P. 1
Negara Hukum Dan Ham

Negara Hukum Dan Ham

|Views: 36|Likes:
Published by hafidrahmat

More info:

Published by: hafidrahmat on Mar 05, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/30/2013

pdf

text

original

Negara Hukum dan Ham

y

Pengertian

Istilah Negara Hukum baru dikenal pada Abad XIX tetapi konsep Negara Hukum telah lama ada dan berkembang sesuai dengan tuntutan keadaan. Dimulai dari jaman Plato hingga kini, konsepsi Negara Hukum telah banyak mengalami perubahan yang mengilhami para filsuf dan para pakar hukum untuk merumuskan apa yang dimaksud dengan Negara Hukum dan hal-hal apa saja yang harus ada dalam konsep Negara Hukum. Dalam paper dengan topik, ³Negara Hukum dan Demokrasi´, akan diuraikan dengan singkat perkembangan konsep Negara Hukum, rumusan konsep Negara Hukum dari para pakar, apa yang dimaksud dengan rumusan Pasal 1 ayat 3 UUD 1945 Amandemen dan mengapa dalam Negara Hukum mutlak disertai dengan konsep Demokrasi. Penulisan paper ini disadari akan adanya kekurangan-kekurangan yang dalam pemaparannya diharapkan masukan saran-saran sehingga didapatkan pengetahuan yang membangun dan saling melengkapi. 1. Perkembangan Konsep Negara Hukum Perkembangan Negara Hukum sudah ada sejak jaman Plato dan Aristoteles. Perkembangan konsep Negara Hukum dapat dibagi dalam 3 (tiga) bagian, yaitu a. Jaman Plato dan Aristoteles Plato dan Aristoteles mengintrodusir Negara Hukum adalah negara yang diperintah oleh negara yang adil. Dalam filsafatnya, keduanya menyinggung angan-angan (cita-cita) manusia yang berkorespondensi dengan dunia yang mutlak yang disebut 1. Cita-cita untuk mengejar kebenaran (idée der warhead); 2. Cita-cita untuk mengejar kesusilaan (idée der zodelijkheid); 3. Cita-cita manusia untuk mengejar keindahan (idee der schonheid); 4. Cita-cita untuk mengejar keadilan (idée der gorechtigheid). Plato dan Aristoteles menganut paham filsafat idealisme. Menurut Aristoteles, keadilan dapat berupa komunikatif (menjalankan keadilan) dan distribusi (memberikan keadilan). Menurut Plato yang kemudian dilanjutkan oleh Aristoteles, bahwa hukum yang diharapkan adalah hukum yang adil dan dapat memberikan kesejahteraan bagi msyarakat, hukum yang bukan merupakan paksaan dari penguasa melainkan sesuai dengan kehendak warga Negara, dan untuk mengatur hukum itu dibutuhkan konstitusi yang memuat aturan-aturan dalam hidup bernegara. b. Di Daratan Eropa (menurut paham Eropa Kontinental) Diawali pendapat dari Immanuel Kant yang mengartikan Negara Hukum adalah Negara Hukum Formal (Negara berada dalam keadaan statis atau hanya formalitas yang biasa disebut dengan Negara Penjaga Malam / Nachtwakestaat). F.J. Stahl, kalangan ahli hukum Eropa Kontinental memberikan ciri-ciri Negara hukum (rechtstaat) sebagai berikut a. Pengakuan terhadap hak-hak asasi manusia; b. Pemisahan kekuasaan Negara; c. Pemerintahan berdasarkan undang-undang; d. Adanya Peradilan Administrasi. Perumusan ciri-ciri Negara Hukum yang dilakukan oleh F.J. Stahl kemudian ditinjau ulang oleh International Commision of Jurist pada Konferensi yang diselenggarakan di Bangkok tahun 1965, yang memberikan ciri-ciri sebagai berikut a. Perlindungan konstitusional, artinya selain menjamin hak-hak individu konstitusi harus pula menentukan cara procedural untuk memperoleh perlindungan atas hak-hak yang dijamin; b. Badan Kehakiman yang bebas dan tidak memihak; c. Pemilihan Umum yang bebas; d. Kebebasan menyatakan pendapat; e. Kebebasan berserikat/berorganisasi dan beroposisi; f. Pendidikan Kewarganegaraan.

menghalangi. dalam Seminar Nasional Indonesia tentang Indonesia Negara Hukum Pada tahun 1966 di Jakarta diadakan Seminar Nasional Indonesia tentang Indonesia Negara Hukum. 39 Tahun 1999 tentang HAM). 44 Tahun 2000 tentang Komisi Ombudsman) yaitu Lembaga Pengawas Eksternal terhadap Lembaga Negara serta memberikan perlindungan hukum terhadap publik. Kejahatan genosida. Mengakui dan melindungi hak-hak asasi manusia. membatasi dan atau mencabut Hak Asasi Manusia seseorang atau kelompok orang yang dijamin oleh Undang-undang. Pelanggaran HAM yang berat diperiksa dan diputus oleh Pengadilan HAM meliputi : 1. Stahl dengan konsep Negara Hukum Formal menyusun unsur-unsur Negara hukum adalah a. Indonesia. hukum. Adanya pengawasan dari badan-badan peradilan (rechterlijke controle). Adanya pembagian kekuasaan dalam Negara. b. Menurut Sri Soemantri yang terpenting dalam Negara hukum .J. Kejahatan terhadap kemanusiaan . 39 Tahun 1999 tentang HAM dan UU No. termasuk proses berperkara di Pengadilan mulai dari perkara diterima sampai perkara diputus. demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia (Pasal 1 angka 1 UU No. pemerintah berdasar atas undang-undang (wetmatig bestuur). dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara. dan tidak mendapatkan atau dikhawatirkan tidak akan memperoleh penyelesaian hukum yang adil dan benar berdasarkan mekanisme hukum yang berlaku (Pasal 1 angka 6 UU No. maka ada pengadilan administrasi yang akan menyelesaikannya. 3. artinya : . Pelanggaran Hak Asasi Manusia adalah setiap perbuatan seseoarang atau kelompok orang termasuk aparat negara baik disengaja maupun tidak disengaja atau kelalaian yang secara melawan hukum mengurangi. Bahwa pemerintahan dalam menjalankan tugas dan kewajibannya harus berdasarkan hukum atau peraturan perundang-undangan. 2. Prinsip-prinsip itu adalah :[6] 1.Pengawasan eksternal salah satunya dilaksanakan oleh Komisi Ombudsman (dibentuk dengan Keppres No. Pemerintah dan setiap orang. Yang mana salah satu hasil Seminar adalah dirumuskannya prinsip-prinsip Negara Hukum yang menurut pemikiran saat itu. Untuk melindungi hak asasi tersebut maka penyelenggaraan Negara harus berdasarkan pada teori trias politica. Prinsip peradilan yang bebas dan tidak memihak. Adanya jaminan terhadap hak-hak asasi manusia (warganya). . Apabila dalam menjalankan tugasnya berdasarkan undang-undang pemerintah masih melanggar hak asasi (campur tangan pemerintah dalam kehidupan pribadi seseorang).c. c. 2. yaitu 1. 2. d.Kedudukan peradilan haruslah independen tetapi tetap membutuhkan pengawasan baik internal dan eksternal. y Hak Asasi Manusia (HAM) Hak Asasi Manusia (HAM) adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Kuasa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati. Pengadilan Hak Asasi Manusia adalah Pengadilan Khusus terhadap pelanggaran Hak Asasi Manusia yang berat. prinsip ini dapat diterima secara umum. 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM). Rumusan Konsep Negara Hukum F. Prinsip-prinsip jaminan dan perlindungan terhadap HAM. Dalam menjalankan tugasnya. 4. 2.

atau kejahatan apartheid. budaya. atas hasutan dari. 3. pemusnahan. sehingga menimbulkan rasa sakit atau penderitaan yang hebat. atau memindahkan secara paksa anak-anak dari kelompok tertentu ke kelompok lain. etnis. (Penjelasan Pasal 7. pemandulan atau sterilisasi secara paksa atau bentuk-bentuk kekerasan seksual lain yang setara. penganiayaan terhadap suatu kelompok tertentu atau perkumpulan yang didasari persamaan paham politik. dengan cara : 1. apabila rasa sakit atau penderitaan tersebut ditimbulkan oleh. perkosaan. 2. kelompok etnis. perbudakan. Kejahatan terhadap kemanusiaan adalah salah satu perbuatan yang dilakukan sebagian dari serangan yang meluas atau sistematik yang diketahuinya bahwa serangan tersebut ditujukan secara langsung terhadap penduduk sipil. atau sepengetahuan siapapun dan atau pejabat publik (Penjelasan Pasal 1 angka 4 UU No. pemaksaan kehamilan. palcuran secara paksa. 8. 10. agama. berupa : 1. 6. 39 Tahun 1999 tentang HAM) Diposkan oleh Sarii Nurr. atau untuk suatu alasan yang didasarkan pada setiap bentuk diskriminasi. kelompok agama. 3. 9 UU No. menciptakan kondisi kehidupan kelompok yang akan mengakibatkan kemusnahan secara fisik baik seluruh atau sebagiannya. dengan menghukumnya atau suatu perbuatan yang telah dilakukan atau diduga telah dilakukan oleh seseorang atau orang ketiga. 5. 4. atau mengancam atau memaksa seseorang atau orang ketiga.Kejahatan genosida adalah setiap perbuatan yang dilakukan dengan maksud untuk menghancurkan atau memusnahkan seluruh atau sebagian kelompok bangsa. penghilangan orang secara paksa. baik jasmani maupun rohani. pengusiran atau pemindahan penduduk secara paksa. ras. 9.. perampasan kemerdekaan atau perampasan kebebasan fisik lain secara sewenang-wenang yang melanggar (asas-asas) ketentuan pokok hukum internasional. jenis kelamin atau alasan lain yang telah diakui secara universal sebagai hal yang dilarang menurut hukum internasional. penyiksaan.. pada seseoarang untuk memperoleh pengakuan atau keterangan dari seseorang dari orang ketiga. 7. memaksakan tindakan-tindakan yang bertujuan mencegah kelahiran di dalam kelompok. pembunuhan. di 08:37 Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook 0 komentar: . 2. dengan persetujuan. Membunuh anggota kelompok. 8. perbudakan seksual. mengakibatkan penderitaan fisik atau mental yang berat terhadap anggota-anggota kelompok. 5. ras kebangsaan. 4. 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM) Penyiksaan adalah setiap perbuatan yang dilakukan dengan sengaja. 39 Tahun 1999 tentang HAM) Penghilangan orang secara paksa adalah tindakan yang dilakukan oleh siapapun yang menyebabkan seseorang tidak diketahui keberadaan dan keadaannya (Penjelasan Pasal 33 ayat 2 UU No.

Diberdayakan oleh Blogger..Poskan Komentar Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda Langgan: Poskan Komentar (Atom) Pengikut Arsip Blog y 2011 (17) Desember (1) o o November (4) o Oktober (3) Juni (3) o  Hakikat HAM dan Pelanggaran HAM di Indonesia  Konsep dan ciri negara hukum Indonesia  Negara Hukum dan Ham o Mei (2) o April (2) Februari (2) o 2010 (6) y Mengenai Saya Sarii Nurr. . Lihat profil lengkapku Template Watermark..

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->