P. 1
Kontrasepsi Hormonal.newww

Kontrasepsi Hormonal.newww

|Views: 229|Likes:
Published by Ita Muthia Nur

More info:

Published by: Ita Muthia Nur on Mar 06, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/20/2015

pdf

text

original

KONTRASEPSI HORMONAL

A. PENDAHULUAN Kontrasepsi telah dipikirkan sejak manusia pertama mengenali keterkaitan antara koitus dan kehamilan. Walaupun tidak terdapat metode kontrasepsi yang sempurna, tersedia beberapa tipe kontrasepsi yaitu prilaku, mekanis, dan hormonal. Masing-masing metode memiliki keuntungan dan kerugian. Metode kontrasepsi yang paling banyak digunakan di AS pada tahun 2002 adalah pil kontrasepsi oral, yang digunakan oleh 11,6 juta wanita yang berusia 15 hingga 44 tahun. Kontrasepsi oral ketika digunakan untuk umum pada tahun 1960 menandai era modern dalam hal kontrasepsi. Kontrasepsi oral mengandung estrogen, etinil estradiol, dan progestin. Ketika pertama kali dikembangkan, 2 regimen utama kontrasepsi oral adalah pil kombinasi dan sekuensial. Metode sekuensial telah ditinggalkan di AS karena beberapa penelitian menunjukkan angka kejadian kanker endoservikal yang lebih tinggi pada wanita yang menggunakan metode kontrasepsi ini.1, 2, 3 Di bawah pengaruh hipotalamus, hipofisis mengeluarkan FSH dan LH. Hormon-hormon ini dapat merangsang ovarium untuk membuat estrogen dan progesteron. Dua hormon yang terakhir ini menumbuhkan endometrium pada waktu daur haid, dalam keseimbangan tertentu menyebabkan terjadinya ovulasi, dan akhirnya penurunan kadarnya mengakibatkan disintegrasi endometrium. Penyelidikan lebih lanjut menunjukkan bahwa baik estrogen maupun progesteron dapat mencegah

1

4 B. JENIS KONTRASEPSI HORMONAL 1. Pengetahuan ini menjadi dasar untuk menggunakan kombinasi estrogen dan progesteron sebagai cara kontrasepsi dengan jalan mencegah terjadinya ovulasi. Semua metode mengandung estrogen dan progesteron (progesteron sintetik). transdermal. Selain mencegah terjadinya ovulasi. pil kombinasi dengan kandungan estrogen kurang dari 50 mcg 2 . Kontrasepsi kombinasi y Metode Kontrasepsi hormonal kombinasi dapat diberikan secara oral. Hingga saat ini pil kombinasi merupakan pil kontrasepsi yang dianggap paling efektif.5 a) Oral Perkembangan dan penggunaan kontrasepsi oral hormonal kombinasi merupakan terobosan utama pada abad ke-20. Juga terjadi perubahan-perubahan motilitas tuba falloppi dan uterus. seperti menimbulkan perubahan-perubahan pada lender serviks sehingga menjadi kurang banyak dan kental.ovulasi. formulasi yang optimal adalah formulasi dengan dosis efektif yang terendah dah memiliki efek samping yang minimal. pil juga mempunyai efek lain terhadap traktus genitalis. Dalam pemilihan kontrasepsi oral. yang mengakibatkan sperma tidak dapat memasuki kavum uteri. sistemik dan melalui vagina. Di amerika serikat.

Kontrasepsi ini menghantarkan 20 µg EE dan 150 µg/hari norelgestromin setiap hari. diikuti satu minggu tanpa koyo untuk memungkinkan terjadinya withdrawal bleeding. 5.1. Efek metabolic dan fisiologis pada dasarnya sama dengan kontrasepsi oral dosis rendah. 4 b) Transdermal Hanya terdapat satu kontrasepsi transdermal yang saat ini tersedia. Cincin ini terbuat dari kopolimer etilenvinil-asetat (EVA) yang lembut. memiliki diameter di bagian luar sebesar 3 . Koyo ini dapat digunakan pada pantat. Sebagian wanita memulai pil kombinasi yang mengandung 15 hingga 35 mcg EE. atau tubuh bagian atas tetapi tidak boleh dipasang di payudara. yang memiliki ukuran 20 cm2. lengan atas bagian luar. abdomen bagian bawah.menggunakan etinil estradiol (EE) sebagai komponen estrogenic. koyo ini sedikit lebih efektif dibandingkan dengan kontrasepsi oral dosis rendah dalam mencegah kehamilan. Koyo yang baru digunakan setiap minggu selama 3 minggu. 6 c) Transvaginal Kontrasepsi kombinasi dalam bentuk cincin vagina (nuvaring) melepaskan 15 µg EE dan 120 µg etonorgestrel/hari telah banyak disetujui di sebagian besar Negara eropa. Pada sebuah percobaan yang teracak oleh Audet dan rekan.4.

dirancang untuk bertahan selama 3 minggu. Kadar estradiol serum mencapai puncak saat 3 hingga 4 hari pasca injeksi dan kemudian menurun. Injeksi diberikan secara intramuscular setiap 28 hari.5 Gambar 1. Pola perdarahan dan efektifitas sama dengan kontrasepsi oral.54 mm dan diameter cross-sectional sebesar 4 mm.5. 6 4 . interval 7 hari tanpa cincin berkaitan dengan pola perdarahan yang tampaknya sering terlihat pada penggunaan kontrasepsi oral. Contoh cincin transvaginal (dikutip dari kepustakaan 6) d) Kontrasepsi suntikan Kontrasepsi metode disuntikan yang diberikan sebulan sekali mengandung 25 mg medroksiprogesteron asetat dan 5 mg estradol kripionat (Lunelle) tersedia di beberapa Negara di dunia termasuk AS. Obat ini menghambat ovulasi dan menekan proliferasi endometrial.

y Mekanisme kerja Kombinasi estrogen-progestin merupakan tipe kontrasepsi yang paling efektif karena preparat ini secara konsisten menghambat gelombang gonadotropon sehingga dapat mencegah ovulasi. Di tengah-tengah daur haid kurang terdapat FSH dan tidak terdapat peningkatan kadar LH yang menyebabkan ovulasi terganggu. sehingga dalam 95-98% tidak terjadi ovulasi. karena pengaruh estrogen dari ovarium tidak ada sehingga tidak terdapat pengeluaran LH. 7 Khasiat progestagen adalah sebagai berikut: o Lendir serviks uteri menjadi lebih kental. o Kapasitasi spermatozoon yang perlu untuk memasuki ovum terganggu 5 . akan tetapi tidak dalam dosis rendah. Kontrasepsi hormonal terdiri atas komponen estrogen dan komponen progesteron. Komponen Metabolism hormon steroid sintetis sangat berbeda dari hormon steroid yang berasal dari dalam tubuh. Progestagen dalam dosis tinggi dapat menghambat ovulasi. Pengaruh komponen progestagen dalam pil kombinasi memperkuat khasiat estrogen untuk mencegah ovulasi.4. Pengaruh komponen estrogen adalah menekan sekresi FSH yang menghalangi maturasi folikel dan ovarium. sehingga menghalangi penetrasi spermatozoon untuk masuk ke dalam uterus.

sehingga ovulasi tidak terjadi. seperti noretinodrel mempunyai efek antiestrogenik terhadap endometrium. Oleh karena itu. Rasa mual terkadang disertai dengan muntah. alopesia. sakit kepala. fluor 6 . Efek samping ringan yang terjadi karena kelebihan estrogen yang sering terjadi ialah rasa mual. Terdapat indikasi bahwa pemakaian pil kombinasi dapat menimbulkan hipertensi pada wanita yang sebelumnya tidak menderita penyakit tersebut. terkadang penyusutan mamma. bertambahnya nafsu makan yang disertai pertambahan berat badan. sehingga menyulitkan implantasi ovum yang telah dibuahi. pengguna dianjurkan meneruskan minum pil dengan kombinasi yang mengandung dosis estrogen rendah.o Beberapa progestagen tertentu.4 y Efek samping Hormon-hormon dalam pil harus cukup kuat untuk dapat mengubah proses biologis. dan perut kembung. Dalam keadaan demikian. fluor albus. tidak mengherankan jika terkadang menimbulkan efek samping. Akan tetapi biasanya hipertensi tidak tinggi dan kembali pada keadaan normal setelah pil dihentikan. Efek tersebut pada umumnya ditemukan pada pil kombinasi dengan kelebihan estrogen atau pada pil dengan kelebihan progesteron.4 Progesteron dalam dosis yang berlebihan dapat menyebabkan perdarahan yang tidak teratur. Terkadang efek sampingan mengganggu akseptor. retensi cairan. sehingga ia hendak menghentikan minum pil. nyeri pada payudara. diarea. akne.

Semua efek samping dapat dikurangi dengan menggunakan dosis yang lebih rendah. endometrium. Kontrasepsi progesteron saja y Metode Kontrasepsi progesteron saja (POC) menghindari efek samping dari estrogen. Penggunaan kontrasepsi oral tidak menyebabkan atherosclerosis dan tidak berkaitan dengan peningkatan angka kejadian kanker payudara. implant dan intrauterus. POP mengandung 35-75% progestin dari dosis yang terkandung dalam kontrasepsi oral kombinasi tetapi obat ini diminum secara terus menerus tanpa berhenti. Obat ini tersedia dalam berbagai macam jenis pemberian yang mencakup oral.5 a) Oral Pil yang berisi progestin saja (POP) seringkali juga disebut minipil. Akne dan alopesia bisa timbul karena efek androgenic dari jenis progesteron yang dipakai dalam pil. suntikan. hipomenorea. Tingkat keefektifan umumnya sama dengan kontrasepsi oral kombinasi. Penting untuk diketahui bahwa minipil harus 7 . Bertambahnya berat badan diperkirakan karena progesteron menambah nafsu makan dan efek metabolic hormon.albus.4. atau servikal. Efek samping yang dikuatirkan dengan pil kombinasi ialah trombo emboli dan penyakit arteri koroner. 8 2.

9 b) Suntikan Depo medroksiprogesteron asetat (depo-provera) dan norethindron ethanthate (Norgest) telah digunakan secara efektif di seluruh dunia selama beberapa tahun. hipertensi. Selain itu mini pil sangat cocok untuk wanita yang menyusui. dan obat ini tidak menyebabkan atau memperparah hipertensi. Untuk program postpartum. 6 8 . Obat ini ideal untuk beberapa wanita yang beresiko tinggi mengalami komplikasi penyakit jantung. depo-provera disetujui pada tahun 1992 untuk digunakan sebagai metode kontrasepsi di AS. Dosis yang biasa digunakan adalah 150 mg per 90 hari. atau yang berusia lebih dari 35 tahun dan merokok.6.diminum pada waktu yang sama setiap hari. Depo provera sangat cocok untuk program postpartum karena tidak menganggu laktasi. dan terjadinya amenorea setelah suntikan-suntikan depo-provera tidak akan mengganggu ibu yang menyusui anaknya dalam masa postpartum.4. Depo medroksiprogesteron disuntikan ke daerah pantat kuadran atas luar atau pada otot deltoid tanpa memijat untuk memastikan bahwa obat dilepaskan secara perlahan. depo provera disuntikkan sebelum ibu meninggalkan rumah sakit yaitu kira-kira hari ke-5. Yang termasuk adalah wanita dengan riwayat thrombosis. Mini pil memiliki efek yang sangat minimal pada metabolism karbohidrat atau koagulasi. atau migraine.

progestin dihantarkan secara subdermal melalui alat yang ditanam yang mengandung obat dan dilapisi dengan suatu senyawa untuk mencegah fibrosis. yang pertama adalah norplant yang mengandung levonorgestrel dalam enam kapsul silastik. Gambar IUD biasa (kiri) dan Mirena (kanan) (dikutip dari kepustakaan 6) 9 . etonogestrel. Tingkat keefektifan metode kontrasepsi ini adalah selama 60 bulan. Saat ini terdapat dua preparat. mirena dimasukkan dan dikeluarkan dengan prosedur yang sama dengan IUD. dan diselimuti oleh kopolimer etilen vinil asetat.6 d) Intrauterus Mirena memiliki rangka plastic berbentuk T dengan reservoir pada gagang vertical yang mengandung 52 mg levonorgestrel (LNG) yang melepaskan 20 µg LNG/hari selama minimal 5 tahun.c) Implant Pada metode ini. Yang kedua adalah implanon yang merupakan implant subdermal kapsul tunggal yang mengandung 68 progestin.5 Gambar 2.

Endometrium menyusut dan menjadi tidak cocok untuk implantasi. tetapi hal ini masih bersifat spekulatif. Sekitar 40% pasien akan berovulasi secara normal. dan yang paling penting impermeabilitas berkurang 22 jam setelah pemberian. Fisiologi tuba juga dapat terpengaruh. dan setelah 24 jam penetrasi sperma tidak akan terhambat. minipil harus diminum setiap hari pada waktu yang sama. Efek kontrasepsi lebih bergantung pada efek lendir endometrium dan servikal. karena gonadotropin tidak terus menerus tertekan. Minipil yang hanya bersifat progestin yang mengandung 0. dan lendir servik menjadi tebal dan impermeabel. kemungkinan karena dapat menghambat ovulasi. Tidak terdapat efek metabolic yang signifikan.10 y Efek samping Efek samping yang paling sering terjadi dan menyebabkan penghentian metode kontrasepsi ini adalah pola perdarahan yang tidak 10 . yaitu estrogen dan progesteron.y Mekanisme kerja Setelah meminum minipil.075 mg desogestrel tampaknya sedikit lebih efektif.10 Karena dosisnya yang rendah. Perubahan lendir servikal membutuhkan waktu selama 2-4 jam untuk menimbulkan efeknya. sejumlah kecil progestin dalam sirkulasi akan memberikan pengaruh yang signifikan hanya pada jaringan yang sangat sensitive terhadap hormon steroid seks perempuan.

Kista ini dapat menyebabkan nyeri abdominal atau dispareunia. Selain perdarahan efek lain dari metode kontrasepsi ini ialah angka kejadian kista ovarium fungsional yang cukup tinggi. payudara mengeras dan perubahan mood. mual. Metode kontrasepsi ini berkaitan dengan angka kejadian perdarahan vagina ireguler yang tinggi. Efek hormonal yang lain adalah nyeri kepala.5 11 .diharapkan. Hal ini disebabkan oleh efek mereka pada fungsi ovarium.

Current Diagnosis & Treatment Obstetriks & Gynecology. 6th edition. New jersey. Maryland. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. 3rd edition. 5. Pernoll. 2001. Winkjosastro H. Kimberly. Curtis M. 2.D. Martin L. Lippincott Williams & Wilkins. Handbook of Obstetriks and Gynecology 10th edition. Lippincot William Wilkins. McGraw-Hill Companies. 12 . 2008. 2006. 7.dkk. 10th edition. Katz: Comprehensive Gynecology fifth edition. Shoupe Donna. 8. Jakarta. Elsevier. 2007. et al. Humana Press. 9. et al. DeCherney. M. Dewhurst¶s Textbook of Obstetriks & Gynaecology. Blackwell. New York. 2006. New York. 3. 6. The Handbook of Contraception. McGraw-Hill Companies. Alan H.DAFTAR PUSTAKA 1. Philadelphia. Keith. MD. 2007. Edmonds D. London. Williams Gynecology. 2005. United States of America. Maryland. Katz Vern L et al. 4. McGraw-Hill Companies. The Johns Hopkins Manual of Gynecology and Obstetrics. 2007. Glass Office Gynecology. Ilmu Kandungan. Schorge John et al. 7th edition. Fortner. 2008.

Fritz Marc. Lippincot William Wilkins. 2005. Maryland. Sperrof Leon. 13 .10. Clinical Gynecologic Endocrinology and Infertility.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->