Anabolisme adalah suatu peristiwa perubahan senyawa sederhana menjadi senyawa kompleks, nama lain dari anabolisme adalah

peristiwa sintesis atau penyusunan. 1. Sintesis Lemak (lipogenesis) Lemak dapat disintesis dari karbohidrat dan protein, karena dalam metabolisme, ketiga zat tersebut bertemu di dalarn daur Krebs. Sebagian besar pertemuannya berlangsung melalui pintu gerbang utama siklus (daur) Krebs, yaitu Asetil Ko-enzim A. Akibatnya ketiga macam senyawa tadi dapat saling mengisi sebagai bahan pembentuk semua zat tersebut. Lemak dapat dibentuk dari protein dan karbohidrat, karbohidrat dapat dibentuk dari lemak dan protein dan seterusnya. 4.1. Sintesis Lemak dari Karbohidrat : Glukosa diurai menjadi piruvat ²²²> gliserol. Glukosa diubah ²²²> gula fosfat ²²²> asetilKo-A ²²²> asam lemak. Gliserol + asam lemak ²²²> lemak. 4.2. Sintesis Lemak dari Protein: Protein ²²²²²²²²> Asam Amino
protease

Sebelum terbentuk lemak asam amino mengalami deaminasi lebih dabulu, setelah itu memasuki daur Krebs. Banyak jenis asam amino yang langsung ke asam piravat ²²²> Asetil Ko-A. Asam amino Serin, Alanin, Valin, Leusin, Isoleusin dapat terurai menjadi Asam pirovat, selanjutnya asam piruvat ²²> gliserol ²²> fosfogliseroldehid Fosfogliseraldehid dengan asam lemak akan mengalami esterifkasi membentuk lemak. Lemak berperan sebagai sumber tenaga (kalori) cadangan. Nilai kalorinya lebih tinggi daripada karbohidrat. 1 gram lemak menghasilkan 9,3 kalori, sedangkan 1 gram karbohidrat hanya menghasilkan 4,1 kalori saja.

Anabolisme adalah reaksi kimia yang memerlukan energi untuk membentuk senyawa kompleks dari senyawa sederhana. Katabolisme adalah reaksi kimia yang menghasilkan energi dengan memecah senyawa kompleks menjadi senyawa sederhana.

ENZIM Enzim merupakan pemercepat laju reaksi kimia tanpa ikut bereaksi didalamnya, atau disebut juga katalisator. Karena enzim terdapat di dalam organisme hidup maka enzim disebut biokatalisator. Enzim bekerja spesifik(hanya dapat mengikat 1 jenis substrat) dan diperlukan dalam jumlah sedikit.

sel dapat mengatur kapan enzim aktif dan tidak aktif pada waktu tertentu. sehingga enzim dapat bekerja mengikat substrat lagi. Karena itu. Pada suhu yang lebih tinggi. enzim yang bekerja pada kondisi yang sangat asama. enzim terdenaturasi. ikatan hidrogen dan interaksi hidrofobik yang menentukan bentuk enzim tidak cukup fleksibel untuk mengizinkan pengikatan optimal untuk katlis. 4. Di bawah suhu. Jika kofaktornya adalah molekul organik nonprotein maka disebut koenzim.. Faktor-faktor yang mempengaruhi kerja enzim: 1. Suhu. seperti pepsin. melalui substansi ini. struktur proteinnya berubah sehingga tidak bisa digunakan untuk reaksi kimia alias rusak. Interaksi ini sangat sensitif konsentrasi ion dimana biasanya enzim terlarut karena begitu konsentrasinya berubah. Apapun yang mempengaruhi enzim dapat merubah struktur 3 dimensinya dan kemampuannya untuk mengikat substra. Kerja enzim sangat sensitif terhadap kehadiran substansi yang dapat mengikat enzim dan menyebabkan bentuk enzim itu berubah. kebanyakan enzim bekerja pada pH optimum dari 6-8. Dengan kata lain. Penghambatan ini ada 2 cara: penghambat kompetitif yang melekat pada sisi aktid enzim sehingga enzim tidak dapat berikatan dengan substrat dan penghambat non-kompetitif yang berikatan pada bagian lain enzim sehingga bentuk sisi aktif enzim berubah dan tidak dapat berikatan dengan substrat. gaya ini terlalu lemah untuk menahan bentuk enzim melawan kenaikan pergerakan acak atom-atom pada enzim. Namun. 2. juga menyanggah enzim bersama.Sebagian besar enzim terdiri dari protein globular(apoenzim) dengan 1 atau lebih celah yang disebut sisi aktif pada permukaannya. . Namun. Kofaktor enzim. pH. 3. Enzim bekerja mengikat substrat baru setelah produk dihasilkan sampai kebutuhan akan produk sudah terpenuhi. Penghambat (inhibitor) dan pengaktivasi (aktivator). seperti asam glutamat(-) dan lisin(+). Banyak kejadian bahwa dimana suatu produk akhir dari jalur metabolisme menjadi penghambat pada reaksi awal. Disini energi aktivasi untuk memutuskan ikatan kimia atau membentuk ikatan kimia baru substrat diturunkan. Laju reaksi terkatalisasi-enzim juga ditingkatkan oleh suhu. Substansi yang mengikat enzim dan menurunkan aktivitasnya disebut inhibitor(penghambat). pada suhu yang rendah. Enzim bekerja secara reversible dan berulang-ulang. Setelah proses selesai. tapi hanya mencapai titik yang disebut suhu optimum. Kemampuan ini membuat sel dapat meningkatkan efisiensi dan mengontrol perubahan karakteristik selama perkembangn. Interaksi ionik antara residu asam amino yang berlawanan muatan. Kerja katalis enzim dipengaruhi oleh konsentrasi substrat dan enzim yang bekerja itu sendiri. Menaikkan suhu pada reaksi yang tidak dikatalisasi dapat meningkatkan laju reaksi kimianya karena tambahan energi meningkatkan pergerakan molekul. Namun. proses ini disebut mekanisme penghambat. dpat mempertahankan bentuk 3 dimensional proteinnya di dalam konsentrasi tinggi ion hidrogen. Pengaktivasi allosterik mengikat pada bagianlain enzim(allosterik) dan membuat enzim bekerja lebih dari biasanya. Dibawah suhu ini. substrat sudah menjadi produk dan segera lepas enzim. yang bisa berupa ion besi. enzim menjadi tidak aktif. Fungsi enzim biasanya diikuti oleh suatu zat kimia yang disebut kofaktor. keseimbangan antara residu asam amino yang bermuatan positif dan negatif akan berubah. Substrat menempel pada sisi aktif enzim dan membentuk kompleks enzimsubstrat. suatu enzim dapat merubah substrat menjadi produk dan produk kembali menjadi substrat. Cara yang sama digunakan untuk mengaktivasi enzim.

yang memberi energi untuk setiap kegiatan sel. adenin dan rantai 3 fosfat. Untuk 1 molekul glukosa. hanya ikatan fosfat berenergi tinggi paling luar saja yang dihidrolisis. RESPIRASI AEROB Proses repirasi disebut aerob karena dibutuhkan oksigen sebagai akseptor elektron. ATP tersusun oleh 3 bagian yaitu gula 5 karbon yaitu ribosa. Dengan kata lain. namun gugus fosfat yang terakhir ini tidak berenergi tinggi. Ikatan yang tidak stabil ini membuat fosfta di dalam ATP punya energi aktivasi yang rendah dan mudah putus akibat hidrolisis. KATABOLISME : RESPIRASI SELULER Tumbuhan. hidrolisis ATP mempnuyai G negatif dan energi yang dikeluarkan dapat digunakan untuk aktivitas. Glikolisis terjadi di sitosol/sitoplasma dan bisa dianggap proses anaerob karena belum menggunakan oksigen. 2 NADH dan 2 H2O. 2 ATP digunakan pada 3 tahap pertama dan 4 ATP dihasilkan pada 4 tahap terakhir. Saat ini terjadi. Siklus Krebs dan Transpor Elektron. Grup fosfat ini sangat bermuatan negatif dan mereka berikatan satu sama lain dengan kuat. alga dan beberapa bakteri mengambil energi dari sinar matahari melalui fotosintesis. diikuti oleh fosforilasi kedua. 2 ATP. Saat putus. mereka mengluarkan jumlah energi yang besar. Sebaliknya. 2 terminal gugus fofat paling luar bisa dihidrolisis sehingga tersisa Adenosin Monofosfat(AMP). Hasil kotor glikolisis yaitu 2 molekul asam piruvat(3C). oprganisme yang hidup dari hasil produksi organisme autotrof atau tidak bisa membuat makan sendiri disebut organisme heterotrof. basa nitrogen purin dengan 2 cincin karbonnitrogen. Glikolisis adalah 10 tahap pertama biokimia yang menghasilkan ATP pada fosforilasi tingakt substrat. merubah energi cahaya menjadi energi kimia. namun ikatan kovalen yang menggabungkan fosfat tidak stabil. selain itu disebut respirasi anaerob atau fermentasi. untuk digunakan membuat makanan disebut organisme autotrof. Dalam sebagian reaksi yang melibatkan ATP.. Ada 2 macam respirasi yaitu respirasi aerob dan respirasi anaerob. Organisme heterotrog memecah makanan mereka menjadi energi. Ringkasan tahapan glikolisis: Fosforilasi glukosa oleh ATP Penyusunan kembali struktur glukosa yang terfosforilasi. Rahasia bagaimana ATP menyimpan energi terdapat pada grup trifosfatnya. Dekarboksilasi Oksidatif. memisahkan grup fosfat yang paling akhir. Respirasi aerob terdapat 4 tahap utama yaitu Glikolisis. .ATP Semua transaksi kimia di dalam sel menggunakan mata uang energi yaitu nukleotidak Adenosin Trifosfat. Proses oksidasi senyawa organik untuk mendapat energi dari pemutusan ikatan kimia pada tingkatan sel disebut respirasi seluler. ATP menjadi Adenoisin Difosfat(ADP) ditambah 1 fosfat anorganik(Pi).

masing-masing dengan 1 ikatan fosfat berenergi tinggi Pelepasan ikatan berenergi tinggi dengan 2 ADP menghasilkan 2 ATP dan meninggalkan 2 molekul fosfogliserat(PGA) Pelepasan air menyebabkan 2 molekul fosfoenolpiruvat dengan ikatan fosfat energi tinggi Pelepasan fosfat energi tinggi oleh 2 ADP menghasilkan 2 ATP dan hasil akhir glikolisis yaitu 2 molekul asam piruvat. Enzim-enzim dalam proses glikolisis yaitu: -Heksokinase: Fosforilasi glukosa oleh ATP sehingga menghasilkan glukosa 6 fosfat -Fosfoglukoisomerase: Penyusunan molekul glukosa terfosforilasi menjadi fruktosa terfosforilasi(fruktosa 6 fosfat) -Fosfofruktokinase: Fosforilasi fruktosa 6 fosfat oleh ATP sehingga menghasilkan Fruktosa 1.6 Difosfat -Aldolase:Memecah fruktosa 1.6 difosfat menjadi dihidroksilaseton fosfat dan gliseraldehida 3 fosfat -Isomerase:Mengubah semua dihidroksilaseton fosfat menjadi gliseraldehida 3 fosfat -Gliseraldehida 3 fosfat dehidrogenase atau triosa fosfat dehidrogenase: Fosforilasi Gliseraldehida 3 fosfat oleh fosfat anorganik dari sitosol. Dekarboksilasi oksidatif terjadi di dalam membran luar mitokondria. ATP dan CO2. Siklus Krebs bisa disbut juga siklus asam sitrat karena senyawa yang pertama kali terbentuk adalah asam sitrat.3 difosfogliserat -Fosfogliserokinase: Pelepasan gugus fosfat untuk membentuk ATP sehingga menghasilkan 3 fosfogliserat -Fosfogliseromutase: Merubah 3 fosfogliserat menjadi 2 fosfogliserat -Enolase Menghasilkan air sehingga terbentuk fosfoenolpiruvat -Piruvat kinase Pelepasan gugus fosfat untuk membentuk ATP sehingga hasil akhir berupa asam piruvat Dekarboksilasi oksidatif adalah tahap kedua dimana 2 molekul asam piruvat yang dihasilkan dari 1 molekul glukosa dirubah menjadi senyawa berkarbon 2 yaitu asetil CoA(asetil koenzim A) dengan melepaskan 2 CO2 dan 2 NADH. Siklus ini dinamakan siklus Krebs karena ditemukan oleh Hans Krebs. (Proses perubahan ini mencapai kesetimbangan di dalam tabung reaksi namun hal ini tidak terjadi di dalam tubuh makhluk hidup) Oksidasi yang diikuti oleh fosforilasi dari fosfat anorganik(bukan dari ATP) menghasilkan 2 NADH dan 2 molekul difosfogliserat(BPG/PGA). FADH. Siklus Krebs terjadi di matriks mitokondria dan ringkasan tahapannya sebagai berikut: Asetil CoA ditambah Oksaloasetat menghasilkan molekul sitrat yang berkarbon 6. Penyusunan kembali molekul sitrat dan dekarboksilasi. DHAP segera diubah menjadi PGAL oleh enzim isomerase. 5 reaksi berikutnya menyederhanakan sitrat ke . oksidasi untuk membentuk NADH sehingga menghasilkan 1.Molekul glukosa(6C) akhirnya pecah menjadi 2 senyawa 3 karbon berlainan yaitu Glyceraldehyde 3 phosphate (G3P atau PGAL) dan satunya lagi yaitu Dihydroxylacetone phosphate (DHAP). Enzim yang berperan adalah CoA dan piruvat dehirogenase yang berfungsi mereduksi piruvat sehingga melepaskan Co2 dan NADH serta berikatan dengan piruvat tereduksi(asetil) untuk dibawa ke mitokondria. Siklus Krebs adalah tahap ketiga dengan 9 reaksi dimana gugus asetil dari piruvat dioksidasi sehingga menghasilkan NADH.

Glikolisis. Enzim-enzim yang digunakan: -Sitrat sintetase: Membentuk sitrat dari oksaloasetat dan asetil CoA.molekul 5 karbon dan kemudian ke molekul 4 karbon yaitu suksinat. Selama proses ini. membentuk isositrat -Isositrat dehidrogenase: Mengoksidasi isositrat sehingga dihasilkan NADH dan CO2. hasil 34 ATP. Gradien proton yang dibuat oleh transpor elektron digunakan oleh enzim ATP sintase untuk menghasilkan ATP. sitokrom c (mereduksi oksigen dengan 4 elektron membentuk air). hasil 2 ATP. 30 ATP karena membran mitokondria agak bocor sehingga proton bisa lewat tanpa melalui ATP sintase dan mitokondria terkadang memakai gradien proton untuk keperluan lain seperti memasukkan piruvat ke matriks daripada sintesis ATP). Enzim-enzim yang terlibat anatara lain NADH dehidrogenase (melepaskan ion H dari NAD dan mengoper elektron ke ubiquinon). Proses pemompaan proton untuk menghasilkan ATP juga disebut kemiosmosis. 2 H2O 2. ubiquinon (mengoper elektron ke komplek protein sitrokrom). kompleks bc1 (memompa proton dan mengoper elektron ke sitrokrom c). 2 CO2 3. hasil 2 NADH.ketoglutarat dehidrogenase: Mengoksidasi ketoglutarat membentuk gugus suksinil yang bersatu dengan Coa sehingga terbentuk suksinil CoA -Suksinil KoA sintetase: Pelepasan ikatan antara gugus suksinil dan KoA untuk dijadikan ATP sehingga molekul tersisa menjadi Suksinat -Suksinat dehidrogenase: Mengoksidasi suksinat menjadi fumarat dan menghasilkan FADH -Fumarase: Menambahkan air ke fumarat untuk membentuk malat -Malat dehidrogenase: Mengoksidasi malat dan melepaskan NADH sehingga terbentuk kembali oksaloasetat Rantai transport elektron adalah proses terakhir untuk mengahsilkan ATP. Kerja enzim ini irreversible dan terhambat saat konsentrasi ATP tinggi dan dipicu ketika konsentrasi ATP rendah -Akonitase: Penyusunan kembali molekul sitrat dengan memindahkan gugus H dan OH pada karbon berlainan. Dekarboksilasi oksidatif. 2 ATP 4. dihasilkan 2 NADH dan 1 ATP. hasil 6 HADH. 4 CO2. 2 FADH. Selama reaksi ini berlangsung. Jumlah bersih ATP : 38 ATP(36 ATP karena 2 ATP dipakai untuk memasukkan NADH ke mitokondria. dihasilkan 1 NADH dan 2 FADH. ATP sintase (memompa proton untuk menghasilkan ATP). Suksinat melewati 3 reaksi tambahan untuk menjadi oksaloasetat. Hasil akhir respirasi seluler: 1. sehingga isositrat berubah menjadi molekul 5 karbon. Transpor elektron. Pada tahap ini. H2O yang terjadi di membran dalam/krista mitokondria. ketoglutarat . 2 NADH. . H2O. 2 piruvat. Siklus Krebs. elektron yang dibawa oleh NADH ditransfer ke berbagai pembawa elektron supaya energinya bisa digunakan untuk memompa proton. Regenerasi oksaloasetat.

Granula-granula ini bergerak ke dinding sel melalui suatu proses yang melibatkan mikrotubulus dan membran granula. Fermentasi alkohol dilakukan oleh tumbuhan. asetaldehida. Fermentasi alkohol dilakukan oleh ragi dengan cara melepaskan gugus Co2 dari piruvat melalui dekarboksilasi dan menghasilkan molekul 2 karbon. Insulin berikatan dengan reseptor insulin lalu mengalami internalisasi. Insulin dibentuk di retikulum endoplasma sel .RESPIRASI ANAEROB Jika tak ada oksigen. Insulin kemudian melintasi lamina basalis sel serta kapiler dan endotel kapiler yang berpori mencapai aliran darah. Hormon Insulin Pengertian Insulin Insulin adalah suatu hormon yang diproduksi oleh sel beta dari pulau-pulau langerhans kelenjar pankreas. proses ini disebut fermentasi. Kadar C-peptide dapat digunakan untuk memantau insulin produksi insulin endogen dan dapat digunakan untuk menyingkirkan penggunaan insulin secara faktisia sebagai penyebab hipoglikemia yang tidak dapat dijelaskan. Fungsi Insulin Insulin mempunyai beberapa pengaruh dalam jaringan tubuh. mengeluarkan insulin ke eksterior melalui eksositosis. Sejumlah proinsulin juga akan masuk kedalam aliran darah. Insulin diproduksi di pulau-pulau langerhans di pankreas yang merupakan sebuah hormon polipeptida mengatur metabolisme karbohidrat. Insulin menstimulasi pemasukan asam amino kedalam sel kemudian meningkatkan sintesa protein. Insulin dalam bahasa latin adalah "insula"yang berarti pulau. Karena insulin dan C-peptide mempunyai jangka waktu yang berbeda. Insulin memiliki properti anabolik dan juga mempengaruhi jaringan tubuh lainnya. Selain merupakan efektor utama dalam homeostasis karbohidrat. Insulin juga mempunyai fungsi dalam metabolisme lemak (trigliserida) dan protein. Asetaldehida kemudia menerima elektron dari NADH sehingga berubah menjadi etanol. sehingga terpaksa elektron yang didapatkan dari glikolisis diangkut oleh senyawa organik. Fermentasi asam laktat dilakukan oleh sel hewan dengan cara mentransfer elektron dari NADH kembali ke piruvat sehingga dihasilkan asam laktat yang menyebabkan pegal-pegal. Insulin meningkatkan penyimpanan lemak dan mencegah penggunaan lemak sebagai bahan energi. Insulin kemudian dipindahkan ke aparatus golgi dalam granula-granula berlapis membran. Waktu paruh insulin dalam sirkulasi pada manusia adalah sekitar lima menit. sel tidak memliki akseptor elektron alternatif untuk memproduksi ATP. terutama oleh peningkatan kadar glukosa darah akan terbelah untuk menghasilkan insulin dan peptide penghubung (C-peptide) yang masuk dalam aliran darah dalam jumlah ekuimolar. maka kadar C-peptide tidak seluruhnya mencerminkan secara akurat kadar insulin endogen. Insulin dibentuk dari proinsulin yang bila kemudian distimulasi. Insulin adalah suatu polipeptida yang mengandung dua rantai asam amino yang dihubungkan oleh jembatan disulfida. Insulin .

Sumber: http://id. pankreas melepaskan insulin yang membantu membawa gula darah ke dalam sel untuk digunakan sebagai bahan bakar dalam proses metabolisme atau disimpan sebagai lemak apabila kelebihan.menstimulasi pemasukan glukosa kedalam sel untuk digunakan sebagai sumber energi dan membantu penyimpana glikogen didalam sel otot dan hati. Setelah masuk ke dalam tubuh. Sehingga glukosa di dalam darah meningkat dan menyebabkan diabetes melitus. zat gula akan diedarkan ke seluruh sel tubuh melalui aliran darah. pankreas mempunyai kemampuan untuk menyesuaikan jumlah insulin yang dihasilkan dengan intake karbohidrat. sedang insulin eksogin adalah insulin yang disuntikkan dan merupakan suatu produk farmasi.shvoong. retina dan epitel germaninativum dalam jumlah cukup untuk menyuplai energi sesuai dengan yang dibutuhkannya.com/medicine-and-health/2101927-insulin-adalah-suatu-hormonyang/#ixzz1cEc7EKs1 . tetapi pada penderita diabetes mellitus fungsi pengaturan ini hilang sama sekali. Kelebihan zat gula karena kurangnya aktivitas akan disimpan oleh tubuh. Orangorang yang punya kelebihan berat badan atau mereka yang tidak berolahraga seringkali menderita resistensi insulin. Insulin adalah hormon yang mengendalikan gula darah. Insulin endogin adalah insulin yang dihasilkan oleh pankreas. Konsentrasi gula darah yang konstan perlu dipertahankan karena glukosa merupakan satusatunya zat gizi yang dapat digunakan oleh otak. Dengan meningkatnya gula darah setelah makan. atau jumlah insulin yang tidak mencukupi akan menyebabkan glukosa tidak dapat masuk ke dalam sel untuk proses metabolisme. Pengaturan fisiologis kadar glukosa darah sebagian besar tergantung dari : ekstraksi glukosa. Oleh karena itu. Insulin menjaga keseimbangan glukosa dalam darah dan bertindak meningkatkan pengambilan glukosa oleh sel badan. kelebihan zat gula akan disimpan dalam bentuk lemak. Pada kondisi normal. Bagi mereka yang kurang melakukan aktivitas. Tubuh menyerap mayoritas karohidrat sebagai glukosa (gula darah). Kegagalan badan untuk menghasilkan insulin. sintesis glikogen dan glikogenesis dari metabolisme di dalam hati. perlu mempertahankan konsentrasi glukosa darah pada kadar yang seimbang.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful