P. 1
Perilaku Individu Dalam Organisasi

Perilaku Individu Dalam Organisasi

|Views: 962|Likes:
Published by Agastya Corleone

More info:

Published by: Agastya Corleone on Mar 04, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/23/2013

pdf

text

original

PERILAKU INDIVIDU DALAM ORGANISASI

I.

Variabel karakteristik individu yang perlu dipahami Alasan mengapa perlu memahami perilaku individu adalah karena tiap individu

mempunyai perbedaan dalam merespon sesuatu maupun perilaku, karena tidak ada manusia yang sama. Setiap pemimpin organisasi harus dapat memahami karakteristik tiap individu yang menjadi anggota organisasinya sehingga dapat dengan mudah memprediksi perilaku mereka. Berbagai variabel karakteristik yang perlu dipahami antara lain karakteristik biografis, kemampian, pembelajaran, persepsi, sikap, kepuasan kerja dan stres yang selajutnya akan diuraikan satu persatu. II. Karakteristik Biografis atau Ciri – ciri biografis 1. Umur Umur mempunyai hubungan dengan tingkat keluar masuknya pegawai, absensi, produktivitas dan kepuasan kerja. Hubungan umur dengan keluar masuknya pegawai adalah jika umur meningkat maka tingkat keluar masuknya pegawai menurun. Alasannya karena alternatif pekerjaan (option) yang semakin sedikit, penghasilan lebih tinggi yang telah diperoleh, dan tunjangan pensiun yang lebih menarik. Hubungan umur dengan absensi adalah jika umur meningkat, maka ketidakhadiran yang disengaja menurun tetapi ketidakhadiran yang tidak disengaja meningkat. Mengingat umur yang bertambah berarti adanya keluarga yang harus dibina. Ketidakhadiran yang disengaja jarang sekali dilakukan, karena melihat pada nilai gaji yang terpotong bila tidak masuk kerja. Hubungan umur dengan produktivitas adalah jika umur meningkat, maka produktivitas menurun. Alasan adalah menurunnya kecepatan, kecekatan, dan kekuatan. Juga meningkatnya kejenuhan atau kebosanan dan kurangnya rangsangan intelektual. Namun ada juga studi yang mengemukakan bahwa hubungan umur dengan produktifitas ternyata tidak ada hubungannya sama sekali. Dengan alasan, menurunnya ketrampilan jasmani tidak cukup ekstrem bagi menurunnya produktifitas. Dan meningkatnya umur biasanya diimbangi dengan meningkatnya pengalaman. Hubungan umur dengan kepuasan kerja terbagi menjadi dua bagian yaitu bagi karyawan profesional hubungannya adalah jika umur meningkat, kepuasan kerja juga meningkat. Sedangkan bagi karyawan non-profesional hubungannya adalah kepuasan
1

misalnya orang-orang Amerika Afrika menerima penilaian yang lebih renah dalam wawancara pekerjaan. Karyawan yang menikah lebih sedikit absensinya. 2. Ras Ras sebagai warisan biologis yang digunakan individu untuk mengidentifikasikan diri mereka sendiri.merosot selama usia tengah baya dan kemudian naik lagi dalam tahun-tahun selanjutnya.keputusan promosi. lebih rendah memperoleh bayaran. Jenis Kelamin Sejauh ini tidak ada bukti yang pasti bahwa pria atau perempuan tampil lebih baik dalam bekerja. pergantian yang lebih rendah dan lebih puas dengan pekerjaannya. Tidak ada perbedaan yang berarti antara pria dan wanita dalam produktivitas dan biasanya wanita memeliki tingkat absensi atau kemangkiran yan lebih tinggi dari pria.Ras telah dipelajari sedikit banyak dalam PO. Status Perkawinan Tidak ada studi yangg cukup untuk menyimpulkan mengenai efek status perkawinan terhadap produktifitas. Orangorang Amerika Afrika biasanya mengalami perlakuan lebih buruk dibandingkan orang-orang kulit putih dalam keputusan-keputusan pekerjaan. Dalam situasi pekerjaan. dan kenaikan gaji. khususnya dalam hubungannya terhadap hasil-hasil pekerjaan seperti keputusan pemilihan personel. 4. 2 . akan berbentuk kurva U. dan lebih jarang dipromosikan. Bila digambarkan dalam bentuk kurva. 5. Definisi ini memungkinkan setiap individu untuk mendefinisikan rasnya sendiri. jumlah anak yang dimiliki oleh pekerja berhubungan erat dingan tingkat absensi dan kepuasan kerjanya. dan diskriminasi di tempat kerja. Tetapi. Jumlah Tanggungan Tidak ada informasi yang cukup tentang hubungan antara jumlah tanggungan seseorang dengan produktivitasnya. 3. evaluasi kinerja. Terdapat sikap-sikap yang berbeda secara substansial terhadap tindakan afirmatif (affirmative action) misalnya orang-orang Amerika Afrika mendapatkan programprogram seperti ini dalam tingkat yang lebih besar dibandingkan orang kulit putih. terdapat sebuah kecendrungan bagi individu untuk lebih menyukai rekan-rekan dari ras mereka sendiri dalam evaluasi kinerja.

d. III. Setiap manusia mempunyai kemampuan berfikir masing-masing. f. Masa Kerja Tidak ada alasan bahwa karyawan yang lebih lama bekerja (senior) akan lebih produktif dari pada yang junior. 1. kemampuan fisik hanya 3 . periset. Seluruh kemampuan seorang individu pada hakekatnya tersusun dari dua faktor. yaitu: a. Kecerdasan numerik yaitu kemampuan berhitung dengan cepat dan tepat. Kemampuan Intelektual Kemampuan intelektual merupakan kemampuan yang diperlukan untuk melakukan atau menjalankan kegiatan mental. Penalaran deduktif yaitu kemampuan menggunakanlogika dan menilai implikasi dari sautu argumen. Menurut Robbins (2001) ada 7 dimensi yang membentuk kemampuan intelektual. Kecepatan perseptual yaitu kemampuan mengenal kemiripan dan perbedaan visual dengan cepat dan tepat. Berbeda dengan kemampuan intelektual yang memiliki peranan besar dalam pekerjaan yang rumit. b. Kemampuan Menurut Robbins (2001). dan keterampilan. g. Pemahaman verbal yaitu kemampuan memahami apa yang dibaca atau didengar. Visualisasi ruang yaitu kemampuan membayangkan bagaimana suatu obyek akan tampak seandainya posisi dalam ruang diubah. Kemampuan Fisik Kemampuan fisik merupakan kemampuan untuk melakukan tugas-tugas yang menuntut daya stamina.6. Senioritas/masa kerja berkaitan secara negatif dengan kemangkiran dan dengan tingkat turnover. e. c. penyelia penjual. Penalaran induktif yaitu kemampuan mengenal suatu urutan logis dalam suatu masalah dan pemecahannya. kemampuan merupakan suatu kapasitas yang dimiliki seorang individu untuk mengerjakan suatu pekerjaan. Ingatan yang adalah berupa kemampuan menahan dan mengenang kembali pengalaman masa lalu. kecekatan. Beberapa profesi yang erat dengan kemampuan intelektual di antaranya adalah akuntan. 2. yaitu kemampuan intelektual dan kemampuan fisik.

kekuatan. keluwesan dinamis. yang berarti topeng yang digunakan oleh para aktor dalam suatu permainan atau pertunjudari bahasa ikan. motivasi. berikut dikemukakan beberapa pengertian dari para ahli. Kepribadian Kepribadian merupakan terjemahan inggris. yaitu kekuatan dinamis. tingkah laku orang tersebut dalam berbagai situasi. dan menampilkan dirinya sesuai dari topeng yang digunakannya. Faktor-faktor keturunan ini dibawa sejak lahir sehingga diwarisi dari orang tuanya yang berkisar pada komposisi biologis. Kata personality sendiri berasal dari bahasa latin persona. keluwesan extent. 4 . Allport mengemukakan bahwa “Personality is the dinamic organization within the individual of those psychophysical systems that determine his unique adjustment to his environtment”. Sementara Robbins mengatakan kepribadian itu sebagai total dari cara – cara di mana seseorang bereaksi dan berinteraksi dengan orang lain. Untuk memperoleh pemahaman lebih lanjut lentang kepribadian. Faktor – factor yang berpengaruh terhadap kepribadian seseorang oleh robbins dikatakan ada tiga yaitu : 1.menguras kapabilitas fisik. yaitu personality. yang digambarkan dalam bentuk sifat – sifat yang dapat diukur dan diperilhatkan. dan stamina. IV. pengertian itu dapat diartikan bahwa: “kepribadian merupakan organisasi yang dinamis dalam diri individu tentang sistem psikofisik yang menentukan penyesuaiannya yang unik terhadap lingkungannya”. yang secara inheren terdapat dalam diri seseorang. Keturunan Kepribadian seseorang merupakan struktur-struktur yang berhubungan dengan asas-asas keturunan. Pada saat pertunjukan para aktor tidak menampilkan kepribadian yang sesungguhnya melainkan menyembunyikan kepribadiaannya yang asli. and behaviors in various situations. fisiologis dan psikologis.” Arti harfiah dari definisi ini adalah bahwa kepribadian merupakan serangkaian karakteristik yang dinamis dan terorganisasi yang dimiliki oleh seseorang yang secara unik mempengaruhi kognisi. kekuatan statis. koordinasi tubuh. keseimbangan. Pengertian ini tampaknya senada dengan pengertian yang dibuat Allport sebagaimana dikutip di atas. Ada sembilan kemampuan fisik dasar. kekuatan tubuh. motivations. Dalam Ensiklopedia Wikipedia kata kepribadian didefinisikan sebagai “a dynamic and organized set of characteristics possessed by a person that uniquely influences his or her cognitions. Secara harfiah.

mudah menyetujui. adalah ciri kepribadian yang mengukur kemampuan dan menyesuaikan perilakunya kepada faktor situasional. b. Individu yang memiliki penghargaan yang tinggi terhadap diri sendiri adalah individu yang sangat sangat yakin bahwa kapasitasnya lebih tinggi dari tuntutan pekerjaan. 2. secara idel dimensi kepribadian “The Big Five” berkorelasi positif dan kuat dengan prestasi kerja seseorang. stabilitas emosi. kepribadian yang suka/tidak suka terhadap diri sendiri. Menurut Kreitner dan Kinichi (1998). 5 . Indrawijaya mengatakan bahwa faktor lingkungan di sini adalah faktor kebudayaan dan faktor kelas sosial dan nilai kerja. Situasi Kepribadian seseorang dipengaruhi oleh situasi-situasi khusus. 3. Dari hasil penelitian. 4. Pemantauan diri. Reaksi seseorang terhadap situasi tertentu bisa berbeda pada waktu yang berlainan. Dimensi kepribadian The Big Five merupakan kristalisasi dari dimensi kepribadian yang panjang dan membingungkan. seperti kemujuran. Eksternal. Dimensi ini terdiri dari extraversion (kawasan ekstra) atau kepribadian terbuka. dan keterbukaan pada pengalaman. kultur tempat seseorang dibesarkan. Atribut kepribadian yang mempengaruhi perilaku keorganisasian oleh robbins (2001) adalah : 1. ketelitian memiliki korelasi positif yang paling kuat dengan prestasi kerja dan prestasi dalam pelatihan. Internal. Machiavellianisme. semua itu sebagai ciri pribadi positif. kepribadian yang meyakini bahwa segala apa yang terjadi dapat dikendalikan sendiri. Lebih lanjut diterangkan oleh Robbins (1991) dan Siagian (1955) bahwa pengalaman seseorang dengan lingkungannya seperti ajaran disiplin dalam keluarga. senang pekerjaan yang menantang. Sumber Kendali a. kepribadian yang cenderung kea rah fragmatis. 3. suka risiko. Penghargaan diri.2. yakni interaksi dengan lingkungannya. nasib atau kesempatan. kepribadian yang meyakini bahwa apa yang terjadi tergantung pada kekuatan luar. menjaga jarak emosional dan meyakini bahwa tujuan dapat menghalalkan segala cara. Lingkungan Kepribadian seseorang dipengaruhi oleh pengalamannya. ketelitian.

Sayangnya. Kemampuan bicaranya sangat diperlukan. Tipe Artistik Orang yang senang dengan ide-ide dan materi untuk diekspresikan dengan cara yang unik. ia lebih suka dengan orang yang setipe. adalah kepribadian yang menakar segala keputusannya dengan risiko. sebaliknya yang terjadi pada pengambil risiko rendah. Pengambilan risiko. Karena kepekaan dan kepeduliannya. Tipe ini sangat menghargai kebebasan. Tipe Investigatif Orang selalu tertarik pada gagasan dan ide-ide. 2. Tipe Konvensional Orang ini biasanya berfungsi paling baik dalam lingkungan dan pekerjaan yang terstruktur dengan baik serta memerlukan keletihan. 4. memelihara dan mengembangkan orang lain. 3. mempersuasi orang dan bernegosiasi. 5. Tipe ini tidak pernah melimpahkan pekerjaannya pada orang lain. Tipe Realistik Orang yang menyukai aktivitas di luar ruangan. la mendominasi orang lain untuk mencapai tujuannya. la biasanya tidak suka bekerja dengan ide-ide dan orang lain. V. biasanya ia menunjukkan sifat pemarah di lingkungan kerjanya. Pembelajaran Pembelajaran dalam perspektif perilaku keorganisasian adalah proses perubahan yang 6 . orang ini senang mengurus hal-hal yang terlalu pribadi. Tipe ini sering berkonflik dengan orang yang biasa bergosip. tipe ini rentan jadi santapan gosip karena caranya yang unik dan sering menimbulkan interpretasi yang biasa. Mereka sering menganggap tidak begitu penting bersosialisasi dan lebih suka bekerja sendiri. Orang ini tidak suka bergosip dan hanya berkonsentrasi pada tugasnya.5. la merasa membuang waktu dengan masalah yang melibatkan emosi. Jika harus bekerja dalam tim. Tipe Wiraswasta Orang yang lebih berorientasi pada „orang‟ daripada gagasan. Tipe Sosial Orang yang berorientasi untuk dan dengan orang lain. 6. la pintar mengatur kerja orang lain. Holland dan Haryobi (2001) memformulasikan tipe – tipe kepribadian sebagai berikut : 1. Bagi pengambil risiko tinggi keputusan lebih cepat dan sedikit membutuhkan informasi. Tipe ini cenderung mempunyai orientasi untuk menolong.

Ada 4 proses untuk menentukan pengaruh suatu model pada seseorang individu. Meskipun teori pembelajaran sosial adalah perluasan dari pengondisian operant. dilakukan pengondisian operan. yaitu : 1. teori ini berasumsi bahwa perilaku adalah sebuah fungsi dari konsekuensi. Apa yang dilakukan Pavlov untuk pengondisian klasik. yang oleh Robbins (2001) dijelaskan sebagai berikut : 1.relatif konstan dalam tingkah laku yang terjadi karena pengalaman atau pelatihan (Robbins. 2. Teori pembelajaran sosial Pembelajaran sosial adalah pandangan bahwa orang-orang dapat belajar melalui pengamatan dan pengalaman langsung. 2001). 2. Skinner. Proses perhatian (attention procceses) orang hanya belajar dari dari seorang model jika mereka mengenali dan menaruh perhatian pada perwajahanya yang menentukan. Kecenderungan untuk mengulang perilaku seperti ini dipengaruhi oleh ada atau tidaknya penegasan dari konsekuensi-konsekuensi yang dihasilkan oleh perilaku. Teori ini tumbuh berdasarkan eksperimen untuk mengajari anjing mengeluarkan air liur sebagai respons terhadap bel yang berdering. penegasan akan memperkuat sebuah perilaku dan meningkatkan kemungkinan perilaku tersebut diulangi. Pengkondisian klasik Pengondisian klasik adalah jenis pengondisian di mana individu merespons beberapa stimulus yang tidak biasa dan menghasilkan respons baru. dilakukan pada awal tahun 1900-an oleh seorang ahli fisolog Rusia bernama Ivan Pavlov. Teori ini juga mengakui keberadaan pembelajaran melalui pengamatan dan pentingnya persepsi dalam pembelajaran. Proses penahanan (retention process) pengaruh suatu model akan bergantung pada betapa baiknya individu mengingat tindakan model itu setelah model itu tidak ada lagi. B. 3. 7 . F. Pengkondisian operan Pengondisian operan adalah jenis pengondisian di mana perilaku sukarela yang diharapkan menghasilkan penghargaan atau mencegah sebuah hukuman. oleh psikolog Harvard. Skinner mengemukakan bahwa menciptakan konsekuensi yang menyenangkan untuk mengikuti bentuk perilaku tertentu akan meningkatkan frekuensi perilaku tersebut. Dengan demikian. Ada tiga teori yang disampaikan Robbins untuk menjelaskan bagaimana orang mendapatkan pola-pola perilaku.

Kesalahan Persepsi Ada beberapa kesalahan persepsi yang sering terjadi. VI. yaitu : 8 . bukan hanya stimulus yang mengenainya tetapi juga individu sebagai satu kesatuan dengan pengalaman-pengalamannya. Orang yang penampilannya sangat menarik/tidak menarik lebih mudah untuk dikenal. Persepsi 1. Faktor – faktor yang mempengaruhi persepsi a. 4. Adapun Robbins (2001) mendeskripsikan persepsi dalam kaitannya dengan lingkungan.3. Obyek yang sama pada hari berbeda bisa menyisakan persepsi yang berbeda. Sasaran/target/obyek Ciri-ciri pada sasaran/obyek yang sedang diamati dapat mempengaruhi persepsi. Proses reproduksi motor (motor reproduction process) setelah seseorang melihat suatu prilaku dengan mengamati model itu. maka interpretasinya akan sangat dipengaruhi oleh karakteristiknya dalam hal ini adalah karakteristik pemberi kesan / penilai. 2. Unsure-unsur lingkungan sangat mempengaruhi persepsi seseorang. Proses penguatan (reinforcement process) individu individu akan dimotvasi untuk memperlihatkan perilaku bermodel jika ada rangsangan positive atau ganjaran. Pemberi kesan/pelaku persepsi Bila seseorang memandang suatu obyek dan mencoba menginterpretasikan apa yang yang dilihatnya tersebut. mengatur dan menginterpretasikan masukan-masukan informasi untuk menciptakan gambaran keseluruhan yang berarti. yaitu sebagai proses di mana individu-individu mengorganisasikan dan menafsirkan kesan indera mereka agar memberi makna kepada lingkungan mereka. Walgito (1993) mengemukakan bahwa persepsi seseorang merupakan proses aktif yang memegang peranan. c. b. Pengertian Persepsi Kotler (2000) menjelaskan persepsi sebagai proses bagaimana seseorang menyeleksi. Situasi Situasi atau konteks dimana melihat suatu kejadian /obyek juga sangatlah penting. motivasi serta sikapnya yang relevan dalam menanggapi stimulus. 3.

berpartisipasi aktif di dalamnya. orang atau peristiwa. Bersteriotipe Menilai seseorang atas dasar satu/beberapa sifat dari kelompoknya. Dalam organisasi sikap menjadi penting karena dapat mempengaruhi perilaku kinerja. seseorang dapat mempelajari sikap orang lain. Agar pengelolaan terhadap perilaku organisasi lebih efektif. kebangsaan atau jabatan. sikap dapat menjadi dasar bagi interaksi seseorang dengan orang lain dan dengan dunia sekelilingnya. serta menganggap kinerjanya sangat penting bagi organisasi 9 .a. 2. yaitu: 1. ada tiga sumber sikap. Seperti didasari oleh jenis kelamin. Sikap 1. sikap penting untuk dipahami. Sumber Sikap Menurut Robbins (2001). Tipe Sikap Dari hasil riset perilaku keorganisasian disebutkan ada 3 tipikal sikap. VII. b. Orang tua 2. c. Anggota kelompok rekan sekerja 3. Sikap mencerminkan bagaimana seseorang merasakan sesuatu. umur. Dengan sikap. demikian pula sebaliknya 2. Artinya menghubungkan karakteristik sendiri dengan orang lain. Efek halo Menarik kesan umum terhadap seseorang individu berdasarkan suatu karakteristik tunggal. Guru 3. Kepuasan kerja : seseorang yang mempunyai tingkat kepuasan kerja yang tinggi akan cenderung menunjukan sikap positif terhadap pekerjaan. Sedangkan Umar Nimran (1999) beralasan bahwa dari perspektif individu. keturunan. yaitu: 1. Keterlibatan kerja : sampai sejauh mana seseorang memihak pada pekerjaannya. Proyeksi Kecenderungan menilai seseorang atas dasar perasaan dan sifatnya. Pengertian Menurut Robbins (2001) sikap adalah pernyataan evaluatif baik yang menguntungkan atau tidak tentang obyek. agama.

Stephen Robins mengemukakan kepuasan itu terjadi apabila kebutuhan-kebutuhan individu sudah terpenuhi dan terkait dengan derajat kesukaan dan ketidaksukaan dikaitkan dengan Pegawai.faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja Ada 5 aspek menurut Herzberg : 1. Komitmen pada organisasi : sampai tingkat mana seorang pegawai memihak pada organisasinya. Kompensasi 2. penerangan. Karakteristik pekerjaan (variasi pekerjaan. hubungan dengan pegawai lain. dapat disimpulkan bahwa kepuasan kerja adalah perasaan yang menyokong atau tidak menyokong dalam diri pegawai yang berhubungan dengan pekerjaan maupun kondisi dirinya. dan berkolerasi positif dengan kepuasan kerja. Lingkungan non fisik (hubungan kerja dengan atasan-bawahan. Sementara itu. VIII. 2. perasaan yang berhubungan dengan dirinya antara lain berupa umur. kesempatan pengembangan karir. Pengertian Newstrom mengemukakan bahwa “job satisfaction is the favorableness or unfavorableness with employes view their work”. dan bertekad setia di dalamnya Komitmen pada organisasi berhubungan negatif dengan tingkat kemahiran maupun dengan tingkat keluar masuknya pegawai. Perasaan yang berhubungan dengan pekerjaan melibatkan aspek-aspek seperti upaya. warna. prospek pekerjaan) 10 . Kepuasan kerja berarti perasaan mendukung atau tidak mendukung yang dialami pegawai dalam bekerja Wexley dan Yukl mengartikan kepuasan kerja sebagai “the way an employee feels about his or her job”. dan struktur organisasi.3. Promosi (peningkatan jabatan) 3. kondisi kesehatan. bunyi. Komitmen pada organisasi merupakan suatu dimensi perilaku yang penting yang dapatdigunakan untuk mengevaluasi kekuatan para pekerja untuk bertahan pada suatu organisasi. Kepuasan Kerja 1. penempatan kerja. ataupun rekan sekerja. Lingkungan fisik (ventilasi. Artinya bahwa kepuasan kerja adalah cara pegawai merasakan dirinya atau pekerjaannya. Faktor . kemampuan dan pendidikan. dll) 4. kesempatan dalam pengambilan keputusan) 5.

Benefits 3.Ada 6 aspek menurut Luthans : 1. Promosi 4. dan keberlangsungan hidup organisasi itu sendiri. produktivitas organisasi. Kepuasan kerja yang tinggi sangat mempengaruhi kondisi kerja dan dapat memberikan keuntungan yang nyata tiak hanya pada bagian pekerja tetapi juga bagi manajemen dan organisasi. Efek kepuasan kerja pada kinerja karyawan Kepuasan kerja hingga kini diyakini berkaitan dengan kinerja karyawan. Upah/gajiaspek intrinsik dari pekerjaan 5. Pembayaran 2. yang pada gilirannya akan brkaitan dengan efektiitas organisasi secara keseluruhan. Keamanan 2. Kondisi kerja Ada 10 aspek menurut Gilmer : 1. Para pemimpin organisasi perlu menaruh perhatian yang sungguh-sungguh terhadap aspek kepuasan kerja ini. Pengertian Szilagyi dalam Indriyo G. Kondisi kerja 9. IX. 1997 : pemahaman yang bersifat internal yang menciptakan adanya ketidakseimbngan fisik dan psikis dalam diri seseorang sebagai akibat 11 . kelompok. Kesempatan untuk maju 3. a. Stres 1. Supervisi 5. Supervisi 6. Work it-self 3. karena memiliki mata rantai dengan sumber daya manusia organisasi. kelompok kerja 6. Komunikasi 8. Aspek sosial dari pekerjaan 7. Perusahaan dan manajemen 4.

Sumber Stres Sumber stress. Meningkatnya tekanan darah 2. Kepemimpinan 4. Stress sering menimbulkan penyakit 3. Setiapindividu haus berinteraksi dengan orang lain maupun dengan lingkungannya 5. Dampak Stres Dampak stress menurut Indriyo Gitosudarmo. Hubungan organisasi dengan pihak luar 7. Peranan dalam organisasi 3. Setiap orang memerlukan energi yanglebih banyak untuk menggapai sukses 3. Faktor dari dalam individu yang bersangkutan 8. Ketidakpuasan kerja 12 . Faktor-faktor yang melekat pada pekerjaan 2. 1997: a. kognitif (konseptual) terhadap situasi yangmeminta tuntutan tertentu pada individu 2.lingkungan eksternal. Hubungan-hubungan dalam organisasi 4. yaitu : 1. b. Struktur dan iklim organisasi 6. Meningkatnya kolesterol 3. 2001 : respons seseorang baik yang berupa emosi fisik. Penyakit jantung koroner b. Mikhail dalam Djanaid. dan organisasi lain. Faktor psikologi 1. Mengapa stress perlu dipahami Alasan-alasan mengapa stress perlu dipahami. yaitu : 1. Setiap orang tidak pernah steril dari stress 2. Stress berhubungan erat dengan produktivitas 4. organisasi. Faktor fisik 1. 2001 : suatu keadaan yang timbul dari kapasitas tuntunan yang tidak seimbang. Djanaid. Perkembangan karier 5. baik nyata maupun dirasakan dalam tindakan penyesuaian organ c.

Rendahnya kepercayaan 4. Meningkatkan keimanan 2. Ketidakhadiran 2. Olah raga 4. Menerapkan manajemen berdasarkan sasaran 13 . Keterlambatan 3. Kecelakaan kerja meningkat 5.2. Meningkatkan partisipasi dalam proses pengambilan keputusan 7. Analisis dan kejelasan tugas 5. Perbaikan iklim organisasi 2. Murung 3. Menyediakan sarana olah raga 4. Sabotase 5. Meditasi 3. Perbaikan lingkungan fisik 3. Meminta dukungan sosial kepada keluarga dan teman 6. 1997: Secara individu : 1. Menghilangkan rutinitas Secara organisasi : 1. Cara mengatasi Stress Cara-cara mengatasi stress menurut Indriyo Gitosudamo. Mudah marah c. Prestasi kerja menurun 4. Faktor organisasi 1. Restrukturisasi tugas 8. Mengubah struktur dan proses organisasi 6. Relaksasi 5.

html http://id.wikipedia.com/2011/03/bab-1-studi-tentang-organisasi. Judge. Internet http://viandraa.Robbins. Perilaku Organisasi buku 2. 2008. II. Yogyakarta : Graha Ilmu. Buku P. Komang.com/2010/04/perilaku-individu-dalam-organisasi. Jakarta: Salemba Empat.org/wiki/Pembelajaran 14 . Ni Wayan Mujiati dan Anak Agung Ayu Sriathi. Timothy A. 2008.blogspot.wikipedia. Perilaku Keorganisasian Edisi Pertama.wordpress. Ardana.Daftar Pustaka I.blogspot.org/wiki/Perilaku_organisasi http://id.com/2011/07/ http://lukmancoroners.html http://eroyinstitute. Stephen.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->