P. 1
BUNGA MAJEMUK

BUNGA MAJEMUK

|Views: 552|Likes:
Published by Julius ChiTra Putra

More info:

Published by: Julius ChiTra Putra on Mar 06, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/13/2013

pdf

text

original

TUGAS MATEMATIKA

KEUANGAN BISNIS


SUKU BUNGA MAJEMUK



DISUSUN OLEH:
MHD.IRFAN
1110522087
FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS ANDALAS
UNIVERSITAS ANDALAS
2011/2012

A. BUNGA MAJEMUK
1. Pengertian dan Konsep Bunga Majemuk
Jika kita menyimpan modal berupa uang di bank selama periode bunga tertentu,
misalnya satu tahun maka setelah satu tahun kita akan mendapatkan bunga sebesar p
% kali modal yang kita bungakan. Jika bunga itu tidak kita ambil, tetapi ditambahkan
pada modal awal untuk dibungakan lagi pada periode berikutnya, sehingga besarnya
bunga pada setiap periode berikutnya berbeda jumlahnya (menjadi bunga berbunga),
maka dikatakan modal tersebut dibungakan atas dasar bunga majemuk.
2. Perbedaan Bunga Tunggal dan Bunga Majemuk
Bunga tunggal dihitung berdasarkan modal yang sama setiap periode sedangkan bunga
majemuk dihitung berdasarkan modal awal yang sudah ditambahkan dengan bunga.
3. Perhitungan Nilai Akhir Modal
a. Dengan menggunakan rumus
Jika modal sebesar M dibungakan atas dasar bunga majemuk sebesar p % setahun
selama n tahun, maka besarnya modal setelah n tahun adalah:
- Setelah satu tahun
M
P
M M
100
1
+ =
|
.
|

\
|
+ =
100
1
P
M
- Setelah dua tahun
|
.
|

\
|
+ +
|
.
|

\
|
+ =
100
1
100 100
1
2
P
M
P P
M M
2
100
1
100
1
100
1
|
.
|

\
|
+ =
|
.
|

\
|
+
|
.
|

\
|
+ =
P
M
P P
M

- Setelah n tahun




b. Dengan masa bunga pecahan
n
n
P
M M
|
.
|

\
|
+ =
100
1
Untuk menghitung nilai akhir modal dengan masa bunga pecahan, digunakan
langkah sebagai berikut:
1. Hitunglah dulu nilai akhir dari modal berdasarkan masa bunga majemuk yang
terdekat
2. Sisa masa bunga yang belum dihitung, digunakan untuk menghitung bunga
berdasarkan bunga tunggal dari nilai akhir pada 1
( )
|
.
|

\
|
+ + =
+
i
b
a
i M M
n
b
a
n
1 1

4. Perhitungan nilai tunai modal
a. Rumus nilai tunai
Rumus nilai akhir bunga majemuk adalah
n
n
P
M M
|
.
|

\
|
+ =
100
1 ,
rumus tersebut dapat diubah menjadi:
n
n
P
M
M
|
.
|

\
|
+
=
100
1

M = modal mula-mula atau nilai tunai (NT)
Mn

= modal setelah n jangka waktu, selanjutnya ditulis M
sehingga,
n
P
M
NT
|
.
|

\
|
+
=
100
1

Jadi,
n
P
M NT
÷
|
.
|

\
|
+ =
100
1

b. Nilai tunai modal dengan masa bunga pecahan
Dari rumus nilai akhir modal dengan masa bunga pecahan, dapat dibentuk rumus
nilai tunai modal dengan masa bunga pecahan sebagai berikut:
( )
|
.
|

\
|
+ + =
+
i
b
a
i M M
n
b
a
n
1 1
Diubah menjadi:
( )
|
.
|

\
|
+ +
=
+
i
b
a
i
M
M
n
b
a
n
1 1

Jika M = nilai tunai yang ditulis NT dan
b
a
n
M
+
= modal setelah
b
a
n + periode
yang ditulis M, maka rumus di atas berubah menjadi:
( )
|
.
|

\
|
+ +
=
i
b
a
i
M
NT
n
1 1


Pengertian dan Konsep Bunga Majemuk Jika kita menyimpan modal berupa uang di bank selama periode bunga tertentu. BUNGA MAJEMUK 1. sehingga besarnya bunga pada setiap periode berikutnya berbeda jumlahnya (menjadi bunga berbunga). maka besarnya modal setelah n tahun adalah:  Setelah satu tahun M1  M  P M 100 P    M 1    100   Setelah dua tahun P  P P    M 2  M 1  M 1     100  100  100  P  P    M 1  1    100  100  P    M 1    100  2  Setelah n tahun P   M n  M 1    100  n b. Perbedaan Bunga Tunggal dan Bunga Majemuk Bunga tunggal dihitung berdasarkan modal yang sama setiap periode sedangkan bunga majemuk dihitung berdasarkan modal awal yang sudah ditambahkan dengan bunga. maka dikatakan modal tersebut dibungakan atas dasar bunga majemuk. tetapi ditambahkan pada modal awal untuk dibungakan lagi pada periode berikutnya.A. 2. Dengan masa bunga pecahan . Jika bunga itu tidak kita ambil. Perhitungan Nilai Akhir Modal a. 3. Dengan menggunakan rumus Jika modal sebesar M dibungakan atas dasar bunga majemuk sebesar p % setahun selama n tahun. misalnya satu tahun maka setelah satu tahun kita akan mendapatkan bunga sebesar p % kali modal yang kita bungakan.

Untuk menghitung nilai akhir modal dengan masa bunga pecahan. NT  M P   1    100  n n P   Jadi. Perhitungan nilai tunai modal a.  100  n rumus tersebut dapat diubah menjadi: M  Mn P   1    100  n M = modal mula-mula atau nilai tunai (NT) Mn = modal setelah n jangka waktu. Hitunglah dulu nilai akhir dari modal berdasarkan masa bunga majemuk yang terdekat 2. Sisa masa bunga yang belum dihitung. Rumus nilai tunai P   Rumus nilai akhir bunga majemuk adalah M n  M 1   . digunakan untuk menghitung bunga berdasarkan bunga tunggal dari nilai akhir pada 1 M a n b a  n  M 1  i  1  i   b  4. Nilai tunai modal dengan masa bunga pecahan Dari rumus nilai akhir modal dengan masa bunga pecahan. selanjutnya ditulis M sehingga. digunakan langkah sebagai berikut: 1. NT  M 1    100  b. dapat dibentuk rumus nilai tunai modal dengan masa bunga pecahan sebagai berikut: M n a b a  n  M 1  i  1  i   b  M n a b Diubah menjadi: M  1  i n 1  a i     b  .

Jika M = nilai tunai yang ditulis NT dan M a n b = modal setelah n  a periode b yang ditulis M. maka rumus di atas berubah menjadi: NT  M 1  i n 1  a i     b  .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->