P. 1
BBL

BBL

|Views: 228|Likes:
Published by Eka Silitonga

More info:

Published by: Eka Silitonga on Mar 06, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/20/2014

pdf

text

original

BAB 1 PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Periode neonatal adalah periode yang sangat penting dalam kehidupan, dari penelitian menunjukkan bahwa lebih dari 50% kematian bayi terjadi pada periode neonatal yaitu dalam bulan pertama kehidupan. Kurang baiknya penanganan bayi baru lahir sehat akan menyebabkan kelainan-kelainan yang dapat mengakibatkan cacat seumur hidup, bahkan kematian. Misalnya sebagai akibat hipotermi pada bayi baru lahir dapat terjadi cool stress yang selanjutnya yang dapat mengakibatkan hipoksemia dan hipoglikemia dan

mengakibatkan kelainan otak, akibat selanjutnya adalah perdarahan otak, syok, beberapa bagian tubuh mengeras, dan keterlambatan tumbuh kembang. Ditinjau dari perkembangan dan pertumbuhan bayi, periode neonatal merupakan periode yang paling kritis. Pencegahan asfeksia, mempertahankan suhu tubuh bayi, terutama dengan bayi berat badab lahir rendah (BBLR), pemberian air susu ibu (ASI) dalam rangka menurunkan angka kematian bayi oleh karena diare, pencegahan terhadap infeksi, pemantauan kenaikan berat badan dan stimulasi psikologis merupakan tugas pokok bagi pemantau kesehatan bayi dan anak. B.Tujuan Penulisan 1. 2. Diharapkan mampu melaksanakan asuhan kebidanan normal aterm. Mampu melakukan pengkajian data, baik data subjektif maupun data objektif pada bayi baru lahir normal. 3. 4. 5. 6. Mampu melakukan analisa data dari hasil pengkajian data. Mampu merumuskan dignosa, masalah dan diagnosa potensial yang mungkin ada. Mampu melaksanakan rencana tindakan yang telah disusun. Mampu menyusun rencana tindakan yang akan dilakukan pada

bayi baru lahir normal. 7. Mampu melakukan evaluasi terhadap asuhan yang telah

dilaksanakan pada bayi baru lahir normal. 8. Mampu medokumentasikan hasil asuhan kebidanan pada bayi

baru lahir normal.

1

BAB II PEMBAHASAN A.TINJAUAN TEORI

1.Konsep Dasar Bayi Baru Lahir a. Pengertian Bayi Baru Lahir Bayi harus baru lahir adalah diri bayi dari yang baru mengalami ke proses kelahiran dan

menyesuaikan

kehidupan

intrautrine

kehidupan

extrautrine

(Jumiarni, 1994). b. Perubahan-perubahan yang Terjadi Segera Setelah Bayi Lahir Sebagai lingkungan akibat perubahan bayi lingkungan menerima dari kehidupan yang intrautrine bersifat ke

extrautrine,

rangsangan

kimiawi,

mekanik dan teknik. Hasil perangsangan ini membuat bayi mengalami perubahan metabolik pernapasan, sirkulasi dan lain-lain. (Jumiarni, 1994) 1) Gangguan Energi tambahan yang metabolisme diperlukan neonatus pada Karbohidrat jam-jam pertama

sesudah lahir, diambil dari metabolisme asam lemak, sehingga kadar gula darah daoat mencapai 120 mg/100 ml. Apabila oleh sesuatu hal misalnya bayi dari ibu yang menderita diabetes mellitus (DM) dan BBLR, perubahan glukosa menjadi glokogen akan meningkat atau terjadi gangguan pada metabolisme asam lemak yang tidak dapat memenuhi kebutuhan neonatus, maka kemungkinanbesar bayi akan mengalami hipoglikemia. 2) Gangguan Suhu Tubuh Segera bayi lahir, bayi akan berada ditempat yang suhu lingkungannya lebih rendah dari lingkungan dalam rahim. Suhu tubuh neonatus yang normal yaitu sekitar 36.5 °C sampai 37 °C. Bila bayi dibiarkan pada suhu kamar (25 °C) maka bayi akan kehilangan panas melalui evaporasi atau penguapan, konveksi dan radiasi sebanyak 200 kal/kg BB/menit, sedangkan pembentukan panas yang dapat diproduksi hanya sepersepuluh dari kehilangan panas diatas, dalam waktu yang bersamaan hal ini akan menyebabkan penurunan suhu sebanyak 2 °C dalam waktu 15 menit. Keadaan ini sangat berbahaya untuk neonatus terlebih bagi bayi BBLR, bayi dapat mengalami asfiksia karena tidak sanggup mengimbangi penurunan Akibat suhu tersebut dengan produksi panas yang akan dibuat sendiri. dan
2

suhu

yang

rendah

metabolisme

jaringan

meningkat

berakibat lebih mudah terjadinya oksidosis metabolik berat sehingga kebutuhan oksigen akan meningkat, selain itu hipotermi yang terjadi pada neonatus dapat menyebabkan hipoglikemia. Untuk mengurangi kehilangn panas tersebut diatas dapat ditanggulangi dengan mengatur suhu lingkungan, membungkus badan bayi dengan kain hangat, membungkus kepala bayai, disimpan ditempat tidur yang sudah dihangatkan atau dimasukkan sementara ke dalam inkubator. 3) Perubahan Sistem Pernafasan Pernapasan normal pada neonatus pertama kali pernapasan 30 datik

sesudah kelahiran. Pernapasan terjadi sebagai akibat adanya aktifitas normal dari susunan saraf pusat dan perifer yang dibantu oleh beberapa rangsangan lainnya, misalnya tekanan mekanis pada toraks sewaktu melawati jalan lahir. Penurunan tekanan oksigen dan kenaikan tekanan karbon dioksida pada paru-paru

merangsang kemoreseptor yang terletak pada sinus karotis sehingga bayi bernapas, rangsngan dingin didaerah muka dapat merangsang permulaan gerakan pernapasan. Tekanan pada rongga dada bayi sewaktu melalui jalan lahir

mengakibatkan bayi kehilangan setengah dari jumlah cairan yang ada di paru-paru (paru-paru pada bayi yang normal dan cukup bulan mengandung 80-100 ml cairan) sehingga sesudah bayi lahir cairan yang hilang diganti dengan udara, paru-paru berkembang dan rongga dada kembali pada bentuk semula. 4) Perubahan Sistem Sirkulasi Dengan berkembangnya paru-paru tekanan oksigen didalam alveoli

meningkat dan tekanan karbon dioksida menurun, hal ini mengakibatkan aliran darah ke paru-paru meningkat, akaibatnya darah dari arteri pulmonalis mengalir ke paru-paru dan duktus arteriosus menutup. Dengan terpotongnya tali pusat, arteri dan vena umbilicalis menciut, aliran darah dari plasenta melalui vena cava superior dan foramen ovale ke aterium kiri terhenti, paru-paru mulai berfungsi. Dengan masuknya darah dari paru-paru kedalam atrium kiri tekanan di atrium kiri menjadi lebih tinggi dari pada tekanan di atrium kanan, hal ini menyebabkan foramen menutup, sirkulasi janin berubah menjadi sirkulasi bayi yang hidup diluar badan ibu. 5) Perubahan Sistem Pencernaan Bayi Baru Lahir (BBL, newborns) harus memulai untuk memasukkan, mencerna dan mengabsrobsi makanan setelah lahir,sebagaimana plasenta telah melakukan
3

fungsi ini (Gorrie, et al., 1998). Saat lahir kapasitas lambung BBL sekitar 6 ml/kg BB, atau rata-rata sekitar 50-60 cc, tetapi segera bertambah sampai sekitar 90 ml selama beberapa hari pertama kehidupan. Lambung akan kosong dalam 3 jam (Olds, et al., 1980) untuk pemasukan makanan dan kosong sempurna dalam 2 sampai 4 jam. (Gorrie, et al., 1998). Spingter cardiac antara esophagus dan lambung pada neonatus masih immature (Olds, et al., 1980), BBL mempunyai usus yang lebih panjang dalam ukurannya terhadap besar bayi dan jika dibandingkan dengan orang dewasa. Keadaan ini menyebabkan area permukaan untuk absorbsi lebih luas (Gorrie, et al., 1998). Bising usus pada keadaan normal dapat didengar pada 4 kuadran abdomen dalam jam pertama setelah lahir akibat bayi menelan udara saat menangis dan system saraf simpatis merangsang peristaltic Saat lahir saluran cerna steril. Sekali bayi terpapar dengan lingkungan luar dan cairan mulai masuk, bakteri masuk ke saluran cerna. Flora normal usus akan terbentuk dalam beberapa hari pertama kehidupan (Gorrie, et al., 1998) sehingga meskipun saluran cerna steril saat lahir, pada kebanyakan bayi bakteri dapat dikultur dalam 5 jam setelah lahir. Bakteri ini penting untuk pencernaan dan untuk sintesa vitamin K (Olds, et al., 1980). 6) Perubahan Sistem Hepar 7) Perubahan Sistem Ginjal Bayi baru lahir cukup bulan memiliki beberapa defisit struktural dan fungsional pada sistem ginjal. Banyak dari kejadian defisit tersebut akan membaik pada bulan pertama kehidupan dan merupakan satu-satunya masalah untuk bayi baru lahir yang sakit atau mengalami stes. Keterbatasan fungsi ginjal menjadi konsekuensi khusus jika bayi baru lahir memerlukan cairan intravena atau obat-obatan yang meningkatkan kemungkinan kelebihan cairan. Ginjal bayi baru lahir menunjukkan penurunan aliran darah ginjal dan penurunan kecepatan filtrasi glomerulus. Kondisi itu mudah meyebabkan retensi cairan dan intoksikasi air. Fungsi tubulus tidak matur sehingga dapat menyebabkan kehilangan natrium dalam jumlah yang besar dan ketidak seimbangan elektrolit lain. Bayi baru lahir tidak mampu mengonsentrasikan urine yang baik yang tercermin dalam berat urine ( 1,004 ) dan osmolitas urine yang rendah. Semua keterbatasan ginjal ini lebih buruk pada bayi kurang bulan.
4

Bayi baru lahir mengekskresikan sedikit urine pada 48 jam pertama kehidupan, serinmgkali hanya 30 hingga 60 ml, seharusnya tidak terdapat protein atau darah dalam urine bayi baru lahir. Debris sel yang banyak dapat mengidentifikasi adanya cedera atau iritasi di dalam sistem ginjal. Bidan harus ingat bahwa adanya massa abdomen yang ditemukan pada pemeriksaan fisik seringkali adalah ginjal dan dapat mencerminkan adanya tumor, pembesaran, atau penyimpangan didalam ginjal.

2. Konsep Dasar Asuhan Kebidanan pada Bayi Baru Lahir Normal Asuhan segera pada bayi baru lahir normal adalah asuhan yang diberikan pada bayi selama jam pertama setelah kelahiran. Aspek penting dari asuhan segera setelah lahir adalah: a. Menjaga agar bayi tetap hangat dan terjadi kontak antara kulit bayi dengan kulit ibu. 1) Pastikan bayi tetap hangat dan terjadi kontak antara kulit bayi dengan kulit ibu. 2) Ganti handuk/kain yang basah, dan bungkus bayi tersebut dengan selimut dan Memastikan bahwa kepala telah terlindung dengan baik untuk mencegah keluarnya panas tubuh. 3) Pastikan bayi tetap hangat dengan memeriksa telapak bayi setiap 15 menit. 4) Apabila telapak bayi terasa dingin, periksa suhu aksila bayi. 5) Apabila suhu kurang dari 36,5 C, segera hangatkan bayi. b. Mengusahakan adanya kontak antara kulit bayi dengan kulit ibunya sesegera mungkin. 1) Berikan kepada ibunya sesegera mungkin. Kontak dini antara ibu dan bayi sangat penting untuk kehangatan mempertahankan panas yang benar pada bayi baru lahir dan ikatan batin dan pemberian ASI. 2) Dorong ibu untuk menyusui bayinya apabila bayi telah siap dengan menunjukkan rooting reflek. Jangan paksakan bayi untuk menyusui. 3) Jangan pisahkan bayi sedikitnya satu jam setelah persalinan. c. Menjaga Pernapasan 1) Memeriksa pernapasan dan warna kulit setiap 5 menit. 2) Jika tidak bernapas, lakukan hal-hal sebagai berikut: keringkan bayi dengan selimut atau handuk hangat, gosoklah punggung bayi dengan lembut. 3) Jika belum bernapas setelah 1 menit mulai resusitasi 4) Bila bayi sianosis/kulit biru, atau sukar bernapas/frekuensi pernapasan 30>60 kali/menit, berikan oksigen dengan kateter nasal.
5

d. Merawat Mata 1) Berikan Eritromicin 0,5% atau Tetrasiklin 1%, untuk pencegahan penyakit mata karena clamidia, atau 2) Berikan tetes mata perak nitrat atau Neosporin segera setelah lahir.

6

B.TINJAUAN KASUS

ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI BARU LAHIR PADA By. Ny. ³A´ Umur 0 Hari BPS RINI WAHYUNI DEPOK, SLEMAN-YOGYAKARTA Tanggal Pengkajian : 11- 12 -2011 Pukul : 17.00 WIB Tempat : BPS Rini Wahyuni Nomor Rekam Medik : I. Pengumpulan Data Dasar A. Data Subjektif 1. Identitas 1.Bayi Nama bayi : By.Ny. ³A´ Jenis kelamin : Laki-laki Tanggal lahir : 11-12-2011 Jam : 15.00 WIB Anak ke :2 2.Orang-Tua Nama Ibu : Ny. ³A´ Nama Ayah : Tn.´P´ Umur : 25 thn Umur : 30 thn Pendidikan : SMU Pendidikan : SMU Agama : Islam Agama : Islam Suku/Bangsa : Jawa Suku/Bangsa : Jawa Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Swasta Alamat : Gowok, Catur tunggal, Depok, Sleman-Yogyakarta 2. Alasan Perawatan: Bayi baru lahir tgl 11 desember 2011 pukul 15.00 WIB butuh perawatan lebih lanjut. 3. Keluhan utama : Tidak ada 4. Riwayat Kesehatan a. Riwayat Penyakit Ibu : - Menular : TBC HIV/AIDS

PMS Hepatitis
7

- Menurun

- Menahun

lain-lain...... : DM Hepertensi lain-lain...... : Jantung lain-lain.....

Tidak ada Asma Malaria Tidak ada Tidak ada

b. Riwayat Penyakit Keluarga : - Menular : TBC HIV/AIDS lain-lain...... : DM Hepertensi lain-lain...... : Jantung lain-lain..... PMS Hepatitis Tidak ada Asma Malaria Tidak ada Tidak ada

- Menurun

- Menahun

c. Riwayat Penyakit Kehamilan - Pendarahan : Ya - Pre eklampsi : Ya - Eklampsia : Ya - Penyakit Kelamin : Ya, sebutkan : ... - Lain-lain :-

Tidak Tidak Tidak Tidak

d. Kebiasaan waktu hamil - Makanan yang membahayakan : Ya - Obat-obatan/jamu : Ya - Merokok : Ya - Pola Pemenuhan Kebutuhan : a.Eliminasi Miksi : sudah belum warna : jernih kuning jernih lain-lain : ... tgl : 11 desember 2011 Mekonium : sudah belum warna : hitam pekat hijau merah lain-lain : ... tgl : 11 desember 2011 b.Nutrisi : ASI

Tidak Tidak Tidak

kuning pekat jam :17.00WIB

jam : 16.30WIB

: belum keluar sudah keluar lancar

keluar belum lancar

8

Bayi menetek Minum ASI

: lemah : 8x/perhari

kuat

- Data Psikososial Respons ibu terhadap anak : menerima menolak bahagia Respons keluarga terhadap anak : menerima menolak bahagia

lain-lain : ... lain-lain : ...

e. Riwayat kehamilan, persalinan yang lalu : Hamil Tanggal Jenis Penyulit Ke Lahir Persalinan Komplikasi 1 10-122008

Penolong Tempat

BBL

Keadaan Anak hidup mati

normal distocia bahu bidan BPS 3000 forcep macrosomia dokter RB gram vakum persalinan dukun RS operasi lama lainRumah caesar kelainan lain : ... lainlain-lain : presentasi janin, lain : ... ... sebutkan : ... tidak ada

9

f. Riwayat Persalinan Sekarang Usia kehamilan : 37 minggu Lama persalinan : Kala I : 16 jam Kala II : 1 jam Kala III : 45 menit Kala IV : 2 jam Keadaan air ketuban : Jernih bercampur darah Waktu pecah : 14.45 WIB Jenis persalinan Lilitan tali pusat Episiotomi Obat-obatan dipergunakan Ditolong oleh :

bercampur mekonium kering

normal forcep operasi caesar lain-lain : ... : ya tidak : ya tidak : Tidak ada : bidan dokter dukun lain-lain, sebutkan : ...

vakum

B. Data Objektif 1.Pemeriksaan Umum Keadaan Umum : Baik Kesadaran : Composmentis Tanda ± tanda vital : Suhu : 36,5 C RR : 40x/menit Nadi : 130x/menit Nilai APGAR Sore Menit Tanda 0 1 Menit Ke- 1 -Frekuensi Jantung -Usaha bernapas -Tonus otot -Reflex -Warna tak ada tak ada lumpuh tak bereaksi biru/pucat < 100 lambat tak teratur ext flexi sedikit gerakan sedikit tumbuh kemerahan tangan dan kaki

BB : 3100gr PB : 53cm 2 > 100 menangis kuat gerakan aktif menangis kemerahan Jumlah 8

10

Menit Ke-5

-Frekuensi Jantung -Usaha bernapas -Tonus otot -Reflex -Warna

tak ada tak ada lumpuh tak bereaksi biru/pucat

< 100 lambat tak teratur ext flexi sedikit gerakan sedikit tumbuh kemerahan tangan dan kaki

> 100 menangis kuat gerakan aktif menangis kemerahan

9

RESUSITASI Pengisapan Lendir Ambu Massage jantung Intubasi Endutraheal Oksigen Therapi Keterangan

: ya tidak : ya tidak : ya tidak : ya tidak : ya tidak : Tidak ada : Tidak ada

Rangsangannya Lamanya Lamanya Nomor Lamanya

: : : : :

ya

tidak menit menit menit

2.Pemeriksaan Fisik a. Kepala Moulage : tulang-tulang kepala janin terpisah tulang-tulang kepala janin hanya saling bersentuhan tulang-tulang kepala janin saling tumpang tindih, masih dapat dipisahkan tulang-tulang kepala janin saling tumpang tindih, tidak dapat dipisahkan lagi Bentuk kepala : messocepalus mikrocepalus hidrocepalus Caput Sucudenum : ya tidak Caput Hematom : ya tidak b.Mata Bentuk mata Strabismus Sklera Keadaan

: simetris : ya : putih bersih : bersih

tidak simetris tidak kekuningan/ikterik kotor : ....

lain-lain : ...

c. Hidung Pernafasan cuping hidung Keadaan Lubang hidung

: ya : bersih : simetris

tidak kotor : .... tidak simetris

11

d. Mulut Bentuk : Refleks hisap : Gusi : e. Telinga Posisi Keadaan

normal palatoscisis kuat lemah merah merah muda

labioscisis tidak menghisap pucat

labiopalatoscisis

: simetris : bersih

tidak simetris kotor : ....

f. Leher Pembesaran vena / kelenjar

:

normal k. getah bening

k. parotis vena jugularis

k. tiroid

g. Dada Denyut jantung Mamae Pernafasan h. Perut Tali pusat Bising usus Kembung

: 120x/menit : simetris : wheezing

tidak simetris normal lain-lain : ...

: : :

baik perdarahan ya tidak ya tidak

lain-lain : ...

i. Ekstremitas Atas : Jari tangan Posisi dan bentuk Pergerakan Bawah : Jari kaki Posisi dan bentuk Pergerakan j. Genetalia jenis kelamin : perempuan : Laki-laki

: lengkap : simetris : aktif : lengkap : simetris : aktif

polidaktili lain-lain : ... tidak simetris tidak aktif polidaktili lain-lain : ... tidak simetris tidak aktif

laki-laki lubang vagina uretra labia minora : testis lain-lain : ... berlubang

perempuan labia mayora lain-lain : ... penis berlubang pada ujung

k. Anus

:

atresia ani

3.Pemeriksaan Refleks Mengisap (suckling)

:

positif

negatif
12

Refleks kaki (stapping) : Menggenggam (graping) : Refleks moro (sistem syaraf) :

positif positif positif

negatif negatif negatif

4.Pengukuran antopometri BB : 3100 gr TB : 53 cm Lingkar Kepala : SOB : 32 cm FO : 34 cm MO : 35 cm Lingkar Dada : 34 cm Lila : 12 cm 5.Pemeriksaan Penunjang Tidak ada 6.Data Penunjang Tidak ada II. INTERPRETASI DATA A.Diagnosa Kebidanan Bayi baru lahir umur 0 hari lahir spotan jenis kelamin laki-laki dan normal. Ds : Ibu mengatakan sangat bahagia dengan kelahiran bayinya. Ibu mengatakan ini kelahiran yang ke 2. Do : KU : Baik Tanda vital : BB : 3100 gram Suhu : 36,5 c PB : 53 cm RR : 40x / menit APGAR Scor: 8-9 B.Masalah Tidak ada III. DIAGNOSA POTENSIAL Tidak ada IV. ANTISIPASI TINDAKAN SEGERA Tidak ada V. PERENCANAAN Beritahu ibu tentang keadaan bayinya sesuai pemeriksaan Berikan vaksin Hepatitis B jaga kehangatan bayi untuk mencegah terjadinya hipotermi Anjurkan ibu untuk menyusui bayi saat bayinya mau atau saat bangun tidur
13

-

Ajarkan ibu cara memandikan bayi Pantau keadaan umum bayi Beritahu ibu tanda bahaya pada bayi baru lahir Anjurkan ibu untuk melakukan kunjungan ulang pada 1 minggu kemudian

VI. IMPLEMENTASI

tgl : 11-12-2011

jam : 18.00WIB

oleh : bidan

- Menjelaskan kepada ibu bahwa hasil pemeriksaan bayinya normal, tidak ditemukan kelainan, nilai apgar bagus dan keadaan bayi baik - Melakukan penghangatan pada bayi yaitu dengan memakai baju, topi, sarung tangan-kaki, dan bayi dibedong. - Memberitahukan ibu untuk menyusui bayinya sesering mungkin untuk membantu proses involusi uterus ibu dan melancarkan ASI - Mengajarkan ibu cara memandikan bayi yang benar - Melakukan pemantauan keadaan umum bayi yaitu suhu, nadi, pernapasan - Memberitahu ibu tentang tanda bahaya pada bayi seperti bayi malas menetek, suhunya lebih dari 36 c, tali pusat berdarah/nanah, bayi kejang dan membiru - Memberitahukan ibu untuk kunjungan ulang 1 minggu kemudian

VII. EVALUASI -

tgl : 11-12-2011

jam : 18.30WIB

oleh : bidan

Ibu sudah keadaan bayinya baik Sudah diberikan vaksin Hepatitis B Sudah dilakukan penghangatan pada bayi Ibu mau menyusui bayinya sesering mungkin Ibu sudah tahu cara memandikan bayi Sudah dilakukan pemantauan keadaan umum bayi Ibu sudah mengerti tentang tanda-tanda bahaya pada bayi Ibu bersedia untuk lakukan kunjungan ulang 1 minggu kemudian

14

BAB I11 PENUTUP A. Kesimpulan 1. Tujuan utama perawatan bayi baru lahir adalah membersihkan jalan

napas, memotong dan merawat tali pusat, mempertahankan suhu tubuh bayi dan pencegahan infeksi. 2. Hal-hal yang perlu dipantau pada bayi yang baru lahir adalah suhu badan dan lingkungan bayi, tanda-tanda vital, berat badan bayi baru lahir, kebersihan dan perawatan kulit bayi dan perawatan tali pusat dengan antibiotik dan kasa kering steril. 3. Bayi baru lahir dinyatakan sakit atau abnormal apabila mempunyai salah satu atau beberapa tanda antara lain : sesak napas dengan frekuensi pernapasan • 60 kali/menit, terdapat retraksi dada, bayi malas minum, suhu bayi panas atau sangat dingin, gerak bayi kurang aktif dan bayi berat badan lahir rendah (15002500 gr).

B. Saran Bayi baru lahir merupakan suatu masa yang akan menentukan pertumbuhan dan perkembangan masa bayi. Mengingat hal tersebut, penanganan yang baik dan sesuai dengan prosedur kebidanan sangat dipengaruhi untuk menjamin keselamatan dan kesehatan masa itu.

15

DAFTAR PUSTAKA

1. Sudarti dan Endang Khoirunnisa.2010.Asuhan Kebidanan Neonatus, Bayi dan Balita.Yokyakarta:Nuha Medika 2. Sulistyawati,Ari dan Esti Nugraheny.2010.Asuhan Kebidanan pada Ibu Bersalin.Jakarta:Salemba Medika

16

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->