P. 1
STERILISASI WANITA

STERILISASI WANITA

|Views: 996|Likes:
Published by Diena Dechh

More info:

Published by: Diena Dechh on Mar 07, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/05/2013

pdf

text

original

STERILISASI WANITA ( MOW/TUBEKTOMI

)
Pengertian Tubektomi adalah prosedur bedah sukarela untuk menghentikan fertilitas (kesuburan) seorang perempuan secara permanen. Mekanisme Kerja: Mencegah pertemuan sperma dengan sel telur (fertilisasi) dengan cara mencapai tuba falopii dan mengoklusi (menutup tuba falopii) Tindakan yang dapat dilakukan pada tubektomi: Mencapai tuba falopii Abdominal / Trans abdominal Laparatomi Laparatomi saja untuk kontap wanita tidak dianjurkan karena diperlukan insisi yang panjang dan anastesi umum atau anastesi spinal. Laparatomi hanya diperlukan bila cara-cara kontap lainnya gagal atau timbul komplikasi sehingga memerlukan insisi yang lebih besar,atau pada keadaan lain, jika kontap bukan merupakan operasi utama tetapi sebagai pelengkap, misalnya pada section secarea, KET, dll. Mini laparatomi. Sub-umbilikal/infra-umbilikal ( biasanya pada post-partum) Supra-pubis/ Mini-pfannenstiel pada post-abortus dan interval atau pada saat bukan postpartum atau post abortus. Keuntungan mini laparatomi: Mudah dipelajari Dapat dikerjakan oleh tenaga medis yang memiliki dasar & keterampilan ilmu bedah. Alat murah dan sederhana. Dapat dilakukan segera setelah melahirkan Kerugian mini laparatomi: Waktunya sedikit lama rata-rata memerlukan 10-20 menit. Sukar pada wanita yang agak gemuk, bila ada perlekatan pelvis/ mengalami operasi pelvis. Meninggalkan bekas luka parut. Angka kejadian infeksi operasi lebih tinggi. Laparaskopi. Adalah suatu pemeriksaan endoskopik dari bagian dalam rongga peritoneum dengan alat laparoskop yang dimasukkan melalui dinding anterior abdomen. Keuntungan laparaskopi: Komplikasi rendah Cepat (rata-rata 5-15 menit) Insisi kecil sehingga luka parut sedikit sekali Dapat dpakai juga untuk diagnostic maupun terapi. Kurang menyebabkan rasa sakit. Sangat berguna bila jumlah calon aseptor banyak. Kerugian laparaskopi: Risiko komplikasi dapat serius (bila terjadi) Memerlukan pneumo-peritoneum dengan segala akibatnya. Lebih sukar dipelajari. Memerlukan keahlian dan keterampilan dalam bedah abdomen. Harga peralatannya mahal dan memerlukan perawatan yang teliti. Tidak dianjurkan untuk digunakan segera post-partum. Vaginal/Transvaginal Kolpotomi

Dikenal: Kolpotomi posterior (kuldotomi) Cara ini sering dipakai Cul-de-sac atau cavum douglas, yang terletak diantara dinding depan rectum dan dinding belakang uterus, dibuka melalui vagina untuk sampai pada tuba falopii. Kolpotomi anterior Jarang dipakai lagi pada saat ini. Peritoneum di insisi diantara kandung kencing dan uterus, dan uterus diputar sehingga tuba falopii terlihat. Keuntungan kolpotomi: Dapat dilakukan secara rawat-jalan. Hanya memerluka waktu 5-15 menit. Cukup dengan neurolept-analgesia+anastesi lokal. Rasa sakit post-operatif lebih kecil. Tidak ada insisi abdominal Peralatan yang digunakan sederhana, murah dan mudah pemeliharaannya. Morbiditas dan komplikasi mayor rendah. Angka kegagalan rendah. Kuldoskopi. Rongga pelvis dapat dilihat melalui alat keldoskop dimasukkan melalui vagina fornixposterior kedalam cavum douglas. Tuba ditarik dan dijepit keluar untuk dilakukan penutupan dengan cara: Pomeroy Kroener Kauterisasi Cincin falope Kerugian kuldoskopi: Posisi aseptor yaitu posisi lutut-dada (knee-chest position) yang mungkin kurang menyenangkan baginya. Transervical/transuterine Histeroskopi Prinsipnya sama seperti laparaskopi, hanya pada histeroskopi tidak dipakai trocar, tetapi suatu vacuum servical adaptor untuk mencegah keluarnya gas pada saat dilatasi servik/cavum uteri. Keuntungan histeroskopi: Tidak diperlikan insisi Dapat secara rawat-jalan karena prosedurnya singkat/cepat. Kerugian histeroskopi: Risiko perforasi uterus dan luka bakar Angka kegagalan tinggi Resiko kehamilan ektopik Sering timbul kesulitan tehnis dalam mencari lokasi orificium tubae. Oklusi tuba falopii mungkin tidak segera efektif. Blind Delivery(tanpa melihat langsung) Pada cara ini operator tidak melihat langsung kedalam cavum uteri untuk melokaliser orifisium tubae. Keuntungan Blind Delivery: Pelaksanaannya mudah. Dapat secara rawat-jalan Kerugian Blind Delivery: Kebanyakan kurang efektif setelah satu kali pemberian.

Beberapa zat kimia sangat toksik terhadap jaringan. Daya kerja zat-zat kimia irreversible Dosis zat-zat kimia tidak selalu dapat diketahui/diramalkan. Oklusi/penutupan tuba falopii Dilakukan berdasarkan : Tempat oklusi tuba falopii Dapat dilakukan pada bagian: Infundibulum (bagian distal/frimbiae) Ampulla atau isthmus (bagian tengah) Interstitial (dekat utero-tubal junction) Cara oklusi tuba falopii Ada beberapa cara diantaranya adalah ligasi tuba falopii. Ligasi atau pengikatan yuba falopii untuk mencegah perjalanan dan pertemuan spermatozoa dan ovum. Merupakan salah satu caraoklusi tuba falopii yang paling tua. Keuntungan ligasi tuba falopii: Hanya memerlukan keahlian /keterampilan sedang-sedang saja. Hanya memerlukan alat-alat sederhana Morbiditas rendah. Kerugian ligasi tuba falopii: Umumnya irreversible. Bila dikerjakan dengan laparotomi, memerlukan hospitalisasi. Tehnik ligasi tuba falopii: Ligasi biasa Keuntungan ligasi biasa: Mudah melakukannya Morbiditas rendah Potensi tinggi untuk reversibilitas Kerugian ligasi biasa adalah angka kegagalan tinggi (sampai 20%) Ligasi+ penjepitan Menggunakan tehnik Madlener: Bagian tengah tuba falopii diangkat sehingga membentuk suatu loop Dasar dari loop dijepit dengan klem kemudian diikat dengan benang yang tidak diserap( silk, cotton) Keuntungan tehnik madlener: Morbiditas rendah Mudah dikerjakan Dapat dilakukan melalui beberapa cara dalam mencapai tuba falopii. Kerugian tehnik madlener adalah angka kegagalan tinggi (1-2%). Ligasi+pembagian/pembelahan +penanaman Menurut: Tehnik Irving Tuba falopii diikat pada 2 tempat dengan benang yang dapat diserap kemudian dibagi diantara kedua ikatan. Ujung/punting proximal ditanamkan ke dalam myometrium uterus. Ujung/ punting distal ditanamkan ke dalam mesosalpinx. Keuntungan tehnik ini adalah hamper 100% efektif dan kerugiannya lebih sukar dikerjakan dan reversibilitas sangat rendah. Tehnik Wood (Australia 1973), dikenal dengan ³Atraumatic midampullary sterilization´ Pars ampullaris tuba falopii dibelah /dibagi (division). Kedusa ujung/puntung yang dibelah /dibagi diikat dengan benang yang dapat diserap.

Myometrium uterus disekitarnya di eksisi berbentuk baji (wedge excision) untuk mencegah endometriosis dan kehamilan ektopik. kerugiannya adalah ireversibel. Tehnik Pritchardsis (parkland) Suatu segmen kecil dari tuba falopii dipisahkan dari pesosalpinx Masing-masing ujung dari segmen tersebut diikat dengan benang chromic kemudian dipotong di antara kedua ikatan dan segmen tuba falopii dibuang Tehnik ini banyak dipakai di Amerika serikat Fimbriektomi kroener Bagian 1/3 distal dari tuba falopii diikat dengan dua ikatan benang silk dan ujung fimbriae di eksisi. Keuntungan tehnik ini adalah gangguan minim pada suplai darah ligamentum latum dan ovarium. Keuntungan tehnik ini adalah sangat efektif. Salpingektomi Keuntunganya adalah sangat efektif dan dapat dilakukan trans abdominal dan trans vaginal. Keuntungan pomeroy: Mudah mengerjakannya Sangat efektif Dapat dilakukan segera post-partum Dapat dikerjakan transabdominal atau transvaginal Potensi reversibilitas tinggi Morbiditas rendah Kerugian tehnik ini tidak ada. Kerugiannya adalah mengerjakannya lebih sukar. kemudian membuang 1 cm dari tuba falopii. Kerugian adalah angka kegagalan cukup tinggi dan dapat terjadi perdarahan hebat. Tehnik pomeroy Merupakan tehnik yang sering digunakan: Bagian tengah tuba falopii dijepit. Tehnik Uchida Larutan garam fisiologis-adrenalin (1:1000) disuntikkan di bawah serosa pars ampullaris. . lalu diangkat sehingga membentuk loop Dasar dan loop diikat dengan cat gut Bagian loop diatas ikatan diputar. Utero-tubal junction diikat dengan benang yang dapat diserap Insisi tuba falopii proximal dari ikatan. Keuntungan tahnik ini adalah hampi 100% efektif dan mudah dikerjakan baik transabdominal meupun transvaginal. dan bagian proximal dari segmen distal tuba falopii di tanam ke dalam ligamentum latum. Ligasi + Resksi tuba falopii.Ujung/puntung medial ditanamkan ke dalam kantong yang dibuat di dalam mesosalpinx. Tehnik Cooke Suatu segmen tuba falopii dijepit dan dirusak. membebaskannya dari mesosalpinx. yang masih dikerjakan sampai sekarang. Ujung punting tuba akan saling terpisah Memotong tuba/ membuang tuba sekitar 3-4 cm. Kerugiannya kurang efektif pada keadaan post-partum (transabdominal) Ligasi + reseksi + penanaman tuba falopii Reseksi Cornu Prosedur ekstensif yang memerlukan laparotomi. Yaitu legasi di pemotongan atau pembuangan tuba. kemudian ujung proximal ditanamkan kedalam ligamentum rotundum. tidak ada eksisi dari tuba falopii dan potensi reversibilitas tinggi.

sehinnga terjadi spasme vaskuler lokal dan pembengkakan (ballooning) dari mesosalpinx. kecuali dengan operasi rekanalisasi Klien dapat menyesal di kemudian hari Risiko komplikasi kecil Rasa sakit/ ketidaknyamanan dalam jangka pendek setelah tindakan Dilakukan oleh dokter yang terlatih Tidak melindungi diri dari IMS. Keuntungan tehnik ini adalah sangat efektif dan kerugiannya adalah mengerjakannya jauh lebih sukar dari metode ligasi lainnya. Serosa di insisi dan dibebaskan ke belakang Segmen sepanjang 5 cm dari bagian proximal tuba falopii dipotong. ujung yang pendek diikat dengan benang yang tidak diserap dan segmen tuba falopii yang telah diikat secara otomatis membenamkan dirinya dibawah serosa Pinggir dari insisi serosa dikumpulkan sekitar ujung distal tuba falopii dan diikat secata ikatan ±rangkaian. dan terjadi pemisahan dari permukaan serosa dengan bagian muskularis tuba falopii.kantong (purse-string-suture) sehingga tuba falopii ditinggalkan menonjol kedalam cavum abdomen. Manfaat Sangat efektif (0. termasuk HBV dan HIV/ AIDS Indikasi dan kontraindikasi Indikasi usia > 26 tahun paritas > 2 yakin telah mempunyai besar keluarga sesuai dengan kehendaknya pada kehamilannya akan menimbulkan risiko kesehatan yang serius pascapersalinan pascakeguguran paham dan secara sukarela setuju dengan prosedur ini Kontraindikasi hamil perdarahan vaginal yang belum terjelaskan infeksi sistemik atau pelvik yang akut tidak boleh menjalani proses pembedahan kurang pasti mengetahui keinginannya untuk fertilitas di masa depan belum memberikan persetujuan tertulis Waktu penggunaan Setiap waktu selama siklus menstruasi apabila diyakini secara rasional klien tersebut tidak hamil Hari ke-6 hingga ke-13 dari siklus menstruasi (fase proliferasi) Pascapersalinan . dapat dilakukan dengan anestesi lokal Tidak ada efek samping dalam jangka panjang Tidak ada perubahan dalam fungsi seksual (tidak ada efek pada produksi hormon ovarium) Berkurangnya risiko kanker ovarium Keterbatasan Harus dipertimbangkan sifat permanen metode kontrasepsi ini (tidak dapat dipulihkan kembali).2 ± 4 kehamilan per 100 perempuan selama tahun pertama penggunaan) Permanen Tidak mempengaruhi proses menyusui (breastfeeding) Tidak bergantung pada faktor sanggama Baik bagi klien apabila kehamilan akan menjadi risiko kesehatan yang serius Pembedahan sedarhana.

berbagai cara dapat dilakukan. sebagai institusi pemerintah nondepartemen yang bertugas mengoordinasikan program KB secara nasional. yang kemudian menjadi pilihan mereka. Berwawasan kedepan. Sejak itu. KB di Indonesia mulai dirancang sebagai salah satu program pemerintah. Maju. 1 Salah satu langkah pelaksanaan program tersebut adalah pengenalan alat kontrasepsi kepada masyarakat. Mandiri. efektif. serta Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.3 Untuk mencapai tujuan tersebut. Pada masyarakat umum. bilamana dan seberapa seringnya. alat kontrasepsi dalam rahim/implan). pemerintah membentuk sebuah institusi Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pada 1970. Pada akhirnya. Harmonis.Minilap: di dalam waktu 2 hari atau setelah 6 minggu atau 12 minggu Laparoskopi: tidak tepat untuk klien-klien pascapersalinan Pasca keguguran Triwulan pertama: dalam waktu 7 hari sepanjang tidak ada bukti infeksi pelvik (minilap atau laparoskopi) Triwulan kedua: dalam waktu 7 hari sepanjang tidak ada bukti infeksi pelvik (minilap saja KONTRASEPSI BAB I PENDAHULUAN Hak reproduksi adalah hak seseorang untuk mempunyai kehidupan seksual yang memuaskan. Kontrasepsi adalah pencegahan kehamilan atau pencegahan konsepsi. operasi (tubektomi. akan berujung pada keselamatan wanita saat menjalani kehamilan dan melahirkan anak yang sehat. Sehat. antara lain penggunaan pil KB/ kontrasepsi oral. vasektomi) atau dengan obat topikal intravaginal yang bersifat spermisida. kontrasepsi diistilahkan juga sebagai Keluarga Berencana (KB). penggunaan alat dalam saluran reproduksi (kondom. Untuk mengelola program KB.1 Dalam konteks terakhir tersebut tercakup pula tentang hak pria dan wanita untuk memperoleh informasi dan mempunyai akses terhadap cara-cara Keluarga Berencana (KB) yang aman. Jumlah anak ideal. 2. kesehatan reproduksi yang disadari kedua belah pihak dalam rumah tangga. . Saat ini paradigma baru keluarga berencana yang diusung oleh BKKBN adalah membentuk keluarga berencana berkualitas tahun 2015 yang mencakup kesejahteraan keluarga. aman dan bahwa mereka memiliki kemampuan untuk bereproduksi dan kebebasan untuk menentukan apakah mereka ingin melakukannya. terjangkau dan dapat diterima. suntikan atau intravaginal. Bertanggung jawab.

Metode kontrasepsi alami . penggunaan obat/alat. Kontrasepsi dimaksudkan sebagai usaha-usaha untuk mencegah pertemuan antara sel telur yang matang dengan sel sperma yang dapat menyebabkan kehamilan (konsepsi). pemahaman dokter ataupun bidan tentang metode kontrasepsi harus terus diasah dan mengikuti perkembangan sehingga dapat memberikan penjelasan yang lengkap pada masyarakat. Hendaknya kedua pasangan harus mengetahui fakta dan informasi yang benar seputar kontrasepsi. Secara internasional. dan/atau melumpuhkan sel sperma.2 Metode Kontrasepsi Secara umum kontrasepsi bekerja dengan mencegah terjadinya ovulasi. atau dengan operasi. Setiap jenis kontrasepsi memiliki cara kerja yang berbeda-beda. tanpa menggunakan alat.3 Terdapat banyak jenis kontrasepsi yang beredar di masyarakat saat ini. yaitu: 1.2. kontrasepsi dibutuhkan untuk membatasi jumlah penduduk dunia dan menjamin ketersediaan sumber daya alam sehingga menjaga kualitas hidup manusia. Untuk itu. mencegah kehamilan di luar nikah dan mengurangi resiko terjangkit penyakit hubungan seksual. secara mekanis. Sedangkan aborsi adalah penghentian kehamilan dimana telah terjadi pembuahan. BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Definisi Kontrasepsi berasal dari kata kontra dan sepsi yang mengandung pengertian tidak terjadinya konsepsi.3 2.4.3 Tindakan (upaya) yang dilakukan dapat bersifat sementara atau permanen. Secara umum kontrasepsi-kontrasepsi ini di kelompokkan menjadi 5 berdasarkan metode kerja masing-masing. Informasi yang diberikan oleh tenaga kesehatan hendaknya jelas dan dapat mudah dipahami oleh masyarakat. menghalangi pertemuan sel telur dengan sperma.Terdapat bermacam alasan pribadi seseorang menggunakan kontrasepsi.3. kontrasepsi menghindari kehamilan dengan mencegah terjadinya pembuahan itu sendiri. termasuk efek samping yang dapat timbul agar dapat membuat keputusan yang tepat.5 Kontrasepsi tidak sama dengan aborsi. antara lain untuk mengatur jumlah dan jarak anak yang diinginkan. Mengambil keputusan yang tepat untuk sebuah keluarga yang terencana bukanlah hal mudah.

dan tetap tinggi sampai akan terjadinya menstruasi. Fase subur akan akan dimulai pada perhitungan daur haid terpendek yang telah dikurangi. Atau. pasangan berpuasa atau pantang berhubungan intim.3.3 Metode Kontrasepsi Alami 2. cara memperkirakan fase subur adalah sebagai berikut: Siklus terpendek anda dikurangi 18 hari. Metode kontrasepsi mantap 2. aseptor harus melakukan pengamatan siklus menstruasi selama minimal 6 bulan dulu. kurang dari 24 jam sesudah ovulasi suhu badan naik kembali sampai tiingkat lebih tinggi daripada tingkat suhu sebelum ovuulasi.5 Apabila siklus haid tidak teratur. terutama sesudah melahirkan. sampai dengan 5 hari menjelang datangnya haid lagi. Hanya sedikit wanita yang mempunyai daur haid teratur. Menjelang ovulasi suhu tubuh basal badan turun. yang artinya tidak akan berakibat pada kehamilan jika melakukan hubungan seksual. sukar untuk menentukan saat ovulasi dengan tepat. dan pada tahun-tahun menjelang menopause dimana Ovulasi tidak selalu terjadi pada hari ke-14.5. Metode ini diperkenalkan oleh Kyusaku Ogino (dari Jepang) dan Hermann Knaus (dari Jerman).1 Pantang berkala Metode pantang berkala atau metode Kalender. dikenal juga sebagai metode ritme atau metode Knaus-Ogino.4. Di luar masa tersebut adalah fase infertil. Selain itu perlu juga untuk diingat bahwa sperma dapat hidup dan membuahi dalam 48 jam setelah ejakulasi dan ovum dapat hidup 24 jam setelah ovulasi. Bentuk grafik suhu tubuh basal badan . Metode kontrasepsi hormonal 4. Sebelum memulai melakukan perkiraan fase subur. Cara ini akan lebih tinggi efektifitasnya jika disertai dengan pengukuran suhu basal tubuh dan penilaian lendir serviks.6 Metode ini menggunakan perkiraan kapan jatuhnya masa subur dengan asumsi bahwa fase subur rata-rata perempuan dimulai semenjak hari ke 14 setelah menstruasi.3.2. Metode kalender tidaklah akurat karena panjang siklus menstruasi setiap wanita tidaklah sama. sedangkan siklus terpanjang dikurangi dengan 11 hari. selain itu kadang dapat terjadi variasi. ada juga yang menentukan bahwa fase subur terjadi 14+2 hari sesudah atau 14-2 hari sebelum menstruasi yang akan datang. bergantung pada penghitungan hari untuk memperkirakan kapan jatuhnya fase subur. harus sering dilakukan pantang. Agar efektif. Metode kontrasepsi barrier 3.3. Metode kontrasepsi dalam rahim 5. Sebaiknya selama fase subur tersebut. Dalam praktik.

Kegagalan cara ini dapat disebabkan oleh : yAdanya pengeluaran air mani sebelum ejakulasi (praejaculatory fluid) yang dapat mengandung sperma. Pengukuran suhu basal badan dilakukan setiap hari setelah menstruasi berakhir sampai mulainya menstruasi berikutnya. Sifat cairan vagina bervariasi selama siklus haid. Lendir di vagina diperiksa dengan cara memasukkan jari tangan klien ke dalam vagina dan mencatat bagaimana lendir tersebut dirasakan setiap hari. Ini adalah jenis lender yang memungkinkan sperma hidup dan berenang menuju sel telur sampai selama lima hari. Lendir ini jumlahnya bertambah secara bertahap dan warnanya semakin jernih. apalagi pada koitus berulang.3. lendir menjadi basah.3 Pembilasan pasca senggama Pembilasan vagina dengan air biasa dengan atau tanpa tambaan larutan obat (cuka atau obat lain) segera setelah koitus merupakan suatu cara yang telah lama dilakukan. dengan memasukkan thermometer dalam rectum atau dalam mulut di bawah lidah selama 5 menit. Tindakan ini . Cara ini murah.2 Senggama terputus Cara ini merupakan cara kontrasepsi yang tertua yang dikenal oleh manusia. bahwa akan terjadinya ejakulasi disadari sebelumnya oleh sebagian besar pria.3.4. elastic dan licin.menjadi bifasik. tidak memerlukan biaya ataupun alat. Setelah itu. seorang wanita mulai melihat adanya lendir. umumnya wanita mengalami beberapa hari tidak ada lendir dan vagina dirasakan kering. Umumnya wanita akan merasa basah di daerah vaginanya selama waktu-waktu ini. Saat ovulasi terjadi dan estrogen meningkat. karena adanya hubungan antara vulva dan kanalis servikalis uteri oleh benang lender serviks yang pada masa ovulasi memilki spinnbarkeit yang tinggi. akan tetapi memerlukan pengendalian diri yang besar dari pihak pria secara jasmani dan emosional. Lendir ini secara khas lengket. Senggama terputus ialah penarikan penis dari vagina sebelum terjadi ejakulasi.5 Hal ini berdasarkan kenyataan. Usaha tersebut dilakukan sewaktu bangun pagi sebelum melakukan kegiatan. Lendir ini semakin basah. Setelah haid berakhir.4 2. seperti bubur dan rapuh. Waktu yang singkat ini dapat digunakan untuk menarik penis keluar dari vagina. menyerupai putih telur dan dapat diregangkan perlahan-lahan. dan setelah itu masih ada waktu kira-kira 1 detik sebelum ejakulasi terjadi. 2. yTerlambatnya pengeluaran penis dari vagina yPengeluaran semen dekat dengan vulva dapat menyebabkan kehamilan.5 Dalam metode lendir serviks dilakukan penilaian konsistensi lendir.

. berbentuk silindris.4 Metode Kontrasepsi Barrier 2. LH.4 Lactation Amenorrhea Method (LAM) Kemungkinan seorang wanita menjadi hamil menjadi lebih kecil apabila mereka terus menyusui anaknya setelah melahirkan. sedangkan ujung yang buntu berfungsi sebagai penampung sperma. dengan berpinggir tebal pada ujung yang terbuka. Kondom terbuat dari karet sintetis tipis.7 19 mm. kondom Gambar 2. Diameter rata-rata 31-36.4. Penambahan cuka ialah untuk mendapatkan efek spermatiside serta menjaga asiditas vagina.1 Kondom 2.2 Diafragma vaginal . 4. dan mencegah pengumpulan sperma dalam vagina.7 Hal ini akan menyebabkan terjadinya amenorehea dan anovulasi.9-1. Menyusui menyebabkan penurunan produksi gonadotropin-releasing hormone. Prinsip kerja kondom ialah sebagai prisai dari penis sewaktu melakukan hubungan seksual. ketebalan 0.4% pada wanita menyusui lebih dari 1 tahun.05 mm. dimana dopamine dalam kadar normal menekan pembentukan prolaktin.4.5 2. Awal penggunaan kondom bertujuan perlindungan terhadap penyakit menular seksual kemudian kondom juga digunakan sebagai kontrasepsi.1 Kondom Kondom adalah selaput karet yang dipasang pada penis selama hubungan seksual.7 2. Penelitian WHO menunjukkan bahwa kemungkinan hamil dalam 6 bulan pertama menyusui berkisar antara 0.3.5.bertujuan mengeluarkan sperma secara mekanik dari vagina.5. dan FSH. -endorphin yang dihasilkan saat menyusui juga menurunkan sekresi dopamine.7 Peningkatan prolaktin akan menekan terjadinya ovulasi. Metode ini maksimum hanya dapat dilakukan selama 6 bulan setelah melahirkan.5 mm dan panjang dilapisi dengan pelicin yang mempunyai sifat spermatisid.2%. Namun risiko kehamilan ini meningkat menjadi 7.

seperti TCu 380A. Untuk meningkatkan efektifitas diafragma. 5 2. jadi lebih kecil dibandingkan diafragma vaginal. Cap ini dipasang pada porsio servisis uteri seperti memasang topi. dan mempunyai bentuk mangkuk yang dalam dengan pinggiran terbuat dari karet yang tebal. 4. AKDR jenis ini sering disebut dengan Metode Kontrasepsi Progresteron releasing intrauterine.5 Metode Kontrasepsi dalam Rahim Ada berbagai jenis Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR)/ intra uterine device (IUD) yang beredar di Indonesia. memblok bersatunya sperma dan ovum. AKDR yang mengandung tembaga (Cu) juga menghambat efek anhidrase karbon dan fosfatase alkali. Mengandung hormon steroid. Mengandung tembaga. multiload® MLCu 250 dan 375). IUS atau Intra Uterine System adalah bentuk kontrasepsi terbaru yang menggunakan hormon progesteron sebagai ganti logam. ditambah dengan beberapa nilai tambah seperti lebih tidak nyeri dan kemungkinan menimbulkan pendarahan lebih kecil. Ukurannya ialah dari diameter 22 mmm sampai 33 mm. dibuat dari plastic (lippes loop) atau baja anti karat (The Chinese Ring) 2.7 2. dan Nova T® 3. obat spermatisida dimasukkan ke dalam mangkuk dan dioleskan pada pinggirannya. dan menstruasi menjadi lebih ringan (volume darah lebih sedikit) dan waktu haid lebih singkat. Inert.3 Cervical cap Cervical cap dibuat dari karet atau plastic. tiap ukuran memiliki perbedaan diameter masing-masing 5 mm. seperti progestasert® (hormon progesterone).4.Diafragma adalah mangkuk karet yang fleksibel dengan pinggir yang mudah dibengkokkan dan disisipkan di bagian atas vagina. Dewasa ini alat kontrasepsi ini telah jarang dipakai. Sampai saat ini mekanisme kerja AKDR belum diketahui secara pasti. Pendapat terbanyak menyebutkan AKDR menimbulkan reaksi radang endometrium dengan sebukan leukosit yang dapat menghancurkan blastokista atau sperma. untuk mencegah terjadinya konsepsi. TCu 200C. yaitu: 4 1. dan levonova® (Levonorgestrel). Diafragma yang beredar di pasaran mempunyai diameter 55-100 mm.5. mengurangi . Diafragma dimasukkan kedalam vagina sebelum koitus dan harus tetap tinggal di dalam vagina selama 6 jam setelah melakukan hubungan seksual. AKDR tersebut terdiri dari 3 tipe. mencegah sperma masuk ke saluran reproduksi bagian atas. besarnya ukuran diafragma yang akan dipakai aseptor ditentukan secara individual. Cara kerjanya sama dengan IUD tembaga.

menghambat perjalanan ovum. mengganggu proliferasi sehingga endometrium menjadi lebih tipis dan menggagalkan terjadinya implantasi. dan selanjutnya setiap 6 bulan. AKDR bentuk T dengan kawat tembaga tipis yang distabilkan dengan inti polyethylene dipasang selama akhir periode haid atau 1-2 hari pasca haid. Pemeriksaan selanjutnya dilakukan setelah satu minggu pemasangan. bentuk AKdR copper T (B) Efek samping ringan yang dapat ditimbulkan dalam penggunaan AKDR ialah pendarahan (menoragia atau spotting menoragia).5 AKDR jenis lipper loop terbuat dari plastic berbentuk spiral. AKDR yang mengandung levonorgestrel bisa digunakan untuk jangka waktu 3 atau 5 tahun. tiga bulan kemudian.6 Metode Kontrasepsi Hormonal Kontrasepsi hormonal umumnya mengandung estrogen dan/atau progesterone sintetik. AKDR copper T sebaiknya diganti tiap 3 tahun. dan endometritis. rasa nyeri dan kejang perut. akan tetapi demi efektivitasnya.7 AB Gambar 2. Juga dapat dipasang segera dalam 4 bulan pertama pasca aborsi. Estrogen sebagai kontrasepsi bekerja dengan jalan menghambat ovulasi melalui fungsi hipotalamus-hipofisis-ovarium. AKDR yang mengeluarkan hormon juga menebalkan lender serviks hingga menghalangi pergerakan sperma. . 4. 4 2. Pemasangan pasca melahirkan harus ditunda sampai dengan 6 minggu sesudah melahirkan. Tidak ada konsensus yang menyebutkan berapa lama AKDR jenis lippes lopp boleh ditinggalkan dalam uterus. infeksi pelvic. Kontrasepsi ini dipasang pada rongga rahim /subdermal antara hari pertama sampai dengan hari ke 7 siklus menstruasi. 5. Sedangkan efek samping yang lebih serius dan mungkin terjadi ialah perforasi uterus. secret vagina lebih banyak. dan gangguan pada suami.jumlah sperma yang mencapai tuba falopii.2 Cara pemasangan dan posisi AKDR copper T dalam uterus (A). dan menginaktifkan sperma.

kloasma. dan norgestrel. keputihan. alopesia. cepat lelah. sehingga efeknya akan meningkat jika dimakan per os oleh karena zat tersebut tidak mudah berubah saat melewati system portal. implantasi. diasetat. Jadi steroid sintetik memiliki potensi yang lebih tinggi per unit jika dibandingkan dengan steroid alamiah jika ditelan per os. Kekurangan hormon progesterone menyebabkan darah menstruasi yang lebih banyak dan lama. Sedangkan kelebihan progesterone dapat menimbulkan pendarahan yang tidak teratur. dan keputihan. Masing-masing dari zat ini memiliki ethynil group pada acon C 17. perjalanan ovum dalam tuba. sehingga penetrasi dan transportasi sperma menjadi sulit. etinodiol.5 Efek samping pemberian kontrasepsi hormonal tergantung dari kadar hormon yang di kandungnya. berbeda dengan steroid alamiah.Sedangkan progesterone bekerja dengan cara membuat lender serviks menjadi lebih kental.5. melainkan juga memperhitungkan jenis hormone dalam pil tersebut. superlaktasi. hipertensi. eksotrofia serviks. Derivate dari 19 nor-testosteron yang sekarang banyak digunakan untuk pil kontrasepsi ialah noretinodrel. etinodiol diasetat merupakan derivate progesterone yang paling kuat. dan payudara tegang. Menurut penelitian Greenblatt. disposisi lemak berlebihan. Kelebihan hormon estrogen dapat menimbulkan nausea. melainkan dari steroid sintetik. jerawat. norethindron asetat. yaitu yang berasal dari 19 nor testosterone. sedangkan etinil . dan menghambat ovulasi melalui fungsi hipotalamus-hipofisis-ovarium. teleangiektasia. 5 Terdapat 4 jenis pil KB / kontrasepsi oral : 4. libido berkurang. nafsu makan meningkat.1 Pil Pil hormonal untuk kontrasepsi tidak terbuat dari estrogen dan progesterone alamiah.6. Pil KB / kontrasepsi oral tipe kombinasi Efek farmakologi pil kombinasi tidak hanya atas dasar besarnya dosis saja. 4 2. dan yang berasal dari 17 alfa-asetoksi-progesteron. 5 Estrogen yang banyak dipakai untuk pil kontrasepsi ialah etinil estradiol dan mestranol. nyeri kepala. 4. Rendahnya dosis estrogen dapat menyebabkan spotting dan breakthrough bleeding antara masa haid. Ada 2 jenis progesterone sintetik yang dipakai.8 1. hipomenore. Jenis terakhir telah jarang digunakan karena hasil penelitian pada binatang menunjukkan besarnya risiko timbulnya tumor mamma. edema. depresi. menghambat kapasitasi sperma.

Pil KB / kontrasepsi oral tipe pil pascasanggama (morning after pil) . dalam dosis kecil (0. Pil KB / kontrasepsi oral tipe sekuensial Di Indonesia jenis ini tidak beredar lagi. tergantung dari jenis dan dosis estrogen dan progesterone yang dipakai.5 Terdiri dari 21-22 pil KB / kontrasepsi oral dan setiap pilnya berisi derivat estrogen dan progestin dosis kecil. Terdiri dari 14-15 pil KB / kontrasepsi oral yang berisi derivat estrogen dan 7 pil berikutnya berisi kombinasi estrogen dan progestin. untuk pengunaan satu siklus. Efektivitasnya sedikit lebih rendah dan lebih sering menyebabkan hal-hal yang tidak diinginkan. Umumnya setelah 2-3 hari sesudah pil KB / kontrasepsi oral terakhir diminum. Mini-pil bukan penghambat ovulasi. dapat diminum 2 pil keesokan paginya dan 2 pil lusanya. Pil KB / kontrasepsi oral tipe pil mini Hanya berisi derivat progestin.8 Gambar 2. akan timbul perdarahan haid. yaitu pil pertama ditelan pada hari pertama perdarahan haid.5 mg per hari). terdiri dari 21-22 pil.estradiol terkuat pada golongan derivate estrogen. yang sebenarnya merupakan perdarahan putus obat. Cara pemakaiannya sama dengan cara tipe kombinasi. pil hendaknya diminum keesokan paginya. 4.3 satu paket pil kombinasi 2. Cara penggunaannya sama dengan tipe kombinasi. Jika lupa meminumnya. 8 3. Penggunaan pada siklus selanjutnya. sedangkan pil untuk hari tersebut diminum pada waktu biasa. Dewasa ini terdapat banyak macam pil kombinasi. Jika lupa minum pil dua hari berturut-turut. selanjutnya setiap pil hari 1 pil selama 21-22 hari. Pil KB / kontrasepsi oral pertama mulai diminum pada hari pertama perdarahan haid. sama seperti siklus sebelumnya. 5. efek utamanya ialah terhadap lender serviks dan endometrium. noretindron atau norgestrel. Pil sekuensial ini tidak seefektif pil kombinasi dan pemakaiannya hanya dianjurkan pada keadaan tertentu saja.

57 mm dan panjangnya 30 mm. Mekanisme kerja kontrasepsi ini sama seperti kontrasepsi hormonal lainnya. Kedua jenis kontrasepsi suntikan ini diberikan secara IM (intra muskular) dan harus cukup dalam. implant sebaiknya disimpan di tempat sejuk.4 mm dan mengandung 36 mg crystalline levonorgestrel.2 Suntikan (Depo Provera) Depo-provera ialah 6-alfa-metroksiprogesteron yang digunakan untuk tujuan kontrasepsi parenteral. 4 Norplant terdiri dari 6 kapsul. 5 Kontrasepsi suntikan yang banyak digunakan ialah medroksiprogesteron asetat 150 mg dalam bentuk depo (lepas lambat) dan kombinasi medroksiprogesteron asetat 50 mg dengan 10 mg estradiol cipionat. diminum 2 kali sehari. 5. di daerah gluteus. Untuk jenis kontrasepsi suntikan medroksiprogesteron asetat 150 mg disuntikkan tiap 12 minggu pada hari ke 1 sampai dengan hari ke 5 dalam siklus haid atau dalam waktu 6 minggu setelah melahirkan. Metode kontrasepsi ini berdasarkan penelitian Morris dan Van Wagemen (1966) yang menemukan bahwa estrogen dalam dosis tinggi dapat mencegah kehamilan jika diberikan segera setelah koitus yang tidak dilindungi. Noristerat termasuk dalam golongan kontrasepsi ini. Norplant implant subdermal adalah metode kontrasepsi bagi wanita yang bersifat jangka panjang. reversibel dan hanya mengandung progestin.3 Susuk / implant Norpan merupakan salah satu jenis implant.Berisi dietilstilbestrol 25 mg. dosis rendah. Sedangkan kombinasinya diberikan setiap 30 hari. dalam waktu kurang dari 72 jam pascasanggama. tapi optimalnya. mempunyai efek progesterone yang kuat dan sangat efektif. Rongga kapsul bagian dalam berdiameter 1. masing-masing panjangnya 34 mm dengan diameter 2. 8 2. dari tabung silastic (polymethylsiloxane dan methylvinyl siloxane copolymer) yang dilapisi dengan silastic adesif (polydimethylsiloxane). Obat ini termasuk obat depot. 2. Kapsul dibuat fleksibel.6. . selama 5 hari berturut-turut. kering dan jauh dari sinar matahari langsung. depo-provera sangat cocok untuk program postpartum oleh karena tidak mengganggu laktasi.6.8 Implant dikemas dalam kantung yang hangat dan tertutup yang masa waktunya 5 tahun dari waktu dikeluarkan dan sekali dimasukkan mempunyai masa efektif 5 sampai 7 tahun. Penyimpanan di ruang dengan kelembaban yang tidak diubah-ubah atau jangka waktu setelah 4 tahun. 6 kapsul mengandung 216 mg levonorgestrel yang sangat stabil dan dipastikan tidak berubah dalam uji coba penggunaan kapsul lebih dari 9 tahun.

teknik minilaparotomi baru dikembangkan pada tahun 1974 dan sejak tahun 1976 telah banyak dokter umum yang dididik dan dilatih tehnik minilaparotomi yang dapat dilakukan pasca persalinan. Semakin gemuk pemakai. konsentrasi plasma levonorgestrel antara 0.7 Metode Kontrasepsi Mantap 2. pasca keguguran atau dalam masa interval (keadaan tidak hamil). menghindari kadar yang tinggi dalam sirkulasi dengan oral atau suntikan steroid. Penyebaran levonorgestrel terus-menerus pada dinding tabung ke sekitar jaringan dimana diabsorbsi oleh sistem sirkulasi dan disebarkan secara sistemik. 2. laparotomi pada kehamilan ektopik terganggu. 8 Berat badan mempengaruhi sirkulasi levonorgestrel. tapi pada wanita gemuk tingkat pengeluarannya cukup tinggi untuk mencegah kehamilan paling sedikit sebanding dengan kontrasepsi oral. Selama 24 jam setelah dimasukkan. sehingga wanita tersebut tidak akan memperoleh keturunan lagi. 85 µg hormon dikeluarkan oleh implant selama beberapa bulan pertama penggunaan yang hampir sama dengan dosis levonorgestrel yang disebarkan setiap harinya oleh progestin.5 ng/mL.4-0.1 Tubektomi Metode Operatif Wanita (MOW) atau tubektomi merupakan salah satu cara kontrasepsi melalui pembedahan yang bersifat sukarela pada saluran telur wanita untuk menghentikan fertilitas seorang wanita secara permanen. konsentrasi levonorgestrel lebih rendah selama beberapa waktu menggunakan Norplant. minipill kontrasepsi oral.9 Prosedur postpartum (seperti minilaparotomi sub-umbilikus) biasanya dilakukan dalam 48 jam pertama setelah persalinan pervaginam. Kemudian berkurang berangsur-angsur sampai 50 µg setiap harinya selama 9 bulan dan 30 µg per hari selama sisa waktu penggunaan. Tubektomi pasca persalinan lewat dari 48 jam akan dipersulit oleh .7.Kecepatan pengeluaran dari kapsul ditentukan oleh total permukaan dan ketebalan dinding kapsul. atau pada pengangkatan tumor. Terbesar menurun pada wanita dengan berat badan lebih dari 70 kg (154 pounds). Sebagian besar kontrasepsi mantap atau sterilisasi pada mulanya dilakukan bersamaan dengan seksio sesarea. dan 25-50% dari dosis disebarkan oleh kontrasepsi oral kombinasi dosis rendah. Di Indonesia. atau dengan perawatan khusus 3-7 hari setelah persalinan. Kapsul melepaskan levonorgestrel kira-kira 85 µg per 24 jam selama penggunaan 612 bulan pertama. penelitian mengenai perubahan lendir serviks menunjukkan bahwa metode lain yang mendukung sebaiknya digunakan selama 3 hari setelah dimasukkan. cukup tinggi untuk mencegah konsepsi.

dan teknik Kroener. Sebanyak 6% dari wanita yang disterilisasi dilaporkan menyesali atau meminta informasi tentang pembalikan prosedur dalam periode 5 tahun setelah prosedur dilakukan. dan kegagalan.2 Vasektomi . paritas rendah. Wawancara followup 14 tahun pasca prosedur menunjukkan bahwa penyesalan diungkapkan oleh 20. Tubektomi setelah hari itu akan lebih sulit dilakukan karena alat-alat genital telah menciut dan mudah berdarah. teknik Uchida.edema tuba.4. laparoskopi. teknik Aldridge. infeksi. dan status orangtua tunggal atau dalam keadaan hubungan yang tidak harmonis.9 Penyesalan pasca sterilisasi merupakan kondisi yang kompleks dan sering disebabkan oleh peristiwa-peristiwa penting dalam hidup yang tidak terduga. Setelah suatu keguguran (yang tidak disertai komplikasi lain) tubektomi dapat langsung dilakukan. Sedangkan teknik penutupan tuba bermacam-macam.3% wanita berusia 30 tahun atau lebih muda pada saat TLB dilakukan serta 5. teknik Irving. atau kuldoskopi. teknik Pomeroy. tergantung pada keahlian operator. minilaparotomi. Dianjurkan agar tubektomi pasca keguguran sebaiknya dilakukan dalam waktu 24 jam.7. Sedangkan sterilisasi interval dapat dilakukan 6 minggu atau lebih setelah melahirkan (saat uterus telah berinvolusi secara penuh) atau saat waktu lain ketika wanita tersebut tidak hamil. atau selambatlambatnya dalam 48 jam setelah bersalin. Cara-cara pembedahan yang umum dilakukan (termasuk di Indonesia) saat ini antara lain adalah laparotomi.9 Gambar 2. 5.9% dari wanita lebih tua dari usia 30 tahun saat prosedur. Tehnik Parkland merupakan salah satu teknik tubektomi 2. Teknik-teknik tubeknomi yang telah dikenal antara lain teknik Madlener. Faktor resiko penyesalan yang mungkin bermanfaat pada konseling pra-sterilisasi termasuk usia muda.

dapat dipakai untuk jangka panjang. yaitu: 4 1.8 Metode Kontrasepsi Efektif Terpilih (MKET) Pemilihan jenis kontrasepsi didasarkan pada tujuan penggunaan kontrasepsi. Mengakhiri kesuburan (tidak ingin hamil lagi) Saat usia istri di atas 30 tahun. Kontrasepsi yang sesuai antara lain pil. serta tidak menambah kelainan yang telah ada. alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR).7 2. Vasektomi merupakan tindakan pemotongan vas deferens melalui operasi dengan anestesi local. dan implant. Pada dasarnya indikasi untuk melakukan vasektomi ialah bahwa pasangan suami-istri tidak menghendaki kehamilan lagi dan pihak suami bersedia dilakukan tindakan kontrasepsi pada dirinya. pil. dapat dipakai 3-4 tahun. reversibilitas rendah. Kontrasepsi yang sesuai adalah AKDR. . suntik. Metode yang dipilih hendaknya memiliki reversibilitas dan efektifitas tinggi. 2. maupun kontrasepsi alamiah.Di Indonesia vasektomi tidak termasuk dalam program keluarga berencana nasional. Menjarangkan kehamilan (mengatur kesuburan) Masa saat istri berusia 20-30 tahun adalah saat yang paling baik untuk melahirkan 2 anak dengan jarak kelahiran 3-4 tahun. metode alamiah. Menunda kehamilan Pasangan dengan istri berusia dibawah 20 tahun dianjurkan untuk menunda kehamilannya. dianjurkan untuk mengakhiri kesuburan setelah mempunyai 2 anak. 3. dan tidak menghambat produksi air susu ibu (ASI). 5. Kontrasepsi yang sesuai ialah kontrasepsi mantap (tubektomi/vasektomi). Ciri kontrasepsi yang diperlukan memiliki efektifitas tinggi. Untuk itu sebaiknya dipilih alat kontrasepsi dengan reversibilitas dan efektifitas yang cukup tinggi.

Informed concent merupakan persetujuan yang diberikan oleh pasien atau keluarganya atas dasar informasi dan penjelasan mengenai tindakan medis yang akan dilakukan terhadap klien tersebut. maka diperlukan surat persetujuan tindakan (informed consent). yaitu: ySA : beri salam kepada klien yT : tanyakan kepada klien infrmasi tentang dirinya yU : uraikan kepada klien mengenai pilihannya dan beritahu apa pilihan reproduksi yang paling mungkin yTU : bantulah klien menentukan pilihannya yJ : jelaskan secara lengkap bagaimana menggunakan kontrasepsi pilihannya yU : kunjungan ulang Jika kontrasepsi yang dipilih klien memerlukan tindakan medis. 2.Metode kontrasepsi Vasektomi Tubektomi Pil Suntik IUS IUD Mini-pil Kondom Diafragma dengan spermaticid Efektifitas ± 100 % ± 100 % ± 100 % ± 100 % 98-99 % 97-98 % ± 98 % 90-98 % 90-96 % Table 2.9 Metode Kontrasepsi Masa Depan . Langkah-langkah konseling KB dikenal dengan moto ³SATU TUJU´.1 metode kontrasepsi dan efektifitasnya Konseling sangat diperlukan untuk dapat memutuskan metode dan jenis kontrasepsi apa yang paling tepat bagi aseptor KB.

data yang cukup mengenai kegagalan jangka panjang.000 wanita telah menjalani metode sterilisasi ini. KB termasuk kategori program yang masih dianggap aneh. Walaupun belum disahkan sebagai metode sterilisasi di negara manapun. tabu. Cara kerja penutupan tuba yang terjadi disebabkan oleh proses inflamasi dan fibrosis pada bagian intramural dari tuba.10 Peranan Pemerintah. serta angka kejadian komplikasi masih diperlukan sebelum metode ini dapat disetujui untuk digunakan secara luas. serta perlunya adjuvan (mis. Penelitian toksikologis dan data follow-up yang lebih lanjut diperlukan sebelum dapat dimulainya percobaan pada wanita di Amerika Serikat.Para peneliti terus mencari kemungkinan untuk menggunakan berbagai zat yang dapat dimasukkan kedalam serviks guna menyumbat lumen tuba melalui sklerosis atau penutupan mekanikal. BKKBN juga telah lama menerapkan KB . obat anti radang nonsteroid) belum jelas karena tidak adanya penelitian yang sistematik tentang metode ini serta buruknya follow-up terhadap wanita yang menjalaninya. KB mulai diintegrasikan dengan kegiatan-kegiatan lain. komplikasi. dan belum diterima oleh sebagian besar masyarakat. Sejak itu. dan Agama Dalam Penggunaan Kontrasepsi Pada awal pengenalan. sebagai institusi pemerintah nondepartemen yang bertugas mengoordinasikan program KB secara nasional. sulit. Proses memasukkan MCA kedalam kedua tuba secara konsisten masih menjadi sebuah permasalahan yang belum terpecahkan. Beberapa penelitian menunjukkan seringnya kegagalan teknis akibat terjadinya spasmus tuba sehingga menyebabkan pembentukan sumbat yang abnormal.9 Methylcyanoacrylate (MCA) merupakan zat perekat yang dipercaya dapat menghasilkan sterilisasi tuba melalui proses nekrosis. inflamasi. Beberapa diantaranya dijelaskan berikut ini. Sosial. Angka kegagalan jangka panjang. Untuk mengelola program KB. Pemerintah menunjukkan peransertanya dalam menyukseskan program KB dengan mendirikan Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) pada tahun 1957. serta diperlukannya prosedur kedua pada hampir dari 20% pasien dan menetapnya patensi tuba pada 10% kasus. dosis optimal. serta fibrosis dari lumen tuba. Quinacrine (sebelumnya digunakan sebagai obat anti-malaria) digunakan dalam sterilisasi dengan dimasukkan kedalam tuba secara transservikal melalui alat intrauterin copper T yang dimodifikasi. pemerintah membentuk sebuah institusi Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pada 1970. Untuk lebih meningkatkan keberhasilan program.9 Silikon yang diinjeksikan melalui sebuah alat khusus lewat servik kedalam tuba falopi kemudian akan mengeras dan menjadi sumbat.9 2. Maka dari itu penyempurnaan proses pemasukan. diperkirakan 100. KB di Indonesia mulai dirancang sebagai salah satu program pemerintah.

Sehingga KB dapat dilakukan oleh segenap lapisan masyarakat. Agama juga sering kali digunakan sebagai alasan untuk menolak penggunaan alat kontrasepsi. Undang-Undang (UU) Negara dan moral Pancasila. MA Sahal Mahfudz. KH. jika disatukan tanpa perekat yang kuat berupa komunikasi yang kuat pula. kondom hanya ditawarkan kepada 16 persen klien ibu rumah tangga penderita Penyakit Seks Menular (PSM). Bahkan. terutama dalam perawatan kehamilan dan kelahiran anak. 1. Tak pelak lagi. Dua pribadi yang berbeda.Mandiri. justru membuat mereka miskin informasi. dikatakan Ketua Umum MUI. Sementara bagi keluarga miskin masih menjadi tanggungan pemerintah. tidak dibenarkan dalam Islam.2 Di Indonesia. dalam artian perempuan adalah pendamping setia yang sudah selayaknya bertanggung jawab seorang diri soal kesehatan reproduksi. KB dinilai sebagai suatu ikhtiar atau usaha manusia untuk mengatur kehamilan dalam keluarga secara tidak melawan hukum agama. sangat sulit melihat peran pria dalam kesehatan reproduksi. Kurangnya kesadaran pria dalam hal kesehatan reproduksi memang tidak terjadi begitu saja. yang pada gilirannya merintangi pemenuhan hak reproduksinya. Dalam pandangan Islam sebagaimana difatwakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada Musyawarah Nasional MUI tahun 1983. Ada sebagian kalangan yang menilai membatasi kelahiran dengan alasan takut tidak bisa menghidupi anak. termasuk diantaranya ketidaktahuan akan pemenuhan hak dan kewajiban reproduksi yang harus dilakukan suami. dari 50 dokter yang mengirimkan laporan bulanan. yakni bagi warga yang mampu untuk mendapatkan alat kontrasepsi melalui dokter atau bidan praktek swasta. Dalam sebuah penelitian. tidak dilibatkannya suami sebagai salah satu pihak yang berkepentingan dengan kesehatan reproduksi. ditemukan suami-suami yang melarang pemakaian IUD sebagai alat kontrasepsi pilihan istri. Pasalnya. Petugas kesehatan juga jarang melibatkan suami dalam konsultasi kesehatan. Agama Islam membenarkan pelaksanaan KB untuk . akan menimbulkan berbagai masalah. vasektomi sering dianggap dapat mengurangi kemampuan seksual. Hal lainnya. Permasalahannya adalah faktor budaya yang justru memanjakan suami. hanya separuh yang bersedia. beranggapan yakin bahwa IUD atau spiral mengurangi kenikmatan hubungan seksual. Persoalan yang paling penting dan kadang diperdebatkan dalam Islam mengenai KB adalah soal penentuan jumlah anak. Untuk itu. sedangkan kondom membuat hubungan seksual menjadi hambar. dari 14 persen isteri yang meminta suami untuk memakai metode kontrasepsi pria. kendala yang paling sering menghampiri pasangan dalam rumah tangga adalah soal minimnya komunikasi. Kenyataannya.

mereka bisa bertindak secara tanggung jawab dan tidak perlu merasa berdosa apabila menggunakan cara lain. 1 BAB III LAPORAN KASUS A. cara tersebut tidak merendahkan martabat suami atau istri. Mengenai penjarangan kehamilan demi alasan kesehatan ini. Pelaksanaan pengaturan kelahiran harus selalu memperhatikan harkat dan martabat manusia serta mengindahkan nilai-nilai agama dan sosial budaya yang berlaku dalam masyarakat. namun tidak dilarang oleh Rasul. dan dapat dipertanggungjawabkan secara medis. umat Katolik harus senantiasa bersikap dan berperilaku penuh tanggung jawab.21. termasuk cara pelaksanaan tanggung jawab itu. dikatakan telah dilakukan di zaman Rasulullah SAW. Asal. seorang sahabat Rasul mengaku telah melakukan azal. Para uskup Indonesia mendukung ajaran Paus dengan memberi anjuran hendaknya metode alamiah (KB Alamiah-pantang berkala) beserta segala perbaikannya lebih diperkenalkan dan dianjurkan. mengutip pedoman Pastoral keluarga tahun 1975 No. 1 Geraja Katolik menyatakan bahwa KB pertama-tama harus dipahami sebagai sikap tanggung jawab. Soal metode.menjaga kesehatan ibu dan anak.26. Identitas Penderita Nomor Registrasi : 28. Sejauh ini Gereja Katolik menganjurkan umat melaksanakan program KB dengan cara pantang berkala (tidak melakukan persetubuhan saat masa subur). tidak berlawanan dengan hidup manusia (pengguguran dan pemandulan). sebagaimana dikatakan dalam dua buah hadis yang diriwayatkan masing-masing oleh Bukhori dan Muslim. Namun saat umat Katolik tidak dapat melaksanakan cara tersebut (KB alamiah). Dalam masa itu.29 Nama Pasien : Ni Made N Umur : 43 Tahun Jenis Kelamin : Perempuan Agama : Hindu . yakni mengeluarkan air mani di luar vagina istri atau yang lazim disebut saat ini sebagai senggama terputus.

Sukawati. Adapun jumlah darah haid adalah sebanyak 1 kali ganti pembalut per harinya. Tatag. yHari Pertama Haid Terakhir : 13 Februari 2009 Riwayat Pernikahan Menikah satu kali dengan suami sekarang sudah berjalan 14 tahun. Anamnesis Khusus Riwayat Menstruasi yMenarche umur 12 tahun. Desa Guwang. Tatag. Sukawati. Bali Pekerjaan : Petani Tanggal Pemeriksaan : 19 Februari 2009 B. Bali Suku/Bangsa : Bali/Indonesia Status : Menikah Nama Suami : I Nyoman Jati Umur : 50 tahun Alamat : Br. Keluhan dikatakan tidak ada. Gianyar. siklus haid dalam tiga bulan terakhir dikatakan teratur setiap 28 hari.Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga Alamat : Br. dengan lama haid 5-7 hari. Anamnesis Keluhan Utama Ingin memasang IUD Anamnesis Umum Pasien datang ke poliklinik RSU Sanjiwani dengan tujuan ingin memasang kontrasepsi IUD. Desa Guwang. . Gianyar.

lahir spontan belakang kepala. Perempuan. Status present Keadaan umum : Baik Kesadaran : E4V5M6 Tekanan Darah : 120/80 mmHg Nadi : 84 kali/menit Laju Respirasi : 20 kali/menit Temperatur : 36. penyakit jantung.Riwayat Persalinan 1. Riwayat Penyakit dalam Keluarga Di keluarga tidak diketahui adanya riwayat sakit berat. Keluhan lain dikatakan tidak ada. Pasien juga sering kali lupa meminumnya. Perempuan. RS Sanjiwani. lahir spontan belakang kepala. Laki-laki.7 °C (axilla) . letak sungsang. lahir dengan SC. Riwayat Kontrasepsi Pil KB (4 tahun) Pasien mengeluhkan merasa merepotkan untuk meminum pil tersebut setiap hari. umur sekarang 13 tahun. BBL:3000 gr. RS Sanjiwani. RS Sanjiwani. BBL:3000 gr. hipertensi. BBL: 2850 gr. C. 2. umur sekarang 4 tahun. umur sekarang 7 tahun. 3. dan lain-lain. diabetes melitus. Pemeriksaan Fisik 1. Riwayat Penyakit Terdahulu Pasien mengaku tidak mempunyai riwayat penyakit yang berhubungan dengan kehamilan seperti penyakit asma.

Status gynekologi Abdomen Inspeksi : distensi (-) Palpasi : Nyeri tekan (-). Jaringan (-) Pemeriksaan Vaginal Toucher pukul 11. livide (-). Oedem : Ekstremitas atas -/Ekstremitas bawah -/-. ikterus (-). Flx (-). 3. Pulmo : Vesikular (+)/(+).rhonki (-)/(-). Fl (-) Pembukaan serviks (-). Abdomen : Sesuai status gynekologi Ekstremitas : Akral hangat : Ekstremitas atas +/+ Ekstremitas bawah +/+. reguler. Status General Kepala : Mata : Anemia (-). Thoraks : Jantung : S1S2 tunggal.00 WITA. Nyeri goyang (-) CUAF : b/c normal . murmur (-). Fl (-) Pembukaan serviks (-).Tinggi badan : 155 cm Berat badan : 47 kg 2. tanda cairan bebas (-) Vagina Inspeksi: Flx (-).wheezing (-)/(-).

selama 4 tahun terakhir pasien menggunakan kontrasepsi jenis pil. Sebelumnya. Pasien telah 4 tahun menggunakan pil KB sampai sekarang. Diagnosis Kerja Aseptor KB IUD E. Menstruasi terakhir tanggal 13 Februari 2009. D. Dari pemeriksaan ginekologi tidak ditemukan adanya kelainan. Dari pemeriksaan fisik didapatkan Vital Sign dalam batas normal. Rencana Kerja Rencana Diagnosa : konseling dan informed concern Rencana Terapi : yPasang IUD copper T yMedikamentosa: Amoxicillin 3 x 500 mg Asam mefenamat 3 x 500 mg Monitor : kontrol poliklinik 1 minggu kemudian KIE : jaga kebersihan BAB IV PEMBAHASAN Pasien merupakan wanita berusia 45 tahun dengan 3 orang anak.AP/CD : normal RESUME Wanita. dimana anak terakhir berusia 4 tahun. Keluhan dikatakan tidak ada. 43 tahunn datang ke poliklinik RS Sanjiwani dengan tujuan memasang IUD. Tidak ada keluhan fisik yang dirasakan . Status general dalam batas normal. Pasien telah berkeluarga dan memiliki 3 orang anak.

Pemasangan AKDR sebaiknya dilakukan sewaktu haid atau pada hari-hari haid akhir. pemilihan alat kontrasepsi harus berdasarkan tujuan dari pasien dengan memperhatikan usia dan riwayat obstetrinya yang dikenal dengan metose kontrasepsi efektif terpadu (MKET). tidak semua orang dapat menjalani tindakan tersebut. Kontrasepsi yang sesuai ialah kontrasepsi mantap (tubektomi/vasektomi). Artinya bila tindakan kontap ini berhasil.15 Pasien menyatakan dirinya belum siap untuk menggunakan kontrasepsi permanen ini. Dengan konseling yang baik. Sering terjadi seseorang dalam mengambil keputusan tidak menyadari sepenuhnya konsekuensi dari keputusan itu dan kemudian menimbulkan penyesalan. serta bantulah klien menentukan pilihannya. Pamasangan dapat juga dilakukan sesudah melahirkan. yaitu sukarela. buruk. Namun Konseling sangat diperlukan untuk dapat memutuskan metode dan jenis kontrasepsi apa yang paling tepat bagi aseptor KB. Pasien saat ini ingin beralih menggunakan alat kontrasepsi dalam rahim dengan alasan lebih praktis. Tubektomi sebagai salah satu jenis kontrasepsi mantap (kontap). AKDR yang mengandung levonorgestrel bisa digunakan untuk jangka waktu 3 atau 5 tahun. Sedangkan Pil KB kurang dianjurkan karena usia ibu relative tua dan mempunyai kemungkinan timbulnya efek samping dan komplikasi. yang salah satunya : uraikan kepada klien mengenai pilihannya dan beritahu apa pilihan reproduksi yang paling mungkin. ekonomi. manfaat dan kerugiannya dari aspek agama. Saat usia istri di atas 30 tahun. Sehingga AKDR ini dapat menjadi pilihan dalam jangka panjang. dengan kata lain kontap akan menghentikan kemampuan reproduksi seseorang. reversibilitas rendah.selain merasa repot dengan keharusan meminum pil KB tersebut setiap harinya. dapat dipakai untuk jangka panjang. sosial. Alat kontrasepsi dalam rahim yang dipilih pasien memiliki efektifitas cukup tinggi dan dapat dipakai untuk jangka panjang. Dari bidang medis. dianjurkan untuk mengakhiri kesuburan setelah mempunyai 2 anak. peserta KB yang bersangkutan tidak akan dapat memiliki keturunan lagi. dan sebagainya. atau setiap waktu . sesudah abortus. Calon peserta harus memenuhi 3 syarat. Oleh karena itu tindakan ini memerlukan persiapan yang relatif lebih lama daripada metode lainnya karena harus mempertimbangkan baik. Pasien telah memenuhi kriteria untuk dilakukan kontrasepsi mantap (tubektami). Karena sifat kontap yang permanen. dan sehat. hal tersebut dapat dihindari atau setidaknya dikurangi. bahagia. serta tidak menambah kelainan yang telah ada. Langkah-langkah konseling KB dikenal dengan moto ³SATU TUJU´. memiliki ciri khusus dibandingkan metode kontrasepsi lainnya yakni memiliki sifat permanen. Ciri kontrasepsi yang diperlukan memiliki efektifitas tinggi.

1.htm Acessed: Feb 20. Contraception and family planning.. 1. Birth control. 2009. Keluarga Berencana dan Kependudukan. Jakarta. Dalam: Buku Ajar Keluarga Berencana. Pennsylvania.htm Accessed Feb 23. Last update August 7. 1.org/wiki/Birth_control Accessed: Feb 20. DAFTAR PUSTAKA 1. Albar E.com/apotik_online/kontrasepsi. editor. 2004. Pemeriksaan selanjutnya dilakukan setelah satu minggu pemasangan.go.wikipedia. 1. 1996. Saifuddin AB. 579-596. Kontrasepsi. Medicastore.htm Accessed: Feb 21. akan tetapi AKDR copper T sebaiknya diganti tiap 3 tahun. Serba-serbi Kontrasepsi. Mansjoer A.selama siklus haid jika dapat dipastikan wanita tersebut tidak hamil. Hal.com/oc/serbaserbi. Wikipedia. hal:161-377.bkkbn.medicastore. Denpasar.id/Webs/DetailRubrik.. 2009. Ilmu Kandungan. Burkman RT. . 1. Available from: http://en. BKKBN.emedicine. Dalam: Wiknjosastro H. dan selanjutnya setiap 6 bulan. eMedicine Tubal Sterilization. cetakan kelima.aspx?MyID=2664 Accessed: Feb 20.com/med/topic3313. 2004. Available from: http://www. Edisi 3 cetakan 1.medicastore. 2001. 2009. Jakarta 2000. Tidak ada konsensus yang menyebutkan berapa lama AKDR boleh ditinggalkan dalam uterus. Sklar Avi J. On: Current Essential Obstetric and Gynecology. 4. Universitas Udayana. William & Wilkins. Suwiyoga K. Available from: http://www. Medicastore. tiga bulan kemudian.350-369 1. Rachimhadhi T. Kontrasepsi. Available at : http://www. dkk. Media Aesculapius. 2009. Dalam: Kapita Selekta Kedokteran. Kontrasepsi. 1. Available from: http://www. Edisi kedua. 2007. 2009.

c ) P e r s iapan klien. terdiri atas alat medis dan non medis. diantaranya .b)Persiapan alat.

Bila tidak sempat. .:(1)Klien dianjurkan mandi sebelum mengunjungi tempat pelayanan.

anjurkan klien untuk membersih kan daerah perut bagian bawah.( 2 ) B i l a menutupi daerah . rambut kemaluan danvagina dengan sabun.

operasi. Pencukuran hanya apabilasangat menutupi daerah . rambut p u b i s cukup digunting (bukan/tidak dicukur).

( 3 ) Bila menggunakan elevator/ .operasi dan waktu pencukuran adalahsesaat sebelum operasi dilaksanakan.

sebaikny a dilakukan pengusapan larutan antiseptik (misalnyaProvid on iodine) pada servik dan vagina (terutama .manipulator r a h i m .

( 4 )Setelah pengolesan Providone Iodine pada k u l i t .klien masainterval). tunggu 12 menit agar yodium bebas .

(1)Kli .yang dilepaskan dapatmembunuh mikroorganisme dengan baik.d ) K e l e n g kapan klien dan petugas ruang o p e r a s i .

dapat digunakan kain penutup yang bersih. Bila tidak tersedia.(2)Operat or dan petugas .en menggunakan pakaian operasi.

berpakaian operasi. memakai sarung tangan.kamar operasi harus dalam keadaansiap (mencuci tangan.topi dan masker) saat berada di ruang .

(3)Mask er harus menutupi mulut dan hidung.operasi.(4)Topi harus menutup . bila lembab/ basah harus diganti.

rambut. ganti dengan sepatu/ sandaltertutup. yang khusus dipergunakan untuk ruang operasi.e ) P e n .(5)Sepa tu luar harus dilepas.

cegahan i n f e k s i (1)S ebelum p e m b e d a h a n (a )Operator atau petugas mencuci tangan denganmenggun .

akan larutan antiseptik.(b)Gunakan larutan antiseptik untuk . menggunakan pakaian operasidan sarung tangan steril.

(c)Usapan larutan antiseptik pada daerah operasi. mulai daritengah kemudian meluas ke .membersihkan vaginadan servik.

daerah luar dengan gerakanmemutar hingga bagian tepi perut. Untuk klien pasca persalinan. bersihkan daerah umbilikus dengan .

Tunggu 1-2 menit agar yodium bebas yang dilepaskan dapat membunuhmikro organosme dengan baik.( 2 ) S e l a m a .baik.

(b)Pergu nakan instrumen. sarung tangan dan kain .p e m b e d a h a n (a) Batasi jumlah kegiatan dan petugas di dalam ruang operasi.

(c)Kerjakan dengan ketrampilan dan teknik yang tinggi untuk menghindar i trauma dan .penutupyang steril.

komplikasi (perdarahan).( 3 ) Setelah p e m b e d a h a n (a) Sementara menggunakan sarung tangan. operator dan petugas .

(b)Lak ukan tindakan .ruang operasi harus membuang limbah ke dalamwadah yang tertutup rapat dan bebas dari kebocoran.

dekont aminasi dengan .dekontaminasi pada instrumen/ peralatanyang akan dipergunakan sebelum dilakukan pencucian.

larutan klorin 0.meja instrumen/ benda lain yang . lampu.(c)Lakukan tindakan dekontaminasi pada meja operasi.5%.

5%.mungkin terkontaminasisel ama operasi dengan mengusapkan larutan klorin 0.(d)Dilakuka n pencucian dan penatalaksanaan .

instrumen sesuai prosedur.(e )Cuci tangan setelah melepas sarung tangan.f ) T i n d a kan dan pelaksanaan t u b e k t o m i (1) .

Anestesi dan membuka dinding perut(a)Berikan obat anestesi Diazepam per oral.(b)Pasang Wing Needle .

(c)Jika klien memerlukan tambahan sedasi.(d)Lakukan tindakan asepsis pada lapangan operasi . berikan Pethidin 1mg/ kg BB.

yaknisekitar pusat dengan betadin atau yodium alkohol kemudiantutup dengan kain steril berlubang di tengah.(e)Suntikk an secara .

infiltrasi anestesi lokal (lignokain 1%) pada tempat insisi.(f)Lakuk an insisi melintang pada kulit dan jaringan . tunggu hingga anestesi bereaksi.

subkutansepanjan g 2-3 cm tepat di bawah pusat.(g)Insisi lapis demi lapis sampai menembus peritoneumkemu dian peritoneum .

dijepit dengan 2 klem. transluminasiunt uk identifikasi dan digunting selebar jari sehingga bisadimasuki jari telunjuk dan .

beritahu klien akandialakukan penyuntikan bahan anestesi .sebuah tampon tang. Masukkanlidoka in 1% dalam semprit 10 ml.

(lakukan komunikasialih nyeri). tarik refraktor .( 2 ) M e n c apai t u b a (a)Masukk an refraktor ke dalam rongga abdomen.

(b)Jepit tuba dengan pinset atau klem Babcock dan tarik pelanpelan keluar melalui lubang .kearah tuba yang akan dicapai.

(c )Bila tuba tertutup omentum atau usus. sisihkan denganmemakai kasa bulat yang dijepit klem arteri .insisi sampai terlihatfimbria.

dan posisi klienTrendelenber g.(3)Oklusi/ penutupan TubaMenutup dinding perut (a)Periksa rongga abdomen (kemungkinan .

perdarahan ataulaserasi usus).(b)Jahit fasia dengan jahitan simpul atau angka 8 memakai benang kromic catgut .

(d)Jahit kulit dengan jahitan simpul memakai benang .nomer 1.(c)Jahit subkutis dengan jahitan simpul memakai benang plain catgut nomer 0.

sutranomer 0.Perawatan pasca .(e)Tutup tempat jahitan dengan kasa larutan antiseptik danrekatkan dengan plester.

tindakan(a)Berita hu pada klien bahwa prosedur tubektomi sudahselesai dan klien diminta untuk beristirahat. dipantau .

danmendapat penjelasan di ruang pulih. buatlaporan prosedur dan hasil .(b)Ukur dan nilai tandatanda vital serta keluhan klien.

Kom plikasi yang mungkin terjadi dan penanganannyaT ubektomi seringkali menimbulkan .i.prosedur tubektomi.

emboli. rasa sakitdan . demam. antara laininfeksi luka. hematoma. luka pada kandung kemih.beberapa komplikasi.

Penjelasan .perdarahan. Masing-masing komplikasi tersebut memiliki cara penangana n yang berbedabeda.

tentang komplikasi dan penanganan lebih lanjut terlampir. j.Angk a Kegagalan Metode TubektomiMetod e kontrasepsi

tubektomi merupakan metode yang efektifitasnyacuk up tinggi, hal ini dapat dilihat dari angka kegagalannya yang

cukuprendah. Angka kegagalan metode tubektomi berdasarkan cara mencapai tubadan cara penutupan tuba terlampir.k.Kunj

ungan UlangKunjungan ulang dianjurkan pada setiap pasien yang dilakukan kontap. baik minilap maupun kontap laparoskopi. .

Waktu kunjungan ulang pertamadilaksan akan pada minggu pertama sampai kedua pasca operasi. Waktukunjungan ulang berikutnya .

yaitu 1 bulan sampai 3 bulan pasca operasi danselanjutnya 6 bulan sampai 12 bulan pasca operasi. (Winkjosastro. 2007 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->