sebagai manajemen keperawatan. Manajemen keperawatan adalah suatu proses kerja yang dilakukan oleh anggota staf keperawatan untuk memberikan ASKEP secara professional . Dalam hal ini seorang manajer keperawatan dituntut untuk melakukan lima fungsi utama yaitu POAC agar dapat memberikan ASKEP yang efektif dan efisien bagi pasien dan keluarganya ( Nursalam 2002,Gillis, 1996 ) . Proses manajemen keperawatan dilaksanakan dalam tahap – tahap yaiti pengkajian ( kajian situasional ) ,perencanaan ( strategi dan operasional ) . implementasi dan evaluasi. Kerangka konsep dasar manajemen dalam keperawatan hádala manajemen partisipatif yang berlandaskan kepada paradigma keperawatan yaitu manusia , keperawatan , kesehatan dan lingkungan , Dengan demikian fokus tela perawata hádala respon manusia dalam menghadapi masalah kesehatan baik actual maupun potencial , sehingga lingkup garapan perawat hádala penyimpangan pemenuhan KDM .Proses manajemen satu unit pelayanan kesehatan mencakup manajemen asuhan dan manajemen pelayanan , dimana kedua manajemen tersebut saling terkait dan terintegrasi. Rumah sakit Ahmad Muctar bukittinggi adalah salah satu Rumah sakit tipe B yang menerima pasien dari berbagai daerah disekitarnya baik yang berasal dari sumatera barat sendiri atau pun yang berasal dari berbagai daerah perbatasan seperti Riau , Jambi ,Sumatera utara . Perlu menampilkan metode pemberian ASKEP yang tepat sehingga dapat memberikan pelayanan yang berkwalitas. Hasil observasi wawancara yang dilakukan oleh kelompok praktek preklinik manajemen keperawatan tanggal 05 -20 januari 2009 di ruangan paru di dapatkan beberapa masalah diantaranya ,metoda asuhan keperawatan yang belum optymal , timbang terima yang belum efektif ,dll.Hal ini dapat disebabkanoleh pemahaman yang kurang tentang konsep asuhan keperawatan ,tenaga dan fasilitas yang kurang memadai , motivasi yang kurang ,dll Untuk memecahkan masalah tersebut maka kelompok merasa perlu mengadakan pertemuan dalam bentuk lokakarya mini guna mencari alternatif pemecahan masalah bersama kepala ruangan , staf ruangan , pada tanggal 20 januari 2009 .pertemuan ini uga dihadiri oleh Direktur RSAM , Wadir pelayanan medik & perawatan ,Kabid perawatan ,Ka instalansi diklat , Ka.instalasi rawat inap paru. 1.2 Tujuan 1.2.1 Tujuan Umum Setelah melakukan praktek manajemen selama 12 hari dinas calon praktisi keperawatan mampu melaksanakan proses manajemen keperawatan yang ada di ruang inap paru 1.2.2 Tujuan Khusus Setelah melakukan praktek selama 12 hari dinas ,calon praktisi keperawatan mampu mencapai kompetensi pada siklus manajemen keperawatan meliputi : a. melakukan pengkajian situasi diunit rawat inap paru sebagai dasar untuk menyusun rencna strategi dan operasional. b. untuk menentukan alternative pemecahan masalah diruangan. c. memenuhi salah satu tugas untuk preklinik manajemen S1 keperawatan UMSB

BAB II TINJAUAN TEORITIS 2.1 Filosofi Keperawatan Paru Filosofi keperawatan paru adalah pemberian tindakan, diagnosa dan treatment respon pasien terhadap masalah kesehatan yang dihadapi baik actual maupun potensial yang berkelanjutan untuk meningkatkan status kesehatan pasien seoptimal mungkin. 2.2 Pengertian Ruang rawat inap penyakit paru adalah suatu ruangan untuk memberikan asuhan keperawatan pada klien yang mengalami berbagai gangguan dari system respirasi baik yang actual maupun yang potensial yang meliputi atelektasis, efusi pleura, pneumonia, bronchitis, enfisema paru, TB paru, Ca paru, PPOK. 2.3 Tujuan Dan Prinsip Keperawatan a. memberikan askep secara professional b. meminimalkan penderitaan pasien hingga mencapai kemandirian c. mencegah terjadinya komplikasi d. menjamin kebutuhan dasar pasien selama perawatan e. membina peran serta atau kerja sama keluarga pasien f. membantu asien agar dapat meninggal dengan damai 2.4 Sifat Kekaryaan 2.4.1 Fokus Telaah Dalam bidang pelayanan fokus telaah ruang rawat inap paru adalah individu dengan gangguan pada sistem respirasi yang meliputi atelektasis, efusi pleura, pneumonia, bronchitis, enfisema paru, TB paru, Ca paru, PPOK. Dalam bidang pendidikan fokus telaah ruang rawat inap paru adalah individu atau kelompo ( pratiakn, perawat, staf, pasien dan keluarganya ) yang membutuhkan pengetahuan dan pengalaman dalam memenuhi kebutuhan pasien terkait dengan masalah kesehatan yang dialami dan dampak yang ditimbulkan. Dalam bidang penelitian fokus telaah ruang rawat inap par adalah individu / institusi yang akan atau sedang meneliti permasalahan yang timbul pada berbagai unsur yang ada di ruang rawat penyakit inap paru. 2.4.2. Basic intervensi Basic intervensi ruang rawat inap paru dalam bidang pelayanan berupa ketidakmampuan dalam pemenuhan kebutuhan dasar manusia. Dalam bidang pendidikan berupa ketidaktahuan , ketidakmampuan, dan ketidak mauan peserta didik dalam mencapai tingkat pengetahuan dan pengalaman tertentu yang berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan dasar manusia. Dalam bidang penelitian basic intervensinya adalah berupa menjadi lahan penelitian bagi individu atau kelompok yang ingin meneliti permasalahan pada berbagai insur di ruang rawat inap paru. 2.4.3 Lingkungan Garapan Lingkup garapan keperawatan paru dalam pelayanan meliputi pemenuhan kebutuhan dasar pasien dan keluarga, penyimpangan dan pemberian intervensi untuk mengatasi masalah yang muncul baik aktual maupun potensial. Elemen – elemen dalam lingkup garapan ruang rawat inap paru : a. pemeliharaan pola – pola normal dari fungsi – fungsi dasar / kebutuhan dasa manusia b. pengelolaan rasa nyeri dan ketidaknyamanan c. penanganan masalah psikis ( emosional ) berkaitan dengan penyakit & pengobatan d. peningkatan pengetahuan klien dan keluarga tentang pemeliharaan kesehatan e. memfasilitasi selfcare ( perawatan diri ) pasien secara mandiri oleh klien maupun keluarga f. membantu pasien menghadapi kematian beserta prosesnya agar dapat meninggal dengan damai 2.5 Manajemen Manajemen keperawatan merupakan proses pelaksanaan kegiatan organisasi melalui upaya oranglain untuk mencapai bersama. Sedangkan manajemen keperawatan merupakan pengalokasian aktivitas keperawatan yang merupakan bagian yang dilaksanakan oleh para perawat dalamupaya memberikan pelayanan keperawatan yang merupakan bagian yang integral dari pelayanan kesehatan. Manajemen keperawatan harus dapat diaplikasikan dalam tatanan pelayanan nyata, yaitu di rumah sakit dan komunitas sehingga perawat perlu memahami konsep dan aplikasinya. Konsep manajemen keperawatan, perencanaan, berupa rencana strategi melalui pendekatan : pengumpulan data, analisa SWOT dan menyusun langkah – langkah perencanaan. Pelaksanaan secara operasional, khususnya dalam pelaksanaan metode asuhan keperawatan, melakukan pengawasan dan pengendalian serta dokumentasi yang lengkap. Fungsi manajemen :

a. Perencanaan Perencanaan adalah memikirkan apa yang akan dikerjakan dengan sumber yang dimiliki. Perencanaan dilakukan untuk menentukan tujuan perusahaan secara keseluruhan dan cara terbaik untuk memenuhi tujuan itu. Manajer mengevaluasi berbagai rencana alternatif sebelum mengambil tindakan dan kemudian melihat apakah rencana yang dipilih cocok dan dapat digunakan untuk memenuhi tujuan perusahaan. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan, fungsi-fungsi lainnya tak dapat berjalan. b. Pengorganisasian Pengertian organisasi 1) Organisasi Menurut Stoner Organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan manajer mengejar tujuan bersam 2) Organisasi Menurut James D. Mooney Organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama 3) Organisasi Menurut Chester I. Bernard Organisasi merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih Maka dapat disimpulkan organisasi adalah Dua orang atau lebih yang punya tujuan visi dan misi yang telah disepakati bersama dalam rangka mencapai tujuan.Pengorganisasian dilakukan dengan tujuan membagi suatu kegiatan besar menjadi kegiatan-kegiatan yang lebih kecil. Pengorganisasian mempermudah manajer dalam melakukan pengawasan dan menentukan orang yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas-tugas yang telah dibagi-bagi tersebut. Pengorganisasian dapat dilakukan dengan cara menentukan tugas apa yang harus dikerjakan, siapa yang harus mengerjakannya, bagaimana tugas-tugas tersebut dikelompokkan, siapa yang bertanggung jawab atas tugas tersebut, pada tingkatan mana keputusan harus diambil. c. Pengarahan Pengarahan atau directing adalah suatu tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota kelompok berusaha untuk mencapai sasaran sesuai dengan perencanaan manajerial dan usaha-usaha organisasi. Jadi actuating artinya adalah menggerakkan orang-orang agar mau bekerja dengan sendirinya atau penuh kesadaran secara bersama-sama untuk mencapai tujuan yang dikehendaki secara efektif. Dalam hal ini yang dibutuhkan adalah kepemimpinan (leadership). d. Pengevaluasian Pengevaluasian atau evaluating dalah proses pengawasan dan pengendalian performa perusahaan untuk memastikan bahwa jalannya perusahaan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Seorang manajer dituntut untuk menemukan masalah yang ada dalam operasional perusahaan, kemudian memecahkannya sebelum masalah itu menjadi semakin besar. 2.6 Timbang Terima 2.6.1 Pengertian timbang terima Profesionalisme dalam pelayanan keperawatan dapat dicapai dengan mengoptimalkan peran dan fungsi perawat, terutama peran dan fungsi mandiri perawat. Hal ini dapat diwujudkan dengan abik melalui komunikasi yang efektif antar perawat, maupun dengan tim kesehatan lainnya. Salah satu bentuk komunikasi yang harus ditingkatkan efektivitasnya adalah saat pergantian shift ( timbang teriam pasien ). Timbang teriam pasien ( overan ) merupakan teknik atau cara untuk menyampaikan dan menerima sesuatu ( laporan ) yang berkaitan dengan keadaaan pasien. Timbang terima pasien harus dilakukan seefektif mungkin dengan menjelaskan secara singkat, jelas dan lengkap tentang tindakan mandiri perawat, tindakan kolaboratif yang sudha dilakukan/ belum dan perkembangan pasien saat itu. Informasi yang disampaikan harus akurat sehingga kesinambungan asuhan keperawatan dapat berjalan dengan sempurna. Timbang terima dilakukan oleh perawat primer ( penanggungjawab ) dinas sore atau dinas malam secara tertulis dan lisan. 2.6.2 Manfaat Timbang Terima a. Bagi Perawat - meningkatkan kemampuan komunikasi antarperawat - menjalin hubungan kerja sama dan bertanggungjawab antar perawat - pelaksanaan asuhan keperawatan yang berkesinambungan - perawat dapat mengikuti perkembangan pasien secara paripurna b. Bagi Pasien - klien bisa menyampaikan masalah secara langsung bila ada yang belum terungkap 2.6.3 Hal – Hal Yang Perlu Diperhatikan Saat Timbang Terima a. Dilaksanakan tepat pada saat pergantian shift b. Dipimpin oleh kepala ruangan atau penanggungjawab pasien

2. Apaila catatan tidak penuh jangan dikosongkan tetapi butlah garis horizontal atau vertikal sepanjang bagian yang kosong j. Data dokumentasi sacara jelas.c. Jadi. Catatan tersebut harus lengkap. Aktivitas. untuk data biasa gunakan tinta hitam atau biru dan tinta merah untuk obat-obatan i. Dokumentasi harus ditulis secara objektif tanpa bias dan informasi subjektif b. hasil yang diharapkan dan aktifitas keperawatan yang ditetapkan berdasarkan diagnosa keperawatan f.3 Hal – hal yang Penting Diperhatikan dalam Pendokumentasian asuhan Keperawatan a.7. twetapi harus dapat dibaca selanjutnya diparaf k. Gambaran penafsiran data subjektif harus didukung oleh hasil pengamatan khusus c. dan eveluasi b. prioritas dan tujuan direvisi berdasarkan espon klien terhadap perawatan atau perubahan dalam kondisi klien.7 Dokumentasi Proses Keperawatan 2. c. pernyataan yang salah dicoret. dokumentasi asuhan keperawatan adalah dokumentasi tentang fakta – fakta terhadap penyakit klien. akurat dan terbaru.7. gejala – gejala. diagnosa. singkat dan ringkas e. 1975 ). 2. Adanya unsur bimbingan dan pengarahan dari penanggung jawab 2.4 Pedoman Umum dalam Mendokumentasikan Proses Keperawatan a. serta berdasarkan sistem tubuh atau dari kepala sampai ke kaki. Catatan evaluasi tepat waktu kesehatan dan perkembangan atau kurangnya perkembangan ke arah pencapaian tujuan yang diharapkan h. Implementasi rencana keperawatan mencakup intervensi yang membuat klien dapat berpartisipasi dalam promosi. Rencana keperawatan ditulis untuk setiap klien dan meliputi tujuan. Diikuti oleh semua perawat yang telah dan yang akan dinas d. f. 1991 ). Pendokumentasian merupakan mekanisme komunikasi antara anggota tim pelayanan kesehatan.5 Pentingnya Dokumentasi Keperawatan a. Ada hubungan berbagai disiplin ilmu yang terlibat dalam pelayanan kesehatan : 1) Masing-masing disiplin ilmu butuh informasi mutakhir dari klien melalui pengkajian 2) Agar informasi terpelihara dengan baik perlu didokumentasikan . Akreditasi Salah satu syarat penting bagi fasilitas perawatan kesehatan menurut lembaga pemberi lisensi dan akreditasi adalah mempertahankan rekam medik. Ejaan harus jelas h. Memfasilitasi pemberian perawatan yang berfokus pada klien b. pemeliharaan dan restorasi kesehatan dan juga untuk memaksimalkan potensi kesehatan g. termasuk dokumentasi asuhan keperawatan. Pembayaran kembali ( Reinforcement ) Catatan perawatan merupakan sumber untuk mendapatkan informasi tentang penanganan klien dan memberikan bukti adanay pelayanan. Diagnosa keperawatan formulasikan dari data yang dikumpulkan e. implementasi. Teknik evaluasi Pencatatan dan pelaporan dibuat untuk mempermudah penilaian terhadap perawatan yang telah diberikan pada klien dan dapat dipastikan apakah rencana yang diimplementasikan sudah mencapai kemajuan e. 2. Temuan-temuan hendaknya diuraikan sejelas mungkin g. jam dan diakhiri dengan tanda tangan. diagnosa. Hindari pernyataan yang bersifat umum karena memiliki arti ganda d. 2. Dokumentasi harus ditulis dengan tinta jangan dengan pensil. Memastikan kemajuna hasil yang berfokus pada klien c. Elemen dari proses keperawatan yaitu pengkajian. Catatan data dasar awal menggunakan format yang sistematis. Memfasilitasi komunikasi antara disiplin mengenai konsistensi tujuan dan kemajuan pengobatan d. Data pengkajian dikumpulkan dan diletakkan sesuai dengan format yang dirancang oleh institusi d.1 Pengertian Dokumentasi berasal dari kata ” document ” yang berarti semua warkat asli yang dapat dibuktikan dalam persoalan hukum yang bersifat kebenaran ( Jon ME. penatalaksanaan serta evaluasinya. Dokumentasi proses keperawatan adalah bahan komunikasi yang terulis untuk mendukung informasi atau kejadian ( Fiosbach. perencanaan. Jika ada ksalahan. Hal-hal yang harus dilaporkan harus sesuai dengan kondisi klien e. Pencatatan harus selalu dimulai dari tanggal.7. Hasil pengkajian dicatat dengan tulisan yang bersih dan dapat dibaca f.7.7.2 Tujuan Dokumentasi Proses Keperawatan a. nama jelas serta jabatan perawat. mudah dan cepat diakses serta sistematis sehingga dapat memberikan informasi yang akurat.

riwayat menderita penyakit kronis dan lain-lain 2) Riwayat kesehatan sekarang seperti adanya perasaan nyeri. auskultasi ( IPPA ) dengan prinsip pemeriksaan ” head to toe ” atau berdasarkan sistem tubuh seperti sistem pernapasan. Bahan audit keperawatan. CT scan dan lain-lain. Selain klien . Pengorganisasian Data Untuk mendapat data secara sistematik . e. riwayat pernah dilakukan tindakan bedah. c.dan orang terdekat pasien atau tenaga kesehatan yang mengetahui keadaan klien. pertimbangan pihak ketiga dan bukti tuntutan hukum. c.didengar . eliminasi dan lain-lain 4) Pemeriksaan penunjang seperti meliputi : pemeriksaan laboratorium.dokumentasi data akurat dan mencakup semua keadaan kesehatan klien dan tidak berdasarkan hasil intervensi perawat f. pencernaan. gangguan tidur dan lain-lain 3) Pemeriksaan fisik. penghitung jasa. fokus asuhan keperawatan dapat ditentukan Sesuai dengan empat peran yang harus dijalankan perawat dan tanggungjawab serta tanggung gugat Data yang lengkap dapat digunakan untuk menentukan status kesehatan klien dan tingkat ketergantungan klien.Da. 2.format pengkajian dapat dimodifikasi dengan keadadan klien .akurat dan sesuai dengan keadaan klien sehingga harus dilakukan validasi atau pemeriksaan kembali terhadap data yang telah dikumpulkan tersebut e.b. f.teman .7.diantaranya: 1) teori gordon tentang fungsi kesehatan 2) teori orem tentang perawatan diri 3) teori roy tentang model adaptasi 4) teori maslow berdasarkan tingkat kebutuhan manusia d. akurat dan berkesianambungan. sehingga dapat diperkirakan jumlah kebutuhan teaga perawat. kerusakan dan pengurangan ) .1990 ).informasi juga didapatkan dari keluarga . perkusi.perawat menggunakan format pengkajian atau disebut juga pengkajian perawat . dalam hal ini perawat dapat menggunakan teknik inspeksi. perubahan ( perubahan dari sebelumnya ) 2.resiko dari status kesehatan seseorang. Mengumpulkan Data Meliputi pengumpulan data dasar mencakup informasi tentang klien : 1) Riwayat kesehatan dulu. seperti riwayat alergi terhadap makanan atau obat tertentu. Data objektif yasitu: Meliputi tanda dan gejala mengenai kondisi klien dapat dilihat .kebiasaan dan persepsi klien terhadap kesehatannya saat ini.6 Unsus-Unsur Dokumentasi Asuhan Keperawatan a. Diagnosa keperawatan ini merupakan dasar untuk melakukan intervensi keperawatan dalam mencapai tujuan dan dapat dievalusi ( NANDA .dirasakan atau dicium serta data – data lain yang dapat diperoleh dari observasi dan pemeriksaan fisik.keluarga atau masyarakat yang aktual . gangguan ( kelemahan .lam keperawatan format pengkajian yang di gunakan dapat didasarkan ada berbagai teori keperawatan . palpasi. Diagnosa Keperawatan Diagnsa keperawatan adalah kesimpulan klinis tentang individu . Komponen dari diagnosa keperawatan yaitu: Problem Menggambarkan masalah kesehatan klien atau responnya terhadap terapi yang diberikan oleh perawat yang di tuliskan dalam beberapa kata antara lain: 1. Validasi Data Informasi yang telah dikumpulkan harus slengkap . b. Dengan catatan yang akurat dapat membantu tercapainya hubungan yang kreatif antara klien dan provider Dapat mempermudah pelaksanaan pelayanan klien. Tipe diagnosa keperawatan yaitu: 1) aktual pernyataan tentang respon klien terhadap kesehatannya saat ini berdasarkan hasil pengkajian yang meliputi tanda dan gejala seperti jalan nafas tidak efektif dan ansietas 2) resiko resiko penyertaan klinis dari kondisi kesehatan klien dimana masalah lebih beresiko untk menjadi aktual pada klien tersebut dibanding dengan orang lain pada kondisi atau situasi yang sama. Pengkajian Pengkajian merupakan langkah pertama dalam proses keperawatan. mual. dimana pada fase ini perawat mengumpulan data tentang status kesehatan klien secara sistematis menyeluruh. Pencatatan Data Untuk melengkapi pengkajian . Tipe data yang dikumpul yaitu : Data subjektif yaitu: Data yang meliputi gejala yang dirasa kan oleh klien . d. radiologi.

Simtom Pengelompokan tanda dan gejala yang merupakan bagian dari diagnosa keperawatan. 2.perawat melakukan tugas tertentu sesuai jaswal kegiatan yang ada . Perawat dibagi menjadi 2-3 grup yang terdiri dari tenaga profesional teknikal pembantu dalam satu grup kecil yang saling membantu bengan jumlah tenaga 6-7 orang dalam satu tim Konsep metoda tim  ketua tim sebagai perawat profesional harus mampu menggunakan berbagai teknik kepemimpinan  pentingnya komunikasi yang efektif agar kontinuitas rencana dan pelaksanaan pemberiab pelayanan keperawatan terjamin  anggota tim harus menghargai kepemimpinan ketua tim  peran kepala ruangan penting dalam model ini model tim akan berhasil baik bila di dukung oleh KARU Tanggung jawab ketua tim  membuat perencanaan  membuat koordinasi. membuat prioritas perencanaan prioritas perencanaan adalah suatu proses dalam melakukan strategi keperawatan 2. dalam melaksanakan tindakan kperawatan perawat mencatat tindakan apasaja yang dilakukan serta respon klien.7. penurunan (pengecilan .9 evaluasi evaluasi adalah tahap akhir dari proses keperawatan . perencanaan Perencanaan adalah tahap sistematik pross keperawatan yang melibatkan perbuatan keputusan dan penyelesaian masalah . perawat mengacu pada pengkajian dasar klien dan pernyataan diagnostik sebagai acuan dalam meujudkan tujuan klien dan mendesain strategi keperawatan untuk mencegah . Dalam perencanaan . kronis ( terjadi dalam waktu yang lama . berulang dan tetap ) Etiologi Mengidentifikasi kemungkinan penyebab dari masalah kesehatan dalam melakukan intervensi keperawatan yang mencakup tingkah laku .6. lingkungan disekitar atau gabungan dari keduanya . tidak efektif ( tidak menghasilkan efek yang sesuai ) 5.dan evaluasi  mengenal atau mengetahui kondisi pasien dan dapat menilai tingkat kebutuhan pasien Tanggung jawab anggota tim  memberikan askep kepada pasien sesuai tanggung jawab secara langsung . 2. pelaksanaan .penanggung jawab askep dibebankan kepada perawat yang bertugas pada tindakan tertentu Kelebihan  manajemen klasik yang menekankan efisiensi.8 implementasi dalam proses keperawatan implementasi merupakan suatu tahap dimana perawat melaksanakan rencana keperawatan dalam suatu tindakan . penugasan.kemajuan aktivitas yang mana klien dan profesional kesehatan lainnya dapat mempertimbangkan kemajuan klien sesuai tujuan dan keefektifan rencana keperawatab 2.6. pemberian tugas yang jelas dan pengawasan yang baik  sangat baik untuk rumah sakit yang yenaga dengan perbandingan tenaga perawat profesiaonal(pelaksana lanjutan atau penyedia) yang lebih sedikit di bandingkan dengan tenaga perawat pelaksana san perawat pembantu (pemula) Kekurangan  tidak memberikan kepuasan pasa pasien ataupun perawat  pelayanan keperawatan silakukan terpisah-pisah sehingga tidak dapat menerapkan proses keperawatan  perawat cebdrung berorientasi pasa tindakan yang berkaitan debgab keterampil saja Metode tim Metoda ini menggunakan tim yang terdiri dari abggota yang berbeda-beda dalam memberikan askep terhadap pasien.8 metode pemberian pelayanan kesehatan Menurut Ann Marriner Tomei (1991) Grat & Massey (1997) dan Marquis& Huston (1998) metoda pemberian asuhan keperawatan profesional yang sudah ada dab akan terus di kembangkan di masa depan dalam menghadapi trend pelayanan keperawatan yaitu:  Metode fungsional . jumlah atau tingkat /derajat ) 4.3. 2.7.Kriteria hasil adalah pernyataan yang lebih spesifik .7. dan diukur untuk mengevaluasi apakah tujuan tercapai .7. superpisi.egasi dan mencatat apa yang dilakukan .perwat senior akan sibuk melakukan tugas manajerial sesangkan asuhan keperawatan pasa pasien dilakukakn oleh perawat yunior atau yang belum punya pengalaman .evaluasi merupakan perencanaan .6. membuat tujuan dan kriteria hasil tujuan adalah pernyataan yang lebih luas tentang dampak dari intervensi keperawatan .implementasi terdiri dari melaksanakan tindakan keperawatan . akut ( terjadi dalam waktu yang mendadak dan pendek ) 6. dari segi ukuran . Proses perencanaan keperawatan meliputi 1.mengurangi masalah kesehatan klien .mendel.

Metoda primer ini di tandai dengan adanya keterkaitan kuat yang terus menerus antara pasien dan perawat yang di tugaskan untuk merencanakan. mendorong pratik mandiri perawat. Pasien akan dirawt oleh perawat yamg berbeda untuk setiap shif dab tidak ada jaminan bahwa pasien akan di rawat oleh orang yang sama pada hari berikutnya. 1989)  keuntungan yang di rasakan adalah pasien merasa di manusiawikan karena terpenuhi kebutuhan secara individu  asuhan yang diberikan bermutu tinngi dan tercapai pelayanan yang efektif terhadap pengobatan. ada kejelasan antar si pembuat rencana askep pelaksana. sel direction.dukungan. 5 disesuaikan dengan jumlah yang ada di ruangan dab jumlah perawat yang ada Kelebihan  bersifat kontiniunitas dan komprehensif  perawat primer mendapatkan akuntabilitas yang tinggi terhadap hasil dan memungkinkan pengembangan diri  keuntungan antara lain terhadap pasien.kerja sama antar anggota tim dan antar tim memberikan laporan mengembangkan kepemimpinan anggota menyelenggarakan konferensi selama 15-20 menit setiap hari untuk pengembangan dan revisi rencana askep Kelebihan  Memungkinkan pelayanan keperawatan yang menyeluruh  Mendukung pelaksanaan proses keperawatan  Memungkinkan komunikasi antar tim sehingga konflik mudah di atasi dan memberikan kepuasan kepada anggota tim Kekurangan Komunikasi antar tim bisa membutuhkan waktu dimana sulit melaksanakan di waktu sibuk Metode primer Metoda penugasan diman satu perawat brtnggung jawab penuh selama 24 jam terhadap askep pasien mulai pasien masuk sampai keluar rumah sakit.proteksi informasi dan advokasi  pertukaran informasi tentang kondisi pasien selalu di perbaharui dan kolprehensif kekurangan  hanya dapat di lakukan oleh perawat yang memiliki pengalaman dan pengetahuan yang memadai dengan kriteria insertif. tanggung gugat serta otonomi dari perawat serta melibatkan keterlibatan pasien dan keluarga Tugas perawat primer  menerima pasien dan mengkaji kebutuhan pasien secara komprehensif  membuat tujuan dan rencana keperawatan  melaksanakan rencana yang telah di buat selama dinas  mengkomunikasikan dan mengkoordinasikan pelayanan yang di berikan dokter maupun perawat lain  mengevaluasi keberhasilan yang di capai  menerima dan menyesuaikan rencana  menyiapkan penyuluhan pulang  melakukan rujukan kepada pekerja sosial.9. Metode penugasan kasus biasa siterapkan satu pasien satu perawat. melakukan dan koordinasi askep selama pasien di rawat Konsep dasar model askep ini adalah adanya tanggung jawab.9 pengelolaan pemberian pelayanan kesehatan 2. kontak dengan lembaga sosial masyarakat  membuat jadwal perjanjian klinik  mengadakan kunjungan rumah sakit Ketenagaan metoda primer  setiap perawat primer adalah perawat bed side  beban kasus pasien 4-6 orang perawat atau debgan rasio perawat dan pasien sebesar 1:4 atau 1.     .1 kepala ruangan Pengertian Kepala ruangan adalah seorang tenaga keperawatan yang diberi tanggung jawab dan wewenang dalam mengatur dan mengendalikan kegiatan keperawatan di ruang rawat. doter dan rumah sakit (Gillies. Kemampuan pengambilan keputusan yabg tepat menguasai keperawatan clinik accountable serta mampu berkolaborasi dan berbagai di siplin Metode pengelolaan kasus Model ini menggunakan pendekatan holistic dari filosofi keperawatan dimana setiap perawat di tugaskan untuk melayani seluruh kebutuhan pasien selam jam dinasnya. perawat. Intensive care Kelebihan  perawat lebih memahami kasus per kasus  sistem evaluasi dari manajerial lebih mudah Kekurangan  belum dapat di identifikasinya perawat penanggung jawab  sperlu tenaga yang cukup banyak dengan kemampuan dasar yang sama 2. Dalam hal ini umunya dilaksanakan oleh perwat privat atau untuk keperawatan khusus seprti isolasi.

seorang pemimpin bertanggung jaewab memberikan motivasi dan mengaktifkan anggotannya . tindakan medis yang dilakukan.membimbing penerapan proses keperawatan dan menilai asuhan keperawatan. keluarga. Membantu membimbing terhadap peserta didik keperawatan j. menginterpestasikan dan mentransfornmasikan informasi yang diperoleh dari luar maupun dari dalam organisasi.peran deseminator . karu membawahi 2 katim dan katim membawahi 2-3 PP · Mengatur dan mengendalikan tenaga keperawatan : membuat proses dinas. membuat jadwal dinas dan surat menyurat ü Memberikan orientasi pada pegawai baru. mengatur penugasan / penjadwalan.peran decisional . yaitu merupakan suatu metode yang dilakukan dalam ruangan keperawatan oleh kepala ruangan.Tanggung jawab kepala ruangan ü Mengatur pembagian tugas pegawai ü Mengatur dan mengendalikan kebersihan dan ketertiban ruangan ü Mengatur dan mengendalikan logistik /administrasi ruangan ü Mengadakan diskusi dengan staf untuk memecahkan masalah ü Mengikuti ronde tim medis ü Mengadakan ronde keperawatan ü Membimbing siswa / mahasiswa dalam proses keperawatan di ruang rawat ü Menilai kerja staf ruangan.membimbing pelaksanaan asuhan keperawatan . transisi dan persiapan pulang bersama ketua tim d. Merencanakan stategi pelaksaan keperawatan f. Ronde keperawatan. . ü Menghadiri rapat berkala dengan kepala instansi atau kepala RS untuk kelancaran pelaksaan keperawatan. Wewenang seorang karu adalah ü Meminta informasidan pengarahan kepada atasan ü Memberi pentunjuk dan bimbingan pelaksanaan tugas kepada staf keperawatan ü Mengawasi. g. Mengikuti serah terima pasien di shift sebelumnya c. Mengindentifikasi tingkat ketergantungan klien : gawat. Menbantu mengembangkan niat pendidikan dan latihan diri i. kepada katim · Memberikan wewenang tata usaha untuk mengurus administrasi pasien · Mengatur penugasan jadwal post dan prakarya · Identifikasi masalah dan cara penanganan 3. mencari dan menerima berbagai informasi intuk mengembangkan organisasi . Menunjukan ketua tim dan bertugas diruangan masing-masing b. 2. Mengikuti visite dokter. Menjaga terwujudnya visi dan misi keperawaratan dan RS k.mengendalikan dan menilai pendayagunaan tenaga keperawatan peralatan dan mutu asuhan keperawatan di ruang rawat. peran interpersonal seorang kepala ruangan berperan sebagai symbol pimpinan organisasi dengan pekerjaan rutin organisasi .Mengadakan diskusi untuk pemecahan masalah . mengatur tenaga yang ada setiap hari dll · Mengatur dan mengendalikan situasi tempat praktek · Mengatur dan mengendalikan logistik ruangan · Mendelegasikan tugas saat karu tidak berada di tempat. ketua tim. program pengobatan dan mendikusikan dengan dokter tentang tindakan yang akan dilakukan terhadap pasien. untuk mengetahui kondisi. Mengatur dan mengendalikan asuhan keperawatan . Uraian tugas karu 1) Perencanaan a. membuat DP3 dan usulan kenaikan pangkat ü Memberikan administrasi. termasukkepada residen. h.Pengarah dan Pengawasan . mahasiswa kedokteran dan mahasiswa keperawatan yang akan melakukan praktek di ruangan dan melakukan pembinaan tenaga keperawatan ü Menciptakan dan memelihara kerja yang harmonis dengan klien. peran informasional peran monitor . e. patofisiologi.dan tim kesehatan lain. dan perawat pelaksana. Peran kepala ruangan menurut burges ( 2988 ) dan Swanaburg ( 1990 ) 1. Pengorganisasian · Merumuskan metode penugasan yang digunakan · Merumuskan tujuan metode penugasan · Membuat rincian tugas katim dan anggota tim secara jelas · Membuat rentang kendali.Memberikan informasi kepada pasien / keluarga yang baru masuk.merupakan pusat informasi internal dan eksternal .Peran pembicara: meruskan informasi kepada orang lain tentang rencana organisasi dan lain –lain. yaitu mengambil keputusan untuk mengatasi masalah. Mengidentifikasi jumlah perawatyang dibutuhkan berdasarkan aktivitas dan kebutuhan klien bersama ketua tim. 2. ü Menanda tangani surat dan ketepatan yang menjadi keputusan ruangan.

pengkajian merupakan proses yang berlanjut dan berkesinangan. mendengarkan laporan katim tentang pelaksanaan tugas. Perencanaan Bersama karu mengadakan serah terima tugas pada setiap pergantian dinas Melakukan pembagian tugas pada anggota berdasarkan ketergantungan klien Menyusun rencana asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian. Ketua tim harus memiliki kemampuan : mengkomunikasikan dan mengkoordinasikan semua kegiatan tim menjada kesultan dalam asuhan keperawatan melakukan pengkajian dan menentukan kebutuhan pasien menyusun rencana keperawatan untuk semua pasien merevisi dan menyesuaikan rencana keperawatan sesuai kebutuhan pasien melaksanakan observasi baik terhadap perkembangan pasien maupun kerja dari anggota tim menjadi guru atau pengajar melaksanakan evaluasi secara baik dan objektif Uraian tugas 1. pasien termasuk keluarga pasien. Membuat rincian tugas meliputi : o Melaksanakan asuhan keperawatan sesuai rencana . Pengorganisasian Merumuskan tujuan dari pengorganisasian tim keperawatan yaitu tercapainya proses askep sesuai dengan kondisi dan kebutuhan klien secara profesional melaluai pembagian kerja yang tepat. Pembagian tugas / kerja berdasarkan tingkat ketergantungan klien dimana seorang perawat bertanggung jawab terhadap 2 – 3 orang klien dan saling bekerja sama dengan perawat lain serta tidak mengabaikan klien yang bukan menjadi tanggung jawab nya Mengatur waktu istirahat untuk anggota tim Mendelegasikan pelaksanaan proses asuhan keperawatan kepada anggota kelompok dan pelimpahan wewenang yang meliputi wewenang mengambil keputusan. Tanggung jawab ketua tim mengkaji klien dan menerapkan tindaka keperawatan yang tepat.Pengarahan : · Memberikan pengarahan tentang penugasan kepada katim · Memberikan pujian kepada anggota tim yang melaksanakan tugas yang baik · Memberikan motivasi dalam peningkatan pengetahuan keterampilan dan sikap · Melibatkan bawahan sejak awal hingga akhir kegiatan · Meningkatkan kolaborasi dengan anggota lain Pengawasan. Melakukan pembagian tugas bersaaama kepala ruangan sesuai dengan perencanaan terhadap klien yang menjadi tanggung jawab nya. mengamati sendiri / laporan langsung secara lisan.9. dapat melakukan serah terima tugas. wewenang dalam menggunakan sumber daya seperti sesama perawat. Meyakinkan semua evaluasi – evaluasi berupa respon klien terhadap tindakan keperawatan. Pengawasan tidak langsung yaitu mengecek daftar hadir katim. Menilai kemajuan semua klien dari hasil pengamatan langsung / laporan anggota tim.2 ketua tim Pengertian Ketua tim adalah seorang perawat yang bertugas yang mengepalai sekelompok tenaga keperawatan dalam melaksanakan asuhan keperawatan di ruang rawat dan bertanggung jawab langsung langsung kepada karu. 2. · Melakukan komunikasi : mengawasi dan berkomunikasi langsung dengan katim maupun pelaksana askep yang diberikan kepada pasien · Melalui super visi : pengawasan langsung. membaca dan memeriksa intervensi serta semua catatan dokumentasi. pemamfaatan alat dan barang yang tersedia tampa mnyimpang dari prinsip tindakan. intervensi dan kriteria evaluasi Menyiapkan keperluan untuk melaksanakan askep meliputi : o Menyiakan format pencatatan o Menyiakan alat untuk pemantauan pasien o Menyiakan peralatan oba Mengikuti vissite dokter Menilaai hasil pengkajian kelompok dan mendiskusikan permasalahan yang ada Menciptakan kerja sama yang harmonis antara tim dan antara anggota tim Memberikan pertolongan segera pada klien dan kdaruratan Membuat laporan klien Melakukan ronde kperawatan bersama dengan karu Memberikan orientasi pada klien baru 2. Mengkoordinasikan rencana perawatan yan tepat waktu membimbing anggota tim untuk mencatat tindakan keperawatan yang telah di lakukan.

tepat berdasarkan prinsip tindakan. Ø Melakukan evaluasi terhadap tindakan yang telah dilakukan. Uraian tugas perawat pelaksana a. dan ramah tamah. Ø Melakukan implementasi pada klien berdasarkan rencana asuhan keperawatan yang telah dibuat oleh perawat primer. o Melaksanakan kerja sama dengan anggota tim lainnya. Ø Menyimpan. Ø Memberikan penjelasan atas pertanyaan klien / keluarga dengan kalimat yang mudah dimengerti.3 perawat pelaksana Defenisi Perawat pelaksana adalah seorang tenaga keperawatan yang diberi wewenang untuk melaksanakan pelayanan asuhan keperawatan diruang rawat.o Mendokumentasikan tindakan dan hasil yang telah di laksanakan. ruangan dan lingkungan ruang rawat. c. Ø Menyusun rencana keperawatan sesuai dengan masalah klien. bersama perawat primer. sosial. pengarahan kepada anggota tim yang melakukan tugas / berbuat kesalahan Memberi pujian kepada anggota tim yang melaksanakan tugasnya tepat sesuai waktu. Ø Melakukan pencatatan dan pelaporan berdasarkan format dokumentasi keperawatan yang ada diruangan.9. Memerhatikan keseimbangan kebutuhan fisik. o Membuat laporan tentang keadaan klien dan asuhan keperawatan o Mengevaluasi hasil dan proses keperawatan yang telah di berikan. membaca catatan perawat yang di buat selama proses keperawatan. Pengarahan Memberikan pengarahan tentang tugas setiap anggota tim dalam waktu melakukan askep Memberikan petunjuk kepada anggota tim dalam melaksanakan asuhan keperawatan. Ø Melakukan pengkajian awal pada klien baru jika perawat primer tidak ada ditempatnya. Ø Menyiapkan klien untuk pemeriksaan diagnostik / laboratorium. nyaman dan ketenangan. Tugas dan tanggung jawab perawat pelaksana Ø Mengikuti serah terima klien dari dinas pagi. Ø Berperan serta dalam melakukan penyuluhan kesehatan pada klien dan keluarga. Ø Melaksanakan kebijakan yang ditentukan oleh kepala ruang rawat. Melaksanakan program medis dengan penuh tanggung jawab Ø Pemberian obat Ø Pemeriksaan laboratorium Ø Persiapan klien yang akan dioperasi. b. mendengar laporan secara lisan dari anggota tim tentang tugas yang telah di lakukan. Ø Melaksanakan tindakan keperawatan sesuai dengan rencana Ø Mengevaluasi tindakan perawatan yang telah diberikan. Ø Pendekatan dan komunikasi teraupetik. bersikap sopan. Memberikan pelayanan keperawatan secara langsung berdasarkan proses keperawatan dengan proses kasih sayang. Melaluai supervisi o Secara langsung Melihat aatau mengawasi proses asuhan keperawatan yang di laksanakan oleh anggota o Secara tidak langsung Melihat daftar perawat pelaksana. Memepersiapkan klien secara fisik dan mental untuk menghadapi tindakan keperawatan dan pengobatan / diagnosis . o Mengevaluasi penampilan kerja perawat pelaksana dan askep yang di lakukan oleh anggota tim o Mengecek dokumentasi setelah tindakan perawat yang di lakukan 2. Pengawasan Melaluai komunikasi Ketua tim mengawasi dan berkomunikasi langsung terhadap pelaksana dalam memberikan asuhan keperawatan kepada klien. Ø Memelihara kebersihan klien. Memberikan teguran. Ø Penderitaan klien dengan memberi rasa aman. dan spiritual dari klien Ø Memelihara kebersihan klien dengan lingkungan. 3. Ø Mengikuti pre-conference / post conference dengan perawat primer. memelihara dan menyiapkan perawatan yang diperlukan sehingga siap pakai. d. Ø Mencatat / melaporkan semua tindakan perawatan dan respon klien pada catatan keperawatan. pengobatan dan tindakan. membaca dan memeriksa cover. mental. rasional dan sesuai dengan kebutuhan serta kondisi klien. Melalui evaluasi o Bersama karu mengevaluasi kegiatan dan laporan dari anggota tim o Meningkatkan kemampuan analisa ( pengetahauaan ) dan kemampuan psikomotor serta sikap melalui diskusi dan pengarahan. sore dan malam. 4. Ø Melakukan dinas rotasi sesuai dengan jadwal yang sudah dibuat oleh kepala ruangan rawat.

seperti rodstool. m. Wewenang pelaksana Ø Membina informasi dan petunjuk pada atasan Ø Memberikan asuhan keperawatan kepada pasien atau keluarga pasien sesuai kemampuan dan batas kewenangannya. 2009 http://adelinecalonperawat. dan keindahan ruangan.blogspot. Memeberikan pertolongan segera pada klien gawat/ sakratul maut. Membantu kepala ruangan dalam penatalaksanaan ruangan / pulang secara administratif. protesa. melatih anggota gerak. 2. i. tongkat penyangga. Memeberikan penyuluhan kesehatan sehubungan dengan penyakitnya (PKMRS) l. Melatih klien untuk menolong dirinya sendiri sesuai dengan kemampuannya f. Mengatur dan menyiapkan ala-alat yang ada diruangan menurut fungsinya supaya siap pakai. Menciptakan dan memelihara kebersihan.e. sore. keamanan. Melatih pasien untuk menggunakan alat Bantu yang dibutuhkan. Diposkan oleh NURSE di Senin. n. k. kenyamanan. h. Ø Menyiapakan data klien baru meninggal / pulang misalnya : menyediaakn surat izin pulang. petunjuk diet. Melatih pasien untuk melaksanakn tindakan keperawatan dirumahnya. kartu control. Ø Sensus harian / formulir Ø Rujukan harian / formulir. malam/ hari libur secara bergantian sesuai harian tugas. j.surat keterangan istirahat sakit. g. misalnya : perawatan luka. Melaksanakan tugas pagi.com/2009/01/laporan-akhir-praktek-manajemen. resep obat untuk dirumah jika diperlukan. Januari 26. surat rujukan atau pemeriksaan ulang dan lain-lain.html . Melaporkan segala sesuatu mengenai keadaan klien baik secara lisan/tulisan.

Respons yang ada harus bersifat kondusif dengan pengelolaan keperawatan dan langkahlangkah konkret dalam pelaksanaannya. 0% tidak baik). sedangkan managemen keperawatan adalah suatu proses bekerja melalui anggota staf keperawatan untuk memberikan asuhan keperawatan secara professional. 0% tidak baik). 4.LAPORAN PRAKTIK PROFESI MANAJEMEN KEPERAWATAN DI RUANG OBSERVASI JINGGA B-1 RSUD SIDOARJO BAB I PENDAHULUAN 1. mahasiswa mampu : 1. Mendokumentasikan asuhan keperawatan dengan menggunakan model problem. 7. 0% kurang. Menganalisis lingkungan suatu ruang perawatan dan menghitung kebutuhan tenaga keperawatan disuatu ruangan perawatan. 0% tidak baik). 21% cukup. Melakukan ronde keperawatan. Berdasarkan fenomena tersebut. Hasil akhir desiminasi ke-2 kelompok A1 dan A2 yang telah melakukan praktek profesi keperawatan menejemen dengan menerapkan MAKP sesuai standart diketahui timbang terima (79% baik. sentralisasi obat. keluarga. Menurut Gilles (1986) diterjemahkan oleh Dika Sukmana dan Rika Widya Sukmana (1996). 0% tidak puas terhadap pelayanan rumah sakit. yang biasanya membutuhkan waktu. Manajemen Keperawatan di Indonesia di masa depan perlu mendapatkan prioritas utama dalam pengembangan. dan mengevaluasi sarana dan prasarana yang tersedia untuk dapat memberikan asuhan keperawatan yang seefektif dan seefisien mungkin bagi individu. mahasiswa diharapkan dapat mengerti dan memahami prinsip manajemen keperawatan dan model pemberian asuhan keperawatan profesional yang sesuai dengan prinsip MAKP yang dijalankan. Berdasarkan pengambilan data pada 22 responden (pasien yang akan KRS. 22% cukup. Sedangkan berdasarkan observasi MAKP masih belum terlaksana dengan baik. Melakukan supervise keperawatan. 9% (2 klien) cukup puas terhadap pelayanan rumah sakit. yang sulit untuk dilaksanakan pada waktu-waktu sibuk (Nursalam. Manajer keperawatan dituntut untuk merencanakan. 21% cukup. Tujuan Khusus Setelah melaksanakan praktek profesi manajemen keperawatan. maka kami mencoba menerapkan kembali MAKP sesuai standar di ruang mawar jingga B1 RSUD Sidoarjo khususnya ruang observasi. dan dokumentasi dengan melibatkan perawat ruangan. discart planning (79% baik. Kelebihan dari metode ini adalah memungkinkan pelayanan keperawatan menyeluruh. 3. 7% kurang. timbang terima. supervise (79% baik. mendukung pelaksanaan proses keperawatan. 21% cukup) dan dokumentasi (79% baik. Melakukan timbang terima keperawatan 6. 7% kurang. Menganalisis tingkat keberhasilan post pelaksanaan MAKP yang diterapkan. 0% tidak baik). . mengorganisasian. sentralisasi obat (43% baik. dan telah 3 hari MRS) tanggal 05 oktober 2009 yang dilakukan oleh mahasiswa profesi S1 keperawatan STIKES Bina Sehat PPNI tentang kepuasa customer terhadap pelayanan rawat inap RSU Daerah Sidoarjo ruang observasi mawar jingga B1 diketahui sebesar 50% (11 klien) menilai sangat puas terhadap pelayanan rumah sakit. Melakukan penerapan sentralisasi obat 9. 0% kurang. Melakukan Discharge Planning. 14% cukup. dan evaluasi. ronde keperawatan. manajemen didefinisikan sebagai suatu proses dalam menyelesaikan pekaryaan melalui orang lain. 8. ronde keperawatan (71% baik. intervensi. memimpin. sehingga konflik mudah diatasi dan memberi kepuasan kepada anggota tim.2 Tujuan Tujuan Umum Setelah melaksanakan praktek profesi manajemen keperawatan. Hal ini bekaitan dengan tuntutan profesi dan tuntutan global bahwa setiap perkembangan dan perubahan memerlukan pengelolaan secara profesional dengan memperhatikan setiap perubahan yang terjadi di Indonesia.1 Latar belakang Tuntutan masyarakat terhadap kualitas pelayanan keperawatan dirasakan sebagai fenomena yang harus direspon oleh perawat. dan masyarakat. MAKP yang nantinya diharapkan dapat diaplikasikan diruangan akan melaksanakan role play yang meliputi supervisi. 0% kurang. 57% cukup. 2. Namun kelemahan dari metode ini adalah komunikasi antaranggota tim terbentuk terutama dalam bentuk konferensi tim. Model asuhan keperawatan profesional yang saat ini sedang dilaksanakan ruang Mawar Jingga B1 adalah model asuhan keperawatan profesional dengan metode tim. 0% tidak baik). Melaksanakan peran sesuai dengan model MAKP yang telah ditentukan. 5. 32% (7 klien) menilai puas terhadap pelayanan rumah sakit. 1. serta memungkinkan komunikasi antar tim.2008).

Data yang diperoleh. 2. status kepegawaian. Terbinanya hubungan yang baik antara perawat dengan perawat. BOR (Bed Occuption Rate). dan berorientasi pelanggan. dan identifikasi masalah. latar belakang pendidikan. Bagi institusi dan pendidikan Sebagai bahan masukan dan gambaran tentang pengelolaan ruangan dengan pelaksanaan model MAKP:Tim. Melalui praktek profesi manajemen keperawatan dapat diketahui masalah-masalah yang ada di ruang mawar jingga B1 yang berkaitan dengan pelaksanaan MAKP. Bagi Mahasiswa 1. Terwujudnya SDM RS yang professional.2. 2. Motto. perawat dengan tim kesehatan lain. dan perawat dengan pasien serta keluarga. 2. Mewujudkan pelayanan yang bermutu. Tercapainya pengalaman dalam pengelolaan suatu ruang rawat sehingga dapat memodifikasi metode penugasan yang akan dilaksanakan. . Terwujudnya pelayanan kesehatan dengan memperhatikan aspek sosial ekonomi. hemat dan manusiawi sebagai RS rujukan. Mahasiswa dapat menganalisis masalah dengan metode SWOT dan menyusun rencana strategi. Tujuan dan Falsafah RSUD Sidoarjo VISI Menjadi RS mandiri dengan pelayanan prima MISI Mengupayakan pelayanan kesehatan yang bermutu dan mandiri melalui pendekatan sumber daya RS TUJUAN 1. Tingkat kepuasan pasien dan keluarga terhadap pelayanan tinggi. Mahasiswa dapat mengidentifikasi kelebihan dan kekuarangan penerapan model MAKP di ruang mawar jingga B1. BAB 2 PENGKAJIAN Dalam bab ini akan disajikan tentang tahapan proses manajemen keperawatan yang meliputi pengumpulan data. Mahasiswa dapat mengumpulkan data dalam penerapan model MAKP yang diaplikasikan di ruang mawar jingga B1. d.1 TENAGA DAN PASIEN (M1/MAN) Analisis ketenagaan. Bagi Perawat Ruangan 1.1. kemudian dipilih satu sebagai prioritas masalah. 3. jenis pelatihan yang diikuti. jabatan. Pasien dan keluarga mendapatkan pelayanan yang memuaskan. sumber keuangan dan pemasaran (marketing). Mahasiswa dapat memperoleh pengalaman dalam menerapkan model asuhan keperawatan profesional ruang mawar jingga B1. 2. sarana dan prasarana.2 PENGUMPULAN DATA Pengumpulan data dilakukan tanggal 5 – 11 Oktober 2009. terawat dan penuh manfaat. akuntabel. 4. c. struktur organisasi. 2. 2. jumlah tenaga keperawata dan non keperawatan. Misi. MAKP. 4. 2. analisa SWOT. Bagi Pasien dan Keluarga 1. Terwujudnya sarana dan prasarana RS sesuai standar. meliputi ketenagaan.1 Visi. kebutuhan tenaga perawat berdasarkan tingkat ketergantungan pasien. 3. b. 3. Tercapainya tingkat kepuasan kerja yang optimal. 5. Tumbuh dan terbinanya akuntanbilitas dan disiplin diri perawat. MOTTO Kesembuhan anda adalah kebahagiaan kami FALSAFAH RSUD SIDOARJO Ikhlaskan diri untuk sehat. dianalisis dengan analisa SWOT sehingga didapatkan beberapa rumusan masalah. 4.3 Manfaat a.

a. Struktur Organisasi

b. Tenaga perawat Jumlah tenaga keperawatan tingkat pendidikan di Ruang Mawar Jingga B1 RSUD Sidoarjo adalah sebagai berikut. Status Kepegawaian Pendidi kan PNS Kont rak Volun ter

No.

Nama

Jenis Kela min P

Jab ata n KA RU

Masa Kerja

Pendidikan yang Pernah Diikuti PPGD, BLS, ACLS, Manajemen Bangsal dan Mental, ECG, Remunerasi+Accountability, CI, Case Mix, Ina DRG, Rawat Luka Terkini, PBP VIII Bullou Drainage, SP2KP AKREDITASI, AIDS, Nosokomial/ DALIN, BLS, CI, ECG, Manajemen Bangsal dan Mental, Customer Service, Manajemen Laktasi, IMA BLS, Nasofaringeal, ECG, Rawat Luka ECU

1.

Puji Andayani, S.KM,S.Kep.Ns

S1 Kep

PNS -

-

24 th

2.

Sumberwati, Amd.Kep

P

D3 Kep

PNS

-

-

PER AW AT

27 th

3.

Ely Ariastutuik, Amd.Kep

P

D3 Kep

PNS

-

-

PER AW AT PER AW AT PER AW AT PER

8 th

4.

Dyah Ayu K. Amd Kep

P

D3 Kep

PNS

-

-

10 th

Nosokomial/ DALIN, BLS, ECG, HIV, Customer Service

5.

Miftahul Jannah, Amd.Kep

P

D3 Kep

PNS

-

V

6.

Cahyo Irawan,

L

D3 Kep

-

-

V

Amd.Kep

AW AT PER AW AT

7.

Andriyani, Amd.Kep

P

D3 Kep

-

-

V

8.

Latifa Erdiana, S.Kep.Ns

P

S1 Kep

-

-

V

PER AW AT

PPGD, Rawat Luka Terkini 2 th

9.

Rizki, Amd.Kep P D3 Kep V

PER AW AT

10.

Dewi Astutik, Amd.Kep

P

D3 Kep

-

-

V

PER AW AT

3,5 th

BLS, Rawat Luka Terkini, Nosokomial/ DALIN

11.

Dina Agustina, Amd.Kep

P

D3 Kep

-

-

V

PER AW AT

3,5 th

BLS, DALIN, HIV

12.

Terry Indra Kurniawan,Amd. Kep

L

D3 Kep

-

-

V

PER AW AT

2 th

PPGD, HIV, Rawat Luka Terkini

13.

Ika Kurniawati, Amd.Kep

P

D3 Kep

-

-

V

PER AW AT

2 th

ECU, Rawat Luka Terkini

14.

Fyrda Nurul Laily P D3 Kep V

PER AW AT

2 th

BLS

c. Tenaga non keperawatan Tenaga non keperawatan di Ruang Mawar Jingga B1 RSUD Sidoarjo terdiri dari : No. 1. 2. 3. 4. Kualifikasi Tata Usaha (Medical record) Ahli gizi Helper Cleaning service Jumlah 1 orang 1 orang 1 orang 2 orang SMA Jenis

d. Tenaga Medis Tenaga medis di ruang MJB1 RSUD Sidoarjo terdiri dari : No. 1 2 3 4 5 6 Kualifikasi Dokter bedah umum Dokter bedah syaraf Dokter urologi Dokter IPD Dokter Jantung Dokter Saraf Jumlah 4 1 1 1 1 1

e. Tenaga Mahasiswa Praktek Kualifikasi 1. S1 Keperawatan Prog.Profesi Ners STIKES Bina Sehat PPNI Dokter Muda Univ. Wijaya Kusuma Jumlah 11 orang

2.

f. Tingkat Ketergantungan Pasien dan Kebutuhan Tenaga Perawat Klasifikasi Pasien Berdasarkan Tingkat Ketergantungan Dengan Metode Douglas ( 1984 ). No. 1 KLASIFIKASI DAN KRITERIA Minimal Care (1-2 jam) 1. Dapat melakukan kebersihan diri sendiri, mandi, ganti pakaian dan minum. 2. Pengawasan dalam ambulasi atau gerakan. 3. Observasi Tanda vital setiap shift. 4. Pengobatan minimal, status psikologi stabil. 5. Persiapan prosedur pengobatan Intermediet Care (3-4 jam) 1. Dibantu dalam kebersihan diri, makan dan minum, ambulasi. 2. Observasi tanda vital tiap 4 jam. 3. Pengobatan lebih dari 1 kali. 4. Pakai foley kateter. 5. Pasang infuse, intake out-put dicatat. 6. Pengobatan perlu prosedur. Total Care (5-6 jam) 1. Dibantu segala sesuatunya. 2. Posisi diatur. 3. Observasi tanda vital tiap 2 jam. 4. Pakai NG tube. 5. Terapi intravena, pakai suction. 6. Kondisi gelisah / disorientasi / tidak sadar.

2

3

Pada suatu pelayanan profesional, jumlah tenaga yang dibutuhkan tergantung pada jumlah klien dan tingkat ketergantungan klien. Menurut Douglas (1984) Loverige dan cummings (1996) klasifikasi derajat ketergantungan klien dibagi 3 kategori yaitu :

18 Sore 3x0.62 8x0.27=0.81 Sore 8x0.76 Total tenaga perawat Dinas pagi : 4 orang Dinas siang : 3 orang Dinas malam : 2 orang Jumlah : 9 orang Jumlah perawat lepas dinas per hari : 86x9 =2.27=1.17=1. Jadi kebutuhan tenaga belum mencukupi.45 Malam 8x0.36=1.56 1.30 .36=1.15=0.10 Malam 3x0.08 6x0.36=2.42 1.15=0.60 4x0.52 Malam 3x0.14=0.42 Total tenaga perawat Dinas pagi : 3 orang Dinas siang : 3 orang Dinas malam : 1 orang Jumlah : 7 orang Jumlah perawat lepas dinas per hari : 86x7 =2. Tingkat ketergantungan pasien dan kebutuhan perawat pada tanggal 5 Oktober 2009 Ruang Mawar Jingga B1 Klasifikasi pasien Total care Partial care Minimal care Total Jumlah pasien 3 6 8 17 Pagi 3x0.60 3x0.20=0.36=1.40 6x0.60 6x0. ditambah tenaga lepas dinas 3 orang = 13 orang.08 6x0.20=0.88 3x0.27=1.08 6x0.20=1.60 6x0.60 8x0. ditambah tenaga lepas dinas 2 orang = 10 orang.02 3.36=1.10=0.88 3x0. b.17=1.08 4x0.1.90 8x0. Perawat Intermediet / Partial : 3-4 jam / 24 jam 3.84 2.07=0.07=0.10=0.16 (dibulatkan menjadi 2) Jumlah perawat yang dibutuhkan untuk bertugas pada tanggal 5 Oktober 2009 diruang observasi MJB1 adalah 7 orang (ditambah dengan kepala ruangan 1 orang).77 (dibulatkan menjadi 3) Jumlah perawat yang dibutuhkan untuk bertugas pada tanggal 5 Oktober 2009 di Ruang Mawar Jingga B1 adalah 9 orang (ditambah dengan kepala ruangan 1 orang).06 Sore 3x0.14=1. Ruang Observasi Mawar JinggaB1 Klasifikasi pasien Total care Partial care Minimal care Total Jumlah pasien 3 4 6 13 Pagi 3x0.12 3. Perawat Minimal : 1-2 jam / 24 jam 2.36 4.15=0.08 4x0. Perawat Total : 5-6 jam / 24 jam Kebutuhan tenaga perawat di ruang Ruang Mawar Jingga B1 dari hasil pengkajian adalah sebagai berikut : a.36=2.10=0. Tingkat ketergantungan pasien dan kebutuhan perawat pada tanggal 6 Oktober 2009 Ruang Mawar Jingga B1 Klasifikasi pasien Total care Partial care Jumlah pasien 8 3 Pagi 8x0.

20 4x0.17=0.07=0.30 4x0.02 Sore 5x0.17 6x0.00 2x0.02 4.71 6x0. Ruang Observasi Mawar Jingga B1 Klasifikasi pasien Total care Partial care Minimal care Total Jumlah pasien 5 2 4 11 Pagi 5x0.80 7x0.47 (dibulatkan menjadi 2) 279 Jumlah perawat yang dibutuhkan untuk bertugas pada tanggal 7 Oktober 2009 diruang Mawar Jngga B1 adalah 11 orang (ditambah dengan kepala ruangan 1 orang).36=1.88 Total tenaga perawat Dinas pagi : 3 orang Dinas siang : 3 orang Dinas malam : 2 orang Jumlah : 8 orang Jumlah perawat lepas dinas per hari : 86x8 =2.44 7x0.54 4x0.68 1.15=1. ditambah tenaga lepas dinas 3 orang = 15 orang.50 Sore 4x0. Jadi kebutuhan tenaga belum mencukupi.14=0.07=0.27=1.68 3.36=1. . ditambah tenaga lepas dinas 3 orang = 12 orang. Tingkat ketergantungan pasien dan kebutuhan perawat pada tanggal 7 Oktober 2009 Ruang Mawar Jingga B1 Klasifikasi pasien Total care Partial care Minimal care Total Jumlah pasien 4 7 1 12 Pagi 4x0.80 2x0.27=0.57 Total tenaga perawat Dinas pagi : 3 orang Dinas siang : 3 orang Dinas malam : 2 orang Jumlah : 8 orang Jumlah perawat lepas dinas per hari : 86x11 =2.10=0.36=1.20=1.56 2. Jadi kebutuhan tenaga belum mencukupi.07 1.66 Malam 5x0.14=0.89 1x0.36=1.39 (dibulatkan menjadi 3) Jumlah perawat yang dibutuhkan untuk bertugas pada tanggal 6 Oktober 2009 diRuang Mawar Jingga B1 adalah 11 orang (ditambah dengan kepala ruangan 1 orang).63 Malam 4x0.Minimal care Total 6 17 6x0.14=0.70 1x0.17 3.17=0.32 Total tenaga perawat Dinas pagi : 5 orang Dinas siang : 4 orang Dinas malam : 2 orang Jumlah : 11 orang Jumlah perawat lepas dinas per hari : 86x11 =3.05 1x0.17=1.10=0.14 2.47 (dibulatkan menjadi 2) Jumlah perawat yang dibutuhkan untuk bertugas pada tanggal 6 Oktober 2009 diruang Observasi Mawar Jingga B1 adalah 8 orang (ditambah dengan kepala ruangan 1 orang).84 4. ditambah tenaga lepas dinas 2 orang = 14 orang.42 2.80 2x0.20=0.07=0.15=0. c.44 7x0.

27=0.88% 4.19% 3. 0% kurang puas dan 0% klien tidak puas terhadap pelayanan di Ruang Observasi Mawar Jingga B1. Jenis Penyakit Jumlah 10 penyakit terbanyak di Ruang Mawar Jingga B1 selama Bulan September 2009 No. Kurang Puas :21 . Tidak Puas :0 .29% 20. 8. Kepuasan klien di Ruang Observasi Mawar Jingga B1 dari 13 klien didapatkan hasil 54 % (7 klien) dikategorikan sangat puas.44 3x0. jawaban ”kadang-kadang” dengan skore 2 dan jawaban ”tidak” dengan skore Selanjutnya tingkat kepuasan klien dikategorikan sebagai berikut : 1.25% 12.14=0 1.66% . Sangat Puas : 81 – 100 % 2.54 (dibulatkan menjadi 2) Jumlah perawat yang dibutuhkan untuk bertugas pada tanggal 7 Oktober 2009 diruang Observasi Mawar Jingga B1 adalah 5 orang (ditambah dengan kepala ruangan 1 orang). 6.55% 2.80 3x0. 9.30 0x0.Ruang Observasi Mawar Jingga B1 Klasifikasi pasien Total care Partial care Minimal care Total Jumlah pasien 4 3 0 7 Pagi 4x0. 50 % (11 klien) dikategorikan sangat puas. 2.45% 16.10=0. 9% (2 klien) cukup puas.20=0. 15% (2 klien) cukup puas.25 Sore 4x0. Cukup Puas :41 – 60 % 4.20 % Berdasarkan penyebaran angket dari 22 klien pada tanggal 5-6 Oktober 2009 didapatkan hasil bahwa. 31% (4 klien) puas.95% 26.40 % 5.45 0x0.27% 5. 1.44 3x0. 32% (7 klien) puas. g. Puas :61 – 80% 3. 4.89 Malam 4x0. ditambah tenaga lepas dinas 2 orang = 8 orang.07=0 1.36=1. h. 5. 9% (2 klien) kurang puas dan 0% klien tidak puas terhadap pelayanan di Ruang Mawar Jingga B1. 3.81 0x0.15=0. Jenis Penyakit Cidera Kepala NIDDM Vomiting Stroke HIL Combus Appendiks CKD BPH Jumlah Klien 6 81 63 52 14 7 16 10 39 Presentase 1. Tingkat Kepuasan Klien Terhadap Kinerja Perawat Pengukuran tingkat kepuasan klien menggunakan kuesioner yang berisi 20 pertanyaan dengan pilihan jawaban ”ya” dengan skore 3.36=1. 7.10 Total tenaga perawat Dinas pagi : 2 orang Dinas siang : 2 orang Dinas malam : 1 orang Jumlah : 5 orang Jumlah perawat lepas dinas per hari : 86x5 =1.17=0 2.

. Mawar Hijau.49% 100% 1.. Selatan : Taman 4. Lokasi dan denah ruangan Lokasi penerapan proses managerial keperawatan yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran managemen keperawatan mahasiswa STIKES BINA SEHAT PPNI (PRODI S1 KEPERAWATAN) MOJOKERTO diruang Mawr Jingga B1 RSUD Sidoarjo dengan uraian sebagai berikut: 1. Keterangan : A : Gudang F : Nure station K : Gedung baru B : Nurse station mahasiswa G : R. BOR (Bed Occuption Rate) Berdasarkan hasil pengkajian pada tanggal 5 – 9 Oktober 2009 diruang Mawar Jingga B1 RSUD Sidoarjo didapatkan gambaran kapasitas tempat tidur adalah 38 tempat tidur dengan rincian sebagai berikut : BOR keseluruhan di ruang Mawar Jingga B RSUD Sidoarjo. Barat : Mawar ungu dan kuning 3.Observasi D : Ruang tetanus i : R.74% BOR Ruang Observasi : 13/13x100%= 100% Tanggal : 6 Oktober 2009 RUANG MJB1 OBSERVASI BEDAH UMUM COMBUS TOTAL JUMLAH TOTAL 13 17 8 38 BED TERPAKAI 11 6 0 17 BED TIDAK TERPAKAI 2 11 8 21 Gambaran umum jumlah tempat tidur di ruang Mawar JinggaB1 tanggal 6 Oktober 2009 Jumlah bed : 38 Bed (17 bed terpakai dan 21 bed tidak terpakai) Dengan BOR MJB1 : 17/38X100%= 44.10... Berdasarkan hasil pengkajian pada tanggal 5 – 9 Oktober 2009 di dapatkan gambaran kapasitas tempat tidur berdasarkan jumlah pasien ruang MJB1 adalah 38 tempat tidur dengan rincian sebagai berikut : Tanggal : 5 Oktober 2009 RUANG MJB1 OBSERVASI BEDAH UMUM COMBUS TOTAL JUMLAH TOTAL 13 17 8 38 BED TERPAKAI 13 4 0 17 BED TIDAK TERPAKAI 0 13 0 13 Gambaran umum jumlah tempat tidur di ruang Mawar Jingga B1 tanggal 5 Oktober 2009: Jumlah bed : 38 Bed (17 bed terpakai dan 13 bed tidak terpakai) Dengan BOR MJB1 : 17/38X100%= 44. Utara : Mawar jingga B2 Denah Ruang.74% . Ca Mammae Total 20 308 6. 2.... Mawar Kuning C : Nurse station H : R. SARANA PRASARANA (M2-MATERIAL) 1. Timur : Mawar jingga D 2.Karu L : R. combus E : R Bedah Umum j : R.

5. Kamar mandi dan wc : 2 buah 7. Komputer : 1 buah 7. Kipas angin : 2 buah 9. Tempat cucian : 3 buah 10. 3. Ruang Kepala ruangan : 1 kamar 5. 4. Lampu emergency : 2 buah 15. Lemari pasien : 38 buah 14. Lampu : 6 buah 11. Kamar mandi dan wc : 1 kamar 3. Ruang perawat administrasi : 1 kamar 6. 2 3 1 2 2/2 Baik Baik Baik Baik Baik . Mika observasi : 38 buah 16. Urinal : 3 buah Fasilitas untuk petugas kesehatan 1. Kipas angin : 6 buah 5. Peralatan dan fasilitas Fasilitas untuk pasien 1. Jam dinding besar : 2 buah 13. Gudang : 1 Kamar 4. Wastafel : 1 buah 12. Letak ruang perawat : Ditengah ruang pasien 2. Bantal : 38 buah 4. Secara keseluruhan ruang Mawar Jingga B1 memiliki 38 tempat tidur terdiri dari : Mawar Jingga B1 memiliki 38 tempat tidur dengan rincian :  Ruang bedah umum : 17 bed  Ruang observasi : 13 bed  Ruang combusio : 8 bed 2. Tempat sampah medis/non : 5/5 buah 9.BOR Ruang Observasi : 11/13x100%= 84. Kasur : 2 buah Alat medik No Nama Barang Keperawatan Alat Ruang Mawar Jingga B1 Tensimeter Stetoskop EKG Temometer Kursi Roda/ Beranggkat Jumlah Yang Tersedia Kondisi 1. Kursi : 15 buah 3. Telepon : 1 buah 8.62% Tanggal : 7 Oktober 2009 RUANG MJB1 OBSERVASI BEDAH UMUM COMBUS TOTAL JUMLAH TOTAL 13 17 8 38 BED TERPAKAI 7 5 0 12 BED TIDAK TERPAKAI 6 12 8 26 Gambaran umum jumlah tempat tidur di ruang Mawar JinggaB1 tanggal 7 Oktober 2009 Jumlah bed : 38 Bed (12 bed ada pasien dan 26 bed kosong) Dengan BOR MJB1 : 12/38X100%= 31. Kursi roda : 1 buah 6.58 % BOR Ruang Observasi :5/13x100%=38. Sketsel stenlis : 2 buah 8.46 % 3. 2.

Buku Makanan 10. Lembar Observasi 3. SPM (Standart Pelayanan Minimal) 9. Buku Inventaris 12. SOP (Standart Operasional Prosedur) 7.6. 27. 23. Perlak B/K :3/2 buah 5. 17. Handuk : 7 buah 9. 11. 20. 19. 9. Slym Saker WSD Ambubag putih Bak instrumen besar Bak instumen sedang Gunting perban status Tromol besar Tromol panjang kecil Tromol sedang Senter Nabulazer Urinal/pispot Bengkok Baskom Drassing care Korentang Bak injeksi Kom/tutup Tabung O2 Troli instrumen Manometer Gunting bulu mata Blas spuit Standart Infus Alat ukur BB 1 1 1 2 2 1 2 1 2 1 1 3 1 3 2 1 1 1 10 1 5 1 1 11 1 Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Alat tenun 1. 21. 25. Lembar Dokumentasi 4. Buku Injeksi 2. Buku Timbang Terima 6. 18. 26. Sarung O2 : 3 buah 8. 14. Sarung bantal : 38 buah 6. 10. Selimut dari pav : 2 buah 2. Buku Pasien Pulang 14. 12. 22. SAK (Standart Asuhan Keperawatan) 8. 13. Buku Obat 11. Korden : 5 buah 4. Taplak meja B/K : 39 buah 10. Buku Rincian pasien pindah 3. 28. Buku Penerimaan Darah 13. Buku Wajib Baca 16. Skort : 5 buah Administrasi Penunjang 1. 15. 29. 16. Buku Registrasi 15. 8. 24. 30. Penerapan Pemberian Model Asuhan Keperawatan (MAKP) Tabel Penerapan Model Asuhan Keperawatan Profesional (MAKP) di Ruang MJB1 Kriteria Frekuensi Prosentase . 7. Sprei : 38 buah 3. Buku TTV 5. Stik laken : 30 buah 7. METODE PEMBERIAN ASKEP (M3-METHODE) Penerapan Model Asuhan Keperawatan 1.

57 21. misi dan motto sebagai pedoman dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan yang jelas dalam mencapai tujuan organisasi yang telah ditentukan karena jika tidak . RSUD Sidoarjo memiliki visi . Ruangan atau bangsal sebagai salah satu unit terkecil dari pelayanan kesehatan di rumah sakit merupakan tempat yang memungkinkan bagi perawat untuk menerapkan ilmu dan skilnya secara optimal. Dokumentasi Keperawatan Tabel dokumentasi di Ruang Mawar Jingga B1 Kriteria Baik Cukup Frekuensi 11 3 Prosentase 78. peran dan wewenang yang jelas pada setiap anggota tim.57 21. misalnya ketua tim juga melakukan tugas sebagai perawat pelaksana dan tidak menutup kemungkinan masingmasing perawat juga merangkap sebagai tenaga administrasi pada shift sore dan malam. Bedasarkan hasil observasi tanggal 5 – 7 Oktober 2009 di dapatkan bahwa model asuhan keperawatan profesional yang di gunakan di ruang MJB1 adalah model Tim. Standar Operasional Prosedur (SOP) dan Standar Pelayanan Minimal (SPM). Selain itu RSUD Sidoarjo juga selalu mengadakan pelatihan untuk para perawat guna meningkatkan pengetahuan perawat ruangan tentang manajemen keperawatan serta memberikan kesempatan untuk meningkatkan jenjang pendidikan formal melalui program khusus.43 . 2. Hal ini disebabkan karena kebutuhan tenaga perawat yang belum mencukupi dengan jumlah ketergantungan pasien yang diketahui melalui perhitungan BOR (Bed Occuption Rate). bisa terjadi ketimpangan yang justru akan menanbah ketidakjelasan arah pemgembangan manajemen keperawatan di masa depan. Berdasarkan penyebaran angket yang telah dilakukan. Di ruang MJB1 memiliki berbagai administrasi penunjang yang mendukung pemberian MAKP yaitu berupa Standar Asuhan Keperawatan (SAK). di ruang MJB1 terdapat 2 perawat lulusan S1 Keperawatan dan 12 perawat lulusan D3 keperawatan. pendidikan keperawatan dan sistem Model Asuhan Keperawatan Profesional (MAKP). Penerapan model pelaksanaan manajemen MAKP juga dapat dipengaruhi oleh latar belakang pendidikan perawat ruangan. Dalam aplikasinya.43 0 0 100 Unsur-unsur dalam praktek keperawatan dapat dibedakan menjadi empat. namun pada pelaksanaannya tidak sesuai dengan uraian tugas masing-masing anggota tim.Baik Cukup Kurang Tidak baik Total 11 3 0 0 14 78. dan telah terdapat tugas. proses keperawatan. yaitu standar. diketahui bahwa penerapan MAKP diruang MJB1 termasuk kategori baik.

Pengisian catatan perkembangan perawat (SOAP) kurang jelas.Kurang Tidak baik Total 0 0 14 0 0 100 Pendokumentasian yang berlaku di ruang Mawar Jingga B1 adalah system SOR (Sources Oriented Record) yaitu system pendokumentasian yang berorientasi dari berbagai sumber tenaga kesehatan. yaitu pada poin assesment dan planning hanya ditulis “A: masalah teratasi sebagian” dan “P: intervensi dilanjutkan”. didapatkan pendokumentasian pada 13 status pasien (76%) telah diisi secara lengkap dan benar. Timbang Terima Tabel Timbang Terima di Mawar Jingga B1 Kriteria Baik Cukup Kurang Tidak baik Total Frekuensi 11 3 0 0 14 Prosentase 78. format pengkajian dan masalah keperawatan yang masih kosong. sedangkan sisanya yaitu 4 status pasien (24%) pengisian status kurang lengkap dan kurang sesuai dengan kondisi pasien diruangan. Sedangkan berdasarkan penyebaran angket didapatkan hasil pelaksanaan dokumentasi ruang MJB1 termasuk kategori baik (79%) 3. perawat. yang terbukti dari belum diisinya lembar akep. Berdasarkan hasil observasi pada 17 status pasien.57 21. ahli gizi dll.43 0 0 100 Timbang terima adalah metode untuk mengkomunikasikan informasi keperawatan dan merupakan fasilitas untuk menyampaikan informasi penting tentang pasien dalam memberikan asuhan keperawatan sehari-hari dan . misalnya dari dokter.

43 21. intervensi kolaboratif dan perkembangan klien saat itu ( Nursalam. dokter. 4. Timbang terima harus dilakukan seefektif mungkin dengan menjelaskan secara singkat tentang keadaan klien saat itu. sebagai wujud professional perawat dan bentuk tanggung jawab perawat kepada klien (Dowding.didapatkan hasil 79% perawat melaksanakan timbang terima dengan kategori baik. sehingga kesinambungan asuhan keperawatan dapat berjalan dengan baik. intervensi yang telah dan belum dilakukan. Selain itu beberapa kekurangan timbang terima adalah saat kunjungan ke pasien. Berdasarkan penyebaran kuesioner didapatkan 100% perawat menjawab bahwa ronde keperawatan belum dilakukan di ruangan MJB1. timbang terima di ruang MJB1 dilakukan setiap pergantian shift yang diikuti oleh semua perawat yang bertugas di masing –masing shift.14 0 100 Ronde keperawatan merupakan metode untuk menggali dan membahas secara mendalam masalah keperawatan yang terjadi pada pasien dengan melibatkan tim keperawatan. Hal itu juga diperkuat dengan hasil kuesioner yang telah disebarkan . Isi timbang terima meliputi nama dan ruangan pasien. sebagai tugas untuk menyelesaikan praktek manajemen keperawatan. masalah keperawatan yang mungkin muncul. Dari data sebelumnya diketahui bahwa 72% pelaksanaan ronde keperawatan di ruang MJB1 termasuk kategori baik. kondisi pasien. Beberapa kelemahan pelaksanaan timbang terima di ruang MJB1 adalah kadang-kadang timbang terima dilaksanakan diruang nurse station saja tanpa kunjungan ke pasien. Kegiatan timbang terima yang dilakukan di ruang Mawar JinggaB1 selalu dipimpin oleh kepala ruangan terutama pada pergatian shift malam ke pagi. ahli gizi dan melibatkan pasien secara langsung sebagai focus kegiatan. 2002). Timbang terima dilakukan di nurse station yang diikuti oleh perawat dari kedua shift dinas. dan semua dicatat dalam buku timbang terima. Berdasarkan hasil observasi tanggal 5-7 Oktober 2009. kepala ruangan. Ronde Keperawatan Tabel Ronde Keperawatan di Mawar Jingga B1 Kriteria Baik Cukup Kurang Tidak baik Total Frekuensi 10 3 1 0 14 Prosentase 71. perawat tidak memperkenalkan tim yang akan bertukar dinas. . 2002.berkelanjutan. terapi yang di berikan. 2006). 2001 dan Kerr. dan pagi ke siang. Informasi yang disampaikan harus akurat.43 7. Proses timbang terima yang efektif dan terstruktur akan memperkuat status profesional perawat dalam pelayanan kesehatan era modern (Davies and Priestly. kemudian dilanjutkan dengan kunjungan langsung kepasien untuk vasidasi data dan memantau kondisi pasien secara langsung.diagnosis medis. Mekanisme laporan dikerjakan ketika pergantian shift sebagai kesatuan proses komunikasi dalam menyampaikan informasi tentang kondisi klien saat itu. namun belum terdapat format khusus timbang terima yang memudahkan perawat untuk melakukan timbang terima. masalah keperawatan. Namun informasi dari kepala ruangan menyatakan bahwa ronde keperawatan pernah dilakukan hanya pada saat ada mahasiswa praktek managemen keperawatan. tindakan keperawatan yang sudah dan belum dilaksanakan. 176).

14 0 100 Sebagian besar responden yaitu 11 responden (78. dengan tujuan peggunaan obat dapat dilakukan secara benar sehingga tidak terjadi pemborosan dan kemungkinan terjadinya kesalahan obat. . Data yang kami peroleh di ruang MJB1 hanya ada buku penerimaan obat dan lembar observasi Obat.5.28 7. sebagai tugas untuk menyelesaikan praktek manajemen keperawatan. Berdasarkan hasil kuesioner didapatkan 100% perawat menjawab bahwa di ruang MJB1 belum dilakukan sentralisasi obat dengan alasan tidak adanya kebijakan dari RSUD Sidorjo untuk melakukan sentralisasi obat. Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa pelaksanaan sentralisasi obat saat MAKP termasuk kategori baik sebanyak 43%.14 0 0 100 Sentralisasi obat adalah pegelolaan obat dengan system menyerahkan seluruh obat pasien sepenuhnya kepada perawat. serta tidak adanya format khusus sentralisasi obat. belum tersedianya sarana dan prasarana yang memadai untuk sentralisasi obat.57 14.86 57. Pengelolaan Sentrilisasi Obat Tabel Sentralisasi Obat di Mawar Jingga B1 Kriteria Baik Cukup Kurang Tidak baik Total Frekuensi 6 8 0 0 14 Prosentase 42. seperti tidak adanya Inform Consent sentralisasi obat. Namun informasi dari kepala ruangan menyatakan bahwa sentralisasi obat pernah dilakukan hanya pada saat ada mahasiswa yang praktek managemen keperawatan. Supervisi Keperawatan Tabel Supervisi di Mawar Jingga B1 Kriteria Baik Cukup Kurang Tidak baik Total Frekuensi 11 2 1 0 14 prosentase 78. 6.57 %).

Berdasarkan hasil kuesioner didapatkan 79% perawat termasuk kategori baik dalam pelaksanaan discharge planning.Supervisi merupakan upaya untuk membantu pembinaan dan peningkatan kemampuan pihak yang di supervisi agar mereka dapat melaksanakan tugas kegiatan yang telaj ditetapkan secara efisien dan efektif (Sudjana. 7. 2004). Discharge Planning . . Pembiayaan pasien sebagian besar dari JAMKESMAS. Jamsostek. Sehingg nanti saat dirumah pasien bisa melihat kembali liflet jika pasien lupa dengan informasi yang diberikan perawat. Perawat di ruang MJB1 selalu melakukan discharge planning setiap pasien akan pulang akan tetapi ruangan MJB1 belum memiliki format khusus tentang discharge planning. Berdasarkan hasil kuesioner didapatkan 100% perawat menjawab bahwa diruang MJ B1 belum dilakukan supevisi keperawatan yang sesuai dengan standart keperawatan. 4. klien dan keluarga kien. Tabel Discharge Plannig di Mawar Jingga B1 Kriteria Baik Cukup Baik Kurang Baik Tidak Baik Total Frekuensi 11 3 0 0 14 Prosentase 78. Hal ini merupakan suatu proses yang menggambarkan usaha kerjasama antar tim kesehatan.43 0 0 100 Sebagian besar responden yaitu 11 responden (78.57 21. selain itu terdapat tenaga yang berkompeten untuk menjadi supervisor.Selain itu isi dari discharge planning belum dilakukan secara optimal karena hanya meliputi pemberian informasi tentang waktu kontrol dan obat yang harus diminum (keteraturan minum obat) dan tidak tersedianya leaflet yang berguna bagi pasien sebelum pasien pulang.57%) Perencanaan pulang merupakan bagian penting dari program keperawatan klien yang dimulai segera setelah klien masuk rumah sakit. Namun supervisi yang dilakukan di Ruang MJB 1 hanya bersifat tidak langsung sesuai dengan keadaan ruangan dan tidak ada penjadwalan yang rutin tentang kegiatan supervisi sehingga tidak ada pendokumentasian kegiatan yang sudah di supervisi. Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa pelaksanaan supervisi di ruang MJB1 termasuk kategori baik 79%. Askes swasta dan umum (biaya sendiri). sedangkan sisanya dari ASKES PNS. PEMBIAYAAN (M4-MONEY) Sebagian besar sumber pembiayaan ruangan berasal dari rumah sakit yang diperoleh dari APBD Propinsi Jawa Timur. Diruang MJB1 telah memiliki SAK (Standar Asuhan Keperawatan) dan SOP (Standar Operasional Prosedur).

. Gangren vasikuler Waktu tunggu operasi Lama perawatan post operasi < 8 jam 3-4 hari 80% 80% 5.62% 3. Waktu tunggu operasi Lama perawatan Waktu tunggu operasi Lama waktu perawatan post operasi Waktu tunggu operasi Lama perawatan post operasi < 3 hari 1-2 hari <2% 3-5 hari 80% 80% 90% 80% 2. Aff plate/Gaglion Waktu tunggu operasi Lama perawatan post operasi <5 hari 3-5 hari 80% 80% 7. yaitu : 1. Abses Osteomyelitis Waktu tunggu operasi Lama perawatan post operasi 1 hari 5-7 hari 80% 80% 6.58 % BOR Ruang Observasi :5/13x100%=38.36 % STANDART KEPERAWATAN MINIMAL NO JENIS PELAYANAN Traksi/Reposisi INDIKATOR STANDART TARGET 1. Trepanasi tumor otak superficial Waktu tunggu operasi Lama perawatan post operasi Infeksi pasca operasi Waktu tunggu operasi Lama perawatan post operasi Infeksi pasca operasi 4 hari 10-14 hari 0. Open fraktur <8 jam 7-8 hari 80% 85% 4. Tanggal 7 Oktober 2009 BOR MJB1 : 12/38X100%= 31.5% 2 hari 4 hari 0.5.02 % 80% 80% 80% 80% 90% Cranioplasty 8.35 % BOR rata-rata Ruang Observasi adalah 74.46 % BOR rata-rata Ruang MJB1 adalah 40. Tanggal 5 Oktober 2009 BOR MJB1 : 17/38X100%= 44. PEMASARAN (M5-MARKET) Jumlah pasien berdasarkan hasil pengkajian yang dilakukan pada tanggal 5-7 Oktober 2009 didapatkan data presentase kapasitas tempat tidur pasien di Ruang Mawar Jingga B1 RSUD Sidoarjo.74% BOR Ruang Observasi : 13/13x100%= 100% 2. Degloving 3.74% BOR Ruang Observasi : 11/13x100%= 84. Tanggal 6 Oktober 2009 BOR MJB1 : 17/38X100%= 44.

10 1 3. dan wewenang yang jelas. Kurangnya disiplin pegawai TOTAL 2.60 0. Jenis ketenagaan S1 Keperawatan 2 orang dan D3 keperawatan 12orang.20 0.1 3 0.10 0. Adanya pembagian jam kerja/shift dan penanggung jawab shift 2. Mempunyai peralatan oksigenasi dan semua perawat ruangan mampu menggunakannya. Adanya mahasiswa S1 keperawatan yang sedang praktik manajemen keperawatan 4.60= 0.NO 1.20 THREATENED 2 0. 6. Ketidakseimbangan antara jumlah perawat dan pasien (minimal care.dokter PPDS 3 orang. peran.152.05 4 4 3 3 2 3 0.05 3 0.60 0. administrasi 1 orang. 7. Adanya tugas. 11. Sebagian perawat belum memahami tentang peran dan fungsinya 4. Adanya kerjasama yang baik antar mahasiswa dengan perawat ruangan 5. RS memberikan kesempatan kepada perawat untuk meneruskan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi (S1 kep) yang saat ini ada 2 orang 3. External Factor (EFAS) OPPORTUNITY 1. Belum terpakainya sarana dan prasarana secara optimal.80 0.55 0. Belum dipahaminya tanggung jawab dan tanggung gugat secara benar 5.15 0. Terdapat administrasi penunjang. dokter muda 10 orang.3 S-W 3. adanya kebijakan pemerintah tentang profesionalisasi perawat. RSUD Sidoarjo mendapatkan 16 Akriditasi 8. 10.05 3 0. Terdapat Nurse station.1 3 0.40 .60 0.10 0. Prasarana Dan Ketenagaan) 1.20 3 0. mahasiswa: 11 orang S1 keperawatan STIKES BINA SEHAT PPNI mojokerto.30 WEAKNESS 1. Adanya program pelatihan atau seminar khhusus tentang manjemen keperawatan 3.30 0. Adanya dukungan kepala ruangan untuk melaksanakan manajemen (MAKP) secara baik dan benar sesuai dengan model MAKP (tim) 2.05 0.3 0.20 0.10 3 0. helper 1 orang dan cleaning servis 1 orang TOTAL BOBOT RATING BXR KET 0.15 0. 3. RSUD Sidoarjo memberikan kesempatan untuk belajar manajemen keperawatan secara luas. RSUD Sidoarjo merupakan tipe B non pendidikan. TOTAL 0. Mempunyai sarana dan prasarana untuk pasien dan tenaga kesehatan 4. partial care dan total care) 2. 9.15 0. Internal Factor (IFAS) STRENGTH 1.20 0.20 0. ANALISIS SWOT M1 Dan M2 (Sarana . 5.20 3 3 0.15 0.30 0.

1. Adanya tuntutan tinggi dari masyarakat untuk pelayanan yang lebih profesional 2. Makin tingginya kesadaran masyarakat tentang hukum 3. Makin tingginya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan 4. Persaingan antar rumah sakit semakin ketat 5. Rendahnya kesejahteraan perawat TOTAL

0,20 1

2

0,40 2,60

0,2

3

0,6

O-T 3,002,35= 0,65

0,20

3

0,60

0,25

3

0,75

0,15

2

0,45

0,30

2

0,6

1

3,00

0,30

2

0,60

0,20 0,15

3 3

0,60 0,45

0,15 0,20

2 2

0,30 0,40

1 2. M3 (METHODE) MAKP 1. Internal Factor (IFAS) STRENGTH 1. RSUD Sidoarjo memiliki visi, misi dan motto sebagai acuan melaksanakan kegiatan pelayanan 2. Ruang MJB1 menggunakan MAKP dengan metode Tim 3. Berdasarkan kuesioner kepuasan pasien yang disebar pada tanggal 5-6 oktober 2009, didapatkan 50% sangat puas, 33 %, 9% cukup puas dan 0% tidak puas. 4. SDM sebagian besar tenaga keperawatan ruang mawar jingga B1 adalah lulusan D3 keperawatan yaitu sebesar 12,orang dan sebagian kecil lulusan S1 keperawatan yaitu 2 orang. 5. RS mengadakan pelatihan untuk para perawat dan kesempatan untuk meningkatkan jenjang pendidikan formal. 6. Memiliki standart asuhan keperawatan (SAK),

2,35

0,20

4

0,8

S-W 3,352,30= 1,05

0,20

4

0,8

0,10

3

0,3

0,10

4

0,4

standart operasional prosedur(SOP), standart pelayanan minimal ( SPM). 7. Terdapat tenaga non keperawatan : 1 orang administrasi, 1 orang ahli gizi, 1 orang helper dan 2 cleaning service. 8. Dalam pengkajian didapatkan 43% penerapan MAKP dalam kategori baik, dan 57% cukup TOTAL

0,10

3

0,3

WEAKNESS 1. Adanya konflik peran atau peran ganda pada perawat yaitu merangkap sebagai administrasi pada shift sore dan malam hari. 2. Terdapat 12 orang lulusan D3 keperawatan sehingga belum memahami tentang manajemen MAKP 3. Pendokumentasian proses keperawatan belum optimal. Tindakan keperawatan yang sudah dilakukan tidak didokumentasikan, yang paling sering didokumentasikan adalah tindakan kolaboratif. 4. Sentralisasi obat sudah dilakukan di ruangan bila ada mahasiswa praktik manajemen (selebihnya tidak dilakukan karena belum adanya kebijakan mengenai sentralisasi obat). 5. Ronde keperawatan sudah dilakukan di ruang mawar jingga B1 bila ada mahasiswa praktik manajemen (selebihnya tidak dilakukan) 6. Perbandingan jumlah perawat dengan pasien tidak seimbang TOTAL

0,15

3

0,45

0,05

2

0,10

0,10

2

0,20

1

3,35

0,2

2

0,40

0,2 2. External Factor (EFAS) OPPORTUNITY 1. Adanya 10 orang mahasiswa S1 keperawatan STIKES Bina Sehat PPNI yang praktek profesi 0,2 manajemen keperawatan di ruang mawar jingga B1 RSUD Sidoarjo 2. Ada Kerja sama yang baik antara mahasiswa STIKES dengan perawat yang ada diruangan mawar jingga B1 3. Ada kerja sama antara institusi STIKES PPNI dengan RSUD Sidoarjo 4. Terbukanya kesempatan melanjutkan 0,1 pendidikan pada program S1 keperawatan kelas khusus TOTAL THREATENED 1. Pembagian tugas, peran, dan wewenang sudah jelas pada setiap anggota tim, namun pada pelaksanaannya tidak sesuai karena terbatasnya tenaga perawat sehingga mempengaruhi MAKP 2. Persaingan antar RS yang semakin ketat 3. Makin tinggi kesadaran masyarakat akan hukum 4. Makin tinggi kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan 5. Semakin tinggi pendapatan masyarakat sehingga tuntutan akan pelayanan RS yang profesional meningkat 6. Persaingan yang semakin ketat antar rumah sakit TOTAL

2

0,40

2

0,40

3

0,30

0,1

2

0,20

0,2 1

3

0,60 2,30

0,25

2

0,75

O-T

2,652,40= 0,25

0,20

2

0,40

0,15

3

0,30

0,40

4

1,2

1

2,65

0,30

2

0,60

0,15 0,15 0,10

3 3 3

0,45 0,45 0,30

0,20

2

0,40

0,10 1 3. DOKUMENTASI 1. Internal Factor (IFAS) STRENGTH 1. Tersedianya format pendokumentasian berupa resume keperawatan 2. Sudah ada sistem pendokumentasian SOR 3. Dokumentasi keperawatan:  Pengkajian menggunakan persistem  Diagnosa keperawatan s/d evaluasi SOAP 4. Adanya kemauan perawat untuk melakukan pendokumentasian (57%) 5. 76% dokumentasi telah diisi secara lengkap dan benar berdasarkan observasi pada status pasien 6. Adanya pengawasan terhadap sistematika pendokumentasian 7. Adanya SAK dan SOP. TOTAL WEAKNESS 1. Rata-rata kebutuhan perawat per hari 12 orang 2. Data SOAP pada evaluasi keperawatan pasien kurang

2

0,20 2,40

0,20

4

0,80

0,20 0,10

3 3

0,60 0,30

S-W= 3,001,60= 1,40

0,10

3

0,30

0,20

3

0,60

0,10

3

0,30

10 0. Ronde keperawatan dilakukan bersama-sama dengan tim keperawatan.20 .30 1 0.50 0.4% penyakit terbanyak di MJB1 adalah cidera kepala yang kemungkinan besar bisa terjadi masalah keperawatan yang perlu diadakan ronde keperawatan 3. Internal Factor (IFAS) STRENGTH 1.50 2 1. tim medis dan ahli gizi 4.90 0.40 2.30 3 0. Tingkat kesadaran masyarakat (pasien dan Keluarga) akan pentingnya kesehatan 2.30= -0.10 1 1 0.10 3.20 S-W= 2.50 3 1.10 2 0.35 4 1.60 0.35 2 0. External Factor (EFAS) OPPORTUNITY 0.20 0.70 0.102.90 1 1. Adanya mahasiswa S1 kep praktek manajemen untuk mengembangkan sistem pendokumentasian TOTAL THREATENED 1. 48.00 TOTAL 2. Adanya tuntutan tanggung jawab dan tanggung gugat dari masyarakat terhadap pelayanan masyarakat TOTAL 0.50 1 2.502.30 1.30 1 1 0. ahli gizi dan mahasiswa 0.30 0.00 O-T= 2. Kerjasama yang baik dalam pendokumentasian antara perawat.40 0.40 0.40= 0.30 1 4.40 3 0.10 2 0. Tujuan dari dilakukan ronde keperawatan adalah meningkatkan kemampuan untuk memodifikasi renpra dan menumbuhkan pemikiran tentang tindakan keperawatan yang sesui dengan masalah 2. Tindakan keperawatan yang sudah dilakukan belum didokumentasikan 0. dokter. RONDE KEPERAWATAN 1. Ruang MJB1 memiliki Standart Pelayanan Minimal (SPM) 2. Tuntutan masyarakat terhadap pelayanan asuhan keperawatan profesional semakin meningkat 3.jelas selain itu SOAP tidak dilakukan didepan pasien 3.

10 0.10 0. 2.30 1 0.40 2 0.30 THREATENED 1. Adanya pelatihan manajemen keperawatan untuk meningkatkan pengetahuan perawat tentang manajemen 2. 12 orang Lulusan D3 Keperawatan TOTAL 0.40 3 1. Tuntutan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan Asuhan Keperawatan semakin tinggi.60 2. Adanya kerjasama yang baik antara perawat klinik dengan mahasiswa S1 Keperawatan TOTAL 0. Ronde keperawatan sudah dilakukan di ruang mawar jingga B1 bila ada mahasiswa praktik manajemen 0.20 1 2.30 2.20 1 0. Persaingan dalam pemberian pelayanan semakin kuat TOTAL 3 0.90 0. SDM: staf tenaga perawat Mawar Jingga B1 terdapat 2 orang lulusan S1 Keperawatan.30 2 0.10 3 0.80 2 0. TOTAL 0. External Factor (EFAS) OPPORTUNITY 1. Jumlah tenaga keperawatan dan jumlah tingkat 1 ketergantungan pasien tidak seimbang.30 0.80 .klien 5.00= 0.102.60 O-P= 2.20 WEAKNESS 1. Pengetahuan perawat tentang ronde keperawatan kurang optimal karena karakteristik tenaga yang memenuhi kualifikasi belum merata (lebih banyak D3 keperawatan daripada S1 keperawatan) 3. 3.40 2 0.30 0. Tersedianya kesempatan untuk melaksanakan ronde keperawatan apabila ada mahasiswa praktek.20 (selebihnya tidak dilakukan) 2.60 1 2.

Adanya 11 mahasiswa STIKES Bina Sehat PPNI yang praktik managemen keperawatan 2.25 1 4 3 0.10 0.95= .20 1 2.20 4 0.45 1. 2.6 2.00 0.20 0. External Factor (EFAS) OPPORTUNITY 1. Adanya tenaga yang kompeten untuk menjadi supervisor (2 tenaga perawat S1 keperawatan) 4.60 0.90 0.20 0.60 2 1.90 1 2. Belum adanya pendokumentasian kegiatan yang disupervisi 4.30 3 0.20 1 5.80 S-W= 2. Supervisi yang dilakukan diruang MJB1 bersifat tidak langsung sesuai dengan keadaan ruangan 5.35 O-T= 2. Tuntutan masyarakat terhadap pelayanan Asuhan Keperawatan profesional semakin meningkat 2. Belum mempunyai format dalam pelaksanaan supervisi 3. SUPERVISI 1.80 0.0.10 1 2.00 .60 2 1. Adanya kesempatan untuk melanjutkan pendidikan formal kejenjang yang lebih tinggi TOTAL THREATENED 1.20 1.95 0.902.55 2 2. Mahasiswa S1 kep praktek manajemen untuk mengembangkan supervisi diruangan TOTAL 0.45 3 1.20 3 0.00= 0. pelaksanaan supervisi menunjukkan 7% kurang baik TOTAL 2.452.40 0.20 1 3 0.75 0. Internal Factor (IFAS) STRENGTH 1.0. Kepala ruangan mendukung kegiatan supervisi demi meningkatkan mutu pelayanan keperawatan 2. Pelaksanaan supervisi diruang MJB1 termasuk cukup (86%) TOTAL WEAKNESS 1.20 2 2 0. Memiliki SAK dan SPM 3.4 0.35 0.40 3 0.15 0. Belum ada uraian yang jelas tentang supervisi.45 0.

30 0. biasanya tidak diikuti kunjungan langsung ke pasien berdasarkan hasil pengkajian terdapat 7% pelaksanaan yang kurang baik. TIMBANG TERIMA 1.50 0.40 O-T= 2.15 TOTAL 3 0. Proses komunikasi saat timbang terima dalam menyampaikan informasi tentang kondisi pasien. Timbang terima sudah menjadi agenda tetap dan terjadwal 2. 0. meskipun proses timbang terima telah dilakukan dengan baik 4.20 2 0.40= 0. 4.20 2 0. External Factor (EFAS) OPPORTUNITY 0. Kepala ruangan memimpin kegiatan timbang terima setiap pagi 5. TOTAL 2.20 3 3 0.40 . 3.15 WEAKNESS 1.20 0. 3.45 1 2. Timbang terima yang telah terstruktur akan memperkuat status profesional perawat dalam pelayanan kesehatan era modern.25 1.15 4 0. Adanya tuntutan untuk mendapatkan pelayanan keperawatan profesional.502.60 S-W= 2.20= 0.45 0.40 1 0.60 0. TOTAL 0. Perawat terlibat secara aktif 3. Adanya aturan yang sudah baku tentang ketetapan 0.50 3 0.45 THREATENED 1. Tehnik TT masih belum optimal (belum ada format khusus timbang terima yang memudahkan parawat dalam melakukan timbang terima) 2.20 2 0.15 0.25 pelaksanaan timbang terima (protap timbang terima) 4. pelaksanaan timbang terima di ruang MJB1 64% kategori baik.30 2 0. Masih banyak timbang terima yang lebih fokus pada masalah medis dari pada masalah keperawatan. 3. Internal Factor (IFAS) STRENGTH 1. 2. sebagai wujud profesional perawat dan bentuk tanggung jawab perawat pada pasien.50 0.40 0. Saat kunjungan ke pasien. TOTAL 1 2.20 4 2 1.902.60 0. Pelaksanaan TT sore dan malam hari. Adanya mahasiswa STIKES Bina Sehat PPNI yang melaksanakan praktek profesi manajemen keperawatan. Dilaksanakan oleh semua perawat.6. Meningkatnya tuntutan terhadap tanggung jawab dan tanggung gugat perawat sebagai pemberi askep.30 0.25 2 0. Adanya waktu khusus untuk timbang terima.20 0. 5. 2. perawat tidak memperkenalkan tim yang akan bertukar dinas. Data-data yang menunjang timbang terima masih kurang fokus. Selain di lakukan di nurse station juga dilakukan kunjungan langsung ke ruang perawatan pasien.

40 3 1. 5.40 0.30 3 0.30 1 2.10 3 0.30 2. Belum adanya kebijakan dari RSUD Sidoarjo dalam sentralisasi obat untuk setiap ruangan 2.10 0.90 1 2. Kepala ruangan mendukung sentralisasi obat TOTAL WEAKNESS 1. Belum tersedianya sarana dan prasarana yang memadai untuk sentralisasi obat 3. Adanya rencana mahasiswa praktek menejemen mengadakan sentralisasi obat 4 1 2. Adanya buku tentang Jumlah pemakaian atau sisa obat sudah tercatat 3. Pemberian obat yang tepat sesuai 5 T akan mempercepat kesembuhan 3.20 2. Internal factor (IFAS) STRENGTH 1. Eksternal Faktor ( EFAS) OPPORTUNITY 1.90 0.60 0.30 0. Jumlah ketergantungan pasien dengan tenaga perawat tidak seimbang.20 S-W= 2. Total 0.60 1 7.20 . Sentralisasi obat dilakukan bila ada mahasiswa praktek manajemen selebihnya tidak di lakukan.10 2 0.302.20= 0.0.30 2 0.40 0.30 0.60 0.60 0. Adanya kerjasama yang baik antara perawat dan mahasiswa 4.30 2 0.30 1 0.20 0.20 2 1 0. Pasien yang mendapat terapi obat oral sering tidak di minum karena menunggu instruksi dari perawat 4.80 0.30 0.30 2 0.20 0.20 0.10 3 3 1. Adanya buku injeksi 4. SENTRALISASI OBAT 1. Adanya lembar observasi pemberian obat 2. Adanya mahasiswa S1 STIKES BINA SEHAT PPNI praktek managemen 2.

Dengan obat yang berada ditangan pasien dapat memungkinkan terjadinya ketidakpatuhan minum obat dan salah minum obat 2. Tidak tersedianya leaflet untuk pasien saat pulang 2.50 0.30 2 2 0.30 3 0.Total THREATENED 1.40 3 1.60 0. Adanya dukungan dari pihak rumah sakit untuk melakukan discharge planning 2.60 1 0. Internal factor (IFAS) STRENGTH 1.20 0. SDM: staf tenaga perawat Mawar Jingga B1 terdapat 2 orang lulusan S1 Keperawatan.80 8.30 0.40 1 2. Discharge planing belum dilakukan sesui dengan alur TOTAL 0. Adanya mahasiswa S1 keperawatan yang melakukan praktek manajemen keperawatan 0.30 3 0. Adanya tuntutan dari pasien untuk mendapatkan pelayanan keperawatan yang profesional Total 0.40 2. DISCHARGE PLANNING 1.60 0.80 0.60 0.60 0.40 O-T= 2.40 0.301. External Factor (EFAS) OPPORTUNITY 1.60 0.90 . Perawat memberikan pendidikan kesehatan kepada pasien atau keluarga dengan baik (71%).30= 0.80= 0.30 2 0.20 2 0. Discharge planning sudah di laksanakan 3.20 0.502. Adanya format discharge planning 4.30 0.90 S-W= 2. 12orang.30 3 0.20 2 0.30 0. Pemberian pendidikan kesehatan di lakukan secara lisan setiap pasien atau keluarga 3.90 1 2.20 1 1. 2.20 3 2 2 0. Lulusan D3 Keperawatan TOTAL WEAKNESS 1.

25 2 0.60 3 1. Mempunyai peralatan oksigenasi dan semua perawat ruangan mampu menggunakannya.152.15 0. ANALISIS SWOT M1 Dan M2 (Sarana . RSUD Sidoarjo merupakan tipe B BOBOT RATING BXR KET 0. Mempunyai sarana dan prasarana untuk pasien dan tenaga kesehatan 15.15 0. Adanya tuntutan tanggung jawab dan tanggung gugat dari masyarakat terhadap pelayanan keperawatan 2.55 0.80 O-T= 2.30 0.00= 0.90 0. RS memberikan kesempatan kepada perawat untuk meneruskan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi (S1 kep) yang saat ini ada 2 orang 14.45 2 0. Internal Factor (IFAS) STRENGTH 12. Adanya pembagian jam kerja/shift dan penanggung jawab shift 13.05 3 0. RSUD Sidoarjo memberikan kesempatan untuk belajar manajemen keperawatan secara luas.40 2 0. TOTAL 1 2. Prasarana Dan Ketenagaan) 3.60 0. 17.00 EDITAN BARU SETELAH REVISI NO 1.TOTAL THREATENED 1.05 3 0.10 3 0.60 0.3 0.80 1 2.1 3 0.602.1 3 0.30 . Masyarakat lebih kritis bertanya untuk mendapatkan informasi kesehatan tentang sakit dan pengobatan yang diterima. 16.50 0. Adanya tuntutan yang lebih tinggi dari masyarakat untuk mendapatkan pelayanan asuhan keperawatan yang lebih baik 3.3 S-W 3.60 1 2.60= 0.30 2 0.

Adanya mahasiswa S1 keperawatan yang sedang praktik manajemen keperawatan 9.15 2 0.6 O-T 3.45 0. 20.60 0. adanya kebijakan pemerintah tentang profesionalisasi perawat.60 0.05 0. Belum terpakainya sarana dan prasarana secara optimal. Ketidakseimbangan antara jumlah perawat dan pasien (minimal care.75 2 0.60 0. Adanya tuntutan tinggi dari masyarakat untuk pelayanan yang lebih profesional 7.10 0. External Factor (EFAS) OPPORTUNITY 6. helper 1 orang dan cleaning servis 1 orang TOTAL 0. partial care dan total care) 7. Terdapat Nurse station.30 WEAKNESS 6.20 4.15 0. administrasi 1 orang. Adanya program pelatihan atau seminar khhusus tentang manjemen keperawatan 8. Kurangnya disiplin pegawai TOTAL 1 3. RSUD Sidoarjo mendapatkan 16 Akriditasi 19.30 2 0.6 .80 0.10 0.30 0.60 0.35= 0. Adanya tugas.05 0. Adanya dukungan kepala ruangan untuk melaksanakan manajemen (MAKP) secara baik dan benar sesuai dengan model MAKP (tim) 7. peran.40 2. dan wewenang yang jelas. 8.non pendidikan.20 3 3 0. Jenis ketenagaan S1 Keperawatan 2 orang dan D3 keperawatan 12orang. dokter muda 10 orang. 18.002.20 3 0.20 0. 22. Sebagian perawat belum memahami tentang peran dan fungsinya 9. mahasiswa: 11 orang S1 keperawatan STIKES BINA SEHAT PPNI mojokerto. Belum dipahaminya tanggung jawab dan tanggung gugat secara benar 10.15 0. Makin tingginya kesadaran masyarakat tentang hukum 0.2 3 0.25 3 0.10 4 4 3 3 2 3 0.20 0.20 0. 21.40 0.20 0.65 0.20 1 2 0. Adanya kerjasama yang baik antar mahasiswa dengan perawat ruangan 10. TOTAL THREATENED 6.dokter PPDS 3 orang.20 3 0. Terdapat administrasi penunjang.60 0.

20 4 0. Dalam pengkajian didapatkan 43% penerapan MAKP dalam kategori baik. SDM sebagian besar tenaga keperawatan ruang mawar jingga B1 adalah lulusan D3 keperawatan yaitu sebesar 12.60 0. 2 0.15 3 3 0.3 0.30 0.15 3 0.8. dan 57% cukup TOTAL 2. M3 (METHODE) MAKP 3. misi dan motto sebagai acuan melaksanakan kegiatan pelayanan 10. 12.20 2 2 0.05 2 0.40 1 2.352.20 0.60 0. 15.45 0.10 4 0. 13.00 0. RS mengadakan pelatihan untuk para perawat dan kesempatan untuk meningkatkan jenjang pendidikan formal. Terdapat tenaga non keperawatan : 1 orang administrasi. 9% cukup puas dan 0% tidak puas.15 0.10 3 0. didapatkan 50% sangat puas.05 0. 14. 33 %. Persaingan antar rumah sakit semakin ketat 10. Berdasarkan kuesioner kepuasan pasien yang disebar pada tanggal 5-6 oktober 2009. Makin tingginya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan 9. Ruang MJB1 menggunakan MAKP dengan metode Tim 11. 1 orang helper dan 2 cleaning service.20 1 3.20 4 0. RSUD Sidoarjo memiliki visi.10 WEAKNESS 7.8 0. standart operasional prosedur(SOP).35 0. Rendahnya kesejahteraan perawat TOTAL 1 3.3 0. 1 orang ahli gizi. 16.4 0.8 S-W 3. Internal Factor (IFAS) STRENGTH 9. Memiliki standart asuhan keperawatan (SAK).orang dan sebagian kecil lulusan S1 keperawatan yaitu 2 orang.10 0. standart pelayanan minimal ( SPM).30= 1.30 2 0.10 3 0.45 0. Adanya konflik peran atau peran ganda pada perawat yaitu merangkap sebagai administrasi pada shift sore dan malam hari.35 .

Ada Kerja sama yang baik antara mahasiswa STIKES dengan perawat yang ada diruangan mawar jingga B1 7. Terdapat 12 orang lulusan D3 keperawatan sehingga belum memahami tentang manajemen MAKP 9.2 2 0. 10.1 3 0. Sentralisasi obat sudah dilakukan di ruangan bila ada mahasiswa praktik manajemen (selebihnya tidak dilakukan karena belum adanya kebijakan mengenai sentralisasi obat). namun pada pelaksanaannya tidak sesuai karena terbatasnya tenaga perawat sehingga mempengaruhi MAKP 8.60 . Tindakan keperawatan yang sudah dilakukan tidak didokumentasikan. Ada kerja sama antara institusi STIKES PPNI dengan RSUD Sidoarjo 8. yang paling sering didokumentasikan adalah tindakan kolaboratif.30 0. peran.25 0.60 2.2 2 0.40 0.2 1 3 0.30 0. dan wewenang sudah jelas pada setiap anggota tim.40= 0.25 2 0.652.40 0.1 2 0.40 4 1.40 0.30 0.2 1 2. Adanya 10 orang mahasiswa S1 keperawatan STIKES Bina Sehat PPNI yang praktek profesi manajemen keperawatan di ruang mawar jingga B1 RSUD Sidoarjo 6. Pembagian tugas.20 2 0. External Factor (EFAS) OPPORTUNITY 5. Persaingan antar RS yang semakin ketat 9.8. Makin tinggi kesadaran masyarakat akan hukum 0. Terbukanya kesempatan melanjutkan pendidikan pada program S1 keperawatan kelas khusus TOTAL THREATENED 7.20 0. Perbandingan jumlah perawat dengan pasien tidak seimbang TOTAL 4.75 O-T 2. Ronde keperawatan sudah dilakukan di ruang mawar jingga B1 bila ada mahasiswa praktik manajemen (selebihnya tidak dilakukan) 12.40 0.30 2 0. Pendokumentasian proses keperawatan belum optimal.15 3 0. 11.2 2 0.65 0.

40= 0.45 0.30 0. Adanya kemauan perawat untuk melakukan pendokumentasian (57%) 12.00 0. Tersedianya format pendokumentasian berupa resume keperawatan 9. TOTAL WEAKNESS 4. Tindakan keperawatan yang sudah dilakukan belum didokumentasikan TOTAL 4.10 0.90 1 1.20 2.30 3 0. Data SOAP pada evaluasi keperawatan pasien kurang jelas selain itu SOAP tidak dilakukan didepan pasien 6.10 1 3.30 S-W= 3. dokter. Adanya SAK dan SOP.40 0. External Factor (EFAS) OPPORTUNITY 3.20 2 0. Persaingan yang semakin ketat antar rumah sakit TOTAL 0.30 0. Internal Factor (IFAS) STRENGTH 8. DOKUMENTASI 3.50 2 1.20 3 0.60 0.40 0. Dokumentasi keperawatan:  Pengkajian menggunakan persistem  Diagnosa keperawatan s/d evaluasi SOAP 11. Semakin tinggi pendapatan masyarakat sehingga tuntutan akan pelayanan RS yang profesional meningkat 12.40 0.20 0.20 4 0.50 .10 3 0.80 0.10 3 0.45 0.50 3 1.60 0.40 1 1 0.15 0. Makin tinggi kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan 11.30 0.30 0. ahli gizi dan mahasiswa 4.00 O-T= 2.30 0.10. Kerjasama yang baik dalam pendokumentasian antara perawat. Sudah ada sistem pendokumentasian SOR 10.10 3 3 0.40 0. Rata-rata kebutuhan perawat per hari 12 orang 5.502.60= 1.15 0.10 1 1 0. Adanya pengawasan terhadap sistematika pendokumentasian 14.001.10 3. Adanya mahasiswa S1 kep praktek manajemen untuk mengembangkan sistem pendokumentasian 2 0.60 0.10 3 3 3 0. 76% dokumentasi telah diisi secara lengkap dan benar berdasarkan observasi pada status pasien 13.

Ronde keperawatan sudah dilakukan di ruang mawar jingga B1 bila ada mahasiswa praktik manajemen (selebihnya tidak dilakukan) 5.30 3 0. Tujuan dari dilakukan ronde keperawatan adalah meningkatkan kemampuan untuk memodifikasi renpra dan menumbuhkan pemikiran tentang tindakan keperawatan yang sesui dengan masalah klien 10.30 1 2.20 0.30= -0.60 1 2. Ruang MJB1 memiliki Standart Pelayanan Minimal (SPM) 7.10 0. Adanya tuntutan tanggung jawab dan tanggung gugat dari masyarakat terhadap pelayanan masyarakat TOTAL 0.90 0.4% penyakit terbanyak di MJB1 adalah cidera kepala yang kemungkinan besar bisa terjadi masalah keperawatan yang perlu diadakan ronde keperawatan 8.35 2 0. Tuntutan masyarakat terhadap pelayanan asuhan keperawatan profesional semakin meningkat 6.20 0.10 2 0.20 S-W= 2. RONDE KEPERAWATAN 1.TOTAL THREATENED 4.40 4.70 1 2.30 1 0.50 0. Ronde keperawatan dilakukan bersama-sama dengan tim keperawatan. 48. SDM: staf tenaga perawat Mawar Jingga B1 terdapat 2 orang lulusan S1 Keperawatan.20 0.90 .30 3 0.20 3 0.102. tim medis dan ahli gizi 9. Tingkat kesadaran masyarakat (pasien dan Keluarga) akan pentingnya kesehatan 5.40 0.10 2 0. 12 orang Lulusan D3 Keperawatan TOTAL WEAKNESS 4. Internal Factor (IFAS) STRENGTH 6. Pengetahuan perawat tentang ronde keperawatan kurang optimal karena karakteristik tenaga yang memenuhi kualifikasi 0.20 1 0.35 4 1.

30 1 0.902.80 0.60 O-P= 2. Jumlah tenaga keperawatan dan jumlah tingkat ketergantungan pasien tidak seimbang.30 2. Supervisi yang dilakukan diruang MJB1 bersifat tidak langsung sesuai dengan keadaan ruangan 10. Adanya pelatihan manajemen keperawatan untuk meningkatkan pengetahuan perawat tentang manajemen 5.90 .20 1 2.00= 0.80 S-W= 2.60 0. Persaingan dalam pemberian pelayanan semakin kuat TOTAL 0.30 0.20 0. Kepala ruangan mendukung kegiatan supervisi demi meningkatkan mutu pelayanan keperawatan 7. Internal Factor (IFAS) STRENGTH 6. Memiliki SAK dan SPM 8.80 0.00 0.0.20 4 0.20 3 0.40 0.95= . External Factor (EFAS) OPPORTUNITY 4.10 0.60 2 1. 6.30 THREATENED 3. TOTAL 0.40 3 1. Adanya kerjasama yang baik antara perawat klinik dengan mahasiswa S1 Keperawatan TOTAL 2 0.15 0. Tersedianya kesempatan untuk melaksanakan ronde keperawatan apabila ada mahasiswa praktek. SUPERVISI 3. 4.10 0.40 2 0.20 2 2 0.102.60 1 2.30 3 0. Tuntutan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan Asuhan Keperawatan semakin tinggi.belum merata (lebih banyak D3 keperawatan daripada S1 keperawatan) 6.40 2 0. Pelaksanaan supervisi diruang MJB1 termasuk cukup (86%) TOTAL 2. Adanya tenaga yang kompeten untuk menjadi supervisor (2 tenaga perawat S1 keperawatan) 9.30 2 0.20 1 5.10 0.

00= 0.90 0.95 0.6 2. Belum adanya pendokumentasian kegiatan yang disupervisi 8.30 2 0.45 0. Kepala ruangan memimpin kegiatan timbang terima setiap pagi 10.45 0. Adanya kesempatan untuk melanjutkan pendidikan formal kejenjang yang lebih tinggi TOTAL THREATENED 3.60 2 1.00 0.60 S-W= 2.30 0.20 2 0.15 3 0.35 0. pelaksanaan supervisi menunjukkan 7% kurang baik TOTAL 4.55 2 1.20 0.50 4 0.4 0.15 2.40 0. Timbang terima sudah menjadi agenda tetap dan terjadwal 7. TOTAL WEAKNESS 6.10 1 2.35 O-T= 2. External Factor (EFAS) OPPORTUNITY 3.20 1.15 0. Perawat terlibat secara aktif 8.WEAKNESS 5.502.75 0. Mahasiswa S1 kep praktek manajemen untuk mengembangkan supervisi diruangan TOTAL 1 2.60 . Internal Factor (IFAS) STRENGTH 6.20= 0.60 0.80 0. 6.20 1 3 0. Dilaksanakan oleh semua perawat.40 3 0.45 2.20 1 6.20 3 3 0. Belum ada uraian yang jelas tentang supervisi. 9.45 3 1. Belum mempunyai format dalam pelaksanaan supervisi 7.45 0. Tehnik TT masih belum optimal 1 (belum ada format khusus timbang terima yang memudahkan parawat dalam melakukan 0. pelaksanaan timbang terima di ruang MJB1 64% kategori baik. Adanya 11 mahasiswa STIKES Bina Sehat PPNI yang praktik managemen keperawatan 4.452. Tuntutan masyarakat terhadap pelayanan Asuhan Keperawatan profesional semakin meningkat 4.25 1 4 3 0. TIMBANG TERIMA 3. Selain di lakukan di nurse station juga dilakukan kunjungan langsung ke ruang perawatan pasien.

biasanya tidak diikuti kunjungan langsung ke pasien berdasarkan hasil pengkajian terdapat 7% pelaksanaan yang kurang baik.25 1 0. 8. External Factor (EFAS) OPPORTUNITY 5. Adanya aturan yang sudah baku tentang ketetapan pelaksanaan timbang terima (protap timbang terima) 8.40 0.20 2 0. Proses komunikasi saat timbang terima dalam menyampaikan informasi tentang kondisi pasien. 10. Adanya waktu khusus untuk timbang terima.15 3 0.20 4 2 1. 5.90 0. TOTAL 4.90 1 2.25 0. Saat kunjungan ke pasien.40= 0. Data-data yang menunjang timbang terima masih kurang fokus. 7. TOTAL 0.30 2 0. Adanya tuntutan untuk mendapatkan pelayanan keperawatan profesional. meskipun proses timbang terima telah dilakukan dengan baik 9. sebagai wujud profesional perawat dan bentuk tanggung jawab perawat pada pasien.45 1 2. TOTAL 3 0.20 2 0. Timbang terima yang telah terstruktur akan memperkuat status profesional perawat dalam pelayanan kesehatan era modern. Pelaksanaan TT sore dan malam hari.40 0. Meningkatnya tuntutan terhadap tanggung jawab dan tanggung gugat perawat sebagai pemberi askep. 6.25 2 0. Masih banyak timbang terima yang lebih fokus pada masalah medis dari pada masalah keperawatan.40 O-T= 2.30 0. 6.60 .30 THREATENED 4. Adanya mahasiswa STIKES Bina Sehat PPNI yang melaksanakan praktek profesi manajemen keperawatan.30 2 0.50 0.60 0.40 3 1.timbang terima) 7.20 0.20 0.20 0.50 0. perawat tidak memperkenalkan tim yang akan bertukar dinas.902.

Belum tersedianya sarana dan prasarana yang memadai untuk sentralisasi obat 8. Internal factor (IFAS) STRENGTH 5.60 0.80= 0. Adanya kerjasama yang baik antara perawat dan mahasiswa 8.20 2. Dengan obat yang berada ditangan pasien dapat memungkinkan terjadinya ketidakpatuhan minum obat dan salah minum obat 4.20 S-W= 2. Adanya rencana mahasiswa praktek menejemen mengadakan sentralisasi obat Total THREATENED 0.50 0.1 7.30 1 2. Adanya buku injeksi 8. Pasien yang mendapat terapi obat oral sering tidak di minum karena menunggu instruksi dari perawat 9.302. Jumlah ketergantungan pasien dengan tenaga perawat tidak seimbang.60 0.40 0.40 0.60 0.301.30 1 2. 10.60 3.20 0.60 3 1.30 0.20 2 1 0.10 3 0. SENTRALISASI OBAT 1.90 1 2.10 0.40 1 2 0.20 0. Adanya buku tentang Jumlah pemakaian atau sisa obat sudah tercatat 7.30 0.30 1 2. Total 0.20 4 0. Kepala ruangan mendukung sentralisasi obat TOTAL WEAKNESS 6. Adanya tuntutan dari pasien untuk 0.30 0.20 . Adanya mahasiswa S1 STIKES BINA SEHAT PPNI praktek managemen 6.10 2 0. Pemberian obat yang tepat sesuai 5 T akan mempercepat kesembuhan 7. Adanya lembar observasi pemberian obat 6.20= 0.30 0.30 2 0.30 3 0.40 0.40 O-T= 2.10 3 3 1.20 0.80 0. Eksternal Faktor ( EFAS) OPPORTUNITY 5. Sentralisasi obat dilakukan bila ada mahasiswa praktek manajemen selebihnya tidak di lakukan.20 2 0.30 2 0. Belum adanya kebijakan dari RSUD Sidoarjo dalam sentralisasi obat untuk setiap ruangan 7.

60 0.80 1 2.40 1 2. Adanya tuntutan yang lebih tinggi dari masyarakat untuk mendapatkan pelayanan asuhan keperawatan yang lebih baik 6.20 0. Adanya format discharge planning 8.30 2. Adanya dukungan dari pihak rumah sakit untuk melakukan discharge planning 2. 6. Pemberian pendidikan kesehatan di lakukan secara lisan setiap pasien atau keluarga 6.mendapatkan pelayanan keperawatan yang profesional Total 1 1.20 0. Discharge planing belum dilakukan sesui dengan alur TOTAL 0.30 0. Masyarakat lebih kritis bertanya untuk mendapatkan informasi 3 0.602.30 3 0.25 2 0.90 0. 12orang. SDM: staf tenaga perawat Mawar Jingga B1 terdapat 2 orang lulusan S1 Keperawatan. Discharge planning sudah di laksanakan 7.30= 0.60 3 1.60 0.40 0.40 2 0.60 0. Adanya tuntutan tanggung jawab dan tanggung gugat dari masyarakat terhadap pelayanan keperawatan 5. Perawat memberikan pendidikan kesehatan kepada pasien atau keluarga dengan baik (71%).30 0.90 1 2.80 O-T= 2.30 2 2 0. DISCHARGE PLANNING 1. Tidak tersedianya leaflet untuk pasien saat pulang 5.80 0. Internal factor (IFAS) STRENGTH 5. Adanya mahasiswa S1 keperawatan yang melakukan praktek manajemen keperawatan TOTAL THREATENED 4.80 8.90 S-W= 2.50 .60 0. External Factor (EFAS) OPPORTUNITY 1.60 0.30 0.00= 0.45 2 0.20 3 2 2 0. Lulusan D3 Keperawatan TOTAL WEAKNESS 4.502.

40 EFAS 0.6 0.30 0.25 0.50 0.8 0.50 Pertama Kedua JUMLAH KONDISI .30 EFAS 0.60 0.10 0.kesehatan tentang sakit dan pengobatan yang diterima.10 0.8 1.80 1. TOTAL 0.30 1.60 0.10 0.80 0.6 JUMLAH PRIORITAS MASALAH SKOR ANALISIS SWOT MASALAH IFAS Sentralisasi obat Timbang Terima 0.50 0.3 0.20 -0.3 0.50 0.20 -0.10 0.60 1 2.1 0.1 0.50 0.15 0.30 2 0.50 0.45 0.05 1.20 0.05 1.00 PRIORITAS MASALAH SCORING SKOR ANALISIS SWOT MASALAH IFAS DP MAKP Dokumentasi Ronde Keperawatan Supervisi Timbang Terima Sentralisasi obat PROBLEM PRIORITY SKOR ANALISIS SWOT NO 1 2 3 4 5 6 7 MASALAH IFAS Ronde Keperawatan Supervisi Sentralisasi obat DP Timbang Terima MAKP Dokumentasi -0.30 1.10 0.10 0.30 1.50 JUMLAH KONDISI 0.40 -0.10 EFAS 0.25 0.20 1.50 0.15 0.45 0.

10 Pertama Kedua Kelima Keenam Diagram Analisis SWOT M1-M2 O 1.05 0.Ronde Keperawatan Supervisi MAKP DP Dokumentasi -0.25 O MAK P (1.45 0.60 0.20 1.25 0.05 0.65) WS T Diagram analisis SWOT MAKP 1.25) w S T DIAG RAM LAYA NG ANAL ISA SWO T RUAN G MAW AR JINGG A B1 .10 0.15 1.40 0.05 0.0 M 1-M2 (0.55-0.20 -0.

Waktu untuk timbang terima tidak lebih dari 5 menit kecuali pasien kondisi khusus 8. . Sedangkan pergantian shift dari sore ke malam dipimpin oleh ketua tim atau perawat primer PELAKSANAAN 1. Perawat shift berikutnya validasi data kepasien 6. Hal-hal yang sifatnya khusus dicatat dan di serah terimakan pada perawat shift berikutnya 5. Urutan pelaksanaan 1. Kedua kelompok dalam keadaan siap 2. Dilaksanakan setiap pergantian shift 2. Perawat telah menyiapkan buku catatan dan peralatan tulis 2. PERNYATAAN PERSIAPAN 1. Perawat menyapa pasien dan menanyakan kondisi/ keluhan yang dirasa saat ini 7.M1M2 MAKP DK RK SV TT DP ANGKET TIMBANG TERIMA NO 1. Pelaksanaan dimulai dari nurse station 3. Perawat 1. Penyampaian dilakukan singkat dan jelas DILAKUKAN TIDAK DI LAKUKAN 2. Sarana Prasarana 1. Saat timbang terima perawat menyiapkan status pasien 2. Timbang terima di pimpin oleh kepala ruangan pada pergantian shift dan malam ke pagi dari pagi ke sore. Timbang terima di lanjutkan melihat langhsung kondisi pasien 4.

ANGKET TIMBANG TERIMA 1. Saat timbang terima perawat menyiapkan status pasien Selalu kadang-kadang . Isi timbang terima 1. Perawat menyebutkan diagniosa medis 3. Perawat kembali ke nurse station untuk mendiskusikan hasil validasi data langsung 2. Post timbang terima 1. Perawat menyebutkan identitas pasien 2. Perawat yang memimpin timbang terima menyebutkan rencana kerja bagi shift berikutnya 3. Perawat menyebutkan masalah keperawatan yang belum dilaksanakan 6. Perawat menyebutkan intervensi kolaboratif 7. Perawat menyebutkan data obyektif 4.2. Perawat menyebutkan data penunjang lain 5. Mendokumentasikan pelaksanaan timbang terima di buku laporan oleh perawat primer atau ketua tim. Perawat menyebutkan persiapan yang perlu dilakukan dalam kegiatan selanjutnya 3.

Perawat menyebutkan data penunjang lain . Waktu untuk timbang terima tidak lebih dari 5 menit kecuali pasien kondisi khusus Selalu kadang-kadang Dilakukan tidak pernah 12. Perawat menyebutkan data obyektif Selalu kadang-kadang Dilakukan tidak pernah 16. Penyampaian dilakukan singkat dan jelas Selalu kadang-kadang Dilakukan tidak pernah 13. Perawat telah menyiapkan buku catatan dan peralatan tulis Selalu kadang-kadang Dilakukan tidak pernah 3. Timbang terima di lanjutkan melihat langsung kondisi pasien Selalu kadang-kadang Dilakukan tidak pernah 8. Dilaksanakan setiap pergantian shift Selalu kadang-kadang Dilakukan tidak pernah 6. Perawat menyebutkan diagniosa medis Selalu kadang-kadang Dilakukan tidak pernah 15. Timbang terima di pimpin oleh kepala ruangan pada pergantian shift dan malam ke pagi dari pagi ke sore. Kedua tim dalam keadaan siap Selalu kadang-kadang Dilakukan tidak pernah 4. Hal-hal yang sifatnya khusus dicatat dan di serah terimakan pada perawat shift berikutnya Selalu kadang-kadang Dilakukan tidak pernah 9.Dilakukan tidak pernah 2. Pelaksanaan dimulai dari nurse station Selalu kadang-kadang Dilakukan tidak pernah 7. Perawat menyebutkan identitas pasien Selalu kadang-kadang Dilakukan tidak pernah 14. Perawat shift berikutnya validasi data kepasien Selalu kadang-kadang Dilakukan tidak pernah 10. Sedangkan pergantian shift dari sore ke malam dipimpin oleh ketua tim atau perawat primer Selalu kadang-kadang Dilakukan tidak pernah 5. Perawat menyapa pasien dan menanyakan kondisi/ keluhan yang dirasa saat ini Selalu kadang-kadang Dilakukan tidak pernah 11.

Supervisor mendapatkan halhal yang perlu di lakukan pembinaan 4. Perawat menyebutkan tindakan keperawatan yang dilaksanakan Selalu kadang-kadang Dilakukan tidak pernah 18. Perawat kembali ke nurse station untuk mendiskusikan hasil validasi data langsung Selalu kadang-kadang Dilakukan tidak pernah 20. Perawat yang memimpin timbang terima menyebutkan rencana kerja bagi shift berikutnya dan mendokumentasikan pelaksanaan timbang terima di buku laporan oleh ketua tim Selalu kadang-kadang Dilakukan tidak pernah ANGKET SUPERVISI NO 1. Supervisor menetapkan kagiatann yang akan di supervisi 2. Supervisor meneliti dokumentasi status pasien 3. . Supervisor mengevaluasi hasil bimbingan 2. Supervisor memberikan masukan pada ketua tim dan perawat pelaksana Evaluasi 1. Superviser ikut dalam pendekomentasian kegiatan pelayanan bersama-sama ketua tim dan perawat pelaksana 2. PERNYATAAN Pra supervisi 1. Supervisor mengklasifikasi permasalahan yang ada 6.Selalu kadang-kadang Dilakukan tidak pernah 17. 3. Supervisor memberikan reward atau umpan balik kepada ketua tim dan perawat pelaksana Dilakukan TIDAK DILAKUKAN 2. Perawat menyebutkan intervensi kolaboratif dan juga menyebutkan persiapan yang perlu dilakukan dalam kegiatan selanjutnya Selalu kadang-kadang Dilakukan tidak pernah 19. Supervisor menetapkan tujuan supervisi Pelaksanaan 1. Supervisor memenggil ketua tim dan perawat pelaksana yang perlu dilakukan pembinaan 5.

Supervisor memberikan reward atau umpan balik kepada ketua tim dan perawat pelaksana Selalu kadang-kadang Dilakukan tidak pernah ANGKET SENTRALISASI OBAT 1. Apakah obat yang telah di resepkan dan telah diambil oleh keluarga diserahkan kepada perawat dengan menerima lembar serah terima obat Selalu kadang-kadang . Supervisor menetapkan kagiatann yang akan di supervisi Selalu kadang-kadang Dilakukan tidak pernah 2. Superviser ikut dalam pendekomentasian kegiatan pelayanan bersama-sama ketua tim dan perawat pelaksana Selalu kadang-kadang Dilakukan tidak pernah 4. Supervisor mengklasifikasi permasalahan yang ada Selalu kadang-kadang Dilakukan tidak pernah 8. Supervisor mengevaluasi hasil bimbingan Selalu kadang-kadang Dilakukan tidak pernah 10. Supervisor meneliti dokumentasi status pasien Selalu kadang-kadang Dilakukan tidak pernah 5. Supervisor memberikan masukan pada ketua tim dan perawat pelaksana Selalu kadang-kadang Dilakukan tidak pernah 9. Supervisor mendapatkan hal-hal yang perlu di lakukan pembinaan Selalu kadang-kadang Dilakukan tidak pernah 6. Supervisor memenggil ketua tim dan perawat pelaksana yang perlu dilakukan pembinaan Selalu kadang-kadang Dilakukan tidak pernah 7. isor menetapkan tujuan supervisi Selalu kadang-kadang Dilakukan tidak pernah 3.ANGKET SPUPERVISI 1.

Dilakukan tidak pernah 2. dan diketahui ( ditanda tangani) oleh keluarga / klien dalam buku masuk obat. Apakah perawat menuliskan nama pasien. register. Selalu kadang-kadang Dilakukan tidak pernah 3. Selalu kadang-kadang Dilakukan tidak pernah 5. Apakah obat –obat yang telah disimpan untuk selanjutnya diberikan olrh perawat dengan memperhatikan alur yang tercantum dalam buku daftar pemberian obat dengan terlebih dahulu dicocokkan dengan terapi di instruksi oleh dokter dan kartu obat yang ada pada klien Selalu kadang-kadang Dilakukan tidak pernah . Apakah keluarga atau klien selanjutnya mendapatkan penjelasan kapan / bila mana obat tersebut akan habis. Apakah obat yang telah diserahkan selanjutnya disimpan oleh perawat dalam kotak obat dan obat yang telah diterima untuk selanjutnya disalin dalam buku daftar penerimaan obat. jumlah dan sediaan ( bila perlu) dalam kartu control. jenis obat. Selalu kadang-kadang Dilakukan tidak pernah 4.

Apakah obat yang hampir habis akan di informasikan pada keluarga kemudian di mintakan kepada dokter penanggung jawab pasien Selalu kadang-kadang Dilakukan tidak pernah 9. Apakah penambahan atau perubahan jenis. Apakah pada saat pemberian obat . jumlah obat. Perawat disini memperkenalkaan diri kepada anda Selalu kadang-kadang . dosis atau perubahan route pemberian obat akan di masukkan dalam buku masuk obat dan sekaligus di lakukan perubahan dalam kartu sediaan obat Selalu kadang-kadang Dilakukan tidak pernah 10. perawat menjelaskan macam obat. Apakah pemberian obat yang bersifat tidak rutin ( sewaktu saja) maka dokumentasi hanya dilakukan oleh perawat pada buku masuk obat dan selanjutnya di informasikan pada keluarga dengan kartu kusus obat Selalu kadang-kadang Dilakukan tidak pernah ANGKET TINGKAT KEPUASAN PASIEN 1. kegunaan. dan efek samping. Apakah sediaan obat yang ada selanjutnya di cek tiap pagi oleh ketua ruangan/ petugasyang ditunjuk dan didokumentasikan dalam buku masuk obat Selalu kadang-kadang Dilakukan tidak pernah 8. Selalu kadang-kadang Dilakukan tidak pernah 7.6.

tata usaha dll) Selalu kadang-kadang Dilakukan tidak pernah 6. Perawat atau kepala ruangan menunjukkan kepada anda tentang perawat yang bertanggung jawab atas diri anda Selalu kadang-kadang Dilakukan tidak pernah 8. Parawat menjelaskan tentang fasilitas yang tersedia di rumah sakit Selalu kadang-kadang Dilakukan tidak pernah 5. Perawat meminta persetujuan kepada anda atau keluarga sebelum melakukan tindakan keperawatan Selalu kadang-kadang Dilakukan tidak pernah 13. Perawat disini memperhatikan keluhan anda Selalu kadang-kadang Dilakukan tidak pernah 9. Saat pertama kali anda masuk rumah sakit perawat menjelaskan tata tertip rumah sakit Selalu kadang-kadang Dilakukan tidak pernah 4. Perawat disini menanggapi keluhan anda Selalu kadang-kadang Dilakukan tidak pernah 10. Perawat memberikan keterangan tentang masalah yang anda hadapi Selalu kadang-kadang Dilakukan tidak pernah 11. Pertawat disini memberikan penjelasan sebelum melakukan tidakan keperawatan kepeda anda Selalu kadang-kadang Dilakukan tidak pernah 12. ruang perawat. Perawat disini menjelaskan tujuan perawatan pada anda Selalu kadang-kadang Dilakukan tidak pernah 7. Perawat menjelaskan prosedur tindakan yang akan dilakukan sebelum melakukan tinndakan keperawatan kepada anda . Perawat menjelaskan dimana tempat-tempat yang pentiang untuk melancarkan perawatan (kamar mandi.Dilakukan tidak pernah 2. Perawat disini bersikap sopan dan ramah dalam melayani anda Selalu kadang-kadang Dilakukan tidak pernah 3.

Perawat ikut menjaga kebersihan ruangan Selalu kadang-kadang Dilakukan tidak pernah 18. Selam melakukan tindakan keperawatan perawat selalu berhati-hati Selalu kadang-kadang Dilakukan tidak pernah 20. Perawat menjelaskan bahaya suatu tindakan pada anda atau keluarga sebelum dilakukan tindakan Selalu kadang-kadang Dilakukan tidak pernah 15. Perawat memberikan penjelasan dengan lengkap dan jelas kepada anda Selalu kadang-kadang Dilakukan tidak pernah 16. Ketua tim sebagai perawat profesional mampu menggunakan berbagai teknik kepemimpinan? Selalu kadang-kadang Dilakukan tidak pernah 2. agar kontinuitas rencana keperawatan terjamin? Selalu kadang-kadang Dilakukan tidak pernah 3. Perawat disini selalu memantau keadaan anda dan pasien lain secara rutin Selalu kadang-kadang Dilakukan tidak pernah 17.Selalu kadang-kadang Dilakukan tidak pernah 14. perawat selalu menilai kembali kondisi anda Selalu kadang-kadang Dilakukan tidak pernah ANGKET MAKP TIM 1. Penting komunikasi yang efektif. Anggota tim harus menghargai kepemimpinan ketua tim? Selalu kadang-kadang Dilakukan tidak pernah 4. Peran kepala ruangan penting dalam model tim? . Perawat melakukan tindakan keperawatan dengan terampil dan percaya diri Selalu kadang-kadang Dilakukan tidak pernah 19. Setelah melakukan tindakan keperawatan.

Lembar dokumentasi asuhan keperawatan berisi : Nama. Pengkajian dilakukan secara komprehensif. Pengkajian pada waktu klien masuk diikuti pengkajian head to toe. Ketua tim mengenal/mengetahui kondisi pasien dan dapat menilai tingkat kebutuhan pasien? Selalu kadang-kadang Dilakukan tidak pernah ANGKET DOKUMENTASI Berikan tanda cek list ( √ )pada pernyataan dibawah ini. supervisi dan evaluasi? Selalu kadang-kadang Dilakukan tidak pernah 10. jam dan paraf perawat Selalu kadang-kadang . Selalu kadang-kadang Dilakukan tidak pernah 3. Selalu kadang-kadang Dilakukan tidak pernah 6. Umur. Ketua tim membuat perencanaan? Selalu kadang-kadang Dilakukan tidak pernah 9. Tanggal dan Nomer Register klien Selalu kadang-kadang Dilakukan tidak pernah 4. 1. Pada kolom problem ditambahkan data subyektif dan obyektif. Anggota tim bertanggung jawab terhadap pemberian asuhan keperawatan pada pasien? Selalu kadang-kadang Dilakukan tidak pernah 6. Jenis kelamin. Pada kolom evaluasi dicatat keadaan klien sebagai pengaruh dari intervensi. Pada kolom intervensi. Selalu kadang-kadang Dilakukan tidak pernah 2. Selalu kadang-kadang Dilakukan tidak pernah 5.Selalu kadang-kadang Dilakukan tidak pernah 5. intervensi langsung terhadap penyelesaian masalah. Ketua tim membuat penugasan. Anggota tim memberikan laporan? Selalu kadang-kadang Dilakukan tidak pernah 8. Anggota tim bekerjasama dengan anggota tim dan antar tim? Selalu kadang-kadang Dilakukan tidak pernah 7.

Setiap masalah yang di identifikasi di evaluasi minimal tiap 8 jam ( setiap pergantian jaga).Dilakukan tidak pernah 7. Apakah di ruanagan ini dilakukan ronde keperawtan? Selalu kadang-kadang Dilakukan tidak pernah 2. Perawat primer dan asosiasi menjelaskan masalah keperawatn utama Selalu kadang-kadang Dilakukan tidak pernah 6. Selalu kadang-kadang Dilakukan tidak pernah 9. Perawat primer menjelaskan intervensi yang akan dilakukan Selalu kadang-kadang Dilakukan tidak pernah 7. Perawat primer dan perawat asosiasi menjelaskan alasan ilmiah tindakan yang akan diambil Selalu kadang-kadang Dilakukan tidak pernah 8. Selalu kadang-kadang Dilakukan tidak pernah ANGKET RONDE KEPERAWATAN 1. Ronde keperawan dilakukan sesuai dengan langakah-langkah ronde keperawatan (langkah-langkah ronde keperawatan terlampir) Selalu kadang-kadang . Selalu kadang-kadang Dilakukan tidak pernah 10. Dokumentasi merupakan alat perekam masalah yang berkaitan dengan klien sehingga dapat dijadikan sebagai alat komunikasi antar tenaga kesehatan. Penetapan kasus minimal satu hari sebelum waktu pelaksanaan ronde Selalu kadang-kadang Dilakukan tidak pernah 3. Pemberian informe concent kepada klien atau keluarga Selalu kadang-kadang Dilakukan tidak pernah 4. Perawt primer atau asosiasi menjelaskan keadaan dan data demografi klie Selalu kadang-kadang Dilakukan tidak pernah 5. sedang dan telah diberikan dicatat dengan lengkap. intervensi dan evaluasi yang telah disusun berdasarkan SAK. Semua tindakan keperawatan yang belum. Format catatan perawatan yang mencakup problem. Selalu kadang-kadang Dilakukan tidak pernah 8.

Dalam pelaksanaan ronde dilakukan tindakan keperawatan pada masalah prioritas yang telah ditetapkan Selalu kadang-kadang Dilakukan tidak pernah 10. Setiap pasien yang pulang d berikan healt educatoan Selalu kadang-kadang Dilakukan tidak pernah 3. Meskipun anda sibuk dengan urusan anda. anda tetap melaksanakan discharge planning Selalu kadang-kadang Dilakukan tidak pernah FORMAT SERAH TERIMA OBAT Nama pasien : Ruangan : . Dorongan untuk melakukan discharge planning timbul dari diri anda sendiri Selalu kadang-kadang Dilakukan tidak pernah 6. Kepala ruangan memimpin discherge planning Selalu kadang-kadang Dilakukan tidak pernah 7. Pelaksanaan discharge planning dilakukan di nurse station Selalu kadang-kadang Dilakukan tidak pernah 8. Setiap pasien pulang paksa dilakukan discharge planinning Selalu kadang-kadang Dilakukan tidak pernah 5. kerana berpengaruh pada asuhan keperawatan Selalu kadang-kadang Dilakukan tidak pernah 10.Dilakukan tidak pernah 9. Mendiskusikan hasil temuan dan tindakan pada klien tersebut serta menetapkan tindakan yang perlu dilakukan Selalu kadang-kadang Dilakukan tidak pernah ANGKET DISCHARGE PLANNING 1. Setiap pasien yang mau pulang dilakukan discharge planning Selalu kadang-kadang Dilakukan tidak pernah 2. Setiap pasien yang mau pulang di ajarkan cara perawatan mandiri di rumah Selalu kadang-kadang Dilakukan tidak pernah 4. Discharge planning dilakukan setelah pelunasan administrasi Selalu kadang-kadang Dilakukan tidak pernah 9. Discharge planning yang anda lakukan sesuai dengan prosedur.

Tgl Minum Suntik Jam pemberian TT Keluarga TT Perawat Ket . Reg : Nama obat No. Reg : Tgl No Nama Obat Dosis Keterangan (Diterima/Diserahkan) Tanda Tangan/nama terang yang diserahkan Ket KARTU OBAT PASIEN (UNTUK PASIEN) Nama : Ruang : No.Umur : No.

15=…… …… x 0... x 0...20=…… …… x 0....36=…… …… x 0..36=…… …… x 0.14=…… .. Sore …… x 0. sehingga kebutuhan asuhan keperawatan pasien dapat terpenuhi....27=…… …… x 0..07=. Malam …… x 0...... . 2002).... Tujuan pengolaan obat Tujuan pengelolaan obat adalah menggunakan obat secara bijaksana dan menghindarkan pemborosan.10=…… . .17=…… ... Pengertian Sentralisasi obat adalah pengelolaan obat dimana seluruh obat yang akan diberikan kepada pasien diserahkan pengelolaan sepenuhnya oleh perawat (Nursalam.. Hal – hal berikut ini adalah beberapa alasan yang paling sering mengapa obat perlu disentralisasi: 1. II... Total tenaga perawat Dinas pagi : orang Dinas siang : orang Dinas malam : orang Jumlah : orang Jumlah perawat lepas dinas per hari : FORMAT KEPALA TIM RUANG MAWAR JINGGA B1 Nama Pasien Diagnosa Medis Kondisi Pasien Perawat Pelaksana (PP) Perawat pelaksana (P PENGELOAAN OBAT (SENTRALISASI OBAT) I.. Memberikan bermacam-macam obat untuk satu pasien..FORMAT KEPALA RUANGAN MAWAR JINGGA B1 Klasifikasi pasien Total care Partial care Minimal care Total Jumlah pasien Pagi …… x 0.

1999). Obat khusus 1. dilaksanakan oleh perawt primer. 4. Taruhlah satu atau lebih eksemplar buku famakologi sederhana di perpustakaan (Mc Mahonm 1999). 4. padahal obat standar yang lebih murah dengan mutu yang terjamin memiliki efektivitas dan keamanan yang sama. Obat yang telah disimpan untuk selanjutnya diberikan oleh perawat dengan memperhatikan alur yang tercantum dalam buku daftar pemberian obat. Keluarga wajib mengetahui dan ikut serta mengontrol penggunaan obat. Penanggung jawab pengelolaan obat adalah kepala ruangan yang secara operasional dapat didelegasikan kepada staaf yang ditunjuk. Adakan pertemuan staaf untuk membahas penyebab pemborosan obat.2. kembali ke perawat setelah obat dikonsumsi. 5. 3. Memesan obat lebih dari pada yang dibutuhkan. 2. 2002). Pasien atau keluarga selanjutnya mendapatkan salinan obat yang harus diminum beserta kartu sediaan obat. 2. Pemberian obat khusus dilakukan menggunakan kartu khusus obat. III. 5. keluarga atau pasien selanjutnya mendapatkan penjelasan kapan atau bilamana obat tersebut akan habis. dosis. 1. Menggunakan dosis yang lebih besar daripada yang diperlukan. Penambahan obat baru 1. dan cara pemberian). Perawat menuliskan nama pasien. waktu pemberian. Aturlah kulliah atau program diskusi dan bahaslah mengenai satu jenis obat setiap minggu pada waktu pertemuan staf. Bilamana terdapat penambahan atau perubahan jenis dosis atau perubahan alur pemberian obat. 2. 4. Pada saat pemberian obat. memiliki efek samping yang cukup besar atau hanya diberikan dalam waktu tertentu / sewaktu saja. 6. register. 1. Usahakan tempat obat. Obat yang telah diserahkan selanjutnya disimpan oleh perawat dalam kotak obat (Nursalam. dan wadah obat sebaiknya diserahkan atau ditunjukkan kepada keluarga setelah pemberian. 3. kemudian berikan salinan kepada semua staf. sehingga vaksin dan obat menjadi tidak efektif. 5. Membuat catatan mengenai obat-obatan yang sering dipakai. sehingga banyak yang tersisa sesudah batas kadaluarsa. 4. menggunakan alur pemberian yang cukup sulit. Seorang manajer keperawatan kesehatan dapat mendidik staf mengenai obat dengan cara-cara berikut ini: 1. kegunaan obat. maka informasi ini akan dimasukkan dalam buku masuk obat dan sekaligus dilakukan perubahan dalam kartu sediaan obat. Menggunakan obat yang mahal dan bermerek. maka dokumentasi hanya dilakukan pada buku masuk obat dan selanjutnya informasikan kepada keluarga dengan kartu khusus obat (Nursalam. 3. perawat menjelaskan macam obat. nama obat. Pembagian 1. Tidak menyediakan lamari es. 6. 2002) . Pantau efek samping pada pasien. 3. dengan terlebih dahulu dicocokkan dengan terapi yang diinstruksikan dokter dan kartu obat yang ada pada pasien. kegunaan obat. 2002). waktu. 6. penanggung jawab pemberian. Beritahu kepada semua staf mengenai harga bermacam-macam obat. Usahakan terdapat saksi dari keluarga saat pemberian obat (Nursalam. Pada pemberian obat yang bersifat tidak rutin (sewaktu saja). 2002). Obat yang telah diterima untuk selanjutnya disalin dalam buku daftar pemberian obat. dan yang akan membuang atau lupa untuk minum. Diagram alur pelaksanaan sentralisasi obat (Nursalam. 3. dan efek samping. Meletakkan obat ditempat yang lembab. 4. 7. 2. 8. 9. jenis obat. 2. Informasi yang diberikan kepada pasien atau keluarga. pasien. efek samping. Memberikan obat kepada pasien yang tidak mempercayainya. 2. Obat yang telah diresepkan ditunjukkan kepada perawat dan obat yang telah diambil oleh keluarga diserahkan kepada perawat dengan menerima terima obat. 3. Tuliskan dosis yang tepat obat-obatan yang sering digunakan dan gantungkan di dinding. 2002). jumlah obat. jelaskan penggunaan dan efek samping. Sediaan obat yang ada selanjutnya diperiksa setiap pagi oleh kepala ruangan atau petugas yang ditunjuk dan didokumentasikan dalam buku masuk obat. terkena cahaya atau panas. Obat-obatan yang hampir habis akan diinformasikan kepada keluarga dan kemudian dimintakan resep (jika masih perlu dilanjutkan) kepada dokter penanggung jawab pasien (Nursalam. dan diketahui (ditandatangani) oleh karana keluarga atau pasien dalam buku masuk obat. Obat dikategorikan khusus apabila sediaan memiliki harga yang cukup mahal. Penerimaan obat. Teknik pengelolaan obat (sentralisasi) Pengeluaran dan pembagian obat sepenuhnya dilakukan oleh perawat. Meresepkan obat sebelum diagnosis pasti dibuat “hanya untuk mencoba”. Mengeluarkan obat (dari tempat penyimpanan) terlalu banyak pada suatu waktu sehingga dipakai berlebihan atua dicuri (Mc Mahon. jumlah dan sediaan (bila perlu) dalam kartu kontrol. Serta penjelasan tentang 5 T (jenis.

Tujuan sistem manajemen obat dalah penggunaan obat yang tepat untuk pasien yang memerlukan pengobatan (Jurnal. Memeriksa Ulang atas kebernaran obat dan jenis obat. Obat yang diterima dicatat dalam buku besar persediaan atau dalam kartu persediaan (Mc Mahon. Obat yang baik akan memberi manfaat kepada para pengguna dan juga bermanfaat dalam pengendalian biaya rumah sakit. 1999). oleh orang yang bertugas menangani persediaan obat kepada bagian yang menggunakan obat-obat digunakan secara teratur dan dalam jumlah yang diketahui: hal ini memungkinkan pemantauan (observasi) dan pengawasan penggunaan obat. perencanaan pengadaan obat. masing-masing barang dituliskan dalam kartu yang terpisah. 1997). Monitoring efek samping obat. harus selalu mencukupi kebutuhan tanda ada efek samping seperti kadaluarsa dan rusak. pemisahan antara obat untuuk penggunaan oral (untuk diminum) dan obat luar (Pedoman. Kegiatan yang dilakukan dalam mengawasi pengeluaran obat akan memungkinkan perawat mengetahui kapan . Penyimpanan stok (persediaan) yang teratur dengan baik merupakan bagian penting dari manajemen obat. Manajemen rumah sakit perlu dilengkapi dengan manajemen farmasi yang sistematis karena obat sebagai bahan uatama dalam rangka mencapai misi utamanya sebagai Health Provider. 2003).IV. yakni neraca diseimbangkan dengan menambahkan barang yang diterima dan mengurangi dengan jumlah barang yang dikeluarkan. periksa persediaan obat. 3.. Manajemen farmasi rumah sakit adalah seluruh upaya dan kegiatan yang dilaksanakan di bidang farmasi sebagai salah satu penunjang untuk tercapainya tujuan serta sasaran didirikannya suatu rumah sakit. Obat – obatan dikeluarkan dari tempat penyimpanan yang terkunci atau dari lemari penyimpanan. jumlah obat dan menulis etiket dan alamat pasien (Pedoman. Faktor kunci yang perlu diperhatikan dalam pelayanan kepada pasien meliputi : pelayanan yang cepat. baik dari segi jenis maupun volume. 2. upaya dan kegiatan ini meliputi : penetapan standar obat. Dalam buku besar persediaan. Sistem kartu persediaan Sebuah kartu persediaan (kartu stok) kadang-kadang digunakan untuk menggantikan buku besar persediaan. penyimpanan. Persediaan obat. Menyiapkan Persediaan Obat 1. 1990). ramah disertai jaminan tersedianya obat dengan kualitas yang baik (Yogya. 2004). Kartu ini berfungsi seperti besar persediaan. tetapi dalam sistem kartu persediaan. masing-masing barang ditempatkan pada halaman yang terpisah. pendistribusian / saran / informasi tentang obat. Lemari obat Periksa keamanan mekanisme kunci dan penerangan lemari obat serta lemari pendingin.

...............  Setiap ada resep dari dokter diserahkan dahulu kepada perawat yang bertugas saat itu... yaitu pengaturan pemakaian obat yang diatur / dikoordinasi oleh perawat seseuai ketentuan dosisi yang diberikan dokter....... setelah mendapatkan penjelasan tentnag sentralisasi obat..... Sentralisasi dengan prosedur sebagai berikut:  Pasien / keluarga mengisi surat persertujuan untuk kerja sama dalam pengelolaan sentralisasi obat...... segera sadar akan ketidakcocokan dalam pemberian obat......  Nama obat............ (.....) NB : Harap diisi dengan nama jelas dan tanda tangan *) Coret yang tidak perlu LAMPIRAN FORMAT SERAH TERIMA OBAT Nama Pasien : Ruangan : Umur : No.............) Saksi 2 : ..........  Obat dari apotek diserahkan kepada perawt. jumlah yang diterima akan dicatat dalam buku serah terima dan ditandatangani oleh keluarga / pasien dan perat yang menerima.... Dengan demikian.. Reg : Menyatakan (setuju / tidak setuju*) untuk dilakukan sentralisasi obat.  Bila pasien pulang dan obat masih ada atau habis sisa obat akan diberikan pada pasien / keluarga...... Demikian persetujuan ini dibuat dengan sebenar-benarnya untuk digunakan sebagaimana mestinya........ 2009 Perawat Yang Menerangkan... (.. memeriksa perubahan pemakaian obat (Mc Mahon...........) Saksi 1 : ...... 1999).....melakukan pemesanan ulang...................... Yang Menyetujui.... Reg : Keterangan (diterima / diserahkan) Tgl No Nama obat Dosis Tanda tangan / N yang Diserahkan .....  Setiap hari perawt membagi obat sesuai dosis................. menyatakan bertanggung jawab atas penyataan yang dibuat dan tidak akan melakukan tuntukan / gugatan di kemudian hari atas tindakan tersebut..) (.................................. PRAKTEK PROFESI MANAJEMEN KEPERAWATAN PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN STIKES BINA SEHAT PPNI MOJOKERTO RUANG MAWAR MERAH RSUD SIDOARJO SURAT PERSETUJUAN DILAKUKAN SENTRALISASI OBAT Yang bertanda tangan dibawah ini: Nama : Umur : Jenis kelamin : Alamat : Untuk : ( ) Diri sendiri ( ) Istri ( ) Suami ( ) Anak ( ) Orang tua ( ) Lainnya Nama : Umur : Jenis kelamin : Alamat : Ruang : No.. dosis. (......... mencocokkan pemakaian obat dengan pengobatan pasien......  Obat akan disimpan di kantor perawatan................ Sidoarjo...........

foto. ECG) .PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN STIKES BINA SEHAT PPNI MOJOKERTO RUANG MAWAR JINGGA B RSUD SIDOARJO No. Reg : Nama / umur : Kamar : Diagnosa Medik : Tgl MRS : Diagnosa KRS : DISCHARGE PLANING Diagnosa MRS : Aturan – aturan diet : Obat – obatan yang masih diminum dan jumlahnya : Aktivitas dan istirahat : Cara perawatan luka dirumah : Tanggal / tempat kontrol : Yang dibawa pulang (hasil lab.

Nadi: x/menit.. sedikit tapi sering Aktivitas dan istirahat : Bebas sesuai kemampuan Cara perawatan luka : Lain-lain . Pendidikan kesehatan Nutrisi : Makanan cair. 2009 Pasien / keluarga Perawat. Kerusakan komunikasi verbal Ketidak efektifan bersihan jalan nafas 3.. 7. TD: / mmHg 2. Nama obat & dosis : 5. Reg : Nama / umur : Kamar : Diagnosa Medik : Tgl MRS : 1.. Keadaan penderita ketika pulan atau pindah : Keadaan umum : Suhu : 0C. RR: x/menit. Kontrol ulang (tanggal / tempat) : .Dipulangkan dari RSUD Sidoarjo dengan keadaan : Sembuh Pulang paksa Meneruskan dengan obat jalan Lain – lain : Sidoarjo.. Pengobatan Meneruskan obat : ya tidak 4.. Masalah selama dirawat Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan Perubahan perfusi jaringan Anietas Intoleransi aktifitas Nyeri Gangguan pola tidur Gangguan keseimbangan cairan Resiko infeksi Dan elektrolit Resiko cedera Perubahan persepsi sensori Lain –lain . Perawata luka : ya tidak 6. () () PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN STIKES BINA SEHAT PPNI RUANG MAWAR JINGGA B RSUD SIDOARJO RESUME KEPERAWATAN : No..

. perawat.8.. dokter dan tenaga kesehatan yang lain Melakukan pengkajian keperawatan Pemeriksaan klinis dan pemeriksaan penunjang yang lain Melakukan asuhan keperawatan Penyuluhan kesehatan: penyakit. Lain – lain .... control Perawat Docter Tim kesehatan lain Lain-lain Program HE:  Pengobatan/ control  Kebutuhan nutrisi  Aktivitasdan istirahat  Perawatan di rumah Perencanaan pulang Penteyelesaian administrasi Monitoring oleh petug as keseh atan & keluar ga           ALUR SUPE RVISI . perawatan.. aktivitas.. ALUR DISCHARGE PLANNING Menyambut kedatangan pasien Orientasi ruangan . jenis pasien. diet. pengobatan.peraturan dan dena ruangan Memperkenalkan pasien pada teman sekamar..

ALUR TIMBANG TERIMA PASIEN RENCANA PERKEMBANGAN / KEADAAN PASIEN DIAGNOSA KEPERAWATAN (didukung data) DIAGNOSA MEDIS MASALAH KOLABORATIF BELUM DILAKUKAN TELAH DILAKUKAN .

Menunjukkan ketua TIM akan bertugas di ruangan masing-masing. transisi dan persiapan pulang. Mengikuti Visite dokter untukmnegetahui kondisi. program pengobatan dan mendiskusikan dengan dokter tentang tindakan yang akan dilakukan terhadap pasien. . tindakan medis yang dilakukan. Mengidentifikasi jumlah perawat yang dibutuhkan berdasarkan aktifitas dan kebutuhan klien bersama ketua TIM. Mengidentifikasi tingkat ketergantungan klien: gawat. 3. 5. 4. BELUM TERATASI. MUNCUL MASALAH BARU D DOCTER KLIEN/KELUARGA Surat Persetujuan Sentralisasi Obat dari perawat -Lembar serah terima obat Serah Terima/ Masuk Obat -Buku KLIEN/KELUARGA PENGATURAN &PENGELOLAAN OLEH PERAWAT FARMASI/APOTEK KLIEN/KELUARGA PP/PERAWAT YANG MENERIMA Pendekatan perawat IAGRAM RUTE/ALUR PELAKSANAAN SENTRALISASI OBAT JOB DESKRIPTION KEPALA RUANGAN 1.  Memberikan informasi kepada pasien atau keluarga yang baru masuk.patofisiologi. 7. 1. 2. 6. TERATASI. Merencanakan strategi pelaksanaan perawatan. bersama ketua TIM. TERATASI SEBAGIAN. Mengatur dan mengendalikan asuhan keperawatan  Membimbing pelaksanaan asuhan keperawatan  Membimbing penerapan proses keperawatan dan menilai asuhan keperawatan. mengikuti serah terima pasien pada shift sebelumnya. Perencanaan. 3.MASALAH : 1.  Mengadakan diskusi untuk pemecahan masalah. 2. mengatur penugasan atau penjadwalan. 4.

Pengorganisasian.  Pengawasan tidak langsung yaitu mengecek daftar hadir ketua TIM. Membuat rincian tugas ketua TIM dan anggota TIM secara jelas. ANGGOTA TIM 1. 3. Membuat perencanaan. 3. 3. Membuat penugasan. Merumuskan tujuan metode penugasan. 2. 9. Membantu mengembangkan niat pendidikan dan latihan diri. 2. 7. Meninggkatkan kolaborasi dengan anggota TIM lain. LANGKAH-LANGKAH YANG DIPERLUKAN DALAM RONDE KEPERAWATAN . Menginformasikan hal-hal yang dianggap penting dan berhubungan dengan ASKEP pasien.dll. 5. 10. Mendelegasikan tugas. Pengarahan.  Audit keperawatan. Melibatkan bawahan sejak awal hingga akhir kegiatan. Mengatur dan mengendalikan tenaga keperawatan. Mengatur dan mengendalikan dituasi tempat praktek. Membuat rentang kendali kepala ruangan membawahi 3 ketua TIM. membacadan memeriksa rencana keperawatan serta catatan yang dibuat selama dan sesudah proses keperawatan dilaksanakan (didokumentasikan). mendengar laoran ketua TIM tentang pelaksanaan tugas. Mengatur dan mengendalikan logistik ruangan. 7. 3. 2. 2. 2. Memberikan asuhan keperawatan pada pasien dibawah tanggung jawabnya. KETUA TIM 1. mengamati sendiri atau melalui laporan langsung secara lisan dan memperbaiki atau mengawasi kelemahan-kelemahan yang ada saat itu juga. 8. Memberikan laporan. 10. 1. mengatur tenaga yang ada setiap hari. 2. Identifikasi masalah dan penanganannya. Menjaga terwujudnya visi dan misi keperawatan Rumah Sakit. 4. 5. 6. Mengenal atau mengetahui kondisi pasien dan dapat menilai tingkat kebutuhan pasien. Mengembangkan kemampuan anggota. saat kepala ruangan tidak ada di tempat kepada ketua TIM. Kerjasama dengan ketua TIM dan antar TIM. Membimbing bawahan yang mengalami kesulitan dalam melaksanakan tugasnya. Mengawasi dan berkomunikasi lansung dengan ketua TIM maupun pelaksanaan mengenai asuhan keperawatan yang diberikan kepada pasien. 1. 4. 1. Melalui Supervisi.supervise.  Mengevaluasi upaya pelaksanaan dan membandingkan dengan rencana keperawatan yang telah disusun bersama ketua TIM. membuatproses dinas. Melalui komunikasi. Mengatur penugasan jadwal post dan pakarnya. 4. dan ketua TIM membawahi 2-3 perawat. 11. ketrampilan dan sikap.  Pengawasan langsung dilakukan dengan cara inspeksi. Memberi pujian kepada anggota TIM yang melakukan tugas dengan baik. 5. Membantu membimbing peserta didik keperawatan.8. dan evaluasi. 6. Memberi pengarahan tentang penugasan kepada ketua TIM. Menyelenggarakan konfrensi. 3. Memberi motifasi dalam peningkatan pengetahuan. 9. Pengawasan. 4. Memberi wewenang kepada tata usaha untuk mengurus administrasi pasien. Merumuskan metode penugasan yang digunakan .

perawat conselor Validasi data MASALAH TERATASI Tahap ronde pada bed pasien Tahap ronde pada bed pasien URAIAN TUGAS POKOK TIAP SEKSI KELOMPOK PRAKTIK MANAJEMEN KEPERAWATAN DI RUANG MAWAR JINGGA B RSUD SIDOARJO . pp. SOP) Aplikasi analisa dan hasil diskusi Analisa data Diskusi karu.PP Tahap Praronde Proposal Penyajian masalah Penetapan pasien Persiapan pasien : -Inform consent -Hasil Pengkajian/intervensi data     Apa yang menjadi masalah Cross cek data yang ada Apa yang menyebabkan masalah tersebut Bagaimana pendekatan(proses. SAK.

Mengupayakan penggembalian dana. Membuat laporan kegiatan organisasi. 2. Membuat laporan keuangan. 2. Membantu semua kegiatan yang berhubungan dengan orang lain. Mengembangkan hubungan antara organisasi ruangan dan pendidikan. Menentukan berbagai kebijakan strategis dalam organisasi. SIE INVENTARIS 1. Menyebarluaskan seluruh informasi yang berkaitan dengan kegiatan pelayanan keperawatan. Memutuskan masalah yang berkaitan dengan organisasi. . 4. Bertanggungjawab terhadap kelancaran surat menyurat. 6. Menyetujui pengeluaran kaaas organisasi. 5. 5. dan menutup rapat. Bertanggung jawab pada semua bentuk pelaporan. 3. maupun diseminasi. Bertanggungjawab terhadap kelancaran diskusi. 5. 2. 3. SIE HUMAS 1. 3. Melaporkan keadaan keuangan organisasi secara berkala. Melaporkan sosialisasi seluruh program yang telah ditetapkan kepada anggota. Melakukan koordinasi dengan sie yang lain. 4. 6. Mengkoordinasikan pelaksanaan program dalam manajemen keperawatan. Membantu kelancaran kegiatan. 8. 3. 3. Memeriksa dan menandatangani buku kas umum. SEKRETARIS 1. Mengeluarkan keuangan yang telah mendapat persetujuan dari ketua. Memantau keadaan ruangan dan memeriksa buku bantu keuangan. SIE DOKUMENTASI 1. 11. 4. 4. BENDAHARA 1. Membuka rapat. Bertanggung jawab penuh terhadap laporan pelaksanaan kegiatan. 3. Menandatangani surat keluar. 5. Merencanakan dan menyiapkan acara rapat pengurus. Membuat surat untuk kepentingan keluar. 10. Bertanggung jawab terhadap semua kegiatan administrasi organisasi ( surat menyurat.KETUA 1. mendokumentasikan hasil rapat. Bertanggung jawab terhadap pelaksanaan dan keberhasilan praktek klinik manajemen keperawatan. 7. seminar. Membukukan dan menyiapkan uang organisasi secara keseluruhan. Bertanggungjawab terhadap pengadaan kelengkapan berkas-berkas kegiatan. 7. lain-lain). Memimpin rapat organisasi. 2. 2. Bertanggungjawab terhadap pencatatan dan pengumpulan data yang ada. Melakukan koordinasi dengan sie yang lain. dokumentasi kegiatan organisasi. 2. Mendokumentasikan setiap kegiatan yang di lakukan. 9. Bertanggungjawab terhadap pembukuan anggaran belanja organisasi dan mempertanggungjawabkannya kepada ketua.

Memberikan leaflat dan penyuluhan pada pasien yang KRS. 5. mengikuti serah terima pasien pada shift sebelumnya. SIE ASKEP 1.patofisiologi. mengatur tenaga yang ada setiap hari. bersama ketua TIM. Melakukan koordinasi dengan sie yang lain. Melakukan koordinasi dengan sie yang lain. 10. . 3. 3. 9. 6. Mengimplementasikan Asuhan Keperawatan yang telah di buat. 3. 1. 8. Membuat rentang kendali kepala ruangan membawahi 3 ketua TIM. Mengidentifikasi jumlah perawat yang dibutuhkan berdasarkan aktifitas dan kebutuhan klien bersama ketua TIM. 2. 3. dan ketua TIM membawahi 2-3 perawat. 2. Mengatur dan mengendalikan asuhan keperawatan  Membimbing pelaksanaan asuhan keperawatan  Membimbing penerapan proses keperawatan dan menilai asuhan keperawatan. 6. transisi dan persiapan pulang. Membantu membimbing peserta didik keperawatan. JOB DESCRIPTION MODEL ASUHAN KEPERAWATAN PROFESIONAL MAKP TIM RUANG MAWAR JINGGA B RSUD SIDOARJO KEPALA RUANGAN 5. Membuat rincian tugas ketua TIM dan anggota TIM secara jelas. 4. tindakan medis yang dilakukan. mengatur penugasan atau penjadwalan.  Mengadakan diskusi untuk pemecahan masalah. 5. Membantu mengembangkan niat pendidikan dan latihan diri. program pengobatan dan mendiskusikan dengan dokter tentang tindakan yang akan dilakukan terhadap pasien. 1.SIE PKMRS 1. Mengidentifikasi tingkat ketergantungan klien: gawat. 2. 2. Membuat SAP sebelum penyuluhan. Merencanakan strategi pelaksanaan perawatan. 7. Menjaga terwujudnya visi dan misi keperawatan Rumah Sakit. Merumuskan metode penugasan yang digunakan . Merumuskan tujuan metode penugasan. membuatproses dinas. 4. Menunjukkan ketua TIM akan bertugas di ruangan masing-masing. Perencanaan. Bertanggungjawab terhadap Asuhan Keperawatan yang di rencanakan. Pengorganisasian.  Memberikan informasi kepada pasien atau keluarga yang baru masuk. Mengatur dan mengendalikan tenaga keperawatan. Mengikuti Visite dokter untukmnegetahui kondisi.dll.

mendengar laoran ketua TIM tentang pelaksanaan tugas. 6. membacadan memeriksa rencana keperawatan serta catatan yang dibuat selama dan sesudah proses keperawatan dilaksanakan (didokumentasikan). 9. 1. Pengarahan.  Pengawasan langsung dilakukan dengan cara inspeksi. 2. 2. Mengenal atau mengetahui kondisi pasien dan dapat menilai tingkat kebutuhan pasien. 5. mengamati sendiri atau melalui laporan langsung secara lisan dan memperbaiki atau mengawasi kelemahan-kelemahan yang ada saat itu juga. Menyelenggarakan konfrensi. Memberikan asuhan keperawatan pada pasien dibawah tanggung jawabnya.supervise. dan evaluasi. Mengatur penugasan jadwal post dan pakarnya. 5. ANGGOTA TIM 4. Mengatur dan mengendalikan logistik ruangan. Kerjasama dengan ketua TIM dan antar TIM. 4. 7. Melalui komunikasi. Mengembangkan kemampuan anggota. Mengatur dan mengendalikan dituasi tempat praktek. ketrampilan dan sikap. 8. 7. 11. Memberi wewenang kepada tata usaha untuk mengurus administrasi pasien. saat kepala ruangan tidak ada di tempat kepada ketua TIM.  Audit keperawatan. 6. 7. Melalui Supervisi. Membuat perencanaan. Mendelegasikan tugas. Menginformasikan hal-hal yang dianggap penting dan berhubungan dengan ASKEP pasien. Memberi motifasi dalam peningkatan pengetahuan. Identifikasi masalah dan penanganannya. Meninggkatkan kolaborasi dengan anggota TIM lain. 7. Memberi pengarahan tentang penugasan kepada ketua TIM. 10. Melibatkan bawahan sejak awal hingga akhir kegiatan. 1.  Mengevaluasi upaya pelaksanaan dan membandingkan dengan rencana keperawatan yang telah disusun bersama ketua TIM. Memberikan laporan. KETUA TIM 6. Memberi pujian kepada anggota TIM yang melakukan tugas dengan baik.6. . Mengawasi dan berkomunikasi lansung dengan ketua TIM maupun pelaksanaan mengenai asuhan keperawatan yang diberikan kepada pasien. 8. 9.  Pengawasan tidak langsung yaitu mengecek daftar hadir ketua TIM. 3. Membimbing bawahan yang mengalami kesulitan dalam melaksanakan tugasnya. 10. 8. Pengawasan. Membuat penugasan.

Aplikasi MPKP 1 Aplikasi MPKP 2 Pelaksanaan timbang terima Pelaksanaan supervisi Pelaksanaan discharge planing Pelaksanaan dokumentsi Pelaksaanaan pengelolaan obat Pelaksanaan ronde kep.GANCHART/POA PRAKTEK PROFESI MANAJEMEN KEPERAWATAN PROGRAM PROFESI NERS S-1 KEPERAWATAN STIKES BINA SEHAT PPNI MOJOKERTO 2009 No Kegiatan Minngu 1 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Minggu 2 15 16 17 18 OKTOBER Minggu 3 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 M 2 1 2 Orientasi Pembuatan jadwal klompok Pembuatan organisasi klompok Analisis situasi ruangan Role play desiminasi awal Desiminasi awal MAKP Revisi Uji coba MAKP Pembuatan rencana sistem dok. Evaluasi Penyusunan laporan untuk desiminasi akhir Desiminasi akhir Revisi Seminar 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 KETERANGAN : .

TABULASI DOKUMENTASI No Responden 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Pernyataan 1 2 2 2 1 2 2 1 1 2 2 2 2 1 2 1 1 2 2 1 3 2 2 2 2 2 1 2 2 2 4 2 2 2 2 1 2 2 2 2 5 2 2 1 2 2 1 2 2 2 6 2 2 2 2 2 2 2 2 2 7 2 2 2 2 2 1 2 2 2 8 2 2 0 2 2 0 1 2 2 9 0 2 2 2 2 1 2 1 2 10 2 2 2 1 2 0 2 1 2 .pembimbing akademik dan medik Dihadiri pembimbing akademik Uji coba MAKP 1.Tidak dihadiri pembimbing akademik Pelaksanaan MAKP Dihadiri pembimbing klinik.

Selalu : 2 Baik : B Cukup : 6 – 12 (2 Orang). Kadang-kadang : 1 Cukup : C Kurang : ≤ 5 (0 Orang). Tidak pernah : 0 Kurang : K Prosentase Dokumentasi: Baik : 11/13 x 100% = 84.10 11 12 13 2 2 2 2 2 1 0 1 2 2 2 2 2 2 2 0 2 1 2 1 2 2 2 2 2 2 0 2 2 2 2 1 2 1 2 1 0 2 0 0 Kategori penilaian dokumentasi: Keterangan : Keterangan : Baik : 13 -20 (11 Orang).4% Kurang : 0/13 x 100% = 2. DISCARD PLANNIG No Responden 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Pernyataan 1 1 2 2 1 2 2 1 2 2 1 2 0 2 2 1 2 1 0 1 1 0 2 1 2 1 2 2 3 2 2 2 1 2 1 2 1 2 2 2 2 2 4 1 2 2 2 1 2 2 2 1 0 1 1 0 5 2 2 0 2 1 0 2 1 0 1 1 0 1 6 1 2 1 0 1 2 0 1 1 2 1 1 1 7 1 2 0 1 2 1 2 1 1 1 2 1 2 8 1 1 1 1 1 1 1 2 2 1 0 1 2 9 2 2 2 2 1 1 2 1 2 1 2 1 2 10 0 1 1 1 2 2 1 0 2 1 2 2 2 Sk 12 18 12 11 14 13 13 13 14 14 13 12 18 Kategori penilaian discharge plainning : Keterangan : Keterangan : .6% Cukup : 2/13 x 100% = 15.

92% Cukup : 3/13 x 100% = 23. Selalu : 2 Baik : B Cukup : 6 – 12 (4 Orang). Tidak pernah : 0 Kurang : K Prosentase Dokumentasi: Baik : 10/13 x 100% = 76. TABULASI RONDE KEPERAWATAN No Responden 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Pernyataan 1 2 1 2 2 1 1 1 2 1 2 1 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 1 1 2 2 1 1 3 2 2 2 2 2 2 1 1 2 1 1 2 2 4 2 2 2 2 1 1 1 2 2 1 2 2 1 5 2 2 0 2 2 2 1 1 1 1 1 1 2 6 2 2 2 2 1 2 2 1 1 2 0 1 1 7 2 2 0 2 1 1 2 1 2 1 0 2 1 8 2 2 2 2 1 1 1 2 1 1 1 1 2 9 2 2 2 2 2 2 2 2 1 1 1 1 0 10 2 1 2 2 1 1 1 2 2 0 0 2 0 Sk 20 18 16 20 14 15 14 15 14 12 9 15 11 Kategori penilaian dokumentasi: Keterangan : Keterangan : Baik : 13 -20 (10 Orang).77% Kurang : 0/13 x 100% = 0% 3. Tidak pernah : 0 Kurang : K Prosentase discharge plainning: Baik : 9/13 x 100% = 69.07% Kurang : 0/13 x 100% = 0% . Kadang-kadang : 1 Cukup : C Kurang : ≤ 5 (0 Orang).23% Cukup : 4/13 x 100% = 30.Baik : 13 -20 (9 Orang). Kadang-kadang : 1 Cukup : C Kurang : ≤ 5 (0 Orang). Selalu : 2 Baik : B Cukup : 6 – 12 (3 Orang).

53% Cukup : 5/13 x 100% = 38.47% Kurang : 0/13 x 100% = 0% 5. TABULASI SENTRALISASI OBAT No Responden 1 2 Pernyataan 1 0 0 2 0 0 3 2 2 4 0 0 5 2 0 6 2 2 7 2 2 8 2 2 9 2 0 10 2 2 Sk 14 10 .4. TABULASI SUPERVISI No Responden 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Pernyataan 1 1 2 1 1 1 1 2 2 1 1 2 2 2 2 1 2 1 1 2 2 1 1 2 1 2 2 2 3 2 2 1 2 1 2 1 2 2 2 2 1 2 4 1 2 1 1 2 1 1 2 1 1 2 1 2 5 1 2 1 1 2 1 1 2 2 1 2 2 2 6 1 2 1 1 1 1 1 2 2 1 1 2 2 7 1 2 1 1 2 2 1 2 2 2 1 2 2 8 1 2 1 1 2 2 1 2 1 1 2 2 2 9 1 2 1 1 2 1 1 1 2 2 2 2 2 10 1 1 1 1 2 2 2 2 1 0 1 2 2 Sk 11 19 10 11 17 15 12 18 16 12 17 18 20 Kategori penilaian dokumentasi: Keterangan : Keterangan : Baik : 13 -20 (8 Orang). Kadang-kadang : 1 Cukup : C Kurang : ≤ 5 (0 Orang). Tidak pernah : 0 Kurang : K Prosentase Dokumentasi: Baik : 8/13 x 100% = 61. Selalu : 2 Baik : B Cukup : 6 – 12 (5 Orang).

TABULASI TIMBANG TERIMA YATAAN 3 1 1 1 1 1 1 1 4 1 1 1 1 1 1 1 5 1 1 1 1 6 1 1 1 1 7 1 1 1 1 1 1 1 8 1 1 1 1 1 1 1 9 1 1 1 1 10 1 1 1 1 11 1 1 1 1 O 1 1 12 1 1 1 1 1 1 1 13 1 1 1 1 1 0 1 14 1 1 1 1 1 1 1 15 1 1 1 0 1 0 1 16 1 1 1 1 0 1 1 17 1 1 1 1 1 1 1 18 1 1 1 1 1 1 1 19 1 1 1 1 1 1 0 20 1 1 1 1 0 1 1 SKORE 20 20 20 19 12 18 18 O O 1 1 1 1 O O 1 1 1 1 . Kadang-kadang : 1 Cukup : C Kurang : ≤ 5 (0 Orang). Tidak pernah : 0 Kurang : K Prosentase Dokumentasi: Baik : 8/13 x 100% = 61. Selalu : 2 Baik : B Cukup : 6 – 12 (5 Orang).47% Kurang : 0/13 x 100% = 0% 6.3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 2 0 0 0 0 2 1 2 2 1 1 2 0 0 0 0 2 2 1 2 2 2 2 0 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 0 0 0 2 2 2 2 2 2 2 0 0 0 0 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 1 1 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 1 2 2 1 2 2 0 2 2 0 0 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 1 20 12 10 10 8 17 18 18 20 17 16 Kategori penilaian dokumentasi: Keterangan : Keterangan : Baik : 13 -20 (8 Orang).53% Cukup : 5/13 x 100% = 38.

Kurang : K Prosentase Dokumentasi: Baik : 11/13 x 100% = 84.1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 20 10 17 19 18 20 Kategori penilaian dokumentasi: Keterangan : Keterangan : Baik : 13 -20 (11 Orang).62% Cukup : 2/13 x 100% = 15.38% Kurang : 0/13 x 100% = 0% 7. Tidak dilakukan : 0 Cukup : C Kurang : ≤ 5 (0 Orang). TABULASI MAKP TIM No Responden 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Pernyataan 1 1 2 2 1 2 1 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 1 2 2 2 2 2 1 2 2 3 1 2 0 1 2 2 1 2 2 2 2 2 4 1 2 2 1 2 1 1 2 2 2 1 2 5 1 2 1 1 1 1 1 2 2 1 2 1 6 1 2 1 1 2 2 1 2 2 1 2 2 7 1 1 1 1 2 2 1 2 2 2 1 1 8 1 2 1 1 2 2 1 1 2 1 2 2 9 1 1 2 1 2 2 1 2 2 2 2 2 10 1 2 1 1 2 1 2 2 2 1 2 2 Sk 10 18 13 10 19 16 13 19 20 15 18 18 . Dilakukan : 1 Baik : B Cukup : 6 – 12 (2 Orang).

6 15. Tidak pernah : 0 Kurang : K Prosentase Dokumentasi: Baik : 11/13 x 100% = 84.4 0 100 Sebagian besar responden yaitu 11 responden (84.62% Cukup : 2/13 x 100% = 15.13 1 2 1 2 2 1 2 1 2 1 15 Kategori penilaian dokumentasi: Keterangan : Keterangan : Baik : 13 -20 (11 Orang). .38% Kurang : 0/13 x 100% = 0% 1.6%). Kadang-kadang : 1 Cukup : C Kurang : ≤ 5 (0 Orang). Selalu : 2 Baik : B Cukup : 6 – 12 (2 Orang).DOKUMENTASI Kriteria Baik Cukup Kurang Total Frekuensi 11 2 0 13 prosentase 84.

23%). RONDE KEPERAWATAN Kriteria Baik Cukup Kurang Total Frekuensi 10 3 0 13 prosentase 76.DISCARD PLANNIG Kriteria Baik Cukup Kurang Total Frekuensi 9 4 0 13 prosentase 69.92 23. .77 0 100 Sebagian besar responden yaitu 9 responden (69.07 0 100 Sebagian besar responden yaitu 10 responden (76.23 30.2. 3.92%).

.4.53 38.SUPERVISI Kriteria Baik Cukup Kurang Total Frekuensi 8 5 0 13 prosentase 61.53%).47 0 100 Sebagian besar responden yaitu 8 responden (61.

53 38.62 15.5. .62%).38 0 100 Sebagian besar responden yaitu11responden 84.53%). TIMBANG TERIMA Kriteria Baik Cukup Kurang Total Frekuensi 11 2 0 13 prosentase 84. SENTRALISASI OBAT Kriteria Baik Cukup Kurang Total Frekuensi 8 5 0 13 prosentase 61.47 0 100 Sebagian besar responden yaitu 8 responden (61. 6.

7.62 15.38 0 100 Sebagian besar responden yaitu11responden 84.62%). MAKP Kriteria Baik Cukup Kurang Total Frekuensi 11 2 0 13 prosentase 84. PROPOSAL KEGIATAN PENYELANGGARAAN RONDE KEPERAWATAN DI RUANG MAWAR JINGGA B1 RSUD SIDOARJO .

3. Salah satu tujuan dari kegiatan ronde keperawatan adalah meningkatkan kepuasan klien terhadap pelayanan keperawatan. PP dan konselor melakukan diskusi Konselor memfasilitasi kreatifitas Konselor membantu mengembangkan kemampuan PA. 2. Menumbuhkan cara berfikir kritis dan sistimatis dalam pemecahan masalah keperawatan klien Memberikan tindakan yang berorientasi pada masalah keperawatan klien Meningkatkan kemampuan validitas data pasien. 2. Pengertian Ronde keperawatan adalah suatu bagian kegiatan asuhan keperawatan dengan membahas kasus tertentu dengan harapan adanya transfer pengetahuan dan aplikasi pengetahuan secara teoritis kedalam praktek keperawatan secara langsung yang dilakukan oleh perawat konselor. 5. PP dalam meningkatkan kemampuan mengatasi masalah. Salah satu komponen MAKP yang dilakukan untuk pencarian solusi dari permasalahan pasien adalah ronde keperawatan Pelayanan keperawatan yang perlu dikembangkan untuk mencapai hal tersebut adalah dengan ronde keperawatan. Karakteristik :      Pasien dilibatkan secara langsung Pasien merupakan fokus kegiatan. 1. Salah satu bentuk pelayanan keperawatan yang profesional tersebut dengan memperhatikan seluruh keluhan yang dirasakan klien kemudian mendiskusikannya dengan tim keperawatan untuk merencanakan pemecahan masalahnya. Selain itu. Meningkatkan kemampuan menilai hasil kerja. perawat mampu : 1.3. Meskipun sudah diberikan asuhan keperawatan secara baik dan benar terkadang pasien memiliki masalah keperawatan yang perlu penatalaksanaan secara multidisiplin yang melibatkan banyak pihak. kepala ruangan. Meningkatkan kemampuan memodifikasi rencana asuhan keperawatan Melaksanakan asuhan keperawatan secara menyeluruh. 6. Tujuan 1. .1 Tujuan Umum : Setelah dilakukan ronde keperawatan masalah keperawatan yang dialami klien dapat diatasi. 8.1. 4. Meningkatkan kemampuan menentukan diagnosa keperawatan. kabid keperawatan dengan melibatkan seluruh tim keperawatan.2 Tujuan Khusus : Setelah dilaksanakan ronde keperawatan. Dimana ronde keperawatan merupakan sarana bagi perawat baik perawat primer maupun perawat assosiate untuk membahas masalah keperawatan yang terjadi pada klien yang melibatkan klien dan seluruh tim keperawatan termasuk konsultan keperawatan. dalam pemberian asuhan keperawatan profesional sebagai perawat kita harus memberikan asuhan keperawatan secara komprehensif.3. 7. PA. Adapun kriteria klien yang dilakukan ronde adalah klien yang mempunyai masalah keperawatan yang belum teratasi meskipun sudah dilakukan tindakan keperawatan dan pasien dengan kasus baru atau langka. Pelayanan keperawatan pada klien secara profesional dapat membantu klien dalam mengatasi masalah keperawatan yang dihadapi klien. MA. Diharapkan dari penatalaksanaan ini pencapaian dalam pemberian asuhan keperawatan secara komprehensif dapat dicapai. 3. Meningkatkan kemampuan justifikasi. Pendahuluan.

2 Bagi Perawat : 1. Menciptakan komunitas keperawatan profesional. 2. 5.Kep Kepala Tim Pagi: Dia Metasari. Memenuhi kebutuhan pasien 1. S. Dapat meningkatkan kemampuan kognitif. Pengorganisasian Kepala Ruangan : Hernowo Budi Setiawan. Manfaat 1.Kep Kepala Tim Malam : Didik Mardianto.Kep PA Pagi : Amar Akbar.4. S.4. S.4.1 Bagi Pasien : 1.Kep Kepala Tim Siang :Eka Dian Safitri. S. Menjalin kerjasama tim 3. afektif dan psikomotor perawat.Kep Eka Nur.3 Bagi rumah sakit : Meningkatkan mutu pelayanan di rumah sakit. 2. S.Kep Tim Gizi : Nur Ittikafiah. Membantu menyelesaikan masalah pasien sehingga mempercepat masa penyembuhan.Kep . S.4. 1. S. Memberikan perawatan secara profesional dan efektif kepada pasien 3.

ALUR RONDE KEPERAWATAN .

29 Oktober 2009 Tempat : Ruang Observasi Mawar Jingga B1 7.6. Materi : o Pengertian ronde keperawatan o Karakteristik o Langkah-langkah kegiatan ronde keperawatan o Peran masing-masing perawat (terlampir) . Pelaksanaan : Hari / tanggal : Kamis. Metode : o o Diskusi Demonstrasi II.

Menjelasakan hasil yang didapat . Pasca ronde   Evaluasi pelaksanaan ronde Revisi dan perbaikan VI. Evaluasi : o Persiapan ronde keperawatan o Pelaksanaan ronde keperawatan o Peran masing-masing tim dalam pelaksanaan ronde keperawatan o tingkat kepuasan klien. Pra ronde       Menentukan kasus dan topik Menetukan tim ronde Membuat imformed konsent Membuat pre planing Diskusi Mencari sumber atau literatur 2.III. IV) IV. Alat Bantu : o Ruang perawatan sebagai sarana diskusi o Status klien o Alat bantu demonstrasi V. Peran PA dan PP     Menjelaskan keadaan dan data demografi pasien Menjelaskan masalah keperawatan utama Menjelaskan intervensi yang dilakukan. Ronde   Diskusi Demonstrasi 3. Peran masing-masing tim : 1. Langkah-lankah kegiatan Ronde keperawatan : 1. Peserta : Peserta ronde keperawatan meliputi : o o o o o o o o o Mahasiswa Program Studi S1 Ilmu Keperawatan yang ditunjuk sebagai kepala ruangan. VII. Perawat primer Perawat assosiate Pembimbing pendidikan Pembimbing lapangan Kepala ruangan Wakil kepala ruangan Perawat pelaksana Mahasiswa praktik lainnya (D 3 dan D.

Mengarahkan dan koreksi Mengintegrasikan konsep dan teori yang telah di pelajari. Perawat ruangan Waktu : 60 menit I. PP lain.   Menentukan tindakan selanjutnya Menjelaskan alasan ilmiah tindakan yang diambil. Surabaya. S / tahun Peserta : PP. PA. 2. Mahasiswa D 3 Keperawatan dan Ners. . Sasaran : Ny. Menggali masalah-masalah pasien yang belum terkaji. Peran Perawat konselor :      Memberikan justifikasi Memberikan reinforcement Menilai kebenaran dari masalah dan intervensi keperawatan serta rasional tindakan. SOETOMO SURABAYA Topik : Askpe klien dengan Cardiomyopati. 4 November 2002 Kepala Ruangan Perawat primer RENCANA APLIKASI RONDE KEPERAWATAN KLIEN DENGAN CARDIOMYOPATI DI RUANG KARDIOLOGI KELAS II WANITA RSUD Dr. Tujuan o Tujuan Umum Menyelesaikan masalah-masalah keperawatan klien yang belum teratasi.

pendidikan . Khoiriyatul VIII. Proses Ronde Keperawatan 1. Media o o o Makalah Sarana diskusi Materi yang disampaikan secara lisan VII. David A Mandala o PA : Rahayu Budi Utami. Sasaran Ny. Mampu mengadakan justifikasi terhadap rencana dan tindakan keperawatan yang dilakukan. Materi o o Konsep dasar Cardiomyopati. V. Metode : Diskusi VI. 5. “S” umur tahun. 3. Mampu merumuskan intervensi keperawatan yang tepat mengenai masalah klien 4. Ronde 1. (terlampir).o Tujuan Khusus 1. Diskusi . Pra ronde 1. Menentukan kasus dan topik Menentukan tim ronde Membuat inform consent Mencari literatur Diskusi 2. Askep klien dengan Cardiomyopati. Tim Ronde o Kepala Ruangan : Ridawati Sulaeman o PP : Siswanto. Pelaksanaan Hari / tanggal : Selasa. 5 November 2002 Tempat : Ruang Kardiologi kelas II Wanita RSUD Dr. II. Soetomo Surabaya. Subhan o Notulen : R. Tim keperawatan mampu menggali masalah-masalah klien yang belum teratasi 2. Mampu mengemukakan alasan ilmiah terhadap masalah keperawatan klien 3. 4. 2. pekerjaan : Ibu rumah tangga III. Mampu mendesiminasikan tindakan yang tepat sesuai dengan masalah klien 5. IV.

2. Pemberian pendidikan kesehatan. Perawat Primer Pasien & keluarga memperhatikan Mengajarkan kepada keluarga pasien tentang penghitungan in take dan out put cairan 3 10 menit Memberitahu pasien dan keluarga untuk membatasi makanan yang mengandung natrium Perawat Assosiate Diskusi dan tanya jawab Keluarga mencoba apa yang sudah diajarkan Penutup   Ucapan terima kasih Memberi salam Bertanya . Ruangan Memberi salam Menyampaikan tujuan ronde keperawatan Mendengarkan Penyajian masalah : 2 10 menit    Menyampaikan masalah yang sudah terselesaikan Menentukan masalah yang belum terselesaikan Implimentasi yang sudah dilaksanakan. Mekanisme Kegiatan No Waktu Kagiatan Pemeran Pasien 1 5 menit Pembukaan : o o Ka. Revisi dan perbaikan IX. 3. Pasca Ronde 1. Evaluasi pelaksanaan ronde 2.

   Evaluasi Bagaimana koordinasi persiapan dan pelaksanaan ronde keperawatan Bagaimana peran PP-PA saat ronde keperawatan Membuat umpan balik yang sudah dikerjakan .4 Perawat konsuler 5 20 menit Ka. Ruangan 5 menit Mendengarkan dan menjawab salam X.

Salah satu komponen MAKP yang dilakukan untuk pencarian solusi dari permasalahan pasien adalah ronde keperawatan Pelayanan keperawatan yang perlu dikembangkan untuk mencapai hal tersebut adalah dengan ronde keperawatan. 5. Salah satu bentuk pelayanan keperawatan yang profesional tersebut dengan memperhatikan seluruh keluhan yang dirasakan klien kemudian mendiskusikannya dengan tim keperawatan untuk merencanakan pemecahan masalahnya. Meningkatkan kemampuan menilai hasil kerja. Meningkatkan kemampuan memodifikasi rencana asuhan keperawatan Melaksanakan asuhan keperawatan secara menyeluruh. Diharapkan dari penatalaksanaan ini pencapaian dalam pemberian asuhan keperawatan secara komprehensif dapat dicapai. .1 Bagi Pasien : 4. Selain itu. 6. Manfaat 1. 3. Tujuan 1. dalam pemberian asuhan keperawatan profesional sebagai perawat kita harus memberikan asuhan keperawatan secara komprehensif. Pelayanan keperawatan pada klien secara profesional dapat membantu klien dalam mengatasi masalah keperawatan yang dihadapi klien. 8. 4. Meningkatkan kemampuan justifikasi. Meningkatkan kemampuan menentukan diagnosa keperawatan. 7. Adapun kriteria klien yang dilakukan ronde adalah klien yang mempunyai masalah keperawatan yang belum teratasi meskipun sudah dilakukan tindakan keperawatan dan pasien dengan kasus baru atau langka.1 Tujuan Umum : Setelah dilakukan ronde keperawatan masalah keperawatan yang dialami klien dapat diatasi.4.3. Membantu menyelesaikan masalah pasien sehingga mempercepat masa penyembuhan. 10. Pendahuluan. Menumbuhkan cara berfikir kritis dan sistimatis dalam pemecahan masalah keperawatan klien Memberikan tindakan yang berorientasi pada masalah keperawatan klien Meningkatkan kemampuan validitas data pasien. Dimana ronde keperawatan merupakan sarana bagi perawat baik perawat primer maupun perawat assosiate untuk membahas masalah keperawatan yang terjadi pada klien yang melibatkan klien dan seluruh tim keperawatan termasuk konsultan keperawatan. 2.PROPOSAL KEGIATAN PENYELANGGARAAN RONDE KEPERAWATAN DI RUANG MAWAR JINGGA B1 RSUD SIDOARJO 8.2 Tujuan Khusus : Setelah dilaksanakan ronde keperawatan. 1. Meskipun sudah diberikan asuhan keperawatan secara baik dan benar terkadang pasien memiliki masalah keperawatan yang perlu penatalaksanaan secara multidisiplin yang melibatkan banyak pihak. 9.3. Salah satu tujuan dari kegiatan ronde keperawatan adalah meningkatkan kepuasan klien terhadap pelayanan keperawatan. perawat mampu : 1.

5.2 Bagi Perawat : 4. Memberikan perawatan secara profesional dan efektif kepada pasien 6. Memenuhi kebutuhan pasien 1. Peserta Peserta ronde keperawatan meliputi Mahasiswa Program Studi S1 Ilmu Keperawatan yang ditunjuk sebagai : Kepala ruangan Kepala Tim pagi Kepala Tim siang Kepala Tim malal Tim Gizi (Role Play) Perawat Pelaksana 1. afektif dan psikomotor perawat.4. 11. Pembimbing lapangan 15.3 Bagi rumah sakit : Meningkatkan mutu pelayanan di rumah sakit. 29 Oktober 2009 Tempat : Ruang Observasi Mawar Jingga B1 12. o o o o o o 2. 1.4. Materi o o o o Pengertian ronde keperawatan Karakteristik Langkah-langkah kegiatan ronde keperawatan Peran masing-masing perawat (terlampir) 14. Alat Bantu o o o Ruang perawatan sebagai sarana diskusi Status klien Alat bantu demonstrasi . Pembimbing pendidikan 3. Metode o o Diskusi Demonstrasi 13. Pelaksanaan Hari / tanggal : Kamis. Menciptakan komunitas keperawatan profesional.5. Dapat meningkatkan kemampuan kognitif. Menjalin kerjasama tim 6.

S.Kep KONSEP DASAR RONDE KEPERAWATAN VIII.16.Kep Kepala Tim Pagi: Dia Metasari. S. S. Ronde   Diskusi Demonstrasi 6. Pengorganisasian Kepala Ruangan : Hernowo Budi Setiawan.Kep Kepala Tim Malam : Amar Akbar. Pra ronde       Menentukan kasus dan topik Menetukan tim ronde Membuat imformed konsent Membuat pre planing Diskusi Mencari sumber atau literatur 5. Pasca ronde   Evaluasi pelaksanaan ronde Revisi dan perbaikan . S.Kep Deddy K.Kep Kepala Tim Siang :Eka Dian Safitri. S.Kep PA Pagi : Didik Mardianto. S.Kep Tim Gizi : Nur Ittikafiah. Evaluasi : o o o Persiapan ronde keperawatan Pelaksanaan ronde keperawatan Peran masing-masing tim dalam pelaksanaan ronde keperawatan 17. S. Langkah-lankah kegiatan Ronde keperawatan : 4.

4. Surabaya. Menjelasakan hasil yang didapat Menentukan tindakan selanjutnya Menjelaskan alasan ilmiah tindakan yang diambil. X. SOETOMO SURABAYA Topik : Askpe klien dengan Cardiomyopati.IX. 4 November 2002 Kepala Ruangan Perawat primer Ridawati Sulaeman Siswanto RENCANA APLIKASI RONDE KEPERAWATAN KLIEN DENGAN CARDIOMYOPATI DI RUANG KARDIOLOGI KELAS II WANITA RSUD Dr. Menggali masalah-masalah pasien yang belum terkaji. Peran masing-masing tim : 3. Peran PA dan PP        Menjelaskan keadaan dan data demografi pasien Menjelaskan masalah keperawatan utama Menjelaskan intervensi yang dilakukan. Mengarahkan dan koreksi Mengintegrasikan konsep dan teori yang telah di pelajari. Peran Perawat konselor :      Memberikan justifikasi Memberikan reinforcement Menilai kebenaran dari masalah dan intervensi keperawatan serta rasional tindakan. Evaluasi : o Persiapan ronde keperawatan o Pelaksanaan ronde keperawatan o Peran masing-masing tim dalam pelaksanaan ronde keperawatan o tingkat kepuasan klien. .

PP lain. Mampu merumuskan intervensi keperawatan yang tepat mengenai masalah klien 4. pekerjaan : Ibu rumah tangga XIII. Khoiriyatul . Media o o o Makalah Sarana diskusi Materi yang disampaikan secara lisan XVII. XIV. XII. XV. Mahasiswa D 3 Keperawatan dan Ners. (terlampir). 5 November 2002 Tempat : Ruang Kardiologi kelas II Wanita RSUD Dr. Materi o o Konsep dasar Cardiomyopati. Perawat ruangan Waktu : 60 menit XI. Sasaran Ny. Tim Ronde o Kepala Ruangan : Ridawati Sulaeman o PP : Siswanto. Askep klien dengan Cardiomyopati. Metode : Diskusi XVI. Mampu mendesiminasikan tindakan yang tepat sesuai dengan masalah klien 5. Tujuan o Tujuan Umum Menyelesaikan masalah-masalah keperawatan klien yang belum teratasi. Soetomo Surabaya. Mampu mengemukakan alasan ilmiah terhadap masalah keperawatan klien 3. Pelaksanaan Hari / tanggal : Selasa. “S” umur tahun. PA. pendidikan . S / tahun Peserta : PP. Mampu mengadakan justifikasi terhadap rencana dan tindakan keperawatan yang dilakukan. David A Mandala o PA : Rahayu Budi Utami.Sasaran : Ny. Tim keperawatan mampu menggali masalah-masalah klien yang belum teratasi 2. o Tujuan Khusus 1. Subhan o Notulen : R.

2. 3. 2.XVIII. Pasca Ronde 1. Revisi dan perbaikan XIX. Ronde 1. 3. Pra ronde 1. Evaluasi pelaksanaan ronde 2. Menentukan kasus dan topik Menentukan tim ronde Membuat inform consent Mencari literatur Diskusi 2. 5. Proses Ronde Keperawatan 1. Mekanisme Kegiatan No Waktu Kagiatan Pemeran Pasien 1 5 menit Pembukaan : o o Ka. Ruangan Memberi salam Menyampaikan tujuan ronde keperawatan Mendengarkan Penyajian masalah : 2 10 menit    Menyampaikan masalah yang sudah terselesaikan Menentukan masalah yang belum terselesaikan Implimentasi yang sudah dilaksanakan. Perawat Primer Pasien & keluarga memperhatikan Mengajarkan kepada keluarga pasien tentang penghitungan in take dan out put cairan 3 10 Memberitahu pasien dan keluarga untuk membatasi makanan yang mengandung natrium Perawat Keluarga mencoba apa yang sudah diajarkan . Diskusi Pemberian pendidikan kesehatan. 4.

2. Ruangan 5 menit Mendengarkan dan menjawab salam XX. 3. dan KATIM dalam meningkatkan kemampuan dalam melakukan kemampuan mengatasi masalah. perawat Asocciate yang perlu juga melibatkan seluruh anggota tim kesehatan (Nursalam.menit Assosiate Diskusi dan tanya jawab Penutup   Ucapan terima kasih Memberi salam Bertanya 4 Perawat konsuler 5 20 menit Ka. 4. KARU dan seluruh anggota tim kesehatan lain melakukan diskusi bersama Konselor mempasilitasi kreativitas Konselor membantu mengembangkan kemampuan PA. 5.KATIM. Pasien dilibatkan secara langsung Pasien merupakan Fokus kegiatan PA. Pada kasus tertentu yang harus dilakukan oleh ketua tim dan atau konselor. kepala ruangan.    Evaluasi Bagaimana koordinasi persiapan dan pelaksanaan ronde keperawatan Bagaimana peran PP-PA saat ronde keperawatan Membuat umpan balik yang sudah dikerjakan Konsep Dasar Ronde Keperawatan 1. 2. Karakteritis 1. .2002). Definisi Ronde keperawatan adalah kegiatan yang bertujuan untuk mengatasi masalah keperawatan pasien yang dilaksanakan oleh perawat disamping melibatkan pasien untuk membahas dan melaksanakan asuhan keperawatan.

3. mengintegrasikan teori dan konsep yang telah dipelajari. Meningkatkan kemampuan untuk memodifikasi rencana keperawatan. Penyakit kronis Penyakit dengan komplikasi Penyakit akut Masalah keperawatan belum teratasi 4. Katim dan perawat associate menjelaskan keadaan diagnosis medis dan data umum penderita. 2. Peran 1. menilai kebenaran dari suatu masalah intervensi keperwatan serta tindakan yang rasional. 2. . 4. Menumbuhkan cara berpikir kritis dan ilmiah. Meningkatkan validitas data klien. 5. Tujuan 1. 5. menjelaskan masalah keperawatan penderita. mengarahkan dan koreksi. Katim dan konselor memberikan justifikasi dan reinforcement. 4. Kriteria klien 1. Menumbuhkan pemikiran tentang tindakan keperawatan yang sesuai dengan masalah klien. 2.3. menjelaskan alasan ilmiah tindakan yang akan diambil. menjelaskan intervensi yang belum dan akan dilaksanakan. Meningkatkan kemampuan dalam menilai hasil kerja. 3.

.

2. Persiapaan ronde keperawatan 1. Pemberian informed concent pada penderita / keluarga. Pelaksanaan . Penetapan kasus.Gambar 3.3 : Alur ronde keperawatam 6. minimal satu hari sebelum waktu pelaksanaan ronde. Langkah-Langkah Ronde Keperawatan 1. 2.

Didik Mardiyanto. . 3. 2.1. Diskusi antar anggota tim kasus tersebut.Kep.Kep. 3. Pemberian justifikasi oleh katim atau kepala ruangan tentang masalah penderita serta rencana kegiatan yang akan dilakukan. Tindakan keperawatan pada masalah prioritas yang telah dan akan ditetapkan. S. Penjelasan tentang penderita oleh perawat primer yang difokuskan pada masalah keperawatan dan rencana kegiatan yang akan dan atau telah dilaksankaan dan memilih prioritas yang perlu didiskusikan. S. 4. Pasca ronde Mendiskusikan hasil temuan pada penderita tersebut serta menetapkan tindakan yang perlu dilakukan Persiapan Pelaksanaan Ronde Keperawatan Penanggung jawab : Dia Metasari.

Melaksanakan ronde keperawatan bersama-sama kepala ruangan dan staf keperawatan. Penjelasan tentang klien oleh ketua tim dalam hal ini penjelasan difokuskan pada masalah keperawatan dan intervensi yang telah dilaksanakan tetapi belum mampu mengatasi masalah pasien Diskusi antar anggota tim tentang kasus tersebut. Katim. S. Menetapkan kasus yang akan di rondekan. SKM. 2. Kep. Mendokumentasikan hasil pelaksanaan ronde keperawatan. Kriteria hasil: 1.Kep.Kep. Pembagian peran : Karu. S. S. Perawat dapat : . S. Perawat pelaksana : Didik Mardiyanto. 6. Kep. Proses     Melaksanakan ronde keperawatan bersama-sama Kepala ruangan. Deddy Kurniawan.Ns.Pembimbing klinik : Puji Andayani. termasuk menghubungi pihak-pihak terkait dalam pelaksanaan ronde keperawatan.Ns.Kep. ruang observasi mawar jingga B1 mampu menerapkan prosedur ronde keperawatan secara optimal. 3. Rencana strategis : 1.Kep. dan perawat pelaksana. menghubungi konsultan. S.Kep. Ifa Roifah. dll). Persiapan perlengkapan ronde keperawatan (klien yang akan dirondekan. S. Tujuan : Diharapkan setelah dilakukan praktek manajemen keperawatan oleh mahasiswa STIKES Bina Seat PPNI Mojokerto. PA.Ns. informed concent. Hasil   Dapat dirumuskan tindakan keperawatan untuk menyelesaikan masalah pasien Hasil diskusi yang disampaikan dapat ditindak lanjuti dan dilaksanakan. Kep. ketua tim. Menyiapkan petunjuk teknis pelaksanaan ronde keperawatan. 29 Okteber 2009 Pengorganisasian Peran Kepala ruangan : Chaterina Janes. Katim Malam : Nur Ittikafiah. S.Kep. Struktur :     Menentukan penanggung jawab ronde keperawatan. 5. S. Menentukan penderita yang akan dijadikan subyek ronde keperawatan Menentukan strategi ronde keperawatan yang akan digunakan. 4. S. 3. Pembimbing akademik : Dwi Basuki. Menentukan materi dalam pelaksanaan ronde keperawatan. 2. Katim Pagi : Dia Metasari. Pemberian masukan solusi tindakan yang lain yang mampu mengatasi masalah klien tersebut. Katim Siang : Eka Dian Safitri. Waktu pelaksanaan : Kamus.

Meningkatkan kemampuan memodifikasi rencana asuhan keperawatan. Sehubungan dengan pelaksanaan praktik profesi Manajemen Keperawatan Mahasiswa S1 Keperawatan STIKES BINA SEHAT PPNI Kab..        Menumbuhkan cara berfikir yang kritis. Meningkatkan kemampuan menilai hasil kerja... : 002/KEL BI-2/STIKES PPNI/2009 Hal : Undangan Lampiran : - Kepada :.. Meningkatkan kemampuan justifikasi.. Sidoarjo. Meningkatkan kemampuan validitas data klien..00 WIB Tempat : Ruang Observasi Mawar Jingga B RSUD Sidoarjo.. atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih.. maka dengan ini kami mohon kehadiran Bapak/Ibu pada : Hari/tanggal : Kamis / 29 Oktober 2009 Pukul : 09. MOJOKERTO. Meningkatkan cara berfikir yang sistematis. Meningkatkan kemampuan menentukan diagnosa keperawatan. praktIk PROFESI manajemen keperawaTAN program studi S1 KEPERAWATAN STIKES BINA SEHAT PPNI di ruang OBSERVASI MAWAR JINGGA B RSUD SIDOARJO No. Di Tempat Dengan hormat. Yth. Menumbuhkan pemikiran tentang tindakan keperawatan yang berorientasi pada masalah klien. 28 Oktober 2009 . Bapak/Ibu/Saudara. Acara : Sosialisasi Ronde Keperawatan Demikian undangan ini kami sampaikan..

6. 3.KM.Ns NIP : 19650422 198501 2 002 DAFTAR HADIR PELAKSANAAN RONDE KEPERAWATAN PRAKTIK MANAJEMEN KEPERAWATAN STIKES BINA SEHAT PPNI Hari / tanggal : Kamis. S. 7.Kep NIM : 200511021 Mengetahui.Kep. 2. NAMA TANDA TANGAN .S. 9. 5. S.Kep NIM : 200511003 Eka Dian Safitri. 29 Oktober 2009 NO 1. 4. S. 8. Kepala Ruang Mawar Jingga B RSUD Sidoarjo Puji Andayani.Ketua Sekretaris Amar Akbar.

14.10. 13.Intervensi yang sudah dilakukan. STRATEGI PELAKSANAAN RONDE KEPERAWATAN 1. 12. Pasien : An. 16.Validasi data.Menjelaskan ronde keperawatan . . 19. “R” NURSE STATION Kepala ruangan : Assalamu’alaikum. 17. 20. sebelum kita melakukan ronde keperawatan marilah kita ucapkan puji syukur atas kehadirat ALLAH SWT. PRE KONFERENS Job Discription Kepala ruangan : Membuka dan fasilitator Katim : . . 15. Kepada katim dipersilahkan menjelaskan kondisi pasien. “R” dengan diagnosa medis POST LAPARATOMI DAN COLOSTOMI. 11.Menjelaskan data. Karena dengan karuniaNYA kita dapat berkumpul disini. . 18. Pada pagi hari ini akan dilakukan ronde keperawatan pada pasien An.

Katim Pagi : Assalamu’alaikum. Terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada saya untuk menjelaskan kondisi An. “R”. Kondisi An. “R” saat ini post op laparatomi dan colostomi, pasien mengatakan masih terasa nyeri pada luka bekas operasi. Demikian yag dapat saya sampaikan tentang kondisi An. “R” Kepala ruangan : Terima kasih untuk katim pagi yang telah menyampaikan kondisi dari An. “R”, mungkin ada yang menambahkan dari tim lain untuk validasi data. Kalau tidak ada yang menambahkan mari kita langsung saja ke pasien. 2. KONFERENS Kepala ruangan : Assalamu’alaikum... Bagaimana keadaan Romi pagi ini? Apakah masih terasa nyeri pada luka bekas operasi nya?. Sesuai dengan janji yang kita sepakati kemarin, bahwa hari ini akan dilakukan ronde keperawatan. Tujuan ronde keperawatan ini adalah menyelesaikan masalah kesehatan Romi yang belum terselesaikan. Perkenalkan kepada katim pagi yaitu ada perawat Meta dengan perawat pelaksana mas Didik dan Mas Dedy, katim siang yaitu perawat Dian, katim malam ada perawat Nur, tim gizi mbak dewi. Katim pagi : Bapak, Ibu.. dari tim kami akan melakukan ronde keperawatan. Ronde keperawata itu sendiri adalah menyelesaikan masalah yang dialami oleh pasien yang belum terselesaikan saat ini. Apa yang jadi keluhan romi saat ini? Px danromi keluarga : Nyeri pada luka bekas operasi (wajah menyeringai kesakitan sambil memegang luka post op). Kenapa luka bekas opersinya tidak kering-kering ya.. mbak?. Katim pagi : Iya Bu, masalah tersebut merupakan masalah yang muncul pada Romi. Luaka bekas operasi pada tidak kering- kering disebabkan terjadinya infeksi yang ditandai dengan adanya nanah (gangguan intregitas kulit) Pasien : Ko’ bisa.. kenapa?. Katim pagi : Kondisi ini memang mudah terjadi pada pasien-pasien yang setelah operasi seperti Romi ini, hal ini bisa disebabkan nutrisi atau makanan yang masuk kurang, kurang minum, kebersihan diri dan perawatan luka, aktivitas yang kurang. Apakah Romi mengalami hal itu? Keluarga pasien : Iya mbak, apakah ada makanan khusus yang harus dimakan oleh Romi? Atau makanan pantangannya?. Katim pagi : Pada dasarnya tidak ada makanan pantangan untuk Romi, maka dari itu untuk lebih jelasnya akan dijelaskan dari tim gizi. Tim gizi :Romi boleh makan semua jenis makanan yang ada, misalnya putih telur, daging, ikan kutuk boleh makan daging itu sangat baik untuk pencernaan karena mengandung banyak protein. Romi tadi sudah makan apa belum, apakah makanannya tadi dimakan sampai habis? Misalnya makanan yang Romi makan dalam satu porsi tadi tidak habis jangan langsung dibuang sisanya karena itu bisa dimakan lagi nanti. Kondisi Romi saat ini kan masih sakit, maka dari itu secara langsung tidak bisa menghabiskan makanan itu seperti orang yang sehat. Makanan tadi bisa dimakan dalam 3 kali. Romi boleh makan semua makanan tetapi untuk sementara ini Romi tidak boleh makan-makanan yang keras karena dapat menyebabkan gas lambung dan perut menjadi kembung. Misalnya makanan yang pedas dari cabe, jahe, merica. Untuk sementara jangan dulu. Jika ibu memasak yang bumbunya seperti yang saya katakan tadi sedikit saja. Kalau dari sayur-sayuran itu yang tidak boleh dimakan dulu adalah dari sayur sawi, tewel, rebung, gubis karena makanan itu bisa menyebabkan gas lambung juga perut jadi kembung dan sulit dicerna serta termasuk makanan yang kasar. Jika dari buah-buahan yang tidak boleh dimakan dulu seperti buah nanas dan durian karena sangat panas dan dapat meningkatkan gas lambung sehinga tidak bagus dalam proses penyembuhan. Akan tetapi semua makanan boleh dimakan agar proses dari penyembuhan luka juga bisa cepat sembuh. Romi, boleh makan buah-buahan pepaya atau pisang dan juga susu jika karena banyak mengandung vitamin. Jika ada ikan kutuk boleh dimasak dengan cara dikukus lalu di ambil dari sari tetesan ikan terebut dan diberi sedikit kunyit agar tidak terasa amis saat dimakan. Ikan kutuk tersebut kalau bisa jangan sampai digoreng ibu. Saat Romi sudah ada dirumah nanti pak jangan lupa makan makanan apa yang boleh di makan dan makanan apa yang harus dihindari selama masa proses penyembuhan luka Romi.

Katim pagi : Bagaimana bapak / ibu apakah sudah jelas dengan apa yang telah disampaikan tim gizi kami ? Keluarga pasien :Iya, saya sudah jelas mbak. Katim pagi : Mungkin ada lagi pertanyaan lain yang belum jelas karena Romi akan pulang, selama Romi menjalani perawatan di rumah yang banyak berperan adalah keluarga karena perawat tidak ada di rumah. Silahkan ibu, bapak jika ada hal yang perlu didiskusikan sebelum kita mendiskusikan tentang perawatan luka. Keluarga pasien : Apakah Romi boleh minum banyak mbak ? Katim psgi : Iya, boleh ibu. Tetapi minum air putih dan susu yang banyak dulu untuk sementara ini. Bagaimana, apakah ada yang ditanyakan lagi? Keluarga pasien : Tidak ada mbak, sudah cukup jelas. Katim pagi : Jika tidak ada pertanyaan, apakah ibu bisa menyebutkan kembali apa yang telah saya sampaikan tadi, bisakah ibu mengulangi makanan apa yang boleh dimakan dan tidak boleh dimakan oleh Romi selama proses penyembuhan luka. Keluarga pasien : Semua makanan boleh dimakan dan tidak ada pantangannya kecuali makanan yang pedaspedas tidak boleh dulu, yang masam-masam dan makanan yang mengandung gas yang bisa menyebabkan perut jadi kembung misalnya sayur rebung, kubis, tewel, sawi. Katim pagi : selain itu juga, Tadi ada beberapa makanan yang di anjurkan, apakah ibu bisa menyebutkannya. Keluarga pasien : Iya, mbak tadi makanan yang dianjurkan adalah putih telur, daging, juga ikan kutuk tetapi cara memasaknya tidak boleh digoreng dan bisa di rebus ikannya. Katim pagi : iya Bagus ibu, berarti ibu sudah mengerti, sementara ini tolong dihindari dulu ya makanan yang terlalu pedas, masam dan yang mengandung gas. Baiklah Jika tidak ada pertanyaan lagi, dari tim perawat kami akan melakukan rawat luka pada romi yang akan dilakukan oleh perawat Didik dan perawat Dedy, Ibu tolong diperhatikan karena yang akan melakukan rawat lukanya Romi saat sudah pulang nanti adalah ibu atau keluarga yang lain. Rawat luka bisa dimulai, mas Didik dan mas Dedi kami persilahkan. Perawat pelaksana : Terimakasih, Romi........permisi ya saya akan melakukan rawat luka sekarang. Jika dalam pelaksanaan rawat luka ada pertanyaan, Romi, bapak dan ibu boleh langsung bertanya pada kami. Tidak perlu menunggu rawat luka sampai selesai. Katim pagi : Saya akan menjelaskan secara singkat prosedur dari rawat luka, yaitu sebelum melakukan rawat luka perwawat harus menyiapkan peralatan untuk rawat luka , setelah itu perawat cuci tangan dulu. Kemudian memakai sarung tangan yang steril dan bersih, baru mulai rawat luka begtiu pula setelah rawat luka harus cuci tangan. Silahkan mas Didik dengan mas Dedi dilanjutkan! Perawat pelaksana : Ibu,diperhatikan ya! Setelah semua alat siap kemudian mencuci tangan,memakai sarung tangan dan kita mulai rawat luka diawali dengan membuka penutup luka yang lama. Bukanya seperti ini ya bu,.. sakit sedikit Rom, tolong ditahan ya. Pasien : Iya, karena saya ingin cepat sembuh dan cepat pulang untuk bertemu dengan teman-teman dan kembali bersekolah. Perawat primer : Romi sabar ya, ibu untuk mencucinya seperti ini ibu, di usapkan searah begini caranya bu.agar nanah yang ada didalam bisa keluar kita harus menekan-nekan luka jahitannya, menekannya seperti ini ibu, karena jika nanahnya tidak kita keluarkan maka lukanya tidak bisa segera sembuh dan nanahnya juga akan bertambah banyak. Mungkin dari sini ada pertanyaan, atau ada yang belum jelas, tidak apa-apa ditanyakan saja.. Keluarga pasien : Tidak ada mas. Perawat pelaksana : Ibu kalau sudah ditutup kasa seperti ini, langsung diplester saja. Plesternya agak banyak, ya sekiranya tetap merekat meski dipakai aktivitas oleh Romi.

Katim pagi : Ibu jangan lupa untuk aktifitasnya Romi, untuk latihan gerak miring kanan-kiri dulu, setengah duduk, kalau bisa jangan takut untuk bergerak ataupun duduk, semua bisa dilatih secara bertahap ya bu selanjutnya Romi juga bisa berlatih berjalan nanti. Keluarga pasien : Iya mas, mbak, saya juga ingin Romi cepat pulih seperti sedia kala dan sekolah kembali. Katim malam : Iya saya do’akan agar Romi bisa cepat sembuh kembali. Bagaimana apakah ada hal yang harus didiskusikan lagi ibu ? Mungkin ada obat atau ada hal yang belum dimengerti oleh Romi, bapak dan ibu saat ini Keluarga pasien : Iya mbak, bagaimana dengan lukanya Romi sekarang. Dan perkiraan Romi bisa pulang kapan mbak? Katim : Untuk lukanya saat ini sudah mulai membaik nanahnya sudah mulai berkurang banyak, untuk kepulangan Romi, kami harus melihat kemajuan kondisi Romi terlebih dahulu. Keluarga pasien : Iya mbak......... Katim : Sekarang bagaimana perasaan Romi, apakah Romi sudah mulai merasa enak lukanya setelah dirawat tadi. Pasien : Iya mbak saya merasa sudah agak berkurang sakitnya Katim : Ibu, lukanya romi sekarang sudah selesai dirawat. Mungkin ada yang perlu didiskusikan lagi? Jika tidak ada lagi, saya ucapkan terima kasih atas kerja sama bapak dan ibu dalam menyelesaikan masalah yang dialami Romi, semoga cepat sembuh buat Romi. Dan jangan lupa setelah tiba dirumah nanti kontrol di rumah sakit yang terdekat dengan rumah ibu saat kontrol jangan lupa semua foto-fotonya dibawa Keluarga pasien : Sementara ini tidak ada mbak,saya ucapkan terima kasih juga sudah mau membantu permasalahan kami. Katim : Baiklah kalau begitu saya kembalikan lagi kepada kepala ruangan, untuk memimpin jalanya ronde keperawatan. Karu : Sebelum saya akhiri mungkin ada tambahan atau koreksi yang perlu didiskusikan kembali? Jika tidak saya ucapkan terima kasih pada semua pihak yang telah mengikuti ronde keperawatan pada An “R” cepat sembuh ya Romi ya! Wassalamualaikum wr. Wb. (sambil berjabat tangan dengan semua anggota ronde keperawatan sambil meninggalkan kamar pasien dan akan menuju ke nurse station). . 3. POST KONFERENS Karu : Kita tadi sudah bersama-sama melakukan ronde keperawatan pada An “R”, saya berharap dengan adanya ronde keperawatan ini masalah yang ada pada An “R” terselesaiakan dengan baik. Katim : Iya bu,,,,,,dari sini kita bisa tahu kondisinya An”R”. Ahli gizi : Makanan An”R” juga harus dengan ekstra Protein agar proses penyembuhan luka segera membaik. Katim : Iya,,,,, Karu : Terima kasih atas kerjasamanya dari katim, ahli gizi, dan para semua staf-staf yang telah bekerja dengan baik. Demikian tadi ronde keperawatan dari An”R” semoga apa yang telah kita lakukan hari ini memberikan banyak keuntungan bagi kita semua, dan kita diberikan kelancaran dalam melaksanakan tugas masing-masing. Demikian acara Ronde keperawatan hari ini, saya akhiri sampai disini, Wassalamu’alaikum wr,wb.............

.S. ………………………… …………………………………. Alamat : ………………………………………………………………………………. RM : ………………………………………………………………………………. Umur : ………………………………………………………………………………..SURAT PERSETUJUAN DILAKUKAN RONDE KEPERAWATAN Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama : ……………………………………………………………………………….. No.Kep. Saksi-saksi : Tanda tangan 1.Amar akbar... Alamat : ………………………………………………………………………………. ………………………… …………………………. Sidoarjo. Adalah suami/istri/orang tua/anak dari pasien : Nama : ……………………………………………………………………………….. Dengan ini menyatakan setuju untuk dilakukan ronde keperawatan. 2. ..... Umur : ……………………………………………………………………………….. …………………2009 Perawat yang menerangkan Penanggung jawab …………………………… …………………………………. 168 Collected By :Ns.. Ruang : ……………………………………………………………………………….

2. Hambatan Hambatan yang terjadi pada pelaksanaan ronde keperawatan adalah sebagai berikut: 1. .Kegiatan ronde keperawatan diikuti oleh pembimbing klinik dan akademik. Dan dapat disimpulkan intervensi unutuk mengatasi masalah pasien adalah dengan meningkatkan nutrisi pasien. pasien yang di lakukan ronde keperawatan telah direncanakan pulang dari rumah sakit. pada tahap ronde dilanjutkan dengan diskusi antara tim untuk membahas masalah yang terjadi pada pasien. Dukungan Kegiatan ronde keperawatan memperoleh dukungan dari kepala ruangan Mawar Jingga B1 dan disambut baik oleh Tim kesehatan lain seperti ahli gizi. dan peningkatan tehnik aseptik dan septik dalam setiap tindakan. 2. Kurangnya penguasaan materi tentang kasus yang akan dilakukan ronde keperawatan. ketua tim dan Perawat pelaksana. Setelah dilakukan validasi data ke pasien. konselor (perawat dan ahli gizi). 1.

.

JOB DESCRIPTION .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful