KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN

Di susun oleh : Dra. Ummul Murtafiah Hasan

Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan betakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, akhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut pengembangan kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik serta tuntutan lingkungan. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) disusun dengan mengacu pada Standar Isi dan (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) yang telah ditetapkan oleh pemerintah untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional. Penyusunan KTSP berpedoman pada panduan yang disusun oleh Badan Standar Nasional Pendidikan Pendidikan (BSNP) dan ketentuan lain yang menyangkut kurikulum dalam UU 20/2003 dan PP 19/2005. Penyusunan KTSP sangat diperlukan untuk mengakomodasi semua potensi yang ada di daerah dan untuk meningkatkan kualitas satuan pendidikan dalam bidang akademis maupun non akademis, memelihara budaya daerah, mengikuti perkembangan iptek yang dilandasi iman dan takwa. Visi dan Misi Visi : Berprestasi, berbudaya, beriptek, dan berlandaskan iman dan takwa Misi : - Meningkatkan perolehan selisih NUN. (Gain score achievement) - Mengoptimalkan proses pembelajaran dan Bimbingan - Meningkatkan prestasi dalam KIR, jurnalistik, dan olimpiade. - Melestarikan budaya daerah dan lingkungan hidup. - Mengoptimalkan kemampuan baca tulis Al-Qur’an dan pelaksanaan sholat berjamaah - Meningkatkan penguasaan teknologi informasi dan komunikasi. Tujuan : Pada akhir tahun pelajaran 2006/2007 sekolah dapat: 1. memperoleh selisih NUN (gain score achievement): 0,5 (dari 8,5 menjadi 9,0);

2. mengoptimalkan proses pembelajaran dengan pendekatan, diantaranya, CTL, PAKEM, serta layanan bimbingan dan konseling; 3. meraih kejuaraan dalam bidang KIR tingkat Provinsi; 4. mendapat ISSN buletin sekolah dalam bidang jurnalistik; 5. memperoleh kejuaraan olimpade sains tingkat dunia; 6. melestarikan budaya daerah melalui MULOK bahasa daerah dengan indikator; 85% siswa mampu berbahasa Jawa sesuai dengan konteks; 7. menjadikan 85% siswa memiliki kesadaran terhadap kelestarian lingkungan hidup di sekitarnya; 8. membekali 85% siswa mampu mengakses berbagai informasi yang positif melalui internet; 9. membekali 85% siswa mampu membaca dan menulis Al-Qur’an; 10.membiasakan 85% siswa melaksanakan Sholat berjamaah. STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM Struktur Kurikulum Struktur kurikulum merupakan pola dan susunan mata pelajaran yang harus ditempuh oleh peserta didik dalam kegiatan pembelajaran. Kedalaman muatan kurikulum pada setiap mata pelajaran pada setiap satuan pendidikan dituangkan dalam kompetensi yang harus dikuasai peserta didik sesuai dengan beban belajar yang tercantum dalam struktur kurikulum. Kompetensi yang dimaksud terdiri atas standar kompetensi dan kompetensi dasar yang dikembangkan berdasarkan standar kompetensi lulusan. Struktur kurikulum terdiri dari tiga komponen, yakni komponen mata pelajaran, muatan lokal, dan pengembangan diri. Komponen mata pelajaran dikelompokkan sebagai berikut : 1. Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia 2. Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian 3. Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi 4. Kelompok mata pelajaran estetika 5. Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga, dan kesehatan Komponen muatan lokal dan pengemabnagan diri merupakan bagian integral dari struktur kurikulum dan dikembangkan sendiri oleh sekolah. Struktur kurikulum ini meliputi substansi pembelajaran yang ditempuh dalam satu jenjang pendidikan selama tiga tahun mulai Kelas VII sampai dengan Kelas IX. Struktur kurikulum disusun berdasarkan standar kompetensi lulusan dan standar kompetensi mata pelajaran dengan ketentuan sebagai berikut. a. Kurikulum ini memuat 10 mata pelajaran, muatan lokal, dan pengembangan diri seperti tertera pada Tabel 3. Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah,

termasuk keunggulan daerah, yang materinya tidak dapat dikelompokkan ke dalam mata pelajaran yang ada. Substansi muatan lokal ditentukan oleh satuan pendidikan. Pengembangan diri bukan merupakan mata pelajaran yang harus diasuh oleh guru. Pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, dan minat setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah. Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan atau dibimbing oleh konselor, guru, atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan pengembangan diri dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling yang berkenaan dengan masalah diri pribadi dan kehidupan sosial, belajar, dan pengembangan karir peserta didik. b. Substansi mata pelajaran IPA dan IPS merupakan “IPA Terpadu” dan “IPS Terpadu”. c. Jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran dialokasikan sebagaimana tertera dalam struktur kurikulum. Satuan pendidikan dimungkinkan menambah maksimum empat jam pembelajaran per minggu secara keseluruhan. d. Alokasi waktu satu jam pembelajaran adalah 40 menit. e. Minggu efektif dalam satu tahun pelajaran (dua semester) adalah 3438 minggu. Struktur kurikulum SMP disajikan pada tabel berikut Kelas dan Alokasi Waktu Komponen VII VIII IX A. Mata Pelajaran 1. Pendidikan Agama 2 2 2 2. Pendidikan Kewarganegaraan 2 2 2 3. Bahasa Indonesia 5 5 5 4. Bahasa Inggris 4 4 5 5. Matematika 5 5 5 6. Ilmu Pengetahuan Alam 4 4 5 7. Ilmu Pengetahuan Sosial 4 4 4 8. Seni Budaya 2 2 2 9. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan 222 10. Keterampilan/Teknologi Informasi

Bahasa Inggris Tujuan : Membina ketrampilan berbahasa dan berkomunikasi secara lisan dan tertulis untuk menghadapi perkembangan IPTEK dalam menyongsong era globalisasi. Kewarganegaraan dan Kepribadian Tujuan : Memberikan pemahaman terhadap siswa tentang kesadaran hidup berbangsa dan bernegara dan pentingnya penanaman rasa persatuan dan kesatuan. Muatan Kurikulum 1. Pendidikan Lingkungan Hidup 2. e. Ilmu Pengetahuan Alam Meliputi : Fisika dan Biologi Tujuan : Memberikan pengetahuan dan ketrampilan kepada siswa untuk menguasai dasar-dasar sains dalam rangka penguasaan IPTEK. Mata Pelajaran a. c. Bahasa Indonesia Tujuan : Membina ketrampilan berbahasa secara lisan dan tertulis serta dapat menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi dan sarana pemahaman terhadap IPTEK d. mengingat kondisi social budaya masyarakat dilingkungan sekitar sekolah Tujuan : Memberikan wawasan terhadap keberagaman agama di Indonesia. f. Meningkatkan keimanan dan ketaqwaan siswa sesuai keyakinan agamanya masing-masing. Ekonomi dan Geografi . Ilmu Pengetahuan Sosial Meliputi : Sejarah. Hindu dan Budha. Pendidikan Agama Meliputi : Agama Islam. Kristen. Pengembangan Diri 2*) 2*) 2*) Jumlah 36 36 36 2*) Ekuivalen 2 jam pembelajaran B. Matematika Tujuan : Memberikan pemahaman logika dan kemampuan dasar matematika dalam rangka penguasaan IPTEK. Muatan Lokal 1. b. Bahasa Jawa C. Katolik.dan Komunikasi 222 B. g.

daya kreasi dan kecintaan pada seni budaya Nasional i. Tujuan : Memberikan ketrampilan dibidang Teknologi Informatika dan ketrampilan Elektronika yang sesuai dengan bakat dan minat siswa 2. meningkatkan kebugaran dan ketrampilan dalam bidang olahraga. menanamkan rasa sportifitas. Perndidikan Lingkungan Hidup (PLH) sebagai upaya menanamkan rasa cinta loingkungan hidup dalam benuk kegiatan pembelajran pola hidup bersih dan menjaga keseimbangan ekosistem. j. Tiap-tiap Mulok beralokasi dua jam pelajaran. Seni Tari dan Seni Teater. Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa Bertujuan untuk 1) Melatih siswa dalam berorganisasi 2) Mempersiapkan siswa untuk menjadi pemimpin yang handal 3) Melatih siswa untuk bersikap demokratis . Seni Musik.Tujuan : Memberikan pengetahuan sosio cultural masyarakat yang majemuk. Ketrampilan/Teknologi Informasi dan Komunikasi Meliputi : Elektronika. Bahasa Daerah (Jawa) sebagai upaya mempertahankan nilai-nilai budaya (jawa) masyarakat setempat dalam wujud komunikasi dan apresiasi sastra. Pendidikan Jasmani. tanggung jawab disiplin dan percaya diri pada siswa. 3. Kegiatan pelayanan Konseling Melayani : 1) Masalah kesulitan belajar siswa 2) Pengembangan karir siswa 3) Pemilihan jen jang pendidikan yang lebih tinggi 4) Masalah dalam kehidupan social siswa b. mengembangkan kesadaran hidup bermasyarakat serta memiliki ketrampilan hidup secara mandiri. dan Surat keputusan Walikota/Bupati tentang penetapan Mulok sebagai berikut: a. Muatan Lokal Sesuai dengan Surat Keputusan Gubernur Jawa timur. b. Seni Budaya Meliputi : Seni Rupa. Olahraga dan Kesehatan Tujuan : Menanamkan kebiasaan hidup sehat. Teknologi Informasi dan Komunikasi. Kegiatan Pengembangan Diri Berdasarkan kondisi Obyektif sekolah maka kegiatan pengembangan diri dipilih dan ditetapkan adalah : a. Tujuan : Mengembangkan apresiasi seni. h.

kecerdasan. perkembangan & kemampuan peserta didik Keragaman potensi & karakteristik daerah/lingkungan Tuntutan pembangunan daerah & nasional Tuntutan dunia kerja Perkembangan IPTEKS Agama Dinamika perkembangan global Persatuan nasional & nilai-nilai kebangsaan Kondisi sosial budaya masyarakat seetempat Kesetaraan gender Karakteristik satuan pendidikan  7. KTSP terdiri atas: Tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan Struktur dan muatan KTSP Kalender pendidikan Silabus  5. 19 Tahun 2005  SNP Permen No. K URIKULUM T INGKAT S ATUAN P ENDIDIKAN Panduan Penyusunan KTSP jenjang Dikdasmen BSNP @2006 SERI MATERI PEMBEKALAN PENGAJARAN MIKRO 2008  2. KOMPONEN KTSP TUJUAN PENDIDIKAN TINGKAT SATDIK STUKTUR & MUATAN KTSP Mata pelajaran Muatan lokal Kegiatan pengembangan diri Pengaturan . 22 Tahun 2006  SI Permen No. KURIKULUM Seperangkat rencana dan pengaturan mengenai TUJUAN ISI BAHAN PELAJARAN CARA YANG DIGUNAKAN SBG PEDOMAN PENYELENGGARAAN KGT PEMBELAJARAN untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu  4. ACUAN OPERASIONAL Penyusunan KTSP Peningkatan iman.4) Melatih siswa belajar mengambil keputusan dengan tepat KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) — Presentation Transcript  1. KTSP KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. taqwa. Landasan & Acuan Penyusunan & Pengembangan KTSP UU No. dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya Beragam dan terpadu Tanggap perkembangan IPTEKS Relevan dengan kebutuhan kehidupan Menyeluruh dan berkesinambungan Belajar sepanjang hayat (life long learning) Seimbang antara kepentingan nasional dan daerah  6. kebutuhan. 20 Tahun 2003  SISDIKNAS PP No. akhlak mulia Peningkatan potensi. Prinsip Pengembangan KTSP Berpusat pada potensi. minat sesuai tk. 23 Tahun 2006  SKL BSNP  Panduan Penyusunan KTSP Pertimbangan Komite Sekolah  3. perkembangan.

afektif. UNIT WAKTU SILABUS Silabus mata pelajaran disusun berdasarkan seluruh alokasi waktu yang disediakan untuk mata pelajaran selama penyelenggaraan pendidikan di tingkat satuan pendidikan. intelektual. dan sistem penilaian. Pengembangan SILABUS Silabus  RENCANA PEMBELAJARAN pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup: standar kompetensi kompetensi dasar materi pokok/pembelajaran kegiatan pembelajaran indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian alokasi waktu sumber belajar. dan spiritual peserta didik. per tahun. sumber belajar. dan seni mutakhir dalam kehidupan nyata. taat asas) antara kompetensi dasar.beban belajar Ketuntasan belajar Kenaikan kelas & kelulusan Penjurusan Pendidikan kecakapan hidup Pendidikan berbasis keunggulan lokal & global KALENDER PENDIDIKAN  8. dan sistem penilaian cukup untuk menunjang pencapaian kompetensi dasar. pengalaman belajar.  9. sumber belajar. Prinsip Sistematis Komponen-komponen silabus saling berhubungan secara fungsional dalam mencapai kompetensi Prinsip Konsisten Adanya hubungan yang konsisten (ajeg. Penyusunan silabus memperhatikan alokasi waktu yang disediakan per semester. pendidik. serta dinamika perubahan yang terjadi di sekolah dan tuntutan masyarakat Prinsip Menyeluruh Komponen silabus mencakup keseluruhan ranah kompetensi (kognitif. Prinsip PENGEMBANGAN SILABUS Prinsip Ilmiah Keseluruhan materi dan kegiatan yang menjadi muatan dalam silabus harus benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan Prinsip Relevan Cakupan. pengalaman belajar. dan psikomotor)  12.  11. sumber belajar. indikator. Prinsip PENGEMBANGAN SILABUS Prinsip Memadai Cakupan indikator. materi pokok/pembelajaran. materi pokok. Prinsip Aktual & Kontekstual Cakupan indikator. tingkat kesukaran dan urutan penyajian materi dalam silabus sesuai dengan tingkat perkembangan fisik. teknologi. dan peristiwa yang terjadi Prinsip Fleksibel Keseluruhan komponen silabus dapat mengakomodasi keragaman peserta didik. pengalaman belajar. kedalaman. materi pokok/pembelajaran. sosial. dan sistem penilaian memperhatikan perkembangan ilmu. dan alokasi waktu mata pelajaran lain yang . Prinsip PENGEMBANGAN SILABUS Ilmiah Relevan Sistematis Konsisten Memadai Aktual dan Kontekstual Fleksibel Menyeluruh  10. emosional.

LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN SILABUS Mengkaji Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan materi. peserta didik dengan guru. intelektual. SIAPA Pengembang Silabus ? Guru secara mandiri . jika guru belum dapat melaksanakan pengembanngan silabus secara mandiri. 2. jika guru ybs. khususnya dunia kerja. sosial.sekelompok. tingkat perkembangan fisik.  16. kebermanfaatan bagi peserta didik. lingkungan. relevansi dengan kebutuhan peserta didik dan tuntutan lingkungan. dan spiritual peserta didik . agar dapat melaksanakan proses pembelajaran secara profesional. Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran Pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antarpeserta didik. LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN SILABUS  17. tidak selalu harus sesuai dengan urutan yang ada di Standar Isi. memuat kecakapan hidup yang perlu dikuasai peserta didik. Bervariasi dan berpusat pada peserta didik. mampu mengenali karakteristik peserta didik. kondisi sekolah/madrasah dan lingkungannya. keterkaitan antar standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran. keterkaitan standar kompetensi dan kompetensi dasar antarmata pelajaran. dan sumber belajar lainnya. struktur keilmuan. emosional. Implementasi pembelajaran per semester menggunakan penggalan silabus sesuai dengan SK. Langkah-langkah Penyusunan SILABUS Mengkaji Standar Kompetensi (SK) & Kompetensi Dasar (KD) Mengidentifikasi materi pokok/pembelajaran Mengembangkan kegiatan pembelajaran Merumuskan indikator pencapaian kompetensi Menentukan jenis penilaian Menentukan alokasi waktu Menentukan sumber belajar  15. alokasi waktu.  14. atau Kelompok guru . 3. khususnya guru. aktualitas. kedalaman dan keluasan materi pembelajaran. Mengidentifikasi Materi Pembelajaran Mengidentifikasi materi pokok/pembelajaran yang menunjang pencapaian standar kompetensi dan kompetensi dasar/subkompetensi dengan mempertimbangkan: potensi peserta didik.KD untuk mata pelajaran dengan alokasi waktu yang tersedia pada struktur kurikulum. Bagi SMK/MAK menggunakan penggalan silabus berdasarkan satuan kompetensi. Memberikan bantuan kepada para pendidik.  13. Memuat rangkaian kegiatan yang harus dilakukan oleh peserta didik secara .

keluasan. alam. sosial. LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN SILABUS . kedalaman. Minimal mengandung dua unsur: kegiatan siswa dan materi. Menentukan Jenis Penilaian Berdasarkan indikator. Menentukan Alokasi Waktu Penentuan alokasi waktu setiap kompetensi dasar/subkompetensi didasarkan pada jumlah minggu efektif dan alokasi waktu mata pelajaran dengan mempertimbangkan jumlah kompetensi dasar/subkompetensi. Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi (Kriteria Kinerja) Indikator merupakan penanda pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap. Indikator digunakan sebagai dasar untuk menyusun alat penilaian. LANGKAHLANGKAH PENYUSUNAN SILABUS  20. Mengukur pencapaian kompetensi. Sesuai dengan hierarki konsep materi pembelajaran. maupun produk/hasil melakukan observasi lapangan. tingkat kesulitan. narasumber. Menentukan Sumber Belajar Sumber belajar adalah rujukan. dan indikator pencapaian kompetensi. dan tingkat kepentingan kompetensi dasar/subkompetensi. kegiatan pembelajaran. pengukuran sikap. LANGKAHLANGKAH PENYUSUNAN SILABUS  19. dan/atau alat/bahan yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran. 5 . Sumber belajar dapat berupa media cetak dan elektronik. penggunaan portofolio. 4. LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN SILABUS  18. jika pembelajaran menggunakan pendekatan tugas observasi lapangan maka evaluasi harus diberikan baik pada proses (keterampilan proses) misalnya teknik wawancara. pengetahuan. Misalnya. Tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan. Alokasi waktu yang dicantumkan dalam silabus merupakan perkiraan waktu rerata untuk menguasai kompetensi dasar/subkompetensi yang dibutuhkan oleh peserta didik yang beragam. dan penilaian diri. Indikator dirumuskan dalam kata kerja operasional yang terukur dan/atau dapat diobservasi.berurutan untuk mencapai kompetensi dasar/subkompetensi. dan keterampilan. Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar/subkompetensi serta materi pembelajaran. Sesuai dengan pengalaman belajar yang ditempuh. penilaian hasil karya berupa tugas. LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN SILABUS  21. pengamatan kinerja. dan budaya. projek dan/atau produk. objek. Menggunakan acuan kriteria (PAP). lingkungan fisik. S istematis dan berkesinambungan t entang proses dan hasil belajar .

. Kepala Dinas SEBELUM TAHUN AJARAN BARU DIMULAI   28. dst. Pengawas. Mata Pelajaran : ……… Kelas/Semester : …. PEMBERLAKUAN KTSP KTSP diberlakukan oleh Kepala Sekolah dan diketahui/disahkan oleh: 1. Lokakarya (finalisasi) (KS. Rapat Kerja Sekolah (revisi) (KS. Standar Kompetensi : 2. ALUR RPP SILABUS RPP SK dan KD . Guru. Contoh Model Silabus Dua format silabus: JENIS KOLOM JENIS URAIAN Dalam menyusun format urutan KD. Ketua Komite Sekolah 2. Kepala Dinas)  27. Pengawas Sekolah 3. Contoh Silabus FORMAT KOLOM Nama Sekolah : ………. dilaksanakan. Alokasi Waktu : …. Penyusunan Draf (Kepala Sekolah/guru) II. dan ditindaklanjuti oleh masing-masing guru. silabus dijabarkan dalam rencana pelaksanaan pembelajaran. evaluasi proses (pelaksanaan pembelajaran). urutan pemempatan materi pokok/pembelajaran. dievaluasi. menit Sumber bahan Alokasi Waktu Penilaian Indikator Kegiatan Pembel-ajaran Materi Pokok/ Pembel-ajaran  24.  23. x …. Komite Sekolah. Tahap Penyusunan KTSP I. 22. PENGEMBANGAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) 29. kegiatan pembelajaran.Guru. Karyawan. Lingkup Rencana Pembelajaran paling luas mencakup 1 (satu) kompetensi dasar yang terdiri atas 1 (satu) indikator atau beberapa indikator untuk 1 (satu) kali pertemuan atau lebih. sejauh tidak mengurangi komponen-komponen dalam silabus. Pengembangan SILABUS berkelanjutan Dalam implementasinya. karyawan) III. / …..3. Silabus harus dikaji dan dikembangkan secara berkelanjutan dengan memperhatikan masukan hasil evaluasi hasil belajar.  30. dapat ditetapkan oleh masing-masing satuan pendidikan. indikator. PENGERTIAN RPP Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam Standar Isi dan dijabarkan dalam silabus. Kompetensi Dasar : 2. Contoh Silabus FORMAT URAIAN Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Materi Pokok/Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar  25. dan evaluasi rencana pembelajaran.  26.

teknik penskoran. . Materi ajar merupakan uraian dari materi pokok/pembelajaran 6. inti. dan akhir. Langkah-langkah Menyusun RPP … (lanjutan) 134 Pengertian Kurikulum (Lengkap) 1. Kurikulum : suatu rencana yang disusun untuk melancarkan proses berlajar mengajar di bawah bimbingan dan tanggunga jawab sekolah atau lembaga pendidikan beserta staf pengajarnya. Langkah-langkah Menyusun RPP Mengisi kolom identitas Menentukan alokasi waktu yang dibutuhkan untuk pertemuan yang telah ditetapkan Menentukan SK. Penilaian: … IV.: … Alokasi Waktu : … Standar Kompetensi : … Kompetensi Dasar : … Indikator : … I. Merumuskan langkahlangkah pembelajaran yang terdiri dari kegiatan awal. Kurikulum : adalah peristiwa-peristiwa yang terjadi di bawah pengawasan sekolah. Menyusun kriteria penilaian . KD. lembar pengamatan. 3. Menentukan metode pembelajaran yang akan digunakan 7. contoh soal. KD . 31. 8. dan Indikator yang telah ditentukan  34. Menentukan alat/bahan/sumber belajar yang digunakan 9. Mengidentifikasi materi ajar berdasarkan materi pokok/ pembelajaran yang terdapat dalam silabus. Metode Pembelajaran: … VI. dan Indikator yang akan digunakan yang terdapat pada silabus yang telah disusun Merumuskan tujuan pembelajaran berdasarkan SK. 2. Kurikulum : niat dan harapan yang dituangkan dalam bentuk rencana atau program pendidikan untuk dilaksanakan oleh guru di sekolah. 5. jadi selain kegiatan kulikuler yang formal juga kegiatan yang tak formal. KOMPONEN RPP (minimal) Tujuan Pembelajaran Materi Ajar Metode pembelajaran Sumber Belajar Penilaian Hasil Belajar 32. Materi Ajar : … V. Alat/Bahan/Sumber Belajar: … III. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mata Pelajaran : … Kelas/Semester : … Pertemuan ke. Langkah-langkah Pembelajaran Kegiatan Awal: … Kegiatan Inti: … Kegiatan Akhir: … Format RPP   33. Tujuan Pembelajaran : … II.

Kurikulum adalah program dan pengalaman belajar serta hasil-hasil belajar yang di harapkan yang diformulasikan melalui pengetahuan dan kegiatan yang tersusun secara sistematis. Siswa adalah subjek yang dibina dan guru adalah dubjek yang membina. 8. dan Curere yang artinya tempat berpacu. Hal 22) The commonly accepted definition of the curriculum has changed from content of course of study and list of subject and courses to all the experience which are offered to learnes unders the auspises or direction of the school. Curriculum di artikan jarak yang harus di tempuh oleh pelari. . 5. kurikulum adalah niat. Dalam proses tersebut ada dua subjek yang terlibat yakni guru dan siswa. proses belajar mengajar adalah pelaksanaanya. Kurikulum adalah hasil belajar yang diniati atau intended learning out comes. Kurikulum adalah program belajar bagi siswa yang disusun secara sistematis dan logis. 12. hasil belajar yang diinginkan yang diniati agar dimiliki anak. (Ronald. 7. Kurikulum adalah niat dan rencana. Kurikulum adalah rencana atau program belajar dan pengajaran adalah pelaksanaan atau operasionalisasi dari rencana atau program. rencana atau harapan. Kurikulum adalah sesuatu yang diinginkan atau dicita-citakan untuk anak didik. Artinya. di berikan oleh sekolah untuk mencapai tujuan pendidikan. Doll. 6. Dari makna yang terkandung berdasarkan rumusan masalah tersebut kurikulum dalam pendidikan di artikan sebagai sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh atau disekesaikan anak didik untuk memperoleh ijasah. di berikan kepasa siswa di bawah tanggung jawab sekolah untuk membantu pertumbuhan atau perkembangan pribadi dan kompetensi social anak didik. 9. 11.4. Sebagai program belajar. Curriculum dalam bahasa Yunani kuno berasal dari kata Curir yang artinya pelari. Kurukulum adalah alat atau saran untuk mencapai tujuan pendidikan melalui proses pengajaran. C. 10. 1974.

13. 15. melainkan sesuatu yang fungsional yang beroperasi dalam kelas. The range of subject matters with which it is concerned (the substantive structure). yang memberi pedoman dan mengatur lingnkungan dan kegiatan yang berlangsung di dalam kelas. 1967.a structured series of itended learning out comes. kurikulum sebagai bidang studi membentuk suatu teori yaitu teori kurikulum. 20. Hutchins (1936) yang menyatakan : . 1968. Menurut George A. Selain sebagai bidang studi kurikulum juga sebagai rencana pengajaran dan sebagai suatu sistem (sistem kurikulum) yang merupakan bagian dari sistem persekolahan. Pengertian kurikulum sebagai mata dan isi pelajaran dapat ditemukan dari definisi yang dikemukakan oleh Robert M. Beauchamp lebih memberikan tekanan behwa kurikulum adalah siatu rencana pendidikan atau pengajaran. kurikulum…. Kurikulum (curriculum) merupakan suatu rencana yang memberi pedoman atau pegangan dalam proses kegiatan belajar mengajar. Caswel dan Chambell dalam buku mereka yang terkenal Curriculum Development (1935). Beaucham (1976 hal 58-59). 17. 16. tambahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Menurut Robert S. and 2. hal 3). isi. The procedures of inkiuri and practice it follows (the syntactical structure). 21. 18. 19. (Johnson. 14. UU RI No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidika Nasional Pasal 1 ayat 19 Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. Zais (1976. kurikulum sebagai bidang studi mencakup :1.to be composed of all experience children have a under the guidance of teacher. hal 130) Kurikulum…. hal 6) A curriculum is a written document which may contain many ingredients. (Beauchamp. but basically it is the plant for education of pupils during their enrollment in given school. Zais menjelaskan bahwa kurikulumbukan hanya merupakan rencana tertulis begi pengajaran.

P. Dorris Lee dan Murray Lee (1940).H. Hilda Taba (1962): A curriculum is a plan for learning therefore. 27. H. menyatakan kurikulum sebagai : Those experience of the child which the school in any way utilizes or attepts to influence. on the playground. or out of school. N Zechiel: The curriculum…The total experience with which the school deals in educating young people. Olivva (1982) kurikulum pada dasarnya adalah sebuah perencanaan atau program pengalaman siswa yang diarahkan sekolah. Orlasky. Kurikulum sebagai rencana atau program belajar. activities and experience which pupils have under direction of school wether in the class room or not. 28. Pengertian kurikulum sebagai pengalaman belajar mengandung makna bahwa kurikulum adalah seluruh kegiatan yang dilakukan siswa baik diluar maupun di dalam sekolah asal kegiatan tersebut berasa di bawah tanggung jawab guru (sekolah). whai is know about the learning process and the development of the individual has bearing on the shaping of the curriculum. the toric and logic. 23. 26. 29. 22. Kurikulum adalah suatu formulasi pedagogis yang termasuk paling penting dalam konteks PBM . Saylor and Alexander (1956) The curriculum is the sum total of schools efforts to influence learning. wheter in class room. 25. Othanel Smith (1978) dan Peter F. Giles S. 24.The curriculum should include grammar. Donald E. and mathematic and addition at the secondary level introduce the great books of the western world. Mc Chutcen dan A. Romine (tokoh pendidikan) 1945 Curriculum interpreted to mean all of the organized courses. reading.

The Curriculum is generally defined as a plan developed to facilitate the teaching / learning procces under the direction and guidance of a school. diprogramkan dan dirancang yang berisi berbagai bahan ajar dan pengalaman belajar baik yang berasal dari waktu yang lalu. menggunakan beberapa perumusan kurikulum sebagai berikut: . 31. David Praff Kurikulum adalah seperangkat organisasi pendidikan formal atau pusat-pusat pelatihan. 37. William B.Gay (1960)dalam Asnah Said. 34. 39. Curriculum includes all of the planed activities and events which take place under the auspicies of and educational institution both formal and informal 32. Donald F.sekarang maupun yang akan datang. Kurikulum adalah alat untuk mencapai pendidikan. direncanakan dan dirancang secara sistematik atas dasar norma-norma yang berlaku yang dijadikan pedoman dalam proses pembelajaran bagi tenaga kependidikan dan peserta didik untuk mencapi tujuan pendidikan. Ragam Kurikulum adalah semua pengalaman anak yang menjadi tanggung jawab sekolah. Robert S. Kurikulum ialah suatu program pendidikan yang berisikan berbagai bahan ajar dan pengalaman belajar yang diprogramkan. college or university and its staf member. 38.30. yaitu program yang direncanakan. Kurikulum dalam arti luas yaitu meliputi seluruh program dan kehidupan dalam sekolah 33. Flaming Kurikulum pada sekolah modern dapat didefinisikan sebagai seluruh pengalaman belajar anak yang menjadi tanggung jawab sekolah. 35. 36. Kurikulum adalah program pendidikan bukan program pengajaran.

d. 43. 40. Nengly and Evaras (1976) Kurikulum adalah semua pengalaman yang direncanakan yang dilakukan oleh sekolah untuk menolong para siswa dalam mencapai hasil belajar kepada kemampuan siswa yang paling baik. Saylor (1958) Kurikulum adalah keseluruhan usaha sekolah untuk mempengaruhi proses belajar mengajar baik langsung di kelas tempat bermain. b. Kurikulum terdiri atas pengalaman belajar yang direncanakan untuk membawa perubahan perilaku anak. Kurikulum merupakan desain kelompok social untuk menjadi pengalaman belajar anak di sekolah. .a. 42. Dalam kamus Webster tahun 1955 Kurikulum diartikan sejumlah mata pelajaran di sekolah atau mata kuliah di perguruan tinggi yang harus di tempatkan untuk mencapai suatu ijasah. Kurikulum terdiri atas sejumlah bahan pelajaran yang secara logis. Kurikulum menggambarkan (atau paling tidak mengantisipasi) dari hasil pengajaran. atau di luar sekolah. Inlow (1966) Kurikulum adalah susunan rangkaian dari hasil belajar yang disengaja. Kurikulum terdiri atas semua pengalaman anak yang mereka lakukan dan rasakan di bawah bimbingan belajar. 41. c.

dalam Reorganizing the High School Curriculum (1965) memandang kurikulum sebagai ” all of the activities that are provided for student by the school”. Kurikulum meliputi juga apa yang disebut kegiatan ekstra kulikuler. The term is used…to include all the experiences of children for which the school accepts responsibility. jumlah ruangan serta kemingkinan memilih mata pelajaran. Miller dalam buku school improvement. Ia mengemukakan bahwa kurikulum juga meliputi keadaan gedung. O. on the play ground. di halaman sekolah. Harlan Shores memandang kurikulum sebagai ” a asequence of potential experiences set up in the school for the purpose of displlning children and yoyuth in group ways of thinking and acting”. 49. William B. 45. perubahan tanaga mengajar. It denotes the results of efferots on the part of the adults of the children the finest. menjelaskan arti kurikulum sebagai berikut : The tendency in recent decades has been to use the term in a broader sense to refer to the whole life and program of the school. Othanel smith. or out of school. atau di luar sekolah termasuk kurikulum. suasana sekolah. B. 48. apakah dalam ruang kelas. bimbingan dan penyuluhan. Albertycs. Jadi segala usaha sekolah untuk mempengaruhi anak belajar. J. dalam buku Modern Elementary Curriculum (1966). Ragan. cara mengevaluasi murid dan seluruh program. most whole some influences that exist in the culture. Lloyd Trump dan Delmas F. J. Harold B. 46. Menurut mereka dalam kurikulum juga termasuk metode mengajar dan belajar. supervise dan administrasi dan hal-hal structural mengenai waktu. 47. Galen Saylor dan William M. menjelaskan arti kurikulum sebagai berikut” The curriculum is the sum totals of schools efforts to influence learning. whether in the class room.Beberapa definisi kurikulum dari beberapa ahli: 44. keinginan. . dalam bukunya Changing the curriculum: a social process (1946). Stanley dan J. Alice Miel. W. Alexander dalam buku Curriculum Planning for Better Teaching on Learning (1956).

masyarakat. 50. The whole body of course offered in ad educational institution or department there of. a specified fixed as in a school or college. 53.keyakinanpengetahuan dan sikap orang-orang melayani dan dilayani sekolah. Kurikulum adalah urutan pengalaman yang ditetapkan oleh sekolah untuk mendisiplinkan cara berfikir dan bertindak (Valiga. T & Magel. 52. b. para pendidik dan personalia. 54. Kurikulum sebagai salah satu bentuk perubahan untuk memperbaiki proses pendidikan sehingga tercipta suatu efektifitas sekolah dimana ada suatu kombinasi antara apa yang telah dihasilkan sekolah (school output) dan apa yang telah dimasukkan ke dalam sekolah (school input). 55. Disini kurukulum khusus digunakan dalam pendidikan dan pengajaran. Definisinya adalah ” A curriculum consists of the means used to achieve or carry out given purpose of schooling 51. C. Kurikulum itu dapat didefinisikan sebagai suatu rangkaian kegiatan yang direncanakan sebagai panduan guru untuk mengajar dan sisiwa untuk belajar. Krug dalam The secondary school curriculum (1960) menunjukkan pendirian yang terbatas tapi realitas tentang kurikulum. 56. a course esp. Kurikulum merupakan tujuan dari pada hasil pembelajaran untuk menciptakan interaksi siswa yang diharapkan. yakni sejumlah mata pelajaran di sekolah atau mata kuluah di perguruan tunggi. the usual sense. As one leading to a degree. Smith dan kawan-kawan memandang kurikulum sebagai rangkaian pengalaman yang secara potensial dapat di berikan pada anak.) 57. yang harus ditempuh untuk mencapai suatu ijasah atau tingkat. Dalam kamus Webster (1955) kurikulum diberi arti : a. yakni anak didik. Edward A. Kurikulum secara pribadi adalah suatu jadwal dimana tidak mencakup semua pelajaran yang menyangkut teori maupun praktek yang dibuat oleh lembaga pendidikan untuk diterapkan oleh .

Kurikulum adalah serangkaian mata ajar dan pengalaman belajar yang mempunyai tujuan tertentu. Kurikulum merupakan langkah untuk menerjemahkan bahan yang tercantum didalamnya sehingga dibutuhkan suatu strategi mengajar yang meliputi metode. prosedur. 66. lebih menekankan kurikulum dipandang sebagai rencana pelajaran di suatu sekolah atau pelajaran-pelajaran dan materi apa yang harus ditempuh di sekolah. 58. Kurikulum sebagai program meliputi peristiwa di sekolah yang direncanakan untuk mencapai tujuan pendidikan. 61. 60. Kurikulum yaitu serangkaian interaksi global yang menyediakan bahan dasar untuk mengajar yang bersifat khusus. 65. 59. . Kurikulum dapat dipandang sebagai produk dimana hal ini menunjukkan suatu dokumen hasil perencanaan. sikap terhadap belajar dan mementingkan hasil. yang diajarkan dengan cara tertentu dan kemudian dilakukan evaluasi. Hal ini meliputi ketrampilan. pengetahuan. pengembangan dan konstruksi kurikulum. 64. Kurikulum adalah suatu bagian dari manajemen pendidikan. 63. Konsep yang dominant adalah mengenai kurikulum sebagai bahan yang diajarkan oleh guru dan dipelajari oleh murid. Kurikulum sebagai pengalaman 62. Dalam pandangan klasik.peserta didik selama mengikuti proses pendidikan tertentu sehingga dapat memperlancar pencapaian tujuan pengajaran. (Badan Standardisasi Nasional SIN 19-7057-2004 tentang Kurikulum Pelatihan Hiperkes dan Keselamatan Kerja Bagi Dokter Perusahaan). Kurikulum sebagai kegiatan belajar sehingga tidak hanya mementingkan bahan tapi juga mementingkan proses belajar. dan teknik yang digunakan guru untuk mencapai suatu tujuan.

yang merupakan pelaksanaan dari kurikulum sebagai suatu rencana tertulis. Purwadi (2003) memilah pengertian kurikulum menjadi enam bagian : (1) kurikulum sebagai ide. kegiatan. 3. Dalam pandangan modern. dalam bentuk ketercapaian tujuan kurikulum yakni tercapainya perubahan perilaku atau kemampuan tertentu dari para peserta didik. Hamid Hasan (1988) mengemukakan bahwa konsep kurikulum dapat ditinjau dalam empat dimensi. (4) kurikulum operasional yang dilaksanakan atau dioprasional kan oleh pengajar di kelas. pengertian kurikulum lebih dianggap sebagai suatu pengalaman atau sesuatu yang nyata terjadi dalam proses pendidikan. bahan. Dipertegas lagi oleh pemikiran Ronald C. dan waktu. dalam bentuk praktek pembelajaran.67. 2. sebagai perwujudan dari kurikulum sebagai suatu ide. 68. yang dihasilkan melalui teori-teori dan penelitian. (5) kurikulum experience yakni . (3) kurikulum menurut persepsi pengajar. Beauchamp (1986) mengemukakan bahwa : ” A Curriculun is a written document which may contain many ingredients. kurikulum sebagai suatu ide. George A. seperti dikemukakan oleh Caswel dan Campbell (1935) yang mengatakan bahwa kurikulum yaitu to be composed of all the experiences children have under the guidance of teachers. yaitu: 1. 70. alat-alat. Doll (1974) yang mengatakan bahwa : ” …the curriculum has changed from content of courses study and list of subject and courses to all experiences which are offered to learners under the auspices or direction of school. khususnya dalam bidang kurikulum dan pendidikan. 69. kurikulum sebagai suatu rencana tertulis. (2) kurikulum formal berupa dokumen yang dijadikan sebagai pedoman dan panduan dalam melaksanakan kurikulum. but basically it is a plan for the education of pupils during their enrollment in given school”. 4. kurikulum sebagai suatu hasil yang merupakan konsekwensi dari kurikulum sebagai suatu kegiatan. kurikulum sebagai suatu kegiatan. yang didalamnya memuat tentang tujuan.

Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. dan (6) kurikulum yang diperoleh dari penerapan kurikulum.). sehingga memberikan pedoman dan instruksi untuk mengembangkan strategi pembelajaran (Materi di dalam kurikulum harus diorganisasikan dengan baik agar sasaran (goals) dan tujuan (objectives) pendidikan yang telah ditetapkan dapat tercapai. Perencanaan tersebut disusun secara terstruktur untuk suatu bidang studi. . Menurut Harsono (2005). 73. 72. kurikulum berarti track atau jalur pacu. 71. isi. 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa).kurikulum yang dialami oleh peserta didik. Saat ini definisi kurikulum semakin berkembang. 74. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional). Dalam bahasa latin. dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu (Pasal 1 Butir 19 UU No. kurikulum merupakan gagasan pendidikan yang diekpresikan dalam praktik.comes) yang diharapkan dari suatu pembelajaran. Menurut Grayson (1978). sehingga yang dimaksud kurikulum tidak hanya gagasan pendidikan tetapi juga termasuk seluruh program pembelajaran yang terencana dari suatu institusi pendidikan. Kurikulum pendidikan tinggi adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi maupun bahan kajian dan pelajaran serta cara penyampaian dan penilaiannya yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar-mengajar di perguruan tinggi (Pasal 1 Butir 6 Kepmendiknas No. kurikulum adalah suatu perencanaan untuk mendapatkan keluaran (out. Seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi dan bahan pembelajaran serta metode yang digunakan sebagai pedoman menyelenggarakan kegiatan pembelajaran (Keputusan Menteri Kesehatan Nomor: 725/Menkes/SK/V/2003 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelatihan di bidang Kesehatan. 75.

see also. Curriculum as process. „All the learning which is planned andguided by the school.Kurikulum yakni bahwa konsep kurikulum dapat diklasifikasikan ke dalam empat jenis pengertian yang meliputi: (1) kurikulum sebagai produk. Curriculum as an attempt to achieve certain ends in students . Kelly 1999) 79. norma. 3. 2. nilai. (Beane dkk 1986) . whether it is carried on ingroups or individually. mental dan emosi serta untuk menanam dan mempertingkatkan nilai moral yang diingini dan untuk menyampaikan pengetahuan” Akta Pendidikan 1996 [Peraturan-peraturan (Kurikulum Kebangsaan) Pendidikan 1997] 77. rohani.76. kemahiran. Kurikulum pendidikan tinggi adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi maupun bahan kajian dan pelajaran serta cara penyampaian dan penilaiannya yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar-mengajar di perguruan tinggi.product.232/U/2000 tentang Pedoman PenyusunanKurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa) 78. Curriculum as a body of knowledge to be transmitted. (quoted in Kelly 1983: 10. ways of approaching curriculum theory and practice: 1. (3) kurikulum sebagai hasil yang diinginkan: dan (4) kurikulum sebagai pengalaman belajar bagi peserta didik. (Pasal 1 Butir 6 Kepmendiknas No. unsure kebudayaan dan kepercayaan untuk membantu perkembangan seseorang murid dengan sepenuhnya dari segi jasmani.Curriculum as. (2) kurikulum sebagai program. inside or outside the school. ” Suatu program pendidikan yang termasuk kurikulum dan kegiatan kokurikulum yang merangkumi semua pengetahuan.

blogspot. kurikulum berarti track atau jalur pacu.Kurikulum merupakan gagasan pendidikan yang diekpresikan dalam praktik.com Seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi dan bahan pembelajaran serta metode yang digunakan sebagai pedoman menyelenggarakan kegiatan pembelajaran (Keputusan Menteri Kesehatan Nomor: 725/Menkes/SK/V/2003 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelatihan di bidang Kesehatan) . (Grayson 197) 82. Dalam bahasa latin. (Kliebard. sehingga memberikan pedoman dan instruksi untuk mengembangkan strategi pembelajaran (Materi di dalam kurikulum harus diorganisasikan dengan baik agar sasaran (goals) dan tujuan (objectives) pendidikan yang telah ditetapkan dapat tercapai.hotnickname. Paduan makna kedua-dua bahasa ini menghasilkan makna bahawa perkataan kurikuluin‟ ialah „laluan dan satu peringkat ke satu peningkat‟. www. Perkataan‟kurikulum‟ dalam bahasa Inggris mengandungi pengertian „jelmaan‟ atau „metamorfosis‟.80. 1982) 81.„Kurikulum‟ dalam bahasa Latin mempunyai kata akar „curere‟.Kurikulum adalah suatu perencanaan untuk mendapatkan keluaran (out7 comes) yang diharapkan dari suatu pembelajaran. sehingga yang dimaksud kurikulum tidak hanya gagasan pendidikan tetapi juga termasuk seluruh program pembelajaran yang terencana dari suatu institusi pendidikan. Saat ini definisi kurikulum semakin berkembang. Secara yang lebih luas pula maksudnya ialah „jurusan‟ seperti dalam rangkai kata jurusan peperangan‟. Kata ini bermaksud „laluan‟ atau „jejak‟. Perluasan makna ini memberikan pengertian „kurikulum‟ dalam perbendaharaan kata pendidikan bahasa Inggeris sebagai jurusan pengajian yang diikuti di sekolah. (Harsono 2005) 83.Perencanaan tersebut disusun secara terstrukturuntuk suatu bidang studi.

84.bsn. Konsep beliau menekankan kepada pemupukan perkembangan individu melalui segala pengalaman termasuk pengalaman yang dirancangkan oleh sekolah.htm Kurikulum dapat diartikan sebagai pengajian di sekolah dengan mengambil kira kandungan dari masa lampau hingga masa kini.id/jurnal . terumpu kepada perkembangan kebolehan individu atau satu siri latihan pengalaman langsung secara sedar digunakan oleh sekolah untuk melengkap dan menyempurnakan pendedahannya. www.depdiknas.id/SNI Kurikulum adalah serangkaian mata ajar dan pengalaman belajar yang mempunyai tujuan tertentu.go.destalyana.or. dalam buku „The Curriculum‟) 87.com Kurikulum dapat diartikan keseluruhan pengalaman. yang diajarkan dengan cara tertentu dan kemudian dilakukan evaluasi (Badan Standardisasi Nasional SNI 19-7057-2004 tentang Kurikulum pelatihan hiperkes dan keselamatankerja bagi dokter perusahaan) 85.blogspot. www. www.metos2004.250free. yang tak terarah dan terarah. www. (John Dewey 1902.com/curriculum/kurikulum.5 dalam bukunya „The Child and The Curriculum‟) 86. (Frank Bobbit 1918. Pembentukan kurikulum menekankan kepetingn dan keperluan masyarakat.

1962 dalam bukunya “Curriculum Development Theory and Practice) 88. Sementara itu. tapi lebih menekankan kepada pengalaman-pengalaman proses belajar mengajar yang dapat diberikan kepada para murid dalam konteks dimana muridmurid berada. Pengertian kedua yaitu sebagai kaidah pengembang kurikulum. S. H.sabda.org/pepak/pustaka/020077/ 89. karena kurikulum tidak lagi menekankan pada daftar isi materi rencana pelajaran yang memiliki topik-topik yang telah disusun.Kurikulum sebagai a plan for learning. 90.id/jurnal/35 Menurut Hasan Kurikulum bersifat fleksibilitas mengandung dua posisi.www.depdiknas. 91. Dalam arti kontemporer “kurikulum” diartikan secara lebih luas. Secara tradisional.go. Dalam konteks pelayanan anak Kristen “kurikulum” dimengerti sebagai program pengajaran lengkap untuk anak-anak yang di dalamnya mencakup daftar subyek/topik pengajaran dalam Alkitab yang telah diintegrasikan dengan pengalaman-pengalaman . Hasan (1992) Sumber: http://www. Pada posisi pertama berhubungan dengan fleksibilitas sebagai suatu pemikiran kependidikan bagi diklat. pandangan lain mengatakan bahwa kurikulum sebagai dokumen tertulis yang memuat rencana untuk peserta didik selama di sekolah (Hilda Taba . “kurikulum” biasa dimengerti sebagai serangkaian program yang berisi rencana-rencana pelajaran yang telah disusun sedemikian rupa yang dapat dipakai secara langsung oleh guru untuk mengajar. yakni sesuatu yang direncanakan untuk dipelajari oleh siswa. Terdapatnya posisi pengembang ini karena adanya perubahan pada pemikiran kependidikan atau pelatihan. Dengan demikian.. pada posisi teoritik yang harus dikembangkan dalam kurikulum sebagai rencana.

Bondi (1989): The curriculum is a goal or a set of values. The degree to which those experiences are a true representation of the envisioned goal or goals is a direct function of the effectiveness of the curriculum development efforts. (pengalaman-pengalaman murid yang diekspresikan dan diantisipasikan dalam cita-cita dan tujuan-tujuan. which are activated through a development for students. J. yang digerakkan melalui suatu pengembangan proses kulminasi dalam pengalaman-pengalaman di kelas untuk murid-murid. Kurikulum ialah suatu patokan rencana-rencana dalam hal penyelenggaran pembelajaran yang memiliki tujuan dan cita-cita tertentu yang berlandaskan pada pengalaman-pengalaman pembelajaran sebelumnya.multiply. in so far as they are expressed or anticipated in goals and objectivies. (Kurikulum ialah seperangkat nilai-nilai. Skilbeck (1984): The learning experiences of students. Tingkat terhadap pengalaman tersebut merupakan suatu representasi yang benar terhadap cita-cita yang diimpikan ialah suatu fungsi langsung daripada efektivitas dari usaha-usaha pengembangan kurikulum) 94. yang bersifat flexible (dapat mengalami-mengalami perbaikan) dan didesain oleh sekolah agar murid-murid itu memiliki representasi fungsi langsung di masyarakat. rencana-rencana dan desain-desain untuk belajar dan implementasi dari rencana-rencana dan desain-desain tersebut di lingkungan sekolah. J. .com/journal/item/551/Apa_itu_kurikulum 92.untuk disesuaikan dengan konteks gereja setempat yang berdasarkan prinsip-prinsip Alkitab dan yang berpusat pada Kristus serta dipimpin oleh Roh Kudus untuk tujuan pertumbuhan rohani murid (anak didik). 93. plans and designs for learning and implementation of these plans and design in school environments. Sumber: http://maydina.Wiles &amp.M.

Sumber:http://www. kurikulum diartikan dalam dua macam. Kurikulum mempunyai berbagai macam arti. “Kurikulum adalah suatu rencana yang disusun untuk melancarkan proses belajar mengajar di bawah bimbingan dan tanggung jawab sekolah atau lembaga pendidikan beserta staf pengajarnya.blog. Jakarta. afektif (perasaan) dan behavior (tingkah laku). 2) sejumlah mata pelajaran yang ditawarkan oleh suatu lembaga pendidikan atau suatu departemen. 99. Kurikulum adalah sederetan materi yang harus ditempuh atau diajarkan di sekolah minggu.plasa.com/archives/16 98. Perencanaan mencakup seluruh aspek kehidupan dari anak sekolah minggu. Kurikulum merupakan suatu perencanaan dalam proses belajar dan mengajar di sekolah minggu. Menurut Nasution. Materi yang dipelajari biasanya berupa pengalaman di masa lampau artinya tentang pengalaman mengajar sebelumnya. yaitu: 1) Kurikulum diartikan sebagai rencana pelajaran 2) Kurikulum diartikan sebagai pengalaman belajar yang diperoleh murid dan sekolah .5).php?option=com_content&view=article&id=313:penger tian-kurikulum&catid=54:pelnap&Itemid=25 95. 97. yaitu: 1) sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh atau dipelajari murid di sekolah atau perguruan tinggi untuk memoeroleh ijazah tertentu. Di dalam kamus tersebut (Webster). hal. Baik itu Kognitif (pengetahuan/pikiran). Bumi Aksara.gpdi. Bam pada tahun 1955 istilah kurikulum dipakai dalam bidangpendidikan dengan arti sejumlah matapelajaran pada perguruan tinggi. 1999. Pengertian Kurikulum 96. Sumber: http://pakdesofa.us/index. kurikulum dan Pengajaran.” ( Nasution.

maka berarti jalan terang yang dilalui pendidik atau guru latih dengan orang-orang yang dididik .com/2008/12/pengertian-kurikulum. Kurikulum di sini dianggap sebagai sesuatu yang nyata terjadi dalam proses pendidikan di sekolah. 106. istilah kurikulum dikenal dengan kata manhaj yang berarti jalan yang terang atau jalan terang yang dilalui oleh manusia pada berbagai kehidupannya (Al-Syaibany. yang berarti jarak tempuh lari. kurikulum merupakan alat untuk mencapai tujuan pendidikan. 1993: 1).3) Kurikulum diartikan sebagai rencana belajar murid 100. dan curere artinya tempat berpacu atau tempat berlomba. Sedangkan curriculum mempunyai arti “jarak” yang harus ditempuh oleh pelari (Syafruddin Nurdin. yaitu kata currere. Sumber: http://teoripembelajaran. Tanpa kurikulum yang sesuai dan tepat akan sulit untuk mencapai tujuan dan sasaran pendidikan yang diinginkan.html 102. 104. kurikulumlebih dan sekedar rencanapelajaran. Dalam proses pendidikan. sehingga menimlbulkan kesan seolaholah belajar di sekolah hanya sekedar mempelajari bukubuku teks yang sudah ditentukan sebagai bah an pelajaran. Apabila pengertian manhaj atau kurikulum dikaitkan dengan pendidikan. 2002: 33). sejumlah pelajaran yang harus ditempuh murid di suatu sekolah ilulah yang merupakan kurikulum. Pendapat lain mengatakan pada mulanya kurikulum dijumpai dalam dunia atletik pada zaman Yunani kuno. Pandangan ini bertolak dari sesuatu yang bersifat aktual sebagai suatu proses. Sedangkan menurut pandangan modem. 1997: 478). 101. 105. 103. yang berasal dari kata curir yang artinya pelari. Jarak dari start sampai finish ini disebut currere (Subandijah. Kurikulum ditinjau dari asal katanya berasal dari bahasa Yunani yang mula-mula digunakan dalam bidang olah raga. Dalam kosa kata Arab.blogspot. Dalam kegiatan berlari tentu saja ada jarak yang harus ditempuh mulai dari start sampai dengan finish. Menurut pandangan tradisional.

multiply. Sumber:http://us. Pengaruh pandangan filosofi terhadap pengertian kurikulum ditandai oleh pengertian kurikulum yang dinyatakan sebagai “subject matter”. Pengertian ini mengandung arti bahwa kurikulum harus tertuang dalam satu atau beberapa dokumen atau rencana tertulis. Kurikulum dalam pengertian yang sempit adalah bagian dari keseluruhan aspek dalam sebuah proses belajar-mengajar yang tertuang secara tertulis dan dipergunakan sebagai pedoman untuk mencapai tujuan yang diharapkan oleh sebuiah lembaga Sumber: http://zanikhan. keterampilan dan sikap mereka (AlSyaibany. 112. Oleh karena itu Oliva (1997:12) mengatakan “Curriculum itself is a construct or concept. Dalam istilah yang digunakan Tanner dan Tanner (1980:104) perennialism mengembangkan kurikulum yang merupakan proses bagi “cultivation of the rational powers: academic excellence” sedangkan essentialism memandang kurikulum sebagai . 111. 108. Pengertian kurikulum dalam arti yang luas menyangkut seluruh aspek dalam sebuah proses belajar-mengajar yang terjadi dalam upaya pendidikan yang diterapkan dalam sebuah lembaga (keluarga. “content” atau bahkan “transfer of culture”. sekolah.htm 107.com/gpibimmanueldepok/Kur_BPK_PT. gereja.geocities. Kurikulum diartikan sebagai: suatu dokumen atau rencana tertulis mengenai kualitas pendidikan yang harus dimiliki oleh peserta didik melalui uatu pengalaman belajar. masyarakat dlsb) untuk mencapai tujuan yang diharapkan.com/journal/item/1518 109. 110. a verbalization of an extremely complex idea or set of ideas”.atau dilatihnya untuk mengembangkan pengetahuan. 1997: 478).

1981) 114. Popham).) mengatakan bahwa we may think of the curriculum as a program. 1980:109) 113. ada yang mengatakan bahwa kurikulum adalahrencana bagi guru untuk mengembangkan proses pembelajaran atau instruction (Saylor. 116. Lebih lanjut ia mengatakan (Olivia. 118. and with the result of instruction. Olivia (1997:8.rencana untuk mengembangkan “academic excellence dan cultivation of intellect”. Kurikulum adalah dokumen tertulis yang berisikan berbagai komponen sebagai dasar bagi guru untuk mengembangkan kurikulum guru (Zais. .1976:10). Marsh (1997:5) yang menulis curriculum is an interrelated set of plans and experiences which a student completes under the guidance of the school. a plan.dan Lewis. implementation. 1997:9) I feel that the cyclical has much to recommend. Olivia (1997:8) termasuk orang yang setuju dengan pemisahan antara kurikulum dengan pengajaran dan merumuskan kurikulum sebagai a plan or program for all the experiences that the learner encounters under the direction of the school. and presentation. 117. (Tanner dan Tanner. with what is to be learned. Kurikulum adalah rencana yang mungkin saja terlaksana tapi mungkin juga tidak sedangkan apa yang terjadi di sekolah/kelas adalah sesuatu yang benar-benar terjadi yang mungkin berdasarkan rencana tetapi mungkin juga berbeda atau bahkan menyimpang dari apa yang direncanakan. Alexander. whereas we may characterize instruction as methods. Kurikulum adalah “statement of objectives” (McDonald. content. the teaching act. and learning experiences. 115. Definisi yang dikemukakan oleh Unruh dan Unruh (1984:96) mewakili pandangan ini dimana mereka menulis curriculum is defined as a plan for achieving intended learning outcomes: a plan concerned with purposes.

119. nonechange concept . Jacobs (1999) yang membahas mengenai kurikulum di Afrika. . 121. Definisi kurikulum oleh kelompok “conservative” (perenialism dan essentialism). teori. kelompok “romanticism” (romantic naturalism). Transmission frames our teaching-learning process. Dool (1993:57) memperkuat pendapatnya tentang kurikulum yang ada sekarang dengan mengatakan:Education and curriculum have borrowed some concepts from the stable. 120. dan bangsanya di masa mendatang.knowledge is transmitted.for example. Kurikulum adalah materi yang dikembangkan dari disiplin ilmu. “existentialism” mau pun “progressive” (experimentalism. atau hal yang terkait dengan disiplin ilmu. one where . 122. for the most part modernist curriculum thought have adopted the closed version. I believe. what our best contemporary schooling is all about. transferred. This is. 123. However. reconstructionism) hanya memusatkan perhatian pada fungsi “transfer” dari apa yang sudah terjadi dan apa yang sedang terjadi. children following the pattern of their parents. tujuan adalah penguasaan konsep. masyarakat. Kurikulum diartikan dari pandangan kependidikan yang menempatkan ilmu atau disiplin ilmu di atas segalanya (perennialism atau pun essentialism). Seperti dikemukakan oleh McNeil (1977:19): 124. Kurikulum merupakan rancangan dan kegiatan pendidikan yang secara maksimal mengembangkan potensi kemanusiaan yang ada pada diri seseorang baik sebagai individu mau pun sebagai anggota masyarakat untuk kehidupan dirinya. Schubert (1986:6) dengan mengatakan the interpretation that teachers give to subject matter and the classroom atmosphere constitutes the curriculum that students actually experience. IQ as discovering and quantifying an innate potentiality.trough focusing .

Sumber: http://adogaloe. Kurikulum adalah suatu teknik/cara yang digunakan dalam penyampaian seluruh isi materi ajar secara urut. semua gerak kehidupan kependidikan yang dilakukan sekolah didasarkan pada apa yang direncanakan kurikulum. Terdapatnya posisi pengembang ini karena adanya perubahan pada pemikiran kependidikan atau pelatihan. pada posisi teoritik yang harus dikembangkan dalam kurikulum sebagai rencana. Hasan (1992) . Pada posisi pertama berhubungan dengan fleksibilitas sebagai suatu pemikiran kependidikan bagi diklat. Ch (2008). 126. Kurikulum adalah “construct” yang dibangun untuk mentransfer apa yang sudah terjadi di masa lalu kepada generasi berikutnya untuk dilestarikan.125. Bara. terstruktur dan berkesinambungan sebagai pedoman pelaksanaan kegiatan pembelajaran. H. Menurut Hasan Kurikulum bersifat fleksibilitas mengandung dua posisi.com/2009/02/pengertian-dan-landasan-kurikulum. 127. 128. diteruskan atau dikembangkan. (Beane dkk 1986) 131. dan berbagai rencana pengembangan dan pembangunan bangsa dijadikan dasar untuk mengembangkan kehidupan masa depan. (2) kurikulum sebagai program. S. (3) kurikulum sebagai hasil yang diinginkan: dan (4) kurikulum sebagai pengalaman belajar bagi peserta didik. 130. Dalam pengertian “intrinsic” kependidikan maka kurikulum adalah jantung pendidikan Artinya. Dengan demikian. B. Kurikulum yakni bahwa konsep kurikulum dapat diklasifikasikan ke dalam empat jenis pengertian yang meliputi: (1) kurikulum sebagai produk. Kurikulum untuk membangun kehidupan masa depan dimana kehidupan masa lalu. masa sekarang.html 129. Pengertian kedua yaitu sebagai kaidah pengembang kurikulum. Kurikulum sebagai jawaban untuk menyelesaikan berbagai masalah social yang berkenaan dengan pendidikan.blogspot.

org/artikel/willy-yandi-wijaya/memahami-kurikulum- pendidikan-buddhis 133. yaitu: seperangkat mata pelajaran (materi) yang diajarkan pada lembaga pendidikan. Kurikulum yaitu: segala metode. Sementara itu. Kurikulum mencakup pengertian yang sempit. . yakni sesuatu yang direncanakan untuk dipelajari oleh siswa.Kurikulum sebagai a plan for learning.1962) Sumber: http://dhammacitta. 134. atau sistem pembelajaran yang diterapkan pada lembaga pendidikan.132. cara. termasuk materi atau mata pelajaran yang diajarkan dan tempat pelaksanaan pendidikan. pandangan lain mengatakan bahwa kurikulum sebagai dokumen tertulis yang memuat rencana untuk peserta didik selama di sekolah (Hilda Taba .

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.