ILMU GENETIKA

PENGERTIAN GENETIKA Genetika disebut juga ilmu keturunan. Ilmu ini mempelajari berbagai aspek yang menyangkut pewarisan sifat, bagaimana sifat keturunan (hereditas) itu diwariskan dari generasi ke generasi, serta variasi-variasi yang mungkin timbul di dalamnya atau yang menyertainya. Pewarisan sifat tersebut dapat terjadi melalui proses seksual. Genetika berusaha menjelaskan material pembawa informasi untuk diwariskan (bahan genetik), bagaimana informasi tersebut diekspresikan (ekspresi genetik), dan bagaimana informasi tersebut dipindahkan dari satu individu ke individu yang lain (pewarisan genetik). MANFAAT MEMPELAJARI GENETIKA Manfaat dari mempelajari genetika adalah agar kita dapat mengetahui sifat-sifat keturunan kita sendiri atau setiap makluk yang berada di sekitar lingkungan kita. Manusia jarang digunakan sebagai objek atau barang percobaan genetis karena sulitnya mempelajari gen manusia, sehingga lebih mudah mempelajari hukum-hukumnya lewat sifat menurun yang terkandung dalam tubuh tumbuhan dan hewan sekitar. Ada beberapa kesukaran dalam mempelajari manusia sebagai obyek genetika, diantaranya: 1. Sulitnya mengumpulkan data karena jarang sekali orang yang mau diketahui memiliki cacat atau kelainan suatu karakter pada tubuhnya atau keluarganya. 2. Sulitnya menjajaki secara langsung sifat genetis yang dijumpai pada seseorang karena tidak dapat dipilih dan ditentukan dengan siapa orang (obyek penelitian) ter-sebut akan kawin. 3. Sulitnya mengamati pertumbuhan karakter yang sesuai dengan kemampuan atau harapan peneliti. Hal ini disebabkan pindahnya sang objek, kawin lagi dengan seseorang yang akan mengacaukan penyelidikan semula. 4. Sulitnya mendapatkan data statistik tentang sifat genetis yang sama dalam karakter yang diselidiki, hal ini dikarenakan data yang didapat dari perbandingan-perbandingan karakter tertentu sangat sedikit. Lain halnya dengan tanaman atau hewan renik yang dapat memiliki keturunan yang banyak. 5. Umur si peneliti lebih pendek dari pada umur obyek yang diteliti, karena daur hidup obyek yang diteliti lebih panjang dari daur hidup si peneliti. 6. Sulitnya mengatur dan mengontrol suasana lingkungan obyek yang diteliti sesuai dengan harapan peneliti. KEDUDUKAN GENETIKA DALAM ILMU PENGETAHUAN Genetika bisa sebagai ilmu pengetahuan murni, bisa pula sebagai ilmu pengetahuan terapan. Sebagai ilmu pengetahuan murni genetika harus ditunjang oleh ilmu pengetahuan dasar lain, seperti kimia, fisika dan matematika, juga ilmu pangetahuan dasar dalam bidang biologi sendiri. Seperti bioseluler, histologi, biokimia, fisiologi, anatomi, embriologi, taksonomi dan evolusi. Sebagai ilmu terapan genetika menunjang banyak bidang kegiatan ilmiah dan pelayanan masyarakat. Sebagai ilmu terapan, ilmu ini dipakai untuk bidang-bidang sebagai berikut: 1. Kedokteran

yang berarti berbeda pula susunan genetisnya. Genetika perlu untuk mengetahui kelainan atau penyakit keturunan serta usaha untuk menanggulanginya. Biasanya antara individu dalam satu spesies. Silsilah merupakan alat yang paling banyak digunakan bagi peneliti dan gambaran pewarisan sifat-sifat manusia. 3. laki-laki dilukiskan dengan bujur sangkar atau dengan simbol ♂. tapi kurang fertil dan bijinya pun sedikit.Dalam dunia kedokteran ilmu yang paling populer yaitu tantang genetika manusia. Kedokteran hewan dan peternakan Dalam bidang ini bertujuan untuk mengetahui kelainan keturunan serta penjajakan sifat keturunan untuk mengetahui asal-usul suatu hewan atau ternak. . 4. Pada tumbuhan. Pada hewan jarang sekali dilakukan hibrid (cross) antara individu berbeda species. artinya yang kromosomnya lebih dari biasa (diploid). Secara tradisional. 2. 3. hibrid kini banyak dilakukan antara individu berbeda species tapi dalam genus sama untuk mendapatkan turunan yang poli-ploidi. Karena tiap individu berasal dari satu ovum dan satu sperma yang sama. dan mengalami pertumbuhan sendiri-sendiri. masingmasing individu berasal dari zigot berbeda. Pertanian Dalam bidang ini banyak sekali ditunjang oleh ilmu genitika. Berbeda ovum dan berbeda sperma. Ada 2 macam anak kembar menurut kejadiannya. 2. Silsilah keluarga Silsilah keluarga biasa dipakai untuk menyelidiki sifat genetis pada manusia dan hewan piara seperti anjing dan kuda. menelusuri sifat keturunan seseorang (seperti golongan darah) yang perlu untuk penelitian warisan harta dan kriminalitas. yakni pada tingkat pembelahan (segmentaasi) atau tingkat blastula. Pekerjaannya disebut menyilang atau menghibrid (hibridasi). Pada kembar identik. masing-masing individu berasal dari satu zigot yang membelah pada tingkat awal embrio. yaitu kembar fraternal dan kembar identik. Masing-masing berpisah jadi dua atau lebih. Lewat ilmu ini dipelajari bagaimana mncari bibbit unggul suatu tanaman produksi. Pada kembar fraternal. Anak kembar Ini biasa dipakai pada Genetika Manusia. Hibrid Hibrid ialah penyilangan (cross). maka susunan genetis merekapun sama. yaitu melalui: 1. Psikologi dan Antropologi Dalam bidang ini bertujuan tentang mempelajari masalah psikologi manusia asal-usul sukubangsa hubungan kerabatnya serta pengaruh sifat genetis seseorang dalam kehidupan sehari-hari di tengah masyarakat. wanita dilukiskan dengan lingkaran atau dengan simbol ♀. Hibridisasi dilakukan dengan cara mengawinkan individu-individu yang berbeda karakter atau variasi. CARA MEMPELAJARI GENETIKA Untuk mempelajari sifat genetis dapat dilakukan dengan 9 cara. juga dapat untuk mendapat turunan atau strain unggul. Tanaman poliploidi ini sering memiliki ukuran anatomi yang lebih besar. Kadang ada juga antara individu berbeda spesies tapi dalam satu genus.

Dengan melakukan perkawinan dan persilangan terus menerus dapat dibuat sistematik morfologi-anatomi suatu species yang normal serta variasinya. dan akibat perubahan itu dapat dipelajari. Orang carrier itu biasanya mengandung zat tertentu yang . ialah mencoba membuat suatu perubahan pada sifat genetis. Morfologi-Anatomi Dengan meneliti bentuk luar dan dalam alat-alat atau bagian tubuh suatu organisme. atau sebaliknya dari tak patogen menjadi patogen. lalu dipakai untuk meneliti kelainan yang timbul dari padanya. Diantara percobaan yang penting antara lain: a. Bahan genetis jadi berubah. serta perlengkapan teknik mikroskopis seperti mikrotom. zat radio aktif. Anak kembar freternal biasanya dapat dipakai sebagai “kontrol” atau pengecek pengamatan kita itu. alat kultur jaringan. b. reagen dan pewarnaan. pengamatan silsilah kerabat. c. Percobaan Percobaan atau eksperimen. Pemindahan bahan genetis dari satu individu ke individu lain. susunan kromosom serta pasangan gen seseorang. Untuk bidang sitologi ini orang perlu memiliki peralatan yang halus dan mahal. 6. atau apakah atau mengidap penyakit hemophilia. Ada karakter genetis yang pengaruh lingkungan besar sekali. Meradiasi atau memasukkan zat radio aktif dan kimia yang tajam kedalam jaringan tubuh. Kawin sekerabat Dalam bahasa inggris disebut “consanguity”. 5. Melalui cara percobaan atau eksperimen lebih banyak didapat hasil perubahan yang besar peranannya bagi ilmu pengetahuan. bisa dilihat pada test serumnya. Dipelajari zat yang membina bahan genetis itu dengan mangamati sel yang menyimpan. setelah membandingkannya dengan “kontrol” yang berkarakter normal. 7. Fisiologi-biokimia Dengan pemeriksaan serum dan urine dapat diketahui sifat darah. radio-chromatografi seperti mikroskop elektron. menyertai hibridasi. Mencari sifat heterosis dengan breeding pada tanaman atau ternak. ada pula yang hampir tak ada. eksperimen dan sitologi. Orang dapat mengubah semacam bakteri atau virus dari patogen menjadi tak patogen. 4. Dengan cara ini dapatlah kita pelajari fungsi bagian-bagian bahan genetis yang rusak oleh radiasi itu. yakni perkawinan antara sekerabat misalnya antara saudara sepupu. Sitologi Bidang genetika yang khusus mempelajari bahan sifat keturunan itu secara langsung disebut sitogenetika. Kawin sekerabat membuat sifat genetis yang buruk lebih sering muncul dari pada perkawinan biasa. Ini banyak dilakukan pada virus dan bakteri. 8.Anak kembar dipakai pula untuk menyelidiki pengaruh lingkungan pada pernyataan sifat genetis. sehingga mutu dan jumlah produksi naik. makin teliti dan lengkaplah pengamatan kita akan sifat genetis suatu karakter.

dan pada awal mulanya klon ini merupakan perbanyakan DNA pada bakteri. Pemecahan masalah genetik memanglah banyak sekali memepergunakan perhitungan matematis. Disinilah kloning merupakan problematika kedokteran yang sangat memukau. Di era tahun 1900-an. Mendel pertama kali menemukan bahwa pewarisan sifat pada tanaman mengikuti sejumlah nisbah matematika yang sederhana. disebut biometrika. Mendel menggunkan 7 sifat pada tanaman kapri. walaupun perangkat dasar penyusunnya sama. dalam anggapan masyarakat dahulu tetua betina tidak menyumbang apapun terhadap sifat anaknya. Dalam penelitiannya.kadarnya berbeda dari orang normal sesungguhnya tapi tak separah yang terdapat dalam tubuh yang kena penyakit keturunan itu. masyarakat belum mengenal adanya gen dan kromosom. seperti rekayasa-rekayasa genetik seperti kloning. Susunan perangkat gen inilah yang menentukan ciri atau sifat suatu individu dalam satu spesies. banyak bermunculan masalah-masalah yang menyangkut dengan genetika. Keturunan dari hasil perkawinan memiliki susunan perangkat gen yang berasal dari kedua induk. 9. Gen merupakan bagian kromosom yang mengendalikan ciri atau sifat suatu organisme yang bersifat diturunkan dari induk/orang tua kepada keturunannya. ni semua disebabkan oleh pengaruh perangkat pembawa sifat yang disebut dengan GEN. Pada masa pra-Mendel. Masalah-masalah itu sudah banyak penelitian yang telah dilakukan untuk menjawabnya. Gen pada setiap individu. Kloning merupakan penggandaan atau perbanyakan. meski satu saja. Peletak`an dasar ilmiah melalui percobaan sistematik baru dilakukan sekitar akhir abad ke-19 oleh Gregor Johann Mendel. Mendel kemudian disepakati sebagai “Bapak genetika” setelah karyanya mengenai percobaan persilangan tanaman dipublikasikan tahun 1866. Perkembangan dan Pengaplikasikan Genetika. Namun masih ada permasalahan kesehatan yang masih mewarnai dunia kedokteran di era tahun 2000-an. Matematika yang khusus diterapkan biologi. Pada masa tersebut masyarakat masih beranggapan bahwa sifat diwariskan lewat sperma. Kombinasi susunan . Genetika manusia banyak sekali mempergunakan perhitungan statistik-biometrika. Namun sekarang para ilmuan telah memperluas kajian mereka dengan memperluas pengertiannya. sudah dapat disebut mengklon. Biometrika Perhitungan yang bersifat matematika berguna untuk menyusun data obyek genetika serta mengambil kesimpulan. Semua makhluk hidup dalam satu spesies/jenis memiliki perangkat dasar penyusun gen yang sama. namun semua itu ternyata masih banyak menemukan permasalahan-permasalahan yang timbul lebih lanjut. Hal itu juga disebabkan oleh Perkawinan antara dua individu makhluk hidup sejenis merupakan salah satu penyebabnya. Itu semua yang membuat perlu diadakan penelitian lebih lanjut. tetapi susunannya berbeda-beda bergantung pada masing-masing induknya. yaitu asal dapat dihasilkan individu baru dari individu lama tanpa kawin. seorang biarawan dari Brno. Pisum sativum.

jadi dalam satu spesies yang sama. terjadi perbedaan yang terlihat karena susunan perangkat gen yang berbeda.perangkat gen dari dua induk tersebut akan menyebabkan keanekaragaman individu dalam satu spesies berupa varietas-varietas (varitas) yang terjadi secara alami atau secara buatan. Jadi baik . Ciri gajah tersebut sudah ada sejak gajah purba. Pendahuluan Tiap spesies memiliki ciri-ciri tertentu yang spesifik yang hampir sama dari generasi ke generasi. Sedangkan keanekaragaman buatan dapat terjadi antara lain melalui perkawinan silang (hibridisasi) yang menjadi penyebab nya adalah KEANEKARAGAMAN HAYATI TINGKAT GEN. seperti pada rambutan. Kromosom inilah yang merupakan pembawa sifat keturunan. Keanekaragaman yang terjadi secara alami adalah akibat adaptasi atau penyesuaian diri setiap individu dengan lingkungan. tubuhnya besar. A. B. Di sepanjang kromosom terdapat gen yang merupakan penentu sifat keturunan suatu makhluk hidup. Misalnya hewan gajah mempunyai telinga yang lebar. Jadi ada ciri-ciri atau sifat-sifat makhluk hidup yang diturunkan dari generasi ke generasi atau diturunkan dari induk kepada anaknya. Knapa??? karena perbedaan ini hanya disebabkan oleh susunan perangkat gen yang berbeda. Kromosom dan Gen Sel ini memiliki inti sel atau nukleus. dan mempunyai belalai. mempunyai gading. pada inti sel terdapat jalinan seperti benang halus yang disebut kromosom. selain itu Faktor lingkungan juga turut mempengaruhi sifat yang tampak (fenotip) suatu individu di samping ditentukan oleh faktor genetiknya (genotip). bahkan ciri ini ada sejak dulu kala.

Jadi walaupun seorang anak mirip ayahnya tetap saja setengah dari jumlah kromosom tubuhnya . Jumlah dan bentuk kromosom pada setiap sel tubuh spesies makhluk hidup adalah tertentu. Misalnya: pada kromosom lalat buah (Drosophila melanogaster) memiliki 4 pasang kromosom. terdiri atas 3 pasang autosom dan 1 pasang gonosom. yaitu: 1. Kromosom Tubuh (Autosom) Yaitu kromosom yang menentukan ciri-ciri tubuh. Berdasarkan fungsinya. 2. 46 kromosom tersebut berasal dari ayah 23 buah dan berasal dari ibu 23 buah.kromosom maupun gen sama pentingnya dalam penurunan sifat. Kromosom Kelamin (Gonosom) Yaitu kromosom yang menentukan jenis kelamin pada individu jantan atau betina atau pada manusia pria atau wanita. kromosom dibedakan menjadi dua tipe. Misalnya pada manusia pada setiap sel tubuhnya terdapat 46 buah kromosom atau 23 pasang kromosom.

berasal dari ayah dan setengah dari ibu. Genotip Genotip adalah susunan gen yang menentukan sifat dasar suatu makhluk hidup dan bersifat tetap. Sel Diploid dan Sel Haploid Yaitu sel yang memiliki kromosom dalam keadaan berpasangan atau sel yang memiliki dua set atau dua perangkat kromosom. Dalam genetika genotip ditulis dengan menggunakan simbol huruf dari huruf paling depan dari sifat yang dimiliki oleh individu. misalnya BB atau bb. maka penulisannya menggunakan huruf kapital dan jika sifatnya resesif ditulis dengan huruf kecil. ploid berarti set/ perangkat). Hal ini terjadi karena pada saat pembentukan sel kelamin. Maka dalam sel kelamin (gamet) manusia terdapat 23 kromosom yang tidak berpasangan atau hanya memiliki seperangkat atau satu set kromosom saja. Istilah-istilah dalam Genetika 1. sedangkan individu dengan genotip bb disebut homozigot . Sedangkan sel kelamin manusia memiliki kromosom tidak berpasangan . Sehingga dalam genetika simbol genotip ditulis dengan dua huruf. Jika sifat tersebut dominan. merupakan pasangan alela yang homozigot. Misalnya sel tubuh manusia memiliki 46 buah kromosom yang selalu dalam keadaan berpasangan sehingga disebut diploid (2n) (di berarti dua. 2. Genotip yang memiliki pasangan alela sama. sel induk yang bersifat diploid membelah secara meiosis. Individu dengan genotip BB disebut homozigot dominan. Perhatikan bagan berikut. sehingga sel kelamin anaknya hanya mewarisi setengah dari kromosom induknya. Setiap karakter sifat yang dimiliki oleh suatu individu dikendalikan oleh sepasang gen yang membentuk alela. C. disebut haploid (n).

Mempunyai daur hidup yang relatif pendek. tubuh besar. Resesif Gen dikatakan resesif apabila berpasangan dengan gen lain yang dominan ia akan tertutup sifatnya (tidak muncul) tetapi jika ia bersama gen resesif lainnya (alelanya) sifatnya akan muncul. Fenotip merupakan perpaduan dari genotip dan faktor lingkungan. 2. rambut keriting. Seorang tokoh yang berjasa dalam mempelajari sifat-sifat yang diwariskan dari induk pada keturunannya ialah Gregor J. Misalnya bunga warna merah disilangkan dengan bunga warna putih. Fenotip Fenotip adalah sifat yang tampak pada suatu individu dan dapat diamati dengan panca indra. 7. menghasilkan keturunan berwarna merah muda. Hukum Penurunan Sifat Mendel Ilmu yang mempelajari tentang sifat-sifat yang diwariskan.Untuk genoti yang memiliki pasangan alela berbeda misal Bb. 6. Dalam genetika gen resesif ditulis dengan huruf kecil. D. dan variasinya yang terjadi pada keturunannya disebut ilmu keturunan atau genetika. dan sebagainya. merupakan pasangan alela yang heterozigot. Dalam persilangan gen.resesif . buah rasa manis. misalnya warna bunga merah. Adapun alasan Mendel menggunakan tanaman kacang ercis dalam percobaannya adalah: 1. Mendel menggunakan tanaman kacang ercis atau kacang kapri (Pisum sativum). dan sebagainya. akan menutup peran/sifat gen pasangannya tersebut. dua sifat beda disebut dihibrid. 5. Bila individu tersebut memiliki satu sifat beda disebut monohibrid. 4. Hal ini dapat terjadi karena sifat kedua induk yang muncul sama kuat (kodominan). Memiliki pasangan sifat yang kontras. dominan ditulis dengan huruf besar. Dapat melakukan penyerbukan sendiri. tiga sifat beda trihibrid. Dalam percobaannya. 4. Menghasilkan keturunan dalam jumlah banyak. 3. . cara sifat diwariskan. Intermediet Adalah sifat suatu individu yang merupakan gabungan dari sifat kedua induknya. Sehingga suatu individu dengan fenotipe sama belum tentu mempunyai genotip sama. Dominan Gen dikatakan dominan apabila gen tersebut bersama dengan gen lain (gen pasangannya). Mudah dilakukan penyerbukan silang. Mendel (1822 . 5.1884) sehingga ia dikenal sebagai bapak genetika. Hibrid Adalah hasil perkawinan antara dua individu yang memiliki sifat beda. 3.

Berikut ini ada 7 sifat beda yang mencolok pada tanaman kacang ercis. dihasilkan keturunan pertama (Filial) F1 yang semua berwarna merah dengan genotipe Mm. Persilangan dengan Satu Sifat Beda (Monohibrid) Mendel menyilangkan tanaman kacang ercis berbunga merah galur murni (MM) dengan kacang ercis berbunga putih galur murni (mm). misalnya M atau dapat juga m. 3. walaupun penyerbukan tersebut dilakukan berulang -ulang hasilnya akan tetap sama. Pada proses pembentukan gamet. Bagaimana sifat keturunan kedua tersebut? Untuk itu perhatikan diagram . yaitu tanaman yang apabila melakukan penyerbukan sendiri senantiasa menghasilkan keturunan yang sifatnya sama persis dengan sifat induknya. 2. Mendel mengemukakan beberapa kesimpulan yang kemudian disebut Hukum Mendel: 1. 1. Langkah awal yang dilakukan Mendel adalah menentukan galur murni. Jadi Mm akan berpisah menjadi dua gamet. gen berpisah secara acak (Hukum Segregasi secara bebas) atau dikenal sebagai Hukum Mendel I. Selanjutnya Mendel menyilangkan dua individu galur murni yang sama-sama memiliki pasangan sifat yang kontras. misalnya induk jantan berwarna merah (MM) dan betina (mm) maka keturunannya memiliki gen Mm. Pada proses pembuahan (fertilisasi) gamet akan bertemu secara acak pula (asortasi) atau dikenal sebagai Hukum Mendel II. Bila sesama F1 ini disilangkan akan menghasilkan keturunan II atau F2. yang keduanya galur murni. Dalam kasus di atas gamet M dapat membuahi gamet lainnya. Setiap individu hasil persilangan mengandung gamet dari kedua induknya (bersifat diploid = 2n). Misalnya kapri berbunga merah disilangkan dengan kapri berbunga putih. Dari persilangan tersebut. yaitu M dan m.

2.berikut. . Warna merah muda ini terjadi karena pengaruh gen dominan yang tidak sempurna (kodominan). Persilangan Monohibrid Intermediet Pada kesempatan lain. Mendel juga menyilangkan tanaman Antirrinum majus berbunga merah galur murni (MM) dengan bunga putih galur murni (mm). Untuk memperoleh F2 maka Mendel menyilangkan sesama F1. Ternyata seluruh keturunan pertama berbunga merah muda (Mm).

Untuk lebih jelasnya perhatikan diagram berikut ini. akan diperoleh 16 kombinasi genotipe dan 4 macam fenotipe.3. . Misalnya. Jika sesama F1 ini disilangkan. ercis berbiji bulat berwarna kuning (BBKK) disilangkan dengan ercis berbiji keriput berwarna hijau (bbkk). maka turunan pertama semuanya berbiji bulat kuning heterozigot (BbKk). Karena sifat bulat dan kuning dominan terhadap sifat keriput dan hijau. Persilangan dengan Dua Sifat Beda (Dihibrid) Untuk mempelajari persilangan dua sifat beda Persilangan dihibrid adalah persilangan dengan memperhatikan dua sifat yang berbeda.

Bagaimana dengan perbandingan genotipenya? . Jika dari persilangan tersebut dihasilkan 1600 keturunan.Dari diagram tersebut dapat dilihat bahwa ada 4 macam fenotipe pada F2 yaitu: Dengan demikian perbandingan fenotipe F2 pada persilangan dihibrid adalah bulat kuning : bulat hijau: keriput kuning : keriput hijau = 9 : 3 : 3 : 1. maka kemungkinan diperoleh ercis berbiji bulat warna kuning ialah: 9/16 × 1600 = 90 pohon.

buta warna merah hijau. misalnya: AaBb. Sifat gen yang terpaut dalam seks sifatnya bergabung dengan jenis kelamin tertentu dan diwariskan bersama kromosom seks. Jadi kromosom seks ada dua jenis. Buta warna Orang yang menderita buta warna tidak dapat membedakan warna-warna tertentu. Gen ini terpaut dalam kromosom X. a. Rumus tersebut artinya manusia memiliki 22 pasang autosom dan sepasang kromosom yang menentukan jenis kelamin (gonosom/kromosom seks). untuk persilangan trihibrid ada 8 macam. 1. Pewarisan Sifat yang Terpaut dalam Kromosom Seks Gen yang bertempat pada kromosom seks disebut gen terpaut seks. Terdapat 5 kemungkinan genotipe. tetapi ada juga yang terpaut pada kromosom Y. Umumnya gen terpaut seks terdapat pada kromosom X. Cara Mencari Jumlah dan Macam Gamet Dalam persilangan monohibrid diketahui bahwa gamet yang terbentuk pada P2 ada 2 macam. (Ibu buta warna menikah dengan ayah . kepada siapa gen buta warna seorang ibu diwariskan. sementara itu pada persilangan dihibrid yang terbentuk pada P2 ada 4 macam. macam gametnya adalah: F.Coba kalian cari bagaimanakah macam genotipenya dan bagaimana pula perbandingannya? E. yaitu XY untuk pria dan XX untuk wanita. Maka rumus kromosom pada pria adalah 22AAXY dan pada wanita 22AAXX. yaitu: 1) XC XC : wanita normal 2) Xc Xc : wanita buta warna 3) XC Xc : wanita pembawa buta warna/karier 4) XC Y : pria normal 5) Xc Y : pria buta warna Wanita karier atau pembawa artinya wanita yang secara fenotipe normal tetapi secara genotipe dia membawa alel sifat resesif untuk buta warna. tidak mampu membedakan warna merah dan hijau. bila persilangan dengan n sifat beda akan diperoleh 2n macam gamet. Buta warna ini dikendalikan oleh gen resesif. Coba kalian buat diagram penurunan sifat. Untuk menentukan macam gamet yang terbentuk dapat digunakan diagram garpu. Penurunan Sifat pada Manusia Manusia mempunyai 23 pasang kromosom yang terdiri dari autosom (kromosom tubuh dan gonosom (kromosom kelamin).

Luka kecil pun dapat menyebabkan penderita meninggal karena terjadi pendarahan yang terusmenerus. Penurunan Sifat Golongan Darah Sistem A.normal). Dalam keadaan homozigot resesif gen ini bersifat letal (menimbulkan kematian). Hemofilia Hemofilia merupakan kelainan dimana seseorang darahnya tidak dapat/sulit membeku bila luka. b. Beberapa kemungkinan susunan genotipe adalah: 1) XH XH : wanita normal 2) Xh Xh : wanita hemofilia bersifat letal 3) XH Xh : wanita pembawa/karier 4) XH Y : pria normal 5) Xh Y : pria hemofilia 2. B. Gen yang mengendalikan sifat ini adalah gen resesif dan terpaut dalam kromosom X. O .

IR24. B. Sekarang coba kalian tanyakan golongan darah orang tua. IR22. misalnya sapi Santa gertrudis. dengan demikian manfaat persilangan antara lain: a. juga pada ternak. dengan demikian persilangan dapat digunakan untuk memperoleh bibit unggul atau menghasilkan keturunan dengan sifat-sifat yang unggul atau yang baik. PB8. . b. kemudian carilah bagaimanakah kemungkinan golongan darah anak-anaknya. O. perhatikan Tabel berikut ini.Untuk mengetahui kemungkinan susunan genotipe dari golongan darah sistem A. Banyak lagi manfaat persilangan yang dapat dirasakan manusia. Menghasilkan keturunan dengan sifat-sifat yang baik. 3. misalnya varietas tanaman jenis unggul hasil persilangan PB5. Manfaat Persilangan bagi Manusia Persilangan tumbuhan atau hewan ini sangat bermanfaat karena dapat memilih sifat-sifat yang baik dan menghilangkan sifat-sifat yang kurang baik. hasil persilangan sapi brahman dengan sapi shorthorn. Menghasilkan bibit unggul baik pada tumbuhan maupun hewan. Coba kalian cari manfaatmanfaat lain adanya persilangan bagi manusia.

ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Langsung ke: navigasi.Hukum Pewarisan Mendel Dari Wikipedia bahasa Indonesia. cari .

[sunting] Hukum segregasi (hukum pertama Mendel) . dan 2. Hukum ini terdiri dari dua bagian: 1. juga dikenal sebagai Hukum Kedua Mendel.Alel/gen dominan dan resesif pada orang tua (1. juga dikenal sebagai Hukum Pertama Mendel. anak (2. F2) menurut Mendel Hukum pewarisan Mendel adalah hukum mengenai pewarisan sifat pada organisme yang dijabarkan oleh Gregor Johann Mendel dalam karyanya 'Percobaan mengenai Persilangan Tanaman'. F1) dan cucu (3. Hukum pemisahan (segregation) dari Mendel. P). Hukum berpasangan secara bebas (independent assortment) dari Mendel.

Seperti nampak pada gambar 1.Perbandingan antara B (warna coklat). persilangan/perkawinan dari keturuan pertama ini akan membentuk indidividu pada keturunan berikutnya (tingkat 3 pada gambar) dengan gamet R dan w pada sisi kiri (induk jantan tingkat 2) dan gamet R dan w pada baris atas (induk betina tingkat 2). satu dari tetua jantan (misalnya ww dalam gambar di sebelah) dan satu dari tetua betina (misalnya RR dalam gambar di sebelah). Kalau contoh pada gambar 1 merupakan kombinasi dari induk dengan satu sifat dominan (berupa warna). Jika sepasang gen ini merupakan dua alel yang berbeda (Sb dan sB pada gambar 2). Selanjutnya. . sifat dominannya adalah bentuk buntut (pendek dengan genotipe SS dan panjang dengan genotipe ss) serta warna kulit (putih dengan genotipe bb dan coklat dengan genotipe BB). maka contoh ke-2 menggambarkan induk-induk dengan 2 macam sifat dominan: bentuk buntut dan warna kulit. Hal ini menjelaskan bahwa gen yang menentukan e. Rw. hukum ini mencakup tiga pokok: 1. dan induk betina mempunyai genotipe RR (secara fenotipe berwarna merah). tidak bergantung pada pasangan sifat yang lain. [sunting] Hukum asortasi bebas (hukum kedua Mendel) Hukum kedua Mendel menyatakan bahwa bila dua individu mempunyai dua pasang atau lebih sifat. sehingga membentuk 4 individu baru (semuanya bergenotipe wR). Ini adalah konsep mengenai dua macam alel. tidak saling memengaruhi. tetap akan diwariskan pada gamet yang dibentuk pada turunannya. dinyatakan dengan huruf besar. S (buntut pendek). induk jantan (tingkat 1) mempunyai genotipe ww (secara fenotipe berwarna putih). alel dominan (S atau B) akan selalu terekspresikan (nampak secara visual dari luar). Rw. Dengan kata lain. Keturunan pertama (tingkat 2 pada gambar) merupakan persilangan dari genotipe induk jantan dan induk betinanya. dan seterusnya. dinyatakan dengan huruf kecil. Pada gambar 2. Setiap individu membawa sepasang gen. dan alel dominan (nampak dari luar. Alel resesif (s atau b) yang tidak selalu terekspresikan. alel dengan gen sifat yang berbeda tidak saling memengaruhi. Secara fenotipe perbandingan individu merah dan individu putih adalah 3:1. dan s (buntut panjang) pada generasi F2 Hukum segregasi bebas menyatakan bahwa pada pembentukan gamet (sel kelamin). (berwarna merah) Rw (juga berwarna merah) dan ww (berwarna putih) adalah 1:2:1. sedang persilangan dari induk-induk dengan dua sifat dominan dikenal sebagai dihibrid. 3. dan ww. Secara garis besar. misalnya R). 2. Jadi pada tingkat 3 ini perbandingan genotipe RR . Gen memiliki bentuk-bentuk alternatif yang mengatur variasi pada karakter turunannya.g. maka diturunkannya sepasang sifat secara bebas. kedua gen induk (Parent) yang merupakan pasangan alel akan memisah sehingga tiap-tiap gamet menerima satu gen dari induknya. misalnya w dalam gambar di sebelah). alel resisif (tidak selalu nampak dari luar. tinggi tanaman dengan warna bunga suatu tanaman. Persilangan dari induk dengan satu sifat dominan disebut monohibrid. Kombinasi gamet-gamet ini akan membentuk 4 kemungkinan individu seperti nampak pada papan catur pada tingkat 3 dengan genotipe: RR. b (warna putih).

Hasil individu yang terbentuk pada tingkat F2 mempunyai 16 macam kemungkinan dengan 2 bentuk buntut: pendek (jika genotipenya SS atau Ss) dan panjang (jika genotipenya ss). sementara gamet induk betinanya adalah sB dan sB (nampak pada huruf di bawah kotak). dan 2 macam warna kulit: coklat (jika genotipenya BB atau Bb) dan putih (jika genotipenya bb). . Perbandingan hasil warna coklat:putih adalah 12:4.Gamet induk jantan yang terbentuk adalah Sb dan Sb. Gamet F1nya nampak pada sisi kiri dan baris atas pada papan catur. maka akan membentuk individu keturunan F2. Perbandingan detail mengenai genotipe SSBB:SSBb:SsBB:SsBb: SSbb:Ssbb:ssBB:ssBb: ssbb adalah 1:2:2:4: 1:2:1:2: 1. sedang perbandingan hasil bentuk buntut pendek:panjang adalah 12:4. Jika keturunan F1 ini kemudian dikawinkan lagi. Kombinasi gamet ini akan membentuk 4 individu pada tingkat F1 dengan genotipe SsBb (semua sama).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful