P. 1
Agroekosistem

Agroekosistem

|Views: 90|Likes:
Published by Sarif Putra Kulaba

More info:

Published by: Sarif Putra Kulaba on Mar 07, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/12/2012

pdf

text

original

Agroekosistem

Agroekosistem (ekosistem pertanian) ditandai oleh komunitas yang monospesifik dengan kumpulan beberapa gulma. Dalam agroekosistem, tanaman dipanen dan diambil dari lapangan untuk konsumsi manusia/ternak sehingga tanah pertanian selalu kehilangan garam-garam dan kandungan unsur-unsur antara lain N, P, K, dan lain-lain. Untuk memelihara agar keadaan produktivitas tetap tinggi kita menambah pupuk pada tanah pertanian itu. Secara fungsional agroekosistem dicirikan dengan tingginya lapis transfer energi dan nutrisi terutama di grazing food chain dengan demikian hemeostasis kecil. Struktur Agroekosistem meliputi: y y y y y Faktor biotik Faktor abiotik Produser primer Decomposer Konsumen Pembagian agroekosistem: I. Menurut iklim Berdasarkan iklimnya, agroekosistem dibagi menjadi 2 yaitu: 1. Lahan kering iklim basah (LKIB) curah hujan diatas 2500 mm/year 2. Lahan kering iklim kering (LKIK) curah hujan dibawah 2000 mm/ year II. 1. 2. Menurut ketinggian Lahan kering dataran tinggi (LKDT) ketinggian diatas 700 m dpl Lahan kering dataran rendah (LKDR) ketinggian antara 0 700 mdpl

III. Menurut jenis tanahnya 1. Oxisol, merupakan tanah-tanah yang telah mengalami perkembangan sangat lanjut, penampang tanahnya dalam, bertesktur liat, porositasnya tergolong tinggi, daya menahan air kecil dan didominasi mineral liat kaolinit, oksida besi dan alumunium. Tanah ini relatif resisten terhadap erosi. 2. Inceptisol, Tanah ini tergolong masih muda dan sifat tanahnya bervariasi, tergantung bahan induknya (tekstur halus dari pasir halus berlempung, sangat masam sampai netral). Termasuk kedalam jenis-jenis utama lahan pertanian lahan kering. 3. Ultisol, Tanah memiliki kejenuhan basa kecil dari 35 % pada kedalaman 125 cm. Tanah ini telah mengalami pelapukan lanjut dan terjadi tranlokasi liat pada bahan induk yang umumnya terdiri atas bahan kaya alumunium-silika dengan iklim basah.
4. Andisol. bahan induk berupa abu volkan yang kaya gelas volkan dan mineral mudah lapuk. Sifat sifatnya antara lain berat isi ringan, kaya bahan organik, kaya gelas volkan yang mengandung mineral amorf (alofan), mempunyai sifat tidak balik terhadap kekeringan, daya menahan airnya tinggi sekali dan resisten terhadap erosi. Tekstur tanah bervariasi dari berliat sampai berlempung kasar.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->