Telaah Singkat tentang Syed Muhammad Naquib Al Attas Beliau bernama lengkap Syed Muhammad Naquib bin Ali

bin Abdullah bin Muhsin bin Muhammad al-Attas lahir pada tanggal 5 September 1931 di Bogor, Jawa Barat, Indonesia. Silsilah resmi keluarga Naquib al-Attas yang terdapat dalam koleksi pribadinya menunjukkan bahwa beliau merupakan keturunan ke 37 dari Nabi Muhammad SAW melalui Sayyidina Hussain. Gelar syed yang beliau sandang berasal dari kata sayyid yang menunjukkan bahwa beliau keturunan langsung dari Rasulullah SAW. Kondisi sosial dan politik sebelum dan sesudah kelahiran al-Attas tidak bisa dilepaskan dari dua kawasan di mana al-Attas lahir, besar dan berkembang menjadi seorang sosok yang mampu melahirkan pemikiran-pemikiran yang paling tidak mempunyai pengaruh besar terhadap dua kawasan, yaitu di Bogor (Jawa Barat) dan semenanjung Malaysia. Al-Attas yang lahir dan menempuh masa kecil di Bogor telah ditanamkan nilai-nilai keagamaan yang kuat dari keluarganya yang masih termasuk golongan bangsawan Sunda. Sementara masa remajanya ia habiskan bersama keluarganya di Johor dan ia mendapatkan pendidikan dalam bidang bahasa, sastra dan kebudayaan Melayu hingga akhirnya menetap di sana. Ia lahir pada tahun 1931 di Bogor di mana pada saat itu, baik di Pulau Jawa maupun di semenanjung Malaysia masih berada dalam kekuasaan kolonial Belanda dan Inggris. Dari pihak ayah, kakek Naquib al-Attas yang bernama Syed Abdullah ibn Muhsin ibn Muhammad al-Attas adalah seorang wali yang pengaruhnya tidak hanya terasa di Indonesia, tetapi juga sampai ke negeri Arab. Neneknya, Ruqayah Hanum, adalah wanita Turki keturunan bangsawan yang menikah dengan Ungku Abdul Majid, adik Sultan Johor. Setelah Ungku Abdul Majid meninggal dunia, Ruqayah menikah untuk yang kedua kalinya dengan Syed Abdullah al-Attas dan dikaruniai seorang anak, Syed Ali al-Attas, yaitu bapak Naquib al-Attas. Ibunya yang bernama Syarifah Raquan Al¶Aydarus berasal dari Bogor dan masih keturunan keluarga raja Sunda di Sukapura, Jawa Barat. Di antara leluhur ibunya ada yang menjadi wali dan ulama. Salah seorang di antara mereka adalah Syed Muhammad Al-µAydarus, guru dan pembimbing ruhani Syed Abu Hafs µUmar ba Syaiban dari

Hadramaut, yang mengantarkan Nur Al-Din Al-Raniri, salah seorang alim ulama terkemuka di dunia Melayu, ke tarekat Rifa¶iyyah. Naquib al-Attas adalah anak kedua dari tiga bersaudara. Yang sulung bernama Syed Hussein al-Attas, seorang ahli sosiologi dan mantan wakil rektor Universitas Malaya, sedangkan yang bungsu bernama Syed Ali al-Attas merupakan seorang insinyur kimia dan mantan dosen Institut Teknologi MARA Malaysia. Melihat garis keturunan di atas, bisa dikatakan bahwa al-Attas merupakan ³bibit unggul´ dalam percaturan perkembangan intelektual Islam di Indonesia dan Malaysia. Faktor intern keluarga al-Attas inilah yang selanjutnya membentuk karakter dasar dalam dirinya. Bimbingan orang tua dalam lima tahun pertama merupakan penanaman sifat dasar bagi kelanjutan hidupnya. Orang tuanya yang sangat religius memberikan pendidikan dasar yang sangat kuat. Dari keluarganya yang terdapat di Bogor, beliau memperoleh pendidikan dalam ilmu-ilmu keislaman, sedangkan dari keluarganya di Johor, beliau memperoleh pendidikan yang sangat bermanfaat dalam mengembangkan dasar-dasar bahasa, sastra, dan kebudayaan Melayu. Ketika berusia lima tahun, al-Attas dikirim ke Johor untuk belajar di Sekolah Dasar Ngee Heng Primary School sampai ia berusia 10 tahun. Disana, beliau tinggal dengan pamannya, Ahmad, kemubeliaun dengan bibinya, Azizah, keduanya adalah anak Ruqayah Hanum dari suaminya yang pertama. Dato¶ Jaafar ibn Haji Muhammad (w. 1919), Kepala Menteri Johor Modern yang pertama. Melihat perkembangan yang kurang menguntungkan yakni ketika Jepang menguasai Malaysia, maka al-Attas kembali lagi ke Jawa untuk meneruskan pendidikannya di Madrasah Urwah al-wusqa, Sukabumi (1941-1945), sebuah lembaga pendidikan yang menggunakan bahasa Arab sebagai bahasa pengantar. Setelah Perang Dunia II pada 1946, al-Attas kembali ke Johor untuk merampungkan pendidikan selanjutnya, pertama di Bukit Zahrah School kemubeliaun di English College (1946-1951). Pada masa ini, beliau tinggal dengan salah seorang pamannya yang bernama Ungku Abul Aziz, keponakan Sultan yang kelak menjadi Kepala Menteri Johor. Ungku Abdul Aziz memiliki perpustakaan manuskrip Melayu yang bagus, terutama manuskrip sastra dan sejarah Melayu.

beliau masih memiliki koleksi manuskrip pribadi dalam bahasa Melayu dan Arab yang tidak tertera dalam katalog-katalog manuskrip Melayu yang ada. al-Tuhfat al-Mursalah ila al-Naby. karya Fadhl Allah al-Burhanpr. dan agama. Dalam bidang militer ini. kemubeliaun di Royal Military Academy. yang sering disebut sebagai karya tulis Ibn µArabî atau muridnya yang bernama µAbdullah al-Balyin. Di antara manuskrip yang dimilikinya adalah Risalah al-Aydiyyah. Lingkungan keluarga berpendidikan dan bahan-bahan bacaan seperti inilah yang menjadi faktor pendukung yang memungkinkan al-Attas mengembangkan gaya bahasa yang baik. sastra. Manuskrip karya al-Burhanpr yang ditulis dalam bahasa Melayu itu beliaunggap telah hilang dan satu-satunya duplikat yang ada mengenai karya ini adalah terjemahan bahasa Jawa. al-Attas tinggal dengan pamannya yang lain. dan sejumlah karya lainnya yang ditulis oleh Wali Raslan al-Dimasyq. . yaitu partai politik yang menjadi tulang punggung kerajaan Malaysia sejak Malaysia dimerdekakan oleh Inggris.Sewaktu tinggal di rumah pamannya al-Attas banyak menghabiskan masa mudanya dengan membaca dan mendalami manuskrip-manuskrip sejarah. Dato¶ Onn adalah salah seorang tokoh nasionalis. sampai menyelesaikan pendidikan tingkat menengah. pendiri sekaligus Presiden Pertama UMNO (United Malay National Organization). Sampai sekarang. Al-Attas memasuki dunia militer dengan mendaftarkan diri sebagai tentara kerajaan (Resimen Melayu) dalam upaya mengusir penjajahan Jepang. ketika itu menjabat sebagai British High Commissioner di Malaya. yang kelak mempengaruhi gaya tulisan dan tutur bahasanya. Setelah menamatkan sekolah menengah pada tahun 1951. pertama di Eton Hall. Keterlibatan al-Attas dengan sejumlah manuskrip pada masa remaja memiliki kesan yang sangat mendalam dalam hidupnya. Setelah pamannya pensiun. serta buku-buku klasik Barat dalam bahasa Inggris yang tersebeliau di perpustakaan keluarganya yang lain. juga dikenal dengan judul Risalah al-Ajwibah. Chester. Dato¶ Onn ibn Dato¶ Jaafar (Kepala Menter Johor Modern Ketujuh). Al-Attas menunjukkan kecermelangannya sehingga ia dipilih oleh Jenderal Sir Gerald Templer. untuk mengikuti pendidikan militer. Wales.

Inggris (1952-1955). yang didirikan Wilfred Cantwell Smith. Berkat kecerdasan dan ketekunannya. seni. Al-Mahdi Bennouna. ketika masih mengambil program S1 di Universitas Malaya. Minatnya yang kuat untuk mengembangkan potensi dasarnya dalam bidang intelektual dan menggeluti dunia ilmu pengetahuan mendorongnya untuk berhenti secara sukarela dari kepegawaiannya kemubeliaun membawanya ke Universitas Malaya. Al-Attas sempat menulis dua buah buku. Di sinilah beliau berkenalan dengan beberapa orang . Setamatnya dari Sandrust. Tidak pelak lagi bahwa pengalaman yang seperti ini meninggalkan kesan yang mendalam dalam diri Al-Attas. untuk belajar di Institue of Islamic Studies. Di Sandhurst pula al-Attas berkenalan untuk yang pertama kalinya dengan pandangan metafisika tasawuf. melalui Canada Council Fellowship. memberinya beasiswa selama tiga tahun. al-Attas juga sering pergi ke negara-negara Eropa lainnya (terutama Spanyol) dan Afrika Utara untuk mengunjungi tempat-tempat yang terkenal dengan tradisi intelektual. ketika itu di Singapura pada 1957-1959 selama dua tahun. terutama dari karya-karya Jami¶ yang tersebeliau di perpustakaan kampus. seperti Alal al-Fasi. Di Afrika Utara pulalah beliau berjumpa dengan sejumlah pemimpin Maroko yang sedang berjuang merebut kembali kemerdekaan mereka dari tangan Perancis dan Spanyol. Namun.Sandhurst. Selama menulis buku yang terakhir ini dan demi memperoleh bahan-bahan yang diperlukan. dan gaya bangunan keislamannya. Sedemikian berharganya buku yang kedua ini sehingga pada 1959 pemerintahan Kanada. Montreal. Selain mengikuti pendidikan militer. beliau tidak lama disini. yang ketika itu sibuk menghadapi serangan komunis yang bersarang di hutan. dan Sidi Abdallah Gannoun Al-Hasani. Buku yang pertama adalah Rangkaian Ruba¶iyat dan buku kedua yang sekarang menjadi karya klasik yaitu Some Aspects of Shufism as Understood and Practised Among the Malays. Al-Attas pergi menjelajah ke seluruh negeri Malaysia dan menjumpai tokoh-tokoh penting sufi agar bisa mengetahui ajaran dan praktik tasawuf mereka. Pangkat terakhir yang diraihnya di dunia militer adalah letnan. Federasi Malaya. Al-Attas ditugaskan sebagai pegawai kantor di resimen tentara kerajaan Malaya. Universitas McGill.

melainkan murni dari upaya umat Islam itu sendiri. Beliau sangat tertarik dengan praktek sufi yang berkembang di Indonesia dan Malaysia. walaupun itu terbatas pada tataran metodologis. Al-Attas kemubeliaun dilantik menjadi Ketua Jurusan Sastra di Fakultas Kajian Melayu Universitas Malaya dari 1968 hingga 1970. Disertasi ini termasuk salah satu karya akademik yang penting dan komprehensif mengenai Hamzah Fansuri. dan Seyyed Hossein Nasr (Iran). kosmologis dan psikologis. Selama lebih kurang dua tahun (1963-1965). sehingga cukup wajar bila tesis yang beliaungkat adalah Wujudiyyah alRânîrî. al-Attas kemubeliaun melanjutkan studi ke School of Oriental and Africans Studies di Universitas London. Osman Bakar dan al-Attas sendiri. al-Attas menyelesaikan perkuliahan dan mempertahankan disertasinya yang berjudul The Mysticism of Hamzah Fansuri.sarjana yang terkenal. Salah satu pengaruh yang besar dari Martin Lings terhadap al-Attas adalah asumsi yang mengatakan bahwa terdapat integritas antara realitas metafisis. Belum puas dengan pengembaraan intelektualnya. seorang Profesor asal Inggris yang mempunyai pengaruh besar dalam diri al-Attas. Ketika itu beliau termasuk di antara sedikit orang Malaysia pertama yang memperoleh gelar Doctor of Philosophy yang mendapatkannya dari Universitas London. beliau menjabat sebagai Dekan Fakultas Sastra di kampus yang sama. Toshihiko Izutsu (Jepang). yakni 1959-1962. beliau mulai memasuki tahap pengabbeliaun kepada Islam dan pengamalan atas ilmu yang telah diperolehnya di Barat. seperti Sir Hamilton Gibb (Inggris). setelah tesisnya yang berjudul Rânîrî and the Wujudiyyah of 17th Century Acheh. Salah satu alasannya adalah beliau ingin membuktikan bahwa islamisasi yang berkembang di kawasan tersebut bukan dilaksanakan oleh kolonial Belanda. dengan bimbingan Lings. Pada masa itu. beliau bertemu dengan Martin Lings. Pada tahun 1965 al-Attas kembali ke Malaysia. .A. Asumsi dasar inilah yang pada perkembangan selanjutnya dikembangkan oleh Sayyed Hossein Nasr. al-Attas berhasil meraih gelar M. lulus dengan nilai yang memuaskan. Fazlur Rahman (Pakistan). Di sini. Dalam waktu yang relatif singkat. sufi terbesar atau bahkan mungkin yang sangat kontroversial di dunia Melayu.

atas kontribusinya dalam perbandingan filsafat. metafisika. seperti Henry Corbin. sebuah lembaga yang anggotanya. Pada tahun yang sama dan dalam kapasitasnya sebagai Dekan Fakultas Bahasa dan Sastra Melayu. Beliau pakar dalam disiplin agama. teologi. dan Toshihiko Izutsu. arsitektur sampai disiplin militer. Sastra. Ia juga membuat kategorisasi serta periodisasi sastra Malaisya. Al Attas berpendapat bahwa Hamzah Fansuri adalah sastrawan Malaisya yang pertama kali menuliskan sya¶ir. filsafat. filologi. Seyyed Hossein Nasr. Beliau juga ikut mengonseptualisasikan dasar-dasar filsafat UKM dan memelopori pendirikan fakultas ilmu dan kajian Islam. al-Attas mengajukan konsep dan metode baru kajian bahasa. pendidikan. Syed Naquib Al Attas adalah seorang ilmuwan multidisiplin. Ketertarikan Al Attas terhadap sastra terlihat dari keaktifannya dalam polemik sastra Malaisya. baik dari para orientalis maupun dari para pakar peradaban Islam dan Melayu. budaya. pada 1973 beliau mendirikan dan mengepalai IBKKM (Institut Bahasa. dalam kapasitasnya sebagai salah seorang Pendiri Senior UKM (Universitas Kebangsaan Malaysia). Al-Attas pernah dipercaya untuk memimpin diskusi panel mengenai Islam di Asia Tenggara pada Congres International des Orientalistes yang ke±29 di Paris pada 1973. dan Kebudayaan Melayu) di UKM. dan kebudayaan Melayu yang bisa digunakan untuk mengkaji peranan dan pengaruh Islam serta hubungannya dengan bahasa dan kebudayaan lokal dan internasional dengan cara yang lebih baik. beliau dilantik sebagai anggota Imperial Iranian Academy of Philosophy . Untuk merealisasikan rencana ini. . Al-Attas sering mendapatkan penghargaan internasional. pada 1975. Misalnya.Pada 1970. al-Attas berusaha mengganti pemakaian bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar di UKM dengan bahasa Melayu. sastra. Beliau pun pernah menjadi konsultan utama penyelenggaraan Festival Islam Internasional (World of Islam Festival) yang beliaudakan di London pada 1976. sastra. sekaligus menjadi pembicara dan urusan dalam Konferensi Islam Internasional (International Islamic Conference) yang beliaudakan secara bersamaan di tempat yang sama. antara lain terdiri dari beberapa orang profesor yang terkenal.

Beliau menjadi ketua pertama dari Dewan Bahasa dan Sastara Malaisya di Universitas Malaisya (1970-1984). tradisional. dan ASASI adalah contoh beberapa organisasi mahasiswa yang dibidani olehnya. . Keahlian filsafat dalam bidang seni terlihat dari karya-karya kaligrafinya. ayam jago (1972). Amsterdam pada 1954.co.Jasa Al Attas juga terlihat di masa awal kemerdekaan Malaisya mengenai bahasa sebagai salah satu unsur pembangun bangsa (nation building). ikan (1980) dalam beberapa buah bukunya. beserta auditorium dan masjidnya. Organisasi seperti ABIM. Beberapa karyanya dipamerkan di Tropen Museum. Al Attas juga berjasa dalam menggerakkan para pelajar Malaisya. Pada tahun tersebut juga ia menjadi profesor tamu di Temple University Philadelphia. 1 Biografi kepakaran Al Attas beliauntaranya dapat dilihat dalam http://www.php?id=1826. Syed Naquib Al Attas menduduki beberapa posisi penting. Al Attas pun turut serta dalam merancang interior gedung tersebut dengan dengan dekorasi islami.uk/knowledge/biography/viewentry. Beliau lah yang merancang dan mendesain bangunan ISTAC. Biografi kepakaran Al Attas bisa dibaca lebih lanjut di berbagai karya atau pun dalam situs-situs internet 1.salaam. Intelektualitas Al Attas tidak diragukan lagi. Beliau juga telah memublikasikan tiga kaligrafi basmallah-nya yang ditulis dalam bentuk burung pekakak (1970). Dunia internasional tidak meragukan kepakaran Al Attas mengenai Islam. GAPIM. Sementara kemampuan arsitekturnya terlihat dalam bangunan ISTAC. Pada 1973 beliau menjadi ketua dalam diskusi panel dengan topik ³Islam di Asia Tenggara´ pada Congress International des Orientalistes di Paris. Beliau juga menjadi pembicara dalam Konferensi Dunia tentang Islam pada gelaran pertamanya di Mekkah pada 1977. Kemubeliaun beliau mendirikan International Institute of Islamic Thought and Civilization (ISTAC) pada 1987. Di Malaisya sendiri. Beliau juga menjadi penanggung jawab Dewan Studi Asia Tenggara Tun Abdul Razak di Universitas Ohio (1980-1982). maupun kosmopolitan.

Pada tahun 1962.Attas telah menulis dua buah buku. kemubeliaun kuliah di Universitas Malaya (UM) di Singapura. Montreal di Canada dan University of London di Inggris. Kuala Lumpur. al-Attas mendapat gelar M.Karena kepakaran beliau di berbagai bidang ilmu inilah beliau sering disebut polymath. dengan tesis yang berjudul ³Raniri and the Wujudiyyah of 17th Century Acheh. Fazlur Rahman (Pakistan). Toshihiko Izutsu (Jepang). yang berarti seseorang yang ahli dalam banyak bidang ilmu. Sedemikian berharganya buku yang kedua ini.´ Buku ini termasuk di antara karya sastra pertama yang dicetak oleh Dewan Bahasa dan Pustaka. dan sebagainya.D (Philosophy Doctor) dalam bidang filsafat Islam dan kesusastraan Melayu Islam dengan mempertahankan disertasi yang berjudul Mistisisme Hamzah Fansuri dengan predikat cumlaude. Ja¶far As Shiddiq. yang diterbitkan oleh lembaga penelitian sosiologi Malaysia pada tahun 1963. Di universitas inilah al-Attas berkenalan dengan beberapa orang sarjana ternama seperti Sir Hamilton Gibb (Inggris).´ Dan selama kurang lebih dua tahun (1963-1965) atas bimbingan Prof. Beliau disejajarkan dengan Ibnu Sina. dan Sayyed Hossein Nashr (Iran). dengan fokus kajian pada teologi dan metafisika alam.A dan Ph.D. al-Attas menyelesaikan perkuliahan dan meraih gelar Ph. Beliau banyak membina perguruan tinggi dan ikut . Al Farabi. Dalam perjalanan karir akademiknya. Ketika masih mengambil program S1 di Universitas Malaya. Buku pertama adalah ³Rangkaian Rubaiyat. Sedangkan buku kedua yang sekarang menjadi karya klasik adalah ³Some Aspects of Sufism as Understood and Practiced among the Malays´. Pendidikan al-Attas bermula di Sukabumi (Indonesia) dan Johor Baru (Malaysia). Untuk selanjutnya al-Attas melanjutkan studinya hingga memperoleh gelar M. Martin Lings. masing-masing dari McGill University. Disertasi tersebut telah dibukukan dengan judul ³Mysticism of Hamzah Fansuri´. al. Setamat dari situ al-Attas masuk militer di Inggris. Universitas McGill.A. pemerintah Kanada melalui ³Canada Counsel Fellowship´ memberinya beasiswa untuk belajar di Institute of Islamic Studies. al-Attas mengawali karirnya dengan menjadi seorang dosen. pada tahun 1959. Al Khawarizmi. Montreal yang didirikan oleh Wilfred Cantwell Smith.

Kuala Lumpur. University Kebangsaan Malaysia. Amerika. University of Malaya Press. Kuala Lumpur. No. Buku ini juga telah hadir dalam versi bahasa Indonesia. Preliminary Statement on a General Theory of the Islamization of the MalayIndonesian Archipelago. Korea. Museums Department. Kuala Lumpur.. Turki. DBP. Kuala Lumpur. d. 1969.berpartisipasi dalam pendirian universitas di Malaysia. Akhirnya pada tanggal 24 januari 1972 beliau beliaungkat menjadi Profesor Bahasa dan Kesusastraan Melayu. f. Jepang. 1968. al-Attas merancang dasar bahasa Malaysia pada tahun 1970. Jepang. The Correct Date of the Terengganu Inscription. Dewan Bahasa dan Pustaka (DBP). The Mysticism of Hamzah Fanshuri. seperti bahasa Arab. Risalah untuk Kaum Muslimin. Perancis. Rusia. Kuala Lumpur. Al-Attas telah menulis 26 buku dan monograf. 1971 h. Kuala Lumpur. Pada tahun 1968-1970 al-Attas menjabat sebagai ketua Departemen Kesusastraan dalam Pengkajian Melayu. i. ditulis . Islam dalam Sejarah dan Kebudayaan Melayu. Timur Jauh. 1972. 111. Jerman. Rânîrî and the Wujudiyyah of 17th Century Acheh. dekan. Urdu. 1966. Sebagaian isi buku ini telah diterjemahkan ke dalam bahasa Rusia dan Prancis. Rangkaian Ruba¶iyat. g. Persia. 1972. 286 h. Indonesia. dan Albania. The Origin of the Malay Sya¶îr. direktur dan rektor. 1970. b. c. j. baik sebagai ketua jurusan. 1963. Monograph of the Royal Asiatic Society. dalam pengukuhannya beliau membacakan pidato ilmiah yang berjudul Islam dalam Sejarah dan Kebudayaan Melayu. Inbeliau. Singapura. dan berbagai negara Islam lainnya baik dalam bahasa Inggris maupun Melayu yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa lain. DBP. Karya-karyanya tersebut. Singapura. 1959. DBP. e. Bosnia. dan telah menyampaikan lebih dari 400 makalah ilmiah di negara-negara Eropa. monograf yang belum diterbitkan. Malaysian Sociological Research Institute. Cabang Malaysia. Concluding Postscript to the Origin of the Malay Sya¶ir. antara lain adalah: a. Dan pada tahun 1970-1973 al-Attas menjabat Dekan pada Fakultas Sastra di universitas tersebut. Kuala Lumpur. Some Aspects of Shufism as Understood and Practised Among the Malays.

1985. Kuala Lumpur. 1976.) k. and The Philosophy of the FutureI. Secularism. London dan New York. The Concept of Education in Islam. p. A commentaryu on the Hujjat Al-Shiddiqof Nur Al-Din Al-Raniri. r. w. 1989. Inbeliau. 1990. Kuala Lumpur. ISTAC. Kuala Lumpur. Kuala Lumpur. m. Kuala Lumpur. Comments on the Re-examinitaion of Al-Rânîrî¶s Hujjat Al-Shiddiq A Refutation. Persia. Kuala Lumpur. 12 di atas. ABIM. On Quiddity and Essence.) Aims and Objectives of Islamic Education: Islamic Education Series. dan Turki. Hodder and Stoughton dan King Abdulaziz University London: 1979. Islam and the Philosophy of Science. l. v. t. Islam: The Concept of Religion and the Foundation of Ethics and Morality. Diterjemahkan ke dalam bahasa Persia. Diterjemahkan ke dalam bahasa Aran. 1977. ISTAC. s. u. Telah diterjemahkan ke dalam bahasa Korea. The Oldest Known Malay Manuscript: A 16th Century Malay Translation of the µAqa¶îd of Al-Nasafî. Kuala Lumpur. Dept. Islam: Paham Agama dan Asas Akhlak. Versi bahasa Melayu buku no. 1980. Diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. dan Turki. The Intuition of Existence. Diterjemahkan ke dalam bahasa Turki. Mansell. ABIM. ISTAC. Urdu. Kuala Lumpur. Islam and Secularism. Arab. dan Jerman. 1993. Indonesia. Angkatan Belia Islam Malaysia (ABIM). 1990. dan Rusia. (Buku ini kemubeliaun diterbitkan di Kuala Lumpur oleh ISTAC pada 2001 ± penerj. Persia dan Arab. Kuala Lumpur. Turki. x. 1978.antara Februari-Maret 1973. (Ed. . ISTAC. Diterjemahkan ke dalam bahasa Malayalam. Kementerian Kebudayaan. ABIM. The Nature of Man and the Psychology of the Human Soul. Diterjemahkan ke dalam bahasa Persia. 1986. Diterjemahkan ke dalam bahasa Persia. 1990. o. Diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. The Meaning and Experience of Happiness in Islam. n. Bosnia. Kuala Lumpur. Islam. Kuala Lumpur. q. Turki. Kuala Lumpur. Jepang. Persia. ISTAC. 1988. Penerbitan Universitas Malaya. Museums Department. 1975.

Universiti kebangsaan Malaysia. Diterjemahkan ke dalam bahasa Rusia. pt. 3. Journal of the Malayan Branch of the Royal Asiatic Society (JMBRAS). Encyclopebeliau of Islam. Museum´. The Degrees of Existance. Singapura. edisi baru. ISTAC. ³Rampaian Sajak´ Bahasa. 2. ³Comparative Philosophy: A Southeast Asian Islamic Viewpoint´. Kuala Lumpur: 1972. 1968. Malaysian Society of Orientalists. Prolegomena to the Metaphysics of Islam: An Exposition of the Fundamental Elements of the Worldview of Islam. ³Note on the Opening of Relations between Malaka dan Cina. vol. 1. di antaranya adalah: 1. ³Hamzah Fanshuri´. ³Perkembangan Tulisan Jawi Sepintas Lalu´. z. 1967. 38. Diterjemahkan ke dalam bahasa Persia. Buku Panduan Jabatan Bahasa dan Kesuastraan Melayu. 9. 7. 4. ³Islamic Culture in Malaysia´. ³Konsep Baru mengenai Rencana serta Cara-gaya Penelitian Ilmiah Pengakajian Bahasa. 1965. 8. Classical and Byzantine. 1995. t.J. and African. London. vol. 14-21 Oktober 1973 11. Daftar artikel berikut ini tidak termasuk rekaman ceramah-ceramah ilmiah yang telah disampaikannya di depan publik. 1403-5´. 5-12 September 1971. Leiden. Brill. JMBRAS. E. Kesusastraan. 1969. dan Kebudayaan Melayu´. Madrid-Cordova-Granada. Kuala Lumpur. Asas Kebudayaan . Bahasa. ³Nilai-Nilai Kebudayaan. vol. 1994. Kuala Lumpur. 4. Persatuan Bahasa Melayu Universiti Malaya no. ³The Art of Writing. 1. dan Kesusastraan Melayu´. Kuala Lumpur. Kuala Lumpur. Oriental. 9. ISTAC. Dept. Indonesia: 4 (a) History: The Islamic Period´. Acts of the V International Congress of Medieval Philosophy. 1971. 1966. 10. Pameran Khat. Singapura.t. Kuala Lumpur.y. 5. The Penguin Companion to Literature. Kuala Lumpur. pt. 6. ³New Light on the Life of Hamzah Fanshuri´. Berjumlah lebih dari 400 dan disampaikan di Malaysia dan luar negeri antara pertengahan 1960-1970. 40.

1977. 1979. Profiles of Malay Culture. Jerman. K. Libia: 1980. 4. . Jakarta. Seri kedua. 1980. 1980. and Politics. Method. Zainal Abidin ibn Ahmad. ³Islam dan Alam Melayu´. 8. Malaysia Panorama. Kementerian Kebudayaan. 1974. 14. 1976. ³Knowledge and Non-Knowledge´. Kuala Lumpur. 17. World Symposium of Al-Isra¶. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Islamabad. 23. ³Hijrah: Apa Artinya?´ Panji Masyarakat. Amman. 20. ³Pidato Penghargaan terhadap ZAABA. Lahore. 25. 16. ³ASEAN ± Ke mana Haluan Gagasan Kebudayaan Mau Beliaurahkan?´ Diskusi. ³A gneneral Theory of the Islamization of the Malay Archipelago´. 12.Kebangsaan. no. W. 22. ³Islam in Malaysia´ (versi bahasa Jerman). 11 ± 12. First World Conference on Muslim Education. Kuala Lumpur. International Congress on the Centenary of Muhammad Iqbal. 15. 24. Desember. Juga diterbitkan dalam edisi bahasa Arab dan Prancis. Zarrouq Festival. Kreiser. 21. ³Islam dan Kebudayaan Malaysia´. Religion. no. editor Sartono Kartodirdjo. Makkah. Belia dan Sukan. Readings in Islam. Kementerian Luar Negeri Malaysia. Second World Conference on Muslim Education. 18. Juga tersebeliau dalam edisi bahasa Arab. Desember 1979. Historiography. and System of Implementation´. 1976. ed. Kementerian Kebudayaan. Misrata. Kuala Lumpur. 1977. ³Islam in Malaysia´. 1979. ³Some Reflections on the Philosophical Aspects of Iqbal¶s Thought´. 13. Budiman. Edisi Spesial Memperingati Abad ke-15 Hijriah. Kuala Lumpur. 1979. ³The Concept of Education in Islam´. Juga tersebeliau dalam edisi bahasa Arab dan Urdu. 1974. jil. November ± Desember. ³The Concept of Education in Islam: Its Form. Kuala Lumpur. Kleines Lexicon der Islamischen Welt. Universitas Malaya. ³Preliminary Thoughts on the Nature of Knowledge and the Definition and Aims of Education´. Juga diterbitkan dalam edisi bahasa Arab. 1974. 1973. Syarahan Tun Sri Lanang. Belia dan Sukan. Kohlhammer. ³Preliminary Thoughts on an Islamic Philosophy of Science´. first quarter. Edisi Spesial. 19. Berlin (Barat). Kementerian Kebudayaan Belia dan Sukan.

Muhsin Mahdi. kehidupan. sehingga menuntut adanya islamisasi. Karenanya Islam disebut sebagai worldview (pandangan hidup). Gagasan ini mulanya dipopulerkan oleh Syed Naquib Al Attas dan Ismail R. ³Religion and Secularity´. Al Faruqi.2 Islam adalah agama sekaligus peradaban. Dalam sejarahnya. Abdul Karim Soroush dan Bassam Tibi. manusia. Makalah ringkas ini hanya akan berbicara mengenai Al Attas. Bagi Fazlur Rahman. jadi gagasan Islamisasi yang ditulis di sini terbatas pada ide Al Attas. Istanbul. sebagai 2 Untuk tinjauan komparatif antara gagasan islamisasi Al Attas dan Al Faruqi dapat dilihat pada http://www. Ilmuwan lain yakni Ismail Raji alFaruqi juga menyampaikan gagsan yang sama dalam makalahnya yang bertajuk ³Islamicizing Social Science. Adalah Syed Muhammad Naquib Al Attas yang menyampaikan makalah berjudul ³Preliminary Thoughts on the Nature of Knowledge and the Definition and the Aims of Education´. 1985. 27. Kritik mereka terhadap islamisasi pengetahuan ini didasarkan pada pandangan mereka bahwa tidak ada yang salah pada ilmu pengetahuan. Konferensi yang diikuti oleh sarjan-sarjana dari 40 negara ini mendiskusikan rekomendasi untuk perbaikan dan penyempurnaan sistem pendidikan Islam di seluruh dunia. alam semesta dan sebagainya. New York. Congress of the World¶s Religions.php?option=com_content&view=article&id=794:islamisasi-ilmu-pengetahuantinjauan-atas-pemikiran-syed-m-naquib-al-attas-dan-ismail-r-al-faruqi&catid=31:pendidikan-islam&Itemid=96 . gagasan tentang islamisasi ilmu pengetahuan mulai muncul saat beliaudakannya konferensi dunia tentang pendidikan Islam di Makkah pada 1977. Keduanya tidak dapat dipisahkan. 1985 Al Attas Dan Islamisasi Pengetahuan Gagasan Islamisasi pengetahuan muncul pada sekitar awal tahun 80an. Ia memiliki pandangan dasar mengenai Tuhan.26. Abus Salam.´ Tentunya gagasan ³baru´ ini mendapatkan dukungan dan penolakan. Sebanyak 150 makalah dilontarkan dalam konferensi yang diselenggarakan oleh King Aziz University ini. Islamisasi ilmu pengetahuan adalah salah satu ide yang dipresentasikan di dalamnya. ³The Corruption of Knowledge´.com/index. Congress of the World¶s Religions.inpasonline. Pandangan hidup ini menawarkan integrasi antara ilmu dan Tuhan. Ilmuwan yang kontra terhadap gagasan ini misalnya Fazlur Rahman.

Jika ilmu pengetahuan digunakan secara berhati-hati dan bertanggung jawab.contoh. peradaban dan ilmu pengetahuan Barat perlu diseleksi dulu sebelum ia layak untuk digunakan umat Islam. Aspek inilah yang absen dalam tradisi keilmuan Barat. yakni metodologi. sehingga apa yang awalnya hanya sebatas asumsi malah beliaunggap sebagai yang nyata. di sinilah celah peradaban dan ilmu pengetahuan Barat yang mesti disempurnakan oleh Islam. Mengapa Islamiasi? Seperti yang dipegang oleh ilmuwan sosial dari tradisi kritis. Tradisi ilmu pengetahuan Barat berdasarkan prinsip skeptisisme. Sementara itu. Skeptisisme yang berlebihan dari ilmu pengetahuan Barat inilah yang akhirnya menimbulkan kebingungan. Selain perangkat keilmuan yang rasional. Ilmu pengetahuan yang sampai pada kaum muslim sekarang bukanlah ilmu yang objektif. bukan pada objek ilmu itu sendiri. Masalahnya terletak pada subjek yang menggunakan ilmu pengetahuan. ilmu pengetahuan itu seperti senjata bermata dua. maka ilmu pengetahuan apapun dapat digunakan untuk kemanfaatan yang lebih besar. Islam juga mengenal wahyu. Karena sebagian besar ilmu yang sekarang dipelajari oleh umat Islam sekarang adalah ilmu-ilmu yang berasal dari tradisi keilmuan Barat. Al Attas berpendapat bahwa tidak ada ilmu yang bebas nilai (value free). Namun kebingungan itu mendapatkan validitasnya setelah melalui terminologi yang sangat masyhur. Ia tampak nyata hanya karena secara perlahan beliausumsikan sebagai yang nyata (the real). keraguan adalah sarana epistemologis (sarana untuk mancapai pengetahuan_dini) yang cukup layak. Sayyid Hossein Nasr dan Ziauddin Sardar mendukung gagasan islamisasi ini sebab mereka memang mengkhawatirkan dan menolak westernisasi ilmu. Bagi Barat. ilmu itu pasti telah terisi oleh corak budaya dan peradaban Barat. ilmu itu sarat nilai (value laden). Wahyu inilah kebenaran dalam Islam yang tidak diterima oleh Barat. . Maka bagi Al Attas. tanpa nilai. Menurut Al Attas. ilmu pengetahuan dari Barat itu bersifat semu. Bagi Al Attas. tapi telah ditumpangi dengan berbagai nilai-nilai khas barat. Baginya.

Bagi mereka. keduanya merupakan kesatuan yang tidak dapat dipisahkan (tauhid). Gagasan ini menganggap manusia sebagai subjek sentral dari dari sejarah. Karena renungan dan spekulasi itu terus saja berubah. Islam tidak membedakan antara yang fisik dan metafisik. . dan sosial dari masa Yunani kuno. yang tidak dipercaya oleh tradisi keilmuan Barat. perbincangan itu hanya akan berakhir pada dikotomisme antara yang fisik dan metafisik. pemisahan ini lah yang menimbulkan sekulariasi. mereka mengandalkan renungan-renungan filosofis serta spekulasi. lalu membuang yang metafisik. pengaruh budaya dan peradaban mereka tak bisa dielakkan. Namun sekali lagi Barat tidak menganggap wahyu sebagai sumber kebenaran yang valid. Mereka hanya meyakini yang fisik. ada dunia yang tampak (ad dunya) dan ada dunia di luar yang tampak (al akhirat). ilmu pengetahuan alam. Alih-alih mempercayai kebenaran wahyu. Bagi Islam. Muatan ³rasionalitas Islam´ yang awalnya ada dalam pengetahuan tersebut terkikis habis oleh peradaban Barat. pergulatan sosial. Pada akhirnya. Menurut Al Attas. Wahyu menumbuhkan keyakinan. Kalaupun Barat bicara soal metafisika. Ilmuwan muslim lah yang menerjemahkan buku-buku filsafat. sementara pandangan hidup Barat menghasilkan keraguan dan perubahan tanpa ujung. gejala fisik dan material semata. yang memberikan informasi dan visi mengenai dunia non material. Wahyu. Sementara Islam di sisi lain meyakini dunia tidak hanya terbatas pada apa yang tampak. Rasionalitas Islam itu secara sederhana adalah penjumlahan antara wahyu dan ilmu pengetahuan. Pandangan antromorfisme inilah yang ditentang oleh Al Attas. Baginya. Ketika ilmu pengetahuan itu jatuh ke Barat. dunia berpusat pada manusia (antropomorfisme). politiik dan budaya. pandangan hidup (worldview) yang mereka pegang akan selalu berubah. Singkatnya. ilmu pengetahuan yang dipelajari di Barat adalah hasil kerja keras para ilmuwan muslim pada abad pertengahan. Ini lah titik penting wahyu.Padahal pada mulanya. Inilah yang berusaha ditentang habis-habisan oleh Al Attas. Berbeda dengan Islam yang juga mempertimbangkan wahyu sebagai sumber kebenaran.

mitologis. animisme. animisme. komponen roh manusia memiliki pengaruh yang kuat terhadap jasmaninya. Sebab bagi Al Attas. Manusia perlu .Di sinilah titik penting Islamiasi ilmu pengetahuan bagi Al Attas. Upaya inilah yang disebut dengan islamisasi. sebagaimana tersebut di atas. mesti ditolak. Karenanya Al Attas membagi islamisasi ini menjadi dua : islamisasi pikiran dari pengaruh internal dan islamisasi pikiran dari pengaruh eksternal. islamisasi yang diusung oleh Al Attas adalah islamisasi ilmu pengetahuan. Al Attas menawarkan Islamisasi pengetahuan. Al Attas berbicara tentang islamisasi dalam aras yang berbeda. Islamisasi berarti pembebasan manusia dari tradisi magis. nasional-kultural dan paham sekularisme. yang berusaha memisahkan agama dari ilmu pengetahuan. Yang rohani ini mesti dibebaskan dari belenggu jasmani agar timbul keharmonisan dan kedamaian sesuai dengan asal mula atau fithrah manusia (original nature). Baginya. Sementara pengaruh internal itu berupa kecondongan manusia untuk menganiaya dirinya sendiri sebab terlalu condong kepada pemuasan kebutuhan jasmaninya. Pengaruh eksternal yang dicoba-bebaskan dengan islamisasi adalah. Pengetahuan yang sekuler itu mesti ³ditarik´ dari kutub sekuler menuju ke kutub Islam. tradisi magis. mitologis. Ia berbicara dalam level yang lebih abstrak. Islamisasi dalam pandangan Al Attas ini secara sederhana dapat beliaurtikan sebagai usaha untuk memasukkan nilai-nilai Islam pada hal-hal yang beliaunggap jauh dari nilai-nilai dan kerangka Islam. Secara praktis. Berusaha mengajak orang yang non muslim untuk memeluk agama Islam adalah bentuk paling konkret dari Islamisasi. Tentang Islamisasi Ilmu Pengetahuan Pertama kali mendengar istilah islamisasi biasanya kita berpikir tentang islamisasi dalam bentuknya yang konkret. Ilmu pengetahuan sekuler. islamisasi peradaban. nasional-kultural dan paham sekularisme. Lebih jauh lagi. Proses islamiasi bermakna pembebasan rohaniah. islamisasi berarti penolakan sekularisasi terhadap segala perkara yang semestinya bermuatan Islam. Al Attas mendefinisikan islamisasi dengan lebih rinci lagi.

yakni Al Qur¶an. Namun karena perkembangan sejarah. dan istilahistilah yang mulanya tidak ada dalam bahasa Arab atau yang mulanya ada namun dimuati dengan makna yang berbeda. Padahal pengaruh perbedaan makna dan kosakata ini sampai pada perbedaan nalar manusia yang menggunakannya. Sementara langkah terdekat yang beliaumbil adalah dengan islamisasi bahasa. manusia adalah satu-satunya makhluk yang menggunakan simbol untuk berinteraksi dengan sesamanya.dibebaskan dari perbudakan oleh unsur jasmaninya sendiri agar ia kembali kepada fithrahnya. Al Attas adalah ilmuwan yang jeli melihat fakta ini. Tujuan islamisasi pengetahuan adalah membebaskan pengetahuan dari unsur-unsur yang tidak sejalan dengan sumber utama Islam. tidak dipahami sebagai proses evolusi. . bahasa khas Al Qur¶an ini menjadi tersisihkan dalam dalam ilmu pengetahuan dan budaya. Visi terjauhnya adalah untuk membuat ilmu pengetahuan sejalan dengan misi Al Qur¶an. Inilah mengapa manusia dinamai animal symbolicum. Sebab nantinya. tapi sebagai proses pengembalian kepada fithrah (original nature). sementara orang Arab mengislamkan sesamanya juga melalui bahasa. karena itu. Bahasa yang telah diislamkan oleh Al Qur¶an. Simbol utama yang digunakan oleh manusia adalah bahasa verbal. Al Qur¶an mengandung kosakata. idiom. yakni sebagai petunjuk bagi orangorang yang beriman. Makna ini tidak akan pernah berubah sepanjang zaman. Proses islamisasi. Karenanya beliau memilih islamisasi bahasa sebagai langkah awal dari islamisasi ilmu pengetahuan. makhluk yang memakai simbol. Islamisasi ilmu pengetahuan juga bergerak pada arah yang sama. Al Attas memulai logikanya sebagai berikut : Al Qur¶an mengislamkan orang Arab melalui bahasa. Bahasa dalam Al Qur¶an yang telah membuat terangkatnya peradaban Arab inilah yang ingin diperjuangkan oleh Al Attas. Seperti yang kita tahu. islamisasi bahasa akan berpengaruh terhadap cara kerja nalar dan pikiran manusia. Bahasa verbal lah yang menjadi medium penyebaran informasi dan pengetahuan manusia.

Ada kebenaran objektif dan ada kebenaran subjektif. Secara lebih teratur. Unsur-unsur tersebut terdiri dari: a. dan dimasuki dengan nilai-nilai islam. Bagi Islam. Karena istilah-istilah tersebut tidak bisa diterjemahkan secara memuaskan ke dalam bahasa lain. kebahagiaan (assa¶adah) berarti kebahagiaan di dunia dan akhirat. c. Kebenaran bermula dari ³perjalanan´ akal.Selain sebagai ³kran´ nalar. Ketika istilah itu diterjemahkan. Bersikap dualistik terhadap realitas dan kebenaran (The concept of dualism which involved of reality and truth). b. Dan kebahagiaan ini hanya dapat tercapai dengan ketundukan penuh kepada Allah. Sebagai contoh. Selain menjaga istilah dalam Al Qur¶an agar tetap sama. Maka sangat penting untuk menjaga istilah-istilah tersebut tetap sesuai dengan bahasa aslinya. Orientasi terjauh dari pandangan sekuler adalah lepasnya agama . bisa dipastikan akan terjadi distorsi makna. konsep tentang kebahagiaan. Karena itu. Berbeda dengan Islam yang juga mempertimbangkan wahyu sebagai dasar kebenaran. mulanya adalah akal. Menegaskan aspek eksistensi yang memproyeksikan pandangan hidup sekuler (secular worldview). bahasa yang ingin diislamisasi oleh Al Attas ini juga memiliki peran sebagai perekat komunitas muslim. Ia mesti dimaknai ulang. istilah-istilah tersebut bisa menjadi identitas dari umat Islam. Mengisolisir unsur-unsur dan konsep-konsep kunci yang membentuk budaya dan peradaban Barat. Dalam realitas mereka berpandangan bahwa ada dua realitas: yang objektif dan subjektif. konsep kebahagiaan ini mesti ³diislamisasi´. proyek islamisasi ini juga berarti menjaga agar makna sebuah konsep tetap dalam koridor Islam. Al Attas membagi proses islamisasi dengan lebih rigid sebagai berikut : 1. Bagi Barat. Begitu pula dalam kebenaran. Sementara Islam memiliki konsep kebahagiaan yang berbeda. Akal beliaundalkan untuk membimbing kehidupan manusia. Kebahagiaan dalam terminologi sekuler modern berarti terpenuhinya kebutuhan fisik atau paling banter kebutuhan emosional dan spiritual.

dan aplikasi harus diislamkan juga. dari ilmu modern. ilmuilmu alam. Memasukkan unsur-unsur Islam beserta konsep-konsep kunci dalam setiap bidang dari ilmu pengetahuan saat ini yang relevan. Masyarakat beliaunggap dewasa ketika mereka telah berhasil keluar dari belenggo dogma yang berasal dari agama. keterkaitannya dengan ilmu-ilmu lainnya serta hubungannya dengan sosial harus diperiksa dengan teliti. Al-Attas menyarankan. c. Selain itu. e. teori tersebut tentang alam semesta. Bagaimanapun. agar unsur dan konsep utama Islam mengambil alih unsur-unsur dan konsep-konsep asing tersebut. ilmu-ilmu modern harus diperiksa dengan teliti. Humanisme. praduganya berkaitan dengan dunia. Konsep Agama (ad-din) Konsep Manusia (al-insan) Konsep Pengetahuan (al-µilm dan al-ma¶rifah) Konsep kearifan (al-hikmah) Konsep keadilan (al-µadl) . simbol. Ini karena mereka tidak yakin bahwa manusia dilahirkan dalam keadaan fithrah. Konsep utama Islam tersebut yaitu: a. d. Menjadikan drama dan tragedi sebagai unsur-unsur yang dominan dalam fitrah dan eksistensi kemanusiaan. Ini mencakup metode. dan yang berdampak kepada nilai dan etika. 2. e. Membela doktrin humanism (the doctrine of humanism). praduga. konsep. fisika. Unsur-unsur tersebut harus dihilangkan dari setiap bidang ilmu pengetahuan modern saat ini. d. menempatkan manusia sebagai subjek pusat peradaban. rasionalitas proses-proses ilmiah. sama dengan antropomorfisme. batasannya.dari ruang publik dan ruang privat masyarakat. penafsiran historitas ilmu tersebut. b. khususnya dalam ilmu pengetahuan humaniora. beserta aspek-aspek empiris dan rasional. asal mula yang suci. bangunan teori ilmunya. klasifikasinya.

pemikiran dan rasionalitas berkaitan erat dan saling bergantung dalam memproyeksikan pandangan dunia (worldview) atau visi hakikat kepada manusia.´ karena dalam bahasa terdapat istilah dan dalam setiap istilah mengandung konsep yang harus dipahami oleh akal . Adapun yang menjadi obyek Islamisasi bukan obyek yang berada diluar pikiran tapi adalah yang terdapat dalam jiwa atau pikiran seseorang. Islamisasi ilmu bertujuan untuk mengembangkan ilmu yang hakiki yang boleh membangunkan pemikiran dan pribadi muslim yang akan menambahkan lagi keimanannya kepada Allah. memasukkan unsur-unsur dan konsep-konsep utama Islam ke dalamnya. Konsep perbuatan yang benar (al-µamal) Konsep universitas (kulliyyah jami¶ah).[47] Dan untuk memulai kedua proses beliautas. keadilan. dalam prosesnya. tapi dengan tambahan wahyu sebagai sumber kebenaran tentang sesuatu yang tidak dapat dijangkau oleh metode empris-rasional tersebut. pengalaman (experience) dan intuisi (intuition). proses mengeluarkan unsur-unsur dan konsepkonsep penting Barat dari suatu ilmu. al-Attas menegaskan bahwa islamisasi beliauwali dengan islamisasi bahasa dan ini dibuktikan oleh al-Qur¶an. Tujan Islamisasi ilmu sendiri adalah untuk melindungi umat Islam dari ilmu yang sudah tercemar yang menyesatkan dan menimbulkan kekeliruan. Sebab alasannya. Jadi meskipun dalam aspek rasionalitas dan metodologi pencarian kebenaran dalam Islam memiliki beberapa kesamaan dengan pandangan filsafat Yunani. islamisasi ilmu melibatkan dua langkah utama yang saling berhubungan: pertama. Islamisasi ilmu akan melahirkan keamanan. ³bahasa. Dan pendekatannya adalah pendekatan dalam Islam yang berkaitan erat dengan struktur metafisika dasar Islam yang telah terformulasikan sejalan dengan wahyu (revelation tradition). Karena Islam pada dasarnya mengkombinasikan antara metodologi rasionalisme dan empirisisme. Jadi menurut al-Attas. akal (reason).f. kebaikan. g. dan kekuatan iman. namun secara mendasar dibedakan oleh pandangan hidup Islam (Islamic worldview). dan kedua. Pengaruh islamisasi bahasa menghasilkan islamisasi pemikiran dan penalaran.

saya menemukan cuplikan wawancara dengan Al Attas3 : -Can we adapt to the modern world without destroying our tradition? How can we protect the authentic Islamic traditions today? How can the sunnah be applied today? Is the sunnah (practices of the Prophet) not applied today? In other words. although they are not really being rational at all. as the schools now do not give much information.lastprophet. it is not possible to say that the sunnah is not applied today. return to their books. But I think we have to go back to learn about these people. but our mind must not be like this. Seperti tidak menerima bahwa mungkin saja ada kebenaran yang lain di samping yang beliau yakini. we must go back to study the past. even in the modern world we can dress like a modern man. Having proper teachers means having qualified people who know about the sunnah and who are close to the early traditions. Otherwise. They think that they are being rational. Renungan Subjektif Terhadap Al Attas Membaca Al Attas dari berbagai sumber yang terbatas dan dalam satu dua karyanya dengan pembacaan yang tidak sempurna pula membuat saya menduga Al Attas adalah sosok fundamentalis. that is all. That is the only way to return to the tradition. particularly western-educated Muslims do not know. and so on. Fundamentalis dalama arti pandangan beliau yang tidak berada dalam kutub moderat. Di sinilah pentingnya pengaruh islamisasi dalam bahasa. We must teach them what is real. The important thing is to teach people.info/interview-with-al-attas-applying-sunnah-tothe-modern-world# . how can people understand such things? It is necessary that there be proper teachers. Otherwise today. because they do not know. Therefore. karena islamisasi bahasa akan menghasilkan islamisasi pemikiran dan penalaran. and they demand proof. It is applied. Untung saja ketika tidak sengaja menjelajah di dunia maya. They do not know 3 Wawancara lengkapnya dapat dilihat di http://www. modern Muslims.pikiran. we have to counter all this by teaching all these things again.

They came to the Hindus and Buddhists. and from Malay languages. That is why I think. rather ancient.anything about Islam. But we should teach them the real history. there is a Muslim language. We learn their thoughts. even the rulers. I think this is important. These words come from the revelation but they can be given . Ali Caksu's paper raises such an important question. that belong to the Quran and this is what is important. although I am not sure. key terms. Hundreds of them. And by example we must also know that we have to be well acquainted with the West as well as Islam. and most of our scholars are uttering the truth. I read only the abstract but he asks if there is such a thing as the Islamic language it seems that he thinks that although there is no Islamic language. became Muslim. I mean. This is due to their work. in this way Muslim languages become the Islamic language. But remember that because of what these people did. Look at how we get education now. -Is an Islamization of knowledge possible? Of course. This is what I call the Islamic language. But what do we mean by this? The Quran Islamized knowledge and the Arabs Islamized their knowledge through the language. this basic vocabulary. we cannot keep track of their numbers. They think that Islam started in the 13th century and it is just a simple religion of merchants. In Turkey you are doing the same thing. their philosophies. the importance of language in Islamization is very important. and therefore rather out of date. Well. What we mean by an Islamic language is the Muslim languages. I think there is no other way. Then after this. bring it out and teach it. So. But within the Muslim languages there are certain basic vocabulary items. even if it was first said by an infidel. there are more than 200 million of people Muslim here. The Turkish language is different from Persian. here they are following the West. from Arabic. we accept that some of what they say is the truth. I do not agree with this. even though they are different languages. But within this there are certain words which are important links uniting them. this is what people did before. and we make critical analysis. We have to teach slowly. thousands of them. Yes. it is still the truth. In other words.

Namun saya mencoba hipotesis saya kepada diri Al Attas. Secara pribadi. Thus. The important thing is to teach people. conflict arises. strategi beliau untuk menyebarkan islamisasi pengetahuan itu melalui pendidikan. but our mind must not be like this. Itu anjuran dari beliau. Jawaban panjang beliau hampir sama dengan tulisan-tulisan beliau. And then they do not correlate with one another anymore. atau teori dari Barat sebelum kita benar-benar memahaminya. . saya memiliki ³hipotesis´ bahwa orang yang telah nyegoro ngelmune. seorang intelektual dengan penguasaan atas berbagai disiplin ilmu akan cenderung bersikap dan berpandangan moderat. postulat. Tapi yang bagi saya berbeda adalah sisipan kalimat dalam ucapan beliau. Saya belum mengenal Al Attas dengan baik. Jika ingin berpakaian seperti mereka? Ya terserah Anda. tapi sasaran kritik beliau adalah peradaban dan pola pikir mereka. Saya dari mula yakin bahwa Al Attas termasuk ilmuwan yang memiliki kualitas tersebut. Dalam kutipan wawancara di atas. Pendidikan adalah pendekatan yang paling moderat dalam penyebaran sebuah gagasan.different meanings. atau dengan tergesa menghakimi sebuah pandangan. ³«even in the modern world we can dress like a modern man. agar kita tidak secara membabi buta mencela Barat. bukan melalui orasi-orasi menggebu. membaca karyanya pun tak lengkap. serta tidak tergesa-gesa dalam nalar. ide. Pendidikan mengandaikan pembelajaran secara terus-menerus dan sedikit demi sedikit.´ Beliau memang menentang mati-matian Barat. Lalu yang paling mencengangkan saya adalah ungkapan beliau ³kita musti mengenal Barat dengan baik. beliau ditanya bagaimana pendapatnya mengenai peradaban Barat. that is all«« And by example we must also know that we have to be well acquainted with the West as well as Islam. Bukan melalui indoktrinasi kaku. which is the cause of the confusion that exists today. tidak gampang melakukan penghakiman terhadap pandangan lain. Kemudian. Yang penting jangan sampai logika dan nalar kita ikut mereka. Ia akan jernih dalam melihat fenomena. sebagaimana kita mengenal Islam´.

10 PM.inpasonline.info/interview-with-al-attas-applying-sunnah-to-the-modernworld#. tapi mungkin juga salah.blogspot.28 PM. diakses pada 10. Ya Sayyidi?´ Referensi : Prolegomena to the Metaphysics of Islam: An Exposition of the Fundamental Elements of the Worldview of Islam.blogspot. Tak usah terburu-buru memberikan stempel sekuler. http://www. diakses pada 10. 3 November 2011 http://datukimam. 3 November 2011 http://burhanhilmi. Jika saya bertemu dengan Al Attas suatu saat. ada satu pertanyaan yang ingin saya lontarkan kepada beliau.32 PM. ³ Pendapatku benar.php?id=1826. ya kita harus tahu dan paham betul pengetahuan macam apa yang mau kita islamisasi.20 PM. Kuala Lumpur. diakses pada 10. Pendapat orang lain salah.html.com/2011/05/naquib-al-attas-tokoh-polymath-dari.co.php?option=com_content&view=article&id=794:isl amisasi-ilmu-pengetahuan-tinjauan-atas-pemikiran-syed-m-naquib-al-attas-danismail-r-al-faruqi&catid=31:pendidikan-islam&Itemid=96. sebelum tahu benar ³seberapa sekuler´ pandangan tersebut.uk/knowledge/biography/viewentry. diakses pada 10.16 PM. 3 November 2011. 3 November 2011 http://www.lastprophet. ISTAC.com/index.salaam. Begitu tutur Imam As Syafi¶i. 1995 http://www.html.Pandangan saya tentang Islamisasi pengetahuan Al Attas pun mendapatkan makna tambahan. Apakah Anda juga berkeyakinan sama dengan Imam Syafi¶I.com/2011/04/naquib-al-attas. Kalau menginginkan islamisasi pengetahuan. 3 November 2011 . tapi mungkin saja benar. diakses pada 10.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful