KODE ETIK KEBIDANAN

1. Pendahuluan Pola pikir manusia Indonesia dari tahun ke tahun terus berkembang sejalan dengan pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dari hari ke hari semakin cepat sehubungan dengan derasnya era informasi. Kemajuan tersebut menyebabkan timbulnya berbagai permasalahan antara lain mahalnya pelayanan medik. Selain itu terjadi pula perubahan tata nilai dalam masyarakat, yaitu masyarakat semakin kritis memandang masalah yang ada termasuk menilai pelayanan yang diperolehnya. Saat ini masyarakat acapkali merasakan ketidakpuasan terhadap pelayanan bahkan tidak menutup kemungkinan mengajukan tuntutan ke muka pengadilan. Apabila seorang bidan merugikan pasien dan dituntut oleh pasien tersebut akan merupakan berita yang menarik dan tersebar luas di masyarakat melalui media elektronik dan media massa lainnya. Hal tersebut menjadi permasalahan yang perlu diperhatikan. Untuk itu dibutuhkan suatu pedoman yang menyeluruh dan integratif tentang sikap dan perilaku yang harus dimiliki oleh seorang bidan yaitu kode etik kebidanan.

A. Definisi Kode Etik Kode etik merupakan suatu ciri profesi yang bersumber dari nilai-nilai internal dan eksternal suatu disiplin ilmu dan merupakan pernyataan komprehensif suatu profesi yang memberikan tuntutan bagi anggota dalam melaksanakan pengabdian profesi.

B. Kode Etik Bidan Kode etik bidan Indonesia pertama kali disusun pada tahun 1986 dan disahkan dalam Konggres Nasional Ikatan Bidan Indonesia X tahun 1988, sedang petunjuk pelaksanaannya disahkan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IBI tahun 1991, kemudian disempurnakan dan disahkan pada Konggres Nasional IBI ke XII tahun 1998. Sebagai pedoman dalam berperilaku, Kode Etik Bidan Indonesia mengandung beberapa kekuatan yang semuanya tertuang dalam mukadimah dan tujuan bab.

1

Tingkat kesehatan yang optimal bagi setiap warga negara Indonesia Maka Ikatan Bidan Indonesia sebagai organisasi profesi kesehatan yang menjadi wadah persatuan dan kesatuan para bidan di Indonesia menciptakan kode etik Bidan Indonesia yang disusun atas dasar penekanan keselamatan klien diatas kepentingan lainnya. Menelusuri tuntutan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang terus meningkat sesuai dengan perkembangan zaman dan nilai-nilai sosial budaya yang berlaku 2 .Secara umum Kode Etik tersebut berisi 7 bab. KIA/KB dan kesehatan keluarga pada khususnya. Pembangunan manusia Indonesia seutuhnya c. Masyarakat Indonesia yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 b. bangsa dan tanah air (2 butir) 7) Penutup (1butir) Isi Kode Etik Bidan Indonesia Mukadimah Dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa didorong oleh keinginan yang tulus demi tercapainya: a. Mengupayakan segala sesuatunya agar kaumnya pada detik-detik yang sangat menentukan pada saat menyambut kelahiran insan generasi secara selamat. Terwujudnya kode etik ini merupakan bentuk kesadaran dan kesungguhan hati dari setiap bidan untuk memberikan pelayanan kesehatan secara profesional dan sebagai anggota tim kesehatan secara profesional dan sebagai anggota tim kesehatan demi tercapainya cita-cita pembangunan nasional di bidang kesehatan pada umumnya. Ketujuh bab dapat dibedakan atas tujuh bagian yaitu : 1) Kewajiban bidan terhadap klien dan masyarakat (6 butir) 2) Kewajiban bidan terhadap tugasnya (3 butir) 3) Kewajiban bidan terhadap teman sejawat dan tenaga kesehatan lainnya (2 butir) 4) Kewajiban bidan terhadap profesinya (3 butir) 5) Kewajiban bidan terhadap diri sendiri (2 butir) 6) Kewajiban bidan terhadap pemerintah. aman dan nyaman merupakan tugas sentral dari para bidan.

Beberapa kewajiban bidan yang diatur dalam pengabdian profesinya adalah : a. menghayati dan mengamalkan sumpah jabatannya dalam melaksanakan tugas pengabdiannya 2) Setiap bidan dalam menjalankan tugas profesinya menjunjung tinggi harkat dan martabat kemanusiaan yang utuh dan memelihara citra bidan 3) Setiap bidan dalam menjalankan tugasnya senantiasa berpedoman pada peran. bayi dan balita pada khususnya. keluarga dan masyarakat dengan identitas yang sama sesuai dengan kebutuhan berdasarkan kemampuan yang dimilikinya 6) Setiap bidan senantiasa menciptakan suasana yang serasi dalam hubungan pelaksanaan tugasnya. sudah sewajarnya kode etik bidan ini berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 sebagai landasan ideal dan Garis-Garis Besar Haluan Negara sebagai landasan operasional. menghormati hak klien dan menghormati nilai-nilai yang berlaku di masyarakat 5) Setiap bidan dalam menjalankan tugasnya senantiasa mendahulukan kepentingan klien.dalam masyarakat. kode etik ini merupakan pedoman dalam tata cara dan keselarasan dalam pelaksanaan pelayanan profesional. dengan mendorong partisipasi masyarakat untuk meningkatkan derajat kesehatan secara optimal b. ibu hamil. Kewajiban terhadap tugasnya 1) Setiap bidan senantiasa memberikan pelayanan paripurna terhadap klien. tugas dan tanggung jawab sesuai dengan kebutuhan klien. Kewajiban terhadap klien dan masyarakat 1) Setiap bidan senantiasa menjunjung tinggi. wanita pra hamil. ibu melahirkan. keluarga dan masyarakat 4) Setiap bidan dalam menjalankan tugasnya mendahulukan kepentingan klien. Sesuai dengan wewenang dan peraturan kebijaksanaan yang berlaku bagi bidan. ibu menyusui. keluarga dan masyarakat sesuai dengan kemampuan profesi yang dimilikinya berdasarkan kenutuhan klien. Bidan senantiasa berupaya memberikan pemeliharaan kesehatan yang komprehensif terhadap remaja putri. wanita pra nikah. sehingga mereka tumbuh berkembang menjadi insan Indonesia yang sehat jasmani dan rohani dengan tetap memperhatikan kebutuhan pemeliharaan kesehatan bagi keluarga dan masyarakat pada umumnya. keluarga dan masyarakat 3 .

Kewajiban bidan terhadap sejawat dan tenaga kesehatan lainnya 1) Setiap bidan harus menjalin hubungan dengan teman sejawatnya untuk menciptakan suasana kerja yang serasi 2) Setiap bidan dalam melaksanakan tugasnya harus saling menghormati baik terhadap teman sejawatnya maupun tenaga kesehatan lainnya d. kecuali bila diminta oleh pengadilan atau diperlukan sehubungan kepentingan klien c. Kewajiban bidan terhadap diri sendiri 1) Setiap bidan harus memelihara kesehatannya agar dapat melaksanakan tugas profesinya dengan baik 2) Setiap bidan harus berusaha secara terus-menerus untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi f. Kewajiban bidan terhadap pemerintah Nusa.2) Setiap bidan berhak memberikan pertolongan dan mempunyai kewenangan dalam mengambil keputusan dalam tugasnya termasuk keputusan mengadakan konsultasi dan atau rujukan 3) Setiap bidan harus menjamin kerahasian keterangan yang dapat dan atau dipercayakan kepadanya. senantiasa melaksanakan ketentuanketentuan pemerintah dalam bidang kesehatan. Kewajiban bidan terhadap profesinya 1) Setiap bidan harus menjaga nama baik dan menjunjung tinggi citra profesinya dengan menampilkan kepribadian yang tinggi dan memberikan pelayan yang bermutu kepada masyarakat 2) Setiap bidan harus senantiasa mengembangkan diri dan meningkatkan kemampuan profesinya sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi 3) Setiap bidan senantiasa berperan serta dalam kegiatan penelitian dan kegiatan sejenisnya yang dapat meningkatkan mutu dan citra profesinya e. Bangsa dan Tanah Air 1) Setiap bidan dalam menjalankan tugasnya. khususnya dalam pelayanan KIA/KB dan kesehatan keluarga dan masyarakat 2) Setiap bidan melalui profesinya berpartisipasi dan menyumbangkan pemikirannya kepada pemerintah untuk meningkatkan mutu jangkauan pelayanan kesehatan terutama pelayanan KIA/KB dan kesehatan keluarga 4 .

Bidan berhak untuk bekerja sesuai dengan standar profesi pada setiap tingkat jenjang pelayanan kesehatan c. Disempurnakan dan disahkan dalam Konas IBI ke XII tahun 1998 di Denapasar Bali. Bidan wajib memberikan kesempatan kepada pasien untuk menjalankan ibadah sesuai dengan keyakinannya 5 . b. Bidan berhak atas kesempatan untuk meningkatkan diri baik melalui pendidikan maupun pelatihan f. keluarga ataupun profesi lain e. Bidan wajib memberikan pelayanan asuhan kebidanan sesuaidengan standar profesi dengan menghormati hak-hak pasien c.g. Bidan berhak memperoleh kesempatan untuk meningkatkan jenjang karir dan jabatan yang sesuai g. Bidan berhak mendapat kompensasi dan kesejahteraan yang sesuai 2. Bidan berhak mendapat perlidungan hukum dalam melaksanakan tugas sesuai dengan profesinya. Bidan wajib merujuk pasien dengan penyulit kepada Dokter yang mempunyai kemapuan dan keahlian sesuai dengan kebutuhan pasien d. Hak Bidan a. Bidan berhak akan privasi/ kedirian dan menuntut apabila nama baiknya dicemarkan baik oleh pasien. HAK DAN KEWAJIBAN BIDAN 1. Penutup Setiap bidan dalam melaksanakan tugasnya sehari-hari senantiasa menghayati dan mengamalkan Kode Etik Bidan Indonesia. Kewajiban Bidan a. Bidan wajib mematuhi peraturan rumah sakit sesuai dengan hubungan hukum antara Bidan tersebut dengan rumah sakit bersalin dan sarana pelayanan dimana ia bekerja b. C. Bidan berhak menolak keinginan pasien/ kilen dalam keluarga yang bertentangan dengan perundang-undangan. dan kode etik profesi d.

Bidan wajib memberikan informasi yang akurat tentang tindakan yang kan dilakukan serta resiko yang mungkin dapat timbul h. Bidan wajib meminta persetujuan tertulis (informed Consent) atas tindakan yang akan dilakukan i. dan bayi yang akan dilahirkan f. Pasien berhak mendapat pendampingan suami dan keluarga selama proses persalinan berlangsung g. Hak Pasien Hak pasien adalah hak-hak pribadi yang harus dimiliki manusia sebagai pasien/ klien. Bidan wajib mengikuti perkembangan iptek dan menambah ilmu pengetahuannya melalui pendidikan formal dan informal k. Bidan wajib memberikan kesempatan kepada pasien untuk didampingi suami atau keluarga f. Pasien berhak mendapat informasi yang meliputi kehamilan. persalinan. a. Bidan wajib mendokumentasikan asuhan kebidanan yang telah diberikan j. Pasien berhak dirawat oleh dokter yang secara bebas menentukan pendapat kritis dan pendapat etisnya tanpa campur tangan dari pihak luar 6 . Pasien berhak memperoleh informasi mengenai tata tertib dan peraturan yang belaku di rumah sakit atau institusi pelayanan kesehatan b. Pasien berhak memilih bidan yang akan menolongnya sesuai dengan keinginannya e.e. Pasien berhak memilih dokter dan kelas perawatan sesuai dengan keinginannya dan sesuai dengan peraturan yang berlaku di rumah sakit h. adil dan jujur c. Bidan wajib merahasiakan sesuatu yang diketahui tentang seorang pasien g. Bidan wajib bekerjasama dengan profesi lain dan pihakyang terkait secara timbal balik dalam memberikan asuhan kebidanan D. Pasien berhak memperoleh pelayanan kebidanan sesuai dengan profesi Bidan tanpa diskriminasi d. Pasien berhak atas pelayanan yang manusiawi. HAK DAN KEWAJIBAN PASIEN 1. nifas.

Pasien berhak didampingi keluarganya dalam keadaan kritis o. perawat yang merawatnya 7 .i. bidan. Pasien berhak meminta konsultasi dari dokter lain yang terdaftar di rumah sakit tersebut (second opinion) terhadap penyakit yang dideritanya. Pasien berhak atas keamanan dan keselamatan dirinya selama perawatan di rumah sakit q. Pasien berhak meminta privasi dan kerahasiaan penyakit yang diderita termasuk datadata medisnya k. Pasien berhak menjlankan ibadah sesuai dengan agama/ kepercayaan yang dianutnya selama hal ini tidak menggangu pasien lainnya p. Pasien berhak mendapat informasi yang meliputi : 1) Penyakit yang diderita 2) Tindakan kebidanan yang akan dilakukan 3) Alternatif terapi lain 4) Prognosanya 5) Perkiraan biaya pengobatan l. Pasien berkewajiban untuk mematuhi segala instruksi dokter. Kewajiban Pasien a. Pasien berhak menolak tindakan yang kan dilakukan terhadap dirinya dan mengakhiri pengobatan dan perawatan atas tanggung jawab sendiri sesudah memperolah informasi yang jelas tentang penyakitnya n. sepengetahuan dokter yang merawat j. Pasien berhak menerima dan menolak bimbingan moril maupun spiritual r. Pasien berhak meyetujui/ memberikan izin atas tindakan yang akan dilakukan oleh dokter sehubungan dengan penyakit yang dideritanya m. Pasien berhak mendapat perlindungan hukum atas terjadinyas kasus mal praktek 2. Pasien dan keluarganya berkewajiban untuk mentaati segala peraturan dan tata tertib rumah sakit atau institusi pelayanan kesehatan b.

nifas. keturunan. dokter. BIdan memiliki hak dan kewajiban dalam memberikan pelayanan kebidanan sesuai dengan izizn yang telah diberikan dan tertuang dalam KepMenKes No. bidan juga memberikan konseling dalam pemberian nasehat atau pun penyuluhan kesehatan yang dibutuhkan oleh masyarakat. 8 . remaja & lansia. Pasien dan atau penanggungnya berkewajiban untuk melunasi semua imbalan atau jasa pelayanan rumah sakit atau institusi palayanan kesehatan. Semoga Tuhan yang Maha Esa memberikan kekuatan kepada saya. keutuhan dan kesetiakawanan dengan teman sejawat. Bahwa saya sebagai bidan. tidak akan membedakan pangkat. bidan. tidak akan menceritakan kepada siapapun segala rahasia yang berhubungan dengan tugas saya. 900 tahun 2002 selain memberikan pelayanan kebidanan.dalam melaksanakan tugas akan membina kerja sama. dan perawat d.c. Bahwa saya sebagai bidan. F. Bahwa saya sebagai bidan. kecuali diminta pihak pengadilan untuk keperluan kesaksian.dalam melaksanakan tugas atas dasar kemanusiaan. 4. bangsa dan agama. bayi baru lahir . ISI SUMPAH BIDAN Demi Allah saya bersumpah/berjanji bahwa : 1.Bidan selalu memberikan pelayanan kebidanan sesuai dengan kebutuhan dan ruang lingkup bidan. golongan. 2. 3. bersalin. CITRA SEORANG BIDAN Bidan adalah seorang wanita yang telah menyelesaikan pendidikan kebidanan dan mendapat izin untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat luas. kedudukan. yaitu : Ibu hamil. Bahwa saya sebagai bidan akan melaksanakan tugas saya sebaik-baiknya menurut undang undang yang berlaku dengan penuh tanggung jawab dan kesungguhan. Pasien dan atau penanggulangannya berkewajiban memenuhi hal-hal yang selalu disepakati/ perjanjian yang telah dibuatnya E. Oleh karena itu bidan adalah sosok yang mulia dan berhati luhur.

norma. 1.G. c. asuhan yang diberikan bukan hanya karena martabat seseorang tetapi hendaknya perlakuan yang diberikan mempertimbangkan sebagaimana kita ingin diperlakukan. sehingga timbul rasa sensitif atas tindakan yang dilakukan. Tindakan: 1) Gabungkan nilai-nilai tersebut kedalam kehidupan atau pekerjaan sehari-hari. a. 2) Upayakan selalu konsisten untuk menghargai martabat manusia dalam kehidupan pribadi dan profesional. Pelayanan Kebidanan Berdasarkan Nilai Adalah bahwa dalam memberikan pelayanan seorang bidan harus sesuai dengan nilai kode etik profesi seorang bidan seperti menghargai martabat setiap individu. Pelayanan Kebidanan Berdasarkan Nilai. melindungi seseorang dalam privasi dan bertanggung jawab untuk segala tindakan yang dilakukan. Hal ini bertujuan agar pelayanan yang diberikan dapat di terima dan dapat mencapai berbagai kalangan masyarakat. 2) Perbedaan dalam kenyataan hidup selalu ada perbedaan-perbedaan. 2) Dapat mempertahankan nilai-nilai tersebut bila ada seseorang yang tidak bersedia memperhatikan martabat manusia sebagaimana mestinya. Norma Dan Sosial Masyarakat Dalam memberikan setiap pelayanan seorang bidan harusnya berdasarkan aspek-aspek nilai. Penghargaan: 1) Merasa bangga dan bahagia dengan pilihannya sendiri (anda akan merasa senang bila mengetahui bahwa asuhan yang anda berikan dihargai pasen atau klien serta sejawat) atau supervisor memberikan pujian atas keterampilan hubungan interpersonal yang dilakukan. dan social masyarakat kepada pasien/klien yang dihadapi. Ada tiga fase dalam klarifikasi nilai-nilai individu yang perlu dipahami oleh perawat dan bidan. b. 9 . 3) Keyakinan bahwa penghormatan terhadap martabat seseorang akan merupakan konsekuensi terbaik bagi semua masyarakat. Pilihan: 1) Kebebasan memilih kepercayaan serta menghargai keunikan bagi setiap individu.

Pelayanan konseling pada masa pra hamil .Pelayanan antenatal pada kehamilan normal .Semakin disadari nilai-nilai profesional maka semakin timbul nilai-nilai moral yang dilakukan serta selalu konsisten untuk mempertahankannya.Pelayanan ibu nifas normal . klarifikasi nilai-nilai merupakan suatu proses dimana kita perlu meningkatkan serta konsisten bahwa keputusan yang diambil secara khusus dalam kehidupan ini untuk menghormati martabat manusia. Oleh karena itu. 2.Pelayanan ibu menyusui . Bila dibicarakan dengan sejawat atau pasen dan ternyata tidak sejalan. Hal ini merupakan nilainilai positif yang sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari dan dalam masyarakat luas. penghargaan terhadap martabat manusia yang tidak terakomodasi dan sangat mungkin kita tidak lagi merasa nyaman. maka seseorang merasa terjadi sesuatu yang kontradiktif dengan prinsip-prinsip yang dianutnya yaitu.yang disebut dalam BAB V praktik bidan antara lain: 1) Kewenangan normal: Kewenangan normal adalah kewenangan yang dimiliki oleh seluruh bidan. Kewenangan ini meliputi: a. Dalam menangani kasus seorang bidan diberi kewenangan sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Indonesia No:900/Menkes/SK/VII/2002 tentang registrasi dan praktek bidan. Pelayanan Kebidanan Berdasarkan Norma Dalam memberikan pelayanan kebidanan pada setiap klien/pasienna seorang bidan harus berdasarkan aspek legal dan kode etik profesinya yaitu melakukan pelayanan berdasarkan standar pelayanan kebidanan yang telah di atur dalam wewenang bidang dan kewajibannya yang telah di atur dalam kode etik bidan. Pelayanan kesehatan ibu Ruang lingkup: .Pelayanan konseling pada masa antara dua kehamilan 10 .Pelayanan persalinan normal .

Pemberian tablet Fe pada ibu hamil .Pemberian surat keterangan kematian 11 . dilanjutkan dengan perujukan .Penjahitan luka jalan lahir tingkat I dan II .Pemberian imunisasi rutin sesuai program Pemerintah . anak balita dan anak pra sekolah .Penanganan kegawat-daruratan. Pelayanan kesehatan anak Ruang lingkup: .Penyuluhan dan konseling . inisiasi menyusu dini (IMD).Pemberian uterotonika pada manajemen aktif kala tiga dan postpartum .Fasilitasi/bimbingan inisiasi menyusu dini (IMD) dan promosi air susu ibu (ASI) eksklusif . injeksi vitamin K 1.Penanganan hipotermi pada bayi baru lahir dan segera merujuk .Pemberian vitamin A dosis tinggi pada ibu nifas . perawatan bayi baru lahir pada masa neonatal (0-28 hari).Episiotomi .Pemantauan tumbuh kembang bayi.Pelayanan bayi baru lahir .Pelayanan bayi . dilanjutkan dengan perujukan .Pemberian konseling dan penyuluhan .Melakukan asuhan bayi baru lahir normal termasuk resusitasi.Pemberian surat keterangan kelahiran .Pemberian surat keterangan kematian .Pelayanan anak balita . pencegahan hipotermi. dan perawatan tali pusat .Pelayanan anak pra sekolah Kewenangan: .Bimbingan pada kelompok ibu hamil .Penanganan kegawatdaruratan.Pemberian surat keterangan cuti bersalin b.Kewenangan: .

Pelayanan kesehatan reproduksi perempuan dan keluarga berencana. dan penyakit lainnya 8. dan pelaksanaan deteksi dini. Melaksanakan pelayanan kebidanan komunitas Melaksanakan deteksi dini. merujuk.Memberikan penyuluhan dan konseling kesehatan reproduksi perempuan dan keluarga berencana . Asuhan antenatal terintegrasi dengan intervensi khusus penyakit kronis tertentu (dilakukan di bawah supervisi dokter) 3. dan penyehatan lingkungan 5. Pemberian alat kontrasepsi suntikan. Penanganan bayi dan anak balita sakit sesuai pedoman yang ditetapkan Melakukan pembinaan peran serta masyarakat di bidang kesehatan ibu dan anak. merujuk dan memberikan penyuluhan terhadap Infeksi Menular Seksual (IMS) termasuk pemberian kondom. Pelayanan kesehatan lain yang merupakan program Pemerintah Khusus untuk pelayanan alat kontrasepsi bawah kulit. Pencegahan penyalahgunaan Narkotika. khusus bagi bidan yang menjalankan program Pemerintah mendapat kewenangan tambahan untuk melakukan pelayanan kesehatan yang meliputi: 1. anak balita. anak pra sekolah dan anak sekolah 6. anak usia sekolah dan remaja. alat kontrasepsi dalam rahim. penanganan bayi dan anak balita sakit. dengan kewenangan: . Pemantauan tumbuh kembang bayi. Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya (NAPZA) melalui informasi dan edukasi 9. serta pencegahan penyalahgunaan Narkotika. dan memberikan penyuluhan terhadap Infeksi Menular Seksual (IMS) dan penyakit lainnya. dan memberikan pelayanan alat kontrasepsi bawah kulit 2. 4. asuhan antenatal terintegrasi.Memberikan alat kontrasepsi oral dan kondom 2) Kewenangan dalam menjalankan program Pemerintah Selain kewenangan normal sebagaimana tersebut di atas. Psikotropika dan Zat 12 .c. 7.

bidan juga diberikan kewenangan sementara untuk memberikan pelayanan kesehatan di luar kewenangan normal. hanya dapat dilakukan oleh bidan yang telah mendapat pelatihan untuk pelayanan tersebut. khusus di daerah (kecamatan atau kelurahan/desa) yang belum ada dokter. imuniasi. Contoh : posyandu meliputi KIA. 3) Kewenangan bidan yang menjalankan praktik di daerah yang tidak memiliki dokter Selain itu. dengan syarat telah ditetapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. 3. Contoh : kader 13 . gizi. Kewenangan bidan untuk memberikan pelayanan kesehatan di luar kewenangan normal tersebut berakhir dan tidak berlaku lagi jika di daerah tersebut sudah terdapat tenaga dokter. dsb 3) Proses Objective Approach Yaitu pendekatan yang lebih menekankan pada proses yang dilaksanakan masyarakat sebagai pengambil prakarsa kemudian dikembangkan sendiri seusai kemampuan. KIE. masyarakat dan memfungsikan masyarakat. Contoh : pengasapan pada kasusu DBD 2) General Content Objective Approach Yaitu pendekatan dengan mengkoordinasi berbagai upaya dalam bidang kesehatan dalam wadah tertentu. 1) Specific Content Approach Yaitu pendekatan perorangan atau kelompok yang merasakan masalah melalui proposal program kepada instansi yang berwenang.Adiktif lainnya (NAPZA). Terdiri dari 3 aspek penting meliputi proses. Pelayanan Kebidanan Berdasarkan Sosial Masyarakat Adalah dimana seorang bidan memberikan pelayanan kebidanan didasarkan pada kebutuhan masyarakat dan menentukan prioritas dari kebutuhan tersebut serta mengembangkan keyakinan masyarkat untuk berusaha memenuhi kebutuhan sesuai skala prioritas berdasarkan sumber-sumber yang ada di masyarakat sendiri maupun berasal dari luar secara gotong royong.

Endang. J. 2007. 1996. PP IBI.blogspot.com 14 .H. Modul Konseptual Frame Work PWS-KIA Pemantuan Dan Penelusuran Wilayah Setempat Kesehatan Ibu dan Neonatal Unicef http://bahankuliahkesehatan. Standar Pelayanan Kebidanan.DAFTAR PUSTAKA Bidan Menyongsong Masa Depan. Kebidanan Komunitas. Yayasan Bina Sumber Daya Kesehatan. 2002. Jakarta Depkes RI. Widyastuti. Jakarta Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 369/Menkes?SK/III/2007 tentang Standar Profesi Bidan Syahlan.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.