Terumbu karang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Langsung ke: navigasi, cari

Simbiosis mutualisme alga dengan terumbu karang di pulau Endenbury.

Terumbu Karang di Kepulauan Seribu Terumbu karang adalah sekumpulan hewan karang yang bersimbiosis dengan sejenis tumbuhan alga yang disebut zooxanhellae.[1] Terumbu karang termasuk dalam jenis filum Cnidaria kelas Anthozoa yang memiliki tentakel.[1] Kelas Anthozoa tersebut terdiri dari dua Subkelas yaitu Hexacorallia (atau Zoantharia) dan Octocorallia, yang keduanya dibedakan secara asal-usul, Morfologi dan Fisiologi.[2]

[1] Terumbu .Koloni karang dibentuk oleh ribuan hewan kecil yang disebut Polip.[5] Di Indonesia semua terumbu berasal dari kapur yang sebagian besar dihasilkan koral. sekelompok hewan dari ordo Scleractinia yang menghasilkan kapur sebagai pembentuk utama terumbu. yang juga meliputi karang hidup dan karang mati yang menempel pada batuan kapur tersebut. sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan hidupnya terutama suhu.[5] [sunting] Habitat Terumbu karang pada umumnya hidup di pinggir pantai atau daerah yang masih terkena cahaya matahari kurang lebih 50 m di bawah permukaan laut. sedimentasi.[5] Terumbu adalah batuan sedimen kapur di laut. namun terumbu karang tersebut tidak bersimbiosis dengan zooxanhellae dan tidak membentuk karang. yaitu pada suhu hangat sekitar di atas 20oC. karang terdiri dari satu polip saja yang mempunyai bentuk tubuh seperti tabung dengan mulut yang terletak di bagian atas dan dikelilingi oleh Tentakel.[1] Terumbu karang merupakan habitat bagi berbagai spesies tumbuhan laut.[1] Istilah Terumbu karang secara umum dapat dinisbatkan kepada struktur fisik beserta ekosistem yang menyertainya yang secara aktif membentuk sedimen kalsium karbonat akibat aktivitas biologi (biogenik) yang berlangsung di bawah permukaan laut. satu individu polip karang akan berkembang menjadi banyak individu yang disebut koloni.[1] Ekosistem terumbu karang sebagian besar terdapat di perairan tropis.[2] Demikian halnya dengan perubahan suhu lingkungan akibat pemanasan global yang melanda perairan tropis di tahun 1998 telah menyebabkan pemutihan karang (coral bleaching) yang diikuti dengan kematian massal mencapai 90-95%.[4] Hewan ini memiliki bentuk unik dan warna beraneka rupa serta dapat menghasilkan CaCO3. "karang" yang dimaksud adalah koral. hewan laut. Eutrofikasi dan memerlukan kualitas perairan alami (pristine).[2] [sunting] Kondisi optimum Untuk dapat bertumbuh dan berkembang biak secara baik. dan mikroorganisme laut lainnya yang belum diketahui.[1] Beberapa tipe terumbu karang dapat hidup jauh di dalam laut dan tidak memerlukan cahaya.[5] Sedimentasi kapur di terumbu dapat berasal dari karang maupun dari alga. rata-rata suhu permukaan air di perairan Indonesia adalah 2-3 °C di atas suhu normal.[1] Dalam peristilahan 'terumbu karang'. terumbu karang membutuhkan kondisi lingkungan hidup yang optimal.[3] Namun pada kebanyakan Spesies.[5] Secara fisik terumbu karang adalah terumbu yang terbentuk dari kapur yang dihasilkan oleh karang.[5] Kerangka karang mengalami erosi dan terakumulasi menempel di dasar terumbu.[1] Bagi ahli geologi.[1] Bagi ahli biologi terumbu karang merupakan suatu ekosistem yang dibentuk dan didominasi oleh komunitas koral.[2] Selama peristiwa pemutihan tersebut. salinitas. atau disebut singkat dengan terumbu.[3] Dalam bentuk sederhananya. terumbu karang merupakan struktur batuan sedimen dari kapur (kalsium karbonat) di dalam laut.

[7] Terumbu karang dan segala kehidupan yang ada didalamnya merupakan salah satu kekayaan alam yang dimiliki bangsa Indonesia yang tak ternilai harganya.karang juga memilih hidup pada lingkungan perairan yang jernih dan tidak berpolusi. oksigen-oksigen hasil fotosintesis yang terlarut dalam air dapat dimanfaatkan oleh spesies laut lainnya.[1] Oleh karena itu.[3] [sunting] Di Indonesia dan Indo Pasifik Terumbu karang merupakan salah satu komponen utama sumber daya pesisir dan laut.[8] .[1] Hal ini dapat berpengaruh pada penetrasi cahaya oleh terumbu karang.[7] Bentangan terumbu karang yang terbesar dan terkaya dalam hal jumlah spesies karang. disamping hutan bakau atau hutan mangrove dan padang lamun. ikan. dan moluska terdapat pada regional Indo-Pasifik yang terbentang mulai dari Indonesia sampai ke Polinesia dan Australia lalu ke bagian barat yaitu Samudera Pasifik sampai Afrika Timur. kira-kira 10 kali lebih cepat daripada karang yang tidak membentuk terumbu (ahermatipik) dan tidak bersimbiose dengan zooxanthellae.000 km2. yang tersebar luas dari perairan Kawasan Barat Indonesia sampai Kawasan Timur Indonesia.[1] Polip-polip penyusun terumbu karang yang terletak pada bagian atas terumbu karang dapat menangkap makanan yang terbawa arus laut dan juga melakukan fotosintesis.[1] Hewan karang sebagai pembangun utama terumbu adalah organisme laut yang efisien karena mampu tumbuh subur dalam lingkungan sedikit nutrien (oligotrofik).[7] Diperkirakan luas terumbu karang yang terdapat di perairan Indonesia adalah lebih dari 60.[1] Beberapa terumbu karang membutuhkan cahaya matahari untuk melakukan kegiatan fotosintesis.[2] [sunting] Fotosintesis Proses fotosintesis oleh alga menyebabkan bertambahnya produksi kalsium karbonat dengan menghilangkan karbon dioksida dan merangsang reaksi kimia sebagai berikut[6]: Ca(HCO3) CaCO3 + H2CO3 H2O + CO2 Fotosintesis oleh algae yang bersimbiosis membuat karang pembentuk terumbu menghasilkan deposit cangkang yang terbuat dari kalsium karbonat.[5] Indonesia merupakan tempat bagi sekitar 1/8 dari terumbu karang Dunia dan merupakan negara yang kaya akan keanekaragaman biota perairan dibanding dengan negara-negara Asia Tenggara lainnya.[7] Contohnya adalah ekosistem terumbu karang di perairan Maluku dan Nusa Tenggara.

[9] Estimasi jenis manfaat yang terkandung dalam terumbu karang dapat diidentifikasi menjadi dua yaitu manfaat langsung dan manfaat tidak langsung. ikan baronang. seperti ikan kerapu. baik secara ekologi maupun ekonomi. Hasil samping dari aktivitas ini adalah endapan kalsium karbonat yang struktur dan bentuk bangunannya khas. batu karang.[sunting] Manfaat karang sebagai tempat hidup ikan Terumbu karang mengandung berbagai manfaat yang sangat besar dan beragam. zooxanthellae menghasilkan oksigen dan senyawa organik melalui fotosintesis yang akan dimanfaatkan oleh karang. fosfat dan karbon dioksida untuk keperluan hidup zooxanthellae[2]. wisata bahari melihat keindahan bentuk dan warnanya. seperti Gymnodinium microadriatum.[8] Ciri ini akhirnya digunakan untuk menentukan jenis atau spesies binatang karang. sedangkan karang menghasilkan komponen inorganik berupa nitrat. pariwisata. yaitu sejenis algae uniseluler (Dinoflagellata unisuler).[7] Manfaat dari terumbu karang yang langsung dapat dimanfaatkan oleh manusia adalah[3]:    sebagai tempat hidup ikan yang banyak dibutuhkan manusia dalam bidang pangan. ikan ekor kuning).[6] Dalam simbiosis. [sunting] Klasifikasi [sunting] Berdasarkan kemampuan memproduksi kapur [sunting] Karang hermatipik Karang hermatifik adalah karang yang dapat membentuk bangunan karang yang dikenal menghasilkan terumbu dan penyebarannya hanya ditemukan di daerah tropis. penelitian dan pemanfaatan biota perairan lainnya yang terkandung di dalamnya. serta sebagai sumber keanekaragaman hayati.[10] Karang hermatipik bersimbiosis mutualisme dengan zooxanthellae. Sedangkan yang termasuk dalam pemanfaatan tidak langsung adalah sebagai penahan abrasi pantai yang disebabkan gelombang dan ombak laut.[9].[8] . yang terdapat di jaringanjaringan polip binatang karang dan melaksanakan Fotosintesis.

[8] [sunting] Karang (koral) Disebut juga karang batu (stony coral). Echinodermata.[8] Karang terumbu berbeda dari karang lunak yang tidak menghasilkan kapur.[8] Disamping itu untuk hidup binatang karang membutuhkan suhu air yang hangat berkisar antara 25-32 °C.[10] Konstruksi batu kapur biogenis yang menjadi struktur dasar suatu ekosistem pesisir.[10] Karang adalah hewan klonal yang tersusun atas puluhan atau jutaan individu yang disebut polip. [sunting] Karang ahermatipik Karang ahermatipik tidak menghasilkan terumbu dan ini merupakan kelompok yang tersebar luas diseluruh dunia. berbeda dengan batu karang (rock) yang merupakan batu cadas atau batuan vulkanik.[8] [sunting] Karang terumbu Pembangun utama struktur terumbu. yang mensekresi kapur. seperti alga berkapur. yang mampu mensekresi CaCO3. terutama kalsium karbonat (CaCO3).[10] [sunting] Berdasarkan bentuk dan tempat tumbuh [sunting] Terumbu (reef) Endapan masif batu kapur (limestone). termasuk jenis-jenis Plankton dan jenis-jenis nekton.[6] . bersama-sama dengan biota yang hidup di dasar lainnya seperti jenis-jenis moluska.[8] Contoh makhluk klonal adalah tebu atau bambu yang terdiri atas banyak ruas.[8] Umumnya jenis karang ini hidup di perairan pantai /laut yang cukup dangkal dimana penetrasi cahaya matahari masih sampai ke dasar perairan tersebut.[2] Dalam proses pembentukan terumbu karang maka karang batu (Scleratina) merupakan penyusun yang paling penting atau hewan karang pembangun terumbu. Porifera. Polikhaeta. seperti alga berkapur dan Mollusca.[8] Karang batu termasuk ke dalam Kelas Anthozoa yaitu anggota Filum Coelenterata yang hanya mempunyai stadium polip. yaitu hewan dari Ordo Scleractinia. Krustasea. dan Tunikata serta biota-biota lain yang hidup bebas di perairan sekitarnya.[8] [sunting] Terumbu karang Ekosistem di dasar laut tropis yang dibangun terutama oleh biota laut penghasil kapur (CaCO3) khususnya jenis-jenis karang batu dan alga berkapur.Karang hermatipik mempunyai sifat yang unik yaitu perpaduan antara sifat hewan dan tumbuhan sehingga arah pertumbuhannya selalu bersifat Fototropik positif.[8]. yang utamanya dihasilkan oleh hewan karang dan biota-biota lain.[8] Dalam dunia navigasi laut. terumbu adalah punggungan laut yang terbentuk oleh batuan kapur (termasuk karang yang masuh hidup)di laut dangkal. biasanya disebut juga sebagai karang hermatipik (hermatypic coral) atau karang yang menghasilkan kapur.

pertumbuhan terumbu jelas mengarah secara vertikal. Pulau Panaitan (Banten). Pada pantai yang curam. [sunting] Terumbu karang cincin atolls Terumbu karang cincin atau attols merupakan terumbu karang yang berbentuk cincin dan berukuran sangat besar menyerupai pulau. kadang-kadang disebut juga sebagai pulau datar (flat island). Terumbu ini tumbuh dari bawah ke atas sampai ke permukaan dan.52 km ke arah laut lepas dengan dibatasi oleh perairan berkedalaman hingga 75 meter. terumbu ini berbentuk melingkar yang ditandai dengan adanya bentukan ban atau bagian endapan karang mati yang mengelilingi pulau. Umumnya karang penghalang tumbuh di sekitar pulau sangat besar atau benua dan membentuk gugusan pulau karang yang terputus-putus. Terkadang membentuk lagoon (kolom air) atau celah perairan yang lebarnya mencapai puluhan kilometer. Spermonde (Sulawesi Selatan). Contoh: Batuan Tengah (Bintan. . Terumbu karang tepi berkembang di mayoritas pesisir pantai dari pulau-pulau besar. Terumbu karang yang berbentuk cincin yang mengelilingi batas dari pulau-pulau vulkanik yang tenggelam sehingga tidak terdapat perbatasan dengan daratan. Kepulauan Riau). Kepulauan Banggai (Sulawesi Tengah). Terumbu karang ini terletak sekitar 0. [sunting] Terumbu karang datar Terumbu karang datar atau gosong terumbu (patch reefs). [sunting] Terumbu karang penghalang Secara umum. hanya saja jenis ini hidup lebih jauh dari pinggir pantai. Atol banyak ditemukan pada daerah tropis di Samudra Atlantik. Dalam proses perkembangannya.[sunting] Berdasarkan letak[1] [sunting] Terumbu karang tepi Terumbu karang tepi atau karang penerus atau fringing reefs adalah jenis terumbu karang paling sederhana dan paling banyak ditemui di pinggir pantai yang terletak di daerah tropis. Contoh: Bunaken (Sulawesi). Nusa Dua (Bali). Perkembangannya bisa mencapai kedalaman 40 meter dengan pertumbuhan ke atas dan ke arah luar menuju laut lepas. terumbu karang penghalang atau barrier reefs menyerupai terumbu karang tepi.

[9] Kerusakan ini menyebabkan meluasnya tekanan pada ekosistem terumbu karang alami.[1] Namun. pada kedalaman sekitar 15 meter sering terdapat teras terumbu yang memiliki kelimpahan karang keras yang cukup tinggi dan karang tumbuh dengan subur.dalam kurun waktu geologis.[1] Kedalaman goba biasanya kurang dari 50 meter. Kepulauan Ujung Batu (Aceh) [sunting] Berdasarkan zonasi [sunting] Terumbu yang menghadap angin Terumbu yang menghadap angin (dalam bahasa Inggris: Windward reef) Windward merupakan sisi yang menghadap arah datangnya angin.[1] Zona ini umumnya memiliki hamparan terumbu karang yang lebih sempit daripada windward reef dan memiliki bentangan goba (lagoon) yang cukup lebar. Umumnya pulau ini akan berkembang secara horizontal atau vertikal dengan kedalaman relatif dangkal.[1] Daerah ini disebut sebagai pematang alga. kerusakan terumbu karang. namun kondisinya kurang ideal untuk pertumbuhan karang karena kombinasi faktor gelombang dan sirkulasi air yang lemah serta sedimentasi yang lebih besar.[1] Akhirnya zona windward diakhiri oleh rataan terumbu yang sangat dangkal.[1] Mengarah ke dataran pulau atau gosong terumbu.[1] [sunting] Terumbu yang membelakangi angin Terumbu yang membelakangi angin (Leeward reef) merupakan sisi yang membelakangi arah datangnya angin.[1] [sunting] Kerusakan terumbu karang Indonesia merupakan negara yang mempunyai potensi terumbu karang terbesar di dunia. membantu pembentukan pulau datar.[9] Hal tersebut membuat Indonesia menjadi negara pengekspor terumbu karang pertama di dunia.[9] Dewasa ini. terutama di Indonesia meningkat secara pesat. laju eksploitasi terumbu karang masih tinggi karena buruknya sistem penanganannya. di bagian atas teras terumbu terdapat penutupan alga koralin yang cukup luas di punggungan bukit terumbu tempat pengaruh gelombang yang kuat.[9] Terumbu karang yang masih berkondisi baik hanya sekitar 6.[9] Meskipun faktanya kuantitas perdagangan terumbu karang telah dibatasi oleh Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES).[1] Di lereng terumbu. kehidupan karang melimpah pada kedalaman sekitar 50 meter dan umumnya didominasi oleh karang lunak. Contoh: Kepulauan Seribu (DKI Jakarta).2%.000 km2.[3] Beberapa aktivitas manusia yang dapat merusak terumbu karang[11]:  membuang sampah ke laut dan pantai yang dapat mencemari air laut .[1] Zona ini diawali oleh lereng terumbu yang menghadap ke arah laut lepas.[9] Luas terumbu karang di Indonesia diperkirakan mencapai sekitar 60.

289-291. Dudley GH. penggunaan pupuk dan pestisida buatan. Page. 9. 8. ^ a b c d e (Inggris) Walters GE. 4. 1999. ^ a b c (Inggris) Sumich JL. 10 Ways to protect coral reefsDiakses pada 5 Apr 2010. seberapapun jauh letak pertanian tersebut dari laut residu kimia dari pupuk dan pestisida buatan pada akhinya akan terbuang ke laut juga. Dong W. Singapore. Ecology of the Shortgrass Steppe: A LongTerm Perspective. 213 7. terdapatnya predator terumbu karang. Terumbu karangDiakses pada 5 Apr 2010.Page. 1992. seperti sejenis siput drupella. 1998. Laboratory and field investigations in marine biology. semakin banyak air yang digunakan maka semakin banyak pula limbah air yang dihasilkan dan dibuang ke laut. Jilid.Page.212. Biologi SMA untuk kelas X. ^ a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u v w x y z (Inggris) Castro P & Huber ME. Laurenroth WK. ^ a b c d e f g (Inggris) Burke IC.21. ^ (Inggris) Schumann G. ^ a b c d e f g h Webmaster. Ed. Membuang jangkar pada pesisir pantai secara tidak sengaja akan merusak terumbu karang yang berada di bawahnya. 3. New York: Mc Graw Hill International. Zoological studies. 11. Marine Biology Ed ke-5. Hlm. penambangan pembangunan pemukiman reklamasi pantai polusi penangkapan ikan dengan cara yang salah. The 9th International Aquarium Fish & Accessories Exhibition & Conference. 2005. 2009.Hlm. 2010. 10. ^ a b c d (Inggris) Zhong Y. 2001. 2005.2. Aquarama 2005. ^ Hutagalung RA.Page. ^ a b c d e (Inggris) Hutagalung RA. ^ a b c d e f g h i j k l m (Inggris) Nybakken JW. Ed. Jakarta: Esis.wikipedia. ^ a b c d e f g Aryulina D.LTER. 38. et al. 201-203. Readings in marine ecology. 2002. seperti pemakaian bom ikan [sunting] Referensi 1.org/wiki/Terumbu_karang . 2. Jakarta. Lombok frags-the first sustainable coral cultivation on Indonesia for trade and reef conservation.Page 119-125. 1986. 114. 6. Page. 2004.          membawa pulang ataupun menyentuh terumbu karang saat menyelam. Ekologi Dasar.5. http://id. Bottom trawl survey of the eastern Bering Sea continental shelf.56-57. 5. satu sentuhan saja dapat membunuh terumbu karang pemborosan air.

Hewan karang hidup bersimbiosis dengan alga bersel satu yang disebut zooxanthellae. Alga ini juga hidup bersimbiosis dengan hewan-hewan . yang dinyatakan sebagai Symbiodinium microadriaticum. dan kondisi perairannya. Terumbu karang dan ekosistem lain yang terkait. Jutaan polip-polip ini membentuk struktur dasar dari terumbu karang. serta lebih dari 2500 jenis ikan. Karang adalah bentukan hewan kecil yang hidup dalam semacam cawan yang terbentuk dari kalsium karbonat (lihat gambar) yang biasa disebut polip karang. 590 jenis karang batu. Yang ada di perairan Indonesia saat ini paling tidak mulai terbentuk sejak 450 juta tahun silam. seperti padang lamun. Nilai keseluruhan pelayanan dan sumber dayanya sendiri diperkirakan mencapai setidaknya US$ 61. terumbu karang membutuhkan waktu berjuta tahun. Tergantung dari jenis.6 milyar/tahun. Terumbu karang adalah struktur hidup yang terbesar dan tertua di dunia.300 km2. rumput laut dan mangove adalah ekosistem laut terkaya di dunia. 2500 jenis Moluska. Namun hanya sebagian yang menghasilkan kalsium karbonat pembentuk terumbu. Wilayah Indonesia mempunyai sekitar 18% terumbu karang dunia. Zooxanthellae merupakan jenis alga dinoflagelata berwana coklat dan kuning.9 milyar/tahun. terumbu karang umumnya hanya tumbuh beberapa mm saja per tahunnya. Untuk sampai ke kondisi yang sekarang. Terumbu karang di Indonesia memberikan keuntungan pendapatan sebesar US$1. dan 1500 jenis udang-udangan). Terdapat ribuan spesies yang hidup di kawasan terumbu karang.Tentang Terumbu Karang Terumbu karang di dunia diperkirakan mencapai 284. dengan keanekaragaman hayati tertinggi di dunia (lebih dari 18% terumbu karang dunia. Organisme pembentuk terumbu yang terpenting adalah hewan karang.

Fungsi Terumbu Karang  Pelindung ekosistem pantai Terumbu karang akan menahan dan memecah energi gelombang sehingga mencegah terjadinya abrasi dan kerusakan di sekitarnya. Namun. sebagian besar berada di Indonesia bagian tengah. Selain itu. Itulah sebabnya terumbu karang banyak ditemukan di perairan tropis seperti Indonesia dan juga di daerah sub tropis yang dilewari aliran arus hangat dari daerah tropis seperti Florida. ini artinya terumbu karng mempunyai potensial perikanan yang sangat besar. Hewan karang mempunyai tentakel (tangan-tangan) untuk menangkap plankton sebagai sumber makanannya. Bali dan Lombok. Karang membutuhkan perairan dangkal dan bersih yang dapat ditembus cahaya matahari yang digunakan oleh zooxanthellae untuk berfotosintesis. kima raksasa (Tridacna spp). anemon laut dan coelenterata lainnya. Pilipina. 30% di Lautan Hindia dan Laut Merah. Diperkirakan. Masih dapat tumbuh pada suhu diatas dan dibawah kisaran suhu tersebut. Kondisi favorit untuk pertumbuhan optimal terumbu karang Terumbu karang dapat tumbuh dengan baik di perairan laut dengan suhu 21° – 29° C. tetapi pertumbuhannya akan sangat lambat. memijah. Karenanya banyak hewan dan tanaman yang berkumpul di sini untuk mencari makan. Sulawesi. dan berlindung.000 km2 luasnya. sumber nutrisi utama hewan karang sebenarnya berasal dari proses fotosintesa zooxanthellae (hampir 98%). seperti. zooxanthellae memberi warna pada hewan karang yang sebenarnya hampir transparan.lain di terumbu karang. Penyebaran Terumbu Karang Sebagian besar terumbu karang dunia (55%) terdapat Indonesia. Karang memerlukan salinitas yang tinggi untuk tumbuh. Rumah bagi banyak jenis mahluk hidup di laut Terumbu karang bagaikan oase di padang pasir untuk lautan. di sekitar mulut sungai atau pantai atau sekitar pemukiman penduduk akan lambat karena karang membutuhkan perairan yang kadar garamnya sesuai untuk hidup. Kepulauan Riau dan pantai Barat serta ujung barat daya Pulau Sumatera. oleh karena itu.  . Terumbu karang Indonesia yang mencapai 60. baik untuk sumber makanan maupun mata pencaharian mereka. Pertumbuhan karang pembentuk terumbu pada kedalaman 18 – 29 m sangat lambat tetapi masih ditemukan hingga kedalaman iebih dari 90 m. membesarkan anaknya. Amerika Serikat dan bagian selatan Jepang. karang menyediakan tempat tinggal dan berlindung bagi sang alga. Pulau Jawa. 14% di Karibia dan 1% di Atlantik Utara. Timbal baliknya. Papua. Bagi manusia. Australia Utara dan Kepulauan Pasifik.

menyelam dan menikmati terumbu karang per tahun. Diperkirakan sekitra 20 juta penyelam . laut adalah daerah spiritual yang sangat penting. Lebih . Selama 50 tahun terakhir. Saat ini banyak penelitian mengenai bahan-bahan kimia tersebut untuk dipergunakan untuk mengobati berbagai manusia. Objek wisata Terumbu karang yang bagus akan menarik minat wisatawan sehingga meyediakan alternatif pendapatan bagi masyarakat sekitar. proporsi penurunan kondisi terumbu karang Indonesia telah meningkat dari 10% menjadi 50%. Selain itu. masih banyak jenis ikan dan organisme laut serta zat-zat yang terdapat di kawasan terumbu karang yang belum pernah diketahui manusia sehingga perlu penelitian yang lebih intensif untuk mengetahui ‘misteri’ laut tersebut. Sekitar 500 juta orang di dunia menggantungkan nafkahnya pada terumbu karang. Daerah Penelitian Penelitian akan menghasilkan informasi penting dan akurat sebagai dasar pengelolaan yang lebih baik. Mempunyai nilai spiritual Bagi banyak masyarakat.    Kondisi terumbu karang Namun sayangnya laporan Reef at Risk (2002) menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan status terumbu karang yang paling terancam. Laut yang terjaga karena terumbu karang yang baik tentunya mendukung kekayaan spiritual ini.terumbu karang yang sehat dapat menghasilkan 25 ton ikan per tahunnya.  Sumber obat-obatan Pada terumbu karang banyak terdapat bahan-bahan kimia yang diperkirakan bisa menjadi obat bagi manusia. termasuk didalamnya 30 juta yang bergantung secara total pada terumbu karang sebagai penhidupan.

Di Indonesia sendiri 34% berada dalam kondisi sangat buruk 42% agak baik sedang hanya 21% dalam kondisi sehat dan 3 % sangat sehat Ancaman Terhadap Terumbu Karang Ancaman utama yang tercatat adalah: pembangunan daerah pesisir. sekitar 50% populasi dunia hidup di sepanjang pesisir. polusi laut. dan tidak njelimet. Kejadian gempa bumi yang melanda lautan Indonesia pada 2004 juga mengakibatkan kerusakan pada terumbu namun tidak dapat dibandingkan dengan kerusakan yang disebabkan oleh manusia. 15% terancam hilang 10-20 tahun kedepan dan 20% luasan terancam hilang 20-40 tahun mendatang. kita harus berkerja sama untuk terumbu karang dan masa depan yang lebih baik…. Peningkatan kebutuhan pangan.lanjut. Dalam beberapa tahun terakhir tekanan terhadap terumbu karang semakin bervariasi dan juga semakin meningkat secara kuantitas maupun kualitas. 19% luasan terumbu karang dunia telah hilang. Dari analisis diperkirakan pada 2015. yang sudah dilakukan banyak pihak yang bisa menginspirasi kita semua. bergabung dengan gerakan-gerakan sukarela. dan pemutihan karang ( coral bleaching ) akibat pemanasan global.23% terumbu karang di Indonesia yang berada di dalam kondisi yang sangat baik. Dalam periode 2004 hingga 2008. Untuk mengatasi tantangan ini. Yuuukkkk… . Tapi intinya. destruktif fishing (penangkapan ikan dengan cara merusak). overfishing (penangkapan sumberdaya berlebih). hasil survey P2O LIPI (2006) menyebutkan bahwa hanya 5.. Dan terlibat dalam konservasi bisa dimulai dari hal yang sangat mudah. atau dengan terlibat langsung di kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan konservasi Banyak juga sebenarnya inisiatif dan upaya-upaya yang cukup komprehensif untuk konservasi. Mulai dari hal-hal sederhana yang bisa kita lakukan sendiri. komersialisasi aktifitas perikanan. Laporan status terumbu karang dunia yang dikeluarkan Global Coral Reef Monitoring Network (GCRMN) menyebutkan bahwa dalam selama 2004 hingga 2008 luasan area terumbu karang semakin menurun. sedimentasi dan pencemaran dari darat. sebuah bahaya yang sangat besar terhadap masa depan terumbu karang. kita semua perlu bekerja bersama. Dampak langsung dari perubahan iklim juga semakin banyak terjadi pada banyak terumbu karang. dan krisis ekonomi global akan berujung pada penangkapan berlebih dan penurunan stok perikanan terutama di negara-negara miskin.

Hewan laut sering terkait pada sampah-sampah sehingga mengganggu gerakannya.goblue. atau terlibat aktif dalam kegiatan pelestarian lingkungan. reboisasi. Mass coral bleaching dapat diikuti oleh kematian massal terumbu karang.or. GAYA HIDUP yang ramah lingkungan. di Australia. 2006. Ingat.What can we do? Berikut. Sampah plastik ini akan mengganggu pencernaanya. berbagi ilmu. 2002. akan sangat membantu terumbu karang. Terumbu karang adalah ekosistem yang sangat peka terhadap perubahan iklim. seperti jaringan sukarelawan survei terumbu karang (JKRI). milist-milist lingkungan. informasi. Bergabung dengan jejaring informasi . Kenaikan suhu sedikit saja dapat memicu pemutihan karang (coral bleaching). trip-trip penelitian. sessile (tidak dapat berpindah) yang mati akibat tertutup lembaran-lembaran plastik. Sampah plastik yang transparan banyak dibuktikan termakan oleh penyu karena tampak seperti ubur-ubur. dan saling berdiskusi. seperti yang terjadi di hampir seluruh kawasan tropis 97-98.plastik tidak hancur dalam satu malam saja! Apabila Anda berlibur. Dibanyak lokasi terumbu juga dijumpai karang dan biota laut lainnya yang bersifat bentik. Kejadian coral bleaching terbaru tahun 2010 melanda banyak sekali lokasi di Indonesia (laporan kejadian coral bleaching 2010) Jadi apapun yang dapat kita lakukan untuk mengurangi dampak global warming. Buang sampah pada tempatnya. pendapat. Bergabung dengan gerakan-gerakan sukarelawan. membangun trend dan gerakan. tips sederhana untuk bisa membantu mengkonservasi terumbu karang dengan sederhana:      Terapkan prinsip 3 R (reduce-reuse-recycle) dan hemat energi. magang di lembaga pelestarian lingkungan dan lain-lainnya (volunteer Reef Check). dan di Karibia. http://www. pilih dan pastikan operator/agen/tour Anda menerapkan prinsip ramah lingkungan. ajak orang lain untuk terlibat. Ada berbagai kegiatan yang bisa rekan-rekan ikuti.id/tentang-terumbu-karang .

maka dikhawatirkan ekosistem terumbu karang akan musnah. terumbu karang. Apabila kondisi ini terus berlangsung. Karenanya peran serta masyarakat dalam mencintai dan melestarikan terumbu karang sangat dibutuhkan. lalu lintas kapal diatas perairan karang dapat menyebabkan smashing karang. Tingginya produktivitas primer di daerah terumbu karang ini menyebabkan terjadinya pengumpulan hewanhewan yang beranekaragam seperti. ikan. dimana pusat pengambilan keputusan mengenai pemanfaatan sumberdaya secara berkelanjutan disuatu daerah berada ditangan organisasi – organisasi dalam masyarakat di daerah tersebut. masyarakat lokal merupakan partner . Dalam konsep Co-management. udang. Pembukaan hutan mangrove sering menyebabkan penggelontoran sedimen yang tinggi ke perairan karang. dan lainnya. demikian pula aktivitas pariwisata sering menimbulkan dampak terhadap kehidupan karang. dimana masyarakat sendiri yang mendefinisikan kebutuhan. serta mempunyai produktivitas primer yang tinggi (10 kg C/m2/tahun). Pomeroy dan Williams (1994) mengatakan bahwa konsep pengelolaan yang mampu menampung kepentingan masyarakat maupun kepentingan pengguna lainnya adalah konsep Cooperative Management atau disingkat Co-Management. Co-management didefinisikan sebagai pembagian tanggung jawab dan wewenang antara pemerintah dengan pengguna sumberdaya alam lokal (masyarakat) dalam pengelolaan sumberdaya alam seperti perikanan. mollusca. dan aspirasinya serta masyarakat itu pula yang membuat keputusan demi kesejahteraannya. definisi pengelolaan sumberdaya berbasis masyarakat adalah suatu strategi untuk mencapai pembangunan yang berpusat pada manusia.Salah satu upaya untuk menjaga dan menyelamatkan terumbu karang dari pemanfaatan yang tidak berkelanjutan adalah pengelolaan yang berbasis masyarakat Pengertian Pengelolaan Berbasis Masyarakat (PBM) Secara umum. Aktivitas manusia dalam memanfaatkan potensi sumberdaya terumbu karang sering tumpang tindih dan bahkan banyak diantara aktivitas tersebut menyebabkan kerusakan terumbu karang. tujuan. dan umumnya tumbuh di daerah tropis. mangrove dan lain sebagainya.PENGELOLAAN TERUMBU KARANG 22 Mei Pengelolaan Berbasis Masyarakat Latar Belakang Terumbu karang merupakan salah satu ekosistem yang amat penting bagi keberlanjutan sumberdaya yang terdapat di kawasan pesisir dan lautan.

Sedangkan pada Community Based Management. hirarki yang tertinggi hanya memberikan informasi kepada masyarakat. komunikasi.penting bersama-sama dengan pemerintah dan stakeholder lainnya dalam pengelolaan sumberdaya alam di suatu kawasan. . pelaksanaan. maka pengelolaan sumberdaya terumbu karang tidak dapat dilakukan sendiri-sendiri. Apabila dilihat permasalahan pemanfaatan sumberdaya ekosistem terumbu karang yang menyangkut berbagai sektor. Penerapan co-management akan berbeda-beda dan tergantung pada kondisi spesifik dari suatu wilayah. “Jadi dapat disimpulkan bahwa pengelolaan yang berbasis masyarakat adalah suatu system pengelolaan sumberdaya alam dimana masyarakat lokal terlibat secara aktif dalam proses pengelolaan sumberdaya alam yang terkandung di dalamnya. Jadi dalam Co-management bentuk pengelolaan sumberdaya alam di ekosistem terumbu karang berupa cooperative dari dua pendekatan utama yaitu pengelolaan yang dilakukan oleh pemerintah (Goverment Centralized Management) dan pengelolaan yang dilakukan oleh masyarakat (Community Based Management). hirarki yang tertinggi adalah control yang ketat dari masyarakat dan koordinasi antar area yang dilakukan oleh masyarakat itu sendiri. Pengelolaan disini meliputi berbagai dimensi seperti perencanaan. Pada Goverment Centralized Management. Dalam konsep tersebut. Dengan demikian pengelolaan terumbu karang dengan menggunakan konsep comanagement diharapkan mampu mencapai tatanan hubungan kerjasama (cooperation). agar pemanfaatan sumberdaya alam dapat dilakukan secara bijaksana dengan mengindahkan kaidah kelestarian lingkungan. maka co-management hendaknya tidak dipandang sebagai strategi tunggal untuk menyelesaikan seluruh problem sumberdaya ekosistem terumbu karang. sampai pada hubungan kemitraan. sehingga masyarakat lokal secara langsung menjadi embrio dari penerapan konsep co-management tersebut. masyarakat local merupakan salah satu kunci dari pengelolaan sumberdaya alam. serta pemanfaatan hasilhasilnya” Pengelolaan Terumbu Karang Berbasis Masyarakat Pengelolaan ekosistem terumbu karang pada hakekatnya adalah suatu proses pengontrolan tindakan manusia. tetapi dipandang sebagai alternatif pengelolaan yang sesuai situasi dan lokasi tertentu. namun harus dilakukan secara terpadu oleh beberapa instansi terkait. dan selanjutnya dilakukan oleh pemerintah.

serta dapat memberikan gambaran yang cukup akomodatif secara menyeluruh tentang kondisi dan bentuk pelaksanaan program pengelolaan terumbu karang berbasis masyarakat. Dalam hal ini. Peningkatan Kepedulian dan Pengetahuan Masyarakat Kegiatan peningkatan kepedulian dan pengetahuan bagi masyarakat sangat tergantung dari kondisi dan struktur masyarakat yang ada. 2.Pengelolaan sumberdaya ekosistem terumbu karang berbasis masyarakat dalam kajian ini dapat diartikan sebagai suatu strategi untuk mencapai pembangunan yang berpusat pada masyarakat dan dilakukan secara terpadu dengan memperhatikan dua aspek kebijakan yaitu. maka keluaran dari hasil studi ini mampu memberikan gambaran yang cukup akomodatif secara menyeluruh mengenai situasi dan kondisi pengelolaan dan pemanfaatan potensi ekosistem terumbu karang yang ada. namun juga berperan sebagai pelaku/subyek dari studi. . serta dalam bentuk strategi nasional dalam perencanaan CRRM (Coral Reef Resources Management). Untuk mencapai tujuan pemahaman yang komprehensif terhadap potensi SDA dan SDM tersebut maka kegiatan studi awal sangat penting untuk dilakukan. sehingga hasil dari studi awal tersebut mampu merepleksikan kebutuhan dan keinginan masyarakat lokal. namun pihak pemerintah juga harus proaktif dalam menunjang program pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan ekosistem terumbu karang ini. masyarakat tidak hanya berperan sebagai objek studi. Komponen input Dalam studi awal secara partisipatif. Harapannya adalah bahwa dengan segenap informasi yang berkenaan dengan ekosistem terumbu karang ditingkat lokal sampai ditingkat nasional. diantaranya kebijakan Negara yang dituangkan dalam GBHN yang dijabarkan lebih lanjut kedalam konsep nasional tentang pengelolaan sumberdaya terumbu karang pada tingkat propinsi dan kebijakan-kebijakan lokal lainnya. yang mana dalam pelaksanaannya terjadi pembagian tanggung jawab dan wewenang antara pemerintah disemua level dalam lingkup pemerintahan maupun sektoral dengan pengguna sumberdaya alam (masyarakat). 3. Beberapa kegiatan awal dapat dilakukan dalam rangka sosialisasi dan mencari bentuk – bentuk yang tepat bagi peningkatan kepedulian dan pengetahuan. Pemerintah dan masyarakat sama-sama diberdayakan. Langkah-langkah dalam pengelolaan sumberdaya terumbu karang berbasis masyarakat dapat diuraikan sebagai berikut : 1. sehingga tidak ada ketimpangan dimana hanya masyarakat saja yang diharapkan aktif. seyogyanya memasukkan segenap unsure kebijakan dalam hal pengelolaan sumberdaya ditingkat nasional dan lokal. Studi Awal Secara Partisipatif Komponen sumberdaya alam dan sumberdaya manusia merupakan salah satu input penting dalam penerapan konsep pengelolaan terumbu karang berbasis masyarakat. aspek ekonomi dan aspek ekologi.

Monitoring Tahap monitoring (pengawasan) dilakukan mulai awal proses implementasi rencana pengelolaan. kelemahan. Rencana pengelolaan ini sebelumnya harus mendapatkan persetujuan dari LMD. dan Peraturan Keberhasilan dari pengelolaan terumbu karang berbasis masyarakat juga tergantung pada penguatan kelembagaan yang dapat dilakukan dengan memperkuat kelembagaan yang sudah ada atau dengan membentuk suatu lembaga baru. tenaga pendamping lapangan dan komponen terkait sudah dipersiapkan. Dalam kegiatan implementasi tersebut. Implementasi Rencana Tahap implementasi merupakan tahap pokok dari system pengelolaan terumbu karang berbasis masyarakat. dan (3) meningkatkan pendapatan (income) masyarakat dengan bentuk pemanfaatan yang lestari dan berkelanjutan serta berwawasan lingkungan. 7. dan kepala desa. Penyusunan Rencana Pengelolaan Sumberdaya Terumbu Karang Berbasis Masyarakat Setelah adanya pembekalan bagi masyarakat dan juga penguatan kelembagaan kebijakan yang mendukung. atau menghapus peraturan perundangundangan yang sudah tidak cocok dan membuat yang baru yang dianggap perlu. Dalam penyusunan rencana pengelolaan terumbu karang berbasis masyarakat diharapkan mampu . dan (d) penegakan hukum dan peraturan. Pada tahap ini berbagai komponen SDM seperti motivator. (c) memfasilitasi arah kebijakan. Pada tahap ini. Oleh karena itu. baik yang langsung dibuat oleh komunitas masyarakat maupun hasil penyusunan oleh pemerintah dan telah diterima dalam proses pensosialisasian. Penentuan Program Pembangunan Rencana pengelolaan terumbu karang berbasis masyarakat yang telah dibuat. (b) pendidikan dan pelatihan masyarakat. perlu adanya kajian yang menganalisis kekuatan. atau masalah lain yang terjadi yang tidak sesuai dengan harapan yang ada pada . maka diharapkan masyarakat mampu menyusun rencana pengelolaan sumberdaya terumbu karang berbasis masyarakat di daerahnya.4. serta pengalaman dalam kegiatan studi awal. peluang pengembangan/pengurangan dari kelembagaan dan kebijakan serta peraturan perundangundangan yang ada dalam rangka menunjang kegiatan pengelolaan terumbu karang berbasis masyarakat. masyarakat. monitoring dilakukan untuk menjawab segenap pertanyaan tentang efektivitas pengelolaan. Penguatan Kelembagaan. (2) meningkatkan kemampuan masyarakat untuk berperan serta dalam setiap tahapantahapan pengelolaan secara terpadu. kegiatan-kegiatan yang perlu dilakukan adalah (a) integrasi ke dalam masyarakat. Kebijakan. kemudian diproses dalam penentuan program pembangunan. memperkuat peraturan dan perundangan yang sudah ada. (1) meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya SDA dalam menunjang kehidupan mereka. 6. Lembaga adat atau lembaga sejenis lainnya dapat menjadi system bagi pelaksanaan rencana pengelolaan sumberdaya terumbu karang dilokasi tersebut. 5. 8.

wordpress.rencana pengelolaan. Melalui proses evaluasi. Monitoring ini sebaiknya dilakukan secara terpadu dengan melibatkan masyarakat local dan stakeholder lainnya. 9.com/2011/05/22/pengelolaan-terumbu-karang/ . http://zalfaaqilah. maka dapat diketahui kelemahan dan kelebihan dari system pengelolaan guna perbaikan system dimasa depan. Evaluasi dilakukan secara terpadu dengan melibatkan masyarakat dan stakeholder lainnya. Evaluasi Evaluasi dilakukan terhadap segenap masukan dan hasil pengamatan yang dilakukan selama proses monitoring berlangsung.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful