Cara Memperbaiki Akhlak Akhlak, menurut para pemikir Muslim, menunjuk pada kondisi jiwa yang menimbulkan perbuatan

atau perilaku secara spontan. Dikatakan, orang yang memiliki mental penolong, ketika melihat kesulitan-kesulitan yang dialami orang lain, akan memberikan pertolongan secara spontan, tanpa banyak mempertimbangkan atau memikirkan untung-rugi. Jadi, akhlak menunjuk pada hubungan sikap batin dan perilaku secara konsisten. Apakah akhlak yang merupakan watak dari manusia itu dapat diubah? Jawabnya adalah bisa. Menurut Al Ghazali, akhlak bisa diubah dan diperbaiki, karena jiwa manusia diciptakan sempurna atau lebih tepatnya dalam proses menjadi sempurna. Oleh sebab itu, ia selalu terbuka dan mampu menerima usaha pembaruan serta perbaikan. Al Ghazali menambahkan, perbaikan harus dilakukan melalui pendidikan dan pembinaan pada sikap dan perilaku konstruktif. Pembiasaan tersebut dilakukan melalui metode berbalik. Sebagai contoh, sifat bodoh harus diubah dengan semangat menuntut ilmu, kikir dengan dermawan, sombong dengan rendah hati, dan rakus dengan puasa. Proses pembiasaan ini tentu saja tidak bisa dilakukan secara instant tapi membutuhkan waktu, perjuangan, dan kesabaran yang tinggi. Ibnu Maskawaih, dalam buku Tahdzub Al Akhlaq mengusulkan metode perbaikan akhlak melalui lima cara. Pertama, mencari teman yang baik. Banyak orang terlibat tindak kejahatan karena faktor pertemanan. Kedua, olah pikir. Kegiatan ini perlu untuk kesehatan jiwa, sama dengan olahraga untuk kesehatan tubuh. Ketiga, menjaga kesucian kehormatan diri dengan tidak mengikuti dorongan nafsu. Keempat, menjaga konsistensi antara rencana baik dan tindakan. Kelima, meningkatkan kualitas diri dengan mempelajari kelemahankelemahan diri. Di samping itu, perbaikan akhlak memerlukan idealisme, yaitu komitmen yang tinggi untuk selalu berpihak kepada yang baik dan yang benar. Perbaikan akhlak berbeda dengan perbaikan pada sektor-sektor lain. Perbaikan akhlak tidak dapat diwakilkan karena keputusan untuk berpihak kepada yang baik dan benar itu harus datang dan lahir dari kita sendiri. Idealisme seperti itu menjadi lebih penting lagi, karena daya tarik kebaikan pada umumnya dikalahkan oleh daya tarik keburukan dan kesenangan duniawi. Pemihakan pada kebaikan sebagai inti dari ajaran akhlak benar-benar membutuhkan komitmen dan tekad yang kuat agar kita sanggup melawan dan mengendalikan kecenderungan-kecenderungan nafsu. Inilah sesungguhnya makna sabda Nabi SAW, ‖Surga dipagari oleh kesulitan-kesulitan, sedangkan neraka dipagari oleh kesenangan-kesenangan.‖ Betatapun tingkat kesulitan yang dihadapi, perbaikan akhlak harus tetap kita upayakan. Soalnya, agama itu pada akhirnya adalah akhlak. Dalam perspektif ini, seseorang tak dapat disebut beragama jika ia tidak berakhlak. Rasulullah SAW bersabda, ‖Sesungguhnya aku tidak diutus kecuali untuk membangun kualitas-kualitas moral.‖ (HR Malik). Wallahua’lam.

Kerukunan Antar Umat Beragama
Islam adalah Agama yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW untuk disampaikan kepada seluruh umat manusia untuk kebahagian mereka di dunia dan di akhirat. Islam bukanlah suatu agama baru. Semua agama-agama yang dibawa oleh para Nabi-Nabi sebelum Nabi Muhammad SAW juga adalah agama yang pada prinsipnya mengajarkan untuk meng-Esakan Allah SWT, beriman kepada zat dan sifat-sifatNya, beriman kepada kitabkitabNya, beriman kepada rasul-rasul dan hari akhirat, serta mentaati seluruh perintah Nya dan larangan Nya. Dalam kehidupan yang plural, Islam mengajarkan setidaknya empat hal pokok, pertama, sebagai agama tauhid, Islam mengajarkan adanya kesatuan penciptaan yaitu Allah SWT. Kedua, Sebagai agama tauhid, Islam mengajarkan kesatuan kemanusiaan. Ketiga, sebagai agama tauhid Islam mengajarkan kesatuan petunjuk, yaitu al Qur‘an dan Sunnah Nabi SAW. Keempat, sebagai konsekwensi logis dari ketiga pokok tersebut, maka bagi umat manusia hanya ada satu tujuan dan makna hidup yaitu kebahagian di dunia dan kebahagian di akhirat. Untuk mewujudkan kesatuan fundamental tersebut, maka setiap individu muslim harus berpegang teguh pada ajaran agamanya dengan jalan mentaati peraturan-peraturan Allah yang dirumuskan di dalam al Qur‘an dan Sunnah Rasulullah SAW. Terjadinya peristiwa penusukan terhadap Asia Sihombing dan Tiur Lindah (pengurus Gereja HKBP Bekasi), bukan merupakan tindakan spontan yang dilakukan oleh 10 pelaku. Artinya, para pelaku penusukan dan pemukulan itu bukan disebabkan rasa iri dan dengki melihat orang lain melakukan ibadah sesuai keyakinannya, tetapi lebih disebabkan ekses dari tidak dipenuhinya peraturan pemerintah yang dituang dalam Peraturan Bersama Menteri- bahwa untuk membangun sebuah rumah ibadah harus memenuhi kretaria yang telah baku di negri ini, yang ketentuannya juga disepakati oleh seluruh pimpinan agama-agama yang ada di negri ini, termasuk pimpinan Gereja HKBP. Jika kemudian tidak atau belum terpenuhinya Peraturan Bersama Menteri yang tertuang dalam Nomor 8 dan Nomor 9 tentang kerukunan dan keharmonisan antar umat beragama, seharusnya pimpinan Gereja HKBP dan jemaatnya tidak secara emosional dan memaksakan diri melangsungkan kebaktiannya setiap minggu di pemukiman yang penduduknya mayoritas beragama Islam. Semua orang di Negara ini, dijamin keberagamaannya, tapi tidak lantas semaunya, yang kemudian secara massal melakukan kebaktian di pemukiman yang pemeluk nya berlainan agama. Pemaksaan pelaksanaan peribadatan seperti itu menunjukkan arogansi agama, yang tidak cuma menganggap remeh agama lain, tetapi juga melecehkan pemerintah dengan tidak mengacuhkan peraturan yang sudah disepakati bersama.

Pengertian Kerukunan Antar Umat Beragama
Kerukunan umat beragama yaitu hubungan sesame umat beragama yang dilandasi dengan toleransi, saling pengertian, saling menghormati, saling menghargai dalam kesetaraan pengamalan ajaran agamanya dan kerja sama dalam kehidupan masyarakat dan bernegara. Umat beragama dan pemerintah harus melakukan upaya bersama dalam memelihara kerukunan umat beragama, di bidang pelayanan, pengaturan dan pemberdayaan. Sebagai contoh yaitu dalam mendirikan rumah ibadah harus memperhatikan pertimbangan Ormas keagamaan yang berbadan hokum dan telah terdaftar di pemerintah daerah. Pemeliharaan kerukunan umat beragama baik di tingkat Daerah, Provinsi, maupun Negara pusat merupakan kewajiban seluruh warga Negara beserta instansi pemerinth lainnya.

dan solidaritas akan terasa lebih tinggi bobotnya bila disebut dengan Ukhuwah. 3. Kurangnya pengetahuan para pemeluk agama akan agamanya sendiri dan agama lain. . Kurangnya saling pengertian dalam menghadapi masalh perbedaan pendapat. Ukhuwah Islamiyah adalah kesatuan yang menjelmakan kerukunan hidup umat dan bangs. Kaburnya batas antara sikap memegang teguh keyakinan agama dan toleransi dalam kehidupan bermasyarakat. bahkan menerbitkan rumah ibadah. Bagi umat Islam. (QS. dan dapat pula berarti pergaulan. 6. Kecurigaan masing-masing akan kejujuran pihak lain. Ukhuah islamiah berasl dari kata dasar ―Akhu‖ yang berarti saudara. Ukhuwah islamiyah itu sendiri bukanlah tujuan. maka Allah menjinakan antara hatimu. Arti keberagamannya lebih keoada sikap fanatisme dan kepicikan ( sekedar ikut-ikutan). Para pemeluk agama tidak mampu menahan diri. saling menghormati. dan lain-lain mempunyai hubungan konseptual dengan cita ukhuwah islamiyah. maka seluruh badan akan merasakan sakitnya. Pengertian Kerukunan Antar Umat Beragama Menurut Islam Kerukunan umat beragama dalam islam yakni Ukhuwah Islamiah. kesatuan. sedekah. Negara. Ali Imran: 103) Artinya: ―Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai dan berselisih sesudah dating keterangan yang jelas kepada mereka. Dapat dikatakan bahwa pengertian Ukhuah Islamiyah adalah gambaran tentang hubungan antara orang-orang islam sebagai satu persaudaraan.musuhan. Ibadah seperti zakat. Mereka itulah orang0orang yang mendapat siksa yang berat. 4. Kata ―Ukhuwah‖ sebagai kata jadian dan mempunyai pengertian atau menjadi kata benda abstrak persaudaraan. dimana antara yang satu dengan yang lain seakan akan berada dalam satu ikatan. Kata persatuan. ketegangan yang sering timbul intern umat beragama dan antar umat beragama disebabkan oleh: 1. Pelaksanaan Ukhuwah Islamiyah menjadi actual. juga untuk kemajuan agama.Lingkup ketentraman dan ketertiban termasuk memfalisitasi terwujudnya kerukunan umat beragama. 5. baik intern umat beragama maupun antar umat beragama. Ali Imran 105). dan kemanusiaan. sahabat. menumbuh kembangkan keharmonisan saling pengertian. Ukhuwah Islamiyah adalah suatu yang masyru‘ artinya diperintahkan oleh agama. Dalam praktek. maka ia akan menggambarkan satu bentuk dasar yakni Persaudaraan Islam merupakan potensi yang obyektif. apabila sakit salah satu anggota badan itu. Sifat dari masing-masing agama yang mengandung tugas dakwah atau missi 2. mengkoordinasi kegiatan instnsi vertical. sehingga kurang menghormati bahkan memandang rendah agama lain. Ada hadits yang mengatakan bahwa hubungan persahabatan antara sesame islam dalam menjamin Ukhuwah Islamuah yang berarti bahwa antara umat islam itu laksana satu tubuh. bila dihubungkan dengan masalah solidaritas social. persahabatan. sehingga jika dipadukan antara kata Ukhuwah dan Islamiyah akan berarti persaudaraan islam atau pergaulan menurut islam. ―Janganlah bermusuh. lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara‖ (QS. Apabila bila kata Ukhuwah dirangkaikan dengan kata Islamiyah. saling percaya diantara umat beragama. teman. Dikatakan juga bahwa umat muslim itu bagaikan sutu bangunan yang saling menunjang satu sama lain. Sedangkan Islaiyah berasal dari kata Islam yang dalam hal ini menjadi atau memberi sifat Ukhuwah.

sangat jelas sekali bahwa faktor tersebut adalah akar dari permasalahan yang menyebabkan konflik sekejap maupun berkepanjangan. 2. Saling tenggang rasa. juga memiliki agen-agen dan para pemimpinnya sendiri-sendiri. Ali Masrur. pemahaman agama secara eksklusif juga ada dan berkembang. Bagi kelompok ini. Pandangan-pandangan semacam ini tidak mudah dikikis karena masing-masing sekte atau aliran dalam agama tertentu. Bahkan akhir-akhir ini. Sikap ini muncul sebagai akibat dari pola perjumpaan tak langsung (indirect encounter) antar agama. Sehingga kalangan umat beragama merasa enggan mendiskusikan masalah-masalah keimanan. khususnya di Indonesia. Kerukunan antar umat beragama dapat diwujdkan dengan. Ada banyak aliran dan ada banyak pemimpin agama dalam Islam yang antara satu sama lain memiliki pandangan yang berbeda-beda tentang agamanya dan terkadang bertentangan. Mereka masih berpandangan bahwa Islam adalah satusatunya agama yang benar dan dapat menjamin keselamatan menusia. Mematuhi peraturan keagamaan baik dalam Agamanya maupun peraturan Negara atau Pemerintah. maka akan timbullah yang dinamakan konflik. Yang terjadi hanyalah perjumpaan tak langsung. khususnya menyangkut persoalan teologi yang sensitif. M. 1. adalah munculnya sikap toleransi malas-malasan (lazy tolerance) sebagaimana diungkapkan P. Tentu saja. Islam misalnya. Kelompok Evangelis. Tentu saja. tidak dapat diterima di sisi Allah. fanatisme diartikan sebagai keyakinan (kepercayaan) yang terlalu kuat terhadap ajaran (politik. Jika orang ingin selamat. toleransi antar umat beragama 2. dialog yang lebih mendalam tidak terjadi. saling menghargai. karena baik pihak yang berbeda keyakinan/agama sama-sama menjaga jarak satu sama lain. yakni pemahaman keagamaan yang menekankan praktik keagamaan tanpa melihat bagaimana sebuah ajaran agama seharusnya diadaptasikan dengan situasi dan kondisi masyarakat. dalam agama Kristen juga ada kelompok eksklusif seperti ini. Rendahnya Sikap Toleransi Menurut Dr. dan 4. berpendapat bahwa tujuan utama gereja adalah mengajak mereka yang percaya untuk meningkatkan keimanan dan mereka yang berada ―di luar‖ untuk masuk dan bergabung. Dengan demikian akan dapat tercipta keamanan dan ketertiban antar umat beragama. maka timbullah sikap fanatisme yang berlebihan. Sehingga dapat menimbulkan sikap kecurigaan diantara beberapa pihak yang berbeda agama. Di kalangan Islam. salah satu masalah dalam komunikasi antar agama sekarang ini. Masingmasing agama mengakui kebenaran agama lain. ketentraman dan kenyamanan di lingkungan masyarakat berbangsa dan bernegara. dsb). ia harus memeluk Islam.Ag. Dengan saling mengandalkan pandanganpandangan setiap sekte dalam agama teersebut. Manfaat Kerukunan Antar Umat Beragama . Segala perbuatan orang-orang non-Muslim. hanya mereka yang bergabung dengan gereja yang akan dianugerahi salvation atau keselamatan abadi. Dari uraian diatas. Knitter.Kendala-Kendala 1. agama. misalnya. menurut perspektif aliran ini. tetapi kemudian membiarkan satu sama lain bertindak dengan cara yang memuaskan masing-masing pihak. Islam tidak bergerak dari satu komando dan satu pemimpin. bukan perjumpaan sesungguhnya. Sikap Fanatisme Dalam kamus besar Indonesia. di Indonesia telah tumbuh dan berkembang pemahaman keagamaan yang dapat dikategorikan sebagai Islam radikal dan fundamentalis. Melaksanakan ibadah sesuai agamanya. Tidak memaksakan seseorang untuk memeluk agama tertentu 3.

Umat Beragama Diharapkan Perkuat Kerukunan Jika agama dapat dikembangkan sebagai faktor pemersatu maka ia akan memberikan stabilitas dan kemajuan negara.‖ katanya Mengelola kemajemukan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma‘ruf Amin mengatakan masyarakat Indonesia memang majemuk dan kemajemukan itu bisa menjadi ancaman serius bagi integrasi bangsa jika tidak dikelola secara baik dan benar. baik secara ilmu maupun karakter. tema dialog antar-umat beragama sebaiknya bukan mengarah pada masalah theologis. hingga kini masih sering muncul. Cap mengatakan dialog berkejujuran antar umat beragama merupakan salah satu cara untuk membangun persaudaraan antar. Maftuh menjelaskan. Katolik. Ia juga mengutip perspektif pemikiran Pendeta Viktor Tanja yang menyatakan bahwa misi agama atau dakwah yang kini harus digalakkan adalah misi dengan tujuan meningkatkan sumber daya insani bangsa.‖ katanya. Terputusnya jalinan informasi antar pemeluk agama dapat menimbulkan prasangka.M. Rabu. tokoh dan umat beragama dapat memberikan kontribusi dengan berdialog secara jujur.umat beragama. OFM. Buddha. Kristen.‖ katanya. terusmenerus. ―Karena itu upaya memelihara kerukunan harus dilakukan secara komprehensif. kondisi yang demikian menunjukkan bahwa kerukunan umat beragama tidak bersifat imun melainkan terkait dan terpengaruh dinamika sosial yang terus berkembang. ―Sebab jika agama dapat dikembangkan sebagai faktor pemersatu maka ia akan memberikan sumbangan bagi stabilitas dan kemajuan suatu negara.masalah . kerukunan umat beragama di Indonesia pada dasarnya telah mengalami banyak kemajuan dalam beberapa dekade terakhir namun beberapa persoalan. Ketua Konferensi Waligereja Indonesia Mgr. Menteri Agama Muhammad Maftuh Basyuni berharap dialog antar-umat beragama dapat memperkuat kerukunan beragama dan menjadikan agama sebagai faktor pemersatu dalam kehidupan berbangsa. ―Hal itu kemudian perlu dijadikan sebagai titik temu agenda bersama lintas agama. Dalam hal ini.‖ katanya. Menurut dia. ―Kemajemukan adalah realita yang tak dapat dihindari namun itu bukan untuk dihapuskan. Pada pertemuan yang dihadiri tokoh-tokoh agama Islam. untuk mengelola kemajemukan secara baik dan benar diperlukan dialog berkejujuran guna mengurai permasalahan yang selama ini mengganjal di masingmasing kelompok masyarakat. Ia menambahkan. Hindu. berkolaborasi dan bersinergi untuk menggalang kekuatan bersama guna mengatasi berbagai masalah sosial termasuk kemiskinan dan kebodohan. ―Karena mungkin masalah yang selama ini terjadi di antara pemeluk agama terjadi karena tidak sampainya informasi yang benar dari satu pihak ke pihak lain. dan Konghucu itu Maftuh menjelaskan. ritus dan cara peribadatan setiap agama melainkan lebih ke masalah.‖ katanya dalam Pertemuan Besar Umat Beragama Indonesia untuk Mengantar NKRI di Jakarta.D Situmorang. kemajemukan harus dikelola dengan baik dan benar. baik yang bersifat internal maupun antar-umat beragama. Senada dengan Ma‘ruf.prasangka yang mengarah pada terbentuknya penilaian negatif. tidak boleh berhenti. Supaya bisa menjadi pemersatu. Menurut dia.

Dalam kaitannya untuk menjaga kehidupan antar umat beragama agar terjaga sekaligus tercipta kerukunan hidup antar umat beragama dalam masyarakat khususnya masyarakat Indonesia misalnya dengan cara sebagai berikut: Menghilangkan perasaan curiga atau permusuhan terhadap pemeluk agama lain yaitu dengan cara mengubah rasa curiga dan benci menjadi rasa penasaran yang positf dan mau menghargai keyakinan orang lain. Jangan menyalahkan agama seseorang apabila dia melakukan kesalahan tetapi salahkan orangnya. Yang harus dibangun adalah persaudaraan yang saling menghargai tanpa kehendak untuk mendominasi dan eksklusif. Hindari diskriminasi terhadap agama lain karena semua orang berhak mendapat fasilitas yang sama seperti pendidikan.‖ katanya. agenda agama-agama ke depan sebaiknya difokuskan untuk menjawab tiga persoalan besar yang selama ini menjadi pangkal masalah internal dan eksternal umat beragama yakni rasa saling percaya. 2. Ia juga menambahkan. kesejahteraan bersama dan penciptaan rasa aman bagi masyarakat. ketakutan dan penilaian yang dimutlakkan. Dengan memperhatikan cara menjaga kerukunan hidup antar umat beragama tersebut hendaknya kita sesama manusia haruslah saling tolong menolong dan kita harus bisa menerima bahwa perbedaan agama dengan orang lain adalah sebuah realitas dalam masyarakat yang multikultural agar kehidupan antar umat beragma bisa terwujud 1. Cara Menjaga Kerukunan Hidup Antar Umat Beragama Indonesia yang multikultural terutama dakam hal agama membuat Indonesia menjadi sangat rentang terhadap konflik antar umat beragama. lapangan pekerjaan dan sebagainya. Maka dari itu menjaga kerukunan antar umat beragama sangatlah penting.kemanusiaan. Biarkan umat lain melaksanakan ibadahnya jangan olok-olok mereka karena ini bagian dari sikap saling menghormati. . sebaiknya dialog difokuskan ke moralitas. etika dan nilai spiritual. ―Energi dan militansi agama seyogyanya diarahkan untuk mewujudkan tiga hal mulia itu. ―Dalam hal kebangsaan.‖ demikian Budi S Tanuwibowo.‖ katanya. ―Sebab untuk itu butuh relasi harmonis tanpa apriori. Menurut Ketua Umum Majelis Tinggi Agama Khonghucu Budi S Tanuwibowo. 4. Misalnya dalam hal terorisme. supaya efektif dialog antar-umat beragama mesti ―sepi‖ dari latar belakang agama yang eksklusif dan kehendak untuk mendominasi pihak lain. 3.

Pendidikan merupakan bagian kebutuhan mendasar manusia (al-hâjat al-asasiyyah) yang harus dipenuhi oleh setiap manusia seperti halnya pangan. berita-berita pada media masa juga cenderung mempropagandakan hal-hal negatif. hedonistik dalam budaya masyarakatnya. serta sinkretistik dalam agamanya. politik. politik pendidikan (siyâsah at-ta‗lîm) suatu negara sangat ditentukan oleh ideologi (pandangan hidup) yang diemban negara tersebut. Faktor inilah yang menentukan karakter dan tipologi masyarakat yang dibentuknya. Akhirnya. sandang. Asas yang sekular mempengaruhi penyusunan struktur kurikulum yang tidak memberikan ruang semestinya pada proses penguasaan tsaqâfah Islam dan pembentukan kepribadian Islam.. karena memang kepribadian guru/dosen sendiri tidak lagi pantas diteladani. Lemahnya pengawasan terhadap pergaulan anak dan minimnya teladan dari orangtua dalam sikap keseharian terhadap anak-anaknya makin memperparah terjadinya disfungsi rumah sebagai salah satu unsur pelaksana pendidikan. Guru/dosen sekadar berfungsi sebagai pengajar dalam proses transfer ilmu pengetahuan. yang semestinya menjadi media pendidikan yang real. suatu revolusi sejati yang memiliki tempo yang tidak tertandingi dan gairah yang menantang…Hanya konsep pendidikan yang paling dangkallah yang berani menolak keabsahan meletakkan Muhammad di antara pendidik-pendidik besar sepanjang masa. Muhammad. juga berperan sebaliknya. penyelesaian problem pendidikan yang mendasar harus dilakukan pula . dalam bukunya. Berdasarkan pemahaman mendasar ini.Budaya yang Belum Islami di Lingkungan Kampus Robert L. Sebab. Oleh karena itu. Gullick Jr. rusaklah pencapaian tujuan pendidikan yang dicita-citakan. kesehatan. dan perumahan. individualistik dalam interaksi sosialnya. Pendidikan adalah bagian dari masalah politik (siyâsah) yang diartikan sebagai ri‗âyah asy-syu‘ûn al-ummah (pengelolaan urusan rakyat) berdasarkan ideologi yang diemban negara. (3) keadaan masyarakat yang tidak kondusif. yakni: (1) lembaga pendidikan formal yang lemah. dalam masyarakat berkembang sistem nilai sekular. Pertama. Kedua. Dengan demikian. paradigma pendidikan yang didasarkan pada ideologi sekular. budaya. Hal ini disebabkan oleh dua hal. politik pendidikan dapat dipahami sebagai strategi pendidikan yang dirancang negara dalam upaya menciptakan kualitas human resources (sumberdaya manusia) yang dicita-citakan. karena—dari sudut pragmatis—seorang yang mengangkat perilaku manusia adalah seorang pangeran di antara pendidik. Para orangtua juga tidak secara sungguh-sungguh menanamkan dasar-dasar keislaman yang memadai kepada anaknya. kerusakan fungsional pada tiga unsur pelaksana pendidikan. Tidak dapat dibantah lagi bahwa Muhammad sungguh telah melahirkan ketertiban dan stabilitas yang mendorong perkembangan Islam. maupun tata pergaulan sehari-hari. menyatakan: Muhammad merupakan seorang pendidik yang membimbing manusia menuju kemerdekaan dan kebahagiaan yang lebih besar. tercermin dari kacaunya kurikulum serta tidak berfungsinya guru dan lingkungan sekolah/kampus sebagai medium pendidikan sebagaimana mestinya. tidak sebagai pendidik yang berfungsi dalam transfer ilmu pengetahuan dan kepribadian. Lingkungan fisik sekolah/kampus yang tidak tertata dan terkondisi secara islami turut menumbuhkan budaya yang tidak memacu proses pembentukan kepribadian peserta didik. mulai dari bidang ekonomi. The Educator. (2) kehidupan keluarga yang tidak mendukung. yang tujuannya sekadar membentuk manusia-manusia yang berpaham materialistik dalam pencapaian tujuan hidup. perumahan. Masyarakat. yakni seorang manusia shalih dan mushlih. yaitu menegasikan hampir seluruh proses pendidikan di rumah dan persekolahan. sosial. Pendidikan yang sekular-materialistik saat ini merupakan produk dari ideologi sekular yang terbukti telah gagal mengantarkan manusia menjadi sosok pribadi yang utuh.

Generasi yang akan terbentuk adalah SDM yang mumpuni dalam bidang ilmunya sekaligus memahami nilai-nilai Islam serta berkepribadian Islam yang utuh. . Pendidikan harus diarahkan pada pengembangan keimanan sehingga melahirkan amal salih dan ilmu yang bermanfaat. Perhatikan bagaimana al-Quran mengungkapkan tentang ahsanu ‗amalan atau amalan shâlihan (amal yang terbaik atau amal shalih). Beberapa paradigma dasar bagi sistem pendidikan dalam Islam adalah sebagai berikut: 1. Pelajaran ideologi selain Islam dan konsepsikonsepsi lainnya disampaikan bukan bertujuan untuk dilaksanakan.secara fundamental. kebudayaan asing dapat disampaikan secara utuh. dalam arti. waktu pelajaran untuk memahami tsaqâfah Islâm dan nilai-nilai yang terdapat di dalamnya mendapat porsi yang besar. terhadap perilaku peserta didik. Pada jenjang PT tentu saja dibuka berbagai jurusan. Secara pasti. Tujuannya adalah membentuk sumberdaya manusia terdidik dengan ‗aqliyah islâmiyah (pola berpikir islami) dan nafsiyah islâmiyah (pola sikap islami). sejauh mana mereka terikat dengan konsepsi-konsepsi Islam berkenaan dengan kehidupan dan nilai-nilainya. termasuk pemerintah (negara). Di tingkat perguruan tinggi (PT). tujuan pendidikan Islam adalah menciptakan SDM yang berkepribadian Islami. politik. Dengan demikian. 3. dan tujuan pendidikan didasarkan pada akidah Islam. Hal itu hanya dapat diwujudkan dengan melakukan perbaikan secara menyeluruh yang diawali dari perubahan paradigma pendidikan sekular menjadi paradigma Islam. Pendidikan ditujukan dalam rangka membangkitkan dan mengarahkan potensi-potensi baik yang ada pada diri setiap manusia selaras dengan fitrah manusia dan meminimaliasi aspek buruknya. Setiap metodologi yang tidak berorientasi pada tercapainya tujuan tersebut tentu akan dihindarkan. baik dalam cabang ilmu keislaman ataupun jurusan lainnya seperti teknik. tetapi memperhatikan apakah ilmu pengetahuan yang diberikan itu dapat mengubah sikap atau tidak. Dikotomi ilmu itu hanya terjadi pada masyarakat sekularkapitalistik. Jadi. diperlukan monitoring yang intensif oleh seluruh lapisan masyarakat. strategi. dan berkesinambungan dengan tujuan di atas. pendidikan Islam bukan semata-mata melakukan transfer of knowledge. Politik Pendidikan Islam Pendidikan dalam Islam harus kita pahami sebagai upaya mengubah manusia dengan pengetahuan tentang sikap dan perilaku yang sesuai dengan kerangka nilai/ideologi Islam. sastra. Metode pendidikan dan pengajarannya juga harus dirancang untuk mencapai tujuan tersebut. kekhawatiran akan munculnya dikotomi ilmu agama dan ilmu duniawi tidak akan terjadi. Prinsip kurikulum. Pada tataran derivatnya. materi tentang ideologi sosialisme-komunisme atau kapitalisme-sekularisme dapat disampaikan untuk diperkenalkan kepada kaum Muslim setelah mereka memahami Islam secara utuh. Dengan begitu. pendidikan dalam Islam merupakan proses mendekatkan manusia pada tingkat kesempurnaannya dan mengembangkan kemampuannya yang dipandu oleh ideologi/akidah Islam. dll. kelemahan ketiga faktor di atas diselesaikan dengan cara memperbaiki strategi fungsionalnya sesuai dengan arahan Islam. serasi. kimia. peserta didik dapat memilih sesuai dengan keinginan dan kebutuhan. melainkan untuk dijelaskan serta dipahami cacat-cela dan ketidaksesuaiannya dengan fitrah manusia. Rangkaian selanjutnya adalah tahap merealisasikannya sehingga dibutuhkan program pendidikan dan kurikulum yang selaras. Konsekuensinya. Dalam kerangka ini. Dengan model sistem pendidikan Islam seperti ini. 2. Kurikulum dibangun di atas landasan akidah Islam sehingga setiap pelajaran dan metodologinya disusun selaras dengan asas itu. Ilmu-ilmu terapan diajarkan sesuai dengan tingkat kebutuhan dan tidak terikat dengan jenjang pendidikan tertentu (formal). tidak dalam masyarakat Islam. cara berpikirnya harus didasarkan pada nilai-nilai Islam serta berjiwa sesuai dengan ruh dan nafas Islam. fisika. Misalnya. kedokteran.

serta mensyukuri seluruh nikmat yang telah diberikan-Nya. karena Allah telah menundukkan matahari. Keteladanan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam suatu proses pendidikan. dan masih banyak lagi ilmuwan lainnya. hubungan kausalitas. Seperi.4. Sebuah system yang memang layak digunakan dan telah terbukti kajayaannya dalam mengatasi masalah pendidikan dan melahirkan para ilmuwan yang pandai dan berkeprbadian luhur. mengagungkan-Nya. Hanya system Islamlah yang akan dan mapu melahirkan Ilmuwan kembali seperto mereka. Dengan demikian. merupakan figur sentral keteladanan bagi manusia. Akankah muncul para Ilmuwan seperti mereka. 5. Alkindi. dan tujuan alam semesta. 10. dan segala hal yang terdapat di langit atau di bumi untuk kemaslahatan umat manusia. Ilmu dikembangkan dalam rangka mengambil manfaat dalam rangka ibadah kepada Allah Swt. semata sehingga setiap dimensi kebenaran dapat ditegakkan terhadap siapa pun tanpa pandang bulu. Al-khawarizmi. Adapun strategi dan arah perkembangan ilmu pengetahuan dapat kita lihat dalam kerangka berikut ini: 6. Ibnu Sina. 7. Wallahua‘lam bish shawwab. Tujuan utama ilmu yang dikuasai manusia adalah dalam rangka untuk mengenal Allah Swt. Rasulullah saw. 8. 9. Demikianlah konsep pendidikan di dalam Islam. Ilmu yang dikembangkan dan teknologi yang diciptakan tidak ditujukan dalam rangka menimbulkan kerusakan di muka bumi atau pada diri manusia itu sendiri. Ilmu harus dikembangkan dalam rangka menciptakan manusia yang hanya takut kepada Allah Swt. . bintang. sebagai al-Khaliq. bulan. Teladan yang harus diikuti adalah Rasulullah saw. Ilmu yang dipelajari ditujukan untuk menemukan keteraturan sistem.

Civil society yang lahir di Barat diislamkan menjadi masyarakat madani. pada zaman Yunani Kuno sudah dikenal societies civilis. Nabi. Munculnya konsep masyarakat madani menunjukkan intelektual muslim Melayu mampu menginterpretasikan ajaran Islam dalam kehidupan modern. 2000: 115-127). menggantikan bangunan Orde Baru yang menyebabkan bangsa Indonesia terpuruk dalam krisis multidimensional yang tak berkesudahan. 1. yaitu dalam menetapkan ukuran baik atau buruknya perilaku harus dengan merujuk pada kejadian yang terdapat dalam khazanah sejarah masa awal Islam dan bila tidak ditemukan maka dicari pada sumber normatif al-Qur‘an dan Hadits (Hamim. Mereka melakukan penyetaraan itu untuk menunjukkan bahwa di satu sisi. umat Islam menerjemahkan civil society dengan masyarakat madani. Mereka mengambil contoh dari data historis Islam yang secara kualitatif dapat dibandingkan dengan masyarakat ideal dalam konsep civil society. Islam mempunyai kemampuan untuk diinterpretasi ulang sesuai dengan perkembangan zaman. Konsep masyarakat madani digunakan sebagai alternatif untuk mewujudkan good government. namun dengan pengertian yang identik dengan negara. Pendahuluan Masyarakat madani sebagai terjemahan dari civil society diperkenalkan pertama kali oleh Anwar Ibrahim (ketika itu Menteri Keuangan dan Timbalan Perdana Menteri Malaysia) dalam ceramah Simposium Nasional dalam rangka Forum Ilmiah pada Festival Istiqlal. Civil society dimaksudkan mencegah lahirnya pemerintahan otoriter melalui kontrol dari masyarakat. Perumusan konsep masyarakat madani menggunakan projecting back theory. Istilah itu diterjemahkan dari bahasa Arab mujtama‘ madani. tsaqafi atau tamaddun. Masyarakat madani kadang dipahami sebagai masyarakat sipil. Kata ―madani‖ berarti civil atau civilized (beradab). karena diterjemahkan dari konsep civil society yang lahir di Barat pada abad ke-18 dengan tokohnya John Locke atau Montesquieu. yaitu suatu masyarakat yang diciptakan Nabi Muhammad SAW di Madinah. yang berangkat dari sebuah hadits yang mengatakan ―Khayr al-Qurun qarni thumma al-ladhi yalunahu thumma al-ladhi yalunahu‖.Masyarakat Madani yang Belum Tampak Masyarakat madani yang sedang dikembangkan sekarang ini mempunyai sejarah tersendiri. yang diperkenalkan oleh Prof. sebagaimana kata Arab lainnya seperti hadlari. seorang ahli sejarah dan peradaban Islam dari Malaysia. Di sini akan diselidiki konsep tersebut sebagai suatu bentuk dialog Islam dengan modernisasi. Madani berarti juga peradaban. Sebelumnya. Naquib Attas. . Berdasarkan projecting back theory (melihat sejarah awal Islam sebagai patokan). Hal tersebut merupakan bentuk dialog Islam dengan modernitas sesuai dengan hukum dialektika. 2000:180-181). Karena ciri-ciri kehidupan yang ideal pada masa Nabi Muhammad SAW dianggap sebagai proto-masyarakat modern. yaitu suatu masyarakat kota Madinah bentukan Nabi Muhammad SAW. Konsep madani bagi orang Arab memang mengacu pada halhal yang ideal dalam kehidupan. Indonesia. dan di sisi lain. 26 September 1995 (Hamim. Selanjutnya dilihat juga posisi masyarakat dan negara dalam Islam. negara. persisnya mengawinkan ajaran Islam dengan konsep civil society yang lahir di Barat pada abad ke-18. projecting back theory. Dialog tersebut bersifat aktif karena Barat mengembangkan konsep civil society tersebut berdasarkan sejarah awal Islam Kata kunci: masyarakat madani. pendiri ISTAC (Ismail. 2000: 115).

and for as long as the form of his government endured under the caliphs who succeeded him. masyarakat madani dipahami sebagai masyarakat sipil. Menurutnya. Hidayatullah dalam bukunya Islamic Jurisprudence: An International Perspective. pemikiran John Locke dan Rousseau tentang teori kedaulatan (sovereignty) mendapatkan pengaruh dari pemikiran Islam. Bahkan konsep ini pun masih akan berkembang terus akibat dari proses pengaktualisasian yang dinamis dari konsep tersebut di lapangan. legislatif. 2. dan lebih tertarik mengikuti ceramah dan kuliah Edward Pococke.masyarakat kota Madinah merupakan proto-type masyarakat ideal produk Islam yang bisa dipersandingkan dengan konsep civil society. Reinterpretasi Islam terhadap perkembangan zaman bukan sesuatu yang tabu melainkan suatu keharusan dari hukum dialektika thesis-antithesis-synthesis dalam rangka menuju ke arah yang lebih baik. konsep masyarakat madani merupakan bentuk dialog Islam dengan modernitas (Barat). karena kehidupan masyarakat Madinah di bawah Nabi Muhammad SAW dan Khulafaur Rasyidin sangat menjunjung tinggi prinsip-prinsip dalam civil society yang lahir di Barat. 2000: 113). taking care to give unity to his political system. to that extent. karena sebelumnya Barat telah melakukan studi perbandingan dengan peradaban Islam ketika mau merumuskan civil society. Dengan demikian. Weeramantry dan M. Hampir semua kepala pemerintahan dari pusat sampai daerah dipegang oleh ABRI. dan yudikatif. the government was undivided and. dan menilai sistem pemerintahan Nabi Muhammad SAW adalah sangat baik. Tentang Montesquieu ditulis ―indeed there are many specific references to the Qur‘an and to the Islamic law in the writing of Montesquieu‖ (Azizi. Pada waktu itu. dan kebebasan individu. Locke ketika menjadi mahasiswa Oxford sangat frustasi dengan disiplinnya. 2000: 94). . Sementara Montesquieu bermula dari bukunya Persian Lettters. Barat sedang dalam cengkeraman pemerintahan otoriter. tidak lepas dari pengaruh Islam. terbitan Macmillan Press (1988). Rousseau dalam Social Contract-nya juga tidak lepas dari pengaruh Islam. yang kemudian diteruskan dalam buku berikutnya The Spirit of the Laws. Kadang. Masyarakat Madani dan Negara Konsep masyarakat madani tidak langsung terbentuk dalam format seperti yang dikenal sekarang ini. Bahkan dia secara jelas menyebut: ‗Mohamet had very sound opinions. Konsep masyarakat madani memiliki rentang waktu pembentukan yang sangat panjang sebagai hasil dari akumulasi pemikiran yang akhirnya membentuk profile konsep normatif seperti yang dikenal sekarang ini (Hamim. Orang juga tahu kalau ABRI berada di belakang semua aksi teror dan penculikan terhadap para aktivis demokrasi (Hamim. Dialog dialektik Islam dan Barat bersifat aktif. profesor studi tentang Arab. dimana ABRI memerankan tugas-tugas sipil sebagai penyelenggara lembaga-lembaga eksekutif.G. Kemudian perhatian pemikiran Locke mengenai problemproblem tentang pemerintahan. Pengaruh Islam dalam civil society sudah dijelaskan C. Hal tersebut diperkuat oleh latar belakang dimunculkannya civil society di Indonesia. sebagai kaunter terhadap dominasi ABRI (nama waktu itu untuk tentara dan polisi di Indonesia) yang menerapkan doktrin dwi fungsi. Rasanya tidaklah berlebihan kalau kita menerjemahkan civil society dengan masyarakat madani. Kebencian terhadap ABRI semakin dalam ketika mereka terkooptasi oleh rezim Soeharto untuk membungkam rakyat yang kritis terhadap gaya pemerintahan yang feodal dan otoriter. terjemahan civil society yang lahir di Barat pada abad ke-18. good‘. 2000: 112-113). kekuasaan.

dan mengkoreksi posisi negara yang lemah vis-à-vis masyarakat. If the state is accorded such a role. Tidak benar jika ingin mewujudkan masyarakat madani harus memperlemah posisi eksekutif seperti yang terjadi di Amerika. in the second. Akibatnya. the state came to be regarded as necessarily subordinate to civil society. Di Amerika kekuasaan negara sangat terbatas dan tidak bisa mengintervensi hak-hak individu (biasa disebut dengan small stateness). di Indonesia sering terjadi pergantian pemerintahan. karena negara tidak boleh tunduk kepada keinginan masyarakat yang menyimpang dari akal sehat seperti menuruti suara mayoritas yang menghendaki diperbolehkannya minuman keras. Atas dasar itu. Kedua. untuk mengontrol kekuasaan negara. konsep civil society lebih berkait dengan tema kedua itu. perumus civil society menyusun kerangka dasar sebagai berikut (Gamble. individualist world of civil society organised around commodity production.Para intelektual Muslim menjadikan Amerika Serikat sebagai model dari bentukan civil society. Hegel dan Rousseau (Gamble. and money. namun sangat kuat dalam bidang pelaksanaan hukum (Azizi. Dengan penjelasan di atas. but must originate in the way in which rulers are related to the ruled. it was seen as a sphere which included but also transcended civil society and countered its harmful effects. 1988: 47-48): …the state as an association between the members of a society rather than as the personal domain of a monarch. Dalam bidang hukum pun demikian. Kita boleh menjadikan Amerika sebagai model dan bukan mengekor karena perbedaan situasi dan kondisi dari kedua negara tersebut. Selain bertentangan dengan prinsip keseimbangan juga mengingkari sejarah masyarakat madani ciptaan Nabi Muhammad SAW yang berbentuk negara. Kesan salah tersebut terjadi karena lahirnya civil society bersamaan dengan konsep negara modern. dan political economy. maka negara tidak hanya sebagai alat untuk mencapai tujuan akhir tertentu bersama. and if it is to be a genuine association between all members of the community. yaitu: …how government should ralate to the private. karena negara modern didirikan atas dasar persamaan semua warga negara. These different conceptions were later to form one of the major dividing lines in modern liberalism. karena penegakkan hukum masih lemah dan MPR/DPR mempunyai kekuasaan yang besar. seperti penjamin aturan pasar agar setiap individu dapat mengejar . Thingking of the state as an association between all members of a society means ascribing to it supreme authority to make and enforce laws –the general rules that regulate social arrangements and social relationships. the problem of the relationship of state power to civil society. Sedangkan. untuk menghindari lahirnya negara absolut yang muncul sejak abad ke-16 di Eropa. Two principal lines of thought emerged. what policies and puposes it should pursue and how the general interest should be defined. 2000: 87). 1988: 56) memandang negara modern lebih dari sekedar penjamin bagi berkembangnya civil society. and furthermore as an association that is unique among all the associations in civil society because of the role it plays. yang terjadi adalah sebalinya. Gamble (1988: 54) menyimpulkan bahwa teori negara modern mencakup dua tema sentral yaitu sovereignty. Sedangkan di Indonesia. Islam mengembangkan prinsip keseimbangan dalam segala aspek kehidupan. it follows that its claim to supreme authority cannot be based upon the hereditary title of a royal line. yang bertujuan: Pertama. Kita mungkin dapat belajar dari pelaksanaan hukum di sana. individual exchange. In the first.

sehingga mereka tidak memiliki kekuatan kontrol terhadap jalannya roda pemerintahan. (7) free and fair elections. Mereka yakin agama hanya berperan sebagai masa transisi antara dunia mitos dan dunia modern. civil society dijadikan sebagai perwujudan suatu tipe keteraturan kelembagaan dan dijadikan jargon untuk memperkuat ide demokrasi yang mempunyai delapan karakteristik. Mereka mengabaikan peran Tuhan yang dipandang sudah tidak cocok lagi untuk dunia modern. 2000: 90). (5) the right of political leaders to compate for support and votes. Amien Rais. Moral diyakini sangat penting untuk mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara. seperti Nahdlatul Ulama (NU) yang dimotori oleh KH Abdurrahman Wahid dan Muhammadiyah dengan motor Prof. yaitu dalam tingkatan kelembagaan (organisasi) sebagai tipe sosiologi politik dan membuat civil society sebagai suatu fenomena dalam dunia nilai dan kepercayaan. SPSI. Pengaruh politik tokoh dan organisasi keagamaan ini bahkan lebih besar daripada partai-partai politik yang ada. sehingga partaipartai politik pun tidak berdaya melakukan kontrol terhadap pemerintah dan tawar-menawar dengannya dalam menyampaikan aspirasi rakyat. dengan alasan seperti yang diyakini Montesquieu dan Tocqueville ―the people can be trusted to rule themselves‖ (Azizi. dimana nilai tertinggi bukan pada individu melainkan pada kehidupan bersama Adam Seligman (Azizi. Dalam pengertian yang pertama. sebagai pengaruh moralitas Kristen dalam peradaban modern. KNPI. 3. dan sebagainya. Organisasiorganisasi tersebut tidak memiliki kemandirian dalam pemilihan pemimpin maupun penyusunan program-programnya. (2) freedom of expression. Dr. and (8) institutions for making government policies depend on votes and other expressions of preference. seperti MUI. walaupun aspek moral itu tidak ditransendenkan kepada Tuhan. Masyarakat Madani di Indonesia Masyarakat madani sukar tumbuh dan berkembang pada rezim Orde Baru karena adanya sentralisasi kekuasaan melalui korporatisme dan birokratisasi di hampir seluruh aspek kehidupan. melainkan merupakan puncak dari sistem sosial. PWI. maka kita tahu bahwa negara mempunyai tugas untuk mengembangkan masyarakat madani. Hanya beberapa organisasi keagamaan yang memiliki basis sosial besar yang agak memiliki kemandirian dan kekuatan dalam mempresentasikan diri sebagai unsur dari masyarakat madani. 2000: 88-89) mengemukakan dua penggunaan istilah civil society dari sudut konsep sosiologi. yaitu: (1) the freedom to form and join organizations. Dari delapan karakteristik demokrasi yang merupakan tugas negara modern. HKTI. Pemerintah sulit untuk melakukan intervensi dalam pemilihan pimpinan organisasi keagamaan tersebut karena mereka memiliki otoritas dalam pemahaman ajaran Islam. terutama terbentuknya organisasi-organisasi kemasyarakatan dan profesi dalam wadah tunggal. (4) eligibility for public office. Penggunaan istilah yang kedua berkaitan dengan tinjauan filsafat yang menekankan pada nilai dan kepercayaan. Kebijakan ini juga berlaku terhadap masyarakat politik (political societies). .keperluannya. (6) alteernative sources of information (what we would call a free press. (3) the right to vote.

Era Reformasi yang melindas rezim Soeharto (1966-1998) dan menampilkan Wakil Presiden Habibie sebagai presiden dalam masa transisi telah mempopulerkan konsep masyarakat madani karena presiden beserta kabinetnya selalu melontarkan diskursus tentang konsep itu pada berbagai kesempatan. Kalangan muda NU begitu keranjingan . dan media massa karena mereka semua merasa berkepentingan untuk menyelamatkan gerakan Reformasi yang hendak menegakkan prinsipprinsip demokrasi. Dengan demikian. yang menjamin keberlanjutan proses pemerintahan yang terbuka dan partisipatoris. Habibie mengeluarkan Keppres No 198 Tahun 1998 tanggal 27 Februari 1999 untuk membentuk suatu lembaga dengan tugas untuk merumuskan dan mensosialisasikan konsep masyarakat madani itu. di samping penegakkan hukum yang masih belum memuaskan. dan HAM. Hal itu lebih didorong oleh dosa rezim Orde Baru yang telah mengabaikan ciri-ciri masyarakat madani seperti pelanggaran HAM. Keteganggan di Indonesia tidak hanya dalam wacana politik saja. pengembangan masyarakat madani justru bisa menjadi hambatan terhadap demokrasi karena mereka menganggap demokrasi adalah distribusi kekuasaan politik dengan tujuan pemerataan pembagian kekuasaan. kerusuhan sosial yang sering membawa persoalan SARA menunjukkan bahwa masih banyak masyarakat yang buta hukum dan politik (sebagai prasyarat masyarakat madani). Hal ini bisa dipahami karena pada masa tersebut. Presiden Habibie mendapat dukungan dari ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia). pengembangan konsep masyarakat madani merupakan salah satu cara dari kelompok ICMI untuk merebut pengaruh dalam Pemilu 1997. Pengamat politik dari UGM. NU adalah komunitas yang tidak sepenuhnya terakomodasi dalam negara. diperlukan pengembangan lembaga-lembaga demokrasi. bahkan dipinggirkan dalam peran kenegaraan. terutama pelembagaan politik. 3 Maret 1999) yakin bahwa pengembangan masyarakat madani memang bisa membantu menciptakan atau melestarikan demokrasi. dan pemerintahan yang sentralistis/absolut. Terbentuknya ICMI merupakan suatu keberhasilan umat Islam dalam mendekati kekuasaan karena sebelumnya pemerintah sangat phobi terhadap Islam politik. akademisi. Bahkan. dan Gerakan Papua merdeka. bukan oleh kalangan ―modernis‖ (Rumadi. 1999). bukan pada aturan main. Kemudian konsep masyarakat madani mendapat dukungan luas dari para politisi. Gerakan Reformasi didukung oleh negaranegara Barat yang menggulirkan konsep civil society dengan tema pokok Hak Asasi Manusia (HAM). Untuk menghindari hal itu. di samping birokrasi yang efektif. suatu bentuk pressure group dari kalangan Islam. Sedangkan. Munculnya wacana civil society di Indonesia banyak disuarakan oleh kalangan ―tradisionalis‖ (termasuk Nahdlatul Ulama). supremasi hukum. Dr Mohtar Mas‘oed (Republika. tetapi diperparah dengan gejala desintegrasi bangsa terutama kasus Timor Timur. Di kalangan NU dikembangkan wacana civil society yang dipahami sebagai masyarakat nonnegara dan selalu tampil berhadapan dengan negara. tidak tegaknya hukum. Hal itu terjadi karena ada perantara Habibie yang sangat dekat dengan Soeharto. Soeharto terpaksa harus turun tahta pada tanggal 21 Mei 1998 oleh tekanan dari gerakan Reformasi yang sudah bosan dengan pemerintahan militer Soeharto yang otoriter. Gerakan Aceh Merdeka. namun bagi masyarakat yang belum berpengalaman dalam berdemokrasi. agamawan. Konsep masyarakat madani dikembangkan untuk menggantikan paradigma lama yang menekankan pada stabilitas dan keamanan yang terbukti sudah tidak cocok lagi. dimana ia duduk sebagai Ketua Umumnya.

yang tidak hanya didasarkan pada toleransi model kerukunan (ko-eksistensi) dalam Trilogi Kerukunan Umat Beragama-nya mantan Menteri Agama H. Alamsyah Ratu Prawiranegara (1978-1983). sebagaimana dikatakan Wahid (1999: 1) sebagai berikut: (1) keselamatan fisik warga masyarakat dari tindakan badani di luar ketentuan hukum. 1998: xiv). Nabi Muhammad SAW telah menampilkan peradaban Islam yang kosmopolitan dengan konsep umat yang menghilangkan batas etnis. yang menekankan paham pluralisme. (4) keselamatan harta benda dan milik pribadi di luar prosedur hukum. sebagai dasar NU menerima asas tunggal Pancasila. Keseimbangan itu terganggu dengan dilakukannya ortodoksi (formalisme) terhadap ajaran Islam. di samping adanya fatwa Mukhtamar NU 1935 di Palembang (Ismail. Dalam pandangan Gus Dur. yaitu kemaslahatan umat dalam memutuskan perkara baik politik maupun agama. Kebangkitan wacana civil society dalam NU diawali dengan momentum kembali ke khittah 1926 pada tahun 1984 yang mengantarkan Gus Dur sebagai Ketua Umum NU. tanpa adanya paksaan untuk berpindah agama. dan kesejahteraan (Schacht. . Wahid Hasyim sebagai salah seorang perumus Pancasila. Walaupun Nabi telah melakukan revolusi dalam masyarakat Arab. dan (5) keselamatan profesi. tetapi didasarkan pada aspek saling mengerti (Hidayat dan Gaus. Islam sebagai agama universal tidak mengatur bentuk negara yang terkait oleh konteks ruang dan waktu sehingga Nabi Muhammad SAW sendiri tidak menamakan dirinya sebagai kepala negara Islam dan Nabi tidak melontarkan ide suksesi yang tentunya sebagai prasyarat bagi kelangsungan negara (Wahid. (2) keselamatan keyakinan agama masing-masing. Alasan penerimaan NU terhadap Pancasila berkaitan dengan konsep masyarakat madani. Pandangan pluralisnya didasarkan pada sejarah kehidupan Nabi sendiri yang terbuka terhadap peradaban lain. dan heteroginitas politik. (2) aspek horisontal. di samping tentunya sifat universalisme Islam. (3) keselamatan keluarga dan keturunan. seperti yang tersebar dalam literatur hukum agama (al-kutub al-fiqhiyyah). Sebagai komitmennya dia berusaha membangun kebersamaan dalam kehidupan umat beragama. yaitu: (1) aspek vertikal. akhirnya menjadi pemasung terhadap kebebasan berpikir karena setiap ada pemikiran kreatif langsung dituduh sebagai bid‘ah. keadilan. dan (3) fakta historis bahwa KH A. yaitu sifat pluralitas umat (QS al-Hujurat 13) dan adanya satu universal kemanusiaan. namun disamarkan keluar sebagai Lembaga Kajian Islam. 2000: 16). Dari kandungan NU lahir prinsip dualitas Islam-negara. 1999: 4). yang dibedakan dengan kelompok Islam Politik. Gus Dur memperkenalkan pendekatan budaya dalam berhubungan dengan negara sehingga ia dikenal sebagai kelompok Islam budaya. Ortodoksi yang tadinya untuk mensistematiskan dan mempermudah pengajaran agama. sesuai dengan Perennial Philosophy (Filsafat Hari Akhir) atau Religion of the Heart yang didasarkan pada prinsip kesatuan (tawhid). pluralitas budaya.dengan wacana civil society. Dalam Islam ada lima jaminan dasar. 1999: 17). tetapi ia sangat menghormati tradisi dan memperbaharuinya secara bertahap sesuai dengan psikologi manusia karena tujuannya bukanlah menciptakan orde baru (a new legal order) tapi untuk mendidik manusia dalam mencapai keselamatan melalui terwujudnya kebebasan. lihat mereka mendirikan LKIS yang arti sebenarnya adalah Lembaga Kajian Kiri Islam. Peradaban Islam yang ideal tercapai bila tercapai keseimbangan antara kecenderungan normatif kaum Muslimin dan kebebasan berpikir semua warga masyarakat (termasuk mereka yang non-Muslim) (Wahid. Gus Dur memerankan diri sebagai penentang terhadap ortodoksi Islam atau dikatakannya main mutlak-mutlakan yang dapat membunuh keberagaman. 1979: 541).

Dengan demikian. Seperti yang telah dijelaskan pada bagian awal bahwa timbulnya civil society pada abad ke-18 dimaksudkan untuk mencegah lahirnya negara otoriter. Gus Dur harus mendukung terciptanya negara yang demokratis supaya memungkinkan berkembangnya masyarakat madani. diharapkan pemerintah dan MPR/DPR saling menjaga keseimbangan untuk menegakkan hukum yang sehat dan demokrasi. Gus Dur. dan ketulusannya untuk pengabdian pada sesama. bukan pada aturan main. maka NU harus memerankan fungsi komplemen terhadap tugas negara. yaitu membantu tugas negara ataupun melakukan sesuatu yang tidak dapat dilakukan oleh negara. Kesimpulan Ekses dari gerakan Reformasi yang berhasil menggulingkan rezim Soeharto pada tanggal 21 Mei 1998 masih terus belum teratasi. kesederhanaan. dimana negara mempunyai posisi yang lemah vis-àvis masyarakat. Sementara. sehingga pengembangan masyarakat madani bisa menjadi hambatan bagi demokrasi. Hal itu bertentangan dengan prinsip keseimbangan dalam Islam dan sejarah masyarakat Madinah bentukan Nabi Muhammad SAW. dimana negara hanya berperan sebagai ‗polisi‘ yang menjaga lalu lintas kehidupan beragama dengan rambu-rambu Pancasila (Wahid. agar tidak bertentangan dengan kehendak masyarakat madani. tetapi harus ada keinginan politik juga dari pemerintah karena banyak karakteristik dari demokrasi yang memang menjadi kewajiban negara modern.Oleh karena itu. 4. seperti kelompok Tradisionalis lainnya. kini telah menjadi ―negara‖ itu sendiri. tidak memandang orang berdasarkan agama tapi lebih pada pribadi. Dan Indonesia telah meniru model Amerika. Dilihat dari sejarahnya civil society yang lahir di Eropa pada abad ke-18 dengan tokohnya John Locke atau Montesquieu bertujuan untuk menghindari pemerintahan yang absolut. Gus Dur sangat mendukung dialong antaragama/antarimam. bahkan ia ikut memprakarsai berdirinya suatu lembaga yang bernama Interfidie. 1991: 164). karena demokrasi dianggap sebagai distribusi kekuasaan politik dengan tujuan pemerataan pembagian kekuasaan. Hal tersebut memerlukan identikasi tentang peran apa yang akan dilakukan dan bagaimana NU memposisikan diri dalam konstelasi politik nasional. Baik menjadi anggota masyarakat madani maupun perangkat negara hendaknya dapat mewujudkan demokrasi . Masyarakat juga harus mengontrol kinerja pemerintah dan para wakilnya. misalnya pengembangan pesantren (Rumadi. seperti kerusuhan berbau SARA. Hal itu terjadi karena baik pemerintah maupun masyarakat masih belum berpengalaman dalam berdemokrasi. 1999: 3). yaitu suatu lembaga yang dibentuk dengan tujuan untuk memupuk saling pengertian antaragama. Realitas juga menunjukkan kalau negara yang demokratis tidak dapat dilakukan sendiri oleh masyarkat madani. visi. Terpilihnya Gus Dur sebagai presiden sebenarnya menyiratkan sebuah problem tentang prospek masyarakat madani di kalangan NU karena NU yang dulu menjadi komunitas nonnegara dan selalu menjadi kekuatan penyeimbang.

diantaranya: 1. menegaskan bahwa Rasulullah adalah kepala sebuah masyarakat dalam apa yang disebut sekarang sebagai negara. selain masuk Islam. Kekuasaan khalifah adalah kekuasaan untuk melaksanakan dan menerapkan hukum syariat Islam. juga beberapa kejadian sebelumnya. enam orang dari suku Khajraz di Yathrib bertemu dengan Rasululah di Aqabah. Kontrol pelaksanaan hukum dan mekanismenya yang mudah serta tolok ukur yang jelas (yakni nash-nash syara’) telah menjadikan daulah ini kokoh dan tegak menjadi rahmat bagi seluruh dunia selama berabad-abad. tidak menyebabkan kelemahan negara Islam. melainkan ditangan syara’. Pada musim haji berikutnya. Aqabah. Satu S perkara yang paling penting dalam sistem politik Islam adalah bahwa kedaulatan itu tidak di tangan rakyat maupun Kepala Negara. Sebagai hasil perjumpaan itu. Hanya saja pesan-pesan syara’ yang sifatnya ilahi itu tidak dimonopoli oleh Kepala Negara (khalifah) dan tidak dimanipulasi oleh tokoh agama karena kedudukan seluruh kaum muslimin di depan syara’ (baik dari segi hukum maupun kewajibannya) adalah sama. juga mengucapkan janji setia (bai’at) kepada Nabi untuk . malah justru memperkuatnya. Landasan Politik di Masa Rasulullah Langkah-langkah Rasulullah dalam memimpin masyarakat setelah hijrahnya ke Madinah. Mereka datang untuk berhaji. Sepakatlah semua pemikir muslim bahwa Madinah adalah negara Islam yang pertama. dan apa yang dilakukan Rasulullah setelah hijrah dari Makkah ke Madinah adalah memimpin masyarakat Islam dan memerankan dirinya bukan hanya sebagai Rasul semata tetapi juga sebagai kepala negara Islam Madinah. mereka semua masuk Islam.SISTEM POLITIK ISLAM istem politik Islam memang berbeda dengan sistem-sistem politik lainnya. Mereka. dua belas laki-laki penduduk Yathrib menemui Nabi di tempat yang sama. meskipun kekuasaan dan wewenang pelaksanaan politik itu terpusat kepada khalifah. Bai’at Aqabah Pada tahun kesebelas kenabian. Dan mereka berjanji akan mengajak penduduk Yathrib untuk masuk Islam pula. Beberapa bukti bisa disebut. Oleh karena itu. Mina.

tidak mencuri. kaum musyrikin. Setelah sekitar dua tahun berhijrah Rasulullah memaklumkan satu piagam yang mengatur hubungan antar komunitas yang ada di Madinah. Penduduk Madinah ada tiga golongan. Piadam Madinah ini adalah konstitusi negara yang berasaskan Islam dan disusun sesuai dengan syariat Islam. 1993) merupakan batu pertama bangunan negara Islam. 2. Di Madinahlah untuk pertama kali lahir satu komunitas Islam yang bebas dan merdeka di bawah pimpinan Nabi Muhammad. Ketiga. bai’at ini dikenal dengan Bai’at Aqabah Kedua. dan beberapa waktu kemudian Rasulullah sendiri ikut Hijrah bergabung dengan mereka. Bai’at tersebut merupakan janji setia beberapa penduduk Yathrib kepada Rasulullah. 3. yang merupakan bukti pengakuan atas Muhammad sebagai pemimpin. hanya saja pada yang kedua ini ada isyarat jihad. tidak berzina. kaum Yahudi yang terdiri dari empat kelompok. Kedua. yaitu Banu Nadlir. dan Yahudi Khibar. yaitu orang-orang suku Aus dan Kharaj yang belum masuk Islam. yang dikenal dengan Piagam (Watsiqah) Madinah. Banu Quaraizhah. Jadi Madinah adalah masyarakat majemuk. dan ini adalah kelompok mayoritas. Kemudian pada musim haji berikutnya sebanyak tujuh puluh lima penduduk Yathrib yang sudah masuk Islam berkunjung ke Makkah. Dalam negeri . kelompok ini minoritas. bukan hanya sebagai Rasul. Piagam Madinah Umat Islam memulai hidup bernegara setelah Rasulullah hijrah ke Yathrib. Satu kelompok tinggal di dalam kota Madinah. sebab pengakuan sebagai Rasulullah tidak melalui bai’at melainkan melalui syahadat. yaitu Banu Qunaiqa. Kedua bai’at ini menurut Munawir Sadjali (Islam dan Tata Negara. Di tempat itu mereka mengucapkan bai’at juga. Dengan dua bai’at ini Rasulullah telah memiliki pendukung yang terbukti sangat berperan dalam tegaknya negara Islam yang pertama di Madinah. Tiga kelompok lainnya tinggal di luar kota Madinah. yang kemudian berubah menjadi Madinah. serta tidak mengkhianati Nabi. Peran Sebagai Kepala Negara a. Atas dasar bai’at ini pula Rasulullah meminta para sahabat untuk hijrah ke Yathrib. Mereka berjanji akan membela Nabi sebagaimana membela anak istri mereka.Inilah yang dianggap sebagai konstitusi negara tertulis pertama di dunia. Nabi menjumpai mereka di Aqabah.tidak menyekutukan Allah. yang isinya sama dengan bai’at yang pertama. Inilah Bai’at Aqabah Pertama. tidak berdusta. Pertama kaum muslimin yang terdiri dari kaum Muhajirin dan Anshar.

kedua tolok ukur perbuatan (miqyas al ‘amal) adalah perintah dan larangan Allah. 1997). Di sinilah Rasulullah. . di Madinah Rasul terus melakukan pembinaan seiring dengan turunnya wahyu. sesuai dengan misi kerasulannya memberikan perhatiaan utama. Kisra Penguasa Persia dan Kaisar Heraclius. Rasul mengangkat Abu Bakar dan Umar bin Khattab sebagai wajir. Melanjutkan apa yang telah beliau ajarkan kepada para sahabat di Makkah. Piagam Madinah dibuat dengan asas Islam serta syariat Islam sebagai tolok ukur perbuatan. dan yang utama sehingga didapatkan manusia yang tangguh adalah penanaman aqidah dan ketaatan kepada Syariat Islam. Nabi mengajak mereka masuk Islam. bila mereka tidak bersedia masuk Islam maka diminta untuk tunduk. sehingga politik luar negeri negara Islam adalah dakwah semata. Sistem Pemerintahan Islam. dan bila tidak mau juga maka barulah negara tersebut diperangi. Ketiga hal tersebut ada pada masa Rasulllah. Rasul membangun masjid yang dijadikan sebagai sentra pembinaan umat.Sebagai Kepala Negara. Luar Negeri Sebagai Kepala Negara. Hubungan Rakyat dan Negara Peran Rakyat Dalam Islam sesungguhnya tidak ada dikotomi antara rakyat dengan negara. Rasulullah melaksanakan hubungan dengan negara-negara lain. diantaranya Muadz Bin Jabal sebagai wali sekaligus qadhi di Yaman. karena negara didirikan justru untuk kepentingan mengatur kehidupan rakyat dengan syariat Islam. Rasulullah sadar betul akan arti pengembangan sumber daya manusia. Di berbagai bidang kehidupan Rasulullah melakukan pengaturan sesuai dengan petunjuk dari Allah SWT. sebagai kepala pemerintahan Rasulullah mengangkat beberapa sahabat untuk menjalankan beberapa fungsi yang diperlukan agar manajemen pengaturan masyarakat berjalan dengan baik. Dalam hubungan antara rakyat dan negara akan dihasilkan hubungan yang sinergis bila keduanya memiliki kesamaan pandangan tentang tiga hal (Taqiyyudin An Nabhani. 1992) Rasulullah mengirimkan sekitar 30 buah surat kepada kepala negara lain. Penguasa Tinggi Romawi di Palestina. ketiga makna kebahagiaan (ma’na sa’adah) dalam kehidupan adalah mendapatkan ridha Allah. pertama asas pembangunan peradaban (asas al Hadlarah) adalah aqidah Islam. b. Juga mengangkat beberapa sahabat yang lain sebagai pemimpin wilayah Islam. Menurut Tahir Azhari (Negara Hukum. Di bidang pemerintahan. diantaranya kepada Al Muqauqis Penguasa Mesir. Kepentingan tersebut yaitu tegaknya syariat Islam secara keseluruhan di segala lapangan kehidupan.

Peradilan berjalan secara bebas dari pengaruh kekuasaan atau siapapun. ataupun kasasi. Menjadi aspirasi rakyat dalam masalah tasyri’ untuk mengetahui hukum syara’ atas berbagai masalah dan terikat selalu dengannya setiap waktu. Dan para sahabat pun tidak segan-segan mengemukakan pendapatnya kepada Rasulullah. Rakyat akan bertindak apabila terjadi penyimpangan. atau bila hukumnya sudah jelas maka tinggal melaksanakannya saja. dan negara melaksanakan kewajiban syara’nya dengan sebaik-baiknya. Penegakkan Hukum Hukum Islam ditegakkan atas semua warga. Di luar masalah tasyri’. termasuk non muslim di luar perkara ibadah dan aqidah. Dalam masalah ini Kepala Negara Islam menetapkan keputusannya berdasarkan kekuatan dalil. Kesimpulan 1. Dalam musyawarah kada Rasulullah mengambil suara terbanyak. Tiap keputusan Qadhi adalah hukum syara’ yang harus dieksekusi. rakyat berperan sebagai penopang kekuatan negara secara fisik maupun intelektual.Adapun peran rakyat dalam negara Islam ada tiga. kaum muslimin wajib melaksanakan apa saja yang telah ditetapkan dan meninggalkan yang dilarang. Madinah adalah negara Islam pertama dengan Muhammad Rasulullah sebagai kepala negara. mengawasi pelaksanaan syariat Islam oleh negara dan jalannya penyelenggaraan negara. Aspirasi Rakyat Dalam persoalaan hukum syara’. ketiga. agar menjadi negara yang maju. Menjadi aspirasi mereka juga agar seluruh rakyat taat kepada syariat. kuat. kedua. disegani di tengah-tengah percaturan dunia. ini adalah pilar utama tegaknya syariat Islam. Rasulullah membuka pintu musyawarah. kaum muslimin bersikan sami’ na wa atha’na. untuk taat pada aturan Islam. banding. Praktek kenegaraan di segala bidang berjalan dengan baik . Tidak ada grasi. bukan musyawarah. setelah mereka menanyakan terlebih dahulu apakah hal ini wahyu dari Allah atau pendapat Rasul sendiri. Di sinilah potensi umat Islam dikerahkan demi kejayaan Islam (izzul Islam wa al Muslimin). Tidak ada pengecualian dan dispensasi. pertama melaksanakan syariat Islam yang wajib ia laksanakan. Persis sebagaimana ajaran al Qur’an. yakni kesediaan masing-masing individu tanpa pengawasan orang lain karena dorongan taqwa semata. kadang pula mengambil pendapat yang benar karena pendapat tersebut keluar dari seorang yang ahli dalam masalah yang dihadapi.

Keduanya adalah pilar penopang tegaknya hukum Allah dan penentu tegaknya Izzul Islam wa al muslimin 3. penting sekali peran muhasabah (koreksi) dari rakyat kepada penguasa 4. Di luar masalah tasyri’. banding atau kasasi. amnesti. tanpa kecuali. dispensasi. Tidak ada grasi. Yang disebut sebagai aspirasi rakyat dalam negara Islam adalah terlaksananya serta terselenggaranya pemerintah dengan sebaik-baiknyademi tercapainya tujuan dakwah Islam. Hukum dijalankan atas semua warga. Keputusan qadhi adalah tinggal yang wajib dilaksanakan . Tidak ada dikotomi antara rakyat dengan negara. Demi terselenggaranya praktek kenegaraan dengan baik.2. menjadi tuntunan Islam keputusan diambil dengan musyawarah baik berdasarkan suara terbanyak atau pendapat yang paling benar.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful