Kementerian Sosial Republik Indonesia RI Masalah sosial yang selalu dihadapi bangsa dan negara ini sejak dulu

adalah kemiskinan dan kebijakan yang diambil untuk mengatasinya melalui program penanggulangan kemiskinan. Apapun nama programnya yang terpenting adalah mampu memenuhi kebutuhan sosial dasar masyarakat miskin. Sejak tahun 1970an pemerintah menggulirkan program penanggulangan kemiskinan melalui Rencana Pembangunan Lima Tahun (Repelita), khususnya Repelita I-IV dilalui melalui program sektoral dan regional. Keberadaan lembaga koordinasi penanggulangan kemiskinan diawali dari program-program penanggulangan kemiskinan yang bersifat sektoral, seperti Kelompok Usaha Bersama atau KUBE dari Kementerian Sosial yang dulu bernama Departemen Sosial. KUBE dimulai sejak tahun 1982, kemudian Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera dari BKKBN, dan Program Peningkatan Pendapatan Petani Nelayan Kecil atau P4K dari Departemen Pertanian. Pada tahun 1990 dimunculkan Program Pengembangan Wilayah (PPW). Menurut Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 14 Tahun 1990, PPW adalah program pengembangan wilayah yang dilaksanakan secara terpadu dengan pendekatan perwilayahan dan ditujukan untuk mengembangkan wilayah yang bersifat khusus secara lintas sektoral dan dalam upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah yang bersangkutan. Pendekatan PPWT ini pada hakekatnya merupakan upaya penanggulangan di wilayahwilayah khusus di perdesaan dan permukiman kumuh perkotaan yang bersifat lintas sektoral dan sekaligus untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan penanggulangan kemiskinan di daerahdaerah yang relatif tertinggal. Kebijakan khusus melalui Program Pengembangan Wilayah (PPW), dikembangkan lagi menjadi Pembangunan Kawasan Terpadu (PKT), Program Pengembangan Kawasan Khusus (PPKK), dan program-program penanggulangan kemiskinan seperti Program Inpres Desa Tertinggal (IDT) di desa-desa tertinggal. Saat ini ada keberpihakkan khususnya untuk didaerah perbatasan. Program Bantuan Langsung Pemberdayaan Sosial Sejak tahun 2006, Pemerintah Pusat melalui Kementerian Sosial mencoba menyempurnakan pendekatan dan penyelenggaraan Program Kelompok Usaha Bersama (KUBE). Jika pada tahun 2005, penyaluran bantuan kepada KUBE bersifat natura, melalui perantara, top down, terpusat, tanpa pendampingan, maka mulai tahun 2006 sudah dilakukan perubahan dan penyempurnaan. Pada tahun 2007, penyempurnaan program terus dilakukan melalui kerjasama dengan pihak PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. Mulai tahun 2007, program Pemberdayaan Fakir Miskin yang telah disempurnakan akan mulai dilakukan. Salah satu perubahan nyata yang telah dilakukan adalah penyaluran bantuannya dilakukan langsung kepada KUBE dan melalui mekanisme perbankan (bekerjasama dengan PT BRI Tbk). Bantuan tidak lagi bersifat natura

Jenis paket usaha yang dikembangkan dianjurkan untuk memilih jenis usaha sesuai dengan ketersediaan sumber-sumber di daerah masing-masing. para cendekiawan dan praktisi untuk bersamasama mengembangkan Kemensos sebagai ujung tombak pencapaian target pembangunan nasional dan pembangunan daerah. ternak sapi. Bantuan yang diberikan tidak dalam bentuk uang tetapi berupa paket usaha yang disediakan oleh pihak ketiga. Pola pemberdayaan KUBE yang diterapkan oleh Kementerian Sosial selama ini sangat seragam. Mekanisme Penyaluran Bantuan Pengadaan barang dan jasa secara partisipatif akan dilakukan oleh anggota KUBE sendiri Kementerian Sosial memandang pe rlunya merumuskan langkah-langkah yang tepat agar tujuan penyaluran Bantuan Langsung Pemberdayaan Sosial (BLPS) dapat dilakukan secara tepat dan dimanfaatkan secara efektif oleh KUBE. perguruan tinggi. (5) penilaian kinerja program. . lembaga swadaya masyarakat.melalui program Kelompok Usaha Bersama atau KUBE. Pembaharuan program tersebut merupakan upaya Kementerian Sosial untuk menjadikan institusinya sebagai excellent ministry atau Kementerian unggulan (Pedum Tim Koordinasi BLPS. setiap rupiah yang dibelanjakan harus menghasilkan kesempatan kerja. peralatan-peralatan pertanian. Program KUBE merupakan pengejawantahan Instruksi Presiden tentang Gerakan Terpadu Pengentasan Kemiski nan atau Gerdu Taskin. keuntung bagi yang bekerja. namun disediakan sendiri oleh anggota KUBE. seperti peralatan bengkel. kurang menekankan pada unsurunsur lokal setempat. dan lain-lain. (2) restrukturisasi organisasi untuk menjalankan dan mencapai tujuan kebijakan secara efektif. Dan untuk menjadi Kementerian unggulan tersebut. Kementerian Sosial melakukan pembaharuan internal kementerian atau yang dikenal denganreinventing Kemensos. Jumlah kelompok sebanyak 10 Kepala Keluarga. 2007:3). Adapung reinventing itu sendiri bahwa Kemensos akan melakukan perubahan dalam bentuk: (1) reorientasi kebijakan pada pembangunan manusia. Pemberian bantuan ini diawali dengan pembekalan pengembangan keterampilan usaha seadanya. Kementerian Sosial menyelenggarakan program penanggulangan kemiskinan –dulu dikenal dengan: pengentasan kemiskinan. Pada tahun 2007. dan akumulasi tabungan bagi yang bekerja dan menabung. namun pelaksanaannya lebih mengacu pada kondisi pengadministrasian yang harus dipertanggung jawabkan.(barang) yang harus disediakan oleh Pemerintah Pusat melalui pihak ketiga. (3) pengembangan aliansi strategis dengan mitra kerja yang mempunyai kapasitas sesuai bidangnya. baik dari kalangan dunia usaha/swasta. maka Kemensos perlu semakin terbuka untuk bekerjasama dengan semua mitra pembangunan. (4) perbaikan tata kelola pelaksanaan kebijakan.

mereka akan mudah mengintegrasikan sumbersumber tersebut ke dalam kepentingan-kepentingan kelompok. mengevaluasi dan menikmati hasil-hasilnya. ekonomi. sehingga menjadi sumber daya manusia yang utuh dan mempunyai tanggung jawab sosial ekonomi terhadap diri. Pemerintah hanya memfasilitasi agar KUBE dapat berhasil dengan baik. pemanfaatan air untuk pengembangan usaha ternak ikan. pengembangan kreativitas. Ikut sertanya KBS dalam program keluarga berencana. meningkatnya pendapatan keluarga. meningkatnya pendidikan. dan lainlain. munculnya semangat kebersamaan dan kesetiakawanan sosial. untuk KUBE yang berprestasi dapat diberikan bantuan pengembangan usaha tahap berikutnya. Perkembangan tabungan dan tabanas 8. sumber daya manusia dan sumber lingkungan serta sumber-sumber lainnya yang ada di sekitarnya untuk kepentingan pengembangan potensi yang dimiliki. munculnya kemauan. seperti: pemanfaatan lahan untuk pertanian. pendekatan ini bertujuan untuk mengembangkan dinamika kehidupan kelompok sosial. 1994). dan lain-lain. sosial. keluarga dan masyarakat serta ikut berpartisipasi dalam pembangunan. Posyandu dan wajib belajar 9. mengembangkan. Kelompok mempunyai wewenang untuk mengelola. Perkembangan koperasi kelompok 6. dan meningkatnya derajat kesehatan. pendekatan KUBE merupakan pendekatan yang relevan di dalam pemberdayaan kelompok miskin tersebut. Perkembangan usaha ekonomis produktif keluarga 2. Ada tidaknya partisipasi dalam kegiatan Karang Taruna 10.Jenis Bantuan KUBE Setiap kelompok mendapat 1 paket bantuan usaha. Ada 10 indikator keberhasilan yang digunakan selama ini (Kemensos. Diharapkan dengan pola seperti ini. Perkembangan usaha ekonomis produktif kelompok 3. yang meliputi: terpenuhinya kebutuhan hidup sehari-hari. Pelaksanaan jaminan kesejahteraan sosial melalui embrio organisasi sosial 7. Dampak proyek bantuan kesejahteraan sosial dalam masyarakat Pendekatan KUBE KUBE dimaksudkan untuk meningkatkan kesejahteraan sosial para kelompok miskin. Kondisi kesejahteraan social Keluarga Binaan Sosial (KBS) secara keseluruhan 4. Selain itu. seperti: pengembangan hubungan yang semakin harmonis. pemanfaatan tenaga yang mengganggur untuk menjadi tenaga kerja di KUBE yang dikelola. Bantuan yang sudah diterima harus digulirkan pada kelompok fakir miskin lainnya yang ada di sekitarnya. Dilihat dari komposisi ini. Melalui pendekatan KUBE ini diharapkan juga kelompok sasaran mampu menggali dan memanfaatkan sumber daya alam. yaitu: 1. Sumbangan Sosial Wajib (SSW) / luran Kesejahteraan Sosial (IKS) dan pengembangan gotong royong 5. . munculnya sikap kemandirian.

terutama keterlibatan masyarakat pada berbagai kegiatan yang dapat meningkatkan ketahanan sosial. hanya menyalahkan pihak ekternal yang mungkin terlibat. dan adanya keengganan untuk membagi wewenang dan sumber daya yang berada pada pemerintah kepada masyarakat. dan kepedulian mayarakat luas dalam memecahkan masalah kemasyarakatan Suka . Potensi masyarakat untuk mengembangkan kelembagaan keswadayaan ternyata telah meningkat aki bat kemajuan sosial ekonomi masyarakat. Proses pembentukan. Diamana upaya pemberdayaan masyarakat telah mendapat perhatian besar dari berbagai pihak yang tidak terbatas pada aspek pemberdayaan ekonomi sosial. pemberdayaan masyarakat amat penting untuk mengatasi ketidak mampuan masyarakat yang disebabkan oleh keterbatasan akses. kurangnya pengetahuan dan keterampilan. Dalam pengelolaannya juga demikian. sosial dan politik. yaitu karena adanya campur tangan pihak luar. KUBE merupakan pemberdayaan masyarakat terkait dengan pemberian akses bagi masyarakat dalam memperoleh dan memanfaatkan hak masyarakat bagi peningkatan kehidupan ekonomi. pengelolaan dan pengembangannya sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor. adanya kondisi kemiskinan yang dialami sebagaian masyarakat. dan lain-lain. struktur kelompok dan lain-lain. bagaimana pendampingan yang dilakukan. seperti sifat dan unsur-unsur yang ada dalam kelompok. ada KUBE yang memang murni dikelola oleh anggota dan sebagian ada pihak yang terlibat karena ada kepentingan. dan masalah-msalah lainnya. seperti keanggotaan. sebagian karena gagasan atau bentuk aparat desa atau pihak lain yang berkepentingan. sehingga benar-benar menjadi suatu pendekatan yang dapat menjadi satu alternatif penanganan atau model di dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Pada masa depan perlu dikembangkan lebih lanjut potensi keswadayaan masyarakat. Sebagian KUBE terbentuk atas insiatif anggota.Kendala dan Hambatan Kenyataannya di lapangan tidaklah selalu indah karena berbagai kendala dan hambatan dihadapi. Namun masalah-masalah yang bersifat internal juga perlu dikaji dan dianalisis. Oleh sebab itu. tetapi juga menyangkut aspek pemberdayaan politik. bagaimana bantuan yang diberikan. Harapan kedepan untuk menjadikan KUBE sebagai suatu pendekatan dalam proses pemberdayaan perlu dikaji kembali. Tetapi keberhasilan dan kegagalan KUBE tidak bisa hanya dilihat dari sisi sebelah mata.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful