Pengertian iman dari bahasa Arab yang artinya percaya.

Sedangkan menurut istilah, pengertian iman adalah membenarkan dengan hati, diucapkan dengan lisan, dan diamalkan dengan tindakan (perbuatan). Dengan demikian, pengertian iman kepada Allah adalah membenarkan dengan hati bahwa Allah itu benar-benar ada dengan segala sifat keagungan dan kesempurnaanNya, kemudian pengakuan itu diikrarkan dengan lisan, serta dibuktikan dengan amal perbuatan secara nyata. Jadi, seseorang dapat dikatakan sebagai mukmin (orang yang beriman) sempurna apabila memenuhi ketiga unsur keimanan di atas. Apabila seseorang mengakui dalam hatinya tentang keberadaan Allah, tetapi tidak diikrarkan dengan lisan dan dibuktikan dengan amal perbuatan, maka orang tersebut tidak dapat dikatakan sebagai mukmin yang sempurna. Sebab, ketiga unsur keimanan tersebut merupakan satu kesatuan yang utuh dan tidak dapat dipisahkan. Beriman kepada Allah adalah kebutuhan yang sangat mendasar bagi seseorang. Allah memerintahkan agar ummat manusia beriman kepada-Nya, sebagaimana firman Allah yang artinya: ―Wahai orang-orang yang beriman. Tetaplah beriman kepada Allah dan RasulNya (Muhammad) dan kepada Kitab (Al Qur‘an) yang diturunkan kepada RasulNya, serta kitab yang diturunkan sebelumnya. Barangsiapa ingkar kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, RasulrasulNya, dan hari kemudian, maka sungguh orang itu telah tersesat sangat jauh.‖ (Q.S. An Nisa : 136) Ayat di atas memberikan penjelasan bahwa Bila kita ingkar kepada Allah, maka akan mengalami kesesatan yang nyata. Orang yang sesat tidak akan merasakan kebahagiaan dalam hidup. Oleh karena itu, beriman kepada Allah sesungguhnya adalah untuk kebaikan manusia. Iman Kepada Malaikat Salah satu makhluk Allah swt. yang diciptakan di alam ini adalah malaikat. Dia bersifat gaib bagi manusia, karena tidak dapat dilihat ataupun disentuh dengan panca indra manusia. Sebagai muslim kita diwajibkan beriman kepada malaikat. Iman kepada malaikat tersebut termasuk rukun iman yang kedua. Apa yang dimaksud iman kepada malaikat? Iman kepada malaikat berarti meyakini dan membenarkan dengan sepenuh hati bahwa Allah telah menciptakan malaikat yang diutus untuk melaksanakan tugas-tugas tertentu dari Allah. Dasar yang menjelaskan adanya makhluk malaikat tercantum dalam ayat berikut ini yang artinya: ―Segala puji bagi Allah pencipta langit dan bumi, yang menjadikan malaikat sebagai utusanutusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat.‖ (Q.S. Fatir: 1) Hal tersebut juga dijelaskan dalam hadits riwayat Muslim tentang iman dan rukunnya. Dari Abdullah bin Umar, ketika diminta untuk menjelaskan iman, Rasulullah bersabda, “iman itu

kitab-kitabNya. Karena. Percaya kepada malaikat sangatlah penting karena akan dapat memurnikan dan membebaskan konsep tauhid dari bayangan syirik. seorang hamba yang tidak mampu mencapai target ini akan kehilangan kesempatan yang sangat mahal untuk menduduki posisi terhormat di mata Allah swt. Ihsan Tazkiyatun Nufus 6/2/2008 | 27 Muharram 1429 H Please wait Oleh: Tim dakwatuna. dan ihsan. melainkan harus dipandang sebagai bagian dari akidah dan bagian terbesar dari keislamannya.[3] Islam memiliki arti "penyerahan". Rasulullah saw.engkau beriman kepada Allah. Islam. Dari ayat dan hadits di atas dapat diketahui bahwa beriman kepada malaikat merupakan perintah Allah dan menjadi salah satu syarat keimanan seseorang. Islam Dari Wikipedia bahasa Indonesia. Rasul-rasulNya dan hari akhir serta beriman kepada ketentuan (takdir) yang baik maupun yang buruk. dan meyakini dengan sungguh-sungguh bahwa Muhammad adalah nabi dan rasul terakhir yang diutus ke dunia oleh Allah.” Dalam hadits tersebut. . Sebaliknya. sebagaimana kita beriman kepada Allah dan Nabi-Nya.[4] Pengikut ajaran Islam dikenal dengan sebutan Muslim yang berarti "seorang yang tunduk kepada Tuhan"[5][6]. seorang muslim hendaknya tidak memandang ihsan itu hanya sebatas akhlak yang utama saja. pun sangat menaruh perhatian akan hal ini. malaikat-malaikatNya. Sebab. ensiklopedia bebas Islam (Arab: al-islām. yaitu iman. Dengan lebih dari satu seperempat miliar orang pengikut di seluruh dunia. atau lebih lengkapnya adalah Muslimin bagi laki-laki dan Muslimat bagi perempuan. Islam dibangun di atas tiga landasan utama. Islam mengajarkan bahwa Allah menurunkan firman-Nya kepada manusia melalui para nabi dan rasul utusan-Nya. yaitu Allah. ‫ مالسإلا‬dengarkan (bantuan·info): "berserah diri kepada Tuhan") adalah agama yang mengimani satu Tuhan.com – Ihsan adalah puncak ibadah dan akhlak yang senantiasa menjadi target seluruh hamba Allah swt.com dakwatuna. yaitu mencapai ibadah yang sempurna dan akhlak yang mulia. sehingga seluruh ajaran-ajarannya mengarah kepada satu hal. Oleh karenanya. percaya kepada malaikat merupakan unsur kedua keimanan dalam Islam.[1][2] menjadikan Islam sebagai agama terbesar kedua di dunia setelah agama Kristen. هللا‬Allāh). ihsan menjadikan kita sosok yang mendapatkan kemuliaan dari-Nya. Kita beriman kepada malaikat karena Al Qur‘an dan Nabi memerintahkannya. atau penyerahan diri sepenuhnya kepada Tuhan (Arab: ‫ .

Al-Baqarah: 195) ―Sesungguhnya Allah memerintahkanmu untuk berbuat adil dan kebaikan…. anak-anak yatim. dalam haditsnya yang shahih. Landasan Syar’i Ihsan Pertama. Rasulullah saw. Al-Baqarah: 83) ―Dan berbuat baiklah terhadap dua orang ibu bapak. ―Dan berbuat baiklah kalian karena sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik. orang-orang miskin.‖ (QS. An-Nahl: 90) Pengertian Ihsan Ihsan berasal dari kata hasana yuhsinu. Al-Qashash: 77) Ibnu Katsir mengomentari ayat di atas dengan mengatakan bahwa kebaikan yang dimaksud dalam ayat tersebut adalah kebaikan kepada seluruh makhluk Allah swt. menjawab pertanyaan Malaikat Jibril —yang menyamar sebagai seorang manusia— mengenai Islam. yang artinya adalah berbuat baik. Berikut ini beberapa ayat yang menjadi landasan akan hal ini. dan ihsan.‖ (QS. (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri…‖ (Al-Isra‘: 7) ―Dan berbuat baiklah (kepada oraang lain) seperti halnya Allah berbuat baik terhadapmu…. karena sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik.‖ Beliau menyebut ketiga hal di atas sebagai agama. Allah swt. An-Nisaa`: 36) . Al-Baqarah: 195) ―Sesungguhnya Allah memerintahkanmu untuk berbuat adil dan kebaikan…. ―Inilah Jibril yang datang mengajarkan kepada kalian urusan agama kalian. ―Jika kamu berbuat baik. sedangkan bentuk masdarnya adalah ihsanan.‖ (QS. Al-Qur`anul Karim Dalam Al-Qur`an. yang artinya kebaikan. dan bahkan Allah swt. iman.‖ (QS. tetangga dekat maupun yang jauh. hingga mendapat porsi yang sangat istimewa dalam Al-Qur`an.‖ (QS An-Nahl: 90) ―… serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia…. terdapat 166 ayat yang berbicara tentang ihsan dan implementasinya.‖ (QS. kerabat. betapa mulia dan agungnya perilaku dan sifat ini. ―Dan berbuat baiklah kalian. ibnu sabil. Hadist ini menceritakan saat Raulullah saw. memerintahkan untuk berbuat ihsan pada banyak tempat dalam Al-Qur`an. Setelah Jibril pergi. teman sejawat.seperti yang telah diterangkan oleh Rasulullah saw. berfirman dalam Al-Qur`an mengenai hal ini. dan para hamba sahayamu….‖ (QS. Dari sini kita dapat menarik satu makna. bersabda kepada para sahabatnya.

Tingkatan Ibadah dan Derajatnya Berdasarkan nash-nash Al-Qur`an dan Sunnah. menghendaki umatnya senantiasa dalam keadaan seperti itu. Ketiga hal tersebut adalah ibadah. yaitu dengan menunaikan semua jenis ibadah. seperti shalat. Sebab. kita berlomba untuk meraihnya. Muslim) Di kesempatan yang lain. Oleh karena itulah. meniatkan setiap yang mubah untuk mendapat ridha Allah. di antara hadist-hadist mengenai ihsan tersebut. Rasulullah saw. selain jenis ibadah yang kita sebutkan tadi. As-Sunnah Rasulullah saw.‖ Kini jelaslah bagi kita bahwa sesungguhnya arti dari ibadah itu sendiri sangatlah luas. maka jika kamu membunuh. Karena itulah. dan akhlak.‖ (HR. menyenangkan isteri. maka ibadah mempunyai tiga tingkatan. maka sesungguhnya Dia melihatmu. Inilah maksud dari perkataan Rasulullah saw yang berbunyi. menerangkan mengenai ihsan —ketika ia menjawab pertanyaan Malaikat Jibril tentang ihsan dimana jawaban tersebut dibenarkan oleh Jibril. yaitu menyempurnakan syarat. karena dengan inilah ia dapat menunaikan ibadah-ibadah tersebut dengan baik dan sempurna. sunnah. Hal ini tidak akan mungkin dapat ditunaikan oleh seorang hamba.‖ (HR. yaitu senantiasa sadar jika ia ingin mewujudkan ihsan dalam ibadahnya. dan apabila engkau tidak dapat melihat-Nya. dan jika kamu menyembelih. Ibadah Kita berkewajiban ihsan dalam beribadah. ―Hendaklah kamu menyembah Allah seakan-akan engkau melihat-Nya. 1. maka sesungguhnya Dia melihatmu. ia menempati Jannatul Firdaus. ada tingkatan tersendiri dalam surga. dan masih banyak lagi. dengan mengatakan. pun sangat memberi perhatian terhadap masalah ihsan ini.Kedua. ada beberapa yang menjadi landasan utama dalam memahami agama ini. rukun. sembelihlah dengan baik. Muslim) Tiga Aspek Pokok dalam Ihsan Ihsan meliputi tiga aspek yang fundamental. derajat . Rasulullah saw. Yang tertinggi adalah derajat muhsinin. ―Engkau menyembah Allah seakan-akan engkau melihat-Nya. Bahkan. juga dengan kesadaran penuh bahwa Allah senantiasa memantaunya hingga ia merasa bahwa ia sedang dilihat dan diperhatikan oleh-Nya. yang pada setiap tingkatan derajatnya masing-masing seorang hamba tidak dapat mengukurnya. Rasulullah bersabda. dan sebagainya dengan cara yang benar. bunuhlah dengan baik. Ketiga hal inilah yang menjadi pokok bahasan kita kali ini. puasa. hormat terhadap mukmin. dan adab-adabnya. Minimal seorang hamba merasakan bahwa Allah senantiasa memantaunya. Maka. dan jika engkau tak dapat melihat-Nya. muamalah. sehingga hasil dari ibadah tersebut akan seperti yang diharapkan. ―Sesungguhnya Allah telah mewajibkan kebaikan pada segala sesuatu. kecuali jika saat pelaksanaan ibadah-ibadah tersebut ia dipenuhi dengan cita rasa yang sangat kuat (menikmatinya). yang tidak kalah pentingnya adalah juga jenis ibadah lainnya seperti jihad. Pada setiap derajat. mendidik anak. ia merupakan puncak harapan dan perjuangan seorang hamba. haji.

sesuai dengan derajat ketakwaan masing-masing. boleh jadi ia akan naik pada peringkat bir atau ihsan. 1. sesuatu sifatnya semata-mata untuk mendekatkan diri kepada Allah dan merupakan tambahan dari batasan-batasan yang wajib serta yang diharamkan-Nya. yaitu dengan iman yang benar yang diterima oleh Allah swt. karena amalan-amalan yang ada pada derajat ini membebaskannya dari siksaan atas kesalahan yang dilakukannya. Namun.tertinggi di dalam surga. Dengan demikian. yang dengan kelemahannya itu seorang hamba melakukan dosa. Tingkat Takwa Tingkat takwa adalah tingkatan dimana seluruh derajatnya dihuni oleh mereka yang masuk kategori al-Muttaqun. puncak takwa adalah melakukan seluruh perintah Allah dan meninggalkan semua larangan-Nya. yaitu peringkat takwa. ada satu hal yang harus kita pahami dengan baik. ketika seorang hamba naik pada peringkat puncak takwa. Hal ini sesuai dengan amalan-amalan kebaikan yang mereka lakukan dari ibadah-ibadah sunnah serta segala sesuatu yang dicintai dan diridhai oleh Allah swt. . Tingkat at-Takwa. Hal ini berarti meninggalkan salah satu perintah Allah dapat mengakibatkan sanksi dan melakukan salah satu larangannya adalah dosa. atau yang ada pada peringkat sebelumnya. yaitu tingkatan menengah dengan derajat yang berbeda-beda. 2. Oleh karena itu. sekaligus terdapat janji pahala di dalamnya. Allah swt. Kelak. Kedua. Peringkat ini disebut martabat al-Bir (kebaikan). Adapun tiga tingkatan tersebut adalah sebagai berikut. Maha Mengetahui keadaan hamba-hamba-Nya yang memiliki berbagai kelemahan. Sementara itu. yaitu bahwa Allah swt. Pertama. Amalanamalan ini tidak diwajibkan Allah kepada hamba-hamba-Nya. hal ini dilakukan setelah mereka menunaikan segala yang wajib. 3. akan mengampuni hamba-Nya yang berdosa karena kelalaiannya dari menunaikan hak-hak takwa. Tingkat al-Bir. yaitu tingkatan tertinggi dengan derajat yang berbeda-beda pula. Takwa akan menjadi sempurna dengan menunaikan seluruh perintah Allah dan meninggalkan seluruh larangan-Nya. Allah membuat satu cara penghapusan dosa. Tingkat al-Ihsan. para penghuni surga tingkat bawah akan saling memandang dengan penghuni surga tingkat tertinggi. Adapun derajat yang paling rendah dari peringkat ini adalah derajat dimana seseorang menjaga dirinya dari kekalnya dalam neraka. Peringkat ini disebut martabat takwa. laksana penduduk bumi memandang bintang-bintang di langit yang menandakan jauhnya jarak antara mereka. Tingkat al-Bir Peringkat ini akan dihuni oleh mereka yang masuk kategori al-Abrar. Melalui hal tersebut. karena derajat ini merupakan perluasan pada hal-hal yang sifatnya sunnah. tetapi perintah itu bersifat anjuran. yaitu dengan cara tobat dan pengampunan. yaitu tingkatan paling bawah dengan derajat yang berbeda-beda.

ihsan dijelaskan Allah swt. mereka yang melakukan amalan tambahan ini tidak akan masuk kedalam kelompok al-bir. orang-orang miskin. maka kamipun beriman. Kini. akan tetapi kebaikan itu adalah takwa.‖ (QS. Ali ‗Imran: 193) Ketiga. 2. Muamalah Dalam bab muamalah. yaitu peringkat takwa. barangsiapa yang mengklaim dirinya telah melakukan kebaikan sedang dia tidak mengimani unsur-unsur kaidah iman dalam Islam. Mereka adalah orang-orang yang telah melalui peringkat pertama dan yang kedua (peringkat takwa dan al-bir). Berikut ini adalah mereka yang berhak mendapatkan ihsan tersebut: Pertama. ―Bukanlah kebaikan dengan memasuki rumah-rumah dari belakangnya. Untuk dapat naik ke martabat ihsan dalam segala amal. serta tidak terhindar dari siksaan neraka. Allah swt. Dengan demikian. hanya bisa dicapai melalui amalanamalan wajib dan amalan-amalan sunnah yang dicintai oleh Allah. Ya Tuhan kami ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesahan-kesalahan kami dan wafatkanlah kami bersama orang-orang yang banyak berbuat baik. sesungguhnya kami mendengar seruan orang yang menyeru kepada iman. maka Allah melihat kita. pada surah An-Nisaa‘ ayat 36. maka ia tidak dapat masuk dalam peringkat ini (al-bir). melakukan hal pertama merupakan syarat mutlak untuk naik pada peringkat selanjutnya. Tingkatan Ihsan Tingkatan ini akan dicapai oleh mereka yang masuk dalam kategori Muhsinun. Kedua. Ketika kita mencermati pengertian ihsan dengan sempurna —seperti yang telah kita sebutkan sebelumnya– maka kita akan mendapatkan suatu kesimpulan bahwa ihsan memiliki dua sisi: Pertama. berfirman dalam kitab-Nya. karib kerabat. dan jika kita tidak dapat melihat-Nya. anak-anak yatim. ibnu sabil dan hamba sahayamu. teman sejawat. ihsan adalah kesempurnaan dalam beramal sambil menjaga keikhlasan dan jujur pada saat beramal. ihsan adalah senantiasa memaksimalkan amalan-amalan sunnah yang dapat mendekatkan diri kepada Allah.Akantetapi. Ihsan kepada kedua orang tua . serta dilakukan atas dasar mencari ridha Allah swt. kecuali telah menunaikan peringkat yang pertama. selama hal itu adalah sesuatu yang diridhai-Nya dan dianjurkan untuk melakukannya.‖ Kita sebelumnya telah membahas bahwa ihsan adalah beribadah kepada Allah dengan sikap seakan-akan kita melihat-Nya. tetangga yang dekat maupun yang jauh. dan datangilah rumah-rumah itu dari pintu-pintunya dan bertakwalah kepada Allah agar kalian beruntung. ―Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu bapak.‖ (QS. kita akan membahas ihsan dari muamalah dan siapa saja yang masuk dalam bahasannya. Mengenai hal ini. Karena. yang berbunyi sebagai berikut. l-Baqarah: 189) ―Ya Tuhan kami. yaitu: Berimanlah kamu kepada Tuhanmu. Ini adalah ihsan dalam tata cara (metode).

sebagaimana mereka berdua mendidik aku diwaktu kecil. Maka.‖ Dalil di atas menjelaskan bahwa ibadah kita kepada Allah tidak akan diterima. ―Aku adalah Allah. Dalam sebuah hadits qudsi. dan Aku telah menciptakan rahim yang Kuberi nama bagian dari nama-Ku. Hal ini dikarenakan sebab paling utama terputusnya hubungan seorang hamba dengan Tuhannya adalah karena terputusnya hubungan silaturahmi. orang yang memutuskan tali silaturahmi. menyamakan seseorang yang memutuskan hubungan silatuhrahmi dengan perusak di muka bumi. akan Ku putuskan hubunganku dengannya. Allah berfirman.‖ (QS.‖ (HR. jika tidak disertai dengan berbuat baik kepada kedua orang tua. Apabila kita tidak memiliki kebaikan ini. Ihsan kepada kerabat karib Ihsan kepada kerabat adalah dengan jalan membangun hubungan yang baik dengan mereka.‖ (HR. ―Keridhaan Allah berada pada keridhaan orang tua.‖ Diriwayatkan oleh Turmudzi. Al-Israa‘: 23-24) Ayat di atas mengatakan kepada kita bahwa ihsan kepada ibu-bapak adalah sejajar dengan ibadah kepada Allah. bersabda. bahwa Rasulullah saw. Rasulullah bersabda. Ihsan kepada anak yatim dan fakir miskin Diriwayatkan oleh Bukhari. Jika salah seorang diantara keduanya atau kedua-duanya berumr lanjut dalam pemeliharaanmu. dan Turmuzdi. maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ―ah‖ dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. ―Aku dan orang yang memelihara anak yatim di surga kelak akan seperti ini…(seraya menunjukkan jari telunjuk jari tengahnya). ―Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan dimuka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan?‖ (QS. kasihilah mereka keduanya. bahkan Allah swt. bersabda. Aku adalah Rahman. maka Allah akan . ―Barangsiapa —dari Kaum Muslimin— yang memelihara anak yatim dengan memberi makan dan minumnya. barangsiapa yang menyambungnya. Muhammad: 22) Silaturahmi adalah kunci untuk mendapatkan keridhaan Allah. Turmudzi) Dalam hadits lain. Kedua. Abu Dawud. dari Ibnu Amru bin Ash. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: ―Wahai Tuhanku.Allah swt. menjelaskan hal ini dalam kitab-Nya. dan kemurkaan Allah berada pada kemurkaan orang tua. Allah berfirman. ―Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu tidak menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. akan Ku sambungkan pula baginya dan barangsiapa yang memutuskannya. Rasulullah saw. dan keislaman. Nabi saw. bersabda. keimanan. Dalam sebuah hadist riwayat Turmuzdi. ―Tidak akan masuk surga. Syaikahni dan Abu Dawud) Ketiga. maka bersamaan dengannya akan hilang ketakwaan.

―Ya. menjelaskan hal ini dalam sabdanya. Orang itu berkata lagi. dan berkata. baik jauh karena nasab maupun yang berada jauh dari rumah. demi Allah. Turmuzdi.‖ Keempat. Ihsan kepada ibnu sabil dan hamba sahaya Rasulullah saw. kecuali Nasa‘i) Selain itu. dan sebagainya. teman sekolah atau kampus. Rasulullah. ―Tidak beriman kepadaku barangsiapa yang kenyang pada suatu malam.‖ Para sahabat bertanya. hendaklah memuliakan tamunya. Syaikhani) Pada hadits yang lain. dan menghargai pribadinya. ihsan terhadap ibnu sabil adalah dengan cara memenuhi kebutuhannya. dan memberinya pelayanan.memasukkannya ke dalam surga selamanya. dan Abi Daud) Adapun muamalah terhadap pembantu atau karyawan dilakukan dengan membayar gajinya sebelum keringatnya kering. serta tetangga jauh. Bukhari. kemudian ia datang membawa makanan itu dan telah merasakan panas dan asapnya. ―Maafkanlah ia tujuh puluh kali dalam sehari. Mereka semua masuk ke dalam katagori tetangga. serta teman sejawat Ihsan kepada tetangga dekat meliputi tetangga dekat dari kerabat atau tetangga yang berada di dekat rumah. Pada riwayat yang lain. tetapi tetangga muslim mempunyai dua hak. ―Jika seorang hamba sahaya membuat makanan untuk salah seorang di antara kamu. perjalanan. sebagai muslim dan sebagai kerabat. bersabda mengenai hal ini. ya Rasulullah?‖ Beliau menjawab. menjaga hartanya. sedangkan tetangganya kelaparan. maka hendaklah kamu memberinya satu atau dua suapan. Seorang tetangga kafir mempunyai hak sebagai tetangga saja. menunjukinya jalan jika ia meminta. Rasulullah saw bersabda. ―Barangsiapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir.‖ (HR. maka hendaklah kamu mempersilakannya duduk dan makan bersamamu. Adapun yang dimaksud teman sejawat adalah yang berkumpul dengan kita atas dasar pekerjaan. tidak beriman. menjaga kehormatannya. Rasulullah bersabda. selama ia tidak melakukan dosa yang tidak terampuni.‖ (HR. Rasulullah?‖ Rasul menjawab. ma‘had. yaitu sebagai tetangga. ―Berapa kali ya. tidak membebaninya dengan sesuatu yang ia tidak sanggup melakukannya. Rasulullah saw. Abu Daud dan at-Turmuzdi) Dalam riwayat yang lain.‖ (HR. Ihsan kepada tetangga dekat.‖(HR. sedang tetangga muslim dan kerabat mempunyai tiga hak. Jika ia hanya makan sedikit.‖ (HR. berapa kali saya harus memaafkan hamba sahayaku?‖ Rasulullah diam tidak menjawab. AthThabrani) Kelima. dikatakan bahwa seorang laki-laki datang kepada Rasulullah saw. padahal ia megetahuinya. tetangga jauh. Jika ia pembantu rumah . memelihara kehormatannya. yaitu sebagai tetangga dan sebagai muslim. Jama‘ah. ―Demi Allah. pertemanan. ―Seseorang yang tidak aman tetangganya dari gangguannya. ―Siapakah yang tidak beriman. tidak beriman.

saling menghargai dalam pergaulan. hendaklah kita melembutkan ucapan. Al-Hajj: 38) Ayat di atas merupakan isyarat yang sangat jelas kepada siapa saja yang tidak berlaku ihsan. dua sifat yang sangat dibenci oleh Allah swt. menutupnya firman-Nya yang berbunyi. Umar bin Abdul Aziz berkata kepada hamba sahaya perempuannya. dan tidak mengganggu mereka dengan tidak melakukan hal-hal dapat mengusik serta melukai mereka. Karena sangat mengantuk. Ihsan dengan perlakuan dan ucapan yang baik kepada manusia Rasulullah saw. Keenam. dan mengistirahatkannya jika ia lelah. Bukhari dan Muslim) Masih riwayat dari Bukhari dan Muslim. ―Ya Allah. Bahkan. Ketika hamba sahaya itu terbangun. Ketujuh. membelah dadanya.‖ Suatu hari. tidak membebaninya diluar kemampuannya. hendaklah ia berkata yang baik atau diam. serta menggunakan pisau yang tajam. maka hendaklah ia diberi makan dari apa yang kita makan. menunjukinya jalan jika ia tersesat.‖ Bagi manusia secara umum. menyuruh kepada yang makruf dan mencegahnya dari kemungkaran. hal itu adalah pertanda bahwa dalam dirinya ada kecongkakan dan kesombongan. ―Barangsiapa beriman kepada Allah dan Hari Kiamat. Rasulullah bersabda. sang hamba pun tertidur. tidak menyiksanya jika ia bekerja. mengajari mereka yang bodoh.‖ (HR. yaitu Hamzah. tidak menyiksanya. Kemudian seorang sahabat meminta Rasulullah saw. bersabda.‖ (QS. Ihsan dengan berlaku baik kepada binatang Berbuat ihsan terhadap binatang adalah dengan memberinya makan jika ia lapar. Rasulullah malah berkata. dan diberi pakaian dari apa yang kita pakai..‖ Lalu. ―Sesungguhnya Allah tidak menyukai tiap-tiap orang yang berkhianat lagi mengingkari nikmat. karena mereka adalah kaum yang bodoh. ampunilah mereka. hendaklah dengan menyembelihnya dengan cara yang baik. Akantetapi.tangga. Beberapa contoh ihsan dalam hal muamalah Pada Perang Uhud. ―Kipasilah aku sampai aku tertidur. Inilah sisi-sisi ihsan yang datang dari nash Al-Quran dan Sunnah Rasulullah saw. Allah swt. Bahkan. Pada akhir pembahasan mengenai bab muamalah ini. hambanya pun mengipasinya sampai Umar tertidur. pada saat menyembelih. berdoa agar mereka diazab oleh Allah. orang-orang Quraisy membunuh paman Rasulullah saw. serta memecahkan giginya. Ketika Umar bangun. beliau mengambil kipas tadi dan mengipasi hamba sahayanya. ―Ucapan yang baik adalah sedekah. mengobatinya jika ia sakit. maka ia pun berteriak . Mereka mencincang tubuhnya. mengakui hak-hak mereka.

Seseorang akan mencapai tingkat ihsan dalam akhlaknya apabila ia telah melakukan ibadah seperti yang menjadi harapan Rasulullah dalam hadits yang telah dikemukakan di awal tulisan ini. Perhatikannlah Q. ―Engkau adalah manusia biasa seperti diriku dan mendapatkan kebaikan seperti halnya aku. Melalui niat yang baik. sehingga mereka yang sampai pada tahap ihsan dalam ibadahnya akan terlihat jelas dalam perilaku dan karakternya. membersihkan hati dan memurnikan niat. muamalah.com/2008/02/385/ihsan/#ixzz1j3mPnihx Pengertian Ikhlas Ikhlas menurut bahasa adalah tulus hati. semua orang yang menyadari akan hal ini tentu akan berusaha dengan seluruh potensi diri yang dimilikinya agar sampai pada tingkat tersebut. maka sesungguhnya Allah senantiasa melihat kita. ia akan berbuah menjadi akhlak atau perilaku. Pada akhirnya. keluarganya. di mata Allah tidak ada yang lebih mulia dari yang lain. Jika kita ingin melihat nilai ihsan pada diri seseorang —yang diperoleh dari hasil maksimal ibadahnya– maka kita akan menemukannya dalam muamalah kehidupannya. ―Aku diutus hanyalah demi menyempurnakan akhlak yang mulia. maka aku pun melakukan hal ini kepadamu. maka akan muncul adalah kebersihan hati dan ketulusan jiwa. Semoga kita semua dapat mencapai hal ini.S Al Bayyinah 98 : 5 Setiap perbuatan manusia dimulai dari gerak hati atau niatnya. Melalui pemahaman tersebut. ihsan adalah puncak prestasi dalam ibadah. dan bahkan terhadap dirinya sendiri. Umar kemudian berkata. pekerjaannya. mengatakan dalam sebuah hadits. tersimpul bahwa ikhlas merupakan syarat mutlak diterimanya amal. maka Rasulullah saw. dan jika kita tidak dapat melihat-Nya. Sedangkan menurut istilah berarti mengerjakan amal ibadah dengan niat hanya kepada Allah untuk memperoleh ridha-Nya.‖ 3. sebagaimana engkau melakukannya padaku. Akhlak Ihsan dalam akhlak sesungguhnya merupakan buah dari ibadah dan muamalah. menjadi awal perbuatan baik. Oleh karena itu.dakwatuna. sehingga tidak ada satu pekerjaan pun yang dirasakan sebagai beban. dan akhlak. Wallahu a‘lam bish-shawwab. Bila tingkatan yang terkahir ini mampu dicapai manusia.menyaksikan tuannya melakukan hal tersebut. kecuali mereka yang telah naik ketingkat ihsan dalam seluruh sisi dan nilai hidupnya. yaitu menyembah Allah seakan-akan melihat-Nya. Siapapun kita. Berdasarkan ini semua. lingkungannya. karena yang ahrus diluruskan pertama kali agar tercapai derajat mukhlisin adalah titik awal dari gerak atau niat manusia. mengambil ruh ini dari kita. [] Sumber: http://www. Pengertian lain adalah mentauhidkan dan mengkhususkan Allah sebagai tujuan dalam berbuat taat kepada aturan-Nya. maka sesungguhnya itulah puncak ihsan dalam ibadah. Begitu pula niat yang ikhlas.‖ Kesimpulannya. . apapun profesi kita. akan mengantarkan ke perbuatan yang ikhlas pula. sebelum Allah swt. Jika hal ini telah dicapai oleh seorang hamba. Bagaimana ia bermuamalah dengan sesama manusia.

Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati di dalam kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. Pada kesempatan ini. Semua ini menunjukkan sempurnanya agama Islam dan luasnya petunjuk yang tercakup di dalamnya. dan telah Ku-ridhai Islam menjadi agama bagimu. Dan nikmat inilah yang sangat menentukan bahagia atau sengsaranya kita di hari akhir nanti. Islam telah memberikan petunjuk di dalamnya. Alloh berfirman. karena memang semuanya ada dalam Islam. „Sesungguhnya Nabi kamu telah mengajarkan kepada kamu segala sesuatu sampai buang air besar!‟ Jawab Salman. karena jawaban pertanyaan inilah yang nantinya sangat menentukan kualitas keislaman dan ketakwaan seseorang. Nikmat yang besar ini patutlah kita syukuri.” (Al Ashr: 1-3) Alloh berfirman.” (Al-Maidah: 3) Salman Al-Farisi berkata. sudah sejak lama sekali (mungkin sudah 20-an tahun atau bahkan lebih) kita menjadi sebagai seorang muslim.shvoong.“Telah berkata kepada kami orang-orang musyrikin. „benar!” (Hadits Shohih riwayat Muslim). dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku. Namun pertanyaan paling penting yang harus kita renungkan dan kita jawab pada setiap diri kita adalah: „Sudah sejauh manakah kita telah memahami dan mengamalkan ajaran kita ini?‟ Pertanyaan inilah yang paling penting yang harus direnungkan dan dijawab.Sumber: http://id. mulai dari urusan buang air besar sampai urusan negara. karena banyak diantara manusia yang tidak memperoleh nikmat ini.com/social-sciences/psychology/2092964-pengertianikhlas/#ixzz1j3mgsZrD 3 Pokok Ajaran Islam Kategori: Aqidah 19 Komentar // 28 October 2008 Sejauh Mana Pemahaman Kita? Tak terasa.” (Al Hujurot: 13) Pokok Ajaran Islam Sebagaimana yang telah diketahui bahwa ajaran Islam ini adalah ajaran yang paling sempurna. Alloh berfirman. “Demi masa. “Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Alloh ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. tidaklah kami ingin menanyakan „Sejak kapan kita masuk islam?‟ atau „Bagaimana ceritanya kita masuk islam?‟ karena jawaban pertanyaan ini bukanlah suatu yang paling mendasar dan paling penting. yang tidaklah seseorang itu butuh . “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu.

Dan inilah sebenarnya yang merupakan bukti kebenaran pengakuan imannya. Maka barangsiapa yang tidak melaksanakan ketiga hal ini pada hakikatnya dia bukanlah pengikut dakwah para Nabi. bahkan kepada diri meraka sendiripun berhala-berhala itu tidak dapat memberi pertolongan. Karena memang hanya Dia yang berhak untuk diibadahi. Dia lah yang telah menciptakan kita. namun laila tidak mengakui perkataan mereka Berserah Diri Kepada Alloh Dengan Merealisasikan Tauhid Yaitu kerendahan diri dan tunduk kepada Alloh dengan tauhid. Keadaan orang semacam ini tidak ubahnya seperti orang yang digambarkan oleh seorang penyair.kepada petunjuk selainnya. ataupun ucapan Plato. “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan mengatakan: “Kami telah beriman”. Inilah inti ajaran para Nabi dan Rosul yang diutus oleh Alloh kepada ummat manusia. baik itu teori demokrasi. Alloh berfirman. Dan berhala-berhala itu tidak mampu memberi pertolongan kepada para penyembahnya. pantaskah kita tujukan ibadah kita kepada selain-Nya. yakni mengesakan Alloh dalam setiap peribadahan kita. Kita tidak dibiarkan mengatakan sudah beriman lantas tidak ada ujian yang membuktikan kebenaran pengakuan tersebut. Alloh berfirman. mereka tidak dapat memperkenankan permintaanmu. Semua orang mengaku punya hubungan cinta dengan Laila. Jika kamu menyeru mereka. mereka tiada mendengar seruanmu. pada dasarnya pokok ajarannya hanyalah kembali pada tiga hal yaitu tauhid. “Apakah mereka mempersekutukan dengan berhalaberhala yang tak dapat menciptakan sesuatu pun? Sedang berhala-berhala itu sendiri yang diciptakan. Meskipun begitu luasnya petunjuk Islam. dan kalau mereka mendengar. filsafat atau lainnya. memberi rizki kita dan mengatur alam semesta ini. Tidak boleh menujukan satu saja dari jenis ibadah kita kepada selainNya. Penyerahan dan perendahan semata tidak cukup apabila tidak disertai ketundukan terhadap perintah-perintah Alloh dan Rosul-Nya dan menjauhi apa-apa yang dilarang. Aristoteles atau siapa pun juga.” (Al -A‘rof: 191-192) Semua yang disembah selain Alloh tidak memiliki sedikitpun kekuasaan di alam semesta ini. semata-mata hanya karena taat kepada Alloh dan hanya mengharap wajah-Nya semata. berharap dengan balasan yang ada di sisi-Nya serta takut akan adzab-Nya. taat dan baro‘ah/berlepas diri. dan pada hari kiamat mereka akan mengingkari kemusyrikanmu dan tidak ada yang dapat memberi keterangan kepadamu sebagai yang diberikan oleh Yang Maha Mengetahui. yang tidak berkuasa dan berperan sedikitpun pada diri kita? Semua yang disembah selain Alloh tidak mampu memberikan pertolongan bahkan terhadap diri mereka sendiri sekali pun.” (Fathir: 13-14) Tunduk dan Patuh Kepada Alloh Dengan Sepenuh Ketaatan Pokok Islam yang kedua adalah adanya ketundukan dan kepatuhan yang mutlak kepada Alloh. Alloh berfirman. sedang mereka tidak diuji lagi? Dan . “Dan orang-orang yang kamu seru selain Alloh tiada mempunyai apa-apa walaupun setipis kulit ari.

“Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang beriman dan tidak pula perempuan yang beriman.sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka. apabila Alloh dan Rosul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan. dan kami patuh‟. memelihara dan mencurahkan kasih sayang-Nya kepada kita semua.” ( Al-Ankabut: 2-3) Orang yang beriman tidak boleh memiliki pilihan lain apabila Alloh dan Rosul-Nya telah menetapkan keputusan. Inilah tiga pokok ajaran Islam yang harus kita ketahui dan pahami bersama untuk dapat menjawab pertanyaan di atas dengan jawaban yang yakin dan pasti. “Sesungguhnya jawaban orang-orang beriman. ketika mereka berkata kepada kaum mereka: „Sesungguhnya kami berlepas diri daripada kamu dari daripada apa yang kamu sembah selain Alloh. serta diteguhkan di atas meniti din ini.” (An Nur: 51) Memusuhi dan Membenci Syirik dan Pelakunya Seorang muslim yang tunduk dan patuh terhadap perintah dan larangan Alloh.‟” (Al-Mumtahanah: 4) Jadi ajaran Nabi Ibrohim „alaihis salam bukan mengajak kepada persatuan agama-agama sebagaimana yang didakwakan oleh tokoh-tokoh Islam Liberal. “Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia. bila mereka diseru kepada Alloh dan Rosul-Nya agar rosul menghukum di antara mereka ialah ucapan. padahal Allohlah Robb yang telah menciptakan. Alloh berfirman. Alloh berfirman. Alloh telah memberikan teladan kepada bagi kita yakni pada diri Nabiyulloh Ibrohim ‗alaihis salam agar berlepas diri dan memusuhi para pelaku syirik dan kesyirikan. kami mengingkari kamu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Alloh saja. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung. Dan di atas ketiga pokok inilah aqidah dan syari‘ah ini dibangun. Wallohu a‟lam… *** . kedzaliman yang paling dzalim dan sikap kurang ajar yang paling bejat terhadap Alloh. Dan barangsiapa mendurhakai Alloh dan Rosul-Nya maka sungguh dia telah sesat dengan kesesatan yang nyata.” (Al Ahzab: 36) Orang yang beriman tidak membantah ketetapan Alloh dan Rosul-Nya akan tetapi mereka mentaatinya lahir maupun batin. Inilah millah Ibrohim yang lurus! Demikian pula Nabi Muhammad shollallohu „alaihi wa sallam senantiasa mengobarkan peperangan terhadap segala bentuk kesyirikan dan memusuhi para pemujanya. Alloh berfirman. Padahal syirik adalah sesuatu yang paling dibenci oleh Alloh. maka konsekuensi dari benarnya keimanannya maka ia juga harus berlepas diri dan membenci perbuatan syirik dan pelakunya. maka sesungguhnya Alloh mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. Karena ia belum dikatakan beriman dengan sebenar-benarnya sebelum ia mencintai apa yang dicintai Alloh dan membenci apa yang dibenci Alloh. „Kami mendengar. Maka kita mohon kepada Alloh semoga Alloh memberikan taufiq kepada kita untuk dapat memahami agama ini. Karena syirik adalah dosa yang paling besar. akan tetapi dakwah beliau ialah memerangi syirik dan para pemujanya. akan ada bagi mereka pilihan tentang urusan mereka.

id .muslim.or.Penulis: Abu Hudzaifah Yusuf bin Munasir Artikel www.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.