P. 1
makalah DM utuh

makalah DM utuh

|Views: 657|Likes:
Published by Nenden Puspitasari

More info:

Published by: Nenden Puspitasari on Mar 05, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/10/2013

pdf

text

original

MAKALAH FARMAKOTERAPI I

DIABETES MELITUS DAN HIPERLIPIDEMIA

Disusun Oleh:

Kelas Farmakoterapi I A Apoteker LXX

DEPARTEMEN FARMASI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS INDONESIA 2009

BAB I ETIOLOGI DAN GEJALA DIABETES MELITUS

A. ETIOLOGI Diabetes Melitus (DM) merupakan suatu penyakit kronik metabolik yang dikarakterisasi oleh hiperglikemia kronik dengan adanya gangguan metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein sebagai akibat adanya kerusakan dalam sekresi insulin, sensitivitas reseptor insulin, ataupun keduanya. Pada keadaan normal terjadi metabolisme seimbang dari glukosa, asam lemak bebas, dan asam amino untuk menjaga kadar glukosa dalam darah dalam batas yang normal. Sedangkan pada penderita diabetes, glukosa dalam darah tidak dapat diatur dengan baik karena gangguan pada hormon insulin sehingga mengakibatkan kadar glukosa dalam darah meningkat. Diabetes Melitus dapat diakibatkan oleh: 1. Pengrusakan (destruksi) sel-sel beta pankreas yang dimediasi oleh imun akibat defisiensi absolut insulin. 2. Terjadinya resistensi pada reseptor insulin bersamaan dengan defisiensi relatif insulin. 3. Penyebab-penyebab lain tak umum: a. b. c. Penyakit-penyakit endokrin (akromegali, sindrom cushing) Penyakit pankreas eksokrin (pankreatitis) Pengobatan (golongan glukokortikoid, pentamidin, niasin, dan -interferon) Mekanisme Pelepasan Insulin Insulin diproduksi oleh sel β pulau langerhans pada pankreas. Pelepasan insulin dari sel β terutama dirangsang oleh adanya glukosa. Sel β memiliki saluran K+ yang diatur oleh ATP intraselular (Kanal/saluran KATP ). Ketika kadar glukosa darah meningkat, semakin banyak glukosa yang masuk ke dalam sel β. Glukosa masuk ke dalam sel melalui GLUT 2 transporter (lokasi jaringan hati, sel β langerhans, usus halus, ginjal). Glukosa yang masuk kemudian difosforilasi oleh glukokinase dan menghasilkan ATP. Semakin banyak glukosa yang masuk ke

dalam sel maka jumlah ATP intraselular meningkat. Peningkatan jumlah ATP intraselular ini menutup kanal KATP . Akibat penutupan kanal KATP terjadi depolarisasi sel β yang memprakarsai masuknya ion Ca2+ melalui kanal Ca2+ yang sensitif terhadap voltase dan merangsang pelepasan insulin.

Gambar 1. mekanisme pelepasan insulin di sel β pulau langerhans Reseptor insulin merupakan glikoprotein yang terbagi atas sub unit λ dan sub unit β. Setelah insulin terikat pada sub unit λ, kompleks insulin-reseptor masuk ke dalam sel di mana insulin dipecah oleh enzim lisosomal. Pengikatan insulin kepada reseptor mengaktifkan tirosin kinase dari sub unit β dan merangsang kompleks reaksi rantai yang menimbulkan kerja dari insulin.

GEJALA Gejala-gejala diabetes melitus antara lain: 1. DM Tipe 1 : IDDM (Insulin Dependent Diabetes Mellitus) Diabetes melitus tipe 1 merupakan penyakit karena gangguan autoimun yang berkembang pada masa anak-anak. Poliuria. Polidipsi. C. Badan lemas dan lesu akibat insulin tidak dapat bekerja untuk memasukkan glukosa ke dalam sel sebagai sumber energi. pun karena agen lingkungan pencetus serta autoimunitas dari sel β pulau langerhans. 3. Hal tersebut menyebabkan dehidrasi dan hilangnya elektrolit pada penderita. 5. . yaitu peningkatan rasa haus yang disebabkan karena dehidrasi. Diabetes melitus tipe 1 merupakan penyakit hiperglikemia akibat ketiadaan absolut insulin. maka penderita sering berkemih dalam jumlah yang banyak. Berat badan menurun karena lemak dipecah untuk memenuhi kebutuhan energi dalam sel. Hal ini akan merangsang respon lapar di hipotalamus. Kasus DM tipe 1 terjadi sekitar 10 % dari seluruh kasus DM. Pada umumnya DM tipe 1 diawali dengan pemaparan genetis terhadap individu yang rentan terhadap DM. Glukosuria. KLASIFIKASI Penyakit Diabetes Melitus dapat digolongkan menjadi 4 tipe. 6. yaitu: 1. 2. remaja maupun masa awal dewasa. yaitu terdapat glukosa dalam urin (yang dalam keadaan normal tidak ada). Polifagia. yaitu peningkatan pengeluaran urin. yaitu peningkatan rasa lapar.B. Glukosa yang bersifat diuretik osmosis akan menarik air di sekitarnya sehingga ginjal akan membuang air tambahan untuk mengencerkan sejumlah besar glukosa tersebut. 4. Hal ini terjadi karena kadar gula yang tinggi dalam darah sehingga glukosa akan sampai ke air kemih. Hal ini terjadi karena viskositas darah yang tinggi menyebabkan aliran darah lambat mencapai otak sehingga otak kekurangan oksigen dan nutrisi. Karena ginjal menghasilkan air kemih dalam jumlah yang berlebihan.

Substrat-substrat ini . Sebagian orang mungkin memiliki gen diabetogenik. dan glikogen. dengan perbandingan laki-laki lebih banyak daripada wanita. DM tipe I biasanya dijumpai pada orang yang tidak gemuk berusia kurang dari 30 tahun. Serangan autoimun dapat timbul setelah infeksi virus misalnya gondongan. yaitu suatu profil genetik yang menyebabkan mereka rentan mengidap DM tipe 1 (atau mungkin penyakit autoimun lainnya). Insiden DM tipe I memuncak pada usia remaja dini. sistem imun gagal mengenali bahwa sel-sel pulau langerhans adalah bukan antigen. Kadar glukosa darah meningkat karena tanpa insulin glukosa tidak dapat masuk ke sel. Karakteristik DM tipe 1 Pengidap DM tipe 1 memperlihatkan penanganan glukosa yang normal sebelum penyakit muncul. Penyebab seseorang dapat membentuk antibodi terhadap sel-sel pulau langerhans belum diketahui secara pasti. ditemukan antibodi terhadap sel-sel pulau Langerhans pada sebagian besar pasien. rubella. Namun. Selain itu. pankreas sedikit atau tidak mengeluarkan insulin. Salah satu kemungkinannya adalah bahwa terdapat suatu agen lingkungan yang secara antigenis mengubah sel-sel pankreas untuk merangsang pembentukan autoantibodi. Sewaktu merespon terhadap virus atau obat tersebut. sitomegalovirus kronik atau setelah pajanan obat atau toksin (misalnya golongan nitrosamin yang terdapat pada daging yang diawetkan). maka dahulu bentuk ini disebut sebagai diabetes juvenilis. Kemungkinan juga para individu yang mengidap DM tipe 1 memiliki kesamaan antigen antara sel-sel beta pulau langerhans mereka dengan virus atau obat tertentu. Namun.Pasien DM tipe 1 harus mendapat insulin pengganti. Pada saat dilakukan diagnosis DM tipe 1. ketika penyakitnya muncul. hati mulai melakukan glukoneogenesis (sintesis glukosa baru) menggunakan substrat yang tersedia berupa asam amino. Penyebab DM Tipe 1 DM tipe 1 diperkirakan timbul akibat destruksi autoimun sel-sel β pulau langerhans yang dicetuskan oleh lingkungan. asam lemak. Pada saat yang sama. DM tipe I dapat timbul pada segala usia. terdapat pula kecendrungan genetik untuk DM tipe 1.

Sekitar 15% dari pasien berusia lebih dari 70 tahun mengalami DM tipe 2. DM Tipe 2 : NIDDM (Non Insulin Dependent Diabetes Mellitus) Pada DM tipe 2. Semua sel lain kemudian menggunakan asam lemak bebas untuk menghasilkan energi. Obesitas (kelebihan berat badan) merupakan faktor utama terjadinya DM tipe 2. penduduk asli Amerika. Keton bersifat asam sehingga pH plasma turun. DM tipe 2 biasanya dimulai pada orang berusia lebih 30 tahun dan akan lebih progresif terjadi pada usia lebih lanjut.mempunyai konsentrasi yang tinggi dalam sirkulasi karena efek katabolik glukagon tidak dilawan oleh insulin. Pankreas pada pasien ini masih memproduksi insulin. dan Hispanik yang tinggal di Amerika Serikat memiliki resiko dua sampai tiga kali lipat terhadap DM tipe 2. namun memerlukan . Sekitar 80–90% pasien yang mengalami DM tipe 2 adalah pasien dengan obesitas. DM tipe 2 juga cenderung terjadi dalam satu keluarga. Metabolisme asam lemak bebas di siklus Krebs menghasilkan adenosine trifosfat (ATP) yang diperlukan untuk menjalankan fungsi sel. Hanya sel otak dan sel darah merah yang tidak kekurangan glukosa karena keduanya tidaka memerlukan insulin untuk memasukkan glukosa. Hal ini menyebabkan sel-sel mengalami kelaparan walaupun kadar glukosa darah sangat tinggi. Obesitas menyebabkan resistensi terhadap insulin sehingga tubuh memerlukan jumlah insulin yang lebih besar untuk mencapai kadar gula normal darah. Kulit hitam. 2. Pasien dari latar belakang ras dan etnis tertentu memiliki resiko lebih tinggi mengalami DM tipe 2. Resistensi insulin terjadi karena penurunan kemampuan insulin merangsang pengambilan glukosa oleh jaringan perifer dan untuk menghambat glukosa oleh hati. Pembentukan energi yang hanya mengandalkan asam-asam lemak menyebabkan produksi badan keton oleh hati meningkat. pankreas tetap menghasilkan insulin namun tubuh mengalami resistensi terhadap insulin sehingga tubuh menganggap kebutuhan insulin kurang.

kadar gula darah rendah. Antara 70-80% dari semua kasus diabetes termasuk jenis ini. latihan fisik dan penggunaan obat-obatan untuk meningkatkan produksi insulin dan memperbaiki penggunaan glukosa. Akhirnya. atau mengalami kondisi yang disebut hipoglikemia.I >27 dan pada usia lanjut. DM tipe 2 juga dapat terjadi pada pasien dengan kelebihan produksi hormon pertumbuhan (acromegali) dan pada orang yang mensekresi hormon tertentu penyebab tumor. dimana faktor keturunan memegang peranan besar dengan kemungkinan penurunan penyakit adalah 1:20. orang merasa sangat lelah. penglihatan kabur. Oleh karena proses menua banyak pasien jenis ini mengalami penyusutan sel-sel beta yang progresif serta penumpukan amiloid di sekitar sel-sel beta. dan mengalami dehidrasi. Lazimnya penyakit ini dimulai pada usia di atas 40 tahun dengan insidensi lebih besar pada orang gemuk (overweigh) dengan Q. Kelainan dan penggunaan obat-obatan tertentu dapat mempengaruhi tubuh dalam penggunaan insulin dan dapat menyebabkan DM tipe 2. Mungkin juga berkaitan dengan suatu infeksi virus pada masa muda. Karakteristik DM Tipe 2 Orang-orang dengan DM tipe 2 mungkin tidak mengalami gejala apapun selama bertahun-tahun atau puluhan tahun sebelum mereka didiagnosis.pengendalian diri. Kadang-kadang selama tahap awal diabetes. Orang yang malas dan kurang gerak lebih besar lagi risiko terkena DM tipe 2. Pada awalnya terjadi peningkatan urinasi dan rasa haus yang ringan dan secara bertahap akan semakin memburuk selama beberapa minggu atau bulan. . Pankreatitis kronis atau berulang dan penyakit lainnya yang secara langsung merusak pankreas dapat menyebabkan DM tipe 2. Kortikosteroid dosis tinggi (dari penyakit Cushing atau mengkonsumsi obat kortikosteroid) dan kehamilan adalah penyebab paling umum terjadinya perubahan penggunaan insulin oleh tubuh. Selain itu kepekaan reseptornya menurun. tapi sekresi insulinnya semakin berkurang. Sel beta yang tersisa umumnya masih aktif.

Faktor genetik dan lingkungan penting untuk mencetuskan penyakit 6. Sekitar 50% wanita pengidap kelainan ini akan kembali ke status nondiabetes setelah kehamilan berakhir. Kecepatan perkembangan gejala 7. Timbulnya ketosis 8. Semua faktor Cepat Lambat Ya Ya 10-20% Tidak 80-90% Umumnya ya DM tipe 1 Tidak ada atau hampir tidak ada Anak-anak DM tipe 2 Mungkin normal atau melebihi normal Masa dewasa . misalnya perangsangan glikogenolisis (penguraian glikogen) dan penguraian jaringan lemak. DM Gestasional terjadi pada wanita hamil yang sebelumnya tidak mengidap diabetes. resiko mengalami DM tipe 2 pada waktu mendatang lebih besar daripada orang normal. Defek dasar Sering jika tidak diobati Destruksi sel beta pankreas Jarang Penurunan kepekaan sel sasaran terhadap insulin 3. Namun. Usia awitan yang lazim 3.Tabel 1. Penyebab DM Gestasional dianggap berkaitan dengan peningkatan kebutuhan energi dan kadar estrogen dan hormon pertumbuhan yang terus menerus tinggi selama kehamilan. Tingkat sekresi insulin 2. Persentase pasien 4. Hormon pertumbuhan dan estrogen merangsang pengeluaran insulin dan dapat menyebabkan gambaran sekresi berlebihan insulin seperti DM tipe 2 yang akhirnya menyebabkan penurunan responsivitas sel. Hormon pertumbuhan memiliki beberapa efek anti insulin. DM Dalam Kehamilan / DM Gestasional DM Gestational adalah kehamilan normal yang disertai dengan peningkatan resistensi insulin. Keterkaitan dengan kegemukan 5. Perbandingan DM tipe 1 dan tipe 2 Karakteristik 1.

Penyakit eksokrin (suatu kelenjar yang mengeluarkan hasil produksinya melalui pembuluh) pankreas: 1). 2). mitokondria adalah organel sel yang berfungsi untuk pernafasan sel dan pembuatan energi sel) b. 3). DM Gestasional secara rutin diperiksa pada pemeriksaan medis pranatal. Pankreatitis (radang/inflamasi pada pankreas) Tumor/pankreatektomi (pankreas telah diangkat) Pankreatopati fibrokalkulus (adanya jaringan ikat dan batu pada pankreas) d. antara lain: a.ini mungkin berperan menimbulkan hiperglikemia pada DM Gestasional. Endokrinopati . Wanita yang mengidap DM Gestasional mungkin sudah memiliki gangguan subklinis pengontrolan glukosa bahkan sebelum diabetes muncul. lahir mati. yang dapat menimbulkan masalah saat persalinan. dan bayi bertubuh besar. DM Tipe Lain Termasuk dalam golongan ini adalah diabetes melitus yang disebabkan oleh berbagai hal. Maturity-Onset Diabetes of the Young (MODY) Defek/cacat genetik fungsi sel beta akibat mutasi DNA mitokondria (DNA adalah molekul pembawa sifat genetik yang terdapat dalam inti sel. Cacat genetik kerja insulin c. DM Gestasional dapat menimbulkan efek negatif pada kehamilan dengan meningkatkan resiko malformasi konginetal. DM Gestasional terjadi bila dua atau lebih nilai berikut ditemukan atau dilampaui setelah pemberian 75 gram glukosa oral: Puasa : 105 mg/dl 1 Jam : 190 mg/dl 2 jam : 165 mg/dl 3 jam : 145 mg/dl 4. 2). Cacat genetik fungsi sel beta: 1).

Karena obat/zat kimia: 1). Sebab imunologi yang jarang Antibodi anti insulin (tubuh menghasilkan zat anti terhadap insulin.1). sindrom Klinefelter. Tiazid. . asam nikotinat 2). cytomegalovirus (CMV) g. dilantin. Akromegali (terlampau banyak hormon pertumbuhan) Sindrom Cushing (terlampau banyak produksi kortikosteroid dalam Feokromositoma (tumor kelenjar anak ginjal. hormon tiroid 3). Sindrom genetik lain yang berkaitan dengan diabetes melitus: Sindrom Down. 4). Vacor. sindrom Turner dan lain-lain. sehingga insulin tidak dapat bekerja memasukkan glukosa ke dalam sel). yang antara lain Hipertiroidisme berfungsi menghasilkan hormon steroid [kortikosteroid]) e. tubuh) 3). pentamidin. 2). Glukokortikoid. interferon alfa dan lain-lain f. Infeksi: Rubela (campak Jerman) kongenital (dialami sejak dalam kandungan). h.

sel hati akan memproduksinya. fosfolipid. dan trigliserida (kecuali trigliserida yang diabsorpsi dari usus dalam bentuk kliomikron) disintesis. Bila asupan kolesterol tidak mencukupi. Lipoprotein merupakan perpaduan biokimia yang mengandung lipid dan protein. protein transmembran dari mitokondria. Sedangkan bila terjadi kelebihan kolesterol. antigen dan toxin merupakan lipoprotein. Fungsi utama dari lipoprotein adalah untuk mengangkut komponenkomponen lipidnya di dalam darah. kolesterol ini akan diangkut kembali oleh HDL (High Density Lipoprotein) untuk dibawa ke hati yang selanjutnya diuraikan lalu dibuang ke dalam kandung empedu sebagai asam (cairan) empedu. Sejumlah lipoprotein densitas tinggi juga disintesis di dalam epitel usus selama absorpsi asam lemak dalam usus. otak dan lain-lain. Lipid atau turunannya mungkin secara kovalen dan non-kovalen terikat pada protein. kolesterol diangkut oleh LDL (Low Density Lipoprotein) untuk dibawa ke sel-sel tubuh yang memerlukan termasuk selotot jantung. Protein utama yang membentuk LDL yaitu Apo-B (Apolipoprotein-B) dan LDL ini . DEFINISI DAN FUNGSI LIPOPROTEIN Kolesterol dan unsur lemak lain yang tidak dapat larut di dalam darah (seperti trigliserida dan fosfolipid) harus berikatan dengan protein agar dapat diangkut ke dalam aliran darah. sehingga disebut dengan lipoprotein. Hampir semua lipoprotein dibentuk di dalam hati. Banyak enzyme. Dari hati. transporters. struktur protein. sedangakn lipoprotein yang lain terutama penting dalam tahap-tahap transport fosfolipid dan kolesterol yang terdapat dalam hati menuju jaringan perifer atau dari jaringan perifer kembali ke hati. Seperti contoh yang termasuk pada High Density (HD) atau Low Density (LD) Lipoprotein yang memungkinkan lemak menjadi pembawa dalam sirkulasi darah sistemik. yang merupakan tempat sebagian kolesterol plasma.BAB II LIPOPROTEIN A. Lipoprotein densitas sangat rendah mengangkut trigliserida yang disintesis di dalam hati terutama dalam jaringan adipose.

dapat menyebabkan penempelan kolesterol di dinding pembuluh darah sehingga dianggap sebagai ”lemak jahat”. Sedangkan protein utama yang membentuk HDL yaitu Apo-A (Apolipoprotein-A) dan HDL ini dapat membersihkan kelebihan kolesterol dari dinding pembuluh darah dengan mengangkutnya kembali ke hati sehingga dianggap sebagai ”lemak baik”.

Gambar 2. Struktur lipoprotein Tabel 2. Jenis-jenis Apoprotein

B.

KLASIFIKASI LIPOPROTEIN 1. Kilomikron Merupakan lipoprotein dengan berat molekul terbesar, lebih dari 80% komponennya terdiri dari trigliserida yang berasal dari makanan dan kurang dari 5% kolesterol ester. Kilomikron membawa trigliserida dari makanan ke jaringan lemak dan otot rangka juga membawa kolesterol makanan ke dalam hati. 2. VLDL (lipoprotein pre-β  Very Low Density Lipoprotein) Lipoprotein terdiri dari 60% trigliserida dan 10 – 15% kolesterol, dibentuk dari asam lemak bebas di hati. Karena asam lemak dan gliserol dapat disintesis dari karbohidrat, maka makanan kaya karbohidrat akan meningkatkan jumlah VLDL. 3. IDL (Intermediet Density Lipoprotein) Merupakan zat perantara yang terjadi sewaktu VLDL dikatabolisme menjadi LDL. Adanya IDL dapat dilihat dari kekeruhan plasma yang didinginkan. 4. LDL (Lipoprotein β  Low Density Lipoprotein) Merupakan lipoprotein pengangkut kolesterol terbesar pada manusia yaitu sekitar 70%. LDL merupakan metabolit VLDL yang berfungsi membawa kolesterol ke dalam jaringan perifer. 5. HDL (Lipoprotein α  High Density Lipoprotein) Komponen HDL adalah 13% kolesterol, kurang dari 5% trigliserida dan 50% merupakan protein. HDL penting untuk bersihan trigliserida dan kolesterol serta untuk transport dan metabolisme ester kolesterol dalam plasma, HDL membawa 20 – 25% kolesterol darah dan berfungsi mengangkut kolesterol dari jaringan perifer masuk ke dalam hati.

Gambar 3. Kilomikron, VLDL, IDL, LDL dan HDL Tabel 3. Perbedaan lipoprotein
Densitas (g/mL) >1.063 1.019-1.063 1.006-1.019 0.95-1.006 <0.95 Kelas HDL LDL IDL VLDL Kilomikron Diameter (nm) 5 – 15 18 – 28 25 – 50 30 – 80 100 – 1000 % Protein 33 25 18 10 <2 % Kolesterol 30 50 29 22 8 % Fosfolipid 29 21 22 18 7 % Trigliserol 8 4 31 50 84

C.

TRANSPORTASI LIPID 1. Jalur Eksogen Trigliserida dan kolesterol yang berasal dari makanan dalam usus dikemas dalam kilomikron. Kemudian akan diangkut oleh saluran limfe ke dalam darah melalui ductus torotikus. Di dalam jaringan lemak mengalami hidrolisis oleh lipoprotein lipase yang terdapat pada permukaan sel endotel, akibatnya terbentuk asam lemak dan kilomikron. Asam lemak akan menembus endotel kembali dan masuk ke dalam jaringan lemak atau otak yang akan diubah kembali menjadi trigliserida kembali. Kilomikron akan dibersihkan oleh hati dari sirkulasi dengan mekanisme endositosis oleh lisosom berupa kolesterol bebas. Kolesterol bebas ini disimpan di hati dan siap diekskresikan ke empedu untuk menjadi lipoprotein endogen yang dikeluarkan ke dalam plasma. 2. Jalur Endogen

Transportasi lipid D.Trigliserida dan kolesterol yang disintesis oleh hati diangkut secara endogen dalam bentuk VLDL dan akan mengalami hidrolisis dalam sirkulas oleh lipoprotein lipase menjadi partikel lipoprotein yang lebih kecil yaitu IDL dan LDL. METABOLISME LIPOPROTEIN . Gambar 4. High Density Lipoprotein (HDL) yang berasal dari hati dan usus yang berada di bawah pengaruh enzim lesitin akan mengalami perpindahan dari HDL menjadi VLDL dan IDL sehingga dengan demikian terjadi kebalikan arah transport kolesterol dari perifer menuju hati untuk dikatabolisme.

Apoprotein yang berikatan dengan kilomikron yang baru dibentuk adalah apo B-48. LPL adalah enzim yang paling banyak terlibat di dalam proses yang terjadi pada kilomikron dan VLDL. Asam-asam lemak tersebut kemudian diserap oleh sel endotel kapiler. Metabolisme Kilomikron Kilomikron merupakan lipoprotein yang banyak mengandung lipid dengan kandungan protein paling sedikit (dibandingkan lipoprotein lain) sehingga kilomikron memiliki densitas yang paling rendah dari keseluruhan lipoprotein. Dari usus kilomikron masih dalam bentuk yang belum sempurna (yang disebut kilomikron nascent) karena masih memerlukan penambahan apoprotein. LPL menghidrolisis ester asam lemak yang mengikat gliserol bebas dan asam-asam lemak. Kilomikron merupakan lipoprotein yang disintesis oleh usus.1. Asam lemak dibawa ke jaringan ekstrahepatik. Ketika mendekati jaringan ekstrahepatik. Dalam sirkulasi darah kilomikron mendapat tambahan apoprotein yaitu Apo E dan Apo C dari HDL sehingga membentuk kilomikron yang sempurna. Makanan yang mengandung triasilgliserol (lemak) akan dicerna oleh enzim lipoprotein lipase yang terdapat di dinding usus kemudian masuk ke sistem limfatik. seperti jaringan adiposa dan jaringan otot. Di sirkulasi darah. Tambahan apo-CII yang didapat dari HDL dibutuhkan untuk mengaktivasi lipoprotein lipase (LPL). gliserol tetap dalam sirkulasi darah menuju hati karena hati memiliki . terdapat di jaringan otot dan jaringan adiposa.merupakan esterase asam amino hasil hidrolisis dari sebuah protein. adanya Apo C akan mengaktivasi enzim lipoprotein lipase untuk memecah lemak menjadi asam lemak bebas dan gliserol. apo A-I. Kilomikron nasen membawa triasilgliserol (TAG) dan kolesterol (C) dengan bantuan aktivator Apo B-48 juga Apo-A milik HDL yang disintesis di usus. dan di dalam jaringan adiposa asam lemak ini di sintesis kembali menjadi triasilgliserol untuk disimpan. apo A-II and apo A-IV. LPL . Molekul hidrofobik berada di dalam inti lipoprotein. sedangkan di dalam otot asam-asam lemak dioksidasi untuk menghasilkan energi. kilomikron ini mendapatkan apo-C dan Apo-E dari HDL plasma yang ditukar dengan fosfolipid. Sementara itu. Kilomikron memiliki fosfolipid dan protein pada permukaannya agar permukaan yang hidrofilik dapat berikatan dengan air. LPL disekresi keluar dari sel dan ditranslokasi menuju permukaan lumen dari sel endotel kapiler dimana terdapat heparin sulfat.

Metabolisme VLDL dan LDL Hati mensintesis asam lemak dan kolesterol dan mengemasnya untuk diangkut di pembuluh darah dalam bentuk VLDL sehingga VLDL adalah kendaraan untuk mengangkut triasilgliserol dari hati ke jaringan ekstrahepatik. Metabolisme kilomikron ditunjukkan pada gambar berikut. Metabolisme kilomikron 2. kilomikron mengalami penyusutan secara berkala hingga menjadi kilomikron remnan yang kaya akan kolesterol. Apoprotein utama pada VLDL adalah B-100 sehingga pada abetalipoproteinemia . Sisa kilomikron ini hanya mengandung sisa triasilgliserol. Gambar 5. Apo E merupakan reseptor ligan untuk kilomikron agar kolesterol yang diangkut dapat masuk kembali ke hati. sedangkan asam lemak bebas akan digunakan untuk sintesis HDL dan VLDL.enzim untuk memetabolisme gliserol. kilomikron mentransfer fosfolipid dan apoprotein A dan C ke HDL akibatnya kilomikron remnan kekurangan protein apo A dan apo C sehingga tidak bisa berikatan dengan LPL. diet kolesterol yang tinggi dapat mengubah komposisi VLDL menjadi kaya akan ester kolesterol. Selama terjadinya penyusutan tersebut. Akan tetapi. Sekresi VLDL dari hati terjadi secara eksositosis. Selama jaringan mengabsorbsi asam lemak. kolesterol. Apo E dan Apo B-48. Dalam organ hati sisa kolesterol akan diubah menjadi ester kolesterol dan asam empedu.

Adanya Apo C akan mengaktivasi enzim lipoprotein lipase sehingga trigliserida yang diangkut VLDL juga mengalami hidrolisis menjadi gliserol dan asam lemak bebas. Selanjutnya dengan adanya reseptor LDL di hati. kolesterol yang diangkut LDL dibawa kembali ke hati. Beberapa IDL diambil oleh hati karena IDL dapat berikatan dengan reseptor sel hati dimana IDL diabsorbsi dengan cara yang sama dengan kilomikron remnant. IDL menyerahkan fosfolipid dan melalui kerja enzim plasma lesitin-kolesterol asiltransferase (LCAT). kemudian VLDL yang baru disekresi dari hati mendapatkan tambahan apo C dan E dari HDL. mengambil ester kolesterol yang terbentuk dari kolesterol HDL. VLDL memberikan fosfolipid dan apoprotein C kepada HDL. Trigliserida pada VLDL bukan berasal dari makanan (jalur eksogen) melainkan berasal dari sintesis endogenik dari asam lemak bebas dan karbohidrat di dalam hati (jalur endogen). Di dalam . Setelah sebagian besar trigliseridanya dikeluarkan oleh kerja enzim lipoprotein lipase. sedangkan di dalam otot. seperti jaringan adiposa dan otot. Asam lemak bebas akan masuk ke jaringan ekstrahepatik. Mekanisme pembentukan VLDL oleh sel parenkim hati memiliki keimripan dengan pembentukan kilomikron oleh sel usus dan. VLDL ini menyusut menjadi IDL (intermediate Density Lipoprotein) atau sisa VLDL dan selama mengalami penyusutan. IDL juga dapat dikatabolisme oleh LPL sehingga melepaskan lebih banyak trigliserida dan apo E menjadi LDL. VLDL dan kilomikron yang baru disekresikan atau ‘nascent’ hanya mengandung sedikit apoliporotein C dan E. Kolesterol adalah suatu unsur pokok esensial di membran sel dan digunakan oleh sel kelenjar untuk membentuk hormone steroid. Apo E dan Apo C. Pada jaringan adiposa asam lemak mengalami sintesis ulang menjadi triasilgliserol dan disimpan. VLDL nascent mendapat tambahan Apo C dan Apo E sehingga menjadi VLDL yang sempurna.tidak terbentuk lipoprotein yang mengandung Apo B dan terjadi penimbunan butiran lipid di usus dan hati. Dalam perjalanannya. Proses metabolisme VLDL juga hampir sama dengan metabolism kilomikron yaitu trigliserida dan kolesterol hasil sintesis di hati akan dibawa oleh VLDL nascent menuju jaringan sel dengan aktivator apoprotein Apo B-100. LDL juga menyediakan kolesterol bagi jaringan. atau berikatan dengan albumin serum sedangkan gliserol akan dibawa oleh darah masuk ke dalam hati. asam lemak dioksidasi untuk menghasilkan energi.

Kadar LDL yang tinggi berhubungan dengan pembentukan plak aterosklerosis yang menyumbat pembuluh darah yang menyebabkan stroke dan serangan jantung. LDL adalah pembawa kolesterol utama di dalam plasma. LDL diambil dengan endositosis dengan mediator reseptor LDL. LDL adalah lipoprotein yang kaya akan kolesterol dan banyak mengandung apo B-100. protein clathrin menyebabkan endositosis. Oleh karena itu. Kolestreol ini bergabung ke dalam kolam kolesterol interselular yang digunakan untuk sintesis membran atau steroid. konsentrasi LDL dalam plasma memiliki korelasi yang positif dengan kejadian penyakit jantung koroner. Reseptor LDL bermigrasi ke area membran plasma yang khusus untuk endositosis. Hati juga mengabsorpsi LDL dengan mekanisme endositosis yang sama. Vesikel bersatu dengan lisosom dan kemudian mendegradasi lipoprotein menjadi komponen asalnya.hati dan kebanyakan jaringan ekstrahepatik. Setelah vesikel berada di dalam sel. Reseptor LDL terbentuk kembali menjadi permukaan sel. kolesterol. pH dari vesikel ini menurun. Bagian pengikatan LDL memiliki interaksi elektrostatik dengan muatan positif arginin dan lisin yang merupakan residu apo-B 100. gliserol. yang disebut coated pits (lubang bersalut) karena protein clathrin melapisi atau menyalut sisi sitoplasmik pada membran. clathrin secara spontan terdisosiasi dari vesikel endosom. asam lemak. LDL terikat pada reseptor spesifik sel yang berada pada membran plasma sel target. . LDL reseptor merupakan glikoprotein yang mengandung bagian dengan muatan negatif. LDL umumnya disebut sebagai ‘kolesterol jahat’ ketika membawa kolesterol di dalam plasma menuju jaringan. dan asam amino. sehingga LDL terdisosiasi dari reseptor. Saat LDL terikat pada reseptor. Kira-kira 75% dari LDL diabsorpsi oleh hati. LDL merupakan sumber kolesterol untuk kebanyakan jaringan di dalam tubuh.

Aktivasi enzim ini akan menyebabkan esterifikasi kolesterol pada permukaan HDL menjadi ester kolesteril. HDL yang baru disintesis berbentuk cakram (diskoid). apoprotein C dan E hanya disintesis di dalam hati sehingga HDL yang disintesis dari usus perlu memperoleh apo-C dan -E dari HDL yang disintesis oleh hati. yaitu enzim periferal yang bersirkulasi dengan HDL dan berperan mengkatalisis pemindahan asam lemak rantai panjang dari fosfolipid ke kolesterol untuk membentuk ester kolesterol. Ester kolesteril yang dihasilkan akan bergerak ke tengah membentuk inti yang non-polar sheingga molekul HDL membulat menjadi HDL3. yaitu pada hati dan organ steroidogenik reseptor ini membantu penerimaan kolesterol dari HDL. Metabolisme VLDL dan LDL 3. Reseptor SRB1 sebenarnya memiliki peran ganda. HDL memerlukan apo-E yang meningkatkan . Apo-A1 merupakan aktivator enzim Lecithin:cholesterol acyltransferase (LCAT). kolesterol dan apo-A. dan hanya terdiri atas fosfolipid. Akan tetapi. Selama HDL bertambah besar. sedangkan pada jaringan lainnya reseptor ini membantu penerimaan kolesterol dari jaringan ke HDL. HDL3 akan menerima kolesterol dari jaringan melalui reseptor SR-B1 (class B scavenger receptor B1). HDL3 yang terus menerima kolesterol dari jaringan akan membesar dan membentuk HDL2.Gambar 6. Metabolisme HDL HDL disintesis dan disekresikan oleh hati dan sel usus.

maupun terhadap fosfolipidnya. Lipoprotein lain ini mentransport kolesterol ester ke hati. sedangkan jika fosfolipid pada HDL2 ikut mengalami hidrolisis. baik hanya terhadap ester kolesterilnya. HDL2 lalu menuju hati dan di hati HDL2 akan mengalami hidrolisis. Apo-A ini dapat diekskresikan melalui ginjal (jika berlebih) atau digunakan kembali untuk membentuk HDL melalui pembentukan pre-β HDL. HDL umumnya disebut kolestrerol baik karena HDL merupakan pembawa kolesterol plasma kembali ke hati. Fungsi pemindahan kolesterol dari jaringan ini menyebabkan hubungan yang berbanding terbalik antara konsentrasi HDL dalam plasma dan resiko terjadinya penyakit jantung. Metabolisme HDL . Jika HDL2 hanya mengalami hidrolisis pada ester kolesterilnya. maka HDL3 akan kembali terbentuk. Gambar 7. Secara umum. Fungsi utama dari HDL yang membawa kolesterol menuju hati adalah untuk memindahkan kolesterol yang berlebih dan membawa kelebihan kolesterol tersebut untuk dimetabolisme menjadi garam empedu. maka yang tersisa dari molekul HDL hanyalah apo-A. HDL berfungsi: • Memindahkan (mentransfer) apoprotein ke lipoprotein lain • Memindahkan lipid dari lipoprotein lain • Memindahkan kolesterol dari membran sel • Mengubah kolesterol menjadi kolesterol ester melalui reaksi LCAT • Memindahkan kolesterol ester ke lipoprotein lain melalui CETP.afinitas pengikatan pada reseptor di hati.

Kolesterol jaringan meningkat karena adanya pengambilan lipoprotein yang mengandung kolesterol oleh reseptor. Kolesterol Dalam Jaringan Dalam jaringan. seperti SR-B1 dan ABCA1. selain jumlah HDL dan LDL. yang akan menyerahkan kolesterol jaringan kepada HDL. Penerimaan kolesterol ke dalam jaringan lebih mudah terjadi karena adanya berbagai reseptor yang memfasilitasi proses ini. sintesis kolesterol. Adapun penurunan kolesterol jaringan disebabkan oleh efluk kolesterol dari membran ke HDL melalui ABCA-1 dan SRB1. perbandingan jumlah HDL dan LDL juga merupakan faktor penting dalam kasus hiperlipidemia. Gambar 8.4. dan penggunaan kolesterol untuk sintesis senyawa steroid seperti hormon atau asam empedu di hati. keseimbangan kolesterol diatur seperti yang terlihat pada gambar di bawah. sedangkan proses pengeluaran kolesterol dari jaringan memerlukan reseptor. pengambilan kolesterol bebas dari lipoprotein yang kaya akan kolesterol ke membran sel. misalnya reseptor LDL atau reseptor scavenger. Tranpor kolesterol keluar dari dan masuk ke dalam sel . Oleh karena itu. dan hidrolisis dari ester kolesteril oleh enzim kolesteril ester hidrolase. bahkan kolesterol juga dapat masuk ke dalam jaringan tanpa melalui reseptor. esterifikasi kolesterol oleh ACAT (asil-koA:kolesterol asil transferase).

Fosfolipid Fosfolipid merupakan suatu gliserida yang mengandung fosfor dalam bentuk ester asam folat. Trigliserida Trigliserida diperoleh dari lemak tumbuhan dan hewan yang terdiri dari campuran triasilgliserol (trigliserida dalam lemak netral). Kolesterol Merupakan golongan senyawa steroid yaitu sterol (steroid alkohol). 2. oleh karenanya fosfolipid adalah suatu fosfogliserid. Triasilgliserol adalah ester dari alkohol gliserol dengan tiga molekul asam lemak. . Hiperkolesterolemia dapat mempertinggi morbiditas dan mortalitas PJK (Penyakit Jantung Koroner). kurang dari 70% dalam bentuk ester kolesterol.BAB III ETIOLOGI DAN KLASIFIKASI HIPERLIPIDEMIA A. hiperlipoproteinemia. Lemak yang mengalami peningkatan ini meliputi kolesterol. trigliserida ataupun kombinasi keduanya. atau dislipidemia adalah keadaan dimana kadar lemak dalam darah meningkat sampai di atas batas normal. Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya hiperlipidemia melalui terganggunya keseimbangan metabolisme lemak ataupun karena asupan konsumsi lemak yang berlebihan akibat life style (gaya hidup). antara lain sebagai berikut: 1. Adapun bagian-bagian dari lemak yang dapat menyebabkan terjadinya hiperlipidemia. merupakan depot lemak pada sel tumbuhan atau hewan. ETIOLOGI Hiperlipidemia. Kolesterol juga banyak terdapat dalam lipoprotein plasma darah. Senyawa ini banyak terdapat pada hewan dan merupakan komponen membran plasma hewan serta terdapat dalam jumlah lebih sedikit pada membran organel sub seluler. baik secara primer (disebabkan oleh adanya gangguan-gangguan metabolisme lipid) atau sekunder (komplikasi penyakit lain). sedangkan hipertrigliserida meningkatkan kasus nyeri perut dan pankreatitis. 3.

Umumnya terdapat alam sel tumbuhan. asam lemak yang dominan adalah C16 dan C18 seperti asam-asam palmitat. Pada tumbuhan tingkat tinggi dan hewan. jarang terdapat bebas secara alami. Asam lemak Asam lemak adalah asam karboksilat berupa rantai hidrokarbon yang panjang. asam oleat. hewan dan manusia yang berfungsi sebagai unsur struktural membran. KLASIFIKASI Hiperlipidemia Primer Hiperlipidemia primer ditandai dengan kerusakan genetik yang meliputi kelainan pada protein. Tabel 3. 4. Pengklasifikasian hiperlipidemia dapat dilihat pada Tabel 3 dan 4. sel dan fungsi organ lainnya yang mengakibatkan keadaan yang tidak normal pada lipoprotein. Klasifikasi hiperlipidemia menurut WHO Tipe I II a II b Kolesterol Tinggi Tinggi/normal Tinggi Kolesterol LDL Rendah/normal Tinggi Tinggi Trigliserida Tinggi Normal Tinggi Gangguan Lipoprotein Kilomikron meningkat LDL meningkat LDL dan VLDL meningkat Kilomikron sisa dan IDL meningkat VLDL meningkat Kilomikron dan VLDL meningkat Plasma* Putih susu Kuning jernih Keruh III Tinggi Rendah/normal Tinggi Keruh IV Tinggi/normal Normal Tinggi Keruh V Tinggi Normal Tinggi Putih susu * = perangai plasma setelah didiamkan di dalam lemari es selama semalam . asam linoleat dan asam stearat. terdapat dalam bentuk teresterifikasi sebagai komponen utama dari lipid yang bervariasi. a. B.

Tabel 4. Nicotinic acid. Statins. Nicotinic acid Statins. Gemfibrozil Drug of choice: Gemfibrozil IIb Combined hyperlipidemia Elevated LDL and VLDL and Triglycerides III Familial Dysbetalipoproteine Mia Increased IDL IV Endogenous Hyperlipemia Increased VLDL Drug of choice: Nicotinic acid V Familial Hypertriglyceridemia Increased VLDL and Chylomicrons Nicotinic acid. . or Familial hyperchylomicronemia Polygenic hypercholesterolaemia or Familial hypercholesterolemia Masalah Decreased lipoprotein lipase (LPL) or altered ApoC2 LDL receptor deficiency Decreased LDL receptor and Increased ApoB Defect in ApoE synthesis Increased VLDL production and Decreased elimination Increased VLDL production and Decreased LPL Gambaran Laboratorium Terapi I Elevated Chylomicrons Diet Control IIa Elevated LDL only Bile Acid Sequestrants. Klasifikasi hiperlipidemia menurut Fredrickson Tipe Sinonim Buerger-Gruetz syndrome. Primary hyperlipoproteinaemia. Gemfibrozil a. Hiperlipoproteinemia tipe I Hiperlipoproteinemia tipe I memperlihatkan hiperkilomikronemia pada waktu puasa yang disebabkan oleh defisiensi enzim lipoprotein lipase (LPL) atau adanya perubahan pada apolipoprotein C2 yang dibutuhkan pada metabolisme kilomikron untuk memecah lemak menjadi asam lemak bebas dan gliserol di jaringan ekstrahepatik.

1 % dari populasi.Hiperlipoproteinemia tipe I disebabkan oleh adanya perubahan dari gen reseptor LDL. nyeri perut. dimana tipe pembagiannya berdasarkan atas tingginya kadar trigliserida terhadap LDL kolesterol.2%) sehingga kolesterol tidak dapat masuk ke dalam hati dan jaringan ekstrahepatik serta tetap berada di peredaran darah. Seorang pasien yang menderita Hiperlipoproteinemia tipe I memiliki serum level dari LDL-C dua atau tiga kali lebih tinggi dari orang normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien yang menderita Hiperlipoproteinemia tipe II disebabkan adanya perubahan pada gen reseptor LDL yakni pada kromosom 19 (0. Dan pada pemeriksaan biokimia menunjukkan adanya lapisan krem di permukaan plasma pasien puasa. terbagi menjadi dua tipe yakni tipe IIa dan tipe IIb. tendon xanthomas (penumpukan lipid di otot). acetil CoA dan adanya peningkatan sintesis . Sedangkan pada orang dewasa gejala muncul dengan tanda terjadinya penumpukan pada kolesterol seperti corneal arcus (penumpukan lipid di cornea). Sehingga sangatlah penting untuk melakukan identifikasi dan pengobatan sejak dini. dan xanthelasma (penumpukan lipid di kelopak mata). selain itu pasien yang menderita Hiperlipoproteinemia tipe I juga dapat mengalami peningkatan kadar LDL-C. Kelainan tipe I muncul sebelum pasien berusia 10 tahun dengan gejala seperti kolik. • Tipe IIa Pasien yang menderita Hiperlipoproteinemia tipe II memiliki presentasi yang tidak terlalu signifikan di dalam populasi. Hiperlipoproteinemia tipe II Hiperlipoproteinemia tipe II. • Tipe IIb Pada tipe ini ditandai dengan meningkatnya kadar VLDL meliputi meningkatnya kadar trigliserida.2% dari populasi) atau disebabkan adanya perubahan gen pada Apoprotein B (0. presentasi kematian akibat acute cononary sebelum usia 20 tahun menunjukkan angka yang normal yakni 0. xantoma dan hepatosplenomegali. Hingga dengan tahun 1980.

Pada penderita ini pengambilan sisa kilomikron dan sisa VLDL oleh hati dihambat dan menyebabkan terjadinya akumulasi di darah dan jaringan. Hiperlipoproteinemia tipe IV Tipe ini ditandai dengan terjadinya peningkatan VLDL dan trigliserida yang kemudian dikenal dengan hipertrigliseridemia. Penimbunan IDL pada tipe ini disebabkan oleh blokade parsial dalam metabolisme VLDL menjadi LDL dan adanya peningkatan kadar apoprotein E total. Mekanisme kelainan yang familiar tidak diketahui. Gejala klinik muncul pada usia pertengahan. Hiperlipoproteinemia tipe III Hiperlipoproteinemia tipe III merupakan penyakit keturunan yang sangat jarang sekali ditemui. . Kemungkinan terjadinya resiko terkena aterosklerosis pada pasien sekitar 15% bagi mereka yang juga mengalami penyakit jantung pada usia 60 tahun. alkoholisme berat atau diet kaya karbohidrat dan biasanya penderita gemuk.dari B-100. Hal tersebut dapat disebabkan oleh menurunnya konsentrasi dari reseptor LDL dan meningkatnya Apoprotein B. Gejala klinik muncul pada masa remaja berupa xantoma pada kulit terutama pada siku dan lutut. b. Hiperlipoproteinemia tipe III ditandai dengan tingginya kadar kilomikron dan IDL (intermediate density lipoprotein). Pada kelainan ini kolesterol serum dan trigliserid meningkat (350-800 mg/dl). tetapi tipe IV yang didapat biasanya bersifat sekunder akibat penyakit lain. Separuh dari penderita ini meningkat kadar trigliseridnya pada umur 25 tahun. Presentasi penderita Hiperlipoproteinemia tipe II mencapai 10% dari populasi.

Hiperlipoproteinemia tipe V Tipe ini memperlihatkan akumulasi VLDL dan kilomikron yang disebabkan ketidakmampuan tubuh untuk memetabolisme dan membuang kelebihan trigliserida sebagaimana mestinya. Kelainan ini jarang ditemukan. Hiperlipoproteinemia tipe V biasanya ditemui pada pasien yang memiliki kelebihan berat badan, menderita diabetes, hyperuricemic dan tidak ditemuinya adanya xanthoma. Secara genetik Hiperlipoproteinemia tipe V bersifat heterogen dan penderita dengan kelainan familial biasanya tidak menunjukkan gejala sampai sesudah usia 20 tahun. c. Hiperlipoproteinemia Sekunder Hiperlipoproteinemia sekunder ditandai dengan kelainan pada lipid sebagai akibat dari kelainan suatu penyakit atau efek samping dari terapi obat dimana hal tersebut tercatat memiliki presentasi hingga 40% dari semua tipe pada hiperlipoproteinemia. Tabel 5. Contoh penyakit dan efek samping dari obat yang menyebabkan hiperlipoproteinemia sekunder. Penyebab penyakit Endokrin/metabolic : Penyebab efek samping obat Diabetes Mellitus Alkohol Von Grierke’s disease Progestins Sexualateliotic dwarfism Thiazide diuretic Acromegaly Β bloker Hypothyroidism Glucocorticoids Anorexia nervosa Androgens Wemer’s syndrome Ciclosporin Acuteintermittent Oral contraceptives porphyria Vitamin A

Renal : Uremia Nephrotic syndrome Hepatic : Primary biliary cirrhosis, Hepatoma, Immunologic, Systemic lupus erythematosis, Monoclonal gammapathies, Stress

2.

HIPERLIPIDEMIA SEKUNDER Hiperlipidemia sekunder ditandai dengan kelainan pada lipid sebagai akibat dari kelainan suatu penyakit atau efek samping dari terapi obat dimana hal tersebut memiliki persentase hingga 40% dari semua tipe pada hiperlipidemia. Penyebab hiperlipidemia sekunder:

Penyebab hipertrigliseridemia 1. Diabetes melitus Pada penderita diabetes melitus, hormon insulin tidak bekerja, oleh karena itu glukagon-lah yang bekerja. Glukagon bekerja dengan 3 mekanisme, yaitu glukogenolisis, glukoneogenesis, dan lipolisis. Pada peristiwa lipolisis, lemak dipecah menjadi asam lemak dan gliserol, asam lemak dalam darah selanjutnya masuk ke hati dan menjadi asil Ko-A. Asil Ko-A akan diesterifikasi dengan gliserol 2. membentuk trigliserida, selanjutnya hal ini mengarah pada hipertrigliseridemia. Gagal ginjal kronis Penderita gagal ginjal tidak dapat melakukan filtrasi dengan baik. Zat-zat yang seharusnya tersaring akan terbuang bersama urin. Apabila zat yang terbuang itu adalah protein, dan protein tersebut merupakan Apo C maka akan berpengaruh pada metabolisme VLDL dan kilomikron. Hal ini disebabkan karena VLDL dan kilomikron membutuhkan Apo C untuk berikatan dengan lipoprotein lipase, untuk selanjutnya memecah VLDL dan kilomikron menjadi asa lemak dan gliserol. Apabila proses ini terhambat, akan terjadi pula peningkatan trigliserida (TGA) karena VLDL dan kilomikron mengandung TGA. 3. Hipotiroidisme Pada penderita hipotiroidisme, kelenjar tiroidnya tidak se-aktif seperti pada orang normal, sehingga hormon tiroksin yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid berkurang. Tiroksin berfungsi merangsang metabolisme karbohidrat, protein, lemak. Kekurangan tiroksin berakibat pada terhambatnya metabolisme lemak intraseluler sehingga kadarnya dalam darah meningkat. 4. Gangguan penyimpanan glikogen

Bila terjadi gangguan penyimpanan glikogen, berarti terdapat gangguan kerja insulin. Selanjutnya mekanisme timbulnya penyakit sama seperti pada diabetes melitus. 5. Stress Stress merangsang keluarnya adrenalin di saraf simpatis. Adrenalin bekerja sama seperti glukagon. Mekanisme selanjutnya sama seperti pada penderita diabetes melitus. 6. 7. Sepsis Alkohol

Penggunaan alkohol akan meningkatkan aktivitas NADH di hati, yang selanjutnya akan meningkatkan produksi asam lemak yang kemudian diesterifikasi dengan gliserol membentuk trigliserida. 8. Lipodistrofi Lipodistrofi adalah perubahan struktur jaringan lemak. Perubahan struktur ini dapat berupa lisis yang akan mengakibatkan tingginya kadar TGA. 9. Kehamilan Kehamilan bagi beberapa wanita dapat mengakibatkan diabetes melitus gestasional. 10. Terapi penggantian hormon estrogen oral Estrogen bekerja di saraf simpatis. Saraf simpatis bila terkena rangsangan akan mengeluarkan neurotransmitter epinefrin, dimana epinefrin bekerja sama seperti glukagon. Mekanisme selanjutnya sama seperti pada penderita diabetes melitus. 11. Obat antihipertensi: beta bloker, diuretik betabloker dan diuretik adalah Efek samping dari obat antihipertensi peningkatan kadar TGA dalam darah 12. 13. Penggunaan glukokortikoid Terapi protease inhibitor Glukokortikoid bersifat katabolik dan diabetogenik akibat lipolisis. Penggunaan protease inhibitor dapat mengakibatkan efek samping berupa penyakit diabetes melitus. 14. Hepatitis akut

akan terjadi pula gangguan metabolisme lemak. Padahal. Kolestasis Kolestatis adalah gangguan sekresi empedu. atau wanita dengan menopause prematur tanpa terapi penggantian estrogen . ada kemungkinan terjadinya pembuangan proteinprotein lipase ekstrahepatik yang akan menurunkan penggunaan lipoprotein dalam darah. Lupus erythematosus sistemik  Penyebab hiperkolesteronemia Hipotiroidisme Sindrom nefrotik Sindrom nefrotik adalah kelainan ginjal dimana terjadi albuminuria. Penyakit obstruktif hati Penggunaan glukokortikoid Terapi protease inhibitor Porfiria intermiten akut C. mengakibatkan kolesterol tidak bisa dikeluarkan sehingga kadarnya dalam darah juga tinggi. berarti tidak ada pemasukan kolesterol. Anoreksia nervosa Orang yang menderita penyakit ini tidak akan memiliki nafsu makan.Hepatitis akut menyebabkan kerusakan hati. sehingga bila hati ruseak. Usia: Laki-laki ≥ 45 tahun. Tubuh selanjutnya akan mensistesis kolesterol sehingga kadar kolesterol dalam tubuh meningkat. 15. wanita ≥ 55 tahun. Kolesterol di hati seharusnya dikeluarkan dalam bentuk asam empedu dan empedu. Apabila albumin terbuang lewat urin. Hati berfungsi untuk memetabolisme lemak. FAKTOR RESIKO HIPERLIPIDEMIA Beberapa faktor resiko hiperlipidemia adalah: 1. Apabila orang tidak makan. Karena ada hambatan sekresi empedu. kolesterol merupakan unsur penting yang diperlukan oleh tubuh.

2. sekitar 40% penderita mengalami kegagalan ginjal. atau orang yang meminum obat anti hipertensi 5. HIPOGLIKEMIA Hipoglikemia adalah keadaan di mana kadar glukosa darah < 60 mg/dL. hanya sekitar 20% penderita yang mengalami kegagalan ginjal.  KOMPLIKASI AKUT A. namun pada tipe I prevalensinya lebih tinggi. resiko terjadinya retinopati pada tipe I dan tipe II sama. Penyebab utama kematian pada penderita DM tipe 1 adalah gagal ginjal. sedangkan pada penderita tipe II penyebab utama kematian adalah penyakit-penyakit makrovaskuler yang mengawali infark miokard dan stroke. Pada umumnya gejala-gejala hipoglikemia baru timbul bila kadar glukosa darah < 45 mg/dL. Hipertensi (≥140/90 mm Hg). Sejarah keluarga dengan penyakit jantung koroner prematur 3. Demikian pula halnya dengan retinopati. Penyakit makrovaskuler menjadi penyebab utama kematian pada tipe II disebabkan diabetes tidak tertata laksana dengan baik karena kurangnya kepatuhan pasien dalam mengkonsumsi obat. Tetapi pada tipe II. Hal tersebut dikarenakan onset penyakit diabetes pada tipe I lebih cepat. . Merokok sigaret 4. Kolesterol HDL yang rendah (<40 mg/dL) BAB IV KOMPLIKASI DIABETES MELITUS Pada tipe I. sehingga gagal ginjal akan lebih cepat terjadi dibanding pada tipe II.

lelah. perilaku yang tidak biasa. Epinefrin merangsang pelepasan gula dari cadangan tubuh tetapi juga menyebabkan gejala yang menyerupai serangan kecemasan seperti berkeringat. EFEK SOMOGYI Terjadinya hiperglikemia pada pagi hari dapat disebabkan oleh durasi yang lebih pendek dari waktu yang sudah diantisipasi dari insulin dengan efek awal yang ditetapkan untuk meningkatkan glukosa. Penetapan ukuran kadar glukosa darah . 2 Fase 2 Hipoglikemia yang lebih berat yaitu terjadinya gangguan fungsi otak yang dinamakan juga gejala neurologi. atau oleh obat hipoglikemia yang diberikan pada malam hari yang dapat menyebabkan terjadinya lonjakan hiperglikemia (efek somogyi) pada pagi hari. jantung berdebar-debar dan kadang rasa lapar serta mual. kejang dan koma. Hal ini paling sering terjadi pada orang yang memakai insulin atau obat hipoglikemik peroral. Gejala ini merupakan gejala awal karena pasein masih sadar dan dapat cepat dilakukan tindakan. atau obat hipoglikemia oral yang terlalu banyak pada pengobatan diabetes. gangguan penglihatan. Gejala-gejala hipoglikemia adalah: 1. gelisah.Hipoglikemia dapat terjadi karena:  Pemakaian insulin. tidak mampu berkonsentrasi. jumlah kalori atau waktu makan tidak tepat. sakit kepala. yaitu terjadinya penurunan respon hormonal (adrenergik) terhadap hipoglikemia. palpitasi. lemah. Hal ini menyebabkan berkurangnya glukosa ke otak dan menyebabkan timbul gejala–gejala seperti pusing. B. bingung. Fase 1 Pada awalnya tubuh memberikan respon terhadap rendahnya kadar gula darah dengan melepasakan epinefrin (adrenalin) dari kelenjar adrenal dan beberapa ujung saraf. Gejala yang menyerupai kecemasan maupun gangguan fungsi otak bisa terjadi secara perlahan maupun secara tiba-tiba. gemetar.  Asupan makan tidak adekuat .

Jika terjadi reaksi Somogyi ini. yakni. Jika demikian. Keadaan tersebut merupakan keadaan serius yang dapat mengancam jiwa. dan nyeri perut bisa juga terjadi. Hormon insulin juga membantu menyimpan cadangan lemak di sel lemak dari hasil pencernaan makanan. kondisi ketoasidosis dapat terjadi kapan saja terutama pada penderita Diabetes Melitus tipe 1. rasa mengantuk dan yang paling berat keadaan koma. Hormon insulin diperlukan pada proses penyerapan nutrisi agar gula dapat masuk ke dalam sel guna didistribusikan ke seluruh tubuh untuk dijadikan sumber energi. Gejala-gejala yang pertama kali timbul sama seperti gejala-gejala Diabetes Melitus yang tidak diobati.pada dini hari (sekitar pukul 3 pagi) akan diturunkan karena dapat menyebabkan hiperglikemia pada pagi hari. . C. maka akan dihasilkan suatu zat yang disebut badan keton. maka gula tidak dapat masuk kedalam sel untuk diproses menjadi sumber energi. Tidak jarang penetapan ukuran kadar juga tetap dibutuhkan lebih dari jam 3 dini hari. dosis insulin harus dirubah. Namun karena penggunaan lemak tidak dapat sempurna dibakar. Penyebab terjadinya ketoasidosis dikaitkan dengan kadar hormon insulin pada darah yang rendah. Gejala lainnya seperti mual. Menanyakan kepada pasien tentang gejala hipoglikemia pada malam hari ( mimpi buruk. KETOASIDOSIS Ketoasidosis adalah salah satu komplikasi akut diabetes melitus yang terjadi disebabkan karena kadar glukosa pada darah sangat tinggi. mulut kering. Gejala-gejala selanjutnya dapat berupa seperti kesulitan bernafas. berkeringat yang berlebih di malam hari ) dapat membantu membedakan penyebabnya. rasa dehidrasi. Acapkali terjadinya ketoasidosis diawali dari tidak patuhnya pasien pada pola diet yang telah ditetapkan. Badan keton akan terakumulasi di dalam darah dan akan dikeluarkan dari tubuh melalui urin. Ketika kadar hormon insulin dalam darah ditingkat rendah. Keadaaan kadar insulin pada darah yang rendah menyebabkan kadar glukosa pada darah menjadi tinggi. intensitas buang air kecil jadi lebih sering (poliuria). muntah. rasa haus. tubuh akan mengkompensasikannya dengan cara menggunakan lemak sebagai sumber energi alternatif.

Proses terjadinya koma pada ketoasidosis lebih bertahap dibandingkan terjadinya koma hipoglikemia. Pada kasus ini banyak terjadi kematin. yang bisa menyebabkan kebingungan mental. Hal ini dapat terjadi terutama pada anak-anak dengan diabetes ketoasidosis. KOMA NON KETOTIK HIPERGLIKEMIA HIPEROSMOLAR Penderita diabetes tipe II bisa tidak menunjukkan gejala-gejala selama beberapa tahun.ketotik. Biasanya terjadi dehidrasi yang berat jika kadar gula darah meningkat (sampai lebih dari 1.Terdapatnya badan keton didalam urin disebut ketonuria. Kadar glukosa darah yang tinggi akan menyebabkan kadarnya di urin meningkat.  KOMPLIKASI KRONIS . Keadaan darah yang menjadi lebih asam disebut ketoasidosis. biasanya terjadi akibat stres-misalnya infeksi atau obat-obatan). Jika kekurangan insulin semakin parah. Ketika kondisi tubuh mengalami kondisi dehidrasi. Terjadinya dehidrasi dan terbentuknya badan keton membuat darah menjadi lebih asam. Kadar glukosa darah harus diturunkan dengan berangsur-angsur dengan cairan hipotonik dan diberi infus insulin dosis rendah (1-2 unit/h). Meningkatnya kadar glukosa urin akan menyebabkan volume urin bertambah sehingga cairan didalam tubuh akan berkurang. D. sehingga penderita harus cepat dibawa ke rumah sakit. suatu keadaan yang disebut koma hiperglikemik-hiperosmolar non. kejang. pusing. Jarang terjadi ketoasidosis. karena dapat menyababkab pembengkakan serebral. maka timbullah gejala yang berupa sering berkemih dan sering merasa haus. maka akan menimbulkan gejala-gejala antara lain rasa haus dan mulut kering yang merupakan tanda khas dari kadar glukosa darah yang tinggi. Keadaan ketoasidosis memerlukan penanganan medis segera.000 mg/dL. Kecepatan perbaikan kadar glukosa darah tidak dianjurkan. Pengobatan yang harus segera diberikan adalah penyuntikan hormon insulin dan mengganti cairan tubuh yang hilang dan kadar ion kalium pada darah yang turut berkurang akibat peningkatan frekuensi buang air kecil (poliuria).

Kemudian TAG dalam VLDL dihidrolisis oleh enzim lipoprotein lipase menjadi asam lemak bebas dalam jaringan ekstrahepatik. Selanjutnya IDL akan diubah menjadi LDL dan VLDL dalam darah meningkat. Mekanisme terjadinya arterosklerosis: Peningkatan lipolisis dapat menyebabkan peningkatan asam lemak bebas dalam plasma darah. Sehingga sintesis VLDL-trigliserida oleh hati juga meningkat. Salah satu fungsi insulin meningkatkan aktivitas lipoprotein lipase sehingga jumlah asam lemak yang berasal dari lipoprotein digunakan untuk sel. keseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen menjadi penting dan membahayakan miokardium distal dari daerah lesi. maka penyempitan lumen akan diikuti perubahan vaskular yang mengurangi kemampuan pembuluh untuk melebar. Ateroklerosis menyebabkan penimbunan lipid dan jaringan fibrosa dalam arteri koronaria. Bila penyakit ini semakin lanjut. Akan tetapi pada penderita diabetes terjadi peningkatan lipolisis VLDL-trigliserida yang menyebabkan meningkatnya asam lemak bebas dalam plasma darah. sehingga secara progresif mempersempit lumen pembuluh darah. 2. Jadi. Asam lemak bebas dihasilkan sebagai hasil dari lipolisis di jaringan adiposa dan akan dibawa ke dalam hati dan diesterifikasi menjadi triasilgliserol (TAG). KOMPLIKASI PADA SISTEM KARDIOVASKULAR 1. TAG dan kolesterol dibawa oleh VLDL keluar dari hati. Keadaan hiperglikemia akan mempercepat proses oksidasi LDL.A. Bila lumen menyempit maka resistensi terhadap aliran darah yang meningkat. Aterosklerosis Aterosklerosis pembuluh koroner merupakan penyebab arteria koronaria yang paling sering ditemukan. Hiperlipidemia Pada penderita diabetes terjadinya defisiensi insulin menyebabkan hormon glukagon bekerja merangsang aktivitas lipase sensitif hormon di jaringan adiposa menyebabkan peningkatan lipolisis dan bertambahnya pasokan asam lemak bebas ke hati. Hiperlipidemia yang terjadi pada penderita diabetes dapat menyebabkan terjadinya arterosklerosis. dan membahayakan aliran darah miokardium. pada . sedangkan VLDL berubah menjadi IDL.

Hipertensi Salah satu penyebab utama hipertensi sekunder adalah stenosis (penyempitan) arteri renal sebagai hasil dari aterosklerosis pada arteri renal. 3. c. Serangan biasanya terjadi selama 30 detik sampai 30 menit.pasien DM ukuran partikel LDLnya kecil (small dense LDL). Adanya ateroma akan menyebabkan pembuluh darah menebal dan elastisitasnya berkurang menyebabkan lumen pembuluh darah menyempit dan terjadi kerusakan endotel menyebabkan aterosklerosis. Angina klasik. Pada angina jenis ini terjadi ketidakseimbangan suplai dan kebutuhan oksigen tanpa terjadinya aterosklerosis. disebabkan karena aktivitas fisik atau tekanan emosional. ginjal merespon dengan mengaktifkan sistem renin-angiotesin yang menyebabkan vasokonstriksi dan retensi air. Lama kelamaan sel busa yang terbentuk menyebabkan terjadinya ateroma (plak) yang terdegenerasi dan menebal atau sumbatan fibrous atau jaringan ikat tipis yang kaya sekali dengan kandungan lipid. Sebagai hasil dari penurunan aliran darah ginjal yang menyertai penyempitan pembuluh darah. Tipe angina : a. Angina prinzmetal. Angina Tidak Stabil (Crescendo angina atau Preinfarction angina). terjadi hanya beberapa menit. yaitu sindrom dimana pasien mengalami serangan pada saat istirahat. disebabkan oleh aterosklerosis stenosis. thrombosis koroner atau vasospasme. Angina Pektoris Angina pektoris adalah sindrom klinis dimana pasien mendapat serangan nyeri di dada yang seringkali menjalar ke lengan kiri. . 4. Small dense LDL akan meningkatkan sentivitas LDL menjadi teroksidasi. dapat diatasi dengan pemberin Nitrogliserin atau istirahat b. Oksidasi dari LDL menstimulasi monosit masuk ke dalam intima pembuluh darah dan terjadi proses fagositosis kolesterol yang dianggap benda asing oleh makrofag menjadi sel busa (foam cell). Biasanya serangan terjadi terjadi pada pagi hari.

akibat embolus yang mengalir dari bagian tubuh lain. B. Kegagalan pada kedua ventrikel dinamakan gagal biventrikular. Stroke Stroke adalah cedera otak yang berkaitan dengan aliran darah otak. yaitu rekaman grafik aksi sisa sel. Aritmia atau gangguan irama jantung Aritmia timbul akibat perubahan elekrofisiologi sel-sel miokardium. sedangkan disfungsi ventrikel kanan atau gagal jantung kanan mengakibatkan kongesti vena sistemik. Disfungsi ventrikel kiri atau gagal jantung kiri menimbulkan kongesti pada vena pulmonalis. 8. Gagal Jantung Kongestif Gagal jantung kongestif merupakan kongesti sirkulasi akibat disfungsi miokardium. Iskemia yang bersifat sementara akan menyebabkan perubahan reversible pada tingkat sel dan jaringan dan menekan fungsi miokardium. KOMPLIKASI PADA SISTEM SARAF PERIFER . 7. stroke dapat terjadi akibat pembentukan thrombus pada arteri serebrum. atau adanya perdarahan otak.5. Iskemia Kebutuhan akan oksigen yang melebihi kapasitas oleh pembuluh yang terserang penyakit menyebabkan iskemia miokardium lokal. 6. Perubahan ini bermanifestasi sebagai bentuk potensial aksi. Manifestasi klinis gagal jantung mencerminkan derajat kerusakan miokardium dan kemampuan serta besarnya respon kompensasi. Pada stroke terjadi hipoksia serebrum yang menyebabkan cedera dan kematian sel-sel neuron. Kerusakan otak karena stroke terjadi akibat pembengkakan dan edema yang timbul dalam 24-72 jam pertama setelah kematian sel-sel neuron.

yang sering mengenai distal serabut saraf.Pada penderita diabetes jangka panjang dapat menyebabkan gangguan pada sistem saraf perifer. penurunan fungsi proprioseptif dan penurunansensibilitas terhadap sentuhan ringan d. dan infrak miokard tanpa nyeri Terdapat 2 tipe neuropati yang sering dijumpai adalah polineuropati sensorik dan neuropati otonom. rasa terbakar (khususnya pada malam hari) c. parestesia (rasa tertusuk-tusuk. 1. Neuropati diabetik mengacu pada sekelompok penyakit yang menyerang semua tipe saraf. termasuk saraf perifer (sensorimotor). Kelainan tersebut tampak beragam secara klinis dan bergantung pada lokasi sel saraf yang terkena. mulai menggunakan metode-metode alternatif untuk menangani beban peningkatan glukosa kronik. Neuropati disebabkan keadaan kronik hipoksia dari jaringan saraf. yang akhirnya menyebabkan demielinisasi segmental sel-sel saraf. penurunan sensibilitas nyeri dan suhu membuat penderita neuropati beresiko untuk mengalami cedera dan infeksi pada kaki tanpa diketahui. 2. Polineuropati sensorik Tipe neuropati ini sering disebut neuropati perifer. gejala permulaan adalah : a. baik sensorik maupun motorik. khususnya saraf ekstremitas bawah. Hilangnya sensasi suhu dan nyeri meningkatkan kemungkinan pasien mengalami cidera yang parah dan tidak disadari. Neuropati otonom Neuropati pada system saraf otonom mengakibatkan berbagai disfungsi yang mengenai hamper seluruh system organ tubuh. Saraf yang dipengaruhi oleh diabetes adalah saraf somatik dan saraf otonom. otonom dan spinal. Demielinisasi menyebabkan perlambatan hantaran saraf dan berkurangnya sensitifitas. Ada beberapa akibat utama dari neuropati otonom : • kardiovaskular. Sel-sel penunjang saraf. kesemutan atau peningkatan kepekaan) b. sel Schwann. penyakit ini dinamakan neuropati. hipotensi ortostatik. seperti frekuensi jantung yang meningkat tetapi menetap. .

Luka pada kaki dapat menjadi buruk karena penderita diabetes tidak menyadari adanya luka tersebut. satu komplikasi diabetes yang paling ditakuti. penderita diabetes tidak akan dapat merasakan sakit. tingginya kadar gula darah dapat menyebabkan dua hal pada kaki penderita diabetes.• gastrointestinal. disebut juga neuropati diabetik. maka dapat pula menimbulkan ulserasi. sedangkan di bagian tubuh lain berkeringat. • • urinarius. motorik. yakni: 1. Kehilangan rasa ini disebabkan kerusakan saraf. kalus menjadi lembek dan mencair lalu lepas dari luka. kelambanan pengosongan lambung dapat terjadi dengan gejala khas seperti perasaan cepat kenyang. Karena tekanan terus-menerus. Dengan saraf yang telah rusak. Manifestasi klinis kelainan saraf otonom adalah gangguan produksi keringat sehingga kaki menjadi tidak berkeringat. Kelainan saraf terbagi menjadi kelainan saraf otonom. penurunan kemampuan untuk merasakan disfungsi seksual. Oleh karena kelainan saraf motorik biasanya diikuti hilangnya sensorik. selain itu dapat terjadi hiperfluktuasi kada glukosa darah. Kerusakan saraf Masalah pertama yang timbul adalah kerusakan saraf di tangan dan kaki. . mual. panas. dan sensorik. Selanjutnya luka akan terinfeksi dan jika tidak ditangani secara memadai akan meluas dan mungkin harus diambil tindakan amputasi. kembung. muntah. mereka akan tetap menggunakan sepatu yang dapat menyebabkan trauma pada kaki. terutama di daerah telapak kaki. retensi urin. khususnya impotensi seksual merupakan salah kandung kemih yang penuh. Kaki Diabetik Neuropati diabetik menyebabkan penderita diabetes tidak dapat merasakan apa-apa ketika kaki mendapatkan tekanan sehingga terbentuk kalus. atau dingin pada tangan dan kaki mereka. Jika perubahan tersebut tidak disadari oleh pasien. Kelainan saraf motorik meliputi atrofi dan melemahnya otot-otot kaki. Secara umum. Kerusakan saraf dapat juga menyebabkan infeksi.

Penderita diabetes yang mengalami neuropati harus melakukan perawatan kaki yang memadai. Kalau tahap paraesthesia (kesemutan) sudah terlampaui. Akibat menurun atau hilangnya kemampuan merasakan sakit. Inilah yang mengakibatkan kesemutan dan bila serabut saraf tepi dan pembuluh darah kapiler sudah rusak. Tingginya kadar gula darah mengakibatkan gangguan antaran listrik pada serabut saraf perifer (tepi) dan merusak pembuluh darah kapiler. misalnya kaki anda terluka karena penggunaan sepatu yang sempit. Anda tidak menyadari dan tidak merasakan sakit karena adanya kerusakan . sampai akhirnya anaesthesia (hilang rasa sama sekali). Bahkan. Kedua masalah di atas dapat menyebabkan terjadinya kaki diabetik. Kelainan saraf sensorik sering menjadi komponen utama terjadinya ulserasi dan amputasi pada kaki penyandang diabetes. Awalnya. Sebagai gambaran. Salah satu faktor risiko kaki diabetes adalah penyakit arteri perifer. Ditambah lagi dengan rentannya penyandang diabetes terhadap risiko infeksi karena daya tahan tubuh yang menurun. Gejala yang sering dirasakan yaitu kaki terasa terbakar dan bergetar sendiri. terdapat pula kelainan saraf sensorik. penyandang diabetes dengan kelainan saraf sensorik sering tidak menyadari adanya luka di kaki hingga luka tersebut bertambah parah. serta lebih terasa sakit pada malam hari.Selain kelainan saraf otonom dan motorik. 2. kaki kram dan sakit hebat jika digerakkan. Masalah ini disebut penyakit vaskular perifer. Luka tersebut dapat menjadi awal terjadinya infeksi dan berkembang sampai ke jaringan yang lebih dalam sehingga membutuhkan amputasi sebagai tata laksana. Keluhannya adalah kesemutan saat tidur dan berlanjut pada kelemahan organ gerak. Aliran darah yang terganggu Masalah kedua adalah ketika tidak cukupnya aliran darah ke tangan dan kaki. Aliran darah yang buruk akan menyebabkan luka atau infeksi sukar sembuh. Penderita diabetes yang merokok akan makin memperburuk aliran darahnya. tahap selanjutnya meningkat pada hypaesthesia (baal). akan semakin memperbesar risiko mengalami komplikasi kaki diabetik. pengidap akan mengalami proses kehilangan rasa. regenerasi akan sangat sulit.

Retinopati preproliferatif. eksudat. terbentuk ‘cotton wool spot’. ditandai dengan iskemi arteri. c. dan 80% akan mengalami retinopati setelah 15 tahun. Pemotongan bagian tubuh ini dikenal dengan istilah amputasi. dokter dapat mengambil tindakan operasi untuk memotong jari kaki atau bagian dari kaki yang terinfeksi. kulit dan jaringan di sekitar luka tersebut akan mati (nekrotik). . kadar gula dalam darah yang tinggi merupakan makanan bagi kuman. Untuk mencegah gangren meluas. Pada penyandang diabetes. terdiri dari pembuluh darah yang baru namun rapuh terbentuk (neovaskularisasi). Terjadi bila pembuluh darah kecil yang terdapat di belakang mata rusak sehingga terjadi kebocoran protein dan darah ke retina. Diabetes merupakan penyebab umum non-traumatik kasus amputasi kaki. Pada gangren. Kuman kemudian berkembang biak dan menyebabkan infeksi bertambah buruk.saraf pada kaki anda. Selanjutnya. yakni daerah lesi yang kecil pada mata. KOMPLIKASI PADA PENGLIHATAN 1. Hal ini diperparah dengan aliran darah kaki yang buruk sehingga memperlambat proses penyembuhan luka. Retinopati Retinopati terjadi pada penderita yang telah menderita diabetes selama bertahun-tahun. Terdapat tiga kategori retinopati diabetic: a. luka yang awalnya kecil itu akan terinfeksi. Pengontrolan kadar gula darah yang tidak baik akan memperparah retinopati. C. Kurang lebih 50% penderita diabetes akan mengalami retinopati setelah 10 tahun. sehingga merusak kemampuan penglihatan. Retinopati proliferatif (malignant retinopathy). b. dan udem pada retina. sehingga daerah di sekitar luka tersebut akan berwarna kehitaman dan menimbulkan bau. Retinopati sederhana (background/ simple retinopathy). pendarahan. Kebocoran pembuluh darah yang rapuh ini memperparah kerusakan retina. Infeksi yang tidak ditangani dengan segera dapat menyebabkan gangren. terdiri dari mikroaneurisme.

Peningkatan tekanan dalam jangka waktu yang lama dapat mengakibatkan kerusakan saraf sehingga terjadi gangguan penglihatan.2. Katarak yang terjadi pada penderita diabetes mirip dengan senile cataract. Ada 2 tipe glaukoma. terjadinya hipertensi (hilangnya elastisitas pada pembuluh) pada saluran yang berperan dalam mengalirkan aqueous humor di dalam bola mata juga berperan menyebabkan glaukoma. Pada glaukoma sudut terbuka juga terjadi obstruksi aliran aqueous humor. tetapi saluran tidak sepenuhnya tertutup. perkembangan penyakit lebih cepat. Katarak Katarak adalah penurunan progresif kejernihan lensa mata yang ditandai dengan lensa mata menjadi keruh atau berwarna putih abu-abu. Kadar glukosa yang tinggi pada pasien diabetes menyebabkan glukosa menumpuk di lensa mata. Glaukoma disebabkan oleh obstruksi atau hambatan aliran aqueous humor. yakni katarak yang sering terjadi pada orang usia lanjut. Tekanan yang sangat tinggi menyebabkan penekanan saraf optikus sehingga terjadi kematian serat-serat saraf. 3. Glaukoma merupakan penyebab utama kebutaan (berdasarkan data di Amerika Serikat). Glaukoma sudut tertutup terjadi karena adanya obstruksi aliran aqueous humor melalui jaringan trabekuler oleh peripheral iris. Pada pasien diabetes melitus. KOMPLIKASI PADA MULUT . Adanya sumbatan pada saluran ini menyebabkan aqueous humor tidak dapat mengalir sehingga aqueous humor yang terjerap tersebut menyebabkan peningkatan tekanan intraokular. namun glukosa tersebut tidak dapat keluar sehingga lama-kelamaan akan tereduksi menjadi sorbitol. D. sehingga ketajaman penglihatan berkurang. Namun pada penderita diabetes. Penumpukan inilah yang menyebabkan pengaburan pada lensa mata. yaitu glaukoma sudut terbuka dan glaukoma sudut tertutup (open-angle glaucoma and close-angle glaucoma). Glaukoma Glaukoma adalah suatu penyakit yang ditandai dengan adanya peningkatan tekanan intraokuler (melebihi 20 mmHg).

Lambatnya aliran darah ini menurunkan kemampuan tubuh untuk memerangi infeksi. Di tambah lagi dengan adanya peningkatan kadar sel radang dalam cairan saku gusi. komplikasi pada mulut berkaitan dengan buruknya kontrol kadar gula darah. dan lubang gigi. Merokok meningkatkan resiko terkena penyakit mulut. sedangkan periodontitis adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Hal ini menyebabkan kemampuan tubuh untuk melawan bakteri menjadi menurun. sehingga mulut terasa kering. menyebabkan jaringan periodontal lebih mudah terinfeksi dan menyebabkan kerusakan tulang Penderita diabetes dengan kontrol gula darah yang buruk mempunyai resiko lebih tinggi untuk terkena penyakit mulut. Saliva memiliki efek self-cleansing. mulut kering. Diabetes yang tidak terkontrol mengganggu sel darah putih dan sel-sel imun seperti neutrofil. 2. Manifestasi penyakit mulut tersebut antara lain: gigi tercabut. rasa sakit pada lidah. lebih rentan untuk terjadinya ulserasi (luka). Penderita DM rentan terhadap masalah-masalah dalam rongga mulut seperti: 1. dan manifestasinya lebih parah.Seperti halnya komplikasi diabetes lainnya. Mulut kering (xerostomia) DM yang tidak terkontrol menyebabkan penurunan aliran saliva. serta disfungsi indra pengecap dan lidah. infeksi. sehingga aliran oksigen dan nutrisi ke mulut berkurang dan memperlambat pengeluaran ‘limbah’ yang berbahaya dari mulut. mulut serasa terbakar. dan penderita menjadi lebih rentan terhadap infeksi. Diabetes dapat menyebabkan pembuluh darah menebal dan kurang elastis. kadar gula yang tinggi pada saliva menyuburkan pertumbuhan bakteri pada mulut sehingga menyebabkan penyakit mulut. karang gigi. di mana alirannya dapat berfungsi sebagai pembilas sisa-sisa makanan dan kotoran dari dalam mulut. monosit dan makrofag yang berfungsi untuk pertahanan tubuh. Jadi bila aliran saliva menurun maka akan menyebabkan timbulnya rasa tak nyaman. infeksi bakteri dan jamur. Jadi infeksi bakteri pada . Selain itu. Radang gusi (gingivitis) dan radang jaringan periodontal (periodontitis) Komplikasi lain dari DM adalah menebalnya pembuluh darah sehingga memperlambat aliran nutrisi dan produk sisa dari tubuh.

Angka kasus penyakit periodontal di masyarakat cukup tinggi meski banyak yang tidak menyadarinya. Oral thrush Penderita diabetes yang sering mengkonsumsi antibiotik untuk memerangi infeksi sangat rentan mengalami infeksi jamur pada mulut dan lidah. dan proses filtasi. resiko terjadinya infeksi jamur jauh lebih besar. Dalam sirkulasi darah. volume darah. Hal ini dapat menyebabkan insufisiensi ginjal yang selanjutnya dapat berkembang menjadi gagal ginjal. renin berinteraksi dengan protein . KOMPLIKASI PADA GINJAL Ginjal adalah organ yang berperan penting untuk pembuangan produk sisa metabolisme dari tubuh. Peningkatan tekanan darah yang kronik pada ginjal dapat merusak pembuluh darah ginjal sehingga mempengaruhi aliran darah ke ginjal. Kerusakan ginjal yang disebabkan hipertensi diperparah pada pasien diabetes. Ginjal juga berperan pada pengaturan tekanan darah. dan lama kelamaan gigi menjadi goyang. Rusaknya jaringan periodontal membuat gusi tidak lagi melekat ke gigi. Untuk menjaga fungsi normal ginjal aliran darah yang melewati kapiler glomerular harus adekuat. Pengaturan aliran darah oleh ginjal: Sel khusus yang terdapat pada dinding aferen arteri glomerulus yang disebut sel juxtaglomerular mampu memonitor aliran darah yang melalui arteriol renal. Sebagai respon dari penurunan aliran darah ginjal.penderita diabetes lebih berat. Apalagi penderita diabetes yang merokok. kalkulus (karang gigi). penghantaran oksigen. sel tersebut melepaskan enzim renin ke sirkulasi darah. 3. di antaranya akumulasi plak. dan penyakit ini merupakan penyebab utama hilangnya gigi pada orang dewasa. Ada banyak faktor yang menjadi pencetus atau yang memperberat periodontitis. E. dan eritropoeisis. tulang menjadi rusak. Berkurangnya aliran darah ke ginjal dapat mengaktivasi sistem renin-angiotensin yang menyebabkan bertambahnya peningkatan tekanan darah. dan faktor sistemik atau kondisi tubuh secara umum.

Pada aterosklerosis. aliran darah ke penis berkurang dan terjadi penurunan kemampuan arteri tersebut untuk berdilatasi sewaktu perangsangan seksual. dan nefronsklerosis (aterosklerosis pada arteri ginjal). . Gagal ginjal kronik Gagal ginjal kronik merupakan hasil dari kerusakan ginjal progresif dan berkurangnya fungsi ginjal. hipertensi. Impotensi dapat diakibatkan oleh oleh faktor fisik atau fisiologi. KOMPLIKASI PADA GENITALIA Pria yang menderita DM dapat mengalami impotensi. peningkatan tekanan pada ginjal dan peningkatan kebutuhan oksigen dapat menyebabkan kerusakan nefron lebih lanjut dan kegagalan ginjal yang lebih parah. Gagal ginjal kronik dapat disebabkan oleh obstruksi ginjal. F. sering atau setiap kali pria berusaha untuk berhubungan kelamin. pelepasan aldosteron oleh kelenjar adrenal sehingga meningkatkan reabsorpsi air dan garam oleh tubulus ginjal. Salah satu penyebab fisik utama impotensi adalah aterosklerosis arteri-arteri penis. ACE ditemukan pada sel endotelial pembuluh darah paruparu.(angiotensinogen) dan membentuk peptide baru yang bernama angiotensin I. adaptasi ini dapat membantu. Impotensi dapat timbul sekali-kali. Angiotensin I dengan adanya angiotensin-converting enzyme (ACE) diubah menjadi angiotensin II. Angiotensin II menyebabkan vasokonstriksi pembuluh darah. Ada beberapa adaptasi fisiologis yang terjadi di ginjal untuk merespon gagal ginjal kronik. Namun. dalam jangka waktu panjang. antara lain meningkatkan aliran darah ginjal dan GFR serta hipertrofi nefron. peningkatan retensi air dan garam oleh ginjal. diabetes. Impotensi adalah ketidakmampuan pria untuk mencapai atau mempertahankan ereksi. Untu jangka waktu singkat.

Akibat dari peradangan ini dapat merangsang proliferasi sel otot-otot polos tumbuh kedalam tunika intima. pembentukan jaringan parut. maka agregasi trombosit meningkat dan mulai terbentuk bekuan darah (trombus). Tahap awal dalam pembentukan aterosklerosis tampaknya adalah cedera pada sel-sel endotel yang melapisi lumen arteri.Apabila cedera dan peradangan terus berlanjut. Daerah aterosklerotik pada suatu arteri disebut plak.Kolesterol dan lemak plasma dapat masuk ke tunika intima karena permeabilitas endotel meningkat.BAB V KOMPLIKASI HIPERLIPIDEMIA A. Cedera pada sel-sel endotel mencetuskan reaksi peradangan dan imun. Akibat cedera. sehingga terjadi pelepasan peptida-peptida vasoaktif dan penimbunan makrofag dan trombosit di luar dan di dalam arteri. 1. . Aterosklerosis KOMPLIKASI PADA SISTEM KARDIOVASKULER Aterosklerosis.Hasil akhirnya adalah penimbunan kolesterol dan lemak. integritas sel endotel terganggu dan permeabilitas sel-sel endotel terhadap berbagai bahan didalam plasma meningkat sehingga bahan-bahan tersebut memiliki akses kedalam arteri. pembentukan bekuan yang berasal dari trombosit. aorta. dan sel-sel darah putih lainnya di seluruh kedalaman tunika intima/lapisan dalam (lapisan sel endotel) dan akhirnya ke tunika media/lapisan tengah (lapisan otot polos). Sebagian dinding pembuluh diganti oleh jaringan parut sehingga struktur dinding berubah. Semua faktor ini menyebabkan berkurangnya garis tengah arteri dan peningkatan kekakuan. dan arteri-arteri serebrum. Arteri yang paling sering terkena adalah arteri koroner. atau pengerasan arteri. trombosit. dan proliferasi sel otot polos. adalah suatu keadaan pada arteri besar dan kecil dimana terjadi penimbunan lemak. makrofag.

kemudian memicu terjadinya disfungsi endothelium dan rangkaian interaksi antar sel yang berakhir pada aterosklerosis. LDL yang telah menyusup ke dalam intima akan mengalami oksidasi tahap pertama sehingga terbentuk LDL yang teroksidasi. Keadaan ini akan semakin memburuk karena LDL akan teroksidasi sempurna juga merangsang sel-sel otot pada lapisan pembuluh darah yang lebih dalam (media) untuk masuk ke lapisan intima dan kemudian akan membelah-belah . homosistein yang berlebihan. Pada aterosklerosis. LDL akan menembus dinding pembuluh darah melalui lapisan sel endotel. dan phospholipid ditransformasikan sebagai kompleks lemak dan protein. serangan imunologis. luka mekanik pada endothelium. trigliserida. Kolesterol yang berlebihan dalam darah akan mudah melekat pada dinding sebelah dalam pembuluh darah. pengendapan lemak yang disebut sel-sel buih ditemukan di seluruh kedalaman tunika intima dan meluas kedalam tunika media. Sementara itu LDL-teroksidasi akan mengalami oksidasi tahap kedua menjadi LDL yang teroksidasi sempurna yang dapat mengubah makrofag menjadi sel busa.Faktor Resiko Aterosklerosis Kadar kolesterol serum dan trigliserida yang tinggi dalam darah (hiperlipidemia) dapat menyebabkan pembentukan aterosklerosis. Hipotesis respon terhadap luka menyatakan bahwa faktor resiko seperti LDL teroksidasi. Kolesterol. LDL-teroksidasi akan memacu terbentuknya zat yang dpat melekatkan dan menarik monosit (salah satu jenis sel darah putih) menembus lapisan endotel dan masuk ke dalam intima disamping itu LDL-teroksidasi juga menghasilkan zat yang dapat mengubah monosit yang telah masuk ke dalam intima menjadi makrofag. masuk ke lapisan dinding pembuluh darah yang lebih dalam yaitu intima. Selanjutnya. Makin kecil ukuran LDL atau makin tinggi kepadatannya makin mudah pula LDL tersebut menyusup ke dalam intima. Sel busa yang terbentuk akan saling berikatan membentuk gumpalan yang makin lama makin besar sehingga membentuk benjolan yang mengakibatkan penyempitan lumen pembuluh darah. Peningkatan kolesterol total dan LDL. atau infeksi menginduksi terjadinya perubahan pada endothelium dan fungsi utama. serta penurunan HDL berkaitan dengan berkembangnya penyakit jantung koroner.

Ventrikel kiri harus memompa secara lebih kuat untuk menghasilkan . dan proliferasi sel otot polos. LDL teroksidasi memicu respon inflamasi yang diperantarai oleh sejumlah chemoattractans dan sitokin.diri sehingga jumlahnya semakin banyak. Hipertensi Dapat timbul hipertensi akibat aterosklerosis yang lama. Proses terjadinya aterosklerosis Gambar 10. Gambar 9. Sitokin interferon-γ diproduksi pada limfosit T. Karena. jaringan parut. Penampang melintang arteri pada keadaan normal dan pada aterosklerosis b. menghambat kemampuan sel-sel otot yang lembut untuk mensintesis kolagen. maka lumen arteri berkurang dan resistensi terhadap aliran darah yang melintasi arteri meningkat. Sehingga sel-sel otot pada pembuluh darah mengalami kekakuan atau elastisitasnya berkurang. pembentukan trombus.

Pada stroke. maka timbul iskemia miokard. maka tidak terjadi vasodilatasi untuk merespons meningkatnya kebutuhan oksigen. c.jika pembuluh darah mengalami arterosklerosis. d. Pada orang sehat. Stroke Stroke adalah cedera otak yang berkaitan dengan obstruksi aliran darah otak. terjadi sebagai akibat pembengkakan dan edema yang timbul dalam 24-72 jam pertama setelah kematian sel neuron.Stroke dapat timbul akibat perdarahan tekanan tinggi di otak. Iskemia Iskemia merupakan suatu kondisi yang disebabkan ketidakseimbangan antara ketersediaan dan kebutuhan oksigen di jaringan. maka kebutuhan oksigen juga akan meningkat. Sel-sel miokard . terjadi hipoksia serebrum yang menyebabkan cedera dan kematian sel-sel neuron. atau akibat embolus yang terlepas dari pembuluh non otak yang terpajan tekanan tinggi.cukup gaya yang mendorong darah melewati sistem vascular yang aterosklerotik sehingga dapat timbul hipertensi. hal tersebut akan menyebabkan pembuluh darah berdilatasi sehingga lebih banyak aliran darah dan oksigen.Kerusakan otak karena stroke. Ketika kerja daripada jaringan meningkat.Arteri-arteri otak yang mengalami aterosklerosis dapat melemah sehingga meningkatkan kemungkinan terbentuknya aneurisma. sehingga aliran darah ke daerah-daerah yang diperdarahinya berkurang. Angina Pektoris Angina pektoris merupakan rasa nyeri pada jantung yang disebabkan kurangnya oksigen ke sel-sel miokard. e. Tetapi. timbul iskemia.Stroke dapat terjadi pada hipertensi kronik apabila arteri-arteri yang memperdarahi otak mengalami hipertrofi dan menebal.Apabila arteri koroner kaku atau menyempit karena terjadi arterosklerosis dan tidak dapat berdilatasi untuk merespons meningkatnya kebutuhan oksigen. Akibatnya tidak terpenuhinya kebutuhan oksigen.

2. f. dimana plak-plak lipid yang ada dapat mengikis dinding arteri dan membahayakan integritasnya.Apabila kerusakan terjadi pada kedua ventrikel tersebut. Disfungsi sistolik sebagai penyebab gagal jantung. maka disebut gagal jantung Gagal jantung kongestif terjadi apabila kerusakan ada pada ventrikel kiri dan ventrikel kanan. namun aorta yang paling rentan terkena aneurisma. dan proses penuaan normal.akan melakukan metabolisme secara anaerobik yang menghasilkan asam laktat. infeksi vaskular. Infark Miokard Infark miokardium merupakan proses terjadinya kerusakan (nekrosis) sel-sel miokardium yang diakibatkan kurangnya pasokan oksigen dalam waktu yang lama karena terjadinya iskemia miokard. Asam laktat akan menurunkan pH miokardium sehingga timbul nyeri pada dada. . Penyebab utama aneurisma adalah aterosklerosis. g.Kerusakan ventrikel kiri memicu hambatan pada arteri pulmonalis sedangkan kerusakan ventrikel kanan menyebabkan hambatan pada kapiler sistemik.Hal ini dapat merupakan akibat dari disfungsi diastolik atau disfungsi sistolik. mengembang dan membentuk seperti balon. merupakan akibat dari kerusakan ventrikel karena infark miokard. Disfungsi diastolik umumnya muncul karena hipertensi yang berkepanjangan yang akan menyebabkan terjadinya penurunan ventricular filling. Aneurisma Aneurisma adalah suatu dilatasi dinding arteri yang terlokalisasi. Aneurisma mungkin terjadi pada arteri apa saja. Sel-sel miokard akan mulai rusak setelah kirakira 20 menit mengalami kekurangan oksigen. Gagal Jantung Kongestif Gagal jantung kongestif disebabkan oleh ketidakmampuan jantung untuk memompa darah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh. Selain itu aneurisma juga dapat terjadi karena hipertensi.

Aneurisma fusiformis aterosklerotik adalah bentuk dilatasi sirkumferensial uniformis yang lebih sering ditemukan. dan terutama terdiri dari jaringan fibrosa. Tempat terbentuknya aneurisma yang paling sering adalah aorta abdominalis. Aneurisma dapat terjadi dimana-mana dalam aorta dan pembulah darah perifer. dinding aneurismaa palsu adalah trombus dan jaringan yang berdekatan. Aneurisma sejati dapat berbentuk fusiformis atau sakular. atau torakoabdominalis. toraks.  Aneurisma pada aorta torasik pada umumnya disertai nyeri pada punggung atau leher.Dinding arteri berdilatasi tetapi tetap utuh walaupun mengalami distorsi. Manifestasi Klinik Aneurisma:  Aneurisma seringkali asimtomatik. bergantung pada lokasinya. Pseudoaneurisma paling sering disebabkan oleh cedera atau infeksi atau komplikasi dari prosedur vaskular yang infasif. batuk. Hal ini dapat mengakibatkan stroke bila terjadi ruptur atau pendarahan dari pembuluh darah sehingga masuk ke jaringan otak. atau embolisasi. Aneurisma palsu atau pseudoaneurisma adalah akumulasi darah ekstravaskular disertai disrupsi ketiga lapisan pembuluh darah. sulit menelan atau ada tekanan pada trakea. trombosis akut. Tanda pertama penyakit ini dapt berupa komplikasi gawat yang berbahaya seperti rupture.  Aneurisma pada arteri serebral sering disertai munculnya gejala berupa kenaikan tekanan intracranial.  Aneurisma pada aorta abdominal seringkali asimtomatik.Aneurisma sejati timbul akibat atrofi tunika media arteri. dapat juga menimbulkan nyeri karena tekanan pada saraf tulang belakang atau organ abdominal. seperti angioplasty atau bedah arteri. sedangkan aneurisma sakular berbentuk seperti kantong yang menonjol keluar pada dinding arteri.Aneurisma aorta diklasifikasikan sebagai abdominalis. .

3. Asetil-KoA teroksidasi sempurna menjadi CO2 + H2O lewat siklus asam sitrat. Asam lemak menghasilkan energi yang sangat besar baik dalam βoksidasi maupun dalam siklus asam sitrat. Lipid di dalam makanan atau dari hasil sintesis de novo dari asetil-KoA derivat karbohidrat menghasilkan asam lemak rantai panjang. asam lemak yang didapat dioksidasi menjadi asetil-KoA (β-oksidasi) atau di esterifikasi menjadi asilgliserol. badan keton ini merupakan bahan bakar alternatif yang bersifat larut air di dalam jaringan tubuh dan sumber energi penting pada keadaan tertentu (misal:kelaparan). PERLEMAKAN HATI Ketidakseimbangan antara kecepatan pembentukan dan pengeluaran triasilgliserol menyebabkan perlemakan hati (fatty liver). yang menyusun cadangan utama kalori tubuh dalam bentuk sebagai triasilgliserol (lemak). Aneurisma B. serta 3-hidroksibutirat. Asetil-KoA merupakn sumber atom karbon di dalam kolesterol dan senyawa steroid lain. lipogenesis akan . Pada keadaan ini.Gambar 11. pasien penyakit diabetes melitus dapat mengalami hiperlipidemia (kadar lemak dalam darah melebihi batas normal).Di dalam jaringan. Kadar asam lemak bebas di dalam darah akan meningkat dan lebih banyak lagi asam lemak bebas yang akan ditarik ke dalam hati. asetoasetat. dan dengan demikian merupakan bahan baker yang sangat efektif bagi jaringan tubuh. 2. Di dalam hati. asetil-KoA membentuk badan-badan keton yang terdiri atas aseton. Asetil-KoA yang terbentuk lewat β-oksidasi mengalami berbagai peristiwa penting : 1. Oleh karena peristiwa di atas.

toksemia kehamilan pada biri-biri dan ketosis pada ternak sapi. atau (4) kegagalan pada mekanisme sekresinya sendiri.Akumulasi yang ekstensif dianggap sebagai suatu keadaan patologik. infiltrasi lemak yang terjadi cukup berat sehingga hati tampak pucat (gambaran perlemakan) dan membesar yang mungkin disertai gangguan fungsi hati. kemampuan untuk meyekresikan VLDL juga akan terganggu. Tipe pertama berkaitan dengan kenaikan kadar asam lemak bebas di dalam plasma yang terjadi akibat mobilisasi lemak dari jaringan adipose atau dari hasil hidrolisis lipoprotein triasilgliserol atau kilomikron oleh enzim lipoprotein lipase di jaringan ekstrahepatik. (2) penyekatan pada sintesis lipoprotein dari lipid serta apoliprotein. Perlemakan hati dapat digolongkan ke dalam 2 kategori utama. terjadi akibat defisiensi kolin. keadaan kelaparan). defisiensi tersebut .terhambat sehingga asam lemak bebas merupakan sumber utama asam lemak triasilgliserol di hati dan VLDL. lesi dapat terjadi karena (1) penyekatan pada sintesis apoliprotein. yang kemudian akan berlanjut menjadi keadaan sirosis dan gangguan faal hati. Pada diabetes mellitus yang tidak terkontrol. Tipe perlemakan hati yang kedua biasanya disebabkan oleh penyekatan metabolik pada produksi lipoprotein plasma. Asam lemak bebas dengan jumlah yang meningkat akan diambil oleh hati dan diesterifikasi. Hal ini dapat terjadi sebagai akibat rendahnya kadar insulin dan terganggunya sintesis protein. Secara teoritis. yang karena itu kemudian diberi nama faktor lipotropik. (3) kegagalan pengadaan fosfolipid yang ditemukan pada lipoprotein. Ketidakseimbangan triasilgliserol yang masuk ke hati dengan sintesis VLDL yang membawa triasilgliserol keluar hati dapat menyebabkan akumulasi triasilgliserol di hati (perlemakan hati). Salah satu tipe perlemakan hati yang telah diteliti secara luas pada tikus. Karena kolin dapat disintesis dengan menggunakan gugus metil labil yang diberikan oleh asam amino metionin pada proses transmetilasi. perubahan fibrotik akan terjadi di sel hati. Produksi VLDL tidak dapat mengikuti kecepatan aliran masuk (influks) asam lemak bebas sehingga terjadi penimbunan triasilgliserol yang ada di hati akan meningkat secara bermakna dalam keadaan kelaparan dan pemberian diet tinggi lemak. yang memungkinkan triasilgliserol berakumulasi. Jika akumulasi lipid di hati berlangsung kronis. Pada banyak keadaan (missal.

dan sebagainya.pada dasarnya disebabkan oleh kekurangan tipe gugus metil yang diberikan oleh metionin. PEMERIKSAAN DM 1. Glukosa Plasma Sewaktu Tes ini cenderung dilakukan bersamaan telah adanya keluhan klinik yang mengacu pada diabetes melitus. Beberapa mekanisme telah dikemukakan untuk menjelaskan peranan kolin sebagai zat lipotropik termasuk ketidakadaan zat tersebut sehingga menimbulkan gangguan pada sintesis senyawa lipoprotein fosfolipid. 2. maka sudah dikatakan positif DM dan penderita tidak perlu lagi pemeriksaan tes toleransi glukosa. jika glukosa plasma puasa terganggu.11 mmol/L 60 – 110 mg/dl atau 3. seperti polidipsi. Namun. tetapi jika >126 mg/dl maka sudah dapat dikatakan DM. maka perlu diakukan tes toleransi glukosa oral untuk meyakinkan apakah DM atau bukan. Glukosa Plasma Puasa (FBS) Sebelum dilakukan pemeriksaan glukosa plasma puasa. glukosuria. Dewasa : Serum puasa Darah puasa Tidak puasa 70 – 110 mg/dl atau 3.<126 mg/dl.89-6. BAB VI DIAGNOSIS DIABETES MELITUS A. Kadar normal <110 mg/dl.33-5. pasien sebaiknya puasa terlebih dahulu minimal 10 jam . poliuria.53 mmol/L 85-125 mg/dl untuk > 50 tahun . berat badan yang menurun. yaitu 110 . Kriteria diagnosa: a. Jika kadar glukosa plasma >200mg/dl. polifagi.

Tes ini dilakukan untuk meyakinkan pasien apakah pasien benar-benar menderita DM. 2 jam. pemeriksaan TTGO diperlukan untuk konfirmasi diagnosis DM. Pasien puasa selama 10-12 jam. d. Prosedur pemeriksaan: a. dan diminum selama dalam waktu 5 menit c. dan 2 ½ jam. Pemeriksaan benda keton . dilarutkan dalam air 250 ml. Tabel 6.53 mmol/L 3. Nilai normal : <120 mg/dl atau < 6.33-5. Spesimen darah 2 jam setelah makan pada individu puasa menunjukkan peningkatan yang langka pada individu normal tetapi meningkat secara signifikan pada individu diabetes. Tes ini juga digunakan untuk memonitor terapi insulin. Plasma darah pasien diambil setelah ½ jam. Diberikan glukosa 75 gram. Kemudian diukur kadar glukosa darah tiap waktu pengambilan. 1 jam. diambil sampel plasma darah vena. Selama pemeriksaan. 1 ½ jam. Anak-anak : 60-110 mg/dl atau 3. pasien yang diperiksa tetap istirahat dan tidak merokok. lalu diukur kadar glukosa darahnya. Glukosa Darah 2 jam Postprandial (2-hr PBBS) Tes dilakukan setelah makan dan merupakan tes yang baik untuk mendiagnosis ada tidaknya diabetes. b.70–115 mg/dl untuk < 50 tahun b.7 mmol/L 4. Hasil tes toleransi glukosa Kadar Glukosa (mg/dl) Puasa 0-120 menit Setelah 2 jam Normal <115 <200 <140 Belum pasti DM 116-139 <200 140-200 DM >140 >200 >200 5. Tes Toleransi Glukosa Oral (TTGO) Jika hasil pemeriksaan glukosa darah meragukan.

6. Hasil dilihat sebagai persentase total hemoglobin: • • Implikasi klinis a. Dalam keadaan normal sebenarnya benda keton juga berfungsi sebagai energi dalam metabolisme lemak. akan tetapi bila kadarnya tinggi dalam darah maka akan menyebabkan pH darah meningkat. dengan kontrol insulin yang optimal. . input makanan. sehingga darah menjadi asam dan teradilah ketoasidosis.0 % : > 12. nilai meningkat pada kasus diabetes yang baru terdiagnosis atau yang tidak dikontrol dengan baik b.Nilai kadar glukosa pada tes TTGO bisa tinggi setelah 2 jam mendekati normal sehinggan meragukan. Pengamatan terhadap hemoglobin terglikosilasi merefleksikan rata-rata level gula darah selama periode 2-3 bulan sebelum tes. pasien diabetes yang terkontrol dengan baik mungkin saja masih memiliki kadar hemoglobin terglikosilasi yang tinggi.0 % Normal (nondiabetic) Diabetic : > 7% : 4-7% Faktor yang mempengaruhi a. Hasil palsu mungkin saja terjadi pada kasus hemoglobinopati. maupun stres emosional.0 – 12. level HbA1c akan kembali pada rentang normal. d. olahraga. obat-obat diabetes. Diabetic Control Index Tes ini merupakan indeks dari kontrol glukosa jangka panjang. Pada pasien DM sering kali didapatkan kadaan ketoasidosis. Jadi. Kontrol yang baik Kontrol sedang Kontrol buruk : < 9. c.0 % : 9. perlu dipastikan dengan tes benda keton. Hasil tes tidak dipengaruhi oleh waktu. Kadarnya kan menurun secara bertahap seiring dengan digantikannya eritrosit lama yang kadar HB A1c-nya tinggi dengan sel-sel eritrosit baru. Hemoglobin Terglikosilasi ( HbA1c) . Glychohemoglobin (G-Hb) .

Melihat efektifitas terapi. Mengetahui tingkat kepatuhan pasien dalam menjalankan pengobatan c. limfa dan paru-paru. B. tapi SGPT > SGOT. otot skelet. EKG normal terdiri dari gelombang P. PEMERIKSAAN KOMPLIKASI DM 1. ginjal. Jika sgot dan sgpt meningkat akan beresiko pada infark miokard dan penyakit hati. SGPT 6-32 IU/ml . otot skelet pankreas. 2. EKG (Elektrokardiogram) Elektokardogram adalah rekaman tekanan potensial (voltase) listrik yang timbul sebagai aktivitas jantung yang dicatat oleh elektrokardiogram dari permukaan tubuh. Mengetahui sudah berapa lama pasien menderita DM b. SGPT banyak terdapat di hati dan otot jantung.b. Sedangkan pada penyakit hati. Rekaman EKG biasanya dibuat pada kertas yang berjalan dengan kecepatan standar 25 mm/detik dan refleksi 10 mm sesuai potensi 1 mV. limfa. Nilai normal SGOT dan SGPT tergantung cara dan umur: • Cara Karmen : SGOT > 35 IU/ml. Pada infark miokard. paru-paru. Yang direkam adalah potensial-potensial listrik yang dapat timbul pada waktu otot-otot jantung berkontraksi. SGOT terdapat hampir di semua jaringan tubuh antara lain jantung dan hepar (tinggi). jug untuk mengetahui gangguan atau kelainan pada jantung. pankreas. SGOT dan SGPT tinggi. Sementara nilai meningkat pada kondisi thalasemia. Nilai rendah pada kehamilan dan anemia sel sabit. SGOT dan SGPT tinggi. Tujuan pemeriksaan a. SGPT dan SGOT Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui apakah terjadi pelemakan dalam hati dan kematian sel hati. Kompleks QRS dan gelombang T. tapi SGOT > SGPT.

LDH yang tinggi dalam darah menunjukkan bahwa proses glikolisis anaerob berlangsung dominan di jantung dan mengindikasikan jantung mengalami iskemia. CPK (Kreatinin fosfokinase) CPK banyak terdapat di otot skelet. 3. Dikenal 3 macam isozim CPK yang tersusun dari dua sub unit dan M. 70-240 IU/L (King) 4. Asam Urat . Serum Kreatinin Tes ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada gangguan pd nefron ginjal akibat TD tinggi dan dapat merusak nefron ginjal sehg terjadi gangguan sekresi & absorbsi pd ginjal. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui kelainan pada otot jantung. Kadar normal 85 – 300 IU/L (Wrobleski). Yang ditetapkan yaitu isozim LDH yaitu LDH1. dan otak. LDH (Laktat Dehidrogenase) LDH (Laktat Dehidrogenase)diperiksa untuk mengetahui apakah terjadinya keelainan pada jantung karena enzim ini terdapat dalam sel otot jantung. yaitu : CPK 1 subunit B3 : CpK1 meningkat pada kelainan otak. Kadar kreatinin serum:    ringan sedang tinggi : : : 250-300 µmol/L 300-700 µmol/L > 700 µmol/L 5. SGPT 7-35 IU/ml • Umur bayi : SGOT 0-120 IU/ml. LDH4. eritrost dan jaringan tumor. LDH5. jantung. ginjal. LDH2. LDH3.• Cara Reitman dan Frankel : SGOT 8 -40 IU/ml. Kadar kreatinin tinggi atau melebihi batas normal menunjukkan kreatinin tidak diekskresi sempurna oleh ginjal. SGPT 0-90 IU/ml. hati. otot skelet. CPK 2 subunit M3 : CPK2 meningkat pada kelainan jantung CPK3 subunit M : CPK3 meningkat pada kelainan otot 6.

Peningkatan tekanan darah dapt mengindikaasikan penurunan elastisitas pembuluh darah. Selain itu terakumulasi dipersendiaan sehingga menyebabkan rasa nyeri dipesendiaan. Oleh karena itu asam urat yang harusnya diekskrsikan menjadi tertahan menyebabkan garam urat terakumulasi didalam darah dan terjadi hipertensi. Tabel 7. Kolesterol Total . karena adanya gula dan lemak dalam darah maka darah akan menjadi kental dan terjadi retensi Na. Pada pasien diabetes melitus dan kolesterol.Di dalam darh. Kategori Optimal Normal Normal-tinggi Sistolik (mmHg) <120 <130 130-139 Tabel 8. Tekanan Darah Tekanan darah diperiksa untuk mengetahui normal tidaknya tekanan darah pada pasien. Tekanan darah tinggi (hipertensi) lebih banyak ditemukan pada diabetes dibanding non diabetes. 7. 8.Kadar asam urat yang normal adalah 3-6 mg/dl. Klasifikasi Tekanan Darah untuk yang berumur 18 tahun atau lebih. Klasifikasi hipertensi Kategori Hipertensi Derajat 1 Derajat 2 Derajat 3 Sistolik (mmHg) 140-159 160-179 >180 Diastolik (mmHg) 90-99 100-109 >110 Diastolik (mmHg) <80 <85 85-89 Dikatakan hipertensi jika pada dua kali atau lebih pemeriksaan yang berbeda waktu didapatkan tekanan darah rata-rata dari dua atau lebih pengukuran. diastolik 90 mmHG atau lebih atau sistolik 140 mmHg atau lebih. Pasien DM mempertahnkan tekanan darah agar tidak lebih dari 140/90 mmHg karena tekanan darah yang tinggi dapat merusak atau memberi lesi pada endotel yang sebelumnya sudah abnormal. asam urat akan diberikan dengan natrium membentuk garam (Natrium Uric) untuk diekskresikan melalui urin.

Kadar trigliserida yang sangat tinggi (sampai 800 mg/dl) bisa menyebabkan pembesaran hati dan limpa dan timbulnya gejala-gejala pancreatitis (misalnya nyeri perut yang hebat). Kadar HDL harus meliputi lebih dari 25% dari kadar kolesterol total. LDL (Low Density Lipoproteins) Kadar LDL dalam darah sangat penting untuk menilai terjadinya aterosklerosis. Kadar kolesterol rendah biasanya lebih baik dibandingkan dengan kadar kolesterol yang tinggi. HDL bertugas membuang kelebihan kolesterol dari dalam tubuh.Kadar kolesterol yang abnormal dalam sirkulasi darah bisa menyebabkan masalah jangka panjang. Nilai LDL dapat dihitung secara matematis sebagai berikut: . tetapi kadar yang terlalu rendah juga tidak baik. kadar kolesterol HDL tidak boleh kurang dari 40 mg/dl. 10. tetapi kadar yang tinggi ini tidak selalu menandakan resiko terjadinya aterosklerosis maupun penyakit arteri koroner. HDL (High Density Lipoproteins) Kolesterol yang dibawa HDL menyebabkan menurunkan resiko gangguan jantung dan dirasa menguntungkan. Trigliserida Kadar normal dari triglserida dalam darah adalah 10-160 mg/dl. Jika kadar kolesterol total mendekati 300 mg/dl. Kadar LDL dapat digunakan untuk menilai adanya resiko terjadinya aterosklerosis dengan melihat perbandingan antara kadar LDL-HDL dalam darah. Idealnya kadar kolesterol LDL tidak boleh lebih dari 130 mg/dl. 9. Idealnya. kadar kolesterol total tidak terlalu penting dibandingkan perbandingan kolesterol total dengan kolesterol HDL atau perbandingan kolesterol LDL dengan kolesterol HDL. 11. Kadar kolesterol total yang ideal adalah 140-200 mg/dl atau kurang. Sebagai faktor resiko dari penyakit jantung atau sroke. maka resiko terjadinya serangan jantung adalah lebih dari 2 kali. Kadar trigliserida darah diatas 250 mg/dl dianggap abnormal. Resiko terjadinya aterosklerosis dan penyakit arteri koroner meningkat pada seseorang yang memiliki kadar kolesterol total yang tinggi.

Dengan mekanismemenghentikan progresivitas neovaskularisasi sehingga tidak menyebabkan kompliksai retinopati yang lebih berat dimana pada penderita DM resiko kebutaan mencapai 50-60%. Rekomendasi pemeriksaan mata pada DM a. Pemeriksaan pertama:  usia diatas 30 tahun : : 5 tahun setelah diagnose : pada saat diagnose trimester pertama  Usia dibawah 30 tahun  Pada kehamilan b. Tujuannya adalah untuk mempertahankan dan memperbaikii ketajaman penglihatan dan mencegah timbulnya Retinopati Diabetik Proliferatif. Rontgen Pemeriksaan ini dilakukan untuk melihat orghan-organ tubuh seperti ginjal. Pemeriksaan Mata Jenis pemeriksaan proliferase untuk mengetahui gejala komplikasi mata pada penderita DM dapat dilakukan pemeriksaan menggunakan metoda fotokoagulasi laser. Pemeriksaan berkala:  Tidak ada retinopati : setiap tahun : 6-12 bulan  RD non proliferative ringan tanpa edema macula  RD non proliferative ringan dengan edema macula : 4-6 bulan  RD non proliferative sedang-berat  Selama kehamilan  RD non proliferative sangat berat  RD proliferatif : : : : 3 bulan tiap trisemester terapi dan contro < 3 bulan terapi dan control < 3 bulan . 13. Metode ini dapat mengurangi resiko komplikasi retinopati sebesar 50% dan merupakan tindakan yang cukup efektif. jantung.LDL = kolesterol total – HDL – (trigliserida:5) 12. Diabetes tidak dapat secara langsung menyebabkan kardiomegali tetapi komplikasi diabetes pada sistem kardiovaskular yang dapat menyebabkan kardiomegali. dan organ lannya.

14. Disamping itu akan terlihat parakeratosis dan leukosit polimorfonuklear. Skema pemeriksaan laboratorium untuk diagnosis kandidiasis . Mc Farlen. Juga dapat digunakan darah. hasilnya akan terlihat pseudohyphae yang tidak beraturan atau blastospora.(Nolte . 1982).hasilnya akan terlihat pseudomyselia dan hifa. 2005). disamping pemeriksaan klinis dan mengetahui riwayat penyakit.A.dapat dilakukan kultur dengan menggunakan agar sabouraud`s atau eosinmethylene blue pada suhu 37 % C. Selanjutnya bahan pemeriksaan tersebut diletakkan pada gelas objek dalam larutan potassium hydroksida (KOH). Pemeriksaan Jamur di Mulut Untuk menentukan diagnosis kandidiasis harus dilakukan pemeriksaan mikroskopis. Bahan pemeriksaan dapat diambil dengan beberapa cara yaitu usapan (swab) atau kerokan (scraping) lesi pada mukosa atau kulit. (Silverman 2001.S). 2002).(Nolte. Selain pemeriksaan mikroskopis.1982. hasilnya akan terbentuk koloni dalam waktu 24 – 48 jam. (Mc C ullough.2002). Gambar 13. dapat dilihat pada skema di bawah ini.Mc Farlen. Pada kasus hyperplastik kandidiasis kronis pada umumnya dilakukan biopsi. Untuk lebih jelasnya. bahan pemeriksaan dapat diwarnai dengan periodic acid schiff (P. sputum dan urine.

Terapi farmakologi diabetes mellitus terdiri dari 2 yaitu dengan insulin dan obat diabetik oral (ADO). 30 di antaranya membentuk satu rantai polipeptida (rantai A) dan 21 asam amino lainnya membentuk rantai kedua (rantai B). Insulin Babi Insulin babi memiliki perbedaan 1 asam amino dengan insulin manusia yaitu treonin. Insulin Sapi . Insulin Secara kimia. 2. Insulin dapat diklasifikasi berdasarkan: a. diet dan modifikasi gaya hidup tidak dapat mencapai tujuan terapi.BAB VII TERAPI FARMAKOLOGIS DIABETES MELITUS DAN HIPERLIPIDEMIA A. 1. PENGOBATAN DIABETES MELITUS Terapi farmakologi dilakukan pada penderita diabetes mellitus jika terapi non-farmakologi seperti olahraga. insulin adalah protein yang terdiri dari 51 asam amino. Kedua rantai tersebut dihubungkan dengan ikatan disulfida. asam amino ke-30 pada rantai A disubstitusi dengan alanin. Sumber 1.

Insulin sapi memiliki perbedaan 3 asam amino dengan insulin manusia. 1. Insulin Aspart adalah insulin dimana terdapat asam aspartat pada rantai B28. Insulin Manusia b. Pada injeksi subkutan. Short Acting Insulin (Insulin Regular) Insulin regular adalah kristal insulin yang tidak dimodifikasi yang biasanya disebut sebagai insulin alami. insulin Lispro dan Aspart diabsorpsi dengan cepat dan mencapai kadar maksimum dalam darah setelah 1-2 jam. memiliki onset 15-30 menit dan durasi kerja sekitar 3-4 jam. Insulin jenis ini dapat diberikan secara intravena pada keadaan hiperglikemia yang sangat parah untuk mendapatkan efek hipoglikemia yang cepat. Glulisin) Insulin Lispro merupakan insulin analog yang dihasilkan melalui teknolgi rekombinan. Insulin glulisin adalah insulin dimana 2 asam amino pada rantai B dimodifikasi yaitu lisin B29 dipindah ke B3 dan glutamat pada B3 dipindah ke B29. Ketika disuntikkan secara subkutan. Oleh karena itu. dan isoleusin asam amino 10 disubstitusi dengan valin. 3. Durasi insulin regular adalah 3-6 jam. Insulin regular dapat diberikan secara . Insulin regular memiliki onset 30 menit – 1 jam setelah pemberian secara subkutan. regular insulin membentuk gumpalan kecil yang disebut dengan hexamer yang kemudian mengalami konversi menjadi dimer yang diikuti menjadi monomer sebelum absorbsi sistemik terjadi. Namun durasi kerja insulin yang diberikan secara intravena hanya berlangsung selama 30 menit. yaitu pada rantai A treonin asam amino ke-30 dan ke-8 disubstitusi dengan alanin. Masa Kerja Ultra Short Acting Insulin (Insulin Lispro. 2. dimana 2 asam amino pada rantai B dimodifikasi yaitu proline pada B28 dipindah ke B29 dan lisin pada B29 dipindah ke B28. Insulin Lispro dan Aspart diadministrasi 20-60 menit sebelum makan. Kadar maksimum diperoleh setelah 2-3 jam. pasien harus diberitahukan untuk menyuntikan regular insulin secara subkutan 30 menit sebelum makan. Insulin Regular merupakan insulin zinc kristal yang berbentuk larutan. Insulin Lispro dan Aspart merupakan sediaan insulin yang jernih. Aspart.

Kadar maksimum dicapai setelah 6-12 jam setelah pemberian. Lente dan Isophane) Insulin Semilente adalah insulin zinc amorf. Isophane atau Neutral Protamine Hagedorn (NPH) merupakan kompleks insulin zinc kristalin dan insulin zinc protamin.intravena pada keadaan hiperglikemia yang parah dan diabetes ketoasidosis. Glargine tidak dapat diberikan secara intravena atau dicampur dengan produk insulin lainnya. yaitu suspense dari insulin zinc Kristal yang kelarutannya buruk dengan durasi sampai dengan 35 jam. Ada 2 macam insulin dengan kerja panjang yang disetujui digunakan di US. Kadar maksimum dicapai setelah 10-16 jam. NPH memiliki onset 2-4 jam. Selain itu jenis insulin yang mempunyai kerja panjang adalah ultralente. Ketiganya terdapat dalam bentuk suspensi. NPH tersedia dalam kombinasi 70/30 dan 50/30 dengan insulin regular. Insulin Lente adalah campuran 30% insulin zinc amorf dan 70% kristal zinc insulin. Intermediate Acting Insulin (Insulin Semilente. Regular insulin adalah satu-satunya insulin yang dapat diberikan secara intravena. menyebabkan kelarutannya rendah pada pH 4. Kombinasi produk insulin Beberapa kombinasi insulin telah tersedia secara komersial. Baik glargine maupun detemir tidak memberikan konsentrasi puncak pada serum dan dapat diberikan tanpa menghiraukan waktu atau adanya makanan. yang akan mengendap pada pemberian subkutan. Kerja insulin Ultralente yang terlalu lama dapat menyebabkan akumulasi insulin dan hipoglikemia yang berbahaya pada pasien. Insulin Lente memiliki onset 3-4 jam. Insulin glargine beda 3 asam amino dengan regular insulin. Durasi kerja insulin Lente adalah 8-12 jam 4. Kadar maksimum dicapai setelah 4-6 jam setelah pemberian. 3. Insulin Ultralente memiliki onset 6-10 jam. Long Acting Insulin (Insulin Ultralente) Insulin Ultralente adalah suspensi kristal zinc insulin yang sukar larut. Campuran dua macam . Glargine dan detemir didesain sebagai dosis tunggal insulin. Durasi kerja insulin Ultralente adalah 18-20 jam. Durasi kerja insulin Lente adalah 12-18 jam.

vial. Camouran Novolog 70/30 yang terdiri dari 70% insulin aspart protamine dan 30% insulin aspart. Campuran Humalog 75/25 yang terdiri dari 75% suspense insulin lispro protamine dan 25% insulin lispro. adalah alternatif insulin injeksi yang tersedia di US. Beberapa pasien membutuhkan inhalasi multipel untuk mencapai dosis waktu makan. pasien yang merokok. Monitor fungsi paru-paru harus dilakukan pada awal dan 6 bulan setelah permulaan terapi. Suspensi insulin lispro dan aspart dikembangkan secara khusus pada produk campuran dan tidak tersedia secara komersial dalam keadaan terpisah (sediaan tunggal). Klasifikasi Insulin Nama Generik Insulin Durasi Cepat Insulin pen. atau 3 ml pen cartridge Vial 28 hari Pabrik Pilihan Cara Pemberian Suhu ruang. Campuran dua macam insulin dengan masa kerja pendek juga telah tersedia. Mempunyai waktu onset antara 10-20 menit. atau Humalog (insulin Lispro) Lilly NovoNordisk Aventis 1.5 dan 3 ml pen cartridge Insulin pen. dan mempunyai durasi kerja sekitar 6 jam. Produk ini tersedia dalam 3-8 unit injeksi insulin. yang sama dengan rapid-acting insulin. Oral inhalation insulin Insulin inhalasi pertama kali disetujui pada awal tahun 2006. Exubera. rekombinasi insulin manusia.insulin dengan masa kerja pendek juga telah tersedia. Inhalasi insulin tidak sepenuhnya menggantikan injeksi insulin karena injeksi insulin dengan kerja panjang sangat penting dalam kontrol basal. yang sama dengan regular insulin. Exubera tidak direkomendasikan untuk pasien dengan penyakit paruparu kronik seperti asma atau penyakit pernapasan obstruksi kronik. Tabel 6. Kadaluarsa Novolog (insulin Aspart) Apidra (insulin Glulisin) 28 hari 28 hari . vial. atau pasien yang telah berhenti merokok 6 bulan yang lalu.

pen: 10 hari Vial: 30 hari. prefilled pen. vial. pen cartridge. prefilled pen Vial. prefilled pen Vial. 10 ml vial U-500.Nama Generik Insulin Durasi Pendek Humulin R (Reguler) Tersedia U-100 dan U-500 Novolin R (Reguler) Pabrik Lilly NovoNordisk Pilihan Cara Pemberian U-100. lainnya 14 hari 28 hari 28 hari 28 hari Novolin N Lente Humulin L Insulin Durasi Panjang Humulin U (ultralente) Lantus (insulin glargine) Pre-mixed Insulin Analog Pre-mixed insulin Humalog Mix 75/25 (75% netral protamine lispro. lain: 10 hari NovoNordisk Vial. prefilled pen Vial: 28 hari. Pen: 10 hari Vial: 28 hari. pen: 14 hari Vial: 30 hari. dan InnoLet Suhu ruang. 25% lispro) Novolog Mix 70/30 (70% suspensi aspart protamine. 20 ml vial Insulin pen. InnoLet Vial Mekanisme Kerja . 3 ml pen cartridge Lilly NovoNordisk Lilly Vial. lainnya: 14 hari Vial: 28 hari. lainnya: 28 hari Insulin Durasi Sedang NPH Humulin N Lilly NovoNordisk Lilly Lilly Aventis Vial. 30% aspart) Kombinasi NPH-regular Humulin 70/30 Novolin 70/30 Humulin 50/50 Lilly Vial. dan InnoLet Vial Vial Vial Vial: 28 hari. atau 3 ml pen cartridge. prefilled pen. Kadaluarsa 28 hari Vial: 30 hari.

Alergi Setidaknya terdapat 5 jenis antibodi insulin ketika melakukan terapi insulin. IgM. IgE. Selain itu insulin juga meningkatkan ambilan glukosa di hati. Cara penanganannya adalah: Glukosa (10-15 g) yang diberikan secara oral direkomendasikan Dekstrosa secara intravena mungkin dibutuhkan oleh pasien yang Glukagon sebanyak 1 g secara intramuskular merupakan cara untuk diberikan pada pasien yang sadar. otot dan jaringan adipose. hilang kesadaran. IgD.6-1 unit/kg/hari Efek Samping 1. penderita diabetes mellitus tipe II yang tidak bisa ditangani oleh terapi non-farmakologik dan obat diabetes oral. yaitu IgA. IgG. penanganan pilihan saat pemberian IV tidak berhasil pada pasien yang hilang kesadaran 2. Alergi insulin atau hipersensitivitas adalah kondisi yang jarang ditemukan dimana terjadi urtikaria lokal atau sistemik .6 units/kg/hari. Indikasi Penderita diabetes mellitus tipe I.Insulin dapat menurunkan kadar glukosa darah melalui penghambatan proses glikogenolisis dan glukoneogenesis. Hipoglikemia Hipoglikemia merupakan efek samping yang paling umum dari penggunaan insulin. wanita hamil dan menyusui. penderita diabetes mellitus dengan kadar glukosa darah yang sangat tinggi. Dosis Pasien DM tipe 1 dimulai sekitar 0. Rata-rata pasien DM tipe 1 menggunakan dosis 0. misal pada penderita diabetik hiperosmolar yang kadar glukosa darahnya bisa mencapai 600 mg/dL. dan dosis ditingkatkan perlahan-lahan sampai glycemic goals tercapai.

Tempat Injeksi 1. Rute Pemberian 1. Bagian depan paha atas . Bokong 4. yaitu lipohipertrofi dan lipoatrofi. rotasi tempat penyuntikan dapat dilakukan untuk mencegah lipodistrofi.akibat pelepasan histamin dari jaringan sel mast yang diinduksi oleh antibodi anti insulin IgE. disebabkan reaksi imun antibodi insulin. Intravena Insulin yang diberikan secara intravena akan bekerja cepat. 2-5 menit setelah penyuntikan akan tampak efek penurunan glukosa darah. Insulin yang diberikan secara intravena merupakan sediaan insulin yang berupa larutan. Daerah perut. risiko anafilaksis juga terjadi. Pemberian insulin subkutan terus menerus memberikan hasil yang memuaskan untuk pengendalian keadaan diabetes. Subkutan. Pada beberapa kasus. Aksi anabolik insulin akan meningkatkan massa lemak yang dapat terlihat pada area injeksi. namun area 2 cm di sekeliling pusar tidak boleh terkena injeksi insulin 3. Injeksi yang jauh dari area sebelumya dengan insulin yang dimurnikan direkomendasikan. ditandai oleh destruksi lemak yang terdapat di area injeksi. 2. yairu insulin kerja cepat. 3. Bagian belakang lengan atas 2. Lipoatrofi. Lipohipertrofi disebabkan injeksi yang dilakukan pada satu area injeksi secara berulang-ulang. Oleh karena itu. Lipodistrofi pada tempat penyuntikan Terdapat 2 bentuk lipodistrofi. Absorpsi setelah pemberian insulin subkutan bervariasi dan bergantung pada lokasi penyuntikan dan variasi individu.

4. Syringe 2. Pompa akan melepaskan sejumlah insulin setelah makan dan saat kadar glukosa darah tinggi berdasarkan pengaturan yang telah dilakukan oleh pasien. Area injeksi insulin Hal-hal yang harus dperhatikan saat penyuntikan insulin: 1. Insulin Pen Insulin pen menggunakan jarum suntik sekali pakai untuk menyuntikkan insulin 3. Insulin pump dapat dipakai seperti ikat pinggang. Jangan menyuntikkan insulin di malam hari Alat Penyuntik Insulin: 1. Insulin Pump Insulin pump merupakan alat yang menyuntikkan insulin melalui tube dan jarum yang dimasukkan ke bawah kulit dekat abdomen. . Jangan melakukan kerja berat setelah menyuntikkan insulin namun belum mendapatkan asupan makanan 4. Rotasi penyuntikan 2. Insulin Jet Injektor Insulin jet injektor menggunakan tekanan untuk memasukkan insulin ke dalam epidermis.Gambar 12. Penyuntikan tidak boleh terkena pembuluh darah karena insulin yang diharapkan bekerja lambat akan masuk dengan cepat ke sirkulasi sistemik sehingga menimbukan efek hipoglikemia yang cepat 3.

Tabel 1 memberikan data tanggal kadaluarsa untuk insulin yang disimpan pada suhu kamar (15°-30° F). mengendap. klorpropamid. berubah warna. tanggal kadaluarsa tersebut bervariasi tergantung insulin dan alat pemberiannya. 2. kemudian kanal Ca terbuka dan memungkinkan ion-ion Ca2+ masuk. Tanggal kadaluarsa dari pabrik yang tertera pada kemasan insulin berlaku untuk insulin yang belum dibuka dan disimpan dalam lemari es. dll). Anti Diabetik Oral (ADO) Sulfonilurea Contoh obat sulfonylurea: Generasi I: tolbutamid. Untuk alasan finansial. sehingga terjadi peningkatan kadar . sulfonilurea akan terikat pada reseptor spesifik sulfonilurea pada sel β pankreas. gliquidon. glikazid. tetapi harus hati-hati terhadap kontrol gula darah dan gejala dari kerusakan insulin (menggumpal. glimepirid Mekanisme kerja: Merangsang pelepasan insulin dari sel β pulau Langerhans. sehingga terjadi peningkatan sekresi insulin. tolazamid Generasi II: glibenkalamid.Gambar 13. Sekali insulin digunakan. Ikatan tersebut menyebabkan berkurangnya asupan kalsium dan terjadi depolarisasi membran. Wilayah injeksi alat insulin pada kulit Kestabilan Insulin yang belum dibuka direkomendasikan untuk disimpan di lemari es (2°-8° F) sebelum digunakan. Di dalam tubuh. a. pasien dapat menggunakan insulin lebih lama dari tanggal kadaluarsanya. glipizide.

20 15 2. 500 3000 Lama kerja (jam) 72 12 Frek 1 2-3 Pemberian Dengan makanan Dengan makan atau segera sesudah makan Dengan makan Glibenklamid Glikazid Glipizid Gliquidon 2.5 . dan disfungsi hati.5 40 2. dekompensasi metabolik diabetik. Obat ini hanya efektif untuk penderita diabetes tipe II yang tidak begitu berat. Tabel 7. Insulin yang telah terbentuk akan diangkut dari pankreas melalui pembuluh vena untuk beredar ke seluruh tubuh. Kontra indikasi: DM tipe I. Indikasi: DM tipe II. yang sel-sel β-nya masih bekerja dengan baik. kerusakan hati yang parah. 10 .5-20 80-240 20 30-120 12-24 10-20 24 10-20 1-2 1-2 1-2 1-3 atau segera sesudah makan Dengan makan Sebelum makan Sebelum makan dan pagi Dengan makan atau segera sebelum makan Glimepirid 1. Profil beberapa obat 73ulfonylurea Nama Obat Klorpropamid Tolbutamid Dosis (mg) Awal Harian 100. 250 500 250.2. dimana kadar gula darah tidak dapat dikendalikan secara adekuat dengan diet. 5 . koma diabetikum. Peningkatan tersebut menyebabkan sekresi insulin ke permukaan sel. latihan fisik dan penurunan berat badan saja.Ca2+ dalam sel.4 8 24 2 Efek samping .

Interaksi obat yang terjadi pada Golongan sulfonilurea : 1. tetapi efek dari perubahan respon hipoglikemia dari pasien tidak dapat dipastikan. Reaksi tipe disulfiram pernah dilampirkan terjadi pada pengguna tolbutamid dan klorpropamid yang dikombinasi dengan alkohol. fenilbutazon. tetapi umumnya menyerang penderita dengan terapi klorpropamid yaitu sekitar 5%. 2. FPG yang tinggi menandakan peluang hipoglikemia besar. penghambat MAO. Obat salisilat. gangguan gastrointestinal. Interaksi obat Tabel 8. tetapi secara klinik belum diketahui secara pasti. Mengubah metabolisme dalam hati Kloramfenikol. Faktor pemicu terjadinya hiponatremia adalah usia lanjut (> 60 tahun). Hipoglikemia dan koma terjadi pada pasien dengan penggunaan glikazid dan allopurinol. wanita. rifampisin. Hiponatremia terjadi akibat diuresis yang terlalu kuat oleh diuretik lengkungan. Efek samping lain dari penggunaan sulfonilurea antara lain ruam kulit. 3. Hiponatremia (serum natrium <129 mEq/L) pernah dilaporkan terjadi pada pengguna tolbutamid. Allopurinol dan Probenesid. dan kolestasis. Klorpropamid/Tolbutamid/Glikazid dengan Allopurinol Peningkatan waktu paruh dari klopropamid dan penurunan waktu paruh dari tolbutamid dengan pemakaian bersama dengan Allopurinol telah dijelaskan. Obat-obatan yang berinteraksi dengan sulfonilurea Interaksi Mengubah posisi ikatan protein Warfarin. akibatnya kadar natrium plasma menurun drastis. sulfonamid. Klorpropamid dengan Probenesid Bersihan/klirens dari klorpropamid dari tubuh diperpanjang dengan adanya probenesid. (sitokrom P-450) Perubahan ekskresi ginjal simetidin. anemia hemolitik. penggunaan bersama dengan diuretik tiazid.Efek samping utama yang diketahui dari sulfonilurea adalah hipoglikemia dan kenaikan berat badan. Kadar gula darah puasa merupakan indikator akan potensi terjadinya hipoglikemia. Klorpropamid/Tolbutamid/Glibenklamid dengan Antikoagulan .

7. 4. 5. 9. Warfarin-glibenklamid/tolbutamid dapat . Hal ini dapat meningkatkan hipoglikemia (kemungkinan dapat koma) dan meningkatkan efek antikoagulan (memungkinkan terjadi perdarahan) meningkatkan efek dari warfarin. Peningkatan dosis perlu dilakukan untuk mengontrol DM secara efektif. glimidin. 10. 8. tetapi perubahan pada pasien diabetes yang menggunakan sulfonilurea yang juga diberikan simetidin atau ranitidin jarang terjadi. Tolbutamid-Azapropazone Dua kasus dilaporkan bahwa penggunaan azapropazone-tolbutamid dapat meningkatkan efek dari tolbutamid dan menyebabkan hipoglikemia. Sulfonilurea dengan Rimfampisin Rifampicin menurunkan kadar serum dari tolbutamid. 6. Glipizid/Glibenklamid dengan Flukonazol Glipizid/Glibenklamid-Fluconazole dapat menyebabkan koma hipoglikemia disebabkan adanya kenaikan efek hipoglikemia yang tinggi. dan bosentan menurunkan kadar plasma dari glibenklamid.Dicoumarol dan tolbutamid saling berinteraksi. Gliklazid/Glibenklamid dengan Simetidin/Ranitidin Kasus hipoglikemia terjadi pada penggunaan gliklazid/simetidin dan glibenklamid (glyburide)/ranitidin. Glibanklamid mengurangi kadar plasma dari bosentan. Klorpropamid/Tolbutamid dengan Kloramfenikol Efek hipoglikemia dari tolbutamid dan klorpropamid dapat meningkat dengan penggunaan kloramfenikol. Pengecualiannya terjadi pada glipizid dengan simetidin. Glibenklamid-Bosentan Penggunaan glibenklamid-bosentan akan meningkatkan resiko kerusakan hati dan kombinasi ini seharusnya dicegah. Dicoumarol dapat meningkatkan efek hipoglikemia dari klorpropamida. klorpropamid dan glibenklamid (gliburid). glibenklamid (gliburid) atau gliklazid ketika digunakan bersama mikonazol. 11. Tolbutamid/Glibenklamid/Glikazid dengam Mikonazol Efek hipoglikemia terjadi pada penggunaan tolbutamid. Tolbutamid dengan Ketonazol Ketoconazole meningkatkan efek hipoglikemia dari tolbutamid. Hipoglikemia akut dapat terjadi.

Sulfonilurea dengan fibrat Sulfonilurea-Klorfibrate akan meningkatkan efek hipoglikemia pada beberapa pasien dan penggurangan dosis perlu untuk dilakukan. tetapi tidak meningkatkan sekresi insulin. 250mg/ tablet (Pfizer) Tesmel 100 mg/ tablet (Phytho kemo agung) Glibenklamid Daonil 5mg/ tablet.12. 3 mg/ tablet (Aventis) Glikazid Diamicron 80 mg/ tablet (Darya Varia) Glibet 80 mg/ tablet (Dankos) Glicab 80 mg/ tablet (Tempo Scan Pasific) Glidabet 80 mg/ tablet (Kalbe farma) Gored 80 mg/ tablet (Bernofarm) b. Tabel 9. 14. 13. Saat pemberian insulin dan sulfonilurea harus hati-hati dengan tanda-tanda dari hipoglikemia (takikardi. Efek anti diuretik dari klorfibrat pada pengobatan diabetes insipidus berlawanan dengan glibenklamid. 10 mg/ tablet (Kalbe farma) Glimepirid Amaryl 1. 10 mg/ tablet (Pfizer) Minidiab 5.Tolbutamid tidak berinteraksi dengan obat ini.tremor) tidak akan terjadi meskipun produksi keringat meningkat. 2.5mg/ tablet (Aventis) Glukonic 5 mg/ tablet (Nicholas) Glimel 5 mg/ tablet (Merck) Prodiabetik 5 mg/ tablet (Bernofarm) Renabetik 5 mg/ tablet (Fahrenheit) Glipizid Aldiab 5 mg/ tablet (Merck) Glucotrol 5. Biguanid (Metformin) Mekanisme kerja Golongan Biguanid mempunyai efek menurunkan kadar gula darah yang meningkat pada penderita diabetes. Sulfonilurea-bile acid sequestrants Efek hiperkolesterolemia dari kolestipol tidak mempengaruhi insulin tetapi akan menginaktifkan terapi dari phenformin dan sulfonilurea. Fakta menunjukan bahwa absorpsi dari glipizid akan berkurang sekitar 1/3 jika digunakan secara bersama-sama dengan kolestiramin. Sediaan obat-obat golongan sulfonilurea Klorpropamid Diabenese 100. . Sulfonilurea-Beta bloker Efek hipoglikemia sufonilurea akan berkurang dengan adanya beta-blockers. SemiDaonil 2.

Pada orang normal. ketoasidosis. Mekanisme pasti bagaimana metformin dapat meningkatkan sensitivitas insulin masih diteliti.Penurunan kadar gula darah ini disebabkan oleh peningkatan asupan glukosa ke dalam otot. Efeknya ialah turunnya kadar insulin yang terlau kuat dan penurunan berat badan. Terapi tunggal pada kegagalan sulfonilurea primer dan sekunder. syok. mekanisme anti regulasi akan menutupi efek obat sehingga kadar gula tidak berubah. gagal jantung. Hamil dan menyusui hentikan pemberian 2-3 hari sebelum operasi. penderita dengan infeksi serius atau trauma. riwayat penyakit yang berhubungan dengan asidosis laktat. Metformin dapat ditingkatkan dosisnya dari 500 mg tiap minggu hingga tercapai glikemik atau 2000 . Kontra indikasi DM dengan koma. Dosis Metformin biasanya diberikan dengan dosis 500 mg dua kali sehari dengan makanan untuk mengurangi efek samping gastrointestinal. Metformin tampaknya memperkuat efek insulin. Perhatian: Fungsi ginjal yang kurang sempurna. infark miokard. penyakit hati yang kronik. Indikasi Pengobatan awal untuk diabetes tipe 2 dengan berat badan lebih atau normal dan diet gagal. Kondisi yang dapat menyebabkan dehidrasi. dengan meningkatkan ikatan insulin pada reseptornya. bersifat menekan nafsu makan atau anoreksia. Monitor fungsi ginjal secara teratur. tirosin kinase. penyakit kronik dan akut yang berhubungan dengan hipoksia jarinagn. Terapi tambahan pada diabetes tipe 1 untuk menurunkan dosis insulin yang dibutuhkan. dan glukosa transporter. kerusakan fungsi ginjal yang serius. hipersensitivitas. tetapi mungkin berhubungan dengan adanya adenosin-5-monofosfat yang mengaktifkan aktivitas protein kinase. Metformin meningkatkan sensitivitas insulin di hati dan jaringan periferal (otot). alkoholisme. penurunan glukoneogenesis yang meningkat dan penghambatan absorpsi glukosa intestinal.

Interaksi obat Interaksi yang merugikan : a) Metformin-fenprokumon: hati b) Metformin-alkohol: alkohol meningkatkan efek anti hiperglikemia dan hiperlaktatemia dari metformin.mg/ hari. sehingga kadar metformin dalam darah tinggi dan menyebabkan hipoglikemia. Hal ini dihubungkan dengan adanya peningkatan aliran darah ke . anoreksia dan perasaan kenyang dan menyebabkan terjadinya penurunan berat badan. Efek samping Metformin mempunyai efek gastrointestinal seperti mual. Efek samping ini dapat diatasi dengan pemberian obat titrasi lambat. Kombinasi tersebut dapat menyebabkan peningkatan eliminasi fenprokumon. diare pada sekitar 30% pasien. Peningkatan dosis dapat dilakukan dalam beberapa minggu. kembung. Efek samping ini dapat terjadi beberapa minggu.4 mg/dL pada wanita dan 1. Metformin digunakan pada pasien dengan gangguan fungsi ginjal jika diketahui kadar serum kreatinin yaitu 1. c) Simetidin dapat menurunkan bersihan dari metformin.5mg/dL pada pria. dimana jumlah ratarata filtrasi glomerular kreatinin urin selma 24 jam kurang dari 70-30 ml/menit. Jika terjadi efek samping pastikan pasien minum metformin dengan makanan atau setelah makan dan kurangi dosis hingga efek samping ini tidak terjadi. Interaksi yang menguntungkan : a) Metformin-sulfonilurea: merupakan kombinasi yang rasional. karena mekanisme yang berbeda yang saling aditif. Maka metformin dikontraindikasikan. Dosis metformin sehari dimungkinkan 850 mg kemudian ditingkatkan setiap satu atau dua minggu hingga mencapai dosis maksimal 850 mg sehari 3x (2550 mg/hari). sekitar 80% efek penurunan glikemik terlihat pada dosis efektif 1500 mg dan 2000 mg/hari. Terapi metformin jarang terjadi asidosis laktat. Pasien yang diobati dengan Metformin sebaiknya menghindari alkohol. Metformin tidak boleh diberikan pada pasien usia lanjut yang telah mengalami penurunan massa otot.

dosis awal 1 mg setiap sebelum makan.5 mg setiap sebelum makan. Glumin (500 dan 850 mg). Interaksi obat . 1). diabetes militus tipe 1.menurunkan kadar glukosa darah lebih banyak dari pada pengobatan tunggal masing-masing obat tersebut. Efek samping Hipoglikemia. b) Metformin-insulin: kombinasi ini dianjurkan pada pasien obesitas yang kadar glukosa darahnya sulit dikendalikan. ganguan fungsi hati dan ginjal parah Dosis Dosis awal: 0. Diabex( 500 dan 850 mg). Non-sulfonilurea secretagogeus Repaglinid Mekanisme kerja Menstimulasi sekresi insulin dari sel β-pankreas Indikasi Diabetes militus tipe 2 yang tidak terkontrol dengan diet dan olah raga Kontra indikasi Hipersensitif. ibu hamil dan menyusui. Dosis maksium sekali pemberian 4 mg setiap sebelum makan. Benofomin (500 dan 850 mg). kejadian efek tak diinginkan tidak berbeda dari yang teramati pada insulin secretagogeus oral lain. Total dosis maksimum sehari tidak boleh melebihi 16 mg. Pasien pindahan dari obat antidiabetes lain. c. Eraphage ( 500mg). Sediaan Glucophage (500 mg). diabetes ketoasidosis.

diabetik ketoasidosis. artropati. peningkatan kadar enzim hati Interaksi obat Potensiasi efek hipoglikemik oleh AINS. muntah).5 mg . Gemfibrozil merupakan obat yang umum digunakan untuk mengobati hipertrigliseridemia pada DM. 1 mg . alkohol dan diabetik oral. penghambat MAO. Sediaan Novonorm (0. penurunan efek hipoglikemik jika diberikan bersama tiazid. 2 mg) 2). Inhibitor CYP2C9 pada metabolisme tolbutamid. Neteglinid Mekanisme kerja Menstimulasi sekresi insulin dari sel β-pankreas Indikasi DM tipe 2 (non insulin) atau kombinasi dengan metformin Kontra indikasi DM tipe 1. kostikosteroid. pusing. memiliki waktu paruh 2x lipat dari repaglinid dan dihasilkan pada reaksi hipoglikemik diperpanjang. produk dari tiroid dan simpatotimetik.Kontrol glikemik dan hipoglikemik harus dimonitor ketika obat-obat yang menghambat & menginduksi CYP3A4 diberikan bersama repaglinid. batuk. bronkhitis. hamil dan laktasi Dosis 120 mg 3x/hari Efek samping Hipoglikemik. gejala flu. dan penghambat adregonik non selektif. salisilat. infeksi saluran nafas atas. . ganguan saluran cerna (mual. nyeri punggung.

anak2 dibawah 18 tahun. Thiazolidinediones meningkatkan sensitifitas insulin di otot. Dosis Untuk monoterapi 15 atau 30 mg sekali sehari. peningkatan berat badan. yang paling banyak terdapat di sel lemak dan sel vaskular. hati. Kombinasi monoterapi dengan sulfonilurea atau metformin saat makan. Untuk terapi kombinasi 15 atau 30 mg sekali sehari.Sediaan Starlix (125 mg) d. data ditingkatkan hingga 45 mg sekali sehari. hati. peningkatan kadar ALT (Alanin aminotransferase). jaringan lemak secara tidak langsung. Thiazolidindione Pioglitazon Mekanisme kerja Berikatan pada peroksisom proliferator aktivator reseptor-γ (PPAR-γ). Interaksi obat . dan kombinasi terapi dengan insulin. pasien dialisa. Efek samping Idiosinkrasi hepatotoksisitas. menurunkan kadar leptin yang berperan dalam mengatur nafsu makan dan pemasukan makanan. olahraga dan monoterapi yang cukup. resistensi cairan. 1). Kontra indikasi Untuk pasien yang pernah mengalami kerusakan jantung. Indikasi Diabetes tipe 2.

digoxin. metformin dan sulfonilurea Sediaan Actos 15 dan 30 mg 2). yang paling banyak terdapat di sel lemak dan sel vaskular. glibenklamid. alcohol. Kontra indikasi DM tipe 1 dan ketoasidosis diabetik Efek samping Idiosinkrasi hepatotoksisitas. warfarin. Interaksi obat Tidak ada interaksi dengan acarbose. oral contrasepsi. hati. Indikasi Untuk monoterapi sebagai tambahan diet dan olahraga untuk meningkatkan kontrol gula darah pada pasien DM tipe 2. food. metformin. menurunkan kadar leptin yang berperan dalam mengatur nafsu makan dan pemasukan makanan. jaringan lemak secara tidak langsung. Thiazolidinediones meningkatkan sensitifitas insulin di otot. Rosiglitazon Mekanisme kerja Berikatan pada peroksisom proliferator aktivator reseptor-γ (PPAR-γ). Sediaan Avandia 4 mg . peningkatan berat badan.tidak ada interaksi obat dengan digoxin. peningkatan kadar ALT (Alanin aminotransferase). nifedipin. resistensi cairan. ranitidine ataupun warfarin. phenprocoumon.

isomaltase. Interaksi ADO secara umum Obat Angiotensin Efek terhadap glukosa Mereduksi Mekanisme Meningkatkan sensitivitas . ganguan intestinal kronis berkaitan dengan absorpsi dan pencernaan. α-glukosidase Inhibitor (Akarbose dan miglitol) Mekanisme kerja Menghambat kerja enzim (maltase. dan glukoamilase) secara kompetitif dalam usus halus sehingga menunda pemecahan sukrosa dan kompleks karbohidrat Indikasi Sebagai tambahan terhadap sulfonilurea atau biguanid pada DM yang tidak dapat dikendalikan. kehamilan dan laktasi Dosis Awali dengan 50 mg kemudian ditingkatkan hingga 100-200 mg. 3xsehari. kembung. Dapat menurunkan efek digoksin. Sediaan: Glukobay (50 mg. Efek samping Efek samping yang sering terjadi adalah flatulensi. diare.e. ganguan ginjal berat. Interaksi obat Meningkatkan efek antikoagulan dari warfarin. dosis dapat ditingkatkan hingga 4-8 minggu. 100 mg)  Interaksi Obat ADO atau insulin Tabel 10. sukrase. Kontra indikasi Hipersensitif. terapi penambah diet untuk penderita diabetes mellitus.

testosteron dan stanozolol dapat meningkatkan efek pengurangan kadar gula darah. meningkatkan resistensi insulin Belum jelas Menginhibisi Diuretic Glukocorticoid Asam nikotinat meningkatkan meningkatkan meningkatkan Kontrasepsi oral Pentamidine meningkatkan Menurunkan I-kappa-b kinase-beta (IKK-beta) (hanya Simpatomimetic Clozapin olanzapin Sedikit dosis tinggi 4-6/hari) Meningkatkan glikogenolisis dan glukoneogenesis Belum jelas. ADO dengan antasida Kecepatan dari absorpsi beberapa ADO meningkat dengan penggunaan bersama antasida. mengurangi penggunaan glukosa pripheral Memungkinkan peningkatan resisitensi insulin Melemahkan aksi insulin Melemahkan aksi insulin. Perlu dilakukan peningkatan dosis dari insulin maupun ADO.(enzim inhibitor) Alcohol Α-interferon Diazoxide Mereduksi meningkatkan meningkatkan insulin Mengurangi produksi glukosa dihati Belum jelas Mengurangi sekresi insulin. metandienon (methandrostenolone). tetapi tidak terlihat adanya laporan dari respon yang tidak diinginkan pada penderita DM sebagai hasil dari interaksi ini. meningkatkan berat badan meningkatkan dan meningkatkan 1. khususnya pada dosis harian 100 mg atau lebih dan mengganggu kontrol untuk penderita DM. Insulin/ADO dengan steroid anabolik Nandrolon (norandrostenolon). 2. . 3. sehingga dosis dari obat diabetes baik insulin maupun ADO harus diturunkan. Insulin/ADO dengan klorpromazin Klorpromazine dapat meningkatkan kadar gula darah.

Insulin dengan Penghambat kanal Calsium Penghambat kanal Calsium diketahui mempunyai efek pada sekresi insulin dan pengaturan glukosa tetapi tidak terjadi gangguan yang signifikan. ADO dengan hormon sex Beberapa obat diabetes membutuhkan penyesuaian dosis. apabila dibandingkan dengan efek samping apabila menggunakan Kurus Hiperglikemia Gemuk BMI (metformin Postprandial BMI > menekan monoterapi < 25 kg/m2 atau glibenklamid saja).4. diet. Indobufen meningkatkan efek dari glipizid. 5. dan piroksikam meningkatkan efek dari glibenklamid. sehingga cocok Sulfonilurea Repaglinid Metformin (atau Acarbosa) kelebihan berat badan. Terdapat sebuah laporan dimana pasien diabetes semakin parah dan membutuhkankan insulin lebih saat menerima terapi diltiazem. hipoglikemia terjadi pada pasien yang menggunakan gliklazid dan nikardipin. 6. namun itu tidak umum terjadi sebagai gangguan yang serius. Pasien lain membutuhkan insulin yang dosisnya ditingkatkan 30% saat menerima terapi nifedipin. peningkatan atau pengurangan dosis ADO saat mendapatkan terapi hormon sex seperti kontrasepsi oral. untuk pasien diabetes melitus tipe 2 yang mengalami ↓ ↓ ↓ -------------------------------Kontrol Inadekuat-------------------------------------↓ ↓ ↓ Kombinasi Sulfonilurea Kombinasi Metformin + Repaglinid + Rosiglitazon -------------------------------Kontrol Inadekuat-------------------------------------↓ Insulin ↓ Kontrol Inadekuat ↓ Kombinasi Insulin dengan Antidiabetik Oral .↓ sehingga regulasi gula darah dapat terkontrol dengan lebih TargetKombinasi ini setelah 1 bulan samping yang lebih baik. Di samping itu. tidak tercapai memiliki efek ↓ ↓ ↓ sedikit. Sulfonilurea/biguanid dengan NSAID Pada pemberian fenklofenak dengan klorpropamid dan metformin. Antidiabetika Oral Kombinasi Metformin dan Glibenklamid Kombinasi ini sangat cocok digunakan untuk penderita DM tipe 2 pada pasien yang hiperglikemianya tidak Hiperglikemia dengan single terapi (metformin bisa dikontrol ↓ atau glibenklamid saja). dan olahraga. kombinasi ini saling Diet dan Olahraga → Target tercapai memperkuat kerja masing-masing obat. Metformin dapat25 kg/m2 potensi ↓ ↓ ↓ glibenklamid dalam menaikkan berat badan pada pasien DM tipe 2. glibenklamid dengan diflunisal dan glibenklamid dan metformin dapat terjadi hipoglikemia.

atorvastatin. simvastatin. sehingga menyebabkan aktivasi Sterol Regulatory Element Binding Protein (SREBP) yang merupakan factor transkripsi yang normalnya terdapat pada sitoplasma. yang merupakan enzim yang mengkatalisis perubahan HMG KoA menjadi mevalonat dalam biosintesis kolesterol. Algoritma terapi obat Diabetes Melitus Tipe 2 B. dan . Akibat adanya penghambatan sintesis kolesterol. rosuvastatin Mekanisme kerja Efek penurunan kolesterol statin disebabkan karena golongan ini merupakan inhibitor kompetitif 3-hidroksi-3-metilglutaril KoA Reduktase (HMG KoA) reduktase. fluvastatin.Gambar 14. SREBP selanjutnya berdifusi ke dalam nucleus dan mengikat Sterol Response Elements pravastatin. Statin (HMG-KoA reduktase) Contoh obat Lovastatin. jumlah kolesterol pada hepatosit menurun. PENGOBATAN HIPERLIPIDEMIA 1.

jumlah LDL plasma menurun. Indikasi Statin menurunkan LDL hingga 25-55% dan TG 10-25%. serta meningkatkan HDL 5% Kontra indikasi Penyakit hati aktif atau peningkatan persisten serum transaminase yang tidak dapat diterangkan. Reseptor LDL juga mengikat VLDL dan IDL karena keduanya banyak mengandung ApoE.(SRE). yang dikenali oleh reseptor LDL. Insidens kemungkinan meningkat seiring dengan peningkatan dosis. menyebabkan peningkatan transkripsi gen reseptor LDL. Selain itu. sehingga jumlah LDL pun menurun. yang mencakup memperbaiki fungsi endotel. Dosis Dosis lazim 10-20 mg/ hari. Selain menghambat HMG KoA reduktase dan menghasilkan penurunan kolesterol. dosis maksimal 80mg/hari Efek samping 1) Hepatotoksisitas Studi post marketing surveillance menunjukkan bahwa pasien yang mengonsumsi statin memperlihatkan peningkatan transaminase hepatik sebesar tiga kali lipat nilai normal. Akibatnya. dengan insidens sebesar 1%. beberapa penelitian juga menyebutkan bahwa menurunnya sintesis kolesterol menyebabkan penurunan sintesis VLDL yang salah satu komponennya adalah kolesterol. Jumlah reseptor LDL meningkat sehingga mengikat lebih banyak LDL-plasma. statin juga memiliki efek farmakologis lain yang disebut efek pleiotropik. Hamil dan laktasi. mengurangi inflamasi. mengurangi koagulasi darah. Miopati dan rhabdomiolisis . Hipersensitif. VLDL dan IDL adalah prekursor LDL. dan meningkatkan stabilitas plak.

faktor-faktor yang menghambat katabolisme statin diasosiasikan dengan resiko miopati.Insidensnya cukup rendah (0. dan hipertiroidisme yang tidak diobati. penyakit sistemik seperti diabetes mellitus. Interaksi dengan gemfibrozil merupakan penyebab miopati tersering. dan 40 mg) Lescol XL (Fluvastatin Na 40 mg) Crestor (Kalsium rosuvastatin 10 dan 20 mg) I. 20.01%). Interaksi dengan niasin juga dapat menyebabkan miopati. Sediaan: Zocor (simvastatin 5 dan 10 mg) Pravachol (Pravastatin Natrium 10 dan 20 mg) Lipovas (Lovastatin 20 mg) Lipitor (Kalsium atorvastatin 10. Statin boleh diberikan bersama obat-obat di atas apabila dosis statin kurang dari 25% dari dosis maksimal. niasin dan resin asam empedu menyebabkan reduksi LDL hingga 70%. Oleh karena itu. kemungkinan disebabkan oleh peningkatan penghambatan sintesis kolesterol pada otot rangka (interaksi farmakodinamik). seperti usia lanjut. disfungsi hepatik dan renal. Interaksi obat: Kombinasi dengan resin asam empedu menyebabkan reduksi LDL 20-30% lebih besar dibanding pemberian statin saja. Kombinasi statin. dan antijamur azole. namun resiko meningkat seiring meningkatnya konsentrasi plasma statin. antibiotik makrolida. Fibrat lain terutama fenofibrat tidak mengganggu glukuronidase statin sehingga resiko miopati rendah. Obat-obat lain yang mengganggu oksidasi statin adalah golongan yang terutama dimetabolisme oleh CYP3A4.1 Bile Acid Resin (BAR) Contoh obat: . inhibitor HIV protease. fenilpiperadin. Obat-obat yang mengurangi katabolisme statin meningkatkan resiko miopati. yaitu melalui mekanisme pengambatan uptake statin ke hepatosit dan interferensi terhadap katabolisme statin oleh CYP dan glukuronidase di hati. seperti siklosporin. BMI kecil. nefazodon.

2x 1 hari Efek samping: Gastrointestinal: konstipasi. penderita gangguan complete biliary. antara lain tetrasiklin. Hal ini menyebabkan penurunan jumlah empedu sehingga merangsang sintesis empedu di hati dari kolesterol. Kolestipol Mekanisme kerja: Mengikat empedu dalam lumen usus untuk dikeluarkan melalui feses sehingga mencegah empedu kembali ke hati melalui sirkulasi enterohepatik. heartburn dapat diatasi dengan konsumsi makanan berserat . ketidaknyamanan abdomen. Akibatnya kadar HDL plasma meningkat. Selain itu. diare musculoskeletal: osteoporosis atau osteomalasia akibat terjadinya penghalangan absorpsi vitamin D Interaksi obat: Kolestipol dan kolestiramin dapat menurunkan absorpsi beberapa obat dalam usus. Selain itu juga menyebabkan flatulensi. Indikasi: hiperkolesterolemia primer (familial hyper cholesterolemia) dan untuk menurunkan kadar LDL Kontra indikasi: Hipersensitif. peningkatan biosintesis kolesterol juga mengakibatkan peningkatan produksi VLDL. obat golongan statin. warfarin. anoreksia. Peningkatan kebutuhan akan kolesterol oleh hati juga menyebabkan peningkatan ambilan kolesterol dari jaringan oleh HDL untuk dibawa ke hati dan disintesis menjadi empedu. kondisi ini juga diikuti dengan peningkatan jumlah reseptor LDL pada membran hati sehingga terjadi penurunan kadar LDL (yang mengandung kolesterol) di plasma. Dosis: Kolestipol 10 g. Karena kondisi ini maka obat-obat BAR dapat memperburuk hipertrigliseridemia. digoksin. .Kolestiramin. mual. Penurunan jumlah kolesterol di hati akibat peningkatan biosintesis kolesterol menjadi empedu menyebabkan peningkatan ambilan kolesterol dari plasma. fenobarbital.

perdarahan arteri. obat-obat tersebut harus diminum 1-2 jam sebelum pemberian kolestipol atau 4-6 jam sesudah pemberian kolestipol. Penurunan sintesis TG menyebabkan berkurangnya produksi VLDL hepatik sehingga kadar LDL plasma juga berkurang. ezetimibe. sehingga mengurangi aktivitas lipase yang sensitif terhadap hormon dan menghambat lipolisis TG sehingga kadar asam lemak bebas di plasma menurun. E.fenofibrate. Peningkatan HDL mencapai 30-40%. Sediaan: Questran (kolestiramin anhidrat 4g) Cholybar (kolestiramin) (4g resin/batang) Colestid (kolestipol HCl) (serbuk 5 g/kemasan) I. Oleh sebab itu. harus disertai pemberian suplemen asam folat. Selain itu. Niasin diindikasikan untuk hipertrigliseridemia dan hiperkolesterolemia dengan HDL rendah. D. Indikasi: Niasin adalah obat terbaik untuk meningkatkan HDL. anak dan remaja. dan diuretik thiazid. dan K serta asam folat. gemfibrozil. Oleh sebab itu. Hanya niasin yang bukan dalam bentuk amida yang mempunyai efek penurunan lipid. penyakit tukak peptic aktif. Kontra indikasi: Gangguan fungsi hati yang signifikan atau tidak dapat dijelaskan. sehingga sintesis TG hepatik juga berkurang. furosemid. niasin juga menurunkan TG sebesar 35-45% dan menurunkan LDL sebesar 20-30%. Dosis: .2 Niasin (Asam Nikotinat) Mekanisme kerja: Niasin merupakan vitamin B kompleks larut air yang hanya berfungsi sebagai vitamin dalam bentuk amida. Niasin juga meningkatkan half life Apo-A HDL sehingga konsentrasi HDL plasma meningkat. Koletiramin dan kolestipol dapat mengurangi absorpsi vitamin A. Hal ini menyebabkan uptake asam lemak bebas ke hati berkurang. Niasin menghambat adenilil siklase di adeposit dan menurunkan produksi cAMP.

AST dan ALT meningkat.5-2 gram/ hari. Hepatotoksisitas Baik sediaan regular (kristal) maupun sustained release dengan dosis lebih dari 2 gram dapat menyebabkan hepatotoksisitas. Efek samping: Flushing & pruritus Merupakan ES utama dan menjadi parah seiring peningkatan dosis. dan 1000 mg) I. dan dapat juga menyebabkan mual. muntah dan diare namun insidensnya lebih jarang. Fenofibrate Mekanisme kerja: . Hiperurisemia Interaksi obat: Sediaan: Niaspan (Asam nikotinat 375. Gejalanya adalah nyeri otot. dan LDL menurun lebih dari 50%. Penderita tukak lambung dikontraindikasikan terhadap niasin karena dapat memperparah tukak lambung. Semua ES ini dapat diminimalisir bila niasin diminum setelah makan. 500. 750. level serum albumin menurun. ditingkatkan perlahan sebesar 100-200 mg/ hari tiap 7 hari hingga mencapai dosis total 1.Dosis awal 100-250 mg/ hari. Niasin dalam bentuk sustained release mengurangi efek samping ini. Hal ini mungkin disebabkan oleh meningkatnya kadar prostaglandin. sehingga dapat diatasi dengan menambahkan aspirin atau obat AINS lainnya. ES ini juga dapat diminimalisir bila dosis awal kecil (100-250mg/ hari) atau bila diminum setelah sarapan/ makan malam. Dispepsia Niasin menyebabkan dyspepsia. Resistensi insulin Efek peningkatan resistensi insulin menyebabkan pemberian niasin harus dimonitor dengan ketat pada pasien diabetes mellitus.3 Asam Fibrat Contoh obat: Gemfibrozil.

Gemfibrozil dapat mengurangi sintesis VLDL dan apolipoprotein B bersamaan dengan meningkatnya kecepatan bersihan lipoprotein kaya trigliserida dari plasma. MAO Inhibitor.5 g Efek samping: Umum terjadi: nyeri abdomen. furosemid. sulfonylurea. peningkatan enzim-enzim hati. hiperglikemia. siklosporin. Sediaan: Lopid (300mg/kapsul) I. penurunan libido. rash Kurang umum: sakit kepala. gangguan penglihatan Jarang: Miopati. nyeri otot. Indikasi: Obat-obat turunan asam fibrat merupakan obat pilihan untuk kondisi ↑↑Trigliserida dan ↑LDL. furosemid. mengantuk. pruritus. batu empedu. diminum 30 menit sebelum makan Dosis maksimum (sehari): 1.4 Cholesterol Absorption Inhibitor . Penurunan efek bila digunakan bersama resin dan rifampin. disfungsi ginjal Interaksi obat: Peningkatan toksisitas bila digunakan bersama statin. diare. Kontra indikasi: Gagal ginjal atau hati yang parah Dosis: Dosis lazim: 600 mg 2x sehari. Klofibrat kurang efektif dibandingkan dengan gemfibrozil atau niasin dalam menurunkan produksi VLDL. impotensi. Golongan fibrat dapat meningkatkan efek klorpropamid. dan warfarin.Obat-obat golongan ini bekerja dengan meningkatkan aktivitas enzim lipoprotein lipase sehingga meningkatkan hidrolisis triasilgliserida pada kilomikron dan VLDL. dan probenesid. pusing. Akibatnya terjadi penurunan kadar triasilgliserida dalam plasma. atau ↑Trigliserida dan ↓HDL. anemia.

nyeri dada. Efek samping: ES muskoskleletal (miopati) ES lain: sakit kepala. pankreatitis. trombositopenia Interaksi obat: Sediaan: Ezetrol Zetia (10 mg/tablet) Vytorin (Simvastatin-Ezetimibe): Simvastatin-Ezetimibe (10mg-10mg) Simvastatin-Ezetimibe (20 mg-10mg) Simvastatin-Ezetimibe (40mg-10mg) . penyakit hati sedang sampai parah. Ezetimibe dapat menurunkan kadar kolesterol total. Ezetimibe dapat digunakan tunggal ataupun dalam kombinasi dengan statin. LDL. Dosis: 10 mg 1 kali sehari Indikasi: Hiperkolesterolemia familial maupun multifaktorial Kontra indikasi: Hipersensitivitas. hepatitis.Contoh obat: Ezetimibe Mekanisme kerja: Secara selektif menghambat absorpsi kolesterol di brush border usus halus sehingga menurunkan kadar kolesterol plasma. Ezetimibe merupakan obat pilihan sebagai terapi tambahan berkaitan dengan mekanisme kerjanya. apoB dan trigliserida serta memfasilitasi peningkatan HDL dalam darah. diare. peningkatan serum transaminase. Perhatian: Hindari penggunaan selama kehamilan dan menyusui terutama bila pasien juga mengkonsumsi statin.

Minute maid heart wise orange juice . kampestanol) Mekanisme kerja: Menghambat absorpsi kolesterol eksogen Indikasi: Pasien hiperkolesterolemia poligenik yang sangat sensitif dengan penambahan kolesterol dari luar (makanan). fitosterol jenuh (sitostanol.5 I.1 Lain-lain Fitosterol Contoh obat: β-sitosterol. kampesterol. Take control.5.I. stigmasterol. Dosis: 2-3 g sterol/hari. maksimum 30 g sterol/hari Efek samping: Arteri koroner Interaksi obat: Sediaan: Benecol. Kontra indikasi: Pada pasien sitosterolemia dapat menyebabkan iskemia.

kolesterol total 307 mg/dl. Amir (48 thn. glukosa urin (+++) Obat yang diperoleh: R/ Zocor 40 mg 3 x 1 Amaryl 2 x 1 Lasix 1 x 1 Selama 5 hari evaluasi tidak memuaskan  bagaimana penilaian pengobatan dan solusi? . TGA 375 mg/dl. Hasil lab: Pembesaran jantung. selalu merasa haus. tidak kuat jalan jauh dan mengangkat beban berat. TD 163/100. gula darah sewaktu 298 mg/dl. 86 kg) Keluhan: Tiap malam beberapa kali berkemih.BAB VIII PEMBAHASAN KASUS Pasien: Tn.

misalnya metformin. Oleh karena itu disarankan pasien mengganti sulfonilurea dengan metformin. Apabila terapi dengan biguanid juga kurang kurang memuaskan.Berdasarkan hasil pemeriksaan fisik dan laboratorium diketahui Tn. Furosemid (Lasix)  untuk mengobati hipertensi Glimepirid (Amaryl)  untuk mengobati hiperglikemia Berdasarkan hasil evaluasi pengobatan selama 5 hari.  normal 120/80 Hiperlipidemia Kolesterol total 308 mg/dl  normal < 200 mg/dl Trigliserida 375 mg/dl  normal <150 mg/dl Berdasarkan soal di atas pasien diberikan obat : • • • Simvastatin (Zokor)  untuk mengobati hiperlipidemia. ternyata tidak diperoleh hasil yang memuaskan dari terapi. Amir mengalami: • • • Diabetes mellitus tipe II Glukosa darah sewaktu 298 mg/dL. pasien dapat diberikan kombinasi metformin dan sulfonilurea untuk mengobati hiperglikemia. ADO golongan sulfonilurea Hasil kurang memuaskan dikarenakan sulfonilurea kurang cocok digunakan pada penderita hiperglikemia yang mengalami obesitas/kegemukan (berat badan 86 kg). Berikut ini adalah evalusi pengobatan yang dapat dinberikan:  Pengobatan hiperglikemia dengan Glimepirid (Amaryl). Untuk pengobatan terapi hiperglikemia pada pasien gemuk lebih cocok menggunakan derivat biguanid.  normal 140-200 mg/dL Hipertensi Tekanan darah 163/100. untuk meningkatkan hasil terapi.  Saran obat  metformin (misalnya: glucophage) .

maka cairan tubuh akan banyak keluar membawa ion-ion tubuh (terjadi hipokalemia). sehingga berisiko toksik. Selain itu. Sehingga perlu penambahan suplemen kalium untuk menjaga keseimbangan kation-anion dalam tubuh. Suplemen yang disarankan adalah Aspar-K. Akibat penggunaan diuretik. Oleh karena itu.  Obat lain yang masih dipakai furosemid (lasix) untuk mengkoreksi tekanan darah pasien serta menghindari edema jantung. Hasil pengobatan kurang memuaskan dikarenakan obat yang digunakan (simvstatin/Zokor) hanya diindikasikan untuk hiperlipidemia dengan keadaaan hiperkolestrolemia. dosis maksimal perhari dari simvastatin adalah 80 mg.  Saran obat : Gemfibrozil (Misalnya: lopid). Catatan lain: Perlunya penambahan suplemen kalium karena penggunaan diuretik furosemid (lasix). Pasien yang menderita hiperkolesterolemia memiliki resiko arterosklerosis (penyempitan pembuluh darah) yang mengakibatkan permukaan pembuluh darah yang harus dilalui oleh darah menjadi tidak rata sehingga akan terjadi pembekuan . Berdasarkan referensi. disarankan untuk mengganti pengobatan untuk hiperlipidemia dengan mengganti simvastatin (Zokor) menjadi obat derivat fibrat (gemfibrozil) yang mempunyai indikasi mengobati penyakit hiperlipidemia dengan gambaran patologis hiperkolestrolemia dan hipertrigliseridemia. Pengobatan hiperlipidemia dengan simvastatin (Zokor) Evaluasi pertama adalah bahwa dosis maksimal perhari yang diterima pasien adalah berlebih. pemakaian obat kolesterol digunakan bukan sehari tiga kali tapi sehari sekali pada malam hari karena saat malam hari terjadi sintesis kolesterol. Obat ini diberikan satu kali sehari pada pagi hari. Sedangkan keadaan hipertrigliseridemia yang diderita oleh pasien tidak dapat dikoreksi oleh simvastatin (zokor). sedangkan dosis yang diterima pasien perhari adalah 120 mg.

sehingga risiko angina dan infark senantiasa mengancam. ada risiko yang cukup besar terjadinya sumbatan pembuluh darah akibat trombus dan emboli. Obat yang disarankan adalah allopurinol. sehingga kadar asam urat dalam darah tetap dalam kondisi normal. Tambahan obat yang dianjurkan adalah Acetilsalicylic acid (Aspilet). Mekanisme kerjanya adalah asam asetilsalisilat akan diubah menjadi salisilat. Karena pasien mengalami keadaan hiperlipidemia. Sayangnya penggunaan aspilet menyebabkan efek yang kurang baik berupa peningkatan asam urat dalam darah. Salisilat dalam jumlah kecil akan bereaksi dengan asam urat membentuk garam salisilat-urat yang lebih sulit dikeluarkan. Saran peresepan obat untuk Tn. karena pasien telah mengalami perbesaran jantung dan keadaan hiperlipidemia. penggunaan furosemid juga dapat berkompetisi dengan asam urat. sehingga terjadi peningkatan reaborpsi asam urat. Amir: R/ Lopid 900 mg 1 x sehari 1 tablet malam hari sebelum makan Lasix 40 mg 1 x sehari 1 tablet pagi Glucophage 500 mg 3 x sehari 1 tablet Aspilets 81 mg1 x sehari 1 tablet Aspar-K 300 mg 3 x sehari 1 tablet Allopurinol 300 mg 1 x sehari 1 tablet . Rekomendasi lain yang diberikan pada pasien adalah agar pasien selalu sedia (dalam kantong) obat isosorbid dinitrat. Oleh karena itu perlu penambahan zat yang dapat menghambat sintesis asam urat. Isosorbid dinitrat ini sebagai pertolongan pertama pada serangan jantung. Selain itu.darah atau trombus akibat bersentuhan dengan permukaan pembuluh darah yang kasar dan semakin memperparah aterosklerosis. Oleh karena itu perlu ditambahkan aspirin dalam konsentrasi kecil yang berguna sebagai anti platelet.

Hal 1079. 1997. Mary J. The Merck Manuals – Home edition for patients and caregivers. V. Jakarta. September 2009. and Hall. Michael J. Neal. Ganiswarna.25 WIB. 2001. B..H. John E.. Edisi 4. Mayes. Lipoprotein transport in the metabolic syndrome: methodological aspects of stable isotope kinetic studies in Clinical science. Harper’s Illustrated Biochemistry. F. 1373.. P. Guyton. EGC. Ph. Jakarta.C. P.D. 2004: 107. Granner. Murray. Farmakologi Ulasan Bergambar. New York: McGraw Hill Companies Inc.R. Mycek. dkk.G. United States: McGraw-Hill.. Corwin. Hal 569-570. M.D. and William E. Review of Lipoproteins. Handbook of Pathophysiology. 1995.. Rodwell. Lippincott Williams & Wilkins: USA. 2000. R. pkl 13.merck. Pharmacotherapy Principles & Practice.Wade. Christopher L. 2002. Farmakologi dan Terapi. 26th Ed.. Dipiro.. Watts. Ph. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. hal.tamu. 2002.W. 2008: 643..DAFTAR PUSTAKA Anonim. Johnson. Chan. Hal 78-79. Miles. Medical Pharmacology at a glance. Cook. Barret.D. John T. D. Pharmacoteraphy & Pathophysiologic Approach 6th ed. http://www.A. 221-232. McGraw-Hill Companies. D. Elizabeth J. Jakarta: Bagian Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. 364-368.K. 2003. tanggal 9 . 9th ed. Joseph T.K... 27 April 2009. Blackwell Publishing Company: Inggris. Arthur C.. http://www.edu/classes/bich/bmiles/lectures/Lipid%20Transport. New York.html.pdf-. 2nd ed. Widya Medika.com/mmhe/sec13/ch165/ch165a.

Scott. Clinical Pharmacy & Therapeutics Ed. pukul 13. 1995. Pharmacoterapy Handbook. United kingdom: Elsevier Dipiro. 2006. 78-79 Moses. 2006. 2006. Drugs and Drugs ed. K. 15. Konsensus Pengelolaan Diabetes Melitus di Indonesia : Perkeni. Hal. Sixth Edition. http://en.fpnotebook. Hui. Diagnosis dan Penatalaksanaan Diabetes Melitus. 2006. Olive Edwards. Kanada J. Joseph T. 2003. Hamilton. Jakarta : Bagian Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Spain : Elseiver Science Limited Wells. Neal. 2008. edisi 4 (cetak ulang 2005).Goodman & Gilman's The Pharmacologic Basis of Therapeutics . Barbara G. dan D. Pengarang?. Handbook of Pharmacoteraphy 6th edition..Shahab. J. Pharmacotheraphy a pathophysiology approach sixth ed. Inc. Hal. Michael. Farmakologi dan Terapi. 2005. USA: McGraw-Hill. 2006. Pharmacotherapy principles & practice.Mc Graw-Hills Companies. Meyler’s Side Effect of Drugs ed.com/CV/ Pharm/PlntStrl. et al. Singapore : The McGraw-Hill Companies. Walker. et al. Barbara G. .wikipedia. 2005. et al.2: A Practical Guide to The Safe Use of Common Drugs in Adults. Jumat. USA: McGrawHill. 2008. 2 Oktober 2009. P. Family Practice Notebook. Roger. Marie A. http://www. Jakarta: Erlangga. 2006..htm. Hal. USA: McGraw-Hill. 658-660 Anonim.01 Wells. et all.org/wiki/Lipoprotein Aronson. 3. Alwi.11th Ed. 183-184 Chisholm-burns. At a Glance Farmakologi Medis Edisi Kelima.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->