P. 1
Buku Pajak Untuk Bendahara Pemerintah 2011

Buku Pajak Untuk Bendahara Pemerintah 2011

|Views: 454|Likes:
Published by Dani Saurus

More info:

Published by: Dani Saurus on Mar 05, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/12/2013

pdf

text

original

MAHIR

Bendahara Mahir Pajak

MAHIR

BUKU INI UNTUK KEPENTINGAN DINAS TIDAK UNTUK DIPERJUALBELIKAN

.

perlu diterbitkan buku Bendahara Mahir Pajak agar bendahara mendapat informasi yang benar tentang kewajibannya sebagai Pemotong/Pemungut Pajak sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan di bidang perpajakan. Dalam rangka peningkatan penerimaan negara. dan pelaporan pajak yang timbul dari berbagai transaksi pengeluaran yang terjadi di masing-masing unit ataupun satuan kerja. Direktorat Jenderal Pajak telah melakukan segala upaya agar penerimaan dari sektor pajak semakin meningkat. Dengan penerbitan buku panduan dengan judul “Bendahara Mahir Pajak” ini diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi bendahara pemerintah dalam memahami ketentuan dan tata cara kewajiban pemotongan/pemungutan. Juli 2011 Direktur Jenderal Pajak Ahmad Fuad Rahmany NIP 195411111981121001 i . dimana setiap tahun kontribusi pajak selalu meningkat. Salah satunya adalah dengan mengoptimalkan peran bendahara sebagai ujung tombak dan mitra Direktorat Jenderal Pajak dalam menghimpun penerimaan negara.Bendahara Mahir Pajak SAMBUTAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK Seperti kita ketahui bersama dewasa ini peranan pajak sangat besar dalam penerimaan negara. Ini tercermin di dalam APBN. penyetoran. Semoga buku ini dapat bermanfaat bagi bendahara pemerintah dalam melaksanakan tugasnya dan tak lupa kami sampaikan ucapan terima kasih kepada bendahara pemerintah yang telah turut membantu Pemerintah dalam mewujudkan masyarakat sadar dan peduli pajak. Oleh karena itu. Pada tahun 2011 ini peranan pajak yang dihimpun oleh Direktorat Jenderal Pajak direncanakan sebesar 70% dari APBN. Jakarta.

.

kami memandang perlu untuk membuat suatu pedoman secara tertulis khususnya bagi Wajib Pajak bendahara pemerintah. dan Bea Meterai. Harapan kami dengan diterbitkannya buku ini.Bendahara Mahir Pajak KATA PENGANTAR Sebagaimana kita maklumi bersama bahwa ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang perpajakan selalu dinamis dan berkembang menyesuaikan dengan perubahan Undang-Undang. Pajak Pertambahan Nilai (PPN). dan juga Kring Pajak 500200. Jakarta. Perkembangan ketentuan tersebut membuat sebagian Wajib Pajak. bendahara pemerintah dapat melaksanakan seluruh kewajiban perpajakannya dengan benar sehingga dengan demikian bendahara pemerintah akan turut membantu Direktorat Jenderal Pajak dalam mengamankan penerimaan negara. Sjarifuddin Alsah NIP 060044664 ii . Juli 2011 Direktur Peraturan Perpajakan II A. Direktorat Jenderal Pajak telah berupaya membuka berbagai saluran atau media agar Wajib Pajak semakin mudah memahami ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang perpajakan. Untuk lebih mendukung upaya Direktorat Jenderal Pajak dalam memberikan pemahaman ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang perpajakan. semoga panduan yang disajikan dalam buku ini dapat memberikan manfaat khususnya bagi bendahara pemerintah. konsultasi melalui Account Representative. simulasi penghitungan pajak. dan pelaporan pajak yang timbul dari berbagai transaksi pengeluaran yang terjadi di masing-masing unit ataupun satuan kerja. Pedoman tersebut disusun dalam bentuk buku yang kami beri judul “Bendahara Mahir Pajak” yang memuat antara lain mengenai penjelasan umum tentang Pajak Penghasilan (PPh). sampai dengan cara pengisian berbagai formulir administrasi perpajakan. Penghargaan saya sampaikan kepada segenap pegawai Direktorat Peraturan Perpajakan II dan pihak lain yang terlibat dalam penyusunan buku ini. penyetoran. mengalami kendala dalam memenuhi kewajiban perpajakannya. di antaranya melalui sosialisasi secara langsung kepada Wajib Pajak. Tujuannya adalah untuk memberikan kemudahan bagi bendahara pemerintah dalam memahami peraturan perundang-undangan di bidang terutama mengenai tata cara kewajiban perpajakan. khususnya Wajib Pajak bendahara pemerintah. pemotongan/pemungutan. Hal ini tentu akan memberikan dampak bagi penerimaan negara.

.

D. Belanja Barang (T5) 2. A. C. Tunjangan dan Honorarium 34 iii . DAN SURAT PEMBERITAHUAN MASA A. Belanja Jasa (T11.Bendahara Mahir Pajak DAFTAR ISI SAMBUTAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK KATA PENGANTAR DAFTAR ISI CARA MUDAH MEMAHAMI BUKU INI I. F. Belanja Honorarium (T3 dan T4) B. Belanja Gaji. II. dan Jasa 1. Tunjangan dan Honorarium 12 1. Belanja Barang. Belanja Gaji. T8. T7. G. Belanja Hibah (T14) III. B. SURAT SETORAN PAJAK. FAKTUR PAJAK. PENGISIAN FORMULIR BUKTI PEMOTONGAN. Kewajiban Penyetoran dan Pelaporan SIMULASI PENGHITUNGAN PEMOTONGAN DAN PEMUNGUTAN PAJAK OLEH BENDAHARA 12 A. T12 dan T13) 12 17 19 19 23 28 32 34 C. Belanja Modal (T6. T9 dan T10) 3. PENJELASAN UMUM Pemotongan PPh Pasal 21 Pemungutan Pajak Penghasilan Pasal 22 Pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 23 Pemotongan / Pemungutan Pajak Penghasilan Pasal 4 ayat (2) Pemungutan Pajak Pertambahan Nilai Bea Meterai Kewajiban Mendaftarkan Diri i ii iii v 1 1 2 3 4 8 9 9 10 H. Belanja Gaji dan Tunjangan (T1 dan T2) 2. Modal. E.

Belanja Gaji. PENGISIAN FORMULIR BUKTI PEMOTONGAN. Pengisian Pengisian formulir untuk T1. SURAT SETORAN A. Belanja Barang. Pengisian formulir untuk T12 9. Pengisian formulir untuk T5-4 Jasa B. Pengisian formulir untuk T9 formulir untuk T11 4. dan Jasa Pengisian formulir untuk T1. Pengisian 5. Tunjangan dan Honorarium 3. T2. Hibah 8. Pengisian 2. DAN SURAT PEMBERITAHUAN MASA Belanja Barang. FAKTUR PAJAK. Pengisian 6. Pengisian formulir untuk T7 76 87 76 8. Pengisian formulir untuk T13 90 Belanja B Belanja Belan 87 Barang Baran Barang Ba 90 94/Modal /M /Modal /Mod 94 105 INI INI 105 INI I 113 113 118 118 Hibah Pengisian formulir untuk T14 Pengisian formulir untuk T14 113 113 DAFTAR PERATURAN TAR PERATURAN TERKAITTERKAIT * ** T1 * PertanyaanP : T1*: T1* : T1 * T Pertanya Perta : ** J1** J1 : J1** :J ** iv . T3 dan T4 III. Pengisian formulir untuk T6 61 Bel 66 Belanja Gaji/Honorar Gaji/Hon Gaji/ G 64 6. Pengisian formulir untuk T5-4 formulir untuk T7 5. Pengisian formulir untuk T6untuk T5-2 64 61 69 66 69 4. Pengisian formulir untuk T8 formulir untuk T9 7. T12 dan T13) C. Modal. Pengisian 7. Belanja Hibah (T14) 28 CARA CAC MU 34 CARA 34 34 34 61 61 32 1. Modal. Pengisian formulir untuk T13 C. Pengisian formulir untuk T11 formulir untuk T12 9. Belanja Bendahara Mahir PajakJasa (T11. Pengisian formulir 3. T3 dan T4 formulir untuk T5-2 2. dan 1. Pengisian formulir untuk T8 3.PAJAK. T2.

PPh Pasal 21 PPh PPh PPh PPh Pasal 21 a...... .. e..pembayaran gaji . 4 (2) Pasal 4 (2) 4 d..** .. e.. b..... d... PPh Pasal PPh PPh Pasal PasalPasalPasalPasal 22 b.. f.. d... . PPh (2) (2) (2) Bab I Bab LihatLihatI Bab Bab e.. c.. c... : AtasAtasAtas Atas pembayaran gajipembayaran gaji : : ** J1** : : pembayaran :: ..... b. Bea Meterai Meterai Meterai Meterai f.... gaji gaji J1** :J1pembayaran Lihat LihatLihat III LihatIII LihatIII III III Bab III Lihat III LihatIII Lihat Bab III Bab Bab Bab Bab Bab Lihat Bab Bab BagaimanaBagaimana cara formulirnya? formulirnya? Bagaimana pengisianBagaimanaBagaimana formulirnya? formulirnya? cara cara pengisian pengisian pengisian formulirnya? Bagaimana caraBagaimana cara pengisian formulirnya? Bagaimana caraBagaimana cara pengisian formulirnya? pengisian formulirnya? formulirnya? cara pengisian cara pengisian Pertanyaan Pertanyaan1 1nomor 1 anyaan1nomor: 1 1nomor nomor 1 T1 *: PertanyaanPertanyaan aanT1 *: Pertanyaan nomor T1 ** 1 : Pertanyaan nomor T1 nomor nomor 1 : nomor T1 **: J1** J1 ** Jawaban atas Jawaban atasatas pertanyaan 1 ** J1 : J1 : Jawaban atas pertanyaan nomor 1 J1 Jawaban atasatas: pertanyaan Jawaban : : Jawaban Jawaban atas pertanyaan nomorpertanyaan1nomor 1 1 J1 : Jawaban atas pertanyaan pertanyaan pertanyaan nomor Jawaban atas pertanyaan nomor 1 nomor nomor 1nomor nomor 1 1 v . 23 Pasal 23 23 c.. d. a.. 22 22 b.. Bendahara Kantor :Imigrasi :Imigrasi Medan ..... PPh 21 a. e. a.. Atas pembayaran gaji ..Bendahara Mahir Pajak ARACARA CARA MUDAHBUKU BUKUBUKU ACARA CARA CARA MUDAH MEMAHAMI BUKU UDAH MUDAH MEMAHAMI BUKUBUKU MUDAHMUDAH MEMAHAMI MUDAH MUDAH MEMAHAMI MEMAHAMI BUKUBUKU MEMAHAMI MEMAHAMI MEMAHAMI mengidentifikasi mengidentifikasi mengidentifikasi mengidentifikasi mengidentifikasi mengidentifikasi mengidentifikasi mengidentifikasi mengidentifikasi pengeluaran anggaran anggaran anggaran anggaran pengeluaran anggaran pengeluaran pengeluaran pengeluaran anggaran anggaran pengeluaran anggaran pengeluaran pengeluaran anggaran pengeluaran sesuai dengansesuaiKode dengan sesuai Mata Kode Mata sesuai dengan dengan sesuai Matadengan Kode Mata sesuai dengansesuai dengan Kode Mata Kode MataMata sesuai dengan Mata sesuai Kode Mata Kode dengan Kode Kode AnggaranAnggaran Kegiatan/Proyek Kegiatan/Proyek Anggaran Kegiatan/Proyek Anggaran Kegiatan/Proyek Kegiatan/Proyek Anggaran AnggaranAnggaranAnggaran Kegiatan/Proyek Anggaran Kegiatan/Proyek Kegiatan/Proyek Kegiatan/Proyek lanja Belanja Belanja Belanja Belanja Belanja Belanja Belanja riumGaji/Honorarium Gaji/Honorarium Gaji/Honorarium norarium /HonorariumGaji/Honorarium Gaji/Honorarium Gaji/Honorarium Belanja Belanja Belanja Belanja Belanja Belanja Belanja Belanja Belanja Jasa Jasa Jasa JasaJasaJasaJasaJasa Jasa Belanja Belanja Belanja nja Belanja Belanja Belanja ng Barang Barang arang Barang Barang Barang dal /Modal /Modal Modal /Modal /Modal /Modal Hibah Hibah Hibah Hibah Hibah Hibah Hibah Hibah Hibah INIINI INI I INI INI PenjelasanPenjelasan umum pajak yangpajakpajakpajakpajak terkait Penjelasan umum pajak terkaitPenjelasan umum pajak yang terkait umum pajak yang yang terkait umum yang terkait PenjelasanPenjelasan Penjelasan umum yang yang terkait PenjelasanPenjelasan terkait umum pajak yang yang terkait umum terkait umum dengan pengeluaran dengan pengeluaran tersebut: tersebut: dengan pengeluarandengan pengeluaran tersebut: tersebut: dengan pengeluaran dengan pengeluaran dengan pengeluaran tersebut: tersebut: tersebut: tersebut: dengan pengeluaran tersebut: dengan pengeluaran a. PPN e.. c.Imigrasi Medan .. f. 22 Pasal 22 22 b..... Imigrasi Medan BendaharaBendaharaBendahara Kantor .. e. PPN PPN PPNPPN PPN PPN PPN PPN e.. PPh Pasal PPh PPh Pasal PasalPasalPasalPasal 21 a.. f. .. : Bendahara Kantor T1* ImigrasiKantor ... e.. Bendahara Kantor Kantor Bendahara Medan T1* Bendahara Medan Kantor J1** :J1** J1** J1**pembayaran J1Atas Atas Atas pembayaran gaji .... 21 21 a.. J1 pembayaran gaji gajiAtas . f.. f. 21 Pasal 21 21 a.... PPh Pasal 22 PPh PPh PPh PPh Pasal 22 b. b.. PPh Pasal 23 PPh PPh PPh PPh Pasal 23 c. PPh Pasal 4 (2) PPh PPh PPh PPh Pasal 4 LihatLihat IBab I d.. ImigrasiKantor Imigrasi Medan .. BagaimanaBagaimana cara caraBagaimana dan menghitung pemotongan dan dan Bagaimana menghitung pemotongan menghitung pemotongan dan cara cara menghitung pemotongan cara dan dan dan BagaimanaBagaimanaBagaimana dan menghitung pemotongan dan Bagaimana menghitung pemotongan menghitung pemotongan menghitung pemotongan caraBagaimana cara cara cara pemotongan menghitung Bab II IIBab LihatII IIBab II Bab Bab Lihat Bab II Lihat Bab pemungutan pajaknya? pajaknya? pajaknya? pajaknya? Lihat LihatLihat II pemungutan pajaknya?pajaknya? pajaknya? pajaknya? Bab IIBabLihat LihatLihatII pemungutan pemungutan pemungutan pemungutan pemungutan pajaknya? pemungutan pemungutan T1* : T1* : Bendahara Kantor:T1*Medan::. (2) d. 4d.. Bea f. PPh 23 c..... PPh Pasal PPh PPh Pasal PasalPasalPasalPasal 23 c.. Bea Bea Bea Bea Bea Bea Meterai f.... 4 (2) 4 Lihat Bab d.. PPh 22 b.. 23 23 c. T1* T1* : T1* T1* Imigrasi Medan ... e....** .. c... b... PPh Pasal PPh PPh Pasal PasalPasalPasalPasal 4 (2) I BabLihat LihatLihatIBab ILihat Bab II d. Bea Meterai Meterai Meterai Meterai f... Imigrasi Medan .... a.

S A. upah. tunjangan. bendahara pemerintah harus mengetahui aspek-aspek perpajakan terutama yang berkaitan dengan kewajiban untuk melakukan pemotongan dan/atau pemungutan Pajak Penghasilan serta Pajak Pertambahan Nilai.Bendahara Mahir Pajak I. Pajak Penghasilan Pasal 23. Pajak Penghasilan Pasal 22. Pemotongan PPh Pasal 21 Pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 21 atau PPh Pasal 21 adalah cara pelunasan pajak dalam tahun berjalan melalui pemotongan pajak atas penghasilan yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak Orang Pribadi dalam negeri sehubungan dengan pekerjaan. Termasuk dalam pengertian bendahara pemerintah adalah pemegang kas dan pejabat lain yang menjalankan fungsi yang sama. honorarium. honorarium. jasa. dan pembayaran lainnya sehubungan dengan pekerjaan/jasa/kegiatan wajib melakukan pemotongan PPh Pasal 21. Kewajiban bendahara pemerintah sehubungan dengan Pajak Penghasilan dan Pajak Pertambahan Nilai antara lain adalah pemotongan dan/atau pemungutan Pajak Penghasilan Pasal 21. Pajak Penghasilan Pasal 4 ayat (2). dan Pajak Pertambahan Nilai. Bendahara pemerintah yang membayar gaji. uang makan dan 1 . Pembayaran Penghasilan yang wajib dipotong PPh Pasal 21 oleh bendahara pemerintah antara lain adalah pembayaran atas gaji. PENJELASAN UMUM Pokok Pembahasan: Tata cara pendaftaran untuk memperoleh NPWP Pemotongan PPh Pasal 21 Pemungutan PPh Pasal 22 Pemotongan PPh Pasal 23 Pemotongan/pemungutan PPh Pasal 4 ayat (2) Pemungutan PPN Pengenaan Bea Meterai Penyetoran dan pelaporan pajak yang dipotong/dipungut esuai dengan ketentuan yang berlaku di bidang perpajakan. upah. dan kegiatan. pihak yang melakukan pemotongan dan pemungutan pajak atas pengeluaran yang berasal dari APBN/APBD adalah bendahara pemerintah. tunjangan. Sebagai pihak yang melakukan pemotongan dan pemungutan pajak.

ATK dan barang lainnya oleh Pemerintah kepada Wajib Pajak penyedia barang. mobil dinas. 4. Skema Pemotongan PPh Pasal 21 oleh Bendahara Catatan: apabila penerima penghasilan adalah selain Pejabat Negara. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 252/PMK. Pasal 21 Undang-undang PPh. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 262/PMK. Peraturan terkait pelaksanaan pemotongan PPh Pasal 21 adalah: 1. Anggota POLRI dan Pensiunannya Terutang PPh Pasal 21 Ditanggung Pemerintah. Anggota TNI. 5. Pemungutan Pajak Penghasilan Pasal 22 Pemungutan Pajak Penghasilan Pasal 22 atau PPh Pasal 22 dilakukan sehubungan dengan pembayaran atas pembelian barang seperti: komputer. 2. 3.03/2010. Berikut skema pemotongan PPh Pasal 21 oleh bendahara: Sumber Dana: APBN/APBD Penghasilan tetap dan teratur setiap bulan Diterima oleh Pejabat Negara. pemotongan PPh Pasal 21 mengacu pada ketentuan umum pemotongan PPh Pasal 21.03/2008.Bendahara Mahir Pajak pembayaran lainnya (tidak termasuk pembayaran biaya perjalanan dinas). Peraturan Pemerintah Nomor 80 Tahun 2010. B. Anggota TNI/POLRI dan pensiunannya. PNS. baik kepada pegawai maupun bukan pegawai. KECUALI atas PPh Pasal 21 atas tambahan tarif 20% karena belum punya NPWP Penghasilan lainnya Tidak Ditanggung Pemerintah Tidak Bersifat Final Bersifat Final Gambar 1. Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-31/PJ/2009 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-57/PJ/2009. PNS. Pemungutan PPh Pasal 22 dilakukan oleh: 2 . meubeler.

Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-57/PJ/2010 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-15/PJ/2011. jasa manajemen. gas.000. 3. pelumas. Pembelian barang b.03/2010. air dengan penggunaan dana Bantuan Operasional minum/PDAM dan Sekolah (BOS). Penghasilan yang dibayarkan tersebut antara lain: sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta. dan Pembelian BBM. Pasal 22 Undang-Undang PPh 2. 3 . C. Instansi atau lembaga Pemerintah dan lembagalembaga negara lainnya berkenaan dengan pembayaran atas pembelian barang.00 dengan tidak dipecahpecah dalam beberapa faktur. c. pembayaran untuk pembelian barang sehubungan gas. imbalan sehubungan dengan jasa teknik. hadiah/penghargaan. jasa konsultan dan jasa lain. Pemerintah Daerah. Pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 23 Pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 23 atau PPh Pasal 23 adalah cara pelunasan pajak dalam tahun berjalan melalui pemotongan pajak atas penghasilan yang dibayarkan oleh bendahara kepada pihak lain.5% x harga beli (tidak termasuk PPN) Pemungutan PPh Pasal 22 atas belanja barang tidak dilakukan apabila: a.000. pembelian barang dengan nilai maksimal Tidak dipungut PPh Pasal 22: pembelian Rp2. Rp2.00 air minum/PDAM dan benda-benda pos. Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) atau pejabat penerbit Surat Perintah Membayar yang diberi delegasi oleh KPA. bendahara pengeluaran untuk pembayaran yang dilakukan dengan mekanisme uang persediaan (UP). listrik.000. pembelian bahan bakar minyak. pelumas. royalti.000. benda pos Pembelian barang dengan dana BOS Peraturan terkait pelaksanaan pemungutan PPh Pasal 22 adalah: 1.Bendahara Mahir Pajak bendahara pemerintah dan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) sebagai pemungut pajak pada Pemerintah Pusat. listrik. Besarnya PPh Pasal 22 yang wajib dipungut adalah: 1. untuk pembayaran kepada pihak ketiga yang dilakukan dengan mekanisme pembayaran langsung (LS). Peraturan Menteri Keuangan Nomor 154/PMK.

Jasa Perawatan/perbaikan/ pemeliharaan mesin. pertokoan. 18. 20. kondominium. 4 . 11. dan/atau TV kabel. Objek PPh Final adalah sewa tanah dan/atau bangunan berupa tanah. media luar ruang atau media lain untuk penyampaian informasi. Jasa pengepakan. listrik. dan atestasi laporan keuangan. selain yang dilakukan oleh Wajib Pajak yang ruang lingkupnya di bidang konstruksi dan mempunyai izin dan/atau sertifikasi sebagai pengusaha konstruksi. 6. 2. 14. Jasa penyedia tenaga kerja (outsourcing services) 9. Jasa penyediaan tempat dan/atau waktu dalam media masa. peralatan. Pemotongan / Pemungutan Pajak Penghasilan Pasal 4 ayat (2) Pemotongan atau pemungutan Pajak Penghasilan Pasal 4 ayat (2) atau PPh Pasal 4 ayat (2) adalah cara pelunasan pajak dalam tahun berjalan antara lain melalui pemotongan atau pemungutan pajak yang bersifat final atas penghasilan tertentu yang ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah. 13. 8. gedung perkantoran. rumah. termasuk perawatan. 3.Bendahara Mahir Pajak Jasa lain tersebut yang menjadi objek pemotongan PPh Pasal 23 antara lain: 1. rumah susun. air. 4. pembukuan. Jasa kustodian/penyimpanan/penitipan. gas. alat transportasi/ kendaraan dan/atau bangunan. 10. telepon. AC. Jasa sehubungan dengan software computer. pemeliharaan dan perbaikan. gudang. apartemen. TV kabel. Jasa akuntansi. rumah toko. Jasa aktuaris. toko. Jasa pembasmian hama. listrik. Jasa maklon. bangunan industri. 17. AC. Jasa perantara dan/atau keagenan. PERSEWAAN TANAH DAN/ATAU BANGUNAN a. Jasa instalasi/pemasangan mesin. 15. Jasa kebersihan atau cleaning service. Jasa penyelenggara kegiatan atau event organizer. Jasa pengolahan limbah. 16. 5.kec uali yang dilakukan oleh KSEI. peralatan. gas. Jasa perancang (design). 12. telepon. gedung pertemuan termasuk bagiannya. rumah kantor. selain yang dilakukan oleh Wajib Pajak yang ruang lingkupnya di bidang konstruksi dan mempunyai izin dan/atau sertifikasi sebagai pengusaha konstruksi. Peraturan terkait pelaksanaan pemotongan PPh Pasal 23 adalah: Pasal 23 Undang-Undang PPh Peraturan Menteri Keuangan Nomor 244/PMK. Jasa penunjang di bidang penerbangan dan bandar udara. Jasa penebangan hutan. 7. Jasa catering atau tata boga. 19.03/2008 D. air. Jasa penilai (appraisal).

lahar dan bencana lainnya. tukarmenukar. pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan yang dilakukan oleh orang pribadi atau badan yang tidak termasuk subjek pajak (seperti: pemerintah dan perwakilan negara asing). bendungan dan bangunan pengairan lainnya. penyerahan hak.00 (enam puluh juta rupiah) dan bukan merupakan jumlah yang dipecah-pecah. pelabuhan laut. Pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan kepada pemerintah guna pelaksanaan pembangunan untuk kepentingan umum yang memerlukan persyaratan khusus yaitu pembebasan tanah oleh pemerintah untuk proyek-proyek jalan umum. atau cara lain yang disepakati. Pembebasan PPh Final dapat diberikan atas pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan kepada: 1) Orang pribadi yang mempunyai penghasilan di bawah PTKP yang jumlah bruto pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunannya kurang dari Rp60. c. pemeliharaan. dan fasilitas Angkatan Bersenjata Republik Indonesia. Objek PPh final adalah penghasilan dari pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan meliputi penjualan. hibah.000. Jumlah bruto nilai persewaan adalah jumlah yang dibayarkan/terutang oleh penyewa termasuk biaya perawatan. Besarnya PPh Final yang dipungut adalah 5% dari jumlah bruto nilai pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan. Besarnya PPh Final yang dipotong adalah 10% dari jumlah bruto nilai persewaan. waduk. bandar udara. lelang. baik yang menyewakan Wajib Pajak Orang Pribadi maupun Badan. perjanjian pemindahan hak. pelepasan hak. c. fasilitas keselamatan umum seperti tanggul penanggulangan bahaya banjir.000. keamanan.Bendahara Mahir Pajak b. saluran irigasi. saluran pembuangan air. Pembebasan diberikan melalui penerbitan Surat Keterangan Bebas (SKB) oleh Kepala KPP tempat Wajib Pajak terdaftar. fasilitas lainnya. b. dan service charge (baik perjanjiannya dibuat secara terpisah maupun disatukan). PENGALIHAN HAK ATAS TANAH DAN/ATAU BANGUNAN a. 2) 3) 5 .

mekanikal. elektrikal. c.Bendahara Mahir Pajak Pembebasan sebagaimana dimaksud dalam angka 2) dan 3) diberikan tanpa melalui penerbitan SKB. JASA KONSTRUKSI a. d. Pelaksanaan Konstruksi adalah pemberian jasa oleh orang pribadi atau badan yang dinyatakan ahli yang profesional di bidang pelaksanaan jasa konstruksi yang mampu menyelenggarakan kegiatannya untuk mewujudkan suatu hasil perencanaan menjadi bentuk bangunan atau bentuk fisik lain. yang mampu melaksanakan pekerjaan pengawasan sejak awal pelaksanaan pekerjaan konstruksi sampai selesai dan diserahterimakan. Tarif dan Dasar Pengenaan PPh Final: 6 . e. b. pengadaan. dan pembangunan (engineering. Pekerjaan Konstruksi adalah keseluruhan atau sebagian rangkaian kegiatan perencanaan dan/atau pelaksanaan beserta pengawasan yang mencakup pekerjaan arsitektural. Pengawasan konstruksi adalah pemberian jasa oleh orang pribadi atau badan yang dinyatakan ahli yang profesional di bidang pengawasan jasa konstruksi. procurement and construction) serta model penggabungan perencanaan dan pembangunan (design and build). sipil. dan tata lingkungan masing-masing beserta kelengkapannya untuk mewujudkan suatu bangunan atau bentuk fisik lain. termasuk di dalamnya pekerjaan konstruksi terintegrasi yaitu penggabungan fungsi layanan dalam model penggabungan perencanaan. Perencanaan Konstruksi adalah pemberian jasa oleh orang pribadi atau badan yang dinyatakan ahli yang profesional di bidang perencanaan jasa konstruksi yang mampu mewujudkan pekerjaan dalam bentuk dokumen perencanaan bangunan fisik lain.

Peraturan Menteri Keuangan Nomor 187/PMK.04/1996 sebagaimana telah diubah 7. 3./2002. Pasal 4 ayat (2) Undang-Undang PPh. Tarif dan Dasar Pengenaan PPh Final atas Jasa Konstruksi Peraturan-peraturan perpajakan yang menjadi dasar hukum dalam pelaksanaan pemotongan PPh Pasal 4 ayat (2) adalah: 1. Keputusan Menteri Keuangan 635/KMK. 4. dengan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 120/KMK.04/1994 sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 243/PMK.03/2009.03/2008 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 153/PMK. PP Nomor 48 Tahun 1994 sebagaimana telah diubah terakhir dengan PP Nomor 71 Tahun 2008.Bendahara Mahir Pajak JASA KONSTRUKSI PPh bersifat final Pelaksana Konstruksi mempunyai kualifikasi usaha kecil Selain kecil Tidak mempunyai kualifikasi usaha Perencana/Pengawas Konstruksi Dengan kualifikasi usaha tanpa kualifikasi usaha TARIF 2% 3% 4% 4% 6% Gambar 2.03/2002.03/2008. PP Nomor 51 Tahun 2008 sebagaimana telah diubah dengan PP Nomor 40 Tahun 2009. 7 . Keputusan Menteri Keuangan Nomor 394/KMK. 8. Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-227/PJ. 6. 5. 2. PP Nomor 29 Tahun 1996 sebagaimana telah diubah dengan PP Nomor 5 Tahun 2002.

03/2003. pembayaran lainnya untuk penyerahan barang atau jasa yang menurut ketentuan perundang-undangan yang berlaku tidak dikenakan Pajak Pertambahan Nilai. terdapat beberapa transaksi tidak dipungut pembelian barang dan perolehan jasa dari pihak ketiga dan/atau dibebaskan yang tidak perlu dipungut PPN oleh bendahara yaitu: pembayaran BBM dan a. perolehan jasa perawatan AC kantor. Peraturan-peraturan perpajakan yang menjadi dasar hukum dalam pelaksanaan pemungutan PPN adalah antara lain: 1.000. pembayaran atas penyerahan Bahan Bakar Minyak dan Bukan Bahan Bakar Minyak oleh PT Pertamina (Persero). 3. pembelian mesin absensi pegawai. e.03/2010. pembayaran atas rekening telepon. mendapat yang tidak dikenakan fasilitas Pajak Pertambahan Nilai tidak dipungut PPN dan/atau dibebaskan dari pengenaan Pajak Pertambahan Nilai. misal pembelian alat tulis kantor. f. perolehan Tidak dipungut PPN: jasa konstruksi.Bendahara Mahir Pajak E. pembayaran yang jumlahnya paling banyak bukan BBM oleh Rp1. pembelian komputer.000. pembayaran atas penyerahan Barang Kena Pajak angkutan udara dan/atau Jasa Kena Pajak yang menurut ketentuan pembayaran barang perundang-undangan yang berlaku. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1983 sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2009. 2.00 perolehan jasa atas tenaga keamanan. 4. 8 . Keputusan Menteri Keuangan Nomor 563/KMK. telepon pembayaran jasa c. dan Rp1. d.000. Pemungutan Pajak Pertambahan Nilai Pemungutan Pajak Pertambahan Nilai atau PPN merupakan pelunasan pajak yang dikenakan atas setiap transaksi pembelian barang atau perolehan jasa dari pihak ketiga. pembayaran untuk Secara umum atas setiap transaksi pembelian pembebasan tanah barang dan perolehan jasa dari pihak ketiga/rekanan pembayaran yang dibayar oleh bendahara harus dipungut PPN. Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor 44/PJ/2010. perolehan jasa pemasangan mesin pembayaran absensi. g. pembayaran untuk pembebasan tanah. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 68/PMK.00 (satu juta rupiah) dan tidak Pertamina merupakan pembayaran yang terpecah-pecah.000. pembelian seragam untuk keperluan dinas. BKP/JKP yang PPN Namun demikian. pembayaran rekening b. pembayaran atas jasa angkutan udara yang diserahkan oleh perusahaan penerbangan.

Bendahara Mahir Pajak F. c. Bea Meterai Bea meterai adalah pajak yang dikenakan atas dokumen yang menurut Undang-Undang Bea Meterai menjadi objek Bea Meterai. 2. dan dokumen kontrak pengadaan jasa tenaga kebersihan. 9 . mengisi formulir pendaftaran Wajib Pajak untuk Wajib Pajak bendahara yang tersedia di KPP dengan melampirkan fotokopi surat penunjukan sebagai bendahara dan Kartu Tanda Penduduk bendahara tersebut. misal Bendahara SD Negeri 1 Kalitinggar dengan NPWP 00. Tata Cara Pendaftaran a. dan dokumen yang dapat digunakan di muka pengadilan misalnya dokumen kontrak pengadaan meja kursi kantor.000.0-529.557. 2. Peraturan-peraturan perpajakan yang menjadi dasar hukum dalam pelaksanaan Bea Meterai adalah: 1. Dokumen yang dikenai bea meterai antara lain adalah dokumen yang berbentuk surat yang memuat jumlah uang. Tempat Pendaftaran Bendahara pemerintah wajib mendaftarkan diri ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) di wilayah kerja yang sesuai dengan tempat kedudukan unit kerja. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1985.031. 1. dokumen yang bersifat perdata. Kewajiban Mendaftarkan Diri Bendahara pemerintah yang mengelola dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau Angggaran Pendapatan dan Belanja Daerah wajib mendaftarkan diri untuk mendapatkan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) yang merupakan identitas bendahara sebagai Wajib Pajak dalam melaksanakan pemotongan/pemungutan. 3. Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-02/PJ/2003. dan pelaporan PPh dan/atau PPN. penyetoran. b. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 55/PMK. G. NPWP akan diterbitkan oleh KPP dengan nama bendahara unit/satuan kerja. KPP menerbitkan NPWP yang terdiri dari 15 digit dan Surat Keterangan Terdaftar paling lama 1 (satu) hari kerja sejak permohonan diterima secara lengkap.03/2009. dokumen perjanjian pembangunan gedung kantor dengan pengusaha jasa konstruksi.

10 . paling lama tanggal 7 (tujuh) bulan berikutnya setelah Masa Pajak berakhir. serta Tata Cara Pengangsuran dan Penundaaan Pembayaran Pajak. Tanggal Pelaporan Paling lama 20 hari setelah Masa Pajak berakhir Paling lama 14 hari setelah Masa Pajak berakhir Paling lama 20 hari setelah Masa Pajak berakhir Paling lama 20 hari setelah Masa Pajak berakhir a. Paling lama akhir bulan berikutnya setelah Masa Pajak berakhir.03/2010 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 184/PMK. Untuk bendahara pengeluaran sebagai Pemungut PPN. ayat (2) b. b. Kewajiban Penyetoran dan Pelaporan Untuk kewajiban penyetoran dan pelaporan Pajak Penghasilan serta Pajak Pertambahan Nilai.03/2007 tentang Penentuan Tanggal Jatuh Tempo Pembayaran dan Penyetoran Pajak. Paling lama akhir bulan berikutnya setelah Masa Pajak berakhir. Menteri Keuangan telah menetapkan batas waktu penyetoran PPh dan/atau PPN ke Bank Persepsi/Kantor Pos penerima pembayaran serta batas waktu pelaporan SPT Masa PPh dan/atau PPN ke KPP tempat Wajib Pajak bendahara terdaftar yaitu sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 80/PMK. harus disetor pada hari yang sama dengan pelaksanaan pembayaran kepada Pengusaha Kena Pajak Rekanan Pemerintah melalui KPPN. Penentuan Tempat Pembayaran Pajak. dan Pelaporan Pajak. dan Tata Cara Pembayaran. Batas waktu pembayaran/penyetoran pajak yang sudah dipotong dan/atau dipungut oleh bendahara pemerintah serta tanggal pelaporan Surat Pemberitahuan Masa adalah sebagai berikut: Tanggal Penyetoran PPh Pasal 21 PPh Pasal 22 PPh Pasal 23 PPh PPN Pasal 4 Paling lama tanggal 10 bulan berikutnya setelah Masa Pajak berakhir Disetor pada hari yang sama dengan pelaksanaan pembayaran Paling lama tanggal 10 bulan berikutnya setelah Masa Pajak berakhir Paling lama tanggal 10 bulan berikutnya setelah Masa Pajak berakhir a. Penyetoran.Bendahara Mahir Pajak H. Untuk Pejabat Penandatangan Surat Perintah Membayar sebagai Pemungut PPN.

3. 7. dalam hal pencairan anggaran dengan mekanisme LS maka pemindahbukuan pajak yang dilakukan oleh KPPN merupakan pembayaran dan penyetoran pajak yang terutang. dan Bea Meterai. 4. Pajak Pertambahan Nilai. pembayaran dan penyetoran pajak dilakukan di Kantor Pos atau bank yang ditunjuk oleh Menteri Keuangan dengan menggunakan Surat Setoran Pajak atau sarana administrasi lain yang disamakan dengan Surat Setoran Pajak. pada Bab II akan diberikan simulasi contoh-contoh penghitungan pemotongan/pemungutan pajak sesuai jenis transaksi pengeluaran bendahara. Untuk lebih memudahkan bendahara dalam melakukan kewajiban pemotongan/pemungutan Pajak Penghasilan. 11 . bendahara sebagai Pemotong atau Pemungut PPh memberikan tanda bukti pemotongan atau tanda bukti pemungutan kepada orang pribadi atau badan yang dipotong atau dipungut PPh setiap melakukan pemotongan atau pemungutan. Surat Setoran Pajak atau sarana administrasi lain dianggap sah apabila telah divalidasi dengan Nomor Transaksi Penerimaan Pajak (NTPN). apabila tanggal jatuh tempo pembayaran atau penyetoran pajak bertepatan dengan hari libur termasuk hari Sabtu atau hari libur nasional. 2. bendahara sebagai Pemotong PPh Pasal 21 atas penghasilan PNS di satuan kerjanya. Pajak Penjualan atas Barang Mewah.Bendahara Mahir Pajak Beberapa hal yang harus diperhatikan terkait dengan kewajiban pemotongan/pemungutan. 5. memberikan tanda bukti pemotongan paling lama 1 (satu) bulan setelah tahun kalender berakhir. bendahara sebagai Pemungut PPN melakukan validasi Faktur Pajak yang diterbitkan oleh rekanan. pembayaran atau penyetoran pajak dapat dilakukan pada hari kerja berikutnya. penyetoran dan pelaporan pajak-pajak yang telah dipotong/dipungut antara lain : 1. namun Surat Setoran Pajak tetap dipersiapkan oleh bendahara yang bersangkutan. 6.

000) (07.440.000 Kawin.750.777.000 2.035.000 440. Belanja Gaji dan Tunjangan (T1 dan T2) T1 Bendahara Kantor Imigrasi Medan Rahmat Widodo (NPWP 00. 3.5-122.870. 4.000 520. Belanja Gaji.000) (07.500 Tunjangan Jabatan (Rp) 540. Rifki Zain Gaji (Rp) 2.600 2.777.441.Bendahara Mahir Pajak II.777.444. 2 Anak Tidak Kawin Kawin. Bagaimana perlakuan perpajakan berkenaan dengan pembayaran gaji bulan Maret 2011? J1 Atas pembayaran gaji bulan Maret 2011 tersebut terutang PPh Pasal 21 dengan penghitungan sebagai berikut: 12 .000) Rahmat Widodo Dody Heri (07. 1 Anak Status (02. Daftar Penghasilan Pegawai Kantor Imigrasi Medan Pengajuan daftar pembayaran gaji bulan Maret ke KPPN dilakukan pada tanggal 10 Februari 2011. 3 Anak Kawin.5-122. Tunjangan dan Honorarium 1. 2.5-122.240. 5.570.030.500 2.000) Nasrun (belum ber-NPWP) Tabel 1.454.777.700 2.6-122.5-122. SIMULASI PENGHITUNGAN PEMOTONGAN DAN PEMUNGUTAN PAJAK OLEH BENDAHARA A. Nama (NPWP) 1. 1 Anak Kawin.000) melakukan pembayaran gaji kepada para pegawai dengan daftar penghasilan sebagai berikut: No.485.

menyetorkan PPh Pasal 21 paling lama tanggal 11 April 2011.217.500 2.000 628.800.035.338.350 Tabel 2. 2.377.000 1.724 34.320.307 22.000 182.Bendahara Mahir Pajak 1 Gaji pokok Tunjangan istri Tunjangan anak Tunjangan jabatan Tunjangan beras Ppembulatan Penghasilan bruto 2 Pengurang Biaya jabatan Iuran pensiun 3 Penghasilan neto Penghasilan neto disetahunkan 4 PTKP Untuk Wajib Pajak Status WP Kawin Tanggungan 5 PKP Pembulatan 6 PPh Pasal 21 setahun PPh Pasal 21 sebulan Tambahan 20% lebih tinggi Bagi yang belum ber-NPWP Total PPh Pasal 21 Rifki Zain 2.580 121.512 8.000 114.981 15.000 1.114.136.800 540.000 2.000 89.000 287.714 325.050 5% 4.903 106.367.910.600 Dody 2.000 2.688 15.663.296 280.840.794 22.793 25.726.840.000 756.000 22.564.640.550 Nasrun 2.000 1.133.000 198.128.128.120.050 520.960.429 94.000 99.00 per bulan sedangkan dari Kantor Imigrasi Medan hanya mendapat gaji dan tunjangan selain tunjangan jabatan.200 52.000 22.870.108 253.800 Rahmat W.320.726.500 203.000 410.010 122.118 2.238 6. Penghitungan PPh Pasal 21 Masa Pajak April sampai dengan November 2011 di Kantor Imigrasi Medan 13 .500 275.228 143.692 159. Daftar Penghitungan PPh Pasal 21 Masa Pajak Maret 2011 Kewajiban bendahara atas pembayaran gaji bulan Maret 2011 adalah: 1.600 440.033 63.217.840.000 15.000 4.644. T2 Rifki Zain pada bulan April ditugaskan di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara sehingga Rifki mendapatkan tunjangan jabatan dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara dan dibayarkan tunjangan jabatan sebesar Rp3.000 17.411 355.355 223.009.750.257 2.692 94.000 12.000 19.000.840.840.000 3.000 8.000 17.000 198.307 15.550 99.848 41.000 1.160. 3.75% 200.000 1.928.150 94.981 12.620.160.200 Heri 2.000 1. memotong PPh Pasal 21 atas pembayaran gaji.663.823.609 39.320.512 15.000 3.320.688 15.240.000 224.000 3. Bagaimana penghitungan PPh Pasal 21 mulai Masa Pajak April 2011 di Kantor Imigrasi Medan dan di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara? J2 Penghitungan PPh Pasal 21 di Kantor Imigrasi Medan dan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara adalah : a.876 2.400 63.318.850 34.901 3.191.082 28.300 94.085 5% 15.350 52.000.033 131.570.564.429 116.653.846.840.900 43.000 21. melaporkan SPT Masa PPh Pasal 21 paling lama tanggal 20 April 2011. 2.941 3.490 155.794 15.700 49.404.

901 3.320. Penghitungan PPh Pasal 21 Masa Pajak April s.000 1. November 2011 1 gaji pokok Tunjangan istri Tunjangan anak Tunjangan jabatan* Tunjangan beras Pembulatan Penghasilan bruto 2 Pengurang a.000 16.570. Iuran pensiun 4.794 16.411 328.469. biaya jabatan 5% x 3.794 15.120.000 3.Bendahara Mahir Pajak Penghitungan PPh Pasal 21 Untuk Masa Pajak April s.840.500 69.000 114.490 155.75% x 3.469.d.042 Tabel 3.800 3 Penghasilan neto Penghasilan neto disetahunkan 4 PTKP (K/3) Untuk Wajib Pajak Status WP Kawin Tanggungan 5 Penghasilan Kena Pajak (PKP) Pembulatan 6 PPh Pasal 21 setahun 5% x 16.690.000 7 PPh Pasal 21 sebulan 828.000 3.570.500 : 12 *sejak bulan April tidak menerima tunjangan jabatan 2.960.800 173.800 b.570.900 37.000 287.140.870.271.000 21.800 198.000 828. November 2011 14 .d.

926 4.000 3.Bendahara Mahir Pajak b.229. B.794 18. biaya jabatan 5% x 43.000 905.840.109.257.320.794 15.257. Menghitung PPh Pasal 21 atas penghasilan yang diterima dari Kantor Imigrasi Medan.600 2.162.400 31.000 PPh Pasal 21 terutang (Jan s.336 836.109.600 3 Penghasilan neto setahun 4 PTKP untuk Wajib Pajak status WP Kawin tanggungan 5 Penghasilan Kena Pajak (PKP) pembulatan 6 PPh Pasal 21 setahun 5% x 18.692 b.075 552.120.261.960.200 43. C. dan huruf C adalah sebagai berikut: Penghitungan PPh Pasal 21 untuk huruf A adalah sebagaimana 15 .600 b.029. iuran pensiun 4.039 Tabel 4. Penghitungan PPh Pasal 21 Masa Pajak Desember 2011 Perhitungan PPh Pasal 21 Masa April sampai November di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara dilakukan dengan cara: A.109.000 1.000 18. Menghitung PPh Pasal 21 atas penghasilan yang diterima dari Kantor Imigrasi Medan dan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara.450 284.880 1.75% x 39.411 69. Perhitungan PPh Pasal 21 Masa Desember 2011 di Kantor Imigrasi Medan Penghitungan PPh Pasal 21 Untuk Masa Pajak Desember 2011 1 Penghasilan Bruto Januari sampai Maret Penghasilan Bruto April sampai Desember Pembulatan Total Penghasilan Bruto setahun 2 Pengurang a.d Nov) a. PPh Pasal 21 April sampai November 8 x 69.027.864. B. Dengan memperhatikan cara penghitungan tersebut maka Penghitungan PPh Pasal 21 untuk huruf A.000 21.806 39. PPh Pasal 21 yang terutang atas tunjangan jabatan yang dibayarkan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara adalah PPh Pasal 21 pada huruf B dikurangi dengan PPh Pasal 21 pada huruf A.228.042 7 PPh Pasal 21 Bulan Desember 12. PPh Pasal 21 Januari sampai Maret 3 x 94.

000 6.00 = Rp148.000 1.000 115.000 2.870.901 5.469.794 50.958.00 – Rp69.120.Bendahara Mahir Pajak dimaksud pada J2 huruf a.500 2.042.800 4 Penghasilan neto Penghasilan neto disetahunkan 5 PTKP Untuk Wajib Pajak Status WP Kawin Tanggungan 6 Penghasilan Kena Pajak (PKP) Pembulatan 7 PPh Pasal 21 setahun 5% x 50.000 114.000 287.000.00 Perhitungan PPh Pasal 21 Masa Desember di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara: 16 .500.900 71.916 21.500 : 12 PPh Pasa 21 sebulan di Kantor Imigrasi Medan 9 PPh Pasa 21 sebulan di Kanwil Agama Medan 2.000 15 % x 770.990.615.800 323.411 478.538.320.960.794 15. Iuran pensiun 4. Penghitungan PPh Pasal 21 untuk huruf B adalah: 1 Penghasilan dari Kantor Imigrasi Medan Gaji pokok Tunjangan istri Tunjangan anak Tunjangan jabatan Tunjangan beras Pembulatan Jumlah 2 Penghasilan dari Kantor Wilayah Agama Medan Tunjangan Jabatan Jumlah Penghasilan Bruto 3 Pengurang a.75% x 3. Biaya jabatan 5% x 6.615.000 2.770.500 217.490 155.000 8 PPh Pasal 21 sebulan 2.500 Tabel 5.890.469.000.800 198. PPh Pasal 21 atas penghasilan yang diterima dari Kantor Imigrasi Medan dan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara PPh Pasal 21 sebulan yang harus dipotong oleh bendahara Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara adalah sebesar Rp217.000 50.000 3.958 69.042 148.000 3.770.916.271.800 3.840.800 b.469.

000.000 3.187.200.00 honorarium yang Tabel 7. Bendahara Kantor Imigrasi Medan membayar honorarium tim pada tanggal 25 Maret 2011.950 284. PPh Pasal 21 April sampai November 8 x 69. iuran pensiun 4. Daftar Honorarium Tim pada Kantor Imigrasi Medan Bagaimanakah pemotongan pajak diterima oleh anggota tim tersebut? J3 Penghitungan PPh Pasal 21 atas honor anggota tim Peningkatan Mutu Pelayanan melihat pada golongan dari penerima honor 17 .000.Bendahara Mahir Pajak Penghitungan PPh Pasal 21 Untuk Masa Pajak Desember 2011 1 Penghasilan Bruto April sampai Desember Penghasilan di Kantor Imigrasi Medan (Jan-Des) Pembulatan Total Penghasilan Bruto setahun 2 Pengurang a. dengan perincian sebagai berikut: Nama Rifki Zain Dody Heri Nasrun Golongan IV/a III/c III/d II/d Jabatan Ketua Wakil Ketua Sekretaris Anggota atas Honorarium Rp1.600 3 Penghasilan neto setahun 4 PTKP untuk Wajib Pajak status WP Kawin tanggungan 5 Penghasilan Kena Pajak (PKP) pembulatan 6 PPh Pasal 21 setahun 5% x 43.000 PPh Pasal 21 terutang di kantor imigrasi Medan a.00 Rp 900.096. PPh Pasal 21 Januari sampai Maret 3 x 94.063 1. Penghitungan PPh Pasal 21 Masa Pajak Desember 2011 di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara 2.880 1.840.794 43.257.692 b.864.000.000.759.257.600 3.00 Rp 900.000.806 64.917 7 PPh Pasal 21 Masa Desember 27.000 21.926 5.257.075 552.600 b.336 69.600 70. biaya jabatan 5% x 70.759.143 Tabel 6.512.261.807 91.120.879.000.042 c.960.320.333 2.000 43.759. Belanja Honorarium (T3 dan T4) T3 Kantor Imigrasi Medan membentuk tim Peningkatan Mutu Pelayanan yang anggotanya terdiri dari beberapa orang PNS.000 2.000 1.377.794 15.00 Rp1.75% x 39.191.000 43. PPh Pasal 21 Desember PPh Pasal 21 April sampai November 8 x 148.

.Bendahara Mahir Pajak sebagai berikut : Nama Rifki Zain Dody Heri Nasrun Jumlah Golongan IV/a III/c III/d II/d Honorarium Rp1.000.000. 2. membuat bukti potong PPh Pasal 21 Final atas pembayaran honor.00 Tarif 15% 5% 5% 0% PPh terutang Rp 180. melaporkan SPT Masa PPh Pasal 21 paling lama tanggal 20 April 2011.000.000.000.00 = Rp125.00 Tabel 8. 3. Kantor Imigrasi Medan mengadakan workshop tentang Pelayanan Publik untuk anggota Tim pada tanggal 28 Maret 2011 dengan mengundang Jason Pasaribu.000. Bagaimanakah pemotongan pajak atas honorarium yang diterima oleh Jason Pasaribu tersebut? J4 Penghitungan PPh Pasal 21 atas honorarium yang diterima oleh Jason Pasaribu sebagai berikut: Penghitungan PPh Pasal 21 atas honorarium tersebut yaitu : 5% x 50 % x Rp5.000.00. 18 .00).000.000.00 Rp 45.M.575. S. T4 Untuk melaksanakan kegiatan tim tersebut.248.000.000.000.200.00 Rp 0.000. NPWP: 06. menyetorkan PPh Pasal 21 Final paling lama tanggal 11 April 2011.00 = Rp150.000.000.00 Rp 900.000.00 Rp 50.8-122.00 Rp4. memotong PPh Pasal 21 Final atas pembayaran honor.000. Daftar Penghitungan PPh Pasal 21 atas Honorarium Tim pada Kantor Imigrasi Medan Kewajiban bendahara atas pembayaran honor tersebut : 1.000.H.000 seorang ahli di bidang pelayanan publik (bukan PNS) dengan honor sebesar Rp5.00 Rp 900.00 (apabila Jason Pasaribu.000.H. 4. tidak mempunyai NPWP maka penghitungan PPh Pasal 21 terutang atas honor menjadi 5% x 120% x 50% Rp5.00 Rp1.00 Rp 275.

Pembelian tersebut dananya bersumber dari Bantuan Operasional Sekolah. Belanja Barang.325.3-529. Atas pembelian-pembelian tersebut.000.00 dan buku pelajaran umum Rp1. membeli secara tunai makanan siap saji dari sebuah restoran untuk keperluan rapat dari sebuah restauran seharga Rp800.500. pengadaan formulir dan kertas untuk ujian sekolah sebesar Rp2.321-2-529.00 dari sebuah toko buku PERWIRA yang dimiliki oleh Tuan Joko yang mempunyai Nomor Pokok Wajib Pajak / Nomor Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak 06.000. 4. 2.00. serta membeli benda-benda pos sebesar Rp500.000.00. B.456.000.00 dari sebuah toko pedagang eceran atas nama tuan Bagus yang mempunyai Nomor Pokok Wajib Pajak / Nomor Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak 06.000.00.000. melaporkan SPT Masa PPh Pasal 21 paling lama tanggal 20 April 2011. dan Jasa 1.675. membeli secara tunai buku pelajaran umum sebesar Rp2.000.000.000 melakukan transaksi-transaksi sebagai berikut: T5-1 Pada tanggal 2 Februari 2011. pakaian seragam jadi sebesar Rp3. Modal. membayar tagihan rekening listrik sebesar Rp1.456.00. membeli secara tunai alat-alat tulis kantor Rp1.00 di sebuah kantor pos. T5-2 T5-3 T5-4 Pada tanggal 18 Februari 2011. Pada tanggal 4 Februari 2011.500.000. Letnan Jenderal S.000.000. membuat bukti pemotongan PPh Pasal 21 atas pembayaran honorarium.321. membeli bensin dari SPBU Pertamina untuk keperluan kendaraan dinas seharga Rp500.000.000. bagaimana kewajiban perpajakannya? 19 .3-529.100. Pada tanggal 15 Februari 2011.Bendahara Mahir Pajak Kewajiban bendahara atas pembayaran honor tersebut : 1. menyetorkan PPh Pasal 21 paling lama tanggal 11 April 2011. memotong PPh Pasal 21 atas pembayaran honorarium sebesar jumlah tersebut. 3. Belanja Barang (T5) T5 Taufik Hidayat yang merupakan bendahara satker Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Purbalingga yang beralamatkan di Jl. Parman Kabupaten Purbalingga dengan NPWP 00.000.00 kepada PLN.

. dan buku pelajaran umum Rp1.…Rp110.00.000.500.00 maka atas pembelian tersebut tidak dipungut PPh Pasal 22.000.5% x Rp2. Pemungutan PPN Makanan dan minuman yang disajikan di hotel.00 dari toko PERWIRA dipungut PPh Pasal 22 karena total pembelian tersebut telah melebihi nilai Rp2. PPh Pasal 22 ( 1.Bendahara Mahir Pajak J5-1 Pemungutan PPh Pembelian makanan siap saji di restoran pada dasarnya harus dipungut PPh Pasal 22 akan tetapi karena nilai pembeliannya di bawah Rp2.00 Pemungutan PPN Buku pelajaran umum merupakan salah satu jenis barang kena pajak yang dibebaskan dari pengenaan PPN sehingga bendahara hanya memungut PPN atas pembelian alat-alat tulis kantor sebesar: PPN (10% x Rp1.000.600. rumah makan.000. restoran.000. warung.00)……………………. J5-2 Pemungutan PPh Pembelian alat-alat tulis kantor Rp1.000.000. dan sejenisnya merupakan jenis barang yang tidak dikenai Pajak Pertambahan Nilai sehingga atas pembelian tersebut tidak dipungut PPN..000..………….00 )……………………….00.100.100.000.000. Rp39.00 20 .

Pemungutan PPN Terkait dengan PPN. memberikan SSP PPh Pasal 22 dan SSP PPN lembar ke-1 dan faktur pajak lembar ke-2 kepada Tuan Joko (Toko PERWIRA). listrik. melaporkan SPT Masa PPh Pasal 22 selambat-lambatnya tanggal 14 Maret 2011 ke Kantor Pelayanan Pajak Pratama Purbalingga. J5-3 21 . 3.000. 5. 6. Sedangkan atas pembelian benda-benda pos karena nilai pembelian di bawah Rp1.000. dalam hal bahan bakar minyak dibeli dari Pertamina maka tidak dilakukan pemungutan PPN. dan benda-benda pos tidak dipungut PPh Pasal 22. melakukan validasi faktur pajak yang telah diisi dengan data Wajib Pajak Tuan Joko dengan cara membubuhi cap ”disetor tanggal 7 Maret 2011” dan ditandatangani oleh bendahara 2. menyetorkan PPN tersebut paling lambat pada tanggal 7 Maret 2011 dengan menggunakan Surat Setoran Pajak (SSP) atas nama Tuan Joko dan ditandatangani oleh bendahara ke kas negara melalui Bank Persepsi atau Kantor Pos dan Giro.00 maka tidak dipungut PPN. melaporkan SPT Masa PPN selambat-lambatnya tanggal 31 Maret 2011 ke Kantor Pelayanan Pajak Pratama Purbalingga. Selain itu. menyetorkan PPh Pasal 22 tersebut pada tanggal 4 Februari 2011 dengan menggunakan Surat Setoran Pajak (SSP) atas nama Tuan Joko dan ditandatangani oleh bendahara ke kas negara melalui Bank Persepsi atau Kantor Pos dan Giro. listrik ditetapkan sebagai barang kena pajak tertentu yang dibebaskan dari pemungutan PPN sehingga atas pembayaran tagihan listrik tidak perlu dipungut PPN. 4.Bendahara Mahir Pajak Kewajiban selanjutnya yang harus dilakukan oleh Taufik hidayat sebagai bendahara MAN Purbalingga adalah: 1. Pemungutan PPh Atas pembelian bahan bakar minyak.

..Rp500.......000....000.. Rp1.....00 )... 4.. Rp200. Rp300.Bendahara Mahir Pajak J5-4 Pemungutan PPh Atas pembelian barang sehubungan dengan penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah tidak dilakukan pemungutan PPh Pasal 22.00 s.000....000...000.000...Jumlah. Rp3........... Bea Meterai Dalam setiap pembuatan bukti pembayaran........ bendahara sebagai pihak penerima kuitansi terutang bea meterai sebesar: a...00 .. Pemungutan PPN Buku pelajaran umum merupakan salah satu barang kena pajak yang dibebaskan dari pengenaan PPN sehingga atas pembelian barang tersebut tidak perlu dipungut PPN. b........00 di setiap bukti pembayaran yang nilai transaksinya di antara Rp250... Atas pembelian pakaian seragam dan pengadaan kertas dipungut PPN sebagai berikut: .....Pakaian seragam ( 10% x Rp3...00.000... 2........ memberikan faktur pajak lembar ke-2 dan SSP lembar ke-1 kepada Tuan Bagus..00 ). melakukan validasi faktur pajak yang telah diisi dengan data Wajib Pajak Tuan Bagus dengan cara membubuhi cap ”disetor tanggal 7 Maret 2011” dan ditandatangani oleh bendahara...000....000.000..00 22 .00 .. menyetorkan PPN tersebut selambat-lambatnya pada tanggal 7 Maret 2011 dengan menggunakan Surat Setoran Pajak (SSP) atas nama Tuan Bagus dan ditandatangani oleh bendahara ke kas negara melalui Bank Persepsi atau Kantor Pos dan Giro....Formulir dan kertas ujian ( 10% x Rp2.......00 di setiap bukti pembayaran yang nilai transaksinya di atas Rp1....000. melaporkan SPT Masa PPN selambat-lambatnya tanggal 31 Maret 2011 ke Kantor Pelayanan Pajak Pratama Purbalingga....000.00 Kewajiban selanjutnya yang harus dilakukan oleh Taufik Hidayat sebagai bendahara MAN Purbalingga adalah sebagai berikut: 1......000. 3..000......d............ Rp6.........

Bendahara Mahir Pajak 2.000.…………………………………….000. bendahara menyerahkan: 1) SSP PPh Pasal 22 dan SSP PPN lembar ke-1 yang telah disahkan oleh KPPN.355. c.000. membuat SSP PPh Pasal 22 dan SSP PPN atas nama CV Susanto dan ditandatangani oleh bendahara..000.000.000.PPh Pasal 22 ( 1.PPN ( 10% x Rp20...000.5-529.222.000. 3.000.00 dipungut PPh Pasal 22 sebagai berikut: Pembelian printer : .000.5% x Rp 20. T8.000.00 .00 Kewajiban selanjutnya yang harus dilakukan oleh Taufik Hidayat sebagai bendahara MAN Purbalingga adalah sebagai berikut: 1. 2. SP2D diterbitkan KPPN pada tanggal 23 Februari 2011. Taufik Hidayat yang merupakan bendahara satker Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Purbalingga melakukan pembelian komputer kepada CV Wijaya dengan harga pembelian Rp11. Belanja Modal (T6.000.00 ).Harga pembelian…. T9 dan T10) T6 Pada Tanggal 21 Februari 2011 bendahara satker Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Purbalingga melakukan pembelian 4 (empat) buah printer kepada CV Susanto (NPWP/NPPKP 01. setelah terbit SP2D. 23 .000. 4. J6 T7 Selanjutnya pada tanggal 22 Februari 2011.00 Pemungutan PPN Atas pembayaran printer kepada CV Susanto sebesar Rp20.000.00.000.…………………Rp 2.00)………. dan 2) Faktur pajak lembar ke-2..000. melaporkan SPT Masa PPN selambat-lambatnya tanggal 31 Maret 2011 ke KPP Pratama Purbalingga.000.…………. menyetorkan PPh Pasal 22 dan PPN dengan cara: a. b. menyerahkan dokumen SPM dilengkapi dengan SSP dan Faktur Pajak ke KPPN. Bagaimana pengenaan pajaknya? Pemungutan PPh Atas pembayaran printer kepada CV Susanto sebesar Rp20. kepada CV Susanto.00 dipungut PPN sebagai berikut: . melakukan pengecekan keabsahan Faktur Pajak yang telah diisi dengan data Wajib Pajak CV Susanto.000) seharga Rp20. melaporkan SPT Masa PPh Pasal 22 selambat-lambatnya tanggal 14 Maret 2011 ke KPP Pratama Purbalingga.Rp 20.00. T7.Rp 300. (sudah termasuk PPN).

.Bendahara Mahir Pajak CV Wijaya mempunyai NPWP/NPPKP 01. yaitu tanggal 22 Februari 2011..Rp11. 4.…. bendahara menyerahkan: 1) SSP PPh Pasal 22 dan PPN lembar ke-1 yang telah disahkan oleh KPPN..3-529.....000.358. Jenderal Sudirman No.00 Kewajiban selanjutnya yang harus dilakukan oleh Taufik hidayat sebagai bendahara MAN Purbalingga adalah sebagai berikut: 1.Rp 150..000..……..562..00 ).00 Pemungutan PPN . 6. Bagaimana kewajiban perpajakan yang harus dilakukan oleh Bendahara dari mulai memungut pajak sampai dengan melaporkan pajak yang dipungut tersebut? J7 Pemungutan PPh Atas pembayaran komputer tersebut dipungut PPh Pasal 22 dengan perincian sebagai berikut: .000... kepada CV Wijaya. sebagai perencana 24 ..000. SP2D diterbitkan oleh KPPN pada tanggal 28 Februari 2011.00 . menyerahkan dokumen SPM dilengkapi dengan SSP dan Faktur Pajak ke KPPN. 2.PPN ( 10/110 x Rp 11..00)]. adapun yg menjadi pemenang tender adalah PT Jaya Karya sebagai pelaksana konstruksi dan Tuan Zaky.000. CV Wijaya kemudian menerbitkan faktur/tagihan pada tanggal yang sama. 5.00 . dan 2) Faktur pajak lembar ke-2...000. 99 Purbalingga.. T8 Inspektorat Wilayah Propinsi (Itwilprop) Jambi akan melakukan pembangunan gedung Inspektorat Wilayah.Rp11.000.Rp 1.000 yang beralamatkan di Jl.000. seorang PKP.Nilai pembelian sudah termasuk PPN…….000. melakukan pengecekan keabsahan Faktur Pajak yang telah diisi dengan data Wajib Pajak CV Wijaya.….000.PPh Pasal 22 [1. melaporkan SPT Masa PPN selambat-lambatnya tanggal 31 Maret 2011 ke KPP Pratama Purbalingga. melaporkan SPT Masa PPh Pasal 22 selambat-lambatnya tanggal 14 Maret 2011 ke KPP Pratama Purbalingga.Nilai pembelian sudah termasuk PPN….. Berdasarkan tagihan tersebut diterbitkan SPM oleh satker MAN yang diajukan kepada KPPN untuk membayar tagihan tersebut....5% x (100/110 x Rp11. setelah terbit SP2D. 3. membuat SSP atas nama CV Wijaya dan ditandatangani oleh Taufik Hidayat.000.

000.500.000.000. Pemungutan PPN Bendahara Inspektorat Wilayah Propinsi memungut Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10% dari transaksi jasa konstruksi tersebut.00 25 . Perencanaan Konstruksi oleh Tuan Zaky dibayar pada tanggal 6 Juni 2011 = Rp50.000.000. Bagaimanakah kewajiban perpajakan yang harus dilakukan? J8 : Pemotongan/Pemungutan PPh J8 Penghitungan pemotongan PPh Final Pasal 4 ayat (2) atas jasa konstruksi tersebut.000. Nilai proyek berdasarkan Kontrak adalah sebesar Rp5. PT Jaya Karya. Di tahun 2011.000.00 x 3% = Rp45.000. Pelaksanaan Konstruksi oleh PT Jaya Karya Tanggal 21 Juni 2011 = Rp1.000. dilakukan pembayaran tanggal 21 Juni sebesar Rp1.00 b.000.000.000. Pembayaran atas kontrak perencanaan konstruksi tersebut pada tanggal 6 Juni 2011 adalah sebesar Rp50.000.00 atas tagihan tanggal 15 Juni.000.000.000.000.000.00 x 10% = Rp5.00 x 10% = Rp150. perusahaan konstruksi yang memiliki kualifikasi usaha menengah (dibuktikan dengan sertifikasi pelaksana konstruksi dari Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi) dan Tuan Zaky seorang konsultan sipil (memiliki sertifikasi untuk perencanaan konstruksi dengan kualifikasi usaha kecil).Bendahara Mahir Pajak konstruksi.00 x 4% = Rp2.000.00 b.000.00 PPh Final tersebut dipotong dari pembayaran kepada PT Jaya Karya dan Tuan Zaky.000.000. Pembayaran dilakukan sesuai dengan progress pembangunan yang dilaporkan.00.500. Pelaksanaan Konstruksi oleh PT Jaya Karya Tanggal 21 Juni 2011 = Rp1. yaitu: Bendahara Inspektorat Wilayah Propinsi memotong PPh Final atas jasa konstruksi sebagai berikut: a.00. a.500. Perencanaan Konstruksi oleh Tuan Zaky Dibayar pada tanggal 6 Juni 2011 = Rp50.000.

kepada PT Jaya Karya dan Tuan Zaky.000. bendahara menyerahkan: SSP PPh Final Pasal 4 ayat (2) dan SSP PPN lembar ke-1 yang telah disahkan oleh KPPN.284.Bendahara Mahir Pajak Kewajiban bendahara atas pembayaran jasa konstruksi tersebut adalah: 1. SP2D diterbitkan KPPN pada tanggal 25 Maret 2011. Wahyono. untuk Tuan Zaky sebesar Rp2. mengajukan SPM kepada KPPN untuk membayar ganti rugi pembebasan lahan kepada Bapak Nasrun dan Ibu Mega.000 m2 yang dimiliki oleh Bapak Nasrun (14. Bagaimanakah kewajiban perpajakan yang harus dilakukan? J9 : Pemotongan/Pemungutan PPh J9 Atas Pembayaran pembebasan tanah untuk pembangunan Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Hulu Sungai Tengah tersebut 26 .0721. a. Untuk keperluan gedung tersebut kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Hulu Sungai Tengah akan melakukan pembebasan tanah seluas 2.0010.495. setelah terbit SP2D. Faktur pajak lembar ke-2. melakukan pelaporan SPT Masa PPN paling lama tanggal 1 Agustus 2011 ke KPP Pratama Jambi.005.00. 4. 6. 2. NJOP Tahun 2011 atas tanah tersebut adalah Rp400.07.040.000.0-721. dan b. Bendahara Pemda Kabupaten Hulu Sungai Tengah. 5. membuat bukti potong PPh Final Pasal 4 ayat (2) atas jasa konstruksi paling lambat 30 Juni 2011: a.451.000) akan membangun gedung kantor yang baru.07.754.000) seluas 800 m2 (NOP 63. menyerahkan dokumen SPM dilengkapi dengan SSP dan Faktur Pajak ke KPPN.000.0).00/m2 untuk tanah Bapak Nasrun dan Ibu Mega. ke KPP Pratama Jambi. bukti potong PPh Final Pasal 4 ayat (2).00.695. untuk PT Jaya Karya sebesar Rp45. 0054.00/m2.040.0-721.614.0) dan Ibu Mega (08.005.000) seluas 1200 m2 (NOP 63. 3. melakukan pengecekan keabsahan Faktur Pajak yang telah diisi dengan data Wajib Pajak PT Jaya Karya dan Tuan Zaky. melakukan pelaporan SPT Masa PPh Final Pasal 4 ayat (2) paling lambat tanggal 20 Juli 2011. Atas pembebasan lahan tersebut Dinas Perhubungan Kabupaten Hulu Sungai Tengah menetapkan ganti rugi sebesar Rp400.000. T9 Bendahara Dinas Perhubungan Kabupaten Hulu Sungai Tengah (00.451.000.000. dan b.723.

untuk Penghasilan yang diberikan kepada Bapak Nasrun: = (800m x Rp400.200m x Rp400. menyerahkan dokumen SPM dilengkapi dengan SSP ke KPPN. 2. memberikan SSP lembar 1 kepada Bapak Nasrun dan Ibu Mega. 5. untuk Penghasilan yang diberikan kepada Ibu Mega: = (1.00 Kewajiban Wahyono.000.000.000. melaporkan pemungutan sebesar Rp16.000. Wahyono.00 tersebut paling lama tanggal 20 April 2011 dengan menggunakan SPT Masa PPh Final Pasal 4 ayat (2) ke KPP Pratama Barabai. melaporkan SPT Masa PPh Pasal 4 ayat (2) paling lama tanggal 20 April 2011 ke KPP Pratama Barabai.00) x 5% = Rp24. Penghitungan pemotongan PPh Final Pasal 4 ayat (2) atas penghasilan dari ganti rugi pembebasan tanah yang dilakukan Wahyono tersebut. Atas pembelian tanah dan/atau bangunan bendahara tidak memungut PPh Pasal 22. 4. 27 .00) x 5% = Rp16.000. 3. sebagai Bendahara Pemda Kabupaten Hulu Sungai Tengah.000.000. 6. atas pembayaran ganti rugi pembebasan tanah tersebut adalah: 1. membuat SSP PPh Final Pasal 4 ayat (2) atas nama Bapak Nasrun dan Ibu Mega dan ditandatangani oleh Wahyono. bendahara menyerahkan SSP PPh Final Pasal 4 ayat (2) yang telah disahkan oleh KPPN.000.00 b.000.000.00/m2 sehingga atas pembayaran ganti rugi atas pembebasan tanah tersebut Wahyono sebagai Bendahara Dinas Perhubungan Kabupaten Hulu Sungai Tengah harus melakukan pemungutan PPh Final Pasal 4 ayat (2) atas penghasilan dari pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan sebagai berikut: a. sebagai berikut: Nilai sebagai dasar penghitungan pajak yang terutang adalah sebesar nilai yang ditetapkan oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Hulu Sungai Tengah yaitu sebesar Rp400. setelah terbit SP2D. Pemungutan PPN PPN tidak dipungut oleh bendahara pemerintah dalam hal pembayaran untuk pembebasan tanah. memungut PPh Final Pasal 4 ayat (2) atas penghasilan dari pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan dari jumlah bruto nilai pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan sebelum melakukan pembayaran ganti rugi.Bendahara Mahir Pajak Bendahara Dinas Perhubungan Kabupaten Hulu Sungai Tengah.000.00 dan Rp24.

J10 Bea Meterai Dalam setiap pembuatan bukti pembayaran.000.000.0-822.00. waduk. Bendahara Pemda Kabupaten Gorontalo.Bendahara Mahir Pajak T10 Bendahara Dinas Pekerjaan Umum akan melakukan pembayaran ganti rugi pembebasan tanah untuk pembuatan saluran irigasi kepada Tuan Moelyana sebesar Rp75. dikecualikan dari kewajiban pembayaran PPh Final Pasal 4 ayat (2) atas penghasilan dari pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan.000.500.469. fasilitas keselamatan umum seperti tanggul penanggulangan bahaya banjir. 3.00.875. Rp1.000) yang bergerak di bidang jasa catering untuk menyediakan konsumsi rapat tersebut. Bendahara Pemda Kabupaten Gorontalo (00.2-822.000. Bagaimanakah perlakuan pajaknya? Pemotongan/Pemungutan PPh Pembayaran pembebasan tanah kepada pemerintah untuk kepentingan umum yang memerlukan persyaratan khusus yaitu pembebasan tanah oleh pemerintah untuk proyek-proyek jalan umum. bandar udara. saluran irigasi.743.Rp6.00 di setiap bukti pembayaran yang nilai transaksinya di atas Rp1.00. saluran pembuangan air.000.d. pelabuhan laut. bendahara sebagai pihak penerima kuitansi terutang bea meterai sebesar: a.000. 28 .000. Kontrak yang disepakati untuk jasa catering tersebut adalah Rp3.Rp3. dan fasilitas Angkatan Bersenjata Republik Indonesia. membayar tagihan catering tersebut pada tanggal 25 Februari 2011. b.000.425. Pemungutan PPN PPN tidak dipungut oleh bendahara pemerintah dalam hal pembayaran untuk pembebasan tanah. Bagus.000. bendungan dan bangunan pengairan lainnya. lahar dan bencana lainnya.00.000. Atas pembayaran ganti rugi pembebasan tanah kepada Tuan Moelyana sebesar Rp75.00 s.000) menunjuk CV Sedap (02. T12 dan T13) T11 Untuk acara rapat koordinasi daerah.000.000. Belanja Jasa (T11.00 di setiap bukti pembayaran yang nilai transaksinya di antara Rp250.00 tidak dipungut PPh Final Pasal 4 ayat (2).

Bendahara Mahir Pajak Bagaimanakah kewajiban perpajakan yang harus dilakukan? J11 Pemotongan/Pemungutan PPh Terhadap jumlah bruto tagihan sebesar Rp3.000.00.000..00 Biaya pembuatan baju seragam ….2-527.Rp10.. melaporkan SPT Masa PPh Pasal 23 paling lambat tanggal 21 Maret 2011 ke Kantor Pelayanan Pajak Pratama Gorontalo..00 yang dikeluarkan PT Garmindo. Budiman.000.000). Kewajiban Bagus sebagai Bendahara Pemda Kabupaten Gorontalo atas pembayaran jasa catering tersebut adalah: 1.000.00 Pemungutan PPN Bendahara tidak memungut PPN atas jasa catering karena penyerahan jasa catering tersebut tidak dikenai PPN. menyetorkan PPh Pasal 23 yang dipotong paling lambat tanggal 10 Maret 2011 menggunakan Surat Setoran Pajak (SSP) ke kas negara melalui Bank Persepsi atau Kantor Pos dan Giro.000. Pada tanggal 5 Januari 2011 telah disepakati kontrak pengerjaan tersebut dengan PT Garmindo (02.000. Atas pekerjaan ini disepakati biaya pengerjaan sebesar Rp60.000.000.000. 2.000. sebuah perusahaan garmen di Kabupaten Boyolali. Kontrak ditandatangani oleh direktur PT Garmindo.. memberikan bukti pemotongan PPh pasal 23.. 4. 3.00 atas jasa catering dikenakan pemotongan PPh Pasal 23 sebagai berikut: =2% x Rp3. Rincian tagihan PT Garmindo kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Boyolali: Biaya untuk bahan tambahan ………….000.00 tidak termasuk biaya untuk bahan tambahan sebesar Rp10.. T12 Dalam rangka ikut melestarikan warisan budaya negara maka Dinas Pendidikan Kabupaten Boyolali membuat baju seragam dengan corak batik untuk seluruh pegawainya dan untuk seluruh guru yang berada di bawah wilayah kerjanya sejumlah 2000 potong.00 = Rp70.500.00 29 . memotong PPh Pasal 23 atas jasa catering sebesar Rp70. Sdr. model ditentukan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Boyolali serta bahan baku utama berupa kain batik yang dibeli pada tahun sebelumnya dari PT Batikindo.000.347.425.500. PT Garmindo sebagai pihak yang mengerjakan pembuatan baju seragam tersebut menyediakan bahan tambahan yang diperlukan. Spesifikasi.Rp60.

000.000.000. 30 .10.000.400. 2. melaporkan SPT Masa PPN paling lambat tanggal 31 Maret 2011. bendahara menyerahkan: a.000.00 sehingga PPh Pasal 23 yang harus dipotong atas pembayaran kepada PT Garmindo adalah sebesar : = 2% x Rp70.5% x Rp. membuat SSP PPh Pasal 22 dan PPN atas nama PT Garmindo dan ditandatangani oleh Handayani.0-527.000.70.00 = Rp1. SSP PPh Pasal 22 dan PPN lembar ke-1 yang telah disahkan oleh KPPN. J12 Pemotongan/pemungutan PPh Atas pembayaran ongkos pembuatan baju seragam kepada PT Garmindo dipotong PPh Pasal 23 atas jasa maklon sebesar: = 2% x Rp60. 7.00 Pemungutan PPN Atas penyerahan jasa maklon dan bahan tambahan tersebut. 5. Bukti pemotongan PPh Pasal 23.Bendahara Mahir Pajak Handayani.00 Dalam hal tidak ada bukti pendukung atas rincian tagihan di atas maka jumlah bruto sebagai dasar pemotongan PPh Pasal 23 adalah sebesar Rp. melaporkan SPT Masa PPh Pasal 22 paling lama tanggal 14 Maret 2011 ke KPP tempat Bendahara Dinas Pendidikan Kabupaten Boyolali terdaftar.875.000.000. Bendahara Dinas Pendidikan Kabupaten Boyolali (NPWP 00. 4. setelah terbit SP2D.00 = Rp150. Handayani sebagai Bendahara Dinas Pendidikan Kabupaten Boyolali. 3. b. kepada PT Garmindo. melakukan pengecekan keabsahan Faktur Pajak yang telah diisi dengan data Wajib Pajak PT Garmindo.00 = Rp1.00 Kewajiban Handayani sebagai Bendahara Dinas Pendidikan Kabupaten Boyolali atas pembayaran jasa maklon tersebut adalah: 1. memungut PPN sebesar: = 10% x Rp70.000. menerima tagihan atas pengerjaan baju seragam tersebut pada tanggal 21 Februari 2011 dan melunasi pembayarannya pada tanggal 23 Februari 2011.000. menyerahkan dokumen SPM dilengkapi dengan SSP dan Faktur Pajak ke KPPN. 6.000. Faktur pajak lembar ke-2.000. membuat bukti potong PPh Pasal 23 atas nama PT Garmindo.000).000.964.200.00 = Rp7.000. dan c.000.00 Atas pembayaran bahan tambahan kepada PT Garmindo dipungut PPh Pasal 22 atas belanja barang sebesar: = 1.

gedung perkantoran.000).000.100. 3.00 kepada PT Maju Hidayat (NPWP/NPPKP 02. kondominium.000. rumah. membuat bukti potong PPh Final Pasal 4 ayat (2) atas nama PT Maju Hidayat.000.000) membayar sewa rukan untuk tahun 2011 sebesar Rp50. rumah susun. wajib dibayar PPh yang bersifat final dengan tarif 10% dari jumlah bruto nilai persewaan. 2.00. T13 Pada tanggal 5 Januari 2011. 4. menyerahkan dokumen SPM dilengkapi dengan SSP dan Faktur Pajak ke KPPN.000. apartemen. toko. Bagaimanakah perlakuan pajaknya? Pemotongan/pemungutan PPh Atas penghasilan yang diterima atau diperoleh dari persewaan tanah dan/atau bangunan berupa tanah.000. melaporkan SPT Masa PPh Pasal 23 (yang telah dilengkapi dengan SSP PPh Pasal 23 atas nama bendahara) paling lambat tanggal 21 Maret 2011 ke KPP Pratama Boyolali. rumah toko. biaya pemeliharaan. Bendahara Dinas Tata Ruang Pemerintah Kota Manado (NPWP 00. rumah kantor.799. Pemungutan PPN Atas pembayaran sewa dan service charge rukan wajib dipungut PPN oleh bendahara dengan tarif 10% x Rp62.00 dan biaya service charge dan fasilitas lainnya sebesar Rp12. Atas pembayaran tersebut bendahara membuat perhitungan sebagai berikut: Besarnya PPh Final Pasal 4 ayat (2) yang harus dipotong atas pembayaran sewa dan service charge rukan = 10% x Rp62.000. membuat SSP PPh Final Pasal 4 ayat (2) dan SSP PPN atas nama PT Maju Hidayat dan ditandatangani oleh Prabu Wijaya. melakukan pengecekan keabsahan Faktur Pajak yang telah diisi dengan data Wajib Pajak PT Maju Hidayat.200.000. biaya keamanan.000.00 Kewajiban bendahara Dinas Tata Ruang adalah: 1.457.Bendahara Mahir Pajak 8.003. Prabu Wijaya. gedung. J13 31 .00 = Rp6. biaya fasilitas lainnya dan “service charge” baik yang perjanjiannya dibuat secara terpisah maupun yang disatukan. Jumlah bruto nilai persewaan adalah semua jumlah yang dibayarkan oleh penyewa yang berkaitan dengan tanah dan/atau bangunan yang disewa termasuk biaya perawatan.000.00 = Rp6.200.0-821.0-821.000.

2-012. Syarif mencairkan sisa anggaran untuk membayar jasa pelaksanaan konstruksi yang dilakukan oleh PT Andang Konstruksi? 32 .000.854. Rp3.000. Rp6.d. Bagaimanakah kewajiban perpajakan yang harus dilakukan oleh Syarif selaku bendahara Kementerian Pekerjaan Umum.500. melaporkan SPT Masa PPN ke KPP Pratama Manado paling lambat tanggal 28 Februari 2011.0-012. 6.000. Rp1.000.000.000. Faktur pajak lembar ke-2. Proyek Pemerintah tersebut dilaksanakan selama jangka waktu 3 tahun yaitu dari tahun 2009 sampai dengan 2011. 7. dan c.000. Proyek Pemerintah tersebut dilaksanakan oleh kontraktor utama PT Andang Konstruksi NPWP/NPPKP: 02. Belanja Hibah (T14) T14 Kementerian Pekerjaan Umum (NPWP:00. Untuk tahun 2011 sisa anggaran yang belum dicairkan adalah Rp340.000.00 di setiap bukti pembayaran yang nilai transaksinya di atas Rp1. bukti potong PPh Final Pasal 4 ayat (2). yang memiliki kualifikasi usaha besar yang dibuktikan dengan sertifikasi pelaksana konstruksi dari Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi.849. bendahara sebagai pihak penerima kuitansi terutang bea meterai sebesar: a.000) melaksanakan proyek Pemerintah pembangunan jalan lintas Kalimantan dengan menggunakan dana yang berasal dari Hibah Luar Negeri dari Asia Foundation sebesar US$ 100.00.000.668.000. SSP PPh Final Pasal 4 ayat (2) dan PPN lembar ke-1 yang telah disahkan oleh KPPN.00.000.00/US$) yang telah tercantum dalam DIPA Kementerian Pekerjaan Umum.000.000. apabila pada bulan Mei 2011. melaporkan SPT Masa PPh Final Pasal 4 ayat (2) ke KPP Pratama Manado paling lambat tanggal 21 Februari 2011.00 s. setelah terbit SP2D. bendahara menyerahkan: a. Bea Meterai Dalam setiap pembuatan bukti pembayaran. b. C.Bendahara Mahir Pajak 5.000.000.00 dengan kurs Menteri Keuangan pada saat ditandatanganinya kontrak sebesar Rp8.00. b.000. kepada PT Maju Hidayat.00 di setiap bukti pembayaran yang nilai transaksinya di antara Rp250.00 (Rp850.100.

00 Pemungutan PPN Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah yang terutang atas impor serta penyerahan Barang dan Jasa dalam rangka pelaksanaan Proyek Pemerintah yang dibiayai dengan hibah atau dana pinjaman luar negeri. Kewajiban Syarif sebagai bendahara Kementerian Pekerjaan Umum: 1.000.000. konsultan dan pemasok (supplier) utama dari pekerjaan yang dilakukan dalam rangka pelaksanaan proyekproyek Pemerintah yang dibiayai dengan dana hibah dan/atau dana pinjaman luar negeri.000. PPh Final Pasal 4 ayat (2) yang ditanggung oleh Pemerintah adalah sebesar: 3% x Rp340. dan c.000.Bendahara Mahir Pajak J14 Proyek Pemerintah adalah proyek yang tercantum dalam Daftar Isian Proyek (DIP) atau dokumen yang dipersamakan dengan DIP. 2. melakukan pengecekan keabsahan Faktur Pajak yang telah dibubuhi cap “PAJAK PERTAMBAHAN NILAI DAN PAJAK PENJUALAN ATAS BARANG MEWAH TIDAK DIPUNGUT” yang telah dibuat oleh PT Andang Konstruksi. Faktur pajak lembar ke-2. bukti potong PPh Final Pasal 4 ayat (2) atas Penghasilan dari usaha Jasa Konstruksi. membuat SSP PPh Final Pasal 4 ayat (2) dengan dibubuhi cap ”PAJAK PENGHASILAN DITANGGUNG OLEH PEMERINTAH” serta menandatanganinya.200. Pemotongan/pemungutan PPh Pajak Penghasilan yang terutang atas penghasilan yang diterima atau diperoleh kontraktor. bendahara menyerahkan: a. b. SSP PPh Final Pasal 4 ayat (2) lembar ke-1 yang telah disahkan oleh KPPN. 6. 5. 33 . tidak dipungut. setelah terbit SP2D. menyerahkan dokumen SPM yang dilengkapi dengan SSP dan Faktur Pajak ke KPPN. termasuk proyek yang dibiayai dengan Perjanjian Penerusan Pinjaman (PPP)/Subsidiary Loan Agreement (SLA). 4. membuat bukti potong PPh Final Pasal 4 ayat (2) atas Penghasilan dari usaha Jasa Konstruksi atas nama PT Andang Konstruksi.00 = Rp10. melaporkan SPT Masa PPh Final Pasal 4 ayat (2) ke KPP Pratama Jakarta Kebayoran Baru Satu paling lambat 20 Juni 2011.000. 3. kepada PT Andang Konstruksi. ditanggung oleh Pemerintah.

Tunjangan dan Honorarium Pengisian formulir untuk T1.000.200. Surat Setoran Pajak. T2. PENGISIAN FORMULIR BUKTI PEMOTONGAN. FAKTUR PAJAK.000 Nasrun Rp900. DAN SURAT PEMBERITAHUAN MASA Setelah dalam Bab II dijelaskan mengenai simulasi penghitungan pemotongan dan pemungutan pajak oleh bendahara. dan Surat Pemberitahuan Masa. T3 dan T4 Pembuatan bukti pemotongan PPh Pasal 21 bersifat Final Pemotongan PPh Pasal 21 Membuat bukti pemotongan PPh Pasal 21 final / non final Menyetorkan PPh Pasal 21 yang dipotong dengan SSP Melaporkan dalam SPT Masa PPh Pasal 21/26 Melengkapi lampiran SPT Masa PPh Pasal 21/26 dengan lampiran: Bukti Pemotongan Daftar Bukti Pemotongan SSP 34 . dalam Bab III ini akan dijelaskan mengenai pengisian formulir Bukti Pemotongan.000 Heri Rp900.000 Doddy Rp1.000 Atas pembayaran honorarium kepada Jason Pasaaribu Rp5.000. Pengisian formulir T3 Atas Pembayaran gaji bulan Maret 2011 (T1 Atas pembayaran honorarium tim (T3) Rifki Z Rp1.Bendahara Mahir Pajak III. SURAT SETORAN PAJAK. Faktur Pajak. Belanja Gaji.000 (T4) A.

Bendahara Mahir Pajak Pengisian formulir T3 Atas Pembayaran gaji bulan Maret 2011 (T1 Atas pembayaran honorarium tim (T3) Rifki Z Rp1.000 Nasrun Rp900.000 Heri Rp900.000(T4) Pemotongan PPh Pasal 21 Membuat bukti pemotongan PPh Pasal 21 final / non final Menyetorkan PPh Pasal 21 yang dipotong dengan SSP Melaporkan dalam SPT Masa PPh Pasal 21/26 Melengkapi SPT Masa PPh Pasal 21/26 dengan lampiran: Bukti Pemotongan Daftar Bukti Pemotongan SSP 35 .000.200.000 Atas pembayaran honorarium kepada Jason Pasaaribu Rp5.000.000 Doddy Rp1.

000 Nasrun Rp900.000.200.Bendahara Mahir Pajak Pengisian formulir T3 Atas Pembayaran gaji bulan Maret 2011 (T1 Atas pembayaran honorarium tim (T3) Rifki Z Rp1.000(T4) Pemotongan PPh Pasal 21 Membuat bukti pemotongan PPh Pasal 21 final / non final Menyetorkan PPh Pasal 21 yang dipotong dengan SSP Melaporkan dalam SPT Masa PPh Pasal 21/26 Melengkapi SPT Masa PPh Pasal 21/26 dengan lampiran: Bukti Pemotongan Daftar Bukti Pemotongan SSP 36 .000 Atas pembayaran honorarium kepada Jason Pasaaribu Rp5.000.000 Doddy Rp1.000 Heri Rp900.

000.200.000 Atas pembayaran honorarium kepada Jason Pasaaribu Rp5.000 Nasrun Rp900.000 Doddy Rp1.000.000 Heri Rp900.Bendahara Mahir Pajak Pengisian formulir T3 Atas Pembayaran gaji bulan Maret 2011 (T1 Atas pembayaran honorarium tim (T3) Rifki Z Rp1.000(T4) Pemotongan PPh Pasal 21 Membuat bukti pemotongan PPh Pasal 21 final / non final Menyetorkan PPh Pasal 21 yang dipotong dengan SSP Melaporkan dalam SPT Masa PPh Pasal 21/26 Melengkapi SPT Masa PPh Pasal 21/26 dengan lampiran: Bukti Pemotongan Daftar Bukti Pemotongan SSP 37 .

000 Heri Rp900.000(T4) Pemotongan PPh Pasal 21 Membuat bukti pemotongan PPh Pasal 21 final / non final Menyetorkan PPh Pasal 21 yang dipotong dengan SSP Melaporkan dalam SPT Masa PPh Pasal 21/26 Melengkapi SPT Masa PPh Pasal 21/26 dengan lampiran: Bukti Pemotongan Daftar Bukti Pemotongan SSP 38 .000 Atas pembayaran honorarium kepada Jason Pasaaribu Rp5.000 Doddy Rp1.000.Bendahara Mahir Pajak Pengisian formulir T4 Atas Pembayaran gaji bulan Maret 2011 (T1 Atas pembayaran honorarium tim (T3) Rifki Z Rp1.000.200.000 Nasrun Rp900.

T3. dan T4 Atas Pembayaran gaji bulan Maret 2011 (T1 Atas pembayaran honorarium tim (T3) Rifki Z Rp1.Bendahara Mahir Pajak Pengisian formulir Pengisian SPT Masa Maret 2011 T1.000 Nasrun Rp900.200.000 Atas pembayaran honorarium kepada Jason Pasaaribu (T4) Pemotongan PPh Pasal 21 Membuat bukti pemotongan PPh Pasal 21 final dan non final Menyetorkan PPh Pasal 21 yang dipotong dengan SSP Melaporkan dalam SPT Masa PPh Pasal 21/26 Melengkapi SPT Masa PPh Pasal 21/26 dengan lampiran: Bukti Pemotongan Daftar Bukti Pemotongan SSP merupakan hasil penjumlahan PPh yang ditanggung Pemerintah dari 5 pegawai tidak termasuk kenaikan 20 % bagi yang belum berNPWP 39 .000.000 Doddy Rp1.000 Heri Rp900.

000.000 Nasrun Rp900.200.Bendahara Mahir Pajak Pengisian formulir T1. T3.000 Heri Rp900. dan T4 Atas Pembayaran gaji bulan Maret 2011 (T1 Atas pembayaran honorarium tim (T3) Rifki Z Rp1.000 Atas pembayaran honorarium kepada Jason Pasaaribu (T4) Pemotongan PPh Pasal 21 Membuat bukti pemotongan PPh Pasal 21 final dan non final Menyetorkan PPh Pasal 21 yang dipotong dengan SSP Melaporkan dalam SPT Masa PPh Pasal 21/26 Melengkapi SPT Masa PPh Pasal 21/26 dengan lampiran: Bukti Pemotongan Daftar Bukti Pemotongan SSP 40 .000 Doddy Rp1.

dan T4 Pengisian formulir Atas Pembayaran gaji bulan Maret 2011 (T1 Atas pembayaran honorarium tim (T3) Rifki Z Rp1. T3.000 Atas pembayaran honorarium kepada Jason Pasaaribu (T4) Pemotongan PPh Pasal 21 Membuat bukti pemotongan PPh Pasal 21 final dan non final Menyetorkan PPh Pasal 21 yang dipotong dengan SSP Melaporkan dalam SPT Masa PPh Pasal 21/26 Melengkapi SPT Masa PPh Pasal 21/26 dengan lampiran: Bukti Pemotongan Daftar Bukti Pemotongan SSP 41 .000 Nasrun Rp900.200.Bendahara Mahir Pajak Pembuatan SSP PPh Pasal 21 yang tidak bersifat Final untuk Masa Pajak Maret 2011 T1.000 Heri Rp900.000.000 Doddy Rp1.

dan T4 Atas Pembayaran gaji bulan Maret 2011 (T1 Atas pembayaran honorarium tim (T3) Rifki Z Rp1.000 Atas pembayaran honorarium kepada Jason Pasaaribu (T4) Pemotongan PPh Pasal 21 Membuat bukti pemotongan PPh Pasal 21 final dan non final Menyetorkan PPh Pasal 21 yang dipotong dengan SSP Melaporkan dalam SPT Masa PPh Pasal 21/26 Melengkapi SPT Masa PPh Pasal 21/26 dengan lampiran: Bukti Pemotongan Daftar Bukti Pemotongan SSP 42 . T3.000 Heri Rp900.000 Nasrun Rp900.000.200.000 Doddy Rp1.Bendahara Mahir Pajak Pembuatan SSP PPh Pasal 21 yang bersifat Final untuk Masa Pajak Maret 2011 Pengisian formulir T1.

T3.200.000.000 Nasrun Rp900.000 honorarium kepada Atas pembayaran Jason Pasaaribu (T4) honorarium kepada Jason Pasaaribu (T4) Pembuatan SSP PPh Pasal 21 DTP untuk Masa Pajak Maret 2011 Pembuatan SSP PPh Pasal 21 DTP untuk Masa Pajak Maret 2011 Pemotongan PPh Pasal 21 Pemotongan PPh Pasal 21 Membuat bukti pemotongan PPh Pasal 21 Membuat bukti final dan non final pemotongan PPh Pasal 21 final dan non final Menyetorkan PPh Pasal 21 yang dipotong dengan SSP Menyetorkan PPh Pasal 21 yang dipotong dengan SSP Melaporkan dalam SPT Masa PPh Pasal 21/26 Melaporkan dalam SPT Masa PPh Pasal 21/26 Melengkapi SPT Masa PPh Pasal 21/26 dengan Melengkapi SPT Masa PPh lampiran: Pasal 21/26 dengan Bukti Pemotongan lampiran: Daftar Bukti Bukti Pemotongan Pemotongan Daftar Bukti SSP Pemotongan SSP 43 .200.000 Heri Rp900.000 honorarium tim (T3) Doddy Rp1. dan T4 T1.000 Doddy Rp1. dangaji Atas Pembayaran T4 bulan Maret 2011 (T1 Atas Pembayaran gaji Atas pembayaran bulan Maret 2011 (T1 honorarium tim (T3) Atas pembayaran Rifki Z Rp1.000.000 Atas pembayaran Nasrun Rp900.000 Heri Rp900. Pengisian formulir T3.Bendahara Mahir Pajak Pengisian formulir T1.000 Rifki Z Rp1.

T3. dan T4 Atas Pembayaran gaji bulan Maret 2011 (T1 Atas pembayaran honorarium tim (T3) Rifki Z Rp1.200.000 Heri Rp900.000 Doddy Rp1.000.000 Nasrun Rp900.000 Atas pembayaran honorarium kepada Jason Pasaaribu (T4) Pemotongan PPh Pasal 21 Membuat bukti pemotongan PPh Pasal 21 final dan non final Menyetorkan PPh Pasal 21 yang dipotong dengan SSP Melaporkan dalam SPT Masa PPh Pasal 21/26 Melengkapi SPT Masa PPh Pasal 21/26 dengan lampiran: Bukti Pemotongan Daftar Bukti Pemotongan SSP 44 .Bendahara Mahir Pajak Daftar Bukti Pemotongan PPh Pasal 21 dan/atau Pasal 26 Pengisian formulir T1.

000 Atas pembayaran honorarium kepada Jason Pasaaribu (T4) Pemotongan PPh Pasal 21 Membuat bukti pemotongan PPh Pasal 21 final dan non final Menyetorkan PPh Pasal 21 yang dipotong dengan SSP Melaporkan dalam SPT Masa PPh Pasal 21/26 Melengkapi SPT Masa PPh Pasal 21/26 dengan lampiran: Bukti Pemotongan Daftar Bukti Pemotongan SSP 45 .000.000 Heri Rp900.000 Nasrun Rp900.200. T3. dan T4 Atas Pembayaran gaji bulan Maret 2011 (T1 Atas pembayaran honorarium tim (T3) Rifki Z Rp1.Bendahara Mahir Pajak Pengisian formulir T1.000 Doddy Rp1.

Bendahara Mahir Pajak Pengisian formulir T1.200.000 Atas pembayaran honorarium kepada Jason Pasaaribu (T4) Pemotongan PPh Pasal 21 Membuat bukti pemotongan PPh Pasal 21 final dan non final Menyetorkan PPh Pasal 21 yang dipotong dengan SSP Melaporkan dalam SPT Masa PPh Pasal 21/26 Melengkapi SPT Masa PPh Pasal 21/26 dengan lampiran: Bukti Pemotongan Daftar Bukti Pemotongan SSP 46 .000 Heri Rp900. T3.000. dan T4 Atas Pembayaran gaji bulan Maret 2011 (T1 Atas pembayaran honorarium tim (T3) Rifki Z Rp1.000 Nasrun Rp900.000 Doddy Rp1.

Bendahara Mahir Pajak Pengisian formulir Pengisian SPT Masa April 2011 T2 Rifki Zain ditugaskan di Kanwil Kemenag Sumut dan mendapatkan tunjangan Rp3.000 sedangkan di Kantor Imigrasi Medan tidak lagi mendapatkan tunjangan jabatan Pemotongan PPh Pasal 21 Menyetorkan PPh Pasal 21 yang dipotong dengan SSP Melaporkan dalam SPT Masa PPh Pasal 21/26 47 .000.

000 sedangkan di Kantor Imigrasi Medan tidak lagi mendapatkan tunjangan jabatan Pemotongan PPh Pasal 21 Menyetorkan PPh Pasal 21 yang dipotong dengan SSP Melaporkan dalam SPT Masa PPh Pasal 21/26 48 .000.Bendahara Mahir Pajak Pengisian formulir T2 Rifki Zain ditugaskan di Kanwil Kemenag Sumut dan mendapatkan tunjangan Rp3.

000 sedangkan di Kantor Imigrasi Medan tidak lagi mendapatkan tunjangan jabatan Pemotongan PPh Pasal 21 Menyetorkan PPh Pasal 21 yang dipotong dengan SSP Melaporkan dalam SPT Masa PPh Pasal 21/26 49 .000.Bendahara Mahir Pajak Pengisian formulir Pembuatan SSP Masa Pajak April 2011 T2 Rifki Zain ditugaskan di Kanwil Kemenag Sumut dan mendapatkan tunjangan Rp3.

000.000 sedangkan di Kantor Imigrasi Medan tidak lagi mendapatkan tunjangan jabatan Pemotongan PPh Pasal 21 Menyetorkan PPh Pasal 21 yang dipotong dengan SSP Melaporkan dalam SPT Masa PPh Pasal 21/26 50 .Bendahara Mahir Pajak Pengisian formulir T2 Rifki Zain ditugaskan di Kanwil Kemenag Sumut dan mendapatkan tunjangan Rp3.

Bendahara Mahir Pajak
Pengisian formulir

T1, T2, T3, Pengisian formulir dan T4 T1, T2, T3, Atas Pembayaran gaji dan T4 bulan Maret s.d.
Desember 2011 (T1, T2) Atas Pembayaran gaji Atas pembayaran bulan Maret s.d. honorarium 2011 (T1, T2) Desember kepada Jason Pasaaribu (T4) Atas pembayaran honorarium kepada Jason Pasaaribu (T4) Pemotongan PPh Pasal 21

Pengisian SPT Masa Desember 2011 Pengisian SPT Masa Desember 2011

Pemotongan PPh Pasal 21 Membuat bukti pemotongan PPh Pasal 21 finalMembuatfinal dan non bukti pemotongan PPh Pasal 21 final dan non final Menyetorkan PPh Pasal 21 yang dipotong dengan SSP Menyetorkan PPh Pasal 21 yang dipotong dengan SSP Melaporkan dalam SPT Masa PPh Pasal 21/26 Melaporkan dalam SPT Masa PPh Pasal 21/26 Melengkapi SPT Masa PPh Pasal 21/26 dengan lampiran: Melengkapi SPT Masa PPh Bukti Pemotongan Pasal 21/26 dengan Daftar Bukti lampiran: Pemotongan Bukti Pemotongan SSP - - Daftar Bukti Pemotongan SSP

51

Bendahara Mahir Pajak

Pengisian formulir

T1, T2, T3, dan T4
Atas Pembayaran gaji bulan Maret s.d. Desember 2011 (T1, T2) Atas pembayaran honorarium kepada Jason Pasaaribu (T4)

Pemotongan PPh Pasal 21

Membuat bukti pemotongan PPh Pasal 21 final dan non final

Menyetorkan PPh Pasal 21 yang dipotong dengan SSP

Melaporkan dalam SPT Masa PPh Pasal 21/26

Melengkapi SPT Masa PPh Pasal 21/26 dengan lampiran: Bukti Pemotongan Daftar Bukti Pemotongan SSP

52

Bendahara Mahir Pajak

Pengisian formulir

Lampiran SPT Masa Desember 2011 Daftar Bukti Pemotongan PPh Pasal 21/26 untuk Pegawai Tetap

T1, T2, T3, dan T4
Atas Pembayaran gaji bulan Maret s.d. Desember 2011 (T1, T2) Atas pembayaran honorarium kepada Jason Pasaaribu (T4)

Pemotongan PPh Pasal 21

Membuat bukti pemotongan PPh Pasal 21 final dan non final

Menyetorkan PPh Pasal 21 yang dipotong dengan SSP

Melaporkan dalam SPT Masa PPh Pasal 21/26

Melengkapi SPT Masa PPh Pasal 21/26 dengan lampiran: Bukti Pemotongan Daftar Bukti Pemotongan SSP

53

Desember 2011 (T1.Bendahara Mahir Pajak Pembuatan SSP PPh Pasal 21 Masa Pajak Desember 2011 yang disetor sendiri oleh Bendahara Pengisian formulir T1. dan T4 Atas Pembayaran gaji bulan Maret s. T3. T2) Atas pembayaran honorarium kepada Jason Pasaaribu (T4) Pemotongan PPh Pasal 21 Membuat bukti pemotongan PPh Pasal 21 final dan non final Menyetorkan PPh Pasal 21 yang dipotong dengan SSP Melaporkan dalam SPT Masa PPh Pasal 21/26 Melengkapi SPT Masa PPh Pasal 21/26 dengan lampiran: Bukti Pemotongan Daftar Bukti Pemotongan SSP 54 . T2.d.

T2) Atas pembayaran honorarium kepada Jason Pasaaribu (T4) Pemotongan PPh Pasal 21 Membuat bukti pemotongan PPh Pasal 21 final dan non final Menyetorkan PPh Pasal 21 yang dipotong dengan SSP Melaporkan dalam SPT Masa PPh Pasal 21/26 Melengkapi SPT Masa PPh Pasal 21/26 dengan lampiran: Bukti Pemotongan Daftar Bukti Pemotongan SSP 55 .d. Desember 2011 (T1. T2. dan T4 Atas Pembayaran gaji bulan Maret s. T3.Bendahara Mahir Pajak Pengisian formulir Pembuatan SSP PPh Pasal 21 DTP Masa Pajak Desember 2011 T1.

Desember 2011 (T1. dan T4 Atas Pembayaran gaji bulan Maret s.Bendahara Mahir Pajak Pembuatan Bukti Pemotongan Pengisian formulir T1.d. T2) Atas pembayaran honorarium kepada Jason Pasaaribu (T4) Pemotongan PPh Pasal 21 Membuat bukti pemotongan PPh Pasal 21 final dan non final Menyetorkan PPh Pasal 21 yang dipotong dengan SSP Melaporkan dalam SPT Masa PPh Pasal 21/26 Melengkapi SPT Masa PPh Pasal 21/26 dengan lampiran: Bukti Pemotongan Daftar Bukti Pemotongan SSP 56 . T3. T2.

dan T4 Atas Pembayaran gaji bulan Maret s.Bendahara Mahir Pajak Pengisian formulir T1. Desember 2011 (T1.d. T2. T3. T2) Atas pembayaran honorarium kepada Jason Pasaaribu (T4) Pemotongan PPh Pasal 21 Membuat bukti pemotongan PPh Pasal 21 final dan non final Menyetorkan PPh Pasal 21 yang dipotong dengan SSP Melaporkan dalam SPT Masa PPh Pasal 21/26 Melengkapi SPT Masa PPh Pasal 21/26 dengan lampiran: Bukti Pemotongan Daftar Bukti Pemotongan SSP 57 .

Bendahara Mahir Pajak Pengisian formulir T1. T2) Atas pembayaran honorarium kepada Jason Pasaaribu (T4) Pemotongan PPh Pasal 21 Membuat bukti pemotongan PPh Pasal 21 final dan non final Menyetorkan PPh Pasal 21 yang dipotong dengan SSP Melaporkan dalam SPT Masa PPh Pasal 21/26 Melengkapi SPT Masa PPh Pasal 21/26 dengan lampiran: Bukti Pemotongan Daftar Bukti Pemotongan SSP 58 . dan T4 Atas Pembayaran gaji bulan Maret s. Desember 2011 (T1. T3. T2.d.

dan T4 Atas Pembayaran gaji bulan Maret s.d. T2) Atas pembayaran honorarium kepada Jason Pasaaribu (T4) Pemotongan PPh Pasal 21 Membuat bukti pemotongan PPh Pasal 21 final dan non final Menyetorkan PPh Pasal 21 yang dipotong dengan SSP Melaporkan dalam SPT Masa PPh Pasal 21/26 Melengkapi SPT Masa PPh Pasal 21/26 dengan lampiran: Bukti Pemotongan Daftar Bukti Pemotongan SSP 59 .Bendahara Mahir Pajak Pengisian formulir T1. T3. T2. Desember 2011 (T1.

Bendahara Mahir Pajak Pengisian formulir T1. Desember 2011 (T1.d. T2. dan T4 Atas Pembayaran gaji bulan Maret s. T2) Atas pembayaran honorarium kepada Jason Pasaaribu (T4) Pemotongan PPh Pasal 21 Membuat bukti pemotongan PPh Pasal 21 final dan non final Menyetorkan PPh Pasal 21 yang dipotong dengan SSP Melaporkan dalam SPT Masa PPh Pasal 21/26 Melengkapi SPT Masa PPh Pasal 21/26 dengan lampiran: Bukti Pemotongan Daftar Bukti Pemotongan SSP 60 . T3.

600.000) Pemungutan PPN Membuat bukti pemungutan PPh Pasal 22 berupa SSP Validasi faktur pajak dan pengisian SSP Menyetorkan PPh Pasal 22 / PPN yang dipotong dengan SSP Melaporkan PPh Pasal 22 yang dipungut dalam SPT Masa PPh Pasal 22 Melaporkan PPN yang dipungut dalam SPT Masa PPN 61 .Bendahara Mahir Pajak B.5% x Rp2.000 kepada tuan Joko Pembuatan SSP PPh Pasal 22 Pemungutan PPh Pasal 22 (1. Pengisian formulir untuk T5-2 Pengisian formulir T5-2 Pembelian ATK dan buku pelajaran Rp2.600. dan Jasa 1. Belanja Barang. Modal.

000 kepada tuan Joko Pemungutan PPh Pasal 22 Pemungutan PPN (10%xRp1.100.500.000 dan buku pelajaran Rp1.100.Bendahara Mahir Pajak Pembuatan SSP PPN Pengisian formulir T5-2 Pembelian ATK Rp1.000) Membuat bukti pemungutan PPh Pasal 22 berupa SSP Validasi faktur pajak dan pengisian SSP Menyetorkan PPh Pasal 22 / PPN yang dipotong dengan SSP Melaporkan PPh Pasal 22 yang dipungut dalam SPT Masa PPh Pasal 22 Melaporkan PPN yang dipungut dalam SPT Masa PPN 62 .

000) Pemungutan PPN (10%xRp1.000 dan buku pelajaran Rp1.500.000 kepada tuan Joko Pemungutan PPh Pasal 22 T5-2 T5-2 Pemungutan PPh Pasal 22 Pemungutan PPN (10%xRp1.100.500.100.100.Bendahara Mahir Pajak Pengisian formulir Faktur Pajak Faktur Pajak Pengisian formulir Pembelian ATK Rp1.000 dan buku pelajaran Rp1.100.000) Membuat bukti pemungutan PPh Pasal 22 berupa bukti MembuatSSP pemungutan PPh Pasal 22 berupa SSP Validasi faktur pajak dan pengisian SSP Validasi faktur pajak dan pengisian SSP Menyetorkan PPh Pasal 22 / PPN yang dipotong dengan SSP Menyetorkan PPh Pasal 22 / PPN yang dipotong dengan SSP Melaporkan PPh Pasal 22 yang dipungut dalam SPT Masa PPh Pasal 22 Melaporkan PPh Pasal 22 yang dipungut dalam SPT Masa PPh Pasal 22 Melaporkan PPN yang dipungut dalam SPT Masa PPN Melaporkan PPN yang dipungut dalam SPT Masa PPN 63 .000 Pembelian ATK kepada tuan Joko Rp1.

000) Validasi faktur pajak dan pengisian SSP Melaporkan PPN yang dipungut dalam SPT Masa PPN 64 .500. pakaian seragam Rp3.000.000.000.000.00.00 kepada tuan Bagus.00. formulir dan kertas Rp2.000.000.000 + Rp2. sumber dana dari BOS Pemungutan PPN (10%x(Rp3.Bendahara Mahir Pajak 2. Pengisian formulir untuk T5-4 Pembuatan SSP PPN Pengisian formulir T5-4 Pembelian buku pelajaran umum Rp2.000.

000. sumber dana dari BOS Pemungutan PPN (10%x(Rp3. pakaian seragam Rp3.000.000.000.00.000.500.000) Validasi faktur pajak dan pengisian SSP Melaporkan PPN yang dipungut dalam SPT Masa PPN 65 .000.00.000.Bendahara Mahir Pajak Faktur Pajak Pengisian formulir T5-4 Pembelian buku pelajaran umum Rp2. formulir dan kertas Rp2.000 + Rp2.00 kepada tuan Bagus.

Pengisian formulir untuk T6 Pembuatan SSP PPh Pasal 22 Pengisian formulir T6 Pembelian 4 printer kepada CV Susanto Rp20.000.000 Pemungutan PPh Pasal 22 Pemungutan PPN (10%xRp20.000) Membuat bukti pemungutan PPh Pasal 22 berupa SSP Pengecekan keabsahan faktur pajak dan pengisian SSP Menyetorkan PPh Pasal 22 / PPN yang dipotong dengan SSP Melaporkan PPh Pasal 22 yang dipungut dalam SPT Masa PPh Pasal 22 Melaporkan PPN yang dipungut dalam SPT Masa PPN 66 .000.Bendahara Mahir Pajak 3.

Bendahara Mahir Pajak Pengisian formulir Pengisian formulir T6 T6 4 printer Pembelian Pembuatan SSP PPN Pembuatan SSP PPN kepada CV Susanto Pembelian 4 printer Rp20.000.000.000) Pemungutan PPN (10%xRp20.000.000.000 kepada CV Susanto Rp20.000) Membuat bukti pemungutan PPh Pasal 22 Membuat bukti berupa SSP pemungutan PPh Pasal 22 berupa SSP Pengecekan keabsahan faktur pajak dan pengisian Pengecekan keabsahan SSP faktur pajak dan pengisian SSP Menyetorkan PPh Pasal 22 / PPN yang dipotong Menyetorkan PPh Pasal 22 dengan SSP / PPN yang dipotong dengan SSP Melaporkan PPh Pasal 22 yang dipungut dalam SPT Melaporkan PPh Pasal 22 Masa PPh Pasal 22 yang dipungut dalam SPT Masa PPh Pasal 22 Melaporkan PPN yang dipungut dalam SPT Masa Melaporkan PPN yang PPN dipungut dalam SPT Masa PPN 67 .000 Pemungutan PPh Pasal 22 Pemungutan PPh Pasal 22 Pemungutan PPN (10%xRp20.

000) Membuat bukti pemungutan PPh Pasal 22 berupa SSP Pengecekan keabsahan faktur pajak dan pengisian SSP Menyetorkan PPh Pasal 22 / PPN yang dipotong dengan SSP Melaporkan PPh Pasal 22 yang dipungut dalam SPT Masa PPh Pasal 22 Melaporkan PPN yang dipungut dalam SPT Masa PPN 68 .000 Pemungutan PPh Pasal 22 Pemungutan PPN (10%xRp20.Bendahara Mahir Pajak Faktur Pajak Pengisian formulir T6 Pembelian 4 printer kepada CV Susanto Rp20.000.000.

000.000.000) Membuat bukti pemungutan PPh Pasal 22 berupa SSP Pengecekan keabsahan faktur pajak dan pengisian SSP Menyetorkan PPh Pasal 22 / PPN yang dipotong dengan SSP Melaporkan PPh Pasal 22 yang dipungut dalam SPT Masa PPh Pasal 22 Melaporkan PPN yang dipungut dalam SPT Masa PPN 69 .5%x100/110x Rp 11. Pengisian formulir untuk T7 Pembuatan SSP PPh Pasal 22 Pemungutan PPh Pasal 22 (1.00 (sudah termasuk PPN) 4.000.000.000) Pemungutan PPN (10/110xRp11.Bendahara Mahir Pajak Pengisian formulir T7 Pembelian komputer kepada CV Wijaya Rp11.

000.000.5%x100/110x Rp 11.00 (sudah termasuk PPN) Pemungutan PPh Pasal 22 (1.000.000) Membuat bukti pemungutan PPh Pasal 22 berupa SSP Pengecekan keabsahan faktur pajak dan pengisian SSP Menyetorkan PPh Pasal 22 / PPN yang dipotong dengan SSP Melaporkan PPh Pasal 22 yang dipungut dalam SPT Masa PPh Pasal 22 Melaporkan PPN yang dipungut dalam SPT Masa PPN 70 .Bendahara Mahir Pajak Pembuatan SSP PPN Pengisian formulir T7 Pembelian komputer kepada CV Wijaya Rp11.000.000) Pemungutan PPN (10/110 x Rp11.

000.000) Pemungutan PPN (10/110 x Rp11.5%x100/110x Rp 11.00 (sudah termasuk PPN) Pemungutan PPh Pasal 22 (1.000) Membuat bukti pemungutan PPh Pasal 22 berupa SSP Pengecekan keabsahan faktur pajak dan pengisian SSP Menyetorkan PPh Pasal 22 / PPN yang dipotong dengan SSP Melaporkan PPh Pasal 22 yang dipungut dalam SPT Masa PPh Pasal 22 Melaporkan PPN yang dipungut dalam SPT Masa PPN 71 .000.000.Bendahara Mahir Pajak Pengisian formulir Faktur Pajak T7 Pembelian komputer kepada CV Wijaya Rp11.000.

printer. T6 dan T7 Pengisian formulir T5.Bendahara Mahir Pajak Pengisian SPT Masa PPh Pasal 22 untuk T5. T6 dan T7 Pembelian ATK. komputer Pemungutan PPh Pasal 22 Pemungutan PPN Membuat bukti pemungutan PPh Pasal 22 berupa SSP Validasi faktur pajak dan pengisian SSP Menyetorkan PPh Pasal 22 / PPN yang dipotong dengan SSP Melaporkan PPh Pasal 22 yang dipungut dalam SPT Masa PPh Pasal 22 Melaporkan PPN yang dipungut dalam SPT Masa PPN 72 . buku pelajaran.

buku pelajaran. T6 dan T7 Pembelian ATK.Bendahara Mahir Pajak Pengisian formulir Lampiran SPT Masa PPh Pasal 22 Masa Pajak Februari 2011 T5. komputer Pemungutan PPh Pasal 22 Pemungutan PPN Membuat bukti pemungutan PPh Pasal 22 berupa SSP Validasi faktur pajak dan pengisian SSP Menyetorkan PPh Pasal 22 / PPN yang dipotong dengan SSP Melaporkan PPh Pasal 22 yang dipungut dalam SPT Masa PPh Pasal 22 Melaporkan PPN yang dipungut dalam SPT Masa PPN Melengkapi SPT Masa PPh Pasal 22 dengan lampiran: Daftar Bukti Pemungutan SSP 73 . printer.

Bendahara Mahir Pajak

Pengisian SPT Masa PPN Bagi Pemungut PPN

Pengisian formulir

T5, T6 dan T7
Pembelian ATK, buku pelajaran, printer, komputer

Pemungutan PPh Pasal 22

Pemungutan PPN

Membuat bukti pemungutan PPh Pasal 22 berupa SSP

Validasi faktur pajak dan pengisian SSP

Menyetorkan PPh Pasal 22 / PPN yang dipotong dengan SSP

Melaporkan PPh Pasal 22 yang dipungut dalam SPT Masa PPh Pasal 22

Melaporkan PPN yang dipungut dalam SPT Masa PPN

74

Bendahara Mahir Pajak

75

Bendahara Mahir Pajak

5. Pengisian formulir untuk T8
Pembuatan Bukti Pemotongan PPh Final Pasal 4 ayat (2)

Pengisian formulir

T8
Pembangunan gedung pelaksana PT Jaya Karya, perencana konstruksi Tuan Zaky, nilai kontrak Rp5.000.000.000 Pembayaran 21/6 2011 Pelaksana konstruksi Rp1.500.000.000 Pembayaran 6/6 2011 perencana konstruksi Rp50.000.000

Pemotongan PPh Pasal 4 ayat (2) pelaksana konstruksi (3%xRp1.500.000.000)

Pemungutan PPN

Membuat bukti pemotongan PPh Pasal 4 (2)

Pengecekan keabsahan faktur pajak dan pengisian SSP

Menyetorkan PPh Pasal 4 (2)2 / PPN yang dipotong dengan SSP

Melaporkan PPh Pasal 4(2)/PPN yang dipotong/dipungut dalam SPT Masa PPh Pasal 4(2)/SPT Masa PPN

76

000 Pemotongan PPh Pasal 4 ayat (2) perencana konstruksi (4%xRp50.000) Pemungutan PPN Membuat bukti pemotongan PPh Pasal 4 (2) Pengecekan keabsahan faktur pajak dan pengisian SSP Menyetorkan PPh Pasal 4 (2)2 / PPN yang dipotong dengan SSP Melaporkan PPh Pasal 4(2)/PPN yang dipotong/dipungut dalam SPT Masa PPh Pasal 4(2)/SPT Masa PPN 77 . nilai kontrak Rp5.000.000.000 Pembayaran 21/6 2011 Pelaksana konstruksi Rp1.500.000. perencana konstruksi Tuan Zaky.000.000 Pembayaran 6/6 2011 perencana konstruksi Rp50.000.Bendahara Mahir Pajak Pengisian formulir T8 Pembangunan gedung pelaksana PT Jaya Karya.

Bendahara Mahir Pajak Pembuatan SSP PPh Final Pasal 4 ayat (2) Masa Pajak Juni 2011 Pengisian formulir T8 Pembangunan gedung pelaksana PT Jaya Karya.000 + Rp2. nilai kontrak Rp5.000. perencana konstruksi Tuan Zaky.000 Pemotongan PPh Pasal 4 ayat (2) Pemungutan PPN Membuat bukti pemotongan PPh Pasal 4 (2) Pengecekan keabsahan faktur pajak dan pengisian SSP Menyetorkan PPh Pasal 4 (2) / PPN yang dipotong dengan SSP (Rp45.000.000.000) Melaporkan PPh Pasal 4(2) yang dipungut dalam SPT Masa PPh Pasal 4(2) Melaporkan PPN yang dipungut dalam SPT Masa PPN 78 .000.

Bendahara Mahir Pajak Pengisian formulir T8 Pembangunan gedung pelaksana PT Jaya Karya. nilai kontrak Rp5.000 Pengisian SPT Masa PPh Final Pasal 4 ayat (2) Masa Pajak Juni 2011 Pemotongan PPh Pasal 4 ayat (2) Pemungutan PPN Membuat bukti pemotongan PPh Pasal 4 (2) Pengecekan keabsahan faktur pajak dan pengisian SSP Menyetorkan PPh Pasal 4 (2)2 / PPN yang dipotong dengan SSP Melaporkan PPh Pasal 4(2) yang dipotong dalam SPT Masa PPh Pasal 4(2) Melaporkan PPN yang dipungut dalam SPT Masa PPN 79 .000.000. perencana konstruksi Tuan Zaky.

Bendahara Mahir Pajak Daftar Bukti Pemotongan PPh Final Pasal 4 ayat (2) Pengisian formulir T8 Pembangunan gedung pelaksana PT Jaya Karya.000 Pemotongan PPh Pasal 4 ayat (2) Pemungutan PPN Membuat bukti pemotongan PPh Pasal 4 (2) Pengecekan keabsahan faktur pajak dan pengisian SSP Menyetorkan PPh Pasal 4 (2)2 / PPN yang dipotong dengan SSP Melaporkan PPh Pasal 4(2) yang dipotong dalam SPT Masa PPh Pasal 4(2) Melaporkan PPN yang dipungut dalam SPT Masa PPN 80 . perencana konstruksi Tuan Zaky.000.000. nilai kontrak Rp5.

000.000.000 Pemotongan PPh Pasal 4 ayat (2) Pemungutan PPN Membuat bukti pemotongan PPh Pasal 4 (2) Pengecekan keabsahan faktur pajak dan pengisian SSP Menyetorkan PPh Pasal 4 (2)2 / PPN yang dipotong dengan SSP Melaporkan PPh Pasal 4(2) yang dipotong dalam SPT Masa PPh Pasal 4(2) Melaporkan PPN yang dipungut dalam SPT Masa PPN 81 . perencana konstruksi Tuan Zaky.Bendahara Mahir Pajak Pengisian formulir Faktur Pajak T8 Pembangunan gedung pelaksana PT Jaya Karya. nilai kontrak Rp5.

Bendahara Mahir Pajak Pengisian formulir T8 Pembangunan gedung pelaksana PT Jaya Karya.000 Pemotongan PPh Pasal 4 ayat (2) Pemungutan PPN Membuat bukti pemotongan PPh Pasal 4 (2) Pengecekan keabsahan faktur pajak dan pengisian SSP Menyetorkan PPh Pasal 4 (2)2 / PPN yang dipotong dengan SSP Melaporkan PPh Pasal 4(2) yang dipotong dalam SPT Masa PPh Pasal 4(2) Melaporkan PPN yang dipungut dalam SPT Masa PPN 82 .000.000. nilai kontrak Rp5. perencana konstruksi Tuan Zaky.

nilai kontrak Rp5.Bendahara Mahir Pajak Pengisian formulir Pembuatan SSP PPN T8 Pembangunan gedung pelaksana PT Jaya Karya.000 Pemotongan PPh Pasal 4 ayat (2) Pemungutan PPN Membuat bukti pemotongan PPh Pasal 4 (2) Pengecekan keabsahan faktur pajak dan pengisian SSP Menyetorkan PPh Pasal 4 (2)2 / PPN yang dipotong dengan SSP Melaporkan PPh Pasal 4(2) yang dipotong dalam SPT Masa PPh Pasal 4(2) Melaporkan PPN yang dipungut dalam SPT Masa PPN 83 . perencana konstruksi Tuan Zaky.000.000.

nilai kontrak Rp5.000.000 Pemotongan PPh Pasal 4 ayat (2) Pemungutan PPN Membuat bukti pemotongan PPh Pasal 4 (2) Pengecekan keabsahan faktur pajak dan pengisian SSP Menyetorkan PPh Pasal 4 (2)2 / PPN yang dipotong dengan SSP Melaporkan PPh Pasal 4(2) yang dipotong dalam SPT Masa PPh Pasal 4(2) Melaporkan PPN yang dipungut dalam SPT Masa PPN 84 .Bendahara Mahir Pajak Pengisian formulir T8 Pembangunan gedung pelaksana PT Jaya Karya.000. perencana konstruksi Tuan Zaky.

000 Pengisian SPT Masa PPN Bagi Pemungut PPN Masa Pajak Juni 2011 Pemotongan PPh Pasal 4 ayat (2) Pemungutan PPN Membuat bukti pemotongan PPh Pasal 4 (2) Pengecekan keabsahan faktur pajak dan pengisian SSP Menyetorkan PPh Pasal 4 (2)2 / PPN yang dipotong dengan SSP Melaporkan PPh Pasal 4(2) yang dipotong dalam SPT Masa PPh Pasal 4(2) Melaporkan PPN yang dipungut dalam SPT Masa PPN 85 .Bendahara Mahir Pajak Pengisian formulir T8 Pembangunan gedung pelaksana PT Jaya Karya. nilai kontrak Rp5.000.000. perencana konstruksi Tuan Zaky.

Bendahara Mahir Pajak 86 .

000 dan ibu Mega 1. Pengisian formulir untuk T9 Pembuatan SSP PPh Final Pasal 4 ayat (2) Pemotongan PPh Pasal 4 ayat (2) Nasrun (800m x Rp400.Bendahara Mahir Pajak Pengisian formulir T9 Pembebasan tanah atas nama Nasrun 800m x Rp400.000 x 5%) Menyetorkan PPh Pasal 4 (2)2 dengan SSP Melaporkan PPh Pasal 4(2) yang dipotong dalam SPT Masa PPh Pasal 4(2) 87 .200m x Rp400.000 6.

000 dan ibu Mega 1.200m x Rp400.Bendahara Mahir Pajak Pengisian formulir T9 Pembebasan tanah atas nama Nasrun 800m x Rp400.000 x 5%) Menyetorkan PPh Pasal 4 (2)2 dengan SSP Melaporkan PPh Pasal 4(2) yang dipotong dalam SPT Masa PPh Pasal 4(2) 88 .200m x Rp400.000 Pemotongan PPh Pasal 4 ayat (2) Mega (1.

000 Pemotongan PPh Pasal 4 ayat (2) Menyetorkan PPh Pasal 4 (2)2 dengan SSP Melaporkan PPh Pasal 4(2) yang dipotong dalam SPT Masa PPh Pasal 4(2) 89 .Bendahara Mahir Pajak Pengisian SPT Masa PPh Final Pasal 4 ayat (2) Pengisian formulir T9 Pembebasan tanah atas nama Nasrun 800m x Rp400.200m x Rp400.000 dan ibu Mega 1.

Bendahara Mahir Pajak

7. Pengisian formulir untuk T11
Pembuatan bukti pemotongan PPh Pasal 23

Pengisian formulir

T11
Pembayaran jasa catering Rp3.500.000 kepada CV Sedap

Pemotongan PPh Pasal 23 (2% x Rp3.500.000)

Membuat bukti pemotongan PPh Pasal 23

Menyetorkan PPh Pasal 23 dengan SSP

Melaporkan PPh Pasal 23 yang dipotong dalam SPT Masa PPh Pasal 23/26

90

Bendahara Mahir Pajak

Pembuatan SSP PPh Pasal 23
Pengisian formulir

T11
Pembayaran jasa catering Rp3.500.000 kepada CV Sedap

Pemotongan PPh Pasal 23 (2% x Rp3.500.000)

Membuat bukti pemotongan PPh Pasal 23

Menyetorkan PPh Pasal 23 dengan SSP

Melaporkan PPh Pasal 23 yang dipotong dalam SPT Masa PPh Pasal 23/26

91

Bendahara Mahir Pajak

Pengisian SPT Masa PPh Pasal 23
Pengisian formulir

T11
Pembayaran jasa catering Rp3.500.000 kepada CV Sedap

Pemotongan PPh Pasal 23 (2% x Rp3.500.000)

Membuat bukti pemotongan PPh Pasal 23

Menyetorkan PPh Pasal 23 dengan SSP

Melaporkan PPh Pasal 23 yang dipotong dalam SPT Masa PPh Pasal 23/26

92

500.000 kepada CV Sedap Pemotongan PPh Pasal 23 (2% x Rp3.Bendahara Mahir Pajak Pengisian formulir T11 Pembayaran jasa catering Rp3.000) Membuat bukti pemotongan PPh Pasal 23 Menyetorkan PPh Pasal 23 dengan SSP Melaporkan PPh Pasal 23 yang dipotong dalam SPT Masa PPh Pasal 23/26 93 .500.

000) Membuat bukti pemotongan PPh Pasal 23 Pengecekan keabsahan faktur pajak Menyetorkan PPh Pasal 22/23/PPN dengan SSP Melaporkan PPh Pasal 22/23/PPN yang dipotong/dipungut dalam SPT Masa PPh Pasal 22/23/PPN 94 .5% x Rp10.000) Pemungutan PPh Pasal 22 atas biaya bahan tambahan (1.000. Pengisian formulir untuk T12 Pembuatan SSP PPh Pasal 22 Pengisian formulir T12 Dinas Pendidikan Boyolali membuat kontrak pembuatan baju seragam dengan PT Garmindo.Bendahara Mahir Pajak 8.000. Biaya pengerjaan Rp60.000. biaya bahan tambahan Rp10. spesifikasi ditentukan dinas pendidikan.000.000.000 Pemotongan PPh Pasal 23 atas jasa maklon (2% x Rp60.

biaya bahan tambahan Rp10.Bendahara Mahir Pajak Pengisian formulir T12 Dinas Pendidikan Boyolali membuat kontrak pembuatan baju seragam dengan PT Garmindo. Biaya pengerjaan Rp60. spesifikasi ditentukan dinas pendidikan.000.000) Membuat bukti pemotongan PPh Pasal 23 Pengecekan keabsahan faktur pajak Menyetorkan PPh Pasal 22/23/PPN dengan SSP Melaporkan PPh Pasal 22/23/PPN yang dipotong/dipungut dalam SPT Masa PPh Pasal 22/23/PPN 95 .000.000.000) Pemungutan PPh Pasal 22 atas biaya bahan tambahan (1.000.000 Pengisian SPT Masa PPh Pasal 22 Pemotongan PPh Pasal 23 atas jasa maklon (2% x Rp60.000.5% x Rp10.

Bendahara Mahir Pajak Pengisian formulir T12 Dinas Pendidikan Boyolali membuat kontrak pembuatan baju seragam dengan PT Garmindo.000) Membuat bukti pemotongan PPh Pasal 23 Pengecekan keabsahan faktur pajak Menyetorkan PPh Pasal 22/23/PPN dengan SSP Melaporkan PPh Pasal 22/23/PPN yang dipotong/dipungut dalam SPT Masa PPh Pasal 22/23/PPN 96 .5% x Rp10.000 Pemotongan PPh Pasal 23 atas jasa maklon (2% x Rp60. biaya bahan tambahan Rp10.000.000.000) Pemungutan PPh Pasal 22 atas biaya bahan tambahan (1.000.000. Biaya pengerjaan Rp60. spesifikasi ditentukan dinas pendidikan.000.

000. spesifikasi ditentukan dinas pendidikan.000.000.Bendahara Mahir Pajak Pengisian formulir Pembuatan bukti pemotongan PPh Pasal 23 T12 Dinas Pendidikan Boyolali membuat kontrak pembuatan baju seragam dengan PT Garmindo. Biaya pengerjaan Rp60. biaya bahan tambahan Rp10.000) Pemungutan PPh Pasal 22 atas biaya bahan tambahan Membuat bukti pemotongan PPh Pasal 23 Pengecekan keabsahan faktur pajak Menyetorkan PPh Pasal 22/23/PPN dengan SSP Melaporkan PPh Pasal 22/23/PPN yang dipotong/dipungut dalam SPT Masa PPh Pasal 22/23/PPN 97 .000 Pemotongan PPh Pasal 23 atas jasa maklon (2% x Rp60.000.

000) Pemungutan PPh Pasal 22 atas biaya bahan tambahan Membuat bukti pemotongan PPh Pasal 23 Pengecekan keabsahan faktur pajak Menyetorkan PPh Pasal 22/23/PPN dengan SSP Melaporkan PPh Pasal 22/23/PPN yang dipotong/dipungut dalam SPT Masa PPh Pasal 22/23/PPN 98 .000.000 Pemotongan PPh Pasal 23 atas jasa maklon (2% x Rp60. biaya bahan tambahan Rp10.000.000.Bendahara Mahir Pajak Pembuatan SSP PPh Pasal 23 Pengisian formulir T12 Dinas Pendidikan Boyolali membuat kontrak pembuatan baju seragam dengan PT Garmindo. Biaya pengerjaan Rp60.000. spesifikasi ditentukan dinas pendidikan.

000) Pemungutan PPh Pasal 22 atas biaya bahan tambahan Membuat bukti pemotongan PPh Pasal 23 Pengecekan keabsahan faktur pajak Menyetorkan PPh Pasal 22/23/PPN dengan SSP Melaporkan PPh Pasal 22/23/PPN yang dipotong/dipungut dalam SPT Masa PPh Pasal 22/23/PPN 99 .000. biaya bahan tambahan Rp10. Biaya pengerjaan Rp60.Bendahara Mahir Pajak Pengisian SPT Masa PPh Pasal 23 Pengisian formulir T12 Dinas Pendidikan Boyolali membuat kontrak pembuatan baju seragam dengan PT Garmindo.000.000.000 Pemotongan PPh Pasal 23 atas jasa maklon (2% x Rp60. spesifikasi ditentukan dinas pendidikan.000.

000 Pemotongan PPh Pasal 23 atas jasa maklon (2% x Rp60.000.000.000.000) Pemungutan PPh Pasal 22 atas biaya bahan tambahan Membuat bukti pemotongan PPh Pasal 23 Pengecekan keabsahan faktur pajak Menyetorkan PPh Pasal 22/23/PPN dengan SSP Melaporkan PPh Pasal 22/23/PPN yang dipotong/dipungut dalam SPT Masa PPh Pasal 22/23/PPN 100 .000. Biaya pengerjaan Rp60. spesifikasi ditentukan dinas pendidikan.Bendahara Mahir Pajak Pengisian formulir T12 Dinas Pendidikan Boyolali membuat kontrak pembuatan baju seragam dengan PT Garmindo. biaya bahan tambahan Rp10.

000 Pemotongan PPh Pasal 23 atas jasa maklon (2% x Rp60. spesifikasi ditentukan dinas pendidikan. biaya bahan tambahan Rp10.000.000.000.000.Bendahara Mahir Pajak Pengisian formulir Faktur Pajak T12 Dinas Pendidikan Boyolali membuat kontrak pembuatan baju seragam dengan PT Garmindo.000) Pemungutan PPh Pasal 22 atas biaya bahan tambahan Membuat bukti pemotongan PPh Pasal 23 Pengecekan keabsahan faktur pajak Menyetorkan PPh Pasal 22/23/PPN dengan SSP Melaporkan PPh Pasal 22/23/PPN yang dipotong/dipungut dalam SPT Masa PPh Pasal 22/23/PPN 101 . Biaya pengerjaan Rp60.

000) Pemungutan PPh Pasal 22 atas biaya bahan tambahan Membuat bukti pemotongan PPh Pasal 23 Pengecekan keabsahan faktur pajak Menyetorkan PPh Pasal 22/23/PPN dengan SSP Melaporkan PPh Pasal 22/23/PPN yang dipotong/dipungut dalam SPT Masa PPh Pasal 22/23/PPN 102 . spesifikasi ditentukan dinas pendidikan.Bendahara Mahir Pajak Pengisian SSP PPN Pengisian formulir T12 Dinas Pendidikan Boyolali membuat kontrak pembuatan baju seragam dengan PT Garmindo.000.000 Pemotongan PPh Pasal 23 atas jasa maklon (2% x Rp60. Biaya pengerjaan Rp60.000.000.000. biaya bahan tambahan Rp10.

Bendahara Mahir Pajak Pengisian formulir Pengisian SPT Masa PPN T12 Dinas Pendidikan Boyolali membuat kontrak pembuatan baju seragam dengan PT Garmindo.000 Pemotongan PPh Pasal 23 atas jasa maklon (2% x Rp60. Biaya pengerjaan Rp60. biaya bahan tambahan Rp10.000) Pemungutan PPh Pasal 22 atas biaya bahan tambahan Membuat bukti pemotongan PPh Pasal 23 Pengecekan keabsahan faktur pajak Menyetorkan PPh Pasal 22/23/PPN dengan SSP Melaporkan PPh Pasal 22/23/PPN yang dipotong/dipungut dalam SPT Masa PPh Pasal 22/23/PPN 103 .000.000. spesifikasi ditentukan dinas pendidikan.000.000.

Bendahara Mahir Pajak 104 .

Bendahara Mahir Pajak Pengisian formulir T13 Bendaharan dinas tata ruang Manado menyewa rukan Rp50.000.000.000) Membuat bukti pemotongan PPh Pasal 4 (2) Pengecekan keabsahan faktur pajak Menyetorkan PPh Pasal 4 (2) / PPN dengan SSP Melaporkan PPh Pasal 4 (2) yang dipotong/dipungut dalam SPT Masa PPh Pasal 4 (2) / PPN 105 .000. 9.000 kepada PT Maju Hidayat.000 dan service charge Rp12. Pengisian formulir untuk T13 Pembuatan bukti pemotongan PPh Final Pasal 4 ayat (2) Pemotongan PPh Pasal 4 ayat (2) (10% x Rp62.

000) Membuat bukti pemotongan PPh Pasal 4 (2) Pengecekan keabsahan faktur pajak Menyetorkan PPh Pasal 4 (2) / PPN dengan SSP Melaporkan PPh Pasal 4 (2) yang dipotong/dipungut dalam SPT Masa PPh Pasal 4 (2) / PPN 106 .Bendahara Mahir Pajak Pengisian SSP PPh Final Pasal 4 ayat (2) Pengisian formulir T13 Bendaharan dinas tata ruang Manado menyewa rukan Rp50.000.000.000.000 dan service charge Rp12. Pemotongan PPh Pasal 4 ayat (2) (10% x Rp62.000 kepada PT Maju Hidayat.

000 kepada PT Maju Hidayat. Pemotongan PPh Pasal 4 ayat (2) (10% x Rp62 000.Bendahara Mahir Pajak Pengisian formulir Pengisian SPT Masa PPh Final Pasal 4 ayat (2) T13 Bendaharan dinas tata ruang Manado menyewa rukan Rp50.000.000 dan service charge Rp12.000) Membuat bukti pemotongan PPh Pasal 4 (2) Pengecekan keabsahan faktur pajak Menyetorkan PPh Pasal 4 (2) / PPN dengan SSP Melaporkan PPh Pasal 4 (2) yang dipotong/dipungut dalam SPT Masa PPh Pasal 4 (2) / PPN 107 .000.

000 dan service charge Rp12.000 kepada PT Maju Hidayat.000.Bendahara Mahir Pajak Pengisian formulir T13 Bendaharan dinas tata ruang Manado menyewa rukan Rp50.000) Membuat bukti pemotongan PPh Pasal 4 (2) Pengecekan keabsahan faktur pajak Menyetorkan PPh Pasal 4 (2) / PPN dengan SSP Melaporkan PPh Pasal 4 (2) yang dipotong/dipungut dalam SPT Masa PPh Pasal 4 (2) / PPN 108 .000.000. Pemotongan PPh Pasal 4 ayat (2) (10% x Rp62.

000 kepada PT Maju Hidayat.000.000 dan service charge Rp12.Bendahara Mahir Pajak Pengisian formulir Faktur Pajak T13 Bendaharan dinas tata ruang Manado menyewa rukan Rp50.000) Membuat bukti pemotongan PPh Pasal 4 (2) Pengecekan keabsahan faktur pajak Menyetorkan PPh Pasal 4 (2) / PPN dengan SSP Melaporkan PPh Pasal 4 (2) yang dipotong/dipungut dalam SPT Masa PPh Pasal 4 (2) / PPN 109 .000.000. Pemotongan PPh Pasal 4 ayat (2) (10% x Rp62.

000.Bendahara Mahir Pajak Pembuatan SSP PPN Pengisian formulir T13 Bendaharan dinas tata ruang Manado menyewa rukan Rp50.000.000. Pemotongan PPh Pasal 4 ayat (2) (10% x Rp62.000) Membuat bukti pemotongan PPh Pasal 4 (2) Pengecekan keabsahan faktur pajak Menyetorkan PPh Pasal 4 (2) / PPN dengan SSP Melaporkan PPh Pasal 4 (2) yang dipotong/dipungut dalam SPT Masa PPh Pasal 4 (2) / PPN 110 .000 dan service charge Rp12.000 kepada PT Maju Hidayat.

Pemotongan PPh Pasal 4 ayat (2) (10% x Rp62.Bendahara Mahir Pajak Pengisian formulir Pengisian SPT Masa PPN T13 Bendaharan dinas tata ruang Manado menyewa rukan Rp50.000.000.000.000) Membuat bukti pemotongan PPh Pasal 4 (2) Pengecekan keabsahan faktur pajak Menyetorkan PPh Pasal 4 (2) / PPN dengan SSP Melaporkan PPh Pasal 4 (2) yang dipotong/dipungut dalam SPT Masa PPh Pasal 4 (2) / PPN 111 .000 kepada PT Maju Hidayat.000 dan service charge Rp12.

Bendahara Mahir Pajak 112 .

000.000.000. Sisa anggaran tahun 2011 Rp340. Kontraktor utama Pt Andang Konstruksi Pemotongan PPh Pasal 4 ayat (2) (3% x Rp340.Bendahara Mahir Pajak C.000.000) Membuat bukti pemotongan PPh Pasal 4 (2) Menyetorkan PPh Pasal 4 (2) / PPN dengan SSP Melaporkan PPh Pasal 4 (2) yang dipotong dalam SPT Masa PPh Pasal 4 (2) 113 . Hibah Pengisian formulir untuk T14 Pembuatan bukti pemotongan PPh Final Pasal 4 ayat (2) Pengisian formulir T14 Kementerian Pekerjaan Umum melaksanakan proyek pembangunan jalan lintas Kalimantan dengan dana hibah Rp850.000.000.000.000.

000.000.000. Kontraktor utama Pt Andang Konstruksi Pemotongan PPh Pasal 4 ayat (2) (3% x Rp340.000) Membuat bukti pemotongan PPh Pasal 4 (2) Menyetorkan PPh Pasal 4 (2) dengan SSP Melaporkan PPh Pasal 4 (2) yang dipotong dalam SPT Masa PPh Pasal 4 (2) 114 .000.Bendahara Mahir Pajak Pengisian SSP PPh Final Pasal 4 ayat (2) Pengisian formulir T14 Kementerian Pekerjaan Umum melaksanakan proyek pembangunan jalan lintas Kalimantan dengan dana hibah Rp850.000.000.000.000. Sisa anggaran tahun 2011 Rp340.

000.000.000.000) Membuat bukti pemotongan PPh Pasal 4 (2) Menyetorkan PPh Pasal 4 (2) dengan SSP Melaporkan PPh Pasal 4 (2) yang dipotong dalam SPT Masa PPh Pasal 4 (2) 115 .000.000.Bendahara Mahir Pajak Pengisian formulir T14 Kementerian Pekerjaan Umum melaksanakan proyek pembangunan jalan lintas Kalimantan dengan dana hibah Rp850.000. Kontraktor utama Pt Andang Konstruksi Pengisian SPT Masa PPh Final Pasal 4 ayat (2) Pemotongan PPh Pasal 4 ayat (2) (3% x Rp340. Sisa anggaran tahun 2011 Rp340.000.000.

000.000. Rp850.000.000.000.000.000.000.Bendahara Mahir Pajak Pengisian formulir T14 Pengisian formulir Kementerian Pekerjaan Umum melaksanakan T14 proyek Kementerian pembangunan jalan Pekerjaan Umum lintas Kalimantan melaksanakan dengan dana hibah proyek Rp850. pembangunan jalan Sisa anggaran tahun lintas Kalimantan 2011 dengan dana hibah Rp340.000. Kontraktor utama Sisa anggaran tahun Pt Andang 2011 Konstruksi Rp340.000.000.000. Kontraktor utama Pt Andang Pemotongan PPh Pasal Konstruksi 4 ayat (2) (3% x Rp340.000) Pemotongan PPh Pasal 4 ayat (2) (3% x Membuat bukti Rp340.000.000.000) pemotongan PPh Pasal 4 (2) Membuat bukti pemotongan PPh Pasal Menyetorkan PPh Pasal 4 (2) 4 (2) dengan SSP Menyetorkan PPh Pasal Melaporkan PPh Pasal 4 4 (2) dengan SSP (2) yang dipotong dalam Melaporkan PPh Pasal 4 (2) yang dipotong dalam 116 .000.000.

000. Sisa anggaran tahun 2011 Rp340.000.000.000.Bendahara Mahir Pajak Pengisian formulir Faktur Pajak T14 Kementerian Pekerjaan Umum melaksanakan proyek pembangunan jalan lintas Kalimantan dengan dana hibah Rp850.000) Membuat bukti pemotongan PPh Pasal 4 (2) Validasi faktur pajak (PPN tidak Dipungut) Menyetorkan PPh Pasal 4 (2) dengan SSP Melaporkan PPh Pasal 4 (2) yang dipotong dalam SPT Masa PPh Pasal 4 (2) 117 .000.000.000. Kontraktor utama Pt Andang Konstruksi Pemotongan PPh Pasal 4 ayat (2) (3% x Rp340.000.

8. 118 . PNS. Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 2008 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2009 tentang Pajak Penghasilan atas Penghasilan dari Usaha Jasa Konstruksi. Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 1994 tentang Pembayaran Pajak Penghasilan atas Penghasilan dari Pengalihan Hak atas Tanah dan/atau Bangunan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2008.03/2008 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pemotongan Pajak atas Penghasilan sehubungan dengan Pekerjaan. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1985 tentang Bea Meterai. 7. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 250/PMK. 2. Peraturan Pemerintah Nomor 80 Tahun 2010 tentang Tarif Pemotongan dan Pengenaan Pajak Penghasilan Pasal 21 atas Penghasilan yang Menjadi Beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2009.03/2008 tentang Besarnya Biaya Jabatan atau Biaya Pensiun yang Dapat Dikurangkan dari Penghasilan Bruto Pegawai Tetap atau Pensiunan. Anggota TNI. 6. dan Pensiunannya atas Penghasilan yang Menjadi Beban Anggaran 1. 4. dan Kegiatan Orang Pribadi. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 252/PMK. Anggota Polri. Jasa. 3. Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 1996 tentang Pembayaran Pajak Penghasilan atas Penghasilan dari Persewaan Tanah dan/atau Bangunan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2002.03/2010 tentang Tata Cara Pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 21 bagi Pejabat Negara. 5. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 262/PMK. 9.Bendahara Mahir Pajak DAFTAR PERATURAN TERKAIT Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008. 10.

Keputusan Menteri Keuangan 635/KMK.Bendahara Mahir Pajak 11.03/2008 tentang Jenis Jasa Lain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 ayat (1) huruf c angka 2 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008. Penyetoran dan Pelaporannya. 12.03/2002. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 187/PMK.04/1994 tentang Pelaksanaan Pembayaran dan Pemungutan Pajak Penghasilan atas Penghasilan dari Pengalihan Hak atas Tanah dan/atau Bangunan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 243/PMK. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 244/PMK.03/2008. 119 . dan Melaporkan PPN dan PPnBM beserta Tata Cara Pemungutan. Jasa.04/1996 tentang Pelaksanaan Pembayaran dan Pemotongan Pajak Penghasilan atas Penghasilan dari Persewaan Tanah dan/atau Bangunan sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 120/KMK. Ukuran. Pendapatan dan Belanja Negara atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. 17. 13. 16. dan Kegiatan Orang Pribadi sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-57/PJ/2009. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 55/PMK.03/2003 tentang Penunjukan Bendaharawan Pemerintah dan Kantor Perbendaharaan dan Kas Negara untuk Memungut. Menyetor. 15. Pelaporan dan Penatausahaan Pajak Penghasilan atas Penghasilan dari Usaha Jasa Konstruksi sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 153/PMK. Penyetoran dan Pelaporan Pajak Penghasilan Pasal 21 dan/atau Pajak Penghasilan Pasal 26 sehubungan dengan Pekerjaan. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 563/KMK.03/2010 tentang Pemungutan Pajak Penghasilan Pasal 22 sehubungan dengan Pembayaran atas Penyerahan Barang dan Kegiatan di Bidang Impor atau Kegiatan Usaha di Bidang Lain.03/2009. 14.03/2009 tentang Bentuk. Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-31/PJ/2009 tentang Pedoman Teknis Tata Cara Pemotongan. 19. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 68/PMK.03/2010 tentang Batasan Pengusaha Kecil Pajak Pertambahan Nilai. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 394/KMK. 18. Penyetoran.03/2008 tentang Tata Cara Pemotongan. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 154/PMK. dan Warna Benda Meterai.

Pasal 23 dan/atau Pasal 26 serta Bukti Pemotongan/Pemungutannya. Pasal 22. Isi. 25. 24. 120 . Surat Pemberitahuan Masa Pajak Penghasilan Pasal 15. Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-57/PJ/2010 tentang Tata Cara dan Prosedur Pemungutan Pajak Penghasilan Pasal 22 sehubungan dengan Pembayaran atas Penyerahan Barang dan Kegiatan di Bidang Impor atau Kegiatan Usaha di Bidang Lain sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER15/PJ/2011. 27. Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor 44/PJ/2010 tentang Bentuk. 26. Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-53/PJ/2009 tentang Bentuk Formulir Surat Pemberitahuan Masa Pajak Penghasilan Final Pasal 4 ayat (2). serta Pelaporan Pajak Penghasilan dari Persewaan Tanah dan/atau Bangunan. Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-53/PJ/2009 tentang Bentuk Formulir Surat Pemberitahuan Masa Pajak Penghasilan Final Pasal 4 ayat (2). Surat Pemberitahuan Masa Pajak Penghasilan Pasal 15. 21. Pasal 22. Surat Pemberitahuan Masa Pajak Penghasilan Pasal 15. Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-227/PJ. Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-53/PJ/2009 tentang Bentuk Formulir Surat Pemberitahuan Masa Pajak Penghasilan Final Pasal 4 ayat (2). Pasal 22. Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-02/PJ/2003 tentang Tata Cara Pemeteraian Kemudian. Pasal 23 dan/atau Pasal 26 serta Bukti Pemotongan/Pemungutannya. Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-32/PJ/2009 tentang Bentuk Formulir Surat Pemberitahuan Masa Pajak Penghasilan Pasal 21 dan/atau Pasal 26 dan Bukti Pemotongan/Pemungutan Pajak Penghasilan Pasal 21 dan/atau Pasal 26./2002 tentang Tata Cara Pemotongan dan Pembayaran. Pasal 23 dan/atau Pasal 26 serta Bukti Pemotongan/Pemungutannya. dan Tata Cara Pengisian serta Penyampaian Surat Pemberitahuan Masa Pajak Pertambahan Nilai (SPT Masa PPN).Bendahara Mahir Pajak 20. 22. 23.

1 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->