Pengertian iman dari bahasa Arab yang artinya percaya.

Sedangkan menurut istilah, pengertian iman adalah membenarkan dengan hati, diucapkan dengan lisan, dan diamalkan dengan tindakan (perbuatan). Dengan demikian, pengertian iman kepada Allah adalah membenarkan dengan hati bahwa Allah itu benar-benar ada dengan segala sifat keagungan dan kesempurnaanNya, kemudian pengakuan itu diikrarkan dengan lisan, serta dibuktikan dengan amal perbuatan secara nyata. Jadi, seseorang dapat dikatakan sebagai mukmin (orang yang beriman) sempurna apabila memenuhi ketiga unsur keimanan di atas. Apabila seseorang mengakui dalam hatinya tentang keberadaan Allah, tetapi tidak diikrarkan dengan lisan dan dibuktikan dengan amal perbuatan, maka orang tersebut tidak dapat dikatakan sebagai mukmin yang sempurna. Sebab, ketiga unsur keimanan tersebut merupakan satu kesatuan yang utuh dan tidak dapat dipisahkan. Beriman kepada Allah adalah kebutuhan yang sangat mendasar bagi seseorang. Allah memerintahkan agar ummat manusia beriman kepada-Nya, sebagaimana firman Allah yang artinya: ―Wahai orang-orang yang beriman. Tetaplah beriman kepada Allah dan RasulNya (Muhammad) dan kepada Kitab (Al Qur‘an) yang diturunkan kepada RasulNya, serta kitab yang diturunkan sebelumnya. Barangsiapa ingkar kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, RasulrasulNya, dan hari kemudian, maka sungguh orang itu telah tersesat sangat jauh.‖ (Q.S. An Nisa : 136) Ayat di atas memberikan penjelasan bahwa Bila kita ingkar kepada Allah, maka akan mengalami kesesatan yang nyata. Orang yang sesat tidak akan merasakan kebahagiaan dalam hidup. Oleh karena itu, beriman kepada Allah sesungguhnya adalah untuk kebaikan manusia. Iman Kepada Malaikat Salah satu makhluk Allah swt. yang diciptakan di alam ini adalah malaikat. Dia bersifat gaib bagi manusia, karena tidak dapat dilihat ataupun disentuh dengan panca indra manusia. Sebagai muslim kita diwajibkan beriman kepada malaikat. Iman kepada malaikat tersebut termasuk rukun iman yang kedua. Apa yang dimaksud iman kepada malaikat? Iman kepada malaikat berarti meyakini dan membenarkan dengan sepenuh hati bahwa Allah telah menciptakan malaikat yang diutus untuk melaksanakan tugas-tugas tertentu dari Allah. Dasar yang menjelaskan adanya makhluk malaikat tercantum dalam ayat berikut ini yang artinya: ―Segala puji bagi Allah pencipta langit dan bumi, yang menjadikan malaikat sebagai utusanutusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat.‖ (Q.S. Fatir: 1) Hal tersebut juga dijelaskan dalam hadits riwayat Muslim tentang iman dan rukunnya. Dari Abdullah bin Umar, ketika diminta untuk menjelaskan iman, Rasulullah bersabda, “iman itu

yaitu mencapai ibadah yang sempurna dan akhlak yang mulia. Islam dibangun di atas tiga landasan utama. . هللا‬Allāh). Dengan lebih dari satu seperempat miliar orang pengikut di seluruh dunia. atau penyerahan diri sepenuhnya kepada Tuhan (Arab: ‫ . Ihsan Tazkiyatun Nufus 6/2/2008 | 27 Muharram 1429 H Please wait Oleh: Tim dakwatuna. ensiklopedia bebas Islam (Arab: al-islām.” Dalam hadits tersebut. Islam Dari Wikipedia bahasa Indonesia. melainkan harus dipandang sebagai bagian dari akidah dan bagian terbesar dari keislamannya. Percaya kepada malaikat sangatlah penting karena akan dapat memurnikan dan membebaskan konsep tauhid dari bayangan syirik. percaya kepada malaikat merupakan unsur kedua keimanan dalam Islam. pun sangat menaruh perhatian akan hal ini. Karena.engkau beriman kepada Allah.[3] Islam memiliki arti "penyerahan". seorang muslim hendaknya tidak memandang ihsan itu hanya sebatas akhlak yang utama saja. Sebaliknya. dan ihsan. Rasul-rasulNya dan hari akhir serta beriman kepada ketentuan (takdir) yang baik maupun yang buruk. atau lebih lengkapnya adalah Muslimin bagi laki-laki dan Muslimat bagi perempuan. ihsan menjadikan kita sosok yang mendapatkan kemuliaan dari-Nya. ‫ مالسإلا‬dengarkan (bantuan·info): "berserah diri kepada Tuhan") adalah agama yang mengimani satu Tuhan. sebagaimana kita beriman kepada Allah dan Nabi-Nya. dan meyakini dengan sungguh-sungguh bahwa Muhammad adalah nabi dan rasul terakhir yang diutus ke dunia oleh Allah. Islam. kitab-kitabNya. Rasulullah saw. seorang hamba yang tidak mampu mencapai target ini akan kehilangan kesempatan yang sangat mahal untuk menduduki posisi terhormat di mata Allah swt. Sebab.[4] Pengikut ajaran Islam dikenal dengan sebutan Muslim yang berarti "seorang yang tunduk kepada Tuhan"[5][6]. malaikat-malaikatNya. yaitu Allah. Kita beriman kepada malaikat karena Al Qur‘an dan Nabi memerintahkannya. yaitu iman. Dari ayat dan hadits di atas dapat diketahui bahwa beriman kepada malaikat merupakan perintah Allah dan menjadi salah satu syarat keimanan seseorang. sehingga seluruh ajaran-ajarannya mengarah kepada satu hal.[1][2] menjadikan Islam sebagai agama terbesar kedua di dunia setelah agama Kristen.com dakwatuna. Islam mengajarkan bahwa Allah menurunkan firman-Nya kepada manusia melalui para nabi dan rasul utusan-Nya.com – Ihsan adalah puncak ibadah dan akhlak yang senantiasa menjadi target seluruh hamba Allah swt. Oleh karenanya.

tetangga dekat maupun yang jauh. yang artinya adalah berbuat baik. Al-Qashash: 77) Ibnu Katsir mengomentari ayat di atas dengan mengatakan bahwa kebaikan yang dimaksud dalam ayat tersebut adalah kebaikan kepada seluruh makhluk Allah swt. An-Nisaa`: 36) . dan bahkan Allah swt. Al-Qur`anul Karim Dalam Al-Qur`an.‖ (QS. menjawab pertanyaan Malaikat Jibril —yang menyamar sebagai seorang manusia— mengenai Islam. ―Jika kamu berbuat baik. ―Dan berbuat baiklah kalian karena sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik.‖ (QS. ―Dan berbuat baiklah kalian.‖ (QS. teman sejawat. terdapat 166 ayat yang berbicara tentang ihsan dan implementasinya. betapa mulia dan agungnya perilaku dan sifat ini.‖ (QS. An-Nahl: 90) Pengertian Ihsan Ihsan berasal dari kata hasana yuhsinu. Landasan Syar’i Ihsan Pertama. iman. ibnu sabil.‖ (QS An-Nahl: 90) ―… serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia…. karena sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik. Al-Baqarah: 83) ―Dan berbuat baiklah terhadap dua orang ibu bapak. yang artinya kebaikan.‖ (QS. Rasulullah saw. bersabda kepada para sahabatnya. orang-orang miskin. Setelah Jibril pergi. Al-Baqarah: 195) ―Sesungguhnya Allah memerintahkanmu untuk berbuat adil dan kebaikan…. dan para hamba sahayamu…. berfirman dalam Al-Qur`an mengenai hal ini. sedangkan bentuk masdarnya adalah ihsanan. Dari sini kita dapat menarik satu makna. Al-Baqarah: 195) ―Sesungguhnya Allah memerintahkanmu untuk berbuat adil dan kebaikan….seperti yang telah diterangkan oleh Rasulullah saw. kerabat. (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri…‖ (Al-Isra‘: 7) ―Dan berbuat baiklah (kepada oraang lain) seperti halnya Allah berbuat baik terhadapmu…. Hadist ini menceritakan saat Raulullah saw. Berikut ini beberapa ayat yang menjadi landasan akan hal ini. ―Inilah Jibril yang datang mengajarkan kepada kalian urusan agama kalian.‖ Beliau menyebut ketiga hal di atas sebagai agama. anak-anak yatim. dalam haditsnya yang shahih.‖ (QS. Allah swt. hingga mendapat porsi yang sangat istimewa dalam Al-Qur`an. dan ihsan. memerintahkan untuk berbuat ihsan pada banyak tempat dalam Al-Qur`an.

dan jika engkau tak dapat melihat-Nya.Kedua.‖ (HR. maka ibadah mempunyai tiga tingkatan. Rasulullah saw. dan apabila engkau tidak dapat melihat-Nya. ia menempati Jannatul Firdaus. dan sebagainya dengan cara yang benar. Maka. seperti shalat. menerangkan mengenai ihsan —ketika ia menjawab pertanyaan Malaikat Jibril tentang ihsan dimana jawaban tersebut dibenarkan oleh Jibril. ia merupakan puncak harapan dan perjuangan seorang hamba. haji. Ketiga hal inilah yang menjadi pokok bahasan kita kali ini. derajat . Hal ini tidak akan mungkin dapat ditunaikan oleh seorang hamba. kecuali jika saat pelaksanaan ibadah-ibadah tersebut ia dipenuhi dengan cita rasa yang sangat kuat (menikmatinya). dan jika kamu menyembelih. ―Engkau menyembah Allah seakan-akan engkau melihat-Nya. puasa. 1. Tingkatan Ibadah dan Derajatnya Berdasarkan nash-nash Al-Qur`an dan Sunnah. yaitu menyempurnakan syarat. Ibadah Kita berkewajiban ihsan dalam beribadah. menyenangkan isteri. Rasulullah saw. meniatkan setiap yang mubah untuk mendapat ridha Allah. pun sangat memberi perhatian terhadap masalah ihsan ini. ada beberapa yang menjadi landasan utama dalam memahami agama ini. ada tingkatan tersendiri dalam surga. Yang tertinggi adalah derajat muhsinin.‖ (HR. As-Sunnah Rasulullah saw. maka sesungguhnya Dia melihatmu. rukun. sembelihlah dengan baik. yaitu senantiasa sadar jika ia ingin mewujudkan ihsan dalam ibadahnya. hormat terhadap mukmin. Ketiga hal tersebut adalah ibadah. menghendaki umatnya senantiasa dalam keadaan seperti itu. kita berlomba untuk meraihnya. dengan mengatakan. yang tidak kalah pentingnya adalah juga jenis ibadah lainnya seperti jihad. sehingga hasil dari ibadah tersebut akan seperti yang diharapkan. Rasulullah bersabda. yaitu dengan menunaikan semua jenis ibadah. Muslim) Di kesempatan yang lain. mendidik anak. selain jenis ibadah yang kita sebutkan tadi. yang pada setiap tingkatan derajatnya masing-masing seorang hamba tidak dapat mengukurnya. dan akhlak. Oleh karena itulah. ―Hendaklah kamu menyembah Allah seakan-akan engkau melihat-Nya. maka sesungguhnya Dia melihatmu. dan adab-adabnya. di antara hadist-hadist mengenai ihsan tersebut. Minimal seorang hamba merasakan bahwa Allah senantiasa memantaunya. sunnah. Karena itulah. Bahkan. muamalah. Pada setiap derajat. karena dengan inilah ia dapat menunaikan ibadah-ibadah tersebut dengan baik dan sempurna. juga dengan kesadaran penuh bahwa Allah senantiasa memantaunya hingga ia merasa bahwa ia sedang dilihat dan diperhatikan oleh-Nya.‖ Kini jelaslah bagi kita bahwa sesungguhnya arti dari ibadah itu sendiri sangatlah luas. maka jika kamu membunuh. dan masih banyak lagi. Sebab. Inilah maksud dari perkataan Rasulullah saw yang berbunyi. ―Sesungguhnya Allah telah mewajibkan kebaikan pada segala sesuatu. Muslim) Tiga Aspek Pokok dalam Ihsan Ihsan meliputi tiga aspek yang fundamental. bunuhlah dengan baik.

tertinggi di dalam surga. tetapi perintah itu bersifat anjuran. para penghuni surga tingkat bawah akan saling memandang dengan penghuni surga tingkat tertinggi. atau yang ada pada peringkat sebelumnya. Tingkat Takwa Tingkat takwa adalah tingkatan dimana seluruh derajatnya dihuni oleh mereka yang masuk kategori al-Muttaqun. sesuatu sifatnya semata-mata untuk mendekatkan diri kepada Allah dan merupakan tambahan dari batasan-batasan yang wajib serta yang diharamkan-Nya. yaitu tingkatan tertinggi dengan derajat yang berbeda-beda pula. ketika seorang hamba naik pada peringkat puncak takwa. yaitu bahwa Allah swt. sekaligus terdapat janji pahala di dalamnya. Allah swt. Tingkat al-Ihsan. Hal ini berarti meninggalkan salah satu perintah Allah dapat mengakibatkan sanksi dan melakukan salah satu larangannya adalah dosa. 3. Dengan demikian. yaitu dengan iman yang benar yang diterima oleh Allah swt. yaitu peringkat takwa. hal ini dilakukan setelah mereka menunaikan segala yang wajib. Adapun derajat yang paling rendah dari peringkat ini adalah derajat dimana seseorang menjaga dirinya dari kekalnya dalam neraka. Pertama. yaitu dengan cara tobat dan pengampunan. Kedua. . laksana penduduk bumi memandang bintang-bintang di langit yang menandakan jauhnya jarak antara mereka. Peringkat ini disebut martabat takwa. Maha Mengetahui keadaan hamba-hamba-Nya yang memiliki berbagai kelemahan. puncak takwa adalah melakukan seluruh perintah Allah dan meninggalkan semua larangan-Nya. boleh jadi ia akan naik pada peringkat bir atau ihsan. Amalanamalan ini tidak diwajibkan Allah kepada hamba-hamba-Nya. karena amalan-amalan yang ada pada derajat ini membebaskannya dari siksaan atas kesalahan yang dilakukannya. akan mengampuni hamba-Nya yang berdosa karena kelalaiannya dari menunaikan hak-hak takwa. Peringkat ini disebut martabat al-Bir (kebaikan). yang dengan kelemahannya itu seorang hamba melakukan dosa. 1. Kelak. Sementara itu. sesuai dengan derajat ketakwaan masing-masing. Tingkat al-Bir Peringkat ini akan dihuni oleh mereka yang masuk kategori al-Abrar. ada satu hal yang harus kita pahami dengan baik. karena derajat ini merupakan perluasan pada hal-hal yang sifatnya sunnah. Allah membuat satu cara penghapusan dosa. Adapun tiga tingkatan tersebut adalah sebagai berikut. Namun. Melalui hal tersebut. Oleh karena itu. Takwa akan menjadi sempurna dengan menunaikan seluruh perintah Allah dan meninggalkan seluruh larangan-Nya. yaitu tingkatan paling bawah dengan derajat yang berbeda-beda. Hal ini sesuai dengan amalan-amalan kebaikan yang mereka lakukan dari ibadah-ibadah sunnah serta segala sesuatu yang dicintai dan diridhai oleh Allah swt. yaitu tingkatan menengah dengan derajat yang berbeda-beda. Tingkat at-Takwa. Tingkat al-Bir. 2.

Ketika kita mencermati pengertian ihsan dengan sempurna —seperti yang telah kita sebutkan sebelumnya– maka kita akan mendapatkan suatu kesimpulan bahwa ihsan memiliki dua sisi: Pertama. Karena. ihsan dijelaskan Allah swt. tetangga yang dekat maupun yang jauh.‖ (QS. ihsan adalah kesempurnaan dalam beramal sambil menjaga keikhlasan dan jujur pada saat beramal. anak-anak yatim. yaitu peringkat takwa. Kedua. hanya bisa dicapai melalui amalanamalan wajib dan amalan-amalan sunnah yang dicintai oleh Allah. Kini.‖ Kita sebelumnya telah membahas bahwa ihsan adalah beribadah kepada Allah dengan sikap seakan-akan kita melihat-Nya. yaitu: Berimanlah kamu kepada Tuhanmu. orang-orang miskin. 2. pada surah An-Nisaa‘ ayat 36. kita akan membahas ihsan dari muamalah dan siapa saja yang masuk dalam bahasannya. melakukan hal pertama merupakan syarat mutlak untuk naik pada peringkat selanjutnya. akan tetapi kebaikan itu adalah takwa. ihsan adalah senantiasa memaksimalkan amalan-amalan sunnah yang dapat mendekatkan diri kepada Allah. maka Allah melihat kita. Dengan demikian. berfirman dalam kitab-Nya. karib kerabat. ―Bukanlah kebaikan dengan memasuki rumah-rumah dari belakangnya. selama hal itu adalah sesuatu yang diridhai-Nya dan dianjurkan untuk melakukannya. Ihsan kepada kedua orang tua . dan datangilah rumah-rumah itu dari pintu-pintunya dan bertakwalah kepada Allah agar kalian beruntung. maka kamipun beriman.‖ (QS. dan jika kita tidak dapat melihat-Nya. Ali ‗Imran: 193) Ketiga. sesungguhnya kami mendengar seruan orang yang menyeru kepada iman. l-Baqarah: 189) ―Ya Tuhan kami. serta dilakukan atas dasar mencari ridha Allah swt. kecuali telah menunaikan peringkat yang pertama. Berikut ini adalah mereka yang berhak mendapatkan ihsan tersebut: Pertama. barangsiapa yang mengklaim dirinya telah melakukan kebaikan sedang dia tidak mengimani unsur-unsur kaidah iman dalam Islam. Mengenai hal ini. Mereka adalah orang-orang yang telah melalui peringkat pertama dan yang kedua (peringkat takwa dan al-bir).Akantetapi. Untuk dapat naik ke martabat ihsan dalam segala amal. Tingkatan Ihsan Tingkatan ini akan dicapai oleh mereka yang masuk dalam kategori Muhsinun. ibnu sabil dan hamba sahayamu. mereka yang melakukan amalan tambahan ini tidak akan masuk kedalam kelompok al-bir. Ya Tuhan kami ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesahan-kesalahan kami dan wafatkanlah kami bersama orang-orang yang banyak berbuat baik. Ini adalah ihsan dalam tata cara (metode). serta tidak terhindar dari siksaan neraka. Muamalah Dalam bab muamalah. maka ia tidak dapat masuk dalam peringkat ini (al-bir). ―Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu bapak. Allah swt. yang berbunyi sebagai berikut. teman sejawat.

dari Ibnu Amru bin Ash. Dalam sebuah hadits qudsi. orang yang memutuskan tali silaturahmi. kasihilah mereka keduanya. bersabda. Jika salah seorang diantara keduanya atau kedua-duanya berumr lanjut dalam pemeliharaanmu. ―Aku adalah Allah. maka bersamaan dengannya akan hilang ketakwaan.‖ Diriwayatkan oleh Turmudzi. dan Turmuzdi. ―Tidak akan masuk surga. bersabda. dan kemurkaan Allah berada pada kemurkaan orang tua. Hal ini dikarenakan sebab paling utama terputusnya hubungan seorang hamba dengan Tuhannya adalah karena terputusnya hubungan silaturahmi.‖ (HR. Rasulullah saw. ―Barangsiapa —dari Kaum Muslimin— yang memelihara anak yatim dengan memberi makan dan minumnya. akan Ku sambungkan pula baginya dan barangsiapa yang memutuskannya. menyamakan seseorang yang memutuskan hubungan silatuhrahmi dengan perusak di muka bumi. akan Ku putuskan hubunganku dengannya. barangsiapa yang menyambungnya. Turmudzi) Dalam hadits lain. jika tidak disertai dengan berbuat baik kepada kedua orang tua. dan Aku telah menciptakan rahim yang Kuberi nama bagian dari nama-Ku. maka Allah akan .‖ Dalil di atas menjelaskan bahwa ibadah kita kepada Allah tidak akan diterima.‖ (HR. Al-Israa‘: 23-24) Ayat di atas mengatakan kepada kita bahwa ihsan kepada ibu-bapak adalah sejajar dengan ibadah kepada Allah. Apabila kita tidak memiliki kebaikan ini. Maka. keimanan. Rasulullah bersabda.Allah swt. Syaikahni dan Abu Dawud) Ketiga. Aku adalah Rahman. Kedua. dan keislaman. Dalam sebuah hadist riwayat Turmuzdi. sebagaimana mereka berdua mendidik aku diwaktu kecil. bahkan Allah swt. ―Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu tidak menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. ―Keridhaan Allah berada pada keridhaan orang tua.‖ (QS. Nabi saw. Allah berfirman. Ihsan kepada anak yatim dan fakir miskin Diriwayatkan oleh Bukhari. maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ―ah‖ dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: ―Wahai Tuhanku. menjelaskan hal ini dalam kitab-Nya. Muhammad: 22) Silaturahmi adalah kunci untuk mendapatkan keridhaan Allah. Ihsan kepada kerabat karib Ihsan kepada kerabat adalah dengan jalan membangun hubungan yang baik dengan mereka. ―Aku dan orang yang memelihara anak yatim di surga kelak akan seperti ini…(seraya menunjukkan jari telunjuk jari tengahnya). Allah berfirman. Abu Dawud. bersabda. ―Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan dimuka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan?‖ (QS. bahwa Rasulullah saw.

Rasulullah. Turmuzdi. Jika ia hanya makan sedikit. Seorang tetangga kafir mempunyai hak sebagai tetangga saja. kemudian ia datang membawa makanan itu dan telah merasakan panas dan asapnya. serta teman sejawat Ihsan kepada tetangga dekat meliputi tetangga dekat dari kerabat atau tetangga yang berada di dekat rumah. menjaga hartanya. pertemanan. Rasulullah saw bersabda. maka hendaklah kamu memberinya satu atau dua suapan. menjaga kehormatannya. Adapun yang dimaksud teman sejawat adalah yang berkumpul dengan kita atas dasar pekerjaan. Abu Daud dan at-Turmuzdi) Dalam riwayat yang lain.‖ (HR. AthThabrani) Kelima.‖ (HR.‖ (HR. yaitu sebagai tetangga dan sebagai muslim. tetangga jauh. padahal ia megetahuinya. maka hendaklah kamu mempersilakannya duduk dan makan bersamamu. Jika ia pembantu rumah . Rasulullah saw. ―Ya. Pada riwayat yang lain. sebagai muslim dan sebagai kerabat. memelihara kehormatannya. teman sekolah atau kampus. serta tetangga jauh. ya Rasulullah?‖ Beliau menjawab. dan memberinya pelayanan.memasukkannya ke dalam surga selamanya. ―Jika seorang hamba sahaya membuat makanan untuk salah seorang di antara kamu. selama ia tidak melakukan dosa yang tidak terampuni. hendaklah memuliakan tamunya.‖ Keempat. sedang tetangga muslim dan kerabat mempunyai tiga hak. perjalanan. Syaikhani) Pada hadits yang lain. menunjukinya jalan jika ia meminta. dan berkata. bersabda mengenai hal ini. ―Demi Allah. Rasulullah?‖ Rasul menjawab. tetapi tetangga muslim mempunyai dua hak. dan menghargai pribadinya. berapa kali saya harus memaafkan hamba sahayaku?‖ Rasulullah diam tidak menjawab.‖ Para sahabat bertanya. ―Maafkanlah ia tujuh puluh kali dalam sehari. Rasulullah bersabda. Ihsan kepada ibnu sabil dan hamba sahaya Rasulullah saw. Mereka semua masuk ke dalam katagori tetangga.‖(HR. ―Barangsiapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir. Bukhari. baik jauh karena nasab maupun yang berada jauh dari rumah. dan sebagainya. ma‘had. Jama‘ah. ―Seseorang yang tidak aman tetangganya dari gangguannya. demi Allah.‖ (HR. dikatakan bahwa seorang laki-laki datang kepada Rasulullah saw. tidak membebaninya dengan sesuatu yang ia tidak sanggup melakukannya. Orang itu berkata lagi. ―Tidak beriman kepadaku barangsiapa yang kenyang pada suatu malam. menjelaskan hal ini dalam sabdanya. tidak beriman. ―Berapa kali ya. dan Abi Daud) Adapun muamalah terhadap pembantu atau karyawan dilakukan dengan membayar gajinya sebelum keringatnya kering. kecuali Nasa‘i) Selain itu. ―Siapakah yang tidak beriman. ihsan terhadap ibnu sabil adalah dengan cara memenuhi kebutuhannya. sedangkan tetangganya kelaparan. Ihsan kepada tetangga dekat. yaitu sebagai tetangga. tidak beriman.

―Barangsiapa beriman kepada Allah dan Hari Kiamat. karena mereka adalah kaum yang bodoh. mengakui hak-hak mereka. Ketika Umar bangun. Ketika hamba sahaya itu terbangun. serta menggunakan pisau yang tajam. ―Kipasilah aku sampai aku tertidur. berdoa agar mereka diazab oleh Allah. ―Ucapan yang baik adalah sedekah. Keenam.‖ Lalu. membelah dadanya. tidak menyiksanya jika ia bekerja. hal itu adalah pertanda bahwa dalam dirinya ada kecongkakan dan kesombongan. Ketujuh. Ihsan dengan perlakuan dan ucapan yang baik kepada manusia Rasulullah saw. orang-orang Quraisy membunuh paman Rasulullah saw. dan diberi pakaian dari apa yang kita pakai. Rasulullah bersabda. hendaklah dengan menyembelihnya dengan cara yang baik. saling menghargai dalam pergaulan. ampunilah mereka. Kemudian seorang sahabat meminta Rasulullah saw.tangga. Inilah sisi-sisi ihsan yang datang dari nash Al-Quran dan Sunnah Rasulullah saw. menyuruh kepada yang makruf dan mencegahnya dari kemungkaran. pada saat menyembelih. Bahkan. Ihsan dengan berlaku baik kepada binatang Berbuat ihsan terhadap binatang adalah dengan memberinya makan jika ia lapar. Umar bin Abdul Aziz berkata kepada hamba sahaya perempuannya.‖ (HR. Akantetapi. hambanya pun mengipasinya sampai Umar tertidur. Allah swt.‖ (QS. Karena sangat mengantuk. Al-Hajj: 38) Ayat di atas merupakan isyarat yang sangat jelas kepada siapa saja yang tidak berlaku ihsan. mengajari mereka yang bodoh. Beberapa contoh ihsan dalam hal muamalah Pada Perang Uhud..‖ Suatu hari. menutupnya firman-Nya yang berbunyi. dua sifat yang sangat dibenci oleh Allah swt. beliau mengambil kipas tadi dan mengipasi hamba sahayanya. yaitu Hamzah. dan tidak mengganggu mereka dengan tidak melakukan hal-hal dapat mengusik serta melukai mereka. sang hamba pun tertidur. tidak membebaninya diluar kemampuannya.‖ Bagi manusia secara umum. Rasulullah malah berkata. maka ia pun berteriak . Bahkan. hendaklah kita melembutkan ucapan. tidak menyiksanya. maka hendaklah ia diberi makan dari apa yang kita makan. mengobatinya jika ia sakit. Mereka mencincang tubuhnya. Pada akhir pembahasan mengenai bab muamalah ini. hendaklah ia berkata yang baik atau diam. dan mengistirahatkannya jika ia lelah. menunjukinya jalan jika ia tersesat. bersabda. serta memecahkan giginya. ―Ya Allah. Bukhari dan Muslim) Masih riwayat dari Bukhari dan Muslim. ―Sesungguhnya Allah tidak menyukai tiap-tiap orang yang berkhianat lagi mengingkari nikmat.

Sedangkan menurut istilah berarti mengerjakan amal ibadah dengan niat hanya kepada Allah untuk memperoleh ridha-Nya. kecuali mereka yang telah naik ketingkat ihsan dalam seluruh sisi dan nilai hidupnya. dan jika kita tidak dapat melihat-Nya. akan mengantarkan ke perbuatan yang ikhlas pula. maka akan muncul adalah kebersihan hati dan ketulusan jiwa. Jika hal ini telah dicapai oleh seorang hamba.dakwatuna. Melalui pemahaman tersebut. . membersihkan hati dan memurnikan niat. Pengertian lain adalah mentauhidkan dan mengkhususkan Allah sebagai tujuan dalam berbuat taat kepada aturan-Nya. mengatakan dalam sebuah hadits. sehingga mereka yang sampai pada tahap ihsan dalam ibadahnya akan terlihat jelas dalam perilaku dan karakternya. ihsan adalah puncak prestasi dalam ibadah. yaitu menyembah Allah seakan-akan melihat-Nya. mengambil ruh ini dari kita. Wallahu a‘lam bish-shawwab. di mata Allah tidak ada yang lebih mulia dari yang lain. apapun profesi kita. karena yang ahrus diluruskan pertama kali agar tercapai derajat mukhlisin adalah titik awal dari gerak atau niat manusia. ―Engkau adalah manusia biasa seperti diriku dan mendapatkan kebaikan seperti halnya aku. Akhlak Ihsan dalam akhlak sesungguhnya merupakan buah dari ibadah dan muamalah.menyaksikan tuannya melakukan hal tersebut. Semoga kita semua dapat mencapai hal ini. sebelum Allah swt. ia akan berbuah menjadi akhlak atau perilaku. sebagaimana engkau melakukannya padaku.‖ 3. tersimpul bahwa ikhlas merupakan syarat mutlak diterimanya amal. sehingga tidak ada satu pekerjaan pun yang dirasakan sebagai beban. muamalah. Berdasarkan ini semua. Umar kemudian berkata. Pada akhirnya.‖ Kesimpulannya. menjadi awal perbuatan baik. dan bahkan terhadap dirinya sendiri.S Al Bayyinah 98 : 5 Setiap perbuatan manusia dimulai dari gerak hati atau niatnya. lingkungannya. ―Aku diutus hanyalah demi menyempurnakan akhlak yang mulia. Begitu pula niat yang ikhlas. maka sesungguhnya Allah senantiasa melihat kita. Seseorang akan mencapai tingkat ihsan dalam akhlaknya apabila ia telah melakukan ibadah seperti yang menjadi harapan Rasulullah dalam hadits yang telah dikemukakan di awal tulisan ini. maka Rasulullah saw.com/2008/02/385/ihsan/#ixzz1j3mPnihx Pengertian Ikhlas Ikhlas menurut bahasa adalah tulus hati. Perhatikannlah Q. [] Sumber: http://www. pekerjaannya. dan akhlak. semua orang yang menyadari akan hal ini tentu akan berusaha dengan seluruh potensi diri yang dimilikinya agar sampai pada tingkat tersebut. Bila tingkatan yang terkahir ini mampu dicapai manusia. Oleh karena itu. Jika kita ingin melihat nilai ihsan pada diri seseorang —yang diperoleh dari hasil maksimal ibadahnya– maka kita akan menemukannya dalam muamalah kehidupannya. maka sesungguhnya itulah puncak ihsan dalam ibadah. keluarganya. Siapapun kita. Bagaimana ia bermuamalah dengan sesama manusia. maka aku pun melakukan hal ini kepadamu. Melalui niat yang baik.

karena jawaban pertanyaan inilah yang nantinya sangat menentukan kualitas keislaman dan ketakwaan seseorang. tidaklah kami ingin menanyakan „Sejak kapan kita masuk islam?‟ atau „Bagaimana ceritanya kita masuk islam?‟ karena jawaban pertanyaan ini bukanlah suatu yang paling mendasar dan paling penting. karena memang semuanya ada dalam Islam.Sumber: http://id. Pada kesempatan ini. dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku. Semua ini menunjukkan sempurnanya agama Islam dan luasnya petunjuk yang tercakup di dalamnya. “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu.” (Al Hujurot: 13) Pokok Ajaran Islam Sebagaimana yang telah diketahui bahwa ajaran Islam ini adalah ajaran yang paling sempurna. „benar!” (Hadits Shohih riwayat Muslim).shvoong. Nikmat yang besar ini patutlah kita syukuri.” (Al-Maidah: 3) Salman Al-Farisi berkata.com/social-sciences/psychology/2092964-pengertianikhlas/#ixzz1j3mgsZrD 3 Pokok Ajaran Islam Kategori: Aqidah 19 Komentar // 28 October 2008 Sejauh Mana Pemahaman Kita? Tak terasa.” (Al Ashr: 1-3) Alloh berfirman.“Telah berkata kepada kami orang-orang musyrikin. yang tidaklah seseorang itu butuh . Namun pertanyaan paling penting yang harus kita renungkan dan kita jawab pada setiap diri kita adalah: „Sudah sejauh manakah kita telah memahami dan mengamalkan ajaran kita ini?‟ Pertanyaan inilah yang paling penting yang harus direnungkan dan dijawab. karena banyak diantara manusia yang tidak memperoleh nikmat ini. dan telah Ku-ridhai Islam menjadi agama bagimu. Alloh berfirman. Dan nikmat inilah yang sangat menentukan bahagia atau sengsaranya kita di hari akhir nanti. “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. mulai dari urusan buang air besar sampai urusan negara. Alloh berfirman. „Sesungguhnya Nabi kamu telah mengajarkan kepada kamu segala sesuatu sampai buang air besar!‟ Jawab Salman. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati di dalam kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. sudah sejak lama sekali (mungkin sudah 20-an tahun atau bahkan lebih) kita menjadi sebagai seorang muslim. “Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Alloh ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Islam telah memberikan petunjuk di dalamnya.

Keadaan orang semacam ini tidak ubahnya seperti orang yang digambarkan oleh seorang penyair. berharap dengan balasan yang ada di sisi-Nya serta takut akan adzab-Nya. dan kalau mereka mendengar. Alloh berfirman. mereka tiada mendengar seruanmu. mereka tidak dapat memperkenankan permintaanmu. Meskipun begitu luasnya petunjuk Islam. Semua orang mengaku punya hubungan cinta dengan Laila. taat dan baro‘ah/berlepas diri. Aristoteles atau siapa pun juga. Maka barangsiapa yang tidak melaksanakan ketiga hal ini pada hakikatnya dia bukanlah pengikut dakwah para Nabi.kepada petunjuk selainnya. memberi rizki kita dan mengatur alam semesta ini.” (Al -A‘rof: 191-192) Semua yang disembah selain Alloh tidak memiliki sedikitpun kekuasaan di alam semesta ini. Alloh berfirman. dan pada hari kiamat mereka akan mengingkari kemusyrikanmu dan tidak ada yang dapat memberi keterangan kepadamu sebagai yang diberikan oleh Yang Maha Mengetahui. pada dasarnya pokok ajarannya hanyalah kembali pada tiga hal yaitu tauhid. yakni mengesakan Alloh dalam setiap peribadahan kita. yang tidak berkuasa dan berperan sedikitpun pada diri kita? Semua yang disembah selain Alloh tidak mampu memberikan pertolongan bahkan terhadap diri mereka sendiri sekali pun. pantaskah kita tujukan ibadah kita kepada selain-Nya. Dan berhala-berhala itu tidak mampu memberi pertolongan kepada para penyembahnya. “Dan orang-orang yang kamu seru selain Alloh tiada mempunyai apa-apa walaupun setipis kulit ari. sedang mereka tidak diuji lagi? Dan . Dan inilah sebenarnya yang merupakan bukti kebenaran pengakuan imannya. Kita tidak dibiarkan mengatakan sudah beriman lantas tidak ada ujian yang membuktikan kebenaran pengakuan tersebut. Dia lah yang telah menciptakan kita. filsafat atau lainnya. semata-mata hanya karena taat kepada Alloh dan hanya mengharap wajah-Nya semata. Jika kamu menyeru mereka. bahkan kepada diri meraka sendiripun berhala-berhala itu tidak dapat memberi pertolongan. Alloh berfirman. Penyerahan dan perendahan semata tidak cukup apabila tidak disertai ketundukan terhadap perintah-perintah Alloh dan Rosul-Nya dan menjauhi apa-apa yang dilarang. namun laila tidak mengakui perkataan mereka Berserah Diri Kepada Alloh Dengan Merealisasikan Tauhid Yaitu kerendahan diri dan tunduk kepada Alloh dengan tauhid. baik itu teori demokrasi. “Apakah mereka mempersekutukan dengan berhalaberhala yang tak dapat menciptakan sesuatu pun? Sedang berhala-berhala itu sendiri yang diciptakan. Inilah inti ajaran para Nabi dan Rosul yang diutus oleh Alloh kepada ummat manusia. Karena memang hanya Dia yang berhak untuk diibadahi.” (Fathir: 13-14) Tunduk dan Patuh Kepada Alloh Dengan Sepenuh Ketaatan Pokok Islam yang kedua adalah adanya ketundukan dan kepatuhan yang mutlak kepada Alloh. Tidak boleh menujukan satu saja dari jenis ibadah kita kepada selainNya. “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan mengatakan: “Kami telah beriman”. ataupun ucapan Plato.

” (Al Ahzab: 36) Orang yang beriman tidak membantah ketetapan Alloh dan Rosul-Nya akan tetapi mereka mentaatinya lahir maupun batin. Alloh berfirman. Karena ia belum dikatakan beriman dengan sebenar-benarnya sebelum ia mencintai apa yang dicintai Alloh dan membenci apa yang dibenci Alloh.‟” (Al-Mumtahanah: 4) Jadi ajaran Nabi Ibrohim „alaihis salam bukan mengajak kepada persatuan agama-agama sebagaimana yang didakwakan oleh tokoh-tokoh Islam Liberal. Alloh berfirman. kedzaliman yang paling dzalim dan sikap kurang ajar yang paling bejat terhadap Alloh. “Sesungguhnya jawaban orang-orang beriman. maka sesungguhnya Alloh mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka. Karena syirik adalah dosa yang paling besar. memelihara dan mencurahkan kasih sayang-Nya kepada kita semua. Dan di atas ketiga pokok inilah aqidah dan syari‘ah ini dibangun. Alloh telah memberikan teladan kepada bagi kita yakni pada diri Nabiyulloh Ibrohim ‗alaihis salam agar berlepas diri dan memusuhi para pelaku syirik dan kesyirikan. akan tetapi dakwah beliau ialah memerangi syirik dan para pemujanya. „Kami mendengar. apabila Alloh dan Rosul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan. “Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia. Alloh berfirman. padahal Allohlah Robb yang telah menciptakan. Padahal syirik adalah sesuatu yang paling dibenci oleh Alloh. bila mereka diseru kepada Alloh dan Rosul-Nya agar rosul menghukum di antara mereka ialah ucapan. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung. Maka kita mohon kepada Alloh semoga Alloh memberikan taufiq kepada kita untuk dapat memahami agama ini. “Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang beriman dan tidak pula perempuan yang beriman. Dan barangsiapa mendurhakai Alloh dan Rosul-Nya maka sungguh dia telah sesat dengan kesesatan yang nyata. maka konsekuensi dari benarnya keimanannya maka ia juga harus berlepas diri dan membenci perbuatan syirik dan pelakunya. Wallohu a‟lam… *** . dan kami patuh‟. Inilah tiga pokok ajaran Islam yang harus kita ketahui dan pahami bersama untuk dapat menjawab pertanyaan di atas dengan jawaban yang yakin dan pasti.” (An Nur: 51) Memusuhi dan Membenci Syirik dan Pelakunya Seorang muslim yang tunduk dan patuh terhadap perintah dan larangan Alloh. ketika mereka berkata kepada kaum mereka: „Sesungguhnya kami berlepas diri daripada kamu dari daripada apa yang kamu sembah selain Alloh.” ( Al-Ankabut: 2-3) Orang yang beriman tidak boleh memiliki pilihan lain apabila Alloh dan Rosul-Nya telah menetapkan keputusan. Inilah millah Ibrohim yang lurus! Demikian pula Nabi Muhammad shollallohu „alaihi wa sallam senantiasa mengobarkan peperangan terhadap segala bentuk kesyirikan dan memusuhi para pemujanya. akan ada bagi mereka pilihan tentang urusan mereka. kami mengingkari kamu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Alloh saja. serta diteguhkan di atas meniti din ini.

id .Penulis: Abu Hudzaifah Yusuf bin Munasir Artikel www.muslim.or.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful