Makalah AL-HADIST

ILMU-ILMU HADIST

Disusun Oleh: Apriliansyah Purnomo Mahfud Aan Nurdiyanto (10660009) (10660011) (10660012) (10660013)

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI JURUSAN TEKNIK INDUSTRI YOGYAKARTA 2011

berdasarkan dalildalil baik dari al-Qur’an.Dalam surat alHasyr ayat 7. . Umar.BAB I KATA PENGANTAR Hampir seluruh umat Islam sepakat bahwa Hadis berkedudukan sebagai salah satu sumber ajaran yang harus di taati. mereka selalu bertanya bagaimana ketentuan tersebut dalam hadis. dan Para sahabat lainnya. para sahabat selalu konsekwen melaksanakan perintah-perintahnya. Di waktu Nabi masih hidup.80) Ayat ini memerintahkan kepada umat untuk mengikuti dan menaati hukum-hukum dan peraturan-peraturan yang disampaikan oleh Nabi. Sepeninggal Nabi. maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka. Hadis maupun Ijma’ sahabat."(QS. sesungguhnya ia telah menta`ati Allah Ta'ala. Demikian yang dilakukan Abu Bakar. Dan barangsiapa yang berpaling (dari keta`atan itu). Allah berfirman: ‫من يطع الرسول فقد أطاع ال ومن تولى فما أرسلناك عليهم حفيظا‬ ً ِ َ ْ ِ ْ ََ َ َ ْ َ ْ َ َ َ َّ َ ْ َ َ ّ َ َ َ ْ َ َ َ ُ ّ ِ ِ ُ ْ َ َ "Barangsiapa yang menta`ati Rasul itu.An Nisaa. para sahabat bila tidak menjumpai ketentuan-ketentuan dalam al-Qur’an tentang suatu perkara. begitu juga perintah Allah dalam surat al-Ahzab ayat 36 Dalam sebuah hadis Nabi menyatakan ‫ﺗﺮﻛﺖﻓﻴﻜﻢٲﻣﺮﻴﻦﻟﻦﺗﻀﻠﻮآﻣﺎﺗﻤﺴﻜﺘﻢﺑﻬﻤﺎﻛﺘﺎبﷲوﺳﻨﺘ‬ ‫ﻲ‬ Para sahabat sepakat menetapkan wajib ittiba’ terhadap Hadis.

sedangkan al-hadist di kalangan Ulama Hadis berarti “segala sesuatu yang disandarkan kepada nabi SAW dari perbuatan. taqrir (ketetapan atau pengakuan). taqir. Ilmu Hadis Riwayah Menurut Ibn al-Akfani.dari segi keadaan para rowi dan para keadaan sanad. pencatatannya.Karena hal demikian suatu ijma’. Kata ‘ulum dalam bahasa arab adalah bentuk jamak dari ‘ilm. Menurut ulama mutakhkhirin ilmu hadist dibagi dua yaitu. maka muncullah berbagai ilmu hadist. Sedang secara terminologi ilmu hadis adalah ilmu yang berbicara tentang tata cara bersambungnya hadist kepada Nabi.cet kedua. sifat jasmaniah. H. h.” (Mahmud al-thahhan. ‘ulum al-hadist terdiri dari atas 2 kata. ‘Abdul Al-Wahhab’ Abd al-Lathif (Madinah: Al-Maktabat al-‘Ilmiyyah. 42. perbuatan. BAB II PEMBAHASAN A. dan penguraian lafaz-lafaznya. Ed. atau tingkah laku (akhlak) dengan cara yang teliti . 1. perkataan. Tatsir Mushthalah al-hadist (Berokut: Dari Al-qur’an al-karim. (Arabnya: ‘ulumul al-hadist). 1979). 75) Sedangkan pengertian menurut Muhammad ‘ajjaj a-khathib adalah: Yaitu ilmu yang membahas tentang pemindahan (periwayatan) segala sesuatu yang disandarkan kepada Nabi saw. (Jalal al-din ‘Abd al-Rahman Ibn Abu Bakar al-Suyuthi. jadi berarti “ilmu-ilmu”. sebagaimana yang dikutip oleh Al-Suyuthi. yaitu ‘ulum dan Al-hadist. bahwa yang dimaksud Ilmu Hadis Riwayah adalah: Ilmu Hadis yang khusus berhubungan dengan riwayah adalah ilmu yang meliputi pemindahan (periwayatan) perkataan Nabi saw dan perbuatannya. 1961). Tadrib al-Rawi fi Syarh Taqrib al-Nawawi. PENGERTIAN ILMU HADIST Ulumul Hadis adalah istilah ilmu hadis di dalam tradisi ulama hadits. h. 1392 H/ 1972 M). gabungan kata ‘ulumul-hadist mengandung pengertian “ilmu-ilmu yang membahas atau berkaitan Hadis nabi SAW”. serta periwayatannya.14) dengan demikian. atau sifat. Jammaluddin al-Qasimi. Karena banyak kalangan yang ingin lebih dalam mengetahui hadist. berupa perkataan. Qawa’id al-Tahdist min Funun wa Mushthalah al-Hadist (Kairo: Al-Bab al-Halabi. Lihat juga M.

maka dia pun akan melakukan hal yang sama. Qawa ‘id fi ‘ Ulum al-Hadist. juga dari cara penyampaiannya dari seorang perawi ke perawi lain. Ushul al-Hadits. Para Sahabat Nabi saw menaruh perhatian yang tinggi terhadap Hadis Nabi saw. Dari ketiga definisi di atas dapat dipahami bahwa Ilmu Hadis Riwayah pada dasarnya adalah membahas tentang tata cara periwayatan. baik dari segi cara penerimaan dan demikian Cara pemeliharaan Hadis. Demikianlah periwayatan dan pemeliharaan Hadis Nabi saw berlangsung hingga usaha penghimpunan Hadis secara resmi dilakukan pada masa .).22. dan sebaliknya.h. pemeliharaan. 1989).a. penulisan. 67). dan penguraian lafaz-lafaznya. Hal tersebut seperti yang dilakukan Umar r.atau terperinci. Objek kajian ilmu Hadis Riwayah adalah Hadis Nabi saw dari segi periwayatan dan pemeliharaannya. (Zhafar Ahmad ibn Lathif al-‘Utsmani alTahanawi. Ilmu Hadis Riwayah ini sudah ada semenjak Nabi saw masih hidup. h.’Ajjaj al-Khathib. Hal tersebut mencakup: • Cara periwayatan Hadis.. • dan pembukuannya. manakala di antara mereka ada yang sedang berhalangan. yaitu dalam bentuk penghafalan. Ed. perbuatan dan keadaan Rasulullah saw serta periwayatan. Ushul al-Hadits (Beirut: Dar al-Fikr. ‘Abd al-Fattah Abu Ghuddah (Beirut: Maktabat al-Nahdhah. yaitu bersamaan dengan dimulainya periwayatan dengan hadis itu sendiri. dan penulisan atau pembukuan Hadis Nabi saw. Ilmu hadis yang khusus dengan riwayah adalah ilmu yang dapat diketahui dengan perkataan. Definisi yang hampir sama senada juga dikemukkan oleh Zhafar Ahmad ibn Lathif al-‘Utsmani al-Tahanawi di dalam Qawa’id fi ‘ulum al-Hadist. maka aku akan menceritakan kepadanya apa yang aku dapatkan dari Rasul SAW pada hari itu. (“Ajjaj al-Khathib. apabila giliran dia yang hadir. pencatatan. Sedemikian besar perhatian mereka. Mereka berusaha untuk memperoleh Hadis-Hadis Nabi saw dengan cara mendatangi Majelis Rasul saw serta mendengar dan menyimak pesan atau nasihat yang disampaikan beliau. “Aku beserta tetanggaku dari kaum Ansar. yaitu Bani Umayyah ibn Zaid. Tersebut.7. (Lihat M. yang menceritakan. secara bergantian menghadiri majelis Rasul saw. Apabila giliranku yang hadir. h. sehingga kadangkadang mereka berjanji satu sama lainnya untuk bergantian menghadiri majelis Nabi saw. 1404 H/ 1984).

yaitu perkataan seorang perawi “haddatsana fulan”.) Syarat-syarat riwayat. Berbeda lagi dengan Ilmu Hadis Dirayah. adalah kegiatan sunah (Hadis) dan penyandaran kepada orang yang meriwayatkannya dengan kalimat tahdits. dan segala sesuatu yang berhubungan dengannya (Lihat al-Suyuthi. Lihat juga al-Qasimi. keadaan para perawi. dia dicatat sebagai ulama pertama yang menghimpun Hadis Nabi saw atas perintah Khalifah ‘Umar ibn ‘abd al-Aziz. Imam Muslim. macam-macam. Usaha penghimpunan. atau Ikhbar. Tadrb al-Rawi h. Dengan dibukukan Hadis-Hadis Nabi saw oleh para Ulama di atas. Tadrib al-Rawi. Qawa’id al-Tahdits.75.124 H/ 742 M). yaitu penerimaan para perawi terhadap apa yang diriwayatkannya dengan menggunakan cara-cara tertentu dalam penerimaan riwayat (cara-cara tahammul al-Hadits). yang oleh para Ulama disebut juga dengan ‘Ilm Mushthalah al-Hadist atau ‘Ilm Ushul al-Hadist. h. pembicaraan dan perkembangannya tetap berjalan sejalan dengan perkembangan dan lahirnya sebagai cabang Ilmu Hadis. h. seperti perkataannya “akhbarana fulan”. Ilmu Hadis Dirayah Ibn al-Akfani memberikan Ilmu Hadis Dirayah sebagai berikut: dan Ilmu Hadis yang khusus tentang Dirayah adalah ilmu yang bertujuan untuk mengetahui hakikat riwayat. penulisan. (telah menceritakan kepada kami si Fulan). dan dalam sejarah perkembangan Hadis. Dengan demikian. jenis yang diriwayatkan. 40.pemerintahan Khalifah ‘Umar ibn ‘Abd al-‘Aziz (memerintah 99 H/717 M. 40.) Uraian dan elaborasi dari definisi di atas diberikan oleh Imam al-Suyuthi. seperti Imam al-Bukhari. dan pembukuan Hadis secara besar-besaran terjadi pada abad ke 3 H yang dilakukan oleh para ulama. qira’ah (murid membacakan catatan . dan buku mereka pada masa selanjutnya telah jadi rujukan para Ulama yang datang kemudian. 2. syarat-syarat mereka. (al-suyuthi. dan hukum-hukumnya. pada masa berikutnya apabila terdapat pembicaraan dan pengkajian tentang Ilmu Hadis Dirayah. seperti sama’ (perawi mendengarkan langsung bacaan Hadis dari seorang guru). Imam Abu Dawud. dan lain-lain. (telah mengabarkan kepada kami si Fulan). sebagai beikut: Hakikat riwayat. maka dengan sendirinya Ilmu Hadis Riwayah tidak banyak lagi berkembang. Al-Zuhri dengan usahanya tersebut dipandang sebagai pelopor Ilmu Hadis Riwayah. Imam al-Tarmidzi. syarat-syarat. penyeleksian.

dan wajadah (mendapatkan koleksi tertentu tentang Hadis dari seorang guru). di tengah. keadaan mereka dari segi keadilan mereka (al’adalah) dan ketidakadilan mereka (al-jarh). h. 8 ) Al-khatib lebih lanjut menguraikan definisi di atas sebagai berikut: al-rawi atau perawi. atau al-ajza’ dan lainnya dari jenis-jenis kitab yang menghimpun Hadis Nabi saw. yaitu segala sesuatu yang disandarkan kepada Nabi saw atau kepada yang lainnya.Hadits. Taisir Mushthalah al-Hadist. adalah orang yang meriwatkan atau menyampaikan Hadis dari satu orang kepada yang lainnya.16: Mahmud al-thahhan. (menyerahkan suatu hadis yang tertulis kepada seseorang untuk diriwayatkan). al-marwi adalah segala sesuatu yang diriwayatkan.M Azami. baik di awal. ijazah (memberi izin kepada seseorang untuk meriwayatkan suatu Hadis dari seorang ulama tanpa dibacakan sebelumnya). ‘Ajjaj al-khathib. Studies ih Hadith Methologi and Literature. yaitu diterimanya suatu riwayat karena telah memenuhi persyaratan tertentu. Keadaan para perawi. ataupun di akhir. seperti sahabat atau yang lainnya Tabi’in. adalah penulisan Hadis di dalam kitab al-musnad. Syarat-syarat mereka. 157-164). keadaan perawi dari segi diterima atau ditolaknya adalah. yaitu periwayatan yang terputus. h. (M. yaitu ditolak. Jenis yang diriwayatkan (ashnaf al-marwiyyat). karena adanya persyaratan tertentu yang tidak terpenuhi. yaitu periwayatan yang bersambung mulai dari perawi pertama sampai perawi terakhir. washiyyat (mewasiatkan kepada seseorang koleksi hadis yang dikoleksinya). mengetahui keadaan para perawi dari segi jarh . kitabah (menuliskan Hadis untuk seseorang). Definisi yang lebih ringkas namun komprehensif tentang Ilmu Hadis Dirayah dikemukakan oleh M. Hukum riwayat. munawalah. maksudnya adalah. adalah al-qabul. (M. dan al-radd. atau munqathi’. i’lam (memberitahu seseorang bahwa Hadis-Hadis tertentu adalah koleksinya). yaitu syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh seorang perawi ketika mereka menerima riwayat (syarat-syarat pada tahammul) dan syarat ketika menyampaikan riwayat (syarat pada al-adda’). Ushul al. dan lainnya. al-mu’jam. sebagai berikut : Ilmu Hadis Dirayah adalah kumpulan kaidah-kaidah dan masalah-masalah untuk mengetahui keadaan rawi dan marawi dari segi diterima atau ditolaknya. kepada seorang untuk diriwayatkan). ‘Ajjaj alKhathib. (menuliskan hadis untuk seseorang). kitabah.Hadis dari gurunya di hadapan guru tersebut). Muttashil.

Pembahasan tentang sanad meliputi: (i) segi persambungan sanad (ittishal al-sanad).ma’na). dan(iii) dari kata-kata asing (gharib). yaitu kata-kata yang tidak bisa dipahami berdasarkan maknanya yang umum dikenal. (iv) keselamatan dan cacat (‘illat). Sedangkan pembahasan mengenai matan adalah meliputi segi ke-shahihan atau ke dhaifan-nya. karena bertentangan dengan akal dan panca indera. 9. adalah sanad dan matan Hadis. yaitu ilmu yang membahas tentang kaidah-kaidah untuk mengetaui keadaan perawi (sanad) dan marwi (matan) suatu Hadis. yaitu bahwa suatu rangkaian sanad Hadis haruslah bersambung mulai dari Sahabat sampai pada Periwayat terakhir yang menuliskan atau membukukan Hadis tersebut. namun mempunyai arti dan tujuan yang sama. adanya ‘illat atau tidak. (Ibid. atau dengan kandungan dan makna Al-Qur’an. (iii) segi keselamatan dan kejanggalan (syadz). Hal tersebut dapat dilihat dari kesejalananya dengan makna dan tujuan yang terkandung di dalam al-quran.. tidak dibenarkan suatu rangkaian sanad tersebut yang terputus. (ii) dari cacat atau kejanggalan dari maknanya (fasad al. meskipun bervariasi. yatu setiap perawi yang terdapat di dalam sanad suatu Hadis harus memiliki sifat adil dan dhabith (kuat dan cermat hafalan atau dokumentasi Hadisnya ). atau dengan fakta sejarah. Tujuan dan urgensi Ilmu Hadis Dirayah adalah untuk mengetahui dan menetapkan Hadis-Hadis yang maqbul (yang dapat diterima sebagai dalil atau untuk diamalkan) dan yang mardud (yang ditolak). tidak diketahui identitasnya atau tersamar: (ii) segi kepercayaan sanad (tsiqat al-sanad). mushthalah al-Hadits. Ilmu Hadis Dirayah inilah yang pada masa selanjutnya secara umum dikenal dengan Ulumul Hadis.) .dan ta’dil ketika tahammul dan adda’ al-Hadist. atau Ushul al-Hadits. h. tersembunyi. dan (v) tinggi dan rendahnya martabat suatu sanad. Objek kajian atau pokok bahasan Ilmu Hadis Dirayah ini. berdasarkan definisi di atas. keadaan marwi adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan ittishal al-sanad (persambungan sanad) atau terputusnya. yang menentukan diterima atau ditolaknya suatu Hadis. oleh karenanya. Keseluruhan nama-nama di atas. dan segala sesuatu yang berhubungan dengannya dalam kaitannya dengan periwayatan Hadis. atau selamatnya: (i) dari kejanggalan redaksi (rakakat al-faz). dari segi diterima dan ditolaknya.

serta macam-macamnya. h. karena banyaknya. h 510). dan pembahasan lainnya. Biarpun ilmu . latar belakang kehidupannya.ilmu itu lebih mengarah kepada suatu objek tertentu. CABANG ILMU HADIST Dalam perkembangan selanjutnya munculah beberapa ilmu hadist yang mempunyai pembahasan objek yang lebih khusus yan berpangkal pada sanad. lihat juga Tadrib al-rawi.seperti.juga dibahas tentang muhadlromin. dan pengklasikasiannya antara yang tsiqat dan yang dha’if. seperti pembahasan tentang pembagian Hadis Shahih.tabi’in dan tabi’it tabi’in.jadi mereka tergolong sebagian dari tabi’in. B. .sua’id bin gaflah.  Ilmu yang berpangkal kepada sanad a.hamru bin maimun. h. Nur al-Din ‘Atr (Madinah: Maktabat al-Ilmiyyah. Ilmu thabaqat ar-ruat. pembahasan tentang perawi.mawali dan hal hal yang berpautan dengannya. sesuai dengan pembahasannya.Para ulama Hadis membagi Ilmu Hadis Dirayah atau Ulumul Hadis ini kepada beberapa macam. ed. pembahasan tentang tata cara penerimaannya (tahmmul) dan periwayatan (adda’) Hadis. (Abu ‘Amr Ibn al-Shaleh. 1972). 53 ). Hasan. Masing-masing pembahasan di atas dipandang sebagai macam-macam dari Ulumul Hadis. bahkan tidak terhingga jumlahnya.Almawali adalah para rowi dan ulama yang semula adalah budak. Imam al-Suyuthi menyatakan bahwa macam-macam Ulumul Hadis tersebut banyak sekali. pembahasan al-jarih dan al-ta’dil serta tingkatan-tingkatannya. seperti yang dikemukakan di atas. sehingga.zaman nabi dalam keadaan islam. b.tetapi tidak sempat bertemu dengan nabi.lain. ‘ulum al-hadits.muhadromin adalah orang yang hidup pada zaman jahilliyah. (Ibd. berdasarkan kepada permasalahan yang dibahas padanya. Dan Dha’if.matan atau keduanya. Ibn alShaleh menyebutkan ada 65 macam Ulumul Hadis.suraij bin hani dan lain . 11.aswad yasid anNakha’i.bahkan tabi’in besar.tetapi saling diperlukan dan erat hubungannya satu dengan yang lain. Ilmu rijal al-hadis Ilmu pengetahuan yang membicarakan tentang ihwal dan sejarah kehidupan para rawi dari golongan sahabat.

seperti pelupa pembohong dan sebagainya. Begitu juga pengetahuan tentang kampung halaman sangatlah besar faedahnya.dakwah al-inqitha’.seperti sifat kuat hafalan.karena untuk mengetahui kebenaran pengakuan seseorang.pada umumnya keaiban rowi berkisar kepada 5 macam berikut ini: 1. d.yang melekat pada orang tersebut.terpercaya dan sebagainya. Dalam ilmu hadis. yaitu berselisih dengan riwayat orang yang lebih tsiqah 3.jahalat al-hal. Faedah mengetahuhi tabaqat sahabat dan tabaqat tabi’in untuk mengetahui kemuttasilan atau mursalan sutau hadist.yakni melakukan perbuatan tercela diluar ketentuan syari’ah 2.penyelidikan terhadap rawi adalah kewajiban dalam rangka menjaga kemurnian sunnah Nabi SAW.dari siapa ia menerima hadist.khalath.misalanya tabaqat sahabat. Bid’ah.mengingat adanya rowi rowi yang memiliki nama yang sama.kemudian kapan dan dimana ia meninggal. Firman Allah dalam surat Al-Hujurat ayat 6 : ‫يأيها الين ءامنوا ان جاءكم فاسق بنباء فتبينوا أن تصيبوا قووما بجهلة‬ ‫فتصبحوا علي ما فعلتم ندمين‬ Ada beberapa tingkatan dalam ta’dil: .siapa orang yang pernah mengambil hadist darinya.Ini termasuk ilmu rijal al-hadis.mengetahui tanggal lahir dan meninggal seorang rowi sangatlah penting. Ilmu jarh wa ta’dil Ilmu yang membahas keadaan rowi dari segi di tolak atau diterima periwayatannya. yaitu diduga keras sanatnya tidak bersambung Al-jarh/tajrih adalah menunjukan sifat jelek yang melekat pada rowi hadis. c.cermat.tabaqat tabi’in. yaitu tidak dikenal identitasnya 5. yaitu banyak kekeliruan dalam periwayatan 4. Ilmu tarikhrijal al-hadis Ilmu ini membahas tentang kapan dan dimana seorang rowi dilahirkan. mukhalafah. At-ta’dil yaitu meniai adil kepada orang lain dengan menunjukan sifat baik.ilmu ini membahas masalah yang diarahkan kepada kelompok orang orang yang berserikat dalam satu alat pengikat yang sama.

Menggunakan ungkapan yang sangat buruk. روو ا عنه.dan sangat memberatkan kepada rawi yang dicatat karena kedustaany. Menggunakan kata pujian tanpa pengulangan. Pada tingkat yang paling ringan (4. كذاب. 2. Menggunakan kata – kata yan g agak tegak dekat dengan tajrih. Menggunakan kata – kata yang lebih lunak dalam kedustaanya seperti: ‫متهم بالكذب. ضا بت. حا فظ. ثقة ىثبت. seperti: ‫اكذب الناس. حجة. مامون. Mengulang kata pujian. وضا ع الحد يث‬ 2. Adapun tingkatan dalam jarh adala sebagai berikut: 1.seperti: ‫صدو قو.ketilitian. اما م‬ 4.seperti: ‫ثقة حافظ . Menggunakan kata pujian yang bersangkutan seperti : ‫ا ثق الناس .2)yang ditonjolkan adalah bahwa rawi mempunyai kecerdasan. صو يلح.tetapi tidak dilaporkan kecerasan dan kekuatan hafalanya.seperti: ‫فل ن ثقة.baik yang sama atau mirip. Pada tingkatan tertinggi (1. محلحالصدق‬ Ada 2 hal yang berhubungan dengan ta’dil: 1.setia terhadap agama.kecermatan dan kekuatan hafalan yang amat bagus.لب س ب‬ 5. صدوق ان شا ال.اضبط الذاس. ليس له نظير‬ 2.5) terlihat bahwa rawi sebagai orang jujur. فل ن ثقه.1. هلك‬ . ساقط.hal ini berarti dalam ta’dil yang ditekankan adlah kecerdasan dan kejujuran. ثقة متقن‬ 3.seperti: ‫ليس ببعيدمن الصو اب.ثقة ما مو ن. Menggunakan kata – kata yang menggambarkan kebaikan seseorang.tidak melukiskan kecermatan atau kekuatan hafalan.

seperti: ‫فلن ضعيف.adanya pekembangan bahasa. منكر الحديث‬ 5. urgansi asbab wurud al-hadis sama halnya dengan asbab nuzul al-Qur’an. ضعفوه.atau tidak ditliskan hadisnya.adanya matan hadist yang sulit diterima oleh akal. atau ada kosakata dari bahasa asing yang masuk dalam bahasa arab. ليس بحجة‬  Ilmu yang berpangkal kepada matan: a. ليحتج به. Menggunakan kata . Ilmu gharib al-hadis Ilmu yang membahas tentang makna yang terdapat pada lafat hadis yang sulit dipahami. namun demikian tidak semua hadis mempunyai asbab al –wurud. Ilmu tarikhal-mutun . seperti: ‫فلن يقال فيه. sepeti: ‫مردود الحديث.فيه ضغف. 2. Ilmu asbab wurud al-hadis Ilmu yang membicarakan sebab sebab Nabi SAW menuturkan sabdanya. وسيحون‬ b. Kesulitan ini muncul mungkin dikarenakan 1. Menggunakan kata yang lebih lunak lagi yang menunjukkan hadisnya ditolak oleh orang banyak. sehingga diperlukan takwil berdasarkan kaidah penggunaan bahasa ketiika hadist itu disampaikan.النيل. Dengan memahami asbab al-wurud.sehingga memungkinkan adanya kata – kata yang tidak terpakai lagi.3. والفرات. c. Menggunakan kata yang lebih lunak lagi yang menggambarkan bahwa hadis yang dibawa oleh rawi tidak dapat dijadikan sebagai hujjah. maka makna yang dikandung suatu hadis dapat dipahami dengan mudah.kata yang menunjukkan cacat ringan. Misal: ‫. ضعيف جداليس بشيء‬ 4.

Ilmu ini menitik beratkan pembahasan kepada kapan atau diwaktu apa hadis itu di ucapkan atau perbuatan itu dilakukan oleh nabi.takhshish al-‘am. e.atau dengan takwil. . Ilmu nasikh wa mansukh Ilmu yang membahas hadis – hadis yang berlawanan yang tidak dapat dipertemukan dengan ketetapan bahwa yang datang terdahulu di sebut mansukhdan yang datang kemudian di sebut nasikh.memasukkan hadis ke dalam hadis yang lain dan sebagainya.yakni dengan taqyid al-muthlaq.  Ilmu yang berpangkal pada sanad dan matan a. d.mis. sehingga harus dikompromikan dengan menghilangkan kesukarannya.menyebut marfu’ terhadap yang mauquf. Ilmu ‘ilal al-hadist Ilmu yang membahas sebab – sebab yang tersembunyi yang dapat mencacatkan kesahihan hadist.misalnya mengatakan mutasil terhadap hadis yang munqathi’. Ilmu ini penting untuk mengetahui nasikh dan mansukhnya hadis sehingga dapat di amalkan. Ilmu talfiq al-hadis Ilmu yang membahas hadis – hadis yang menurut lahirnya saling berlawanan.

Hadist.com/2008/08/05/ulumul-hadits/ http://ahmadfaruq. http://attanzil.com/hadist . Yogyakarta: Fakultas Sains dan Teknologi.Shidieqy. Jakarta: Bulan Bintang.DAFTAR PUSTAKA Handout Materi. Dr. 2002. Hasbi Ash. 2007. Porf. Sejarah dan Pengantar Ilmu Hadist. Al.blogdetik.wordpress.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful