BAB I PENDAHULUAN A.

Pengertian Kurikulum Kata ”kurikulum “ berasal dari bahasa yunani yang semula digunakan dalam bidang olahraga ,yakni currere yang berarti jarak tempuh lari yakni jarak yang harus dtempuh mulai dari start hingga finish.pengertian ini kemudian diterapkan dalam bidang pendidikan.dalam bahasa arab, istilah”kurikulum”diartikan sebagai MANHAJ,yakni jalan yang terang atau jalan terang yang dilalui oleh manusia pada bdaang kehidupanya . Pengertian kurikulum yang dikemukakan oleh para ahli rupanya sangat bervariasi, tetapi dari beberapa definisi itu dapat ditarik kesimpulan BAHWA disatu pihak ada yang menekankan pada isi pelajaran atau mata kuliah ;dan dilain pihak lebih menekankan pada proses atau pengalaman belajar. Menurut al-syaibany (1979) terbatas pada pengetahuan-pengetahuan yang

dikemukakan oleh guru atau sekolah atau institusi pendidikan lainya dalam bentuk mata pelajarang atau kitab-kitab karya ulama terdahulu,yang dikaji begitu lama oleh para peserta didik dalam tiap tahap pendidikanya.depenisi yang dikemukakan oleh kemp,morisson dan ross (1994)menekankan pada isi mata pelajaran dan ketermpilan-keterampilan yang termuat dalam suatu program pendidikan .demikian pula defenisi yang tercamtum dalam UU sisdiknas nomor 2/1989.defenisi kurikulum yang tercantum dalam UU sisdiknas no 20/2003 dikembangkan ke arah seperangkat rencana pengaturan mengenai tujuan,isi;dan bhan pelajaran . Definisi yang dikemukakan oleh KAMIL DAN SARHAN senada dengan SAYLOR dan ALEXANDER (1966) bahwa kurikulum adalah segala usaha sekolah /perguruan tinggi yang bisa menghasilkan atau menimbulkan hasil-hasil belajar yg dikehendaki ;apakah di dalam situasi sekolah; luar sekolah atau di perguruan tinggi .kurikulum biasanya ditentukan oleh sekelompok orang asli yang disusun secara sistematis dan logis Fungsi guru dan dosen adalah sebagai penjabar atau penjelas dan penjelas dalam pembelajaran baik dalam hal isi ,metode maupun evaluasi.Fungsi pendidikan adalah menciptakan situasi atau lingkungan yang menunjang perkembangan potensi-potensi tersebut B. Pendidikan Agama Islam Atau Pendidikan Islam Pengertian istilah “pendidikan agama islam “dan “pendidikan islam .kedua istilah ini dianggap sama ketika seseorang berbicara tentang pendidikan islam teryata isinya terbatas pada pendidikan agama islam ,atau sebaliknya ketika seseorang berbicara tentang pendidikan

pendidikan islam ialah pendidikan yang teori-teorinya disusun berdasarkan alqur‟an dan hadits .bahwa pendidikan agama islam merupakan salah satu bagian dari pendidikan islam .atau pendidikan yang berdasarkan islam.padahal kdua istilah itu memiliki subtansi yang berbeda . pendidikan islam .istilah „‟pendidikan islam‟‟ dapat dipahami dalam beberapa perspektif yaitu.PAI dibakukan sebagai nama kegiatan mendidikan agama islam PAI sebagai mata pelajarang seharusya dinamakan”Agama islam “karna yang diajarkan adalah agama islam bkan pendidikan agama islam kata”pendidikan”dalam hal ini PAI sejajar atau sekategori dengan pendidikan mate.agama islam justru yang d bahas di dalamnya adalah tentang pendidikan islam .dan atau system pendidikan islam yang bersumber dari alqur‟an dan hadits dari kedua sumber dasar tersebut terdapat beberapa perspektif yaitu. dalam pengertian ini dapat berwujud:  segenap kegiatan yang dilakukan seseorang untuk membantu seseorang atau sekelompok peserta didik dalm menanamkan dan menumbuh kembangkan ajaran . Menurut muhaimin (2003).  pemikiran teori dan praktik penyelengaraanya melepaskan diri dan atau kurang mempertimbangkan situasi konkrit dinamika perkumpulan masyarakat muslim yang mengitarinya.matika (nama mata pelajaranya adalah mate-matika) .  pemikiran teori dan praktik penyelengarannya hanya mempertimbankan pengalaman dan khasanah intelektual ulama klasik  pemikiran.teori dan praktek penyelengaraanya hanya mempertimbankan situasi sosiohistoris dan cultural masyarakat kontemporer dan melepaskan diri dari pengalamanpengalaman serta khasanah intelektual ulama klasik . Pendidikan keislaman atau pendidikan agama islam yakni upaya mendidik agama islam atau ajran islam dan nilai-nilainya. Tafsir (2004) membedakan antara pendidikan agama islam dan pendidikan islam .pendidikan biologi (nama pelajaranya adalah biologi ) dan seterusya. Sedangkan pendidikan islam adalah nama system pendidikan yang islami yang memiliki komponen-komponen yang secara keseluruhan mendukun terwujudnya sosok muslim yang di idealkan .  pemikiran teori praktik penyelengaraanya mempertimbangkan pengalaman dan khasanah intelektual muslim klasik serta mencermati situasi sosio-histori dan cultural masyarakat kontemporer. 2.pedidikan olahraga (nama pelajaranya adalah olahraga) . 1.

Bagi sekolah madrasah diatasnya: a. empiris.  Segenap fenomena atau peristiwa perjumpaan antara dua orang atau lebih yang dampaknya ialah tertanamnya atau tumbuh kembangnnya ajaran islam dan nilainilainya pada salah satu atau beberapa pihak 3. makna dan motifasi untuk mencapai tujuan pembelajaran PAI. Sebagai alat untuk mencapai tujuan pendidikan agama islam yang diinginkan atau dalam istilah KBK disebut Standar Kompetensi Pai b. dalam pengertian yang ke-3 ini istilah pendidikan islam dapat dipahami sebagai proses pembudayaan dan pewarisan ajaran agama. penilain. dan kontekstual dalam memahami dan menjelaskan ajaran-ajaran dan nilai-nilai agama islam. Fungsi Kurikulum Pai 1.  Perubahan dari tekanan pada hapalan dan daya ingatan tentang teks-teks dari ajaran – ajaran agama islam .  Perubahan dari cara berfikir tekstual. menjaga kesinambungan b. D. Menghindari keterulangan sehingga boros waktu . atau proses dan praktek penyelanggaraan pendidikan yang berlangsung dan berkembang dalam sejarah umat islam baik islam sebagai agama ajaran maupun system budaya dan peradaban jadi.pengembangan kurikulum PAI tersebut ternyata mengalami perubahan-perubahan paradigm sebelumnya masih tetep dipertahankan hingga sekarang.serta disiplin mental spiritual sebagaimana pengaruh dari timur tengah. Hal ini dapat dicermati dari fenomena berikut. Bagi sekolah/ madrasah yang bersangkutan: a. dan absolutis kepada cara berfikir historis. normative. C.islam dan nilai-nilainya untuk dijadikan sebagai pandangan hidupanya yang diwijudkan dalam sikap hidup dan dikembangkan dalam keterampilan hidupnya. Pedoman untuk mengatur kegiatan-kegiatan pendiidikan agama islam disekoah 2. pelaksanaan. Melakukan penyesuaian . kepada pemahaman tujuan. Pengembangan Kurikulum PAI Dari beberapa defenisi tentang kurikulum tersebut. budaya dan peradaban umat islam dari generasi ke generasi sepanjang sejarahnya. dan penyempurnaan kurikulum PAI Dalam realitas sejarahya. maka dapat dipahami bahwa pengembangan kurikulum pendidikan agama islam dapat diartikan sebagai:   Kegiatan mengahsilkan kurikulum PAI atau Kegiatan penyusunan. Pendidikan dalam islam.

B. Masyarakat kita juga cenderung mengarah kepada masyarakat kepentingan/patembanyang. Asil survey menunjukkan negeri kita masih bertengger dalam jajaran Negara yang paling korup didunia. kelompok maupun kepentingan lainnya. KKN melanda diberbagai institusi. yang timbul dipermukaan adalah timbulnya komplik kepentingan-kepentingan individu. kurang berinteraksi dengan kegiatan pendidikan lainnya. Pendidikan Agama Islam Dalam Sorotan Bangsa Indonesia masih mengalami suasana keprihatanan yang bertubi-tubi. nilai-nilai masyarakat penguyuban sudah ditinggalkan.BAB II MENCERMATI PENGEMBANGAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DISEKOLAH/ PERGURUAN TINGGI A. Mochtar Buchori juga menyatakan bahwa kegiatan pendidikan agama yang berlangsung selama ini lebih banyak menyendiri. Berbagai Kritik Tentang PAI Mochtar Buchori 1992 mengatakan bahwa menilai pendidikan agama masih gagal. Pernyataan senada juga . tindak kekerasan dll. Azyumardi Azra (2003) agaknya kurang sependapat terhadap tuduhan tersebut dengan menunjukkan kasus-kasus dibeberapa Negara berdasarkan hasil survey dari internasional Country Risk Guide Index. kegagalan ini disebabkan karena praktek pendidikannya hanya memperhatikan aspek kopnitif semata dari pertumbuhan kesadaran dan mengabaikan pembinaan aspek efektif dan konatif yakni kemauan dan tekad untuk mengamalkan nilai-nilai ajaran agama. sedangkan pendidikan agama islam banyak manggarap masalah akhlak. Sejak tahun 1992 hingga 2000 berdasarkan kasus tersebut Azra berkesimpulan bahwa tinggi rendahnya tingkat criminal tidak banyak terkait dengan agama tetapi justru lebi disebabkan karena:  Lemahnya penegakan hukum  Mewabahnya gaya hidup hedonistic  Kurang adanya political will dan keteladan dari pejabat untuk memberantas korupsi dan penyakit social lainnya Jika krisis akhlak atau moral merupakan pangkal dari krisis multidimensional. Alhasil bangsa Indonesia menghadapi krisis multidimensional yang disebabkan karena pendidikan agama termasuk didalamnya pendidikan agama islam (muhaimin 2003). baik kepentingan individu. Bertolak dari hasil survey tersebut. semakin meningatnya tindak kriminal. maka perlu ditelaah apa yang menjadi penyebab titik lemah dari pendidikan agama tersebut. disiplin makin longgar.

bidang ibadah diajarkan sebagai kegiatan rutin agama dan kurang ditekankan sebagai proses pembentukan kepribadian. orientasi mempelajari Al-Qur‟an masih cenderung pada kemanpuan membaca teks belum mengarah pada pemahaman arti dan penggalian makna. Rasdianah mengemukakan beberapa kelemahan pendidikan agama islam disekolah.dinyatakan oleh Soejadmoko (1976) bahwa pendidiikan agama harus berusaha berinteraksi dan bersinkronisasi dengan pendidikan non agama. yang masing-masing bergerak sesuai dengan fungsinya. rasional. Sehingga perlu ditindih oleh pendekatan keagamaan yang normative dan doktriner tersebut. atau hal saling bekerja seperti mesin. dan pendidikan dipandang sebagai penanaman dan pengembangan seperangkat nilai kehidupan yang masing-masing bergerak dan berjalan menurut fungsinya bagaikan mesin yang terdiri atas beberapa komponen atau elemen-elemen yang masing-masing menjalankan fungsinya sendiri-sendiri dan antara satu dengan lainnya bisa saling berkonsultasi atau tidak. C. Munculnya berbagai kritik tentang kelemahan PAI dan sekaligus merupakan kegagalan bisa jadi disebabkan karena adanya kekeliruan dalam mentransfer system pengembangan kurikulum yang berkembang selama ini. baik dalam pemahaman materi. sedangkan masalah dunia dianggap tidak penting serta menekankan pada pendalaman ilmu-ilmu keagamaan yang merupakan jalan pintas untuk menuju kebahagiaan akhirat. . doktriner dan absolutis sementara itu kajian-kajian keilmuannya bersifat empiris. ajaran islam cenderung diajarkan sebagai dogma. Paradigma Dikotomis Didalam paradigma ini aspek kehidupan dipandang dengan sangat sederhana. analitis-kritis. dalam bidang fikih cenderung dipelajari sebagai tata aturan yang tidak akan berubah sepanjang masa. paradigm dikotomis mempunyai implikasi terhadap pengembangan pendidikan agama islam lebih berorientasi pada keakhiratan. bidang akhlak berorientasi pada urusan sopan santun. ada kecenderungan mengarah pada paham patalistik. maupun dalam pelaksanaanya yaitu dalam bidang teologi. Paradigma mekanisme Dalam kamus besar bahasa Indonesia secara epiimologis mekanisme berarti hal kerja mesin. b. Paradigma Pengembangan Pai Disekolah/Perguruan Tinggi Umum a. cara kerja suatu organisasi. Paradigma mekanisme memandang kehidupan terdiri atas berbagai aspek. sementara sains dianggap terpisah dari agama demikian pula pendekatan yang dipergunakan lebih bersifat keagamaan yang normatif.

perguruan tinggi berarti penciptaan suasana atau iklimkehidupan keagamaan yg dampaknya ialah berkembangnya suatu pandangan hidup yg dijiwai oleh ajaran dan nilai agama islam.c.sarananya. Dalam konteks pendidikan islam.sifat kegiatanya bisa berupa aksi positif dan reaksi positif. Paradigma organisme Organisme dapat berarti susunan yang berjasad hidup untuk suatu tujuan.yakni tindakan aktif menciptakan situasi dan kondisi ideal agar tercapai tujuan idealnya.madrasah. paradigma organism bertolak dari pandangan bahwa aktifitas kependidikan merupakan suatu system yang terdiri atas komponen yang hidup bersama dan bekerja sama secara terpadu menuju tujuan tertentu yakni terwujudnya hidup religious atau dijiwai oleh ajaran dan nilai agama.yakni membuat aksi atas inisiatif sendiri .masing-masing memiliki karakteristik tersendiri yang berbeda tetapi bisa di integrasikan antara satu dengan yang lainya .bisa pula berupa proaksi . d.madrasah. Penciptaan suasana religious di sekolah /madrasah/perguruan tinggi  Posisi penciptaan suasana religius Dilihat dari organisasi pelaksanaanya pendidikan dapat dikelompokkan menjadi pendidikan formal . .atau iklimnya.dilihat dari karakteristik dari jalur-jalur pendidikan tersebut berarti penciptaan suasana religious di sekolah /madrasah/perguruan tinggi merupakan bagian dari pengembangan pendidikan formal dalam arti yang diprogram adalah lingkunganya situasinya. Penciptaan suasana religious disekolah dan diperguruan tinggi memiliki landasan yang kuat setidak-tidaknya dapat dipahami dari landasan filosofi bangsa Indonesia yaitu pancasila. jenis dan arah ditentukan sendiri .dengan member alasan dan prospek yang baik yang bisa meyakinan mereka.  Operasionalnya disekolah /madrasah/perguruan tinggi Dalam konteks pendidikan agama islam disekolah.dan pendekatan persuasive atau mngajak kepada warganya dengan cara yang halus .perguruan tinggi dapat dapat dilakukan melalui pendekatan pembiasaa.bisa pula berupa antisipasi . Adapun untuk mewujudkan penciptaan suasana religius disekolah.tetapi membaca munculnya aksi-aksi agar dapat ikut member warna dan arah pada perkembangan .keteladanan.

sikap rekresif yakni kembali kepada jiwa yang menguasai abad pertengahan yaitu agama sebagai perwujudan dari perenialisme. berfilsafat dan mendidik adalah 2 tahap kegiatan dalam satu usaha. Menganggap pendidikan sebagai pengembangan potensi b. mengemukakan bahwa pendidikan islam selama ini berjalan melalui cara didaktis-metodis seperti halnya pengajaran umum. C. dan lebih didasarkan pada basis pedagogis umum yang berasal dari filsafat pendidikan model barat. Hakikat Filsafat pendidikan Islam Dalam pembahasan filsafat pendidikan islam filsafat pada hakikatnya disederhanakan ke dalam 3 persoalan pokok yaitu mengenai realita yang dipelajari oleh metafisika atau ontology.BAB III FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENGEMBANGAN KURIKULUM PAI A. sikap bebas dan modifikatif sebagai perwujudan dari prokresifisme. masing-masing aliran dapat terwujud dalam kemungkinan sikap dan pendirian para pendidik seperti sikap konserpatif yakni mempertahankan nilai-nilai budaya manusia. mendefenisikan pendidikan islam ditinjau dari 3 pendekatan yaitu: a. epistomologi dan aksiologi). termasuk didalamnya filsafat pendidikan mengenai stak nasi. Cenderung melihatnya sebagai pewarisan budaya c. kepercayaan dan premis yang diambil dari ajaran islam atau sesuai dengan semangatnya dan mempunyai kepentingan terapan dan bimbingan dalam bidang pendidikan. sehingga lebih menekankan pada transmisi pengetahuan agama untuk menemukan pedagogis islam diperlukan lebih dahulu rumusan filsafat pendidikan islam yang kokoh. pandangan mengenai pengetahuan yang dipelajari oleh epistemology. Sedangkan pemikiran ilmu pendidikan yang bersifat pondasional. termasuk didalamnya etika dan estetika. B. sikap radikal rekonstruktif sebagai . Abd. Tipologi Pemikiran (Filsafat) Pendidikan Islam Dalam lapangan pendidikan. dan pandangan mengenai nilai yang dipelajari aksiologi. Langgulung misalnya. Rahaman misalnya. Menganggapnya sebagai interaksi dan potensi budaya Disisi lain Langgulung mengemukakan bahwa filsafat pendidikan adalah sejumlah prinsip. Dengan demikian. Hakikat pendidikan islam sebagaimana yang dikemukakan oleh para ahli dapat ditilik dari ketiga persoalan tersebut (ontology. Urgensi Pendapat Pendidikan Islam Para ahli telah menyoroti dunia pendidikan yang berkembang saat ini baik dalam pendidikan islam pada khusunya maupun pada umumnya.

E. tetapi berbeda dalam dimensi interprestasi dan historisnya. Modernis. Rekontruksi sosial Islam ideal interprestasi dan historis kini dan yang akan datang. 2. Impilikasinya Terhadap Pengembanagan Kurikulum PAI 1. Islam ideal interprestasi dan historis kekinian. sikap yang menekankan keterlibatan peserta didik dalam kehidupan empiris untuk mencari pilihan dan menentukan jati diri. maka semua filsafat pendidikan Islam tersebut di atas terdapat titik temu pada dimensi Islam idealnya. Guru Guru sebagai ujung tombak dalam pelaksanaan pendidikn merupakan pihak yang sangat berpengaruh dalam proses belajar mengajar. etis dan trasanden yang paralel dengan ayah. b. Faktor-faktor utama yang perlu diperhatikan alam inovasi pendidikan adalah guru. logis. Peserta didik Sebagai objek utama dalam pendidikan terutama dalam proses belajar mengajar. Postulasi antologisnya : keteraturan tersebut tampil dalam seksitensi kebenaran multifaset atau multi strata. 4. isyarah. baik yang insaniah (berkembang bersama budaya manusia) dan ilahiyah (diwahyukan). Tipologi-tipologi Filsafat Pendidikan Islam Dilihat dari Presfektif Pemahaman Islam Dilihat dari pemahaman tentang Islam (ideal interprestasi dan historis). D. 1. 3. yaitu eksistensi sensual.perwujudan dari rekontionisme. interprestasi dan historis salafi. Pengembangan kurikulum PAI menatap inovasi pendidikan Upaya pengembangan kurikulum PAI memerlukan landasan yang jelas dan kokoh. c. peserta didik kurikulum dan fasilitas. Perenial esensialis salafi. Perenial esensialis konstektual falsifikatif : Islam ideal mengaitkan interprestasi dan historis dulu dan kini. Perenial esensialis mazhab : Islam ideal interprestasi dan historis klasik bahkan pertengahan. 5. a. Kurikulum . peserta didik memegang peran yang sangat dominan. sehingga tidak mudah terombang-ambing oleh arus transformasi dan inovasi pendidikan dan pembelajaran yang begitu dahsyat sebagaimana yang terjadi pada akhir-akhir ini. Untuk mengantisipasi masalah tersebut Muhadjir (1995) menawarkan paradigm filosofis pendidikan Islam sebagai berikut : 1. Asumsi dasar yang perlu dipakai adalah pandangan realisme metafisik yang mengakui adanya keteraturan alam semesta sebagai ciptaan Allah. Islam ideal. hudan dan Rahmah. program dan tujuan. 3. Postulat aksiologisnya : ilmu pendidikan itu normatif sehingga perlu dan harus diorientasikan kepada nilai atau valus. 2.

menemukan dan menginternalisasikan kebenaran-kebenaran masa lalu. Tipologi perenial-esensialis salafi Sebagaimana uraian di atas. sehingga pendidikan Islam berfungsi sebagai upaya melestarikan dan mempertahankan nilai-nilai Ilahiyah dan insaniah). d. c. 2) Menjelaskan dan menyebarkan warisan ajaran. bahwa pendidikan agama islam bertujuan untuk meningkatkan kepedulian dan kesadaran peserta didik akan masalah-masalah yang dihadapi oleh umat manusia dan merupakan kewajiban dan tanggungjawab pemeluk agama islam untuk memcahkannnya melalui dakwah bi al-hal. 1. termasuk sarana dan prasarana pendidikan tidak bisa diabaikan dalam proses pendidikan. a. 2) Menjelaskan dan menyebarkan warisan sejarah dan budaya salaf melalui sejumlah inti pengetahuan yang terakumulasi yang telah berlaku sepanjang masa. Lingkup sosial masyarakat Dalam menerapkan inovasi pendidikan. Tujuan pendidikan agama Islam diorientasikan pada upaya : 1) Membantu peserta didik dalam menguak. e. nilai-nilai dan pemikiran para pendahulunya yang dianggap mapan secara turun menurun. bahwa tipologi perenial esensialis salafi lebih menonjolkan wawasan kependidikan Islam era salaf. lebih sempit lagi kurikulum sekolah meliputi program pengajaran dan perangkatnya merupakan pedoman dalam pelaksanaan pendidikan dan pengajaran di sekolah. khususnya dalam proses belajara mengajar. Implikasi tipologi filsafat pendidikan Islam terhadap pengembangan komponenkomponen kurikulum PAI. Fasilitas Fasilitas. menemukan dan menginternalisasikan kebenaran-kebenaran agama sebagai hasil interprestasi ulama pada masa pasca salaf al-shahih atau masa klasik. . b. maka tipologi modernis lebih menonjolkan wawasan kependidikan Islam yang bebas modifikatif progresif dan dinamis dalam menghadapi dan merespon kebutuhsn lingkungan. Tipologi Modernis Berbeda halnya dengan kedua tipologi di atas.Kurikulum pendidikan. Tipologi Perenial-Esensial Kontekstual-Falsifikatif Mengambil jalan tengah antara kembali kemasa lalu dengan jalan melakukan konstektualisasi serta uji falsifikasi. Menurut tipologi rekonstruksi sosial. d. Tipologi perenial-esensialis mazhabi 1) Membantu peserta didik dalam menguak. ada hal yang tidak secara langsung terlibat dalam perubahan tersebut tetapi bisa membawa dampak positif maupun negatif dalam pelaksanaan.

yaitu dapat memilih yang terbaik dari keempat pendekatan tersebut sesuai dengan karakteristiknya. 1986)). yaitu : daya penggerak (Al-muharrikah). Penciptaan konteks yang akan member peluang manusia untuk menjadi lebih human. Jiwa binatang (Al-nafs al-hayawaniyah). B. yang memiliki dua daya. pendekatan humanistis. Pendekatan Subjek Akademis Pendekatan subjek akademis dalam menyusun kurikulum program pendidikan didasarkan pada sistematisasi disiplin ilmu masing-masing. Jiwa tumbuh-tumbuhan (Al-Nafs al-nabatiyah). untuk mempertinggi harkat manusia merupakan dasar filosofis. yaitu : 1. yaitu : daya makan. dasar evaluasi. manusia itu mempunyai bermacam-macam alat potensial dengan berbagai kemampuannya yang sangat unik. 2. dan dasar pengembangan program pendidikan. Pengembangan kurikulum subjek akademis dilakukan dengan cara menetapkan lebih dahulu mata pelajaran atau mata kuliah apa yang harus dipelajari peserta didik yang diperlukan untuk (persiapan) pengembangan disiplin ilmu. pendekatan teknologis. Dalam diri manusia terapat tiga macam jiwa. Dengan memperhatikan karakteristik PAI sebagaimana uraian pada bab terdahulu. dan daya membiak. A. dan daya mencerap (al-mudrikah).BAB IV PENDEKATAN-PENDEKATAN DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM PAI Didalam teori kurikulum setidak-tidaknya terdapat empat pendekatan yang dapat digunakan dalam pengembangan kurikulum. Pendekatan Humanistis Pengembangan humanistis dalam pengembangan kurikulum bertolak dari ide „memanusiakan manusia‟. dasar teori. Dalam diskursus (perbincangan para filosof islam (Nasution. 2000). daya tumbuh. . yang mempunyai tiga daya. yaitu : pendekatan subjek akademis. dan pendekatan rekonstruksi sosial (Muhadjir. maka pengembangan kurikulum pendidikan agama islam (PAI) dapat menggunakan pendekatan eklektik.

yaitu : akal praktis yang menerima arti-arti yang berasal dari materi melalui indera pengingat yang ada pada binatang dan akal teoritis yang menagkap arti-arti yang tak pernah ada dalam materi. Dari berbagai uraian tersebut diatas. Manusia adalah makhluk yang termulia diantara makhluk-makhluk yang lain dan dijadikan oleh Allah dalam sebaik-baik bentuk atau kejadian. melainkan karena pilihan dan keputusannya sendiri. Jiwa manusia (al-nafs al-insaniyah). maka salah satu tugas hidup yang harus dilaksanakannya adalah Abdullah (hamba Allah yang senantiasa tunduk dan patuh kepada aturan dari kehendaknya serta hanya mengabdi kepadanya). Akal ini dibagi atas dua.3.karena kemuliann orang disisi Allah lebih ditentukan oleh sejauh mana kualitasnya dalam mengembangkan sifat-sifat ketuhanan tersebut yang ada pada dirinya bukan dilihat dari aspek materi fisik dan jazadi. baik fisik maupun psikisnya. seperti Tuhan. yaitu : jasad/materi dan ruh/immateri. . Pada dasarnya menusia terdiri atas dua substansi. yang hanya mempunyai daya berfikir yang disebut akal. tetapi ketundukannya kepada Tuhan tidaklah terjadi secara otomatis dan pasti seabagaimana robot. Jasad manusia berasal dari alam materi (saripati berasal dari tanah). yaitu : menjalankan tugas-tugas hidupnya di muka bumi. 2) Menumbuhkembangkan sebagian sifat-sifat ketuhanan (potensi/fitrah) itu secara terpadu dan diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari baik dalam kehidupan individu maupun sosialnya. sehingga eksistensinya mesti tunduk kepada aturan-aturan atau hukum Allah yang berlaku di alam materi (sunnatullah). memanusiakan manusia juga berarti menumbuhkembangkan sebagian sifat-sifat ketuhanan (potensi/fitrah) itu secara terpadu dan diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari baik dalam kehidupan individu maupun sosialnya. ruh. 3) Membimbing dan mengarahkan manusia agar mampu mengembangkan amanah dari Allah. kalau manusia mau konsistensi terhadap eksistensi dirinya atau naturnya. dapat ditegaskan bahwa istilah “memanusiakan manusia” dalam perpektif pendidikan islam berarti : 1) Usaha memberi kesempatan kepada pesrta didik untuk mengembangkan alat-alat potensial berbagai potensi dasar atau firahnya seoptimal mungkin untuk dapat difungsikan sebagai sarana sebagi pemecahan masalah hidup dan kehidupan. Karena itulah. dan malaikat. serta dilengkapi dengan berbagai alat potensial dan potensi-potensi dasar (fitrah) dan dapat dikembangkan dan diaktualisasikan seoptimal mungkin melalui proses pendidikan. Dengan demikian.

selalu hidup bersama. yakni evaluasi pelaksanaan program sehingga ditemukan titik-titik kelebihan dan kelemahannya dan melalui evaluasi tersebut akan diperoleh umpan balik untuk selanjutnya direvisi programnya untuk perbaikan pelaksanaan pembelajaran PAI berwawasan rekonstruksi sosial di masa yang akan datang. D. d. Tahap evaluasi dan umpan balik. materi yang diajarkan. dan kerjasama itulah manusia dapat hidup berkembang dan mampu memenuhi kebutuhan hidup dan memecahkan berbagai masalah yang dihadapi. Tahap Analisis a. 4. Tahap implementasi yakni pelaksanaan program atau implementasi terhadap apa yang tertuang dalam TOR. GPAI dan Peserta didik mengidentifikasi dan menganalisis kebutuhan. . Tugas pendidikan terutama membantu agar peserta didik menjadi cakap dan mampu ikut bertanggungjawab terhadap pengembangan masyarakat. Pendekatan Rekonstruksi Sosial Pendekatan rekonstruksi sosial berasumsi bahwa manusia adalah sebagai makhluk sosial yang dalam kehidupannya selalu membutuhkan manusia lain. Analisis tugas (Jobs analysis) 2. Merumuskan tujuan dan target pembelajaran PAI. Mengembangkan dalam proposal atau TOR (Term Of Reference). c. berinteraksi dan bekerjasama melalui kehidupan bersama. Menetapkan waktu dan tempat pelaksanaannya. 3.C. Dasar dan komitmen loyalitas dan dedikasi sebagai pelaku (actor) terhadap ajaran dan nilai-nilai islam tersebut yaitu : 1. b. Tahap Desain a. b. Merancang program pembealajaran PAI. Pendekatan Teknologis Pendekatan teknologis dalam menyusun kurikulum atau program pendidikan bertolak dari analisis kompetensi yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas-tugas tertentu. dan strategi belajarnya ditetapkan sesuai dengan analisis tugas (job analisis) tersebut. kriteria evaluasi sukses.

Menyoroti Keberadaan Kurikulum Madrasah Pengembangan pendidikan madrasah tidak dapat ditangani secara parsial atau setengahsetengah. dan eropa. adanya pandangan yang mengatakan bahwa sistem pendidikan islam tradisional dirasakan kurang bisa memenuhi kebutuhan pragmatis masyarakat. Perlunya Madrasah Merespons Tantangan Pendidikan Nasional Secara umum pendidikan nasional sedang menghadapi dua tantangan yang berat. terutama ketika . Indicator lain menunjukkan bahwa berdasarkan pada Human Development Index (HDI) Indonesia berada urutan ke-102 dari 164 negara dan Indonesia masih berada di bawah Vietnam. B. Peserta didik dari negara tetangga Singapura menduduki urutan pertama untuk skor tes matematika dan kedua untuk IPA sedangkan peserta didik dari Malaysia berada pada urutan ke-16 untuk matematika dan 22 untuk IPA. C. Secara internal. yaitu tantangan internal dan eksternal. adanya kekhawatiran atas cepatnya perkembangan persekolahan Belanda yang akan menimbulkan pemikiran sekuler di masyarakat.BAB V MODEL PENGEMBANGAN KURIKULUM DI MADRASAH A. tetapi memerlukan pemikiran pengembangan yang utuh. disamping itu hasil studi International Institut For Development menempatkan Indonesia pada urutan 49 dari 49 Negara. yaitu asia. Australia. menempatkan peserta didik SLTP Indonesia pada urutan ke-32 dan 34 untuk skor tes IPA dan matematika. amerika. kita telah dihadapkan pada hasil-hasil studi internasional yang selalu menempatkan kita dalam posisi juru kunci untuk pendidikan dan rangking atas untuk korupsi. maka masyarakat muslim terutama para reformist berusaha melakukan reformasi melalui upaya pengembangan pendidikan dan pemberdayaan madrasah. kedua. Untuk menyeimbangkan perkembangan sekulerisme. Madrasah dan Semangat Desentralisasi Pendidikan Dilihat dari sejarahnya setidak-tidaknya ada dua factor penting yang melatarbelakangi kemunculan madrasah. afrika. yaitu : pertama. Hasil studi The Third International Mathematics and Scienc Study Repeat 1999 (TIMSSR 1999) yang dilaksanakan pada 38 negara dari lima benua.

Antara Madrasah dan Non Madrasah : Suatu Pemahaman Simbolis Mungkin seseorang bertanya sebenarnya apa yang membedakan atau dimana letak perbedaan Antara Madrasah dan Non Madrasah? Yng jelas perbedaan antara keduanya adalah kalau madrasah wahana untuk membina ruh atau praktik hidup keislaman. keimanan (akidah). yaitu kompetensi budang ipteks dan imtak. karena posisi pengetahuan agama lebih sedikit dibandingkan sebelumnya. fikih. sejarah (kebudayaan) islam. dan bahkan ditambah dengan mata pelajaran bahasa arab sejak MI hingga MA. akhlak. 20/2003 tentang sisdiknas). 1. Akidah. sedangkan sekolah non-madrasah tidak demikian. yang sekarang diterapkan sebagai Madrasah Aliyah Kejuruan (Bidang keagamaan). Namun demikian apa makna madarasah sebagai wahana untuk membina ruh atau praktik keislaman? Di madrasah mata pelajaran islam dibagi ke dalam beberapa sub mata pelajaran. dan sejarah (kebudayaan) islam. Namun demikian. akhlak.dihadapkan pada kebijakan pembangunan nasional bidang pendidikan yang mempunyai visi terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga negara Indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas. Makna Substansi Madrasah Sebagai Wahana Untuk Membina Ruh atau Praktik Hidup Keislaman . sehingga porsi mata pelajaran pendidikan agam islam lebih banyak. dan porsinya hanya dua jam per minggu. ibadah syari‟ah muamalah (fiqih). Menurut wardiman jayanegoro (1994). maka menteri agama Munawir Sadzali mencoba menawarkan MAPK (Madrasah aliyah program khusus). sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah (baca penjelasan UU No. Hal ini dimaksudkan untuk menjawab problem kelangkaan umat yang menguasai kitab-kitab yang berbahasa arab serta ilmu-ilmu keislaman. yaitu Al-Qur‟an-hadist. Sedangkan madrasah aliyah non keagamaan tidak jauh beda dengan SMA. Sementara pada pendidikan nonmadrasah mata pelajaran pendidikan agama islam digabung menjadi satu. Lulusan MAPK diharapkan mampu menjawab tantangan tersebut. 2. didalamnya pada dasarnya juga meliputi Al-Qur‟an dan hadist. Ini tidak setidak-tidaknya menjadi kerisauan dari para guru madrasah. Untuk mengantisipasi kedangkalan pengetahuan agama dari lulusan madrasah. manusia yang berkualitas itu setidak-tidaknya mempunyai dua kompetensi. Lagi-lagi masalah persentase pengetahuan umum dan agama yang menjadi persoalan.

Pendidikan kewarganegaraan 2.dapat dijelaskan bahwa bidang studi PAI. Penjaskes 8. Seni dan budaya 7. akidah-akhlak. melatih serta mengajar dan/atau menciptakan suasana agar para peserta didik (lulusannya) menjadi manusia Muslim yang berkualitas. manusia yang selaras. Media/Sumber Belajar. Dalam arti. serta penciptaannya suasana lingkungan yang religious hars menjadi komitmen bagi setiap warga madrasah dalam rangka mewujudkan madrasah sebagai wahana untuk membina ruh dan praktik hidup keislaman. sikap hidup dan keterampilan yang berpekfektif islam. EQ (emotional quotient). Tenaga Kependidikan. CQ (creativity quotient). manusia nazhar dan I‟tibar. dan kebudayaan islam. IPS 6. 1987). Dana PENDIDIKAN AGAMA IQ EQ CQ SQ (al-qur’anhadist. serta manusia yang memakmurkan bumi. IPA 5.matematika 4. Model pengembangan kurikulum tersebut digambarkan dalam bentuk chart sebagai berikut. bahasa 3. Fiqih. Pemahaman manusia berkualitas dalam khazanah pemikitan islam sering disebut sebagai insan kamil (Zarkowi soejoeti. keterampilan (termasuk TIK) 9.SKI) ISLAM 1. yang terdiri dari Al-Qur‟an dan hadist. .akidahakhlak.fiqih. Muatan lokal Environtmen (lingkungan) Dari gambar tersebut. PAI juga menjadi motivator dan dinamisator bagi pengembangan kualitas IQ (intelligent quotient).Inti dari madrasah sebagai wahana untuk membina ruh atau prktik hidup keislaman ialah bahwa madrasah perlu dirancang atau diarahkan untuk membantu. Sejarah. Makna pendidikan di madrasah sebagai aktivitas (formal dan non-formal) dan sebagai fenomena dan sebagai fenomena/peristiwa (informal) semuanya termuat dan perlu terkondisikan di madrasah. Guru. dan SQ (spritiual quotient). peserta didik mampu mengembangkan pandangan hidup. yang mempunyai sifat-sifat. membimbing. manusia moralitas.

manusia memiliki potensi jismiyah. baik dipandang dari sudut ilmu pengetahuan. maupun etika. solving problem. bahwa pengembangan kurikulum berbasis kompetensi merupakan perwujudan dari pendekatan teknologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seseorang yang dianggap memiliki kompetensi dalam melakukan tugas atau pekerjaan tertentu memerlukan : 1) basis skills : reading. dan memiliki daya tarik dilihat dari sudut tekhnologi. Arithmetic. dan baik ditinjau dari sudut etika. self management. tindakan itu benar ditinjau dari sudut ilmu pengetahuan : Efisien. tekhnologi. 2) Thingking skills: thinking creatively. making decision. Dalam arti. Secara ontologism. Apa itu kompetensi? Kompetensi adalah seperangkat tindakan intelligent yang penuh tanggungjawab yang harus dimiliki seseorang sebagai syarat untuk dianggap mampu melaksanakan tugas-tugas dalam bidang pekerjaan tertentu.BAB VI MODEL PENGEMBANGAN KURIKULUM PERGURUAN TINGGI AGAMA ISLAM (PTAI) BERBASIS KOMPETENSI A. writing. Sifat intelligent harus ditunjukkan sebagi kemahiran. dan mathematics. and integrity (Muhaimin. sehingga dalam menyusun kurikulum atau program pendidikan bertolak dan analisis kompetensi yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas-tugas tertentu. nafsiah yang mengandung dimensi al-nafsu. elf-esteem. Karena itu ketiga kemampuan atau kecakapan tersebut harus termuat dalam pengembangan kurikulum. Sifat penuh tanggungjawab harus ditunjukkan sebagai kebenaran tindakan. dan al-qalb. B. dan potensi ruhiyah yang memancar dari dimensi . sociability. Gambaran Umum tentang KBK di PTAI Sebagaimana uraian pada bab terdahulu. ketetapan dan keberhasilan bertindak. efektif. al-aql‟. Landasan Pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi Pengembangan kurikulum berbasis kompetensi setidak-tidaknya bertolak dari landasan filosofis sebagai berikut. knowing how to learn and reasoning. 2002). visualizing things in the minds eye. speaking and listening. 3) Personal quality : individual responsibility.

Macam-macam Kompetensi Lulusan PTAI Perbedaan antara kurikulum sebelumnya dengan kurikulum berbasis kompetensi (KBK) dikalangan dikti. MKK. Bisa bekerjasama dengan orang lain atau berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi pihak lain.al-ruh dan al-fitrah. baik sebagai hamba Allah maupun khalifahnya. MKB. Memiliki ilmu pengetahuan dan keterampilan. C. Untuk dapat mewujudkan fungsi kekhalifahannya maka seseorang harus : 1. MKK Terbakukan dalam empat elemen kompetensi MPK. Manusia yang diciptakan adalah manusia yang mampu mengemban tugastugasnya dimuka bumi. diknas. MPB. Bisa melaksanakan tugas atau pekerjaan sesuai dengan ilmu dan keterampilan yang dimiliki. dipetakan sebagai berikut : Deskriptor Pembeda Kurikulum Sebelumnya Kurikulum sekarang (KBK) Approach Objectif Content-based Keutuhan penguasaan ilmu Competen-based Kebutuhan kompetensi berkarya dan method of inquiri Kapabel komprehensif professional Kompetensi dalam spectrum profesi Atribut penguasaan ilmu Struktur pengelompokan Kemampuan berkarya Kelompok penyusun kurikulum Sifat keberlakuan Instrumental adaftif pragmatic Tataan pohon ilmu Tidak terperinci secara jelas MKU. 4. sehingga ia mengadakan hubungan vertical dengan-Nya (hbl min Allah) sebagi manifestasi dari sikap teosentris manusia yang mengakui ketuhanan Yang Maha Esa. 2. MKDK. 3. MBB Sebagai pedoman penyusutan kurikulum instutisional Sebagai rambu-rambu penyusunan institusiona . Bisa menemukan jati dirinya sebagai apa atau siapa dirinya itu.

praktisi. Indikator Standar kompetensi bahan kajian Standar kompetensi mata kuliah Silabus mata kuliah Rencana perkuliahan dan implementasinya IMPLIKASINYA TERHADAP SISTEM PENDIDIKAN . dan users A. pengambil kebijakan. Kerangka Pikir Pengembangan SKL Pengembangan Kurikulum Pengembangan Agama Islam Langkah-langkah pengembangan SKL Landasan konseptual Landasan empiris Fungsi & tugas lulusan PTAI (divalidasi oleh akademis misi. Uraian kompetensi C.D. SKL B.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.