P. 1
B. Indo - Penulisan Kata

B. Indo - Penulisan Kata

|Views: 104|Likes:
Published by Riska Dwi Noviyanti

More info:

Published by: Riska Dwi Noviyanti on Mar 06, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/02/2012

pdf

text

original

Kata yang berupa kata dasar ditulis sebagai satu kesatuan. Misalnya: ‡ Kantor pos sangat ramai. ‡ Buku itu sudah saya baca. ‡ Adik naik sepeda baru (ketiga kalimat ini dibangun dengan gabungan kata dasar)

1. Penulisan imbuhan (imbuhan awalan, imbuhan akhiran, imbuhan sisipan) ditulis serangkai dengan kata dasarnya. Contoh: ‡ beli = membeli (prefiks) ‡ beli = belikan (sufiks) ‡ beli = pembelian (konfiks) ‡ gigi = gerigi (infiks)

Contoh: ‡ tekuk lutut = bertekuk lutut ‡ tanggung jawab = bertanggung jawab ‡ garis bawah = garis bawahi ‡ angkat kaki = mengangkat kaki ‡ kembang biak = kembang biakkan . Penulisan imbuhan awalan atau akhiran terhadap bentuk gabungan kata ditulis serangkai dengan kata yang langsung mengikuti atau yang langsung mendahuluinya.2.

3. Penulisan imbuhan gabungan (konfiks) terhadap kata gabung dirangkai sekaligus dengan termasuk dua kata yang berupa kata gabung sebagai bentuk dasarnya tadi. Contoh: ‡ Lipat ganda = melipatgandakan ‡ meja hijau = dimejahijaukan ‡ tumbuh kembang =ditumbuhkembangkan .

4. maka gabungan kata tersebut ditulis serangkai. Contoh: ‡ Asosial ‡ Antitoksin ‡ Multidimensi ‡ Noneksakta ‡ wiraswasta . Jika salah satu unsur dalam gabungan kata itu hanya dipakai sebagai kombinas.

maka diantara kedua unsur tersebut dituliskan tanda hubung (-). Jika unsur "maha" sebagai unsur gabungan kata diikuti oleh kata dasar maka penulisannya dirangkaikan.5. Contoh: ‡ non-Indonesia ‡ pan-Amerika 6. Jika bentuk terikat sebagaimana disebutkan di atas diikuti oleh kata yang huruf awalnya berupa huruf besar. Contoh: ‡ Tuhan Mahakasih (serangkai) ‡ Tuhan Maha Pengasih (terpisah) . Namun jika diikuti oleh bukan bentuk dasar maka ditulis terpisah.

Contoh: ‡ anak-anak (bentuk dasar) ‡ baik-baik (bentuk dasar) ‡ berjalan-jalan (berawalan) ‡ sayur-mayur (berubah bunyi) ‡ keibu-ibuan (berimbuhan gabungan) ‡ setinggi-tingginya (berimbuhan gabungan) . Kecuali untuk ragam penulisan cepat yang mempergunakan waktu pendek karena pertimbanganpertimbangan tertentu. misalnya oleh para wartawan pada saat tertentu.Penulisan kata ulang ditulis dengan mempergunakan tanda hubung. bukan mempergunakan tanda ulang dengan angka 2 (dua).

Bagaimana. rumah sakit. Walau demikian ada juga beberapa bentuk kata majemuk yang boleh ditulis serangkai. terima kasih. Hal tersebut disebabkan gabungan kata majemuk tersebut sudah sangat kental atau pekat. . Penulisan kata yang majemuk pada umumnya ditulis terpisah. meja tulis.1. Contoh yang penulisannya digabung: matahari. Misalnya : duta besar. mata kuliah. Saputangan. kerja sama. Maharaja. orang tua. kereta api cepat luar biasa.

ibu-bapak (orang tua). Penulisan gabungan dua kata sebagaimana halnya di atas yang menimbulkan salah baca atau salah pengertian dapat diberi tanda hubung sebagai tanda penegasan atas pertalian hubungan antara dua unsur yang digabungkan. anak-istri saya (keluarga).2. Misalnya: alat pandang-dengar (audio-visual). buku sejarah-baru (sejarahnya yang baru). orang-tua muda (ayat ibu muda) kaki-tangan penguasa (alat penguasa) .

saputangan. Penulisan kata majemuk yang hubungannya dianggap sudah senyawa benar sebagai bentuk satu kata maka penulisannya serangkai. kilometer. manakala. beasiswa. kacamata. apabila. matahari. olahraga. darmabakti. . bumiputra.3. halalbihalal. barangkali. daripada. belasungkawa. Contoh: acapkali. bagaimana. radioaktif.

biokimia. dasawarsa. multilateral. narapidana. paripurna. purna-wirawan. telepon. swadaya. neokolonialisme. nonkolesterol. caturtunggal. transmigrasi. Jika salah satu unsur gabungan kata hanya dipakai dalam kombinasi. mancanegara. 5. Jika bentuk terikan diikuti oleh kata yang huruf awalnya kapital. inkonvensional. di antara kedua unsur kata itu ditulisakan tanda hubung (-). kosponsor. neo-Nazi . mahasiswa. prasangka. gabungan kata itu ditulis serangkai. Misalnya: adibusana. antarkota. Misalnya: non-Asia.4.

kau dan nya sebagai bentuk singkat kata aku. bukumu dan bukunya tersimpan di perpustakaan . kuambil ‡ engkau bawa. menjadi kaubawa. aku ambil.Kata ganti ku. engkau ambil. menjadi kubawa. menjadi punyanya Misalnya : ‡ Apa yang kumiliki boleh kauambil ‡ Bukuku. kauambil ‡ Punya dia. ‡ aku bawa. engkau dan dia ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya.

. ‡ Duduklah dulu. saya mau ke dalam sebentar. dan dari ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya. ‡ Di mana orang tuamu? ‡ Saya sudah makan di rumah teman.Kata depan di. Misalnya: ‡ Tinggalah bersama saya di sini. kecuali di dalam gabungan kata yang sudah dianggap kata yang sudah dianggap sebagai satu kata seperti kepada dan daripada. ke. ‡ Ia pantas tampil ke depan. ‡ Bram berasal dari keluarga terpelajar. ‡ Ibuku sedang ke luar kota.

Kata si dan sang ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya. Misalnya: Salah Sikecil Sipemalu Sangdiktator Sangkancil Benar si kecil si pemalu sang diktator sang kancil .

Misalnya: Apa pun yang dikatakannya. aku tetap tak percaya. Siapakah tokoh yang menemukan radium? 2. melainkan dia pun turut serta. . Bukan hanya saya. Partikel pun ditulis terpisah dari kata yang mendahuluinya. Misalnya: Bacalah peraturan ini sampai tuntas. Partikel lah dan kah ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya.1.

Misalnya: Adapun sebab-musababnya sampai sekarang belum diketahui. bagaimanapun. ia datang juga. misalnya adapun. kendatipun. biarpun. . Bagaimanapun juga akan dicobanya mengajukan permohonan itu. walaupun. meskipun. sekalipun. Walaupun hari hujan. kalaupun. Baik para dosen maupun mahasiswa ikut menjadi anggota koperasi. andaipun. maupun. sungguhpun.Catatan: Kelompok berikut ini ditulis serangkaian.

dan (tiap) ditulis terpisah dari bagian kalimat yang mendahului atau mengikutinya. . Partikel per yang berarti (demi). ‡ Harga kain itu Rp 2.3.000. Misalnya ‡ Mereka masuk ruang satu per satu (satu demi satu).00 per meter (tiap meter).

(master of business administration) ‡ M. Singkatan nama orang.B.E.Singkatan ialah bentuk yang dipendekkan yang terdiri atas satu huruf atau lebih.K. nama gelar. (sarjana ekonomi) ‡ S. (sarjana karawitan) ‡ S. Misalnya: ‡ A.Sc. 1. ‡ M.S. (bapak) ‡ Sdr. (master of science) ‡ S. jabatan atau pangkat diikuti dengan tanda titik. Kramawijaya ‡ Muh.Kar. sapaan.A. (kolonel) .M. (sarjana kesehatan masyarakat) ‡ Bpk. Yamin ‡ Suman Hs. (saudara) ‡ Kol.

Misalnya: ‡ DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) ‡ PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) ‡ GBHN (Garis-Garis Besar Haluan Negara) ‡ SMTP (Sekolah Menengah Tingkat Pertama) ‡ PT (Perseroan Terbatas) ‡ KTP (Kartu Tanda Penduduk) . Singkatan nama resmi lembaga pemerintah dan ketatanegaraan. badan atau organisasi. serta nama dokumen resmi yang terdiri atas huruf awal kata ditulis dengan huruf kapital dan tidak diikuti dengan tanda titik.2.

Misalnya: Tetapi: ‡ dll. (dan seterusnya) ‡ d. (untuk perhatian) ‡ Yth.d. (sampai dengan) . (untuk beliau) ‡ sda. (halaman) ‡ u. Singkatan umum yang terdiri atas tiga huruf atau lebih diikuti satu tanda titik. (sama dengan atas) ‡ u.n. (Yang terhormat) ‡ s. (dan lain-lain) ‡ a. (dengan alamat) ‡ hlm.a.3.p. (atas nama) ‡ dst.b.

Misalnya: ‡ Cu (kuprum) ‡ TNT (trinitrotoluen) ‡ cm (sentimeter) ‡ kVA (kilovolt-ampere) ‡ l (liter) ‡ kg (kilogram) ‡ Rp 5.00 (lima ribu rupiah) . Lambang kimia. singkatan satuan ukuran. takaran.000. dan mata uang tidak diikuti tanda titik.4. timbangan.

1. ataupun gabungan huruf dan suku kata dari deret kata yang diperlakukan sebagai kata.Akronim ialah singkatan yang berupa gabungan huruf awal. Misalnya: ‡ ABRI (Angkatan Bersenjata Republik Indonesia) ‡ LAN (Lembaga Administrasi Negara) ‡ PASI (Persatuan Atletik Seluruh Indonesia) ‡ IKIP (Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan) ‡ SIM (Surat Izin Mengemudi) . Akronim nama diri yang berupa gabungan huruf awal dari deret kata ditulis seluruhnya dengan huruf kapital. gabungan suku kata.

Akronim nama diri yang berupa gabungan suku kata atau gabungan huruf dan suku kata dari deret kata ditulis dengan huruf awal huruf kapital. Misalnya: ‡ Akabri (Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia) ‡ Bappenas (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional) ‡ Iwapi (Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia) ‡ Kowani (Kongres Wanita Indonesia) ‡ Sespa (Sekolah Staf Pimpinan Administrasi) .2.

Misalnya: ‡ pemilu (pemilihan umum) ‡ radar (radio detecting and ranging) ‡ rapim (rapat pimpinan) ‡ rudal (peluru kendali) ‡ tilang (bukti pelanggaran) . Akronim yang bukan nama diri yang berupa gabungan huruf.3. ataupun gabungan huruf dan suku kata dari deret kata seluruhnya ditulis dengan huruf kecil. suku kata.

hendaknya diperhatikan syarat-syarat berikut: ‡ Jumlah suku kata akronim jangan melebihi jumlah suku kata yang lazin pada kata Indonesia. ‡ Akronim dibentuk dengan mengindahkan keserasian kombinasi vokal dan konsonan yang sesuai dengan pola kata Indonesia yang lazim. .Catatan: Jika dianggap perlu membentuk akronim.

5.3. V. VII. IX.Angka Arab Angka Romawi 0. III. D (500). X. M (1.000) . VIII.000). C (100). VI.2.8.000).6.1.7. V (5. II.4. L (50). M (1.000.9 I. IV.

Misalnya: ‡ Mereka menonton drama itu sampai tiga kali. dan 5 orang tidak memberikan suara. 15 orang tidak setuju. ‡ Di antara 72 anggota yang hadir 52 orang setuju. kecuali jika bilangan itu dipakai secara berurutan seperti dalam perincian atau paparan. 100 minibus.1. ‡ Kendaraan yang dipesan untuk angkutan umum terdiri atas 50 bus. dan 250 sedan. ‡ Koleksi perpustakaan itu mencapai dua juta buku. Bilangan dalam teks yang dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata ditulis dengan huruf. .

2. jika lebih dari dua kata. . Misalnya: ‡Lima puluh siswa kelas 6 lulus ujian. susunan kalimat diubah agar bilangan yang tidak dapat ditulis dengan huruf itu tidak ada pada awal kalimat. Bukan: ‡250 orang peserta diundang Panitia dalam seminar itu. ‡Panitia mengundang 250 orang peserta. Bilangan pada awal kalimat ditulis dengan huruf.

. Angka yang menunjukkan bilangan utuh besar dapat dieja sebagian supaya lebih mudah dibaca. Misalnya: ‡ Perusahaan itu baru saja mendapat pinjaman 550 miliar rupiah.3. ‡ Proyek pemberdayaan ekonomi rakyat itu memerlukan biaya Rp10 triliun. ‡ Dia mendapatkan bantuan Rp250 juta rupiah untuk mengembangkan usahanya.

000 rupiah 17 Agustus 1945 1 jam 20 menit . Angka digunakan untuk menyatakan (a) ukuran panjang. Contoh : 0.00 US$3.000.10 ¥100 2. (c) nilai uang. (b) satuan waktu.5 sentimeter 5 kilogram 4 meter persegi 10 liter Rp5.4. dan isi.50 tahun 1928 pukul 15. berat. luas.00 10 persen 27 orang £5. dan (d) jumlah.

kecuali di dalam tabel. seperti Rp. dan ¥ tidak diakhiri dengan tanda titik dan tidak ada spasi antara lambang itu dan angka yang mengikutinya.10 merupakan tanda desimal.50 dan £5. US$. . £. (2) Penulisan lambang mata uang.Catatan: (1) Tanda titik pada contoh US$3.

5. atau kamar. Angka digunakan untuk menomori bagian karangan atau ayat kitab suci. 5 ‡ Hotel Mahameru. Misalnya: ‡ Bab X. rumah. Kamar 169 6. Pasal 5. 14 ‡ Apartemen No. halaman 252 ‡ Surah Yasin: 9 ‡ Markus 2: 3 . apartemen. Angka digunakan untuk melambangkan nomor jalan. 15 ‡ Jalan Wijaya No. Misalnya: ‡ Jalan Tanah Abang I No.

Bilangan utuh Misalnya: ‡ dua belas (12) ‡ tiga puluh (30) ‡ lima ribu (5000) b. Bilangan pecahan Misalnya: ‡ Setengah (1/2) ‡ seperenam belas (1/16) ‡ tiga perempat (3/4) ‡ dua persepuluh (0. Penulisan bilangan dengan huruf dilakukan sebagai berikut. a.2) atau (2/10) ‡ tiga dua pertiga (3 2/3) ‡ satu persen (1%) ‡ satu permil (1 ) .7.

Misalnya: 20 2/3 (dua puluh dua-pertiga) 22/ (dua-puluh-dua pertiga puluh) 30 20 15/17 (dua puluh lima-belas pertujuh belas) 150 2/3 (seratus lima puluh dua-pertiga) 152/ (seratus-lima-puluh-dua pertiga) 3 . (2) Tanda hubung dapat digunakan dalam penulisan lambang bilangan dengan huruf yang dapat menimbulkan salah pengertian. spasi digunakan di antara bilangan utuh dan bilangan pecahan.Catatan: (1) Pada penulisan bilangan pecahan dengan mesin tik.

Kantor di tingkat II gedung itu (angka Romawi) Di tingkat ke-2 gedung itu (huruf dan angka Arab) Di tingkat kedua gedung itu (huruf) . Pada awal abad XX (angka Romawi kapital) Dalam kehidupan pada abad ke-20 ini (huruf dan angka Arab) Pada awal abad kedua puluh (huruf) b.8. Penulisan bilangan tingkat dapat dilakukan dengan cara berikut. Misalnya: a.

Penulisan bilangan yang mendapat akhiran an mengikuti cara berikut.9. Misalnya: ‡lima lembar uang 1.000-an (uang lima-ribuan) .000-an (lima lembar uang seribuan) ‡tahun 1950-an (tahun seribu sembilan ratus lima puluhan) ‡uang 5.

‡ Kantor kami mempunyai dua puluh orang pegawai. Bilangan tidak perlu ditulis dengan angka dan huruf sekaligus dalam teks (kecuali di dalam dokumen resmi.10. seperti akta dan kuitansi).000.00. Misalnya: ‡ Di lemari itu tersimpan 805 buku dan majalah.000. . ‡ Rumah itu dijual dengan harga Rp125.

50 (sembilan ratus ribu lima ratus rupiah lima puluh sen).00 (lima ribu dolar). Misalnya: ‡ Saya lampirkan tanda terima uang sebesar Rp900. . ‡ Bukti pembelian barang seharga Rp5.00 (lima juta rupiah) ke atas harus dilampirkan pada laporan pertanggungjawaban. Jika bilangan dilambangkan dengan angka dan huruf. penulisannya harus tepat.500.000.11. ‡ Dia membeli uang dolar Amerika Serikat sebanyak $5.000.000.

3) Angka Romawi kecil digunakan untuk penomoran halaman sebelum Bab I dalam naskah dan buku.Catatan: 1) Angka Romawi tidak digunakan untuk menyatakan jumlah. 2) Angka Romawi digunakan untuk menyatakan penomoran bab (dalam terbitan atau produk perundang-undangan) dan nomor jalan. .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->