Makalah AL-HADIST

ILMU-ILMU HADIST

Disusun Oleh: Apriliansyah Purnomo Mahfud Aan Nurdiyanto (10660009) (10660011) (10660012) (10660013)

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI JURUSAN TEKNIK INDUSTRI YOGYAKARTA 2011

Sepeninggal Nabi. begitu juga perintah Allah dalam surat al-Ahzab ayat 36 Dalam sebuah hadis Nabi menyatakan ‫ﺗﺮﻛﺖﻓﻴﻜﻢٲﻣﺮﻴﻦﻟﻦﺗﻀﻠﻮآﻣﺎﺗﻤﺴﻜﺘﻢﺑﻬﻤﺎﻛﺘﺎبﷲوﺳﻨﺘ‬ ‫ﻲ‬ Para sahabat sepakat menetapkan wajib ittiba’ terhadap Hadis. Dan barangsiapa yang berpaling (dari keta`atan itu). . Umar. para sahabat selalu konsekwen melaksanakan perintah-perintahnya. para sahabat bila tidak menjumpai ketentuan-ketentuan dalam al-Qur’an tentang suatu perkara.80) Ayat ini memerintahkan kepada umat untuk mengikuti dan menaati hukum-hukum dan peraturan-peraturan yang disampaikan oleh Nabi.BAB I KATA PENGANTAR Hampir seluruh umat Islam sepakat bahwa Hadis berkedudukan sebagai salah satu sumber ajaran yang harus di taati. dan Para sahabat lainnya. Hadis maupun Ijma’ sahabat."(QS. Demikian yang dilakukan Abu Bakar.An Nisaa. maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka. Allah berfirman: ‫من يطع الرسول فقد أطاع ال ومن تولى فما أرسلناك عليهم حفيظا‬ ً ِ َ ْ ِ ْ ََ َ َ ْ َ ْ َ َ َ َّ َ ْ َ َ ّ َ َ َ ْ َ َ َ ُ ّ ِ ِ ُ ْ َ َ "Barangsiapa yang menta`ati Rasul itu.Dalam surat alHasyr ayat 7. sesungguhnya ia telah menta`ati Allah Ta'ala. mereka selalu bertanya bagaimana ketentuan tersebut dalam hadis. Di waktu Nabi masih hidup. berdasarkan dalildalil baik dari al-Qur’an.

Karena hal demikian suatu ijma’. taqir. Sedang secara terminologi ilmu hadis adalah ilmu yang berbicara tentang tata cara bersambungnya hadist kepada Nabi. h. Ed.dari segi keadaan para rowi dan para keadaan sanad. perkataan. ‘ulum al-hadist terdiri dari atas 2 kata. serta periwayatannya. Tatsir Mushthalah al-hadist (Berokut: Dari Al-qur’an al-karim. atau tingkah laku (akhlak) dengan cara yang teliti . dan penguraian lafaz-lafaznya. (Arabnya: ‘ulumul al-hadist). BAB II PEMBAHASAN A. Jammaluddin al-Qasimi. Lihat juga M. PENGERTIAN ILMU HADIST Ulumul Hadis adalah istilah ilmu hadis di dalam tradisi ulama hadits. 75) Sedangkan pengertian menurut Muhammad ‘ajjaj a-khathib adalah: Yaitu ilmu yang membahas tentang pemindahan (periwayatan) segala sesuatu yang disandarkan kepada Nabi saw. Tadrib al-Rawi fi Syarh Taqrib al-Nawawi. 42. gabungan kata ‘ulumul-hadist mengandung pengertian “ilmu-ilmu yang membahas atau berkaitan Hadis nabi SAW”. Kata ‘ulum dalam bahasa arab adalah bentuk jamak dari ‘ilm. Karena banyak kalangan yang ingin lebih dalam mengetahui hadist. ‘Abdul Al-Wahhab’ Abd al-Lathif (Madinah: Al-Maktabat al-‘Ilmiyyah.14) dengan demikian.” (Mahmud al-thahhan. perbuatan. sebagaimana yang dikutip oleh Al-Suyuthi. bahwa yang dimaksud Ilmu Hadis Riwayah adalah: Ilmu Hadis yang khusus berhubungan dengan riwayah adalah ilmu yang meliputi pemindahan (periwayatan) perkataan Nabi saw dan perbuatannya. H. (Jalal al-din ‘Abd al-Rahman Ibn Abu Bakar al-Suyuthi. pencatatannya. Ilmu Hadis Riwayah Menurut Ibn al-Akfani. 1392 H/ 1972 M). berupa perkataan. Menurut ulama mutakhkhirin ilmu hadist dibagi dua yaitu. h. jadi berarti “ilmu-ilmu”. maka muncullah berbagai ilmu hadist.cet kedua. sedangkan al-hadist di kalangan Ulama Hadis berarti “segala sesuatu yang disandarkan kepada nabi SAW dari perbuatan. 1979). sifat jasmaniah. yaitu ‘ulum dan Al-hadist. 1961). taqrir (ketetapan atau pengakuan). 1. atau sifat. Qawa’id al-Tahdist min Funun wa Mushthalah al-Hadist (Kairo: Al-Bab al-Halabi.

Ushul al-Hadits (Beirut: Dar al-Fikr.’Ajjaj al-Khathib. maka aku akan menceritakan kepadanya apa yang aku dapatkan dari Rasul SAW pada hari itu. 1989). 1404 H/ 1984). “Aku beserta tetanggaku dari kaum Ansar. sehingga kadangkadang mereka berjanji satu sama lainnya untuk bergantian menghadiri majelis Nabi saw.atau terperinci.7. (Zhafar Ahmad ibn Lathif al-‘Utsmani alTahanawi. Demikianlah periwayatan dan pemeliharaan Hadis Nabi saw berlangsung hingga usaha penghimpunan Hadis secara resmi dilakukan pada masa . h. apabila giliran dia yang hadir. Para Sahabat Nabi saw menaruh perhatian yang tinggi terhadap Hadis Nabi saw. Apabila giliranku yang hadir.). dan sebaliknya. • dan pembukuannya. secara bergantian menghadiri majelis Rasul saw. baik dari segi cara penerimaan dan demikian Cara pemeliharaan Hadis. Tersebut. perbuatan dan keadaan Rasulullah saw serta periwayatan. pemeliharaan. Dari ketiga definisi di atas dapat dipahami bahwa Ilmu Hadis Riwayah pada dasarnya adalah membahas tentang tata cara periwayatan. dan penulisan atau pembukuan Hadis Nabi saw.h. yaitu dalam bentuk penghafalan. Ilmu Hadis Riwayah ini sudah ada semenjak Nabi saw masih hidup. penulisan. manakala di antara mereka ada yang sedang berhalangan. Qawa ‘id fi ‘ Ulum al-Hadist. yang menceritakan.. Hal tersebut mencakup: • Cara periwayatan Hadis. Objek kajian ilmu Hadis Riwayah adalah Hadis Nabi saw dari segi periwayatan dan pemeliharaannya. (Lihat M. pencatatan. dan penguraian lafaz-lafaznya. Ushul al-Hadits. Sedemikian besar perhatian mereka. (“Ajjaj al-Khathib. maka dia pun akan melakukan hal yang sama. Ed. yaitu Bani Umayyah ibn Zaid.22. Definisi yang hampir sama senada juga dikemukkan oleh Zhafar Ahmad ibn Lathif al-‘Utsmani al-Tahanawi di dalam Qawa’id fi ‘ulum al-Hadist. Ilmu hadis yang khusus dengan riwayah adalah ilmu yang dapat diketahui dengan perkataan.a. Mereka berusaha untuk memperoleh Hadis-Hadis Nabi saw dengan cara mendatangi Majelis Rasul saw serta mendengar dan menyimak pesan atau nasihat yang disampaikan beliau. 67). juga dari cara penyampaiannya dari seorang perawi ke perawi lain. ‘Abd al-Fattah Abu Ghuddah (Beirut: Maktabat al-Nahdhah. Hal tersebut seperti yang dilakukan Umar r. yaitu bersamaan dengan dimulainya periwayatan dengan hadis itu sendiri. h.

pembicaraan dan perkembangannya tetap berjalan sejalan dengan perkembangan dan lahirnya sebagai cabang Ilmu Hadis. seperti perkataannya “akhbarana fulan”. macam-macam. Dengan demikian. Imam Abu Dawud. maka dengan sendirinya Ilmu Hadis Riwayah tidak banyak lagi berkembang.pemerintahan Khalifah ‘Umar ibn ‘Abd al-‘Aziz (memerintah 99 H/717 M. dan pembukuan Hadis secara besar-besaran terjadi pada abad ke 3 H yang dilakukan oleh para ulama. yaitu perkataan seorang perawi “haddatsana fulan”. seperti sama’ (perawi mendengarkan langsung bacaan Hadis dari seorang guru). Al-Zuhri dengan usahanya tersebut dipandang sebagai pelopor Ilmu Hadis Riwayah.) Syarat-syarat riwayat. Ilmu Hadis Dirayah Ibn al-Akfani memberikan Ilmu Hadis Dirayah sebagai berikut: dan Ilmu Hadis yang khusus tentang Dirayah adalah ilmu yang bertujuan untuk mengetahui hakikat riwayat. Imam Muslim. Usaha penghimpunan. (al-suyuthi. dan hukum-hukumnya. (telah mengabarkan kepada kami si Fulan). (telah menceritakan kepada kami si Fulan). dan dalam sejarah perkembangan Hadis. h.) Uraian dan elaborasi dari definisi di atas diberikan oleh Imam al-Suyuthi. Imam al-Tarmidzi. sebagai beikut: Hakikat riwayat. dan segala sesuatu yang berhubungan dengannya (Lihat al-Suyuthi. h. jenis yang diriwayatkan. keadaan para perawi. penyeleksian. 40. dan buku mereka pada masa selanjutnya telah jadi rujukan para Ulama yang datang kemudian. seperti Imam al-Bukhari.75. Berbeda lagi dengan Ilmu Hadis Dirayah. Lihat juga al-Qasimi. syarat-syarat mereka. yang oleh para Ulama disebut juga dengan ‘Ilm Mushthalah al-Hadist atau ‘Ilm Ushul al-Hadist. qira’ah (murid membacakan catatan . Qawa’id al-Tahdits. pada masa berikutnya apabila terdapat pembicaraan dan pengkajian tentang Ilmu Hadis Dirayah. syarat-syarat.124 H/ 742 M). Tadrb al-Rawi h. 40. adalah kegiatan sunah (Hadis) dan penyandaran kepada orang yang meriwayatkannya dengan kalimat tahdits. dan lain-lain. yaitu penerimaan para perawi terhadap apa yang diriwayatkannya dengan menggunakan cara-cara tertentu dalam penerimaan riwayat (cara-cara tahammul al-Hadits). Dengan dibukukan Hadis-Hadis Nabi saw oleh para Ulama di atas. penulisan. 2. dia dicatat sebagai ulama pertama yang menghimpun Hadis Nabi saw atas perintah Khalifah ‘Umar ibn ‘abd al-Aziz. atau Ikhbar. Tadrib al-Rawi.

Hukum riwayat. Keadaan para perawi. keadaan mereka dari segi keadilan mereka (al’adalah) dan ketidakadilan mereka (al-jarh). yaitu ditolak. yaitu diterimanya suatu riwayat karena telah memenuhi persyaratan tertentu. dan al-radd. h. (menyerahkan suatu hadis yang tertulis kepada seseorang untuk diriwayatkan). (menuliskan hadis untuk seseorang). Syarat-syarat mereka. Taisir Mushthalah al-Hadist. ijazah (memberi izin kepada seseorang untuk meriwayatkan suatu Hadis dari seorang ulama tanpa dibacakan sebelumnya). dan lainnya. kitabah. atau munqathi’. yaitu periwayatan yang terputus. mengetahui keadaan para perawi dari segi jarh . Jenis yang diriwayatkan (ashnaf al-marwiyyat). Ushul al.Hadis dari gurunya di hadapan guru tersebut). 8 ) Al-khatib lebih lanjut menguraikan definisi di atas sebagai berikut: al-rawi atau perawi. kitabah (menuliskan Hadis untuk seseorang). 157-164). i’lam (memberitahu seseorang bahwa Hadis-Hadis tertentu adalah koleksinya). (M. ‘Ajjaj alKhathib. di tengah.Hadits. Muttashil.16: Mahmud al-thahhan. munawalah. al-mu’jam. maksudnya adalah. adalah penulisan Hadis di dalam kitab al-musnad. Definisi yang lebih ringkas namun komprehensif tentang Ilmu Hadis Dirayah dikemukakan oleh M.M Azami. sebagai berikut : Ilmu Hadis Dirayah adalah kumpulan kaidah-kaidah dan masalah-masalah untuk mengetahui keadaan rawi dan marawi dari segi diterima atau ditolaknya. atau al-ajza’ dan lainnya dari jenis-jenis kitab yang menghimpun Hadis Nabi saw. adalah al-qabul. Studies ih Hadith Methologi and Literature. keadaan perawi dari segi diterima atau ditolaknya adalah. al-marwi adalah segala sesuatu yang diriwayatkan. washiyyat (mewasiatkan kepada seseorang koleksi hadis yang dikoleksinya). kepada seorang untuk diriwayatkan). h. seperti sahabat atau yang lainnya Tabi’in. karena adanya persyaratan tertentu yang tidak terpenuhi. yaitu periwayatan yang bersambung mulai dari perawi pertama sampai perawi terakhir. (M. ataupun di akhir. dan wajadah (mendapatkan koleksi tertentu tentang Hadis dari seorang guru). ‘Ajjaj al-khathib. adalah orang yang meriwatkan atau menyampaikan Hadis dari satu orang kepada yang lainnya. yaitu syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh seorang perawi ketika mereka menerima riwayat (syarat-syarat pada tahammul) dan syarat ketika menyampaikan riwayat (syarat pada al-adda’). yaitu segala sesuatu yang disandarkan kepada Nabi saw atau kepada yang lainnya. baik di awal.

. h. 9. atau selamatnya: (i) dari kejanggalan redaksi (rakakat al-faz). Keseluruhan nama-nama di atas. meskipun bervariasi. tersembunyi. namun mempunyai arti dan tujuan yang sama. atau dengan kandungan dan makna Al-Qur’an. Sedangkan pembahasan mengenai matan adalah meliputi segi ke-shahihan atau ke dhaifan-nya. dan (v) tinggi dan rendahnya martabat suatu sanad. adalah sanad dan matan Hadis. atau dengan fakta sejarah. Objek kajian atau pokok bahasan Ilmu Hadis Dirayah ini. tidak diketahui identitasnya atau tersamar: (ii) segi kepercayaan sanad (tsiqat al-sanad). yaitu kata-kata yang tidak bisa dipahami berdasarkan maknanya yang umum dikenal. mushthalah al-Hadits. yang menentukan diterima atau ditolaknya suatu Hadis. karena bertentangan dengan akal dan panca indera.ma’na). (ii) dari cacat atau kejanggalan dari maknanya (fasad al. yatu setiap perawi yang terdapat di dalam sanad suatu Hadis harus memiliki sifat adil dan dhabith (kuat dan cermat hafalan atau dokumentasi Hadisnya ). dan segala sesuatu yang berhubungan dengannya dalam kaitannya dengan periwayatan Hadis.) . oleh karenanya. tidak dibenarkan suatu rangkaian sanad tersebut yang terputus. (iii) segi keselamatan dan kejanggalan (syadz). (iv) keselamatan dan cacat (‘illat). Pembahasan tentang sanad meliputi: (i) segi persambungan sanad (ittishal al-sanad). Hal tersebut dapat dilihat dari kesejalananya dengan makna dan tujuan yang terkandung di dalam al-quran. adanya ‘illat atau tidak. (Ibid.dan ta’dil ketika tahammul dan adda’ al-Hadist. yaitu bahwa suatu rangkaian sanad Hadis haruslah bersambung mulai dari Sahabat sampai pada Periwayat terakhir yang menuliskan atau membukukan Hadis tersebut. atau Ushul al-Hadits. dari segi diterima dan ditolaknya. Ilmu Hadis Dirayah inilah yang pada masa selanjutnya secara umum dikenal dengan Ulumul Hadis. dan(iii) dari kata-kata asing (gharib). keadaan marwi adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan ittishal al-sanad (persambungan sanad) atau terputusnya. Tujuan dan urgensi Ilmu Hadis Dirayah adalah untuk mengetahui dan menetapkan Hadis-Hadis yang maqbul (yang dapat diterima sebagai dalil atau untuk diamalkan) dan yang mardud (yang ditolak). berdasarkan definisi di atas. yaitu ilmu yang membahas tentang kaidah-kaidah untuk mengetaui keadaan perawi (sanad) dan marwi (matan) suatu Hadis.

pembahasan tentang perawi.suraij bin hani dan lain . 53 ).  Ilmu yang berpangkal kepada sanad a.jadi mereka tergolong sebagian dari tabi’in.zaman nabi dalam keadaan islam.matan atau keduanya.Almawali adalah para rowi dan ulama yang semula adalah budak.bahkan tabi’in besar. pembahasan tentang tata cara penerimaannya (tahmmul) dan periwayatan (adda’) Hadis.hamru bin maimun.mawali dan hal hal yang berpautan dengannya. h 510). Masing-masing pembahasan di atas dipandang sebagai macam-macam dari Ulumul Hadis. berdasarkan kepada permasalahan yang dibahas padanya.juga dibahas tentang muhadlromin. Imam al-Suyuthi menyatakan bahwa macam-macam Ulumul Hadis tersebut banyak sekali. serta macam-macamnya. Ilmu thabaqat ar-ruat. Biarpun ilmu . bahkan tidak terhingga jumlahnya. sesuai dengan pembahasannya. pembahasan al-jarih dan al-ta’dil serta tingkatan-tingkatannya.tabi’in dan tabi’it tabi’in.sua’id bin gaflah. h.tetapi tidak sempat bertemu dengan nabi. lihat juga Tadrib al-rawi. ‘ulum al-hadits. ed. Dan Dha’if. CABANG ILMU HADIST Dalam perkembangan selanjutnya munculah beberapa ilmu hadist yang mempunyai pembahasan objek yang lebih khusus yan berpangkal pada sanad. Ilmu rijal al-hadis Ilmu pengetahuan yang membicarakan tentang ihwal dan sejarah kehidupan para rawi dari golongan sahabat.seperti.ilmu itu lebih mengarah kepada suatu objek tertentu. 11. dan pengklasikasiannya antara yang tsiqat dan yang dha’if. Ibn alShaleh menyebutkan ada 65 macam Ulumul Hadis. . dan pembahasan lainnya. (Abu ‘Amr Ibn al-Shaleh.aswad yasid anNakha’i. sehingga. b. (Ibd. B.tetapi saling diperlukan dan erat hubungannya satu dengan yang lain. 1972). seperti yang dikemukakan di atas.Para ulama Hadis membagi Ilmu Hadis Dirayah atau Ulumul Hadis ini kepada beberapa macam. latar belakang kehidupannya. h. Hasan. Nur al-Din ‘Atr (Madinah: Maktabat al-Ilmiyyah. seperti pembahasan tentang pembagian Hadis Shahih. karena banyaknya.lain.muhadromin adalah orang yang hidup pada zaman jahilliyah.

yakni melakukan perbuatan tercela diluar ketentuan syari’ah 2. At-ta’dil yaitu meniai adil kepada orang lain dengan menunjukan sifat baik. yaitu berselisih dengan riwayat orang yang lebih tsiqah 3.penyelidikan terhadap rawi adalah kewajiban dalam rangka menjaga kemurnian sunnah Nabi SAW.pada umumnya keaiban rowi berkisar kepada 5 macam berikut ini: 1.kemudian kapan dan dimana ia meninggal.seperti sifat kuat hafalan. Ilmu jarh wa ta’dil Ilmu yang membahas keadaan rowi dari segi di tolak atau diterima periwayatannya.ilmu ini membahas masalah yang diarahkan kepada kelompok orang orang yang berserikat dalam satu alat pengikat yang sama. yaitu banyak kekeliruan dalam periwayatan 4.karena untuk mengetahui kebenaran pengakuan seseorang.terpercaya dan sebagainya.misalanya tabaqat sahabat.Ini termasuk ilmu rijal al-hadis. Bid’ah. Dalam ilmu hadis. Begitu juga pengetahuan tentang kampung halaman sangatlah besar faedahnya.dakwah al-inqitha’. Firman Allah dalam surat Al-Hujurat ayat 6 : ‫يأيها الين ءامنوا ان جاءكم فاسق بنباء فتبينوا أن تصيبوا قووما بجهلة‬ ‫فتصبحوا علي ما فعلتم ندمين‬ Ada beberapa tingkatan dalam ta’dil: . Ilmu tarikhrijal al-hadis Ilmu ini membahas tentang kapan dan dimana seorang rowi dilahirkan.jahalat al-hal. yaitu diduga keras sanatnya tidak bersambung Al-jarh/tajrih adalah menunjukan sifat jelek yang melekat pada rowi hadis. d.siapa orang yang pernah mengambil hadist darinya. yaitu tidak dikenal identitasnya 5. Faedah mengetahuhi tabaqat sahabat dan tabaqat tabi’in untuk mengetahui kemuttasilan atau mursalan sutau hadist.khalath.cermat.yang melekat pada orang tersebut.seperti pelupa pembohong dan sebagainya.tabaqat tabi’in.mengetahui tanggal lahir dan meninggal seorang rowi sangatlah penting.mengingat adanya rowi rowi yang memiliki nama yang sama. mukhalafah.dari siapa ia menerima hadist. c.

Menggunakan ungkapan yang sangat buruk.اضبط الذاس. seperti: ‫اكذب الناس. Mengulang kata pujian.tetapi tidak dilaporkan kecerasan dan kekuatan hafalanya. حا فظ. ثقة ىثبت. Pada tingkat yang paling ringan (4.kecermatan dan kekuatan hafalan yang amat bagus. Menggunakan kata – kata yan g agak tegak dekat dengan tajrih.dan sangat memberatkan kepada rawi yang dicatat karena kedustaany.لب س ب‬ 5. Menggunakan kata pujian tanpa pengulangan.tidak melukiskan kecermatan atau kekuatan hafalan. اما م‬ 4. صدوق ان شا ال. ثقة متقن‬ 3.ketilitian. Menggunakan kata pujian yang bersangkutan seperti : ‫ا ثق الناس . فل ن ثقه.seperti: ‫صدو قو. Pada tingkatan tertinggi (1. وضا ع الحد يث‬ 2. كذاب. روو ا عنه. ليس له نظير‬ 2.2)yang ditonjolkan adalah bahwa rawi mempunyai kecerdasan. هلك‬ . ساقط.seperti: ‫ثقة حافظ . حجة. Menggunakan kata – kata yang menggambarkan kebaikan seseorang.setia terhadap agama. 2. Menggunakan kata – kata yang lebih lunak dalam kedustaanya seperti: ‫متهم بالكذب.1. محلحالصدق‬ Ada 2 hal yang berhubungan dengan ta’dil: 1. مامون.baik yang sama atau mirip. ضا بت.seperti: ‫ليس ببعيدمن الصو اب. صو يلح.ثقة ما مو ن.5) terlihat bahwa rawi sebagai orang jujur.seperti: ‫فل ن ثقة. Adapun tingkatan dalam jarh adala sebagai berikut: 1.hal ini berarti dalam ta’dil yang ditekankan adlah kecerdasan dan kejujuran.

ليحتج به. 2.atau tidak ditliskan hadisnya. Ilmu tarikhal-mutun . ضعيف جداليس بشيء‬ 4. Ilmu asbab wurud al-hadis Ilmu yang membicarakan sebab sebab Nabi SAW menuturkan sabdanya. والفرات. Menggunakan kata . maka makna yang dikandung suatu hadis dapat dipahami dengan mudah. Kesulitan ini muncul mungkin dikarenakan 1.النيل. Ilmu gharib al-hadis Ilmu yang membahas tentang makna yang terdapat pada lafat hadis yang sulit dipahami. sehingga diperlukan takwil berdasarkan kaidah penggunaan bahasa ketiika hadist itu disampaikan.3. Dengan memahami asbab al-wurud.sehingga memungkinkan adanya kata – kata yang tidak terpakai lagi. Menggunakan kata yang lebih lunak lagi yang menggambarkan bahwa hadis yang dibawa oleh rawi tidak dapat dijadikan sebagai hujjah. ضعفوه. seperti: ‫فلن يقال فيه. namun demikian tidak semua hadis mempunyai asbab al –wurud. sepeti: ‫مردود الحديث.kata yang menunjukkan cacat ringan. منكر الحديث‬ 5. Misal: ‫.adanya pekembangan bahasa. c. urgansi asbab wurud al-hadis sama halnya dengan asbab nuzul al-Qur’an. seperti: ‫فلن ضعيف. atau ada kosakata dari bahasa asing yang masuk dalam bahasa arab. Menggunakan kata yang lebih lunak lagi yang menunjukkan hadisnya ditolak oleh orang banyak. ليس بحجة‬  Ilmu yang berpangkal kepada matan: a.adanya matan hadist yang sulit diterima oleh akal.فيه ضغف. وسيحون‬ b.

Ilmu ini menitik beratkan pembahasan kepada kapan atau diwaktu apa hadis itu di ucapkan atau perbuatan itu dilakukan oleh nabi. d. . sehingga harus dikompromikan dengan menghilangkan kesukarannya.menyebut marfu’ terhadap yang mauquf. Ilmu ini penting untuk mengetahui nasikh dan mansukhnya hadis sehingga dapat di amalkan.  Ilmu yang berpangkal pada sanad dan matan a.yakni dengan taqyid al-muthlaq. e. Ilmu nasikh wa mansukh Ilmu yang membahas hadis – hadis yang berlawanan yang tidak dapat dipertemukan dengan ketetapan bahwa yang datang terdahulu di sebut mansukhdan yang datang kemudian di sebut nasikh.mis.atau dengan takwil.misalnya mengatakan mutasil terhadap hadis yang munqathi’. Ilmu talfiq al-hadis Ilmu yang membahas hadis – hadis yang menurut lahirnya saling berlawanan.takhshish al-‘am. Ilmu ‘ilal al-hadist Ilmu yang membahas sebab – sebab yang tersembunyi yang dapat mencacatkan kesahihan hadist.memasukkan hadis ke dalam hadis yang lain dan sebagainya.

Dr.Shidieqy. Sejarah dan Pengantar Ilmu Hadist.DAFTAR PUSTAKA Handout Materi.blogdetik.wordpress. Hasbi Ash. 2002. Porf. Jakarta: Bulan Bintang.com/2008/08/05/ulumul-hadits/ http://ahmadfaruq. Yogyakarta: Fakultas Sains dan Teknologi.Hadist. 2007. http://attanzil. Al.com/hadist .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful