Cara Memperbaiki Akhlak Akhlak, menurut para pemikir Muslim, menunjuk pada kondisi jiwa yang menimbulkan perbuatan

atau perilaku secara spontan. Dikatakan, orang yang memiliki mental penolong, ketika melihat kesulitan-kesulitan yang dialami orang lain, akan memberikan pertolongan secara spontan, tanpa banyak mempertimbangkan atau memikirkan untung-rugi. Jadi, akhlak menunjuk pada hubungan sikap batin dan perilaku secara konsisten. Apakah akhlak yang merupakan watak dari manusia itu dapat diubah? Jawabnya adalah bisa. Menurut Al Ghazali, akhlak bisa diubah dan diperbaiki, karena jiwa manusia diciptakan sempurna atau lebih tepatnya dalam proses menjadi sempurna. Oleh sebab itu, ia selalu terbuka dan mampu menerima usaha pembaruan serta perbaikan. Al Ghazali menambahkan, perbaikan harus dilakukan melalui pendidikan dan pembinaan pada sikap dan perilaku konstruktif. Pembiasaan tersebut dilakukan melalui metode berbalik. Sebagai contoh, sifat bodoh harus diubah dengan semangat menuntut ilmu, kikir dengan dermawan, sombong dengan rendah hati, dan rakus dengan puasa. Proses pembiasaan ini tentu saja tidak bisa dilakukan secara instant tapi membutuhkan waktu, perjuangan, dan kesabaran yang tinggi. Ibnu Maskawaih, dalam buku Tahdzub Al Akhlaq mengusulkan metode perbaikan akhlak melalui lima cara. Pertama, mencari teman yang baik. Banyak orang terlibat tindak kejahatan karena faktor pertemanan. Kedua, olah pikir. Kegiatan ini perlu untuk kesehatan jiwa, sama dengan olahraga untuk kesehatan tubuh. Ketiga, menjaga kesucian kehormatan diri dengan tidak mengikuti dorongan nafsu. Keempat, menjaga konsistensi antara rencana baik dan tindakan. Kelima, meningkatkan kualitas diri dengan mempelajari kelemahankelemahan diri. Di samping itu, perbaikan akhlak memerlukan idealisme, yaitu komitmen yang tinggi untuk selalu berpihak kepada yang baik dan yang benar. Perbaikan akhlak berbeda dengan perbaikan pada sektor-sektor lain. Perbaikan akhlak tidak dapat diwakilkan karena keputusan untuk berpihak kepada yang baik dan benar itu harus datang dan lahir dari kita sendiri. Idealisme seperti itu menjadi lebih penting lagi, karena daya tarik kebaikan pada umumnya dikalahkan oleh daya tarik keburukan dan kesenangan duniawi. Pemihakan pada kebaikan sebagai inti dari ajaran akhlak benar-benar membutuhkan komitmen dan tekad yang kuat agar kita sanggup melawan dan mengendalikan kecenderungan-kecenderungan nafsu. Inilah sesungguhnya makna sabda Nabi SAW, ‖Surga dipagari oleh kesulitan-kesulitan, sedangkan neraka dipagari oleh kesenangan-kesenangan.‖ Betatapun tingkat kesulitan yang dihadapi, perbaikan akhlak harus tetap kita upayakan. Soalnya, agama itu pada akhirnya adalah akhlak. Dalam perspektif ini, seseorang tak dapat disebut beragama jika ia tidak berakhlak. Rasulullah SAW bersabda, ‖Sesungguhnya aku tidak diutus kecuali untuk membangun kualitas-kualitas moral.‖ (HR Malik). Wallahua’lam.

Kerukunan Antar Umat Beragama
Islam adalah Agama yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW untuk disampaikan kepada seluruh umat manusia untuk kebahagian mereka di dunia dan di akhirat. Islam bukanlah suatu agama baru. Semua agama-agama yang dibawa oleh para Nabi-Nabi sebelum Nabi Muhammad SAW juga adalah agama yang pada prinsipnya mengajarkan untuk meng-Esakan Allah SWT, beriman kepada zat dan sifat-sifatNya, beriman kepada kitabkitabNya, beriman kepada rasul-rasul dan hari akhirat, serta mentaati seluruh perintah Nya dan larangan Nya. Dalam kehidupan yang plural, Islam mengajarkan setidaknya empat hal pokok, pertama, sebagai agama tauhid, Islam mengajarkan adanya kesatuan penciptaan yaitu Allah SWT. Kedua, Sebagai agama tauhid, Islam mengajarkan kesatuan kemanusiaan. Ketiga, sebagai agama tauhid Islam mengajarkan kesatuan petunjuk, yaitu al Qur‘an dan Sunnah Nabi SAW. Keempat, sebagai konsekwensi logis dari ketiga pokok tersebut, maka bagi umat manusia hanya ada satu tujuan dan makna hidup yaitu kebahagian di dunia dan kebahagian di akhirat. Untuk mewujudkan kesatuan fundamental tersebut, maka setiap individu muslim harus berpegang teguh pada ajaran agamanya dengan jalan mentaati peraturan-peraturan Allah yang dirumuskan di dalam al Qur‘an dan Sunnah Rasulullah SAW. Terjadinya peristiwa penusukan terhadap Asia Sihombing dan Tiur Lindah (pengurus Gereja HKBP Bekasi), bukan merupakan tindakan spontan yang dilakukan oleh 10 pelaku. Artinya, para pelaku penusukan dan pemukulan itu bukan disebabkan rasa iri dan dengki melihat orang lain melakukan ibadah sesuai keyakinannya, tetapi lebih disebabkan ekses dari tidak dipenuhinya peraturan pemerintah yang dituang dalam Peraturan Bersama Menteri- bahwa untuk membangun sebuah rumah ibadah harus memenuhi kretaria yang telah baku di negri ini, yang ketentuannya juga disepakati oleh seluruh pimpinan agama-agama yang ada di negri ini, termasuk pimpinan Gereja HKBP. Jika kemudian tidak atau belum terpenuhinya Peraturan Bersama Menteri yang tertuang dalam Nomor 8 dan Nomor 9 tentang kerukunan dan keharmonisan antar umat beragama, seharusnya pimpinan Gereja HKBP dan jemaatnya tidak secara emosional dan memaksakan diri melangsungkan kebaktiannya setiap minggu di pemukiman yang penduduknya mayoritas beragama Islam. Semua orang di Negara ini, dijamin keberagamaannya, tapi tidak lantas semaunya, yang kemudian secara massal melakukan kebaktian di pemukiman yang pemeluk nya berlainan agama. Pemaksaan pelaksanaan peribadatan seperti itu menunjukkan arogansi agama, yang tidak cuma menganggap remeh agama lain, tetapi juga melecehkan pemerintah dengan tidak mengacuhkan peraturan yang sudah disepakati bersama.

Pengertian Kerukunan Antar Umat Beragama
Kerukunan umat beragama yaitu hubungan sesame umat beragama yang dilandasi dengan toleransi, saling pengertian, saling menghormati, saling menghargai dalam kesetaraan pengamalan ajaran agamanya dan kerja sama dalam kehidupan masyarakat dan bernegara. Umat beragama dan pemerintah harus melakukan upaya bersama dalam memelihara kerukunan umat beragama, di bidang pelayanan, pengaturan dan pemberdayaan. Sebagai contoh yaitu dalam mendirikan rumah ibadah harus memperhatikan pertimbangan Ormas keagamaan yang berbadan hokum dan telah terdaftar di pemerintah daerah. Pemeliharaan kerukunan umat beragama baik di tingkat Daerah, Provinsi, maupun Negara pusat merupakan kewajiban seluruh warga Negara beserta instansi pemerinth lainnya.

Dalam praktek. saling menghormati. sehingga kurang menghormati bahkan memandang rendah agama lain. .Lingkup ketentraman dan ketertiban termasuk memfalisitasi terwujudnya kerukunan umat beragama. Kata persatuan. Ali Imran: 103) Artinya: ―Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai dan berselisih sesudah dating keterangan yang jelas kepada mereka. Ali Imran 105). dan lain-lain mempunyai hubungan konseptual dengan cita ukhuwah islamiyah. bila dihubungkan dengan masalah solidaritas social. dan kemanusiaan. lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara‖ (QS. (QS. maka Allah menjinakan antara hatimu. Ukhuwah Islamiyah adalah suatu yang masyru‘ artinya diperintahkan oleh agama. sehingga jika dipadukan antara kata Ukhuwah dan Islamiyah akan berarti persaudaraan islam atau pergaulan menurut islam. Kaburnya batas antara sikap memegang teguh keyakinan agama dan toleransi dalam kehidupan bermasyarakat. dan solidaritas akan terasa lebih tinggi bobotnya bila disebut dengan Ukhuwah. Mereka itulah orang0orang yang mendapat siksa yang berat. Kurangnya saling pengertian dalam menghadapi masalh perbedaan pendapat. ketegangan yang sering timbul intern umat beragama dan antar umat beragama disebabkan oleh: 1. Apabila bila kata Ukhuwah dirangkaikan dengan kata Islamiyah. menumbuh kembangkan keharmonisan saling pengertian. Ukhuwah islamiyah itu sendiri bukanlah tujuan. Para pemeluk agama tidak mampu menahan diri. Kecurigaan masing-masing akan kejujuran pihak lain. sahabat. maka ia akan menggambarkan satu bentuk dasar yakni Persaudaraan Islam merupakan potensi yang obyektif. 5.musuhan. teman. 4. baik intern umat beragama maupun antar umat beragama. dimana antara yang satu dengan yang lain seakan akan berada dalam satu ikatan. maka seluruh badan akan merasakan sakitnya. 3. Bagi umat Islam. saling percaya diantara umat beragama. Negara. Sedangkan Islaiyah berasal dari kata Islam yang dalam hal ini menjadi atau memberi sifat Ukhuwah. Kata ―Ukhuwah‖ sebagai kata jadian dan mempunyai pengertian atau menjadi kata benda abstrak persaudaraan. Pelaksanaan Ukhuwah Islamiyah menjadi actual. Dapat dikatakan bahwa pengertian Ukhuah Islamiyah adalah gambaran tentang hubungan antara orang-orang islam sebagai satu persaudaraan. Arti keberagamannya lebih keoada sikap fanatisme dan kepicikan ( sekedar ikut-ikutan). Kurangnya pengetahuan para pemeluk agama akan agamanya sendiri dan agama lain. Dikatakan juga bahwa umat muslim itu bagaikan sutu bangunan yang saling menunjang satu sama lain. dan dapat pula berarti pergaulan. Ukhuah islamiah berasl dari kata dasar ―Akhu‖ yang berarti saudara. juga untuk kemajuan agama. 6. Sifat dari masing-masing agama yang mengandung tugas dakwah atau missi 2. Ibadah seperti zakat. sedekah. ―Janganlah bermusuh. persahabatan. Ukhuwah Islamiyah adalah kesatuan yang menjelmakan kerukunan hidup umat dan bangs. mengkoordinasi kegiatan instnsi vertical. Pengertian Kerukunan Antar Umat Beragama Menurut Islam Kerukunan umat beragama dalam islam yakni Ukhuwah Islamiah. apabila sakit salah satu anggota badan itu. Ada hadits yang mengatakan bahwa hubungan persahabatan antara sesame islam dalam menjamin Ukhuwah Islamuah yang berarti bahwa antara umat islam itu laksana satu tubuh. bahkan menerbitkan rumah ibadah. kesatuan.

karena baik pihak yang berbeda keyakinan/agama sama-sama menjaga jarak satu sama lain. Dari uraian diatas. Sikap ini muncul sebagai akibat dari pola perjumpaan tak langsung (indirect encounter) antar agama. adalah munculnya sikap toleransi malas-malasan (lazy tolerance) sebagaimana diungkapkan P. di Indonesia telah tumbuh dan berkembang pemahaman keagamaan yang dapat dikategorikan sebagai Islam radikal dan fundamentalis. Dengan demikian akan dapat tercipta keamanan dan ketertiban antar umat beragama. Segala perbuatan orang-orang non-Muslim. Ali Masrur. dan 4.Ag. Kelompok Evangelis. menurut perspektif aliran ini. Sikap Fanatisme Dalam kamus besar Indonesia. agama. Knitter. hanya mereka yang bergabung dengan gereja yang akan dianugerahi salvation atau keselamatan abadi. berpendapat bahwa tujuan utama gereja adalah mengajak mereka yang percaya untuk meningkatkan keimanan dan mereka yang berada ―di luar‖ untuk masuk dan bergabung. ketentraman dan kenyamanan di lingkungan masyarakat berbangsa dan bernegara. Saling tenggang rasa. Sehingga dapat menimbulkan sikap kecurigaan diantara beberapa pihak yang berbeda agama. Melaksanakan ibadah sesuai agamanya. Yang terjadi hanyalah perjumpaan tak langsung. maka akan timbullah yang dinamakan konflik. Tentu saja. Masingmasing agama mengakui kebenaran agama lain.Kendala-Kendala 1. Bagi kelompok ini. salah satu masalah dalam komunikasi antar agama sekarang ini. Tidak memaksakan seseorang untuk memeluk agama tertentu 3. 2. pemahaman agama secara eksklusif juga ada dan berkembang. Islam misalnya. Jika orang ingin selamat. Tentu saja. ia harus memeluk Islam. yakni pemahaman keagamaan yang menekankan praktik keagamaan tanpa melihat bagaimana sebuah ajaran agama seharusnya diadaptasikan dengan situasi dan kondisi masyarakat. fanatisme diartikan sebagai keyakinan (kepercayaan) yang terlalu kuat terhadap ajaran (politik. Mereka masih berpandangan bahwa Islam adalah satusatunya agama yang benar dan dapat menjamin keselamatan menusia. Bahkan akhir-akhir ini. dalam agama Kristen juga ada kelompok eksklusif seperti ini. tetapi kemudian membiarkan satu sama lain bertindak dengan cara yang memuaskan masing-masing pihak. khususnya menyangkut persoalan teologi yang sensitif. toleransi antar umat beragama 2. sangat jelas sekali bahwa faktor tersebut adalah akar dari permasalahan yang menyebabkan konflik sekejap maupun berkepanjangan. Kerukunan antar umat beragama dapat diwujdkan dengan. saling menghargai. 1. Sehingga kalangan umat beragama merasa enggan mendiskusikan masalah-masalah keimanan. tidak dapat diterima di sisi Allah. Manfaat Kerukunan Antar Umat Beragama . Islam tidak bergerak dari satu komando dan satu pemimpin. bukan perjumpaan sesungguhnya. dialog yang lebih mendalam tidak terjadi. khususnya di Indonesia. dsb). Rendahnya Sikap Toleransi Menurut Dr. misalnya. juga memiliki agen-agen dan para pemimpinnya sendiri-sendiri. Mematuhi peraturan keagamaan baik dalam Agamanya maupun peraturan Negara atau Pemerintah. Pandangan-pandangan semacam ini tidak mudah dikikis karena masing-masing sekte atau aliran dalam agama tertentu. Ada banyak aliran dan ada banyak pemimpin agama dalam Islam yang antara satu sama lain memiliki pandangan yang berbeda-beda tentang agamanya dan terkadang bertentangan. maka timbullah sikap fanatisme yang berlebihan. Dengan saling mengandalkan pandanganpandangan setiap sekte dalam agama teersebut. Di kalangan Islam. M.

‖ katanya dalam Pertemuan Besar Umat Beragama Indonesia untuk Mengantar NKRI di Jakarta. Hindu. tidak boleh berhenti.M. ―Karena mungkin masalah yang selama ini terjadi di antara pemeluk agama terjadi karena tidak sampainya informasi yang benar dari satu pihak ke pihak lain. Terputusnya jalinan informasi antar pemeluk agama dapat menimbulkan prasangka. baik yang bersifat internal maupun antar-umat beragama. berkolaborasi dan bersinergi untuk menggalang kekuatan bersama guna mengatasi berbagai masalah sosial termasuk kemiskinan dan kebodohan. Ia juga mengutip perspektif pemikiran Pendeta Viktor Tanja yang menyatakan bahwa misi agama atau dakwah yang kini harus digalakkan adalah misi dengan tujuan meningkatkan sumber daya insani bangsa. untuk mengelola kemajemukan secara baik dan benar diperlukan dialog berkejujuran guna mengurai permasalahan yang selama ini mengganjal di masingmasing kelompok masyarakat.masalah . ―Hal itu kemudian perlu dijadikan sebagai titik temu agenda bersama lintas agama. tokoh dan umat beragama dapat memberikan kontribusi dengan berdialog secara jujur. terusmenerus. Menteri Agama Muhammad Maftuh Basyuni berharap dialog antar-umat beragama dapat memperkuat kerukunan beragama dan menjadikan agama sebagai faktor pemersatu dalam kehidupan berbangsa. Katolik. Supaya bisa menjadi pemersatu. Dalam hal ini. Rabu. OFM. Kristen. baik secara ilmu maupun karakter.‖ katanya.‖ katanya Mengelola kemajemukan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma‘ruf Amin mengatakan masyarakat Indonesia memang majemuk dan kemajemukan itu bisa menjadi ancaman serius bagi integrasi bangsa jika tidak dikelola secara baik dan benar. kemajemukan harus dikelola dengan baik dan benar. ritus dan cara peribadatan setiap agama melainkan lebih ke masalah. ―Karena itu upaya memelihara kerukunan harus dilakukan secara komprehensif. Menurut dia. Buddha. Ia menambahkan. tema dialog antar-umat beragama sebaiknya bukan mengarah pada masalah theologis. Cap mengatakan dialog berkejujuran antar umat beragama merupakan salah satu cara untuk membangun persaudaraan antar. hingga kini masih sering muncul.Umat Beragama Diharapkan Perkuat Kerukunan Jika agama dapat dikembangkan sebagai faktor pemersatu maka ia akan memberikan stabilitas dan kemajuan negara.‖ katanya. Ketua Konferensi Waligereja Indonesia Mgr. kondisi yang demikian menunjukkan bahwa kerukunan umat beragama tidak bersifat imun melainkan terkait dan terpengaruh dinamika sosial yang terus berkembang.prasangka yang mengarah pada terbentuknya penilaian negatif. Pada pertemuan yang dihadiri tokoh-tokoh agama Islam.‖ katanya. ―Sebab jika agama dapat dikembangkan sebagai faktor pemersatu maka ia akan memberikan sumbangan bagi stabilitas dan kemajuan suatu negara. kerukunan umat beragama di Indonesia pada dasarnya telah mengalami banyak kemajuan dalam beberapa dekade terakhir namun beberapa persoalan. Senada dengan Ma‘ruf.D Situmorang. dan Konghucu itu Maftuh menjelaskan.umat beragama. ―Kemajemukan adalah realita yang tak dapat dihindari namun itu bukan untuk dihapuskan. Menurut dia. Maftuh menjelaskan.

supaya efektif dialog antar-umat beragama mesti ―sepi‖ dari latar belakang agama yang eksklusif dan kehendak untuk mendominasi pihak lain.‖ demikian Budi S Tanuwibowo. Hindari diskriminasi terhadap agama lain karena semua orang berhak mendapat fasilitas yang sama seperti pendidikan. Misalnya dalam hal terorisme. 3.‖ katanya. ―Energi dan militansi agama seyogyanya diarahkan untuk mewujudkan tiga hal mulia itu.‖ katanya. etika dan nilai spiritual.kemanusiaan. sebaiknya dialog difokuskan ke moralitas. Ia juga menambahkan. agenda agama-agama ke depan sebaiknya difokuskan untuk menjawab tiga persoalan besar yang selama ini menjadi pangkal masalah internal dan eksternal umat beragama yakni rasa saling percaya. Jangan menyalahkan agama seseorang apabila dia melakukan kesalahan tetapi salahkan orangnya. 2. kesejahteraan bersama dan penciptaan rasa aman bagi masyarakat. ―Sebab untuk itu butuh relasi harmonis tanpa apriori. . 4. lapangan pekerjaan dan sebagainya. ―Dalam hal kebangsaan. Dengan memperhatikan cara menjaga kerukunan hidup antar umat beragama tersebut hendaknya kita sesama manusia haruslah saling tolong menolong dan kita harus bisa menerima bahwa perbedaan agama dengan orang lain adalah sebuah realitas dalam masyarakat yang multikultural agar kehidupan antar umat beragma bisa terwujud 1. Maka dari itu menjaga kerukunan antar umat beragama sangatlah penting. Dalam kaitannya untuk menjaga kehidupan antar umat beragama agar terjaga sekaligus tercipta kerukunan hidup antar umat beragama dalam masyarakat khususnya masyarakat Indonesia misalnya dengan cara sebagai berikut: Menghilangkan perasaan curiga atau permusuhan terhadap pemeluk agama lain yaitu dengan cara mengubah rasa curiga dan benci menjadi rasa penasaran yang positf dan mau menghargai keyakinan orang lain. Biarkan umat lain melaksanakan ibadahnya jangan olok-olok mereka karena ini bagian dari sikap saling menghormati. Cara Menjaga Kerukunan Hidup Antar Umat Beragama Indonesia yang multikultural terutama dakam hal agama membuat Indonesia menjadi sangat rentang terhadap konflik antar umat beragama. Menurut Ketua Umum Majelis Tinggi Agama Khonghucu Budi S Tanuwibowo. ketakutan dan penilaian yang dimutlakkan. Yang harus dibangun adalah persaudaraan yang saling menghargai tanpa kehendak untuk mendominasi dan eksklusif.

paradigma pendidikan yang didasarkan pada ideologi sekular. Pendidikan yang sekular-materialistik saat ini merupakan produk dari ideologi sekular yang terbukti telah gagal mengantarkan manusia menjadi sosok pribadi yang utuh. Pertama. Guru/dosen sekadar berfungsi sebagai pengajar dalam proses transfer ilmu pengetahuan. Masyarakat. kerusakan fungsional pada tiga unsur pelaksana pendidikan. politik. yaitu menegasikan hampir seluruh proses pendidikan di rumah dan persekolahan. perumahan. (3) keadaan masyarakat yang tidak kondusif. The Educator. suatu revolusi sejati yang memiliki tempo yang tidak tertandingi dan gairah yang menantang…Hanya konsep pendidikan yang paling dangkallah yang berani menolak keabsahan meletakkan Muhammad di antara pendidik-pendidik besar sepanjang masa. politik pendidikan dapat dipahami sebagai strategi pendidikan yang dirancang negara dalam upaya menciptakan kualitas human resources (sumberdaya manusia) yang dicita-citakan. Tidak dapat dibantah lagi bahwa Muhammad sungguh telah melahirkan ketertiban dan stabilitas yang mendorong perkembangan Islam. Muhammad. budaya.Budaya yang Belum Islami di Lingkungan Kampus Robert L. menyatakan: Muhammad merupakan seorang pendidik yang membimbing manusia menuju kemerdekaan dan kebahagiaan yang lebih besar. tercermin dari kacaunya kurikulum serta tidak berfungsinya guru dan lingkungan sekolah/kampus sebagai medium pendidikan sebagaimana mestinya. Para orangtua juga tidak secara sungguh-sungguh menanamkan dasar-dasar keislaman yang memadai kepada anaknya. juga berperan sebaliknya. yakni: (1) lembaga pendidikan formal yang lemah. Kedua. serta sinkretistik dalam agamanya. politik pendidikan (siyâsah at-ta‗lîm) suatu negara sangat ditentukan oleh ideologi (pandangan hidup) yang diemban negara tersebut. dalam masyarakat berkembang sistem nilai sekular. karena—dari sudut pragmatis—seorang yang mengangkat perilaku manusia adalah seorang pangeran di antara pendidik. dalam bukunya. kesehatan. Pendidikan adalah bagian dari masalah politik (siyâsah) yang diartikan sebagai ri‗âyah asy-syu‘ûn al-ummah (pengelolaan urusan rakyat) berdasarkan ideologi yang diemban negara. yakni seorang manusia shalih dan mushlih. Hal ini disebabkan oleh dua hal. tidak sebagai pendidik yang berfungsi dalam transfer ilmu pengetahuan dan kepribadian.. Sebab. Akhirnya. Berdasarkan pemahaman mendasar ini. dan perumahan. Faktor inilah yang menentukan karakter dan tipologi masyarakat yang dibentuknya. Lemahnya pengawasan terhadap pergaulan anak dan minimnya teladan dari orangtua dalam sikap keseharian terhadap anak-anaknya makin memperparah terjadinya disfungsi rumah sebagai salah satu unsur pelaksana pendidikan. individualistik dalam interaksi sosialnya. sosial. yang tujuannya sekadar membentuk manusia-manusia yang berpaham materialistik dalam pencapaian tujuan hidup. Lingkungan fisik sekolah/kampus yang tidak tertata dan terkondisi secara islami turut menumbuhkan budaya yang tidak memacu proses pembentukan kepribadian peserta didik. Oleh karena itu. Dengan demikian. sandang. Pendidikan merupakan bagian kebutuhan mendasar manusia (al-hâjat al-asasiyyah) yang harus dipenuhi oleh setiap manusia seperti halnya pangan. karena memang kepribadian guru/dosen sendiri tidak lagi pantas diteladani. Gullick Jr. rusaklah pencapaian tujuan pendidikan yang dicita-citakan. yang semestinya menjadi media pendidikan yang real. (2) kehidupan keluarga yang tidak mendukung. hedonistik dalam budaya masyarakatnya. Asas yang sekular mempengaruhi penyusunan struktur kurikulum yang tidak memberikan ruang semestinya pada proses penguasaan tsaqâfah Islam dan pembentukan kepribadian Islam. mulai dari bidang ekonomi. maupun tata pergaulan sehari-hari. penyelesaian problem pendidikan yang mendasar harus dilakukan pula . berita-berita pada media masa juga cenderung mempropagandakan hal-hal negatif.

strategi. tetapi memperhatikan apakah ilmu pengetahuan yang diberikan itu dapat mengubah sikap atau tidak. terhadap perilaku peserta didik. Pada jenjang PT tentu saja dibuka berbagai jurusan. pendidikan dalam Islam merupakan proses mendekatkan manusia pada tingkat kesempurnaannya dan mengembangkan kemampuannya yang dipandu oleh ideologi/akidah Islam. Dalam kerangka ini. sastra. sejauh mana mereka terikat dengan konsepsi-konsepsi Islam berkenaan dengan kehidupan dan nilai-nilainya. Beberapa paradigma dasar bagi sistem pendidikan dalam Islam adalah sebagai berikut: 1. tidak dalam masyarakat Islam. Generasi yang akan terbentuk adalah SDM yang mumpuni dalam bidang ilmunya sekaligus memahami nilai-nilai Islam serta berkepribadian Islam yang utuh. termasuk pemerintah (negara). Dikotomi ilmu itu hanya terjadi pada masyarakat sekularkapitalistik. kedokteran. Pendidikan harus diarahkan pada pengembangan keimanan sehingga melahirkan amal salih dan ilmu yang bermanfaat. dalam arti. Dengan demikian. Metode pendidikan dan pengajarannya juga harus dirancang untuk mencapai tujuan tersebut. waktu pelajaran untuk memahami tsaqâfah Islâm dan nilai-nilai yang terdapat di dalamnya mendapat porsi yang besar. kebudayaan asing dapat disampaikan secara utuh. Pendidikan ditujukan dalam rangka membangkitkan dan mengarahkan potensi-potensi baik yang ada pada diri setiap manusia selaras dengan fitrah manusia dan meminimaliasi aspek buruknya. Ilmu-ilmu terapan diajarkan sesuai dengan tingkat kebutuhan dan tidak terikat dengan jenjang pendidikan tertentu (formal). dll. tujuan pendidikan Islam adalah menciptakan SDM yang berkepribadian Islami. pendidikan Islam bukan semata-mata melakukan transfer of knowledge. Dengan begitu. Pelajaran ideologi selain Islam dan konsepsikonsepsi lainnya disampaikan bukan bertujuan untuk dilaksanakan. Tujuannya adalah membentuk sumberdaya manusia terdidik dengan ‗aqliyah islâmiyah (pola berpikir islami) dan nafsiyah islâmiyah (pola sikap islami). Jadi. diperlukan monitoring yang intensif oleh seluruh lapisan masyarakat. kelemahan ketiga faktor di atas diselesaikan dengan cara memperbaiki strategi fungsionalnya sesuai dengan arahan Islam. Kurikulum dibangun di atas landasan akidah Islam sehingga setiap pelajaran dan metodologinya disusun selaras dengan asas itu. peserta didik dapat memilih sesuai dengan keinginan dan kebutuhan. Konsekuensinya. Perhatikan bagaimana al-Quran mengungkapkan tentang ahsanu ‗amalan atau amalan shâlihan (amal yang terbaik atau amal shalih). dan berkesinambungan dengan tujuan di atas. Dengan model sistem pendidikan Islam seperti ini. melainkan untuk dijelaskan serta dipahami cacat-cela dan ketidaksesuaiannya dengan fitrah manusia. serasi. Hal itu hanya dapat diwujudkan dengan melakukan perbaikan secara menyeluruh yang diawali dari perubahan paradigma pendidikan sekular menjadi paradigma Islam. kimia.secara fundamental. fisika. politik. baik dalam cabang ilmu keislaman ataupun jurusan lainnya seperti teknik. Misalnya. cara berpikirnya harus didasarkan pada nilai-nilai Islam serta berjiwa sesuai dengan ruh dan nafas Islam. Setiap metodologi yang tidak berorientasi pada tercapainya tujuan tersebut tentu akan dihindarkan. kekhawatiran akan munculnya dikotomi ilmu agama dan ilmu duniawi tidak akan terjadi. Rangkaian selanjutnya adalah tahap merealisasikannya sehingga dibutuhkan program pendidikan dan kurikulum yang selaras. materi tentang ideologi sosialisme-komunisme atau kapitalisme-sekularisme dapat disampaikan untuk diperkenalkan kepada kaum Muslim setelah mereka memahami Islam secara utuh. Di tingkat perguruan tinggi (PT). Politik Pendidikan Islam Pendidikan dalam Islam harus kita pahami sebagai upaya mengubah manusia dengan pengetahuan tentang sikap dan perilaku yang sesuai dengan kerangka nilai/ideologi Islam. 2. Pada tataran derivatnya. 3. . Prinsip kurikulum. Secara pasti. dan tujuan pendidikan didasarkan pada akidah Islam.

Al-khawarizmi. merupakan figur sentral keteladanan bagi manusia. Keteladanan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam suatu proses pendidikan. bintang. Adapun strategi dan arah perkembangan ilmu pengetahuan dapat kita lihat dalam kerangka berikut ini: 6. serta mensyukuri seluruh nikmat yang telah diberikan-Nya. Dengan demikian. Akankah muncul para Ilmuwan seperti mereka.4. mengagungkan-Nya. bulan. dan masih banyak lagi ilmuwan lainnya. Seperi. Wallahua‘lam bish shawwab. 8. Ibnu Sina. 10. dan tujuan alam semesta. 7. sebagai al-Khaliq. Hanya system Islamlah yang akan dan mapu melahirkan Ilmuwan kembali seperto mereka. Sebuah system yang memang layak digunakan dan telah terbukti kajayaannya dalam mengatasi masalah pendidikan dan melahirkan para ilmuwan yang pandai dan berkeprbadian luhur. hubungan kausalitas. dan segala hal yang terdapat di langit atau di bumi untuk kemaslahatan umat manusia. Teladan yang harus diikuti adalah Rasulullah saw. Ilmu harus dikembangkan dalam rangka menciptakan manusia yang hanya takut kepada Allah Swt. karena Allah telah menundukkan matahari. semata sehingga setiap dimensi kebenaran dapat ditegakkan terhadap siapa pun tanpa pandang bulu. . Alkindi. Ilmu yang dikembangkan dan teknologi yang diciptakan tidak ditujukan dalam rangka menimbulkan kerusakan di muka bumi atau pada diri manusia itu sendiri. Ilmu yang dipelajari ditujukan untuk menemukan keteraturan sistem. Rasulullah saw. 5. Ilmu dikembangkan dalam rangka mengambil manfaat dalam rangka ibadah kepada Allah Swt. Tujuan utama ilmu yang dikuasai manusia adalah dalam rangka untuk mengenal Allah Swt. 9. Demikianlah konsep pendidikan di dalam Islam.

yaitu dalam menetapkan ukuran baik atau buruknya perilaku harus dengan merujuk pada kejadian yang terdapat dalam khazanah sejarah masa awal Islam dan bila tidak ditemukan maka dicari pada sumber normatif al-Qur‘an dan Hadits (Hamim. pendiri ISTAC (Ismail. Nabi. Madani berarti juga peradaban. 26 September 1995 (Hamim. Indonesia. 1. menggantikan bangunan Orde Baru yang menyebabkan bangsa Indonesia terpuruk dalam krisis multidimensional yang tak berkesudahan. Masyarakat madani kadang dipahami sebagai masyarakat sipil. 2000:180-181). 2000: 115-127). pada zaman Yunani Kuno sudah dikenal societies civilis. karena diterjemahkan dari konsep civil society yang lahir di Barat pada abad ke-18 dengan tokohnya John Locke atau Montesquieu. Pendahuluan Masyarakat madani sebagai terjemahan dari civil society diperkenalkan pertama kali oleh Anwar Ibrahim (ketika itu Menteri Keuangan dan Timbalan Perdana Menteri Malaysia) dalam ceramah Simposium Nasional dalam rangka Forum Ilmiah pada Festival Istiqlal. Istilah itu diterjemahkan dari bahasa Arab mujtama‘ madani. 2000: 115). Mereka melakukan penyetaraan itu untuk menunjukkan bahwa di satu sisi. Civil society dimaksudkan mencegah lahirnya pemerintahan otoriter melalui kontrol dari masyarakat. seorang ahli sejarah dan peradaban Islam dari Malaysia.Masyarakat Madani yang Belum Tampak Masyarakat madani yang sedang dikembangkan sekarang ini mempunyai sejarah tersendiri. Munculnya konsep masyarakat madani menunjukkan intelektual muslim Melayu mampu menginterpretasikan ajaran Islam dalam kehidupan modern. Karena ciri-ciri kehidupan yang ideal pada masa Nabi Muhammad SAW dianggap sebagai proto-masyarakat modern. namun dengan pengertian yang identik dengan negara. Islam mempunyai kemampuan untuk diinterpretasi ulang sesuai dengan perkembangan zaman. . Civil society yang lahir di Barat diislamkan menjadi masyarakat madani. yaitu suatu masyarakat kota Madinah bentukan Nabi Muhammad SAW. Di sini akan diselidiki konsep tersebut sebagai suatu bentuk dialog Islam dengan modernisasi. dan di sisi lain. Dialog tersebut bersifat aktif karena Barat mengembangkan konsep civil society tersebut berdasarkan sejarah awal Islam Kata kunci: masyarakat madani. Hal tersebut merupakan bentuk dialog Islam dengan modernitas sesuai dengan hukum dialektika. yaitu suatu masyarakat yang diciptakan Nabi Muhammad SAW di Madinah. Naquib Attas. umat Islam menerjemahkan civil society dengan masyarakat madani. projecting back theory. Perumusan konsep masyarakat madani menggunakan projecting back theory. Kata ―madani‖ berarti civil atau civilized (beradab). Berdasarkan projecting back theory (melihat sejarah awal Islam sebagai patokan). sebagaimana kata Arab lainnya seperti hadlari. Selanjutnya dilihat juga posisi masyarakat dan negara dalam Islam. Sebelumnya. tsaqafi atau tamaddun. Mereka mengambil contoh dari data historis Islam yang secara kualitatif dapat dibandingkan dengan masyarakat ideal dalam konsep civil society. Konsep masyarakat madani digunakan sebagai alternatif untuk mewujudkan good government. negara. yang diperkenalkan oleh Prof. yang berangkat dari sebuah hadits yang mengatakan ―Khayr al-Qurun qarni thumma al-ladhi yalunahu thumma al-ladhi yalunahu‖. persisnya mengawinkan ajaran Islam dengan konsep civil society yang lahir di Barat pada abad ke-18. Konsep madani bagi orang Arab memang mengacu pada halhal yang ideal dalam kehidupan.

2000: 94). 2000: 113). dan menilai sistem pemerintahan Nabi Muhammad SAW adalah sangat baik. Pada waktu itu. Hal tersebut diperkuat oleh latar belakang dimunculkannya civil society di Indonesia. Pengaruh Islam dalam civil society sudah dijelaskan C. Tentang Montesquieu ditulis ―indeed there are many specific references to the Qur‘an and to the Islamic law in the writing of Montesquieu‖ (Azizi. profesor studi tentang Arab. dimana ABRI memerankan tugas-tugas sipil sebagai penyelenggara lembaga-lembaga eksekutif. Kadang. Dialog dialektik Islam dan Barat bersifat aktif. taking care to give unity to his political system. pemikiran John Locke dan Rousseau tentang teori kedaulatan (sovereignty) mendapatkan pengaruh dari pemikiran Islam. karena kehidupan masyarakat Madinah di bawah Nabi Muhammad SAW dan Khulafaur Rasyidin sangat menjunjung tinggi prinsip-prinsip dalam civil society yang lahir di Barat. Hidayatullah dalam bukunya Islamic Jurisprudence: An International Perspective. Barat sedang dalam cengkeraman pemerintahan otoriter. 2. good‘. masyarakat madani dipahami sebagai masyarakat sipil.masyarakat kota Madinah merupakan proto-type masyarakat ideal produk Islam yang bisa dipersandingkan dengan konsep civil society. Kebencian terhadap ABRI semakin dalam ketika mereka terkooptasi oleh rezim Soeharto untuk membungkam rakyat yang kritis terhadap gaya pemerintahan yang feodal dan otoriter. tidak lepas dari pengaruh Islam. Rasanya tidaklah berlebihan kalau kita menerjemahkan civil society dengan masyarakat madani. . yang kemudian diteruskan dalam buku berikutnya The Spirit of the Laws. dan kebebasan individu. Menurutnya. the government was undivided and. terjemahan civil society yang lahir di Barat pada abad ke-18. Rousseau dalam Social Contract-nya juga tidak lepas dari pengaruh Islam. Bahkan konsep ini pun masih akan berkembang terus akibat dari proses pengaktualisasian yang dinamis dari konsep tersebut di lapangan. kekuasaan. dan yudikatif. Masyarakat Madani dan Negara Konsep masyarakat madani tidak langsung terbentuk dalam format seperti yang dikenal sekarang ini. Locke ketika menjadi mahasiswa Oxford sangat frustasi dengan disiplinnya. Dengan demikian. terbitan Macmillan Press (1988). Bahkan dia secara jelas menyebut: ‗Mohamet had very sound opinions. Sementara Montesquieu bermula dari bukunya Persian Lettters. legislatif. sebagai kaunter terhadap dominasi ABRI (nama waktu itu untuk tentara dan polisi di Indonesia) yang menerapkan doktrin dwi fungsi. Konsep masyarakat madani memiliki rentang waktu pembentukan yang sangat panjang sebagai hasil dari akumulasi pemikiran yang akhirnya membentuk profile konsep normatif seperti yang dikenal sekarang ini (Hamim. to that extent. 2000: 112-113). dan lebih tertarik mengikuti ceramah dan kuliah Edward Pococke. Kemudian perhatian pemikiran Locke mengenai problemproblem tentang pemerintahan. and for as long as the form of his government endured under the caliphs who succeeded him. karena sebelumnya Barat telah melakukan studi perbandingan dengan peradaban Islam ketika mau merumuskan civil society. Weeramantry dan M. Hampir semua kepala pemerintahan dari pusat sampai daerah dipegang oleh ABRI.G. Orang juga tahu kalau ABRI berada di belakang semua aksi teror dan penculikan terhadap para aktivis demokrasi (Hamim. konsep masyarakat madani merupakan bentuk dialog Islam dengan modernitas (Barat). Reinterpretasi Islam terhadap perkembangan zaman bukan sesuatu yang tabu melainkan suatu keharusan dari hukum dialektika thesis-antithesis-synthesis dalam rangka menuju ke arah yang lebih baik.

untuk mengontrol kekuasaan negara. and furthermore as an association that is unique among all the associations in civil society because of the role it plays. Kita boleh menjadikan Amerika sebagai model dan bukan mengekor karena perbedaan situasi dan kondisi dari kedua negara tersebut. individual exchange. Tidak benar jika ingin mewujudkan masyarakat madani harus memperlemah posisi eksekutif seperti yang terjadi di Amerika. individualist world of civil society organised around commodity production.Para intelektual Muslim menjadikan Amerika Serikat sebagai model dari bentukan civil society. it was seen as a sphere which included but also transcended civil society and countered its harmful effects. di Indonesia sering terjadi pergantian pemerintahan. yang bertujuan: Pertama. the state came to be regarded as necessarily subordinate to civil society. Kita mungkin dapat belajar dari pelaksanaan hukum di sana. Islam mengembangkan prinsip keseimbangan dalam segala aspek kehidupan. maka negara tidak hanya sebagai alat untuk mencapai tujuan akhir tertentu bersama. Hegel dan Rousseau (Gamble. perumus civil society menyusun kerangka dasar sebagai berikut (Gamble. the problem of the relationship of state power to civil society. Di Amerika kekuasaan negara sangat terbatas dan tidak bisa mengintervensi hak-hak individu (biasa disebut dengan small stateness). but must originate in the way in which rulers are related to the ruled. karena penegakkan hukum masih lemah dan MPR/DPR mempunyai kekuasaan yang besar. and money. Selain bertentangan dengan prinsip keseimbangan juga mengingkari sejarah masyarakat madani ciptaan Nabi Muhammad SAW yang berbentuk negara. 1988: 56) memandang negara modern lebih dari sekedar penjamin bagi berkembangnya civil society. Kedua. dan political economy. Two principal lines of thought emerged. Gamble (1988: 54) menyimpulkan bahwa teori negara modern mencakup dua tema sentral yaitu sovereignty. konsep civil society lebih berkait dengan tema kedua itu. in the second. These different conceptions were later to form one of the major dividing lines in modern liberalism. yaitu: …how government should ralate to the private. karena negara modern didirikan atas dasar persamaan semua warga negara. Sedangkan. 2000: 87). namun sangat kuat dalam bidang pelaksanaan hukum (Azizi. Thingking of the state as an association between all members of a society means ascribing to it supreme authority to make and enforce laws –the general rules that regulate social arrangements and social relationships. Kesan salah tersebut terjadi karena lahirnya civil society bersamaan dengan konsep negara modern. seperti penjamin aturan pasar agar setiap individu dapat mengejar . what policies and puposes it should pursue and how the general interest should be defined. Dalam bidang hukum pun demikian. If the state is accorded such a role. Akibatnya. In the first. dan mengkoreksi posisi negara yang lemah vis-à-vis masyarakat. yang terjadi adalah sebalinya. karena negara tidak boleh tunduk kepada keinginan masyarakat yang menyimpang dari akal sehat seperti menuruti suara mayoritas yang menghendaki diperbolehkannya minuman keras. it follows that its claim to supreme authority cannot be based upon the hereditary title of a royal line. Atas dasar itu. untuk menghindari lahirnya negara absolut yang muncul sejak abad ke-16 di Eropa. Sedangkan di Indonesia. and if it is to be a genuine association between all members of the community. 1988: 47-48): …the state as an association between the members of a society rather than as the personal domain of a monarch. Dengan penjelasan di atas.

yaitu: (1) the freedom to form and join organizations. Hanya beberapa organisasi keagamaan yang memiliki basis sosial besar yang agak memiliki kemandirian dan kekuatan dalam mempresentasikan diri sebagai unsur dari masyarakat madani. Dari delapan karakteristik demokrasi yang merupakan tugas negara modern. (5) the right of political leaders to compate for support and votes. 2000: 88-89) mengemukakan dua penggunaan istilah civil society dari sudut konsep sosiologi. Masyarakat Madani di Indonesia Masyarakat madani sukar tumbuh dan berkembang pada rezim Orde Baru karena adanya sentralisasi kekuasaan melalui korporatisme dan birokratisasi di hampir seluruh aspek kehidupan. (4) eligibility for public office. Amien Rais. Pemerintah sulit untuk melakukan intervensi dalam pemilihan pimpinan organisasi keagamaan tersebut karena mereka memiliki otoritas dalam pemahaman ajaran Islam. SPSI. seperti MUI. 2000: 90).keperluannya. dimana nilai tertinggi bukan pada individu melainkan pada kehidupan bersama Adam Seligman (Azizi. melainkan merupakan puncak dari sistem sosial. dengan alasan seperti yang diyakini Montesquieu dan Tocqueville ―the people can be trusted to rule themselves‖ (Azizi. (6) alteernative sources of information (what we would call a free press. (2) freedom of expression. Penggunaan istilah yang kedua berkaitan dengan tinjauan filsafat yang menekankan pada nilai dan kepercayaan. sebagai pengaruh moralitas Kristen dalam peradaban modern. Moral diyakini sangat penting untuk mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara. sehingga mereka tidak memiliki kekuatan kontrol terhadap jalannya roda pemerintahan. HKTI. Dalam pengertian yang pertama. Dr. civil society dijadikan sebagai perwujudan suatu tipe keteraturan kelembagaan dan dijadikan jargon untuk memperkuat ide demokrasi yang mempunyai delapan karakteristik. PWI. walaupun aspek moral itu tidak ditransendenkan kepada Tuhan. dan sebagainya. . terutama terbentuknya organisasi-organisasi kemasyarakatan dan profesi dalam wadah tunggal. yaitu dalam tingkatan kelembagaan (organisasi) sebagai tipe sosiologi politik dan membuat civil society sebagai suatu fenomena dalam dunia nilai dan kepercayaan. (7) free and fair elections. sehingga partaipartai politik pun tidak berdaya melakukan kontrol terhadap pemerintah dan tawar-menawar dengannya dalam menyampaikan aspirasi rakyat. Mereka yakin agama hanya berperan sebagai masa transisi antara dunia mitos dan dunia modern. Mereka mengabaikan peran Tuhan yang dipandang sudah tidak cocok lagi untuk dunia modern. Organisasiorganisasi tersebut tidak memiliki kemandirian dalam pemilihan pemimpin maupun penyusunan program-programnya. maka kita tahu bahwa negara mempunyai tugas untuk mengembangkan masyarakat madani. (3) the right to vote. seperti Nahdlatul Ulama (NU) yang dimotori oleh KH Abdurrahman Wahid dan Muhammadiyah dengan motor Prof. KNPI. and (8) institutions for making government policies depend on votes and other expressions of preference. Pengaruh politik tokoh dan organisasi keagamaan ini bahkan lebih besar daripada partai-partai politik yang ada. Kebijakan ini juga berlaku terhadap masyarakat politik (political societies). 3.

Gerakan Reformasi didukung oleh negaranegara Barat yang menggulirkan konsep civil society dengan tema pokok Hak Asasi Manusia (HAM). di samping penegakkan hukum yang masih belum memuaskan. bahkan dipinggirkan dalam peran kenegaraan. Sedangkan. kerusuhan sosial yang sering membawa persoalan SARA menunjukkan bahwa masih banyak masyarakat yang buta hukum dan politik (sebagai prasyarat masyarakat madani). dimana ia duduk sebagai Ketua Umumnya. bukan pada aturan main. 1999). Hal itu lebih didorong oleh dosa rezim Orde Baru yang telah mengabaikan ciri-ciri masyarakat madani seperti pelanggaran HAM. namun bagi masyarakat yang belum berpengalaman dalam berdemokrasi. yang menjamin keberlanjutan proses pemerintahan yang terbuka dan partisipatoris. agamawan. Munculnya wacana civil society di Indonesia banyak disuarakan oleh kalangan ―tradisionalis‖ (termasuk Nahdlatul Ulama). Untuk menghindari hal itu. Gerakan Aceh Merdeka. Di kalangan NU dikembangkan wacana civil society yang dipahami sebagai masyarakat nonnegara dan selalu tampil berhadapan dengan negara. Hal ini bisa dipahami karena pada masa tersebut. NU adalah komunitas yang tidak sepenuhnya terakomodasi dalam negara. pengembangan masyarakat madani justru bisa menjadi hambatan terhadap demokrasi karena mereka menganggap demokrasi adalah distribusi kekuasaan politik dengan tujuan pemerataan pembagian kekuasaan. dan media massa karena mereka semua merasa berkepentingan untuk menyelamatkan gerakan Reformasi yang hendak menegakkan prinsipprinsip demokrasi. Kemudian konsep masyarakat madani mendapat dukungan luas dari para politisi. akademisi. terutama pelembagaan politik. Soeharto terpaksa harus turun tahta pada tanggal 21 Mei 1998 oleh tekanan dari gerakan Reformasi yang sudah bosan dengan pemerintahan militer Soeharto yang otoriter. Keteganggan di Indonesia tidak hanya dalam wacana politik saja. di samping birokrasi yang efektif. Habibie mengeluarkan Keppres No 198 Tahun 1998 tanggal 27 Februari 1999 untuk membentuk suatu lembaga dengan tugas untuk merumuskan dan mensosialisasikan konsep masyarakat madani itu. Presiden Habibie mendapat dukungan dari ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia). dan Gerakan Papua merdeka. Dr Mohtar Mas‘oed (Republika. Kalangan muda NU begitu keranjingan . Pengamat politik dari UGM. Hal itu terjadi karena ada perantara Habibie yang sangat dekat dengan Soeharto. suatu bentuk pressure group dari kalangan Islam. tetapi diperparah dengan gejala desintegrasi bangsa terutama kasus Timor Timur. supremasi hukum. 3 Maret 1999) yakin bahwa pengembangan masyarakat madani memang bisa membantu menciptakan atau melestarikan demokrasi. Terbentuknya ICMI merupakan suatu keberhasilan umat Islam dalam mendekati kekuasaan karena sebelumnya pemerintah sangat phobi terhadap Islam politik. Dengan demikian. bukan oleh kalangan ―modernis‖ (Rumadi. pengembangan konsep masyarakat madani merupakan salah satu cara dari kelompok ICMI untuk merebut pengaruh dalam Pemilu 1997. tidak tegaknya hukum. diperlukan pengembangan lembaga-lembaga demokrasi. dan HAM. Konsep masyarakat madani dikembangkan untuk menggantikan paradigma lama yang menekankan pada stabilitas dan keamanan yang terbukti sudah tidak cocok lagi.Era Reformasi yang melindas rezim Soeharto (1966-1998) dan menampilkan Wakil Presiden Habibie sebagai presiden dalam masa transisi telah mempopulerkan konsep masyarakat madani karena presiden beserta kabinetnya selalu melontarkan diskursus tentang konsep itu pada berbagai kesempatan. Bahkan. dan pemerintahan yang sentralistis/absolut.

(4) keselamatan harta benda dan milik pribadi di luar prosedur hukum. di samping tentunya sifat universalisme Islam. Dalam Islam ada lima jaminan dasar. 1999: 4). 1979: 541).dengan wacana civil society. 2000: 16). Kebangkitan wacana civil society dalam NU diawali dengan momentum kembali ke khittah 1926 pada tahun 1984 yang mengantarkan Gus Dur sebagai Ketua Umum NU. pluralitas budaya. keadilan. Dari kandungan NU lahir prinsip dualitas Islam-negara. Gus Dur memperkenalkan pendekatan budaya dalam berhubungan dengan negara sehingga ia dikenal sebagai kelompok Islam budaya. tetapi didasarkan pada aspek saling mengerti (Hidayat dan Gaus. sebagaimana dikatakan Wahid (1999: 1) sebagai berikut: (1) keselamatan fisik warga masyarakat dari tindakan badani di luar ketentuan hukum. akhirnya menjadi pemasung terhadap kebebasan berpikir karena setiap ada pemikiran kreatif langsung dituduh sebagai bid‘ah. seperti yang tersebar dalam literatur hukum agama (al-kutub al-fiqhiyyah). sebagai dasar NU menerima asas tunggal Pancasila. Nabi Muhammad SAW telah menampilkan peradaban Islam yang kosmopolitan dengan konsep umat yang menghilangkan batas etnis. yang tidak hanya didasarkan pada toleransi model kerukunan (ko-eksistensi) dalam Trilogi Kerukunan Umat Beragama-nya mantan Menteri Agama H. dan (3) fakta historis bahwa KH A. Islam sebagai agama universal tidak mengatur bentuk negara yang terkait oleh konteks ruang dan waktu sehingga Nabi Muhammad SAW sendiri tidak menamakan dirinya sebagai kepala negara Islam dan Nabi tidak melontarkan ide suksesi yang tentunya sebagai prasyarat bagi kelangsungan negara (Wahid. yaitu sifat pluralitas umat (QS al-Hujurat 13) dan adanya satu universal kemanusiaan. yang dibedakan dengan kelompok Islam Politik. yaitu: (1) aspek vertikal. yaitu kemaslahatan umat dalam memutuskan perkara baik politik maupun agama. (2) aspek horisontal. Dalam pandangan Gus Dur. (3) keselamatan keluarga dan keturunan. 1998: xiv). dan kesejahteraan (Schacht. namun disamarkan keluar sebagai Lembaga Kajian Islam. dan heteroginitas politik. tanpa adanya paksaan untuk berpindah agama. Alamsyah Ratu Prawiranegara (1978-1983). Alasan penerimaan NU terhadap Pancasila berkaitan dengan konsep masyarakat madani. Ortodoksi yang tadinya untuk mensistematiskan dan mempermudah pengajaran agama. Wahid Hasyim sebagai salah seorang perumus Pancasila. (2) keselamatan keyakinan agama masing-masing. Walaupun Nabi telah melakukan revolusi dalam masyarakat Arab. tetapi ia sangat menghormati tradisi dan memperbaharuinya secara bertahap sesuai dengan psikologi manusia karena tujuannya bukanlah menciptakan orde baru (a new legal order) tapi untuk mendidik manusia dalam mencapai keselamatan melalui terwujudnya kebebasan. sesuai dengan Perennial Philosophy (Filsafat Hari Akhir) atau Religion of the Heart yang didasarkan pada prinsip kesatuan (tawhid). Peradaban Islam yang ideal tercapai bila tercapai keseimbangan antara kecenderungan normatif kaum Muslimin dan kebebasan berpikir semua warga masyarakat (termasuk mereka yang non-Muslim) (Wahid. 1999: 17). yang menekankan paham pluralisme. Pandangan pluralisnya didasarkan pada sejarah kehidupan Nabi sendiri yang terbuka terhadap peradaban lain. Sebagai komitmennya dia berusaha membangun kebersamaan dalam kehidupan umat beragama. . di samping adanya fatwa Mukhtamar NU 1935 di Palembang (Ismail. Keseimbangan itu terganggu dengan dilakukannya ortodoksi (formalisme) terhadap ajaran Islam. Gus Dur memerankan diri sebagai penentang terhadap ortodoksi Islam atau dikatakannya main mutlak-mutlakan yang dapat membunuh keberagaman. lihat mereka mendirikan LKIS yang arti sebenarnya adalah Lembaga Kajian Kiri Islam. dan (5) keselamatan profesi.

yaitu membantu tugas negara ataupun melakukan sesuatu yang tidak dapat dilakukan oleh negara. Hal tersebut memerlukan identikasi tentang peran apa yang akan dilakukan dan bagaimana NU memposisikan diri dalam konstelasi politik nasional. 1999: 3). seperti kerusuhan berbau SARA. Dengan demikian. Dilihat dari sejarahnya civil society yang lahir di Eropa pada abad ke-18 dengan tokohnya John Locke atau Montesquieu bertujuan untuk menghindari pemerintahan yang absolut.Oleh karena itu. sehingga pengembangan masyarakat madani bisa menjadi hambatan bagi demokrasi. dimana negara hanya berperan sebagai ‗polisi‘ yang menjaga lalu lintas kehidupan beragama dengan rambu-rambu Pancasila (Wahid. tidak memandang orang berdasarkan agama tapi lebih pada pribadi. dan ketulusannya untuk pengabdian pada sesama. yaitu suatu lembaga yang dibentuk dengan tujuan untuk memupuk saling pengertian antaragama. Kesimpulan Ekses dari gerakan Reformasi yang berhasil menggulingkan rezim Soeharto pada tanggal 21 Mei 1998 masih terus belum teratasi. kini telah menjadi ―negara‖ itu sendiri. seperti kelompok Tradisionalis lainnya. Gus Dur harus mendukung terciptanya negara yang demokratis supaya memungkinkan berkembangnya masyarakat madani. agar tidak bertentangan dengan kehendak masyarakat madani. dimana negara mempunyai posisi yang lemah vis-àvis masyarakat. Gus Dur. maka NU harus memerankan fungsi komplemen terhadap tugas negara. karena demokrasi dianggap sebagai distribusi kekuasaan politik dengan tujuan pemerataan pembagian kekuasaan. bukan pada aturan main. kesederhanaan. Realitas juga menunjukkan kalau negara yang demokratis tidak dapat dilakukan sendiri oleh masyarkat madani. Gus Dur sangat mendukung dialong antaragama/antarimam. bahkan ia ikut memprakarsai berdirinya suatu lembaga yang bernama Interfidie. visi. misalnya pengembangan pesantren (Rumadi. tetapi harus ada keinginan politik juga dari pemerintah karena banyak karakteristik dari demokrasi yang memang menjadi kewajiban negara modern. Baik menjadi anggota masyarakat madani maupun perangkat negara hendaknya dapat mewujudkan demokrasi . Sementara. Hal itu terjadi karena baik pemerintah maupun masyarakat masih belum berpengalaman dalam berdemokrasi. Dan Indonesia telah meniru model Amerika. Hal itu bertentangan dengan prinsip keseimbangan dalam Islam dan sejarah masyarakat Madinah bentukan Nabi Muhammad SAW. diharapkan pemerintah dan MPR/DPR saling menjaga keseimbangan untuk menegakkan hukum yang sehat dan demokrasi. Seperti yang telah dijelaskan pada bagian awal bahwa timbulnya civil society pada abad ke-18 dimaksudkan untuk mencegah lahirnya negara otoriter. Masyarakat juga harus mengontrol kinerja pemerintah dan para wakilnya. 1991: 164). Terpilihnya Gus Dur sebagai presiden sebenarnya menyiratkan sebuah problem tentang prospek masyarakat madani di kalangan NU karena NU yang dulu menjadi komunitas nonnegara dan selalu menjadi kekuatan penyeimbang. 4.

malah justru memperkuatnya. dua belas laki-laki penduduk Yathrib menemui Nabi di tempat yang sama. mereka semua masuk Islam.SISTEM POLITIK ISLAM istem politik Islam memang berbeda dengan sistem-sistem politik lainnya. juga beberapa kejadian sebelumnya. diantaranya: 1. Mina. Mereka datang untuk berhaji. enam orang dari suku Khajraz di Yathrib bertemu dengan Rasululah di Aqabah. selain masuk Islam. Satu S perkara yang paling penting dalam sistem politik Islam adalah bahwa kedaulatan itu tidak di tangan rakyat maupun Kepala Negara. Kekuasaan khalifah adalah kekuasaan untuk melaksanakan dan menerapkan hukum syariat Islam. juga mengucapkan janji setia (bai’at) kepada Nabi untuk . Pada musim haji berikutnya. Sepakatlah semua pemikir muslim bahwa Madinah adalah negara Islam yang pertama. Sebagai hasil perjumpaan itu. meskipun kekuasaan dan wewenang pelaksanaan politik itu terpusat kepada khalifah. tidak menyebabkan kelemahan negara Islam. melainkan ditangan syara’. dan apa yang dilakukan Rasulullah setelah hijrah dari Makkah ke Madinah adalah memimpin masyarakat Islam dan memerankan dirinya bukan hanya sebagai Rasul semata tetapi juga sebagai kepala negara Islam Madinah. Beberapa bukti bisa disebut. Bai’at Aqabah Pada tahun kesebelas kenabian. menegaskan bahwa Rasulullah adalah kepala sebuah masyarakat dalam apa yang disebut sekarang sebagai negara. Landasan Politik di Masa Rasulullah Langkah-langkah Rasulullah dalam memimpin masyarakat setelah hijrahnya ke Madinah. Mereka. Kontrol pelaksanaan hukum dan mekanismenya yang mudah serta tolok ukur yang jelas (yakni nash-nash syara’) telah menjadikan daulah ini kokoh dan tegak menjadi rahmat bagi seluruh dunia selama berabad-abad. Aqabah. Dan mereka berjanji akan mengajak penduduk Yathrib untuk masuk Islam pula. Oleh karena itu. Hanya saja pesan-pesan syara’ yang sifatnya ilahi itu tidak dimonopoli oleh Kepala Negara (khalifah) dan tidak dimanipulasi oleh tokoh agama karena kedudukan seluruh kaum muslimin di depan syara’ (baik dari segi hukum maupun kewajibannya) adalah sama.

Mereka berjanji akan membela Nabi sebagaimana membela anak istri mereka. sebab pengakuan sebagai Rasulullah tidak melalui bai’at melainkan melalui syahadat. Banu Quaraizhah.tidak menyekutukan Allah. Dalam negeri . Ketiga. 3. yaitu Banu Nadlir. Nabi menjumpai mereka di Aqabah. kaum Yahudi yang terdiri dari empat kelompok. serta tidak mengkhianati Nabi. bukan hanya sebagai Rasul. yaitu orang-orang suku Aus dan Kharaj yang belum masuk Islam. 1993) merupakan batu pertama bangunan negara Islam. Atas dasar bai’at ini pula Rasulullah meminta para sahabat untuk hijrah ke Yathrib. tidak berdusta. yaitu Banu Qunaiqa. yang merupakan bukti pengakuan atas Muhammad sebagai pemimpin. Kedua. Peran Sebagai Kepala Negara a. kelompok ini minoritas.Inilah yang dianggap sebagai konstitusi negara tertulis pertama di dunia. Piadam Madinah ini adalah konstitusi negara yang berasaskan Islam dan disusun sesuai dengan syariat Islam. tidak berzina. dan ini adalah kelompok mayoritas. bai’at ini dikenal dengan Bai’at Aqabah Kedua. dan beberapa waktu kemudian Rasulullah sendiri ikut Hijrah bergabung dengan mereka. Di Madinahlah untuk pertama kali lahir satu komunitas Islam yang bebas dan merdeka di bawah pimpinan Nabi Muhammad. Pertama kaum muslimin yang terdiri dari kaum Muhajirin dan Anshar. Piagam Madinah Umat Islam memulai hidup bernegara setelah Rasulullah hijrah ke Yathrib. kaum musyrikin. Jadi Madinah adalah masyarakat majemuk. dan Yahudi Khibar. Satu kelompok tinggal di dalam kota Madinah. hanya saja pada yang kedua ini ada isyarat jihad. Di tempat itu mereka mengucapkan bai’at juga. Inilah Bai’at Aqabah Pertama. Tiga kelompok lainnya tinggal di luar kota Madinah. yang isinya sama dengan bai’at yang pertama. Kedua bai’at ini menurut Munawir Sadjali (Islam dan Tata Negara. Setelah sekitar dua tahun berhijrah Rasulullah memaklumkan satu piagam yang mengatur hubungan antar komunitas yang ada di Madinah. Bai’at tersebut merupakan janji setia beberapa penduduk Yathrib kepada Rasulullah. Penduduk Madinah ada tiga golongan. Kemudian pada musim haji berikutnya sebanyak tujuh puluh lima penduduk Yathrib yang sudah masuk Islam berkunjung ke Makkah. Dengan dua bai’at ini Rasulullah telah memiliki pendukung yang terbukti sangat berperan dalam tegaknya negara Islam yang pertama di Madinah. yang dikenal dengan Piagam (Watsiqah) Madinah. tidak mencuri. yang kemudian berubah menjadi Madinah. 2.

Rasul membangun masjid yang dijadikan sebagai sentra pembinaan umat. Di bidang pemerintahan. sebagai kepala pemerintahan Rasulullah mengangkat beberapa sahabat untuk menjalankan beberapa fungsi yang diperlukan agar manajemen pengaturan masyarakat berjalan dengan baik. diantaranya Muadz Bin Jabal sebagai wali sekaligus qadhi di Yaman. Di sinilah Rasulullah. Luar Negeri Sebagai Kepala Negara. Dalam hubungan antara rakyat dan negara akan dihasilkan hubungan yang sinergis bila keduanya memiliki kesamaan pandangan tentang tiga hal (Taqiyyudin An Nabhani. Juga mengangkat beberapa sahabat yang lain sebagai pemimpin wilayah Islam. di Madinah Rasul terus melakukan pembinaan seiring dengan turunnya wahyu. Sistem Pemerintahan Islam. Melanjutkan apa yang telah beliau ajarkan kepada para sahabat di Makkah. diantaranya kepada Al Muqauqis Penguasa Mesir. Hubungan Rakyat dan Negara Peran Rakyat Dalam Islam sesungguhnya tidak ada dikotomi antara rakyat dengan negara. sesuai dengan misi kerasulannya memberikan perhatiaan utama. Piagam Madinah dibuat dengan asas Islam serta syariat Islam sebagai tolok ukur perbuatan. 1997). Menurut Tahir Azhari (Negara Hukum. 1992) Rasulullah mengirimkan sekitar 30 buah surat kepada kepala negara lain. Nabi mengajak mereka masuk Islam. . Penguasa Tinggi Romawi di Palestina.Sebagai Kepala Negara. Kepentingan tersebut yaitu tegaknya syariat Islam secara keseluruhan di segala lapangan kehidupan. Rasulullah sadar betul akan arti pengembangan sumber daya manusia. bila mereka tidak bersedia masuk Islam maka diminta untuk tunduk. Di berbagai bidang kehidupan Rasulullah melakukan pengaturan sesuai dengan petunjuk dari Allah SWT. dan yang utama sehingga didapatkan manusia yang tangguh adalah penanaman aqidah dan ketaatan kepada Syariat Islam. karena negara didirikan justru untuk kepentingan mengatur kehidupan rakyat dengan syariat Islam. Rasul mengangkat Abu Bakar dan Umar bin Khattab sebagai wajir. ketiga makna kebahagiaan (ma’na sa’adah) dalam kehidupan adalah mendapatkan ridha Allah. sehingga politik luar negeri negara Islam adalah dakwah semata. Kisra Penguasa Persia dan Kaisar Heraclius. b. kedua tolok ukur perbuatan (miqyas al ‘amal) adalah perintah dan larangan Allah. Ketiga hal tersebut ada pada masa Rasulllah. pertama asas pembangunan peradaban (asas al Hadlarah) adalah aqidah Islam. dan bila tidak mau juga maka barulah negara tersebut diperangi. Rasulullah melaksanakan hubungan dengan negara-negara lain.

kuat. Dalam masalah ini Kepala Negara Islam menetapkan keputusannya berdasarkan kekuatan dalil. Tidak ada pengecualian dan dispensasi. ini adalah pilar utama tegaknya syariat Islam. Madinah adalah negara Islam pertama dengan Muhammad Rasulullah sebagai kepala negara. Peradilan berjalan secara bebas dari pengaruh kekuasaan atau siapapun. Di luar masalah tasyri’. agar menjadi negara yang maju. ataupun kasasi. pertama melaksanakan syariat Islam yang wajib ia laksanakan. Menjadi aspirasi mereka juga agar seluruh rakyat taat kepada syariat. Dalam musyawarah kada Rasulullah mengambil suara terbanyak. rakyat berperan sebagai penopang kekuatan negara secara fisik maupun intelektual. dan negara melaksanakan kewajiban syara’nya dengan sebaik-baiknya. Persis sebagaimana ajaran al Qur’an. setelah mereka menanyakan terlebih dahulu apakah hal ini wahyu dari Allah atau pendapat Rasul sendiri. Kesimpulan 1. termasuk non muslim di luar perkara ibadah dan aqidah. kadang pula mengambil pendapat yang benar karena pendapat tersebut keluar dari seorang yang ahli dalam masalah yang dihadapi. atau bila hukumnya sudah jelas maka tinggal melaksanakannya saja. Menjadi aspirasi rakyat dalam masalah tasyri’ untuk mengetahui hukum syara’ atas berbagai masalah dan terikat selalu dengannya setiap waktu. Praktek kenegaraan di segala bidang berjalan dengan baik . Di sinilah potensi umat Islam dikerahkan demi kejayaan Islam (izzul Islam wa al Muslimin). kaum muslimin wajib melaksanakan apa saja yang telah ditetapkan dan meninggalkan yang dilarang. Rakyat akan bertindak apabila terjadi penyimpangan. mengawasi pelaksanaan syariat Islam oleh negara dan jalannya penyelenggaraan negara. banding. disegani di tengah-tengah percaturan dunia. kedua. ketiga. Rasulullah membuka pintu musyawarah. Aspirasi Rakyat Dalam persoalaan hukum syara’. Tidak ada grasi. Penegakkan Hukum Hukum Islam ditegakkan atas semua warga. bukan musyawarah. Tiap keputusan Qadhi adalah hukum syara’ yang harus dieksekusi.Adapun peran rakyat dalam negara Islam ada tiga. untuk taat pada aturan Islam. kaum muslimin bersikan sami’ na wa atha’na. yakni kesediaan masing-masing individu tanpa pengawasan orang lain karena dorongan taqwa semata. Dan para sahabat pun tidak segan-segan mengemukakan pendapatnya kepada Rasulullah.

Keputusan qadhi adalah tinggal yang wajib dilaksanakan . Hukum dijalankan atas semua warga. Yang disebut sebagai aspirasi rakyat dalam negara Islam adalah terlaksananya serta terselenggaranya pemerintah dengan sebaik-baiknyademi tercapainya tujuan dakwah Islam. tanpa kecuali. penting sekali peran muhasabah (koreksi) dari rakyat kepada penguasa 4. Di luar masalah tasyri’. menjadi tuntunan Islam keputusan diambil dengan musyawarah baik berdasarkan suara terbanyak atau pendapat yang paling benar. dispensasi. Tidak ada grasi. Keduanya adalah pilar penopang tegaknya hukum Allah dan penentu tegaknya Izzul Islam wa al muslimin 3.2. banding atau kasasi. Demi terselenggaranya praktek kenegaraan dengan baik. amnesti. Tidak ada dikotomi antara rakyat dengan negara.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful