PROBLEM DAN TANTANGAN PEMBELAJARAN PKn DI SEKOLAH

(Disampaikan dalam Seminar Nasional PKn tgl 4 Mei 2011 di FKIP Unlam Banjarmasin) Oleh Drs. Mukhlis Takwin, SH* * A. PENDAHULUAN Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) adalah salah satu mata pelajaran yang wajib diajarkan di Indonesia di semua jenjang pendidikan dari SD sampai dengan Perguruan Tinggi. Hal ini ditegaskan dalam pasal 37 ayat (1) & (2), UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Namun, faktanya tidak semua sekolah mampu untuk memberikan kesan tentang makna pendidikan termasuk pendidikan kewarganegaraan. Adapun sekolah belum menjadi sarana pendidikan yang menyenangkan dan memberikan pengetahuan yang bermakna bagi peserta didik. Saat ini sekolah lebih banyak membebani siswa dengan pengetahuan yang banyak, tapi tidak bermakna. Tidak heran kalau pengetahuan yang diberikan itu tidak bisa dijadikan topangan keterampilan yang berkembang secara dinamis. Akibatnya, jangankan untuk bersaing, peserta didik kita bahkan tidak mampu untuk membantu dirinya agar mandiri. Pernyataan ini terkait dengan pemahaman siswa terhadap materi ajar, termasuk PKn, dimana siswa mungkin mampu menyajikan tingkat hapalan yang baik terhadap materi yang diterima, tetapi pada kenyataannya mereka seringkali tidak memahami/mengerti secara mendalam pengetahuan tersebut sehingga sulit untuk diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Padahal, program pembelajaran bukanlah sekedar rentetan topic/pokok bahasan semata tetapi harus dipahami dan mampu dipergunakan dalam kehidupan nyata. Menurut pandangan Suryadi dan Somardi (2000) sistem kehidupan bernegara (sebagai bidang kajian PKn) merupakan struktur dasar bagi pengembangan pendidikan kewarganegaraan. Konsep negara tersebut didekati dari sudut pandang sistem, di mana komponen-komponen dasar sistem tata kehidupan bernegara terdiri atas sistem personal, sistem kelembagaan, sistem normatif, sistem kewilayahan, dan sistem ideologis sebagai faktor integratif bagi seluruh komponen. Moh.Mujib Zunun (2010) mengatakan seorang siswa sebelum menerima pembelajaran telah mempunyai konsep awal tentang berbagai fenomena di sekitarnya dan jika konsep baru yang diterima disekolah tersebut ada kaitan dengan konsep awal siswa, maka pembelajaran tersebut akan mudah untuk diterima, sebaliknya jika bertentangan antara konsep awal dan konsep baru, maka siswa akan kesulitan untuk menerimanya bahkan cenderung untulk menolak seperti pura-pura tidak mendengar, cuek atau keluar kelas. Persoalanya sekarang adalah bagaimana menemukan pendekatan yang terbaik untuk menyampaikan berbagai konsep PKn agar siswa dapat menggunakan dan mengingat lebih lama konsep tersebut. Apakah guru PKn telah dapat berkomunikasi secara efektif dengan siswa yang selalu bertanya tentang alasan dari sesuatu, arti dari sesuatu dan hubungan dari apa yang mereka pelajari. Bagaimana membuka wawasan berfikir dan beragam dari seluruh siswa agar konsep yang dipelajarinya dapat dikaitkan dengan kehidupan nyata. Inilah tantangan kita bagi guru, khususnya guru PKn , yang pada ulasan berikut akan penulis coba paparkan dalam Problematika dan Tantangan Guru PKn di Sekolah.

Tetapi juga tak sedikit media yang mencacinya karena kekurang profesionalan guru itu sendiri dalam melaksanakan pekerjaannya. Masyarakat yakin bahwa gurulah yang mendidik anak didik mereka agar menjadi orang yang berkepribadian mulia. Pengelolaan kelas adalah keterampilan seorang guru menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal dan mengembalikannya bila terjadi gangguan dalam proses interaksi eduaktif. tidak mesti di lembaga pendidan formal.jarang sekali ada di antara anak didik saya yang mengangkat tangan ketika saya tanyakan siapakah diantara kalian yang mau jadi guru? Tak ada satupun anak yang mempunyai minat menjadi guru. di suarau/mushalla. Pengelolaan Kelas Problem pokok yang dialami dan dihadapi oleh guru PKn. atau profesi lainnya”. Guru dalam pandangan masyarakat adalah orang yang melaksanakan pendidikan di tempat-tempat tertentu. Suatu kondisi belajar PKn yang optimal dapat tercapai jika guru PKn mampu mengatur anak didik dan sarana pengajaran serta mengendalikannya dalam suasana yang . mereka bilang “gaji guru kecil sich pak! Enakkan jadi tentara. Alasannya. Oleh UU No. Lain dulu lain sekarang. Guru menempati kedudukan yang terhormat di masyarakat. pemberian ganjaran atas ketepatan waktu penyelesaian tugas/PR. pegawai. Banyak media membicarakannya. Dengan kata lain.. PROBLEM GURU PKn Ada beberapa problem atau masalah yang dihadapi oleh Guru PKn. Dari paparan tersebut secara garis besar dapat dikatakan bahwa guru Pkn adalah orang yang dengan fungsinya melaksanakan dan memberikan ilmu pengetahuan kepada anak didik mengenai hubungan antara warga Negara dan Negara serta pendidikan pendahuluan bela negera agar anak didik tersebut nantinya menjadi manusia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air. baik pemula maupun yang sudah profesional (telah disertifikasi) adalah pengelolaan kelas.B. Kewibawaanlah yang menyebabkan guru dihormati. dalam pengertian sederhana adalah orang yang memberikan ilmu pengetahuan kepada anak didik. Banyak media memuji perannya.20 Tahun 2003 pada penjelasan pasal 37 ayat (1) dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air. tetapi bisa juga di masjid. Profesi guru termasuk guru PKn sekarang ini mulai banyak diminati. Saya masih ingat. di rumah dan sebagainya. misalnya penghentian tingkahlaku anak didik yang menyelewengkan perhatian kelas. beberapa tahun yang lalu. dengan materi pokok menyangkut hubungan antara warganegara dan Negara serta pendidikan pendahuluan bela Negara. Sedang kata PKn adalah merujuk pada mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan yang wajib diajarkan di sekolah-sekolah (kurikulum 2006/KTSP). Pengelolaan kelas merupakan masalah yang kompleks. antara lain: 1. Pamornya naik bak artis selebritis yang mulai ngetop. dimana guru PKn dituntut untuk menciptakan dan mempertahankan kondisi kelas untuk mencapai tujuan pengajaran secara efisien dan memungkinkan anak didik dapat belajar.(Syaful Bahri Djamarah. Guru.2005:32). atau penetapan norma kelompok yang produktif. pengelolaan kelas yang efektif adalah syarat bagi pengajaran yang efektif. C. sehingga masyarakat tidak meragukan figure guru. GURU PKn (PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN) Guru Pkn adalah dua kata yang jika diterjemahkan secara bebas adalah guru dan PKn.

UUD. muatan bahan PKN (Civic Education) sangat luas. Kekuasaan dan politik. 40 menit:SMP/MTs. Keberadaan PKn dalam Penentuan Kelulusan Problem ketiga adalah keberadaan mata pelajaran PKn dalam penentuan kelulusan siswa dalam satuan pendidikan dasar dan menengah. Dalam kurikulum 1968. 8. keterampilan kewarganegaraan (civic skills). Hal ini sangat kentara terasa pada siswa kelas IX dan XII. pihak sekolah dengan alasan klise meminta (memerintahkan) pada guru agar mata pelajaran-mata pelajaran . Globalisasi. dan karakter atau watak kewarganegaraan (civic dispositions). Selanjutnya. Persatuan bangsa. Dilihat dari struktur keilmuannya. karena bukan hanya membahas Civics dan UUD 1945. 1. mata pelajaran PKn ditiadakan atau ditinggal pada kegiatan pemadatan materi pelajaran di sekolah-sekolah. 3. tergerus dengan kebutuhan pokok keluarga sehari-hari. Sudah bukan rahasia lagi bahwa materi PKn sangatlah luas dan mencakup hubungan warga Negara dengan Negara dan pendidikan pendahuluan bela Negara yang dari masa ke masa ruang lingkup materinya mengalami perubahan sejalan dengan dinamika dan kepentingan politik. 3. 45 menit :SMA/MA). Perbandingan Materi dengan Alokasi Waktu Pembelajaran Problem pokok ke dua adalah keluasan materi PKn yang tidak seimbang dengan alokasi waktu yang tersedia pada jam pelajaran efektif di sekolah-sekolah. yakni sekitar 2 JP minggu( Catatan 1 JP = 35 menit: SD/MI. isi pelajaran Kewarganegaraan membahas cara-cara memperoleh kewarganegaraan dan cara-cara kehilangan kewarganegaraan Indonesia. dimana dengan tidak termasuk pada mata pelajaran yang di UN (ujian nasional) kan. kesopanan dan hukum). Nilai dan norma (agama. Keadaan ini berimbas pada keharusan guru PKn memiliki wawasan luas dan mampu mengikuti perkembangan pengetahuan regional dan global yang bisa diperoleh melalui beragam bahan bacaan dan penguasaan teknologi informasi seperti internet. 7. 2. dimana menjelang UN. baik oleh siswa maupun pihak sekolah akan pentingnya materi PKn. dalam standar kompetensi kurikulum PKn 2004 dan KTSP 2006 diuraikan bahwa ruang lingkup mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan ditekankan pada bidang kajian Sistem Berbangsa dan Bernegara dengan aspek-aspeknya sebagai berikut. ada kecenderungan mengabaikan. 5. 2. Pancasila dan konstitusi negara. 6. Masyarakat demokratis. kesusilaan. Hak asasi manusia. Padahal. pidato politik kenegaraan. Pendidikan Kewarganegaraan paradigma baru mencakup tiga dimensi keilmuan. pada ujian sekolah untuk mata pelajaran PKn masih banyak siswa yang mendapat nilai dibawah standar/KKM. yang bagi banyak guru PKn menjadi sesuatu yang elit dan terabaikan. Kebutuhan hidup warga negara. tetapi meliputi pula muatan sejarah kebangsaan Indonesia dan bahkan di Sekolah Dasar mencakup ilmu bumi. Ironisnya. yaitu dimensi pengetahuan kewarganegaraan (civic knowledge).menyenangkan untuk mencapai tujuan pengajaran. 4. Pengelolaan kelas yang efektif merupakan prasyarat mutlak bagi terjadinya proses interaksi edukatif yang efektif. Dalam kurikulum 1957. yang terutama diarahkan untuk "nations and character building" bangsa Indonesia. sedangkan isi materi mata pelajaran Civics pada tahun 1961 adalah sejarah kebangkitan nasional.

justru akan membuat guru dapat kreatif memanfaatkan sumber belajar lainnya yang tidak hanya berada di dalam kelas. Pertama adalah aspek kegiatan siswa: Apakah kegiatan yang dilakukan siswa bersifat individual atau bersifat kelompok. suatu model pembelajaran yang efektif dan efisien mau tidak mau harus ditampilkan sebagai alternative.yang tidak di UN kan. Akibatnya. apa yang disebut Self-Study. Kreativitas Pembelajaran yang Minim Problem keempat dari guru adalah kurang kreatifnya guru/orang PKn dalam membuat alat peraga. Pertama. Seperti : Pasar. Berdasarkan dua dimensi yang masing-masing memiliki dua kutub tersebut terdapat empat model pelaksanaan PBM. Selama ini masih banyak guru PKn yang menggunakan metode ceramah saja dalam pembelajarannya. Guru PKn mengajar lebih banyak mengejar target yang berorientasi pada nilai ujian akhir. Proses transfer pengetahuan atau sering dikenal dengan istilah Proses Belajar Mengajar (PBM) memiliki dua dimensi. seperti komputer. kurang demokratis. Model pertama ini memusatkan perhatian pada diri siswa. agar mendokrak nilai ujian sekolah tersebut demi gengsi sekolah dan untuk memenuhi tuntutan pengguna lulusan yang mensyaratkan nilai PKn minimal 7 untuk dapat diterima di lembaganya. kurang fleksibel. sehingga mata pelajaran PKn tidak dianggap sebagai mata pelajaran pembinaan warga negara yang menekankan pada kesadaran akan hak dan kewajiban tetapi lebih cenderung menjadi mata pelajaran yang jenuh dan membosankan. Mereka tak pernah berpikir untuk membuat sendiri media pembelajarannya. media dan penggunaan metode pembelajaran. Siswa harus dapat mengintegrasikan pengetahuan yang baru diterima ke dalam pengetahuan yang telah dimiliki. dan lain sebagainya D. Agar siswa dapat memusatkan perhatian perlu diarahkan oleh dirinya sendiri dan bantuan dari luar. Kalau saja para guru/orang PKn kreatif. sikap. Kondisi minimnya dana. Ruang sidang DPR. aspek orientasi guru atas kegiatan siswa: Apakah difokuskan pada individu atau kelompok. Akibatnya. 4. posisi PKn dengan materi yang begitu penting dan wajib seakan bias dengan keadaan nyata oleh kebijakan sekolah yang terkesan bahwa PKn hanyalah pelengkap penderita. dan tindakan. misalnya. aktivitas guru lebih dominan daripada siswa. Yakni. MODEL PEMBELAJARAN PKn Untuk menghadapi problem tersebut di atas. Lapangan Olahraga. tak ada media lain yang digunakan. pembelajaran dalam Proses Belajar Mengajar (PBM) terkesan sangat kaku. pasti akan banyak ditemukan berbagai alat peraga dan media yang dapat digunakan guru PKn untuk menyampaikan materi pembelajarannya. Guru PKn yang kreatif tak akan pernah menyerah dengan keadaan. Museum. yakni guru. Kedua. Memang untuk suatu model pembelajaran belum tentu cocok dengan semua pokok bahasan. Untuk pelaksanaan model Self-Study ini perlu didukung dengan peralatan teknologi. Keberhasilan model ini ditentukan terutama oleh kesadaran . Pengadilan . di samping masih menggunakan model konvensional yang monoton. Namun sebagai alternative beberapa model pembelajaran yang dapat diterapkan pada pembelajaran PKn perlu diketengahkan. akibatnya guru seringkali mengabaikan proses pembinaan tatanan nilai. termasuk PKn. kegiatan siswa dilaksanakan secara individual dan orientasi guru dalam mengajar juga bersifat individu. dan guru cenderung lebih dominan one way method.

Oleh karena itu. Dengan pendekatan ini. apa yang dikenal dengan istilah cara mengajar tradisional. Di samping tujuan bersama yang akan dicapai. Model ini sangat sederhana. Dengan demikian. Siswa akan dapat mengintegrasikan apa yang didengar ke dalam pengetahuan yang telah dimiliki apabila siswa dapat mengkaitkan pengetahuan dengan apa yang diingat. kondisi siswa. Keempat. Model ini menekankan partisipasi siswa dalam kegiatan PBM. Setiap siswa tidak hanya bertanggung jawab atas kemajuan dan keberhasilan dirinya. Keberhasilan model ini terutama ditentukan oleh adanya saling hormat dan saling mempercayai di antara siswa. Artinya. Seberapa jauh siswa dapat berpartisipasi dalam kegiatan akan ditentukan oteh seberapa jauh kegiatan memiliki kebebasan dan dapat membangkitkan semangat kompetisi. CBSA. cukup papan tulis dan kapur. hasil individu siswa tidak hanya didasarkan kemampuan masing-masing. kebersamaan dan kerjasama dalam pembelajaran ini juga di arahkan untuk mengembangkan kemampuan kerjasama di antara para siswa. guru tidak selalu memberikan tugas-tugas secara individual. Kegiatan siswa di arahkan untuk mencapai tujuan bersama yang telah merupakan konsensus di antara mereka. dan.dan tanggung jawab pada diri sendiri. tetapi orientasi guru bersifat individu. kondisi lingkungan dan kondisi fasilitas. d) merubah social arrangement. Kedua. Model ini memiliki aktivitas siswa bersifat individual dan orientasi guru mengarah pada kelompok. merupakan salah satu contohnya. Agar dapat melaksanakan empat langkah tersebut di atas. Seberapa jauh siswa dapat mendengar apa yang diceramahkan guru tergantung pada ritme guru membawakan ceramah itu sendiri. Pengetahuan yang diperoleh dan dapat dihayati merupakan hasil diskusi dengan temannya. Kebersamaan dan kerjasama dalam pembelajaran merupakan kerjasama di antara para siswa untuk mencapai tujuan belajar bersama. guru PKn hanya memerlukan . siswa yang pandai akan menjadi tutor membantu siswa yang kurang pandai demi prestasi kelompok sebagai satu kesatuan. tetapi juga bertanggung jawab atas keberhasilan dan kemajuan kelompoknya. Di samping itu pula. tetapi juga dilihat berdasarkan hasil prestasi kelompok. Model ini menekankan kerjasama di antara para siswa. khususnya. Artinya. Keempat model tersebut pada intinya menekankan bahwa dalam proses belajar mengajar apa yang dilaksanakan memiliki empat aspek. Sebab modal mengajar yang baik adalah model mengajar yang cocok dengan karakteristik materi. Konsensus ini didasarkan pada nilai-nilai yang dihayati bersama. Keberhasilan model ini banyak ditentukan oleh otoritas guru. c) mengkontrol kelas. Model ini memiliki aktivitas yang bersifat kelompok. Pada model ini kegiatan utama siswa adalah mendengar dan mencatat apa yang diceramahkan guru. b) memotivasi siswa. Bahkan penentuan hasil evaluasi akhirpun menggunakan prinsip kelompok. Model ini memiliki aktivitas siswa yang bersifat kelompok dan orientasi guru juga bersifat kelompok. yakni: a) menyampaikan informasi. sangat mungkin dalam mengajar memadukan berbagai model tersebut di atas. apa yang disebut model Persaingan. Model ini memerlukan teknologi baik berupa alat ataupun berupa manajemen seperti bentuk konferensi dan seminar. apa yang dikenal dengan istilah Model Cooperative-Collaborcitive. dalam kelompok akan senantiasa dikembangkan pengambilan keputusan. tidak memerlukan dukungan teknologi. semua siswa harus aktif dalam kegiatan kelompok tersebut. melainkan secara kelompok. Keempat model tersebut tidak ada yang lebih baik satu atas yang lain. Ketiga. di antara keempat model tersebut tidaklah bersifat saling meniadakan.

untuk pembinaan dan pengembangan profesional kemampuan guru PKn. merumuskan tahapan pembelajaran PKn.. setrategi pemilihan metode pembelajaran tidak dapat dinafikan. SETRATEGI PEMILIHAN METODE Untuk dapat mencapai pembelajaran PKn yang diharapkan. Pembelajaran materi Kewarganegaraan merupakan proses dan upaya dengan menggunakan pendekatan belajar kontekstual untuk mengembangkan dan meningkatkan kecerdasan. khususnya dalam menaati hukum. Pembelajaran hendaknya dilakukan secara kelompok dengan menekankan kepada diskusi terutama untuk mempelajari bahan pelajaran yang berbentuk masalah politik hukum dan kenegaraan dalam PKn. tanpa memiliki tiga kemampuan dasar tersebut. yakni sebagai soft profession. di mana unsur art dan sense memegang peran yang amat penting. merumuskan indikator atau tujuan pembelajaran PKn. dan politik bernegara. dan karakter warga negara Indonesia. yakni kemampuan untuk menyampaikan sesuatu secara oral atau ceramah. di mana guru menggunakan pertanyaan pengarah untuk membantu siswa mengembangkan pandangan dan internalisasi terhadap materi yang dipelajari. tes. . dan. kedua. keterampilan. satu memahami rumusan tujuan instruksional atau standar kompetensi dan komptensi dasar yang ingin dicapai setelah pembelajaran materi PKn. yang diperlukan bukannya instruksi. atau pelaksanaan demokrasi. Demikian pula untuk guru PKn. betapapun dididik dengan gaya samba Brazil atau gerendel Italia tetap saja tidak akan dapat memenangkan pertandingan. Sebaliknya. Adapun setrategi tersebut adalah. Tanpa menguasai tiga kemampuan dasar tersebut. lembaga pemilu. Sudah saatnya posisi mengajar diletakan kembali pada profesi yang tepat. serta segera memberikan umpan balik atas apa yang dilakukan siswa. E. mengamati sejauh mana siswa mampu mempraktekkan keterampilan tersebut. dan alat bantu tradisional lain. juklak dan juknis serta berbagai pedoman lain. b) coaching. yang dibantu dengan buku teks. yakni a) didaktik. di mana guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk berlatih dan mempraktikan keterampilannya. . adalah pengembangan media pembelajaran sesuai dengan karakteristik materi pembelajaran antara lain dapat dikembangkan dalam model kasus hukum. keempat. Melainkan.. demontrasi. Sudah barang tentu apabila guru telah menguasai dengan baik materi yang akan disampaikan. metode mengajar apapun akan dapat dilaksananakan dengan mudah oleh yang bersangkutan.tiga kemampuan dasar. Mengembangkan alat evaluasi yang tidak hanya menekankan kepada hasil belajar akan tetapi mengembangkan alat evaluasi terhadap proses pembelajaran. c) socratic atau mauitic question. ketiga. serta memberikan kebebasan kepada guru PKn untuk berinovasi dalam melaksanakan proses belajar mengajar. dengan menguasai tiga kemampuan dasar tersebut. memperbaiki dan meningkatkan tiga kemampuan dasar yang harus dimiliki guru PKn sebagaimana tersebut di atas. ibaratnya pemain sepakbola yang tidak memiliki kemampuan dasar bermain bola. Metode simulasi dapat dilakukan misalnya pada saat dihadapkan pada pembelajaran yang memuat pengembangan aspek sikap dan keterampilan seperti bagaimana membuat surat gugatan perkara Hukum. dan. Kelima. Oleh karena itu. betapapun para guru dilatih berbagai metode mengajar yang canggih tetap saja prestasi siswa tidak dapat ditingkatkan. seperti bagaimana menendang atau heading yang baik dan benar. yang cenderung akan mematikan kreativitas guru.

Penilaian dapat menggunakan model penilaian berdasarkan perbuatan (performancebased assessment) atau juga dikenal dengan penilaian otentik (authentic assessment). Achmad Kosasih Djahiri. PENUTUP Dari keseluruhan paparan diatas. (2000). Sekolah Menengah Atas dan Madrasah Aliyah. Depdiknas. (2004). Guru dan Anak didik Dalam Interaksi Edukatif. siswa diberikan latihan untuk belajar secara kontekstual. tidak ada pilihan kecuali memacu diri untuk mendekati kearah guru professional. Jakarta: Ditjen PLP. (2003). Anonim. disenangi dan dirindukan anak didik di kelas guna membawa mereka kearah kemajuan bangsa. Dikdasmen. cinta tanah air dan mandiri membangun bangsa berdasar pada Pancasila dan UUD 1945. sebagaimana termuat dalam pasal 37 ayat (1) UU No. menguasai berbagai model pembelajaran serta cakap dalam setrategi pemilihan metode yang tepat atas suatu pokok bahasan yang diajarkan. Anonim. Pemikiran Ke arah Rekayasa Kurikulum . Dalam memberikan pembelajaran PKn di sekolah-sekolah. 6. Beberapa problem mendasar yang dihadapi oleh guru PKn adalah. Ace. Hamid Darmadi. Saiful Bahri Djamarah (2005). Bandung: Alfabeta 7. tetapi memerlukan usaha dan keterampilan khusus. Jakarta: Ditjen PLP. Perencanaan Pembelajaran PKN (Bahan PTBK Guru SMP). Guru PKn adalah orang yang dengan fungsinya melaksanakan dan memberikan ilmu pengetahuan kepada anak didik mengenai hubungan antara warga Negara dan Negara serta pendidikan pendahuluan bela negera agar anak didik tersebut nantinya menjadi manusia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air. F. Strategi Pembelajaran IPS/PKN. (1988). Suryadi. mata pelajaran PKn adalah salah satu mata pelajaran penting di Indonesia dan dilindungi UU. (2010). media dan variasi penggunaan metode pembelajaran PKn oleh guru PKn. Jakarta:Depdiknas 4. Seiring dengan kemajuan zaman dan pandangan yang positif terhadap guru termasuk guru PKn. memperluas wawasan. Pengantar Pendidikan Kewarganegaraan. ketidak seimbangan antara keluasan materi dan waktu pembelajaran dikelas.20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Depdiknas 5. Jakarta: Ditjen PLP. Pendekatan Kontekstual. dan Somardi. 8. Bandung: IKIP Bandung 2. minimnya alat peraga. pengelolaan kelas. (2005). Standar Kompetensi Mata Pelajaran Kewarganegaraan. Dikdasmen. 3. (2005). keberadaan PKn dalam penentuan kelulusan. Jakarta: Renika Cipata. Kurikulum 2004. Anonim. Penilaian terhadap pembelajaran materi PKn dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan diarahkan untuk mengukur pencapaian indikator hasil belajar. Anonim. tidaklah mudah. dapat ditarik kesimpulan bahwa. Daftar Pustaka 1. Suatu Pendekatan Psikologis.Praktek Belajar Kewarganegaraan (PBK) adalah suatu inovasi pembelajaran yang dirancang untuk membantu peserta didik memahami teori kewarga-negaraan melalui pengalaman belajar praktek-empirik. Pedoman Khusus Pengembangan Silabus Mata Pelajaran PKn Berbasis Kompetensi (SMP). Dengan adanya praktek. Dikdasmen.

9. dkk (2007) Strategi Pembelajaran PKn. 2007 10. Guru & Problematika yang Dihadapinya 11. Wijaya Kusumah. Makalah disajikan dalam seminar The Needs for New Indonesian Civic Education. Bandung: CICED. (2009).Pendidikan Kewarganegaraan. www.Pikiran Rakyat. Suwarma Al Muchtar. © Jakarta: Universitas Terbuka.com Peraturan-peraturan • UU Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional • Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah • Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah .

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.