teori terjadinya tata surya

TEORI TERJADINYA TATA SURYA Tata surya merupakan susunan benda langit ( planet, komet, meteor, asteroid, bintang, dsb) yang mengelilingi matahari. Tata surya tersebut hanyalah satu dari jutaan bintang yang tergabung dalam kelompok bintang yang dikenal dengan nama galaksi. 1. Teori Kabut atau teori Nebula Immanuel Kant, seorang filsafat jerman membuat suatu hipotesis tentang terjadinya tata surya. Ia mengatakan bahwa dijagat raya mula-mula tredapat gumpalan kabut atau nebula yang berputar perlahan – lahan. Oleh karena perputarannya sangat lambat, nebula mulai menyusut sehingga membentuk sebuah cakram datar ditengah-tengahnya. Penyusutan berlanjut dan membentuk matahari dipusat cakram. Penyusutan mengakibatkan cakram berputan dengan cepat sehingga bagian tepi cakram terlepas membentuka gelang-gelang bahan , yang kemudian memedat mendaji planet-planet yang berevolusi dalam orbit hampir melingkar mengitari matahari. Pada waktu yang hampir bersamaan, seorang ahkli fisika Prancis, Pierre Simon de Laplace mengemukakan teori yang hampir sama. Ia megatakan bahwa tata surya berasal dari kabut panas yang berpilin. Pilinan tersebut berupa gumpalan kabut yang membentuk bulatan seperti bola besar. Semakin kecil bola itu, pilinannya semakin cepat sehingga bentuk bola itu

menepat pada kutubnya dan melebar dibagian ekuatornya. Kemudian sebagian massa gas diekuatornya itu menjauh dari gumpalan intinya membentuk gelang-gelang yang akhirnya berubah menjadi gumpalan padat. Gumpalan padat itulah yang menjadi planet dan satelitnya sedangkan bagian inti kabut tetap brebentuk yang berpijar yang disebut dnegan matahari. 2. Teori Planetesimal Thomas C . Chamberlin seorang ahli geologi dan Forest R Moulton seorang ahli astronomi mengemukakan teori yang dikenal dengan teori planetesimal yang berarti planet kecil. Teori ini menyatakan bahwa matahari telah ada sebagai salah satu dari bintang. Suatu saat matahari berpapasan dengan sebuah bintang dengan jarak yang tidak terlalu jauh shingga terjadi peristiwa pasang naik pada permukaan matahari maupun bintang itu, serta bagian dari massa matahari tertarik kearah bintang. Pada waktu bintang tersebut menjauh, sebagian dari massa matahari jatuh kembali ke permukaan mathari dan sebagian lagi terhambur keluar angkasa disekitar matahari. Hal inilah yang dinamakan planetesimal yang kemudian menjadi planetplanet yang beredar mengelilingi orbitnya. 3. Teori bintang kembar Menurut teori ini, matahari mungkin merupakan bintang kembar. Kemudian bintang yang satu meledak menjadi kepingan-kepingan. Akibat pengaruh gaya gravitasi bintang lainnya maka kepingan-kepingan ini bergerak mengitari bintang-bingtang itu dan menjadi planet-planet. Bintang yang tidak meladak tetap sebagai bintang yang sekarang disebut dengan matahari. 4. Teori proto planet Pada tahun 1940 seorang astronomi jerman bernama Carl Von Weiszzacker mengembangkan suatu teori yang dikenal dengan teori awan debu. Pada daarnya teori ini mengemukakan bahwa tata surya itu terbentuk dari gumpalan awan gas dan debu. Lebih dari 5000 juta tahun yang lalu, salah satu gumpalan awan itu mengalami pemampatan sehingga partikel-partikel debu tertarik ke bagian pusat wan itu membentuk gumpalan bola dan mulai berpilin. Lama kelamaan gumpalan gas itu menjadi pipih seperti cakram yang tebal dibagian tengah dan lebih tipis dibagian tepinya. Bagian tengah cakram gas itu berpilin lebih lambat dari

Geosains. Bagian inilah yang menjadi matahari. diantaranya adalah sebagai berikut ini : 1.2003. Teori ini disampaikan oleh Immanuel Kant dan Piere Simon de Laplace. .bagian tepinya. Bandung:Grafindo. Hasan. Bahan planet itu dinamakan pula proto planet. berbentuk Gumpalan kemudian membeku menjadi Planet. Fisika untuk SMU. Ada banyak hipotesis tentang asal usul tata surya telah dikemukakan para ahli.Bandung:ITB . Bayong. DAFTAR PUSTAKA . Oleh karena itu partikel-partikel dibagian tengah cakram itu saling menekan timbullah panas dan pijar. berputar sangat cepat sehingga terpecah-pecah menjadi banyak gumpalan gas dan debu yang lebih kecil yang juga turut berpilin.2003. Bagian yang lebih luar.Tjasyono HK.Wiladi. Hipotesis Nebula Menurut Hipotesis ini. Bagian inilah yang kemudian membeku dan menjadi planet-planet serta satelit-satelitnya. planet berasal dari kabut pijar yang berputar membentuk gelang-gelang.

Karena adanya pasang surut ini maka gas-gas tersebut berputar mengelilingi matahari lalu mulai mengalami penurunan suhu dan memadat membentuk partikel-partikel keras dalam ukuran yang berbeda yang disebut planetasimal (planet kecil). Akibatnya. c) Matahari terbentuk planet-planet bertebaran tak terarah. Moulton pada tahun 1900. d) Matahari berputar pada porosnya. planet-planet terbentuk atmosfernya. . e) Planet terbentuk atmosfer. Matahari dan bintang lainnya pada suatu saat melintas sangat dekat satu sama lain. sebagian besar menjadi Matahari. Hipotesis Planetisimal Menurut Thomas C. bertindak sebagai inti untuk pembentukan planet-planet itu.Keterangan : a) Nebula berasal dari gas dan debu. dibumi telah muncul kehidupan karena sudah ada lapisan atmosfer. Chamberlain dan Forest R. Partikel-partikel yang lebih besar yang disebut Knot. b) Terbentuk Matahari dan planet lain yang masih Berpijar. terjadilah semacam pasang dan gas yang besar disedot dari matahari oleh tarikan gravitasi bintang lain tersebut. 2.

Matahari merupakan salah satunya. sehingga pada matahari terbentuk tonjolan seperti serutu. Hipotesis Kondensasi Hipotesis kondensasi mulanya dikemukakan oleh astronom Belanda yang bernama G. bagian pusat menjadi Matahari. Hipotesis kondensasi menjelaskan bahwa tata surya terbentuk dari bola kabut raksasa yang berputar membentuk cakram raksasa. Hipotesis Pasang Surut Bintang Menurut Hipotesis ini. 5. 3. Hipotesis mengemukakan bahwa dahulunya tata surya kita berupa dua bintang yang hampir sama ukurannya dan berdekatan yang salah satunya meledak meninggalkan serpihan-serpihan kecil. Serutu itu lepas dan terputus-putus yang membentuk tetesan-tetesan yang memadat sehingga terbentuk planet. Hipotesis Bintang Kembar Hipotesis bintang kembar awalnya dikemukakan oleh Fred Hoyle (1915-2001) pada tahun 1956. Ketika daya pancar sinar matahari semakin besar. Hipotesis Big Bang Terbentuknya alam semesta dan tata surya diawali dari dentuman yang dahsyat meledak. Planet yang atmosfernya tersapu bersih adalah merkurius dan venus. Teori ini dikemukakan oleh James Jeans. Namun. adanya gaya tarik menarik antara matahari dengan bintang besar. meteor bahkan satelit-satelit dari planet-planet. . selubung gas yang letaknya lebih dekat dengan matahari tersapu sehingga ukurannya menjadi lebih kecil dan padat. gas darimanakah yang terlepas sehingga terbentuk planet???? 4.P. menyebarlah serpihan debu dan awan hidrogen. hasil ledakan berupa debu dan awan hidrogen membentuk bintangbintang.Inti tersebut menarik dan bergabung dengan planet-planetesiamal lainnya yang lebih kecil dan akhirnya menjadi massa yang lebih besar sehingga membentuk planet-planet yang lebih kecil itu menjadi planetoida. sedangkan gumpalan lainnya menjadi planet-planet. 6. Akibat adanya gaya gravitasi antarmolekul menyebabkan terjadinya gerakan memutar. sedangkan bumi merupakan planet ketiga yang berjarak ideal. Kuiper (19051973) pada tahun 1950.

Karena perputaran yang sangat cepat. Teori nebula lainnya dikemukakan oleh Pierre Simon Laplace. a. sedangkan yang kecil terbentuk di sekitarnya Karena terjadi proses pendinginan. Perputaran yang lambat itu menyebabkan terbentuknya konsentrasi materi yang mempunyai berat jenis tinggi yang disebut inti massa di beberapa tempat yang berbeda. Teori nebula (Kant dan Laplace) Teori Nebula pertama kali dikemukakan seorang filsuf Jerman bernama Imanuel Kant. sedangkan bola gas asal dinamakan matahari. sehingga terlepaslah bagian-bagian dari bola gas tersebut dalam ukuran dan jangka waktu yang berbeda-beda. tata surya berasal dari nebula yaitu gas atau kabut tipis yang sangat luas dan bersuhu tinggi yang berputar sangat lambat.Teori ini yang paling dianggap benar !. Menurutnya. tata surya berasal dari bola gas yang bersuhu tinggi dan berputar sangat cepat. Bagian-bagian yang terlepas itu berputar dan akhirnya mendingin membentuk planet-planet. Menurut Laplace. sedangkan yang paling besar masih tetap dalam keadaan pijar dan bersuhu tinggi yang disebut matahari. inti-inti massa yang lebih kecil berubah menjadi planet-planet. Inti massa yang terbesar terbentuk di tengah. .

halaman 99) c. Planet-planet dan anggota lainnya terbentuk karena adanya bagian dari matahari yang tertarik dan terlepas oleh pengaruh gravitasi bintang yang melintas ke dekat matahari. Gambar 3. Gabungan bahan-bahan padat kecil itu kemudian membentuk planet-planet. Ma'mur Tanudidjaja. berpendapat bahwa tata surya berasal dari adanya bahan-bahan padat kecil yang disebut planetesimal yang mengelilingi inti yang berwujud gas bersuhu tinggi. halaman 98) b.3 Pembentukan tata surya menurut teori planetesimal (Sumber: Moh.Gambar 3. mengemukakan pendapat bahwa tata surya pada awalnya hanya matahari saja tanpa mempunyai anggota. sehingga lama kelamaan mendingin membentuk bulatan-bulatan yang disebut planet. Ma'mur Tanudidjaja. Teori pasang surut (Jeans dan Jeffreys) Astronom Jeans dan Jeffreys. Teori planetesimal (Moulton dan Chamberlain) Moulton dan Chamberlain. Bagian yang terlepas itu berbentuk seperti cerutu panjang (bagian tengah besar dan kedua ujungnya mengecil) yang terus berputar mengelilingi matahari.2 Pembentukan tata surya menurut teori nebula (Sumber: Moh. . sedangkan inti massa yang bersifat gas dan bersuhu tinggi membentuk matahari.

Ma'mur Tanudidjaja. pada suatu masa melintas bintang lainnya dan menabrak salah satu bintang kembar itu dan menghancurkannya menjadi bagian-bagian kecil yang terus berputar dan mendingin menjadi planet-planet yang mengelilingi bintang yang tidak hancur. berpendapat bahwa tata surya berasal dari awan yang sangat luas yang . Teori ini menyatakan bahwa pada awalnya matahari merupakan bintang kembar yang satu dengan lainnya saling mengelilingi.Gambar 3. yaitu matahari.5 Pembentukan tata surya menurut teori bintang kembar (Sumber: Moh. Teori awan debu (Weizsaecker dan Kuiper) Weizsaecker dan Kuiper. Ma'mur Tanudidjaja.4 Pembentukan tata surya menurut teori pasang surut (Sumber: Moh. halaman 100) d. halaman 98) e. Teori bintang kembar (Lyttleton) Teori bintang kembar dikemukakan astronom Inggris bernama Lyttleton. Gambar 3.

sehingga terbentuklah piringan seperti cakram. TEORY PLANETESIMAL.L Whippel dari Amerika Serikat dan Hannes Alven dari Swedia. Inti cakram yang menggelembung menjadi matahari. TEORI TERBENTUKNYA TATA SURYA Ada beberapa teori yang saya ketahui tentang terbentuknya tata surya. F. sedangkan bagian pinggirnya berubah menjadi planet-planet. Menurutnya. antara lain : TEORI KABUT. Ketidakteraturan dalam awan tersebut menyebabkan terjadinya penyusutan karena gaya tarik menarik dan gerakan berputar yang sangat cepat dan teratur. TEORY PASANG SURUT. Ahli astronomi lainnya yang mengemukakan teori awan debu antara lain. tata surya berawal dari matahari yang berputar dengan cepat dengan piringan gas di sekelingnya yang kemudian membentuk planet-planet yang beredar mengelilingi matahari.terdiri atas debu dan gas (hidrogen dan helium). TEORY AWAN DEBU(PROTO PLANET) . TEORY BINTANG KEMBAR. saat saya mencari hal itu saya menemukan setidaknya ada 5 hal atau 5 teori tentang terbentuknya tata surya.

Menurut teori ini mula-mula ada sebuah nebula yang baur dan hampir bulat yang berotasi dengan kecepatan sangat lambat sehingga mulai menyusut.Cakram berotasi lebih cepat sehinggabagian tepi-tepi cakram terlepas membentuk gelang-gelang bahan. .penyusutan berlanjut dan terbentuk matahari di pusat cakram.TEORI KABUT Teori Kabut disebut juga Teori Nebula.Teori tersebut dikemukakan oleh Immanuel Kart dan Simon de Laplace.Akibatnya terbentuklah sebuah cakram datar bagian tengahnya.Kemudian bahan dalam gelang-gelang memadat menjadi planet-planet yang berevolusi mengitari Matahari.

R Moulton.Suatu ketika bintang berpapasan dengan Matahari dalam jarak yang dekat. TEORI BINTANG KEMBAR Menurut Teori Bintang Kembar.Pada saat itulah terjadi pilinan yang membuat gumpalan bola menjadi pipih menyerupai cakram (tebal bagian tengah dan pipih di bagian tepi).Teori proto planet menyatakan bahwa tata surya terbentuk oleh gumpalan awan gas dan yang jumlahnya sangat banyak.Karena bagian tengah berpilin lambat mengakibatkan terjadi tekanan yang menimbulkan panas dan cahaya(Matahari). tarikan gravitasi bintang yang lewat sebagian bahan dari Matahari(mirip lidah raksasa) tertarik ke arah bintaang tersebut. planetesimal besar menyapu yang lebih kecil dan akhirnya menjadi planet.Gumpalan itu kemudian membeku menjadi planet dan satelit.Gas-gas panas tersebut kemudian berubah menjadi bola-bola cair dan secara berlahan mendingin serta membentuk lapisan keras menjadi planet-planet dan satelit.C Chamberlein dan F.maka kepingan-kepingan itu bergerak mengitari bintang tersebut dan menjadi planet-planet.Dengan tumbukan dan tarikan gravitasi.Menurut teori ini. lidah raksasa itu sebagian jatuh ke Matahari dan sebagian lagi terhambur menjadi gumpalan kecil atau planetesimal.TEORI PLANETESIMAL Teori Planetesimal dikemukakan oleh T. TEORI AWAN DEBU(PROTO PLANET) Teori ini dikemukakan oleh Carl von Weizsaecker kemudian disempurnakan oleh Gerard P. TEORI PASANG SURUT Teori Pasang Surut pertama kali disampaikan oleh Buffon.Bagian tepi cakram berpilin lebih cepat sehingga terpecah menjadi gumpalan yang lebih kecil.Matahari sebelumnya telah ada sebagai salah satu dari bintang-bintang yang banyak di langit.Saat bintang menjauh. beberapa di antaranya adalah: .Mereka berpendapat bahwa tata surya terbentuk oleh efek pasang gas-gas Matahari akibat gaya gravitasi bintang besar yang melintasi Matahari.Gas-gas tersebut terlepas dan kemudian mengelilingi Matahari.Suatu gumpalan mengalami pemampatan dan menarik partikel-partikel debu membentuk gumpalan bola. Banyak hipotesis tentang asal usul Tata Surya telah dikemukakan para ahli.Planetesimal-planetesimal melayang di angkasa dalam orbit mengitari Matahari.Karena pengaruh gaya gravitasi bintang yang tidak meledak(Matahari).Kuiper pada tahun 1950.Buffon menyatakan bahwa tata surya berasal dari materi Matahari yang terlempar akibat bertumbukan dengan sebuah komet.dahulu Matahari merupakan bintang kembar kemudian bintang kembarannya meledak menjadi kepingan-kepingan.Karena jarak yang dekat. Teori pasang surut yang disampaikan Buffon kemudian diperbaiki oleh Sir James Jeans dan Harold Jeffreys.

Laplace berpendapat bahwa orbit berbentuk hampir melingkar dari planet-planet merupakan konsekuensi dari pembentukan mereka.[3] Hipotesis Planetisimal Hipotesis planetisimal pertama kali dikemukakan oleh Thomas C. sebagian lain akan tetap di orbit. Hipotesis serupa juga dikembangkan oleh Pierre Marquis de Laplace[2] secara independen pada tahun 1796. Tata Surya masih berupa kabut raksasa. Kabut ini terbentuk dari debu. menarik materi berulang kali dari Matahari. dan akhirnya menjadi bintang raksasa (matahari). Moulton pada tahun 1900. Sementara sebagian besar materi tertarik kembali. yang lebih dikenal dengan Hipotesis Nebula Kant-Laplace. Chamberlin dan Forest R. gas-gas tersebut memadat seiring dengan penurunan suhunya dan membentuk planet dalam dan planet luar.Pierre-Simon Laplace. . suhu kabut memanas. Efek gravitasi bintang mengakibatkan terbentuknya dua lengan spiral yang memanjang dari Matahari. dan unsur gas yang sebagian besar hidrogen. menyebutkan bahwa pada tahap awal. Hipotesis planetisimal mengatakan bahwa Tata Surya kita terbentuk akibat adanya bintang lain yang lewat cukup dekat dengan Matahari. Hipotesis ini. es. pendukung Hipotesis Nebula Gerard Kuiper. Gaya gravitasi yang dimilikinya menyebabkan kabut itu menyusut dan berputar dengan arah tertentu. Akibat gaya gravitasi. dan bersama proses internal Matahari. pendukung Hipotesis Kondensasi Hipotesis Nebula Hipotesis nebula pertama kali dikemukakan oleh Emanuel Swedenborg (1688-1772)[1] tahun 1734 dan disempurnakan oleh Immanuel Kant (1724-1804) pada tahun 1775. pada masa awal pembentukan Matahari. Kedekatan tersebut menyebabkan terjadinya tonjolan pada permukaan Matahari. dan cincin-cincin gas dan es terlontar ke sekeliling Matahari. Matahari raksasa terus menyusut dan berputar semakin cepat. dan gas yang disebut nebula.

Hipotesis mengemukakan bahwa dahulunya Tata Surya kita berupa dua bintang yang hampir sama ukurannya dan berdekatan yang salah satunya meledak meninggalkan serpihan-serpihan kecil. sementara sisa-sisa materi lainnya menjadi komet dan asteroid. Serpihan itu terperangkap oleh gravitasi bintang yang tidak meledak dan mulai mengelilinginya. Kuiper (1905-1973) pada tahun 1950. 07 December 2007 00:00 Written by Ridwan Abadi 0digg Sebuah teori lahir dari keingintahuan akan suatu kejadian atau keadaan. yang kemudian terkondensasi menjadi planet. Keadaan yang hampir bertabrakan menyebabkan tertariknya sejumlah besar materi dari Matahari dan bintang lain tersebut oleh gaya pasang surut bersama mereka.[4] Hipotesis Kondensasi Hipotesis kondensasi mulanya dikemukakan oleh astronom Belanda yang bernama G. dan menjadi benda-benda berukuran kecil yang mereka sebut planetisimal dan beberapa yang besar sebagai protoplanet. Objek-objek tersebut bertabrakan dari waktu ke waktu dan membentuk planet dan bulan. Hipotesis kondensasi menjelaskan bahwa Tata Surya terbentuk dari bola kabut raksasa yang berputar membentuk cakram raksasa.P. Jauh sebelum Masehi. berbagai penelitian. Planet dianggap terbentuk karena mendekatnya bintang lain kepada Matahari. pengamatan dan perhitungan telah dilakukan untuk mengetahui semua rahasia dibalik Tata . Tapi itulah kenyataan yang harus dihadapi oleh para ilmuwan di awal-awal penemuan mereka.[3] Demikian pula astronom Henry Norris Russell mengemukakan keberatannya atas hipotesis tersebut.mendingin dan memadat. Sejarah Awal Teori Pembentukan Tata Surya Friday. Hal utama yang dihadapi untuk mengerti lebih jauh lagi tentang Tata Surya adalah bagaimana Tata Surya itu terbentuk. Tidak mudah untuk mempercayai sebuah teori baru. bagaimana objek-objek didalamnya bergerak dan berinteraksi serta gaya yang bekerja mengatur semua gerakan tersebut.[3] Namun astronom Harold Jeffreys tahun 1929 membantah bahwa tabrakan yang sedemikian itu hampir tidak mungkin terjadi. apalagi jika teori tersebut lahir ditengah kondisi masyarakat yang memiliki kepercayaan yang berbeda. Hipotesis Bintang Kembar Hipotesis bintang kembar awalnya dikemukakan oleh Fred Hoyle (1915-2001) pada tahun 1956. Hipotesis Pasang Surut Bintang Hipotesis pasang surut bintang pertama kali dikemukakan oleh James Jeans pada tahun 1917.

dan Bumi bergerak mengeliinginya dalam orbit lingkaran. Namun ia mempertahankan bentuk orbit lingkaran dengan menyatakan bahwa orbitnya tidak kosentrik. Gerak yang kedua disebut epycycle. Hasil perhitungannya memberi perbedaan sebesar 13% dari hasil yang ada saat ini. Untuk mengatasi masalah ini. data yang didapat Copernicus memperlihatkan adanya indikasi penyimpangan kecepatan sudut orbit planet-planet. sementara planet bergerak tidak teratur dalam serangkaian simpul ke arah timur. Permulaan Perhitungan Ilmiah Perhitungan secara ilmiah pertama kali dilakukan oleh Aristachrus dari Samos (310-230 BC). dengan mengukur panjang bayangan dari kolom Alexandria dan Syene. perbedaan lintang keduanya merupakan 1/50 dari keseluruhan revolusi. dan Bumi-Bulan. perkembangan teori pembentukan Tata Surya bisa dibagi dalam dua kelompok besar yakni masa sebelum Newton dan masa sesudah Newton. tampak juga objek-objek yang mengembara dan dinamakan planet. Teori heliosentrik dan gereja Nicolaus Copernicus (1473-1543) merupakan orang pertama yang secara terang-terangan menyatakan bahwa Matahari merupakan pusat sistem Tata Surya. Yang pertama. Bumi. Teori heliosentrik disampaikan Copernicus dalam publikasinya yang berjudul De Revolutionibus Orbium Coelestium kepada Paus Pope III dan diterima oleh gereja. Eratoshenes (276-195BC) dari Yunani berhasil menemukan cara mengukur besar Bumi. Pengamatan pertama kali dilakukan oleh bangsa China dan Asia Tengah. Sampai dengan tahun 1960. Pada era Alexandria. Namun jauh sebelum itu. Ptolemy mengajukan dua komponen gerak. Dan teori ini dipercaya selama hampir 1400 tahun. Aristrachrus sudah meletakkan dasar bagi teori heliosentris tersebut. Tapi teori geosentrik mempunyai kelemahan. Ptolemy dan Teori Geosentrik Ptolemy (c 150AD) menyatakan bahwa semua objek bergerak relatif terhadap bumi. Aristachrus juga merupakan orang pertama yang menyimpulkan Bumi bergerak mengelilingi Matahari dalam lintasan berbentuk lingkaran yang menjadi titik awal teori Heliosentrik.Surya. khususnya dalam pengaruhnya pada navigasi dan pertanian. Ia menyimpulkan. Untuk masalah orbit. dan Planet merupakan bagian dari sistem yang berbeda. Jadi bisa kita lihat kalau teori heliosentrik bukan teori yang baru muncul di masa Copernicus. yaitu Matahari dan Bulan bergerak dalam jejak lingkaran mengitari Bumi. gerak dalam orbit lingkaran yang seragam dengan periode satu tahun pada titik yang disebut deferent. Orang-orang Yunani saat itu menyadari bahwa Matahari. Ia mencoba menghitung sudut Bulan-Bumi-Matahari dan mencari perbandingan jarak dari BumiMatahari. Dari para pengamat Yunani ditemukan bahwa selain objek-objek yang terlihat tetap di langit. Awalnya mereka memperkirakan Bumi dan Matahari berbentuk pipih tapi Phytagoras (572-492 BC) menyatakan semua benda langit berbentuk bola (bundar). gerak seragam dalam lintasan lingkaran dan berpusat pada deferent. .

Salah satunya. Kepler menelaah data yang ditinggalkan Brahe dan menemukan bahwa orbit planet tidak sirkular melainkan elliptik. Berdasarkan teori geosentrik. Pandangan inilah yang menyebabkan ia dibakar dan teori Heliosentrik dianggap berbahaya karena bertentangan dengan pandangan gereja yang menganggap manusialah yang menjadi sentral di alam semesta. menyatakan semua bintang mirip dengan Matahari dan masing-masing memiliki sistem planetnya yang dihuni oleh jenis manusia yang berbeda. . Brahe menghabiskan sisa hidupnya menyelesaikan tabel gerak planet dengan bantuan asistennya Johannes Kepler (1571-1630). . teleskop dibuat oleh Galileo Galilei (1562-1642). Dengan teleskopnya. Dalam daftar ini juga terdapat publikasi Copernicus. 2. Setelah kematian Brahe. Giordano Bruno. diantaranya adalah Epitome of The Copernican AstronomyIndex Librorum Prohibitorum yang merupakan buku terlarang bagi umat Katolik. Ia salah satu yang tertarik dengan publikasi Kepler dan yakin tentang teori heliosentrik. Kepler menuliskan pekerjaannya dalam sejumlah buku. Di Prague. Radius vektor menyapu luas yang sama dalam interval waktu yang sama. Tycho Brahe (1546-1601) dari Denmark yang mendukung teori matahari dan bulan mengelilingi bumi sementara planet lainnya mengelilingi matahari. Kepler kemudian mengeluarkan tiga hukum gerak orbit yang dikenal sampai saat ini yaitu . Salah satu pengamatan penting yang meyakinkannya mengenai teori heliosentrik adalah masalah fasa Venus. di laut Baltic dan melakukan penelitian disana sampai kemudian ia pindah ke Prague pada tahun 1596. tidak semua orang setuju dengannya. Planet bergerak dalam orbit ellips mengelilingi matahari sebagai pusat sistem. Kuadrat kala edar planet mengelilingi matahari sebanding dengan pangkat tiga jarak ratarata dari matahari. Tahun 1576. Lahirnya Hukum Kepler Walaupun Copernicus telah menerbitkan tulisannya tentang Teori Heliosentrik. 1. 3. Galileo berhasil menemukan satelit-satelit Galilean di Jupiter dan menjadi orang pertama yang melihat keberadaan cincin di Saturnus. dan segera menjadi bagian dari daftar Awal mula dipakainya teleskop Pada tahun 1608.Galileo merupakan seorang professor matematika di Pisa yang tertarik dengan mekanika khususnya tentang gerak planet. De Revolutionibus Orbium Coelestium. Brahe membangun sebuah observatorium di pulau Hven. Ptolemy menyatakan venus berada dekat dengan titik diantara matahari dan bumi sehingga pengamat dari bumi hanya bisa melihat venus saat mengalami fasa sabit.Tapi dikemudian hari setelah kematian Copernicus pandangan gereja berubah ketika pada akhir abad ke-16 filsuf Italy.

semua fasa Venus bisa terlihat bahkan ditemukan juga sudut piringan venus lebih besar saat fasa sabit dibanding saat purnama. Renè Descartes (1596-1650) yang percaya bahwa angkasa terisi oleh “fluida alam semesta” dan planet terbentuk dalam pusaran air. Teori Pembentukan Tata Surya Sesudah Newton Kemunculan Newton dengan teori gravitasinya menjadi dasar yang kuat dalam menciptakan teori ilmiah pembentukan Tata Surya. Hasil pekerjaannya dipublikasikan dalam Principia yang ia tulis selama 15 tahun. Teori Newton menjadi dasar bagi berbagai teori pembentukan Tata Surya yang lahir kemudian. Teori Komet Buffon Tahun 1745. Dalam artikel ini akan dibahas teori pembentukan Tata Surya yang lahir sesudah era Newton sampai akhir abad ke-19. Perkembangan teori pembentukan Tata Surya sampai dengan tahun 1960 terbagi dalam dua kelompok pemikiran yakni teori monistik yang menyatakan bahwa matahari dan planet berasal dari materi yang sama. Teori monistik menyatakan bahwa matahari dan planet berasal dari materi yang sama. Dan yang kedua teori dualistik menyatakan matahari dan bumi berasal dari sumber materi yang berbeda dan terbetuk pada waktu yang berbeda. Ide ini didasarkan dari teori pusaran Descartes tapi fluidanya berubah menjadi gas. Izaac Newton (1642-1727) dilahirkan. Dasar yang diletakkan Newton Di tahun kematian Galileo. Bisa dikatakan Newton memberi dasar bagi pekerjaannya dan orang-orang sebelum dirinya terutama mengenai asal mula Tata Surya. Sedangkan teori dualistik menyatakan matahari dan bumi berasal dari sumber materi yang berbeda dan terbetuk pada waktu yang berbeda. Ia hanya mengasumsikan bahwa komet jauh lebih masif dari kenyataannya. dimulai dari filsuf Perancis. Ia menyusun Hukum Gerak Newton dan kontribusi terbesarnya bagi Astronomi adalah Hukum Gravitasi yang membuktikan bahwa gaya antara dua benda sebanding dengan massa masing-masing objek dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara kedua benda. Dialogue of The Two Chief World System. Setelah adanya . Seratus tahun kemudian Immanuel Kant (1724-1804) menunjukkan adanya awan gas yang berkontraksi dibawah pengaruh gravitasi sehingga awan tersebut menjadi pipih. Hukum Gravitasi Newton memberi penjelasan fisis bagi Hukum Kepler yang ditemukan sebelumnya berdasarkan hasil pengamatan. Kelemahannya Buffon tidak bisa menjelaskan asal komet. Publikasi Galileo yang memuat pemikirannya tentang teori geosentrik vs heliosentrik. Sayangnya teori ini tidak didukung dasar ilmiah.Tapi berdasarkan teori heliosentrik dan didukung pengamatan Galileo. Teori Nebula Laplace Ada beberapa teori yang menginspirasi terbentuknya teori Laplace. menyebabkan dirinya dijadikan tahanan rumah dan dianggap sebagai penentang oleh gereja. sampai dengan tahun 1960 termasuk didalamnya teori monistik dan teori dualistik. George comte de Buffon (1701-1788) dari Perancis mempostulatkan teori dualistik dan katastrofi yang menyatakan bahwa tabrakan komet dengan permukaan matahari menyebabkan materi matahari terlontar dan membentuk planet pada jarak yang berbeda.

Hal ini akan menghasilkan massa atmosfer dengan magnitudo mendekati magnitudo di pusat massa. Saat sistem mengalami keruntuhan kecepatan sudut bertambah untuk mempertahankan momentum sudut sementara jarak mengecil. momentum sudut dipertahankan melalui putaran yang dipercepat sehingga terjadi pemipihan.teleskop. Materi yang terlepas kedalam piringan akan membentuk sejumlah cincin dan materi di dalam cincin akan mengelompok akibat adanya gravitasi. Jika jarak mengecil lebih cepat dari radius efektif atmosfer. yang memiliki kondensasi pusat yang tinggi. Materi di dalam awan yang runtuh dan memiliki massa dominan akan membentuk matahari. Menurut Maxwell cincin tidak bisa berkondensasi menjadi planet karena gaya inersianya akan memisahkan bagian dalam dan luar cincin. maka semua atmosfer diluar jarak akan membentuk cincin. Model ini berada diluar rentang planet dan mengalami keruntuhan saat mendingin. Jeans juga mennunjukkan bahwa untuk materi di dalam cincin yang mengalir dari nebula yang runtuh menuju kondensasi membutuhkan kerapatan yang lebih besar dari kerapatan sistem. Teori Pembentukan Tata Surya Awal Abad ke-20 . Seharusnya sebagian besar momentum sudut berada di pusat objek. massa cincin masih jauh lebih masif dibanding massa planet yang terbentuk. Selama kontraksi ada materi yang tertinggal kedalam bentuk piringan sementara pusat massa terus berkontraksi. Pada saat keruntuhan. Namun menurut Clerk Maxwell (1831-1879) letak permasalahan teori ini cincin hanya bisa stabil jika terdiri dari partikel-partikel padat bukannya gas. Edouard Roche (1820-1883) mengatakan bahwa awan yang diajukan Laplace dalam teorinya bisa memiliki kondensasi pusat yang tinggi sehingga sebagian besar massa berada dekat spin axis dan memiliki kaitan yang kecil dengan momentum angular. Seandainya proses pemisahan bisa terlewati. Hal inilah yang memberinya kesimplan bahwa bintang terbentuk dari nebula dan halo merupakan sisa nebula. sehingga bisa menyelesaikan permasalahan momentum sudut. Permasalahan lain muncul dari distribusi momentum sudut dimana tidak ada mekanisme tertentu yang bisa menjelaskan bahwa keberadaan materi dalam jumlah kecil. Jika momentum sudut intrinsik dari materi luar bisa membentuk planet. Tahun 1791. Penyempurnaan Teori Laplace Tahun 1854. Kondensasi juga terjadi di setiap cincin yang menyebabkan terbentuknya sistem planet. Dari teori-teori ini Pierre Laplace (1749-1827) menyatakan adanya awan gas dan debu yang berputar pelan dan mengalami keruntuhan akibat gravitasi. William Herschel (1738-1822) mengamati adanya nebula yang ia asumsikan sebagai kumpulan bintang yang gagal. bisa memiliki semua momentum sudutnya. Ia menunjukkan dengan distribusi nebula yang diberikan oleh Roche. Roche menyempurnakan teori Laplace dengan analisis “Matahari ditambah atmosfer”. Keberatan dari James Jeans (1877-1946). Tahun 1873. ia melihat bintang tunggal yang dikelilingi halo yang terang. Dalam model ini atmosfer berkorotasi terhadap matahari. maka kondensasi pusat tidak mungkin runtuh untuk membentuk bintang. materi luar akan menjadi renggang sehingga tidak dapat melawan gaya pasang surut terhadap pusat massanya dan kondensasi tidak akan terjadi. yang membentuk planet.

Menurut Chamberlin. James Jeans (1877-1946) mengemukakan Tata Surya merupakan hasil interaksi antara bintang lain dan matahari. didominasi oleh 2 orang Amerika yakni Thomas Chamberlin (1843-1928) dan Forest Moulton (1872-1952). Dalam membangun teorinya. Pada akhirnya efek pasang surut matahari pada proto planet saat pertama kali melewati perihelion memberikan kemungkinan bagi proses pembentukan planet untuk membentuk satelit. pasang surut yang ditimbulkan pada matahari sangat besar sehingga ada materi yang terlepas dalam bentuk filamen. sejak tahun 1900 Chamberlin dan Moulton mengembangkan teori alternatif untuk pembentukan planet. Ia memberikan kemungkinan bahwa spiral nebula merupakan hasil interaksi pemisahan dari bintang yang berada dalam proses erupsi dengan bintang lainnya. Perbedaan ide yang ia munculkan dengan ide Chamberlin – Moulton terletak pada absennya prominensa. materi yang terlontar ini bisa membentuk planet yang akan mengitari bintang induknya. Tapi ide ini kemudian mereka tolak karena orbit yang mereka dapatkan terlalu eksentrik/lonjong.Perkembangan teori pementukan Tata Surya pada dekade terakhir abad ke-19 dan dekade pertama abad ke-20. Ia menawarkan adanya satu akumulasi yang membentuk planet atau inti planet (objek kecil terkondensasi diluar materi nebula) yang kemudian dikenal sebagai planetesimal. Nebula spiral ini tidak diketahui asalnya dan berhasil dipotret oleh para pengamat. Filamen ini tidak stabil dan pecah menjadi gumpalan-gimpalan yang kemudian membentuk proto planet. Chamberlin menawarkan solusi untuk teori nebula Laplace. . Namun karena adanya perbedaan kecepatan partikel dalam dan partikel luar. Pada tahun 1890-an. Untuk itu dibutuhkan jarak matahari-bintang lebih besar dari limit Roche untuk matahari dan massa masif yang lebih besar dari massa matahari untuk bintang lainnya. dimana partikel dalam bergerak lebih cepat dari partikel luar. Selain itu tanpa adanya prominensa maka kemiringan axis solar spin dan bidang orbit matahari-bintang tidak akan bisa dijelaskan. Namun sayangnya gaya pasang surut bintang yang berinteraksi dengan matahari hanya mampu menahan materi prominensa di luar matahari tapi tidak mampu memindahkan materi dari matahari. bertukar pemikiran dan menguji ide-ide yang muncul. Teori Pasang Surut Jeans Astronomi Inggris. Walaupun ide planetesimal ini cukup baik. Keduanya mengembangkan teori tentang materi yang terlontar dari bintang membentuk nebula spiral. namun publikasi atas karya besar mereka dilakukan secara terpisah. Pada model ini tampaknya spin matahari yang lambat dikesampingkan karena dianggap matahari telah terlebih dahulu terbentuk sebelum proses pembentukan planet. Teori ini membutuhkan matahari yang aktif dengan prominensa yang masif. mereka melakukan komunikasi secara konstan. Menurut mereka. Chamberlin kemudian membangun teori baru yang melibatkan erupsi matahari. Akibat pengaruh gravitasi dari bintang proto planet memiliki momentum sudut yang cukup untuk masuk kedalam orbit disekitar matahari. planetesimal akan bergabung membentuk proto planet. maka objek yang terbentuk akan memiliki spin retrograde. Menurut Jeans dalam interaksi antara matahari dengan bintang lain yang melewatinya.

Immanuel Kan Hipotesis serupa juga dikembangkan oleh Pierre Marquis de Laplace secara independen pada tahun 1796. Materinya juga cukup dingin. Hipotesis nebula pertama kali dikemukakan oleh Emanuel Swedenborg (1688-1772) tahun 1734 dan disempurnakan oleh Immanuel Kant (1724-1804) pada tahun 1775. radius matahari sama dengan orbit Neptunus. Pengubahan ini memperlihatkan kemudahan untuk melontarkan materi pada jarak yang dikehendaki. Keberatan pertamanya mengenai keberadaan bintang masif yang jarang sehingga kemungkinan adanya bintang yang berpapasan dengan matahari pada jarak yang diharapkan sangatlah kecil. keberatan lain datang dari Lyman Spitzer (1914-1997). Jeans memperbaharui teorinya. Ia menyatakan bahwa saat pertemuan kedua bintang terjadi. Tahun 1939. Teori Terciptanya Jagad Raya Hipotesis Nebula. Menurutnya jika matahari sudah berada dalam kondisi sekarang saat materinya membentuk Jupiter maka diperlukan materi pembentuk yang berasal dari kedalaman dimana kerapatannya sama dengan kerapatan rata-rata matahari dan temperatur sekitar 106 K. maka massa minimum Jupiter menjadi 100 kali massa Jupiter saat ini. Harold Jeffreys (1891-1989) yang sebelumnya mengkritik teori Chamberlin-Moulton juga memberikan beberapa keberatan atas teori Jeans.Tahun 1919. Tapi jika harga temperatur ini dipakai dalam persamaan untuk massa kritis jeans. dengan temperatur 20 K dan massa sekitar ½ massa jupiter. Hipotesis .

Matahari raksasa terus menyusut dan berputar semakin cepat. gas-gas tersebut memadat seiring dengan penurunan suhunya dan membentuk planet dalam dan planet luar.ini. Teori Kabut (Nebula) menceritakan kejadian tersebut dalam 3 (tiga ) tahap : 1. dan cincin-cincin gas dan es terlontar ke sekeliling matahari. dan gas yang disebut nebula. Gaya gravitasi yang dimilikinya menyebabkan kabut itu menyusut dan berputar dengan arah tertentu. Matahari dan planet-planet lainnya masih berbentuk gas. menyebutkan bahwa pada tahap awal. Pierre Marquis de Laplace Laplace berpendapat bahwa orbit berbentuk hampir melingkar dari planet-planet merupakan konsekuensi dari pembentukan mereka. yang lebih dikenal dengan Hipotesis Nebula KantLaplace. Akibat gaya gravitasi. es. dan unsur gas yang sebagian besar hidrogen. Kabut ini terbentuk dari debu. Tata Surya masih berupa kabut raksasa. dan akhirnya menjadi bintang raksasa (matahari). . suhu kabut memanas.

Materi-materi tersebut tumbuh makin besar dan terus melakukan gerakan secara teratur mengelilingi matahari dalam satu orbit yang tetap dan membentuk Susunan Keluarga Matahari. 3. kabut yang begitu pekat dan besar Kabut tersebut berputar dan berpilin dengan kuat. bergerak mengelilingi matahari.2. Astronom Jerman . dimana pemadatan terjadi di pusat lingkaran yang kemudian membentuk matahari. Berbagai Modifikasi Hipotesis Nebula. Pada saat yang bersamaan materi lainpun terbentuk menjadi massa yang lebih kecil dari matahari yang disebut sebagai planet.

. Dia berpendapat bahwa suatu lapisan materi bersifat gas pernah muncul dan keluar sampai jauh sekali dari garis khatulistiwa matahari di jaman purba. Akhirnya. Unsur-unsur yang lebih berat itu secara bertahap berkumpul dalam suatu deretan konsentris yang berbentuk seperti ginjal. Sebagian besar lapisan ini terdiri dari unsur ringan hidrogen dan helium. von Weizsaeckar memperkenalkan hipotesis nebulanya pada tahun 1940-an.C. Deretan massa ini menarik bahan-bahan lain yang terdapat di ruang angkasa dan berkembang menjadi planet. tekanan panas dan radiasi matahari menghilangkan sebagian besar hidrogen dan helium serta meninggalkan unsur-unsur yang lebih berat.

menarik materi berulang kali dari matahari. Objek-objek tersebut bertabrakan dari waktu ke waktu dan membentuk planet dan bulan. Thomas C. Hipotesis planetisimal pertama kali dikemukakan oleh Thomas C. Kedekatan tersebut menyebabkan terjadinya tonjolan pada permukaan matahari. Moulton pada tahun 1900. dan bersama proses internal matahari. mendingin dan memadat. sebagian lain akan tetap di orbit. Chamberlin dan Forest R. Hipotesis planetisimal mengatakan bahwa Tata Surya kita terbentuk akibat adanya bintang lain yang lewat cukup dekat dengan matahari. dan menjadi benda-benda berukuran kecil yang mereka sebut planetisimal dan beberapa yang besar sebagai protoplanet. Efek gravitasi bintang mengakibatkan terbentuknya dua lengan spiral yang memanjang dari matahari. Sementara sebagian besar materi tertarik kembali.Hipotesis Planetisimal. pada masa awal pembentukan matahari. sementara sisa-sisa materi lainnya menjadi komet dan asteroid. Chamberlin .

James Jeans (1877-1946) mengemukakan Tata Surya merupakan hasil interaksi antara bintang lain dan matahari. James Jeans Woodhope Menurut Jeans dalam interaksi antara matahari dengan bintang lain yang melewatinya. Perbedaan ide yang ia munculkan dengan ide Chamberlin & Moulton terletak pada absennya prominensa.Hipotesis Pasang Surut Bintang. Astronomi Inggris. pasang surut yang .

Filamen ini tidak stabil dan pecah menjadi gumpalan-gimpalan yang kemudian membentuk proto planet. Pada akhirnya efek pasang surut matahari pada proto planet saat pertama kali melewati perihelion memberikan kemungkinan bagi proses pembentukan planet untuk membentuk satelit. Selain itu tanpa adanya prominensa maka kemiringan axis solar spin dan bidang orbit matahari-bintang tidak akan bisa dijelaskan. Akibat pengaruh gravitasi dari bintang proto planet memiliki momentum sudut yang cukup untuk masuk kedalam orbit disekitar matahari.ditimbulkan pada matahari sangat besar sehingga ada materi yang terlepas dalam bentuk filamen. Pada model ini tampaknya spin matahari yang lambat dikesampingkan karena dianggap matahari telah terlebih dahulu terbentuk sebelum proses pembentukan planet. .

Materinya juga cukup dingin. Jeans memperbaharui teorinya. Tahun 1939. Menurutnya jika matahari sudah berada dalam kondisi sekarang saat materinya membentuk Jupiter maka diperlukan materi pembentuk yang berasal dari kedalaman dimana kerapatannya sama dengan . Ia menyatakan bahwa saat pertemuan kedua bintang terjadi. keberatan lain datang dari Lyman Spitzer (1914-1997). Keberatan pertamanya mengenai keberadaan bintang masif yang jarang sehingga kemungkinan adanya bintang yang berpapasan dengan matahari pada jarak yang diharapkan sangatlah kecil. radius matahari sama dengan orbit Neptunus. dengan temperatur 20 K dan massa sekitar ½ massa jupiter. Pengubahan ini memperlihatkan kemudahan untuk melontarkan materi pada jarak yang dikehendaki.Harold Jeffreys Tahun 1919. Harold Jeffreys (18911989) yang sebelumnya mengkritik teori ChamberlinMoulton juga memberikan beberapa keberatan atas teori Jeans.

Lama-kelamaan bola kabut ini membentuk sebuah cakram. perputarannya pun semakin cepat.kerapatan rata-rata matahari dan temperatur sekitar 106 K. dan gas. Dalam teori ini menyatakan bahwa sistem tata surya itu ternyata pada mulanya berupa bola kabut raksasa. dan suhunya pun semakin bertambah. Dan di dalam Kabut itu terdiri dari debu. Tapi jika harga temperatur ini dipakai dalam persamaan untuk massa kritis jeans. es. Akhirnya. Kuiper Hipotesis Kondensasi. maka massa minimum Jupiter menjadi 100 kali massa Jupiter saat ini. Kuiper tepatnya si pada tahun 1950. Gerald P. cakram itu kembali berbentuk bola gas yang cukup solid hingga terbentuklah Matahari. sedangkan bagian yang berat berkumpul di pusatnya. Bola kabut ini selanjutnya berotasi sehingga bagian yang ringan mudah terlempar ke luar. Teori Hipotesis kondensasi ini dibuat oleh GP. Bagian tepi cakram yang berupa gas dan debu mulai bertarikan dan membentuk .

Protoplanet lambat laun makin dingin dan padat sehingga membentuk planet. Gumpalan-gumpalan itu disebut protoplanet. Selanjutnya. Hipotesis Bintang Kembar.suatu gumpalan.A Lyttleton. Menurut teori ini. galaksi berasal dari kombinasi bintang kembar. Salah satu bintang meledak sehingga banyak material yang terlempar. Teori ini dikemukakan oleh seorang ahli Astronomi R. Protoplanet tetap berotasi di orbitnya dan sambil berotasi dia juga berevolusi mengelilingi Matahari. gumpalan tersebut terlepas dari Matahari dan menyebar ke sekitarnya. RA Lyttleton Karena bintang yang tidak meledak mempunyai gaya .

maka sebaran pecahan ledakan bintang tersebut mengelilingi bintang yang tidak meledak. Hasil kompilasi dari berbagai sumber. sedangkan pecahan bintang yang lain adalah planet-planet yang mengelilinginya Untuk Hipotesis BIG BANG akan kami bahas tersendiri pada postingan yang akan datang. terimakasih.gravitasi yang masih kuat. Bintang yang tidak meledak itu adalah matahari.com/ . Silahkan mengutip dan/atau mempublikasikan sebagian atau seluruh artikel di Blog ini dengan menyebut sumber-nya.blogspot. Surya Hidayatullah Al Mataromi: http://tabiralamsemesta.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful