P. 1
ASUHAN KEPERAWATAN

ASUHAN KEPERAWATAN

|Views: 386|Likes:
Published by Bayoe S Pratama

More info:

Published by: Bayoe S Pratama on Mar 05, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/23/2013

pdf

text

original

BAB IV ASUHAN KEPERAWATAN

A. PENGKAJIAN a. b. Biodata Anamnesa yang berkaitan dengan pedikulosis i. Keluhan atau gejala yang dirasakan. ii. Sejak kapan gejala dirasakan. iii. Adakah anggota keluarga yang menderita penyakit yang sama dengan pasien. iv. Apakah pasien pernah mengalami gatal-gatal di sekitar kulit kepala, badan, dan pubis. v. Apakah pasien pernah pinjam-meminjam alat mandi, handuk, baju, sisir, bantal, kasur, topi kepada orang lain atau anggota keluarga. vi. Identifikasi aktifitas pasien selama di rumah. vii. Riwayat penggunaan obat (bagaimana pengobatan sebelumnya) c. Pemeriksaan fisik i. Kepala Kulit kepala: ditemukan telur-telur di rambut pada oksiput dan di atas telinga (biasanya terdapat kurang dari 10 ekor kutu dewasa). Ditemukan impetigo sekunder dan furunkulosis. ii. Badan Terlihat jalur bekas garukan sejajar, perubahan-perubahan urtikaria, dan papula erithematosa yang awet, lesi tampak jelas punggung. Ditemukan kutu-kutu yang biasanya terdapat pada lipatan-lipatan pakaian dan jarang sekali di kulit. iii. Pubis Rambut pubis atau paha dihuni oleh beberapa buah telur (nits) saja atau sampai tak terhitung jumlahnya. Ditemukan noktah-noktah

Pedikulosis corporis Diagnose pasti adalah menemukan kutu dan telur pada serat kapas pakaian. c. B. Tujuan : pasien dapat merasakan kenyamanan (rasa gatal berkurang). Perubahan pemeliharaan kesehatan berhubungan penularan. C. d. iii. Pedikulosis pubis Dilakukan pemeriksaan dengan perhatian khusus terhadap kemaluan kalau perlu dengan menggunakan kaca pembesar. terutama dicarai di daerah oksiput dan temporal. biasanya ditemukan telur atau kutu bentuk dewasa. INTERVENSI KEPERAWATAN a. Intervensi : Kaji kondisi kulit kepala. Kurang pengetahuan berhubungan dengan penyakit. dengan risiko pengobatan. Risiko kerusakan integritas kulit berhubungan dengan terjadinya infeksi berat pada kulit. e. b.hitam kecil yang merupakan titik-titik darah terhisap dalam kutu dewasa ataupun bagian kotorannya. ii. penyebab. dan pencegahan. Pemeriksaan penunjang i. Gangguan body image berhubungan dengan adanya penyakit (pedikulosis). Diagnose 1. telur berwarna abu-abu dan berkilat. badan. Anjurkan agar kulit pasien tetap kering. pubis. d. Gangguan rasa nyaman (gatal) berhubungan dengan infeksi kutu. DIAGNOSE KEPERAWATAN a. Pedikulosis capitis Diagnose pasti adalah menemukan kutu atau telur. Gangguan rasa nyaman (gatal) berhubungan dengan infeksi kutu. .

dan pubis y berikan motivasi tentang percaya diri dan mencegah isolasi socia c. . b. Risiko kerusakan integritas kulit berhubungan dengan terjadinya infeksi berat pada kulit. badan. tempat tidur dan sisir. Gangguan body image berhubungan dengan adanya penyakit (pedikulosis). Anjurkan untuk membersihkan kepala atau rambut minimal 2xseminggu Anjurkan untuk tidak menggaruk daerah yang gatal tetapi diusap Kolaborasi medis untuk pemberian obat untuk mengatasi gatal. Diagnose 2. Tujuan : pasien dapat menerima perubahan yang ada pada dirinya NOC : citra tubuh Criteria hasil : y Mengidentifikasi kekuatan personal y pengakuan terhadap perubahan actual pada penampilan tubuh y menggambarkan perubahan actual pada fungsi tubuh y memelihara hubungan social yang dekat dan hubungan personal Skala : y Tidak pernah y jarang y kadang-kadang y sering y positif NIC : penampilan citra tubuh Intervensi : y Beri motivasi untuk menerima keadaan dirinya y beri penjelasan bahwa penyakitnya dapat disembuhkan y jelaskan pentingnya perawatan kulit termasuk kepala. alat mandi.Anjurkan pasien untuk menjaga kebersihan pakaian. Diagnose 3.

Tujuan : pasien dapat memelihara kesehatan dengan mencegah penularan Noc : perilaku sehat Criteria hasil :  Tidak terjadi penularan  mengidentifikasi potensial risiko  menyusun dan mengikuti strategi untukmemksimalkan kesehatan  berpartisipasi dalam pelayanan kesehatan .Tujuan : pasien terhindar dari kerusakan kulit NOC : pengendalian risiko Criteria hasil : Memantau factor risiko dari perilaku dan lingkungan yang memperaparah kerusakan integritas kulit mengikuti strategi pengendalian risiko yang dipilih mengenal perubahan status kesehatan pasien mempunyai kulit yang utuh. Skala : Tidak pernah jarang kadang-kadang sering konsisten NIC : surveilans kulit Intervensi : Lakukan pengkajian kondisi kulit secara rutin anjurkan untuk menjaga kulit agar tetap bersih anjurkan untuk tidak menggaruk daerah yang gatal untuk mencegah terjadinya luka anjurkan pasien untuk menggunakan sabun antiseptic kolaborasi medis untuk mencegah infeksi berlanjut d. Perubahan pemeliharaan kesehatan berhubungan dengan risiko penularan. Diagnose 4.

handuk.NIC : pedoman system kesehatan Intervensi :  Ajarkan pada pasien semua barang. keluarga bahwa perabot. . permadani. dan karpet yang berbulu harus sering dibersihkan dengan vacuum cleaner  ajarkan pada pasien agar sisir dan sikat rambut harus di desinfeksi dengan shamppo  beritahu pada semua anggota keluarga yang berhubungan dengan dengan pasien untuk diobati  anjurkan pada keluarga untuk tidak menggunakan sisir pasien. perangkat tempat tidur yang mengandung kutu atau telurnya harus dicuci dengan air panas sedikitnya suhu 54 o C atau dicuci kering (dry cleaning) untuk mencegah infestasi ulang  ajarkan pada pasien.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->