Pengolahan DanPemanfaatan Limbah Kapas Pada Industri Tekstil

Tahun Ajaran 2011 - 2012 Disusun oleh : Nama: Endro waspodo Kelas: XI TKR1

Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca.. Makalah ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang Pengolahan Limbah Tekstil. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Tuhan akhirnya makalah ini dapat terselesaikan. yang kami sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber. Makalah ini di susun oleh penyusun dengan berbagai rintangan. Terima kasih Penyusun. Baik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang datang dari luar. KATA PENGANTAR Segala puji bagi Tuhan yang telah menolong hamba-Nya menyelesaikan makalah ini dengan penuh kemudahan. Penyusun mohon untuk saran dan kritiknya. Tanpa pertolongan Dia mungkin penyusun tidak akan sanggup menyelesaikan dengan baik. Endro Waspodo . Walaupun makalah ini memiliki kelebihan dan kekurangan.

2 Sumber Limbah…………………………………………………………………………………………1 2.5 Pemanfaatan Limbah……………………………………………………………………………….2Tujuan ……………………………………………………………………………………………………….1DaftarPustaka………………………………………………………………………………………….i Daftar isi……………………………………………………………………………………………………………. 1 2.ii Bab 1 Pendahuluan ………….4 Penanganan Limbah………………………………………………………………………………….....ii 1.3 jenis Limbah ……………………………………………………………………………………………..Daftar isi Kata Pengantar ………………………………………………………………………………………………….1 proses pembuatan tekstil………………………………………………………………………….iii . ……………………………………………………………………………….2 2.1 2.……………………………………………………………………….2 2.ii Bab 2 Pembahasan …………………..1Latar Belakang………… …………………………………………………………………………………ii 1..3 Bab 3KataPenutup………………………………………………………………………………………………iii 3.

.3 Tujuan .oleh karena itu limbah tersebut harus dapat diolah menjadi bahan yang lebih bemanfaat dan berguna bagi kehdupan agar limbah dapat bekurang dan tidak menyebabkan pencemaran lingkungan yang dapat merusak lingkungan sekitar maupun alam 1. 1.1 Latar Belakang Penulis Karena banyaknya limbah industri yang semakin sulit untuk dimanfaatkan kembali. 1.untuk mengurangi dampak pencemaran lingkungan yang terus bertambah akibat dari penggunaan bahan bahan kimia dan tekstil.2Latar Belakang Usaha Untuk mengurangi dampak limbah yang terlalu banyak yang disebabkan oleh pabrik pabrik tekstil sehingga limbah tersebut dapat dikurangi dan tidak menyebabkan pencemaran lingkungan.untuk itu diperlukan pengolahan limbah untuk meminimalkan dampak kerusakan di bumi yang semakin tua ini.BAB I Pendahuluan Seiring dengan penggunaan bahan tekstil limbah yang dihasilkan oleh bahan tekstil juga semakin banyak pula.sehingga muncul pemikiran untuk membuat suatu limbah industry yang masih dapat dipakai kembali dan digunakan untuk keperluan yang lain yang lebih berguna.

penggelantangan.5 : 1 sampai 3 : 1. merserisasi. Informasi tentang banyaknya limbah produksi kecil batik tradisional belum ditemukan. benang buatan maupun kapas dikanji agar serat menjadi kuat dan kaku. Beban tiap ton produk lebih besar untuk operasi kecil dibandingkan dengan operasi modern yang besar. . Kapas juga dapat dimerserisasi dengan perendaman dalam natrium hidroksida. Perbandingan COD : BOD adalah dalam kisaran 1. Sering pada waktu yang sama dengan pengkanjian. pewarnaan. pencetakan dan proses penyempurnaan. perekat gelatin. Sesudah penenunan serat dihilangkan kanjinya dengan asam (untuk pati) atau hanya air (untuk PVA atau CMC). getah. Penghilangan kanji pada kapas dapat memakai enzim. polivinil alkohol (PVA) dan karboksimetil selulosa (CMC). Proses penyempurnaan kapas menghasil kan limbah yang lebih banyak dan lebih kuat dari pada limbah dari proses penyempurnaan bahan sistesis. Sebelum proses penenunan atau perajutan. Penenunan. 2.1 PROSES PEMBUATAN TEKSTIL Serat buatan dan serat alam (kapas) diubah menjadi barang jadi tekstil dengan menggunakan serangkaian proses. dilanjutkan pembilasan dengan air atau asam untuk meningkatkan kekuatannya. pemasakan. perajutan. Zat kanji yang lazim digunakan adalah pati. berkisar dari 25 kg BOD/ton produk sampai 100 kg BOD/ton. Pemintalan mengubah serat menjadi benang. proses penghilangan kanji. Gabungan air limbah pabrik tekstil di Indonesia rata-rata mengandung 750 mg/l padatan tersuspensi dan 500 mg/l BOD. digunakan pengikisan (pemasakan) dengan larutan alkali panas untuk menghilangkan kotoran dari kain kapas. pengikatan dan laminasi merupakan proses kering.BAB 2 Pembahasan Limbah tekstil merupakan limbah yang dihasilkan dalam proses pengkanjian. Pabrik serat alam menghasilkan beban yang lebih besar. Serat kapas dibersihkan sebelum disatukan menjadi benang.

enzim. 2. Pencetakan memberikan warna dengan pola tertentu pada kain diatas rol atau kasa.3 JENIS LIMBAH 1. Pemasakan dan merserisasi kapas serta pemucatan semua kain adalah sumber limbah cair yang penting. Cr. Proses pencetakan menghasilkan limbah yang lebih sedikit daripada pewarnaan. Zn. CMC. Pb. pH yang sangat bervariasi dan beban pencemaran yang tergantung pada proses dan zat kimia yang digunakan. tetapi kebanyakan pewarnaan tekstil sesudah ditenun. Cu. Kapas memerlukan pengelantangan yang lebih ekstensif daripada kain buatan (seperti pendidihan dengan soda abu dan peroksida). Penghilangan kanji biasanya memberi kan BOD paling banyak dibanding dengan proses-proses lain. Pewarnaan dan pembilasan menghasilkan air limbah yang berwarna dengan COD tinggi dan bahan-bahan lain dari zat warna yang dipakai. Proses-proses ini menghasilkan limbah cair dengan volume besar.2 SUMBER LIMBAH Larutan penghilang kanji biasanya langsung dibuang dan ini mengandung zat kimia pengkanji dan penghilang kanji pati.Penggelantangan dengan natrium hipoklorit. peroksida atau asam perasetat dan asam borat akan memutihkan kain yang dipersiapkan untuk pewarnaan. Cd. Hidrokarbon terhalogenasi (dari proses dressing dan finishing) 3. Pewarnaan serat. BOD. 2. Di Indonesia denim biru (kapas) dicat dengan zat warna. Di Indonesia zat warna berdasar logam (krom) tidak banyak dipakai. yang menghasilkan asam. COD. padatan tersuspensi dan zat-zat kimia. asam. Pigmen. Logam berat terutama As. seperti fenol dan logam. Tensioactive (surfactant) 2. zat warna dan pelarut organic 4. benang dan kain dapat dilakukan dalam tong atau dengan memakai proses kontinyu.4 PENANGANAN LIMBAH . basa. PVA. Kain dibilas diantara kegiatan pemberian warna. 2.

Langkah pertama untuk memperkecil beban pencemaran dari operasi tekstil adalah program pengelolaan air yang efektif dalam pabrik. Proses penghilangan logam menghasilkan lumpur yang sukar diolah dan sukar dibuang. Zat pewarna yang sedang dipakai akan menentukan sifat dan kadar limbah proses pewarnaan. menggunakan : Pengukur dan pengatur laju alir Pengendalian permukaan cairan untuk mengurangi tumpahan Pemeliharaan alat dan pengendalian kebocoran Pengurangan pemakaian air masing-masing proses Otomatisasi proses atau pengendalian proses operasi secara cermat Penggunaan kembali alir limbah proses yang satu untuk penambahan (make-up) dalam proses lain (misalnya limbah merserisasi untuk membuat penangas pemasakan atau penggelantangan) Proses kontinyu lebih baik dari pada proses batch (tidak kontinyu) Pembilasan dengan aliran berlawanan Penggantian dan pengurangan pemakaian zat kimia dalam proses harus diperiksa pula : Penggantian kanji dengan kanji buatan untuk mengurangi BOD Penggelantangan dengan peroksi da menghasilkan limbah yang kadarnya kurang kuat daripada penggelantangan pemasakan hipoklorit Penggantian zat-zat pendispersi. Pewarnaan dengan . pengemulsi dan perata yang menghasilkan BOD tinggi dengan yang BOD-nya lebih rendah. Bila digunakan pewarna yang mengandung logam seperti krom. Pewarna dengan dasar pelarut harus diganti pewarna dengan dasar air untuk mengurangi banyaknya fenol dalam limbah. mungkin diperlukan reduksi kimia dan pengendapan dalam pengolahan limbahnya.

telah digunakan pengolahan yang lebih unggul yaitu dengan menggunakan karbon aktif. Lumpur yang dihasilkan pengolahan limbah secara kimia adalah sumber utama limbah pada pabrik tekstil. sesudah penetralan dan ekualisasi. Limbah dari pengolahan kimia dapat dicampur dengan semua aliran limbah yang lain untuk dilanjutkan ke pengolahan biologi. 2. COD. garam feri atau poli-elektrolit). Jika pabrik menggunakan pewarnaan secara terbatas dan menggunakan pewarna tanpa krom atau logam lain. Limbah lain yang mungkin perlu ditangani adalah sisa kain. koagulasi dan penjernihan (dengan tawas. penukar ion dan penjernihan kimia. saringan pasir. Cara-cara biologi yang telah terbukti efektif ialah laguna aerob.permukaan kain yang terbuka dapat mengurangi jumlah kehilangan pewarna yang tidak berarti. Limbah operasi pencelupan dapat diolah dengan efektif untuk menghilangkan logam dan warna. Sistem dengan laju alir rendah dan penggunaan energi yang rendah lebih disukai karena biaya operasi dan pemeliharaan lebih rendah.5 PEMANFAATAN LIMBAH Industri tekstil tidak banyak menghasilkan banyak limbah padat. jika menggunakan flokulasi kimia. dapat juga digunakan sebagai isi bantal dan boneka sebagai pengganti dakron. warna dan parameter lain dengan kadar yang sangat rendah. Kolom percik adalah cara yang murah akan tetapi efisiensi untuk menghilangkan BOD dan COD sangat rendah. Untuk memperoleh BOD. parit oksidasi dan lumpur aktif. Alternatif pemanfaatan sisa kain adalah dapat digunakan sebagai bahan tas kain yang terdiri dari potongan kain-kain yang tidak terpakai. maka gabungan limbah sering diolah dengan pengolahan biologi saja. padatan tersuspensi. maka aliran limbah dari proses pencelupan harus dipisahkan dan diolah tersendiri. . Pengolahan limbah cair dilakukan apabila limbah pabrik mengandung zat warna. diperlukan lagi pengolahan kimia atau pengolahan fisik untuk memperbaiki daya kerjanya. sisa minyak dan lateks.

. Jawa Barat. lumpur dapat ditebarkan diatas tanah. sampai ada suatu tempat pengolahan limbah berbahaya yang dikembangkan di Indonesia. Kabupaten Bogor. Jika pewarna yang dipakai tidak mengandung krom atau logam lain.Lumpur dari pengolahan fisik atau kimia harus dihilangkan airnya dengan saringan plat atau saringan sabuk (belt filter). Jika lumpur mengandung logam. dan yang ada pada saat ini adalah Pengolahan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B-3) di Cilengsi. maka ia harus disimpan ditempat yang aman.

Makalah ini kami persembahkan bagi berkembangnya struktur pendidikan di smkn 1 doko. 3. Semoga bantuan anda sekalian tidak sia-sia. semua orang yang membutuhkan bahan-bahan yang terkait dengan teks tertlis dalam konteks bermasyarakat menjadi tertolong dan tidak kesulitan dalam mencari bahan-bahan yang dibutuhkan.BAB 3 Penutup Demikianlah hasil dari makalah yang telah kami buat dalam rangka memperdalam wawasan kami tentang “pemanfaatan dan pengolahan limbah tekstil”. Semoga apa yang tertulis di dalam makalah ini selalu abadi dan memberikan berkah yang tiada hentimya dalam kehidupan kita bersama Terima kasih atas segala pihak yang telah membantu terbentuknya makalah ini. kami dapat memberikan pengetahuan yang luas kepada semua orang yang membacanya terutama bagi siswa-siswi smkn 1 doko.1 Dafatr Pustaka www. Kami juga berharap bahwa dengan terbentuknya makalah ini.google. Semoga dengan terbentuknya makalah ini.com .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful