BAB I PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang Gigi adalah salah satu organ vital yang dimiliki tubuh. Jika tidak dijaga dengan baik, pengunyah dan sekaligus pelengkap nada bicara ini bisa rusak. Penyebab awalnya, muncul karang gigi, plak menumpuk menjadi karies. Karies gigi merupakan penyakit kebudayaan yang telah menyebar luas dan bisa dicegah tetapi sebagian besar penduduk dunia pernah terserang penyakit ini. Masalah kesehatan gigi di Indonesia masih merupakan masalah kesehatan masyarakat yang penting karena prevalensi karies dan penyakit periodontal mencapai 80% dari jumlah penduduk. Usaha untuk mengatasinya belum memberikan hasil yang nyata bila diukur dengan indikator kesehatan gigi masyarakat. Tingginya prevalensi karies gigi dan penyakit periodontal serta belum berhasilnya usaha untuk mengatasinya, yang berbeda-beda pada mungkin dipengaruhi oleh faktor-faktor distribusi penduduk, faktor lingkungan, faktor perilaku, dan faktor pelayanan kesehatan gigi pada anak usia sekolah dan dewasa.1,2 Karies gigi sangat mudah terjadi, terutama pada orang dengan oral hygiene (kebersihan rongga mulut) tidak bagus. Karies gigi adalah kerusakan email atau lapisan pelindung yang menyebabkan gigi berlubang. Angka karies gigi (gigi berlubang) di Indonesia sangat tinggi. Hasil penelitian Direktorat Kesehatan Gigi Departemen Kesehatan Republik Indonesia menunjukkan bahwa sekitar 60-80% murid Sekolah Dasar menderita karies pada gigi permanennya. Prevalensi karies gigi telah mencapai 95%, sedangkan karies gigi dan penyakit jaringan penyangga gigi telah menduduki peringkat pertama (32%) daftar morbiditas penyakit gigi di Indonesia. Kedua penyakit gigi ini sangat serius karena merupakan focus infection 1 masyarakat Indonesia. Laporan mengenai karies gigi di Indonesia selama ini adalah

yang dapat memicu timbulnya penyakit infeksi lain yang lebih serius antara lain: sepsis, Subbacterial Endocarditis, penyakit pencernaan makanan dan penyakit degeneratif seperti kanker rahang.3 Bahan makanan (karbohidrat) dapat memicu terjadinya karies gigi harus kontak dengan permukaan gigi dalam waktu cukup lama. Karbohidrat ini apabila terdapat dalam jumlah cukup besar, sering dikonsumsi, terutama jenis yang lengket atau melekat pada gigi , maka kemungkinan terjadinya karies juga cukup tinggi. Ada jenis karbohidrat yang dijumpai, yaitu : tepung polisakarida, sukrosa dan glukosa, dimana sukrosa paling mudah menyebabkan terjadinya karies atau lubang gigi.4 Tidak semua karbohidrat sama derajat kariogeniknya. Karbohidrat yang kompleks misalnya pati, tidak berbahaya karena tidak dicerna secara sempurna di dalam mulut, sedangkan karbohidrat dengan berat molekul yang rendah seperti gula akan segera meresap ke dalam plak dan dimetabolisme dengan cepat oleh bakteri. Dengan demikian, makanan dan minuman yang mengandung gula akan menurunkan pH plak dengan cepat sampai pada level yang dapat menyebabkan demineralisasi email. Plak akan tetap bersifat asam selama beberapa waktu, untuk kembali ke pH normal sekitar 7 dibutuhkan waktu kurang lebih 30-60 menit. Oleh karena itu, konsumsi gula yang sering dan berulang-ulang akan tetap menahan pH plak di bawah normal dan menyebabkan demineralisasi email. Walaupun jelas bahwa kesalahan penggunaan gula itu membahayakan dan mempunyai peran dalam obesitas dan karies, tetapi gula masih tetap merupakan bagian utama dari makanan.4 Pemilihan pola makan yang salah dan pengaruh gaya hidup modern yang menyebabkan perubahan komsumsi pola makan dari makanan berserat menjadi makanan tidak berserat diperkirakan dapat mempengaruhi pertumbuhan rahang, sehingga mengakibatkan gigi tetap akan tumbuh berjejal.5 Oleh karena itu, dibutuhkan berbagai pengetahuan mengenai peranan karbohidrat terhadap timbulnya karies serta berbagai tindakan yang dapat dilakukan untuk menurunkan tingkat prevalensi karies. 2

I.2. Tujuan Penulisan Adapun beberapa tujuan dari penyusunan makalah ini, antara lain : 1. Untuk mengetahui defenisi serta klasifikasi dari karbohidrat 2. Untuk mengetahui pengertian, sejarah, penyebab, perkembangan, gejala, dan klasifikasi dari karies gigi. 3. Untuk mengetahui korelasi antara kebiasaan makanan dengan karies gigi. 4. Untuk mengetahui korelasi antara mengkonsumsi makanan ringan sebagai penyebab timbulnya karies gigi. 5. Untuk mengetahui berbagai jenis makanan yang dapat mencegah timbulnya karies. 6. Untuk mengetahui hubungan antara diet dan karies gigi 7. Untuk mengetahui beberapa hal yang dapat dilakukan sebagai upaya pencegahan dan pengobatan karies I.3. Manfaat Penulisan Adapun beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari makalah ini , antara lain : 1. Dapat mengetahui defenisi serta klasifikasi dari karbohidrat 2. Dapat mengetahui pengertian, sejarah, penyebab, perkembangan, gejala, dan klasifikasi dari karies gigi. 3. Dapat mengetahui korelasi antara kebiasaan makanan dengan karies gigi. 4. Dapat mengetahui korelasi antara mengkonsumsi makanan ringan sebagai penyebab timbulnya karies gigi. 5. Dapat mengetahui berbagai jenis makanan yang dapat mencegah timbulnya karies. 6. Dapat mengetahui hubungan antara diet dan karies gigi. 7. Dapat mengetahui berbagai tindakan yang dapat dilakukakan sebagai upaya pencegahan dan pengobatan karies gigi.

3

coklat. Pengertian Karbohidrat Karbohidrat atau sakarida adalah segolongan besar senyawa organik yang tersusun hanya dari atom karbon. karbohidrat yang paling sederhana mengalir dalam aliran darah sehingga tersedia bagi seluruh sel tubuh. Selain itu. dan oksigen. kue-kue dan gula. berperan penting dalam proses metabolisme dalam tubuh. Selain sebagai sumber energi. Glukosa.6 Karbohidrat merupakan bahan makanan penting dan sumber tenaga yang terdapat dalam tumbuhan dan daging hewan. Banyak karbohidrat yang merupakan polimer yang tersusun dari molekul gula yang terangkai menjadi rantai yang panjang serta bercabang-cabang. Tubuh menggunakan karbohidrat seperti layaknya mesin mobil menggunakan bensin.1. karbohidrat juga menjadi komponen struktur penting pada makhluk hidup dalam bentuk serat (fiber). Bentuk molekul karbohidrat paling sederhana terdiri dari satu molekul gula sederhana. asalkan kita rajin membersihkan dan merawat gigi kita dengan baik dan benar. Meskipun karbohidrat dapat menyebabkan karies. serta lignin. karena jumlahnya tidak banyak.6 Karbohidrat menyediakan kebutuhan dasar yang diperlukan tubuh.6 Karbohidrat ini dapat dijumpai pada hampir semua makanan. Sel-sel tubuh tersebut menyerap glukosa dan mengubahnya menjadi tenaga untuk menjalankan sel-sel tubuh. pektin. dan pembentuk struktur sel dengan mengikat protein dan lemak. karbohidrat juga berfungsi untuk menjaga keseimbangan asam basa di dalam tubuh. namun demikian kita tidak perlu takut untuk mengkonsumsinya.BAB II TINJAUAN PUSTAKA II. hidrogen. seperti selulosa. Sedangkan karbohidrat dalam buahbuahan tidak menimbulkan karies.7 4 . sedangkan makanan atau pada jajanan yang disukai pada anak-anak banyak dijumpai pada makanan : permen.

buah-buahan. Manosa jarang ditemukan dalam makanan. manis seperti jagung muda.Gambar 1. • • • • Sukrosa adalah gabungan antara glukosa dan fruktosa.org/wiki/Karbohidrat Karbohidrat disusun oleh satu atau lebih sakarida.wikipedia. Kentang sebagai salah satu sumber karbohidrat Sumber : http://id. dsb. misalnya sukrosa. madu. galaktosa. dsb. Berdasarkan jumlah sakarida yang membentuk. dll. sirup. Contohnya : fruktosa. Monosakarida adalah hidrat arang yang terdiri dari satu sakarida. dan trehalosa. glukosa. maka karbohidrat dibedakan atas :8 1. susu. • • • • Fruktosa terdapat dalam tumbuh-tumbuhan. terutama Maltosa adalah gabungan dari dua glukosa. dan manosa. terdapat dalam kecambah. Galaktosa terutama terdapat dalam susu. 5 . terdapat pada tebu. Laktosa adalah ikatan glukosa dan galaktosa yang terdapat terutama Trehalosa (gula jamur) terdiri dari gabungan dua glukosa. buncis muda. pada susu. laktosa. gula arang. Disakarida (zat gula rangkap) adalah hidrat arang yang terdiri dari dua sakarida. 2. terutama yang berasa Glukosa terdapat dalam tumbuh-tumbuhan. maltose.

Karbohidrat yang dapat difermentasi adalah substansi penting untuk perkembangan karies. yang terjadi akibat suatu proses yang secara bertahap melarutkan email (permukaan gigi sebelah luar yang keras) dan terus berkembang ke bagian dalam gigi.8.10 Tergantung kepada lokasinya. Jika tidak diobati oleh seorang dokter gigi. dextrin. Karbohidrat kompleks misalnya tepung kurang kariogenik.9 Karies gigi (kavitasi) adalah daerah yang membusuk di dalam gigi. Sebuah karies dimulai sebagai bintik putih dimana 6 . Pembusukan permukaan yang licin/rata. misalnya pati. karies akan terus tumbuh dan pada akhirnya menyebabkan gigi tanggal. Karena itu sampai saat ini usaha-usaha pencegahan karies gigi masih terus dilakukan. selulosa dan hemiselulosa. glikogen. Karbohidrat lain misalnya fruktosa. Monosakarida dan disakarida lebih difermentasi menjadi asam daripada polisakarida oleh bakteri mulut. Dari beberapa hasil penelitian di Jakarta dan Surabaya menunjukkan tingginya prevalensi karies gigi. tumbuhnya paling lambat. Merupakan jenis pembusukan yang paling bisa dicegah dan diperbaiki. pembusukan gigi dibedakan menjadi:8 1. Sukrosa telah dikenal sebagai karbohidrat yang sangat kariogenik.3. Penyakit ini biasanya berlanjut menjadi keadaan eksaserbasi yang ditandai secara khusus dengan produksi asam yang tinggi di dalam mulut pada periode tertentu sehingga menyebabkan destruksi jaringan keras gigi. Amilase ludah mengubah beberapa zat tepung ke dalam gula tetapi waktu dimana tepung ada di dalam mulut terbatas.2. Pengertian Karies Karies gigi merupakan suatu penyakit infeksi pada jaringan keras gigi yang mengakibatkan kerusakan struktur gigi dan bersifat kronis. laktosa dan glukosa mendukung pertumbuhan bakteri kariogenik.8 II. Polisakarida (zat gula majemuk) adalah hidrat arang yang terbentuk dari sakarida.

tetapi perjalanannya dari dentin ke pulpa hanya memerlukan waktu 1 tahun. 2. Pembusukan terjadi di dalam lapisan gigi yang paling luar dan keras. Berawal sebagai jaringan yang menyerupai tulang. Pembusukan akar gigi. karena itu pembusukan akar yang berasal dari dalam dentin bisa merusak berbagai struktur gigi dalam waktu yang singkat. Dibutuhkan waktu 2-3 tahun untuk menembus email. mengenai gigi tetap dan tumbuhnya cepat. Pembusukan akar merupakan jenis pembusukan yang paling sulit dicegah. Pembusukan lubang dan lekukan. tumbuh secara perlahan. Biasanya terjadi pada usia pertengahan akhir. Terbentuk pada gigi belakang. lebih lunak). 3. Pembusukan jenis ini biasanya mulai terjadi pada usia 20-30 tahun. yaitu di dalam lekukan yang sempit pada permukaan gigi untuk mengunyah dan pada bagian gigi yang berhadapan dengan pipi. Pembusukan ini sering terjadi karena penderita mengalami kesulitan dalam membersihkan daerah akar gigi dan karena makanan yang kaya akan gula. daerah ini sulit dibersihkan karena lekukannya lebih sempit daripada bulubulu pada sikat gigi. Biasanya mulai timbul pada usia belasan. yang membungkus permukaan akar (sementum). Pembusukan dalam email. 4. Setelah menembus ke dalam lapisan kedua (dentin. pembusukan akan menyebar lebih cepat dan masuk ke dalam pulpa (lapisan gigi paling dalam yang mengandung saraf dan pembuluh darah). 7 .bakteri melarutkan kalsium dari email.

Perubahan kebudayaan berupa penemuan teknik pertanian di Asia Selatan dipercayai juga sebagai salah satu peningkat prevalensi karies. Adanya peningkatan prevalensi karies sejak masa neolitikum mungkin disebabkan banyaknya konsumsi makanan dari tumbuhan yang banyak mengandung karbohidrat.3. gurdi tersebut diperkirakan digunakan sebagai pelubang gigi untuk mengeluarkan abses dari gigi.Gambar 2. Ditambal) maka lubang gigi akan berkembang menjadi lebih besar yang kemungkinan besar dapat menyebabkan rasa sakit yang serius pada gigi. Sebuah gurdi atau bor dari kayu ditemukan pada masa neolitikum.html Karies adalah keluhan kesehatan gigi yang paling sering ditemukan pada pasien yang datang ke klinik atau dokter gigi praktek.11 8 . Sejarah Karies Bukti arkeologis menunjukkan bahwa karies gigi sudah ada sejak masa prasejarah.geocities.com/sjuhada/karies. Karies Gigi Sumber : http://www. infeksi lanjut. Sebetulnya karies dapat dicegah dengan kunjungan yang rutin ke dokter gigi dan melakukan perawatan kesehatan gigi yang bagus di rumah (menyikat gigi dan bisa ditambah dengan menggunakan benang gigi/dental floss). Sebuah tengkorak yang diperkirakan berasal dari satu juta tahun yang lalu dari masa neolitikum memberi petunjuk adanya karies. gigi dicabut dan bahkan komplikasi lainnya.8 II. Seandainya karies tidak segera dirawat (mis.

santo pelindung untuk dokter gigi. Pada masa peradaban Yunani dan Romawi dan Mesir. Mesir.Banyak fosil tengkorak yang dapat menunjukkan adanya perawatan gigi yang primitif. Selama masa pendudukan bangsa Romawi di Eropa.wikipedia. Seorang dokter mencabut gigi pasiennya. Di Pakistan. serta pencabutan gigi.11 9 . Sumber : http://id. sebuah tulisan Mesir kuno (1550 SM) menyebutkan sebuah penyakit gigi.[11] Selama pemerintahan dinasti Sargonid Assyria pada 668 SM hingga 626 SM. ketika gula menjadi lebih mudah didapatkan di dunia Barat.11 Tingkat kejadian karies menurun pada masa Perunggu dan Besi. Peningkatan prevalensi karies secara periodik ini serupa dengan kejadi pada masa tahun 1000. Karies juga dituliskan oleh Homer dan Guy de Chauliac dalam tulisan mereka. Bukti pada kepercayaan ini juga ditemukan pada India. sebuah gigi yang diperkirakan berasal dari 5500 SM hingga 7000 SM menunjukkan sebuah lubang yang mungkin disebabkan gurdi gigi.org/wiki/Karies_gigi Sebuah teks dari Sumeria (5000 SM) menggambarkan sebuah "cacing gigi" sebagai penyebab karies. dan Tiongkok. Perawatan yang diberikan berupa obat-obatan herbal dan jampi-jampi. Umat Katolik menyampaikan doa dengan penyertaan Santo Appolonia. namun meningkat tajam pada masa pertengahan. proses pemasakan makanan menurunkan tingkat terjadinya karies. dituliskan bahwa dokter kerajaan memerlukan tindakan pencabutan gigi untuk mencegah penyebaran radang. Papirus Ebers. Sebuah gambar dari tahun 1300 Masehi. Jepang.Gambar 3. memiliki perawatan untuk meredakan rasa nyeri karena karies.

11 II. Sebelum kolonisasi. antara lain:12. Penemuan Miller. W. kemudian berubah menjadi bertani jagung. bersamaan penelitian terhadap plak gigi oleh G. mempermudah terjadinya karies. Miller memulai rangkaian penelitian untuk menyelediki perihal penyakit karies gigi. Faktor yang utama. Pada 1850. Ia menemukan bahwa ada bakteri yang hidup di rongga mulut dan mengeluarkan asam sehingga melarutkan struktur gigi ketika terdapat sisi karbohidrat.11 Pada 1890-an.13 1. adalah salah satu pihak pertama yang menolak ide cacing gigi tersebut. Ia menyebutkan bahwa konsumsi gulalah yang menjadi penyebab karies gigi. Indian Amerika Utara menggantungkan hidupnya pada berburu. kepercayaan bahwa "cacing gigi" sebagai penyebab karies ditepis oleh kelompok ilmuwan kedokteran.D. Williams.11 Pada masa pencerahan. prevalensi karies meningkat lagi dan disebabkan oleh pergeseran pola makan. Amerika Utara setelah memulai kontak dengan kolonial Eropa.L.Ada pula bukti yang menunjukkan adanya peningkatan tingkat karies di suku Indian. Pengaruh air ludah terhadap gigi sudah lama diketahui terutama dalam mempengaruhi kekerasan email. Pergantian diet makan ini menyebabkan peningkatan karies. Adapun hubungan air ludah dengan karies gigi yaitu sejak tahun 10 . Black dan J. kelenjar sublingualis. yang dikenal sebagai bapak kedokteran gigi masa kini. Gigi dan air ludah (Host) Bentuk gigi yang tidak beraturan dan air ludah yang banyak lagi kental.V. Air ludah ini dikeluarkan oleh kelenjar parotis. membuat sebuah dasar sebagai penjelasan patofisiologi karies yang diterima hingga kini. dan kelenjar submandibular. Penjelasan ini dikenal sebagai teori karies kemoparasitik. Penyebab Karies Banyak sekali faktor yang menyebabkan karies.[16] Pierre Fauchard.4.

Umur. Pengaruh ras terhadap terjadinya karies gigi amat sulit di tentukan tapi keadaan tulang rahang suatu ras bangsa mungkin berhubungan dengan prosentase karies yang semakin meningkat atu menurun. memudahkan terjadinya karies. 4. Frekuensi konsumsi dari karbohidrat tersebut tinggal di dalam mulut adalah secara langsung berhubungan dengan aktivitas karies. sehingga kebersihan mulut menjadi kurang terjaga. 5 pasang dengan prosentase karies yang sedang . Dari suatu penelitian terhadap 12 pasang orang tua dengan keadaan gigi yang baik. Tapi dengan teknik pencegahan karies yang demikian maju pada akhir-akhir ini. 3. Periode pubertas. Adanya bakteri penyebab karies. terlihat anak-anak dari 11 pasang orang tua yang memilki keadaan gigi yang cukup baik. Waktu. sebetulnya faktor keturunan dalam proses terjadinya karies tersebut telah dapat dikurangi. aktivitas ini membutuhkan sekurang-kurangnya 2 jam dan mungkin lebih lama lagi jika plak gigi menyusun dari titik dimana terjadi aktivitas destruksi. Pada masa puberta terjadi perubahan hormonal yang dapat menimbulkan pembengkakan gusi. sedangkan lebihnya 40 pasang lagi dengan prosentase karies yang tinggi. Sepanjang hidup dikenal 3 phase umur dilihat dari sudut gigi geligi. hanya 1 pasang anak yang memilki anak dengan gigi yang baik. Disamping itu dari 46 pasang orang tua dengan prosentase karies yang tinggi. 11 . Makanan yang kita dikonsumsi. Periode gigi campuran. 6. 5. 2.1901 oleh RiGoglet telah diketahui bahwa pasien dengan sekresi air ludah yang sedikit atau tidak ada sama sekali memilki prosentase karies gigi yang semakin meninggi. 7. i. Ras. Bakteri yang menyebabkan karies adalah dari jenis Streptococcus dan Lactobacillus. Keturunan. Disamping itu. Makanan yang mudah lengket dan menempel di gigi seperti permen dan coklat. umur antara 14 s/d 20 tahun. M 1 yang paling serinh terkena karies ii.

Umur antara lebih sukar dibersihkan 40 s/d 50 tahun. Unsur-unsur kimia yang mempunyai pengaruh terhadap karies gigi yang masih dalam penelitian unsur kimia yang paling mempengaruhi prosentase karies gigi ialah flour. Perkembangan Terjadinya Karies Terjadinya karies adalah suatu keadaan biologis dengan berperannya banyak faktor. menurutnya karies timbul pada tempat-tempat dimana sisa makanan sering lama tertinggal dan oleh ludah diuraikan menjadi asam oleh sebab itu. Sebaiknya dihindari juga pengaruh pembersihan oleh ludah dan pentingnya makanan yang bergizi pada waktu 12 . 9. Di samping itu.iii. Plak terbentuk dari campuran antara bahan-bahan air ludah seperti mucin.Pada umur ini sudah terjadi retraksi atau menurunnya gusi dan papila sehingga sisa-sisa makanan sering 8. Tiap faktor ini secara tidak benar dilihat sebagai satusatunya sebab. Vitamin berpengaruh pada proses terjadinya karies gigi.5. Regnan. cemilan-cemilan ringan seperti keripik singkong atau keripik kentang bisa lebih berbahaya untuk memicu karies daripada permen biasa. biasanya merupakan suatu rangkaian penuh faktor-faktor yang akhirnya sampai pada suatu hasil. 10. limposit dengan sisa-sisa makanan serta bakteri Fakta yang menarik untuk diketahui oleh pembaca adalah ternyata keju yang dikonsumsi secara teratur bisa menjadi salah satu usaha untuk mencegah terjadinya karies pada gigi. Unsur kimia. sisa-sisa sel jaringan mulut.14 II. permen dan makanan yang terbuat dari gandum seperti biskuit. dia memperingatkan penggunaan makanan yang mengandung gula seperti coklat. terutama pada periode pembentukan gigi. leukosit. 1830 melihat karies sebagai proses kimiawi yang dimulai dari sebelah luar.

maka gigi menjadi peka karena peradangan dan infeksi telah menyebar keluar dari ujung akar dan menyebabkan abses (penumpukan nanah). Nyeri yang dirasakan jika meminum minuman dingin atau makan permen menunjukkan bahwa pulpa masih sehat.4 II. Nanah bisa terus terkumpul dan menyebabkan pembengkakan pada 13 . Nyeri tetap ada walaupun perangsangnya dihilangkan (contohnya air dingin ). Sakit gigi dapat terjadi karena :8 • • • akar tercemar. proses menggigit akan mengembalikan gigi ke tempatnya. Suatu kavitasi yang timbul di dekat atau telah mencapai pulpa menyebabkan kerusakan yang tidak dapat diperbaiki. maka gigi bisa diselamatkan dan tampaknya tidak akan timbul nyeri maupun kesulitan menelan. suatu kavitasi di dalam enamel tidak menyebabkan sakit. tetapi tidak lama kemudian (beberapa jam sampai beberapa hari) jika dipakai untuk menggigit atau jika lidah maupun jari tangan menekan gigi yang terkena. Bahkan gigi terasa sakit meskipun tidak ada perangsangan (sakit gigi spontan). nyeri baru timbul jika pembusukan sudah mencapai dentin. Nanah yang terkumpul di sekitar gigi cenderung akan mendorong gigi keluar dari kantongnya. Biasanya.1993). disertai nyeri yang luar biasa. maka untuk sementara waktu nyeri akan hilang. Sedangkan menurut Ficinus (1986) mengemukakan bahwa karies disebabkan oleh sisa makanan yang teringgal di dalam mulut dan difermentasikan oleh bakteri (Sutatmi.6. Penyumbatan sinus bisa menyebabkan gigi atas menjadi peka. serta dianjurkan menyikat gigi untuk mencegah karies.pembentukan gigi.8 Jika bakteri masuk ke dalam pulpa dan pulpa mati. Jika pengobatan dilakukan pada stadium ini. Gejala Karies Tidak semua nyeri gigi disebabkan karena kavitasi. tetapi tidak membusuk terlalu kuat mengunyah gigi patah.

dokter gigi akan membersihkan jaringan karies kemudian menutupnya dengan bahan restorasi amalgam atau bahan yang lebih baru yang sewarna dengan gigi. Bila karies sudah mencapai ruang pulpa maka bakteri akan memasuki ruang tersebut dan mengakibatkan keradangan pada jaringan pulpa tersebut. Perawatan pada tahap ini adalah perawatan saluran akar. yaitu resin komposit secara langsung. antara lain ke jantung dan otak sehingga bisa menimbulkan gangguan serius di kedua organ vital tersebut. Perawatan pada kasus ini cukup sederhana. Pada tahap ini penderita akan mengalami rasa nyeri yang luar biasa serta biasanya menjalar ke daerah telinga dan kepala. Bila karies sudah meluas ke lapisan dentin. Pembuluh saraf akan terpapar dengan udara luar. Penderita akan mengalami sulit tidur dan stres mental sehingga kondisi umum menjadi jelek. Biasanya penumpatan secara langsung masih bisa dilakukan dengan memberikan bahan pelapis sebelum diberikan bahan penumpat. Perawatan saluran akar mutlak perlu dilakukan sebelum dilakukan penumpatan.gusi di dekatnya atau bisa menyebar lebih jauh melalui rahang (selulitis) dan mengalir ke dalam mulut atau bahkan menembus kulit di dekat rahang.8 Karies dalam Beberapa Tingkatan8 Bila karies baru sedalam lapisan email. terutama bila terkena rangsangan dingin dan makan makanan manis. akan tetapi 14 . biasanya belum terjadi rasa nyeri. Bila pada tahap keradangan pulpa gigi masih belum juga dirawat. mulai terasa rasa nyeri. Kerangan yang kian meluas ini mengakibatkan tersebarnya bakteri ke seluruh tubuh melalui aliran darah. Invasi bakteri bisa menjalar sampai tulang rahang dan mengakibatkan keradangan di tulang rahang dan mengakibatkan pembengkakan (abses). Jaringan gangrena di ruang pulpa akan menjadi busuk dan menimbulkan bau mulut yang tidak sedap. maka invasi bakteri akan mematikan pembuluh saraf dan pembuluh darah sehingga terjadi gangrena (kematian jaringan karena bakteri).

Karies celah dan fisura Celah dan fisura adalah tanda anatomis gigi. a. dan membuat suatu turunan atau depresio yang khas pada strutkur permukaan email. Karies celah dan fisura terkadang sulit dideteksi. II. Celah yang ada daerah pipi atau bukal ditemukan di gigi geraham. yaitu karies yang ditemukan di permukaan halus dan karies di celah atau fisura gigi.16  Lokasi Secara umum. lubang akan menyebar secara lateral. Karies permukaan halus Ada tiga macam karies permukaan halus. Klasifikasi Karies Karies gigi dapat dikelompokkan berdasarkan :11. 15 . ada dua tipe karies gigi bila dibedakan lokasinya. Di dentin. Karies akar terbentuk pada permukaan akar gigi. email atau enamel terdekat berlubang semakin dalam. Fisura terbentuk saat perkembangan alur. b. Ketika karies telah mencapai dentin pada pertemuan enamel-dental. proses perlubangan akan mengikuti pola segitiga ke arah pulpa gigi. Tempat ini mudah sekali menjadi lokasi karies gigi. atau dikenal juga sebagai karies interproksimal. Tipe ketiga karies ini terbentuk pada permukaan lainnya. terbentuk pada permukaan halus antara batas gigi. o Karies proksimal. Semakin berkembangnya proses perlubangan akrena karies.7. dan tidak sepenuhnya menyatu.karena kompleksnya permasalahan yang sering dihadapi perawatan yang dilakukan seringkali mengalami kegagalan.15.

dengan sendirinya juga karena lebih mudahnya diperoleh perwatan kesehtan gigi serta pengetahuan tentag metode pencegahan kehilangamn gigi 16 . Permukaan akar lebih rentan terkena proses demineralisasi daripada enamel atau email karena sementumnya demineraliasi pada pH 6. titik hitam pada batas gigi menunjukkan sebuah karies proksimal. Dulunya karies gigi dikenal sebagai penyakit yang mengenia remaja dan anka-ankan. di mana lebih tinggi dari enamel.Gambar 4. dan permukaan lingual. Karies akar lebih sering ditemukan di permukaan fasial. Gigi geraham atas merupakan lokasi tersering dari karies akar. Radiografi Karies Proksimal Sumber : http://id.org/wiki/Karies_gigi Pada radiograf ini. Tipe ini kadang tidak dapat dideteksi secara visual atau manual dengan sebuah explorer gigi. tersedianya perwatan medis serta menibkatnya perhatian ksehtan . permukaan interproksimal. karies ini tidak akan berkembang karena tidak dapat terpapar oleh plak bakteri.7. Bila gusi sehat. Nmaun.wikipedia. dengan bertmabhanya umur manusia karena meningkatnya perwatan medis. Karies proksimal ini memerlukan pemeriksaan radiografi. o Karies akar adalah tipe karies yang sering terjadi dan biasanya terbentuk ketika permukaan akar telah terbuka karena resesi gusi. Orang dewasa biasanya pada usia pertengahan sudah dicabut giginya sehingga masalah gigi bagi mereka dipustkan pada pembuatan gigi tiruan. Karies proksimal adalah tipe yang paling sulit dideteksi.

Luas Karies 1. Lesi email yang terdemineralisasi ini belum meluas ke DEJ. Waktu yang kurang bagi pigmentasi ekstrinsik menjelaskan warnanya lebih ringan. Lesi ini dapat diremineralisasi jika dilakukan tindakan korektif yang sesegera mungkin terhadap lingkungan mulut. yang juga sering disebut karies rampan adalah ketika penyakit menimbulkan kerusakan pada gigi dengan cepat. dan permukaan email masih keras dan masih halus ketika disentuh. lesi tampak putih opak ketika dikeringkan dengan semprotan udara dan akan tampak tidak terlihat jika dibasahi. termasuk penghilangan dan kontrol plak. Karies Insipien (reversible) Karies insipien adalah tanda pertama adanya aktivitas karies pada email.  Kecepatan Perkembangan Karies 1.yang menyebabkan bertambhanya pasien lanjut usia yang memilki dan memperthankan gigi aslinya. permukaan email rusak dan biasanya lesi sudah meluas ke dentin. 2. Biasanya berupa lesi yang banyak. halus dan berwarna lebih muda (terang) dalam mulut. 2. Karies akut (rampan) Karies akut. Cavitated caries (nonreversible) Pada karies kavitasi. bersifat infeksius. Kecepatannya yang lambat dikarenakan oleh periode ketika struktur gigi yang terdemineralisasi hamper teremineralisasi. Biasanya remineralisasi tidak mungkin dilakukan dan perawatan dengan preparasi dan restorasi gigi lebih sering diindikasikan. Kondisi ini dapat terjadi hanya  17 . Karies kronis (lambat) Karies kronis berjalan lambat atau bias tertunda mengikuti beberapa fase aktif. Pada permukaan email yang licin.

2. mesial.  Cara Meluas Karies yang meluas dari email ke dentin dalam bentuk kerucut. lingual. distal. yaitu merembes kea rah dalam. 2. sedangkan dentin belum terkena. Banyak Permukaan Gigi yang Terkena Karies 1. Karies Media Karies sudah mengenai dentin. Karies Superficial  18 . bukal. Misalnya : mesio-insisal. Misalnya. labial. dan lesi ini tidak berwarna dan cukup keras. disto-insisal. oklusal. Unterminirende caries Karies yang meluas dari email ke dentin dengan jalan meluas kearah samping.pada beberapa lokasi di dalam mulut. Penetrierende caries 2. 1. mesio-oklusal. Karies kompleks Karies yang sudah luas dan mengenai lebih dari satu bidang permukaan gigi. Perluasannya secara penetrasi. tetapi belum melebihi setengah dentin. 3.  1. Dalam Karies Karies baru mengenai enamel saja. sehingga menyebabkan bentuk seperti periuk. Simple caries Karies yang dijumpai pada satu permukaan saja. Karies Profunda Karies sudah mengenai lebih dari setengah dentin dan kadang-kadang sudah mengenai pulpa.

dijumpai dalam sebenarnya keadaan khusus. Ini juga dapat terjadi pada elemen tetap yang terutama dijumpai pada orang tua. dapat berpengaruhi dentin. Pada gigi geligi sulung sering dilahat bahwa bukal pada gigi depan dan pada gigi molar setelah jatuhnya dinding-dinding kavitas mempunyai lebih sedikit retensi plak. II. karies mungkin hanya mempengaruhi enamel. antara lain :17 o Karies Sika Suatu bentuk yang mendapat sebutan karies sika. Teruatama pada tukang roti karies terdapat pada permukaan bukal elemenelemen. Bahan tepung dan gula pada tukang roti dan pada pekerja produksi dalam industri barang dagangan manis-manis yang banyak makanan kecil menyebabkan orang-orang ini mempunyai banyak karies. atau sementum.8. Pada awal perkembangannya. Namun ketika karies semakin luas. o Karies Tukang Roti Ini adalah suatu kelainan dalam mulut yang timbul akibat pekerjaannya yang hanya sedikit dijumpai. Sementum adalah jaringan keras yang melapisi akar gigi. dentin.Jaringan Keras yang Terpengaruh Bergantung pda jaringan keras mana yang terpengaruh. Bentuk Penampilan Khusus Karies Terdapat beberapa bentuk karies. maka dapat dibedakan karies yang mempengaruhi enamel. Ini adalah karies yang berkembang sangat cepat pada anka-anak balita yang selalu minum susu atau minuman manis lainnya ditempat tidur dari botol. 19 . o Karies Botol Suatu bentuk khusus lain karies adalah karies botol. Biasanya banyak elemen yang terserang. maka sementum dapat terkena bila akar gigi terbuka.

sementum adalah suatu bentuk karies yang timbul pada orang tua juga banyak dilhat pada permukaan aproksimal. Mikroorganisme yang menyebabkan rusaknya gigi harus memiliki syarat-syarat sebagai berikut :4 sangat acidogenik dapat mempertahankan keasaman dalam mulut  mampu melekat pada permukaan gigi yang bersih atau pada permukaan plak yang ada  dapat menyebabkan karies pada email.o Karies sementum akar dan karies leher Ini dapat terjadi pada gingiva terletak pada batas email. karies dianggap sebagai salah satu penyakit yang dapat ditularkan dan dipindahkan. mungkin karena kontak oral. Kuman-kuman tersebut dapat tumbuh subur dalam suasana asam dan dapat menempel pada permukaan gigi sehingga menyebabkan matriks plak gigi mempunyai konsistensi seperti gelatin.4 20 . Peran Bakteri Di dalam mulut terdapat bermacam-macam mikroorganisme. Dan karena plak makin tebal. jumlah streptococcus mutans dan laktobasilus lebih banyak dibanding dalam mulut orang yang bebas karies. maka hal ini akan menghambat fungsi saliva dalam menetralkan plak tersebut. Streptococcus mutans dan laktobacilus merupakan kuman yang kariogenik karena mampu segera membuat asam dari karbohidrat yang dapat diragikan. bakteri-bakteri dapat melekat pada gigi satu sama lain. Penyelidikan akhir-akhir ini juga memperlihatkan bahwa streptococcus mutans dapat dipindahkan dari ibu ke bayinya. Oleh karena itu.9. Elemen-elemen yang dalam masa sepuluh tahun tetap utuh dapat juga menjadi korban karies ini. dentin dan sementum. Ternyata dalam mulut pasien yang karies aktif. Akibatnya. II.

Oleh mikroorganisme ini. Streptococcus sanguis. jenis karbohidrat yang paling kariogenik adalah gula atau sukrosa karena mempunyai kemampuan untuk menolong pertumbuhan bakteri kariogenetik.BAB III PEMBAHASAN III. 21 . Kebiasaan Makan dan Karies Gigi Yang berdiet karbohidrat cenderung mempunyai lebih banyak karies. Streptococcus salivarius. Karbohidrat yang memenuhi ke tiga syarat tersebut :1 1) Starch (polisakharida) 2) Sukrosa (disakharida) 3) Glukosa (monosakharida). Mikroorganisme yang aktif menyebabkan karies gigi adalah Streptococcus mutans.1. gula diubah menjadi asam yang berperan untuk terjadinya permulaan karies gigi Karbohidrat yang dapat menyebabkan karies dentis harus bersifat :1 1) Ada dalam diet dalam jumlah yang berarti 2) Siap difermentasikan oleh bakteri kariogenik 3) Larut secara perlahan-lahan dalam mulut.

Jumlah konsumsi rata-rata kalsium.wikipedia.1 Studi epidemiologi menunjukkan bahwa kejadian karies sangat berbeda antara kelompok-kelompok penduduk. terdiri dari sayuran segar dan mentah. Telah dibuktikan dari berbagai penelitian bahwa gula dalam diet merupakan penyebab utama karies. buah dan sayuran. Tetapi setelah anak dilepas dari Hope Wood dan mendapat diet yang konvensional. kecuali pada hari-hari terakhir diberi makanan di antara waktu makan secara terbatas yaitu susu. Mereka diberi diet yang tetap nilai nutrisinya.1 22 . Prevalensi karies pada anak-anak Hope Wood tersebut pada gigi tetapnya adalah sepersepuluh dari rata-rata anak Australia seumur yang tinggal di luar panti.org/wiki/Karies_gigi Suatu studi epidemiologi mengenai status gigi anak usia 3 sampai 14 tahun dilakukan di panti asuhan Hope Wood Australia selama sepuluh tahun. tetapi diet dipertimbangkan sebagai perbedaan utama antara kelompok-kelompok bangsa meskipun ada juga faktor genetik. dan kuning telur. fosfor dan fluor juga kurang. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa diet yang tetap sampai umur 12 tahun tidak mengakibatkan gigi imun terhadap karies . mungkin ini juga mempengaruhi timbulnya karies gigi pada anak-anak tersebut. Streptococcus mutans. Sumber : http://id.Gambar 5. Rendahnya karies tersebut lebih nyata lagi karena keadaan oral hygiene yang buruk (75% anak menderita penyakit periodontal) dan rendahnya kadar fluor. setelah 12 tahun mereka tinggal di luar panti asuhan. Di sini anak dibesarkan dari bayi. laju kariesnya meningkat. Penelitian Sri Mayangsari 1981 di SD Bangka 3 Bogor terhadap 30 kasus menunjukkan bahwa frekuensi karies tinggi bila rata-rata jumlah konsumsi refined karbohidrat tinggi dan kebersihan mulut kurang. diet tanpa daging dan pemberian refined karbohidrat terbatas dan ketat.

caramel. jika gula dalam bentuk toffe. Hasil study Vipeholm menunjukkan bahwa insiden karies sangat bervariasi. karamel dikonsumsi akan makin besar kecenderungan terjadinya peningkatan karies gigi. Dari studi ini disimpulkan bahwa aktifitas karies akan meningkat dengan adanya konsumsi gula. coklat. rendah klarbohidrat serta non gula memiliki aktifitas karies yang rendah. Sebagai contoh sukrosa dalam bentuk makanan batangan (toffee.III. yaitu waktu yang diperlukan seseorang untuk menghilangkan makanan dari dalam mulut dan mengurangi konsentrasi karbohidrat dan orang yang menahan makanan dalam mulut untuk waktu yang lama mempunyai resiko karies yang tinggi. Mengenai waktu pembersihan dalam mulut. aktifitas karies tetap rendah atau tidak ada sama sekali.4 Makin sering seseorang makan karbohidrat. Mereka yang mengkonsumsi lebih banyak buah dan 23 . Gustafson dan rekan-rekannya melakukan studi atas karies gigi dan mengamati bahwa pasien yang makan makanan berkadar lemak tinggi.2.4 Sukrosa dibuktikan dalam toffee.4 Potgieter dan rekan meneliti status gizi dalam hubungannya dengan makanan dan ditentukan dengan mencatat pengkonsumsian makanan dalam seminggu dari 800 anak sekolah di connecticut. Bentuk batangan sukrosa ini mempunyai potensi karies yang besar dibandingkan dengan bentuk non batangan seperti minuman. makin tinggi resiko terjadinya karies. Hubungan antara Makanan Ringan dan Karies Gigi Beberapa penelitian yang dilaporkan tahun belakangan ini menunjukkan hubungan antara makanan dengan karies gigi. caramel) mempunyai kecenderungan untuk tertinggal pada gigi sehingga konsentrasi pemeliharaan sukrosa tinggi pada permukaan gigi dan membutuhkan waktu yang lama. saat gula halus ditambahkan pada makanan sebagai pelengkap. meski demikian saat karamel dimakan diantara dua waktu makan secara statik akan ada peningkatan jumlah lesi karies yang timbul. Frekuensi dari sukrosa yang masuk adalah faktor penentu yang lebih penting dari kariogenitas jumlah total pengkonsumsian sukrosa. roti atau dalam bentuk minuman lainnya pada waktu makan atau diantara waktu makan.

Jenis makanan yang paling populer dikonsumsi diantara dua waktu makan adalah minuman ringan. maka sukrosa dianggap ”Arch Criminal” dari karies gigi.4 III. kuekue ringan serta es krim. 24 . Berbagai Jenis Makanan yang dapat Mencegah Karies Berbagai jenis makan yang kita makanan telah diketahui dapat mencegah terjadinya karies gigi. Makanan tersebut.4 Mc Donald and Andrew menemukan bahwa rata-rata gula mingguan ekuivalen/sama dengan 164 sendok teh dan gula diantara dua waktu makan sama dengan 55 sendok teh.3. Filling. Yang lebih penting adalah jumlah dan frekuensi sukrosa yang dikonsumsi. Sukrosa sebagai Arch Criminal Berdasarkan kegunaan dan terjadinya perusakan terhadap gigi. permen. antara lain :7 a. fosfor dan vitamin terutama vitamin Central dan D. Pada kelompok anak usia sekolah ditemukan bahwa makanan ringan yang mereka makan diantara dua waktu makan dominan mengandung kadar gula atau adhesivenes yang tinggi. Teeth) yang lebih rendah. Jumlah ”suplai asam” yang banyak pada pemakaian tinggi makanan dan minuman yang mengandung gula dalam waktu lama memberi erangan asam dan dekalsifikasi jaringan keras gigi. Frekuensi konsumsi makanan ringan diantara dua waktu makan juga menggambarkan hubungan dengan aktifitas karies gigi. Missing.10 III. kira-kira 1/3 gula atau karbohidrat nonfermentasi dikonsumsi dalam bentuk makanan ringan yang dimakan diantara dua waktu makan.sayuran serta memiliki dasar makanan yang baik. Makanan yang mengandung Kalsium.4 Weiss dan Trithart melaporkan bukti tambahan mengenai hubungan antara kebiasaan makan dengan karies gigi. memiliki tingkat DMFT (Decayed.4.

Sikat gigi harus tetap kita lakukan untuk mencegah terjadinya karies. Makanan yang mengandung kalsium. Pada saat kita kunyak makanan ini akan membersihkan gigi dari penyebab karies. 25 . maka bakteri penyebab karies tersebut sulit untuk menimbulkan kerusakan pada gigi. Makanan yang mengandung protein Protein juga telah diketahui dapat menghambat terjadinya proses karies atau kerusakan gigi oleh kuman dan asam. seledri. Bahan ini dapat menghalangi atau menghambat kerja bakteri penyebab karies. Makanan yang mengandung lemak Lemak dapat mencegah terjadinya karies atau lubang gigi karena dapat membentuk lapisan minyak pada permukaan gigi. Makanan yang mempunyai daya pembersih Makanan yang mempunyai daya pembersih gigi banyak terdapat pada makanan yang berserat. D dapat menguatkan gigi. Namun demikian meskipun kita sudah makan makanan berserat bukan berarti kita tidak harus menyikat gigi setelah makan. Makanan ini banyak terdapat pada apel. kacang-kacangan. telur. Adapun makanan yang kaya akan kandungan protein antara lain : tahu. ikan. Apabila kita makan banyak sayuran. sehingga gigi menjadi licin dan karbohidrat sulit melekat pada gigi. menyebabkan orang tersebut jarang terserang karies. telur dan buah-buahan. Sayur-sayuran Sayur-sayuran terutama bayam. d. c. Sebagai contoh orang-orang Eskimo yang mempunyai kebiasaan makan ikan laut yang banyak mengandung minyak ikan. tempe. selada mempunyai kandungan yang disebut nitrat. Makanan ini baik kita makan sesudah makan atau diantara waktu makan. jambu dan sebagainya. e. b. jeruk.Pada umumnya jenis-jenis makanan yang mengandung bahan tersebut antra lain susu. daging. roti dan lain sebagainya. susu. sehingga gigi tidak mudah terjadi karies atau lubang gigi. fosfor dan vitamin Central.

Sehari diberi makn emmpat kali sehari dan selam setahun pasien menrima diet yang relatif rendah gula. Pasien yang menderita penyakit ini kekurangan enzim hati sehingga makanan yang mengandung fruktosa akan mengakibatkan rasa mual yang hebat. maka selain sikat gigi kita juga harus memperhatikan dan menjaga makanan yang kita makan sehari-hari. Hal itu berhubungan dengan ada tidaknya karbohidrat yang ada dalam makanan yang kita makan.Pembatasan diet yang ketat pada banyak negara selam perang dunia kedua diikuti oleh penuruna karies penduduknya.Berdasarkan hal tersebut di atas. jumlah makanan yang dimakan.5. Makanan tersebut hendaknya mengandung bahan-bahan makanan yang mengandung bahan di atas. 26 . Bukti Hubungan Diet dengan Karies Gigi Bukti-bukti tentang hubungan diet dan karies dieroleh dari penelitian epidemiologi. uji coba klinik pada manusia. Selain itu pengaruh makanan tterhadap timbulnya karies juga ditentukan oleh macam makanan yang dimakan. jumlah karbohidrat yang dimakan dan kapan makanan yang mempunyai daya bersih kita makan. dinilai jumlah karies baru yang terbentuk dan nayat sangat sedikit Psas pecpobaan selanjutnya.bukti lain mengenai hubungan diet dan karies adalah berkaitan dengan penyakit herediter yang jarang.18  Bukti epidemiologi Konsumsi gula dalam jumlah yang cukup banyak kini sedang melanda banyak daerah di dunia.  Uji Coba pada Manusia Pasien dibagi menjadi suatu kelompok kontrol dan enam keolompok eksperimen. urutan makanan itu dimakan dan makanan tersebut dipersiapkan. kapan kita makan makanan itu.6 III. Bukti tentang adanya hubungan antar diet dan karies telah dicatat baik sesudah dan sebelum peningkatan ketersediaan gula. Selam periode ini.

 Penelitian pH Plak Pengukuran Ph sebelum. termasuk penambahan suplemen sukrose yang banyak dalam bentuk yang lengket dan tidak lengket. selama dan sesudah makan bisa merupakan petunjuk ke arah potensi kariogenik suatu makana. tapi dokter gigi harus selalu memperhatikan perubahan keadaan kariesnya. Penelitian ph plak juga digunkan untuk membedkan potensikariofenik bermacam-macam gula. dan maltosa. Ketika tikus ini. Hal ininmenunjukkan mikroflora oral yang kariogenik sangat penting dalam pembentukan karies. Akan tetapi. fruktosa. yang mulutnya bebas kuman. III. sukrosa. Jika pasien mulai terserang lesi. Anjuran Mengenai Diet Makanan dan minuman manis yang dikomsumsi di antara waktu makan sangat berbahaya dan harus dihindari oleh pasien yang sangat rentan terhadap karies. dokter gigi hanya perlu menanyakan tentang beberpa perubahan. baik pda waktu makan maupun di antara waktu makan  Percobaan Pada Binatang Binatang percobaan yang sering daipaki adalah tikus.18 Diet bisa saja konstan selama beberapa tahun. Untuk mengetahui apakah pasien telah mengikuti anjuran diet. harus dicari penyebab dalam dietnya. pH plak dapat diukur secaraintra oral denag menempatkan secara ekstra oral menggunakn sampel plak.dinilai efek terhadapa karies karena perubahan diet. Konsumsi makan dan kebiasaan diet sangat sukar untuk dipengaruhi.6. berapa peneliti telah menegaskan bahwa menyertai nasihat diet lebih baik diikuti dengan 27 . Menghentikan kudapan dan minum sebelum tidur sangat penting mengingat poduksi saliva sebenarnya tidak ada pada waktu tidur dan pH plak akan tetap rendah selama beberapa jam. diberi makan makanan yang karigenik ternyata karies tidak tumbuh.

gula yang seperti glukosa juga jelek buat gigi walaupun memang daya merusak giginya lebih kecil dibanding sukrosa.18 III.8. gula lainnya tetap berbahaya. Kesalahpahaman mengenai Diet Jumlah kesalahpahaman mengenai diet dan karies memang ada satu kesalahpahaman yang serius adalah bahwa hanya karbohidrat yang terolah saja yang berbahaya bagi gigi sedangkan yang lain tidak. Makanan kariogenik Manusia membutuhkan makanan yang mengandung karbohidrat protein dan lemak untuk perkembangan dan pertumbuhan begitu pula dengan pembentukan email dan klasifikasi. Karbohidrat bentuk tepung dan cairan lebih mudah lengket dan hancur di dalam mulut serta lebih mudah terjadinya karies. Sukrosa merupakan jenis gula yang paling kariogenik karena sintesa polisakarida ekstra sel dari sukrosa lebih cepat daripada glukosa. Akan tetapi. fruktosa dan laktosa. Jika pasien mengikuti nasihat diet dengan baik.Mutan dan laktobacilus. jumlah kuman yang terhitung akan rendah. Namun.18 III. 28 .pemeriksaan mikrobiologi untuk menghitung jumlah S. Bila sesorang mengkomsumsi karbohidrat jenis gula-gula yang mudah melekat pada permukaan gigigeligi akan berisiko meningkatkan terjadinya karies gigi.karies bukan saja jenis karbohidrat tetapi frekuensi dan bentuk fisik juga.7. Sukrosa memang dianggap sebagai biang keladinya karena penggunaannya yang begitu banyak digunakan oleh pembuat makanan diseluruh dunia sebagi salah satu unsur resep makanannya dan dapat segera digunkakan oleh kuman untuk membentuk polisakarida ekstrasel yang membuat plak menjadi lebih tebal dan lebih lengket.

Bagi anak yang sudah mampu memegang sikat gigi. Pencegahan Karies Kualitas gigi dan pembentukannya ditentukan sejak janin usia enam minggu di dalam kandungan. makanan manis yang mengandung gula yang menempel di gigi akan mengalami fermentasi oleh bakteri penyebab karies yaitu Streptococcus mutans.Hal lain yang mempengaruhi kejadian karies gigi bila dihubingkan dengan frekuensi konsumsi makan jajanan yaitu jenis makanan yang manis dan melekat seta tidak mudah dibersihkan . Pengendalian makanan penyebab karies. meskipun akhirnya bantuan orang-tua tetap diperlukan. ciptakan suasana menyikat gigi yang menyenangkan. tidak melukai pipi dan gusi pada waktu sikat digerakan. pegangan sikat dengan kepala sikat yang lurus dapat memudahkan anak memegang sikat gigi. Gosoklah perlahan di seluruh permukaan giginya yang diperlukan adalah ketelatenan anda. Untuk bayi.9. pembersihan di lakukan dengan kasa steril yang dibasahi air matang. Ibu hamil yang rajin mengonsumsi kalsium akan menpunyai bayi yang pertumbuhan gigi dan tulang yang bagus. Orangtua hendaknya selalu membersihkan sisa makanan ataupun sisa susu setiap kali anak habis makan atau minum susu atau memberinya air putih setiap kali habis makan atau minum susu.Gunakan kepala sikat gigi yang tak terlalu besar dan ber bulu lembut.19 III.20 29 . supaya ia bisa menggosok bagian dalam dan belakang dengan nyaman.

Perawatan ini bertujuan untuk menjaha struktur lainnya dan mencegah perusakan lebih lanjut.15 Tindakan pencegahan lainnya yang dapat dilakukan yakni dengan terapi florida. Efek ini mungkin disebabkan ketidakmampuan bakteri memetabolisme xilitol. Florida dapat membuat enbamel resisten terhadap karies.wikipedia. Gula yang tersisa pada mulut dapat memproduksi asam oleh bakteri. vaksin untuk melawan bakteri karies. Terapi florida dapat menjadi pilihan untuk mencengah karies.org/wiki/Karies_gigi Untuk kesehatan gigi. Permen ini telah populer di Finlandia. walaupun remineralisasi pada karies yang sangat kecil dapat timbul bila kebersihan dapat dipertahankan.11 30 .Gambar 6. vaksin ini telah berhasil diujicobakan pada hewan.10. dan uji coba klinis pada manusia pada Mei 2006 . Pada 2004. Sedang dikembangkan pula. Menyikat gigi sebagai salah satu cara pencegahan karies Sumber : http://id. florida topikal dapat digunakan untuk merangsang remineralisasi. Penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa pemberian radiasi laser intensitas rendah dengan laser ion argon dapat mencengah karies enamel dan lesi daerah bercak putih. Untuk lesi yang besar dapat diberikan perawatan khusus. pengaturan konsumsi gula penting diperhatikan.21 III. Pengobatan Karies Struktur gigi yang rusak tidak dapat sembuh sempurna. Pengonsumsian permen karet dengan xilitol dapat melindungi gigi. Cara ini telah terbukti menurunkan kasus karies gigi. Untuk lesi yang ringan. Florida sering ditambahkan pada pasta gigi dan cairan pembersih mulut.

Anestesi lokal.Secara umum. Bekas gigi akan diberikan material seperti karet yang disebut gutta percha. dan emas. diperlukan terapi kanal akar pada gigi. bila gigi tersebut telah hancur karena proses pelubangan. pengobatan lebih awal akan lebih nyaman dan murah dibandingkan perawatan lanjut karena lubang yang lebih buruk.10 Pada kasus tertentu. termasuk saraf dan pembuluh darahnya. Pembuangan bor dapat membuang struktur yang sudah berlubang. resin untuk gigi. Pencabutan atau ekstraksi gigi juga menjadi pilihan perawatan karies. dibuang.Bila bahan tersebut tidak dapat digunakan. porselin. maka diperlukan zat crown yang terbutat dari emas. porselin atau porselin yang dicampur logam. Terapi kanal gigi atau terapi endodontik. Saat terapi.11 Material untuk penyembuhan meliputi amalgam. Ketika lubang sudah dibersihkan. Resin dan porselin dapat digunakan untuk menyamakan warna dengan gigi asal dan lebih sering digunakan. Sebuah alat seperti sendok dapat membersihkan lubang dengan baik. atau onat lainnya dapat meredam nyeri. pulpa. direkomendasikan bila pulpa telah mati karena infeksi atau trauma. oksida nitro. maka diperlukan sebuah teknik penyembuhan untuk mengembalikan fungsionalitas dan keadaan estetikanya.11 31 .

bakteri dan waktu 32 . antara lain :  Karbohidrat atau sakarida adalah segolongan besar senyawa organik yang tersusun hanya dari atom karbon. makanan.  Sejarah kariesyaitu adanya bukti arkeologis menunjukkan bahwa karies gigi sudah ada sejak masa prasejarah. dan oksigen  Karbohidrat dibedakan atas monosakarida. Sebuah gurdi atau bor dari kayu ditemukan pada masa neolitikum  Adapun penyebab karies yaitu host. Adanya peningkatan prevalensi karies sejak masa neolitikum mungkin disebabkan banyaknya konsumsi makanan dari tumbuhan yang banyak mengandung karbohidrat. Sebuah tengkorak yang diperkirakan berasal dari satu juta tahun yang lalu dari masa neolitikum memberi petunjuk adanya karies. hidrogen.BAB IV PENUTUP IV.1 KESIMPULAN Adapun beberapa kesimpulan yang dapat diperoleh. disakarida dan polisakarida  Karies gigi merupakan suatu penyakit infeksi pada jaringan keras gigi yang mengakibatkan kerusakan struktur gigi dan bersifat kronis.

sering dikonsumsi. maka kemungkinan terjadinya karies juga cukup tinggi  Karies dibedakan beberapa tahapan yaitu • Bila karies baru sedalam lapisan email. Bahan makanan (karbohidrat) dapat memicu terjadinya karies gigi harus kontak dengan permukaan gigi dalam waktu cukup lama. Pada tahap ini penderita akan mengalami rasa nyeri yang luar biasa serta biasanya menjalar ke daerah telinga dan kepala • Invasi bakteri bisa menjalar sampai tulang rahang dan mengakibatkan keradangan di tulang rahang dan mengakibatkan pembengkakan (abses). Pembuluh saraf akan terpapar dengan udara luar. mulai terasa rasa nyeri. terutama jenis yang lengket atau melekat pada gigi . biasanya belum terjadi rasa nyeri • Bila karies sudah meluas ke lapisan dentin. karies permukaan halus) Luas ( karies insipen dan cavitated caries) Kecepatan Perkembangan Karies ( Karies akut dan karies kronis.  Klasifikasi karies dibagi berdasarkan : • • • • • Lokasi ( karies celah dan fissure . ) Cara Meluas(Penetrierende caries dan Unterminirende caries ) Banyak Permukaan Gigi yang Terkena Karies( simple karies dan karies kompleks ) 33 . Karbohidrat ini apabila terdapat dalam jumlah cukup besar. terutama bila terkena rangsangan dingin dan makan makanan manis • Bila karies sudah mencapai ruang pulpa maka bakteri akan memasuki ruang tersebut dan mengakibatkan keradangan pada jaringan pulpa tersebut.

jika gula dalam bentuk toffe. Streptococcus salivarius. maka sukrosa dianggap ”Arch Criminal” dari karies gigi.  Berdasarkan kegunaan dan terjadinya perusakan terhadap gigi. jenis karbohidrat yang paling kariogenik adalah gula atau sukrosa karena mempunyai kemampuan untuk menolong pertumbuhan bakteri kariogenetik  Mikroorganisme yang aktif menyebabkan karies gigi adalah Streptococcus mutans. Streptococcus sanguis. karies tukang roti. fosfor dan vitamin terutama vitamin Central dan D • • Makanan yang mengandung protein Makanan yang mengandung lemak 34 . Karies Profunda ) Jaringan Karies yang terpengaruh  Ada beberapa bentuk karies yaitu : karies sika. karies sementum akar dan karies leher  Yang berdiet karbohidrat cenderung mempunyai lebih banyak karies. karamel ( sukrosa) dikonsumsi akan makin besar kecenderungan terjadinya peningkatan karies gigi  Makin sering seseorang makan karbohidrat.  Makanan yang dapat mencegah karies • Makanan yang mengandung Kalsium. Oleh mikroorganisme ini. gula diubah menjadi asam yang berperan untuk terjadinya permulaan karies gigi Karbohidrat yang dapat menyebabkan karies dentis  aktifitas karies akan meningkat dengan adanya konsumsi gula. Karies Media. karies botol.• • • Banyak Permukaan Gigi yang Terkena Karies( simple karies dan karies kompleks ) Dalam karies (Karies Superficial. makin tinggi resiko terjadinya karies.

2 SARAN Adapun saran yang dapat kami berikan adalah : 1. fruktosa dan laktosa. Bila sesorang mengkomsumsi karbohidrat jenis gula-gula yang mudah melekat pada permukaan gigi geligi akan berisiko meningkatkan terjadinya karies gigi. 3. Sukrosa merupakan jenis gula yang paling kariogenik karena sintesa polisakarida ekstra sel dari sukrosa lebih cepat daripada glukosa. Yang sangat penting adalah peranan orang tua terutama pencegahan karies terhadap anaknya IV. akurat.  Diperlukan pengetahuan bagaimana mencegah karies serta pengobatannya. Gunakan referensi seaktual mungkin agar informasi yang diperoleh lebih 35 . 2.• • Sayur-sayuran Makanan yang mempunyai daya pembersih  Manusia membutuhkan makanan yang mengandung karbohidrat protein dan lemak untuk perkembangan dan pertumbuhan begitu pula dengan pembentukan email dan klasifikasi. Lebih memperbanyak referensi dalam bentuk text book. 4. Lebih memperbanyak gambar untuk memperjelas isi makalah. Makalah disajikan dalam bentuk yang lebih sederhana namun mudah dimengerti. 5. Menggunakan bahasa penulisan yang lebih mudah dipahami.

Accessed November. Available from : http://www. Diet yang dapat Merusak Gigi pada Anak-Anak .geocities.[internet]. 2008. Against. 2.DAFTAR PUSTAKA 1. 4th 36 . Vianzto.co.html.com/sjuhada/dental_right. The Hijau dan Kesehatan Gigi. Proses Terjadiny Karies [ internet ]Available from : http://www. 4th 2008. [ internet ] Available from : http://4healthyfood. 3. Ruslawati. Accessed November.html.html.com/2008/04/teh-hijau-dan-kesehatan-gigi.id/files/cdk/files/15_DietyangdapatMerusakGigipadaAnak.blogspot. 4th 2008. Accessed November.p df/15_DietyangdapatMerusakGigipadaAnak.kalbe. Yuyus.

com.blogspot. 14. November. 2000.litbang. 4th 2008.org/wiki/Karbohidrat.wikipedia. 2006. Karies (Gigi Berlubang). [internet].go. Fakultas Kedokteran Gigi. 12.dkk. 15. Fakultas Kedokteran Gigi. Nurlayli. Medicastore. [internet]. Karies Gigi. Karbohidrat.id/go. Available from : http://tomoriku. Makanan Ringan dan Karies Gigi. 2001. Karies/Gigi http://kesehatangigi. Accessed November. 2005.php?id=jkpkbppk-gdl-res-2007-rinidevija2366&q=karies. 2001. Available Available from From : : http://id. p. Universitas Hasanuddin : Makassar. 13. 8.wikipedia. Diet Karbohidrat sebagai Salah Satu Penyebab Karies Gigi. p. Universitas Hasanuddin : Makassar. Jakarta : EGC. [skripsi]. November. Accessed November. Karies Gigi. 7. Rini Devijanti. Wikipedia. [internet]Available from : http://asramfkguh02. [internet] Available from : http://digilib. Accessed November. Fakultas Kedokteran Gigi. Tomoriku. 17-24. Accessed November. Makanan sebagai Penyebab Karies. Accessed November.com/2008/07/karies-gigi-berlubang.9-14 37 Accessed Accessed .blogspot. Berlubang. [skripsi]. Markus Budi Rahadjo. Ivanna Mulyadi. 4th 2008. Rasinta Tarigan. Wordpress. Retno Indrawati. 1-17 5.[internet] Available from : http ://medicastore.org/wiki/Karies_gigi. Wikipedia. [internet]Available from : http://id.118 6.html. 4th 2008. 4th 2008.com/2008/01/kariesgigi-berlubang. Antibodi Monoklonal Streptococcus Mutans dalam Pasta Gigi Tanpa Deterjen sebagai Penghambat Pertumbuhan Streptococcus Mutans.depkes. Gigi.4. [skripsi].wordpress. 5th 2008.html.3 11. Pendidikan Kesehatan Gigi. Jakarta : Hipokrates. [internet]. Eliza Herijulianti. Penanganan Karies Gigi dengan Ozone Therapy. Irawati. p. Penyakit Mulut dan Gigi. 5th 2008 10. p. Universitas Hasanuddin : Makassar. 5th 2008. p. 9.com/2007/09/13/makanan-sebagai-penyebabterjadinya-karies/.

wordpress. p. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press.16. [internet] [internet] Available Available from from : : http://dokteranakku. 2006. 2001. 5th 38 . Irwan. Gigi. Fakultas Kedokteran Gigi. Edwina. 80-84. p. 20.dkk. Gigi Karies Susu. Jakarta : EGC.17-20. Universitas Hasanuddin : Makassar. Perawatan Fianka. p.com/. Dasar-Dasar Karies. [skripsi].5-6 17. [skripsi]. Houwink. Fakultas Kedokteran Gigi. 19. Anggraini. 2003. 21. Universitas Hasanuddin : Makassar. Karies Akar pada Orang Dewasa. 2004. Accessed November.com/2008/08/28/karies-gigi/. Vandana 2008. Perbedaan Frekuensi Insidens Molar 1 dan Molar 2 pada Siswa Kelas 5 dan 6 Sekolah Dasar yang Berlokasi di Tengah dan di Pinggir Kotamadya Makassar. Ilmu Kedokteran Gigi Pencegahan. Accessed November. Adriani Selfia Djaludju. p. http://fianka. 5th 2008. 151-2 18.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful