TUGAS SEJARAH KONFERENSI ASIA AFRIKA

NAMA : MELITA NESYA M. KELAS : XI IPA 9/17

2011

KATA PENGANTAR
Puji syukur saya ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta hidayah kepada saya, sehingga berkat Karunia-Nya saya dapat menyelesaikan makalah “DKONFERENSI ASIA AFRIKA”. Dalam penyusunan makalah ini, kami tidak lupa mengucapkan banyak terimakasih pada semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan tugas makalah ini sehinggga saya dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini. Dalam penyusunan makalah ini saya berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kami maupun kepada pembaca umumnya.

Bandung, November 2011

BAB I PENDAHULUAN A. Hal ini mengakibatkan tetap hidupnya dan bahkan tumbuhnya suasana permusuhan yang terselubung di antara kedua blok itu dan pendukungnya. Tunisia. terutama di belahan Asia dan Afrika. Palestina. Tiap-tiap blok berusaha menarik negara-negara di Asia dan Afrika agar menjadi pendukung mereka. Afrika Utara. Afrika Selatan. Blok Barat dipimpin oleh Amerika Serikat dan Blok Timur dipimpin oleh Uni Sovyet. seperti di Jazirah Korea. tidak berarti berakhir pula situasi permusuhan di antara bangsa-bangsa di dunia dan tercipta perdamaian dan keamanan. Latar Belakang Berakhirnya Perang Dunia II pada bulan Agustus 1945. Indo Cina. India dan Pakistan tentang Kashmir. Beberapa negara Asia Afrika yeng telah merdeka pun masih banyak yang menghadapi masalah-masalah sisa penjajahan seperti Indonesia tentang Irian Barat. Tetapi sej ak tahun 1945. Vietnam di Indo Cina. dan di ujung selatan Afrika. Sebagian bangsa Arab-Palestina . terutama di belahan bumi Asia Afrika. masih ada masalah dan muncul masalah baru yang mengakibatkan permusuhan yang terus berlangsung. yaitu Blok Barat dan Blok Timur. Ternyata di beberapa pelosok dunia. dan Maroko di wilayah Afrika Utara. Masalah-masalah tersebut sebagian disebabkan oleh lahirnya dua blok kekuatan yang bertentangan secara ideologi maupun kepentingan. Memang sebelum tahun 1945. Suasana permusuhan tersebut dikenal dengan sebutan "perang dingin". banyak daerah di Asia Afrika menjadi negara merdeka dan banyak pula yang masih berjuang bagi kemerdekaan negara dan bangsa mereka seperti Aljazair. Timbulnya pergolakan dunia disebabkan pula oleh masih adanya penjajahan di bumi kita ini. negaranegara Arab tentang Palestina. pada umumnya benua Asia dan Afrika merupakan daerah jajahan bangsa Barat dalam aneka bentuk. bahkan pada tingkat perang terbuka.

Walaupun pada masa itu telah ada badan internasional yaitu Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang berfungsi menangani masalah¬masalah dunia.terpaksa mengungsi. Sedangkan kenyataannya. Tujuan • • Mengetahui sejarah singkat konferensi Asia Afrika Memahami bagaimana lahirnya ide konferensi Asia Afrika . B. terutama bangsa-bangsa Asia Afrika. sedang dilanda kekhawatiran akibat makin dikembangkannya pembuatan senjata nuklir yang bisa memusnahkan umat manusia. Keadaan itulah yang melatarbelakangi lahirnya gagasan untuk mengadakan Konferensi Asia Afrika. karena tanah air mereka diduduki secara paksa oleh pasukan Israel yang dibantu oleh Amerika Serikat. Situasi dalam negeri dibeberapa negara Asia Afrika yang telah merdeka pun masih terjadi konflik antar kelompok masyarakat sebagai akibat masa penjajahan (politik devide et impera) dan perang dingin antar blok dunia tersebut. Sementara itu bangsa-bangsa di dunia. namun nyatanya badan ini belum berhasil menyelesaikan persoalan tersebut. sebagaian besar diderita oleh bangsa-bangsa di Asia Afrika. akibat yang ditimbulkan oleh masalah-masalah ini.

Indo Cina. Ternyata di beberapa pelosok dunia. yaitu Blok Barat dan Blok Timur. Tetapi sejak tahun 1945. seperti di Jazirah Korea. Timbulnya pergolakan dunia disebabkan pula oleh masih adanya penjajahan di bumi kita ini. terutama di belahan bumi Asia Afrika. Tiap-tiap blok berusaha menarik negara-negara di Asia dan Afrika agar menjadi pendukung mereka. . Blok Barat dipimpin oleh Amerika Serikat dan Blok Timur dipimpin oleh Uni Sovyet. bahkan pada tingkat perang terbuka. masih ada masalah dan muncul masalah baru yang mengakibatkan permusuhan yang terus berlangsung. Suasana permusuhan tersebut dikenal dengan sebutan "perang dingin". terutama di belahan Asia dan Afrika. Afrika Selatan.• BAB II PEMBAHASAN 1 Latar Belakang Berakhirnya Perang Dunia II pada bulan Agustus 1945. Palestina. banyak daerah di Asia Afrika menjadi negara merdeka dan banyak pula yang masih berjuang bagi kemerdekaan negara dan bangsa mereka seperti Aljazair. Hal ini mengakibatkan tetap hidupnya dan bahkan tumbuhnya suasana permusuhan yang terselubung di antara kedua blok itu dan pendukungnya. Memang sebelum tahun 1945. pada umumnya benua Asia dan Afrika merupakan daerah jajahan bangsa Barat dalam aneka bentuk. Masalah-masalah tersebut sebagian disebabkan oleh lahirnya dua blok kekuatan yang bertentangan secara ideologi maupun kepentingan. Afrika Utara. tidak berarti berakhir pula situasi permusuhan di antara bangsa-bangsa di dunia dan tercipta perdamaian dan keamanan.

Beberapa negara Asia Afrika yeng telah merdeka pun masih banyak yang menghadapi masalah-masalah sisa penjajahan seperti Indonesia tentang Irian Barat. menyatakan "Kerja sama dalam golongan negara-negara Asia Arab (Afrika) kami pandang penting benar. Sedangkan kenyataannya. negaranegara Arab tentang Palestina. akibat yang ditimbulkan oleh masalah-masalah ini. Ali Sastroamidjojo. Lahirnya Ide Konferensi Keterangan Pemerintah Indonesia tentang politik luar negeri yang disampaikan oleh Perdana Menteri Mr. karena tanah air mereka diduduki secara paksa oleh pasukan Israel yang dibantu oleh Amerika Serikat. Kerja sama antara negara-negara Asia Afrika tersebut adalah sesuai benar dengan . dan di ujung selatan Afrika. dan Maroko di wilayah Afrika Utara. Walaupun pada masa itu telah ada badan internasional yaitu Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang berfungsi menangani masalah¬masalah dunia. karena kami yakin. di depan parlemen pada tanggal 25 Agustus 1953. terutama bangsa-bangsa Asia Afrika. Sementara itu bangsa-bangsa di dunia. namun nyatanya badan ini belum berhasil menyelesaikan persoalan tersebut. sedang dilanda kekhawatiran akibat makin dikembangkannya pembuatan senjata nuklir yang bisa memusnahkan umat manusia. sebagaian besar diderita oleh bangsabangsa di Asia Afrika. Situasi dalam negeri dibeberapa negara Asia Afrika yang telah merdeka pun masih terjadi konflik antar kelompok masyarakat sebagai akibat masa penjajahan (politik devide et impera) dan perang dingin antar blok dunia tersebut. India dan Pakistan tentang Kashmir. Sebagian bangsa Arab-Palestina terpaksa mengungsi. bahwa kerja sama erat antara negara-negara tersebut tentulah akan memperkuat usaha ke arah tercapainya perdamaian dunia yang kekal. 2.Tunisia. Vietnam di Indo Cina. Keadaan itulah yang melatarbelakangi lahirnya gagasan untuk mengadakan Konferensi Asia Afrika.

There are the very problems which urge Indonesia to propose that another conference be convened wider in scope. kemudian pertanyaan itu dijawab sendiri dengan menyatakan "We have now indeed arrived at the cross-roads of the history of mankind. . diantaranya pertanyaan yang diajukan oleh Perdana Menteri Indonesia "Where do we stand now. Perdana Menteri Ceylon (Srilanka) Sir John Kotelawala mengundang para Perdana Menteri dari Birma (U Nu). Undangan tersebut diterima baik oleh semua pimpinan pemerintah negara yang diundang.aturan-aturan dalam PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) yang menyenangi kerja sama kedaerahan (regional arrangements). Lain dari itu negara¬negara itu pada umumnya memang mempunyai pendirian-pendirian yang sama dalam beberapa soal di lapangan internasional. Konferensi ini membicarakan masalah-masalah yang menjadi kepentingan bersama. Pertemuan yang kemudian disebut Konferensi Kolombo itu dilaksanakan pada tanggal 28 April sampai dengan 2 Mei 1954. Pada awal tahun 1954. between the African andAsian nations. Dari sebab itu kerja sama tersebut akan kami lanjutkan dan pererat". we the peoples ofAsia. in this world of ours to day?" ("Dimana sekarang kita berdiri. It is therefore that we Prime Ministers of five Asian countries are meeting here to discuss those crucial problems of the peoples we represent. Bunyi pernyataan tersebut mencerminkan ide dan kehendak Pemerintah Indonesia untuk mempererat kerja sama di antara negara¬negara Asia Afrika. dan Pakistan (Mohammed Ali) dengan maksud mengadakan suatu pertemuan infor¬mal di negaranya. Indonesia (Ali Sastroamidjojo). India (Jawaharlal Nehru). Iam convinced that the problems are not only convened to the Asian countries represented here but also are of equal importance to the African and other Asian countries". bangsa Asia sedang berada di tengah-tengah persaingan dunia?"). Yang menarik perhatian para peserta konferensi. jadi mempunyai dasar sama (commonground) untuk mengadakan golongan yang khusus.

Oleh karena itu kita lima Perdana Menteri negara-negara Asia bertemu di sini untuk membicarakan masalah-masalah yang krusial yang sedang dihadapi oleh masyarakat yang kita wakili. dinyatakan bahwa para Perdana Menteri peserta konferensi membicarakan kehendak untuk mengadakan konferensi negara-negara Asia Afrika dan menyetujui usul agar Perdana Menteri Indonesia dapat menjejaki sampai dimana kemungkinannya mengadakan konferensi semacam itu. Pernyataan tersebut memberi arah kepada lahirnya Konferensi Asia Afrika. Selanjutnya. Akhirnya. Maksudnya. diajukan pula oleh Indonesia dalam sidang berikutnya. tetapi juga sama pentingnya bagi negara-negara di Afrika dan Asia lainnya"). Usul itu akhirnya diterima oleh semua peserta konferensi. Dalam rangka menunaikan tugas itu Pemerintah Indonesia melakukan pendekatan melalui saluran diplomatik kepada 18 negara Asia Afrika. Sunario. Ada beberapa hal yang mendorong Indonesia mengajukan usulan untuk mengadakan pertemuan lain yang lebih luas. soal perlunya Konferensi Asia Afrika diadakan. walaupun masih dalam suasana keraguan. Saya percaya bahwa masalah-masalah itu tidak hanya terjadi di negara-negara Asia yang terwakili di sini. Bahan-bahan tersebut merupakan hasil rapat dinas Kepala-kepala Perwakilan Indonesia di negara-negara Asia dan Afrika yang dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Mr. antara negara-negara Afrika dan Asia. Rapat dinas tersebut diadakan di Tugu (Bogor) pada tanggal 9 sampai dengan 22 Maret 1954. 3 Usaha-Usaha Persiapan Konferensi Di atas telah diungkapkan bahwa Konferensi Kolombo menugaskan Indonesia agar menjejaki kemungkinan untuk diadakannya Konferensi Asia Afrika.("Kita sekarang berada dipersimpangan jalan sejarah umat manusia. untuk mengetahui sejauh mana pendapat negara-negara tersebut terhadap ide . Perdana Menteri Indonesia pergi ke Kolombo untuk memenuhi urndangan Perdana Menterl Srilanka dengan membawa bahan-bahan hasil perumusan Pemerintah Indonesia. dalam pernyataan bersama pada akhir Konferensi Kolombo.

Perdana Menteri Jawaharlal Nehru dari India. mengingatkan Perdana Menteri Indonesia tentang perkembangan situasi dunia dewasa itu yang semakin gawat. ("Para Perdana Menteri telah membicarakan usulan untuk mengadakan sebuah konferensi yang mewakili negara-negara Asia dan Afrika serta menyetujui konferensi seperti ini sangat diperlukan dan akan membantu terciptanya perdamaian sekaligus pendekatan bersama ke arah masalah (yang dihadapi). Hendaknya konferensi ini diadakan selekas mungkin"). It should be held at an early date". seperti tercermin dalam pernyataan bersama pada akhir kunjungan Perdana Menteri Indonesia "The prime Ministers discussed also the proposal to have a conference of representatives of Asian and African countries and were agreed that a conference of this kind was desirable and world be helpful in promoting the cause of peace and a common approach to these problems. sehubungan dengan adanya usul untuk mengadakan Konferensi Asia Afrika. maka usaha-usaha penyelidikan atas kemungkinan diselenggarakannya Konferensi Asia Afrika dianggap selesai dan berhasil serta . Dengan demikian. Keyakinan serupa dinyatakan pula oleh Perdana Menteri Birma U Nu pada tanggal 28 September 1954. Dalam pendekatan tersebut dijelaskan bahwa tujuan utama konferensi itu ialah untuk membicarakan kepentingan bersama bangsa-bangsa Asia Afrika pada saat itu. Pada tanggal 18 Agustus 1954. mendorong terciptanya perdamaian dunia. Memang Perdana Menteri India dalam menerima usul itu masih disertai keraguan akan berhasil-tidaknya usul tersebut dilaksanakan. Ternyata pada umumnya negara-negara yang dihubungi menyambut baik ide tersebut dan menyetujui Indonesia sebagai tuan rumahnya. melalui suratnya. walaupun dalam hal waktu dan peserta konferensi terdapat berbagai pendapat yang berbeda. beliau yakin benar akan pentingnya diadakan konferensi semacam itu.mengadakan Konferensi Asia Afrika. Barulah setelah kunjungan Perdana Menteri Indonesia pada tanggal 25 September 1954. dan mempromosikan Indonesia sebagai tempat konferensi.

Undangan kepada negaranegara peserta disampaikan oleh Pemerintah Indonesia atas nama lima negara. 2. Atas undangan Perdana Menteri Indonesia. 4. Untuk memajukan goodwill (kehendak yang luhur) dan kerja sama antara bangsa-bangsa Asia dan Afrika. Untuk meninjau kedudukan Asia dan Afrika.usaha selanjutnya ialah mempersiapkan pelaksanaan konferensi itu. untuk menjelajah serta memaj ukan kepentingan-kepentingan mereka. misalnya soal-soal yang mengenai kedaulatan nasional dan tentang masalah-masalah rasialisme dan kolonialisme. India. dan kebudayaan negara yang diwakili. Untuk mempertimbangkan soal-soal serta hubungan-hubungan di lapangan sosial. Konferensi Bogor berhasil merumuskan kesepakatan bahwa Konferensi Asia Afrika diadakan atas penyelenggaraan bersama dan kelima negara peserta konferensi tersebut menjadi negara sponsornya. Konferensi ini membicarakan persiapan pelaksanaan Konferensi Asia Afrika. 4 Tujuan Konferensi Konferensi Bogor menghasilkan 4 (empat) tujuan pokok Konferensi Asia Afrika. 3. yaitu 1. Srilanka. dan Pakistan) mengadakan konferensi di Bogor pada tanggal 28 dan 29 Desember 1954. 5 Peserta dan Waktu Konferensi . yang dikenal dengan sebutan Konferensi Panca Negara. Indonesia. ekonomi. serta untuk menciptakan dan memajukan persahabatan serta perhubungan sebagai tetangga baik. baik yang silih ganti maupun yang bersama. para Perdana Menteri peserta Konferensi Kolombo (Birma. serta rakyat¬rakyatnya di dalam dunia dewasa ini serta sumbangan yang dapat mereka berikan guna memajukan perdamaian serta kerja sama di dunia. Untuk mempertimbangkan soal-soal yang berupa kepentingan khusus bangsa-bangsa Asia dan Afrika.

Liberia. Lebanon.Negara-negara yang diundang disetujui berjumlah 25 negara. yaitu U Mya Sein dari Birma. Irak. dan 4 (empat) negara lainnya diwakili oleh Kepala¬kepala Perwakilan mereka masing-masing di Jakarta. dan Choudhri Khaliquzzaman dari Pakistan. Kamboja. dan Yaman. Pantai Emas (Gold Coast). Mengingat negara-negara yang akan di undang mempunyai politik luar negeri serta sistem politik dan sosial yang berbeda-beda. Saudi Arabia. Viet-nam Selatan. Sudan. Turki.B. Saravanamuttu dari Srilanka. Di dalam Sekretariat . Waktu konferensi ditetapkan pada minggu terakhir April 1955. Tyobji dari India. Jepang. Guna mewujudkan keputusan-keputusan Konferensi Bogor. Nepal. 6 Struktur Organisasi Panitia Pelaksana Dalam persiapan pelaksanaan Konferensi Asia Afrika. M. Thailand (Muang Thai). Iran. Federasi Afrika Tengah. yaitu : Afganistan. Maksud utama konferensi ialah supaya negara-negara peserta menjadi lebih saling mengetahui pendirian mereka masing-masing. Yordania. Ethiopia. Konferensi menjunjung tinggi pula azas bahwa bentuk pemerintahan atau cara hidup sesuatu negara sekali¬sekali tidak akan dapat dicampuri oleh negara lain. B. Indonesia membentuk sekretariat konferensi yang diwakili oleh negara-negara penyelenggara. Libya.H. Republik Demokrasi Viet-nam (Viet-nam Utara). segera dibentuk Sekretariat Bersama (Joint Secretariat) oleh lima negara penyelenggara. Syria. Laos. Filipina. Republik Rakyat Tiongkok (China). Indonesia diwakili oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri Roeslan Abdul Gani yang juga menjadi ketua badan itu.F. Mesir. Konferensi Bogor menentukan bahwa menerima undangan untuk turut dalam Konferensi Asia Afrika tidak berarti bahwa negara peserta tersebut akan berubah atau dianggap berubah pendiriannya mengenai status dari negara-negara lain.

dan sebagian Jalan Raya Timur menjadi Jalan Asia Afrika. transport. Gedung Dana Pensiun menjadi Gedung Dwi Warna. 2 (dua) orang dari India. keamanan. komunikasi. ada pula panitia yang menangani bidang¬bidang : keuangan. Komite Kebudayaan. Presiden RI Soekarno meresmikan penggantian nama Gedung Concordia menjadi Gedung Merdeka. dengan jumlah 230 orang sopir dan 350 ton bensin tiap hari serta cadangan 175 ton bensin. Di Bandung. Keperluan transport dilayani oleh 143 mobil. kesehatan. Hotel Preanger. tempat diadakannya konferensi. dibentuk Panitia Setempat (Local Committee) pada tanggal 3 Januari 1955 dengan ketuanya Sanusi Hardjadinata. protokol. penerangan. seorang dari Srilanka.Bersama itu terdapat 10 (sepuluh) orang staf yang melaksanakan pekerjaan sehari-hari. Selain itu terdapat pula 4 (empat) komite terdiri atas Komite Politik. logistik. hiburan. Gubernur Jawa Barat. dan seorang dari Pakistan. Penggantian nama tersebut dimaksudkan untuk lebih menyemarakkan . dan 12 (dua belas) hotel lainnya serta perumahan perorangan dan pemerintah dipersiapkan pula sebagai tempat menginap para tamu yang berjumlah 1300 orang. terdiri atas 2 (dua) orang dari Birma. dan pers. perlengkapan. 30 taksi. Selain itu. Hotel Homann. Panitia Setempat bertugas mempersiapkan dan melayani soal-soal yang bertalian dengan akomodasi. Komite Ekonomi. Dalam kesempatan memeriksa persiapan-persiapan terakhir di Bandung pada tanggal 17 April 1955. Gedung Concordia dan Gedung Dana Pensiun dipersiapkan sebagai tempat sidang-sidang konferensi. dan lain-lain. Pemerintah Indonesia sendiri pada tanggal 11 Januari 1955 membentuk Panitia Interdepartemental (Interdepartemental Committee) yang diketuai oleh Sekretaris Jenderal SekretariatBersama dengan anggota-anggota dan penasehatnya berasal dari berbagai departemen guna membantu persiapanpersiapan konferensi itu. Komite Sosial. 20 bus. 4 (empat) orang dari Indonesia.

00 WIB kedua tepi sepanjang Jalan Asia Afrika dari mulai depan Hotel Preanger sampai dengan kantor pos. .konferensi dan menciptakan suasana konferensi yang sesuai dengan tujuan konferensi. sejak fajar menyingsing telah tampak kesibukan di Kota Bandung untuk menyambut pembukaan Konferensi Asia Afrika. karena memang negara itu masih dikuasai oleh orang-orang bekas penjajahnya. Banyak di antara mereka memakai pakaian nasional masing-masing yang beraneka corak dan wama. Mereka disambut hangat oleh rakyat yang berderet disepanjang Jalan Asia Afrika dengan tepuk tangan dan sorak sorai riang gembira. Sekitar pukul 08. penuh sesak oleh rakyat yang ingin menyambut dan menyaksikan para tamu dari berbagai negara. yaitu Federasi Afrika Tengah (Central African Federation). 3. Sejak pukul 07. Pada tanggal 15 Januari 1955. surat undangan Konferensi Asia Afrika dikirimkan kepada kepala pemerintahan 25 (dua puluh lima) negara Asia dan Afrika. Perjalanan para delegasi dari Hotel Homann dan Hotel Preanger ini kemudian dikenal dengan nama Langkah Bersejarah (The Bandung Walks). Sedangkan 24 (dua puluh empat) negara lainnya menerima baik undangan itu. Sementara para petugas keamanan yang terdiri dari tentara dan polisi telah siap di tempat tugas mereka untuk menjaga keamanan dan ketertiban.7 Pelaksanaan Konferensi Pada hari Senin 18 April 1955. Sebagian besar delegasi peserta konferensi tiba di Bandung lewat Jakarta pada tanggal 16 April 1955. Dari seluruh negara yang diundang hanya satu negara yang menolak undangan itu. meskipun pada mulanya ada negara yang masih ragu-ragu. para delegasi dari berbagai negara berjalan meninggalkan Hotel Homann dan Hotel Preanger menuju Gedung Merdeka secara berkelompok untuk menghadiri pembukaan Konferensi Asia Afrika.30 WIB.

apabila mereka bersatu. understand that Asia and Africa can prosper only when they are united. Saya harap konferensi ini akan memberikan pedoman kepada umat manusia. berasal dari kebangsaan yang berlainan. begitu pula latar belakang sosial dan budaya. sistem politik.20 WIB. Setelah diperdengarkan lagu kebangsaan Indonesia : "Indonesia Raya". kita dapat bersatu. bahkan warna kulit pun berbeda-beda.00 WIB. and that even the safety of the world at large can not be safeguarded without a united Asia-Africa. Mohammad Hatta. Asian and African leaders. Di depan pintu gerbang Gedung Merdeka kedua pucuk pimpinan pemerintah Indonesia itu disambut oleh lima Perdana Menteri negara sponsor. tiba di depan Gedung Merdeka dan disambut oleh rakyat dengan sorak-sorai dan pekik "merdeka". bahwa kita. agama. Dalam kesempatan tersebut Presiden RI Ir. Soekarno dan Drs. semua delegasi masuk ke dalam Gedung Merdeka. Meskipun demikian. Tak lama kemudian rombongan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia. will point out to mankind the way which it must take to attain safety and peace. I hope that it conference will give guidance to mankind. Soekarno menyatakan bahwa kita. mengerti bahwa Asia dan Afrika hanya dapat menjadi sejahtera. pemimpin pemimpin Asia dan Afrika. dipersatukan oleh pengalaman pahit yang sama akibat kolonialisme. peserta konferensi. akan menunjukkan kepada umat manusia jalan yang harus ditempuhnya untuk . Ir. oleh ketetapan hati yang sama dalam usaha mempertahankan dan memperkokoh perdamaian dunia. maka Presiden RI Ir. that a New Asia and New Africa have been born !" ("Saya berharap konferensi ini akan menegaskan kenyataan. Soekarno mengucapkan pidato pembukaan yang berjudul "LET A NEW ASIA AND NEW AFRICA BE BORN" (Lahirlah Asia Baru dan Afrika Baru) pada pukul 10.Kira-kira pukul 09. dan bahkan keamanan seluruh dunia tanpa persatuan Asia-Afrika tidak akan terjamin. Pada bagian akhir pidatonya beliau mengatakan "I hope that it will give evidence of the fact that we. I hope that it will give evidence that Asia and Africa have been reborn.

Dalam memutuskan sesuatu akan ditempuh sistem musyawarah dan mufakat (sistem konsensus) dan untuk menghemat waktu tidak diadakan pidato sambutan delegasi. dan Filipina. Kelancaran pemilihan pimpinan konferensi dan acara-acara sidang selanjutnya dimungkinkan oleh adanya pertemuan informal terlebih dahulu di antara para pimpinan delegasi negara sponsor dan negara peserta sebelum konferensi dimulai (16 dan 17 April 1955). Presiden RI Ir. Beberapa kesepakatan itu antara lain bahwa prosedur dan acara konferensi ditempuh dengan sesederhana mungkin.45 WIB. membuka sidang kembali. Ketua Sekretariat Bersama Konferensi. Atas usul Ketua Delegasi Mesir (Perdana Menteri Gamal Abdel Nasser) yang kemudian disetujui oleh pimpinan delegasi-delegasi : Republik Rakyat Cina. maka secara aklamasi Perdana Menteri Indonesia terpilih sebagai ketua konferensi. bahwa akan menjadi kenyataan. Pada pukul 10. sebagai pimpinan sidang sementara. Roeslan Abdulgani dipilih sebagai Sekretaris Jenderal Konferensi. terbukti dengan adanya usul Perdana Menteri India yang didukung oleh semua peserta konferensi untuk mengirimkan pesan ucapan terimakasih kepada Presiden atas pidato pembukaannya. mempesona. bahwa Asia dan Afrika telah lahir kembali. lebih dari itu. Ya.mencapai keselamatan dan perdamaian. bahwa Asia Baru dan Afrika Baru telah lahir!") Pidato Presiden RI Ir. Perdana Menteri Indonesia akan dipilih sebagai ketua . Pertemuan tersebut menghasilkan beberapa kesepakatan yang bertalian dengan prosedur acara.. Perdana Menteri Indonesia. dan lain-lain yang dipandang perlu. Soekarno mengakhiri pidatonya. serta karena tidak ada calon lain yang diusulkan. Soekarno berhasil menarik perhatian. dan mempengaruhi hadirin. pimpinan konferensi. dan selanjutnya bersama rombongan meninggalkan ruangan. Saya berharap. Selain itu. Yordania.

Ketua Konferensi menyampaikan pidato penutupan dan menyatakan bahwa Konferensi Asia Afrika ditutup. yaitu Komite Politik.konferensi. Ali Sastroamidjojo. Ali Sastroamidjojo. Semua kesepakatan tersebut selanjutnya disetujui oleh sidang dan susunan pimpinan konferensi adalah sebagai berikut : Ketua Konferensi : Mr. Pengajaran. dan Komite Kebudayaan. Setelah melalui sidang-sidang yang menegangkan dan melelahkan selama satu minggu. Setelah itu. Komite Ekonomi. (terlambat dari yang direncanakan) tanggal 24 April 1955 Sidang Umum terakhir Konferensi Asia Afrika dibuka. maka pada pukul 19. Sidang konferensi terdiri atas sidang terbuka untuk umum dan sidang tertutup hanya bagi peserta konferensi. Menteri Perekonomian Indonesia Ketua Komite Kebudayaan : Mr. Perdana Menteri Indonesia Ketua Komite Ekonomi : Prof. bahkan sampai pada tahap yang agak panas. Moh. Yamin.00 WIB. Dalam Sidang Umum itu dibacakan oleh Sekretaris Jenderal Konferensi rumusan pemyataan dari tiap-tiap panitia sebagai hasil konferensi. Roosseno. Dibentuk tiga komite. Kemudian sidang dilanjutkan dengan pidato sambutan para ketua delegasi. Perbedaan-perbedaan pandangan politik dan masalah-masalah yang dihadapi antara negara-negara Asia Afrika muncul ke permukaan. dan Kebudayaan Indonesia Dalam sidang-sidang selanjutnya muncul beberapa kesulitan yang bisa diduga sebelumnya. . Ir. Menteri Pendidikan. Namun berkat sikap yang bijaksana dari pimpinan sidang serta hidupnya rasa toleransi dan kekeluargaan di antara peserta konferensi. Perdana Menteri Indonesia Ketua Komite Politik Mr. Kesulitan-kesulitan itu terutama terjadi dalam sidang-sidang Komite Politik. Sidang Umum menyetujui seluruh pemyataan tersebut. maka jalan buntu selalu dapat dihindari dan pertemuan yang berlarut¬larut dapat diakhiri.

Menghormati kedaulatan dan integritas teritorial semua bangsa-bangsa. a. Memajukan kepentingan bersama dan kerja sama. 9. 7. yaitu suatu pernyataan politik berisi prinsip-prinsip dasar dalam usaha memajukan perdamaian dan kerja sama dunia. Tidak melakukan tindakan-tindakan atau ancaman agresi ataupun penggunaan kekerasan terhadap integritas teritorial atau kemerdekaan politik sesuatu negara. Yang paling mashur dari hasil konferensi ini ialah apa yang kemudian dinamakan Dasa Sila Bandung. Tidak melakukan tekanan terhadap negara lain. yang sesuai dengan Piagam PBB. Tidak mempergunakan peraturan-peraturan dari pertaha¬ nan kolektif untuk bertindak bagi kepentingan khusus dari salah satu dari negara-negara besar. kebudayaan.Dalam komunike terakhir itu diantaranya dinyatakan bahwa Konferensi Asia Afrika telah meninjau soal-soal mengenai kepentingan bersama negara-negara Asia dan Afrika dan telah merundingkan cara-cara bagaimana rakyat negaranegara ini dapat bekerja sama dengan lebih erat di bidang ekonomi. . 10. Menghormati hak tiap-tiap bangsa untuk mempertahankan diri sendiri secara sendirian atau secara kolektif. b. Menghormati hak-hak dasar manusia dan tujuan-tujuan serta azas-azas yang termuat dalam piagam PBB. 5. 6. dan politik. 2. Tidak melakukan intervensi atau campur tangan dalam soal¬ soal dalam negeri negara lain. yang sesuai dengan Piagam PBB. Kesepuluh prinsip itu ialah : 1. Mengakui persamaan semua suku-suku bangsa dan persamaan semua bangsa-bangsa besar maupun kecil. 3. 4. arbitrase atau penyelesaian hakim atau pun lain-lain cara damai lagi menurut pilihan pihak-pihak yang bersangkutan. seperti perundingan. Menyelesaikan segala perselisihan-perselisihan internasional dengan jalan damai. persetujuan. 8. Menghormati hukum dan kewajiban-kewajiban internasio-nal.

Konferensi Islam Asia Afrika. Jiwa Bandung telah mengubah juga struktur Perserikatan BangsaBangsa (PBB). dan Konferensi Mahasiswa Asia Afrika. Sebagai penutup uraian singkat ini. Tatkala usaha itu hampir terwujud (1964). Bandung telah melahirkan faham Dunia Ketiga atau "Non-Aligned' terhadap Dunia Pertamanya Washington dan Dunia Keduanya Moscow. Semua itu menandakan bahwa cita-cita dan semangat Dasa Sila Bandung semakin merasuk ke dalam tubuh bangsa-bangsa Asia dan Afrika. Konferensi Asia Afrika di Bandung. baik dalam menghadapi masalah internasional maupun masalah regional. dengan meminta pendapat negara-negara peserta lainnya. Konferensi Asia Afrika telah membakar semangat dan menambah kekuatan moral para pejuang bangsa-bangsa Asia dan Afrika yang pada masa itu tengah memperjuangkan kemerdekaan tanah air mereka. Forum PBB bukan lagi forum eksklusif Barat atau Timur. Tetapi usaha untuk mengadakan Konferensi Asia Afrika kedua selalu mengalami hambatan yang sulit diatasi. Konferensi Pengarang Asia Afrika. telah berhasil menggalang persatuan dan kerja sama di antara negara-negara Asia dan Afrika.8 Penutup Dalam penutup komunike terakhir dinyatakan bahwa Konferensi Asia Afrika menganjurkan supaya kelima negara penyelenggara mempertimbangkan untuk diadakan pertemuan berikutnya dari konferensi ini.3. Konferensi serupa bagi kalangan tertentu di Asia dan Afrika beberapa kali diadakan pula. sehingga kemudian lahirlah sejumlah negara merdeka di benua Asia dan Afrika. Jiwa Bandung dengan Dasa Silanya telah mengubah pandangan dunia tentang hubungan internasional. sehingga konferensi itu tidak jadi. tiba-tiba di negara tuan rumah (Aljazair) terjadi pergantian pemerintahan. dikutip bagian terakhir pidato penutupan Ketua Konferensi Asia Afrika sebagai berikut "May we continue on the way we have taken together and may the Bandung . seperti Konferensi Wartawan Asia Afrika.

Conference stay as a beacon guiding the future progress of Asia and Africa". . ("Semoga kita dapat meneruskan perjalanan kita di atas jalan yang telah kita pilih bersama-sama dan semoga Konferensi Bandung ini tetap tegak sebagai sebuah mercusuar yang membimbing kemajuan di masa depan dari Asia dan Afrika").

id/showthread.php?t=150483&page=1 .DAFTAR PUSTAKA http://www.indowebster.web.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful