Model Pembelajaran IPS SD -----------------------Model pembelajaran pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) bagi murid sekolah dasar hendaknya

sesuai dengan kebutuhan anak usia sekolah dasar yaitu antara 6 - 12 tahun, dimana anak-anak pada usia ini bagaikan kertas putih yang akan di tulis tinta oleh para pengajarnya yang akan berguna bagi mereka untuk dapat di terapkan dalam kehidupan mereka namun mudah untuk di mengerti oleh mereka karena pola pikir mereka yang masih sederhana yang hanya memikirkan hal-hal pada saat ini saja dan belum memikirkan untuk masa yang akan datang sehingga perlu untuk diterapkan model pembelajaran atau teknik yang dapat memungkinkan mereka untuk memahami hal ini. Peranan pengajaran IPS begitu unik karena harus mendidik dan mempersiapkan para murid agar dapat hidup di dunianya dan memahami dunianya dimana di perlukan kualitas personal dan kualitas sosial yang merupakan hal penting,menurut A.K. Ellis (1991), bahwa alasan diajarkannya mata pelajaran IPS di sekolah adalah sebagai berikut : 1. IPS memberikan tempat abgi siswa untuk belajar dan mempraktekkan demokrasi 2. IPS dirancang untuk membantu siswa memahami "dunianya" 3. IPS adalah sarana untuk mengembangkan diri siswa secara positif 4. IPS membantu siswa untuk memperoleh pengetahuan mendasar tentang sejarah, geographi, dan ilmu-ilmu sosial lainnya 5. IPS meningkatkan kepekaan sosial siswa terhadap masalah-masalah sosial. Berbagai cara dan teknik dikaji untuk memungkinkan konsep-konsep abstrak dapat dipahami murid, Bruner (1978) memberikan pemecahan berbentuk jembatan bailey untuk menkongkritkan yang abstrak itu dengan enactive, iconic, dan simbolic melalui percontihan dengan gerak tubuh,gambar, bagan, grafik, gerak tubuh, peta, grafik, lambang, atau elaborasi dalam kata yang dapat dipahami murid. Oleh karena itu mata pelajaran IPS menjelaskan dari hal-hal yang kongkrit kepada hal yang abstrak dengan pola pendekatan lingkungan yang semakin meluas, memulai yang mudah ke yang sukar, dari sempit ke yang luas dan dari yang dekat ke yang jauh: Individu, Keluarga,Tetangga, RT/RW, Desa, Kelurahan, Kabuapten/Kota, Propinsi, Negara, Negara Tetangga, Dunia. Anak bukanlah replika orang dewasa dalam format kecil yang dapat dimanipulasi sebagai tenaga buruh yang murah, melainkan anak adalah entitas yang unik dan memiliki berbagai potensi yang masih latent yang memerlukan proses dan sentuhan-sentuhan tertentu dalam pengembangannya. Mereka memulai dari egosentrisme dan berkembang dengan kesadaran akan ruang dan waktu yang semakin meluas dan mencoba serta berusaha melakukan aktivitas yang berbentuk intervensi dalam dunianya. Oleh karena itu pendidikan IPS adalah salah satu upaya yang akan membawa kesadaran ruang, waktu, dan lingkungan bagi anak (Farris and Cooper , 1994 : 46). Ada sejumlah pengertian kurikulum menurut para ahli, namun pada umumnya kurikulum terkait dengan pengalaman yang harus dikuasai dan rencana serta target yang perlu di capai. Dalam standar kompetensi kelulusan dikemukakan bahwa kelompok mata

seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah ruang lingkup pelajaran IPS meliputi aspek-aspek berikut : 1. perkembangan. Bahan kajian ilmu pengetahuan sosial.pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi pada SD dimaksudkan untuk mengenal. tidak ada satu persiapan yang bisa digunakan untuk segala situasi. Sesuai dengan tahapan pegembangan anak. Pembelajaran tematik adalah pembelajaran terpadu yang menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga dapat memberikan pengalaman bermakna kepada siswa. Model satuan pelajaran adalah bagian dari persiapan pembelajaran dalam unit yang terkecil. teknologi. Perencanaan pembelajaran bisa dibuat dalam bentuk Unit pelajaran atau satuan pelajaran. menyikapi. Keberlanjutan. setiap topik dan setiap kompetensi yang akan di capai memerlukan persiapan yang berbeda-beda. sehingga siswa dapat memperoleh pengalaman langsung dan terlatih untuk dapat menemukan sendiri berbagai pengetahuan . penggunaan pendekatan dan metode. kepentingan murid dan lingkungannya 2. Sistem Sosial dan Budaya 4. konsep belajar dan pembelajaran bermakna. dan sebagainya dimaksudkan untuk mengembangkan pengetahuan. Pembelajaran tematik lebih menekankan pada keterlibatan siswa dalam proses belajar secara aktif dalam proses pembelajaran. pendekatan dan metode mengajar. beragam dan terpadu 3. berpusat dari potensi. Perilaku Ekonomi dan Kesejahteraan Setiap kegiatan pembelajaran memerlukan persiapan yang berbeda-beda. pemahaman. maka kegiatan pembelajaran bagi anak kelas awal SD sebaiknya dilakukan denagn pembelajaran tematik. penggunaan media. Kurikulum di kembangkan berdasarkan atas : 1. dan penilaian pengajaran IPS dalam suatu alokasi waktu yang akan dilaksanakan pada masa tertentu untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. belajar sepanjang hayat 7. antara lain. kesehatan. dan Perubahan 3. sejarah. dan kemampuan analisis peserta didik terhadap kondisi sosial masyarakat. relevan dengan kebutuhan kehidupan 5. ilmu bumi. Manusia. dan (3) evaluasi keberhasilan. Tempat. Tidak ada format baku dalam penyusunan persiapan mengajar. dan seni 4. media pengajaran dan pengalaman mengajar. tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. Perencanaan pengajaran IPS diartikan sebagai proses penyusunan materi pelajaran. kebutuhan. karakteristik cara anak belajar. menyeluruh dan berkesinambungan 6. dan mengapresiasi ilmu pengetahuan dan teknologi serta menanamkan kebiasaan berpikir dan berperilaku ilmiah yang kritis. ekonomi. dan Lingkungan 2. dan mandiri. Waktu. (2) materi pelajaran/bahan ajar. Oleh karena itu guru diharapkan dapat mengembangkan format-format baru. kreatif. Rencana pembelajaran mengandung tiga komponen yaitu : (1) Tujuan pengajaran.

Suara yang disertai visualisasi (audio-visual) seperti tayangan televisi.yang dipelajari. Mereka memandang dunia dalam keseluruhan yang utuh. jurnal. Untuk melatih tingkat kognitif yang levelnya lebih tinggi dapat digunakan pembelajaran dengan inquiry. seperti bagan. data dll 2. dan diimplementasikan dari KBK IPS di tingkat SD itu.studentmagz. flip chart. Pengajar juga perlu sadar bahwa tidak semua anak senang dengan peragaan media. khususnya di kalangan pendidikan. Padahal bahan materi IPS penuh dengan pesan-pesan yang bersifat abstrak. meskipun semenjak digulirkan (2001) sudah ada beberapa sekolah yang memberlakukannya. surat kabar. dan bukan masa depan yang belum bisa mereka pahami (=abstrak).6 orang atau lebih saling berpasangan untuk bertukar pendapat serta saling membantu satu sama lain dalam rangka mencapai kompetensi yang telah ditentukan. Anak dalam kelompok usia 7-11 tahun menurut Piaget (1963) berada dalam perkembangan kemampuan intelektual/kognitifnya pada tingkatan kongkrit operasional. gambar. matrik. dsb 4. Teknik pembelajaran ini diterapkan dalam kelas diman siswa dalam satu kelas di bagi dalam kelompok kecil 4 . Demikian halnya harapan yang sama ditujukan bagi KBK pendidikan IPS di tingkat SD. dalam bentuk uji coba atau menjadi pilot project dari Depdiknas. Hal-hal yang bersifat materil. dipahami. Yang mereka pedulikan adalah sekarang (=kongkrit).mereka pelajari dan menghubungkannya dengan konsep lain yang telah dipahami. Gaung KBK kiranya sudah menggema ke seluruh pelosok persada tanah air tercinta.com/2011/03/model-pembelajaran-ips-sd. Pendidikan IPS untuk Sekolah Dasar Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di SD harus memperhatikan kebutuhan anak yang berusia antara 6-12 tahun. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Melalui pengalaman langsung siswa akan memahami konsep-konsep yang . dan brosur. Suara (audio) baik suara guru ataupun suara kaset 3. Media pembelajaran adalah sarana yang membantu para pengajar. seperti model-model. . dan menganggap tahun yang akan datang sebagai waktu yang masih jauh. Konsep-konsep seperti waktu.htm Pendahuluan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) secara nasional akan diimplementasikan pada tahun pembelajaran 2004-2005. flanel. 7. bermain peran dll 6. video. Tulisan ini mencoba memberikan deskripsi tentang hal-hal apa saja yang perlu diketahui. Peristiwa atau cerita kasus yang mengandung dilema moral. Pembelajaran dengan inquiry adalah pengajaran yang membantu siswa untuk menguji pertanyaan-pertanyaan. Hal-hal yang bersifat visual. Pembelajaran cooperative learning merupakan model pembelajaran dimana secara teknik menggunakan asas kerjasama dalam sebuah kelompok belajar. Gerak. Jenis media yang bisa dikembangkan dalam pembelajaran materi IPS diantaranya : 1. atau masalah yang dihadapi siswa sekaligus menjadi perhatian guru. majalah. issu-issu. http://www. perubahan. Barang cetakan seperti buku. benda contoh dll 5. dan perilaku seperti simulasi. film. sikap.

gambar. dari yang dekat ke yang jauh. atau elaborasi dalam kata-kata yang dapat dipahami siswa. Mereka yang memulai dari egosentrisme dirinya kemudian belajar. melainkan. dan lingkungan sekitar bagi anak (Farris and Cooper. dan keterampilan (skills) lainnya untuk melakukan inkuiri terhadap fenomena secara sistematik. dan reflective inquiry. yang memiliki berbagai potensi yang masih latent dan memerlukan proses serta sentuhan-sentuhan tertentu dalam perkembangannya. di bawah ini akan diungkapkan beberapa tema IPS SD yang perlu mendapat perhatian kita bersama. IPS SD diprogramkan dalam bentuk pelajaran Sejarah bersama-sama Kewargaanegara (Citizenship) dengan alokasi waktu 3 jam pelajaran setiap minggu. dan symbolic melalui percontohan dengan gerak tubuh. kelurahan/desa. iconic. · Memberikan klarifikasi nilai-nilai yang sudah dimiliki siswa. negara. keterangan lanjut. dan Ilmu Sosial (Social Sciences) sebanyak 3 jam pelajaram setiap minggu sejak kelas III. Agar diterima. dari yang sempit menjadi lebih luas. lambang. waktu. analisis. Pola Pendekatan Lingkungan yang Semakin Meluas Pembelajaran IPS SD akan dimulai dengan pengenalan diri (self). propinsi.kesinambungan (continuity). lingkungan RT. anak adalah entitas yang unik. grafik. demokrasi. bahwa tiga tradisi besar IPS (Social Studies) adalah good citizenship. lingkungan. negara tetangga. dan VI. peranan. kecamatan. Maka dari itu. dan martabat manusia (the dignity of man and work) sebagai upaya membangun kelas yang demokratis. kesetaraan. Bruner (1978) memberikan pemecahan berbentuk jembatan bailey untuk mengkongkritkan yang abstrak itu dengan enactive. pendidikan IPS adalah salah satu upaya yang akan membawa kesadaran terhadap ruang. social sciences. Anak bukanlah sehelai kertas putih yang menunggu untuk ditulisi. arah mata angin. RW. V. 1994 : 46). Itulah sebabnya IPS SD bergerak dari yang kongkrit ke yang abstrak dengan mengikuti pola pendekatan lingkungan yang semakin meluas (expanding environment approach) dan pendekatan spiral dengan memulai dari yang mudah kepada yang sukar. ritual. karena basis dari disiplin ini terletak pada fenomena yang telah diobservasi di dunia nyata. Berbagai cara dan teknik pembelajaran dikaji untuk memungkinkan konsep-konsep abstrak itu dipahami anak. dan seterusnya : dunianegara tetangga-negara-propinsi-kota/kabupaten-kecamatan-kelurahan/desa-RT/RW-tetanggakeluarga-Aku. walaupun diungkapkan secara filosofis. dan temuan-temuan penelitian dari synthetic science ditentukan setelah fakta terjadi atau diobservasi. generalisasi. Tema-tema IPS SD yang Perlu Mendapat Perhatian Secara gradual. tetangga. . kekuasaan. 1988 : 66-67). peta. akulturasi. antara lain : (1) IPS SD sebagai Pendidikan Nilai (value education). atau replika orang dewasa dalam format kecil yang dapat dimanipulasi sebagai tenaga buruh yang murah. · Nilai-nilai inti/utama (core values) seperti menghormati hak-hak perorangan. dan mencoba serta berusaha melakukan aktivitas yang berbentuk intervensi dalam dunianya. IV. dan tidak sebelumnya. kota/kabupaten. Konsep. atau kelangkaan adalah konsep-konsep abstrak yang dalam program studi IPS harus dibelajarkan kepada siswa SD. yakni : · Mendidikkan nilai-nilai yang baik yang merupakan norma-norma keluarga dan masyarakat. Para peneliti menggunakan logika. Pendidikan IPS dalam Struktur Program Kurikulum (KBK) SD Pendidikan IPS SD disajikan dalam bentuk synthetic science. etos kerja. permintaan. kemudian dunia. kemudian keluarga. nilai. Kemungkinan besar alasan pembagian seperti ini dilandasi oleh pertimbangan. bagan. akan menjadi berkembang dengan kesadaran akan ruang dan waktu yang semakin meluas. hasil temuan dan prosedur inkuiri harus diakui secara publik (Welton and Mallan.

(1978). Mereka harus dipersiapkan agar mampu menyajikan ilmu sosial untuk jenjang Sekolah Dasar dengan metodemetode pembelajaran yang beragam. J. role playing. Dubuque. yakni · Mendidik siswa bahwa perbedaan itu wajar. DAFTAR PUSTAKA Bruner. buku (novel). · Persamaan dan keadilan dalam perlakuan terhadap kelompok etnik atau minoritas. · Mengurangi kemiskinan. masih belum jelas kerangka berfikir berikut landasannya. · Menghormati perbedaan etnik. Metode Pembelajaran IPS SD Sesuai dengan karakteristik anak dan IPS SD. agar ia mampu menyajikan pembelajaran IPS SD dengan menarik. Guru yang bersikap memonopoli peran sebagai sumber informasi. Farris. membaca sajak. · Menanamkan kesadaran semakin terbukanya komunikasi dan transportasi antar bangsa di dunia.J. budaya. Penutup Perubahan-perubahan yang terjadi dalam struktur program kurikulum KBK. · Menanamkan kesadaran ketergantungan antar bangsa. Landasan permasalahan yang menyangkut kondisi kemasyarakatan membebani IPS SD dengan tekanantekanan dalam bentuk tuntutan keinginan dan harapan yang tidak sesuai dengan tingkat kematangan fisik. D. (3) IPS SD sebagai Pendidikan Global (global education). Boston : Houghton Mifflin Coy. dan berada di luar jangkauan peraihannya. budaya. Cambridge : Harvard University. tekanan dan tuntutan melaksanakan program baru ini juga tidak kecil.T. and Cooper.(2) IPS SD sebagai Pendidikan Multikultural (multicultural eduacation). The Process of Educational Technology. A and Mallan. yang menjadikan kekayaan budaya bangsa. mental. seperti menyajikan cooperative learning model. Bagi guru. Tentu saja guru harus menimba ilmunya dan melatih keterampilannya. P. atau surat kabar/majalah/jurnal agar siswa diikutsertakan dalam aktivitas akademik. (1994). kebodohan dan perusakan lingkungan. yakni : · Mendidik siswa akan kebhinekaan bangsa. selayaknya meningkatkan kinerjanya dengan metode pembelajaran yang bervariasi. Weton. Elementary Social Studies. maka metode ekspositori akan menyebabkan siswa bersikap pasif. USA : Brown Communications. . S. dan intelektual siswa SD. J. Inc. yang menyangkut pembelajaran IPS berikut pembagiannya menjadi Kewarganegaraan (Citizenship) dan Sejarah serta Ilmu Sosial. dan menurunkan derajat IPS menjadi pelajaran hafalan yang membosankan. agama. Children and Their World. dan peradaban di dunia. (1988).M.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.