Latar Belakang Proyeknya Proyek jalan layang non tol Antasari-Blok M dibangun dengan tujuan mengurangi arus

kendaraan berlebih dari/ke Kota Depok. Pemerintah pusat (Departement Pekerjaan Umum) merencanakan pembangun 2 ruas jalan tol, yaitu jalan tol Antasari – Depok dan Jagorawi Cinere. Namun hal ini tentunya perlu di ikuti dengan kebijakan lainnya, agar peran jalan tol tersebut tidak hanya memindahkan titik kemacetan. Untuk mendukung peran dari rencana Jalan Tol Antasari – Depok dengan itu Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membangun Jalan Layang Antasari – Blok M. Proyek ini dibangun dengan dibagi menjadi 5 paket pekerjaan yang ditangani oleh 5 kontraktor yang berbeda. Paket 1 lapangan mabak dengan kontraktor Waskita, paket 2 Prapanca dengan kontraktor PT. Modern, paket 3 Taman Brawijaya dengan kontraktor PT. Hutama Karya.Jo, paket Cipete dengan kontraktor PT. Yasa Perkasa, dan paket 5 Cipete Utara dengan kontraktor yang menanganinya PT. Pembangunan Persada (PP). Untuk penyusunan Tugas akhir kami meninjau pada paket 3 Taman Brawijaya dengan kontraktor PT. Hutama Karya.Jo. Proyek ini masih dalam proses pembangunan saampai saat ini. Tahapan pekerjaan yang dikerjakan pada proyek ini diantaranya adalah pekerjaan pondasi dengan bored pile, pile cap, pilar dan balok portal serta gelagar. Jenis gelagar yang digunakan pada proyek pembangunan jalan layang non tol Antasari-Blok M adalah box girder. Metode yang digunakan untuk pekerjaan dengan cor ditempat sedangkan box girer dilakukan dengan metode precast. Untuk erection box girder dilakukan dengan metode balance cantilever dengan menggunakan alat lifting frame. Pada tugas akhir ini akan dilakukan pengoptimalan biaya agar biaya konstruksi dapat lebih efektif dan efisian. Pengoptimalan adalah proses pencapaian suatu pekerjaan dengan hasil dan keuntungan yang besar tanpa harus mengurangi mutu atau kualitas dari proyek tersebut Salah satu upaya melakukan proses pengoptimalan biaya yakni dengan meredesain struktur. Hal pertama yang dilakukan yakni dengan menganalisis kekuatan struktur balok gelagar memanjang dengan mengganti box girder menjadi PCI girder berdasarkan gambar kerja,

dan syarat kerja yang telah ada dengan tujuan untuk mengefektifkan dan mengefisiensikan biaya konstruksi tanpa mengurani kualitas dari struktur tersebut.rencana kerja. Dengan menggunakan konstruksi beton prategang. . Meredesain perlu dilakukan karena jika menggunakan box girder jumlah dari segmennya lebih banyak dari pada dengan menggunakan PCI girder selain dengan mengganti box girder menjadi PCI (Precast Concrete I) girder yang memiliki harga relative lebih murah bila dibandingan dengan box girder. Keuntungan lainnya dengan menggunakan PCI girder dilihat dari segi strukturnya lebih kuat karena lebih padat disbanding box girder yang kosong dibagian tengahnya. Penggunaan beton bertulang biasa akan menyebabkan dimensi beton dan baja tulangan girder yang sangat besar. yang mengakibatkan konstruksi tersebut tidak lagi efektif. Jembatan pameuntasan menggunakan Precast Concrete I (PCI) sebagai girdernya yang terdiri dari balok beton (concrete) segmental precast. girder dapat didesain dengan efektif dan efisien juga ekonomis namun mampu menanggung beban konstruksi yang telah direncanakan. efisien dan ekonomis. yang menggunakan sistem konstruksi beton prategang.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful