P. 1
Artikel Asam-Basa

Artikel Asam-Basa

|Views: 278|Likes:
Published by Aan Andri Yano

More info:

Published by: Aan Andri Yano on Mar 06, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/29/2015

pdf

text

original

Artikel Asam-Basa Nama : Nurhayati Kelas : XI IPA 4 Dalam kehidupan sehari-hari kita sering menemukan rasa

pahit, getir, asam asin dan manis pada makanan atau minuman yang kita cicipi, bukan? Pada dasarnya rasa makanan, minuman atau zat tertentu yang terasa asam, pahit, getir, asin dan manis disebabkan karena sifat zat tersebut, yaitu sifat yang berkaitan dengan asam, basa dan garam. Rasa asam terkait dengan suatu zat yang dalam ilmu kimia digolongkan sebagai asam. Rasa pahit terkait dengan bahan lain yang digolongkan sebagai basa. Namun, tidak semua yang mempunyai rasa pahit merupakan basa. Basa dapat dikatakan sebagai lawan dari asam. Jika asam dicampur dengan basa, maka kedua zat itu saling menetralkan, sehingga sifat asam dan basa dihilangkan. Hasil reaksi antara asam dengan basa kita sebut garam. Adapun rasa manis terkait dengan kehadiran sifat asam dan basa secara bersama-sama.Untuk memperoleh pengetahuan tentang sifat asam, basa dan garam suatu zat lebih jauh lagi, silahkan baca artikel-artiikel kami pada tombol di samping kiri Anda. Asam Sekitar tahun 1800, banyak kimiawan Prancis, termasuk Antoine Lavoisier, secara keliru berkeyakinan bahwa semua asam mengandung oksigen. Lavoisier mendefinisikan asam sebagai zat mengandung oksigen karena pengetahuannya akan asam kuat hanya terbatas pada asam-asam okso dan karena is tidak mengetahui komposisi sesungguhnya dari asamasam halida, HCI, HBr, dan HI. Lavoisier-lah yang memberi nama oksigen dari kata bahasa Yunani yang berarti “pembentuk asam”. Setelah unsur klorin, bromin, dan iodin teridentifikasi dan ketiadaan oksigen dalam asam – asam halida ditemukan oleh Sir Humphry Davy pada tahun 1810, definisi oleh Lavoisier tersebut hares ditinggalkan. Kimiawan Inggris pada waktu itu, termasuk Humphry Davy, berkeyakinan bahwa semua asam mengandung hidrogen. Setelah itu pada tahun 1884, ahli kimia Swedia yang bernama Svante August Arrhenius dengan menggunakan landasan ini, mengemukakan teori ion dan kemudian merumuskan pengertian asam. Basa

tidak dianjurkan untuk mengenali asam dan basa dengan. Ion hidroksida (OH-) terbentuk karena senyawa hidroksida (OH) mengikat satu elektron saat dimasukkan ke dalam air.ali dengan menggunakan zat indikator. sebab banyak diantaranya yang dapat merusak kulit (korosif) atau bahkan bersifat racun. asam dan basa saling berlawanan. maka akan terbentuk ion hidroksida (OH-) dan ion positif menurut reaksi sebagai berikut. Asam dan basa dapat diken. Namun begitu. maka dalam hal ini basa mempunyai arti sebagai berikut. . cara mencicipinya. yaitu zat yang meniberi warna berbeda dahlia) lingkungan asam dan lingkungan basa (zat yang warnanya dapat berubah saat berinteraksi atau bereaksi dengan senyawa asam maupun senyawa basa). maka ketika suatu senyawa basa di larutkan ke dalam air. Secara kimia. Indikator asam basa Telah disebutkan bahwa asam mempunyai rasa asam.Basa adalah zat-zat yang dapat menetralkan asam. Basa yang larut dalam air disebut alkali. Basa adalah zat yang jika di larutkan dalam air akan menghasilkan ion hidroksida (OH-) Berdasarkan pengertian basa di atas. sedangkan basa mempunyai rasa pahit. Jika zat asam menghasilkan ion hidrogen (H+) yang bermuatan positif.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->