P. 1
Pengertian Iman Dari Bahasa Arab Yang Artinya Percaya

Pengertian Iman Dari Bahasa Arab Yang Artinya Percaya

|Views: 87|Likes:
Published by Anisa Rijkiani Almi

More info:

Published by: Anisa Rijkiani Almi on Mar 05, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/05/2012

pdf

text

original

Pengertian iman dari bahasa Arab yang artinya percaya.

Sedangkan menurut istilah, pengertian iman adalah membenarkan dengan hati, diucapkan dengan lisan, dan diamalkan dengan tindakan (perbuatan). Dengan demikian, pengertian iman kepada Allah adalah membenarkan dengan hati bahwa Allah itu benar-benar ada dengan segala sifat keagungan dan kesempurnaanNya, kemudian pengakuan itu diikrarkan dengan lisan, serta dibuktikan dengan amal perbuatan secara nyata. Jadi, seseorang dapat dikatakan sebagai mukmin (orang yang beriman) sempurna apabila memenuhi ketiga unsur keimanan di atas. Apabila seseorang mengakui dalam hatinya tentang keberadaan Allah, tetapi tidak diikrarkan dengan lisan dan dibuktikan dengan amal perbuatan, maka orang tersebut tidak dapat dikatakan sebagai mukmin yang sempurna. Sebab, ketiga unsur keimanan tersebut merupakan satu kesatuan yang utuh dan tidak dapat dipisahkan. Beriman kepada Allah adalah kebutuhan yang sangat mendasar bagi seseorang. Allah memerintahkan agar ummat manusia beriman kepada-Nya, sebagaimana firman Allah yang artinya: ―Wahai orang-orang yang beriman. Tetaplah beriman kepada Allah dan RasulNya (Muhammad) dan kepada Kitab (Al Qur‘an) yang diturunkan kepada RasulNya, serta kitab yang diturunkan sebelumnya. Barangsiapa ingkar kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, RasulrasulNya, dan hari kemudian, maka sungguh orang itu telah tersesat sangat jauh.‖ (Q.S. An Nisa : 136) Ayat di atas memberikan penjelasan bahwa Bila kita ingkar kepada Allah, maka akan mengalami kesesatan yang nyata. Orang yang sesat tidak akan merasakan kebahagiaan dalam hidup. Oleh karena itu, beriman kepada Allah sesungguhnya adalah untuk kebaikan manusia. Iman Kepada Malaikat Salah satu makhluk Allah swt. yang diciptakan di alam ini adalah malaikat. Dia bersifat gaib bagi manusia, karena tidak dapat dilihat ataupun disentuh dengan panca indra manusia. Sebagai muslim kita diwajibkan beriman kepada malaikat. Iman kepada malaikat tersebut termasuk rukun iman yang kedua. Apa yang dimaksud iman kepada malaikat? Iman kepada malaikat berarti meyakini dan membenarkan dengan sepenuh hati bahwa Allah telah menciptakan malaikat yang diutus untuk melaksanakan tugas-tugas tertentu dari Allah. Dasar yang menjelaskan adanya makhluk malaikat tercantum dalam ayat berikut ini yang artinya: ―Segala puji bagi Allah pencipta langit dan bumi, yang menjadikan malaikat sebagai utusanutusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat.‖ (Q.S. Fatir: 1) Hal tersebut juga dijelaskan dalam hadits riwayat Muslim tentang iman dan rukunnya. Dari Abdullah bin Umar, ketika diminta untuk menjelaskan iman, Rasulullah bersabda, “iman itu

ensiklopedia bebas Islam (Arab: al-islām.com dakwatuna. Rasulullah saw. kitab-kitabNya. ihsan menjadikan kita sosok yang mendapatkan kemuliaan dari-Nya. . sebagaimana kita beriman kepada Allah dan Nabi-Nya. هللا‬Allāh). Dari ayat dan hadits di atas dapat diketahui bahwa beriman kepada malaikat merupakan perintah Allah dan menjadi salah satu syarat keimanan seseorang. Karena.engkau beriman kepada Allah. Ihsan Tazkiyatun Nufus 6/2/2008 | 27 Muharram 1429 H Please wait Oleh: Tim dakwatuna. Oleh karenanya. Percaya kepada malaikat sangatlah penting karena akan dapat memurnikan dan membebaskan konsep tauhid dari bayangan syirik. dan meyakini dengan sungguh-sungguh bahwa Muhammad adalah nabi dan rasul terakhir yang diutus ke dunia oleh Allah. atau penyerahan diri sepenuhnya kepada Tuhan (Arab: ‫ . Rasul-rasulNya dan hari akhir serta beriman kepada ketentuan (takdir) yang baik maupun yang buruk. malaikat-malaikatNya. yaitu iman. melainkan harus dipandang sebagai bagian dari akidah dan bagian terbesar dari keislamannya. Sebab. atau lebih lengkapnya adalah Muslimin bagi laki-laki dan Muslimat bagi perempuan. yaitu Allah.com – Ihsan adalah puncak ibadah dan akhlak yang senantiasa menjadi target seluruh hamba Allah swt. Islam mengajarkan bahwa Allah menurunkan firman-Nya kepada manusia melalui para nabi dan rasul utusan-Nya.” Dalam hadits tersebut. seorang hamba yang tidak mampu mencapai target ini akan kehilangan kesempatan yang sangat mahal untuk menduduki posisi terhormat di mata Allah swt.[3] Islam memiliki arti "penyerahan". Sebaliknya. seorang muslim hendaknya tidak memandang ihsan itu hanya sebatas akhlak yang utama saja. Kita beriman kepada malaikat karena Al Qur‘an dan Nabi memerintahkannya. Islam. percaya kepada malaikat merupakan unsur kedua keimanan dalam Islam. dan ihsan. yaitu mencapai ibadah yang sempurna dan akhlak yang mulia. Dengan lebih dari satu seperempat miliar orang pengikut di seluruh dunia. Islam dibangun di atas tiga landasan utama.[1][2] menjadikan Islam sebagai agama terbesar kedua di dunia setelah agama Kristen. sehingga seluruh ajaran-ajarannya mengarah kepada satu hal. Islam Dari Wikipedia bahasa Indonesia. pun sangat menaruh perhatian akan hal ini.[4] Pengikut ajaran Islam dikenal dengan sebutan Muslim yang berarti "seorang yang tunduk kepada Tuhan"[5][6]. ‫ مالسإلا‬dengarkan (bantuan·info): "berserah diri kepada Tuhan") adalah agama yang mengimani satu Tuhan.

Al-Baqarah: 195) ―Sesungguhnya Allah memerintahkanmu untuk berbuat adil dan kebaikan…. yang artinya kebaikan. Setelah Jibril pergi. sedangkan bentuk masdarnya adalah ihsanan.seperti yang telah diterangkan oleh Rasulullah saw. Al-Qur`anul Karim Dalam Al-Qur`an. dalam haditsnya yang shahih. terdapat 166 ayat yang berbicara tentang ihsan dan implementasinya.‖ (QS. An-Nisaa`: 36) . ―Dan berbuat baiklah kalian karena sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik. teman sejawat. dan ihsan.‖ (QS An-Nahl: 90) ―… serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia…. kerabat.‖ (QS. Al-Baqarah: 195) ―Sesungguhnya Allah memerintahkanmu untuk berbuat adil dan kebaikan….‖ (QS. Landasan Syar’i Ihsan Pertama. tetangga dekat maupun yang jauh. ―Dan berbuat baiklah kalian. betapa mulia dan agungnya perilaku dan sifat ini. Allah swt. Dari sini kita dapat menarik satu makna. anak-anak yatim. karena sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik. Hadist ini menceritakan saat Raulullah saw. Al-Qashash: 77) Ibnu Katsir mengomentari ayat di atas dengan mengatakan bahwa kebaikan yang dimaksud dalam ayat tersebut adalah kebaikan kepada seluruh makhluk Allah swt. An-Nahl: 90) Pengertian Ihsan Ihsan berasal dari kata hasana yuhsinu. iman. (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri…‖ (Al-Isra‘: 7) ―Dan berbuat baiklah (kepada oraang lain) seperti halnya Allah berbuat baik terhadapmu….‖ (QS. menjawab pertanyaan Malaikat Jibril —yang menyamar sebagai seorang manusia— mengenai Islam. berfirman dalam Al-Qur`an mengenai hal ini. dan para hamba sahayamu…. bersabda kepada para sahabatnya. hingga mendapat porsi yang sangat istimewa dalam Al-Qur`an. yang artinya adalah berbuat baik.‖ (QS. memerintahkan untuk berbuat ihsan pada banyak tempat dalam Al-Qur`an. orang-orang miskin. Rasulullah saw. Berikut ini beberapa ayat yang menjadi landasan akan hal ini. Al-Baqarah: 83) ―Dan berbuat baiklah terhadap dua orang ibu bapak. dan bahkan Allah swt.‖ (QS. ibnu sabil. ―Jika kamu berbuat baik.‖ Beliau menyebut ketiga hal di atas sebagai agama. ―Inilah Jibril yang datang mengajarkan kepada kalian urusan agama kalian.

Oleh karena itulah. hormat terhadap mukmin. dan sebagainya dengan cara yang benar. dengan mengatakan. ada beberapa yang menjadi landasan utama dalam memahami agama ini. Ketiga hal inilah yang menjadi pokok bahasan kita kali ini. maka sesungguhnya Dia melihatmu. maka ibadah mempunyai tiga tingkatan. dan akhlak. haji. ia merupakan puncak harapan dan perjuangan seorang hamba. Karena itulah. dan masih banyak lagi. Bahkan. dan jika kamu menyembelih. Rasulullah saw. menyenangkan isteri. ―Engkau menyembah Allah seakan-akan engkau melihat-Nya. Ibadah Kita berkewajiban ihsan dalam beribadah. meniatkan setiap yang mubah untuk mendapat ridha Allah. di antara hadist-hadist mengenai ihsan tersebut. 1. Ketiga hal tersebut adalah ibadah.‖ Kini jelaslah bagi kita bahwa sesungguhnya arti dari ibadah itu sendiri sangatlah luas. yang pada setiap tingkatan derajatnya masing-masing seorang hamba tidak dapat mengukurnya. yang tidak kalah pentingnya adalah juga jenis ibadah lainnya seperti jihad. ada tingkatan tersendiri dalam surga. sembelihlah dengan baik.‖ (HR. seperti shalat. ―Sesungguhnya Allah telah mewajibkan kebaikan pada segala sesuatu. Sebab. dan jika engkau tak dapat melihat-Nya. Rasulullah saw. bunuhlah dengan baik. Yang tertinggi adalah derajat muhsinin. Pada setiap derajat. karena dengan inilah ia dapat menunaikan ibadah-ibadah tersebut dengan baik dan sempurna. Maka. puasa. Muslim) Di kesempatan yang lain. juga dengan kesadaran penuh bahwa Allah senantiasa memantaunya hingga ia merasa bahwa ia sedang dilihat dan diperhatikan oleh-Nya. mendidik anak. muamalah. sehingga hasil dari ibadah tersebut akan seperti yang diharapkan. yaitu senantiasa sadar jika ia ingin mewujudkan ihsan dalam ibadahnya. kita berlomba untuk meraihnya. Hal ini tidak akan mungkin dapat ditunaikan oleh seorang hamba. yaitu dengan menunaikan semua jenis ibadah. maka sesungguhnya Dia melihatmu. ―Hendaklah kamu menyembah Allah seakan-akan engkau melihat-Nya. dan apabila engkau tidak dapat melihat-Nya. dan adab-adabnya. As-Sunnah Rasulullah saw. Inilah maksud dari perkataan Rasulullah saw yang berbunyi. Minimal seorang hamba merasakan bahwa Allah senantiasa memantaunya. selain jenis ibadah yang kita sebutkan tadi. menghendaki umatnya senantiasa dalam keadaan seperti itu. Muslim) Tiga Aspek Pokok dalam Ihsan Ihsan meliputi tiga aspek yang fundamental. maka jika kamu membunuh. yaitu menyempurnakan syarat. kecuali jika saat pelaksanaan ibadah-ibadah tersebut ia dipenuhi dengan cita rasa yang sangat kuat (menikmatinya). Rasulullah bersabda. menerangkan mengenai ihsan —ketika ia menjawab pertanyaan Malaikat Jibril tentang ihsan dimana jawaban tersebut dibenarkan oleh Jibril. ia menempati Jannatul Firdaus. sunnah. derajat . pun sangat memberi perhatian terhadap masalah ihsan ini.Kedua.‖ (HR. Tingkatan Ibadah dan Derajatnya Berdasarkan nash-nash Al-Qur`an dan Sunnah. rukun.

Takwa akan menjadi sempurna dengan menunaikan seluruh perintah Allah dan meninggalkan seluruh larangan-Nya. Tingkat al-Bir Peringkat ini akan dihuni oleh mereka yang masuk kategori al-Abrar. akan mengampuni hamba-Nya yang berdosa karena kelalaiannya dari menunaikan hak-hak takwa. sesuai dengan derajat ketakwaan masing-masing. ketika seorang hamba naik pada peringkat puncak takwa. yaitu dengan iman yang benar yang diterima oleh Allah swt. Namun. . Sementara itu. karena derajat ini merupakan perluasan pada hal-hal yang sifatnya sunnah. Peringkat ini disebut martabat takwa. yaitu peringkat takwa. Hal ini sesuai dengan amalan-amalan kebaikan yang mereka lakukan dari ibadah-ibadah sunnah serta segala sesuatu yang dicintai dan diridhai oleh Allah swt. Kedua. para penghuni surga tingkat bawah akan saling memandang dengan penghuni surga tingkat tertinggi. Hal ini berarti meninggalkan salah satu perintah Allah dapat mengakibatkan sanksi dan melakukan salah satu larangannya adalah dosa. Oleh karena itu. Maha Mengetahui keadaan hamba-hamba-Nya yang memiliki berbagai kelemahan. yang dengan kelemahannya itu seorang hamba melakukan dosa. ada satu hal yang harus kita pahami dengan baik. karena amalan-amalan yang ada pada derajat ini membebaskannya dari siksaan atas kesalahan yang dilakukannya. Dengan demikian. 1. laksana penduduk bumi memandang bintang-bintang di langit yang menandakan jauhnya jarak antara mereka. tetapi perintah itu bersifat anjuran. yaitu tingkatan menengah dengan derajat yang berbeda-beda. puncak takwa adalah melakukan seluruh perintah Allah dan meninggalkan semua larangan-Nya. yaitu dengan cara tobat dan pengampunan. Tingkat al-Ihsan. Melalui hal tersebut. yaitu tingkatan tertinggi dengan derajat yang berbeda-beda pula. Tingkat al-Bir. Kelak. Peringkat ini disebut martabat al-Bir (kebaikan). Pertama. yaitu bahwa Allah swt. Tingkat at-Takwa. boleh jadi ia akan naik pada peringkat bir atau ihsan. sesuatu sifatnya semata-mata untuk mendekatkan diri kepada Allah dan merupakan tambahan dari batasan-batasan yang wajib serta yang diharamkan-Nya. Allah swt.tertinggi di dalam surga. Tingkat Takwa Tingkat takwa adalah tingkatan dimana seluruh derajatnya dihuni oleh mereka yang masuk kategori al-Muttaqun. 3. atau yang ada pada peringkat sebelumnya. Amalanamalan ini tidak diwajibkan Allah kepada hamba-hamba-Nya. Adapun derajat yang paling rendah dari peringkat ini adalah derajat dimana seseorang menjaga dirinya dari kekalnya dalam neraka. Allah membuat satu cara penghapusan dosa. Adapun tiga tingkatan tersebut adalah sebagai berikut. 2. hal ini dilakukan setelah mereka menunaikan segala yang wajib. sekaligus terdapat janji pahala di dalamnya. yaitu tingkatan paling bawah dengan derajat yang berbeda-beda.

pada surah An-Nisaa‘ ayat 36. 2. yaitu peringkat takwa.Akantetapi. ihsan dijelaskan Allah swt. Tingkatan Ihsan Tingkatan ini akan dicapai oleh mereka yang masuk dalam kategori Muhsinun. dan jika kita tidak dapat melihat-Nya. anak-anak yatim. mereka yang melakukan amalan tambahan ini tidak akan masuk kedalam kelompok al-bir. orang-orang miskin. Ya Tuhan kami ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesahan-kesalahan kami dan wafatkanlah kami bersama orang-orang yang banyak berbuat baik. Dengan demikian. Berikut ini adalah mereka yang berhak mendapatkan ihsan tersebut: Pertama. ihsan adalah senantiasa memaksimalkan amalan-amalan sunnah yang dapat mendekatkan diri kepada Allah. barangsiapa yang mengklaim dirinya telah melakukan kebaikan sedang dia tidak mengimani unsur-unsur kaidah iman dalam Islam. akan tetapi kebaikan itu adalah takwa. Ini adalah ihsan dalam tata cara (metode). Kini. tetangga yang dekat maupun yang jauh. maka Allah melihat kita. ―Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu bapak.‖ (QS. selama hal itu adalah sesuatu yang diridhai-Nya dan dianjurkan untuk melakukannya.‖ Kita sebelumnya telah membahas bahwa ihsan adalah beribadah kepada Allah dengan sikap seakan-akan kita melihat-Nya. berfirman dalam kitab-Nya. maka kamipun beriman. Ihsan kepada kedua orang tua . yang berbunyi sebagai berikut. ibnu sabil dan hamba sahayamu. Mengenai hal ini. Muamalah Dalam bab muamalah. Karena. teman sejawat. karib kerabat. melakukan hal pertama merupakan syarat mutlak untuk naik pada peringkat selanjutnya. Untuk dapat naik ke martabat ihsan dalam segala amal. hanya bisa dicapai melalui amalanamalan wajib dan amalan-amalan sunnah yang dicintai oleh Allah. kecuali telah menunaikan peringkat yang pertama. serta tidak terhindar dari siksaan neraka. Mereka adalah orang-orang yang telah melalui peringkat pertama dan yang kedua (peringkat takwa dan al-bir).‖ (QS. sesungguhnya kami mendengar seruan orang yang menyeru kepada iman. serta dilakukan atas dasar mencari ridha Allah swt. yaitu: Berimanlah kamu kepada Tuhanmu. dan datangilah rumah-rumah itu dari pintu-pintunya dan bertakwalah kepada Allah agar kalian beruntung. Allah swt. l-Baqarah: 189) ―Ya Tuhan kami. Ali ‗Imran: 193) Ketiga. ―Bukanlah kebaikan dengan memasuki rumah-rumah dari belakangnya. kita akan membahas ihsan dari muamalah dan siapa saja yang masuk dalam bahasannya. Ketika kita mencermati pengertian ihsan dengan sempurna —seperti yang telah kita sebutkan sebelumnya– maka kita akan mendapatkan suatu kesimpulan bahwa ihsan memiliki dua sisi: Pertama. maka ia tidak dapat masuk dalam peringkat ini (al-bir). ihsan adalah kesempurnaan dalam beramal sambil menjaga keikhlasan dan jujur pada saat beramal. Kedua.

maka bersamaan dengannya akan hilang ketakwaan. Rasulullah saw. orang yang memutuskan tali silaturahmi. bersabda. ―Aku adalah Allah.‖ Diriwayatkan oleh Turmudzi. ―Barangsiapa —dari Kaum Muslimin— yang memelihara anak yatim dengan memberi makan dan minumnya. dan kemurkaan Allah berada pada kemurkaan orang tua. Turmudzi) Dalam hadits lain. dari Ibnu Amru bin Ash. Abu Dawud. sebagaimana mereka berdua mendidik aku diwaktu kecil. bersabda. Ihsan kepada anak yatim dan fakir miskin Diriwayatkan oleh Bukhari. bahwa Rasulullah saw. dan keislaman. bahkan Allah swt. Al-Israa‘: 23-24) Ayat di atas mengatakan kepada kita bahwa ihsan kepada ibu-bapak adalah sejajar dengan ibadah kepada Allah. dan Turmuzdi. kasihilah mereka keduanya. maka Allah akan . Jika salah seorang diantara keduanya atau kedua-duanya berumr lanjut dalam pemeliharaanmu. Dalam sebuah hadist riwayat Turmuzdi. Nabi saw. Kedua. Dalam sebuah hadits qudsi. akan Ku sambungkan pula baginya dan barangsiapa yang memutuskannya.Allah swt. ―Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan dimuka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan?‖ (QS.‖ (HR. bersabda.‖ (QS. ―Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu tidak menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. barangsiapa yang menyambungnya. maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ―ah‖ dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Ihsan kepada kerabat karib Ihsan kepada kerabat adalah dengan jalan membangun hubungan yang baik dengan mereka. Allah berfirman. Maka. Syaikahni dan Abu Dawud) Ketiga. ―Tidak akan masuk surga. menyamakan seseorang yang memutuskan hubungan silatuhrahmi dengan perusak di muka bumi. menjelaskan hal ini dalam kitab-Nya. Hal ini dikarenakan sebab paling utama terputusnya hubungan seorang hamba dengan Tuhannya adalah karena terputusnya hubungan silaturahmi. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: ―Wahai Tuhanku. Aku adalah Rahman. Rasulullah bersabda.‖ Dalil di atas menjelaskan bahwa ibadah kita kepada Allah tidak akan diterima. Allah berfirman. dan Aku telah menciptakan rahim yang Kuberi nama bagian dari nama-Ku. jika tidak disertai dengan berbuat baik kepada kedua orang tua. akan Ku putuskan hubunganku dengannya. ―Keridhaan Allah berada pada keridhaan orang tua.‖ (HR. Muhammad: 22) Silaturahmi adalah kunci untuk mendapatkan keridhaan Allah. Apabila kita tidak memiliki kebaikan ini. keimanan. ―Aku dan orang yang memelihara anak yatim di surga kelak akan seperti ini…(seraya menunjukkan jari telunjuk jari tengahnya).

yaitu sebagai tetangga. Rasulullah?‖ Rasul menjawab. Turmuzdi. sedang tetangga muslim dan kerabat mempunyai tiga hak. Mereka semua masuk ke dalam katagori tetangga.‖ (HR. padahal ia megetahuinya. tidak beriman. pertemanan. maka hendaklah kamu memberinya satu atau dua suapan. Syaikhani) Pada hadits yang lain. hendaklah memuliakan tamunya. dan Abi Daud) Adapun muamalah terhadap pembantu atau karyawan dilakukan dengan membayar gajinya sebelum keringatnya kering. Adapun yang dimaksud teman sejawat adalah yang berkumpul dengan kita atas dasar pekerjaan. kecuali Nasa‘i) Selain itu.‖ (HR. AthThabrani) Kelima. menunjukinya jalan jika ia meminta.memasukkannya ke dalam surga selamanya.‖(HR. tidak beriman. dan sebagainya. Seorang tetangga kafir mempunyai hak sebagai tetangga saja. dikatakan bahwa seorang laki-laki datang kepada Rasulullah saw.‖ Para sahabat bertanya. ―Jika seorang hamba sahaya membuat makanan untuk salah seorang di antara kamu. ma‘had. Abu Daud dan at-Turmuzdi) Dalam riwayat yang lain. ihsan terhadap ibnu sabil adalah dengan cara memenuhi kebutuhannya. menjelaskan hal ini dalam sabdanya. ―Seseorang yang tidak aman tetangganya dari gangguannya. kemudian ia datang membawa makanan itu dan telah merasakan panas dan asapnya. Ihsan kepada ibnu sabil dan hamba sahaya Rasulullah saw.‖ (HR. Jika ia pembantu rumah . Rasulullah saw bersabda. perjalanan. selama ia tidak melakukan dosa yang tidak terampuni. ―Berapa kali ya. Bukhari. Jika ia hanya makan sedikit. Pada riwayat yang lain. yaitu sebagai tetangga dan sebagai muslim. ―Tidak beriman kepadaku barangsiapa yang kenyang pada suatu malam. tidak membebaninya dengan sesuatu yang ia tidak sanggup melakukannya. maka hendaklah kamu mempersilakannya duduk dan makan bersamamu. serta teman sejawat Ihsan kepada tetangga dekat meliputi tetangga dekat dari kerabat atau tetangga yang berada di dekat rumah. menjaga kehormatannya. tetapi tetangga muslim mempunyai dua hak. ―Demi Allah. tetangga jauh. dan berkata. teman sekolah atau kampus. memelihara kehormatannya. berapa kali saya harus memaafkan hamba sahayaku?‖ Rasulullah diam tidak menjawab.‖ (HR. Jama‘ah. serta tetangga jauh. ―Maafkanlah ia tujuh puluh kali dalam sehari. dan memberinya pelayanan. sebagai muslim dan sebagai kerabat. Rasulullah. ya Rasulullah?‖ Beliau menjawab. Orang itu berkata lagi. sedangkan tetangganya kelaparan. dan menghargai pribadinya. demi Allah. ―Barangsiapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir. Rasulullah bersabda. bersabda mengenai hal ini.‖ Keempat. Rasulullah saw. Ihsan kepada tetangga dekat. menjaga hartanya. ―Siapakah yang tidak beriman. baik jauh karena nasab maupun yang berada jauh dari rumah. ―Ya.

membelah dadanya. hendaklah dengan menyembelihnya dengan cara yang baik. saling menghargai dalam pergaulan. Ihsan dengan perlakuan dan ucapan yang baik kepada manusia Rasulullah saw.‖ Lalu.‖ Bagi manusia secara umum. ―Barangsiapa beriman kepada Allah dan Hari Kiamat. dan diberi pakaian dari apa yang kita pakai. maka ia pun berteriak . mengakui hak-hak mereka. yaitu Hamzah. tidak membebaninya diluar kemampuannya. Bukhari dan Muslim) Masih riwayat dari Bukhari dan Muslim. menunjukinya jalan jika ia tersesat. Allah swt. ―Kipasilah aku sampai aku tertidur. Ketika Umar bangun. ―Sesungguhnya Allah tidak menyukai tiap-tiap orang yang berkhianat lagi mengingkari nikmat. ampunilah mereka. dan tidak mengganggu mereka dengan tidak melakukan hal-hal dapat mengusik serta melukai mereka. maka hendaklah ia diberi makan dari apa yang kita makan. Rasulullah bersabda. Kemudian seorang sahabat meminta Rasulullah saw. ―Ya Allah. serta menggunakan pisau yang tajam. bersabda. serta memecahkan giginya. pada saat menyembelih. dan mengistirahatkannya jika ia lelah. Inilah sisi-sisi ihsan yang datang dari nash Al-Quran dan Sunnah Rasulullah saw. tidak menyiksanya jika ia bekerja. Umar bin Abdul Aziz berkata kepada hamba sahaya perempuannya. sang hamba pun tertidur. berdoa agar mereka diazab oleh Allah. Akantetapi. orang-orang Quraisy membunuh paman Rasulullah saw. mengajari mereka yang bodoh. Bahkan.. beliau mengambil kipas tadi dan mengipasi hamba sahayanya. hendaklah kita melembutkan ucapan. tidak menyiksanya. menutupnya firman-Nya yang berbunyi.‖ (QS. ―Ucapan yang baik adalah sedekah. hendaklah ia berkata yang baik atau diam. hal itu adalah pertanda bahwa dalam dirinya ada kecongkakan dan kesombongan. mengobatinya jika ia sakit.tangga. dua sifat yang sangat dibenci oleh Allah swt. Bahkan. Karena sangat mengantuk. Pada akhir pembahasan mengenai bab muamalah ini.‖ (HR.‖ Suatu hari. Rasulullah malah berkata. Mereka mencincang tubuhnya. Beberapa contoh ihsan dalam hal muamalah Pada Perang Uhud. Ihsan dengan berlaku baik kepada binatang Berbuat ihsan terhadap binatang adalah dengan memberinya makan jika ia lapar. Al-Hajj: 38) Ayat di atas merupakan isyarat yang sangat jelas kepada siapa saja yang tidak berlaku ihsan. Ketika hamba sahaya itu terbangun. Ketujuh. menyuruh kepada yang makruf dan mencegahnya dari kemungkaran. karena mereka adalah kaum yang bodoh. hambanya pun mengipasinya sampai Umar tertidur. Keenam.

Berdasarkan ini semua. di mata Allah tidak ada yang lebih mulia dari yang lain. ihsan adalah puncak prestasi dalam ibadah. dan akhlak. maka Rasulullah saw. ia akan berbuah menjadi akhlak atau perilaku. Jika hal ini telah dicapai oleh seorang hamba. semua orang yang menyadari akan hal ini tentu akan berusaha dengan seluruh potensi diri yang dimilikinya agar sampai pada tingkat tersebut. Bagaimana ia bermuamalah dengan sesama manusia. Jika kita ingin melihat nilai ihsan pada diri seseorang —yang diperoleh dari hasil maksimal ibadahnya– maka kita akan menemukannya dalam muamalah kehidupannya. sebelum Allah swt. Oleh karena itu. karena yang ahrus diluruskan pertama kali agar tercapai derajat mukhlisin adalah titik awal dari gerak atau niat manusia.‖ 3.S Al Bayyinah 98 : 5 Setiap perbuatan manusia dimulai dari gerak hati atau niatnya. sebagaimana engkau melakukannya padaku. maka aku pun melakukan hal ini kepadamu. membersihkan hati dan memurnikan niat. keluarganya. Begitu pula niat yang ikhlas. [] Sumber: http://www. mengambil ruh ini dari kita. maka sesungguhnya itulah puncak ihsan dalam ibadah. Wallahu a‘lam bish-shawwab.com/2008/02/385/ihsan/#ixzz1j3mPnihx Pengertian Ikhlas Ikhlas menurut bahasa adalah tulus hati. menjadi awal perbuatan baik. sehingga tidak ada satu pekerjaan pun yang dirasakan sebagai beban. maka akan muncul adalah kebersihan hati dan ketulusan jiwa. Seseorang akan mencapai tingkat ihsan dalam akhlaknya apabila ia telah melakukan ibadah seperti yang menjadi harapan Rasulullah dalam hadits yang telah dikemukakan di awal tulisan ini. dan bahkan terhadap dirinya sendiri. Umar kemudian berkata. Perhatikannlah Q. sehingga mereka yang sampai pada tahap ihsan dalam ibadahnya akan terlihat jelas dalam perilaku dan karakternya. Sedangkan menurut istilah berarti mengerjakan amal ibadah dengan niat hanya kepada Allah untuk memperoleh ridha-Nya. muamalah. Melalui niat yang baik. kecuali mereka yang telah naik ketingkat ihsan dalam seluruh sisi dan nilai hidupnya. Pengertian lain adalah mentauhidkan dan mengkhususkan Allah sebagai tujuan dalam berbuat taat kepada aturan-Nya. ―Aku diutus hanyalah demi menyempurnakan akhlak yang mulia. tersimpul bahwa ikhlas merupakan syarat mutlak diterimanya amal. Semoga kita semua dapat mencapai hal ini. . akan mengantarkan ke perbuatan yang ikhlas pula. maka sesungguhnya Allah senantiasa melihat kita.‖ Kesimpulannya. pekerjaannya.menyaksikan tuannya melakukan hal tersebut. apapun profesi kita. Bila tingkatan yang terkahir ini mampu dicapai manusia. lingkungannya. yaitu menyembah Allah seakan-akan melihat-Nya. Melalui pemahaman tersebut. Akhlak Ihsan dalam akhlak sesungguhnya merupakan buah dari ibadah dan muamalah. mengatakan dalam sebuah hadits. Pada akhirnya. Siapapun kita. ―Engkau adalah manusia biasa seperti diriku dan mendapatkan kebaikan seperti halnya aku. dan jika kita tidak dapat melihat-Nya.dakwatuna.

Namun pertanyaan paling penting yang harus kita renungkan dan kita jawab pada setiap diri kita adalah: „Sudah sejauh manakah kita telah memahami dan mengamalkan ajaran kita ini?‟ Pertanyaan inilah yang paling penting yang harus direnungkan dan dijawab. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Nikmat yang besar ini patutlah kita syukuri. “Demi masa.“Telah berkata kepada kami orang-orang musyrikin. yang tidaklah seseorang itu butuh . dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku. tidaklah kami ingin menanyakan „Sejak kapan kita masuk islam?‟ atau „Bagaimana ceritanya kita masuk islam?‟ karena jawaban pertanyaan ini bukanlah suatu yang paling mendasar dan paling penting. mulai dari urusan buang air besar sampai urusan negara. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati di dalam kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. dan telah Ku-ridhai Islam menjadi agama bagimu.com/social-sciences/psychology/2092964-pengertianikhlas/#ixzz1j3mgsZrD 3 Pokok Ajaran Islam Kategori: Aqidah 19 Komentar // 28 October 2008 Sejauh Mana Pemahaman Kita? Tak terasa. sudah sejak lama sekali (mungkin sudah 20-an tahun atau bahkan lebih) kita menjadi sebagai seorang muslim. karena jawaban pertanyaan inilah yang nantinya sangat menentukan kualitas keislaman dan ketakwaan seseorang. Dan nikmat inilah yang sangat menentukan bahagia atau sengsaranya kita di hari akhir nanti.shvoong. Semua ini menunjukkan sempurnanya agama Islam dan luasnya petunjuk yang tercakup di dalamnya.” (Al Ashr: 1-3) Alloh berfirman. Islam telah memberikan petunjuk di dalamnya. „benar!” (Hadits Shohih riwayat Muslim). Alloh berfirman. karena banyak diantara manusia yang tidak memperoleh nikmat ini. karena memang semuanya ada dalam Islam.” (Al Hujurot: 13) Pokok Ajaran Islam Sebagaimana yang telah diketahui bahwa ajaran Islam ini adalah ajaran yang paling sempurna.” (Al-Maidah: 3) Salman Al-Farisi berkata.Sumber: http://id. Pada kesempatan ini. „Sesungguhnya Nabi kamu telah mengajarkan kepada kamu segala sesuatu sampai buang air besar!‟ Jawab Salman. “Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Alloh ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu. Alloh berfirman.

“Apakah mereka mempersekutukan dengan berhalaberhala yang tak dapat menciptakan sesuatu pun? Sedang berhala-berhala itu sendiri yang diciptakan. baik itu teori demokrasi. semata-mata hanya karena taat kepada Alloh dan hanya mengharap wajah-Nya semata. Maka barangsiapa yang tidak melaksanakan ketiga hal ini pada hakikatnya dia bukanlah pengikut dakwah para Nabi. Karena memang hanya Dia yang berhak untuk diibadahi. memberi rizki kita dan mengatur alam semesta ini. Penyerahan dan perendahan semata tidak cukup apabila tidak disertai ketundukan terhadap perintah-perintah Alloh dan Rosul-Nya dan menjauhi apa-apa yang dilarang. sedang mereka tidak diuji lagi? Dan . Alloh berfirman. “Dan orang-orang yang kamu seru selain Alloh tiada mempunyai apa-apa walaupun setipis kulit ari. Jika kamu menyeru mereka. Dia lah yang telah menciptakan kita. Dan inilah sebenarnya yang merupakan bukti kebenaran pengakuan imannya. Inilah inti ajaran para Nabi dan Rosul yang diutus oleh Alloh kepada ummat manusia. filsafat atau lainnya. Alloh berfirman.kepada petunjuk selainnya. taat dan baro‘ah/berlepas diri. pada dasarnya pokok ajarannya hanyalah kembali pada tiga hal yaitu tauhid. yang tidak berkuasa dan berperan sedikitpun pada diri kita? Semua yang disembah selain Alloh tidak mampu memberikan pertolongan bahkan terhadap diri mereka sendiri sekali pun. Keadaan orang semacam ini tidak ubahnya seperti orang yang digambarkan oleh seorang penyair. mereka tiada mendengar seruanmu. pantaskah kita tujukan ibadah kita kepada selain-Nya. Alloh berfirman.” (Al -A‘rof: 191-192) Semua yang disembah selain Alloh tidak memiliki sedikitpun kekuasaan di alam semesta ini. dan pada hari kiamat mereka akan mengingkari kemusyrikanmu dan tidak ada yang dapat memberi keterangan kepadamu sebagai yang diberikan oleh Yang Maha Mengetahui. Dan berhala-berhala itu tidak mampu memberi pertolongan kepada para penyembahnya. Meskipun begitu luasnya petunjuk Islam. Kita tidak dibiarkan mengatakan sudah beriman lantas tidak ada ujian yang membuktikan kebenaran pengakuan tersebut. mereka tidak dapat memperkenankan permintaanmu. dan kalau mereka mendengar. ataupun ucapan Plato.” (Fathir: 13-14) Tunduk dan Patuh Kepada Alloh Dengan Sepenuh Ketaatan Pokok Islam yang kedua adalah adanya ketundukan dan kepatuhan yang mutlak kepada Alloh. Tidak boleh menujukan satu saja dari jenis ibadah kita kepada selainNya. yakni mengesakan Alloh dalam setiap peribadahan kita. “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan mengatakan: “Kami telah beriman”. berharap dengan balasan yang ada di sisi-Nya serta takut akan adzab-Nya. bahkan kepada diri meraka sendiripun berhala-berhala itu tidak dapat memberi pertolongan. Semua orang mengaku punya hubungan cinta dengan Laila. Aristoteles atau siapa pun juga. namun laila tidak mengakui perkataan mereka Berserah Diri Kepada Alloh Dengan Merealisasikan Tauhid Yaitu kerendahan diri dan tunduk kepada Alloh dengan tauhid.

maka konsekuensi dari benarnya keimanannya maka ia juga harus berlepas diri dan membenci perbuatan syirik dan pelakunya. Karena syirik adalah dosa yang paling besar. “Sesungguhnya jawaban orang-orang beriman.sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka. Karena ia belum dikatakan beriman dengan sebenar-benarnya sebelum ia mencintai apa yang dicintai Alloh dan membenci apa yang dibenci Alloh.” ( Al-Ankabut: 2-3) Orang yang beriman tidak boleh memiliki pilihan lain apabila Alloh dan Rosul-Nya telah menetapkan keputusan. “Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang beriman dan tidak pula perempuan yang beriman. padahal Allohlah Robb yang telah menciptakan. “Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia. apabila Alloh dan Rosul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan. Maka kita mohon kepada Alloh semoga Alloh memberikan taufiq kepada kita untuk dapat memahami agama ini. Alloh berfirman. Inilah tiga pokok ajaran Islam yang harus kita ketahui dan pahami bersama untuk dapat menjawab pertanyaan di atas dengan jawaban yang yakin dan pasti.” (Al Ahzab: 36) Orang yang beriman tidak membantah ketetapan Alloh dan Rosul-Nya akan tetapi mereka mentaatinya lahir maupun batin. memelihara dan mencurahkan kasih sayang-Nya kepada kita semua.” (An Nur: 51) Memusuhi dan Membenci Syirik dan Pelakunya Seorang muslim yang tunduk dan patuh terhadap perintah dan larangan Alloh. Alloh telah memberikan teladan kepada bagi kita yakni pada diri Nabiyulloh Ibrohim ‗alaihis salam agar berlepas diri dan memusuhi para pelaku syirik dan kesyirikan. dan kami patuh‟. ketika mereka berkata kepada kaum mereka: „Sesungguhnya kami berlepas diri daripada kamu dari daripada apa yang kamu sembah selain Alloh. serta diteguhkan di atas meniti din ini. kedzaliman yang paling dzalim dan sikap kurang ajar yang paling bejat terhadap Alloh. Dan barangsiapa mendurhakai Alloh dan Rosul-Nya maka sungguh dia telah sesat dengan kesesatan yang nyata. Dan di atas ketiga pokok inilah aqidah dan syari‘ah ini dibangun.‟” (Al-Mumtahanah: 4) Jadi ajaran Nabi Ibrohim „alaihis salam bukan mengajak kepada persatuan agama-agama sebagaimana yang didakwakan oleh tokoh-tokoh Islam Liberal. kami mengingkari kamu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Alloh saja. maka sesungguhnya Alloh mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. Alloh berfirman. bila mereka diseru kepada Alloh dan Rosul-Nya agar rosul menghukum di antara mereka ialah ucapan. „Kami mendengar. Wallohu a‟lam… *** . Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung. Alloh berfirman. Inilah millah Ibrohim yang lurus! Demikian pula Nabi Muhammad shollallohu „alaihi wa sallam senantiasa mengobarkan peperangan terhadap segala bentuk kesyirikan dan memusuhi para pemujanya. Padahal syirik adalah sesuatu yang paling dibenci oleh Alloh. akan ada bagi mereka pilihan tentang urusan mereka. akan tetapi dakwah beliau ialah memerangi syirik dan para pemujanya.

muslim.Penulis: Abu Hudzaifah Yusuf bin Munasir Artikel www.or.id .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->