P. 1
Upaya Meningkatkan Pemahaman Kepala Sekolah Terhadap Tugas Dan Fungsinya Dalam Mewujudkan Visi

Upaya Meningkatkan Pemahaman Kepala Sekolah Terhadap Tugas Dan Fungsinya Dalam Mewujudkan Visi

|Views: 190|Likes:
Published by Sinichi Shinobu

More info:

Published by: Sinichi Shinobu on Mar 05, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/08/2015

pdf

text

original

UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN KEPALA SEKOLAH TERHADAP TUGAS DAN FUNGSINYA DALAM MEWUJUDKAN VISI, MISI DAN TUJUAN

SEKOLAH BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sejalan dengan tantangan kehidupan global, pendidikan merupakan hal yang sangat penting karena pendidikan salah satu penentu mutu Sumber Daya Manusia. Dimana dewasa ini keunggulan suatu bangsa tidak lagi ditandai dengan melimpahnya kekayaan alam, melainkan pada keunggulan Sumber Daya Manusia (SDM). Dimana mutu Sember Daya Manusia (SDM) berkorelasi positif dengan mutu pendidikan, mutu pendidikan sering diindikasikan dengan kondisi yang baik, memenuhi syarat, dan segala komponen yang harus terdapat dalam pendidikan, komponen-komponen tersebut adalah masukan, proses, keluaran, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana serta biaya. Mutu pendidikan tercapai apabila masukan, proses, keluaran, guru, sarana dan prasarana serta biaya apabila seluruh komponen tersebut memenuhi syarat tertentu. Namun dari beberapa komponen tersebut yang lebih banyak berperan adalah tenaga kependidikan yang bermutu yaitu yang mampu menjawab tantangan-tantangan dengan cepat dan tanggung jawab. Tenaga kependidikan pada masa mendatang akan semakin kompleks, sehingga menuntut tenaga kependidikan untuk senantiasa melakukan berbagai peningkatan dan penyesuaian penguasaan kompetensinya. Pendidikan yang bermutu sangat membutuhkan tenaga kependidikan yang professional. Tenaga kependidikan mempunyai peran yang sangat strategis dalam pembentukan pengetahuan, ketrampilan, dan karakter peserta didik. Oleh karena itu tenaga kependidikan yang professional akan melaksanakan tugasnya secara professional sehingga menghasilkan tamatan yang lebih bermutu. Menjadi tenaga kependidikan yang profesional tidak akan terwujud begitu saja tanpa adanya upaya untuk meningkatkannya, adapun salah satu cara untuk mewujudkannya adalah dengan pengembangan profesionalisme ini membutuhkan dukungan dari pihak yang mempunyai peran penting dalam hal ini adalah kepala sekolah, dimana kepala sekolah merupakan pemimpin pendidikan yang sangat penting karena kepala sekolah berhubungan langsung dengan pelaksanaan program pendidikan di sekolah. Ketercapaian tujuan pendidikan sangat bergantung pada kecakapan dan kebijaksanaan kepemimpinan kepala sekolah yang merupakan salah satu pemimpin pendidikan. Karena kepala sekolah merupakan seorang pejabat yang profesional dalam organisasi sekolah yang bertugas mengatur semua sumber organisasi dan bekerjasama dengan guru-guru dalam mendidik siswa untuk mencapai tujuan pendidikan. Dengan keprofesionalan kepala sekolah ini pengembangan profesionalisme tenaga kependidikan mudah dilakukan karena sesuai dengan fungsinya, kepala sekolah memahami kebutuhan sekolah yang ia pimpin sehingga kompetensi guru tidak hanya mandeg pada kompetensi yang ia miliki sebelumnya, melainkan bertambah dan berkembang dengan baik sehingga profesionalisme guru akan terwujud. Karena tenaga kependidikan profesional tidak hanya menguasai bidang ilmu, bahan ajar, dan metode yang tepat, akan tetapi mampu memotivasi peserta didik, memiliki keterampilan yang tinggi dan wawasan yang luas terhadap dunia pendidikan. Profesionalisme tenaga kependidikan

wawasan kepala sekolah yang masih sempit. Ini mengimplikasikan rendahnya produktivitas kerja kepala sekolah yang berimplikasi juga pada mutu (input. Agar proses pendidikan dapat berjalan efektif dan efisien. Sebagaimana dikemukakan dalam Pasal 12 ayat 1 PP 28 tahun 1990 bahwa: ³Kepala sekolah bertanggungjawab atas penyelenggaraan kegiatan pendidikan. Bahkan barangkali pula tidak banyak yang memahami benar arti . kepala sekolah harus memiliki sejumlah kompetensi untuk melaksanakan misi guna mewujudkan visi itu. pengembangan SDM merupakan proses peningkatan kemampuan manusia agar mampu melakukan pilihan-pilahan. Namun kenyataan dilapangan masih banyak kepala sekolah yang tidak menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pemimpin pendidikan ini disebabkan karena dalam proses pengangkatannya tidak ada trasnfaransi. dan seringnya datang terlambat. untuk menghasilkan guru yang profesional juga bukanlah tugas yang mudah. Setiap jabatan menggambarkan status yang diemban pemegangnya. rendahnya mental kepala sekolah yang ditandai dengan kurangnya motivasi dan semangat serta kurangnya disiplin dalam melakukan tugas. menunjukkan peran yang harus dilakukan pejabatnya. Namun. kepala sekolah harus memiliki karakter tertentu yang menunjukkan integritasnya. Untuk mempermudah dalam pemahaman pemabahasan ini. Proses pengembangan SDM tersebut harus menyentuh berbagai bidang kehidupan yang tercermin dalam pribadi pimpinan. perlu didukung oleh Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas. pada gilirannya. Dan ketiga. guru dituntut memiliki kompetensi yang memadai. dan seringnya datang terlambat serta banyak faktor penghambat lainnya untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang mengimplikasikan rendahnya produktivitas kerja kepala sekolah yang berimplikasi juga pada mutu (input. baik dari segi jenis maupun isinya. Apa saja kualitas itu? Pertama.juga secara konsinten menjadi salah satu faktor terpenting dari mutu pendidikan. Paradigma baru manajemen pendidikan dalam rangka meningkatkan kualitas secara efektif dan efisien. Tenaga kependidikan yang profesional mampu membelajarkan murid secara efektif sesuai dengan kendala sumber daya dan lingkungan. Status itu. termasuk pemimpin pendidikan. Kedua. 1. proses. pembinaan tenaga kependidikan lainnya. administrasi sekolah. dan output) Berdasarkan uraian di atas penyusun sangat tertarik untuk membahas profesionalisme kepemimpinan kepala sekolah. Dalam hal ini. Kepemimpinan pendidikan mengacu pada kualitas tertentu yang harus dimiliki kepala sekolah untuk dapat mengemban tanggung jawabnya secara berhasil. proses. seperti kepala sekolah. Kepala sekolah merupakan salah satu komponen pendidikan yang paling berperan dalam meningkatkan kualitas pendidikan. berikut penyusun sajikan kerangka teoritisnya. Visi dan Misi Barangkali tidak banyak kepala sekolah yang tahu persis apa visi sekolah mereka dan bagaimana caranya mewujudkan visi itu. Peran utama yang harus diemban oleh kepala sekolah yang membedakannya dari jabatan-jabatan kepala lainnya adalah peran sebagai pemimpin pendidikan. Namun banyak faktor penghambat tercapainya kualitas keprofesionalan kepemimpinan kepala sekolah seperti proses pengangkatannya tidak trasnparan. serta banyak faktor penghambat lainnya yang menghambat tumbuhnya kepala sekolah yang professional untuk meningkatkan kualitas pendidikan. kepala sekolah harus tahu persis apa yang ingin dicapainya (visi) dan bagaimana mencapainya (misi). dan output). rendahnya mental kepala sekolah yang ditandai dengan kurangnya motivasi dan semangat serta kurangnya disiplin dalam melakukan tugas. dan pendayagunaan serta pememliharaan sarana dan prasarana´. Guru harus harus lebih dinamis dan kreatif dalam mengembangkan proses pembelajaran siswa.

Memfasilitasi pengembangan. Memahami. 2002). Membantu. C. Memberi contoh (teladan) tindakan berintegritas. Selanjutnya ia akan berusaha secara konsisten untuk terus berupaya menggalang komitmen untuk mewujudkan visi itu. sehat. menanggapi kepentingan dan kebutuhan komunitas yang beragam. dan pelaksanaan visi pembelajaran yang dikomunikasikan dengan baik dan didukung oleh komunitas sekolah. mereka akan berusaha merumuskannya dengan melibatkan semua pihak yang berkepentingan.misi dan tujuan sekolah. Memahami visi dan misi serta memiliki integritas yang baik saja belum cukup. misi dan tujuan sekolah. dan mempertahankan lingkungan sekolah dan program pengajaran yang kondusif bagi proses belajar peserta didik dan pertumbuhan profesional para guru dan staf. Visi itu kemudian disosialisasikan sehingga menjadi cita-cita bersama. Ia tidak akan berdiam diri membiarkan visi itu menjadi rumusan indah yang menghiasi dinding kantornya. menanggapi. ekonomi. Pembatasan Masalah Supaya masalah dalam makalah ini tidak berkembang terlalu terlalu jauh. dan efektif. dan mempengaruhi lingkungan politik. Upaya merumuskan dan mewujudkan visi. perlu kiranya dilakukan pembatasan masalah. oleh karena itu Penyusun membatasi masalah yang akan dibahas dalam makalah ini. Kepala sekolah yang bertanggung jawab berusaha mengetahui visi sekolahnya. Jika belum ada. membina. Menjamin bahwa manajemen organisasi dan pengoperasian sumber daya sekolah digunakan untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman. dan budaya yang lebih luas. kepala sekolah harus memiliki kompetensi yang disyaratkan untuk dapat mengemban tanggung jawabnya dengan baik dan benar. Apa saja kompetensi yang harus dimiliki kepala sekolah? Setidaknya ada kesepakatan bahwa kepala sekolah perlu memiliki sejumlah kompetensi berikut (diadaptasi dari CCSSO. penyebarluasan. efisien. B. Kompetensi Kompetensi adalah kemampuan atau kecakapan yang diperlihatkan seseorang ketika melakukan sesuatu.misi dan tujuan sekolah. antara lain : Upaya meningkatkan pemahaman Kepala Sekolah terhadap tugas dan fungsinya dalam mewujudkan visi. misi dan tujuan sekolah Kepala Sekolah kurang kompeten dalam melaksanakan dan mewujudkan visi . Bekerja sama dengan orang tua murid dan anggota masyarakat. 2. dan memobilisasi sumber daya masyarakat.visi dan misi. Hal yang sama kemungkinan besar berlaku bagi para pejabat dalam jabatan-jabatan pimpinan lainnya. Agar berhasil. . Identifikasi Masalah Identifikasi masalah yang akan dibahas dalam makalah ini adalah sebagai berikut : Kepala Sekolah kurang memahami tugas dan fungsinya dalam mengelola kegiatan-kegiatan sekolah Kepala Sekolah kurang memahami pengertian visi . sosial.

* Tujuan Khusus Untuk meningkatkan profesionalisme dan kompetensi Kepala Sekolah. . Untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian warga masyarakat terhadap lingkungan sekolah. E. misi serta tujuan sekolah dapat terwujud melalui kerjasama yang erat antar warga sekolah. Untuk meningkatkan kerjasama antar warga sekolah dalam mewujudkan visi. misi dan tujuan sekolah?´. Untuk meningkatkan perhatian orang tua/ wali peserta didik terhadap kondisi dan situasi di sekolah. misi serta tujuan sekolah.D. Tujuan Kegiatan penyusunan makalah ini mempunyai tujuan yang sangat penting yaitu : * Tujuan Umum : Bertujuan untuk menemukan kebenaran melalui metoda berpikir yang berdasarkan keilmuan dan mendapatkan gambaran bagaimana upaya Kepala Sekolah dalam meningkatkan kerjasama antara warga sekolah sehingga visi. Perumusan Masalah Rumusan masalah yang hendak penyusun kemukakan dalam makalah ini adalah : ³Bagaimana tugas dan fungsi Kepala Sekolah dalam mewujudkan visi.

Sementara R. tujuan. Pengertian Profesionalisme. Sedangkan George R. Kemudian menurut Maman Ukas (2004:268) ³Kepemimpinan adalah kemampuan yang dimiliki oleh seseorang untuk dapat mempengaruhi orang lain. nilai. Pentingnya kepemimipinan seperti yang dikemukakan oleh James M. Kepemimpinan dan Ukuran Kinerja Kepala Sekolah 1. 2. agar ia mau berbuat sesuatu yang dapat membantu pencapaian suatu maksud dan tujuan´.BAB II PEMBAHASAN A. dan kualitas suatu keahlian dan kewenangan yang berkaitan dengan mata pencaharian sesseorang´. Kepemimpinan dan Kepala Sekolah a. Terry dalam Miftah Thoha (2003:5) mengartikan bahwa ³Kepemimpinan adalah aktivitas untuk mempengaruhi orang-orang supaya diarahkan mencapai tujuan organisasi´. Profesionalisme Kepala Sekolah Kusnandar (2007:46) mengemukakan bahwa ³Profesionalisme adalah kondisi. Kepemimpinan Kepemimpinan merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam suatu organisai karena sebagian besar keberhasilan dan kegagalan suatu organisasi ditentukan oleh kepemimpinan dalam organisasi tersebut. Selanjutnya Profesionalisme menurut Mohamad Surya (2007:214) adalah: Sebutan yang mengacu pada sikap mental dalam bentuk komitmen dari para anggota asuatu profesi untuk senantiasa mewujudkan dan meningkatkan kualitas profesionlanya. Jadi dapat disimpulkan bahwa profesionalisme adalah suatu bentuk komitmen para anggota suatu profesi untuk selalu meningkatkan dan mengembangkan kompetensinya yang bertujuan agar kualitas keprofesionalannya dapat tercapai secara berkesinambungan. Soekarto Indrafachrudi (2006:2) mengartikan ³Kepemimpinan adalah suatu kegiatan dalam membimbing suatu kelompok sedemikian rupa sehingga tercapailah tujuan itu´. Sementara Sudarwan Danin (2002:23) mendefinisikan bahwa: ³Profesionalisme adalah komitmen para anggota suatu profesi untuk meningkatkan kemampuan profesionalnya dan terus-menerus mengmbangkan strategistrategi yang digunakanny dalam melakukan pekerjaan sesuai dengan profesinya itu Kemudian Freidson (1970) dalam Syaiful Sagala (2005:199) mengemukakan bahwa yang dimaksud dengan profesionalisme adalah ³sebagai komitmen untuk ide-ide professional dan karir´. . Black pada Manajemem: a Guide to Executive Command dalam Sadili Samsudin (2006:287) yang dimaksud dengan ³Kepemimpinan adalah kemampuan meyakinkan dan menggerakkan orang lain agar mau bekerja sama di bawah kepemimpinannya sebagai suatu tim untuk mencapai suatu tujuan tertentu´. Berdasarkan beberapa definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan adalah kemampuan yang dimiliki seseorang dalam mempangaruhi orang lain untuk mau bekerja sama agar mau melakukan tindakan dan perbuatan dalam mencapai tujuan bersama. arah.

Berdasarkan beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa kepala sekolah adalah sorang guru yang mempunyai kemampuan untuk memimpin segala sumber daya yang ada pada suatu sekolah sehingga dapat didayagunakan secara maksimal untuk mencapai tujuan bersama. Sedang sekolah adalah sebuah lembaga di mana menjadi tempat menerima dan memberi pelejaran. dan orang tua siswa tidak dapat dilepaskan dari tanggung jawab kepala sekolah 2) Dengan waktu dan sumber yang terbatas seorang kepala sekolah harus mampu menghadapi berbagai persoalan. Sementara Rahman dkk (2006:106) mengungkapkan bahwa ³Kepala sekolah adalah seorang guru (jabatan fungsional) yang diangkat untuk menduduki jabatan structural (kepala sekolah) di sekolah´. seorang kepala sekolah harus dapat mengatur pemberian tugas secara cepat serta dapat memprioritaskan bila terjadi konflik antara kepentingan bawahan dengan kepentingan sekolah. 5) Kepala sekolah adalah seorang politisi. Kepala sekolah berperilaku sebagai saluran komunikasi di leingkungan sekolah. siswa. Perbuatan yang dilakukan oleh para guru. Wahjosumidjo (2002:83) mengartikan bahwa: ³Kepala sekolah adalah seorang tenaga fungsional guru yang diberi tugas untuk memimpin suatu sekolah di mana diselenggarakan proses belajar mengajar. Kepala sekolah harus dapat membangun hubungan kerja sama melalui pendekatan persuasi dan kesepakatan (compromise). apabila: (1) dapat dikembangkan prinsip jaringan . Jadi secara umum kepala sekolah dapat diartikan pemimpin sekolah atau suatu lembaga di mana temapat menerima dan memberi pelajaran. kemudian menyelesaikan persoalan dengan satu solusi yang feasible. Kepala sekolah harus dapat memecahkan persoalan melalui satu analisis. Jadi profesionalisme kepemimpinan kepala sekolah berarti suatu bentuk komitmen para anggota suatu profesi untuk selalu meningkatkan dan mengembangkan kompetensinya yang bertujuan agar kualitas keprofesionalannya dalam menjalankan dan memimpin segala sumber daya ayang ada pada suatu sekolah untuk mau bekerja sama dalam mencapai tujuan bersama. staf. Dalam lingkungan sekolah sebagai suatu organisasi di dalamnya terdiri dari manusia yang mempunyai latar belakang yang berbeda-beda yang bisa menimbulkan konflik untuk itu kepala sekolah harus jadi penengah dalam konflik tersebut.Profesionalisme Kepala Sekolah Kepala sekolah merupakan salah satu komponen pendidikan yang paling berperan dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Adapun tugas-tugas dari kepala sekolah seperti yang dikemukakan Wahjosumidjo (2002:97) adalah: a. Serta harus dapat melihatsetiap tugas sebagai satu keseluruhan yang saling berkaitan. Kepala Sekolah Kepala sekolah bersal dari dua kata yaitu ³Kepala´ dan ³Sekolah´ kata kepala dapat diartikan ketua atau pemimpin dalam suatu organisasi atau sebuah lembaga. atau tempat di mana terjadi interaksi antara guru yang memberi pelajaran dan murid yang menerima pelajaran. 4) Kepala sekolah adalah seorang mediator atau juru penengah.Dengan segala keterbatasan.b. Kepala sekola bertindak dan bertanggungjawab atas segala tindakan yang dilakukan oleh bawahan. 3) Kepala sekolah harus berfikir secara analitik dan konsepsional. Kepala sekolah bekerja dengan dan melalui orang lain. Untuk itu kepala sekolah harus mengetahui tugas-tugas yang harus ia laksankan. 1) Kepala sekolah bertanggung jawab dan mempertanggungjawabkan. Peran politis kepala sekolah dapat berkembang secara efektif. 3.

selain harus tahu dan paham tugasnya sebagai pemimpin. Kepala sekolah bertanggungjawab untuk menentukan dan meneliti siapa yang akan memperoleh atau menerima sumber-sumber yang disediakan dan dibagikan. Kepala sekolah bertanggungjawab untuk menyebarluaskan dan memabagi-bagi informasi kepada para guru. Sebagai pengambil keputusan g) Enterpreneur. 6) Kepala sekolah adalah seorang diplomat. BP3. staf dan siswa. figurehead berarti lambang dengan pengertian sebagai kepala sekolah sebagai lambang sekolah. e) Sebagai disseminator. c) Penghubung (liasion). Kepala sekolah adalah pemimpin untuk menggerakkan seluruh sumber daya yang ada di sekolah sehingga dapat melahirkan etos kerja dan peoduktivitas yang tinggi untuk mencapai tujuan. Dan apabila terjadi kesulitan-kesulitan kepala sekolah diharapkan berperan sebagai orang yang dapat menyelesaikan persoalan yang sulit tersebut. Kepala sekolah menyabarkan informasi kepada lingkungan di luar yang dianggap perlu. Sedangkan secara internal kepala sekolah menjadi perantara antara guru. 7) Kepala sekolah mengambil keputusan-keputusan sulit. f) Spokesman. h) Orang yang memperhatikan gangguan (Disturbance handler). sehingga aneka macam aktivitas dapat dilaksanakan. Kepala sekolah selalu mengadakan pengamatan terhadap lingkungan karena kemungkinan adanya informasi-informasi yang berpengaruh terhadap sekolah. (3) terciptanya kerjasama (cooperation) dengan berbagai pihak. Kepala sekolah harus mampu mengantisipasi gangguan yang timbul dengan memperhatikan situasi dan ketepatan keputusan yang diambil. seperti organisasi profesi. (2) terbentuknya aliasi atau koalisi. dan sebagainya. Tidak ada satu organisasi pun yang berjalan mulus tanpa problem. staf. Kepala sekolah menjadi penghubung antara kepentingan kepala sekolah dengan kepentingan lingkungan di luar sekolah. Peranan informasional d) Sebagai monitor. OSIS. Dari tiga peranan kepala sekolah sebagai manajer tersebut.saling pengertian terhadap kewajiban masing-masing. . Dalam berbagai macam pertemuan kepala sekolah adalah wakil resmi sekolah yang dipimpinnya. b) Kepemimpinan (Leadership). Kepala sekolah harus mampu untuk mengadakan pembicaraan dan musyawarah dengan pihak luar dalam memnuhi kebutuhan sekolah. Kepala sekolah selalu berusaha memperbaiki penampilan sekolah melalui berbagai macam pemikiran program-program yang baru serta malakukan survey untuk mempelajari berbagai persoalan yang timbul di lingkungan sekolah. Dalam menjalankan kepemimpinannya. Demikian pula sekolah sebagai suatu organisasi tidak luput dari persoalan dn kesulitan-kesulitan. i) Orang yang menyediakan segala sumber (A Resource Allocater). dan orang tua murid. Adapun peran-peran kepala sekolah yang menjalankan peranannya sebagai manajer seperti yang diungkapkan oleh Wahjosumidjo (2002:90) adalah : 1) Peranan hubungan antar perseorangan 2) Peranan informasional 3) Sebagai pengambil keputusan. yang tak kalah penting dari itu semua seyogyanya kepala sekolah memahami dan mengatahui perannya. dapat penulis uraikan sebagai berikut : Peranan hubungan antar perseorangan a) Figurehead. j) A negotiator roles.

Revitalisasi MGMP dan MKKS di sekolah Melalui MGMP dan MKKS dapat dipikirkan bagaimana menyiasati kurikulum yang padat dan mencari alternatif pembelajaran yang tepat serta menemukan berbagai variasi metoda dan variasi media untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. dan output) Berdasarkan masalah-masalah tersebut. dan diharapkan dapat meningkatkan mutu pendidikan di sekolah. mampu menajmin kualitas pembelajaran (assurance). pusat kegiatan kepala sekolah (PKKS).Seperti halnya diungkapkan di muka. serta strategi manajemen pendidikan secara utuh yang berorientasi kepada mutu. wawasan kepala sekolah yang masih sempit . serta menciptakan budaya kerja dan budaya disiplin para tenaga kependidikan dalam melakukan tugasnya di sekolah. dengan program sarjana atau pasca sarjana bagi para kepala sekolah sesuai dengan bidang kehaliannya. Sedikitnya terdapat lima sifat layanan yang harus diwujudkan oleh kepala sekolah agar ³pelanggan´ puas. Disamping itu peningkatan dapat dilakukan melalui pendidikan. Ini mengimplikasikan rendahnya produktivitas kerja kepala sekolah yang berimplikasi juga pada mutu (input. proses. Dengan mengefektifkan MGMP dan MKKS semua kesulitan dan permasalahan yang dihadapi oleh guru dan kepala sekolah dalam kegiatan pendidikan dapat dipecahkan. dan seringnya datang terlambat. Peningkatan layanan perpustakaan dan penambahan koleksi Salah satu sarana peningkatan profesionalisme kepala sekolah adalah tersedianya buku yang dapat menunjang kegiatan sekolah dalam mendorong visi menjadi aksi. yakni layanan sesuai dengan yang dijanjikan (reliability). rendahnya mental kepala sekolah yang ditandai dengan kurangnya motivasi dan semangat serta kurangnya disiplin dalam melakukan tugas. Pembentukan kelompok diskusi profesi Kelompok diskusi profesi dapat dibentuk untuk mengatasi tenaga kependidikan yang kurang semangat dalam melakukan tugas-tugas kependidikan di sekolah yang melibatkan pengawas sekolah. iklim sekolah yang kondusif (tangible). Yang merupakan usaha sistematis dan terkoordinasi untuk secara terus-menerus memperbaiki kualitas layanan. kelompok kerja kepala sekolah (KKKS). Peningkatan disiplin Dalam menumbuhkan kepala sekolah profesional dalam paradigma baru manajemen pandidikan di sekolah diperlukan adanya peningkatan disiplin untuk menciptakan iklim sekolah yang lebih kondusif dan dapat memotivasi kerja. banyak faktor penghambat tercapainya kualitas keprofesionalan kepemimpinan kepala sekolah seperti proses pengangkatannya tidak trasnparan. Selain itu kepala sekolah harus memiliki visi dan misi. komite sekolah atau orang lain yang ahli dalam memecahkan masalah yang dihadapi kepala sekolah dan tenaga kependidikan. Strategi ini dikenal dengan manajemen mutu terpadu (MMT) atau kalau dunia bisnis dikenal dengan nama total quality management (TQM). Karena akan sangat sulit dapat mengembangkan dan meningkatkan profesionalisme kepala sekolah jika tidak ditunjangkan oleh sumber belajar yang memadai. dan cepat tanggap terhadap kebutuhan peserta . memberikan perhatian penuh kepada peserta didik (emphaty). serta banyak faktor penghambat lainnya yang menghambat tumbuhnya kepala sekolah yang professional untuk meningkatkan kualitas pendidikan. sehingga tidak terlepas dari koridor disiplin ilmu masing-masing. pemecahannya adalah : Pembinaan kemampuan profesional kepala sekolah Wadah-wadah yang telah dikembangkan dalam pembinaan kemampuan profesional kepala sekolah adalah musyawarah kepala sekolah (MKS) .

Kepala sekolah tidak perlu berpidato di depan para guru. bertanggung jawab. dan efektif. dan memobilisasi sumber daya masyarakat. Seorang kepala sekolah haruslah orang yang dapat dipercaya. ekonomi. Selanjutnya ia akan berusaha secara konsisten untuk terus berupaya menggalang komitmen untuk mewujudkan visi itu. Perilakunya sehari-hari telah menyampaikan informasi yang akurat tentang keamanahan itu. c. kepala sekolah harus memiliki kompetensi yang disyaratkan untuk dapat mengemban tanggung jawabnya dengan baik dan benar. Kepala sekolah seperti ini tidak bermuka banyak. membina. Memahami visi dan misi serta memiliki integritas yang baik saja belum cukup. efisien. Bahkan barangkali pula tidak banyak yang memahami benar arti visi dan misi. Ia tidak akan berdiam diri membiarkan visi itu menjadi rumusan indah yang menghiasi dinding. Jika belum ada. murid. Memahami. Integritas Integritas adalah ketaatan pada nilai-nilai moral dan etika yang diyakini seseorang dan membentuk perilakunya sebagai manusia yang berharkat dan bermartabat. sosial. Visi itu kemudian disosialisasikan sehingga menjadi cita-cita bersama. Setidaknya ada sejumlah ciri yang menggambarkan integritas kepala sekolah: dapat dipercaya. konsisten. Membantu. 4. mereka akan berusaha merumuskannya dengan melibatkan semua pihak yang berkepentingan.didik (responsiveness). e. Kepala sekolah yang konsisten dapat diandalkan. Kepala sekolah seperti ini tidak mencla-mencle. Kepercayaan itu diperolehnya secara sukarela. dan pelaksanaan visi pembelajaran yang dikomunikasikan dengan baik dan didukung oleh komunitas sekolah. Konsisten. Kepala sekolah yang dapat dipercaya memiliki kejujuran yang tidak diragukan. perbuatannya taat asas dengan perkataannya. . Dapat dipercaya (amanah). 2002). Agar berhasil. Kompetensi Kompetensi adalah kemampuan atau kecakapan yang diperlihatkan seseorang ketika melakukan sesuatu. menanggapi kepentingan dan kebutuhan komunitas yang beragam.Ada ungkapan yang bagus untuk memahami pengertian integritas: integritas Anda tidak diukur dari kemampuan Anda menaklukkan puncak gunung. dan tidak perlu menjadi anggota bunglon sosial untuk mengamankan kebijakan itu. dan budaya yang lebih luas. 5. menanggapi. Memfasilitasi pengembangan. a. dan secara emosional terkendali. sehat. Visi dan Misi Sekolah Barangkali tidak banyak kepala sekolah yang tahu persis apa visi sekolah mereka dan bagaimana caranya mewujudkan visi itu. Bekerja sama dengan orang tua murid dan anggota masyarakat. dan mempertahankan lingkungan sekolah dan program pengajaran yang kondusif bagi proses belajar peserta didik dan pertumbuhan profesional para guru dan staf. Apa saja kompetensi yang harus dimiliki kepala sekolah? Setidaknya ada kesepakatan bahwa kepala sekolah perlu memiliki sejumlah kompetensi berikut (diadaptasi dari CCSSO. d. dan mempengaruhi lingkungan politik. penyebarluasan. f. 6. Hal yang sama kemungkinan besar berlaku bagi para pejabat dalam jabatan-jabatan pimpinan lainnya. Memberi contoh (teladan) tindakan berintegritas. atau orang tua murid bahwa ia adalah orang yang dapat dipercaya. b. komit. Menjamin bahwa manajemen organisasi dan pengoperasian sumber daya sekolah digunakan untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman. Ia mengoperasionalkan kebijakan pendidikan secara tegas dan bijaksana. tidak dengan meminta apalagi memaksa orang lain untuk mempercayainya. Kepala sekolah yang bertanggung jawab berusaha mengetahui visi sekolahnya. tetapi diri Anda sendiri.

Kompetensi 1 Memfasilitasi penyusunan. Kepala sekolah yang berintegritas tidak akan menghindar apalagi lari dari tanggung jawabnya. Sumber daya yang ada untuk mendukung visi dan tujuan telah digunakan dengan efektif dan efisien. Kepala sekolah yang berkecerdasan emosi tinggi sangat menyadari pengaruh emosinya dan emosi orang lain terhadap proses pemikirannya dan interaksinya terhadap orang lain. Hambatan pencapaian visi dapat ditanggulangi. . Ukuran kinerja yang dapat diidentifikasi bagi kompetensi ini adalah sebagai berikut : Visi dan misi disusun bersama-sama dengan pihak-pihak yang berkepentingan. a. misi. penyebarluasan. Ia tidak boleh merangkap-rangkap pekerjaannya dengan pekerjaan lain. dan moral dalam menjalankan perannya. dan pelaksanaan visi dan misi pembelajaran yang dikomunikasikan dengan baik dan didukung oleh komunitas sekolah. ia menyadari bahwa kemampuan kognitif seseorang diperkaya dengan emosi dan perlunya emosi dikelola secara kognitif. Staf. Kepala sekolah harus dapat memastikan bahwa sekolahnya memiliki visi dan misi yang jelas dan disepakati bersama serta didukung oleh komunitas sekolahnya. hukum. dan direvisi secara teratur. Dengan kata lain. Secara emosional terkendali. Kontribusi anggota komunitas sekolah dalam pewujudan visi itu dihargai. rencana. Kepala sekolah yang komit. dan rencana telah dipantau. Pengadaan sumber daya yang diperlukan untuk mendukung implementasi misi dan tujuan sekolah telah diupayakan. Data penilaian pembelajaran peserta didik digunakan untuk menyusun visi dan tujuan sekolah. keluarga murid. 7. Kepala sekolah seperti ini tahu persis bahwa tanggung jawabnya tidak mungkin dapat dipikulnya setengah-setengah. terikat secara emosional dan intelektual untuk mengabdikan diri sepenuhnya bagi kepentingan anak didiknya. Program. Visi. Kepala sekolah memiliki kewajiban sosial. dan kegiatan sekolah telah tersusun berdasarkan visi sekolah. atau menjadi kepala sekolah di lebih dari satu tempat. Komunitas sekolah terlibat aktif dalam upaya peningkatan sekolah. hukum. Jika visi dan misi itu belum ada. menggunakan emosi untuk memfasilitasi penalaran dan secara cerdas menalarkan emosi. Rencana berdasarkan tujuan dan strategi yang jelas dilaksanakan. Kepala sekolah seperti ini mampu mengaitkan emosi dengan penalaran. ia harus berinisiatif untuk menyusunnya dengan melibatkan semua pihak yang berkepentingan atas sekolahnya. Kepala sekolah yang mengutamakan kepentingan anak didiknya sadar betul bahwa secara sosial. Ukuran Kinerja Persoalannya sekarang adalah apa ukuran kinerja yang dapat disimak dari kepala sekolah yang kompeten serta apa saja pengetahuan dan keterampilan yang harus dimiliki untuk berkinerja seperti itu? Kita akan membahas hal ini dengan mengacu pada kompetensi yang telah dikemukakan sebelumnya. Data demografik murid dan keluarganya digunakan untuk menyusun misi dan tujuan sekolah. Pekerjaan sebagai kepala sekolah baginya bukan pekerjaan paruh waktu.Komit. Pihak-pihak berkepentingan yakin bahwa inti visi sekolah dipakai sebagai pedoman bagi semua yang terlibat dalam urusan sekolah. dan anggota masyarakat memahami visi dan misi sekolah. dievaluasi. Bertanggung jawab. Pihak-pihak yang berkepentingan menerima informasi tentang kemajuan upaya pencapaian visi sekolah. dan moral ia harus berperilaku yang dapat dipertanggungjawabkan.

Tujuan belajar dalam masyarakat yang pluralistik. membina. serta belajar mengembangkan kompetensi sepenuhnya. dan mempertahankan lingkungan sekolah dan program pengajaran yang kondusif bagi proses belajar peserta didik dan pertumbuhan profesional para guru dan staf. peserta didik. Kepala sekolah misalnya harus berupaya keras agar masalah-masalah sosial. Prestasi peserta didik dan staf diakui dan dirayakan. Teori motivasi terapan. tidak mengimbas ke dalam lingkungan sekolahnya. . lingkungan belajar yang kondusif memungkinkan orang-orang di dalamnya untuk mendayagunakan dan mengembangkan potensinya seoptimal mungkin. Teknik penyusunan dan penerapan rencana stratejik. Psikologi perkembangan peserta didik. Teori dan pemikiran sistem. Digunakannya teknologi dalam proses pembelajaran. Pengembangan profesional terfokus pada pembelajaran peserta didik sesuai dengan visi dan tujuan sekolah. Kepala sekolah harus dapat memastikan adanya lingkungan sekolah yang kondusif. dan ekstra-kurikulum dirancang. Hambatan belajar diidentifikasi. Ukuran kinerja yang dapat diidentifikasi bagi kompetensi ini adalah sebagai berikut : Semua orang diperlakukan secara adil. Budaya sekolah dievaluasi secara teratur. dilaksanakan. dan ditanggulangi. Staf dan peserta didik diberi peluang menggunakan berbagai sumber informasi tentang prestasi. diklarifikasi. Suasana seperti memberi ruang untuk saling belajar melalui keteladanan. dan bermartabat. pengolahan. dan staf. b. para guru dan peserta didik termotivasi untuk saling belajar. Belajar seumur hidup didorong dan diberi contoh. Tersusunnya program-program untuk memenuhi kebutuhan peserta didik dan keluarganya. Komunikasi yang efektif. Konsensus dan negosiasi yang efektif. seperti penyalahgunaan narkoba. Peserta didik dan staf sekolah dihargai dan dipandang penting. Sekadar mengingatkan. saling memotivasi. dan disempurnakan secara berkala. Dalam lingkungan seperti itu. Terbangunnya budaya harapan tinggi bagi kinerja diri sendiri. Hasil riset. Tersedianya kesempatan beragam untuk belajar bagi semua peserta didik. dan rekomendasi dari anggota masyarakat terpelajar digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan penting. Teori belajar terapan. Hasil belajar peserta didik dinilai dengan menggunakan berbagai teknik. setara. Teknik pengumpulan. belajar bertanggung jawab. Keberagaman dalam pengembangan pengalaman belajar disimak dan dipertimbangkan. pendapat guru. Pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk dapat berkinerja seperti itu adalah sebagai berikut. Sekolah ditata dan diarahkan untuk mencapai keberhasilan peserta didik. dan analisis data. Berbagai cara supervisi dan evaluasi dimanfaatkan. Kompetensi 2 Membantu. ko-kurikulum. berharkat.Pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk dapat berkinerja seperti itu adalah sebagai berikut. dan saling memberdayakan. Program kurikulum.

Model-model belajar dan pengembangan professional orang dewasa. Terpeliharanya kerahasiaan dokumen sekolah. evaluasi. Tersusunnya dengan baik rencana dan prosedur operasional untuk mencapai visi dan tujuan sekolah. Teknik-teknik evaluasi belajar. Bangunan dan semua fasilitas sekolah diperasikan secara aman. Diterapkannya teknik baru yang menguntungkan. Pihak-pihak berkepentingan dilibatkan dalam keputusan yang mempengaruhi sekolah. Keberagaman dan artinya bagi program pendidikan. Diterapkannya perangkaan masalah yang efektif dan keterampilan pemecahan masalah. Terpeliharanya lingkungan sekolah yang aman. dan penyempurnaan kurikulum. Sumber daya manusia dan sumber daya lainnya dikelola untuk mencapai tujuan sekolah. Pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk dapat berkinerja seperti itu adalah sebagai berikut : Prinsip-prinsip pengembangan organisasi. c. Setiap masalah ditanggulangi secara tepat waktu. dan efektif. Sistem organisasi dipantau dan dimodifikasi secara teratur sesuai dengan kebutuhan. sehat. Prinsip-prinsip penggunaan keuangan manajemen sekolah. Prinsip-prinsip penggunaan fasilitas sekolah. dan menyenangkan. Kepala sekolah harus dapat memastikan bahwa apapun prinsip-prinsip dan teknik manajemen organisasi dan pengoperasian sumber daya sekolah yang diterapkan semata-mata digunakan bagi kepentingan peserta didik. efisien.Desain. Teridentifikasinya masalah dan peluang potensial. Tanggung jawab dibagi-bagi untuk memasimumkan akuntabilitas. Diterapkannya proses kelompok yang efektif dan keterampilan pencapaian konsensus. Pengetahuan tentang pembelajaran. Prinsip-prinsip dan isu tentang keamanan dan kesehatan lingkungan sekolah. dan efektif. Kompetensi 3 Menjamin bahwa manajemen organisasi dan pengoperasian sumber daya sekolah digunakan untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman. Prinsip-prinsip pengajaran yang efektif. pengajaran. bersih. Kesepakatan kontrak sekolah dikelola secara efektif. Prosedur operasi di tingkat sekolah dan daerah. indah. Fungsi-fungsi sumber daya manusia dijamin untuk mendukung pencapaian tujuan sekolah. Ukuran kinerja yang dapat diidentifikasi bagi kompetensi ini adalah sebagai berikut. Prosedur operasional digunakan dan dikelola untuk memaksimumkan peluang keberhasilan belajar. dan staf pendukung lainnya. Diterapkannya keterampilan solusi konflik secara efektif. Proses perubahan bagi sistem. . organisasi. . dan perkembangan peserta didik digunakan dalam keputusan manajemen sekolah. dan individu. Aspek hukum pengoperasian sekolah. Waktu dikelola untuk memaksimumkan pencapaian tujuan organisasi. Budaya sekolah. guru. Ia harus dapat menjamin bahwa lingkungan fisik sekolahnya aman dan sehat bagi peserta didik. Peranan teknologi dalam membantu proses belajar peserta didik dan pertumbuhan professional. Manajemen sumber daya manusia. efisien.

Ukuran kinerja yang dapat diidentifikasi bagi kompetensi ini adalah sebagai berikut : . Anggota masyarakat diperlakukan secara sama. keterlibatan aktif. pemerintah. Berat sama dipikul. dan komunikasi dengan masyarakat luas. agama. Pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk dapat berkinerja seperti itu adalah sebagai berikut. Diakui dan dihargainya keberagaman. Hubungan masyarakat serta strategi dan proses pemasaran. masyarakat. Oleh sebab itu.Teknologi mutakhir yang mendukung fungsi-fungsi manajemen. politik. dan secara emosional terkendali adalah kualitas yang seharusnya dimiliki para pimpinan. Model yang berhasil tentang kemitraan sekolah. Manajemen sekolah adalah upaya bersama agar hal-hal yang tadinya terasa besar dan berat menjadi lebih terkendali. Kepala sekolah pastilah berada dalam posisi yang serba kikuk jika tidak menujukkan kualitas perilaku yang dapat diteladani. Dapat dipercaya. Kompetensi 4 Bekerja sama dengan orang tua murid dan anggota masyarakat. bertanggung jawab. Tercipta dan terbinanya hubungan media yang efektif. dan pemerintah. Digunakannya sumber daya publik secara tepat dan bijaksana. Isu dan trend yang mungkin berdampak pada komunitas sekolah. Terciptanya kemitraan dengan dunia bisnis. ringan sama dijinjing. Diutamakannya kemunculan yang sering. hanya akan menimba hasil jangka pendek. Karakter moral seperti itulah sebenarnya yang memiliki dampak jangka panjang. lembaga pendidikan lain. Digunakannya informasi dari keluarga dan masyarakat. Ukuran kinerja yang dapat diidentifikasi bagi kompetensi ini adalah sebagai berikut. Sekolah dan masyarakat diusahakan saling mengisi dalam hal sumber daya. Diadakannya kesempatan yang layak bagi staf untuk mengembangkan keterampil-an berkolaborasi. Kepala sekolah yang hanya mengandalkan kewenangan jabatannya untuk mempengaruhi lingkungan. Terbinanya hubungan dengan para pemimpin masyarakat. e. Kondisi dan dinamika komunitas sekolah yang beragam.Kepala sekolah harus menyadari bahwa tujuan sekolah tidak mungkin dicapai tanpa melibatkan semua pihak yang berkepentingan. bisnis. kelompok masyarakat di sekitar untuk memperkuat program dukungan pencapaian tujuan sekolah. menanggapi kepentingan dan kebutuhan komunitas yang beragam. d. utamanya para orang tua murid. Terciptanya hubungan dengan organisasi bisnis. Kompetensi 5 Memberi contoh (teladan) tindakan berintegritas. dan pendidikan tinggi. Diamankannya sumber daya masyarakat untuik membantu sekolah memecahkan masalah dan mencapai tujuan. Diadakannya program hubungan masyarakat yang komprehensif. konsisten. komit. Disikapinya dengan baik orang-orang dan kelompok yang memiliki nilai-nilai dan opini yang mungkin bertentangan. Adanya contoh kolaborasi masyarakat bagi staf. keluarga. dan memobilisasi sumber daya masyarakat. kepala sekolah harus tidak boleh putus harapan untuk menghimbau dan merangkul semua pihak yang berkepentingan demi kemajuan sekolahnya. Sumber daya masyarakat.

dan peraturan yang ditetapkan oleh pemerintah daerah dan pusat. dan budaya yang lebih besar. Kode etik profesi. Berpikir sistem membantunya untuk memahami posisi sekolahnya dalam gambaran yang lebih besar. Berbagai kerangka dan perspektif tentang etika. Diperlihatkannya nilai-nilai. ekonomi. Diperlihatkannya contoh prilaku yang dapat diteladani. f. Kehidupan lain di luar sekolahnya ikut berpengaruh dalam upayanya mengelola sekolah dengan baik. Dilaksanakannya hukum dan prosedur secara adil dan bijaksana. Sekolahnya sendiri adalah bagian dari subsistem sosial yang terkait dengan sistem politik. Pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk dapat berkinerja seperti itu adalah sebagai berikut. Filsafat dan sejarah pendidikan. Difungsikannya komunitas sekolah sesuai dengan kebijakan. Nilai-nilai dari komunitas sekolah yang beragam. Kompetensi 6 Memahami. Hak-hak dan kerahasiaan peserta didik dan staf dilindungi. dan kemungkinan perubahan dalam lingkungan operasi sekolah. Ditegakkannya integritas dan perilaku yang etis dalam komunitas sekolah. Ada upaya mempengaruhi pembentukan kebijakan publik untuk menyediakan pendidikan yang bermutu. Nilai-nilai yang hidup di kalangan komunitas sekolah yang beragam diperiksa dan dipertimbangkan. Diadakannya dialog terus-menerus dengan wakil-wakil kelompok masyarakat. sederajat. dan mempengaruhi lingkungan politik. hukum. serta berharkat dan bermartabat. Dipertanggungjawabkannya pelaksanaan kegiatan operasi sekolah Dipertimbangkannya dampak praktik manajerial terhadap orang lain. Orang lain diperlakukan dengan adil. Dikembangkannya jalur komunikasi dengan para pengambil keputusan di luar komunitas sekolah. Tampak adanya upaya sungguh-sungguh untuk mempengaruhi lingkungan operasi sekolah bagi kepentingan peserta didik dan keluarganya.Diperagakannya kode etik pribadi dan profesional. . Wewenang orang lain diakui dan dihormati. Kepala sekolah perlu menyadari bahwa kehidupan di sekolahnya adalah bagian dari lingkungan kehidupan yang lebih luas. menanggapi. dan sikap yang mengilhami munculnya tingkat kinerja yang tinggi. Pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk dapat berkinerja seperti itu adalah sebagai berikut : Tujuan pendidikan dan peran kepemimpinan dalam masyarakat modern. Terlihat adanya apresiasi terhadap dan kepekaan atas adanya keragaman dalam komunitas sekolah. Dipenuhinya kewajiban hukum dan perjanjian. ekonomi. isu. sosial. Ukuran kinerja yang dapat diidentifikasi bagi kompetensi ini adalah sebagai berikut. keyakinan. Digunakannya pengaruh jabatan untuk meningkatkan program pendidikan dan bukan untuk kepentingan pribadi. dan lain-lainnya. Terjadinya komunikasi di kalangan komunitas sekolah tentang kecenderungan.

sosial. Ia tidak menonjolkan kelebihan dan keberhasilannya. Oleh sebab itu. Keyakinan dan Pendirian Kepala Sekolah Kepala sekolah harus memiliki sejumlah keyakinan atau pendirian untuk dapat berkinerja sebagaimana yang dituntut baginya. Pentingnya keragaman dan persamaan dalam masyarakat demokratis. Dinamika pengembangan dan pendukungan kebijakan dalam sistem politik yang demokratis. Isu-isu dan faktor global yang mempengaruhi proses pembelajaran. B. Berikut adalah keyakinan/pendirian yang harus dimiliki kepala sekolah untuk dapat berkinerja sebagaimana yang diharapkan. Ia akan berusaha mengendalikan diri sendiri dan bawahannya agar tidak merugikan kepentingan masa depan anak didiknya.Prinsip-prinsip birokrasi pendidikan yang mendasari sistem sekolah Indonesia. dan sebagainya. harapan. Model dan strategi perubahan dan resolusi konflik seperti yang diterapkan dalam konteks politik. sosial. dan ekonomi yang mempengaruhi sekolah. Kepala sekolah harus yakin bahwa anggota sekolahnya memerlukan standar. Peranan pendidikan umum dalam mengembangkan dan memperbarui masyarakat demokratis. Ia dengan rela menerima tanggung jawabnya secara mantap. Ada beragam cara yang dapat digunakan agar peserta didik dapat memiliki cara belajar seumur hidup. Tujuan utama sekolah adalah membelajarkan peserta didik. ia tidak akan melebih-lebihkan arti penting pekerjaannya. dan karakter yang diperlukan untuk menjadi anggota masyarakat yang berguna bagi lingkungannya. dan ekonomi sekolah. Dengan keyakinan itu. misalnya. budaya. Keputusan manajemen sekolah adalah untuk meningkatkan mutu pembelajaran sehingga ia mempercayai para guru dan staf pendukung dan pertimbangan mereka dalam . Ia tahu persis bahwa perilakunya adalah contoh yang kemungkinan besar akan menular di kalangan bawahannya dan bahkan para murid. Kepala sekolah yakin bahwa bekerja adalah ibadah. keterampilan. Sistem dan proses politik. pendidikan adalah peluang untuk hidup lebih bermakna dan memberi kesempatan berperan dalam mobilitas sosial. buku. Ia berpendirian bahwa semua peserta didik perlu memiliki pengetahuan. bukan untuk kepentingan lain. Ia juga perlu yakin perlunya menempuh risiko yang nalar untuk meningkatkan mutu sekolanya. budaya. Keyakinan ini yang besumber dari nilai-nilai moral yang dianutnya ikut mewarnai perilakunya dalam mengelola sekolah yang dipimpinnya. Semua yang perlu dilakukan semata-mata untuk memberikan peluang agar setiap peserta didik memperoleh pendidikan yang berkualitas. tetapi masih banyak yang lain seperti teman. Hukum yang berkaitan dengan pendidikan dan persekolahan. kepala sekolah perlu menekankan bahwa sumber belajar tidak cuma guru. Semua pengaruh yang dimilikinya digunakan semata-mata demi kepentingan peserta didik. Oleh sebab itu. orang tua. Ia perlu menekankan bahwa dalam masyarakat modern. ia harus yakin bahwa KKN adalah perbuatan tercela yang tidak bertanggung jawab dan merusak. Misalnya. ia harus yakin bahwa visi sekolah harus menekankan standar pembelajaran yang tinggi. Oleh sebab itu. Kepala sekolah harus yakin tentang pentingnya pengikutsertaan seluruh anggota komunitas sekolah. dan kinerja bermutu tinggi. Pada saat yang sama ia secara ikhlas menerima konsekuensi penegakan prinsip dan tindakan yang dilakukannya. Menggunakan pengaruh jabatan secara produktif untuk melayani peserta didik dan keluarganya. ia tidak akan memberi kesempatan terjadinya praktik-praktik KKN yang tidak terpuji itu di sekolahnya. Semua orang dapat dididik dan semua peserta didik dapat belajar.

tidak jadi soal dari manapun datangnya gagasan itu. perlu menyusun program studi manajemen pendidikan yang benar-benar dapat menyiapkan calon-calon kepala sekolah yang memiliki standar kompetensi sebagaimana yang diharapkan. kepala sekolah dipilih secara demokratis dari sekumpulan calon yang memiliki catatan perilaku berintegritas tinggi. sehat. Ia mengakui dan memberi peluang adanya keragaman gagasan. Kepala sekolah yakin bahwa publik memerlukan informasi yang cukup tentang sekolah dan kemajuan atau bahkan masalah yang dihadapi. Kepala sekolah berpendirian bahwa lingkungan belajar haruslah aman. Setiap orang. Oleh sebab itu. Oleh sebab itu. perlu menyusun alat (tes) yang dapat digunakan untuk menguji kompetensi calon kepala sekolah. Oleh sebab itu. ia menunjukkan keterbukaan dan penerimaan gagasan baru. pemerasan. Selain itu. Ia harus dapat memberi contoh yang pas mengenai hal ini. Pusat Pengujian Depdiknas. Ia yakin tentang perlunya membangun dan memelihara semangat komunitas sekolah yang yang peduli. Kepala sekolah harus yakin bahwa keragaman komunitas sekolah memperkaya sekolah. Ia akan berusaha keras agar imbasan masalah-masalah sosial tidak sangat berpengaruh terhadap efektivitas sekolahnya. Perguruan tinggi. penempatan. dan suportif. seleksi. terutama guru. Kepala sekolah harus yakin bahwa belajar berlangsung sepanjang hayat (life-long learning). C. Para pemilih adalah semua anggota atau pihak-pihak yang berkepentingan bagi kemajuan . Dengan standar kompetensi seperti itu. misalnya. ia akan selalu mencari peluang untuk terus meningkatkan profesionalitas diri dan stafnya. Ia juga berkeyakinan bahwa kebersihan adalah bagian dari iman. Ia juga melibatkan keluarga dan pihak-pihak berkepentingan lainnya dalam proses pengambilan keputusan sekolah. bertanggung gugat. utamanya mantan IKIP. ia merasa perlu bersikap terbuka dan bertanggung gugat atas praktik yang diterapkan dalam mengelola sekolahnya. dan budaya. sehingga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari praktik sehari-hari dalam manajemen sekolahnya. Misalnya. nilai-nilai. Oleh sebab itu. Dengan demikian. Tindakannya menunjukkan pengakuan itu dengan tidak memberi peluang praktik-praktik diskriminatif di sekolahnya.keputusan manajerialnya. perjudian. dapat menjadi kepala sekolah jika memenuhi persyaratan kompetensi yang ditetapkan. Dengan cara ini ia akan dapat memfasilitasi penggalian sumber daya keluarga dan masyarakat untuk mendukung pendidikan peserta didik. Kepala sekolah yakin tentang perlunya pengembangan profesional sebagai bagian integral peningkatan sekolah. pihak-pihak yang berkepentingan juga akan lebih dapat memahami kekeliruan yang mungkin telah dilakukan dan bahkan mungkin akan mau membantunya untuk memperbaiki kekeliruan itu. Ia tahu dunia tidak pernah berhenti dan terus berubah. seleksi kepala sekolah harus dilakukan secara transparan. ia menerapkan pendekatan sistem dalam setiap tindakan yang mempengaruhi kepentingan sekolahnya. Implikasi Kebijakan Standar kompetensi dan kinerja yang dikemukakan disini akan berimplikasi pada penetapan kebijakan baru tentang persiapan. Kepala sekolah yakin bahwa sekolahnya beroperasi sebagai bagian integral dari masyarakat yang lebih besar. dan demokratis. dan perilaku asosial lainnya. ia akan mengerakkan anggota sekolahnya untuk memerangi penyalahgunaan narkoba. Ia yakin bahwa jika ia jujur dalam keterbukaannya. dan pengembangan kepala sekolah. ia akan menggerakkan anggotanya untuk bersih lahir-batin dalam semua hal dan memelihara kebersihan itu dengan konsisten.

perguruan tinggi bekerja sama dengan lembaga-lembaga pendidikan dan pelatihan (Diklat) dapat melaksanakan program-program pengembangan yang disusun sesuai dengan kebutuhan unik bagi masing-masing kepala sekolah. .pendidikan di lingkungan sekolah yang bersangkutan. Untuk pengembangan lebih lanjut. Cara pemilihan yang demokratis seperti ini harus dapat dipantau secara seksama untuk menghindari kemungkinan dicederai oleh praktik suap.

kompeten. Sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Bagi mereka kinerja yang bagus dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif bagi anggota sekolahnya telah merupakan penghargaan tersendiri. Demikianlah. sehingga menuntut penguasaan kepala sekolah secara professional. Bagi mereka ini standar seperti itu adalah tantangan pekerjaan. Bagi mereka yang sungguh-sungguh berkemauan menjadi kepala sekolah yang bervisi. standar seperti itu jelas merupakan siksaan. Orangorang seperti ini layak mendapat penghargaan sepantasnya dalam posisinya sebagai kepala sekolah. Peningkatan profesionalisme kepala sekolah perlu dilaksankan secara berkeinambungan dan terncana dengan melihat permaslahan-permasalahan dan keterbatasan yang ada. seni dan budaya yang diterapkan dunia pendidikan. Untuk itu kepala sekolah dihadapkan pada tantangan untuk melasnakan pengembangan pendidikan secara terarah dan berkesinambungan. Kepala sekolah diangkat melalui prosedur serta persyaratan tertentu yang bertanggung jawab atas tercapainya tujuan pendidikan melalui upaya peningkatan profesionalisme tenaga kependidikan yang mengimplikasikan meningkatkanya prestasi belajar peserta didik. kepala sekolah diharapakan dapat memberikan dorongan serta memberikan kemudahan untuk kemajuan serta dapat memberikan inspirasi dalam proses pencapaian tujuan. dengan begitu kepala sekolah akan melakukan penyesuian-penyesuian agar pendidikan berkembang dan maju sesuai dengan kebutuhan pembangunan serta kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. B. . Untuk mewujudkan kepala sekolah yang professional tidak semudah memabalikkan telapak tangan. teknologi. Untuk itu kepal sekolah bertangggung jawab melaksanakan fungsi-fungsi kepemimpinan baik yang berhubungan dengan pencapaian tujuan pendidikan maupun dalam mencipatakan iklim sekolah yang kondusif yang menumbuhnkan semangat tenaga pendidik maupun peserta didik. Kesimpulan Kepala sekolah merupakan peimipin formal yang tidak bisa diisi oleh orang-orang tanpa didasarkan atas pertimbangan tertentu. semua itu butuh proses yang panjang. Sebab kepala sekolah merupakan pemimpin pendidikan yang juga bertanggung jawab dalam meningkatkan profesionalisme tenaga kependidikan lainnya. masih banyak calon atau kepala sekolah yang memang benar-benar serius melaksanakan pekerjaannya. Saran Kinerja kepala sekolah yang konsisten akan aturan yang berlaku besar sekali pengaruhnya terhadap kepuasan kerja guru di sekolah dengan catatan interaksi antara kepala sekolah dan guru saling menunjang dan mengisi masing-masing konsisten dan tanggung jawab atas hak dan kewajibannya sehingga tercipta situasi dan kondisi yang kondusif. dan berintegritas tinggi standar kompetensi sebagaimana yang diuraikan adalah masuk akal. Kepala sekolah yang professional akan berfikir untuk membuat perubahan tidak lagi berfikir bagaimana suatu perubahan sebagaimana adanya sehingga tidak terlindas oleh perubahan tersebut. Dengan kepemimpinan kepala sekolah inilah. kritik dan saran yang membangun yang penulis harapkan dari semua pihak. Tanpa adanya standar kompetensi yang cukup tinggi bagi para kepala sekolah rasanya sukar berharap bahwa pendidikan di Indonesia akan dikenal berkualitas baik di dunia. Namun.BAB III PENUTUP A. Kepala sekolah yang professional akan mengetahui kabutuhan dunia pendidikan. Apakah standar itu terlalu tinggi? Bagi mereka yang tidak peduli dengan masa depan anak didik.

Sekar Djaja. Van Dersel. (terj.: Pendidikan di Indonesia Penilaian dan Pedoman Perencanaan.: Administrasi pendidikan. Jakarta: 1983 Moh. Ngalim dkk. Oteng: Administrasi Pendidikan Dasar Teoritis untuk Praktek Profesional. 1979 Rochman. Jakarta: 1983 Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Sarana Pendidikan.) Bhatara Karya Aksara: Yogyakarta: 1978 . Pedoman Umum Penyelenggaraan Administrasi Sekolah Menengah Jakarta. Goble Norman H. Bandung Purwanto. Bandung: 1983 William R.: Administrasi dan Supervisi pendidikan. E. Angkasa. t. Jakarta: 1980 Sutisna.DAFTAR PUSTAKA Beeby D. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.) Gunung Agung. Mutiara.: Prinsip dan Teknik Supervisi. Rifai. LP3ES.: Pedoman Supervisi. (terj. (terj).t.: Perubahan Peranan Guru. MA. Edward C. Jakarta.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->