Teori Terjadinya Tata Surya

teori terjadinya tata surya

TEORI TERJADINYA TATA SURYA Tata surya merupakan susunan benda langit ( planet, komet, meteor, asteroid, bintang, dsb) yang mengelilingi matahari. Tata surya tersebut hanyalah satu dari jutaan bintang yang tergabung dalam kelompok bintang yang dikenal dengan nama galaksi. 1. Teori Kabut atau teori Nebula Immanuel Kant, seorang filsafat jerman membuat suatu hipotesis tentang terjadinya tata surya. Ia mengatakan bahwa dijagat raya mula-mula tredapat gumpalan kabut atau nebula yang berputar perlahan – lahan. Oleh karena perputarannya sangat lambat, nebula mulai menyusut sehingga membentuk sebuah cakram datar ditengah-tengahnya. Penyusutan berlanjut dan membentuk matahari dipusat cakram. Penyusutan mengakibatkan cakram berputan dengan cepat sehingga bagian tepi cakram terlepas membentuka gelang-gelang bahan , yang kemudian memedat mendaji planet-planet yang berevolusi dalam orbit hampir melingkar mengitari matahari. Pada waktu yang hampir bersamaan, seorang ahkli fisika Prancis, Pierre Simon de Laplace mengemukakan teori yang hampir sama. Ia megatakan bahwa tata surya berasal dari kabut panas yang berpilin. Pilinan tersebut berupa gumpalan kabut yang membentuk bulatan seperti bola besar. Semakin kecil bola itu, pilinannya semakin cepat sehingga bentuk bola itu

menepat pada kutubnya dan melebar dibagian ekuatornya. Kemudian sebagian massa gas diekuatornya itu menjauh dari gumpalan intinya membentuk gelang-gelang yang akhirnya berubah menjadi gumpalan padat. Gumpalan padat itulah yang menjadi planet dan satelitnya sedangkan bagian inti kabut tetap brebentuk yang berpijar yang disebut dnegan matahari. 2. Teori Planetesimal Thomas C . Chamberlin seorang ahli geologi dan Forest R Moulton seorang ahli astronomi mengemukakan teori yang dikenal dengan teori planetesimal yang berarti planet kecil. Teori ini menyatakan bahwa matahari telah ada sebagai salah satu dari bintang. Suatu saat matahari berpapasan dengan sebuah bintang dengan jarak yang tidak terlalu jauh shingga terjadi peristiwa pasang naik pada permukaan matahari maupun bintang itu, serta bagian dari massa matahari tertarik kearah bintang. Pada waktu bintang tersebut menjauh, sebagian dari massa matahari jatuh kembali ke permukaan mathari dan sebagian lagi terhambur keluar angkasa disekitar matahari. Hal inilah yang dinamakan planetesimal yang kemudian menjadi planetplanet yang beredar mengelilingi orbitnya. 3. Teori bintang kembar Menurut teori ini, matahari mungkin merupakan bintang kembar. Kemudian bintang yang satu meledak menjadi kepingan-kepingan. Akibat pengaruh gaya gravitasi bintang lainnya maka kepingan-kepingan ini bergerak mengitari bintang-bingtang itu dan menjadi planet-planet. Bintang yang tidak meladak tetap sebagai bintang yang sekarang disebut dengan matahari. 4. Teori proto planet Pada tahun 1940 seorang astronomi jerman bernama Carl Von Weiszzacker mengembangkan suatu teori yang dikenal dengan teori awan debu. Pada daarnya teori ini mengemukakan bahwa tata surya itu terbentuk dari gumpalan awan gas dan debu. Lebih dari 5000 juta tahun yang lalu, salah satu gumpalan awan itu mengalami pemampatan sehingga partikel-partikel debu tertarik ke bagian pusat wan itu membentuk gumpalan bola dan mulai berpilin. Lama kelamaan gumpalan gas itu menjadi pipih seperti cakram yang tebal dibagian tengah dan lebih tipis dibagian tepinya. Bagian tengah cakram gas itu berpilin lebih lambat dari

Geosains. DAFTAR PUSTAKA . Hasan. Teori ini disampaikan oleh Immanuel Kant dan Piere Simon de Laplace. Fisika untuk SMU.bagian tepinya.2003. diantaranya adalah sebagai berikut ini : 1. berbentuk Gumpalan kemudian membeku menjadi Planet. Bagian yang lebih luar.Tjasyono HK. Bahan planet itu dinamakan pula proto planet. Bagian inilah yang kemudian membeku dan menjadi planet-planet serta satelit-satelitnya. Ada banyak hipotesis tentang asal usul tata surya telah dikemukakan para ahli. . Bandung:Grafindo. Oleh karena itu partikel-partikel dibagian tengah cakram itu saling menekan timbullah panas dan pijar.2003. berputar sangat cepat sehingga terpecah-pecah menjadi banyak gumpalan gas dan debu yang lebih kecil yang juga turut berpilin. Bagian inilah yang menjadi matahari. Hipotesis Nebula Menurut Hipotesis ini.Wiladi.Bandung:ITB . Bayong. planet berasal dari kabut pijar yang berputar membentuk gelang-gelang.

2. Chamberlain dan Forest R. Akibatnya. planet-planet terbentuk atmosfernya. terjadilah semacam pasang dan gas yang besar disedot dari matahari oleh tarikan gravitasi bintang lain tersebut. Moulton pada tahun 1900. bertindak sebagai inti untuk pembentukan planet-planet itu. Partikel-partikel yang lebih besar yang disebut Knot. sebagian besar menjadi Matahari. c) Matahari terbentuk planet-planet bertebaran tak terarah. d) Matahari berputar pada porosnya. Karena adanya pasang surut ini maka gas-gas tersebut berputar mengelilingi matahari lalu mulai mengalami penurunan suhu dan memadat membentuk partikel-partikel keras dalam ukuran yang berbeda yang disebut planetasimal (planet kecil). Matahari dan bintang lainnya pada suatu saat melintas sangat dekat satu sama lain. e) Planet terbentuk atmosfer. b) Terbentuk Matahari dan planet lain yang masih Berpijar. Hipotesis Planetisimal Menurut Thomas C.Keterangan : a) Nebula berasal dari gas dan debu. dibumi telah muncul kehidupan karena sudah ada lapisan atmosfer. .

Matahari merupakan salah satunya. Serutu itu lepas dan terputus-putus yang membentuk tetesan-tetesan yang memadat sehingga terbentuk planet. Ketika daya pancar sinar matahari semakin besar. menyebarlah serpihan debu dan awan hidrogen. Hipotesis Pasang Surut Bintang Menurut Hipotesis ini. gas darimanakah yang terlepas sehingga terbentuk planet???? 4. Hipotesis Bintang Kembar Hipotesis bintang kembar awalnya dikemukakan oleh Fred Hoyle (1915-2001) pada tahun 1956. Hipotesis mengemukakan bahwa dahulunya tata surya kita berupa dua bintang yang hampir sama ukurannya dan berdekatan yang salah satunya meledak meninggalkan serpihan-serpihan kecil. Hipotesis Big Bang Terbentuknya alam semesta dan tata surya diawali dari dentuman yang dahsyat meledak. hasil ledakan berupa debu dan awan hidrogen membentuk bintangbintang. sedangkan gumpalan lainnya menjadi planet-planet.Inti tersebut menarik dan bergabung dengan planet-planetesiamal lainnya yang lebih kecil dan akhirnya menjadi massa yang lebih besar sehingga membentuk planet-planet yang lebih kecil itu menjadi planetoida. sedangkan bumi merupakan planet ketiga yang berjarak ideal. sehingga pada matahari terbentuk tonjolan seperti serutu. 5. adanya gaya tarik menarik antara matahari dengan bintang besar. selubung gas yang letaknya lebih dekat dengan matahari tersapu sehingga ukurannya menjadi lebih kecil dan padat. Planet yang atmosfernya tersapu bersih adalah merkurius dan venus. 6. Kuiper (19051973) pada tahun 1950. meteor bahkan satelit-satelit dari planet-planet. Akibat adanya gaya gravitasi antarmolekul menyebabkan terjadinya gerakan memutar.P. Teori ini dikemukakan oleh James Jeans. . Hipotesis Kondensasi Hipotesis kondensasi mulanya dikemukakan oleh astronom Belanda yang bernama G. 3. Hipotesis kondensasi menjelaskan bahwa tata surya terbentuk dari bola kabut raksasa yang berputar membentuk cakram raksasa. bagian pusat menjadi Matahari. Namun.

Perputaran yang lambat itu menyebabkan terbentuknya konsentrasi materi yang mempunyai berat jenis tinggi yang disebut inti massa di beberapa tempat yang berbeda. Inti massa yang terbesar terbentuk di tengah. Teori nebula (Kant dan Laplace) Teori Nebula pertama kali dikemukakan seorang filsuf Jerman bernama Imanuel Kant. Bagian-bagian yang terlepas itu berputar dan akhirnya mendingin membentuk planet-planet.Teori ini yang paling dianggap benar !. sedangkan yang kecil terbentuk di sekitarnya Karena terjadi proses pendinginan. a. tata surya berasal dari bola gas yang bersuhu tinggi dan berputar sangat cepat. . sedangkan yang paling besar masih tetap dalam keadaan pijar dan bersuhu tinggi yang disebut matahari. Teori nebula lainnya dikemukakan oleh Pierre Simon Laplace. Menurutnya. Menurut Laplace. sedangkan bola gas asal dinamakan matahari. tata surya berasal dari nebula yaitu gas atau kabut tipis yang sangat luas dan bersuhu tinggi yang berputar sangat lambat. inti-inti massa yang lebih kecil berubah menjadi planet-planet. sehingga terlepaslah bagian-bagian dari bola gas tersebut dalam ukuran dan jangka waktu yang berbeda-beda. Karena perputaran yang sangat cepat.

2 Pembentukan tata surya menurut teori nebula (Sumber: Moh. halaman 98) b. Teori planetesimal (Moulton dan Chamberlain) Moulton dan Chamberlain.Gambar 3. halaman 99) c. Planet-planet dan anggota lainnya terbentuk karena adanya bagian dari matahari yang tertarik dan terlepas oleh pengaruh gravitasi bintang yang melintas ke dekat matahari. . Teori pasang surut (Jeans dan Jeffreys) Astronom Jeans dan Jeffreys. Ma'mur Tanudidjaja. Gambar 3. sedangkan inti massa yang bersifat gas dan bersuhu tinggi membentuk matahari. Bagian yang terlepas itu berbentuk seperti cerutu panjang (bagian tengah besar dan kedua ujungnya mengecil) yang terus berputar mengelilingi matahari. Ma'mur Tanudidjaja. mengemukakan pendapat bahwa tata surya pada awalnya hanya matahari saja tanpa mempunyai anggota. sehingga lama kelamaan mendingin membentuk bulatan-bulatan yang disebut planet. Gabungan bahan-bahan padat kecil itu kemudian membentuk planet-planet.3 Pembentukan tata surya menurut teori planetesimal (Sumber: Moh. berpendapat bahwa tata surya berasal dari adanya bahan-bahan padat kecil yang disebut planetesimal yang mengelilingi inti yang berwujud gas bersuhu tinggi.

4 Pembentukan tata surya menurut teori pasang surut (Sumber: Moh. halaman 100) d. pada suatu masa melintas bintang lainnya dan menabrak salah satu bintang kembar itu dan menghancurkannya menjadi bagian-bagian kecil yang terus berputar dan mendingin menjadi planet-planet yang mengelilingi bintang yang tidak hancur. Teori awan debu (Weizsaecker dan Kuiper) Weizsaecker dan Kuiper.5 Pembentukan tata surya menurut teori bintang kembar (Sumber: Moh. halaman 98) e. Gambar 3. yaitu matahari. Ma'mur Tanudidjaja. Teori bintang kembar (Lyttleton) Teori bintang kembar dikemukakan astronom Inggris bernama Lyttleton.Gambar 3. Teori ini menyatakan bahwa pada awalnya matahari merupakan bintang kembar yang satu dengan lainnya saling mengelilingi. Ma'mur Tanudidjaja. berpendapat bahwa tata surya berasal dari awan yang sangat luas yang .

TEORI TERBENTUKNYA TATA SURYA Ada beberapa teori yang saya ketahui tentang terbentuknya tata surya.terdiri atas debu dan gas (hidrogen dan helium). TEORY BINTANG KEMBAR. tata surya berawal dari matahari yang berputar dengan cepat dengan piringan gas di sekelingnya yang kemudian membentuk planet-planet yang beredar mengelilingi matahari. TEORY AWAN DEBU(PROTO PLANET) . Inti cakram yang menggelembung menjadi matahari. Ketidakteraturan dalam awan tersebut menyebabkan terjadinya penyusutan karena gaya tarik menarik dan gerakan berputar yang sangat cepat dan teratur. sedangkan bagian pinggirnya berubah menjadi planet-planet. sehingga terbentuklah piringan seperti cakram. saat saya mencari hal itu saya menemukan setidaknya ada 5 hal atau 5 teori tentang terbentuknya tata surya.L Whippel dari Amerika Serikat dan Hannes Alven dari Swedia. TEORY PLANETESIMAL. F. antara lain : TEORI KABUT. Menurutnya. Ahli astronomi lainnya yang mengemukakan teori awan debu antara lain. TEORY PASANG SURUT.

Menurut teori ini mula-mula ada sebuah nebula yang baur dan hampir bulat yang berotasi dengan kecepatan sangat lambat sehingga mulai menyusut. .TEORI KABUT Teori Kabut disebut juga Teori Nebula.penyusutan berlanjut dan terbentuk matahari di pusat cakram.Cakram berotasi lebih cepat sehinggabagian tepi-tepi cakram terlepas membentuk gelang-gelang bahan.Akibatnya terbentuklah sebuah cakram datar bagian tengahnya.Kemudian bahan dalam gelang-gelang memadat menjadi planet-planet yang berevolusi mengitari Matahari.Teori tersebut dikemukakan oleh Immanuel Kart dan Simon de Laplace.

Mereka berpendapat bahwa tata surya terbentuk oleh efek pasang gas-gas Matahari akibat gaya gravitasi bintang besar yang melintasi Matahari. Banyak hipotesis tentang asal usul Tata Surya telah dikemukakan para ahli.Gumpalan itu kemudian membeku menjadi planet dan satelit.Buffon menyatakan bahwa tata surya berasal dari materi Matahari yang terlempar akibat bertumbukan dengan sebuah komet.Karena bagian tengah berpilin lambat mengakibatkan terjadi tekanan yang menimbulkan panas dan cahaya(Matahari).Dengan tumbukan dan tarikan gravitasi. TEORI PASANG SURUT Teori Pasang Surut pertama kali disampaikan oleh Buffon.Menurut teori ini. TEORI AWAN DEBU(PROTO PLANET) Teori ini dikemukakan oleh Carl von Weizsaecker kemudian disempurnakan oleh Gerard P.Karena pengaruh gaya gravitasi bintang yang tidak meledak(Matahari).Saat bintang menjauh.Kuiper pada tahun 1950. planetesimal besar menyapu yang lebih kecil dan akhirnya menjadi planet.Planetesimal-planetesimal melayang di angkasa dalam orbit mengitari Matahari.Karena jarak yang dekat. tarikan gravitasi bintang yang lewat sebagian bahan dari Matahari(mirip lidah raksasa) tertarik ke arah bintaang tersebut.R Moulton. Teori pasang surut yang disampaikan Buffon kemudian diperbaiki oleh Sir James Jeans dan Harold Jeffreys.Matahari sebelumnya telah ada sebagai salah satu dari bintang-bintang yang banyak di langit.Suatu gumpalan mengalami pemampatan dan menarik partikel-partikel debu membentuk gumpalan bola. TEORI BINTANG KEMBAR Menurut Teori Bintang Kembar.Bagian tepi cakram berpilin lebih cepat sehingga terpecah menjadi gumpalan yang lebih kecil.Pada saat itulah terjadi pilinan yang membuat gumpalan bola menjadi pipih menyerupai cakram (tebal bagian tengah dan pipih di bagian tepi). beberapa di antaranya adalah: .TEORI PLANETESIMAL Teori Planetesimal dikemukakan oleh T. lidah raksasa itu sebagian jatuh ke Matahari dan sebagian lagi terhambur menjadi gumpalan kecil atau planetesimal.C Chamberlein dan F.dahulu Matahari merupakan bintang kembar kemudian bintang kembarannya meledak menjadi kepingan-kepingan.maka kepingan-kepingan itu bergerak mengitari bintang tersebut dan menjadi planet-planet.Teori proto planet menyatakan bahwa tata surya terbentuk oleh gumpalan awan gas dan yang jumlahnya sangat banyak.Gas-gas panas tersebut kemudian berubah menjadi bola-bola cair dan secara berlahan mendingin serta membentuk lapisan keras menjadi planet-planet dan satelit.Gas-gas tersebut terlepas dan kemudian mengelilingi Matahari.Suatu ketika bintang berpapasan dengan Matahari dalam jarak yang dekat.

Efek gravitasi bintang mengakibatkan terbentuknya dua lengan spiral yang memanjang dari Matahari. dan bersama proses internal Matahari. Matahari raksasa terus menyusut dan berputar semakin cepat. es. Gaya gravitasi yang dimilikinya menyebabkan kabut itu menyusut dan berputar dengan arah tertentu. menyebutkan bahwa pada tahap awal. Kedekatan tersebut menyebabkan terjadinya tonjolan pada permukaan Matahari. pada masa awal pembentukan Matahari. pendukung Hipotesis Kondensasi Hipotesis Nebula Hipotesis nebula pertama kali dikemukakan oleh Emanuel Swedenborg (1688-1772)[1] tahun 1734 dan disempurnakan oleh Immanuel Kant (1724-1804) pada tahun 1775. pendukung Hipotesis Nebula Gerard Kuiper. Moulton pada tahun 1900. Chamberlin dan Forest R. dan gas yang disebut nebula. Hipotesis planetisimal mengatakan bahwa Tata Surya kita terbentuk akibat adanya bintang lain yang lewat cukup dekat dengan Matahari. dan akhirnya menjadi bintang raksasa (matahari). Tata Surya masih berupa kabut raksasa. menarik materi berulang kali dari Matahari. . Hipotesis serupa juga dikembangkan oleh Pierre Marquis de Laplace[2] secara independen pada tahun 1796. gas-gas tersebut memadat seiring dengan penurunan suhunya dan membentuk planet dalam dan planet luar. Kabut ini terbentuk dari debu. suhu kabut memanas. yang lebih dikenal dengan Hipotesis Nebula Kant-Laplace.[3] Hipotesis Planetisimal Hipotesis planetisimal pertama kali dikemukakan oleh Thomas C. Akibat gaya gravitasi. dan unsur gas yang sebagian besar hidrogen. Laplace berpendapat bahwa orbit berbentuk hampir melingkar dari planet-planet merupakan konsekuensi dari pembentukan mereka. Sementara sebagian besar materi tertarik kembali. dan cincin-cincin gas dan es terlontar ke sekeliling Matahari. sebagian lain akan tetap di orbit. Hipotesis ini.Pierre-Simon Laplace.

Keadaan yang hampir bertabrakan menyebabkan tertariknya sejumlah besar materi dari Matahari dan bintang lain tersebut oleh gaya pasang surut bersama mereka. apalagi jika teori tersebut lahir ditengah kondisi masyarakat yang memiliki kepercayaan yang berbeda. 07 December 2007 00:00 Written by Ridwan Abadi 0digg Sebuah teori lahir dari keingintahuan akan suatu kejadian atau keadaan. Kuiper (1905-1973) pada tahun 1950. Serpihan itu terperangkap oleh gravitasi bintang yang tidak meledak dan mulai mengelilinginya. Hipotesis kondensasi menjelaskan bahwa Tata Surya terbentuk dari bola kabut raksasa yang berputar membentuk cakram raksasa.[3] Namun astronom Harold Jeffreys tahun 1929 membantah bahwa tabrakan yang sedemikian itu hampir tidak mungkin terjadi.[4] Hipotesis Kondensasi Hipotesis kondensasi mulanya dikemukakan oleh astronom Belanda yang bernama G. Tapi itulah kenyataan yang harus dihadapi oleh para ilmuwan di awal-awal penemuan mereka.[3] Demikian pula astronom Henry Norris Russell mengemukakan keberatannya atas hipotesis tersebut. Tidak mudah untuk mempercayai sebuah teori baru.mendingin dan memadat. Planet dianggap terbentuk karena mendekatnya bintang lain kepada Matahari. Hipotesis mengemukakan bahwa dahulunya Tata Surya kita berupa dua bintang yang hampir sama ukurannya dan berdekatan yang salah satunya meledak meninggalkan serpihan-serpihan kecil. Hipotesis Pasang Surut Bintang Hipotesis pasang surut bintang pertama kali dikemukakan oleh James Jeans pada tahun 1917. sementara sisa-sisa materi lainnya menjadi komet dan asteroid. Hal utama yang dihadapi untuk mengerti lebih jauh lagi tentang Tata Surya adalah bagaimana Tata Surya itu terbentuk. Jauh sebelum Masehi. pengamatan dan perhitungan telah dilakukan untuk mengetahui semua rahasia dibalik Tata .P. berbagai penelitian. Hipotesis Bintang Kembar Hipotesis bintang kembar awalnya dikemukakan oleh Fred Hoyle (1915-2001) pada tahun 1956. bagaimana objek-objek didalamnya bergerak dan berinteraksi serta gaya yang bekerja mengatur semua gerakan tersebut. Sejarah Awal Teori Pembentukan Tata Surya Friday. yang kemudian terkondensasi menjadi planet. dan menjadi benda-benda berukuran kecil yang mereka sebut planetisimal dan beberapa yang besar sebagai protoplanet. Objek-objek tersebut bertabrakan dari waktu ke waktu dan membentuk planet dan bulan.

yaitu Matahari dan Bulan bergerak dalam jejak lingkaran mengitari Bumi. Aristrachrus sudah meletakkan dasar bagi teori heliosentris tersebut. Eratoshenes (276-195BC) dari Yunani berhasil menemukan cara mengukur besar Bumi. Untuk masalah orbit. Namun ia mempertahankan bentuk orbit lingkaran dengan menyatakan bahwa orbitnya tidak kosentrik. Ia menyimpulkan. Bumi. Aristachrus juga merupakan orang pertama yang menyimpulkan Bumi bergerak mengelilingi Matahari dalam lintasan berbentuk lingkaran yang menjadi titik awal teori Heliosentrik. Ptolemy mengajukan dua komponen gerak. gerak seragam dalam lintasan lingkaran dan berpusat pada deferent. Teori heliosentrik disampaikan Copernicus dalam publikasinya yang berjudul De Revolutionibus Orbium Coelestium kepada Paus Pope III dan diterima oleh gereja. dengan mengukur panjang bayangan dari kolom Alexandria dan Syene. Ptolemy dan Teori Geosentrik Ptolemy (c 150AD) menyatakan bahwa semua objek bergerak relatif terhadap bumi. Untuk mengatasi masalah ini. Sampai dengan tahun 1960. Tapi teori geosentrik mempunyai kelemahan. Awalnya mereka memperkirakan Bumi dan Matahari berbentuk pipih tapi Phytagoras (572-492 BC) menyatakan semua benda langit berbentuk bola (bundar).Surya. Yang pertama. Namun jauh sebelum itu. Dan teori ini dipercaya selama hampir 1400 tahun. Ia mencoba menghitung sudut Bulan-Bumi-Matahari dan mencari perbandingan jarak dari BumiMatahari. dan Bumi-Bulan. . Pengamatan pertama kali dilakukan oleh bangsa China dan Asia Tengah. Teori heliosentrik dan gereja Nicolaus Copernicus (1473-1543) merupakan orang pertama yang secara terang-terangan menyatakan bahwa Matahari merupakan pusat sistem Tata Surya. dan Bumi bergerak mengeliinginya dalam orbit lingkaran. perbedaan lintang keduanya merupakan 1/50 dari keseluruhan revolusi. Dari para pengamat Yunani ditemukan bahwa selain objek-objek yang terlihat tetap di langit. Pada era Alexandria. data yang didapat Copernicus memperlihatkan adanya indikasi penyimpangan kecepatan sudut orbit planet-planet. Permulaan Perhitungan Ilmiah Perhitungan secara ilmiah pertama kali dilakukan oleh Aristachrus dari Samos (310-230 BC). sementara planet bergerak tidak teratur dalam serangkaian simpul ke arah timur. Orang-orang Yunani saat itu menyadari bahwa Matahari. tampak juga objek-objek yang mengembara dan dinamakan planet. Jadi bisa kita lihat kalau teori heliosentrik bukan teori yang baru muncul di masa Copernicus. Hasil perhitungannya memberi perbedaan sebesar 13% dari hasil yang ada saat ini. perkembangan teori pembentukan Tata Surya bisa dibagi dalam dua kelompok besar yakni masa sebelum Newton dan masa sesudah Newton. Gerak yang kedua disebut epycycle. khususnya dalam pengaruhnya pada navigasi dan pertanian. dan Planet merupakan bagian dari sistem yang berbeda. gerak dalam orbit lingkaran yang seragam dengan periode satu tahun pada titik yang disebut deferent.

Brahe membangun sebuah observatorium di pulau Hven. Pandangan inilah yang menyebabkan ia dibakar dan teori Heliosentrik dianggap berbahaya karena bertentangan dengan pandangan gereja yang menganggap manusialah yang menjadi sentral di alam semesta. Galileo berhasil menemukan satelit-satelit Galilean di Jupiter dan menjadi orang pertama yang melihat keberadaan cincin di Saturnus. 3.Tapi dikemudian hari setelah kematian Copernicus pandangan gereja berubah ketika pada akhir abad ke-16 filsuf Italy. Kuadrat kala edar planet mengelilingi matahari sebanding dengan pangkat tiga jarak ratarata dari matahari. 1. Brahe menghabiskan sisa hidupnya menyelesaikan tabel gerak planet dengan bantuan asistennya Johannes Kepler (1571-1630). Tycho Brahe (1546-1601) dari Denmark yang mendukung teori matahari dan bulan mengelilingi bumi sementara planet lainnya mengelilingi matahari. Dengan teleskopnya. dan segera menjadi bagian dari daftar Awal mula dipakainya teleskop Pada tahun 1608. 2. Giordano Bruno. Di Prague. Tahun 1576. diantaranya adalah Epitome of The Copernican AstronomyIndex Librorum Prohibitorum yang merupakan buku terlarang bagi umat Katolik. Ptolemy menyatakan venus berada dekat dengan titik diantara matahari dan bumi sehingga pengamat dari bumi hanya bisa melihat venus saat mengalami fasa sabit. De Revolutionibus Orbium Coelestium. Kepler kemudian mengeluarkan tiga hukum gerak orbit yang dikenal sampai saat ini yaitu . Kepler menuliskan pekerjaannya dalam sejumlah buku. menyatakan semua bintang mirip dengan Matahari dan masing-masing memiliki sistem planetnya yang dihuni oleh jenis manusia yang berbeda. Berdasarkan teori geosentrik. Dalam daftar ini juga terdapat publikasi Copernicus. tidak semua orang setuju dengannya. di laut Baltic dan melakukan penelitian disana sampai kemudian ia pindah ke Prague pada tahun 1596. Ia salah satu yang tertarik dengan publikasi Kepler dan yakin tentang teori heliosentrik. . Radius vektor menyapu luas yang sama dalam interval waktu yang sama. Salah satunya. Salah satu pengamatan penting yang meyakinkannya mengenai teori heliosentrik adalah masalah fasa Venus. . Kepler menelaah data yang ditinggalkan Brahe dan menemukan bahwa orbit planet tidak sirkular melainkan elliptik. teleskop dibuat oleh Galileo Galilei (1562-1642). Lahirnya Hukum Kepler Walaupun Copernicus telah menerbitkan tulisannya tentang Teori Heliosentrik. Setelah kematian Brahe. Planet bergerak dalam orbit ellips mengelilingi matahari sebagai pusat sistem.Galileo merupakan seorang professor matematika di Pisa yang tertarik dengan mekanika khususnya tentang gerak planet.

Sayangnya teori ini tidak didukung dasar ilmiah. Kelemahannya Buffon tidak bisa menjelaskan asal komet. Dasar yang diletakkan Newton Di tahun kematian Galileo. Teori Newton menjadi dasar bagi berbagai teori pembentukan Tata Surya yang lahir kemudian. Publikasi Galileo yang memuat pemikirannya tentang teori geosentrik vs heliosentrik. Dalam artikel ini akan dibahas teori pembentukan Tata Surya yang lahir sesudah era Newton sampai akhir abad ke-19. Setelah adanya . Teori Pembentukan Tata Surya Sesudah Newton Kemunculan Newton dengan teori gravitasinya menjadi dasar yang kuat dalam menciptakan teori ilmiah pembentukan Tata Surya. semua fasa Venus bisa terlihat bahkan ditemukan juga sudut piringan venus lebih besar saat fasa sabit dibanding saat purnama. Renè Descartes (1596-1650) yang percaya bahwa angkasa terisi oleh “fluida alam semesta” dan planet terbentuk dalam pusaran air. Sedangkan teori dualistik menyatakan matahari dan bumi berasal dari sumber materi yang berbeda dan terbetuk pada waktu yang berbeda. Izaac Newton (1642-1727) dilahirkan. Bisa dikatakan Newton memberi dasar bagi pekerjaannya dan orang-orang sebelum dirinya terutama mengenai asal mula Tata Surya. Ia hanya mengasumsikan bahwa komet jauh lebih masif dari kenyataannya. George comte de Buffon (1701-1788) dari Perancis mempostulatkan teori dualistik dan katastrofi yang menyatakan bahwa tabrakan komet dengan permukaan matahari menyebabkan materi matahari terlontar dan membentuk planet pada jarak yang berbeda. Dialogue of The Two Chief World System.Tapi berdasarkan teori heliosentrik dan didukung pengamatan Galileo. menyebabkan dirinya dijadikan tahanan rumah dan dianggap sebagai penentang oleh gereja. Seratus tahun kemudian Immanuel Kant (1724-1804) menunjukkan adanya awan gas yang berkontraksi dibawah pengaruh gravitasi sehingga awan tersebut menjadi pipih. Hasil pekerjaannya dipublikasikan dalam Principia yang ia tulis selama 15 tahun. Teori Nebula Laplace Ada beberapa teori yang menginspirasi terbentuknya teori Laplace. Teori Komet Buffon Tahun 1745. dimulai dari filsuf Perancis. Hukum Gravitasi Newton memberi penjelasan fisis bagi Hukum Kepler yang ditemukan sebelumnya berdasarkan hasil pengamatan. Ide ini didasarkan dari teori pusaran Descartes tapi fluidanya berubah menjadi gas. Dan yang kedua teori dualistik menyatakan matahari dan bumi berasal dari sumber materi yang berbeda dan terbetuk pada waktu yang berbeda. Perkembangan teori pembentukan Tata Surya sampai dengan tahun 1960 terbagi dalam dua kelompok pemikiran yakni teori monistik yang menyatakan bahwa matahari dan planet berasal dari materi yang sama. Teori monistik menyatakan bahwa matahari dan planet berasal dari materi yang sama. Ia menyusun Hukum Gerak Newton dan kontribusi terbesarnya bagi Astronomi adalah Hukum Gravitasi yang membuktikan bahwa gaya antara dua benda sebanding dengan massa masing-masing objek dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara kedua benda. sampai dengan tahun 1960 termasuk didalamnya teori monistik dan teori dualistik.

Seharusnya sebagian besar momentum sudut berada di pusat objek. Kondensasi juga terjadi di setiap cincin yang menyebabkan terbentuknya sistem planet.teleskop. Tahun 1873. Roche menyempurnakan teori Laplace dengan analisis “Matahari ditambah atmosfer”. Dalam model ini atmosfer berkorotasi terhadap matahari. Menurut Maxwell cincin tidak bisa berkondensasi menjadi planet karena gaya inersianya akan memisahkan bagian dalam dan luar cincin. Hal inilah yang memberinya kesimplan bahwa bintang terbentuk dari nebula dan halo merupakan sisa nebula. Namun menurut Clerk Maxwell (1831-1879) letak permasalahan teori ini cincin hanya bisa stabil jika terdiri dari partikel-partikel padat bukannya gas. yang membentuk planet. maka semua atmosfer diluar jarak akan membentuk cincin. massa cincin masih jauh lebih masif dibanding massa planet yang terbentuk. ia melihat bintang tunggal yang dikelilingi halo yang terang. Dari teori-teori ini Pierre Laplace (1749-1827) menyatakan adanya awan gas dan debu yang berputar pelan dan mengalami keruntuhan akibat gravitasi. yang memiliki kondensasi pusat yang tinggi. Jeans juga mennunjukkan bahwa untuk materi di dalam cincin yang mengalir dari nebula yang runtuh menuju kondensasi membutuhkan kerapatan yang lebih besar dari kerapatan sistem. Edouard Roche (1820-1883) mengatakan bahwa awan yang diajukan Laplace dalam teorinya bisa memiliki kondensasi pusat yang tinggi sehingga sebagian besar massa berada dekat spin axis dan memiliki kaitan yang kecil dengan momentum angular. Pada saat keruntuhan. Tahun 1791. Saat sistem mengalami keruntuhan kecepatan sudut bertambah untuk mempertahankan momentum sudut sementara jarak mengecil. Penyempurnaan Teori Laplace Tahun 1854. Ia menunjukkan dengan distribusi nebula yang diberikan oleh Roche. Seandainya proses pemisahan bisa terlewati. Materi di dalam awan yang runtuh dan memiliki massa dominan akan membentuk matahari. Permasalahan lain muncul dari distribusi momentum sudut dimana tidak ada mekanisme tertentu yang bisa menjelaskan bahwa keberadaan materi dalam jumlah kecil. bisa memiliki semua momentum sudutnya. materi luar akan menjadi renggang sehingga tidak dapat melawan gaya pasang surut terhadap pusat massanya dan kondensasi tidak akan terjadi. William Herschel (1738-1822) mengamati adanya nebula yang ia asumsikan sebagai kumpulan bintang yang gagal. Model ini berada diluar rentang planet dan mengalami keruntuhan saat mendingin. momentum sudut dipertahankan melalui putaran yang dipercepat sehingga terjadi pemipihan. Teori Pembentukan Tata Surya Awal Abad ke-20 . Keberatan dari James Jeans (1877-1946). Selama kontraksi ada materi yang tertinggal kedalam bentuk piringan sementara pusat massa terus berkontraksi. Jika momentum sudut intrinsik dari materi luar bisa membentuk planet. maka kondensasi pusat tidak mungkin runtuh untuk membentuk bintang. Materi yang terlepas kedalam piringan akan membentuk sejumlah cincin dan materi di dalam cincin akan mengelompok akibat adanya gravitasi. Jika jarak mengecil lebih cepat dari radius efektif atmosfer. sehingga bisa menyelesaikan permasalahan momentum sudut. Hal ini akan menghasilkan massa atmosfer dengan magnitudo mendekati magnitudo di pusat massa.

Untuk itu dibutuhkan jarak matahari-bintang lebih besar dari limit Roche untuk matahari dan massa masif yang lebih besar dari massa matahari untuk bintang lainnya. . Perbedaan ide yang ia munculkan dengan ide Chamberlin – Moulton terletak pada absennya prominensa. Tapi ide ini kemudian mereka tolak karena orbit yang mereka dapatkan terlalu eksentrik/lonjong. Akibat pengaruh gravitasi dari bintang proto planet memiliki momentum sudut yang cukup untuk masuk kedalam orbit disekitar matahari. Chamberlin menawarkan solusi untuk teori nebula Laplace. didominasi oleh 2 orang Amerika yakni Thomas Chamberlin (1843-1928) dan Forest Moulton (1872-1952). Nebula spiral ini tidak diketahui asalnya dan berhasil dipotret oleh para pengamat. Pada model ini tampaknya spin matahari yang lambat dikesampingkan karena dianggap matahari telah terlebih dahulu terbentuk sebelum proses pembentukan planet. mereka melakukan komunikasi secara konstan. sejak tahun 1900 Chamberlin dan Moulton mengembangkan teori alternatif untuk pembentukan planet. Dalam membangun teorinya. Walaupun ide planetesimal ini cukup baik. namun publikasi atas karya besar mereka dilakukan secara terpisah. Ia menawarkan adanya satu akumulasi yang membentuk planet atau inti planet (objek kecil terkondensasi diluar materi nebula) yang kemudian dikenal sebagai planetesimal. planetesimal akan bergabung membentuk proto planet. Pada akhirnya efek pasang surut matahari pada proto planet saat pertama kali melewati perihelion memberikan kemungkinan bagi proses pembentukan planet untuk membentuk satelit. pasang surut yang ditimbulkan pada matahari sangat besar sehingga ada materi yang terlepas dalam bentuk filamen. Filamen ini tidak stabil dan pecah menjadi gumpalan-gimpalan yang kemudian membentuk proto planet. Menurut Chamberlin. Teori Pasang Surut Jeans Astronomi Inggris. Selain itu tanpa adanya prominensa maka kemiringan axis solar spin dan bidang orbit matahari-bintang tidak akan bisa dijelaskan. Ia memberikan kemungkinan bahwa spiral nebula merupakan hasil interaksi pemisahan dari bintang yang berada dalam proses erupsi dengan bintang lainnya. bertukar pemikiran dan menguji ide-ide yang muncul. Pada tahun 1890-an. maka objek yang terbentuk akan memiliki spin retrograde. Chamberlin kemudian membangun teori baru yang melibatkan erupsi matahari. Namun karena adanya perbedaan kecepatan partikel dalam dan partikel luar. James Jeans (1877-1946) mengemukakan Tata Surya merupakan hasil interaksi antara bintang lain dan matahari. dimana partikel dalam bergerak lebih cepat dari partikel luar. Teori ini membutuhkan matahari yang aktif dengan prominensa yang masif. materi yang terlontar ini bisa membentuk planet yang akan mengitari bintang induknya. Menurut mereka. Menurut Jeans dalam interaksi antara matahari dengan bintang lain yang melewatinya. Keduanya mengembangkan teori tentang materi yang terlontar dari bintang membentuk nebula spiral.Perkembangan teori pementukan Tata Surya pada dekade terakhir abad ke-19 dan dekade pertama abad ke-20. Namun sayangnya gaya pasang surut bintang yang berinteraksi dengan matahari hanya mampu menahan materi prominensa di luar matahari tapi tidak mampu memindahkan materi dari matahari.

Jeans memperbaharui teorinya. Tahun 1939. Teori Terciptanya Jagad Raya Hipotesis Nebula. Hipotesis . Menurutnya jika matahari sudah berada dalam kondisi sekarang saat materinya membentuk Jupiter maka diperlukan materi pembentuk yang berasal dari kedalaman dimana kerapatannya sama dengan kerapatan rata-rata matahari dan temperatur sekitar 106 K.Tahun 1919. Tapi jika harga temperatur ini dipakai dalam persamaan untuk massa kritis jeans. Pengubahan ini memperlihatkan kemudahan untuk melontarkan materi pada jarak yang dikehendaki. radius matahari sama dengan orbit Neptunus. Ia menyatakan bahwa saat pertemuan kedua bintang terjadi. Materinya juga cukup dingin. Harold Jeffreys (1891-1989) yang sebelumnya mengkritik teori Chamberlin-Moulton juga memberikan beberapa keberatan atas teori Jeans. dengan temperatur 20 K dan massa sekitar ½ massa jupiter. maka massa minimum Jupiter menjadi 100 kali massa Jupiter saat ini. Hipotesis nebula pertama kali dikemukakan oleh Emanuel Swedenborg (1688-1772) tahun 1734 dan disempurnakan oleh Immanuel Kant (1724-1804) pada tahun 1775. keberatan lain datang dari Lyman Spitzer (1914-1997). Keberatan pertamanya mengenai keberadaan bintang masif yang jarang sehingga kemungkinan adanya bintang yang berpapasan dengan matahari pada jarak yang diharapkan sangatlah kecil. Immanuel Kan Hipotesis serupa juga dikembangkan oleh Pierre Marquis de Laplace secara independen pada tahun 1796.

dan cincin-cincin gas dan es terlontar ke sekeliling matahari. menyebutkan bahwa pada tahap awal. Tata Surya masih berupa kabut raksasa. Matahari raksasa terus menyusut dan berputar semakin cepat. yang lebih dikenal dengan Hipotesis Nebula KantLaplace. gas-gas tersebut memadat seiring dengan penurunan suhunya dan membentuk planet dalam dan planet luar. Teori Kabut (Nebula) menceritakan kejadian tersebut dalam 3 (tiga ) tahap : 1. Pierre Marquis de Laplace Laplace berpendapat bahwa orbit berbentuk hampir melingkar dari planet-planet merupakan konsekuensi dari pembentukan mereka. Kabut ini terbentuk dari debu. Akibat gaya gravitasi. es.ini. suhu kabut memanas. dan gas yang disebut nebula. Matahari dan planet-planet lainnya masih berbentuk gas. . Gaya gravitasi yang dimilikinya menyebabkan kabut itu menyusut dan berputar dengan arah tertentu. dan unsur gas yang sebagian besar hidrogen. dan akhirnya menjadi bintang raksasa (matahari).

dimana pemadatan terjadi di pusat lingkaran yang kemudian membentuk matahari. Pada saat yang bersamaan materi lainpun terbentuk menjadi massa yang lebih kecil dari matahari yang disebut sebagai planet.2. bergerak mengelilingi matahari. 3. kabut yang begitu pekat dan besar Kabut tersebut berputar dan berpilin dengan kuat. Materi-materi tersebut tumbuh makin besar dan terus melakukan gerakan secara teratur mengelilingi matahari dalam satu orbit yang tetap dan membentuk Susunan Keluarga Matahari. Astronom Jerman . Berbagai Modifikasi Hipotesis Nebula.

C. tekanan panas dan radiasi matahari menghilangkan sebagian besar hidrogen dan helium serta meninggalkan unsur-unsur yang lebih berat. Akhirnya. Dia berpendapat bahwa suatu lapisan materi bersifat gas pernah muncul dan keluar sampai jauh sekali dari garis khatulistiwa matahari di jaman purba. von Weizsaeckar memperkenalkan hipotesis nebulanya pada tahun 1940-an. Sebagian besar lapisan ini terdiri dari unsur ringan hidrogen dan helium. Deretan massa ini menarik bahan-bahan lain yang terdapat di ruang angkasa dan berkembang menjadi planet. . Unsur-unsur yang lebih berat itu secara bertahap berkumpul dalam suatu deretan konsentris yang berbentuk seperti ginjal.

mendingin dan memadat. Chamberlin .Hipotesis Planetisimal. menarik materi berulang kali dari matahari. Kedekatan tersebut menyebabkan terjadinya tonjolan pada permukaan matahari. Objek-objek tersebut bertabrakan dari waktu ke waktu dan membentuk planet dan bulan. Sementara sebagian besar materi tertarik kembali. dan menjadi benda-benda berukuran kecil yang mereka sebut planetisimal dan beberapa yang besar sebagai protoplanet. Thomas C. Hipotesis planetisimal mengatakan bahwa Tata Surya kita terbentuk akibat adanya bintang lain yang lewat cukup dekat dengan matahari. Hipotesis planetisimal pertama kali dikemukakan oleh Thomas C. Chamberlin dan Forest R. sementara sisa-sisa materi lainnya menjadi komet dan asteroid. dan bersama proses internal matahari. Moulton pada tahun 1900. sebagian lain akan tetap di orbit. pada masa awal pembentukan matahari. Efek gravitasi bintang mengakibatkan terbentuknya dua lengan spiral yang memanjang dari matahari.

Hipotesis Pasang Surut Bintang. James Jeans (1877-1946) mengemukakan Tata Surya merupakan hasil interaksi antara bintang lain dan matahari. pasang surut yang . James Jeans Woodhope Menurut Jeans dalam interaksi antara matahari dengan bintang lain yang melewatinya. Perbedaan ide yang ia munculkan dengan ide Chamberlin & Moulton terletak pada absennya prominensa. Astronomi Inggris.

Pada akhirnya efek pasang surut matahari pada proto planet saat pertama kali melewati perihelion memberikan kemungkinan bagi proses pembentukan planet untuk membentuk satelit. Filamen ini tidak stabil dan pecah menjadi gumpalan-gimpalan yang kemudian membentuk proto planet.ditimbulkan pada matahari sangat besar sehingga ada materi yang terlepas dalam bentuk filamen. Akibat pengaruh gravitasi dari bintang proto planet memiliki momentum sudut yang cukup untuk masuk kedalam orbit disekitar matahari. . Selain itu tanpa adanya prominensa maka kemiringan axis solar spin dan bidang orbit matahari-bintang tidak akan bisa dijelaskan. Pada model ini tampaknya spin matahari yang lambat dikesampingkan karena dianggap matahari telah terlebih dahulu terbentuk sebelum proses pembentukan planet.

Pengubahan ini memperlihatkan kemudahan untuk melontarkan materi pada jarak yang dikehendaki. Tahun 1939.Harold Jeffreys Tahun 1919. Harold Jeffreys (18911989) yang sebelumnya mengkritik teori ChamberlinMoulton juga memberikan beberapa keberatan atas teori Jeans. Jeans memperbaharui teorinya. dengan temperatur 20 K dan massa sekitar ½ massa jupiter. Keberatan pertamanya mengenai keberadaan bintang masif yang jarang sehingga kemungkinan adanya bintang yang berpapasan dengan matahari pada jarak yang diharapkan sangatlah kecil. Materinya juga cukup dingin. Menurutnya jika matahari sudah berada dalam kondisi sekarang saat materinya membentuk Jupiter maka diperlukan materi pembentuk yang berasal dari kedalaman dimana kerapatannya sama dengan . radius matahari sama dengan orbit Neptunus. Ia menyatakan bahwa saat pertemuan kedua bintang terjadi. keberatan lain datang dari Lyman Spitzer (1914-1997).

es. Akhirnya. Bola kabut ini selanjutnya berotasi sehingga bagian yang ringan mudah terlempar ke luar. maka massa minimum Jupiter menjadi 100 kali massa Jupiter saat ini. Dalam teori ini menyatakan bahwa sistem tata surya itu ternyata pada mulanya berupa bola kabut raksasa. Kuiper tepatnya si pada tahun 1950.kerapatan rata-rata matahari dan temperatur sekitar 106 K. dan suhunya pun semakin bertambah. Kuiper Hipotesis Kondensasi. cakram itu kembali berbentuk bola gas yang cukup solid hingga terbentuklah Matahari. Tapi jika harga temperatur ini dipakai dalam persamaan untuk massa kritis jeans. perputarannya pun semakin cepat. sedangkan bagian yang berat berkumpul di pusatnya. Dan di dalam Kabut itu terdiri dari debu. Lama-kelamaan bola kabut ini membentuk sebuah cakram. Bagian tepi cakram yang berupa gas dan debu mulai bertarikan dan membentuk . Gerald P. dan gas. Teori Hipotesis kondensasi ini dibuat oleh GP.

Salah satu bintang meledak sehingga banyak material yang terlempar. Protoplanet lambat laun makin dingin dan padat sehingga membentuk planet.suatu gumpalan. Protoplanet tetap berotasi di orbitnya dan sambil berotasi dia juga berevolusi mengelilingi Matahari. gumpalan tersebut terlepas dari Matahari dan menyebar ke sekitarnya. Gumpalan-gumpalan itu disebut protoplanet. Menurut teori ini. Selanjutnya. RA Lyttleton Karena bintang yang tidak meledak mempunyai gaya . galaksi berasal dari kombinasi bintang kembar.A Lyttleton. Teori ini dikemukakan oleh seorang ahli Astronomi R. Hipotesis Bintang Kembar.

Bintang yang tidak meledak itu adalah matahari.com/ . Hasil kompilasi dari berbagai sumber. Surya Hidayatullah Al Mataromi: http://tabiralamsemesta. sedangkan pecahan bintang yang lain adalah planet-planet yang mengelilinginya Untuk Hipotesis BIG BANG akan kami bahas tersendiri pada postingan yang akan datang. Silahkan mengutip dan/atau mempublikasikan sebagian atau seluruh artikel di Blog ini dengan menyebut sumber-nya.gravitasi yang masih kuat. terimakasih. maka sebaran pecahan ledakan bintang tersebut mengelilingi bintang yang tidak meledak.blogspot.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful