P. 1
Teori Terjadinya Tata Surya

Teori Terjadinya Tata Surya

5.0

|Views: 2,065|Likes:
Published by putri333

More info:

Published by: putri333 on Mar 04, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/28/2013

pdf

text

original

teori terjadinya tata surya

TEORI TERJADINYA TATA SURYA Tata surya merupakan susunan benda langit ( planet, komet, meteor, asteroid, bintang, dsb) yang mengelilingi matahari. Tata surya tersebut hanyalah satu dari jutaan bintang yang tergabung dalam kelompok bintang yang dikenal dengan nama galaksi. 1. Teori Kabut atau teori Nebula Immanuel Kant, seorang filsafat jerman membuat suatu hipotesis tentang terjadinya tata surya. Ia mengatakan bahwa dijagat raya mula-mula tredapat gumpalan kabut atau nebula yang berputar perlahan – lahan. Oleh karena perputarannya sangat lambat, nebula mulai menyusut sehingga membentuk sebuah cakram datar ditengah-tengahnya. Penyusutan berlanjut dan membentuk matahari dipusat cakram. Penyusutan mengakibatkan cakram berputan dengan cepat sehingga bagian tepi cakram terlepas membentuka gelang-gelang bahan , yang kemudian memedat mendaji planet-planet yang berevolusi dalam orbit hampir melingkar mengitari matahari. Pada waktu yang hampir bersamaan, seorang ahkli fisika Prancis, Pierre Simon de Laplace mengemukakan teori yang hampir sama. Ia megatakan bahwa tata surya berasal dari kabut panas yang berpilin. Pilinan tersebut berupa gumpalan kabut yang membentuk bulatan seperti bola besar. Semakin kecil bola itu, pilinannya semakin cepat sehingga bentuk bola itu

menepat pada kutubnya dan melebar dibagian ekuatornya. Kemudian sebagian massa gas diekuatornya itu menjauh dari gumpalan intinya membentuk gelang-gelang yang akhirnya berubah menjadi gumpalan padat. Gumpalan padat itulah yang menjadi planet dan satelitnya sedangkan bagian inti kabut tetap brebentuk yang berpijar yang disebut dnegan matahari. 2. Teori Planetesimal Thomas C . Chamberlin seorang ahli geologi dan Forest R Moulton seorang ahli astronomi mengemukakan teori yang dikenal dengan teori planetesimal yang berarti planet kecil. Teori ini menyatakan bahwa matahari telah ada sebagai salah satu dari bintang. Suatu saat matahari berpapasan dengan sebuah bintang dengan jarak yang tidak terlalu jauh shingga terjadi peristiwa pasang naik pada permukaan matahari maupun bintang itu, serta bagian dari massa matahari tertarik kearah bintang. Pada waktu bintang tersebut menjauh, sebagian dari massa matahari jatuh kembali ke permukaan mathari dan sebagian lagi terhambur keluar angkasa disekitar matahari. Hal inilah yang dinamakan planetesimal yang kemudian menjadi planetplanet yang beredar mengelilingi orbitnya. 3. Teori bintang kembar Menurut teori ini, matahari mungkin merupakan bintang kembar. Kemudian bintang yang satu meledak menjadi kepingan-kepingan. Akibat pengaruh gaya gravitasi bintang lainnya maka kepingan-kepingan ini bergerak mengitari bintang-bingtang itu dan menjadi planet-planet. Bintang yang tidak meladak tetap sebagai bintang yang sekarang disebut dengan matahari. 4. Teori proto planet Pada tahun 1940 seorang astronomi jerman bernama Carl Von Weiszzacker mengembangkan suatu teori yang dikenal dengan teori awan debu. Pada daarnya teori ini mengemukakan bahwa tata surya itu terbentuk dari gumpalan awan gas dan debu. Lebih dari 5000 juta tahun yang lalu, salah satu gumpalan awan itu mengalami pemampatan sehingga partikel-partikel debu tertarik ke bagian pusat wan itu membentuk gumpalan bola dan mulai berpilin. Lama kelamaan gumpalan gas itu menjadi pipih seperti cakram yang tebal dibagian tengah dan lebih tipis dibagian tepinya. Bagian tengah cakram gas itu berpilin lebih lambat dari

Geosains.Tjasyono HK. berputar sangat cepat sehingga terpecah-pecah menjadi banyak gumpalan gas dan debu yang lebih kecil yang juga turut berpilin. Bagian yang lebih luar.Wiladi. diantaranya adalah sebagai berikut ini : 1. berbentuk Gumpalan kemudian membeku menjadi Planet. Oleh karena itu partikel-partikel dibagian tengah cakram itu saling menekan timbullah panas dan pijar. Bahan planet itu dinamakan pula proto planet.Bandung:ITB . Fisika untuk SMU. Bandung:Grafindo. Teori ini disampaikan oleh Immanuel Kant dan Piere Simon de Laplace. Bagian inilah yang kemudian membeku dan menjadi planet-planet serta satelit-satelitnya. Bayong. planet berasal dari kabut pijar yang berputar membentuk gelang-gelang. Bagian inilah yang menjadi matahari. Ada banyak hipotesis tentang asal usul tata surya telah dikemukakan para ahli. Hipotesis Nebula Menurut Hipotesis ini. Hasan. DAFTAR PUSTAKA .2003.bagian tepinya. .2003.

Moulton pada tahun 1900. dibumi telah muncul kehidupan karena sudah ada lapisan atmosfer.Keterangan : a) Nebula berasal dari gas dan debu. terjadilah semacam pasang dan gas yang besar disedot dari matahari oleh tarikan gravitasi bintang lain tersebut. d) Matahari berputar pada porosnya. bertindak sebagai inti untuk pembentukan planet-planet itu. Chamberlain dan Forest R. Akibatnya. . Partikel-partikel yang lebih besar yang disebut Knot. Karena adanya pasang surut ini maka gas-gas tersebut berputar mengelilingi matahari lalu mulai mengalami penurunan suhu dan memadat membentuk partikel-partikel keras dalam ukuran yang berbeda yang disebut planetasimal (planet kecil). planet-planet terbentuk atmosfernya. 2. Hipotesis Planetisimal Menurut Thomas C. e) Planet terbentuk atmosfer. sebagian besar menjadi Matahari. Matahari dan bintang lainnya pada suatu saat melintas sangat dekat satu sama lain. c) Matahari terbentuk planet-planet bertebaran tak terarah. b) Terbentuk Matahari dan planet lain yang masih Berpijar.

Namun. meteor bahkan satelit-satelit dari planet-planet. Hipotesis Bintang Kembar Hipotesis bintang kembar awalnya dikemukakan oleh Fred Hoyle (1915-2001) pada tahun 1956. 3. selubung gas yang letaknya lebih dekat dengan matahari tersapu sehingga ukurannya menjadi lebih kecil dan padat. Planet yang atmosfernya tersapu bersih adalah merkurius dan venus. Serutu itu lepas dan terputus-putus yang membentuk tetesan-tetesan yang memadat sehingga terbentuk planet. hasil ledakan berupa debu dan awan hidrogen membentuk bintangbintang. adanya gaya tarik menarik antara matahari dengan bintang besar. 5. Ketika daya pancar sinar matahari semakin besar. bagian pusat menjadi Matahari. sedangkan gumpalan lainnya menjadi planet-planet. Teori ini dikemukakan oleh James Jeans.Inti tersebut menarik dan bergabung dengan planet-planetesiamal lainnya yang lebih kecil dan akhirnya menjadi massa yang lebih besar sehingga membentuk planet-planet yang lebih kecil itu menjadi planetoida. Akibat adanya gaya gravitasi antarmolekul menyebabkan terjadinya gerakan memutar. menyebarlah serpihan debu dan awan hidrogen. Hipotesis Pasang Surut Bintang Menurut Hipotesis ini. . Hipotesis Big Bang Terbentuknya alam semesta dan tata surya diawali dari dentuman yang dahsyat meledak.P. Hipotesis kondensasi menjelaskan bahwa tata surya terbentuk dari bola kabut raksasa yang berputar membentuk cakram raksasa. Hipotesis mengemukakan bahwa dahulunya tata surya kita berupa dua bintang yang hampir sama ukurannya dan berdekatan yang salah satunya meledak meninggalkan serpihan-serpihan kecil. gas darimanakah yang terlepas sehingga terbentuk planet???? 4. sedangkan bumi merupakan planet ketiga yang berjarak ideal. Kuiper (19051973) pada tahun 1950. sehingga pada matahari terbentuk tonjolan seperti serutu. Hipotesis Kondensasi Hipotesis kondensasi mulanya dikemukakan oleh astronom Belanda yang bernama G. 6. Matahari merupakan salah satunya.

Perputaran yang lambat itu menyebabkan terbentuknya konsentrasi materi yang mempunyai berat jenis tinggi yang disebut inti massa di beberapa tempat yang berbeda.Teori ini yang paling dianggap benar !. . Menurutnya. Teori nebula lainnya dikemukakan oleh Pierre Simon Laplace. Karena perputaran yang sangat cepat. sedangkan bola gas asal dinamakan matahari. Menurut Laplace. a. inti-inti massa yang lebih kecil berubah menjadi planet-planet. sedangkan yang paling besar masih tetap dalam keadaan pijar dan bersuhu tinggi yang disebut matahari. tata surya berasal dari nebula yaitu gas atau kabut tipis yang sangat luas dan bersuhu tinggi yang berputar sangat lambat. sedangkan yang kecil terbentuk di sekitarnya Karena terjadi proses pendinginan. tata surya berasal dari bola gas yang bersuhu tinggi dan berputar sangat cepat. sehingga terlepaslah bagian-bagian dari bola gas tersebut dalam ukuran dan jangka waktu yang berbeda-beda. Inti massa yang terbesar terbentuk di tengah. Teori nebula (Kant dan Laplace) Teori Nebula pertama kali dikemukakan seorang filsuf Jerman bernama Imanuel Kant. Bagian-bagian yang terlepas itu berputar dan akhirnya mendingin membentuk planet-planet.

berpendapat bahwa tata surya berasal dari adanya bahan-bahan padat kecil yang disebut planetesimal yang mengelilingi inti yang berwujud gas bersuhu tinggi. Ma'mur Tanudidjaja.Gambar 3. Teori pasang surut (Jeans dan Jeffreys) Astronom Jeans dan Jeffreys. Ma'mur Tanudidjaja.2 Pembentukan tata surya menurut teori nebula (Sumber: Moh. sehingga lama kelamaan mendingin membentuk bulatan-bulatan yang disebut planet. halaman 98) b. sedangkan inti massa yang bersifat gas dan bersuhu tinggi membentuk matahari. . Gabungan bahan-bahan padat kecil itu kemudian membentuk planet-planet. Gambar 3. Bagian yang terlepas itu berbentuk seperti cerutu panjang (bagian tengah besar dan kedua ujungnya mengecil) yang terus berputar mengelilingi matahari. halaman 99) c. mengemukakan pendapat bahwa tata surya pada awalnya hanya matahari saja tanpa mempunyai anggota. Planet-planet dan anggota lainnya terbentuk karena adanya bagian dari matahari yang tertarik dan terlepas oleh pengaruh gravitasi bintang yang melintas ke dekat matahari. Teori planetesimal (Moulton dan Chamberlain) Moulton dan Chamberlain.3 Pembentukan tata surya menurut teori planetesimal (Sumber: Moh.

Gambar 3. berpendapat bahwa tata surya berasal dari awan yang sangat luas yang . halaman 100) d. halaman 98) e. Teori ini menyatakan bahwa pada awalnya matahari merupakan bintang kembar yang satu dengan lainnya saling mengelilingi. Ma'mur Tanudidjaja. yaitu matahari.5 Pembentukan tata surya menurut teori bintang kembar (Sumber: Moh. Teori awan debu (Weizsaecker dan Kuiper) Weizsaecker dan Kuiper.4 Pembentukan tata surya menurut teori pasang surut (Sumber: Moh. Teori bintang kembar (Lyttleton) Teori bintang kembar dikemukakan astronom Inggris bernama Lyttleton. Gambar 3. Ma'mur Tanudidjaja. pada suatu masa melintas bintang lainnya dan menabrak salah satu bintang kembar itu dan menghancurkannya menjadi bagian-bagian kecil yang terus berputar dan mendingin menjadi planet-planet yang mengelilingi bintang yang tidak hancur.

F.terdiri atas debu dan gas (hidrogen dan helium). Menurutnya. Inti cakram yang menggelembung menjadi matahari. sehingga terbentuklah piringan seperti cakram. antara lain : TEORI KABUT. Ahli astronomi lainnya yang mengemukakan teori awan debu antara lain. saat saya mencari hal itu saya menemukan setidaknya ada 5 hal atau 5 teori tentang terbentuknya tata surya. TEORY BINTANG KEMBAR. TEORY PLANETESIMAL. sedangkan bagian pinggirnya berubah menjadi planet-planet. TEORY PASANG SURUT. TEORI TERBENTUKNYA TATA SURYA Ada beberapa teori yang saya ketahui tentang terbentuknya tata surya. Ketidakteraturan dalam awan tersebut menyebabkan terjadinya penyusutan karena gaya tarik menarik dan gerakan berputar yang sangat cepat dan teratur. TEORY AWAN DEBU(PROTO PLANET) .L Whippel dari Amerika Serikat dan Hannes Alven dari Swedia. tata surya berawal dari matahari yang berputar dengan cepat dengan piringan gas di sekelingnya yang kemudian membentuk planet-planet yang beredar mengelilingi matahari.

Cakram berotasi lebih cepat sehinggabagian tepi-tepi cakram terlepas membentuk gelang-gelang bahan.penyusutan berlanjut dan terbentuk matahari di pusat cakram.Kemudian bahan dalam gelang-gelang memadat menjadi planet-planet yang berevolusi mengitari Matahari.Akibatnya terbentuklah sebuah cakram datar bagian tengahnya.Teori tersebut dikemukakan oleh Immanuel Kart dan Simon de Laplace.Menurut teori ini mula-mula ada sebuah nebula yang baur dan hampir bulat yang berotasi dengan kecepatan sangat lambat sehingga mulai menyusut.TEORI KABUT Teori Kabut disebut juga Teori Nebula. .

Karena pengaruh gaya gravitasi bintang yang tidak meledak(Matahari). beberapa di antaranya adalah: .maka kepingan-kepingan itu bergerak mengitari bintang tersebut dan menjadi planet-planet.Gas-gas panas tersebut kemudian berubah menjadi bola-bola cair dan secara berlahan mendingin serta membentuk lapisan keras menjadi planet-planet dan satelit.Menurut teori ini.Karena jarak yang dekat.Suatu gumpalan mengalami pemampatan dan menarik partikel-partikel debu membentuk gumpalan bola.Dengan tumbukan dan tarikan gravitasi. lidah raksasa itu sebagian jatuh ke Matahari dan sebagian lagi terhambur menjadi gumpalan kecil atau planetesimal.Matahari sebelumnya telah ada sebagai salah satu dari bintang-bintang yang banyak di langit.Saat bintang menjauh.Karena bagian tengah berpilin lambat mengakibatkan terjadi tekanan yang menimbulkan panas dan cahaya(Matahari).Gas-gas tersebut terlepas dan kemudian mengelilingi Matahari. TEORI BINTANG KEMBAR Menurut Teori Bintang Kembar.Suatu ketika bintang berpapasan dengan Matahari dalam jarak yang dekat.Buffon menyatakan bahwa tata surya berasal dari materi Matahari yang terlempar akibat bertumbukan dengan sebuah komet.Mereka berpendapat bahwa tata surya terbentuk oleh efek pasang gas-gas Matahari akibat gaya gravitasi bintang besar yang melintasi Matahari. Teori pasang surut yang disampaikan Buffon kemudian diperbaiki oleh Sir James Jeans dan Harold Jeffreys. TEORI AWAN DEBU(PROTO PLANET) Teori ini dikemukakan oleh Carl von Weizsaecker kemudian disempurnakan oleh Gerard P.dahulu Matahari merupakan bintang kembar kemudian bintang kembarannya meledak menjadi kepingan-kepingan.Bagian tepi cakram berpilin lebih cepat sehingga terpecah menjadi gumpalan yang lebih kecil.Planetesimal-planetesimal melayang di angkasa dalam orbit mengitari Matahari. Banyak hipotesis tentang asal usul Tata Surya telah dikemukakan para ahli.C Chamberlein dan F. TEORI PASANG SURUT Teori Pasang Surut pertama kali disampaikan oleh Buffon.Pada saat itulah terjadi pilinan yang membuat gumpalan bola menjadi pipih menyerupai cakram (tebal bagian tengah dan pipih di bagian tepi).TEORI PLANETESIMAL Teori Planetesimal dikemukakan oleh T. planetesimal besar menyapu yang lebih kecil dan akhirnya menjadi planet.R Moulton.Teori proto planet menyatakan bahwa tata surya terbentuk oleh gumpalan awan gas dan yang jumlahnya sangat banyak. tarikan gravitasi bintang yang lewat sebagian bahan dari Matahari(mirip lidah raksasa) tertarik ke arah bintaang tersebut.Gumpalan itu kemudian membeku menjadi planet dan satelit.Kuiper pada tahun 1950.

pada masa awal pembentukan Matahari. suhu kabut memanas. Tata Surya masih berupa kabut raksasa.Pierre-Simon Laplace. Hipotesis planetisimal mengatakan bahwa Tata Surya kita terbentuk akibat adanya bintang lain yang lewat cukup dekat dengan Matahari. Akibat gaya gravitasi. Efek gravitasi bintang mengakibatkan terbentuknya dua lengan spiral yang memanjang dari Matahari. Hipotesis serupa juga dikembangkan oleh Pierre Marquis de Laplace[2] secara independen pada tahun 1796. gas-gas tersebut memadat seiring dengan penurunan suhunya dan membentuk planet dalam dan planet luar. . Moulton pada tahun 1900. menarik materi berulang kali dari Matahari. Kedekatan tersebut menyebabkan terjadinya tonjolan pada permukaan Matahari. Laplace berpendapat bahwa orbit berbentuk hampir melingkar dari planet-planet merupakan konsekuensi dari pembentukan mereka. menyebutkan bahwa pada tahap awal. Sementara sebagian besar materi tertarik kembali. dan cincin-cincin gas dan es terlontar ke sekeliling Matahari. Gaya gravitasi yang dimilikinya menyebabkan kabut itu menyusut dan berputar dengan arah tertentu. Hipotesis ini.[3] Hipotesis Planetisimal Hipotesis planetisimal pertama kali dikemukakan oleh Thomas C. dan unsur gas yang sebagian besar hidrogen. pendukung Hipotesis Kondensasi Hipotesis Nebula Hipotesis nebula pertama kali dikemukakan oleh Emanuel Swedenborg (1688-1772)[1] tahun 1734 dan disempurnakan oleh Immanuel Kant (1724-1804) pada tahun 1775. dan akhirnya menjadi bintang raksasa (matahari). Kabut ini terbentuk dari debu. pendukung Hipotesis Nebula Gerard Kuiper. yang lebih dikenal dengan Hipotesis Nebula Kant-Laplace. sebagian lain akan tetap di orbit. Chamberlin dan Forest R. dan bersama proses internal Matahari. dan gas yang disebut nebula. Matahari raksasa terus menyusut dan berputar semakin cepat. es.

Hipotesis kondensasi menjelaskan bahwa Tata Surya terbentuk dari bola kabut raksasa yang berputar membentuk cakram raksasa. Sejarah Awal Teori Pembentukan Tata Surya Friday. Keadaan yang hampir bertabrakan menyebabkan tertariknya sejumlah besar materi dari Matahari dan bintang lain tersebut oleh gaya pasang surut bersama mereka. apalagi jika teori tersebut lahir ditengah kondisi masyarakat yang memiliki kepercayaan yang berbeda. bagaimana objek-objek didalamnya bergerak dan berinteraksi serta gaya yang bekerja mengatur semua gerakan tersebut.[4] Hipotesis Kondensasi Hipotesis kondensasi mulanya dikemukakan oleh astronom Belanda yang bernama G. Objek-objek tersebut bertabrakan dari waktu ke waktu dan membentuk planet dan bulan. Serpihan itu terperangkap oleh gravitasi bintang yang tidak meledak dan mulai mengelilinginya. yang kemudian terkondensasi menjadi planet. Hipotesis Pasang Surut Bintang Hipotesis pasang surut bintang pertama kali dikemukakan oleh James Jeans pada tahun 1917.P. Tidak mudah untuk mempercayai sebuah teori baru.[3] Namun astronom Harold Jeffreys tahun 1929 membantah bahwa tabrakan yang sedemikian itu hampir tidak mungkin terjadi.[3] Demikian pula astronom Henry Norris Russell mengemukakan keberatannya atas hipotesis tersebut. Tapi itulah kenyataan yang harus dihadapi oleh para ilmuwan di awal-awal penemuan mereka. berbagai penelitian. sementara sisa-sisa materi lainnya menjadi komet dan asteroid. Jauh sebelum Masehi. Hal utama yang dihadapi untuk mengerti lebih jauh lagi tentang Tata Surya adalah bagaimana Tata Surya itu terbentuk. 07 December 2007 00:00 Written by Ridwan Abadi 0digg Sebuah teori lahir dari keingintahuan akan suatu kejadian atau keadaan. Kuiper (1905-1973) pada tahun 1950. Hipotesis Bintang Kembar Hipotesis bintang kembar awalnya dikemukakan oleh Fred Hoyle (1915-2001) pada tahun 1956.mendingin dan memadat. Hipotesis mengemukakan bahwa dahulunya Tata Surya kita berupa dua bintang yang hampir sama ukurannya dan berdekatan yang salah satunya meledak meninggalkan serpihan-serpihan kecil. dan menjadi benda-benda berukuran kecil yang mereka sebut planetisimal dan beberapa yang besar sebagai protoplanet. pengamatan dan perhitungan telah dilakukan untuk mengetahui semua rahasia dibalik Tata . Planet dianggap terbentuk karena mendekatnya bintang lain kepada Matahari.

Ia mencoba menghitung sudut Bulan-Bumi-Matahari dan mencari perbandingan jarak dari BumiMatahari. Pada era Alexandria. Untuk masalah orbit.Surya. Aristachrus juga merupakan orang pertama yang menyimpulkan Bumi bergerak mengelilingi Matahari dalam lintasan berbentuk lingkaran yang menjadi titik awal teori Heliosentrik. Dan teori ini dipercaya selama hampir 1400 tahun. Ia menyimpulkan. Aristrachrus sudah meletakkan dasar bagi teori heliosentris tersebut. Jadi bisa kita lihat kalau teori heliosentrik bukan teori yang baru muncul di masa Copernicus. gerak seragam dalam lintasan lingkaran dan berpusat pada deferent. Teori heliosentrik disampaikan Copernicus dalam publikasinya yang berjudul De Revolutionibus Orbium Coelestium kepada Paus Pope III dan diterima oleh gereja. Teori heliosentrik dan gereja Nicolaus Copernicus (1473-1543) merupakan orang pertama yang secara terang-terangan menyatakan bahwa Matahari merupakan pusat sistem Tata Surya. Dari para pengamat Yunani ditemukan bahwa selain objek-objek yang terlihat tetap di langit. Gerak yang kedua disebut epycycle. perbedaan lintang keduanya merupakan 1/50 dari keseluruhan revolusi. Sampai dengan tahun 1960. khususnya dalam pengaruhnya pada navigasi dan pertanian. data yang didapat Copernicus memperlihatkan adanya indikasi penyimpangan kecepatan sudut orbit planet-planet. Eratoshenes (276-195BC) dari Yunani berhasil menemukan cara mengukur besar Bumi. gerak dalam orbit lingkaran yang seragam dengan periode satu tahun pada titik yang disebut deferent. dan Planet merupakan bagian dari sistem yang berbeda. . dan Bumi bergerak mengeliinginya dalam orbit lingkaran. Orang-orang Yunani saat itu menyadari bahwa Matahari. Permulaan Perhitungan Ilmiah Perhitungan secara ilmiah pertama kali dilakukan oleh Aristachrus dari Samos (310-230 BC). Namun ia mempertahankan bentuk orbit lingkaran dengan menyatakan bahwa orbitnya tidak kosentrik. tampak juga objek-objek yang mengembara dan dinamakan planet. Awalnya mereka memperkirakan Bumi dan Matahari berbentuk pipih tapi Phytagoras (572-492 BC) menyatakan semua benda langit berbentuk bola (bundar). perkembangan teori pembentukan Tata Surya bisa dibagi dalam dua kelompok besar yakni masa sebelum Newton dan masa sesudah Newton. Namun jauh sebelum itu. Ptolemy mengajukan dua komponen gerak. Bumi. Hasil perhitungannya memberi perbedaan sebesar 13% dari hasil yang ada saat ini. Ptolemy dan Teori Geosentrik Ptolemy (c 150AD) menyatakan bahwa semua objek bergerak relatif terhadap bumi. Untuk mengatasi masalah ini. sementara planet bergerak tidak teratur dalam serangkaian simpul ke arah timur. Tapi teori geosentrik mempunyai kelemahan. dan Bumi-Bulan. Pengamatan pertama kali dilakukan oleh bangsa China dan Asia Tengah. yaitu Matahari dan Bulan bergerak dalam jejak lingkaran mengitari Bumi. dengan mengukur panjang bayangan dari kolom Alexandria dan Syene. Yang pertama.

Tahun 1576. Brahe membangun sebuah observatorium di pulau Hven. Giordano Bruno. Dalam daftar ini juga terdapat publikasi Copernicus. Brahe menghabiskan sisa hidupnya menyelesaikan tabel gerak planet dengan bantuan asistennya Johannes Kepler (1571-1630). De Revolutionibus Orbium Coelestium. Pandangan inilah yang menyebabkan ia dibakar dan teori Heliosentrik dianggap berbahaya karena bertentangan dengan pandangan gereja yang menganggap manusialah yang menjadi sentral di alam semesta. 1. Di Prague. 3. diantaranya adalah Epitome of The Copernican AstronomyIndex Librorum Prohibitorum yang merupakan buku terlarang bagi umat Katolik. Salah satu pengamatan penting yang meyakinkannya mengenai teori heliosentrik adalah masalah fasa Venus.Galileo merupakan seorang professor matematika di Pisa yang tertarik dengan mekanika khususnya tentang gerak planet. Salah satunya. Ia salah satu yang tertarik dengan publikasi Kepler dan yakin tentang teori heliosentrik. Radius vektor menyapu luas yang sama dalam interval waktu yang sama. Kepler menuliskan pekerjaannya dalam sejumlah buku. . Planet bergerak dalam orbit ellips mengelilingi matahari sebagai pusat sistem. . Berdasarkan teori geosentrik. Kuadrat kala edar planet mengelilingi matahari sebanding dengan pangkat tiga jarak ratarata dari matahari. Kepler menelaah data yang ditinggalkan Brahe dan menemukan bahwa orbit planet tidak sirkular melainkan elliptik. Setelah kematian Brahe. Ptolemy menyatakan venus berada dekat dengan titik diantara matahari dan bumi sehingga pengamat dari bumi hanya bisa melihat venus saat mengalami fasa sabit. Dengan teleskopnya. Galileo berhasil menemukan satelit-satelit Galilean di Jupiter dan menjadi orang pertama yang melihat keberadaan cincin di Saturnus. Kepler kemudian mengeluarkan tiga hukum gerak orbit yang dikenal sampai saat ini yaitu . Tycho Brahe (1546-1601) dari Denmark yang mendukung teori matahari dan bulan mengelilingi bumi sementara planet lainnya mengelilingi matahari. di laut Baltic dan melakukan penelitian disana sampai kemudian ia pindah ke Prague pada tahun 1596. Lahirnya Hukum Kepler Walaupun Copernicus telah menerbitkan tulisannya tentang Teori Heliosentrik. tidak semua orang setuju dengannya. 2. dan segera menjadi bagian dari daftar Awal mula dipakainya teleskop Pada tahun 1608. teleskop dibuat oleh Galileo Galilei (1562-1642).Tapi dikemudian hari setelah kematian Copernicus pandangan gereja berubah ketika pada akhir abad ke-16 filsuf Italy. menyatakan semua bintang mirip dengan Matahari dan masing-masing memiliki sistem planetnya yang dihuni oleh jenis manusia yang berbeda.

Dasar yang diletakkan Newton Di tahun kematian Galileo. Teori Newton menjadi dasar bagi berbagai teori pembentukan Tata Surya yang lahir kemudian. semua fasa Venus bisa terlihat bahkan ditemukan juga sudut piringan venus lebih besar saat fasa sabit dibanding saat purnama. Renè Descartes (1596-1650) yang percaya bahwa angkasa terisi oleh “fluida alam semesta” dan planet terbentuk dalam pusaran air. Teori Nebula Laplace Ada beberapa teori yang menginspirasi terbentuknya teori Laplace. Ia hanya mengasumsikan bahwa komet jauh lebih masif dari kenyataannya. Hasil pekerjaannya dipublikasikan dalam Principia yang ia tulis selama 15 tahun. Teori monistik menyatakan bahwa matahari dan planet berasal dari materi yang sama. menyebabkan dirinya dijadikan tahanan rumah dan dianggap sebagai penentang oleh gereja. sampai dengan tahun 1960 termasuk didalamnya teori monistik dan teori dualistik. Dalam artikel ini akan dibahas teori pembentukan Tata Surya yang lahir sesudah era Newton sampai akhir abad ke-19. Ia menyusun Hukum Gerak Newton dan kontribusi terbesarnya bagi Astronomi adalah Hukum Gravitasi yang membuktikan bahwa gaya antara dua benda sebanding dengan massa masing-masing objek dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara kedua benda. Izaac Newton (1642-1727) dilahirkan. Bisa dikatakan Newton memberi dasar bagi pekerjaannya dan orang-orang sebelum dirinya terutama mengenai asal mula Tata Surya. Kelemahannya Buffon tidak bisa menjelaskan asal komet. George comte de Buffon (1701-1788) dari Perancis mempostulatkan teori dualistik dan katastrofi yang menyatakan bahwa tabrakan komet dengan permukaan matahari menyebabkan materi matahari terlontar dan membentuk planet pada jarak yang berbeda. Dan yang kedua teori dualistik menyatakan matahari dan bumi berasal dari sumber materi yang berbeda dan terbetuk pada waktu yang berbeda. Sedangkan teori dualistik menyatakan matahari dan bumi berasal dari sumber materi yang berbeda dan terbetuk pada waktu yang berbeda. dimulai dari filsuf Perancis. Perkembangan teori pembentukan Tata Surya sampai dengan tahun 1960 terbagi dalam dua kelompok pemikiran yakni teori monistik yang menyatakan bahwa matahari dan planet berasal dari materi yang sama. Setelah adanya . Teori Pembentukan Tata Surya Sesudah Newton Kemunculan Newton dengan teori gravitasinya menjadi dasar yang kuat dalam menciptakan teori ilmiah pembentukan Tata Surya. Seratus tahun kemudian Immanuel Kant (1724-1804) menunjukkan adanya awan gas yang berkontraksi dibawah pengaruh gravitasi sehingga awan tersebut menjadi pipih.Tapi berdasarkan teori heliosentrik dan didukung pengamatan Galileo. Teori Komet Buffon Tahun 1745. Hukum Gravitasi Newton memberi penjelasan fisis bagi Hukum Kepler yang ditemukan sebelumnya berdasarkan hasil pengamatan. Ide ini didasarkan dari teori pusaran Descartes tapi fluidanya berubah menjadi gas. Publikasi Galileo yang memuat pemikirannya tentang teori geosentrik vs heliosentrik. Dialogue of The Two Chief World System. Sayangnya teori ini tidak didukung dasar ilmiah.

Edouard Roche (1820-1883) mengatakan bahwa awan yang diajukan Laplace dalam teorinya bisa memiliki kondensasi pusat yang tinggi sehingga sebagian besar massa berada dekat spin axis dan memiliki kaitan yang kecil dengan momentum angular. Saat sistem mengalami keruntuhan kecepatan sudut bertambah untuk mempertahankan momentum sudut sementara jarak mengecil. sehingga bisa menyelesaikan permasalahan momentum sudut. Roche menyempurnakan teori Laplace dengan analisis “Matahari ditambah atmosfer”. Selama kontraksi ada materi yang tertinggal kedalam bentuk piringan sementara pusat massa terus berkontraksi. Jika momentum sudut intrinsik dari materi luar bisa membentuk planet.teleskop. yang membentuk planet. Materi di dalam awan yang runtuh dan memiliki massa dominan akan membentuk matahari. Dalam model ini atmosfer berkorotasi terhadap matahari. Materi yang terlepas kedalam piringan akan membentuk sejumlah cincin dan materi di dalam cincin akan mengelompok akibat adanya gravitasi. Kondensasi juga terjadi di setiap cincin yang menyebabkan terbentuknya sistem planet. Jeans juga mennunjukkan bahwa untuk materi di dalam cincin yang mengalir dari nebula yang runtuh menuju kondensasi membutuhkan kerapatan yang lebih besar dari kerapatan sistem. Seharusnya sebagian besar momentum sudut berada di pusat objek. Keberatan dari James Jeans (1877-1946). Menurut Maxwell cincin tidak bisa berkondensasi menjadi planet karena gaya inersianya akan memisahkan bagian dalam dan luar cincin. Hal inilah yang memberinya kesimplan bahwa bintang terbentuk dari nebula dan halo merupakan sisa nebula. maka semua atmosfer diluar jarak akan membentuk cincin. ia melihat bintang tunggal yang dikelilingi halo yang terang. yang memiliki kondensasi pusat yang tinggi. materi luar akan menjadi renggang sehingga tidak dapat melawan gaya pasang surut terhadap pusat massanya dan kondensasi tidak akan terjadi. momentum sudut dipertahankan melalui putaran yang dipercepat sehingga terjadi pemipihan. Pada saat keruntuhan. Hal ini akan menghasilkan massa atmosfer dengan magnitudo mendekati magnitudo di pusat massa. maka kondensasi pusat tidak mungkin runtuh untuk membentuk bintang. Penyempurnaan Teori Laplace Tahun 1854. Tahun 1791. Tahun 1873. William Herschel (1738-1822) mengamati adanya nebula yang ia asumsikan sebagai kumpulan bintang yang gagal. Namun menurut Clerk Maxwell (1831-1879) letak permasalahan teori ini cincin hanya bisa stabil jika terdiri dari partikel-partikel padat bukannya gas. Jika jarak mengecil lebih cepat dari radius efektif atmosfer. Ia menunjukkan dengan distribusi nebula yang diberikan oleh Roche. Dari teori-teori ini Pierre Laplace (1749-1827) menyatakan adanya awan gas dan debu yang berputar pelan dan mengalami keruntuhan akibat gravitasi. massa cincin masih jauh lebih masif dibanding massa planet yang terbentuk. Model ini berada diluar rentang planet dan mengalami keruntuhan saat mendingin. Permasalahan lain muncul dari distribusi momentum sudut dimana tidak ada mekanisme tertentu yang bisa menjelaskan bahwa keberadaan materi dalam jumlah kecil. Teori Pembentukan Tata Surya Awal Abad ke-20 . Seandainya proses pemisahan bisa terlewati. bisa memiliki semua momentum sudutnya.

Namun karena adanya perbedaan kecepatan partikel dalam dan partikel luar. planetesimal akan bergabung membentuk proto planet. Pada akhirnya efek pasang surut matahari pada proto planet saat pertama kali melewati perihelion memberikan kemungkinan bagi proses pembentukan planet untuk membentuk satelit. didominasi oleh 2 orang Amerika yakni Thomas Chamberlin (1843-1928) dan Forest Moulton (1872-1952). mereka melakukan komunikasi secara konstan. bertukar pemikiran dan menguji ide-ide yang muncul. Teori Pasang Surut Jeans Astronomi Inggris. . Ia menawarkan adanya satu akumulasi yang membentuk planet atau inti planet (objek kecil terkondensasi diluar materi nebula) yang kemudian dikenal sebagai planetesimal. Untuk itu dibutuhkan jarak matahari-bintang lebih besar dari limit Roche untuk matahari dan massa masif yang lebih besar dari massa matahari untuk bintang lainnya. Walaupun ide planetesimal ini cukup baik. materi yang terlontar ini bisa membentuk planet yang akan mengitari bintang induknya. Menurut Chamberlin. Chamberlin kemudian membangun teori baru yang melibatkan erupsi matahari. Menurut Jeans dalam interaksi antara matahari dengan bintang lain yang melewatinya. Filamen ini tidak stabil dan pecah menjadi gumpalan-gimpalan yang kemudian membentuk proto planet. dimana partikel dalam bergerak lebih cepat dari partikel luar. namun publikasi atas karya besar mereka dilakukan secara terpisah. Menurut mereka. Namun sayangnya gaya pasang surut bintang yang berinteraksi dengan matahari hanya mampu menahan materi prominensa di luar matahari tapi tidak mampu memindahkan materi dari matahari. Tapi ide ini kemudian mereka tolak karena orbit yang mereka dapatkan terlalu eksentrik/lonjong. Teori ini membutuhkan matahari yang aktif dengan prominensa yang masif. Ia memberikan kemungkinan bahwa spiral nebula merupakan hasil interaksi pemisahan dari bintang yang berada dalam proses erupsi dengan bintang lainnya. Akibat pengaruh gravitasi dari bintang proto planet memiliki momentum sudut yang cukup untuk masuk kedalam orbit disekitar matahari. Nebula spiral ini tidak diketahui asalnya dan berhasil dipotret oleh para pengamat. Pada model ini tampaknya spin matahari yang lambat dikesampingkan karena dianggap matahari telah terlebih dahulu terbentuk sebelum proses pembentukan planet. Chamberlin menawarkan solusi untuk teori nebula Laplace. Dalam membangun teorinya. maka objek yang terbentuk akan memiliki spin retrograde. Perbedaan ide yang ia munculkan dengan ide Chamberlin – Moulton terletak pada absennya prominensa. James Jeans (1877-1946) mengemukakan Tata Surya merupakan hasil interaksi antara bintang lain dan matahari. Pada tahun 1890-an. pasang surut yang ditimbulkan pada matahari sangat besar sehingga ada materi yang terlepas dalam bentuk filamen.Perkembangan teori pementukan Tata Surya pada dekade terakhir abad ke-19 dan dekade pertama abad ke-20. Keduanya mengembangkan teori tentang materi yang terlontar dari bintang membentuk nebula spiral. sejak tahun 1900 Chamberlin dan Moulton mengembangkan teori alternatif untuk pembentukan planet. Selain itu tanpa adanya prominensa maka kemiringan axis solar spin dan bidang orbit matahari-bintang tidak akan bisa dijelaskan.

Menurutnya jika matahari sudah berada dalam kondisi sekarang saat materinya membentuk Jupiter maka diperlukan materi pembentuk yang berasal dari kedalaman dimana kerapatannya sama dengan kerapatan rata-rata matahari dan temperatur sekitar 106 K. dengan temperatur 20 K dan massa sekitar ½ massa jupiter. Immanuel Kan Hipotesis serupa juga dikembangkan oleh Pierre Marquis de Laplace secara independen pada tahun 1796. Teori Terciptanya Jagad Raya Hipotesis Nebula. Materinya juga cukup dingin. maka massa minimum Jupiter menjadi 100 kali massa Jupiter saat ini. Ia menyatakan bahwa saat pertemuan kedua bintang terjadi. Pengubahan ini memperlihatkan kemudahan untuk melontarkan materi pada jarak yang dikehendaki. Harold Jeffreys (1891-1989) yang sebelumnya mengkritik teori Chamberlin-Moulton juga memberikan beberapa keberatan atas teori Jeans. Tahun 1939. Tapi jika harga temperatur ini dipakai dalam persamaan untuk massa kritis jeans. keberatan lain datang dari Lyman Spitzer (1914-1997).Tahun 1919. Keberatan pertamanya mengenai keberadaan bintang masif yang jarang sehingga kemungkinan adanya bintang yang berpapasan dengan matahari pada jarak yang diharapkan sangatlah kecil. radius matahari sama dengan orbit Neptunus. Jeans memperbaharui teorinya. Hipotesis nebula pertama kali dikemukakan oleh Emanuel Swedenborg (1688-1772) tahun 1734 dan disempurnakan oleh Immanuel Kant (1724-1804) pada tahun 1775. Hipotesis .

yang lebih dikenal dengan Hipotesis Nebula KantLaplace.ini. suhu kabut memanas. Kabut ini terbentuk dari debu. dan cincin-cincin gas dan es terlontar ke sekeliling matahari. menyebutkan bahwa pada tahap awal. dan akhirnya menjadi bintang raksasa (matahari). Akibat gaya gravitasi. Matahari raksasa terus menyusut dan berputar semakin cepat. dan gas yang disebut nebula. . gas-gas tersebut memadat seiring dengan penurunan suhunya dan membentuk planet dalam dan planet luar. es. dan unsur gas yang sebagian besar hidrogen. Tata Surya masih berupa kabut raksasa. Gaya gravitasi yang dimilikinya menyebabkan kabut itu menyusut dan berputar dengan arah tertentu. Pierre Marquis de Laplace Laplace berpendapat bahwa orbit berbentuk hampir melingkar dari planet-planet merupakan konsekuensi dari pembentukan mereka. Matahari dan planet-planet lainnya masih berbentuk gas. Teori Kabut (Nebula) menceritakan kejadian tersebut dalam 3 (tiga ) tahap : 1.

2. Berbagai Modifikasi Hipotesis Nebula. bergerak mengelilingi matahari. Pada saat yang bersamaan materi lainpun terbentuk menjadi massa yang lebih kecil dari matahari yang disebut sebagai planet. Materi-materi tersebut tumbuh makin besar dan terus melakukan gerakan secara teratur mengelilingi matahari dalam satu orbit yang tetap dan membentuk Susunan Keluarga Matahari. dimana pemadatan terjadi di pusat lingkaran yang kemudian membentuk matahari. 3. kabut yang begitu pekat dan besar Kabut tersebut berputar dan berpilin dengan kuat. Astronom Jerman .

Unsur-unsur yang lebih berat itu secara bertahap berkumpul dalam suatu deretan konsentris yang berbentuk seperti ginjal. Akhirnya. Sebagian besar lapisan ini terdiri dari unsur ringan hidrogen dan helium. tekanan panas dan radiasi matahari menghilangkan sebagian besar hidrogen dan helium serta meninggalkan unsur-unsur yang lebih berat. Deretan massa ini menarik bahan-bahan lain yang terdapat di ruang angkasa dan berkembang menjadi planet. Dia berpendapat bahwa suatu lapisan materi bersifat gas pernah muncul dan keluar sampai jauh sekali dari garis khatulistiwa matahari di jaman purba. .C. von Weizsaeckar memperkenalkan hipotesis nebulanya pada tahun 1940-an.

Chamberlin . Thomas C. Efek gravitasi bintang mengakibatkan terbentuknya dua lengan spiral yang memanjang dari matahari. dan menjadi benda-benda berukuran kecil yang mereka sebut planetisimal dan beberapa yang besar sebagai protoplanet.Hipotesis Planetisimal. Objek-objek tersebut bertabrakan dari waktu ke waktu dan membentuk planet dan bulan. pada masa awal pembentukan matahari. mendingin dan memadat. Moulton pada tahun 1900. Hipotesis planetisimal pertama kali dikemukakan oleh Thomas C. sementara sisa-sisa materi lainnya menjadi komet dan asteroid. Chamberlin dan Forest R. menarik materi berulang kali dari matahari. sebagian lain akan tetap di orbit. Hipotesis planetisimal mengatakan bahwa Tata Surya kita terbentuk akibat adanya bintang lain yang lewat cukup dekat dengan matahari. dan bersama proses internal matahari. Kedekatan tersebut menyebabkan terjadinya tonjolan pada permukaan matahari. Sementara sebagian besar materi tertarik kembali.

Hipotesis Pasang Surut Bintang. Perbedaan ide yang ia munculkan dengan ide Chamberlin & Moulton terletak pada absennya prominensa. James Jeans Woodhope Menurut Jeans dalam interaksi antara matahari dengan bintang lain yang melewatinya. pasang surut yang . James Jeans (1877-1946) mengemukakan Tata Surya merupakan hasil interaksi antara bintang lain dan matahari. Astronomi Inggris.

Filamen ini tidak stabil dan pecah menjadi gumpalan-gimpalan yang kemudian membentuk proto planet. Pada model ini tampaknya spin matahari yang lambat dikesampingkan karena dianggap matahari telah terlebih dahulu terbentuk sebelum proses pembentukan planet.ditimbulkan pada matahari sangat besar sehingga ada materi yang terlepas dalam bentuk filamen. Akibat pengaruh gravitasi dari bintang proto planet memiliki momentum sudut yang cukup untuk masuk kedalam orbit disekitar matahari. Pada akhirnya efek pasang surut matahari pada proto planet saat pertama kali melewati perihelion memberikan kemungkinan bagi proses pembentukan planet untuk membentuk satelit. . Selain itu tanpa adanya prominensa maka kemiringan axis solar spin dan bidang orbit matahari-bintang tidak akan bisa dijelaskan.

radius matahari sama dengan orbit Neptunus. Materinya juga cukup dingin. dengan temperatur 20 K dan massa sekitar ½ massa jupiter. Ia menyatakan bahwa saat pertemuan kedua bintang terjadi. Tahun 1939.Harold Jeffreys Tahun 1919. Pengubahan ini memperlihatkan kemudahan untuk melontarkan materi pada jarak yang dikehendaki. Keberatan pertamanya mengenai keberadaan bintang masif yang jarang sehingga kemungkinan adanya bintang yang berpapasan dengan matahari pada jarak yang diharapkan sangatlah kecil. Menurutnya jika matahari sudah berada dalam kondisi sekarang saat materinya membentuk Jupiter maka diperlukan materi pembentuk yang berasal dari kedalaman dimana kerapatannya sama dengan . keberatan lain datang dari Lyman Spitzer (1914-1997). Jeans memperbaharui teorinya. Harold Jeffreys (18911989) yang sebelumnya mengkritik teori ChamberlinMoulton juga memberikan beberapa keberatan atas teori Jeans.

perputarannya pun semakin cepat. Akhirnya.kerapatan rata-rata matahari dan temperatur sekitar 106 K. maka massa minimum Jupiter menjadi 100 kali massa Jupiter saat ini. Dalam teori ini menyatakan bahwa sistem tata surya itu ternyata pada mulanya berupa bola kabut raksasa. Kuiper Hipotesis Kondensasi. es. Bola kabut ini selanjutnya berotasi sehingga bagian yang ringan mudah terlempar ke luar. Dan di dalam Kabut itu terdiri dari debu. Lama-kelamaan bola kabut ini membentuk sebuah cakram. sedangkan bagian yang berat berkumpul di pusatnya. dan suhunya pun semakin bertambah. Gerald P. cakram itu kembali berbentuk bola gas yang cukup solid hingga terbentuklah Matahari. Tapi jika harga temperatur ini dipakai dalam persamaan untuk massa kritis jeans. dan gas. Kuiper tepatnya si pada tahun 1950. Bagian tepi cakram yang berupa gas dan debu mulai bertarikan dan membentuk . Teori Hipotesis kondensasi ini dibuat oleh GP.

Hipotesis Bintang Kembar. Menurut teori ini. Teori ini dikemukakan oleh seorang ahli Astronomi R.A Lyttleton. Salah satu bintang meledak sehingga banyak material yang terlempar. gumpalan tersebut terlepas dari Matahari dan menyebar ke sekitarnya. Selanjutnya. RA Lyttleton Karena bintang yang tidak meledak mempunyai gaya .suatu gumpalan. Protoplanet tetap berotasi di orbitnya dan sambil berotasi dia juga berevolusi mengelilingi Matahari. galaksi berasal dari kombinasi bintang kembar. Protoplanet lambat laun makin dingin dan padat sehingga membentuk planet. Gumpalan-gumpalan itu disebut protoplanet.

Hasil kompilasi dari berbagai sumber. terimakasih. Silahkan mengutip dan/atau mempublikasikan sebagian atau seluruh artikel di Blog ini dengan menyebut sumber-nya.com/ . sedangkan pecahan bintang yang lain adalah planet-planet yang mengelilinginya Untuk Hipotesis BIG BANG akan kami bahas tersendiri pada postingan yang akan datang. maka sebaran pecahan ledakan bintang tersebut mengelilingi bintang yang tidak meledak. Bintang yang tidak meledak itu adalah matahari.gravitasi yang masih kuat.blogspot. Surya Hidayatullah Al Mataromi: http://tabiralamsemesta.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->