Kristalografi, Mineralogi dan Petrologi Dan Kaitannya dalam Bidang Pertambangan

A. Kristalografi
Kristal adalah suatu benda padat yang terkemas secara teratur dan polanya (atom atau molekul) berulang (melebar) secara tigas dimensi. Kristal ini berarti zat cair yang membentuk kristal saat pemadatan. Kristalografi adalah ilmu yang mengkaji kristal yang meliputi pertumbuhan, bangun, sifat fisik dan klasifikasi berdasarkan bentuknya. Kata kristalografi itu sendiri berasal dari bahasa yunani, kata crystallon yang berarti tetesan dingin/beku dan graphein yang berarti menulis. Cara mengkajinya menggunakan mikroskop sinar bias dan sinar tembus (X-Ray diffraction). Dalam sebuah kristal, sumbu kristal berupa garis bayangan yang lurus yang menembus kristal melalui pusat kristalnya. Daya ikat dalam kristal merupakan suatu daya yang mengikat atom dari zat kristalin itu bersifat listrik di alam. Tipe dan intensitas berdasarkan sifat fisik dari mineral. Kekerasan, belahan, daya lebur, kelistrikan dan konduktivitas termal dan koefisien ekspansi termal berhubungan langsung terhadap daya ikat. Sistem kristal yang ada tujuh itu dibagi lagi menjadi kelas-kelas yang jumlahnya 32 kelas. Penentuan kelas itu berdasarkan banyak unsuk-unsur simetri yang terkandung di dalamnya. Unsur-unsur simetri itu adalah bidang simetri, sumbu simetri dan pusat simetri. Bidang simetri merupakan bidang bayangan yang dapat membelah kristal menjadi dua bagian yang sama dengan bagian yang satunya merupakan cerminan dari yang lain. Bidang simetri dibagi menjadi dua yaitu bidang simetri aksial (simetri vertikal dan simetri horizontal) melalui dua sumbu utama dan menengah yaitu melalui satu sumbu kristal. Sumbu simetrsi merupakan garis bayangan yang dibuat menembus pusat kristal dan bila ristal diputar di poros sejauh satu putaran penuh akan didapat beberapa kenampakan yang sama. Sumbu simetri dibagi menjadi gire, giroide dansumbu inversi putar perbedaannya terdapat pada cara mendapatkan nilai simetrinya.

diploida. gyroida. dasarnya terhadap jumlah sumbu kristal. sisstem ini memiliki perbandingan sumbu a:b:c = 1:3:3. Fluorite.  Sistem Isometrik Gambar 1 Sistem Isometrik Dengan menggunakan proyeksi orthogonal. Contoh mineralnya gold. galena. Sumbu a dan b mempunyai satuan panjang sama sedangkan sumbu c berlainan. halite.  Sistem Tetragonal Gambar 2 Sistem Tetragonal Sistem kristal ini mempunyai 3 sumbu kristal yang masing-masing saling tegak lurus. Sistem kristal terdapat 7 macam sistem.Pusat simetri yaitu bila kita dapat membuat garis bayangan tiap-tiap titik pada permukaan kristal menembus pusat kristal dan akan menjumpai titik lain pada permukaan sisi lain dengan jarak sama terhadap pusat kristal di garis bayangan tersebut. Dan sudur antar sumbunya a+^bˉ = 30˚. Tetragonal memiliki perbandingan sumbu a = b ≠ c dan . Hal ini menunjukan sumbu a memiliki nilai 30o terhadap sumbu b. pyrite. letak sumbu kristal dan parameter yang digunakan untuk masing-masing sumbu kristal. hextetrahedral dan hexoctahedral. Sistem ini dibagi menjadi 5 kelas yaitu tetaoidal.

bisfenoid. Leucite. b dan d membentuk sudut 120o terhadap satu sama lain dan memiliki panjang sama juga. apatite. γ = 120˚. pyrolusite. calcite. Hal ini berarti semua sudut kristalografinya tegak lurus. dolomite. . Perbandingan sudut sumbu a : b : c = 1 : 3 : 6 dan sudut antar sumbunya a+^bˉ = 30˚. bipiramid. scapolite . Contoh mineralnya rutil. Kondisi sebenarnya perbandingan sumbunya a = b = d ≠ c dan juga memiliki sudut kristalografi α = β = 90˚ . Hal ini menjelaskan bahwa antara sumbu a+ memiliki nilai 30˚ terhadap sumbu bˉ. skalenohedral dan ditetragonal bipiramid. Ditrigonal Bipiramid dan Hexagonal Trapezohedral. Sistem ini dibagi menjadi tujuh yaitu Hexagonal Pirami. trapezohedral.juga memiliki sudut kristalografi α = β = γ = 90˚. ditetragonal piramid. dˉ^b+= 40˚. Dihexagonal Bipiramid. Sistem tetragonal dibagi menjadi 7 kelas yaitu piramid. Sumbu a. Perbandingan sumbunya a : b : c = 1 : 3 : 6 dan sudut antar sumbunya a+^bˉ = 20˚ . corundum. Trigonal Bipiramid. Dihexagonal Piramid. Contoh mineralnya quartz. Hexagonal Bipramid.  Sistem Hexagonal Gambar 3 Sistem Hexagonal Sistem ini memiliki 4 sumbu kristal dimana sumbu c tegak lurus dengan yang lainnya. hematite. autunite.

Orthorombik memiliki perbandingan sumbu yaitu a : b : c = sembarang dan sudut antar sumbunya a+^bˉ = 30˚. dˉ^b+= 40˚. Sistem ini dibagi menjadi lima kelas yaitu Trigonal Piramid. Sistem ini dibagi menjadi tiga kelas yaitu Bisfenoid. Contoh mineralnya adalah tourmaline dan cinabar. . Ditrigonal Piramid.  Sistem Orthorombik Gambar 5 Sistem Orthorombik Sistem ini mempunya 3 sumbu simetri kristal yang saling tegak lurus. ketiga sumbu memiliki panjang yang berbeda a ≠ b ≠ c dan sumbu kristalografinya α = β = γ = 90˚. Sistem Trigonal (Rombohedral) Gambar 4 Sistem Trigonal Sistem trigonal memiliki perbandingan sumbu a : b : c = 1 : 3 : 6 dan sudut antar sumbunya a+^bˉ = 20˚ . Trigonal Trapezohedral. Ditrigonal Skalenohedral dan Rombohedral. Piramid dan Bipiramid.

Dengan ke tiga sumbu tersebut panjangnya berbeda. Perbandingan sumbunya a ≠ b ≠ c dan sudut kristalografinya α = β ≠ γ ≠ 90˚. dan epidot. Contoh mineralnya azurite. Sistem ini dibagi menjadi 3 kelas yaitu Sfenoid. bˉ^c+= 80˚. Sumbu a tegak lurus terhadap sumbu n. gypsum. labradorite. kaolinite. colemanite. microcline dan anortoclase. Perbandingan sudut a : b : c = sembarang dan sudut antar sumbunya a+^bˉ = 30˚. Perbandingan sumbu a : b : c = sembarang dan antar sumbunya a+^bˉ = 45˚ . Doma dan Prisma.  Sistem Triklin Gambar 7 Sistem Triklin Mempunyai tiga sumbu simetri yang tidak saling tegak lurus dan panjang tidak sama. Contoh mineralnya yaitu albite. anorthite. Sistem ini dibagi menjadi 2 kelas yaitu Pedial dan Pinakoidal. Sistem Monoklin Gambar 6 Sistem Monoklin Memiliki satu sumbu miring dari tiga yang ada. tetapi sumbu c tidak tegak lurus terhadap sumbu a. . Perbandingan sumbunya a ≠ b ≠ c dan sudut kristalografinya α = β = 90˚ ≠ γ. malachite. n tegak lurus terhadap sumbu c.

kilap. Zat Padat : Kwarsa SiO2.Polymignyte – (CaFeYZrTh) (CbTiTa) O  Anorganik Mineral bukan hasil dari suatu kehidupan. Magnetite (Fe3O4). Unsur senyawa kimia komplek : . cerat. Sedangkan mineral itu sendiri merupakan senyawa alami yang terbentuk akibat proses geologis. Mineralogi Mineralogi adalah ilmu bumi yang bertumpu pada sifat kimia. Native silver (Ag) dllUnsur senyawa : Barit (BaSO4). Zircon(ZrSiO4). belahan. limas dan kubus. Dan juga mempelajari tentang proses pembentukan dan perubahan mineralnya. sifat-sifat fisik tersebut adalah warna. struktur kristal dan fisika dari mineral. Sifat fisik mineral ini sangat diperlukan dalam mendeterminasi atau mengenal secara megaskopis atau tanpa menggunakan mikroskop. Air H2O Gas : H2S.B. Barite BaSO4 Zat Cair : Air raksa HgS. CO2.Epistolite – (NaCa) (CbTiMgFeMn) SiO4(OH) . ada beberapa mineral hasil kehidupan = mineral organik Contoh : Coal.mineral termasuk ke dalamkomposisi unsur murni dan garam sederhana sampai silikat yang kompleks. kekerasan.  Berupa padat. pecahan. perwakan. Bagaimana kita ketahui ada mineral yang berbentuk lempeng. tiang. cair dan gas. pengarangan  Berupa unsur tunggal atau persenyawaan yg tetap Unsur tunggal : Diamond (c). Batasan-batasan mineral diantaranya adalah:  Suatu Bahan Alam Bahan terbentuk secara alamiah bukan dibuat oleh manusia. pecahan Sifat kimia : nyata api terhadap api oksidasi/api reduksi. berat jenis. kekerasan. kemagneta dan bentuk dan struktur.  Mempunyai sifat fisik & kimia tetap Sifat fisik : warna. sifat dalam. belahan. CH4 . Asphal  Homogen Mineral tidak dapat diuraikan menjadi senyawa lain yang lebih sederhana oleh proses fisika.

Bisa terdiri dari satu atau lebih mineral. Biasanya batuan tersebut menjadi batuan pelingdung hidrokarbon dari migrasi. Ketiga jenis batuan ini mengalami proses saling melengkapi yang berupa siklus yang disebut daur geologi. Contoh batuannya adalah batu sabak atau slate (perubahan batu lempung). Batuan sedimen kimia terbentuk akibat proses presipitasi dari larutan. Petrologi Petrologi adalah ilmu geologi yang bertumpu pada studi tentang batuan dan bagaimana pembentukannya. batu pasir dan batu lempung. Bagian bumi yang terdiri dari batuan adalah lapisan lithosphere.C. dan granit. Jadi batuan dibagi menjadi batuan beku. Batuan sedimen klastik terbentuk akibat proses pengendapan dari material yang mengalami proses transportasi. Berdasarkan teksturnya batuan beku dibagimenjadi batuan beku plutonik dan vulkanik. Contohnya anhidrit dan batu garam. Batuan adalah sekumpulan mineral-mineral yang menjadi satu. Perbedaannya dilihat dari besar mineral penyusunnya. Batuan beku (igneus rock) adalah batuan yang keterbentukannya dari satu atau beberapa mineral yang terbentuk akibat pembekuan magma. Contohnya basalt. kimia dan batuan sedimen organik. Sedangkan batuan beku vulkanik sebaliknya. sedimen dan batuan metamorf. Batuan dibedakan berdasarkan mineral dan komposisi kimia. Petrologi itu sendiri dibagi menjadi tiga yang berkaitan dengan tiga batuan yaitu : . batu marmer (perubahan batu gamping) dan batu kuarsit (perubahan batu pasir). Contohnya gabro.Contohnya batu konglomerat. Batuan beku plutonik dari pembekuan magma yang lambat sehingga mineral tampak lebih besar. Petrologi berasal dari kata petra yang berarti batu menurut bahasa yunani. Contohnya batu gamping terumbu. dengan tekstur partikel dan dengan proses terbentuknya. Batuan metamorf adalah batuan yang keterbentukannya akibat proses perubahan temperatur dan/tekanan dari batuan yang telah ada sebelumnya. andesit dan decite. Batuan ini menjadi batuan induk/penyimpan. diorite. Batuan sedimen organik terbentuk dari gabungan sisa-sisa makhluk hidup. Batuan sedimen digolongkan menjadi batuan sedimen klastik. Batuan sedimen adalah batuan yang keterbentukannya akibat proses lithifikasi dari hasil proses pelapukan dan erosi yang kemudian tertransportasikan dan akhirnya terendapkan.

Batuan beku terbagi menjadi batuan beku vulkanik dan plutonik. Bila kita tidak mengetahui apa mineral yang terkandung maka kita pun akan kesulitan untuk mencari bahan tambang itu. Misalnya untuk mencari suatu kandungan bijih atau bahan tambang lainnya. petrografi mikroskopis dan analisa kimia untuk menggambarkan komposisi dan tekstur batuannya. mineralogi dan petrologi. Petrologi mempergunakan bidang klasik mineralogi. Kita harus mengetahui keterdapatan mineral pada bahan tambang yang kita cari. . Mineralogi atau tekstur dikarenakan kondisi eksterm dari tekanan. mineralogi dan petrologi itu sangat berkaitan. Petrologi eksperimental menggunakan tekanan tinggi. suhu tinggu untuk menyelidiki geokimia dan hubungan fasa dari material alami dan sistesis pada tekanan dan suhu yang ditinggikan. suhu atau keduanya. Mineralogi dan Petrologi terhadap pertambangan Hubungannya dalam dunia pertambangan ilmu kristalografi. D.  Petrologi batuan metamorf Petrologi batuan metamorf bertumpu pada komposisi dan teksturnya (seperti batu sabak atau batu marmer) yang berawal dari batuan sedimen atau beku tetapi telah mengalami perubahan kimia.  Petrologi batuan sedimen Petrologi batuan sedimen ini bertumpu pada komposisi dan tekstur dari batuan sedimen (seperti batu pasir atau batu gamping) yang mengandung partikel-partikel sedimen terikat dengan matrik atau material yang lebih halus. Maka untuk menjadi penambang yang benar kita harus mengerti akan kristalografi. Hubungan Kristalografi. Petrologi batuan beku Petrologi batuan beku ini bertumpu pada komposisi dan tekstur dari batuan beku (seperti granit atau basalt yang mengkristal dari batu lebur atau magma).

Dalam dunia pertambangan kita harus mengetahui asal jadi daripada batuan/bijih yang akan kita tambang dan juga komposisi mineralnya apa saja. Hexagonal. struktur kristal dan fisika dari mineral. Trigonal. sifat fisik dan klasifikasi berdasarkan bentuknya. Orthorombik. Dan juga mempelajari tentang proses pembentukan dan perubahan mineralnya. Sistem kristal ada 7 dan dibagi menjadi 32 kelas. Yaitu Sistem Isometrik. Tetragonal.KESIMPULAN Kristal adalah suatu benda padat yang terkemas secara teratur dan polanya (atom atau molekul) berulang (melebar) secara tigas dimensi. bangun. maka pada tahap eksplorasi kita dapat menemukan apa yang kita cari. Monoklin dan Triklin. Kristalografi adalah ilmu yang mengkaji kristal yang meliputi pertumbuhan. Petrologi adalah ilmu geologi yang bertumpu pada studi tentang batuan dan bagaimana pembentukannya. Mineralogi adalah ilmu bumi yang bertumpu pada sifat kimia. .

com/2011/02/26/sistem-kristal/ http://id.wikipedia.wordpress.html http://id.wikipedia.blogspot.DAFTAR PUSTAKA http://hadiwijayatambang.org/wiki/Mineralogi http://en.com/2008/11/macam-macam-sistem-kristal-dankelasnya.html .com/2011/03/kristalografi-mineralogi-danpetrologi.blogspot.org/wiki/Petrology http://medlinkup.com/2008/10/definisi-mineralogi.blogspot.org/wiki/Kristalografi http://nationalinks.wikipedia.html http://nationalinks.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful