P. 1
Ekologi Dan Ilmu Lingkungan

Ekologi Dan Ilmu Lingkungan

|Views: 74|Likes:

More info:

Published by: Aulia ChaiRun Runnisa on Mar 04, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/12/2013

pdf

text

original

1

EKOLOGI DAN ILMU LINGKUNGAN
Bahan kajian MK. Pengantar Ilmu Lingkungan Diabstraksikan oleh: Soemarno PMPSLP PPSUB september 2011

Ekologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara organisme-organisme hidup dengan lingkungannya. Berasal dari kata Yunani oikos (“habitat”) dan logos (“ilmu”). Sangat diperhatikan dengan hubungan energi dan menemukannya kembali kepada matahari kita yang merupakan sumber energi yang digunakan dalam fotosintesis Habitat (berasal dari kata dalam bahasa Latin yang berarti menempati) adalah tempat suatu spesies tinggal dan berkembang. Pada dasarnya, habitat adalah lingkungan paling tidak lingkungan fisiknya—di sekeliling populasi suatu spesies yang mempengaruhi dan dimanfaatkan oleh spesies tersebut. Menurut Clements dan Shelford (1939), habitat adalah lingkungan fisik yang ada di sekitar suatu spesies, atau populasi spesies, atau kelompok spesies, atau komunitas. Dalam ilmu ekologi, bila pada suatu tempat yang sama hidup berbagai kelompok spesies (mereka berbagi habitat yang sama) maka habitat tersebut disebut sebagai biotop. Bioma adalah sekelompok tumbuhan dan hewan yang tinggal di suatu habitat pada suatu lokasi geografis tertentu. Pembagian Ekologi • Menurut Habitatnya: Ekologi perairan tawar o Ekologi laut o Ekologi darat Menurut garis Taxonomi o Ekologi tumbuhan o Ekologi vertebrata o Ekologi serangga o Ekologi jasad renik ORGANISASI KEHIDUPAN • BIOSFIR • ECOSISTEM • COMMUNITY • POPULATION • ORGANISME Ekologi adalah dasar pokok ilmu lingkungan. Inti permasalahan lingkungan hidup pada hakekatnya adalah

2

ekologi yakni hubungan makluk hidup, khususnya manusia dengan lingkunganya. Komponen- komponen tersebut berada pada suatu tempat dan berinteraksi membentuk suatu kesatuan yang teratur. Misalnya, pada suatu ekosistem akuarium, ekosistem ini terdiri dari ikan, tumbuhan air, plankton yang terapung di air sebagai komponen biotik, sedangkan yang termasuk komponen abiotik adalah air, pasir, batu, mineral dan oksigen yang terlarut dalam air. ILMU LINGKUNGAN Ilmu lingkungan adalah ekologi yang menerapkan berbagai azas dan konsepnya kepada masalah yang lebih luas,yang menyangkut pula hubungan manusia dengan lingkungannya. Ilmu Lingkungan adalah ekologi terapan. Ilmu lingkungan ini mengintegrasikan berbagai ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik anatara jasad hidup (termasuk manusia) dengan dengan lingkungannya.

Ilmu lingkungan (environmental science atau envirology) adalah ilmu yang mempelajari tentang lingkungan hidup. Ilmu Lingkungan adalah suatu studi yang sistematis mengenai lingkungan hidup dan kedudukan manusia yang pantas di dalamnya. Perbedaan utama ilmu lingkungan dan ekologi adalah dengan adanya misi untuk mencari pengetahuan yang arif, tepat (valid), baru, dan menyeluruh tentang alam sekitar, dan dampak perlakuan manusia terhadap alam. Misi tersebut adalah untuk menimbulkan kesadaran, penghargaan, tanggung jawab, dan keberpihakan terhadap manusia dan lingkungan hidup secara menyeluruh. Ilmu lingkungan merupakan perpaduan konsep dan asas berbagai ilmu (terutama ekologi, ilmu lainnya: biologi, biokimia, hidrologi, oceanografi, meteorologi, ilmu tanah, geografi, demografi, ekonomi dan sebagainya), yang bertujuan untuk mempelajari dan memecahkan masalah yang menyangkut hubungan antara mahluk hidup dengan lingkungannya. Ilmu lingkungan merupakan penjabaran atau terapan dari ekologi.
Ilmu Lingkungan merupakan salah satu ilmu yang mengintegrasikan berbagai ilmu yang mempelajari jasad hidup (termasuk manusia) dengan lingkungannya, antara lain dari aspek sosial, ekonomi, kesehatan, pertanian, sehingga ilmu ini dapat dikatakan sebagai suatu poros, tempat berbagai asas dan konsep berbagai ilmu yang saling terkait satu sama lain untuk mengatasi masalah hubungan antara jasad hidup dengan lingkungannya. Asas di dalam suatu ilmu pada dasarnya merupakan penyamarataan kesimpulan secara umum, yang kemudian digunakan sebagai landasan untuk menguraikan gejala (fenomena) dan situasi yang lebih spesifik. Asas dapat terjadi melalui suatu penggunaan dan pengujian metodologi secara terus menerus dan matang, sehingga diakui kebenarannya oleh ilmuwan secara

3

meluas. Tetapi ada pula asas yang hanya diakui oleh segolongan ilmuwan tertentu saja, karena asas ini hanya merupakan penyamarataan secara empiris saja dan hanya benar pada situasi dan kondisi yang lebih terbatas, sehingga terkadang asas ini menjadi bahan pertentangan. Namun demikian sebaliknya apabila suatu asas sudah diuji berkali-kali dan hasilnya terus dapat dipertahankan, maka asas ini dapat berubah statusnya menjadi hukum. Begitu pula apabila asas yang mentah dan masih berupa dugaan ilmiah seorang peneliti, biasa disebut hipotesis Hipotesis ini dapat menjadi asas apabila diuji secara terus menerus sehingga memperoleh kesimpulan adanya kebenaran yang dapat diterapkan secara umum. Untuk mendapatkan asas baru dengan cara pengujian hipotesis ini disebut cara induksi dan kebanyakan dipergunakan dalam bidang-bidang biologi, kimia dan fisika. Disini metode pengumpulan data melalui beberapa percobaaan yang relatif terbatas untuk membuat kesimpulan yang menyeluruh. Sebaliknya cara lain yaitu dengan cara deduksi dengan menggunakan kesimpulan umum untuk menerangkan kejadian yang spesifik. Asas baru juga dapat diperoleh dengan cara simulasi komputer dan penggunaan model matematika untuk mendapatkan semacam tiruan keadaan di alam (mimik). Cara lain juga dapat diperoleh dengan metode perbandingan misalnya dengan membandingkan antara daerah yang satu dengan yang lainnya. Cara-cara untuk mendapatkan asas tersebut dapat ASAS 14 dikombinasikan satu dengan yang lainnya. Derajat pola ASAS 5 keteraturan AsasSumber alam, ialah ilmu yang sudah berkembang digunakan sebagai di dalam suatu segala sesuatu yang fluktuasi Peningkatan landasan yang kokoh dan kuat untuk mendapatkan hasil, teori dan model memungkinkan populasi pengadaan seperti pada organisme hidup ilmu lingkungan. Untuk menyajikan asas dasar ini dilakukan bergantung suatu sumber untuk meningkatkan kepada alam mungkin dengan mengemukakan kerangka teorinya terlebih dahulu, kemudian setelah pengubahan energi pengaruh dapat dipahami pola dan organisasi pemikirannya baru dikemukakan fakta-fakta sejarah terangsang populasi yang mendukung dan didukung, penggunaan asas-asas ASAS 11 sebenarnya itu sehingga disini sendiri sumber alam Sistem yang merupakan satu kesatuan yang saling terkait dan tidak dapat dipisahkan satu tersebut mantap sama lain (sesuai dengan urutan logikanya). ASAS 3 (dewasa)
Materi, energi, ruang, waktu dan keanekara-gaman adalah kategori ASAS-ASAS ILMU sumber alam KeanekaragaLINGKUNGAN man sebanding dengan biomasa/produktivitas

ASAS 9

mengeksploitas i sistem yang belum dewasa

ASAS 13

ASAS 1

Energi tak pernah hilang, hanya berubah

ASAS 8

ASAS 2

Semua proses pengubahan tidak cermat

Tingkat ma-kanan atau takson menjadi jenuh oleh keanekaragaman, dengan kecepatan yang ditentukan oleh sifat mic, diferensiasi

Lingkungan fisik yang stabil memungkinkan keanekaragaman biologi berlaku dalam ekosistem mantap, yang kemudian menggalakkan stabilitas populasi lebh jauh lagi

ASAS 10

ASAS 4

Mengenai kejenuhan dan ketidakjenuhan

Biomassa/ produktivitas meningkat dalam lingkungan yang stabil

ASAS 7

ASAS 6

Ketupan (genotip) dengan daya pembiakan tertinggi akan sering dijumpai pada generasi berikutnya

Keanekaragaman yang kekal lebih tinggi pada lingkungan yang stabil (Rosenzwelg)

ASAS 12

Kesempurnaan adaptasi tiap tabiat/sifat bergantung ke-pada kepenti-ngan relatifnya dalam suatu lingkungan tertentu

Energi dapat diubah dari satu bentuk ke bentuk yang lain tetapi tidak dapat hilang.1973) ASAS 1: (HUKUM THERMODINAMIKA I) Semua energi yang memasuki sebuah organisme hidup. yang sangat fundamental dalam fisika. dihancurkan atau diciptakan. populasi atau ekosistem dapat dianggap sebagai energi yang tersimpan atau terlepaskan. Contoh: Banyaknya kalori.4 Gambar. Asas ini adalah sebenarnya serupa dengan hokum Thermodinamika I. Asas ini dikenal sebagai hukum konservasi energi dalam persamaan matematika. berbiak. . Hubungan logis di antara 14 asas ilmu lingkungan (Watt. energi yang terbuang dalam bentuk makanan diubah oleh jasad hidup menjadi energi untuk tumbuh.

berupa tenaga atau panas. dan yang terbuang sebagai panas.5 menjalankan proses metabolisme. Jumlah energi yang masuk dan keluar dari suatu pemisahan atau suatu proses. populasi ataupun ekosistem dianggap sebagai energi yang tersimpan ataupun yang terlepaskan. dan energi yang memasuki jasad hidup.: lari. Jumlah energi yang masuk dan keluar dari suatu pemisahan atau suatu proses. berupa materi. 6 4 Pertumbuhan Energi digunakan untuk menyokong metabolisme Pembiakan dasar. sehingga dapat dikatakan bahwa sistem kehidupan sebagai pengubah energi. dsb. dalam ilmu fisika sering disebut sebagai hukum termodinamika pertama. berenang. mempertahankan suhu tubuh dsb. Asas 1 ini disebut juga dengan hukum konservasi energi. . misalnya: denyut jantung. Dengan demikian dalam sistem kehidupan dapat ditemukan berbagai strategi untuk mentransformasi energi. pernafasan. Asas ini menerangkan bahwa energi dapat diubah. Energi Hewan makan 1 Terbuang tak terasimila si Disimilasi 2 Produksi materi kehidupan Energi diambil oleh pengeksploitasi 3 Energi dibakar dan energi diubah sebagai panas 5 Energi disimpan sebagai lemak Energi digunakan untuk menyokong berbagai kegiatan. maka dibutuhkan “pembukuan masukan dan keluaran kalori dalam sistem kehidupan” Contohnya makanan yang dimakan oleh hewan. Pemisahan energi yang masuk jadi dua komponen. terbang.

Gambar : Energi panas yang jatuh di bumi dipakai oleh tumbuhan dan genangan air.6 Dari gambar di atas dapat terlihat bahwa ternyata energi ada yang dapat dimanfaatkan dan ada pula yang terbuang dan hal ini spesifik untuk masingmasing spesies hewan tergantung bagaimana kemampuan dan strategi hewan tersebut untuk melawan alam lingkungannya. Asas ini sama dengan hukum termodinamika kedua dalam ilmu fisika. namun demikian energi tersebut akan diubah dalam bentuk yang kurang bermanfaat. Pengertian: Asas ini tak lain adalah hokum Thermodinamika II. Hal ini berarti meskipun energi itu tidak pernah hilang. tetapi energi tersebut akan terus diubah dalam bentuk yang kurang bermanfaat. Ini berarti energi yang tak pernah hilang dari alam raya. . ASAS 2 Tak ada system pengubahan energi yang betul. serta dipantulkan oleh lahan terbuka dan bangunan. Keberhasilan dalam melawan lingkungan dapat diukur dengan peningkatan jumlah populasinya.betul efisien.

Gambar : Buah-buahan sebagai salah satu sumber energi bag manusia. Energi yang dapat dimanfaatkan oleh kita seperti tumbuhan. entropi berupa kulit buah adalah sumber energi bagi semut. itu termasuk kategori sumber alam. Sumber alam adalah segala sesuatu yang diperlukan oleh organisme hidup. atau ekosistem yang pengadaannya hingga ke tingkat optimum atau mencukupi. energi yang dimanfaatkan baik oleh jasad hidup. Dalam sistem biologi. . disamping itu pada setiap tingkatanpun energi tidak dimanfaatkan secara efisien (banyak terbuang). sehingga akan meningkatkan daya pengubahan energi. karena masukan energi dapat dipindahkan dan digunakan oleh organisme hidup yang lain. sebaliknya konsumen paling atas hanya mendapatkan sedikit. Contohnya pada piramida makanan. ikan dsb. populasi. tingkatan konsumen yang paling bawah mendapatkan asupan energi yang banyak. populasi maupun ekosistem kurang efisien.7 Secara keseluruhan energi di planet kita ini terdegradasi dalam bentuk panas tanpa balik. hewan. yang kemudian beradiasi ke angkasa. namun demikian apakah sumber alam ini dapat diukur manfaatnya dan apa batasan sumber alam tersebut?..

ruang. dan keanekaragaman. Pemanfaatan limbah pertanian kedele untuk pakan ternak. pakan ternak. dan lainnya. . waktu.8 Gambar : Jerami sebagai entropi digunakan untuk bahan baku kertas. energi. termasuk kategori sumberdaya alam. ASAS 3 Materi.

dapat dianalogkan dengan materi dan energi. berkembang biak dsb. sehingga secara asas termasuk katagori sumber alam. Ruang yang dimanfaatkan oleh organisme hidup untuk hidup. karena apabila suatu spesies hanya memakan satu spesies saja akan mudah terancam punah. namun apabila makanannya beranekaragam dia akan mampu “survive”. Misal hewan mamalia dipadang pasir. pengaruh unit kenaikannya sering menurun dengan penambahan sumberalam itu sampai ke suatu tingkat maksimum. meskipun tidak dapat berdiri sendiri. kalau pengadaannya sudah mencapai optimum. Pengaruh ruang secara asas adalah beranalogi dengan materi dan energi sebagai sumber alam. kesempatan bertemu antara jantan dan betina semakin kecil sehingga pembiakan akan terganggu. pada musim kering tiba persediaan air habis di lingkungannya. Waktu sebagai sumber alam tidak merupakan besaran yang berdiri sendiri. Keanekaragaman juga termasuk ke dalam kategori sumber alam. Melampaui batas maksimum ini tak akan ada pengaruh yang menguntungkan lagi. maka harus berpindah kelokasi yang ada sumber airnya. Contoh: Ruang yang sempit: dpt mengganggu proses pembiakan organisme dg kepadatan tinggi. Semakin beragam jenis makanan suatu spesies semakin kurang bahayanya apabila menghadapi perubahan lingkungan yang dapat memusnahkan sumber makanannya. Materi dan energi sudah jelas termasuk kedalam sumber alam. namun termasuk kategori sumber alam. Asas 3 ini mempunyai implikasi yang penting bagi kehidupan manusia untuk mencapai kesejahteraannya ASAS 4: Untuk semua kategori sumber daya alam. . Jauh dekatnya jarak sumber makanan akan berpengaruh terhadap perkembangan populasi. Begitu pula dengan waktu. Ruang yang terlaluluas: jarak antar individu dalam populasi semakin jauh. Berhasil atau tidaknya hewan bermigrasi tergantung pada adanya cukup waktu dan energi untuk menempuh jarak lokasi sumber air. karena berapa waktu yang dibutuhkan oleh mahluk hidup untuk mendapatkan makanan. karena dibutuhkan. Keaneka-ragaman juga merupakan sumberdaya alam.9 Pengertian: Pengubahan energi oleh system biologi harus Berlangsung pada kecepatan yang sebanding dengan adanya materi dan energi di lingkungannya.

Ini adalah asas penjenuhan. yang berarti pula batas maksimum. ASAS 5: Pada asas 5 ini ada dua hal penting. Kemudian didapatkan suatu jenis tanaman yang melimpah di alam. Contoh: Pada keadaan lingkungan yang sudah stabil. Dengan demikian. Asas 4 tersebut terkandung arti bahwa pengadaan sumberalam mempunyai batas optimum. Tetapi sebaliknya. Untuk banyak gejala sering berlaku kemungkinan penghancuran yang disebabkan oleh pengadaan sumber alam yang sudah mendekati batas maksimum. akan terdapat ketenangan kalau sumberalam bertambah. Maksudnya adalah akan terjadi pengintensifan perjuangan hidup. bila persediaan sumberalam berkurang. Pada asas ini mempunyai arti bahwa pengadaan sumber alam mempunyai batas optimum. Ini adalah asas penjenuhan. maupun batas minimum pengadaan sumberalam akan mengurangi daya kegiatan sistem biologi. pertama jenis sumber alam yang tidak dapat menimbulkan rangsangan untuk penggunaan lebih lanjut.10 Untuk semua kategori sumberalam (kecuali keanekaragaman dan waktu) kenaikan pengadaannya yang melampui batas maksimum. yang berarti bahwa batas maksimum maupun minimum sumber alam akan mengurangi daya kegiatan sistem biologi. Dari sini dapat ditarik suatu arti yang penting. bahkan akan berpengaruh merusak karena kesan peracunan. Contoh: Suatu jenis hewan sedang mencari berbagai sumber makanan. Untuk semua kategori sumberdaya alam (kecuali keanekaragaman dan waktu) kenaikan pengadaannya yang melampaui batas maksimum. maka hewan tersebut akan memusatkan perhatiannya kepada penggunaan jenis makanan tersebut. sedangkan kedua sumber alam yang dapat menimbulkan rangsangan untuk dapat digunakan lebih lanjut. kenaikan sumberalam (makanan) merangsang kenaikan . bahkan akan berpengaruh merusak karena kesan peracunan. populasi hewan atau tumbuhannya cenderung naik-turun (bukan naik terus atau turun terus). maka naik turunnya jumlah individu populasi itu tergantung pada pengadaan sumber alam pada jumlah tertentu. Untuk banyak gejala sering berlaku kemungkinan penghancuran yang disebabkan oleh pengadaan sumberalam yang sudah mendekati batas maksimum. yaitu karena adanya ukuran optimum pengadaan sumber alam untuk populasi.

maka perlu diketahui berapa lama keadaan tersebut dapat bertahan. Sehingga diharapkan pada setiap lingkungan adanya penyebaran spesies yang berbeda-beda kepadatannya. lama. Apabila terjadi perubahan lingkungan sedemikian rupa. besar-kecilnya fluktuasi. artinya bagi spesies-spesies yang mampu beradaptasi baik dengan faktor biotik maupun abiotik. Dapat diartikan pula. maka akan terjadi perubahan pengurangan individu yang sedemikian rupa sampai pada batas yang membahayakan individu-individu spesies tersebut. Jasad hidup yang kurang mampu beradaptasi akan kalah dalam persaingan. cenderung berhasil mengalahkan saingannya. Sehingga individu-individu yang adaptif ini mempunyai kesan lebih banyak merusak ASAS 7 : Kemantapan keanekaragaman suatu komunitas lebihtinggi di alam yang “mudah diramal”. Lingkungan yang stabil secara fisik . Dengan mengetahui keadaan optimum pada faktor lingkungan bagi kehidupan suatu spesies. dia akan berhasil daripada yang tidak dapat menyesuaikan diri. Pada jasad hidup terdapat perbedaan sifat keturunan Dalam hal tingkat adaptasi terhadap faktor lingkungan fisik atau biologi. dan dan sukar-mudahnya untuk diramal berbeda untuk semua habitat. Pada asas ini berlaku “seleksi alam”. Terdapat fluktuasi turunnaiknya kondisi lingkungan di semua habitat. Adanya fluktuasi turun-naiknya kondisi lingkungan.11 pendayagunaan. tetapi mudah dan sukarnya untuk diramal berbeda dari satu habitat ke habitat lain. Kemudian timbul kenaikan kepadatan populasinya sehingga timbul persaingan. Dapat diartikan pula bahwa jasad hidup yang adaptif akan mampu menghasilkan banyak keturunan daripada yang non-adaptif. spesies yang adaptif akan mampu menghasilkan keturunan lebih banyak daripada yang non adaptif. ASAS 6: Individu dan spesies yang mempunyai lebih banyak keturunan daripada saingannya. Pengertian : “Mudah diramal” : : adanya keteraturan yang pasti pada pola faktor lingkungan pada suatu periode yang relatif . Pada asas ini arti kata “mudah diramal” ialah adanya keteraturan yang pasti pada pola faktor lingkungan dalam suatu periode yang relatif lama. Pengertian: Asas ini adalah pernyataan teori Darwin dan Wallace.

12 merupakan lingkungan yang mempunyai jumlah spesies yang banyak. dan toleran terhadap lingkungan yang bermacam-macam serta luas. ASAS 9 : Keanekaragaman komunitas sebanding dengan biomassa dibagi produktivitas. Pengertian: Kelompok taksonomi tertentu dari suatu jasad hidup ditandai oleh keadaan lingkungannya yang khas (niche). maka jelas bahwa lingkungan tersebut hanya akan ditempati oleh spesies yang keanekaragamannya kecil. Pada asas ini menyatakan bahwa setiap spesies mempunyai nicia tertentu. Spesies dapat hidup berdampingan dengan spesies lain tanpa persaiangan. Sedangkan lingkungan yang tidak stabil adalah lingkungan yang dihuni oleh spesies yang jumlahnya relatif sedikit. karena satu sama lain mempunyai kepentingan dan fungsi yang berbeda di alam. tiap spesies mempunyai niche tertentu. karena masing-masing mempunyai keperluan dan fungsi yang berbeda di alam. maka semakin banyak keanekaragaman spesies yang muncul disitu sebagai akibat berlangsungnya proses evolusi. D ≈ T T = waktu rata-rata penggunaan energi . Maksudnya ialah semakin lama keadaan lingkungan dalam kondisi yang stabil. Kemudian diinterpretasikan oleh Slobodkin dan Sanders (! 969) sebagai pengaruh lingkungan yang mudah diramal (stabil). T = K x (B/P) . Menurut Pilelou (1969) keadaan iklim yang stabil sepanjang waktu yang lama. sehingga spesies-spesies tersebut dapat berdampingan satu sama lain tanpa berkompetisi. Tetapi apabila ada kelompok taksonomi yang terdiri atas spesies dengan cara makan serupa. hal ini dijumpai pada habitat yang sudah stabil sepanjang masa dan lama. Menurut Sanders (1969) bahwa komunitas fauna dasar laut mempunyai keanekaragaman spesies terbesar. bergantung kepada bagaimana niche dalam lingkungan hidup itu dapat memisahkan takson tersebut. dan mereka dapat melakukan penyesuaian terhadap lingkungannya tersebut (secara evolusi). tidak saja melahirkan keanekaragaman spesies yang tinggi. tetap juga akan menimbulkan keanekaragaman pola penyebaran kesatuan populasi ASAS 8 : Sebuah habitat dapat jenuh atau tidak oleh keanekaragaman takson.

Pada asas ini menurut Morowitz (1968) bahwa adanya hubungan antara biomassa. bahwa efisiensi penggunaan aliran energidalam sistem biologi akan meningkat dengan meningkatnya kompleksitas organisasi sistem biologi dalam suatu komunitas. yang memungkinkan berkembangnya keanekaragaman. Pada kenyataan di alam memang demikian. maka jumlah energi yang tersedia dalam sistem biologi itu dapat digunakan untuk menyokong biomassa yang lebih besar. . ASAS 10 : Pada lingkungan yang stabil perbandingan antara biomasa dengan produktivitas (B/P) dalam perjalanan waktu naik mencapai sebuah asimtot. dan memungkinkan berkembangnya keaneka-ragaman. Apabila asas ini benar. Pengertian: Sistem biologi menjalani evolusi yang Mengarah kepada peningkatan efisiensi penggunaan energi dalam lingkungan fisik yang stabil. sebab spesies bertambah. Implikasi dari asas ini bahwa sebuah komunitas dapat dibuat tetap muda dengan jalan memperlakukan fluktuasi iklim yang teratur. maka dapat diharapkan bahwa dalam komunitas yang sudah berkembang lanjut pada proses suksesi. Atau pada komunitas buatan lahan pertanian dengan jalan mengambil daun-daunannya untuk makanan hewan.13 K = koefisien tetapan B = biomassa P = produktivitas D = keanekaragaman Pengertian: Asas ini mengandung arti. sedangkan keanekaragaman dan biomassa masih dapat meningkat dalam perjalanan waktu. Dalam asas ini dapat disimpulkan bahwa sistem biologi mengalami evolusi yang mengarah kepada peningkatan efisiensi penggunaan energi dalam lingkungan fisik yang stabil. rasio biomassa produktivitas akan lebih tinggi bila dibandingkan dengan komunitas yang masih muda. aliran energi dan keanekaragaman dalam suatu sistem biologi. dan ditemukan pula tumbuhan berkayu sehingga diperoleh stratifikasi. Dengan kata lain kalau kemungkinan produktivitas maksimum sudah ditetapkan oleh energi matahari yang masuk kedalam ekosistem.

Dengan kata lain. Populasi dalam lingkungan dengan kemantapan fisiko kimia yang cukup lama. Evolusi pada lingkungan yang sukar ditebak perubahan faktor alamnya cenderung memelihara daya plastis anggota populasi. 1 2 Pengertian: Populasi dalam ekosistem yang belum mantap. biomasa. Sedangkan . populasi atau tingkat makanan yang sudah dewasa memindahkan energi. dan keanekaragaman mengalir melalui suatu kisaran yang menuju ke arah organisasi yang lebih kompleks. dan keanekaragaman dari tingkat organisasi yang belum dewasa. dan keanekaragaman tingkat organisasi ke arah yang belum dewasa. (Dari subsistem yang rendah keanekara-gamannya subsistem yang tinggi keanekaragamannya). Dengan kata lain. kurang bereaksi terhadap perubahan lingkungan fisikokimia dibandingkan dengan populasi dalam ekosistem yang sudah mantap. tak perlu berevolusi untuk meningkatkan kemampuannya beradaptasi dengan keadaan yang tidak stabil. 1 Pengertian: Ekosistem. energi. atau dari subsistem yang lebih rendah keanekaragamannya ke subsistem yang lebih tinggi keanekaragamannya ASAS 12 : Kesempurnaan adaptasi suatu sifat atau tabiat bergantung pada kepentingan relatifnya dalam keadaan suatu lingkungan. populasi yang sudah dewasa memindahkan energi. materi. Arti dari asas ini adalah pada ekosistem. Yang berkembang justru adaptasi peka dari perilaku dan biokimia lingkungan sosial dan biologi dalam habitat itu. maka dalam perjalanan waktu dapat diharapkan adanya perbaikan terus-menerus dalam sifat adaptasi terhadap lingkungan. Asas ini merupakan kelanjutan dari asas 6 dan 7. Jadi. materi dan keanekaragaman mengalir melalui suatu kisaran yang menuju ke arah organisasi yang lebih kompleks.14 ASAS 11 : Sistem yang sudah mantap (dewasa) akan mengekploitasi yang belum mantap (belum dewasa). tetapi keanekaragaman terus meningkat di lingkungan yang sudah stabil. biomassa. Apabila pemilihan (seleksi) berlaku. dalam ekosistem yang sudah mantap dalam habitat (lingkungan ) yang sudah stabil. energi. sifat responsive terhadap fluktuasi faktor alam yang tak terduga ternyata tidak diperlukan.

Asas ini merupakan kebalikan dari asas ke 13. Asas ini merupakan penjabaran dari asas 7. ASAS 14 : Derajat pola keteraturan naik-turunnya populasi tergantung pada jumlah keturunan dalam sejarah populasi sebelumnya yang nanti akan mempengaruhi populasi itu. yang kemudian dapat menggalakkan kemantapan populasi lebih jauh lagi. sehingga apabila terjadi suatu goncangan pada salah satu jalur. kurang bereaksi terhadap perubahan lingkungan fisikokimia dibandingkan dengan populasi pada ekosistem yang sudah mantap. dengan demikian komunitas masih tetap terjaga kemantapannya. Kesimpulannya bahwa populasi pada ekosistem yang belum mantap. Implikasi dari asas ini bahwa sesungguhnya tidak ada sebuah strategi evolusi yang terbaik dan mandiri. Apabila kemantapan lingkungan fisik merupakan suatu syarat bagi keanekaragaman biologi. tidak adanya keanekaragaman yang tinggi pada rantai makanan dalam ekosistem yang belum mantap.15 evolusi pada lingkungan yang mantap. Pada komunitas yang mantap. maka kemantapan faktor fisik itu akan mendukung kemantapan populasi dalam ekosistem yang mantap dan komunitas yang mantap mempunyai umpan-balik yang sangat kompleks. Ciri-Ciri Lingkungan/ Komunitas yang Mantap: • Jumlah jalur energi yang masuk melalui ekosistem meningkat (banyak) • Lingkungan fisik mantap (mudah“diramal”) • Sistem control umpan balik (feedback) komunitas sangat . semua tergantung pada kondisi lingkungan fisik. jumlah jalur energi yang masuk melalui ekosistem meningkat. ASAS 13 : Lingkungan yang secara fisik mantap memungkinkan terjadinya penimbunan keanekaragaman biologi dalam ekosistem yang mantap. beranekaragam secara biologi cenderung menggunakan kompleksitas itu untuk bereaksi terhadap kemungkinan beraneka-macam perubahan. maka jalur yang lain akan mengambil alih. 9 dan 12. menimbulkan derajat ketidakstabilan populasi yang tinggi. Disini ada hubungan antara kemantapan ekosistem dengan efisiensi penggunaan energi.

16 • • kompleks Efisiensi penggunaan energi Tingkat keanekaragaman tinggi .

apakah tujuan strategi pertanian tersebut sejalan dengan asas-asas yang sudah dibahas. . sedangkan komoditi yang lain keberhasilannya belum dapat menyamai komoditi beras. adalah hubungan timbal balik diantar organisme hidup yang tidak sama spesiesnya. aquarium Hubungan Antar Organisme Hubungan simbiosis. • kooperatif • Non kooperatif 1. Sistem Pertanian Indonesia merupakan negara kepulauan . Sumbangan sektor pertanian di negara kita terhadap pembangunan tidak lepas dari bagaimana strategi pertanian diterapkan.. hutan. kolam ikan. o simbiosis parasitisme o simbiosis komensialisme o simbiosis mutualisme 2. Contoh. Contoh. 1. danau. Sehingga kalau ternyata berlawanan. dan rakyatnya sebagian besar hidup sebagai petani. Terdapat heteroginitas yang tinggi dari organisme hidup di sana sehingga mampu mempertahankan proses kehidupan di dalamnya dengan sendirinya. sawah tambak. Adapun strategi pertanian mempunyai tujuan sebagai berikut: 1. Apabila dihubungkan dengan asas yang telah dipelajari di depan. karena rendahnya produktivitas sektor pertanian akan mempengaruhi perekonomian secara nasional. maka akan dilakukan pemilihan strategi pertanian yang dapat dipertimbangkan baik jangka panjang ataupun jangka pendeknya. Beberapa tahun yang lalu Indonesia bahkan sudah berhasil swasembada beras. laut Ekosistem buatan (artificial ecosistem). Meskipun untuk memenuhi kebutuhan bahan sandang dan pangan pemerintah Indonesia masih harus mengimpor dari luar negeri. dimana mereka membutuhkan sesuatu yang sama dari lingkunganya. sehingga bersifat labil dan untuk membuat ekosistem tersebut tetap stabil perlu diberikan bantuan energi dari luar dan juga perlu dilakukan perawatan terhadap ekosistem tersebut. Namun demikian sumbangan sector pertanian untuk negara tidak dapat diabaikan begitu saja. Mempunyai ciri kurang heterogenitas.17 EKOSISTEM = Sistem Lingkungan Macam-macam ekosistem Ekosistem alamiah (natural ecosistem). suatu hubungan antar orgnisme hidup yang sama spesiesnya. Memperoleh produksi maksimum per unit luas tertentu dari tanah pertanian. Hubungan Sosial.

Konservasi dan rehabilitasi tanah 5. Yaitu: 1. 4. serta dengan mencegah kerusakan lingkungan baik dalam jangka panjang ataupun pendek. Sedangkan strategi pengembangan pertanian yang berkelanjutan merupakan pengelolaan dan konservasi sumber alam yang berorientasi pada perubahan teknologi dan kelembagaan yang dapat menjamin pemenuhan dan pemuasan kebutuhan manusia secara berkelanjutan. karena traktor menghasilkan energi lebih banyak. Pengkajian kebijakan. dan menjamin bahwa peningkatan produksi tersebut tidak akan berakibat pada kerusakan sumber alam dan lingkungan. Ini berarti bahwa tujuan dan sasaran pengembangan pertanian secara berkelanjutan merupakan sebuah upaya peningkatan produksi pertanian . terutama beras sebagai pangan utama. atau penjaga keseimbangan tata air. bagaimana sistem yang paling cocok. layak secara ekonomi dan secara social dapat diterima. Dalam mencari strategi pertanian banyak timbul masalah. Berapa luas daerah pertanian yang sanggup digarap untuk . Berapa banyak hasil ternak yang ingin dicapai. atau dari daerah asal sebelum tanah tersebut menjadi tanah pertanian. Perbaikan produksi pertanian dan sistem bertani melalui diversifikasi usaha tani dan upaya pengembangan prasarana pendukung 3. yaitu bagaimana cara untuk memperoleh hasil produksi optimum bagi kepentingan manusia. atau perlu menyelamatkan sebagian kawasan hutan untuk memperoleh kayu bakar. jalur hijau. Melakukan tata cara bertani untuk memperoleh keuntungan maksimum. Apakah perlu membangun irigasi. Perbaikan unsur hara untuk peningkatan produksi pertanian. Apakah perlu ada inovasi tanaman atau ternak yang berasal dari luar negeri. penahan erosi tanah. Untuk itu perlu dicari alternatif teknologi dan metode yang tepat guna. luar daerah. tentunya harus disesuaikan dengan lahan yang tersedia.18 2. pilihan tata kerja harus ditawarkan ke petani. Mencegah penurunan kapasitas produksi sistem pertanian. 2. Peningkatan peran serta masyarakat dan kualitas sumberdaya manusia 4. jalur pelindung. Apakah perlu mengganti kerbau dengan traktor. dan bagaimana cara pembangunannya agar dapat memberikan manfaat yang banyak 6. perencanaan dan program terpadu pertanian. Apakah perlu menebang seluruh daerah hutan untuk keperluan petani. 3. dalam hal ini ada 12 pertimbangan. Pengendalian hama terpadu 6. 5. namun biaya produksi dan energi seminimal mungkin. namun harganya mahal dan tidak dapat menghasilkan pupuk kandang. Untuk melaksanakan strategi ini. 2. Menekan sekecil-kecilnya ketidakmantapan dalam produksi pertanian 4. Untuk mencapai tujuan dan sasaran tersebut diperlukan upaya-upaya: 1. 3.

dengan ekosistem yang beragam mulai dari hutan tropik dataran rendah dan dataran tinggi hutan rawa gambut. dan hormon pengatur tumbuh) dalam jumlah besar yang pada akhirnya mengakibatkan kualitas lingkungan air dan tanah menjadi turun. Ekosistem hutan tersebut mempunyai fungsi dan peranan yang penting. 4.19 mendapatkan hasil produksi yang optimum sesuai dengan kemampuan biaya dan tenaga. Apakah perlu pemeliharaaan seperti penyiangan? 12. pestisida. yang umumnya berada di kota. Sedangkan Indonesia mempunyai hutan tropik terluas ketiga di dunia. Ketatnya persaingan untuk dapat menghasilkan produk yang bermutu dan berkualitas tinggi dengan harga bersaing dalam menghadapi era perdagangan bebas. tetapi juga dengan mengalir ke hulu (merambah hutan lindung) yang dapat berdampak negatif terhadap lingkungan. Secara ekologis hutan merupakan sumber keanekaragaman hayati yang sangat kaya. pertumbuhan industri. Bagaimana menentukan tanaman yang akan ditanam dan pemakaian pupuknya? Meskipun upaya untuk meningkatkan produksi pertanian sudah dirancang sedemikian rupa. 5. kira-kira seperempatnya terletak di wilayah Asia-Pasifik dan hampirnya merupakan hutan alam. Berapa banyak pestisida yang harus digunakan 11. namun Anonim Indonesia. separohnya merupakan hutan yang terletak di daerah tropika. dan permukiman terhadap tanah-tanah pertanian yang diperburuk dengan meningkatnya usaha intensifikasi pertanian dengan menggunakan masukan an organik (pupuk. . Sistem pertanaman monokultur atau tumpangsari? 10. 2. 7. Berapa banyak kerapatan tanam supaya mendapatkan hasil yang optimum 9. Mobilisasi petani yang tinggi tidak hanya mengalir ke hilir (kota). Derasnya mobilisasi penduduk pedesaan yang disebabkan semakin menurunnya penghasilan petani. Meningkatnya tekanan penduduk. Dari seluruh hutan di daerah tropika. baik flora maupun faunanya dan juga sebagai paru-paru dunia. sector pertanian di masa mendatang menghadapi tantangan. dan tantangannya berupa: 1. Penurunan kemampuan pertanian untuk memenuhi kebutuhan pangan dan kebutuhan lain akibat makin cepatnya laju pengalihan fungsi tanah pertanian. Tanaman dan hewan yang akan dipelihara harus disesuaikan dengan daerah setempat 8. 2. rawa air tawar dan hutan bakau. sebagai akibat menyempitnya tanah usaha sehingga para petani mencari sumber tambahan dengan bekerja di luar bidang pertanian. Sistem Hutan Luas hutan dunia. 3.

hasilnya menunjukkan bahwa hutan mempengaruhi iklim setempat (iklim mikro). . karena pohon-pohonan mampu mengurangi kecepatan angin. pertanian. sehingga mempengaruhi pengadaan air di lereng gunung. Di Indonesia eksploitasi hutan disamping yang disebutkan diatas juga karena adanya pertumbuhan penduduk yang tinggi dan tidak merata. Hal ini menyebabkan tanah di lereng gunung menjadi gersang dan kerdil. penambangan. Sedangkan pada hutan yang belum ditebang penuh dengan belukar. melainkan pada hutan itu sendiri seperti pembukaan lahan untuk pemukiman. yang kemudian bercampur menjadi Lumpur. Strategi Ekonomi Dari aspek ekonomi. tanpa adanya serasah.20 Eksploitasi Hutan Eksploitasi hutan tidak hanya terbatas pada hasil hutannya saja. yang banyak dilakukan di negara-negara berkembang yang mempunyai kepadatan penduduk yang relatif tinggi. Peristiwa ini akan menutupi pori-pori tanah di permukaan. Pengaruh Hutan terhadap Lingkungan Hutan berpengaruh terhadap faktor lingkungan yaitu iklim. Jadi apabila hutan di lereng gunung habis ditebang. hutan merupakan sumber pendapatan penting bagi negara terutama bagi negara-negara yang sedang berkembang. pada hujan berikutnya lebih banyak lagi air yang mengalir di sepanjang lereng. tanah dan air. Serasah di lantai hutan dapat mencegah rintikan air hujan untuk langsung jatuh ke tanah. dan dari basah ke kering sehingga kurang cocok untuk pertumbuhan tanaman. Untuk mengatasi hal semacam ini diperlukan kesadaran masyarakat yang tinggi mengenai arti pentingnya peranan hutan bagi manusia secara berkelanjutan. karena makin berkurangnya daya serap tanah. sehingga apabila dibawahnya ada tanaman pertanian maka pertumbuhannya akan baik dan dapat meningkatkan hasil panen. Pohon-pohon hutan juga mempengaruhi struktur tanah dan erosi. maka menimbulkan banjir. air yang mengalir dari lereng gunung tanpa rintangan. Contoh hasil penelitian tentang pengaruh hutan terhadap iklim telah dilakukan dengan membandingkan hutan yang sudah ditebang dan hutan yang masih utuh. juga bagi penduduk sekitar hutan merupakan sumber pangan. kasus pemilikan tanah secara tradisional. dengan demikian daya serapnya berkurang. Pada hutan yang sudah ditebang dapat menimbulkan variasi iklim yang besar dari panas ke dingin. pembukaan lahan untuk program transmigrasi dsb. tanah lantai hutan akan padat oleh air hujan. banjir ini akan menghanyutkan lapisan humus pada permukaan tanah. air hujan akan mengalir deras membawa partikel tanah permukaan. akibatnya mengurangi penguapan air (evaporasi) dari tumbuhan yang terlindung olehnya. Anonim pembangunan di sector kehutanan selama PJP I telah memberikan dampak yang sangat berarti bagi pembangunan ekonomi dan perbaikan lingkungan hidup di negara kita. Apabila kejadiannya semakin parah.

Asas pertama. Tumbuhan dan hewan yang ada di dalam danau adalah bagian dari pada sistem interaksi yang dinamis dan diantara mereka saling pengaruh-mempengaruhi. maka spesies yang tak sesuai dengan keadaan baru telah diganti oleh spesies yang lebih mampu menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungannya. Makin banyak pohon yang ditebang. Tetapi juga berarti bahwa karena perubahan yang berlalu dalam ekosistem itu. sedangkan di Indonesia bagian Barat. 4.21 Dari uraian di atas nampak bahwa penebangan hutan dapat menciptakan “lingkaran setan”. contohnya Danau Matano-Towuti mempunyai 25 spesies endemik ikan. 3. Suksesi dalam sebuah ekosistem. Yang menarik dari sistem padang rumput ini adalah berlakunya hubungan pengaruh-mempengaruhi antara keanekaragaman spesies tumbuhan dan keanekaragaman spesies hewan.. Artinya semua ekosistem mengalami suksesi. sering mempunyai pilihan spesies tumbuhan tertentu untuk makanannya. Dari hubungan timbal balik ini manusia dapat memetik manfaatnya yang sangat berharga. maka kita akan mengubah . 1 spesies endemik ular dan beberapa spesies tumbuhan air. maka semakin besar perubahan ekstrim iklim mikro. ekosistem lahir karena perjalanan sejarah. belum diketahui berapa banyak spesies endemik Anonim (1996). Hewan (ternak) pemamah biak dari berbagai spesies. karena merupakan suatu sistem edaran sebabakibat antara tumbuhan dan hewan dalam lingkungan hidup manusia. bahkan dari berbagai umur pada spesies yang sama. sehingga makin sukar tumbuhan akan hidup. tidak hanya berarti bahwa setiap spesies tumbuhan dan hewan dalam ekosistem itu mengalami perubahan genetika untuk dapat menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungannya. Danau dapat digunakan untuk mengemukakan beberapa asas penting bagi semua ekosistem. Maksudnya adalah semua bentuk kekuatan yang beroperasi pada setiap waktu di dalam sebuah ekosistem lama kelamaaan dapat mengubah cirri dari ekosistem tersebut. 12 spesies endemik moluska. contoh nyata adalah danau. Ekosistem Danau Indonesia mempunyai lebih dari 500 danau dengan luas sekitar 5000 km 2. Danau merupakan salah satu ekosistem dari sekian banyak ekosistem yang telah dikenal. Ekosistem Padang Rumput Padang rumput dengan sistem peternakan di dalamnya perlu memperoleh perhatian khusus. Menurut seorang ahli “danau sebagai sebuah mikrokosmos”. Komposisi spesies tumbuhan dan hewan dalam danau juga berubah-ubah dan proses suksesi ini menyangkut berbagai gelombang perubahan komposisi spesies. Dari sejumlah danau terutama di Sulawasi. Ini berarti apabila kita memindahkan spesies atau kelompok umur suatu hewan ternak ke padang rumput lain. Sumatra dan Irian Jaya mempunyai spesies endemis.

setiap tahun manusia dapat mengambil X% dari daging yang dihasilkan oleh spesies hewan yang satu. Hasil ternak bagi manusia Kepadatan hewan spesies 1 Pengaruh jejak kaki terhadap sifat manusia Kepadatan hewan spesies2 IKLIM Pemupukan tanah oleh manusia Kepadatan tumbuhan spesies 1 Konsentrasi zat makanan dalam tanah Kepadatan tumbuhan spesies 2 Bagan alir hubungan timbal-balik hewan – tumbuhan . Dalam gambar tersebut terlihat bahwa manusia dapat mengambil hasil dari kedua spesies hewan ternak yang terdapat dalam padang rumput tersebut. namun untuk memudahkan ilustrasi pada gambar. Sungguhpun demikian perlu diingat. tetapi juga karena pengaruh jejak kakinya. Artinya. Hubungan Tumbuhan-Hewan dan Manusia Hubungan antara hewan. Meskipun pada kenyataannya padang rumput dihuni oleh oleh banyak spesies hewan dan tumbuhan dengan bermacam kelas umurnya yang berbedabeda. Manusia dalam usaha meninggikan produksi hewan. bukan saja spesies stumbuhan tersebut dijadikan bahan makanan.manusia di dalam ekosistem padang rumput. Kedua spesies hewan ini mempengaruhi spesies tumbuhan .22 pula komposisi spesies tumbuhan di padang rumput asalnya. hanya akan dicantumkan dua spesies hewan ternak dan dua spesies tumbuhan. bahwa tiap tumbuhan yang terdapat dalam padang rumput itu mempunyai keperluan bahan makanan yang berbeda-beda. dapat secara tidak langsung memberi pupuk kepada kawasan padang rumput. tumbuhan dan peranan manusia dalam sebuah padang rumput dapat ditunjukkan secara sederhana pada gambar di atas. . dan Y% dari spesies hewan yang kedua. yang kemudian akan terdapat penambahan zat makanan dalam tanah bagi tumbuhan untuk hidup lebih subur.

maka hewan dapat mengubah komposisi tumbuhan di padang rumput tsb. Adanya pilihan tertentu terhadap tumbuhan sebagai makanannya. 2. Untuk lebih menjelaskan hubungan yang dinamis antara spesies tumbuhan dan hewan di padang rumput . karena adanya seleksi terhadap tumbuhan. ada kemungkinan spesies tumbuhan yang kerapatannya menjadi berkurang. misalnya bagaimana pengaruh faktor lingkungan terhadap keseimbangan hidup sapi di padang rumput. Berbagai spesies hewan pemamah biak yang hidup di padang rumput yang sama mempunyai pilihan tumbuhan yang berbeda sebagai bahan makanannya. Gambar tersebut tidak menampung hubungan timbal balik sistem hewantumbuhan-manusia secara kritis. berakibat pada timbulnya perubahan spesies hewan yang mencari makanan di daerah tsb. dirumuskan hubungan tersebut sbb: 1. .23 Sebaliknya tumbuhan merupakan faktor yang penting juga dalam mempengaruhi sifat serta cirri tanah sebagai penyumbang bahan organic. Timbulnya perubahan kerapatan relatif spesies tumbuhan yang berlainan. 3.

zat. keadaan dan makluk hidup. Citra lingkungan.24 LINGKUNGAN HIDUP Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda. kearifan ekologi atau gambaran tentang . Pencemaran lingkungan hidup adalah masuknya atau dimasukkanya makluk hidup. Beberapa hal yang terkait dengan kegiatan ini: Domestikasi. tanah) Masalah Lingkungan Hidup Timbul Pada dasarnya Karena: • Dinamika penduduk • Pemanfaatan dan pengelolaan sumberdaya yang kurang bijaksana • Kurang terkendalinya pemanfaatan ilmu pengethuan dan tehnologi maju • Dampak negatif yang muncul dari kemajuan ekonomi • Benturan tata ruang. termasuk manusia dan perilakunya. yang mempengaruhi kelangsungan peri kehidupan dan kesejah teraan manusia serta makluk lain (UURI 23 TH 1997). Beberapa masalah lingkungan hidup: • Banjir • Kekeringan • Tanah longsor • Erosi • Pemanasan global • Kebakaran hutan • Lahan kritis • Pencemaran (air. udara. Hal ini dimulai sangat awal pada kebudayaan manusia. energi dan atau komponen lain ke dalam lingkungan hidup oleh kegiatan manusia sehingga kualitasnya turun sampai pada tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan hidup tidak dapat berfungsi sesuai dengan peruntukannya. Pengelolaan Lingkungan Hidup Pengelolaan lingkungan hidup merupakan usaha untuk memelihara atau dan memeperbaiki mutu lingkungan agar kebutuhan dasar kita terpenuhi dengan sebaik-baiknya. yaitu pemeliharaan tumbuhan dan hewan liar. tanah) • Beberapa masalah lingkungan hidup: • Banjir • Kekeringan • Tanah longsor • Erosi • Pemanasan global • Kebakaran hutan • Lahan kritis • Pencemaran (air. daya. udara.

Cagar biosfir. Ini dapat didasarkan pada ilmu pengetahuan dan mistik. pemulihan. 4. pengelolaan lahan untuk pemukiman maupun industri. pada prinsipnya sama dengan cagar alam. Upaya ini disebut upaya terpadu karena dalam pengelolaan terdapat beberapa kegiatan yang dilakukan bersama-sama diantaranya kegiatan pemanfaatan. dapat meliputi daerah yang dibudidayakan manusia. hasil atau produksi yang maksimum dari setiap unit lahan . Cagar budaya. misalnay untuk pertanian secara tradisional dan pemukiman. Misal: Candi. dan pengembangan lingkungan.25 lingkungan idup. Strategi tersebut bertujuan untuk meningkatkan hasil yang maksimal dengan menggunakan waktu. pengendalian dan pengawasan. Pengelolaan lingkungan yang baik dapat mencegah kerusakan lingkungan sebagai akibat pembangunan. tenaga dan biaya yang semaksimal mungkin untuk memperoleh: 1. Di sini boleh ada permukiman. Tujuan pengelolaan lingkungan terutama untuk mencegah kemunduran populasi sumber daya alam yang dikelola dan sumber daya alam lain yang ada di sekitarnya dan mencegah pencemaran limbah atau polutan yang membahayakan lingkungan. fauna yang ada di dalamnya 2. penelitian. maka kualitas lingkungan dapat dijaga kelestariannya. Kraton. Misal: pariwisata. Tahap selanjutnya berupa pemulihan dan pengembangan lingkungan untuk menjaga kelestarian kualitas lingkungan. agar selanjutnya dapat tetap mendukung kesejahteraan manusia. Disini harus pula disertai dengan mental si pengelola yang dengan segala tanggung jawab dan kesadaran harus berusaha memelihara sumber daya alam yang tersedia untuk mengelola hingga masa yang akan datang. pengendalian. 1. Pengelolaan lingkungan merupakan upaya yang dilakukan secara bertahap karena tindakan yang dilakukan dalam pengelolaan diawali dengan penyusunan rencana. Pengelolaan sumber daya alam mencakup beberapa upaya yang dilakukan secara terpadu dan bertahap. Dengan makin berkembangnya ilmu dan teknologi. maka manusia semakin berupaya untuk mendapatkan strategi baru dalam bidang penggunaan lahan. disusul dengan tahap pelaksanaan yang berupa pemanfaatan. melainkan hasil budaya manusia. Dengan melaksanakan urutan kegiatan tersebut. Taman nasional. yang dilindungi bukan suatu daerah yang bersifat alamiah. namun di dalamnya dapat dilakukan kegiatan pembangunan yang tidak bertentangan dengan tujuan pencagar alaman. Bngunan kuno 3. Cagar alam. pengertiannya serupa dengan cagar alam. pendidikan. Usaha melestarikan lingkungan dari pengaruh pembangunan di berbagai bidang adalah salah satu usaha yang perlu dijalankan. adalah sebidang lahan yang dijaga untuk melindungi flora. Pengelolaan Lahan Pengelolaan lahan disini termasuk pengelolaan lahan pertanian. pengawasan.

tetapi dengan tetap menjaga pemeliharaan hutan secara optimal. sarana pendidikan. terutama berpengaruh terhadap iklim mikro yaitu iklim yang berlaku pada daerah dalam hutan tersebut. Mengatasi sempitnya lahan pertanian 3. Pengelolaan air disini termasuk pengelolaan perairan pantai dan ekosistem danau. sehingga zat hara yang ada dapat tersimpan dengan baik yang berarti sebagai penyimpan energi dan materi Pada prinsipnya pengelolaan sumberdaya alam air ini sangat bergantung bagaimana kita mempergunakan dan memelihara sumber air itu menjadi seoptimal mungkin. Pengelolaan Air Air merupakan sumber daya alam yang sangat diperlukan oleh manusia dan mahluk hidup lainnya. Dikenal suatu pengelolaan hutan yang merupakan campuran kegiatan kehutanan dengan kegiatan perkebunan. Pengelolaan tersebut disebut “agroforestry” yang menganut sistem diversifikasi usaha berbagai macam komoditi. perikanan dan peternakan 2. tetapi kualitas air sangat dipengaruhi oleh peranan manusia dalam pengelolaannya. pertanian dan peternakan. Pemerataan penduduk ke daerah pinggiran hutan dengan meningkatkan taraf hidupnya Hutan serbaguna merupakan hutan yang dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan. antara lain sebagai sumber plasma nutfah. memilih tata cara pengelolaan lahan yang memberi keuntungan maksimum 3.26 2. Manusia memerlukan air baik untuk proses kimia dan fisika tubuh maupun untuk aktifitas kehidupan lainnya. mencegah menurunnya potensi lahan potensial Pengelolaan Hutan Hutan mempunyai fungsi dan pengaruh yang sangat besar bagi kehidupan dan kelangsungan lingkungan. sarana penelitian. Strategi pengelolaan air meliputi: 1. Mengusahakan cahaya matahari dapat menembus dasar perairan. perkebunan. Mempergunakan sumber daya alam berupa air seefisien mungkin. Sekalipun air merupakan sumber daya alam yang dapat diperbaharui. . serta tempat wisata. sehingga proses fotosintesis dapat berjalan dengan lancar 3. Meningkatkan produktivitas lahan hutan secara keseluruhan antara produktivitas hutan dengan pertanian. tetapi tanpa merusak ataupun mencemarinya dan mempertahankan keadaan lingkungan sebaik-baiknya. Menjaga agar fauna mangsa dan predator selalu seimbang dengan mempertahankan rantai makanan 4. Adapun strategi “agroforestry” adalah: 1. menekan sekecil mungkin ketidakmantapan kondisi lahan potensial sehingga dapat meningkatkan hasil maksimal 4. Melindungi perairan agar tetap terjaga kebersihannya sehingga dapat menjaga kelangsungan flora dengan menjaga perakaran tanaman dari gangguan fisik maupun kimiawi 2.

27 Usaha Mencegah Pencemaran Air Usaha pencegahan ini bukan merupakan proses yang sederhana. Air limbah yang akan dibuang ke perairan harus diolah terlebih dahulu sehingga memenuhi standar air limbah yang telah ditetapkan pemerintah 2. Pembuangan sampah berbahaya dilakukan ke dasar laut. Air yang terbuang ke tanah akan masuk ke dalam tanah dan menimbulkan pencemaran tanah. Sampah radioaktif yang berbentuk padat harus dibungkus dengan bahan yang terbuat dari Pb untuk menahan sinar radioaktif. Polutan primer Yaitu zat kimia yang mengandung toksik dan masuk secara langsung ke udara dalam konsentrasi yang merugikan manusia. Limbah radioaktif harus diproses terlebih dahulu agar tidak mengandung bahaya radiasi 6. dibuang ke dalam bekas tambang kosong atau ke dalam sumur yang dalam dan jauh dari pemukiman penduduk Pengelolaan Udara Secara umum pencemaran udara diartikan sebagai udara yang mengandung satu atau beberapa zat kimia dalam konsentrasi tinggi. tetapi melibatkan berbagai faktor sebagai berikut: 1. ke pulau karang kosong. Limbah yang mengandung radioaktif hendaknya dibiarkan dahulu dalam waktu lama sebelum dibuang 2. sampah plastik dibakar terlebih dahulu 1. maka sebelum dibuang. Menentukan dan mencegah terjadinya interaksi sinergisme antar polutan satu dengan yang lainnya. Polutan sekunder Yaitu zat kimia yang merugikan manusia yang terbentuk dalam . Menggunakan bahan yang dapat mencegah dan menyerap minyak yang tumpah di perairan 4. Berdasarkan terjadinya polusi. Tidak membuang air limbah rumah tangga langsung ke dalam perairan. Usaha Pencegahan Pencemaran Tanah Untuk menanggulangi sampah plastik. sehingga mengganggu manusia. hewan dan tumbuhan serta mahluk hidup lain di dalam suatu lingkungan. 5. udara dikategorikan menjadi dua tipe utama pencemar udara yaitu: 1. Pengelolaan Tanah Pencemaran tanah mempunyai hubungan yang erat dengan pencemaran air dan udara. untuk mencegah pencemaran air oleh bakteri. 3. Mengeluarkan atau menguraikan deterjen atau bahan kimia lain dengan menggunakan aktifitas mikroba tertentu sebelum dibuang ke perairan umum. lalu dimasukkan dalam tromol baja anti karat sebelum dibuang 3. Zat kimia tersebut dapat berupa komponen alami udara yang konsentrasinya meningkat misalnya CO2 2.

selain dilakukan tindakan perlindungan sebagai usaha memperkecil pencemaran. Pencemaran sebagai akibat pembangunan dapat pula mempengaruhi manusia atau masyarakatnya. masyarakat dapat diberi sekedar ganti rugi dan ganti rugi ini dalam bentuk: 1. Memperbanyak tanaman hijau di daerah polusi udara tinggi.28 atmosfir melalui reaksi kimia diantara komponen udara yang ada Usaha Pencegahan Pencenaran Udara 1. Melakukan penyaringan asap sebelum asap dibuang ke udara dengan cara memasang bahan penyerap polutan atau saringan 3. Dengan demikian menghindari terjadinya pengangguran. Mengurangi pemakaian bahan bakar fosil terutama yang mengandung asap serta gas-gas polutan lainnya agar tidak mencemarkan lingkungan 2. selain sebagai penahan debu dan bahan partikel lain. Dalam hal ini selain dengan menghilangkan atau memperkecil resiko penularan. mengangkat mereka menjadi karyawan proyek 3. selanjutnya mereka dapat bekerja sesuai dengan pengetahuan dan ketrampilan khusus yang diperolehnya. sehingga kalau suatu saat mereka tidak dapat dipekerjakan di tempat dimana mereka bekerja karena berbagai alasan. Membangun cerobong asap yang cukup tinggi sehingga asap dapat menembus lapisan inversi thermal agar tidak menambah polutan yang terperangkap di atas suatu pemukiman atau kota 5. Pengelolaan Sumberdaya Manusia Sumberdaya manusia penting untuk menunjang pembangunan. juga diadakan pendidikan ketrampilan khusus. khususnya yang menyangkut bahaya pencemaran kepada dirinya. bahkan berarti menciptakan sumber pekerjaan baru di luar proyek dan meningkatkan ekonomi. memberikan uang 2. Mengurangi sistem transportasi yang efisien dengan menghemat bahan bakar dan mengurangi angkutan pribadi 6. menciptakan hubungan yang baik dan saling menguntungkan antara proyek dan masyarakat di sekitarnya agar tidak terjadi konflik dan kecemburuan sosial 5. Mengalirkan gas buangan ke dalam air atau dengan cara penurunan suhu sebelum gas dibuang ke udara bebas 4. . sebagai bapak asuh terhadap proyek-proyek kecil yang diselenggarakan masyarakat Disamping itu terhadap karyawan proyek yang dapat secara langsung terkena pencemaran. meningkatkan pengetahuan mereka agar dapat menghindari bahaya limbah 4. karena salah satu kegunaaan tumbuhan adalah sebagai indikator pencemar udara.

sehingga kapasitas bawa dari bumi merosot. Selain itu berapa masalah lingkungan berkembang dalam lingkungan hidup manusia. Pada asas tersebut. waktu dan keanekaragaman adalah sama pentingnya dengan materi dan energi sebagai sumber alam. manusia telah menggali dan mengelola materi dalam ekosistemnya melebihi kecepatan pembusukan atau dekomposisi bahan buangan. Asas 3 mengatakan bahwa materi. Implikasi dari sistem ini adalah bahwa materi beredar atau melakukan siklus dalam ekosistemnya. Apabila kita tetap mengabaikan ke lima asas tersebut. karena adanya penggunaan energi yang besar oleh peradaban modern dewasa ini. Apa yang akan terjadi kemudian?. Kemudian masalahnya bertambah parah ketika ada sampah plastik yang tak dapat dibusukkan secara biologi. menyebabkan kapasitas bawa dunia ini meniungkat bagi manusia. sehingga hambatan pembangunan akan timbul apabila manusia melalaikannya. Contoh yang paling nyata adalah tumpukan sampah di kota besar. Hal ini karena kita sudah beranggapan bahwa ke lima asas tersebut tidak ada gunanya dan relevansinya untuk kepentingan manusia. Sampah bertumpuk karena tidak sempat di resiklus oleh mikroba dalam ekosistemnya. Sementara itu industri plastik saat ini terus berkembang dengan pesatnya. malapetaka sudah menunggu di masa yang akan datang. sehingga terkonsentrasi pada ruang tertentu saja. Ketergantungan kita pada minyak dan gas bumi bahkan pada tenaga nuklir yang merupakan energi persediaan atau energi tersimpan I bukan energi mengalir seperti energi matahari). lima asas sangat penting dalam peradaban manusia pada era teknologi modern. oleh karena itu harus diberikan cukup waktu untuk diubah kembali dari satu bentuk ke bentuk berikutnya pada saat menjalani siklusnya. Jadi pada hakekatnya pencemaran alam merupakan gejala teknologi yang berlawanan dengan kehendak dan kemampuan alam. Keanekaragaman hidup sebagai sumber alam yang dapat mempertahankan kemantapan. Sedemikian pentingnya. Pencemaran ini merupakan kesan sampingan yang sangat merugikan. Penggunaan energi yang semakin meningkat oleh perkembangan . ruang. waktu dan keanekaragaman semuanya adalah kategori sumber alam. Penggunaan energi yang sangat besar ini tidak merata. Perhatian sangat kurang kepada kemungkinan berkurang atau habisnya persediaan energi. energi. dan timbullah kesulitan untuk membuang limbahnya. Implikasi lain yang penting ialah pengadaan sumber alam menentukan kapasitas bawa suatu lingkungan. melainkan hanya terpusat di wilayah tertentu saja (kota besar dan pusat industri). sehingga terjadi pencemaran alam. karena kita terus menerus mengurangi keanekaragaman bentuk kehidupan di luar kota dan desa.29 LINGKUNGAN DAN EKOLOGI MANUSIA Dari empat belas asas yang telah dibahas. Sungguhpun demikian banyak masalah manusia dewasa ini timbul. ini merupakan kelalaian manusia yang tidak memberikan waktu dan kesempatan kepada mikroba pembusuk untuk melakukan fungsinya dalam proses resiklus materi. karena kegagalan manusia untuk menyadari bahwa ruang.

seperti wabah penyakit. Ketergantungan penggunaan energi juga beralih dari energi matahari ke energi batu bara. seperti “megacities” Jakarta. adalah adanya perkembangan urbanisasi di sekitar kota besar. Ini membawa manusia kepada kemampuan untuk tukar-menukar bahan secara lebih besar dan lebih jauh lagi antara wilayah yang satu dengan lainnya. serangan hama dan perubahan cuaca. dan menekan banyak sekali spesies hewan dan tumbuhan yang lain. Walaupun laju pertumbuhan penduduk Indonesia semakin tahun cenderung semakin menurun. meskipun masalahnya berlainan antara satu negara dengan negara yang lain. Ruang adalah sumber alam yang kritis bagi manusia. Apabila ini benar. Disamping hal ini sudah umum. dan kehidupan sosial. sehingga banyak kawasan pemukiman yang terpaksa harus menelan daerah tepi kota yang relatif subur untuk daerah pertanian. Yang umum. jagung. Penduduk Amerika Serikat naik 8. maka kapasitas bawa seluruh planet ini akan merosot sangat drastis. tempat manusia ini hidup. Sistem pengangkutan ini disamping menelan energi yang sangat besar.30 peradaban manusia contohnya orang-orang Amerika Serikat yang menggunakan energi. Dan apabila ruang dan tanah itu sudah memiliki prospek urbanisasi dan industri.82 kali lipat pada kurun waktu 120 tahun. kemudian gas dan minyak bumi. Konsekuensi lain sebagai akibat meningkatnya aliran energi dalam ekosistem. dan sumber energi lain seperti sumber geothermal dan energi nuklir tak dapat digunakan pada waktunya. ialah karena energi hanya ditumpukkan kepada komponen biotik tertentu saja yang menguntungkan manusia. Bahkan di Indonesia diperkirakan hanya dapat dihasilkan kurang dari 30 tahun saja. Pemecahan dari masalah ini adalah diterapkannya program transmigrasi. Hal ini menyebabkan kapasitas bawa ekosistem manusia meningkat pula. di Indonesia masalah yang lebih penting lagi menyangkut hubungan antara ruang dengan penyebaran penduduk. Anonim. Sehingga kecenderungan bahwa kita sedang menghabiskan persediaan gas dan minyak bumi sangatlah nyata. tetapi juga dilihat dari pengaruhnya terhadap keadaan alam. juga menimbulkan pencemaran terhadap alam. maka akhirnya jatuh kepada kaum spekulator yang tak langsung mengembangkan ruang itu. sedangkan per individunya dalam penggunaan energi naik menjadi 23 kali lipat. maka peningkatan produksi naik dengan pesatnya. ekonomi. sebelum harga meningkat. namun jumlah penduduk absolut akan terus . Ketidakmantapan ini terutama karena kita cenderung untuk meningkatkan populasi seperti tanaman padi. gandum dan palawija. Proporsi energi yang tinggi dunia ini juga dicurahkan pada kepentingan transportasi. serta hewan ternak sapi dan biri-biri. produksi energinya naik menjadi 203 kali lipat. Ini berarti dibutuhkan kemampuan pengelolaan keterkaitan kependudukan dan lingkungan yang tidak hanya melihat dari sudut demografinya saja. Hal ini berarti ekosistem manusia semakin kurang mantap. Ekosistem yang berbeda antara pulau-pulau di Indonesia akan menambah kompleksitas yang dihadapi. Ekosistem manusia menjadi rawan terhadap berbagai bentuk perubahan lingkungan . gambaran keadaan suatu wilayah ditandai dengan bertambah majemuk dan bervariasinya keadaan kependudukan.

Yogyakarta. Laju pertumbuhan penduduk menurun seiring dengan terjadinya perubahan struktur usia . 2003. 1989. Jakarta. Sipardi.C. J. Vol. Ilmu Lingkungan.. maka masalahnya adalah sejauh mana sumber alam tersebut dapat memenuhi kebutuhan pertambahan penduduk. A. ITB. maka gambaran keadaan penduduk di masa datang adalah sebagai berikut: 1. Yogyakarta. 1988. Artinya akan terjadi pertambahan penduduk sekitar 70 juta orang dalam waktu 30 tahun (1990 – 2020). Dari berbagai hasil pembangunan yang dicapai. Universitas Gadjah Mada. Jakarta. Ringkasan Agenda 21 Indonesia (Strategi Nasional untuk Pembangunan Berkelanjutan). Bila dikaitkan dengan kemampuan sumber alam. Tandjung. Jakarta. Pelestarian Sumber Daya tanah dan Air.). hal ini mempunyai konsekuensi dalam penggunaan ruang. I No. pemenuhan energi dan kebutuhan pangan. II. 1999.. dimana penduduk usia produktif semakin besar 3. Cet.. Prosentase penduduk perkotaan semakin besar disebabkan oleh adanya urbanisasi dan adanya perubahan wilayah dari desa ke kota 2. Pengantar Ilmu Lingkungan. Fakultas Biologi. Lingkungan Hidup dan Kelestariannya.D. Diproyeksikan bahwa jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2020 akan berkisar 254 juta – 257 juta orang. 2002. Laboratorium Ekologi. A. 1990. II. United Nations Development Program. 1997. Kantor Menteri Negara Lingkungan Hidup. 1. S. Edisi ke-IV. I. Pencemaran Lingkungan.J. DAFTAR PUSTAKA Anonim. Erlangga. R. Wartasaputra. Alumni.E. Catenese.T. Cet. Bandung. Masyarakat Pelestarian Hidup Liar Indonesia. and Sayder. Rineka Cipta.. Sastrawijaya. Wahyudi (Ed. Permintaan barang non pangan akan meningkat dengan pesat yang berimplikasi pada pengurangan sumber alam untuk kepentingan non pangan.. Edisi ke-II. ANDI. Soeriaatmadja.31 meningkat. Suripin. 2000. . Prioritas Pelestarian Hidupan Liar. Perencanaan Kota. dalam Majalah Hidupan Liar Indonesia. S.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->