P. 1
Amanah Kapuas (Edisi ke-10)

Amanah Kapuas (Edisi ke-10)

|Views: 353|Likes:
Majalah ini berisi berbagai kegiatan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Indonesia.
Majalah ini berisi berbagai kegiatan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Indonesia.

More info:

Published by: Pemerintah Daerah Kabupaten Kapuas on Mar 06, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/13/2013

pdf

text

original

.

DAFTAR ISI DAFTAR ISI
02 03 05 06 07 08 09 10 11 12 14 15 16 17 19 20 22 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43

.

Aman, Maju, Mandiri, Sejahtera dan Tangguh
PELINDUNG 1. Bupati Kapuas 2. Wakil Bupati Kapuas PEMBINA Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas PENASEHAT/PENGARAH 1. Asisten Pemerintahan dan KESRA 2. Asisten Ekonomi dan Pembangunan 3. Asisten Administrasi Umum PENANGGUNG JAWAB/PEMIMPIN REDAKSI Kepala Bagian HUMAS dan Protokol PENASEHAT HUKUM Kabag Hukum Setda Kab. Kapuas WAKIL PIMPINAN REDAKSI Sapto Subagio KOORDINATOR LIPUTAN Arthir Menteng, SE KOORDINATOR DISTRIBUSI L u n d i, S.Sos REDAKTUR EKSEKUTIF Hadi Suwandoyo, SE REDAKTUR KHUSUS Pathurrahman Ruslan, S.Pd REDAKTUR PELAKSANA Dedy Purnadibrata, SE SEKRETARIS REDAKSI Nerylia Paulina, S.STP REDAKSI 1. S u w a n d i 2. Grace Sella, S.Ikom DISTRIBUSI MAJALAH 1. Y u n u s 2. M. Solikhin FOTOGRAFER Adi Nugraha, A.Md KEPALA LAYOUT Abdul Rohim, SE BAGIAN KEUANGAN M. Romansyah DASAR Keputusan Bupati Kapuas No. 12/HUMASPRO TAHUN 2011 Tanggal 9 Januari 2011

Salam Redaksi
Assalamu’alaikum Wr. Wb. Alhamdulillah edisi ke 10 dapat kami hadirkan untuk pembaca simak, berbagai informasi lokal diakhir tahun 2011 ini. Sebagai media terbitan internal, kami merasakan adanya penerimaan yang baik dari publik. Sehingga majalah ini mampu mengisi perbendaharaan informasi di Kabupaten Kapuas. Asumsi tersebut kami dapatkan dari berbagai sumber, apakah saat peliputan maupun ketika membagikan pada masyarakat. Sebab kami tetap yakin dan percaya bahwa sajian ini dapat membawa manfaat bagi masyarakat. Karena itu pula kami patut mengucap kan terima kasih pada semua pihak atas simpati, dukungan dan partisipasinya selama ini. Wassalamu’alaikum Wr.Wb
Kuala Kapuas, 08-12- 2011 Pemimpin Redaksi Drs. M. HAFIZI

SALAM REDAKSI HM MAWARDI MODERATOR KAPUAS MOU DENGAN PT SSK EMPAT KEWENANGAN JAKSA KUA DAN PPAS APBD 2012 NOTA KEUANGAN RAPBD 2012 IMUNISASI CAMPAK & POLIO KAMPANYE PIM DI DADAHUP POSYANDU TP PKK KAPUAS KE JEMBRANA HARI PAHLAWAN NASIONAL KPS SUBSIDI PUPUK PETANI BUPATI LEPAS 408 KKN STAI TIM PENILAI MENKES KE KPS HUT KORPRI 2011 5000 ORG PAWAI MUHARRAM BUPATI LANTIK 190 PEJABAT ADD 2012 RP 12 MILIAR SKPD & CAMAT Realisasikan PAD RUMUSKAN PRIORITAS AMPL MILAD MUHAMMADIYAH KEBIJAKAN KIP PEMBICARA PERUBAHAN IKLIM JALAN SEHAT PERESMIAN GEDUNG GBI RAPERDA APBD 2012 DAN IUP BASARANG TEMPAT PESTANI BATAS WILAYAH PENTING IKRAR ANAK BANGSA PELAYANAN PUBLIK UNGGULAN MANDAU TELAWANG PANCASILA IBADAH QURBAN PENUNJUKAN KAWASAN HUTAN PEMBANGUNAN KESEHATAN HANYA BEKERJA APA ADANYA KARYA BAKTI TNI MUSDA MUI

Edisi KELIMA

Edisi KEEMPAT

Edisi KETIGA

Edisi KEDUA

Edisi PERDANA

ALAMAT REDAKSI : Bagian HUMAS dan Protokol Sekretariat Daerah Kabupaten Kapuas . Jl. Pemuda Km.5,5 No.01 Telp.(0536) 21686 Fax (0513)21732) Kuala Kapuas

2 2

upati Kapuas Ir H M Mawardi MM yang juga Koordinator Apkasi Regional Kalimantan, mendapat kepercayaan sebagai moderator Diskusi Penel pada Rakernas VIII Apkasi, dengan narasumber/ panelis dua Menteri sekaligus, yaitu Menteri Pertanian Dr Ir Suswono MMA dan Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan SE MM. H M Mawardi , juga sebagai Penasehat pada Panitia Rakernas Apkasi VIII. Beberapa waktu yang lalu, Bupati Kapuas H M Mawardi, juga pernah mendapat kepercayaan sebagai pembicara pada Diskusi, Seminar dan Lokakarya tingkat nasional, jelas Kasubag Pengumpulan Informasi dan Pemberitaan Humas dan Protokol Setda Kapuas Sapto Subagio,di Bali , Sabtu (22/10). Rapat Kerja Nasional (Rakernas) VIII

B

Bupati Kapuas Ir H M Mawardi MM yang juga Koordinator Apkasi Regional Kalimantan, mendapat kepercayaan sebagai moderator Diskusi Penel pada Rakernas VIII Apkasi, dengan narasumber/panelis dua Menteri sekaligus , yaitu Menteri Pertanian Dr Ir Suswono MMA dan Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan SE MM. H M Mawardi , juga sebagai Penasehat pada Panitia Rakernas Apkasi VIII. di Bali Nusa Dua Convention Centre (BNDCC) , Jum’at (21/10)
Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) itu , dibuka langsung Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, di Bali Nusa Dua Convention Centre (BNDCC), Jum’at (21/10) siang, berlangsung 20-22 Oktober 2011. Selanjutnya Sapto menerangkan, pada diskusi panel , Ketahahan Pangan dan Kebijakan Kehutanan tersebut , Menteri Pertanian berbicara tentang Kebijakan Pembangunan Pertanian Menuju Kemandirian Pangan Nasional , Peran dan Komitmen Bersama Pusat dan Daerah. Dalam paparannya Menteri Pertanian Suswono , antara lain menjelaskan , dukungan Pemerintah Daerah, dalam percepatan dan perluasan pembangunan pertanian dapat dilakukan melalui kebijakan perbenihan (menumbuhkan industri perbenihan).

Kebijakan penanganan pasca panen dan revitalisasi kebijakan pupuk Sedangkan Menteri Kehutanan dengan materi, Kebijakan Kehutanan Terhadap Efektifitas Pembangunan Daerah. Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan memaparkan , enam kebijakan prioritas pembangunan kehutanan, yaitu pemantapan kawasan hutan, rehabilitasi hutan dan peningkatan daya dukung DAS, pengamanan hutan dan pengendalian kebakaran hutan. Konservasi keanekaragaman hayati. Revitalisasi pemanfaatan hutan dan industri kehutanan dan pemberdayaan masyarakat di sekitar hutan. Narasumber/panelis lainnya kata Sapto,antara lain, Menko Perekonomian selaku Ketua Harian Komite Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) Dr Ir Hatta Radjasa. Rakernas Apkasi mengangkat tema “Memantapkan Sinergitas Antara Pusat dan Daerah Dalam Mendukung MP3EI”, diikuti hampir seluruh Bupati se Indonesia sebagai anggota Apkasi. (humaspro)

3 3

Apkasi merupakan organisasi yang bersifat nirlaba, independen, koordinatif dan konsultatif dalam membangun kemitraan stretegis dengan Pemerintah maupun pihak ketiga. Tugas pokok Apkasi, adalah memfasilitasi kepentingan Pemerintah Kabupaten dalam penyelenggaraan otonomi daerah melalui peran advokasi , mediasi, dan fasilitasisasi dengan lembaga Pemerintah serta non Pemerintah baik dari dalam maupun luar negeri sesuai dengan peraturan perundang-undang yang berlaku.
dan konsultatif dalam membangun kemitraan stretegis dengan Pemerintah enteri Dalam Negeri Dr.Gumawan maupun pihak ketiga. Tugas pokok Apkasi, Fauzi mengukuhkan Bupati Kapuas Ir H tambah Sapto, adalah memfasilitasi Muhammad Mawardi MM sebagai kepentingan Pemerintah Kabupaten dalam Koordinator Asosiasi Pemerintah penyelenggaraan otonomi daerah melalui Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) peran advokasi , mediasi, dan fasilitasisasi Regional Kalimantan masa bakti 2011dengan lembaga Pemerintah serta non 2015 , bersama jajaran Dewan Pengurus Pemerintah baik dari dalam maupun luar Apkasi lainnya. Pengukuhan berlangsung negeri sesuai dengan peraturan perundangdi Bali Nusa Dua Convention Centre undang yang berlaku. Sedangkan fungsi (BNDCC) Bali, Jum’at (21/10) pagi , terang Apkasi , antara lain , menjadi mitra kritis Kasubag Pengumpulan Informasi dan dan stretegis pemerintah dalam menyusun Pemberitaan Humas dan Protokol Setda kebijakan nasional tentang pemerintah Kapuas Sapto Subagio,di Bali Jum’at daerah. Menjadi fasilitator dalam (21/10) Apkasi merupakan organisasi yang memperjuangkan kepentingan dan aspirasi bersifat nirlaba, independen, koordinatif , daerah kepada pemerintah, ungkap Sapto.

Sementara itu Mendagri Gumawan Fauzi mengharapkan , Apkasi sebagai wadah untuk membangun sinergi kerjasama yang baik dengan semua unsur, di daerah maupun dengan pemerintah pusat. “ Kerjasama ini saya harapkan harus dipelihara dengan baik , partisipasi anggota , partisipasi pengurus untuk menjadikan sebagaimana yang diharapkan dalam hal ini untuk kepentingan Apkasi, “ harap Mendagri. Kalau harmonisasi terjadi diantara lembaga di tingkat Kabupaten, antara Kabupaten dengan Provinsi dan Pemerintah Pusat,Insya Allah rasa bekerja itu akan lebih nyaman, ungkap Mendagri. Diharapkan semua pengurus dan anggota Apkasi berpartispisasi untuk kemajuan. Masing-masing daerah saling memberi yang baik , untuk kemajuan daerah. Manfaatkan waktu untuk berkarya dan bekerja dengan sebaik-baiknya Mendagri memberikan apresiasi atas segala rencana atau program dari Apkasi. ( Humaspro )

M

4 4

P

emerintah Kabupaten Kapuas

melakukan kesepakatan bersama dalam pembangunan pelabuhan laut batubara, armada kapal, pembangkit listrik tenaga uap dan pabrik semen dengan PT Sinar Senusa Kalimantan (PT. SSK), Senin (24/10) pagi. Kesepakatan bersama ini dilakukan di Aula Eka Hapakat Kantor Gubernur Kalteng antara Bupati Kapuas HM Mawardi dan Direktur Senusa Kalimantan Wan Shi jun dihadapan Gubernur Kalteng Agustin Teras Narang. Pada kada kesempatan itu selaku Kepala Daerah Provinsi Kalteng, Gubenur Teras Narang juga ikut mengetahui dengan membubuhkan tandatangan dalam kesepakatan dimaksud. Hadir pada kegiatan tersebut Kepala Bappeda Kapuas Herson B Aden dan Plt Kepala Dinas Perhubungan Drs ahmad Sopian. Kemudian tampak pula sejumlah pejabat lingkup Provinsi Kalteng termasuk Kepala BPMD Provinsi Kalteng. Menurut Bupati Kapuas HM Mawardi kesepakatan bersama ini dan sangat menentukan keberhasilan dalam upaya Pemkab Kapuas mewujudkan percepatan pembangunan pelabuhan batanjung dan pemanfaatan pengembangan kawasan industri disekitar pelabuhan laut batanjung agar dapat berjalan dan berfungsi secara optimal dan memberikan banyak manfaat untuk masyarakat dan dunia usaha. Rencana investasi pembangunan pelabuhan laut batubara, armada kapal, pltu dan pabrik semen di pelabuhan batanjung ini juga berguna untuk mendukung rencana program pembangunan provinsi Kalteng yaitu moda transportasi jalan kereta api ruas puruk cahu (lokasi tambang) ke bangkuang sepanjang 185 km dan setelahnya dilanjutkan dengan moda transportasi sungai sampai dengan outlet di batanjung (laut jawa). Pada saatnya nanti ruas bangkuang – batanjung ini juga akan ditangani dengan moda jalan kereta api, sehingga dapat menekan biaya yang tinggi dan kepastian waktu pengangkutan. “Investasi penanaman modal asing ini melalui investor china an. Pt. SSK merupakan salah satu hasil kegiatan promosi investasi yang telah dilaksanakan

oleh Gubernur Kalteng beberapa waktu yang lalu di China. “Perlu kami sampaikan bahwa investasi penanaman modal yang akan dilaksanakan merupakan swasta murni dengan tidak menggunakan dana maupun asset pemerintah daerah, baik dalam proses pengadaan tanah maupun pembangunan kontruksinya serta perusahaan ini telah memiliki kantor cabang di kota Kuala Kapuas sebagai salah bentuk keseriusan dan dapat berkoordinasi secara cepat dengan pemda Kapuas,” terangnya. Lebih lanjut dijelaskan tindak lanjut dari kesepakatan bersama ini adalah pelaksanaan perjanjian kerjasama antara kedua belah pihak yang

saling menguntungkan dan berupa pembentukan tim kelompok kerja (pokja) percepatan pengembangan pelabuhan batanjung dengan melibatkan skpd terkait, terutama di dalam penyelesaian pembebasan status tanah melalui proses ganti rugi lahan dengan bekerjasama seluruh masyarakat dan pihak Kecamatan Kapuas Kuala. Sementara itu Gubernur Kalteng Agustin Teras Narang menyambut baik kerjasama ini. Hal ini merupakan terobosan yang konkrit dalam upaya ikut serta membangunan Provinsi Kalteng. “Pemprov siap membantu menindaklanjuti dan menjembatani kerja sama ini,” terangnya. (Humaspro)

5 5

Dalam sambutannya, Dr.Saifudin Kasim menjelaskan terdapat empat kewenangan jaksa. Pertama sebagai penuntut umum yang menerima pelimpahan berkas perkara dari kejaksaan, kepolisian dan PPNS. Kedua sebagai penyidik, lalu yang Ketiga sebagai eksekutor dalam sebuah perkara dan yang Keempat sebagai pengacara negara.

Kepala Kejaksaan Tinggi Kalteng Dr Saifudin Kasim

K

epala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kalteng Dr Saifudin Kasim memberikan pencerahan hukum kepada para pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kapuas, Selasa (1/11) pagi. Kegiatan ini mengambil tempat di Aula Bappeda Kapuas dengan dihadiri langsung oleh Bupati Kapuas HM Mawardi. Dalam sambutannya, Saifudin Kasim menjelaskan pencerahan hukum ini untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat khususnya para pejabat yang sering kali berhadapan dengan permasalahan hukum. Dijelaskan pria yang pernah menumpuh pendidikan di Universitas Palangka Raya ini bahwa terdapat empat kewenangan jaksa. Pertama sebagai penuntut umum yang menerima pelimpahan berkas perkara dari kejaksaan, kepolisian dan PPNS. Kedua sebagai penyidik, lalu yang ketiga sebagai eksekutor dalam sebuah perkara dan yang terakhir sebagai pengacara negara. ”Perlu diketahui bahwa pengacara negara ini tidak memungut biaya atau fee,” terangnya. Menurutnya pihaknya melakukan pengawasan ketat terhadap empat kewenagan jaksa ini, sebab jika disalahgunakan bisa berbahaya. Selain itu Saifudin juga mengatakan bahwa kunjungan ini merupakan kunjungan pertama ke kabupaten yang ada di Kalteng.

Namun demikian dia mengaku sudah lama mengenal Kalteng. Sebab, pada tahun 1982 sampai 1985 pernah bertugas di Kalteng, bahkan pernah pula menempuh pendidikan di Universitas Palangka Raya. Sementara itu Bupati Kapuas HM Mawardi dalam sambutannya menjelaskan Pemerintah Kabupaten Kapuas dan Kkejaksaan Negeri Kuala Kapuas telah melaksanakan kerjasama di bidang hukum perdata dan tata usaha negara yang telah berjalan selama tiga tahun dan telah berjalan dengan baik. Untuk tahun 2010 / 2011 ini telah ditangani oleh jaksa pengacara negara Kejaksaan Negeri Kuala Kapuas sebagai kuasa hukum Bupati Kapuas sebanyak tiga perkara. Berbicara mengenai penegakan hukum tentunya tidak terlepas dari upaya-upaya pencegahan. Dalam lingkungan masyarakat plural dan majemuk ini, kita tidak dapat selalu menegakan hukum dengan penindakan karena belum meratanya tingkat kesadaran hukum masyarakat. Menurut saya cara yang paling efektif dalam rangka penegakan hukum adalah melalui upaya pencegahan.

Seperti yang sering kita dengar mencegah lebih baik dari mengobati. Pencegahan dapat dilakukan dengan caracara antara lain sosialisasi, pembinaan termasuk acara pencerahan hukum yang sedang kita ikuti sekarang ini. “Apabila upaya pencegahan berjalan dengan baik tentunya dapat mewujudkan kesadaran hukum yang baik dari masyarakat sehingga diharapkan dapat meminimalisir upaya penindakan atau dengan kata lain penindakan merupakan upaya terakhir dalam rangka penegakan hukum,” jelasnya. Disela kegiatan juga dilakukan tanya jawab dengan para peserta yang hadir. Sejumlah pertanyaan yang berkaitan dengan hukum dilontarkan dan dijawab langsung oleh Kajati Kalteng. Selain itu pecerahan juga dilakukan oleh para Asisten Kajati seperti Asisten Tindak Pidana Umum, Asisten Tindak Pidana Khusus dan Asisten Intelejen. Diakhir kegiatan Kajati menyerahkan buku materi tentang pencerahan hukum kepada Bupati Kapuas. (Humaspro)

6 6

ota kesepakatan bersama Kebijakan Umum Anggaran (KUA), Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kapuas Tahun 2012 ditandatangani, Kamis (3/11) pagi. Penandatangan dilakukan langsung oleh Bupati Kapuas HM Mawardi, Ketua DPRD Robert L Gerung dan Wakil Ketua DPRD H Asrani disaksikan unsur Forkominda, anggota DPRD, Sekda Kapuas Nurul Edy serta undangan lainnya. Dalam sambutannya Bupati Kapuas HM Mawardi mengatakan atas nama Pemerintah Kabupaten Kapuas mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggitingginya kepada seluruh anggota DPRD

N

Kapuas khususnya para anggota badan anggaran DPRD, yang telah bekerja keras dan secara sungguh-sungguh mencermati dan sekaligus membahas rancangan KUA dan PPAS Tahun 2012, sehingga pada akhirnya dapat disepakati dan dituangkan dalam nota kesepakatan. Dikatakan Bupati sebagaimana diketahui bersama bahwa proses dan tahapan kegiatan penyusunan APBD merupakan pelaksanaan dari ketentuan PP Nomor 58 Tahun 2005 tentang pengelolaan keuangan daerah, peraturan Mendagri Nomor 13 Tahun 2006 tentang pedoman pengelolaan keuangan daerah yang menyatakan bahwa KUA dan PPAS sementara masing-masing dituangkan dalam nota kesepakatan bersama selanjutnya menjadi dasar bagi SKPD untuk menyusun rencana kerja dan anggaran. “Sesuai dengan rancangan KAU dan PPAS yang telah dibahas bersama, dapat memberikan gambaran kepada kita bahwa ketergantungan pemerintah daerah terhadap dana transfer dari pemerintah pusat yang sangat besar dengan kisaran 90 persen dari total APBD menjadikan daerah harus selalu mencermati asumsi-asumsi yang digunakan pemerintah pusat dalam perencanaan anggaran,” jelasnya. Asumsiasumsi ini digunakan untuk memperkirakan besaran alokasi dana perimbangan, dana bagi hasil dan dana penyesuaian yang akan diterima oleh Kabupaten Kapuas. Lebih jauh dijelaskan kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal pemerintah tahun 2012 sebagaimana yang disampaikan menteri keuangan republik indonesia pada penyampaian pengantar/ keterangan pemerintah atas kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal tahun 2012 memberikan harapan bagi peningkatan pembangunan di daerah. Hal ini terlihat pada kebijakan disisi

belanja negara, arah kebijakan fiskal tahun 2012 akan ditujukan antara lain dalam bentuk yakni pertama, peningkatan belanja infrastruktur untuk penyediaan dan peningkatan konektivitas dalam negeri, pengembangan koridor ekonomi, mendukung ketahanan pangan, dan pemenuhan ketahanan energi. Kedua, memperluas dan mempertajam programprogram perlindungan kesejahteraan masyarakat, melalui Bantuan Operasional Sekolah (BOS), jaminan kesehatan masyarakat (JAMKESMAS), Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM), Program Keluarga Harapan (PKH) dan penanggulangan kemiskinan. Ketiga, pemberian subsidi yang tepat sasaran untuk menjaga stabilitas harga barang dan jasa, pemberian pelayanan publik yang terjangkau, serta peningkatan produksi pertanian dan ketahanan pangan masyarakat. Ditengah-tengah optimisme ini, APBD sebagai instruktur kebijakan fiskal dirancang untuk menjalankan fungsinya, baik sebagai alat stabilitasi ekonomi, alokasi sumber daya untuk menggerakkan dan memperbaiki distribusi pendapatan masyarakat secara keseluruhan maka pemerintah daerah menyadari bahwa terdapat berbagai kendala dalam pendapatan di tahun 2012 yakni implementasi Undang-undang No.28 tahun 2009 tentang pajak daerah yang melakukan perubahan terhadap basis bea perolehan hak atas tanah dan bangunan / BPHTByakni semula batas tidak kena pajak / nilai jual obyek pajak tidak kena pajak / NJOPTKP untuk jual beli hanya Rp. 10.000.000,menjadiRrp. 60.000.000,-. Sedangkan untuk hibah dan wasiat semula Rp.150.000.000,- menjadi Rp. 300.000.000,-. Kebijakan ini akan menurunkan penerimaan dari BPHTB yang sangat signifikan bagi pemerintah daerah. Oleh karena itu maka upaya untuk peningkatan pendapatan asli daerah dari sumber-sumber lainnya secara simultan dan intensif akan terus dilakukan sehingga optimalisasi peningkatan pendapatan asli daerah secara bertahap tetapi pasti akan terus diupayakan sebagai sumber utama pembiayaan pembangunan daerah. ( Humaspro )

7 7

Bupati Kapuas HM Mawardi saat menyampaikan Pidato Pengantar Nota Keuangan RAPBD Tahun Anggaran 2012 Pada Rapat Paripurna Ke - 7 Masa Persidangan III Tahun Sidang 2011, Jumat (18/11) pagi di Ruang Sidang DPRD Kabupaten Kapuas Jl. Tambun Bungai K. Kapuas.

enyampaian nota keuangan atas Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kabupaten Kapuas Tahun Anggaran 2012 merupakan bagian dari mekanisme dalam sistem penyelenggaraan pemerintahan yang berkaitan dengan penyelenggaraan tugastugas pokok dan fungsi pemerintah daerah yang meliputi rencana tugas-tugas umum pemerintahan, pembangunan dan pelayanan, serta pemberdayaan masyarakat selama kurun waktu satu tahun anggaran. Hal ini disampaikan oleh Bupati Kapuas HM Mawardi saat menyampaikan Pidato Pengantar Nota Keuangan RAPBD Tahun Anggaran 2012 Pada Rapat Paripurna Ke - 7 Masa Persidangan III Tahun Sidang 2011, Jumat (18/11) pagi. Sidang paripurna tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Robert L Gerung bersama Wakil Ketua DPRD H Asrani. Menurutnya Pemerintah Kabupaten Kapuas melalui APBD telah berupaya untuk meningkatkan pelayanan publik, dan meningkatkan aktivitas perekonomian daerah yang pada gilirannya diharapkan akan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

P

Secara umum RAPBD tahun anggaran 2012 mengalami kenaikan sebesar 7,20 % dibandingkan anggaran dalam perubahan APBD tahun anggaran 2011. Sehingga direncanakan APBD tahun anggaran 2012 mencapai Rp.986 milyar lebih.
Sudah menjadi komitmen bahwa keuangan daerah yang pengelolaannya dilaksanakan dalam suatu sistem terintegrasi yang diwujudkan dalam APBD setiap tahunnya harus dikelola secara tertib, taat pada peraturan perundang-undangan, efektif, efisien, ekonomis, transparan dan bertanggungjawab dengan memperhatikan azas keadilan, kepatutan, dan manfaat untuk masyarakat. APBD sebagai alat ukur atau instrumen yang menjamin terciptanya disiplin anggaran dalam proses pengambilan keputusan terkait dengan kebijakan pengelolaan anggaran, seperti pendapatan yang direncanakan merupakan perkiraan yang terukur secara rasional yang dapat dicapai untuk setiap sumber pendapatan, sedangkan belanja yang dianggarkan merupakan batas tertinggi pengeluaran belanja. Dalam penyusunan APBD aspek penting yang harus kita perhatikan adalah penyelarasan kebijakan, perencanaan dengan penganggaran antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah agar tidak tumpang tindih, sehingga dapat menyelaraskan kebijakan ekonomi makro dengan sumber daya yang tersedia,

mengalokasikan sumber daya secara tepat sesuai kebijakan pemerintah, dan mempersiapkan kondisi bagi pelaksanaan pengelolaan anggaran dengan baik. Secara umum RAPBD tahun anggaran 2012 mengalami kenaikan sebesar 7,20 persen dibandingkan anggaran dalam perubahan APBD tahun anggaran 2011. Sehingga direncanakan APBD tahun anggaran 2012 mencapai Rp986 milyar lebih. Kenaikan tersebut sangat dipengaruhi oleh kenaikan pendapatan khususnya dari dana perimbangan. “Kita patut bersyukur terdapat kenaikan dana alokasi umum atau DAU yang cukup signifikan sebesar 15,29 persen dibandingkan tahun anggaran 2011,” ungkapnya. Namun kenaikan DAU tersebut sebagian adalah untuk menganggarkan rencana kenaikan gaji pokok pegawai negeri sipil daerah yang pada tahun anggaran 2012 sebesar 10 persen sebagaimana disampaikan Presiden RI dalam pidato penyampaian nota keuangan RAPBN tahun 2012 beberapa bulan yang lalu. Dana alokasi khusus atau dak juga terdapat kenaikan 6,57 persen, dimana pada tahun anggaran sebelumnya kita belum pernah mendapat alokasi, pada tahun anggaran 2012 kabupaten kapuas mendapatkan alokasi anggaran, seperti dak bidang prasarana daerah dan dak bidang transportasi darat. Walaupun kenaikan pendapatan tersebut lebih banyak dipengaruhi oleh kenaikan target pendapatan dari dana perimbangan, namun pemerintah daerah telah berupaya maksimal dengan optimalisasi pendapatan asli daerah, sehingga pada tahun anggaran 2012 diupayakan terjadi kenaikan sebesar 26 persen dibandingkan dengan target pendapatan asli daerah tahun anggaran 2011. ( Humaspro)

8 8

Ketua Tim Penggerak PKK Kapuas Hj
Aliyah Mawardi secara resmi mencanang kan Kampanye Imunisasi Campak dan Polio. Kegiatan itu dilaksanakan di halaman Puskesmas Barimba, Selasa (18/10) pagi. Dalam Sambutannya, Hj Aliyah Mawardi mengatakan kampanye campak merupakan kegiatan imunisasi tambahan untuk mencangkup seluruh anak usia 9 – 59 bulan tanpa melihat status imunisasinya dan memberikan satu dosis vaksin campak dan polio di pos imunisasi. “Saya menyambut baik kegiatan kampanye imunisasi campak ini, karena kegiatan ini merupakan kewajiban bagi pemerintah untuk memberikan imunisasi lengkap kepada setiap bayi dan anak secara gratis,” kata Aliyah. Menurutnya setiap anak berhak memperoleh imunisasi dasar sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk mencegah terjadinya penyakit yang dapat dihindari melalui imunisasi. Kesehatan merupakan program yang penting dan merupakan salah satu prioritas pembangunan di Kabupaten Kapuas.

Pemkab Kapuas memandang penting kualitas dan kuantitas pendidikan dan kesehatan di Kabupaten Kapuas serta merupakan prioritas pembangunan keempat karena pendidikan dan kesehatan adalah investasi bagi Kabupaten Kapuas untuk mencapai kesejahteraan dan keluar dari

kemiskinan. “Saya meminta perhatian saudara untuk lebih memperhatikan masalah kesehatan karena pengaruhnya cukup penting serta dapat mengurangi angka penderitaan suatu penyakit yang membahayakan yang dapat menyebabkan kematian, “ terangnya. Anak yang telah di imunisasi campak masih bias tertular penyakit campak namun lebih jauh lebih ringan dan tidak berbahaya dan kalau belum dilakukan imunisasi campak akan lebih berat dan lama serta berbahaya. Cakupan imunisasi campak telah mencapai lebih dari 90%, namun tingkat keampuhan imunisasi hanya berkisar 85%. Oleh sebab itu pemerintah menggalangkan kampanye imunisasi tambahan sebagai perlindungan tambahan bagi anak. Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Ani Handaningroem mengatakan semakin banyak imunisasi samakin baik bagi anakanak, agar kekebalan tubuhnya baik. “Kesehatan ingin meningkatkan mutu kesehatannya oleh sebab itu diharapkan kerjasama yang baik dari ibu-ibu agar kegiatan ini dapat berhasil dengan baik,” tukasnya. (humaspro)

9 9

etua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kapuas Hj Aliyah Mawardi melaksanakan kampanye imunisasi campak dan polio di halaman Kantor Puskesmas Dadahup, Kamis (3/11) pagi.Dalam sambutannya, Hj Aliyah Mawardi mengatakan pelaksanaan kampanye imunisasi campak ini telah berjalan kurang lebih tiga minggu sejak dicanangkan tanggal 18 Oktober 2011 di Barimba Kecamatan Kapuas Hilir. Hasil cakupan Kabupaten Kapuas masih sangat rendah dari sasaran untuk imunisasi polio dari jumlah sasaran sebanyak 366.939 bayi dan balita, tetapi dari hasil yang diperoleh baru mencapai 11.934 bayi dan balita atau 31,50 persen. Dan untuk imunisasi campak dari jumlah sasaran sebanyak 31.257 balita, hasil yang diperoleh baru mencapai 10.229 atau 32,73 persen. “Dari hasil cakupannya, masih ada beberapa puskesmas yang belum melaporkan hasil pelaksanaan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas, sehingga kondisi ini masih memerlukan kerja keras dari semua pihak baik lintas program maupun lintas sektor,” Hj Aliyah Mawardi terangnya.Tetapi untuk puskesmas Dadahup hasil pelaksanaan imunisasi campak dan polio cukup menggembirakan karena cakupannya sudah mencapai 51 persen dari jumlah sasaran sebesar 741 balita serta polio cakupannya sudah mencapai 50 persen dari jumlah sasaran sebanyak 502 bayi dan balita. “Saya mendukung sepenuhnya pelaksanaan kampanye imunisasi campak dan polio ini, karena kegiatan ini merupakan kewajiban bagi pemerintah untuk Kadis Kesehatan Kab.Kps dr Ani Handaningroem memberikan imunisasi lengkap kepada setiap bayi dan anak secara gratis,” ungkap Aliyah. Lanjutnya, setiap anak berhak memperoleh imunisasi dasar sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk mencegah terjadinya penyakit yang dapat dihindari melalui imunisasi.

K

KetuaTP PKK Kabupaten Kapuas Hj Aliyah Mawardi Kampanye imunisasi campak dilakukan untuk melengkapi tingkat imunitas pada sasaran yang belum terbentuk kekebalannya, kemudian menjangkau anak yang belum mendapatkan imunisasi pada pelayanan rutin (drop out) serta memastikan tingkat imunitas dipopulasi cukup tinggi. Pada kesempatan yang sama Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas dr Ani Handaningroem mengatakan kampanye imunisasi campak dan polio ini merupakan imunisasi tambahan, walaupun imunisasinya sudah lengkap tetap harus diberikan imunisasi tambahan. Menurutnya bahwa pemerintah daerah mencanangkan 12 program layanan kesehatan gratis yang termasukdiantaranya adalah pengobatan serta melahirkan gratis. Selanjutnya Hj Aliyah Mawardi secara simbolis memberikan penetesan polio sebanyak 2 tetes terhadap bayi. ( humaspro )

Camat Dadahup Drs. Septedy

Ketua TP.PKK Kecamatan Dadahup

10 10

egiatan Posyandu memiliki peranan penting guna meningkatkan dan menjaga kesehatan ibu, balita dan anak. Demikian diungkapkan oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kapuas Hj Aliyah Mawardi pada saat membuka secara resmi kegiatan pelatihan Kesehatan dan Gizi bagi kader posyandu di Desa Buhut Jaya, Kecamatan Kapuas Tengah, Rabu (9/11) Siang. Kegiatan pelatihan kader kesehatan dan gizi bagi kader posyandu ini merupakan kerjasama antara Pemerintah Daerah Kabupaten Kapuas dengan PT. Telent Orbit Prima (TOP). “Diharapkan dengan pelatihan ini nantinya bisa memotivasi kader-kadernya untuk lebih aktif menggerakkan kegiatan posyandu di daerah,” tutur Hj Aliyah Mawardi. Hal ini mengingat kegiatan posyandu memiliki peranan penting dalam menjaga kesehatan ibu , balita dan anak, secara khusus untuk menjaga kesehatan ibu selama kehamilan, pada saat bersalin dan saat ibu menyusui. Lebih jauh dijelaskan, kader kesehatan merupakan ujung tombak pengelolaan posyandu, oleh karena itu kegiatan pelatihan bagi kader ini sangat bermanfaat guna meningkatkan keterampilan dan motivasi bagi kader posyandu di daerah, mudah-mudahan nantinya langkah ini menjadi kunci keberhasilan dalam pembinaan posyandu kedepannya. Pada kesempatan itu Hj Aliyah Mawardi berpesan kepada kepada kader-kader yang mengikuti pelatihan agar secara tulus ikhlas mengabdikan dirinya kepada masyarakat terutama ibu, balita dan anak, karena segala sesuatu yang dilakukan dengan tulus ikhlas pasti hasilnya akan lebih baik terutama untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat dalam bidang kesehatan. Ia juga berpesan agar kegiatan posyandu dilaksanakan minimal satu hari dalam sebulan, dengan kegiatan utama sekurang-kurangnya lima kegiatan, meliputi pelayanan kesehatan ibu dan anak, keluarga berencana, imunisasi, gizi, pencegahan dan penanggulangan diare. Dalam hal duabelas pelayanan kesehatan

K

KetuaTP PKK Kab.Kapuas Hj Aliyah Mawardi saat membuka secara resmi kegiatan pelatihan Kesehatan & Gizi bagi kader posyandu di Desa Buhut Jaya, Kec. Kapuas Tengah

gratis yang dicanangkan Pemda Kapuas diharapkan peran aktif seluruh lapisan masyarakat untuk mensosialisasikannya. Pada kesempatan yang sama Kepala Dinas Kesehatan Kapuas dr Ani Handaningroem menuturkan, adalah merupakan tantangan bagi kita semua untuk turut berpartisipasi meningkatkan kegiatan posyandu, diantaranya dalam rangka kegiatan imunisasi campak dan folio, kepada seluruh jajaran kesehatan dan kader-kader di daerah agar lebih proaktif melakukan sweeping kepada masyarakat untuk memberikan imunisasi campak dan folio. Usai membuka acara pelatihan, Ketua TPPKK Hj Aliyah Mawardi dan Kepala Dinas Kesehatan Kapuas dr Ani Handaningroem

secara simbolis melakukan pemberian imunisasi campak dan folio terhadap balita di Desa Buhut Jaya dan melakukan penanaman bibit sayur di demplot budidaya sayuran Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) TOPPAMA. (Humaspro)

Hj Aliyah Mawardi saat menyerahkan bantuan

Kadis Kesehatan Kab.Kps dr Ani Handaningroem

11 11

ALI – Guna menambah pengetahuan dan keterampilan pengurus Tim Penggerak (TP-PKK) Kabupaten Kapuas mengunjungi Kabupaten Jembrana Provinsi Bali, Selasa (4/10). Mereka mendatangi TP PKK Kabupaten Jembrana di Jalan Udayana Kota Negara dan dipimpin langsung oleh Ketua TP PKK Kapuas Hj Aliyah Mawardi. Saat tiba disana rombongan langsung disambut oleh Ketua TP PKK Jembrana Ny Ari Sugiarti Artha yang merupakan istri dari Bupati Jembrana I Putu Artha. Kegiatan yang juga diikuti oleh pengurus TP PKK Jembrana itu diisi dengan sambutansambutan dan tanya jawab. Dalam sambutannya Ketua TP PKK Jembrana Ny Ari Sugiarti Artha menjelaskan berdasarkan data sekretariat PKK Jembrana tercatat 249 kelompok PKK dusun/lingkungan. Dengan jumlah kelompok dasa wisma seluruhnya berjumlah 6.452 kelompok. Sementara jumlah tim penggerak dari desa hingga kelurahan, kecamatan sampai kabupaten

B

sebanyak 1.494 orang dengan jumlah kader umum sebanyak 18.904 orang. “Jumlah kecamatan di Jembrana ada lima yakni Kecamatan Melaya, Negara, Jembrana, Mendoyo dan Perkutatan.

Disini mayoritas penduduknya berpropesi sebagai nelayan dan petani. Kemudian ada pula yang bekerja membuat kerajinan tangan,” terangnya. Ditempat yang sama Ketua TP PKK Kapuas Hj Aliyah Mawardi menyebutkan kunjungan kerja ke Jembrana ini untuk menambah pengetahuan, keterampilan dan wawasan. Diharapkan hasilnya dapat dikembangkan demi kemajuan 10 program PKK di wilayah Kapuas yang terdiri dari 17 kecamatan, 204 kelurahan dan desa. Bahkan pada kesempatan itu Hj Aliyah juga berkenan secara langsung mengundang TP PKK Jembrana untuk dapat datang ke Kabupaten Kapuas. “Kami kesini untuk melihat secara langsung pengembangan 10 Progam Pokok PKK di Jembrana agar bisa memotivasi kami dalam memberdayakan kader-kader PKK di Kapuas,” terangnya. Disela kegiatan juga diisi dengan penyerahan cederamata berupa plakat, perahu dan miniatur bundaran Kapuas dari getah nyatu. Kemudian dilanjutkan dengan penyarahan plakat dan oleh-oleh khas Jembrana dari Ketua TP PKK Jembrana kepada Ketua TP PKK Kapuas. (Humaspro)

12 12

ALI – Rombongan TP PKK Kabupaten Kapuas terpesona melihat pengolahan hasil kerajinan tangan yang dilakukan warga di Kabupaten Jembrana Provinsi Bali, beberapa hari lalu. Kegiatan ini dilakukan usai melakukan pertemuan dengan pengurus TP PKK Jembrana yang saat itu langsung disambut oleh Ketua TP PKK Jembrana Ari Sugiarti Artha. Tercatat dua tempat yang menjadi fokus kunjungan. Pertama pusat pembuatan kerajinan benang rajut di Rumah Rajut yang terletak di lingkungan Pangkuh Gundang Kelurahan Sangkar Agung Kecamatan Jembrana. Disini Ketua TP PKK Kabupaten Kapuas Hj Aliyah Mawardi melihat hasil dari rajutan benang yang dibuat. Barang kerajinan yang ada berbagai macam barang seperti topi, tas, rompi, cardigan dan sarung tangan. Menurut penjelasan pemilik toko rajut, bahwa para pengrajin, membuat langsung kerajinan tersebut di rumah masing-masing. Setelah selesai, diantarkan langsung ke tempat rumah rajut. Harga pun terbilang murah mulai Rp25 ribu hingga Rp100 ribu. Kunjungan kedua di lokasi yang berdekatan, rombongan juga melihat pusat pembuatan kain tenun songket khas Bali. Bahkan istri orang nomor satu di Kabupaten Kapuas ini sempat bertanya kepada kepada para pengrajin. ”Untuk bahan kain menggunakan benang biasa dan ada juga dari benang sutera.

B

”Berapa lama pembuatan kain dan bahan apa yang digunakan serta bagaimana cara pemasarannya?,” kata Aliyah kala itu. Mendengar pertanyaan ter sebut Ni Made salah satu pembuat kain tenun mengatakan untuk pembuatan kain tenun memakan waktu satu minggu hingga satu bulan tergantung kerumitan motif yang dibuat. Sedangkan untuk pemasaran tidak sulit sebab pembeli khususnya turis asing maupun turis lokal datang langsung ke

desa ini dan kami mempunyai pelanggan tetap dari berbagai negara,” terangnya panjang lebar. Lebih jauh dikatakan keahlian membuat kain tenun ini merupakan pekerjaan turun temurun dari nenek moyang. Sedangkan untuk harga kain tenun terbilang mahal sebab dijual mulai harga Rp300 ribu hingga Rp1,5 juta. Hal ini dikarenakan proses pengerjaannya yang cukup rumit. ( Humaspro )

13 13

Melalui tema Hari Pahlawan 2011 “Dengan Semangat Kepahlawanan, Kita Bangun Karakter Bangsa”, kiranya dapat menjadi momentum untuk terus melestarikan dan mendayagunakan sikap dan prilaku para pahawalan kusuma bangsa seperti rela berkorban, pantang menyerah, percaya kepada kemampuan diri sendiri degan dilandasi rasa kesetiakawanan yang tinggi. Untuk itu marilah terus gelorakan semangat kepahlawanan dengan dilandasi nilai-nilai kesetiakawanan sosial yang tinggi serta rapatkan barisan membangun negeri untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat. Sehingga bangsa Indonesia menjadi bermartabat yang dapat berdiri sejajar dengan negara lain serta demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Sambutan Bupati Kapuas tersebut juga sekaligus pembacaan amanat Menteri Sosial RI. Dalam upacara tersebut tampak sejumlah Unsur Formominda dan Kepala SKPD. Kemudian peserta upacara tidak hanya berasal dari kalangan PNS saja, melainkan dari TNI/Polri, pelajar serta ormas masyarakat. “Semangat kepahlawanan yang telah ditunjukkan para pejuang dalam pertempuran 10 November, hendaknya dapat kita hanyati dan menjadi inspirasi serta sumber motivasi dalam mengisi kemerdekaan dengan berbagai program pembangunan untuk mewujudkan cita-cita Kemerdekaan RI,” terangnya. Demikian disampaikan oleh Bupati Kapuas HM Mawardi dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Wakil Bupati Surarian Nahan saat menjadi inspektur Upacara Pengingatan Hari Pahlawan di Halaman Kantor Bupati, Kamis (10/11) pagi. Dengan tema Hari Pahlawan 2011 yakni “Dengan Semangat Kepahlawanan, Kita Bangun Karakter Bangsa”, kiranya juga dapat menjadi momentum untuk terus melestarikan dan mendayagunakan sikap dan prilaku para pahawalan kusuma bangsa seperti rela berkorban, pantang menyerah, percaya kepada kemampuan diri sendiri degan dilandasi rasa kesetiakawanan yang tinggi. Untuk itu marilah terus gelorakan semangat kepahlawanan dengan dilandasi nilai-nilai kesetiakawanan sosial yang tinggi serta rapatkan barisan membangun negeri untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat. Sehingga bangsa Indonesia menjadi bermartabat yang dapat berdiri sejajar dengan negara lain serta demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. “Oleh karena itu marilah kita peringati Hari Pahlawan dengan hikmad dengan lebih mengedepankan nilai-nilai kepahlawanan kepada generasi muda, dengan melibatkan semua unsur masyarakat dan komponen bangsa,” ungkapnya. Sebelumnya dilaksanakan upacara dilakukan ziarah dan tabur bunga ke Taman Makam Pahlawan Kencana yang terletak di Jalan A. Yani. Kala itu bertindak sebagai Dandim Kapuas Letkol Erwansjah. Kemudian pada malam harinya juga dilakukan renungan suci ditempat yang sama dengan inspektur upacara Kapolres Kapuas AKBP Wisnu Putra. (Humaspro)

eringatan Hari Pahlawan selain untuk mengenang dan menghargai jasa pengorbanan para pejuang juga dilaksanakan untuk menumbuhkembangkan nilai kepahlawanan sebagai modal sosial untuk kemudian mengimplementasikan dalam mengatasi berbagai masalah bangsa seperti kemiskinan, ketelantaran, ketunaan sosial, korban bencana dan lain-lain.

P

14 14

Wakil Bupati Kapuas Suraria Nahan, Dipl,ATP,ST

Pemanasan global yang terjadi saat ini
telah mengakibatkan perubahan iklim yang berdampak timbulnya bencana diberbagai belahan bumi. Hal ini disampaikan Bupati Kapuas HM Mawardi dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Wakil Bupati Suraria Nahan, pada Acara Pembukaan Sosialisasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Dalam Penanggulangan Bencana Angin Puting Beliung, yang dilaksanakan di Aula Hotel Roos, Rabu (9/11) pagi. Bencana yang sering terjadi tidak dapat diduga kapan datangnya serta sulit untuk diprediksi

Bencana yang sering terjadi tidak dapat diduga kapan datangnya serta sulit untuk diprediksi meskipun berbagai alat teknologi peringatan dini bencana telah dibuat namun masih juga menyebabkan timbulnya korban jiwa, kerusakan lingkungan, kemudian kerugian harta benda serta dampak psikologis. Oleh sebab itu, diupayakan melalui tindakan tanggap darurat dengan serangkaian kegiatan yang dilakukan dengan segera pada saat kejadian untuk menangani dampak buruk yang ditimbulkan dengan meliputi kegiatan penyelamatan dan evakuasi korban, harta benda, pemenuhan

kebutuhan dasar, perlindungan, pengurusan pengungsi, penyelamatan serta pemulihan prasarana dan sarana. “ Pengurangan resiko bencana hendaknya menjadi komitmen kita bersama dengan masyarakat, bagaimana masyarakat yang berdomisili di wilayah rawan bencana untuk dapat menerima apa yang kita sampaikan tentang penanganan bencana atau mengurangi resiko bencana tersebut,” kata Mawardi. Lanjutnya lagi, keberhasilan penanggulangan bencana sangat ditentukan oleh kesiapsiagaan para petugas pelaksana di lapangan, peran serta warga masyarakat, peran instansi terkait serta tersedianya sarana pendukung baik berupa pedoman/protap maupun peralatan fisik. Berbagai bencana yang akhir-akhir ini seperti kebakaran hutan, lahan dan pekarangan, tanah longsong, banjir kesemuanya ada kaitannya dengan kelalaian manusia untuk menjaga dan memelihara lingkungan. “ Saya mengharapkan kepada seluruh peserta sosialisasi untuk mengikuti seluruh rangkaian acara yang tentunya sangat berguna bagi saudara dan juga kepada masyarakat dalam rangka untuk membantu daerah kita dalam mencegah dan kesiapsiagaan menghadapi bencana,” ungkap Mawardi. Diadakannya sosialisasi ini untuk meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan kesiapsiagaan aparatur pemerintah, lembaga usaha serta masyarakat. Selanjutnya meningkatkan kapasitas para pengambil keputusan dalam melaksanakan pemberdayaan masyarakat dalam penangulangan bencana. (humaspro)

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Drs. I Dewa Gde Oka Ariawan

Untuk meringankan beban petani dalam
penyediaan pupuk yang biasanya ditanggung petani, Pemerintah Kabupaten Kapuas telah memberikan subsidi angkutan dalam proses pinjaman pupuk kepada petani. Penyaluran pinjaman pupuk bersubsidi ini pada tahun 2011 telah disalurkan 546,8 ton urea, 229,7 ton SP-36 dan 163,4 ton NPK dengan total Rp1,710 miliar & Pemkab Kapuas telah mensubsidi angkutan pupuk sampai ke Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), sehingga petani tidak dibebani angkutan pupuk.

kerakyatan yang sesuai dengan visi dan misi kami Pemerintah Kabupaten Kapuas. Bersama membangun ekonomi kerakyatan berbasis agribisnis dan agroindustri menuju Kapuas yang Amanah,” ucapnya. Bahkan pada kesempatan itu, Bupati juga menilai bahwa petani sangat antusias dan mempunyai gairah yang sangat tinggi untuk berusaha tani. Saat ini sudah banyak upaya yang dilakukan oleh Pemkab Kapuas untuk para petani. Seperti bantuan hand traktor, hand spayer, pembuatan ratusan kilometer saluran drainase telah dibenahi. Kemudian telah pula dikucurkan dana senilai Rp7,7 miliar kepada 77 dari 33 Gapoktan di Kabupaten Kapuas melalui dana Demikian disampaikan oleh Bupati Kapuas pemberdayaan usaha agribisnis pedesaan HM Mawardi dalam sambutan tertulis yang (PUAP). Ditempat sama Sekretaris Dinas dibacakan oleh Asisten II, Dewa Gde Oka Pertanian TPH Kapuas, Ir Anjono Bhakti Ariawan saat membuka Pertemuan Ketua MM menjelaskan maksud pertemuan ini Gapoktan se Kabupaten Kapuas Tahun unttuk menyamakan persepsi dan menyusun 2011 di Aula Lawang Kameloh, Rabu, kerangka acuan rumusan dan penetapan (16/11) pagi. Menurut Bupati, pertemuan langkah-langkah strategis serta menggali permasalahan yang dihadapi. “Para peserta ini sangat strategis karena Gapoktan yang berjumlah 120 orang yang berasal dari merupakan gabungan kelompok tani yang pengurus Gapoktan kecamatan, pengelola bergabung dan bekerjasama untuk meningkatkan skala ekonomi dan efisiensi BPP dan Penyelia Mitra Tani,” terang usaha dalam satu wilayah administrasi desa. mantan Kepala Kantor Ketahanan Pangan ini. (humaspro) “Inilah wadah bergeraknya ekonomi

15 15

S

edikitnya 408 peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Angkatan XIV Kuala Kapuas secara resmi diberangkatkan oleh Bupati Kapuas HM Mawardi, Selasa (8/11) pagi di Aula STAI. Mereka akan disebar di delapan kecamatan yang ada di Kabupaten Kapuas.

Bupati Kapuas memasangkan jaket peserta KKN secara simbolis

Acara pelepasan ini selai dihadiri oleh mahasiswa juga dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD H Asrani, Sekretaris Kopertis Wilayah XI Kalimantan, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) H Masyumi Rivai serta pada dosen STAI. Ketua STAI Kuala Kapuas HM Nafiah Ibnor dalam sambutannya menyatakan para mahasiswa KKN ini merupakan mahasiswa semester tujuh yang sebentar lagi akan membuat karya ilmiah berupa skripsi. Nantinya mereka akan dibagi dalam 26 kelompok dengan pendamping sebanyak 26 orang. Delapan kecamatan yang menjadi sasaran KKN adalah Kecamatan Kapuas Kuala, Bataguh, Kapuas Timur, Kapuas Murung, Kapuas Hilir, Basarang, Selat dan Tamban Catur. Lama KKN dijadwalkan mulai tanggal 8 November sampai 10 Januari 2012. “Diharapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan dapat diterapkan dalam KKN.

Ketua STAI Kuala Kapuas HM Nafiah Ibnor Kemudian yang terpenting untuk melaksanakan Tri Darma Perguruan yakni pendidikan pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat,” terangnya. Sementara itu Bupati Kapuas HM Mawardi dalam sambutannya memberikan apresiasi yang tinggi kepada STAI yang telah memberikan sumbangsih yang sangat besar kepada pembangunan non fisik yang telah melahirkan caloncalon tenaga penggerak pembangunan di lini lapangan. Selain itu SATI sebagai lembaga pendidikan Islam dan juga lembaga dakwah, lembaga pengembangan masyarakat serta meningkatkan kegiatan keolahragaan khususnya di kalangan Perguruan Tinggi Islam melaksanakan kegiatankegiatan yang dapat meningkatkan rasa pengadian, keperdulian terhadap masyarakat, bangsa dan negara. “Kepada para mahasiswa yang akan melakukan kegiatan ini, disana kalian akan mempraktekkan teori-teori terdepan yang telah diberikan oleh para dosen dan berterima kasihlah kepada mereka dan jangan lupa bantulah masyarakat dimana kalian akan ditempatkan,” tukasnya. Diakhir acara juga dilakukan pemasangan baju KKN secara simbolis kepada dua perwakilan mahasiswa yang dilakukan langsung oleh Bupati Kapuas. Kemudian acara dilanjutkan dengan foto bersama. (humaspro)

16 16

17 17

Bupati Kapuas HM Mawardi saat menyerahkan cinderamata kepada Tim Penilai Penghargaan Manggala Karya Bhakti Husada

T

im penilaian penerima penghargaan Menteri Kesehatan (Menkes) Manggala Karya Bhakti Husada dari Kementerian Kesehatan turun ke Kabupaten Kapuas, Selasa (25/10) pagi. Mereka datang untuk melihat langsung program dan kegiatan kesehatan yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Kapuas. Pertemuan antara tim penilaian penghargaan Menteri Kesehatan itu dilaksanakan di Ruang Rapat Bupati yang diterima langsung oleh Bupati Kapuas HM Mawardi. Hadir pula dalam pertemuan tersebut Kepala Dinas Kesehatan Kapuas dr Ani Hadaningroem, Kepala Dinas Pertanian Ishak Basseri, Kepala Dinas Pendidikan I Made Sumatera, Direktur RSUD Kapuas Bawa Budi Raharja serta Dirut PDAM Sri Harjito. Saat menjelaskan kondisi kesehatan di Kabupaten Kapuas, Bupati Kapuas HM Mawardi mengatakan selama periode pemerintahan saat ini ada beberapa hal yang telah dilakukan. Diantaranya penerapan standar pelayanan minimal di bidang kesehatan. Peningkatan sarana dan prasana kesehatan antara lain peningkatan biaya operasional puskesmas dari Rp10 juta, per tahun menjadi rata-rata Rp120 juta per tahun. “Diharapkan peningkatan biaya operasional ini sebagai lini terdepan dalam pemberian pelayanan kesehatan bagi masyarakat,” jelasnya.

Disamping itu untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, telah dibangun kesehatan desa (Poskesdes) di setiap desa dalam wilayah Kapuas dan juga penambahan Puskesmas rawat inap dan pelayanan Obstetri Neonatal Emergency Dasar (Poned) lima kecamatan. ”Saat ini juga telah dibangun pavilium di RSUD Kuala Kapuas dengan harapan tingkat pemanfaatan sarana kesehatan di Kabupaten Kapuas lebih meningkat dan yang terpenting adalah masyarakat tidak perlu lagi berobat ke daerah lain,” terangnya. Selanjutnya untuk meningkatkan akses kesehatan pada masyarakat luas sejak bula Maret 2009 telah menyelanggarakan program kesehatan gratis meliputi 12 layanan kesehatan. Layanan kesehatan tersebut adalah konsultasi medis dan penyuluhan kesehatan. Kemudian pemeriksaan medis, laboratorium sederhana di puskesmas atas indikasi dokter, tindakan medis sederhana, pemeriksaan dan pengobatan gigi. Pemeriksaan ibu hamil nifas, menyusui bayi dan balita, pemberian obat-obatan sesuai ketentuan. Kemudian pelayanan keluarga berencana tidak termasuk alat kontrasepsi, penanganan gawat darurat, paket pelayanan rawat inap, pertolongan persalinan serta khitanan/sunat.

Lebih jauh dijelaskan dibidang kesehatan lingkungan dan sanitasi, beberapa program telah dilaksanakan dalam rangka mendukung ketersediaan sarana air bersih bagi masyarakat melalui program Community Water Service Health Project (CWSHP). Program CWSHP ini telah dibangun 829 unit sarana air bersih, 178 unit sanitasi untuk fasilitas umum, sekolah dan tempat ibadah dan 552 fasilitas cuci tangan yang dimanfaatkan lebih kurang oleh 31.368 kepala keluarga. ”Kita telah mencanangkan Kabupaten Kapuas Sehat Tahun 2013,” tukas Bupati. Disela kegiatan juga dilakukan paparan tentang kesehatan dari Kepala Dinas Kesehatan. Dalam penjelasannya Ani Hadaningroem mengatakan komitmen pembangunan berwawasan kesehatan yang dilakukan pemerintah daerah ”Kapuas bebas air asin 2013, lalu gerakan go green and clean, menyediakan RSUD sebagai pusat rujukan dan menjadikan puskesmas sebagai pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan. ( Humaspro)

18 18

ditandai dengan upacara pembukaan. Dalam kegiatan ini pembukaan dilakukan oleh Asisten I Setda Kapuas Fredrik Timbung disaksikan sejumlah Kabag lingkup Setda Kapuas serta Sekretaris Korpri Hernal SH. Acara pertandingan sepak bola antar SKPD ini ditandai pula dengan tendangan bola perdana oleh Sekretaris Korpri Hernal SH. ”Rencananya upacara HUT Korpri akan dilakukan pada hari Selasa (29/11) pagi di halaman Kantor Bupati Kapuas,” terang Hafizi yang juga dipercaya sebagai Koordinator Seksi Humas HUT Korpri ke Usai membuka secara resmi rangkaian kegiatan HUT KORPRI ke 40 Th.2011 Asisten I Setda Kab.Kapuas Fredrik Timbung bersalaman dengan para peserta Lomba 40. Ditambahkan tema HUT Korpri kali ini adalah ” Dengan semangat HUT Korpri pahlawan serta upacara yang dipusatkan di ke 40 kita tingkatkan pembinaan jiwa ari Ulang Tahun (HUT) Korpri ke halaman Kantor Bupati Kapuas. Korps PNS dalam ke Bhinneka-an guna Menurut Kabag Humas dan Protokol Setda memperkokoh persatuan dan kesatuan 40 akan dirangkai dengan berbagai NKRI serta mendukung keberhasilan kegiatan. Diantaranya pertandingan futsal Kapuas Drs M Hafizi menjelaskan untuk pelaksanaan reformasi birokrasi. dan tenis meja. Kemudian senam bersama, pertandingan futsal dan tenis meja telah dimulai pada hari Senin (21/11) pagi yang (Humaspro) sunatan massal, ziarah ke taman makam

H

Sekretaris Korpri Hernal SH menendang bola tanda dimulainya pertandingan futsal dalam rangka HUT Korpri ke 40, Th.2011

U

pacara bendera mewarnai puncak

HUT Korpri ke 40 dan Hari Kesehatan Nasional ke 47 yang dipusatkan di halaman Kantor Bupati Kapuas, Selasa (29/11) pagi. Bertindak sebagai inspektur upacara Wakil Bupati Kapuas Suraria Nahan. Kemudian komandan upacara dipercayakan kepada Kepala SatPol PP Yunabut. Lalu peserta upacara tidak hanya berasal dari PNS atau anggota Korpri namun ada pula dari unsur TNI/Polri.

Kegiatan ini juga dihadiri sesepuh pensiunan PNS, lalu Forkopimda serta Kepala SKPD. Rangkaian upacara meliputi pembacaan teks Pancasila oleh Wakil Bupati Kapuas. Kemudian ada pula pembacaan pembukaan UUD 1945, Sapta Prasetya Korpri serta janji tenaga kesehatan. Tak ketinggalan penampilan dari paduan suara karyawan/ karyawati Setda Kapuas yang menyangikan lagu-lagu kebangsaan serta mars Korpri. Dalam amanat amanat Presiden RI yang dibacakan Wakil Bupati dijelaskan bahwa dalam kurun waktu empat dasawarsa, Korpri telah menunjuk kan peran dan tanggungjawab yang besar dalam tugas dan pengabdiannya kepada Bangsa dan Negara. ”Korpri telah memantapkan pembinaan bagi anggotanya,

baik dalam pelaksanaan tugas pemerintahan maupun tugas-tugas lainnya sesuai amanat Undang-undang,” terangnya. Saat ini adalah saat yang tepat untuk meningkatkan pembinaan jiwa Korpri dalam kebinnekaan, karena jiwa Korpri adalah jiwa dan semangat warga bangsa yang manejmuk. Jiwa Korpri adalah jiwa yang mengemban amanah untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Diakhir acara dilanjutkan dengan penyerahan bantuan beasiswa kepada anak PNS, bingkisan kepada sesepuh pensiunanan PNS serta penyerahan piala dan hadiah kepada pemenang pertandingan olahraga dalam rangka Hut Korpri. Sebelumnya pada hari Senin (28/11) pagi telah dilakukan ziarah ke Taman Makam Pahlawan Kencana Kuala Kapuas yang dipimpin langsung oleh Ketua DPD Korpri H Nurul Edy. Kemudian pada hari Selasa (29/11) juga telah dilaksanakan suanatan massal yang ditinjau langsung oleh Wakil Bupati Kapuas bersama Sekda Kapuas yang dipusatkan di Gedung Lawang Kameloh Kuala Kapuas. (Humaspro)

19 19

S

edikitnya 5.000 orang lebih

mengikuti Pawai Muharram 1433 Hijriah/2011 M di Kuala Kapuas, Selasa (6/12) pagi Peserta pawai terdiri dari Ormas Islam,Ormas Pemuda, Paguyuban, Pemuda dan Remaja Masjid, Kelompok Pengajian, Maulid Habsyi, TPA/TK Al Qur’an, pelajar dari tingkat Ibtidaiyah/SD sampai dengan Aliyah/SLTA Pawai tersebut dilepas langsung Bupati Kapuas Ir HM Mawardi MM di depan Rujab Bupati Kapuas. Dihadiri Unsur Forkompimda, Sekda Kapuas Drs H Nurul Edy Msi, Kepala Kantor Kemenag Drs H Mahli,Ketua TP PKK Hj Aliyah Mawardi, Ketua MUI KH Abdul Muthalib, Ketua NU Drs H Nurani Sarji Mpd, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah H Kamarudin AK, dan Ketua FKUB Drs H Masyumi Rifai MAP. Kemudian disaksikan ribuan kaum muslimin dan muslimat yang memenuhi depan rumah jabatan Bupati Kapuas serta disamping kiri kanan jalan-jalan protokol yang dilewati peserta pawai. Dalam sambutannya Bupati HM Mawardi mengatakan, pelaksanaan pawai Muharram tahun ini agak berbeda pada tahun-tahun yang lalu, yaitu pada tanggal 10 Muharram. “ Pada bulan Muharram terdapat hari , yang pada hari itu terjadi peristiwa besar dan pertolongan yang nyata, menangnya kebenaran terhadap kebathilan, hari itu adalah hari yang ke sepuluh disebut juga dengan Asyura , hari keberuntungan ini diyakini pula oleh pemeluk dari agama-agama besar di bumi ini ”, ungkap HM Mawardi . ( Humaspro )

20 20

21 21

Bupati Kapuas HM Mawardi dalam sambutannya mengatakan mutasi kali ini merupakan bagian dinamisasi dari proses penyegaran dan penyesuaian kebutuhan personil dalam sebuah organisasi. Jabatan struktural adalah suatu kedudukan yang menunjukan tugas dan tanggungjawab, dimana tanggungjawab adalah kesanggupan seorang PNS untuk menyelesaikan pekerjaan yang diserahkan tepat pada waktunya serta berani menanggung resiko atas keputusan yang diambilnya. ”Saya mengingatkan bahwa jabatan eselon II sebagai pimpinan SKPD dalam menjalankan tugas dan fungsinya lebih dominan menjalankan fungsi manajerial sedangkan pada level eselon III dan IV lebih dominan melaksanakan fungsi teknis yang tentunya banyak berhadapan langsung dengan masyarakat.

G

erbong kepemimpinan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kapuas kembali bergerak, Kamis (3/11) siang di Aula Kantor Bupati. Tercatat 190 pejabat setingkat eselon II, III dan IV dilantik dan diambil sumpah oleh Bupati Kapuas (daftar pejabat eselon II dan camat terlampir). Sekda Kapuas H Nurul Edy dalam laporannya mengatakan dari total 190 pejabat terdapat 88 pejabat yang dipromosikan. Kemudian pejabat yang dimutasi sebanyak 102 orang. Lalu jabatan eselon II 10 orang, camat 7 orang. Terakhir tercatat 46 jabatan eselon III dan 127 eselon IV. “Diadakan pengambilan sumpah dan janji dan pelantikan pejabat ini untuk mengisi jabatan yang lowong karena pensiun maupun mutasi keluar daerah Kabupaten Kapuas,” terang Edy. Kemudian untuk mewujudkan penempatan aparatur yang sesuai kompetensi dan kebutuhan organisasi. Lalu dalam rangka pengembangan karir dan memperluas wawasan dan pengetahuan bagi PNS.

Sementara itu Bupati Kapuas HM Mawardi dalam sambutannya mengatakan mutasi yang dilakukan kali ini merupakan bagian dinamisasi dari proses penyegaran dan penyesuaian kebutuhan personil dalam sebuah organisasi. Maka mutasi jabatan seperti ini akan selalu ada selama kebutuhan dan situasi organisasi menghendakinya. Dengan demikian handaknya hal wajar dan sebagai hal yang biasa bahkan menjadi bagian rutin dalam meningkatkan kinerja organisasi. Jabatan struktural adalah suatu kedudukan yang menunjukan tugas dan tanggungjawab, dimana tanggungjawab adalah kesanggupan seorang PNS untuk menyelesaikan pekerjaan yang diserahkan tepat pada waktunya serta berani menanggung resiko atas keputusan yang diambilnya. ”Saya mengingatkan bahwa jabatan eselon II sebagai pimpinan SKPD dalam menjalankan tugas dan fungsinya lebih dominan menjalankan fungsi manajerial sedangkan di level eselon III dan IV lebih dominan melaksanakan

fungsi teknis yang tentunya banyak berhadapan langsung dengan masyarakat,” ungkapnya. Pelantikan ini juga merupakan promosi yang merupakan penghargaan guna menggantikan pejabat yang telah pensiun serta sebagian merupakan pergeseran/ rotasi. Kesemuanya ini dilakukan untuk memelihara mekanisme kepemimpinan dan kaderisasi di lingkunga Pemkab Kapuas.Sehingga jangan mengartikan hal ini kepada hal –hal yang dapat menggangu pelaksanaan tugas dalam rangka pencapaian kinerja. Namun perlu disadari pula mengingat masih terbatasnya jumlah posisi jabatan yang ada, maka untuk memimilih dan menentukan PNS yang diangkat dalam jabatan melalui proses penilaian Baperjakat. Dengan demikian jabatan bukan dalam posisi memilih suka atau tidak suka, bukan pula hak atau kepemilikan karena penugasan dalam jabatan adalah amanah yang tidak dapat ditolak, tergantung lagi dari masingmasing apakah mampu atau tidak mengemban amanah tersebut.

22 22

”Saya ingatkan bahwa serah jabatan antara pejabat lama dan baru harus dilaksanakan secepatnya dan paling lambat 15 hari sejak tanggal pelantikan. Hal ini dimaksudkan agar kegiatan pelayanan,

administrasi maupun keuangan tidak terganggu dan berjalan lancar,” tegasnya. Kemudian hendaknya barang-barang inventaris di tempat kerja lama tidak dibawa ketempat kerja yang baru.

Hal ini dimaksudkan guna menghindari adanya temuan oleh pihak pemeriksa, baik itu pemeriksaan yang bersifat reguler maupun khusus.Pada kegiatan tersebut juga dilakukan penandatangan fakta integritas sebagai bukti keseriusan mengemban jabatan yang telah manahkan. Acara pelantikan ini dihadiri pula oleh Ketua DPRD Kapuas Robert L Gerung serta unsur Forkominda lainnya. (humaspro)

PEJABAT ESELON II
No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 NAMA PEJABAT Frederik Timbung, SH Ir Yansi Rani Drs Edy Lukman Hakim, MM Drs Zahirsyah Rovieq, S.Hut Ir Krin Prihatin Drs. Raden LKR Martias Drs. I Dewa Gde Oka Ariawan Ir Andarias Lembang Drs. Lesmeriadi Drs. Ahmad Sofian JABATAN LAMA Staf Ahli Bupati Bid. Hukum & Politik Kadis Peternakan
Kadis Pemuda,Olahraga,Kebudayaan&Pariwisata

JABATAN BARU Asisten Pemerintahan dan Kesra Staf Ahli Bupati Bid. Pembangunan Staf Ahli Bupati Bid. Pemerintahan Kadis Pertambangan dan Energi Staf Ahli Bupati Bid. Hukum dan Politik
Kadis Pemuda,Olahraga,Kebudayaan&Pariwisata

Asisten Perekonomian & Pembangunan Kadis Pertambangan dan Energi Staf Ahli Bidang Pembangunan Staf Ahli Bidang Pemerintahan Kepala Badan Lingkungan Hidup Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Plt. Kadishub Kominfo

Asisten Perekonomian & Pembangunan Kadis Peternakan Kepala Badan dan Lingkungan Hidup Kepala Dishub Kominfo

PEJABAT ESELON III ( CAMAT )
No 1 2 3 4 5 6 7 NAMA PEJABAT Joko Labadijunjung, SH Drs Abdul Hamid Suraji, S.Sos Drs. Mochamad Noch Agus Sudiana, S.Sos, M.Si Drs Aswan Yan Miller, BA JABATAN LAMA Sekretaris Badan Kesbangpol Linmas Plt. Kabag Umum Setda Kapuas Kabag Umum Sekretariat DPRD Camat Mantangai Camat Pasak Talawang Camat Bataguh Kabid di Badan Kesbangpol Linmas JABATAN BARU Camat Timpah Camat Kapuas Timur Camat Kapuas Kuala Camat Pulau Petak Camat Bataguh Camat Mantangai Camat pasak Talawang

23 23

menggunakan pendekatan multi disiplin yang telah mampu memberikan perubahan positif di masyarakat, baik pada aspek penyadaran, peningkatan kafasitas dan pendayagunaan,” ungkapnya. Perubahan positif ini diperoleh masyarakat melalui pengalaman disetiap tahapan, pada saat membuat perencanaan dan setelah kegiatan tersebut diserahkan ke desa, masyarakat tetap terlibat dalam pemeliharaan dan pelesatarian. Dimana semua tahapannya dikelola dengan azas DOUM (dari, oleh dan untuk masyarakat). Berbagai pengalaman diperoleh oleh pelaku PNPM Mandiri. Seperti Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) semakin memahami peran pentingnya melalui kerjasama antar desa yang diwujudkan melalui Forum Masyarakat Antar Desa (MAD), Unit Pengelola Kegiatan (UPK) dan Tim Pengawal UPK. Beberapa Kecamatan). Dimana pada tahun 2007 keberhasilan telah dicapai dan nggaran dana desa (ADD) Kabupaten sampai 2008 program ini mendanai enam memberikan pengalaman positif bagi Kapuas dipastikan akan meningkat tahun kecamatan yaitu Kecamatan Selat, Pulau masyarakat dalam rangka penguatan dan 2012 mendatang. Jika sebelumnya tahun Petak, Kapuas Murung, Mantangai, pengembangan PNPM Mandiri Pedesaan 2011 dana berjumlah Rp6 miliar, maka Kapuas Barat dan Kapuas Kuala. maka diharapkan melalui kegiatan Ruang tahun 2012 naik 100 persen menjadi Rp12 Kemudian pada tahun 2009 bertambah miliar. Demikian disampaikan oleh Bupati menjadi tiga kecamatan yakni Kecamatan Belajar Masyarakat (RBM). Kegiatan RBM di Kapuas ditandai dengan Kapuas HM Mawardi saat membuka Basarang, Kapuas Hilir dan Kapuas Timur pelaksanaan woorksop sosialosasi dan Sosialisasi dan Perencanaan Kegiatan sehingga berjumlah sembilan kecamatan. perencanaan yang mana nantinya Ruang Belajar Masyarakat PNPM-Mandiri Lalu tahun 2010 sampai 2011 bertambah diharapkan dapat dibentuk organisasi Pedesaan Tahun 2011, Selasa (21/11) lagi menjadi tiga kecamatan yakni kelompok kerja (pokja) RBM di tingkat siang di Gedung Lawang Kameloh. Timpah, Kapuas Tengah dan Kapuas kabupaten beserta rencana kerjanya. Menurutnya peningkatan dana ADD ini Hulu, sehingga total 12 kecamatan. Tahun Sementara itu ditembat yang sama Kepala untuk menjawab pernyataan masyarakat 2012 mendapatkan lokasi dan alokasi BPMDes Kapuas Ferly Sangen terkait musyawarah rencana pembangunan sebanyak 17 kecamatan PNPM Mandiri mengatakan jumlah peserta sebanyak 158 desa (musrenbangdes) yang sering tidak Pedesaan lima kecamatan pemekaran yaitu orang yang berasal dari fasilitator terakomodir. Pada bagian lain, Mawardi Bataguh, Tambun Catur, Dadahup, Pasak kecamatan dan desa, PGO, BPM maupun mengungkapkan PNPM Mandiri pedesaan Talawang dan Mandau Lawang UPK. Diakhir kegiatan Bupati berkenan di wilayah Kabupaten Kapuas dimulai berpartisipasi ini dengan bantuan langsung melakukan penandatangan prasasti sejak tahun 2007 dengan nama PNPMmasyarakat (BLM) sebesar Rp750 juta. sejumlah kegiatan yang dilaksanakan oleh PPK (Program Pengembangan Kecamatan “PNPM Mandiri Pedesaan dengan PNPM Mandiri Pedesaan. (Humaspro)

A

Selain bersama, acara juga diisi dengan pembagian kupon undian berhadiah kepada para peserta senam. Hadiah berupa doorprize seperti, sepeda gunung, kipas angin serta barang elektronik lainnya. Sekedar diketahui PT Askes (Persero) merupakan Badan Usaha Milik Negara yang ditugaskan khusus oleh pemerintah untuk menyelenggarakan jaminan pemeliharaan kesehatan bagi Pegawai Negeri Sipil, Penerima Pensiun PNS dan TNI/POLRI, Veteran, Perintis Kemerdekaan beserta keluarganya dan Badan Usaha lainnya. ( Humaspro )

P

T Askes (Persero) mengadakan senam bersama dengan jajaran Pemerintah Kabupaten Kapuas, di Halaman Kantor Bupati, Jumat (14/10) pagi. Kegiatan ini merupakan rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) PT Askes ke 43. Tampak saat senam bersama para pejabat di lingkup Pemkab Kapuas. Seperti Bupati Kapuas HM Mawardi beserta istri Hj Aliyah, lalu Wakil Bupati Kapuas Suraria Nahan. Selain itu ikut serta pula sejumlah Kepala SKPD. Kemudian TNI/Polri, anggota SatPol PP, serta para Asisten dan Kabag di lingkungan Setda Kapuas.

24 24

upati Kapuas Ir HM Mawardi MM meminta kesungguhan, keseriusan dan komitmen bersama seluruh SKPD serta kecamatan, untuk mampu merealisasikan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang ditetapkan tahun 2011 sebesar Rp24.155.672.000,- sesuai tugas fungsi masing-masing. “Penerimaan pendapatan daerah merupakan tugas dan tanggung jawab kita semua yaitu SKPD di lingkungan Pemkab Kapuas. Saudara telah diberikan kepercayaan pasti mampu dan mengetahui akan potensi yang ada di SKPD masing-masing, hanya belum ada upaya optimal untuk menggalinya,” kata Mawardi saat membuka Rakornis dan Evaluasi Penerimaan PAD dan PBB Triwulan III tahun 2011 di Aula Bappeda Kapuas, Selasa (1/11) siang. Menurutnya upaya pemungutan dan penggalian PAD jangan dijadikan seolah-olah bukan Untuk pendapatan asli daerah Bupati Kapuas menekankan kepada menjadi tugas dan tanggung jawab, hanya seluruh SKPD dan Kecamatan, agar lebih dipacu lagi dan ditingkatkan. menjadi beban tetapi itu adalah salah satu tugas dan tanggung jawab selaku kepala “Jangan henti - hentinya mencari terobosan - terobosan dan upaya untuk SKPD dan camat. “Saya memperhatikan meningkatkan kinerja penerimaan pendapatan yang dipercayakan masih banyak potensi yang belum mampu dioptimalkan bahkan cenderung untuk dengan mencari peluang dan inovasi baru,” Hasil yang dicapai sampai dibiarkan, sebagai contoh sarang burung walet yang sudah beberapa tahun ini akhir triwulan III tahun anggaran 2011 ini, mau tidak mau merupakan berkembang di Kuala Kapuas, tapi catatan tersendiri bagi Bupati dalam hal gambaran kinerja yang telah pemungutan pajak belum ada kesungguhan untuk dilakukan,” dilakukan oleh SKPD dan Kecamatan dalam rangka mendukung ungkapnya. Demikian halnya terminal pembangunan Kabupaten Kapuas. yang sudah lama dibangun namun belum mampu dioperasionalkan secara optimal realisasi sebesar Rp.19.541.628.066 atau untuk menjadi sumber pendapatan daerah. secara keseluruhan, menjadi sebesar 81% dari target sebesar Rp.24.155.672.000,Rp862.118.472.000,- atau naik 7,73 Masih banyak potensi pajak dan retribusi Untuk pendapatan asli daerah ini saya persen (Rp61.837.517.000,-) dari target yang ada di instansi saudara, namun sekali awal Rp800.280.955.000,-. tekankan kepada seluruh SKPD dan lagi belum ada kesungguhan untuk Namun secara khusus pada saat ini mari kecamatan, agar lebih dipacu lagi dan mengintensifkannya. Sebagaimana telah bersama-sama memperhatikan ditingkatkan karena waktu yang tersisa saya sampaikan dalam laporan nota perkembangan pendapatan asli daerah hanya dua bulan. “Jangan henti - hentinya keuangan perubahan APBD tahun 2011 pada tanggal 19 oktober yang lalu, bahwa (PAD) Kabupaten Kapuas, baik dari sektor mencari terobosan - terobosan dan upaya pajak, retribusi dan pendapatan lain-lain untuk meningkatkan kinerja penerimaan target secara keseluruhan pendapatan yang sah dipungut oleh daerah, sampai daerah Kabupaten Kapuas tahun 2011 pendapatan yang dipercayakan dengan setelah perubahan mengalami peningkatan tanggal 17 oktober 2011 baru mencapai mencari akan peluang dan inovasi baru,” terangnya. Hasil yang dicapai sampai akhir triwulan III tahun anggaran 2011 ini, mau tidak mau merupakan catatan tersendiri bagi Bupati dalam hal gambaran kinerja yang telah dilakukan oleh SKPD dan kecamatan dalam rangka mendukung pembangunan Kabupaten Kapuas. Sementara itu Ketua Panitia Deni Harsono menjelaskan tujuan kegiatan ini untuk mengevaluasi penerimaan PAD dan PBB tahun 2011 serta menyusun penerimaan tahun anggaran 2012. Lalu membahas permasalahan aktual yang dihadapi dalam penerimaan PAD dan PBB. “Para peserta diikuti oleh badan/instansi/dinas/unit terkait dan Camat se Kabupaten Kapuas,” tukasnya. ( Humaspro )

B

25 25

okakaya ini sangat peting dan strategis karena merupakan kesempatan bagi kita untuk dapat merumuskan program dan kegiatan prioritas pembangunan Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL) di Kabupaten Kapuas. Hal itu ditegasan Sekda Kapuas Drs H Nurul Edy MSi selaku Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL) Kabupaten Kapuas saat membuka

L

Lokakarya Perumusan Renstra Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Berbasis Masyarakat (AMPL-BM) Kabupaten Kapuas, di Aula Hotel Raudah, Kamis (17/11) pagi. Lebih lanjut Nurul Edy mengatakan, dalam upaya meningkatkan akses cakupan air minum dan penyehatan lingkungan di Kabupaten Kapuas, maka perlu diambil langkah nyata sehingga cakupan terutama ketersediaan sarana air bersih, sanitasi dan penyehatan lingkungan bisa terwujud.

Telah banyak program yang diluncurkan di masyarakat dan telah menghasilkan penambahan akses air minum dan sanitasi terhadap penduduk miskin diwilayah pedesaan maupun perkotaan. “Tetapi pencapaian tersebut perlu ditingkatan dan dijamin kesinambungan nya untuk memastikan bahwa cakupan pelayanan akses air minum dan sanitasi yang layak akan terus meningkat dan terpilihara pada kualitas yang diiharapkan,” tutur Nurul Edy. Upaya peningkatan perluasan program AMPL agar terlaksana dengan baik, maka segenap pemangku kepentingan daerah perlu bekerjasama dan bersinergi agar target akses air minum dan sanitasi di daerah dapat lebih baik, katanya. Menurut Ketua Panitia HM Yobsi S Sos SKM, tujuan lokarkarya , tersusunnya Rencana Stategis AMPL-BM di Kabupaten Kapuas. Kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan Renstra AMPL-BM tingkat Kabupaten. Disepakati action plan untk tahapan stategis berikutnya sebagai tahapan untuk menjaga kesinambungan pelaksanaan kebijakan nasional dalam AMPL, terang Yobsi. Diikuti 24 orang peserta , terdiri dari beberpa SKPD, Perguruan Tinggi, PKK dan LSM yang diperacaya sebagai anggota Pokja AMPL Kabupaten Kapuas (Humaspro)

adan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Tengah bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Kapuas melaksanakan Sosialisasi Pemberdayaan Masyarakat Menuju Desa Tangguh, di Desa Lupak Dalam Kecamatan Kapuas Kuala dan Desa Lamunti Permai Kecamatan Mantangai , 11- 12 November 2011. Kegiatan sosialisasi tersebut dilaksanakan dalam bentuk Focus Group Discution (FGD) dengan menidentifikasi potensi rawan bencana dan memberikan tentang Karakteristik Desa tangguh sehingga dengan melalui FGD tersebut diharapkan Aparat dan masyarakat Desa dapat memenuhi criteria Desa Tangguh. Demikian disampaikan Kasubbag Penanggulangan Bencana dan Linmas Setda Kapuas John Phita Kadang,S.Sos ,M.Si, Senin (14/11). Program Desa tangguh adalah merupakan salah satu kebijakan nasional Penanggulangan Bencana yang bertujuan yakni membangun masyarakat yang tangguh/tahan dalam menghadapi bencana, membangun “system penanggulangan bencana” melalui kelembagaan yang kuat dengan pendanaan memadai, integrasi pembangunan ke dalam rencana pembangunan di desa.

B

Komponen utama desa tangguh terdiri dari diturunkan dari system nasional Penanggulangan Bencana dalam aspek legislasi yakni penyusunan Peraturan Desa (Perdes) yang mengatur Pengurangan resiko bencana dan Penanggulangan Bencana di tingkat desa. Sedangkan dari segi perencanaan yakni rencana pennanggulangan bencana desa, rencana kontijensi bila menghadapi ancaman dan rencana aksi Pengurangan Resiko Bencana Komunitas serta segi kelembagaan yakni pembentukan lembaga Penanggulangan bencana desa dan kelompok siaga bencana di tingkat RT/RW, kata John. Untuk pelaksanaan Desa Tangguh di Kabupaten Kapuas, Badan Penanggulangan

Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Tengah , menetapkan Desa Lupak Dalam Kecamatan Kapuas Kuala dan Desa Lamunti Permai. Hadir pada kegiatan itu Camat Kapuas Kuala Drs.Suraji dan Drs.,Aswan,M.Si. Dari diskusi tersebut Tim mendapatkan informasi dan masukan dari peserta khususnya terkait dengan usulan antara lain Pelatihan Tanggap Darurat bencana, pengadaan peralatan Pemadam Kebakaran dan Pembangunan sumur bor di lokasi rawan kebakaran , terkait dengan usulan peserta akan diteruskan kepada BPBD Provinsi Kalimantan Tengah untuk ditindaklanjuti. (humaspro)

26 26

Selaku Pemerintah menyadari bahwa kami tidak akan mampu melaksanakan seluruh program pembangunan di Kabupaten Kapuas ini secara optimal tanpa dukungan dari seluruh warga masyarakat. Untuk itu kami mengharapkan peran serta aktif seluruh warga Muhammadiyah dalam pelaksanaan pembangunan di daerah Kabupaten Kapuas yang kita cintai ini, untuk mewujudkan visi pembangunan Kabupaten Kapuas yang Amanah (Aman, Maju, Mandiri, Sejahtera dan Tangguh). Demikian sambutan tertulis Bupati Kapuas Ir HM Mawardi MM dibacakan Sekda Kapuas Drs H Nurul Edy Msi pada acara Milad Muhammadiyah Ke-102 di Gedung Kesenian Gandang Garantung Kuala Kapuas, Sabtu (3/12) pagi. “ Saya berharap semoga dengan Milad Muhammadiyah ke102 ini, dapat menghadirkan terobosan berupa program-program yang membawa pencerahan umat Islam kedepan yang berkualitas”, tutur Nurul Edy. Sejarah telah membuktikan bahwa organisasi Muhammadiyah merupakan organisasi sosial keagamaan yang memiliki komitmen tinggi dalam berbagai kiprahnya, dipersembahkan bagi bangsa dan negara dalam berbagai bidang, secara khusus bagi umat untuk terus menegakan nilai-nilai Islam secara benar sesuai tuntunan AlQur’an dan Hadist. Ditempat yang sama Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalteng Drs H Ahmad Syar’i MPd mengharapkan dengan memperingati Milad mampu membangkitkan semangat berjuang, berhijrah, membangun bangsa dan negara. Membangun peradaban Islam dan peradaban dunia, katanya. Sementara itu dalam pidato Milad dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah disampaikan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kapuas H Kamarudin AK menyatakan, Muhammadiyah menyampaikan ajakan dan komitmen moral bahwa dalam membangun bangsa,tidak kalah pentingnya membangun kekuatan karakter atau akhlaq utama ditubuh bangsa ini yang mengedepankan kejujuran, keadilan, kedamaian,

S

kepercayaan, persaudaraan, kemandirian, dan nilai-nilai moral yang dibangun diatas kebenaran dan kebaikan. Milad Muhammadiyah di Kapuas diisi dengan berbagai kegiatan, diataranya apel bersama warga Muhammdiyah, ceramah agama, lomba-lomba yang bernuansa Islami, gerakan kebersihan lingkungan, pembinaan dan sosialisasi melalui pendidikan dan dakwah. Acara Milad tersebut dihadiri Unsur Forkompimda Kapuas, jajaran Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalteng, Ketua MUI Kapuas KH Abdul Muthalib, Ketua NU Drs H Nurani Sarji MPd, Ketua FKUB Drs H Masyumi Rifai MAP, serta sejumlah pengurus dan anggota ortom Muhammadiyah Kapuas. (Humaspro).

emuda Muhammadiyah dalam program kerja organisasi, siap membantu Pemerintah Daerah dalam mensukseskan pembangunan dalam rangka menuju Kapuas yang Amanah (Aman, Maju, Mandiri, Sejahtera dan Tangguh). Pernyataan itu disampaikan Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kapuas M Jalaluddin S.Pd.I pada pembukaan Pelatihan Melati Muda dan Pelantikan Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kapuas , di Hotel Roos Kapuas, Sabtu (15/10) pagi. “ Saya mengajak rekan-rekan , khususnya Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kapuas dan organisasi kemayarakatan pemuda lainnya untuk bahu membahu dan merapatkan barisan dalam memajukan daerah Kabupaten Kapuas yang kita cintai ini, kata Jalaluddin. Bupati Kapuas Ir HM Mawardi MM mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada Pemuda Muhammadiyah atas peran aktifnya dalam mensukseskan pembangunan daerah Kabupaten Kapuas yang kita banggakan ini , menuju Kapuas yang Amanah (Aman, Maju, Mandiri, Sejahtera dan Tangguh).

P

“ Saya sadar tanpa peran serta masyarakat lebih-lebih para pemuda, saya sebagai kepala daerah di Kabupaten Kapuas ini tidak dapat berbuat banyak,” ungkap HM Mawardi. Namun apabila seluruh elemen masyarakat dapat berpartisipasi dalam pembangunan , maka saya yakin dan percaya dengan kebersamaan kita pasti bisa mewujudkan cita-cita pembangunan dan kesejahteraan rakyat daerah ini, kata HM Mawardi. Pemuda Muhammadiyah sebagai gerakan kepemudaan yang telah mencapai usia 79 tahun lebih, ini berarti kata Mawardi, bahwa Pemuda Muhammadiyah sebagai gerakan kepemudaan sudah cukup lama berkiprah dalam pembangunan bangsa dan negara yang kita cintai ini. Menurut ketua panitia Drs Farianoor Iswani, Pelatihan Melati Muda diikuti 50 orang peserta, berlangsung 14 – 16 Oktober 2011, dengan tema “ Pemuda Sebagai Gerakan Perubahan Menuju Kapuas Yang Amanah”. Hadir pada kesempatan itu , Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Kalteng Daryana SE beserta jajarannya, jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan Aisyiyah Kapuas , yang mewakili Ketua MUI Kapuas H Kursani S.Ag, Sekretaris NU Nahban,S.Ag, dan Ketua KNPI Faturrahman SPd (Humas).

27 27

“Saya

menilai keberadaan bagian humas dan protokol telah menjalankan fungsinya dengan baik. Hal ini dapat terlihat dari sejumlah produk yang telah dihasilkan. Seperti website resmi milik Pemerintah Kabupaten Kapuas yang dapat diakses masyarakat luas melalui www.kapuaskab.go.id. Kemudian pembuatan majalah serta boklet,

S

aat ini Pemerintah Daerah Kabupaten Kapuas telah berupaya untuk melakukan implementasikan kebijakan Keterbukaan Informasi Publik (KIP). Pemerintah kabupaten kapuas telah membuat keputusan Bupati Kapuas Nomor 265/org.tahun 2011 tanggal 20 juli 2011 yang mengatur penunjukan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID). Keluarnya kebijakan ini didasari pada UU KIP tahun 2008. Demikian disampaikan oleh Bupati Kapuas HM Mawardi saat membuka acara Sosialisasi Kelembagaan Komisi Informasi Kalteng di Aula Lawang Kameloh, Rabu (23/11) pagi Munculnya UU KIP dapat dimaknai merubah budaya ketertutupan, culture of secrecy, menjadi budaya yang terbuka. Menghilangkan berbagai “penyelewengan” yang terjadi karena berada di wilayah yang “tertutup”. Menempatkan secara terhormat hak masyarakat untuk tahu sebagai bagian dari kontrol publik serta menempatkan pentingnya sistem informasi, dan orang-orang profesional di bidang data dan dokumentasi.

“Dalam menjalankan tugasnya PPIDd pokok yakni Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kapuas dibantu oleh PPID pembantu yang terdiri dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemerintah Kabupaten Kapuas dan dua perusahaan daerah yakni Perusahaan Daerah Air Minum dan Perusahaan Daerah Panunjung Tarung,” ungkapnya. PPPID pembantu adalah pejabat yang mengetahui tentang informasi dan dokumentasi skpd yang berfungsi sebagai pengelolaan dan pelayanan informasi dan dokumentasi. Dalam pembentukan PPID ini Bagian Humas dan Protokol ditunjuk sebagai PPID pembantu dibawah Sekretariat Daerah Kabupaten Kapuas. “Saya menilai keberadaan bagian humas dan protokol telah menjalankan fungsinya dengan baik. Hal ini dapat terlihat dari sejumlah produk yang telah dihasilkan. Seperti website resmi milik Pemerintah Kabupaten Kapuas yang dapat diakses masyarakat luas melalui www.kapuaskab.go.id. Kemudian pembuatan majalah serta boklet, spanduk dan baliho yang berisi tentang

hasil-hasil pembangunan maupun kegiatan yang dilakukan oleh kepala daerah. Majalah yang diberi nama majalah amanah ini sesuai dengan visi kepala daerah dan wakil kepala daerah yakni bersama membangun ekonomi kerakyatan berbasis pada agribisnis dan agroindustri menuju kapuas yang amanah (aman, maju, mandiri, sejahtera dan tangguh. Kemudian penyebaran informasi juga dilakukan melalui radio siaran Pemerintah Daerah Kabupaten Kapuas yang saat ini telah memasuki tahap uji coba siaran. Kehadiran radio yang diberi nama radio suara amanah kapuas atau disingkat Suaka FM ini dapat didengar melalui gelombang 91,40 mhz. Pemerintah kabupaten kapuas terus berupaya untuk selalu terbuka dengan rekanrekan pers. Hal ini dapat dilihat dari terbukanya pintu birokrasi bagi rekanrekan pers dalam mencari atau menggali informasi tentang pembangunan atau kendala yang dihadapi. Pintu informasi telah dibuka selebar-lebarnya melalui Bagian Humas dan Protokol Setda Kabupaten Kapuas. Disini rekan-rekan pers dapat mencari atau meminta informasi yang berkenaan dengan kegiatan pemerintah Kabupaten Kapuas. Sebagai corong pemerintah daerah. “Saya meminta kepada bagian humas dan protokol untuk terus terbuka kepada rekanrekan pers,” tegasnya. Sementara itu Wakil Ketua KI Provinsi Kalteng Ir Awat Praja Sinseng, M.Si menjelaskan KI Provinsi Kalteng dibentuk berdasarkan Keputusan Gubernur Kalteng Nomor 188.44/322/2011 tanggal 15 Agustus 2011 setelah dilakukan seleksi yang cukup panjang dan pemilihan yang dilakukan oleh DPRD Kalteng sesuai dengan UU 14 Tahun 2008. Anggota KI Provinsi Kalteng yang ditetapkan adalah Satriadi SE, Drs M Sjam Rhiza Siregar M.Pd, Sugeng Riyadi SE, H Tajudin Noor SE, M.Si dan Ir Awat Praja Sinseng, M.Si. Ditempat yang sama Ketua Penyelenggara Drs. H Syahrani mengatakan tujuan kegiatan ini mensosialisasikan UU 14 Tahun 2008 dan PPID serta mensosialisasikan kelembagaan KI Provinsi Kalteng. Materi disampaikan oleh pengurus KI Provinsi Kalteng. Kemudian para peserta berjumlah 40 orang yang terdiri dari badan/dinas/organisasi/lembaga yang menangani bidang informasi/kehumasan. (Humaspro)

28 28

B

upati Kapuas Ir. H. Muhammad Mawardi ,MM merupakan satu satunya bupati dari Indonesia yang diundang oleh PBB / UN FCCC COP 17 memberikan materi tentang Community Participation on REDD+ : the case of Kapuas District . di ICC Durban Afrika Selatan pada tanggal 1 Desember 2011. Pada kesempatan tersebut Mawardi menyampaikan program yang ada dikabupaten Kapuas yaitu Uji Coba REDD+ merupakan kerjasama bilateral antara pemerintah Indonesia dan pemerintah Australia. Bupati juga menyampaikan bahwa Program Uji Coba REDD+ ini harus sinergized, harmonis dan fokus pada pembangunan ekonomi, sosial dan lingkungan. Dimana indikator keberhasilan dari Program Uji COba REDD+ tidak akan meninjau hanya dalam pengurangan emisi, tetapi juga keberhasilan dalam penguatan kesejahteraan masyarakat yang akan mengurangi preasure untuk hutan dan eksploitasi sumber daya alam. bijaksana non pengelolaan hutan, perlu upaya serius dan ditentukan oleh semua stakeholder. Dalam komunitas ini, diharapkan bahwa meskipun perlahan, kita dapat meningkatkan pemahaman masyarakat dalam perubahan iklim dan dampaknya, terutama yang berkaitan dengan masyarakat sekitar hutan, juga memberikan

persepsi dalam posisi dan peran masyarakat. Selain dari itu, peluang di pelaksanaan percontohan REDD, adalah harapan untuk mampu memberikan pengetahuan dan transfer keahlian, pelajaran bagi masyarakat dan pemerintah lokal, juga kesiapan dan perumusan institusi yang akan menangani berbagai kegiatan dan juga manfaat mekanisme pembagian distribusi ke berbagai pihak . Bupati juga di akhir presentasinya mengundang Negara Negara Peserta Delegasi untuk berkunjung melihat langsung kegiatan REDD+ di Kabupaten

Kapuas.Kalimantan Tengah . Kepala Bappeda Kabupaten Kapuas Ir. Herson B. Aden, M.Si yang juga Ketua Pokja REDD+ Kabupaten Kapuas yang mendampingi Bupati ke Durban menjelaskan bahwa ini merupakan kesempatan yang luar biasa Bagi Kabupaten Kapuas Karena yang di undang pada kegiatan Internasional ini hanya 2 Gubernur yaitu Gubernur Kalimantan Tengah Agustin Teras Narang dan Gubernur Sulawesi Tengah H. Longki Djanggola dan Satu Satunya Kabupaten yaitu Kabupaten Kapuas . (Humaspro)

isamping dikenal sebagai tempat tujuan wisata manca negara dan nusantara, ternyata kerukunan umat beragama di pulau dewata Provinsi Bali menjadi daya tarik tersendiri untuk dipelajari daerah lain. Potret kerukunan dan keharmonisan umat beragama di Provinsi ini dapat dilihat, diantaranya dengan adanya bangunan rumah ibadah lima Agama dalam satu komplek , yaitu Agama Hindu, Islam, kristen Protestan, Katholik dan Budha. Di komplek seluas satu hektar lebih ini , ada bangunan Pura, Masjid, Gereja dan Wihara , diberi nama Puja Mandala, terletak di Kuta Kabupaten

D

Badung Bali, terang Kasubag Pengumpulan Informasi dan Pemberitaan Humas dan Protokol Setda Kapuas Sapto Subagio, Sabtu (12/11). Waktu tiga hari, 8-11 Nopember 2011 benar-benar dimanfaatkan dengan optimal oleh rombongan studi banding sebagian pengurus FKUB Kapuas , yang dipimpin Ketunya Drs H Masyumi Rifai MAP. Setibanya di bandara internasional Ngurah Rai Bali,Rabu (9/11) rombongan studi banding langsung menuju komplek Puja Mandala .Satu persatu bagunan rumah ibadah dari lima agama ditempat itu dikunjungi, bahkan rombongan studi banding yg beragama Islam melaksanakan sholat jamak dzuhur-ashar di Masjid Agung Ibnu Batutah di komplek Puja Mandala ini , jelas Sapto. Besok harinya , Kamis (10/11) rombongan studi banding sebagian pengurus FKUB Kapuas mengadakan pertemuan dan berdialog dengan pengurus

FKUB Kabupaten Karang Asem, di aula Kantor Bupati Karang Asem. Pada kesempatan itu tambah Sapto, Ketua FKUB Kabupaten Karang Asem I Wayan Bagiarta SH MH menjelaskan,di daerahnya bila ada perayaan hari besar salah satu agama , maka pemeluk agama yang lainnya ikut membantu dengan bergotong royong, seperti pengamanan perayaan Nyepi, Idul Fitri/Idul Adha dan Natal/ Tahun Baru. “ Pernah terjadi perayaan Nyepi pada hari jum’at, saat itu umat muslim dihimbau melaksanakan sholat jum’at di Masjid yang letaknya dekat dengan rumah, agar tidak menggunakan kendaraan bermotor, hal ini tidak menjadi permasalahan bagi umat Muslim , ungkap I Wayan Bagiarta. Nilai-nilai kerukunan umat beragama yang harmonis dan jalinan komunikasi terus kami jaga dan tingkatkan, katanya. Peserta studi banding tampak begitu antusias ingin mengetahui lebih jauh , apa saja yang telah dilakukan FKUB setempat dalam upaya meningkatkan nilainilai kerukunan umat beragama. Hal itu terlihat saat dialog/tanyajawab, begitu juga saat kelapangan meninjau sejumlah rumah ibadah dari beberapa agama sembari berdialog dengan pengurusnya, imbuh Sapto. (Humaspro)

29 29

egiatan jalan sehat HUT Bank Kalteng ke 50 dan HUT Kalteng Pos ke 18 yang dilaksanakan, kemarin (30/10) berlangsung spektakuler. Ribuan warga masyarakat Kuala Kapuas dan sekitarnya berbaur menjadi satu di kawasan wisata kuliner, Jalan Maluku Kuala Kapuas untuk mengikuti kegiatan tersebut. Para peserta sudah mulai memadati kawasan wisata kuliner sejak pagi. Para peserta Jalan Sehat dilepas secara langsung oleh Bupati Kapuas Ir H Muhammad Mawardi dan didampingi oleh Manajer Pemasaran PT Kalteng Pos Suyanto, Kapolres Kapuas AKBP Wisnu Putra, Dandim 1011/KLK Inf Arm Moch Erwansyah, dan Pimpinan Bank Kalteng Cabang Kapuas Masjuaini, Direktur RSUD Kuala Kapuas dr H Bawa Budi Raharja dan sejumlah undangan lainnya. Bupati pun berbaur menjadi satu dengan masyarakat mengikuti jalan sehat melalui rute yang telah ditentukan. “Pagi ini kita bergembira bersama mengikuti jalan sehat untuk merayakan HUT Bank Kalteng dan Kalteng Pos,” kata Mawardi sesaat sebelum pelepasan peserta. Dia juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada Kalteng Pos dan Bank Kalteng yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut. “Selama ini Kalteng Pos selalu memberikan informasi terbaru kepada masyarakat Kalteng dan warga Kuala Kapuas, dan Bank Kalteng merupakan Bank kebanggaan warga Kalteng,” ucap Mawardi. Pada kesempatan itu Mawardi juga meminta kepada para peserta untuk tetap menjaga kebersihan kota Kuala Kapuas, dengan tidak membuang sampah secara sembarangan.

K

Bupati Kapuas HM.Mawardi menyampaikan“Selama ini Kalteng Pos selalu memberikan informasi terbaru kepada masyarakat Kalteng dan warga Kuala Kapuas, dan Bank Kalteng merupakan Bank kebanggaan warga Kalteng,”. Pada kesempatan itu Mawardi juga meminta kepada para peserta untuk tetap menjaga kebersihan kota Kuala Kapuas, dengan tidak membuang sampah secara sembarangan. “Mari kita ciptakan kota AIR yang Bersih dan Asri,”
“Mari kita ciptakan kota AIR yang bersih dan asri,” kata bupati yang memiliki kepedulian terhadap kebersihan kota ini. Manajer Pemasaran PT Kalteng Pos Press Suyanto menyampaikan ucapan terimakasihnya kepada semua pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan jalan sehat Bank Kalteng bersama Kalteng Pos. “Kepada seluruh warga Kuala Kapuas kami menyampaikan ucapan terimakasih atas partisipasinya,” kata Suyanto. Hal senada juga disampaikan pimpinan Bank Kalteng Cabang Kuala Kapuas. “Dengan kegiatan ini kami berharap, hubungan antara Bank Kalteng Cabang Kapuas dengan Kalteng Pos dan seluruh warga Kuala Kapuas dapat semakin erat terjamin,” kata Masjuaini. Kegiatan tersebut diselenggarakan Bank Kalteng dan SKH Kalteng Pos dan mendapat dukungan dari; Pemkab Kapuas, ketua TP-PKK Kabupaten Kapuas Hj Aliyah Mawardi, PDAM Kapuas, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Transmigrasi Kapuas, RSUD Kuala Kapuas, DPC AKLI Kabupaten Kapuas, Telkomsel, Suzuki, CV Laguna, CV Karya Bersama, CV Serba Mulia, CV Rezeki dan CV Huma. “Sekali lagi atas nama PT Kalteng Pos Press, kami menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua pihak yang membantu mensukseskan kegiatan ini,” timpal Wahyudi F Dirun. (humaspro)

30 30

akil Bupati Kapuas Suraria Nahan meresmikan gedung baru Gereja Bethel Indonesia (GBI) Jalan Seth Adji, pada Rabu (9/11) siang. Sambutan tertulis Bupati Kapuas HM Mawardi yang dibacakan oleh Wakil Bupati kapuas Suraria Nahan mengatakan secara etimologi kata peresmian (sah dari pemerintah/ yang berwajib: ditetapkan). Bangunan GBI Seth Adji adalah resmi ditetapkan pemerintah untuk digunakan sebagai tempat beribadah umat kristiani, khususnya jemaat GBI. ” Untuk itu kami sangat bangga dan bersukacita atas diselenggarakannya acara ini, yang kesemuanya itu adalah buah dari iman dan pengharapan kepada Tuhan,” terangnya. Jemaat GBI Seth Adji hingga mencapai keadaan seperti ini mengalami perjalanan yang cukup panjang dan penuh tantangan. Jemaat ini dari gembala hingga setiap anggota jemaatnya, mengalami dan menjadi saksi bagaimana tangan Tuhan menuntun dan menentukan kehendaknya.

W

Wakil Bupati Kapuas Suraria Nahan saat membacakan sambutan tertulis Bupati Kapuas HM Mawardi pada acara peresmian GBI Jalan Seth Adji, hari Rabu (9/11) siang

’ Kami mengharapkan kiranya jemaat GBI Seth Adji dapat terus bertumbuh dan menjadi berkat dalam keberadaannya,” ungkap Mawardi. Sebuah gereja tidak hanya mementingkan kemegahan dan kesemarakan akan membangkitkan semangat untuk menghayati lebih dalam lagi iman selaku orang percaya dan semakin nyata pula buah-buah pelayanannya bagi diri pribadi, keluarga dan masyarakat sekitarnya. Lanjutnya, selamat dan terus melayani jemaat GBI Seth Adji dengan

harapan dapat memotivasi untuk meningkatkan kualitas keimanan, gambaran kerukunan umat beragama di Kabupaten Kapuas dan salah satu peran serta umat Kristen dalam pembangunan. ” Saya atas nama pemkab Kapuas menyampaikan selamat dan sukses dengan adanya gedung baru GBI Seth Adji sebagai tempat memuji dan memuliakan nama Tuhan serta semoga membawa semangat baru dan pencerahan bagi jemaat GBI untuk terus menjadi berkat Tuhan,” tungkasnya. (humaspro)

31 31

apat paripurna ke 10 masa persidangan III tahun sidang 2011 DPRD Kabupaten Kapuas, selasa (6/12) berhasil menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang APBD 2012 Kabupaten Kapuas dan Perizinan Usaha Perkebunan di wilayah kabupaten Kapuas Sebelum disetujui, rapat paripurna dewan mendengarkan laporan tim perumus dan pendapat akhir Fraksi-Fraksi pendukung DPRD Kabupaten Kapuas terhadap kedua Raperda dimaksud. Persetujuan kedua Raperda tersebut ditandai dengan penandatangan naskah Raperda oleh Bupati Kapuas Ir HM Mawardi MM, Ketua DPRD Kapuas Robert L Gerung SE MM, Wakil Ketua DPRD Kapuas H Mahmud Iip Syafrudin SIP dan H Asrani SE. Dalam sambutannya Bupati Kapuas HM Mawardi mengatakan, kita semua telah berupaya dengan maksimal dalam Rancangan APBD tahun anggaran 2012 ini, terutama dalam hal upaya menganggarkan target pendapatan daerah dan belanja daerah yang disesuaikan

R

dengan kemampuan, serta visi dan misi Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah. “Kita menyadari usaha yang sudah dilakukan cukup maksimal, agar APBD nantinya dapat benar-benar mencerminkan suatu perencanaan yang matang, dengan harapan dapat menggerakkan roda perekonomian dan pembangunan Kabupaten Kapuas,” tutur HM Mawardi. Pada bagian lain dikatakan HM Mawardi, dengan disetujuinya Raperda Perizinan Usaha Perkebunan Diwilayah Kabupaten Kapuas, maka kita akan memiliki produk hukum daerah yang menjadi dasar atau payung hukum dibidang Perizinan Usaha Perkebunan untuk mendukung keberlanjutan izin investasi yang telah ada dan yang sedang berjalan selama ini untuk menghindari terjadinya stagnan operasionalnya. Atas kerjasama selama ini yang berjalan sangat baik antara Pemerintah Daerah dan DPRD Kabupaten Kapuas. “Saya atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Kapuas mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya dan penghargaan yang setinggi-tingginya, dengan harapan kerjasama seperti ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan, demi kemajuan daerah Kabupaten Kapuas yang kita cintai ini”, ungkap HM Mawardi. Rapat paripurna dewan tersebut terbuka untuk umum, dihadiri sejumlah anggota DPRD Kapuas , Unsur Forkompimda, Sekda Drs H Nurul Edy Msi, Kepala SKPD dan sejumlah undangan lainnya (humaspro)

ebijakan stategis Kabupaten Kapuas yang memerlukan dukungan Pemerintah Provinsi Kalteng melalui DPRD Provinsi Kalteng, diantaranya pembangunan pelabuhan laut Batanjung, pembangunan/ peningkatan jalan ruas jalan Basarang Batanjung sepaanjang 54 KM. Peningkatan jalan dari bundaran besar Kapuas – Palingkau – Dadahup – Lamunti kurang lebih 63 KM, untuk mendukung pengembangan Kota terpadu Mandiri , dan jalan Kapuas – Mandomai – Mantangai – Timpah untuk menjadi jalan provinsi. Demikian antara lain paparan Bupati Kapuas Ir HM Mawardi MM yang disampaikan Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kapuas Fredrik Timbung SH pada pertemuan jajaran Pemkab Kapuas dengan anggota Komisi D DPRD Provinsi Kalteng , di ruang rapat Bupati Kapuas, Rabu (30/11) siang. Selanjutnya Fredrik mengutarakan, manfaat pelabuhan laut batanjung akan memberikan manfaat langsung bagi perpindahan barang yang terkait dengan perdagangan, perindustrian serta komoditas sumber daya alam berupa bahan tambang atau hasil perkebunan yang menjadi andalan Kalteng untuk kepereluan eksport terutama dalam menghadapi pasar bebas.

K

Dengan terbangunnya pelabuhan laut Batanjung , maka sangat menunjang kegiatan perkebunan , pertambangan, perdagangan dan perindustrian KAPET DAS KAKAB dimana wilayah interland pelabuhan laut Batanjung meliputi tujuah Kabupaten/Kota. Ditempat yang sama, anggota Komisi D DPRD Provinsi Kalteng Bambang Suryadi SE MSi mengatakan, Komisi D DPRD Provinsi Kalteng , sesuai tugasnya yang membidangi infrastruktur dan juga menyangkut pelabuhan. “ Salah satu agenda penting dalam kunjungan kerja kali ini, diantaranya adalah kami akan melihat langsung pembangunan pelabuhan laut Batanjung,” ungkap Bambang Suryadi. Kamis (1/12) , rombongan anggota Komisi D DPRD Provinsi Kalteng , didampingi SKPD terkait dari Provinsi Kalteng dan Kabupaten Kapuas meninjau pembangunan pelabuhan laut Batanjung di Kecamatan Kapuas Kuala. Pertemuan tersebut diisi dengan dialog/tanya jawab , dihadiri Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kapuas H Asrani SE, dan sejumlah kepala SKPD terkait (Humaspro)

32 32

ecamatan Basarang Kabupaten Kapuas dipercaya sebagai tempat pelaksanaan Pesta Petani (PESTANI) 2011 Kalimantan Tengah. Pestani dibuka dengan resmi oleh Danrem 102/Pjg diwakili Kasrem Letkol Inf Wasono , ditandai dengan penyerahan alat kerja secara simbolis dan pemukulan gong oleh Kasrem 102/Pjg, di Markas Kodim 1011/Klk, Selasa (8/11) pagi. Danrem 102/Pjg Kolonel Inf Sukoso Maksum dalam sambutan tertulis dibacakan Kasrem Letkol Inf Wasono mengatakan, gagasan penyelenggaraan Pestani ini lahir dari respon terhadap program Pemerintah tentang Revitalisasi pertanian serta Visi Menteri Pertanian RI tentang “ Pertanian Industrial Unggul Berkelanjutan yang Berbasis Sumber Daya Lokal Untuk Meningkatkan Nilai Tambah Daya Saing Ekspor dan Kesejahteraan Petani”. Pestani Kalimantan Tengah (Kalteng) tahun 2011 merupakan wujud nyata peran TNI dalam kegiatan revitalisasi sumber daya manusia dibidang pangan, yg bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan kesejahteraan petani dan ketahanan pangan di daerah Kalteng. Selain itu , merupakan ajang untuk meningkatkan komoditi unggulan pertanian daerah dan trasfer ilmu pengetahuan serta menanamkan kecintaan terhadap alam. Kegiatan Pestani tentunya akan sangat bermanfaat bagi semua kalangan terutama para petani muda yang diharapkan Danrem Sukoso Maksum, kedepan akan lebih baik dan dapat meningkatkan hasil pertanian dalam rangka mendukung terciptanya ketahanan pangan nasional.

K

Pesta Petani (PESTANI) 2011 Kalimantan Tengah dibuka dengan resmi oleh Danrem 102/Pjg diwakili Kasrem Letkol Inf Wasono, Danrem 102/Pjg dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kasrem Letkol Inf Wasono mengatakan, gagasan penyelenggaraan Pestani ini lahir dari respon terhadap program Pemerintah tentang Revitalisasi pertanian serta Visi Menteri Pertanian RI tentang “ Pertanian Industrial Unggul Berkelanjutan yang Berbasis Sumber Daya Lokal Untuk Meningkatkan Nilai Tambah Daya Saing Ekspor dan Kesejahteraan Petani”.
Menurut Kasdim 1011/Klk Mayor Inf Agus Suryono, Pestani diikuti anggota Pestani/Kelompok Tani sebanyak 40 orang, Milter 10 orang, Mahasiswa Faperta Unpar 10 orang dan Pendukung 22 orang. Berlangsung selama 3 hari, 8-10 Nopember 2011. Sasaran kegiatan Pestani, pemanfaatan lahan non produktif menjadi produktif seluas dua hektar. Peningkatan produksi pertanian dan membekali petani guna terciptanya ketahanan pangan daerah, dan pemanfaatan teknologi yang dapat meningkatkan hasil produksi. Usai pembukaan Kasrem 102/Pjg Letkol Inf Wasono didampingi Sekda Kapuas Drs H Nurul Edy MSi , Dandim 1011/Klk Letkol Arm Moch Erwansyah, beberapa Dandim dan sejumlah Pejabat TNI/Sipil lainnya , meninjau Pameran Pembanguan dalam rangka Pestani. (humaspro)

B

erbagai kegiatan mewarnai

peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 47 yang dipusatkan di halaman Kantor Bupati Kapuas, Jumat (11/11) pagi. Ratusan PNS, baik dari lingkup Pemkab Kapuas dan, vertikal, BUMN dan ormas

tampak antusias mengikuti kegiatan dimaksud. Apalagi panitia menyediakan sejumlah hadiah doorprize yang diundi sesuai dengan kupon yang dibagikan usai kegiatan senam bersama. Diantaranya kipas angin, dispenser, blender, setrika serta hadiah menarik

lainnya.Adapun tema HKN kali ini adalah ”Cinta Sehat, Manfaatkan Fasilitas Kesehatan Untuk Tetap Sehat”. Kegiatan ini diikuti oleh Sekda Kapuas Nurul Edy, kemudian tampak pula para Asisten Setda, lalu sejumlah Kepala Satuan Kerja Perangkat daerah (SKPD). Kesiapan kegiatan ini selain bekerjasama dengan sejumlah SKPD juga menggandeng PT Askes Kabupaten Kapuas yang melakukan pemeriksaan kesehatan kepada para peserta peringatan HKN.Menurut dr Ahmad Haspiani MM.Kes pemeriksanaan kesehatan itu meliputi cek tensi darah, gula darah dan kolesterol. Kemudian juga ada konsultasi medis yang sifatnya pelayanan kesehatan. Bulan ini merupakan bulan kesehatan. ”Antusias para peserta pada kegiatan ini cukup tinggi apalagi panitia juga menyediakan berbagai hadiah menarik.,” ucap PNS pada Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas ini. (Humaspro)

33 33

Dalam tataran filosofis, batas wilayah merupakan penanda formal batas otoritas kekuasaan baik politik, ekonomi, social-budaya, administratif dan ideologi suatu sistem Pemerintahan tertentu. Sesuai Peraturan Bupati Kapuas Nomor 19 Tahun 2011 tentang Pelimpahan Sebagian Kewenangan Bupati Kapuas kepada Camat, dalam hal Penetapan dan Penegasan Batas Administrasi Wilayah, Camat memiliki kewenangan untuk penetapan dan penegasan batas wilayah administrasi pemerintahan Desa dan Kelurahan dalam wilayah kerjanya. “ Untuk itu, Bupati

Desa dan Kelurahan dalam wilayah kerjanya masing-masing sesuai dengan kewenangan yang dimilikinya”, pinta HM Mawardi. Sehingga diharapkan pada tahun 2012 Pemerintah Kabupaten Kapuas sudah memiliki kepastian baik secara formal maupun secara teknis tentang batas Desa dan Kelurahan di seluruh wilayah Kabupaten Kapuas. Menurut Sekda Kapuas Drs H Nurul Edy MSi, Pelatihan itu diselenggarakan kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Kapuas dengan Kalimantan Forest Climate Partnership (KFCP), berlangsung Tanggal 25 – 28 Oktober 2011. Diikuti seluruh Camat yang didampingi seorang tenaga teknis survey dan pemetaan. Hadir pada kesempatan itu, Ketua DPRD Kapuas Robert L Gerung SE MM, Unsur Forkompimda, , Koordinator KFCP Erwinsyah, para Asisten dan Kepala SKPD (humaspro)

Kapuas HM.Mawardi meminta kepada seluruh Camat di wilayah Kabupaten Kapuas agar segera melaksanakan kegiatan penetapan dan penegasan batas Desa dan Kelurahan dalam wilayah kerjanya masing-masing sesuai dengan kewenangan yang dimilikinya”
eberadaan batas wilayah merupakan salah satu komponen penting dalam penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan. Hal itu ditegaskan Bupati Kapuas Ir HM Mawardi MM saat membuka Pelatihan Penataan dan Penegasan Batas Wilayah Administrasi Pemerintahan Desa dan Kelurahan, bagi Aparatur Pemerintah Kecamatan di Wilayah Kabupaten Kapuas, di Aula Bappeda Kapuas, Selasa (25/10) pagi. Dalam tataran filosofis, batas wilayah merupakan penanda formal batas otoritas kekuasaan baik politik, ekonomi, sosial-

K

budaya, administratif dan ideologi oleh suatu sistem Pemerintahan tertentu, tutur HM Mawardi. Sesuai dengan Peraturan Bupati Kapuas Nomor 19 Tahun 2011 tentang Pelimpahan Sebagian Kewenangan Bupati Kapuas kepada Camat, dalam hal Penetapan dan Penegasan Batas Administrasi Wilayah, Camat memiliki kewenangan untuk penetapan dan penegasan batas wilayah administrasi pemerintahan Desa dan Kelurahan dalam wilayah kerjanya. “ Untuk itu, kepada seluruh Camat di wilayah Kabupaten Kapuas untuk segera melaksanakan kegiatan penetapan dan penegasan batas

34 34

Bupati Kapuas HM.Mawardi usai acara pelepasan bersalaman dengan seluruh peserta yang akan berangkat mengikuti Peringatan Sumpah Pemuda dan Ikrar Bersama Anak Bangsa Kalteng Tahun 2011 di Palangka Raya.

S

edikitnya 70 orang yang terdiri dari pelajar, mahasiswa dan organisasi kepemudaan diberangkatkan untuk mengikuti Peringatan Sumpah Pemuda dan Ikrar Bersama Anak Bangsa Kalteng Tahun 2011 yang digelar di Kota Palangka Raya. Pelepasan mereka dilakukan langsung oleh Bupati Kapuas HM Mawardi dengan dihadiri oleh sejumlah unsur Forkominda, Kepala SKPD dan para Asisten Lingkup Setda Kab. Kapuas, Rabu (26/10) pagi bertempat di Kantor Bupati Kapuas. Menurut Kepala Badan Kesbangpol Linmas Kab. Kapuas Djumrinson bahwa kegiatan ini

bertujuan untuk mempertemukan para generasi muda se Kalteng untuk saling mengenal, memahami untuk selanjutnya menjalin komunikasi dan jaringan untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa. Kemudian mendorong motivasi, perhatian dan tanggungjawab para generasi muda Kalteng untuk membangun rakyat dan budaya penyelenggaraan negara yang mulia dan bermartabat. Dijelaskan Pemkab Kapuas memiliki komitmen yang besar pada kehidupan bangsa dan menyakini bahwa penyelesaian masalah dan tantangan yang dihadapi bangsa pada masa kini dan masa depan akan terletak pada bagaimana Pancasila dapat dikembangkan untuk menjawab masalah aktual yang sedang dan akan dihadapi. “Kegiatan Ikrar Bersama Anak Bangsa ini merupakan Peringatan Sumpah Pemuda yang akan dilaksanakan di Lapangan Sanaman Mantikei Kota Palangka Raya pada tanggal 28 Oktober,” terangnya. Sementara itu Bupati Kapuas HM Mawardi dalam arahannya menjelaskan tujuan dilaksanakannya ikrar bersama anak bangsa ini adalah tekad bersama seluruh elemen, masyarakat khususnya para generasi muda untuk tetap setia dan menjunjung tinggi rasa nasionalisme. Diharapkan nantinya akan terbangun komitmen dan kesadaran para generasi muda terhadap pentingnya menyatukan visi, misi dan program aksi bersama melapangkan ruang gerak persatuan dan kesatuan bangsa. “”Saya mengingatkan para generasi muda untuk terus dapat menjunjung rasa persatuan dan persatuan bangsa, jangan pernah mementingkan diri sendiri atau golongan,” kata Bupati. Pada kesempatan itu dirinya juga mengucapkan terima kasih kepada para peserta yang mewakili Kabupaten Kapuas dalam rangka mengikuti kegiatan Peringatan Sumpah Pemuda dan Ikrar Anak Bangsa yang dilaksanakan mulai tanggal 26 hingga 28 Oktober 2011. (humaspro)

upati Kapuas Ir HM Mawardi MM mengajak masyarakat untuk rajin bersedakah, dengan bersedakah rejeki akan bertambah dan hidup akan bahagia . Mari bersedekah sesuai kemampuan kita masingmasing. Ajakan itu disampaikan HM Mawardi pada acara lelang pencarian dana untuk renovasi pembangunan Masjid Baiturrrohim, bertempat di halaman Masjid Baiturrohim Desa Terusan Mulya Kecamatan Bataguh, Senin (17/10) malam.

B

“ Untuk mewujudkan rasa syukur kepada Allah SWT, karena di Desa ini hasil panen padi cukup bagus, saya menghimbau agar dapat menyisihkan sebagian rejekinya itu di jalan Allah, diantaranya untuk menyumbang pembangunan Masjid ini,”pinta HM Mawardi. Pembangunan rumah ibadah merupakan tanggung jawab kita bersama, katanya. Pada bagian lain, orang nomor satu di Kabupaten Kapuas ini mengingatkan kepada masyarakatnya , agar baik-baik menjaga kesehatan, dengan kesehatan yang prima kita dapat menjalankan aktifitas dengan baik dan lancar. Untuk itu manfaatkan dengan sebaik-baiknya program yang telah diberikan Pemerintah Kabupaten Kapuas, yaitu, 12 pelayanan kesehatan dasar gratis, tutur HM Mawardi. Kepada anak-anak

generasi muda , dia minta agar rajin bersekolah dan belajar, karena menuntut ilmu pengetahuan itu sangat penting sebagai bekal dimasa depan. Sementara itu H Marino,S.Pdi dalam tausiyahnya mengajak untuk memperkokoh persaudaraan, ukhuwah Islamiyah , persatuan dan kesatuan. “ Kita patut bersyukur atas nikmat Iman, Islam dan rejeki yang telah di berikan Allah SWT, orang yang pandai bersyukur , Insya Allah, Allah akan menambah rejekinya, “tutur Marino. Pada kesempatan itu Bupati HM Mawardi secara pribadi memberikan bantuan uang untuk renovasi pembangunan Masjid Baiturrahman, diterima Ketua Panitia pembangunan Masjid H Muhammad Idris, juga sumbangan dari beberapa kepala SKPD. Di setiap kunjungan kerjanya ke Desa-Desa, Bupati HM Mawardi selalu disambut antusias, penuh keakraban dan kekeluargaan oleh masyarakat, tidak terkecuali saat di Desa Terusan Mulya terebut. (Humaspro)

35 35

W

alaupun berbagai pengahargaan

pelayanan publik dari Pemerintah Pusat telah diiterima Pemerintah Kabupaten Kapuas yang pemimpin Bupati Ir HM Mawardi MM,. Hal itu tidak menjadikan cepat puas , bahkan Pemkab Kapuas

berkomitmen untuk terus melakukan upaya peningkatan kualitas pelayanan publik. HM Mawardi minta kepada seluruh kepala SKPD beserta jajarannya memberikan pelayanan publik secara pro aktif dan membuat pelayanan publik unggulan. “ Contohnya, memberikan

pelayanan perijinan dengan datang langsung ke wilayah pemukiman masyarakat, menggunakan mobil unit, atau izin yang telah selesai diproses diantar langsung kerumah pemohon (masyarakat)”, tutur HM Mawardi. Hal ini diutarakan HM Mawardi pada expose/paparan peningkatan pelayanan publik oleh SKPD, di aula Kantor Bappeda Kapuas, Jum’at (25/11) pagi. Selanjutnya HM Mawardi menginginkan, jenis pelayanan publik beserta prosedurnya agar ditayangkan secara on line melalui website, agar masyarakat (pemohon) dapat mengetahuinya dengan mudah, cukup dari rumah , sehingga mempermudah pelayanan. “ Dalam membuat bilboard/papan pengumuman pelayanan publik harus dicantumkan layanan pengaduan masyarakat,” pinta Mawardi. Pelayanan kepada masyarakat/publik , baik dalam bentuk jasa ataupun perizinan harus transparan, target waktu pelayanan harus jelas , begitu juga dalam pembiayaan. “ Sesuai dengan motto kita , Pelayanan Prima BMW, yaitu Biaya transparan, Mudah pelayanan dan prosedurnya , dan Waktu yang cepat dan tepat”, ungkap HM Mawardi (Humaspro)

P

erhatian Pemerintah Kabupaten

(Pemkab) Kapuas terhadap dunia pendidikan sangat besar, Bupati Ir HM Mawardi MM berkeinginan semua masyarakatnya mengenyam pendidikan, tidak terkecuali dari keluarga yang kurang mampu. Untuk meringankan beban keluarga yang kurang mampu , Pemkab Kapuas memberikan bantuan seragam sekolah untuk 2.478 orang murid/siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dari keluarga yang kurang mampu. Bantuan seragam sekolah diserahkan secara simbolis oleh Bupati Kapuas Ir HM Mawardi MM, pada pembukaan Sosialisasi Penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) bagi SD/MI,SDLB,SMP/MTs,SMPLM,SMP Terbuka dan SMP satu atap, di GPU Manggatang Tarung Kapuas, Rabu (2/11) pagi. “ Kepada Kepala Sekolah dan Guru apabila masih ada murid/siswa dari keluarga yang kurang mampu belum menerima bantuan seragam sekolah agar didata kembali, untuk diusulkan lagi”, pinta HM Mawardi.Tugas seorang guru sangatlah mulia dan berjasa, saya bisa berdiri disini sebagai pimpinan daerah karena jasa seorang guru, ungkap HM Mawardi. Guna mensukseskan pembangunan dibidang pendidikan harus dilandasi motivasi kepribadian dan budi pekerti yang luhur, sesuai dengan nilai dasar Pancasila, sehat jasmani dan rohani, cerdas serta berwawasan jauh kedepan, pendidikan yang berkarakter.

Terkait dengan pelaksanaan dana BOS, orang nomor satu di Kabupaten Kapuas ini menghimbau, kepada semua Kepala Sekolah selaku pengelola dan penanggung jawab dana BOS di sekolahnya beserta dengan Komite dan Bendahara Sekolah agar benar-benar memanfaatkan dana tersebut sesuai dengan petunjuk dan ketentuan yang diberikan. Kepada seluruh badan dan instansi terkait agar bersamasama ikut mengawasi dan memantau jalannya penggunaan dana BOS di Kabupaten kapuas ini, sehingga dana yang dihararapkan dapat menunjang dan,

membantu operasional sekolah bisa berjalan sebaga iman yang diharapkan oleh semua pihak, kata Mawardi. Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kapuas Drs H I Made Sumartha menjelaskan, Sosialisasi dana Bos diikuti 1887 orang , terdiri dari semua kepala sekolah, bendahara sekolah dan ketua komite, terbagi dalam 5 kelompok, berlangsung selama 3 hari, 2 – 4 Novemver 2011. Bertujuan antara lain, untuk menyamakan persepsi, menanggapi dan menafsirkan tentang dana BOS yang dimaksud (Humaspro)

36 36

K

epengurusan Dewan Pengurus Daerah

Angkatan Penerus Pejuang Gerakan Mandau Talawang Pancasila (DPD APP GMTPS) Kabupaten Kapuas Masa Bakti 2011-2016 resmi dikukuhan, Senin (17/10) pagi. Drs. Barlianto terpilih sebagai Ketua Umum APP GMTPS Kabupaten Kapuas dengan sekretaris Umum Eryantho Kamis SE MM dan bendahara Umum Ir Muhing L Agau. Pada kesempatan itu Ketua Umum APP GMTPS Barlianto menyatakan dukungannya untuk ikut serta merencanakan, melaksanakan dan mengamankan segenap program dan kebijakan pembangunan kabupaten Kapuas yang Amanah. Tukas barlianto. Ia menambahkan, dengan spirit dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung APP GMTPS Kabupaten Kapuas sebagaimana semangat dan cita-cita proklamasi 17 Agustus 1945, bertekad bulat dalam bingkai NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. Ditempat yang sama Bupati Kapuas HM Mawardi menjelaskan Gerakan Mandau Talawang Pancasila (GMTPS) adalah sebuah organisasi kemasyarakatan yang dibentuk oleh masyarakat dayak Kalteng. Visi dan misi utama perjuangannya adalah menuntut dan memperjuangkan pembentukan provinsi kalimantan tengah. Sejarah mencatat sejak tahun 1950 sesudah diproklamirkan kemerdekaan republik indonesia tanggal 17 Agustus 1945. Masyarakat dayak kalimantan tengah berjuang bahkan sampai perjuangan fisik. Melalui jalan koordinasi, konsolidasi bahkan diplomasi kepada pemerintah pusat untuk membentuk provinsi kalimantan tengah menjadi daerah otonom yaitu lepas dari provinsi kalimantan selatan. “Hal yang menarik dan menjadi suatu kebanggaan

bagi kita dan khususnya para pengurus APP GMTPS adalah nama organisasi ini mencantumkan nama pancasila dalam organisasinya, ini membuktikan bahwa para pendiri organisasi ini yang juga adalah putra Kalteng atau tokoh dayak pada masa itu, memiliki rasa nasionalisme yang tidak diragukan,” ungkapnya. Meskipun mereka saat itu memperjuangkan kalimantan tengah menjadi daerah otonom yaitu lepas dari provinsi kalimantan selatan, namun dengan penuh kearifan telah memilih serta meyakini bahwa pancasila sebagai kompromi pilihan dasar negara dan pandangan hidup bangsa Indonesia. “Perlu saya tegaskan bahwa pembinaan yang dilakukan oleh pemerintah terhadap organisasi kemasyarakatan, LSM maupun yayasan, bukanlah sebagai bentuk intervensi pemerintah. Namun pembinaan yang dilakukan selama ini adalah semata-mata

Untuk lebih mendorong tumbuh dan berkembangnya organisasi kemasyarakatan yang ada sebagai wadah berhimpun masyarakat untuk berpartisipasi dalam pembangunan,” terangnya. Dengan banyaknya terbentuk ormas, LSM dan yayasan di daerah khususnya di kabupaten kapuas, maka seyogyanya keberadaan mereka benarbenar merupakan potensi dan aset dalam menunjang penyelenggaraan pembangunan di daerah ini, dengan menampakkan kiprahnya untuk bersinergi baik dengan pemerintah daerah maupun dengan pihak lain guna memacu pembangunan di daerah. Pada kesempatan itu hadir pula unsur Forkominda, lalu turut memberikan sambutan Ketua Umum DPP APP GMTP Kalteng Yansen Lambung yang dibacakan Sekjen DPP APP GMTP Kalteng Mayusi Adjamrah. (humaspro)

37 37

upati Kapuas Ir HM Mawardi MM mengatakan, Ibadah Qurban yang setiap tahun kita laksanakan pada Hari Raya Idul Adha/Hari Raya Haji bukan hanya seremonial saja , dilaksanakan pemotongan hewan qurban, tetapi ajaran yang ada didalamnya mari selalu kita amalkan. Seperti, bagaimana kita selalu bersilaturahmi, mengasihi kaum miskin, kaum dhu’afa, mengasihi anak yatim piatu, ini adalah menjadi kewajiban bagi kita yang mampu. Hal itu disampaikan Bupati HM Mawardi sebelum pelaksanaan Sholat Idul Adha di Masjid Agung al Mukarram Kuala Kapuas, Minggu (6/11) pagi. “ Saya berharap bagaimana umat Islam di Kabupaten Kapuas ini, bersama-sama mengamalkan ajaran agama sebagaimana yang dicontohkan oleh Nabi besar kita Muhammad SAW, yaitu diantaranya agar selalu memberikan kasih sayang kepada saudara kita yang kurang beruntung”, tutur HM Mawardi. Dia juga mengajak agar selalu menjaga persatuan dan kesatuan umat Islam, karena Ukhuwah Islamiyah itu sangat penting,tanpa persatuan dan kesatuan maka sulit bagi kita untuk meneruskan cita-cita dalam rangka mengisi kemerdekaan yaitu membangun masyarakat yang adil makmur dan sejahtera. Jangan terpancing pada isu-isu perpecahan, yang dapat memecah belah persatuan dan

B

kesatuan, tetapi mari kita bersama-sama, saling bahu-membahu meneruskan membangun Kabupaten Kapuas yang kita cintai ini, ajak Mawardi. Kepada para ulama HM Mawardi berharap agar terus memberikan perhatian kepada ummat, untuk selalu melaksanakan ajaran agama Islam dan menjaga persatuan dan kesatuan diantara kita, serta selalu menghormati saudara kita yang bukan seagama. Usai melaksanakan Sholat Idul Adha

Bupati Kapuas didampingi istri Hj Aliyah Mawardi menyerahkan hewan qurban sapi di beberapa tempat, diantaranya, Masjid Agung Al Mukarram Kapuas diterima pengurusnya H Nuryadin Syari, STAI diterima Ketuanya Drs H Nafiah Ibnor MM, Masjid Jami At-Taqwa diterima Ketua Pengurus Masjid H Darsani, Langgar Nurul Hidayah diterima H Tajudin dan untuk masyarakat Pasar Baru jalan Sudirman Kapuas/Musholla Muhtadin diterima H Hasan. (Humaspro)

etua Kwarcab Gerakan Pramuka Kapuas Drs Nurul Edy M.Si secara resmi menerima Estafet Tunas Kelapa (ETK) Nasional dari Wakil Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Pulang Pisau Drs Jhon Oktober Iman, M.Si, Kamis (13/1) pagi di Lapangan Sepak Bola Basarang Jaya Km 10. Kegiatan ini sebelumnya dirangkai dengan pembina upacara Drs Nurul Edy M.Si yang diikuti oleh para andalan cabang, mabigus, gugus depan, pramuka siaga, penggalang, penagak dan pandega. Dalam sambutannya Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kapuas Drs Nurul Edy M.Si mengatakan sebuah kebanggan dan kehormatan untuk menerima kegiatan ETK yang nantinya akan mengantarkannya ke Provinsi Kalteng. “Selama tiga hari berada di Kapuas. Hari pertama ETK akan diarak berjalan kaki sejauh 2 km dan dilanjutkan dengan konvoi keliling kota dan malam harinya renungan suci,” terangnya. Kemudian pada hari kedua (14/10) akan diarak berjalan kaki dalam bentuk lomba pawai

K

karnaval sejauh 5 km, malam harinya diadakan panggung hiburan sekaligus penyerahan piala lomba. Hari terakhir (15/10) akan dilakukan konvoi sejauh 30 km hingga perbatasan Provinsi Kalteng dan Kalsel. Dalam acara serahterima tersebut akan dirangkai pula dengan pelantikan mabiran dan kwaran Kapuas Timur serta pengurus KNPI Kecamatan Kapuas Timur. Diharapkan dengan kegiatan tersebut dapat lebih memasyarakatkan gerakan Pramuka sebagai wadah pendidikan generasi muda,” ungkapnya. Pembentukan karakter yang bagi generasi muda

merupakan hal yang amat penting dan bahkan menentukan nasib bangsa dan negara di masa depan. Pada saat ini, sadar atau tidak nilai-nilai asing langsung maupun tidak langsung, telah memberikan pengaruh negatif kepada generasi muda Indonesia. Rasa cinta terhadap tanah air serta kesediaan untuk membela negara tampak semakin rendah. Untuk mengatasinya sangat diperlukan keterlibatan aktif generasi muda dalam kegiatan kepramukaan. Usai upacara dilanjutkan dengan pelepasan ETK dengan semboyan Satu Pramuka untuk Satu Indonesia, Jayalah Indonesia”. (Humaspro)

38 38

P

erjuangan 5 Bupati di Kalteng

dan 1 Pengusaha properti , yang dipelopori Bupati Kapuas Ir HM Mawardi MM, tentang Pengujian Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan di Mahkamah Konstitusi (MK) Republik Indonesia terus berlanjut. Bupati Kapuas Ir HM Mawardi MM selaku pemohon menegaskan , penunjukan kawasan hutan tidak berimplikasi hukum. Peryataan HM Mawardi itu disampaikan usai Sidang Pleno Pengujian Pasal 1 angka 3 Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan sebagaimana telah diubah dengan UndangUndang No.19 Tahun 2004 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Penganti Undang-Undang N0.1 Tahun 2004 tentang Kehutanan Menjadi Undang-Undang Terhadap Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945. Jalannya sidang dipimmpin langsung Ketua MK Mahfud MD didampingi 7 anggota, berlansung di ruang sidang gedung MK RI lantai 2 Jakarta, Selasa (4/10) siang. Jelas Kasubag Pengumpulan Informasi dan Pemberitaan Humas dan Protokol Setda Kapuas Sapto Subagio, di Jakarta , Selasa (4/10) sore. Penegasan HM Mawardi itu dikuatkan lagi dengan pendapat Tommy Hendra Purwaka SH LLM PHD sebagai ahli Hukum sumber daya alam (Univesitas Atmajaya), dalam sidang pleno saat itu dia mengatakan,

Bupati Kapuas Ir HM Mawardi MM, pelopori Pengujian Undang-Undang No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan di Mahkamah Konstitusi (MK) Republik Indonesia Bupati Kapuas selaku pemohon menegaskan, penunjukan kawasan hutan tidak berimplikasi hukum. Pasal 1 angka 3 UU No 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan menyatakan “ kawasan hutan adalah wilayah tertentu yang ditunjuk dan atau ditetapkan oleh Pemerintah untuk dipertahankan keberadaannya sebagai hutan tetap. Pasal 1 angka 3 UU Kehutanan tersebut bertentangan dengan tujuan kegiatan penguasaan hutan sebagaimana diatur dalam pasal 10 s/d 65 UU Kehutanan. Oleh karena itu Pasal 1 angka 3 UU Kehutanan tidak mempu menciptakan hubungan yang adil dan selaras antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dalam pemanfaatan hutan sebagaimana ditetapkan pasal 18A ayat (2) UUD 1945.
Pasal 1 angka 3 UU Kehutanan bertantangan dengan tujuan kegiatan penguasaan hutan sebagaimana diatur dalam pasal 10 s/d 65 UU Kehutanan. Oleh karena itu Pasal 1 angka 3 UU Kehutanan tidak dapat mempu menciptakan hubungan yang adil dan selaras antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dalam pemanfaatan hutan sebagaimana ditetapkan pasal 18A ayat (2) UUD 1945. Dengan demikian , Pasal 1 angka 3 UU Kehutanan telah bertantangan dengan Pasal 18A ayat (2) UUD 1945 dan oleh karena itu dapat dipandang sebagai bertentangan dengan Pasal 18A ayat (2) UUD 1945. Konsekwensinya adalah Pasal 1 angka 3 UU Kehutanan tersebut tidak berlaku karena batal demi hukum. Ahli lainnya Prof Dr HM Hadin Muhjad SH H Hum (Guru Besar Fakultas Hukum Unlam) berpendapat, Pasal 1 angka 3 UU No.41 Tahun 1999 bertantangan dengan Pasal 28D ayat (1) UUD 1945 menyangkut kepastian hukum. Kemudian Pasal 1 angka 3 UU No.41 Tahun 1999 bertantangan dengan Pasal 27 ayat (1), Pasal 28D ayat (3) , Pasal 28 F, dan Pasal 28 I ayat (2) UUD 1945 menyangkut hakhak warga negara dalam pemerintahan, memperoleh informasi dalam pemerintahan dan mendapat perlindungan dari perlakuan diskriminatif Sekedar diketahui bunyi Pasal 1 angka 3 UU No 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan menyatakan “ kawasan hutan adalah wilayah tertentu yang ditunjuk dan atau ditetapkan oleh Pemerintah untuk dipertahankan keberadaannya sebagai hutan tetap. Selalin Bupati Kapuas HM Mawardi. pemohon lainnya dalam pengujian UndangUndang tersebut adalah Drs Hambit Binti (Bupati Gunung Mas), Drs Duwel Rawing (Bupati Katingan), H Ahmad Dirman (Bupati Sukamara),Drs H Zain Alkim (Bupati Bartim), dan Drs Akhmad Taufik MPd (pengusaha REI Kalteng). Sedangkan pihak Pemerintah Pusat dari Kementerian Kehutanan Hadir pada sidang tersebut Bupati Gunung Mas, Katingan, Seruyan, Bupati Lamndau Ir Marukan, Wakil Bupati Sukamara Karyadi , Wakil Bupati Kotim HM Taufik Mukri, dan Wakil Ketua DPRD Kapuas Mahmud Iip Safrudin SIP. Sidang selanjutnya menunggu jadwal dari MK, terang Sapto (Humaspro)

W

akil Bupati (Wabup) Kapuas

Suraria Nahan Dipl ATP ST selaku Ketua Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Kapuas mengingatkan kepada para guru, kepala Sekolah maupun orangtua murid agar menjaga anak-anak kita agar terhindar dari bahaya Narkoba. Hal itu diingatkan Suran pangilan akrab Wabup pada Kunjungan Kerja (Kunker) dalam rangka monitoring

dan evaluasi program kerja SKPD di Kecamatan Kapuas Hulu, Rabu (28/9) pagi Di Kecamatan itu, Suran juga mengelar Hasupa Hasundau dengan Camat beserta jajarannya Unsur Tripika, Kepala Desa, tokoh Adat dan warga Masyarakat. Pada kesempatan itu suran mengatakan, “saya bangga dengan PNPM yang bisa menyelesaikan pekerjaan dengan waktu cepat dan dana sekecil-kecilnya, kedepan mudah-mudahan sharing dana antara APBN dan APBD bisa di tingkatan lagi untuk kegiatan PNPM, “ tuturnya. Sebelumnya Suran juga mengunjungi Kecamatan Pasak Talawang. Pasak Talawang, Suran disambut dengan acara adat potong pantan dan mengadakan pertemuan dengan perangkat kecamatan setempat, termasuk tokoh adat dan tokoh masyarakat setempat.

Kemudian meninjau SDN I Jangkang dan sekaligus menyerahkan bantuan peralatan olahraga. Wabup juga mengecek keberadaan listrik di daerah itu. Kunjungan Kerja Wabup Suran berakhir di Kecamatan Mandau Telawang, di tempat itu Suran juga disambut dengan acara adat potong pantan selanjutnya mengadakan hasupa hasundau dengan masyarakat, menyerahkan bantuan bibit padi benih unggul dan bantuan alat olahraga untuk beberapa sekolah yang ada di kecamatan itu. Usai pertemuan Wabup meninjau jembatan proyek PNPM dan pembangunan fisik Kantor dan rumah jabatan Camat Mandau Telawang. Kunjungan kerja wabup Suran didampingi Inspektur Kabupaten Kapuas Rianova SH, sejumlah Kepala SKPD atau yang mewakili dan Camat. (Humaspro)

39 39

Bupati Kapuas Ir HM Mawardi MM mengharapkan kepada seluruh pelaku pembangunan kesehatan untuk dapat bekerjasama dengan baik dan profesional serta mengedepankan rasa kemanusiaan dalam menolong sesama yang berada dalam kesulitan. Sistem kesehatan harus mampu memberikan manfaat kepada masyarakat dengan distribusi yang adil.

B

upati Kapuas Ir HM Mawardi MM

mengharapkan kepada seluruh pelaku pembangunan kesehatan untuk dapat bekerjasama dengan baik dan profesional serta mengedepankan rasa kemanusiaan dalam menolong sesama yang berada dalam kesulitan. Secara khusus dia memininta untuk mendukung secara penuh program District Health accout (DHA). Hal Itu disampaikan HM Mawardi pada pembukaan Workshop Penyampaian Hasil Perhitungan Pembiayaan Kesehatan Daerah ( District Health Accout -DHA), di Aula Dinas Kesehatan Kapuas,Kamis (13/10) pagi. Sistem kesehatan harus mampu memberikan manfaat kepada masyarakat

dengan distribusi yang adil. “ Sistem kesehatan tidak hanya menilai dan berfokus pada tingkatan manfaat yang diberikan , tetapi juga bagaimana tujuantujuan tersebut,“ tutur HM Mawardi. DHA sangat diperlukan untuk perumusan kebijakan kesehatan, khususnya pembiayaan kesehatan. Juga diperlukan dalam perencanaan dan penganggaran kesehatan, baik di pusat maupun di daerah, terlebih-lebih dengan adanya kebijakan nasional untuk menerapkan anggaran berbasis kinerja disemua lini pembangunan kesehatan, jelas Mawardi. Sementara itu Dr Dra Delina Hasan,APT M.Kes (Wakil Kepala Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan

Universitas Indonesia) mengatakan, belanja kesehatan hendaknya lebih diutamakan untuk program prioritas, seperti Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), KB, Imunisasi, Gizi dan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). “ Kalau ingin mempersiap kan SDM yang baik dimasa yang akan datang, hendaknya penerima manfaat lebih dituju kepada golongan usia 0 – 5 tahun. Agar DHA dapat berjalan dengan baik, tim DHA perlu segera dilembagakan, kata Delina. Workshop Penyampaian Hasil Perhitungan Pembiayaan Kesehatan Daerah ( District Health Accout -DHA), berlansung 4 hari, diikuti 30 orang peserta berasal dari SKPD terkait (Humarpro)

B

Ketua Panitia MTQ tingkat Prov.Kalteng, Nurul Edy mengharapkan terwujudnya Tri Sukses, yaitu Sukses Penyelenggaraan, Sukses sebagai Tuan Rumah dan Sukses Prestasi. Sementara itu Bupati Kapuas HM Mawardi menegaskan, untuk mewujudkan Tri Sukses tersebut diperlukan kerja keras, kesungguhan , kerjasama dan koordinasi yang baik dari panitia. Pembagian tugas masing-masing Bidang, Sub Bidang, dan Anggotanya harus jelas . Begitu juga dengan Perencanaan, Pejadwalan waktu dan Pelaksanaan harus benar-benar diperhatikan dan dicermati dengan baik.
ditambah 3 rumah jabatan Asisten sebagai cadangan untuk pemondokan para kafilah dari 14 Kabupaten/Kota se Kalteng, juga hotel untuk dewan hakim. Pada MTQ tingkat Prov.Kalteng, panitia menginginkan, Tri Sukses dapat terwujud, yaitu, Sukses penyelenggaraan, Sukses sebagai tuan rumah dan Sukses prestasi, ungkap Nurul Edy. Sementara itu Bupati HM Mawardi mengatakan, untuk mewujudkan Tri Sukses tersebut diperlukan kerja keras , kesungguhan , kerjasama dan koordinasi yang baik dari panitia. Pembagian tugas masing-masing bidang, sub bidang, dan anggotanya harus jelas . Begitu juga perencanaan , pejadwalan waktu dan pelaksanaan harus benar-benar diperhatikan dan dicermati dengan baik. Ditunjukan Kabupaten Kapuas sebagai tuan rumah MTQ tingkat Prov Kalteng merupakan suatu kepercayaan dan kehormatan, untuk itu HM Mawardi mengharapkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat agar dapat mensukses kannya. “ Pada upacara pembukaan dan penutupan MTQ nanti , serta kegiatan lomba-lomba , panitia harus melibatkan masyarakat sebanyak-banyakanya “, pinta Mawardi. Terkait dengan itu diperlukan sosialisasi yang baik, efektif , dan jauhjauh hari sebelum pelaksanaan, katanya. Masalah pemondokan kafilah, hotel dewan hakim dan transportasi , perencanaannya harus benar-benar diperhatikan dengan baik , pinta Mawardi. Hal lain yang cukup penting juga di bidang keamanan, agar dikoordinasikan dengan baik , sehingga pelaksanaan MTQ dapat berjalan dengan aman, tertib.dan lancar , sebagaimana yang kita harapkan bersama , tutur Mawardi “ Buatlah perencanaan program secara ril “, katanya. (Humarpro)

upati Kapuas Ir HM Mawardi MM

memimpin langsung Rapat Pantia Pelaksana Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXVI Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah yang akan dilaksanakan di Kota Kuala Kapuas tahun 2012 mendatang. Rapat yang dihadiri seluruh panitia pelaksana itu, berlangsung di Gedung Kesenian Gandang Garantung Kuala Kapuas, Sabtu (1/10) sore , dengan agenda utama mendegarkan pengarahan Bupati Kapuas selaku Ketua Umum Panitia Pelaksana MTQ XXVI Tingkat Prov. Kalteng, didampingi Sekda Kapuas Drs H Nurul Edy M.Si selaku Ketua Harian. Menurut rencana, kata Nurul Edy, MTQ Tingkat Prov Kalteng tersebut dilaksanakan pada bulan Mei 2012 , minggu kedua, diikuti 1.576 orang kafilah, diluar official. Panitia menyiapkan 18 buah rumah,

40 40

K

Bupati Kapuas Ir HM Mawardi MM menegaskan kepada seluruh jajaran pemerintah Kabupaten Kapuas untuk merubah pola pikir tidak hanya bekerja apa adanya akan tetapi selalu mengutamakan profesionalisme, iniasitif, kreativitas dan inovasi dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya sesuai kewenangan masing-masing sehingga pelaksanaan tugas kita sebagai pelayan masyarakat dapat optimal. Kemudian dalam pelaksanaan tugasnya harus secara serius dan sungguh-sungguh memperhatikan bahwa opini atas laporan keuangan akan dinilai.
Upaya untuk meningkatkan perbaikan kualitas laporan Pemerintah Kabupaten Kapuas agar dapat memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP ) pada tahun 2012 , orang nomor satu di Kabupaten Kapuas ini minta, semua jajaran Pemerintah Kabupaten Kapuas dalam pelaksanaan tugasnya harus secara serius & sungguh-sungguh memperhatikan bahwa opini atas laporan keuangan akan dinilai. Penilaian itu berdasarkan empat perspektif atau kriteria yaitu kesesuaian dengan standar akuntansi pemerintahan, kecukupan pengungkapan, kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, dan efektivitas sistem pengendalian intern. Karena laporan atau kualitas dari laporan keuangan wajar tanpa pengecualian adalah persyaratan bagi adanya birokrasi yang baik, handal dan efektif. Hal tersebut akan berdampak pada peningkatan kepercayaan masyarakat dan investor kepada pemerintah yang pada gilirannya akan berpengaruh positif terhadap kelangsungan pembangunan daerah dan nasional, ungkap HM Mawardi. Sementara itu Sekda Kapuas Drs H Nurul Edy MSi menjelaskan, rapat pleno Rakordal dipimpinan langsung Bupati HM Mawardi, dengan agenda paparan Kepala Bappeda Kapuas, Kepala Dinas Pendapatan, Kepala BPMD, para Asisten, Kepala BPS Kapuas dan Kabag Keuangan Setda Kapuas. Acara diisi dengan diskusi/tanya jawab. Dihadiri Wakil Ketua DPRD Kapuas Mahmud Iip Syafrudin SIP, kemudian diikuti Ketua Komisi DPRD Kapuas, Para Staf Ahli Bupati, Asisten, Kepala SKPD, Camat, dan pimpinan Perusahaan Daerah. ( Humaspro )

epada seluruh jajaran pemerintah Kabupaten Kapuas untuk merubah pola pikir tidak hanya bekerja dengan apa adanya akan tetapi selalu mengutamakan profesionalisme, iniasitif, kreativitas dan inovasi dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya sesuai kewenangan masing-masing sehingga pelaksanaan tugas kita sebagai pelayan masyarakat dapat optimal. Penegasan itu disampaiakan Bupati Kapuas Ir HM Mawardi MM saat membuka rapat Koordinasi Pengendalian (Rakordal) Pelaksanaan Rencana Pembangunan Program-Program APBN dan APBD Kabupaten Kapuas Triwulan III tahun anggaran 2011, di Aula Bappeda Kapuas, Jum’at (7/10) pagi. Diharapkan Mawardi,sasaran pembangunan dapat efektif untuk mengatasi isu dan masalah yang dihadapi masyarakat.

K

omitmen untuk mengentaskan kemiskinan bukan hanya merupakan prioritas pembangunan secara nasional yang dituangkan dalam rencana pembangunan jangka panjang, jangka menengah dan jangka pendek akan tetapi merupakan komitmen internasional dalam tujuan pembangunan millenium (MDG’S). Hal ini disampaikan Bupati Kapuas HM Mawardi yang diwakilkan oleh Staf Ahli Bidang Pembangunan Drs Raden Ledi,

pada acara Rapat Koordinasi Program Keluarga Harapan (PKH), yang dilaksanakan di Aula Bappeda, Kamis (13/10) pagi.Secara nasional strategis pembangunan untuk peningkatan kesejahteraan rakyat, pemerintah terus berupaya menurunkan angka kemiskinan melalui perbaikan kondisi sosial, ekonomi serta peningkatan kesejahteraan masyarakat miskin. Untuk mencapai kondisi tersebut, pemerintah menetapkan tiga jalur strategi pembangunan yaitu : pro pertumbuhan, pro lapangan kerja serta pro masyarakatan miskin. “Kebijakan penanggulangan kemiskinan menitikberatkan pada upayaupaya optimalisasi dan harmonisasi program penanggulangan kemiskinan,” kata Mawardi.

Harmonisasi program penanggulangan kemiskinan yaitu kelompok pertama program bantuan sosial berbasis keluarga, kedua kelompok program penanggulangan kemiskinan berbasis pemberdayaan masyarakat, kemudian ketiga kelompok program pemberdayaan usaha mikro dan kecil dan keempat kelompok program lainnya. Ketua Panitia Apolonia menjelaskan berdasarkan pengelompokan program tersebut, maka PKH masuk pada kelompok program bantuan sosial berbasis keluarga yang bertujuan untuk mengurangi beban pengeluaran masyarakat miskin dengan karakteristik. Secara umum tujuan kegiatan ini menjadi sangat strategis untuk menyatukan gerak langkah, menyamakan persepsi serta memperkuat sinergi antara pemangku kepentingan (stakeholders) dan memantapkan koordinasi dan komitmen lintas sektor/instansi terkait serta mensinergikan kebijakan-kebijakan yang akan diselaraskan dalam perkembangan pelaksanakan uji coba PKH di Kabupaten/Kota. (Humarpro)

41 41

egiatan Karya Bakti TNI yang selama ini dilaksanakan sangat membantu Pemerintah Kabupaten Kapuas dalam pelaksanaan pembangunan daerah. Terutama pembangunan sarana dan prasarana serta infrastruktur di sejumlah kecamatan dan desa di wilayah Kabupaten Kapuas yang akan menjadikan pembangunan lebih baik dan sempurna. Hal ini diungkapkan oleh Bupati Kapuas HM Mawardi dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Sekda Nurul Edy saat menjadi Inspektur Upacara pada pembukaan Karya Bakti TNI membangun desa di Desa Palampai, Kecamatan Kapuas Kuala, Kamis (8/12) siang. “Dengan kerjasama dan gotong royong mari kita tingkatkan rasa kebersamaan diantara kita semua” demikian ajak Bupati Kapuas HM Mawardi. Bahkan dia berharap Bhakti TNI membangun desa ini dapat terus berlanjut pada masa yang akan datang, sehingga pembangunan di kabupaten kapuas akan semakin mantap dan maju demi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Kapuas khususnya masyarakat di wilayah pedesaan ungkapnya. “Kami atas nama pemerintah daerah mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Komandan Kodim 1011/Kuala Kapuas Erwansyah beserta jajarannya serta semua pihak yang

K

Sekda Nurul Edy mewakili Bupati Kapuas, Dandim 1011 KLK Erwansyah beserta rombongan tiba di lokasi Karya Bakti TNI disambut dengan Kesenian Hadrah

berpartisipasi dalam mendukung program karya bhakti TNI membangun desa ini,” terangnya. Pada kesempatan yang sama terungkap bahwa program Karya Bakti TNI membangun desa ini bertujuan untuk membantu pemerintah daerah dalam percepatan pelaksanaan pembangunan serta kelancaran transportasi masyarakat sekitar Desa Palampai. Karya Bakti TNI yang dilakukan adalah pembangunan fisik semenisasi jalan sepanjang 1,1 KM dengan lebar 2 meter dan tinggi 12 centimeter, yang rencananya akan dilaksanakan selama 21 hari dari tanggal 8 s/d 28 Desember dengan menggunakan 50 orang tenaga TNI dan unsur pendukung serta sekitar 30 orang warga masyarakat sekitar setiap harinya. Untuk kegiatan non fisik yaitu kegiatan penyuluhan kesadaran bela negara dan wawasan kebangsaan, penyuluhan kesehatan dan peyuluhan kamtibmas. (Humaspro)

42 42

M

elalui Musyawarah Daerah (Musda) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kapuas hendaknya dapat dijadikan momentum untuk memperkuat peran ulama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, sesuai dengan tujuan awal didirikan lemabaga MUI. Harapan itu disampaikan Bupati Kapuas Ir HM Mawardi MM pada saat membuka Musda MUI Kabuaten Kapuas, di Gedung Wanita Lawang Kameloh Kuala Kapuas, Minggu (2/10) pagi. “ Jaga dan pelihara selalu kebersamaan , persatuan dan kesatuan baik intern umat beragama maupun antar umat beragama “, harap HM Mawardi. Jangan mudah terpancing dan terprovokasi oleh isu-isu yang bernuansa Sara sehingga menciptakan kondisi instanbilitas yang pada akhirnya merugikan kita semua.

Beri pemahaman dan persepsi yang benar tentang Islam baik bagi ummat Islam sendiri maupun penganut agama lainnya. Agar kebenaran dan kemuliaan ajaran Islam tidak dinodai oleh segelintir kelompok yang menterjemahkan Islam dalam sudut pandang sempit, radikal dan tidak mendasar, tutut Mawardi. “Bangun dan perkuat hubungan antara Ulama dan

Pemerintah, yang selama ini telah terjalin dengan baik, melalui pelibatan para ulama dalam rangka mendorong dan memotivasi ummat untuk ikut serta berpartisipasi secara aktif serta dalam penyelenggaraan pembangunan, pembinaan dan pelayanan kepada masyarakat,” katanya. Sementara itu Ketua MUI Prov Kalteng Prof Dr KH Ahmadi Isa MA mengatakan, MUI harus menjadi teladan ummat Islam, harus bersifat jujur, amanah, tabligh (menyampaikan apa yang dipercayakan) , cerdas , dan berwawasan luas. MUI harus berperan sebagai pembaharu, mau dan mampu mencari terobosan baik dan jitu untuk kemajuan umat, kesejahteraan umat dan berupaya keras mewujudkan agar umat sejahtera dan bermartabat, ungkap KH Ahmadi Isa. Musda MUI berlangsung Tanggal 1 – 2 Oktober 2011, diiktui 114 orang peserta, terdiri dari pengurus MUI Kecamatan, Kabupaten Kapuas dan Pengurus MUI Prov Kalteng. Turut memberikan sambutan pada kesematan itu Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kapuas Drs H Mahli dan Ketua MUI Kapuas KH Abdul Muthalib. Dihadiri Wakil Ketua DPRD Kapuas Mahmud Iip Safrudin SIP, Unsur Forkompimda, Kepala SKPD dan sejumlah peserta Musda. (Humaspro)

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->