KONSEP FUNDAMENTAL DALAM STUDI PERUBAHAN SOSIAL

Pengertian Perubahan Sosial Studi modern tentang perubahan sosial sangat dipengaruhi oleh pandangan yang secara tidak langsung diwarisi dari pemikiran Comte, Spencer, adan sosiolog abad ke-19 lainnya. Teori sistem mengembangkan dan menggeneralisasikan seluruh pemikiran yang menganalogikan masyarakat dengan organisme. Keseluruhan perlengkapan konseptual yang biasanya diterapkan untuk

menganalisis perubahan sosial terutama berasal dari teori sistem itu. Kenyataan ini berlaku bagi pakar yang tidak menyadarinya maupun bagi yang sengaja menjauhkan diri dari penggunaan konsep-konsep teori sistem dan teori strukturalfungsional. Pemikiran tentang sistem merupakan satu kesatuan yang kompleks, terdiri dari berbagai antarhubungan dan dipisahkan dari lingkungan sekitarnya oleh batas tertentu. Perubahan sosial dapat dibayangkan sebagai perubahan yang terjadi di dalam atau mencakup sistem sosial. Lebih tepatnya, terdapat perbedaan antara keadaan sistem tertentu dalam jangka waktu berlainan. Berbicara tentang perubahan, kita membayangkan sesuatu yang terjadi setelah jangka waktu tertentu; kita berurusan dengan perbedaan keadaan yang diamati antara sebelum dan sesudah jangka waktu tertentu. Jadi, konsep perubahan sosial mencakup tiga gagasan: 1. Perbedaan. 2. Pada waktu yang berbeda. 3. Di antara keadaan sistem sosial yang sama. Perubahan sosial adalah setiap perubahan yang tak terulang dari sistem sosial sebagai satu kesatuan (Hawley, 1978:787). Perubahan sosial dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, tergantung pada sudut pengamatan: apakah dari sudut aspek, fragmen atau dimensi sistem sosialnya. Ini disebabkan keadaan sistem sosial itu tidak sederhana, tidak hanya berdimensi tunggal, tetapi muncul sebagai kombinasi atau gabungan hasil keadaan berbagai komponen, yaitu unsur-

1

proses sosial disini tidak lagi menuju arah tertentu tetapi juga tidak serampangan. pertukaran dan kesetiakawanan. yaitu proses yang menjurus secara terus-menerus membawa sistem sosial semakin mendekati keadaan yang lebih baik atau lebih menguntungkan (atau dengan kata lain menuju penerapan nilai pilihan tertentu berdasarkan etika seperti kebahagiaan. Proses sosial menurut Pitirim Sorokin adalah setiap perubahan subjek tertentu dalam perjalanan waktu. entah itu perubahan tempatnya dalam ruang atau modifikasi aspek kuantitatif atau kualitatifnya. kesejahteraan dan lain-lain). perubahan fungsi. gagasan.unsur pokok (jumlah dan jenis individu). Yang terpenting adalah pemikiran tentang “proses sosial” yang melukiskan rentetan perubahan yang saling berkaitan. normatif. Ada empat jenis ikatan yang muncul dalam masyarakat yang saling berkaitan. perubahan tunggal jarang terjadi dalam keadaan terisolasi. perubahan keadaan sistem sosial atau perubahan setiap aspeknya. Membayangkan bahwa objek tertentu selalu mengalami perubahan akan mengubah pemikiran selanjutnya. segala hal yang ada diantara individu manusia. ketergantungan. pemeliharaan batas. perubahan batas. berfungsinya unsur-unsur. Dalam 2 . Selain itu ada satu konsep yang masih sering diperdebatkan yaitu konsep tentang kemajuan sosial. jaringan hubungan ikatan. Masyarakat (kelompok. kebebasan. Teori sistem secara tidak langsung menyatakan kemungkinan perubahan seperti perubahan komposisi. Realitas sosial adalah realitas hubungan antarindividual (antarpersonal). tergantung pada jenis kesatuan yang dipersatukan oleh jaringan hubungan ini yaitu ikatan. perubahan hubungan antarsubsistem dan perubahan lingkungan. organisasi dan sebagainya) tak lagi dipandang sebagai sebuah sistem yang kaku atau “keras” melainkan dipandang sebagai antarhubungan yang “lunak”. Tetapi. hubungan antar unsur. subsistem dan lingkungan. perubahan struktur. tindakan dan perhatian. Perkembangan sosial melukiskan proses perkembangan potensi yang terkandung di dalam sistem sosial sedangkan peredaran sosial. Dua diantara bentuk khusus proses sosial adalah perkembangan sosial dan peredaran sosial. Konsep perubahan sosial meliputi bagian terkecil dinamika sosial.

Pelembagaan. Jenis Proses Sosial Untuk memahami masalah perubahan sosial yang kompleks diperlukan tipologi proses sosial. proses sosial merupakan rentetan kejadian atau peristiwa sosial (perbedaan keadaan kehidupan sosial). doktrin dan teori. penguatan atau penolakan norma. kredo. kemunculan atau lenyapnya kelompok dan jaringan hubungan personal. Jangka waktu berlangsungnya proses sosial itu. 4. 3 . Tingkat realitas sosial di tempat proses sosial itu terjadi. timbul dan tenggelam. kesempatan hidup. Artikulasi. Bentuk proses sosial yang terjadi. 2. 5. nilai atau aturan secara terusmenerus. Hasilnya. kristalisasi sosial dan artikulasi kehidupan sosial dalam berbagai dimensinya berasal dari kecenderungan sosial sedangkan kemajuan sosial atau setiap perkembangan sosial dipandang sebagai sesuatu yang menguntungkan. Kesadaran tentang proses sosial di kalangan anggota masyarakat bersangkutan. 2. kemunculan dan lenyapnya kode etik serta sistem hukum. 6.keempat tingkat hubungan sosiokultural ini berlangsung perubahan terus-menerus. meluas dan meningkatnya hierarki sosial. Kristalisasi dan redistribusi kesempatan. legitimasi atau reformulasi gagasan terus-menerus. diantaranya: 1. 3. Kekuatan yang menggerakan prose situ. perhatian. kemunculan dan lenyapnya ideologi. 3. ikatan organisasi atau ikatan kelompok secara terus-menerus. perkembangan sosial. seperti: 1. Jadi perubahan sosial akan berbeda artinya antara keadaan satu masyarakat tertentu dalam jangka waktu yang berbeda. diferensiasi dan pembentukan ulang saluran interaksi. 4. Perluasan.

bangsa. 4 . lingkungan tempat kerja dan pertemanan. Nonlinear adalah proses yang berjalan dengan lompatan kualitatif atau menerobos setelah melalui periode khusus atau setelah memengaruhi “fungsi” tahap tertentu. Proses endogen mengembangkan potensi atau kecenderungan yang tercakup dalam realitas yang berubah itu. Bila faktor penyebabnya berasal dari dalam. proses merespon tekanan. terutama kesadaran mengenai hasil yang ditimbulkan oleh proses sosial itu. disebut “proses eksogen” (penyebab eksternal dan ekstrinsik). Sedangkan proses mikro terjadi dalam kehidupan sehari-hari individu. Tingkatan Proses Sosial Proses sosial terjadi dalam tiga tingkatan yaitu makro. sekolah. Proses mezo mencakup kelompok besar. meningkat atau adakalanya. rangsangan dan tantangan yang datang dari luar. Linear adalah proses sosial yang mengarah mungkin bertahap. kawasan dan kelompok etnik. Hasil akhir proses sosial biasanya menghasilkan keadaan dan struktur sosial yang sama sekali baru. Proses eksogen bersifat reaktif dan self-adjustment. Bila penyebab perubahan berasal dari luar. Yang membedakan antara jenis-jenis proses sosial adalah faktor kausal yang menggerakannya. 2. Proses sosial menciptakan dan menghasilkan perubahan mendasar. Proses makro terjadi di tingkat paling luas yakni di tingkat masyarakat global. asosiasi. komunitas.Bentuk Proses Sosial 1. angkatan bersenjata dan birokrasi. Hal terpenting yang perlu diperhatikan dalam semua perubahan yang terjadi dalam kehidupan manusia adalah kesadaran mengenai perubahan itu sendiri di pihak orang yang terlibat. ia disebut “proses endogen” (dengan penyebab bersifat intrinsik atau melekat di dalam perubahan itu). dalam kelompok kecil seperti keluarga. mezo dan mikro. partai politik.

lembaga . Parson mengasumsikan bahwa ketika masyarakat berubah. Pribadi-pribadi kelompok yang menonjol. perubahan sosial marxian menyatakan kehidupan sosial pada akhirnya menyebabkan kehancuran kapitalis. perubahan. dan organisasi. bangsa) hanya dapat dikatakan ada sejauh dan selama terjadi sesuatu didalamnya. 1983) mengasumsikan beberapa hal. hubungan sosial. Oleh sebab itu. Sebaliknya. meliputi pola pikir yang lebih inovatif. serta kehidupan sosialnya untuk mendapatkan penghidupan yang lebih bermartabat. Selanjutnya Bottomore juga mengatakan bahwa perubahan sosial mempunyai kerangka. masyarakat senantiasa mengalami perubahan di semua tingkat kompleksitas internalnya. Dalam kajian sosiologis. umumnya masyarakat itu tumbuh dengan kemampuan yang lebih baik untuk menanggulangi masalah yang dihadapinya. Perubahan sosial dapat dibayangkan sebagai perubahan yang terjadi didalam atau mencakup sistem sosial. Adapun susunan kerangka tentang perubahan sosial. f. Masyarakat bukan sebuah kekuatan fisik (entity). Pada tingkat makro. dan ditingkat mikro sendiri terjadi perubahan interaksi. komunitas. e. organisasi. sedangkan ditingkat mezo terjadi perubahan kelompok. Sedangkan Farley mendefinisikan perubahan sosial sebagai perubahan pola prilaku. 2004). Pengaruh-pengaruh eksternal. h. terdapat perbedaan antara keadaan sistem tertentu dalam jangka waktu berlainan. g. perubahan dilihat sebagai sesuatu yang dinamis dan tidak linear. misalnya perihal pribadi-pribadi sebagai pelopor perubahan. Diakui bahwa masyarakat (kelompok. tetapi sebagai proses. c. Alfred (dalam Sztompka. dan proses tertentu yang senantiasa bekerja. sikap. faktor-faktor yang menyebabkan perubahan adalah: a. perubahan tidak terjadi secara linear. tetapi seperangkat proses yang saling terkait bertingkat ganda (Sztompka.Teori Perubahan Sosial1 Menurut Sztompka. Gerth dan Mills (dalam Soekanto. menyebutkan masyarakat tidak boleh dibayangkan sebagai keadaan yang tetap. Perubahan sosial secara umum dapat diartikan sebagai suatu proses pergeseran atau berubahnya struktur/tatanan didalam masyarakat. 2004). dan struktur sosial pada waktu tertentu. Munculnya tujuan bersama. dan faktor material serta spiritual yang menyebabkan terjadinya perubahan. Unsur-unsur yang bergabung menjadi satu. terjadi perubahan ekonomi. politik. d. komunitas. antara lain : 1 Kajian Pustaka BAB II Teori Perubahan Sosial skripsi yang diterbitkan Universitas Sumatera Utara www … 5 . b. Dengan kata lain. Lebih lanjut menurut Soekanto. dan perilaku individual. Peristiwa-peristiwa tertentu. bukan objek semu yang kaku tetapi sebagai aliaran peristiwa terus-menerus tiada henti. Keinginan-keinginan secara sadar dan keputusan secara pribadi. seperti adanya tindakan. Sikap-sikap pribadi yang dipengaruhi oleh kondisi-kondisi yang berubah. Perubahan struktural dan halangan struktural.

Masyarakat-masyarakat yang terdiri dari kelompok-kelompok sosial yang memiliki latar belakang. d. .Sistem terbuka dalam lapisan-lapisan masyarakat. Sikap masyarakat yang masih tradisional. Difusi merupakan proses penyebaran unsurunsur kebudayaan dari perorangan kepada perorangan lain. Perubahan sosial itu dimulai pada suatu masyarakat mana yang pertama-tama mengalami perubahan. g. Adat atau kebiasaan. Perubahan sosial selalu mendapat dukungan/dorongan dan hambatan dari berbagai faktor. 6 . Adapun faktor-faktor yang mendorong terjadinya perubahan. f. Kondisi awal terjadinya perubahan mempengaruhi proses perubahan sosial dan memberikan ciri-ciri tertentu yang khas sifatnya. Selain itu.Penduduk yang heterogen. perubahan sosial juga mendapatkan hambatan-hambatan. adalah: . . e. c.Sistem pendidikan yang maju.Sikap menghargai hasil karya dan keinginan-keinginan untuk maju. . c. d. dan dari masyarakat kepada masyarakat lain. . Perkembangan ilmu pengetahuan yang terlambat. . Kurangnya hubungan dengan masyarakat-masyarakat lain. Perubahan-perubahan sosial memang disengaja dan dikehendaki.Kontak dengan kebudayaan lain adalah salah satu proses yang menyangkut dalam hal ini adalah difusi. Oleh karenanya bersumber pada prilaku para pribadi yang didasarkan pada kehendak-kehendak tertentu.Toleransi terhadap perbuatan-perbuatan yang menyimpang. Sistem terbuka memungkinkan adanya gerakan mobilitas sosial vertikal secara luas yang berarti memberi kesempatan perorangan untuk maju atas dasar kemampuan-kemampuanya. b. Dengan difusi. h. suatu inovasi baru yang telah diterima oleh masyarakat dapat disebarkan kepada masyarakat luas di dunia sebagai tanda kemajuan. ras. Adapun faktor-faktor penghambat tersebut adalah: a. dan ideologi yang berbeda mempermudahkan terjadinya kegoncangan yang mendorong terjadinya proses perubahan. Adanya kepentingan-kepentingan yang telah tertanam dengan kuat sekali atau vested interest. Hambatan-hambatan yang bersifat ideologis. b.a. Kecepatan proses dari perubahan sosial tersebut mungkin akan berlangsung cepat dalam jangka waktu tertentu. Rasa takut akan terjadinya kegoyahan pada integrasi kebudayaan. Prasangka terhadap hal-hal yang asing atau baru.

Ralf Dahrendorf berpendapat bahwa semua perubahan sosial merupakan hasil dari konflik kelas di masyarakat. Teori ini berhasil menjelas kan perubahan sosial yang tingkatnya moderat. sementara unsur lainnya tidak. Teori Fungsional (Functional Theory) Teori fungsional berusaha melacak penyebab perubahan sosial sampai pada ketidakpuasan masyarakat akan kondisi sosialnya yang secara pribadi memengaruhi mereka.Beberapa teori yang menjelaskan sebab-sebab terjadi perubahan sosial antara lain sebagai berikut:2 a. nilai-nilai 2 http://id. Gejala itu tampak jelas pada masyarakat perkotaan. Ogburn berusaha menjelaskan perubahan sosial dalam kerangka fungsional. Dia melihat adanya fragmentasi sosial (perpecahan dalam masyarakat). c. terutama yang berhubungan dengan kerja. Teori ini hanya menjelaskan proses perubahan terjadi. Konsep kejutan budaya menurut William F. Teori ini berpedoman pada pemikiran Karl Marx yang menyebutkan bahwa konfl ik kelas sosial merupakan sumber yang paling penting dan berpengaruh dalam semua perubahansosial. menjadi tipe masyarakat besar yang memiliki hubungan yang terspesialisasi dan impersonal. konflik berasal dari pertentangan kelas antara kelompok tertindas dan kelompok penguasa sehingga akan mengarah pada perubahan sosial. Menurutnya. Adapun Tonnies memandang bahwa masyarakat berubah dari masyarakat sederhana yang mempunyai hubungan yang erat dan kooperatif. Durkheim berpendapat bahwa perubahan karena evolusi memengaruhi cara pengorganisasian masyarakat. Ogburn menyebutkan perubahan teknologi biasanya lebih cepat daripada perubahan budaya nonmaterial. norma. Teori Konflik (Conflict Theory) Menurut teori ini. Menurut pandangannya.perubahan tersebut selalu membawa kemajuan. Kesenjangan ini akan menyebabkan adanya kejutan sosial dan budaya pada masyarakat. dan lemahnya ikatan sosial sebagai akibat langsung dari perubahan sosial budaya ke arah individualisasi dan pencarian kekuasaan.com/social-sciences/sociology/2244821-teori-perubahansosial/#ixzz1nj7leLtp 7 .shvoong. prinsip dasar teori konflik (konflik sosial dan perubahan sosial) selalu melekat dalam struktur masyarakat. seperti kepercayaan. Tonnies tidak yakin bahwa perubahan. la yakin bahwa konflik atau pertentangan selalu menjadi bagian dari masyarakat. Teori ini masih belum memuaskan banyak pihak karena tidak mampu menjelaskan jawaban terhadap pertanyaan mengapa masyarakat berubah. Teori Evolusi (Evolutionary Theory) Teori ini berpijak pada teori evolusi Darwin dan dipengaruhi oleh pemikiran Herbert Spencer. meskipun unsur-unsur masyarakat saling berhubungan satu sama lain. Ketertinggalan tersebut menjadikan kesenjangan sosial dan budaya di antara unsur-unsur yang berubah sangat cepat dan unsur yang berubah lambat. b. beberapa unsurnya bisa saja berubah dengan sangat cepat. Tokoh yang berpengaruh pada teori ini ialah Emile Durkheim dan Ferdinand Tonnies. individu menjadi terasing.

ketika alat-alat kontrasepsi pertama kali diluncurkan untuk mengendalikan jumlah penduduk dalam program keluarga berencana (KB). Teori Siklus (Cyclical Theory) Teori ini mempunyai perspektif (sudut pandang) yang menarik dalam melihat perubahan sosial karena beranggapan bahwa perubahan sosial tidak dapat dikendalikan sepenuhnya oleh siapapun. SUMBER: Piotr Sztomka. Yunani. Sejak saat itu. seperti yang terjadi pada peradaban Babilonia di Mesir. bahkan orang-orang yang ahli sekalipun. Contohnya. Oswald Spengler mengemukakan teorinya bahwa setiap masyarakat berkembang melalui empat tahap perkembangan seperti pertumbuban manusia. Kebangkitan dan kemunduran suatu peradaban (budaya) tidak dapat dielakkan dan tidak selamanya perubahan sosial membawa kebaikan. Prenada:Jakarta. yaitu selama zaman pencerahan (renaissance) abad ke-15. remaja.yang mengatur masyarakat sehari-hari. yaitu sebagai berikut. Meskipun demikian. peradaban Barat mulai mengalami kemunduran dan menuju ke masa tua. Tidak ada yang dapat menghentikan proses tersebut. dewasa. yaitu masa kanak-kanak. d. Oleh karena itu. lambat laun masyarakat mulai menerima program KB tersebut karena dapat bermanfaat untuk mencegah pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali. Teori-teori yang berkaitan dengan arah perubahan sosial telah diringkas Moore dalam bentuk diagram-diagram sederhana. Dalam setiap masyarakat. terdapat siklus yang harus diikutinya. Ia merasa bahwa masyarakat Barat telah mencapai masa kejayaannya pada masa dewasa. 2010. banyak pihak menentang program tersebut karena bertentangan dengan nilai-nilai agama serta norma yang berlaku di masyarakat pada waktu itu. dan Romawi yang terus mengalami kemunduran sampai akhirnya runtuh.pola perilaku yang baru meskipun terjadi konfl ik dengan nilai-nilai tradisional. Sosiologi Perubahan Sosial. dia berpendapat bahwa perubahan teknologi seringkali menghasilkan kejutan budaya yang pada gilirannya akan memunculkan pola. dan tua. 8 .

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.