P. 1
Kepemimpinan Kepala Sekolah Makalah_2

Kepemimpinan Kepala Sekolah Makalah_2

|Views: 178|Likes:
Published by Rusman Iskandar

More info:

Published by: Rusman Iskandar on Mar 04, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/20/2015

pdf

text

original

KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH (Apa dan bagaimana seharusnya

)
Oleh: Rusman Iskandar, S. Pd Guru Produktif Elektro Pada SMK N 1 Bonjol Peningkatan mutu pendidikan melalui standarisasi dan profesionalisasi mutu dan layanan pendidikan yang dilakukakan pemerintah, menuntut pemahaman semua pihak yang terlibat dalam proses perubahan tersebut. Perubahan kebijakan pendidikan dari sentralisasi menjadi desentralisasi telah memberikan perubahan yang semula dikelola secara terpusat menjadi pengelolaan oleh pemerintahan daerah. Desentralisasi ini bergulir sejalan dengan kebijakan otonomi daerah. Beberapa kekuasaaan dan kewenangan pusat telah menjadi kewenangan pemerintah daerah terutama pemerintahan kabupaten dan kota dan juga sekolah sebagai satuan pendidikan terkecil. Kepemimpinan kepala sekolah dalam era desentralisasi pendidikan memiliki kewenangan (hak otonomi) yang lebih luas, sehingga dihadapkan pada berbagai permasalahan yang rumit dan kompleks. Dalam konteks otonomi daerah dan desentralisasi pendidikan, kepala sekolah sebagai pemimpin satuan pendidikan sudah seharusnya memiliki kemampuan manajemen dan kepemimpinan yang memadai agar dapat mengelola sekolah secara efektif, efisien, mandiri, produktif dan akuntabel. Beberapa permasalah pendidikan yang harus menjadi perhatian utama dalam era desentralisasi di antaranya; Pertama, kepentingan nasional, meliputi jaminan bahwa setiap warga negara memperoleh pelayanan pendidikan dan pembelajaran yang baik (pasal 31 UUD 1945). Tuntutan pelayanan pendidikan yang murah dan berkualitas, sementara anggaran pendidikan yang disediakan sangat terbatas. Standarisasi pelayanan pendidikan, sementara permasalahan pendidikan pada satu wilayah tidak dapat di generalisasikan pada wilayah lain mengingat kondisi geografis, sosial dan budaya yang sangat berbeda. Kedua, jaminan mutu pendidikan. Meliputi jaminan akan kepastian terhadap kualitas layanan pendidikan dan pembelajaran, jaminan terhadap kualitas lulusan, jaminan

terhadap kemungkinan perbedaan (disparitas) kualitas yang disebabkan oleh kriteria lokal (daerah). Jaminan ini menjadi sangat penting mengingat tidak semua partisipan dan konsumen pendidikan (orang tua) memiliki tujuan yang sama. Sebagian menganggap bahwa pendidikan diangap baik dan bermutu jika lulusannya (anaknya) diterima pada

Pelaksanaan pengambilan keputusan tentang pendidikan di daerah menuntut partisipasi masyarakat yang lebih luas dan terbuka terutama dalam manajemen yang transparan dan demokratis.pendidikan tinggi favorit. Paradigma pendidikan yang memberikan kewenangan luas terhadap kepala sekolah dalam mengembangkan berbagai potensi sekolahnya membutuhkan sosok kepala sekolah yang mampu mewujudkan tujuan-tujuan pendidikan termasuk visi dan misi sekolah. menjadi sederhana dan lebih cepat. spiritual. Sukses tidaknya pendidikan dan pembelajaran di sekolah sangat dipengaruhi oleh kemampuan kepala sekolah dalam mengelola setiap komponen sekolah (who is behind the school). perluasan dan pemerataan pendidikan. telah bergeser kepada kepentingan masyarakat secara luas dan terbuka. Dalam konteks otonomi daerah. melelalui pemberdayaan lembaga lokal diharapkan terjadi efisiensi. Jarak dan letak geografis yang berbeda pada masingmasing daerah akan memicu kesenjangan kualitas pendidikan. Kemampuan tersebut terutama yang berkaitan dengan pengetahuan dan pemahaman terhadap manajemen dan kepemimpinan serta tugas dan tanggungjawabnya sebagai kepala sekolah. Kelima. Pelaksanaan pendidikan haruslah berkaitan dengan kehidupan yang dialami dan yang mungkin harus dihadapi. akuntabilitas. Keempat. Pendidikan harus mengimplikasikan pengetahuan secara biologis. Alasan ini secara logis dapat terjadi mengingat terbukanya masalah birokrasi yang rumit dan panjang. Dalam konteks desentralisasi pendidikan. psikologis dan . Ketiga. emosional. akan tetapi mencakup berbagai masalah yang berhubungan dengan fisik. emosional dan aspek-aspek finansial. dan sebagian yang lainnya membutuhkan lulusan yang berakhlak dan budi pekerti luhur di samping yang pertama dan kedua. efisiensi pengelolaan. Semua itu menuntut kompetensi dan profesionalisme kepala sekolah untuk memungkinkan terciptanya interaksi yang berkualitas dan dinamis. aspirasi dan keinginan masyarakat terhadap pemenuhan akan hak dan pemerataan pendidikan menjadi lebih mudah. sebagian yang lain jika lulusannya diterima bekerja pada perusahaan bagus dan bergaji tinggi. Pendidikan di sekolah bukan hanya sebuah proses yang berkaitan dengan pengetahuan dan pembelajaran saja. Desentralisasi pendidikan memungkinkan layanan pendidikan menjadi semakin dekat dengan masyarakat yang dilayaninya. sosial. Akuntabilitas yang semula berorientasi pada kepentingan pemerintah pusat.

2. mandiri dan akuntabel. ketaatan dalam beragama. balun dimakan lah baraso”. dan menafsirkan terhadap suatu bentuk masa depan yang ideal. menganalisa. Visi yang jelas dan utuh Visi merupakan suatu pandangan jauh ke depan menembus ruang dan waktu. berikut ini adalah hal-hal yang sudah seharusnya dimiliki atau menjadi karakter yang melekat pada kepala sekolah: 1. berlaku adil dan proporsional dalam memecahkan masalah. yang mungkin dan dapat diwujudkan. dan kebiasaan (self efficacy) dalam melihat. serta promosi dan demosi. tidak berambisi terhadap imbalan materi serta bertangung jawab terhadap ucapan dan perbuatan. seni.finansial. meyakini bahwa tugas adalah ibadah dan tanggungjawab adalah amanah. Sikap dan sifat ini akan memberikan kontribusi keyakinan dan kepercayaan dalam menciptakan wibawa atas bawahan yang dipimpinnya. . memberikan motivasi untuk memahami tentang konsekwensi dari sebuah tugas tentang keagagalan dan keberhasilan. Visi dapat juga disebut sebagai kristalisasi dan intisari dari suatu kemampuan (competence). Kepemimpinan kepala sekolah yang baik dan berkualitas sudah dapat dipastikan akan mampu mewujudkan sekolah yang efektif. “setiap pemimpin akan senantiasa diminta pertanggunjawaban atas apa yang dipimpinnya”. produktif. Sikap dan sifat tanggung jawab seorang pemimpin akan menumbuhkan rasa percaya diri bawahan. Visi yang jelas dan utuh dapat diimplementasikan melalui niat yang baik. dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. penghargaan dan hukuman. motivasi yang kuat untuk mengembangkan dan memajukan sekolah. Tanggung jawab Sifat dan sikap tanggung jawab merupakan implementasi bahwa kewenangan adalah amanah. Pendidikan harus mampu menjawab tantangan dan memenuhi kebutuhan masyarakat terutama yang berhubungan dengan masalah-masalah yang disebabkan oleh perubahan sosial. budaya. kebolehan (ability). khususnya perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat dan pesat. Dari berbagai tugas dan fungsi kepala sekolah. Seorang pemimpin yang visioner dalam filsafat minang dapat di maknai dengan pepatah ”Alun rabah lah ka ujuang.

Mendengarkan Menjadi pendengar yang baik merupakan salah satu cara terbaik untuk memunculkan kekuatan pengaruh. Melalui perilaku yang menunjukkan keteladanan. 4. Keteladanan yang ditunjukkan kepala sekolah adalah bentuk sikap dan perbuatan yang mungkin ditiru dan menjadi kekuatan bagi dirinya dan bawahannya. seorang kepala sekolah haruslah menjadi seorang pekerja keras (hard worker).Untuk memposisikan ini. Ini berhubungan dengan menghargai kemampuan tenaga kependidikan (staff recognition). Sikap ini termasuk di dalamnya adalah sikap dalam penegakkan disiplin. Pengaruh yang dimiliki seorang pemimpin akan . berbicara. Sikap keteladanan kepala sekolah dapat ditunjukkan dalam bentuk kejujuran yang mencerminkan keterbukaan. dan berjiwa wirausaha (enterpreneur). Memberdayakan staf Memberdayakan staf adalah usaha agar kerjasama lebih optimal. berani dalam mengambil kebijakan yang berhubungan dengan resiko dan penuh perhitungan. kehadiran. tidak terkecuali pada kepala sekolah. tidak menjadi sulit bagi kepala sekolah dalam hal menegur/ membina bawahannya. 3. menghargai pendapat dan hasil kerja bawahan (bagaimanpun bentuknya). Keteladanan Keteladanan merupakan dimensi yang sangat penting yang harus melekat pada seorang pemimpin. kepatuhan/ loyalitas terhadap atasan (negara) baik di lingkungan sekolah maupun di luar lingkungan sekolah (sosial kemasyarakatan). serta mampu memberdayakan dan mempengaruhi orang lain dengan cara yang positif. dan senantiasa memberikan yang terbaik dalam beraktifitas dengan sepenuh hati dan memanfaatkan segenap sumberdaya yang dimilikinya. memperhatikan dan menghormati norma dan etika yang berlaku pada masyarakat sekitar serta menjadikanya salah satu referensi dalam bertindak. 5. berdedikasi (dedicated employer). Kemampuan memberdayakan staf tidak saja mempermudah seorang pemimpin dalam menyelesaikan masalah-masalah. cara berberpakaian. akan tetapi juga memperkuat kerja sama antar kelompok dan individu.

Memberikan pelayanan terbaik Kepuasan pelanggan (costumer satisfaction) dalam kegiatan bisnis adalah hal yang diutamakan. Beberapa upaya yang dapat dilakukan seorang kepala sekolah dalam rangka meningkatkan dan memberikan layanan terbaik adalah dengan meningkatkan disiplin dan kinerja guru. pelayanan terbaik terhadap peserta didik tetap harus diutamakan. Muaranya. akan meningkatkan kepercayaan dan gengsi sekolah. mengembangkan sikap ramah dan kooperatif dengan masyarakat sekitar dan orang tua. Menjadi pendengar yang baik. membangun kredibilitas dan kapabilitas sebagai orang yang dapat diajak bekerja sama. menjadi pendengar yang baik dapat digunakan sebagai modal awal untuk memperoleh kepercayaan. Dalam hal jika terjadi sesuatu yang dapat mengurangi kualitas layanan. Kepuasan peserta didik (terutama orangtua) sebagai pelanggan. Meski pendidikan bukan kegiatan usaha atas keuntungan keuangan (non profit oriented organization).menjadi bekal yang berharga dalam memberdayakan seluruh warga sekolah. disengangi masyarakat dan akhirnya menjadi sekolah favorit. sekolah menjadi kebanggaan peserta didik. mengembangkan sikap ramah bagi semua komponen sekolah. memberikan pelayanan tambahan. memberikan penghargaan/ pujian yang tepat dan wajar. perlu diupayakan agar setiap anggota organisasi (pendidik dan tenaga kependidikan) memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan dan meningkatkan kemampuan dan . layanan yang cepat dan tepat. membantu peserta didik dalam menyelesaikan masalah yang dihadapinya. 7. serta menjaga keharmonisan dengan berbagai instansi terkait baik lembaga vertikal maupun horizontal. Mengembangkan potensi staf Dalam upaya mengoptimalkan sumber daya manusia di sekolah. 6. Mendengar tidak saja merupakan perilaku yang baik dan memperoleh banyak hal. menegakkan aturan dan disiplin yang tepat yang telah dikomunikasikan sebelumnya. kepala sekolah harus segera mengambil langkah-langkah positif agar kepercayaan kembali normal. akan memperoleh banyak informasi yang dibutuhkan dalam menyelesaikan berbagai persoalan.

Usaha yang dapat dilakukan kepala sekolah dalam mengembangkan potensi bawahannya dapat dilakukan dengan memberikan tugas-tugas yang cocok dan diminati oleh bawahannya. Kepala sekolah sebaiknya dapat menerima sejumlah kesalaha yang sewaktu-waktu mungkin terjadi. keteledoran dan atau kesengajaan. Pemberian tugas yang menantang dan semangat kompetisi yang sehat (memberikan penghargaan bagi yang berprestasi) juga dapat dilakukan. Seorang pemimpin yang tidak memperoleh informasi yang tepat dari bawahannya. Kepala sekolah harus mengetahui dan mengenal kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh bawahannya. Memberdayakan sekolah Terdapat dua hal penting yang dapat digunakan untuk memberdayakan sekolah. kepercayaan dan keterbukaan. atau melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi juga merupakan usaha pengembangan kompetensi dan profesionalisasi tenaga pendidik dan kependidikan. Memberikan kesempatan untuk mengikuti kegiatan pendidikan dan latihan. kepala sekolah adalah supervisor guru dalam yang memiliki wawasan memberdayakan seperti membantu mengelola pembelajaran. tidak melihat bawahannya dari sudut pandang kelemahan dan kekurangannya. bawahan yang tidak memperoleh penilaian yang tepat dan menyeluruh akan sulit menentukan bagian mana yang harus diperbaiki dan ditingkatkan.karir dengan optimal. magang. Toleransi ini bukan berarti menutup mata terhadap kecerobohan akibat ketidaktahuan. 8. . Dalam praktiknya. Demikian sebaliknya. Membina kepercayaan adalah memberikan kepercayaan kepada seseorang yang diiringi sikap memberikan toleransi atas sejumlah kekeliruan. Hal ini akan meningkatkan optimalisasi dalam bekerja sama (collaboration througt people) dan juga berhubungan dengan usaha menghargai kemampuan staf (staff recognition). Hal ini akan meningkatkan mutu layanan dan berdampak terhadap mutu pembelajaran. Toleransi tidak bisa diberikan bagi kesalahan yang diulang atau sebenarnya dapat dihindari. tidak akan mampu dalam membina dan memberdayakan. Kepala sekolah yang baik. Keterbukaan merupakan hal lain yang dilakukan untuk menjaga kepercayaan. Memaklumi kesalahan yang terjadi sebagai akibat karena maksud baik untuk memperoleh tujuan yang baik.

ia dikatakan berhasil. Fokus pada peserta didik Kebutuhan utama yang harus dipenuhi oleh kepala sekolah adalah bahwa peserta didik harus dapat belajar secara optimal. Semua fasilitas yang ada harus diarahkan pada kegiatan belajar peserta didik. sikap inovatif adalah hal yang juga harus dimiliki kepala sekolah. Kerja sama dengan perguruan tinggi juga dapat dilakukan untuk memperoleh gambaran yang tepat tentang pendidikan lanjutan termasuk meningkatkan gairah belajar peserta didik. Proses belajar harus menjadi perhatian utama. Jika hasilnya sesuai dengan rencana dan harapan. menerima konsultasi. seorang kepala sekolah harus mampu mengimplementasikan dan mengaktualisasikan berbagai gagasannya dalam tindakan nyata. Dalam rangka menuangkan ide-ide dan gagasan untuk mengembangkan dan memajukan sekolah. Layanan peserta didik harus diarahkan pada ketersediaan sarana dan prasarana yang diperlukan peserta didik dan guru dalam proses belajar. Kerja sama dengan pihak lain yang lebih kompeten dapat dilakukan jika dibutuhkan.memperlancar pengembangan sekolah. Mengutamakan Praktik Selain menguasai berbagai macam dan model teori kependidikan dan kepemimpinan. 10. kerja sama dengan dunia industri dan dunia usaha mutlak harus dilakukan. Kerja sama dapat dilakukan dalam rangka mempermudah akses pelaksanan praktik lapangan industri dan penempatan lulusan setelah tamat. peserta didik sudah memperoleh layanan prima. 9. menjadi perekat kerja sama. Sikap ini dapat . Keberhasilan pemimpin harus didukung oleh loyalitas pada tugas dan energik serta senantiasa penuh semangat dalam melaksanakan tugas-tugasnya. melayani dan memberikan layanan tambahan bagi yang membutuhkan. Melalui proses belajar yang optimal. Seorang pemimpin akan dilihat prestasinya atas apa yang telah diperbuatnya. membimbing dan mendukung pihak-pihak yang terkait dalam menjalankan tugas fungsi dan kewenangannya dalam pemberdayaan sekolah. Bagi sekolah kejuruan. membantu menyelesaikan masalah pribadi maupun kelompok organisasi di sekolah. Fokus pada peserta didik juga termasuk bagaimana memperhatikan motivasi belajar mereka.

Makna kreatif adalah senantiasa mencari dan menemukan cara-cara baru yang lebih baik dalam melaksanakan tugas. Konstuktif. Pragmatis artinya penetapan program dan pelaksanaan kegiatannya disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan nyata yang dimiliki oleh setiap sumber daya sekolah dengan memperhatikan kekuatan dan peluang yang dimiliki sekolah. adaptabel dan fleksibel. disiplin. Adaptabel dan fleksibel. Meskipun kepala sekolah telah memiliki standarnya kinerjanya sendiri. Hal ini agar memungkinkan terjadi peningkatan mutu dan pelayanan pendidikan bagi masyarakat secara berkelanjutan.tercermin melalui cara-cara bekerja secara konstruktif. pada pelaksanaannya standar yang telah ditetapkan bersifat dinamis dan selalu bisa ditingkatkan. Integratif adalah melibatkan semua sumber daya yang dimiliki sehingga memperoleh sinergi untuk mencapai tujuan sekolah yang efektif. Demikian semoga bermanfaat. delegatif. adalah kemampuan beradaptasi terhadap hal-hal baru yang dapat digunakan untuk pencapaian yang lebih baik dan berusaha menciptakan situasi kerja yang menyenangkan dan memudahkan seluruh warga sekolah untuk beradaptasi dalam melaksanakan tugas-tugasnya. . kreatif. Jika semua jenis dan bentuk pekerjaan telah memiliki standarnya masing-masing. maka dalam pengawasannya tidak akan menemukan kesulitan berarti. integratif. pragmatis. Memberikan kewenangan atas tugas-tugas dan tanggungjawab pada mereka yang telah diberikan tugas serta berusaha untuk mempercayainya merupakan konsep delegatif. Kepemimpinan kepala sekolah tidaklah sekedar melaksankan tugas-tugas rutin harian. efisien dan produktif. memiliki makna senantiasa berusaha dan mendorong warga sekolah untuk menjalankan tugas dan tanggungjawabnya secara optimal.

KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH (Apa dan Bagaimana Seharusnya) MAKALAH KEPEMIMPINAN Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat sebagai peserta test calon kepala sekolah yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Kabupaten Pasaman tahun 2012 Oleh: Rusman Iskandar. Pd Guru Produktif Elektro Pada SMK N 1 Bonjol DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN PASAMAN 2012 . S.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->