Pupuk Hayati MiG-6PLUS dan Aplikasi Penanaman Singkong Mekarmanik

Singkong Varietas Mekarmanik

IKLIM a.BUDIDAYA KETELA POHON / SINGKONG VARIETAS MEKARMANIK A.0 dengan pH ideal 5. b. b. c. Bila suhunya dibawah 10 derajat C menyebabkan pertumbuhan tanaman sedikit terhambat. pada umumnya tanah di Indonesia ber pH rendah (asam). dan efektif memanfaatkan hara P yang terikat oleh Al dan Ca. 2006). Sinar matahari yang dibutuhkan bagi tanaman ketela pohon / singkong sekitar 10 jam / hari terutama untuk kesuburan daun dan perkembangan umbinya. toleran keracunan Al. Jenis tanah yang sesuai untuk tanaman ketela pohon / singkong adalah jenis aluvial latosol. d. mediteran. Tanah yang paling sesuai untuk ketela pohon / singkong adalah tanah yang berstruktur remah.5. SYARAT PERTUMBUHAN 1. menjadi kerdil karena pertumbuhan bunga yang kurang sempurna. MEDIA TANAM a. sehingga seringkali dikatakan cukup netral bagi suburnya tanaman ketela pohon. b. Ketela pohon harus dengan pertumbuhannya yang normal dan sehat serta seragam d. Sebaiknya varietas unggul yang dibudidayakan memiliki sifat toleran kekeringan.5 cm lurus. tidak terlalu liat dan tidak terlalu poros serta kaya bahan organik. e. B. Gunakan varietas unggul yang mempunyai potensi hasil tinggi.0 – 5. yaitu berkisar 4. Tanah dengan struktur remah mempunyai tata udara yang baik. Belum tumbuh tunas-tunas baru. dan sesuai untuk daerah penanaman. podsolik merah kuning. Kelembaban udara optimal untuk tanaman ketela pohon/singkong antara 60 – 65%.8. Derajat keasaman (pH) tanah yang sesuai untuk budidaya ketela pohon berkisar antara 4. c.. c. Suhu udara minimal bagi tumbuhnya ketela pohon/singkong sekitar 10 derajat C. dan 100150 mm pada fase menjelang dan saat panen (Wargiono. 2. Sumber : BPPT dan Teknologi MiG-6plus .5 – 8. ubikayu memerlukan curah hujan 150200 mmpada umur 1-3 bulan. dkk. 250-300 mm pada umur 4-7 bulan. toleran lahan pH rendah dan/atau tinggi. disukaikonsumen. gembur. Batang telah berkayu dan berdiameter ± 2. PEDOMAN BUDIDAYA a) BIBIT a. grumosol dan andosol. Untuk dapat berproduksi optimal. unsur hara lebih mudah tersedia dan mudah diolah. Ketela pohon berasal dari tanaman induk yang cukup tua (10-12 bulan).

kegiatan yang perlu dilakukan sebelum pengolahan lahan adalah : a. b. Hal ini perlu diperhitungkan dengan asumsi waktu tanam bersamaan dengan tanaman lainnya (tumpang sari). Sumber : BPPT dan Teknologi MiG-6plus . Pengaturan volume produksi penting juga diperhitungkan karena berkaitan erat dengan perkiraan harga saat panen dan pasar. seperti permbersihan tanaman liar maupun sehatnya pertumbuhan tanaman. Penganalisaan jenis tanah pada contoh atau sempel tanah yang akan ditanami untuk mengetahui ketersediaan unsur hara. Bedengan atau pelarikan dilakukan untuk memudahkan penanaman. Tujuan pembersihan lahan untuk memudahkan perakaran tanaman berkembang dan menghilangkan tumbuhan inang bagi hama dan penyakit yang mungkin ada. c.3. Pengukuran pH tanah dilakukan dengan menggunakan kertas lakmus. pH meter dan atau cairan pH tester. b. 2. Pembentukan bedengan ditujukan untuk memudahkan dalam pemeliharaan tanaman. Pembentukan Bedengan (Guludan) Bedengan dibuat pada saat lahan sudah 70% dari tahap penyelesaian. Luas areal penanaman disesuaikan dengan modal dan kebutuhan setiap petani ketela pohon. Persiapan.b) PENGOLAHAN MEDIA TANAM a. Pembukaan dan Pembersihan Lahan Pembukaan lahan pada intinya merupakan pembersihan lahan dari segala macam gulma (tumbuhan pengganggu) dan akar-akar tanaman sebelumnya. sehingga sekaligus dapat memproduksi beberapa variasi tanaman sejenis. kandungan bahan organik. Penetapan jadwal / waktu tanam berkaitan erat dengan saat panen. sesuai dengan ukuran yang dikehendaki. d.

1. Jenis kapur yang digunakan adalah kapur kalsit/kaptan (CaCO3). Bila tanahnya keras/berat dan berair/lembab. Sumber : BPPT dan Teknologi MiG-6plus . saat cuaca tidak terlalu panas.1. 4. Pengapuran (Bila diperlukan) Untuk menaikan pH tanah. Cara Penanaman Sebelum bibit ditanam disarankan agar bibit direndam terlebih dahulu dengan pupuk hayati MiG-6 Plus yang telah dicampur dengan air selama 3-4 jam. 3. Bila pengendalian gulma tidak dilakukan selama periode kritis tersebut. Dosis yang biasa digunakan adalah 1 – 2. 4.5 ton / hektar. Jarak tanam yang digunakan pada pola monokultur adalah 80 x 120 cm. 3. perlu dilakukan pengapuran. stek ditanam dangkal saja. PEMELIHARAAN TANAMAN 4.2. Dalam satu musim penanaman minimal dilakukan 2 kali penyiangan. yakni dengan cara mencabut dan diganti dengan bibit yang baru/cadangan.2. Penyiangan Penyiangan bertujuan untuk membuang semua jenis rumput/tanaman liar.4. produktivitas dapat turun sampai 75% dibandingkan kondisi bebas gulma. Penyulaman Untuk bibit yang mati/abnormal segera dilakukan penyulaman. Pada lahan tegalan/kering./ pengganggu (gulma) yang hidup disekitar tanaman. Cara penanaman dilakukan dengan meruncingkan ujung bawah stek ketela pohon. Bibit atau tanaman muda yang mati harus diganti atau disulam. Penentuan Pola Tanam Pola tanaman harus memperhatikan musim dan curah hujan.2. TEKNIK PENANAMAN 3. Setelah itu baru dilakukan penanaman dilahan hal ini sangat bagus untuk pertumbuhan dari bibit. Penyulaman dilakukan pada pagi hari atau sore hari. Periode kritis atau periode tanaman harus bebas gangguan gulma adalah antara 5-10 minggu setelah tanam. kemudian tanamkan sedalam 5-10 cm atau kurang lebih sepertiga bagian stek tertimbun tanah. Pengapuran diberikan pada waktu pembajakan atau pada saat pembentukan bedengan kasar bersamaan dengan pemberian pupuk kandang. waktu tanam yang paling baik adalah awal musim hujan atau setelah penanaman padi. terutama pada lahan yang bersifat sangat asam / tanah gambut.

3. Pemupukan dengan Sistem Teknologi MiG-6 Plus Sistem pemupukan menggunakan teknologi MiG-6 Plus . TSP/SP36 : 75 kg dan KCL : 50 kg (sebagai pupuk dasar) dan pada saat tanaman berumur 2-3 bulan yaitu sisanya dengan dosis N:P:K = 2/3:0:2/3 atau Urea : 85 kg dan KCL : 85 kg.4. 5. dapat mengurangi kebutuhan pupuk kimia/anorganik sampai dengan 50%. K dengan dosis Urea : 135 kg.1. P. Apabila tanah sekitar tanaman ketela pohon terkikis karena hujan atau terkena air siraman sehingga perlu dilakukan pembubunan /ditutup dengan tanah agar akan tidak kelihatan. Waktu pembubunan bersamaan dengan waktu penyiangan. TSP/SP36 : 75 kg dan KCL : 135 kg. hal ini dapat menghemat biaya. Kebutuhan 5ton/ha. 4. pupuk tersebut diberikan pada saat tanam dengan dosis N:P:K = 1/3 : 1: 1/3 atau Urea : 50 kg. Pemupukan Secara Konvensional / Kebiasaan Petani Pemupukan dilakukan dengan system pemupukan berimbang antara N. 5.  Setelah 3 hari bibit / stek siap ditanam Sumber : BPPT dan Teknologi MiG-6plus . adapun cara pemupukannya adalah sebagai berikut :  Disarankan saat pengolahan lahan diberikan pupuk kandang pada setiap lubang yang akan ditanami bibit. PEMUPUKAN 5. Pembubunan Cara pembubunan dilakukan dengan menggemburkan tanah disekitar tanaman dan setelah dibuat seperti gundukan. Perempelan / Pemangkasan Pada tanaman ketela pohon perlu dilakukan pemangkasan/pembuangan tunas karena minimal setiap pohon harus mempunyai cabang 2 atau 3.4. hal ini agar batang pohon tersebut bisa digunakan sebagai bibit lagi dimusim tanam mendatang.  3 hari sebelum tanam diberikan 2 liter MiG-6 Plus per hektar dengan campuran setiap 1 liter MiG-6 Plus dicampur/dilarutkan dengan air max 200 liter atau 1 tutup botol (10 ml) dicampur/dilarutkan dengan air sebanyak 2 liter (jumlah air tidak harus 200 liter boleh kurang asal cukup untuk 1 hektar) disemprotkan pada lahan secara merata disarankan disemprotkan pada pupuk kandang/kompos agar fungsi dari pupuk kandang/kompos lebih maksimal.2.

Penyemprotan pestisida paling baik dilakukan pada pagi hari setelah embun hilang atau pada sore hari. umur 6 bulan : 2 liter dan 8 bulan : 2 liter. umur 4 bulan : 2 liter. Asumsi bila 1 hektar lahan ditanam 7. baca dengan baik penggunaan dosis pada label merk obat yang digunakan. 5 hari setelah tanam berikan campuran pupuk NPK dengan dosis Urea : 50 kg.5 gram dengan cara ditugalkan pada jarak 15 cm dari tanaman dengan kedalaman 10cm. Dosis pestisida disesuaikan dengan serangan hama/penyakit.5 gram dengan cara ditugalkan pada jarak 15 cm dari tanaman dengan kedalaman 10cm. Pada tanah yang kering perlu dilakukan penyiraman dan pengairan dari sumber air yang terdekat.  Pemberian pupuk anorganik selanjutnya pada umur tanaman 60-90 hari berupa campuran pupuk N:P:K dengan dosis Urea : 85 kg.  Pemberian MiG-6 Plus selanjutnya pada saat tanaman singkong berumur 2 bulan :2 liter. Sumber : BPPT dan Teknologi MiG-6plus .500 pohon berarti 1 pohon diberikan sebanyak ± 22. Pengairan dengan system genangan dapat dilakukan dua minggu sekali dan untuk seterusnya diberikan berdasarkan kebutuhan. TSP/SP36 : 75 kg dan KCL : 50 kg pada lahan 1 hektar. 7. PENGAIRAN DAN PENYIRAMAN Kondisi lahan ketela pohon dari awal tanam sampai umur ± 4-5 bulan hendaknya selalu dalam keadaan lembab tapi tidak terlalu becek. Pengairan dilakukan pada saat musim kering dengan cara menyiram langsung akan tetapi cara ini dapat merusak tanah. 6. dan KCL : 85 kg. Apabila hama dan penyakit menyerang dengan ganas maka dosis pestisida harus lebih akan tetapi penggunaannya harus hati-hati karena serangga yang menguntungkan dapat ikut mati. 1 pohon diberikan campuran sebanyak ± 22. WAKTU PENYEMPROTAN PESTISIDA / INSEKTISIDA Jenis dan dosis pestisida disesuaikan dengan jenis penyakitnya. System yang baik digunakan adalah system genangan sehingga air dapat sampai kedaerah perakaran secara resapan.

03 3.17 Keterangan SNI 01-2891-1992 SNI 01-2891-1992 Luff Schoorl AOAC 962.09(2000) SNI 01-2891-1992 Luff Schoorl AOAC 962.61 83. Ubikayu Varietas Mekarmanik Pusat Penelitian Kimia . 310/ULJAK/XII/2007 No 1 2 3 4 5 6 7 Singkong Basah Jenis/Kode Contoh Parameter Air Pati Gula Serat Kasar Pati Gula Serat Kasar satuan % Berat % Berat % Berat % Berat % Berat % Berat % Berat kadar 60.66 2.Data lab.33 6. No.09(2000) Singkong Kering Demikian atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan banyak terima kasih.29 34.76 7.LIPI. Sumber : BPPT dan Teknologi MiG-6plus .

Lampiran : Foto-foto tanaman singkong mekarmanik yang diaplikasikan dengan MiG-6PLUS Di Lampung Sumber : BPPT dan Teknologi MiG-6plus .

Sumber : BPPT dan Teknologi MiG-6plus .

Umbi singkong mekarmanik 8 bulan Umbi singkong mekarmanik 10 bulan Umbi singkong mekarmanik 13 bulan (Courtessy Of Migwells) Sumber : BPPT dan Teknologi MiG-6plus .

UTS – Lampung) Sumber : BPPT dan Teknologi MiG-6plus .Mekarmanik 9 bulan (PT.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.