Pengertian Wacana dan Macam-macamnya

Rabu, 20 Oktober 2010
Pengertian wacana dapat dilihat dari berbagai segi. Dari segi sosiologi, wacana menunjuk pada hubungan konteks sosial dalam pemakaian bahasa, sedangkan dari segi linguistik, wacana adalah unit bahasa yang lebih besar daripada kalimat. Di samping itu, Hawthorn (1992) juga mengemukakan pengertian wacana merupakan komunikasi kebahasaan yang terlihat sebagai sebuah pertukaran di antara pembicara dan pendengar, sebagai sebuah aktivitas personal di mana bentuknya ditentukan oleh tujuan sosialnya. Sedangkan Roger Fowler (1977) mengemukakan bahwa wacana adalah komunikasi lisan dan tulisan yang dilihat dari titik pandang kepercayaan, nilai, dan kategori yang termasuk di dalamnya. Menurut Alwi dkk (2003: 419) wacana adalah rentetan kalimat yang berkaitan yang menghubungkan proposisi yang satu dengan proposisi yang lain dan membentuk satu kesatuan. Alwi juga menyatakan bahwa untuk membicarakan sebuah wacana dibutuhkan pengetahuan tentang kalimat dan segala sesuatu yang berhubungan dengan kalimat. Wacana menurut Kridalaksana dalam Kamus Linguistik Edisi Ketiga (1993: 231) adalah satuan bahasa terlengkap, dalam hierarki gramatikal merupakan satuan gramatikal tertinggi atau terbesar. Wacana ini direalisasikan dalam bentuk karangan yang utuh (novel, buku, seri ensiklopedia, dsb). Kridalaksanan membagi wacana menjadi empat yaitu: (1) Wacana langsung (direct speech, direct discourse) Wacana langsung adalah wacana yang sebenarnya dibatasi oleh intonasi atau pungtuasi. Contoh: Salim berkata, “Saya akan datang.” (2) Wacana pembeberan (expository discourse) Wacana pembeberan adalah wacana yang tidak mementingkan waktu dan penutur, berorientasi pada pokok pembicaraan, dan bagian-bagiannya diikat secara logis. (3) Wacana penuturan (narrative discourse) Wacana penuturan adalah wacana yang mementingkan urutan waktu, dituturkan oleh persona pertama atau ketiga dalam waktu tertentu, berorientasi pada pelaku, dan seluruh bagiannya diikat oleh kronologi. (4) Wacana tidak langsung (indirect discourse) Wacana tidak langsung adalah pengungkapan kembali wacana tanpa mengutip secara harfiah kata-kata yang dipakai oleh pembicara, mempergunakan konstruksi gramatikal atau kata tertentu, antara lain klausa subordinatif, kata bahwa, dan sebagainya. Contoh: Salim berkata bahwa ia akan datang. Arifin dkk. (2008: 103-104) mengemukakan pendapatnya bahwa wacana yang utuh mempunyai kesinambungan informasi di antara kalimat-kalimat di dalamnya sehingga membentuk informasi yang utuh.

(1) Berdasarkan level konseptual teoretis. membentuk satu kesatuan. sehingga terbentuklah makna yang serasi di antara kalimat-kalimat itu. ragam bahasa tulis akan banyak diwarnai oleh konta dalam ragam itu.S. Sedangkan. Orientasi itu dapat menimbulkan kontak dalam bahasa tulis. wacana merupakan suatu praktik yang diatur untuk menjelaskan sejumlah pernyataan. wacana diartikan sebagai domain dari semua pernyataan. Badudu (2000) wacana yaitu rentetan kalimat yang ‘berkaitan dengan’. Leech juga mengemukakan pendapatnya mengenai . Contoh (2) bukan sebuah wacana karena kalimat-kalimat di dalamnya tidak menunjukkan adanya keterpautan bahasa ataupun kesinambungan informasi. konteks penggunaan. serta dapat disampaikan secara lisan dan tertulis. ciri-ciri khas bahasa Indonesia tetap harus dipertahankan. Bisa jadi sebuah kata yang dulu amat kerap digunakan. dan metode penjelasan. Selanjutnya dijelaskan pula bahwa wacana merupakan kesatuan bahasa terlengkap dan tertinggi atau terbesar di atas kalimat atau klausa dengan koherensi dan kohesi yang tinggi dan berkesinambungan. yaitu semua ujaran atau teks yang mempunyai makna dan mempunyai efek dalam dunia nyata. (2) Wacana menurut konteks penggunaannya merupakan sekumpulan pernyataan yang dapat dikelompokkan ke dalam kategori konseptual tertentu. Mills (1994) mengemukakan pengertian wacana berdasarkan pendapat Foucault bahwa wacana dapat dilihat dari level konseptual teoretis. tidak memiliki hubungan semantis di antara proposisi yang terdapat pada kalimat lainnya. yakni sebuah kata dulu kerap dipakai. Di samping beberapa pendapat di atas. Kalimat kedua menjelaskan informasi pada kalimat pertama. yang menghubungkan proposisi yang satu dengan proposisi yang lainnya. dan nanti kembali kerap terdengar atau sama sekali hilang dari pemakaian. Akibatnya. Jadi. menurut J. (3) Sedangkan menurut metode penjelasannya. Setiap kalimat pembentuknya berdiri sendiri. kini hampir tak terdengar. (2) “Perubahan orientasi dari budaya lisan ke budaya tulis hampir tidak terelakkan lagi pada masa sekarang ini.Contoh : (1) “Kekerapan pemakaian sebuah kata hampir tidak dapat diramalkan karena hal itu amat bergantung pada perkembangan kebutuhan dan cita rasa masyarakat pemakainya. Bahasa Indonesia haruslah tidak boleh kehilangan identitasnya sebagai bahasa bangsa. kini hampir tak terdengar lagi dan pada masa yang akan datang mungkin kata itu akan hilang dari pemakaian”. Dengan demikian contoh (2) lebih tepat jika dinamakan kumpulan kalimat (bukan sebuah wacana).” Contoh paragraf (1) di atas merupakan sebuah wacana yang utuh karena subjek hal itu pada klausa anak kalimat pada kalimat pertama telah menghubungkan klausa itu dengan klausa pertama karena hal itu mengacu pada kekerapan pemakaian kata yang terdapat pada klausa pertama. yang mampu mempunyai awal dan akhir yang nyata.

dan wacana prosedural. apabila wacana itu diarahkan pada tindakan atau reaksi dari mitra tutur atau pembaca. apabila wacana itu bersumber pada pesan atau informasi.bahasa yang dituturkan. seperti wacana berita dalam media massa. e. dan sebagainya). b. Namun. seperti wacana puisi dan lagu. Wacana estetik. (2) Berdasarkan saluran komunikasinya. seperti wacana pidato. PENGERTIAN WACANA MENURUT AHLI 1. bahasa yang dituliskan dan penerapan sistem ejaan. wacana hortatoris. kalimat. wacana argumentatif. Wacana lisan memiliki ciri adanya penutur dan mitra tutur. seri ensiklopedia. Harimurti Kridalaksana Harimurti Kidalaksana mengungkapkan wacana adalah satuan bahasa terlengkap dan merupakan satuan gramatikal tertinggi atau terbesar dalam hierarki gramatikal. dan cara pemaparannya. dalam realisasinya wacana dapat berupa karangan yang utuh (novel. Berdasarkan beberapa pendapat di atas. seperti wacana perkenalan pada pesta. (1) Berdasarkan fungsi bahasa a. wacana deskriptif. Menurut Leech. wacana ekspositoris. Wacana fatis. Crystal . wacana dapat dibedakan berdasarkan fungsi bahasa. yaitu wacana naratif. c. maka dapat disimpulkan bahwa wacana merupakan satuan bahasa yang terlengkap yang mempunyai kohesi dan koherensi dan berkaitan dengan konteks tertentu. wacana dapat dibedakan atas. apabila wacana itu bersumber pada gagasan penutur atau penulis sebagai sarana ekspresi. apabila wacana itu bersumber pada saluran untuk memperlancar komunikasi. Wacana ekspresif. paragraf. 2. buku. d. saluran komunikasinya.wacana. wacana lisan dan wacana tulis. bahkan kata yang membawa amanat lengkap. seperti wacana khotbah. yang dapat disampaikan secara lisan (wacana lisan) dan tertulis (wacana tulis). dan alih tutur yang menandai giliran bicara. Wacana direktif. wacana persuasif. Wacana informasional. apabila wacana itu bersumber pada pesan dengan tekanan keindahan pesan. Sedangkan wacana tulis ditandai oleh adanya penulis dan pembaca. frase. (3) Wacana dapat pula dibedakan berdasarkan cara pemaparannya.

kalimat atau kalimat-kalimat. Wahab Wahab mendefinisikan wacana sebagai organisasi bahasa yang lebih luas dari kalimat atau klausa. (3) lingkungan satuan bahasa terlengkap yang direalisasikan dalam bentuk karangan atau laporan utuh. frase. Pengertian Wacana menurut pakar Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dikemukakan bahwa wacana yaitu (1) komunikasi verbal. . Van Dijk Van Dijk memandang bahwa wacana merupakan konstruksi teoretis yang abstrak. baik dalam pengertian maupun dalam manifestasi fonetisnya. 7. 8.Menurut Crystal. Kinneavy Kinneavy mengungkapkan bahwa wacana adalah teks yang lengkap yang disampaikan baik cara lisan maupun tulisan yang tersusun oleh kalimat yang berkaitan. (2) lingkungan keseluruhan tutur yang merupakan suatu kesatuan. tersusun oleh kata. (5) pertukaran ide secara verbal. baik lisan maupun tulis yang membentuk suatu pengertian serasi dan terpadu. baik dalam pengertian maupun dalam manifestasi fonetisnya. wacana berarti rangkaian sinambung kalimat yang lebih luas daripada kalimat. yang kemudian terlaksana melalui teks. Bambang Hartono Bambang Hartono mendefinisikan wacana sebagai berikut. 3. wacana adalah satuan kebahasaan yang unsurnya terlengkap. 5. percakapan. dalam bidang linguistik. Longacre Longacre mengemukakan bahwa wacana merupakan suatu rentetan kalimat yang membentuk suatu pengertian yang serasi. wacana merupakan suatu proses dinamis pengungkapan dan pemahaman yang mengatur orang dalam interaksi kebahasaan. buku. Edmonson Edmonson mengungkapkan bahwa wacana adalah suatu periatiwa terstruktur yang diwujudkan di dalam perilaku linguistik atau yang lainnya. (4) lingkungan atau prosedur berpikir secara sistematis. sedangkan dari sudut psikolinguistik. 4. pidato atau khutbah. artikel. 6. kemampuan atau proses memberikan pertimbangan berdasarkan akal sehat. seperti novel.

Kleden menyebut wacana sebagai ucapan dalam mana seorang pembicara menyampaikan sesuatu tentang sesuatu kepada pendengar. Komunikasi pikiran dengan kata-kata. yakni kesatuan (unity) dan kepaduan (coherence). maka dengan sendirinya semua tulisan yang teratur. Menurut Kridalaksana. kuliah. terutama sebagai suatu subjek studi atau pokok telaah. dalam hierarki gramatikal merupakan kesatuan gramatikal tertinggi atau terbesar. mencakup keempat tujuan penggunaan bahasa. sebuah wacana harus punya dua unsur penting. kalimat. pada umumnya makin terlihat jelas adanya kesatuan dan koherensi itu. konversi atau percakapan. ٣( مقالة. (2) keseluruhan tutur. Istilah wacana sekarang ini dipakai sebagai terjemahan dari perkataan bahasa Inggris discourse. dsb. Kemudian. Komunikasi secara umum. sastra. ceramah. محادثة‬ yang berarti perkataan. Wacana itu sendiri. Makin baik cara atau pola berpikir seseorang. dan dapat pula memakai bahasa tulisan. agaknya dapat dirangkum pengertian wacana itu sebagai rangkaian ujar atau rangkaian tindak tutur yang mengungkapkan suatu hal (subjek) . biasanya terdiri atas seperangkat kalimat yang mempunyai hubungan pengertian yang satu dengan yang lain. wacana adalah (1) perkataan. Karena itu. Lull memberikan pengertian yang lebih sederhana mengenai wacana yang berarti cara objek atau ide diperbincangkan secara terbuka kepada public sehingga menimbulkan pemahaman tertentu yang tersebar luas. percakapan. كلم . Moeliono menyatakan bahwa wacana adalah rentetan kalimat yang berkaitan sehingga terbentuklah makna yang serasi di antara kalimat itu atau rentetan kalimat yang berkaitan yang menghubungkan proposisi yang satu dengan yang lain. ٢( كتابة اوخطابة. disertasi formal. Ba’dulu menyatakan bahwa pada dasarnya wacana adalah kumpulan paragraph yang saling berhubungan yang mengembangkan topic tunggal yang luas secara efektif. membentuk satu kesatuan. atau kata yang membawa amanat yang lengkap. Komunikasi itu dapat menggunakan bahasa lisan. Menurut Djajasudarma.Al-Bisri mengemukakan bahwa kata wacana dalam bahasa Arab adalah ‫محاضرة. tutur yang merupakan satu kesatuan. Kata “discourse” berasal dari bahasa latin discursus yang berarti lari kian-kemari (yang dituturkan dari dis.). buku. atau logis. yaitu ekspresi diri sendiri. ucapan. yang menurut urut-urutan yang semestinya. ‫١( حديث : محادثة. seri ensiklopedia. wacana adalah satuan bahasa terlengkap. dan komunikasi buah pikiran. Dalam kamus Al-Maurid dinyatakan bahwa kata discourse dalam bahasa Arab yakni. ekspresi ide-ide atau gagasan-gagasan. dan ceramah atau kuliah. dan persuasi. حطبة: محاضرة‬ Marahim mengartikan wacana sebagai kemampuan untuk maju (dalam pembahasan) menurut urut-urutan yang teratur dan semestinya. eksposisi. seperti dikatakan Tarigan. Wacana ini direalisasikan dalam bentuk karangan yang utuh (novel. Samsuri dalam Sudjiman menyatakan bahwa wacana ialah rekaman kebahasaan yang utuh tentang peristiwa komunikasi. adalah wacana. baik lisan maupun tulisan. ‘dan currere ‘lari). dalam arah yang berbeda. Berdasarkan berbagai pendapat di atas. Risalat tulis. yang resmi dan teratur. Proses berpikir seseorang sangat erat kaitannya dengan ada tidaknya kesatuan dan koherensi dalam tulisan yang disajikannya. paragraph. Tarigan mengemukakan bahwa wacana adalah satuan bahasa yang terlengkap dan tertinggi atau terbesar di atas kalimat atau klausa dengan koheresi dan kohesi yang tinggi yang berkesinambungan yang mempunyai awal dan akhir yang nyata disampaikan secara lisan atau tertulis.‘dari. Jika defenisi ini kita pakai sebagai pegangan. khotbah.

Michael Stubbs . Di samping itu secara tegas dinyatakan bahwa wacana merupakan satuan bahasa terlengkap. Tampak pada batasan tersebut bahwa keutuhan atau kelengkapan makna di dalam sebuah wacana merupakan syarat penting yang harus dimilikinya. buku. yang dimaksud dengan wacana adalah bentuk bahasa di atas kalimat yang mengandung tema ini biasanya terdiri atas alinea-alinea. teks bacaan. buku. b) Keseluruhan tutur yang merupakan suatu kesatuan. baik yang terdiri atas bab-bab maupun tidak. dibentuk oleh unsur segmental maupun nonsegmental bahasa. dari sudut tujuan umum sebuah karangan yang utuh atau sebagai bentuk sebuah komposisi. Soeseno Kartomihardjo Soeseno Kartomihardjo menyatakan bahwa analisis wacana merupakan cabang ilmu bahasa yang dikembangkan untuk menganalisis suatu unit bahasa yang lebih besar daripada kalimat dan lazim disebut wacana. atau karangan-karangan utuh. 4. Lebih jauh. atau yang bertalian dengan hierarki bahasa. Analisis wacana berusaha mencapai makna yang persis sama atau paling tidak sangat dekat dengan makna yang dimaksud oleh pembicara dalam wacana lisan atau oleh penulis dalam wacana tulisan. ia menyatakan ruang lingkup analisis wacana selain merujuk pada wujud objektif paparan bahasa berupa teks. perkataan. atau artikel. Kamus Besar Bahasa Indonesia Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dinyatakan bahwa wacana merupakan kelas kata benda (nomina) yang mempunyai arti sebagai berikut : a) Ucapan. dan aspek pragmatik yang ada pada penutur maupun penanggap. tuturan.yang disajikan secara teratur. Lebih lanjut. Pada pengertian ketiga tidak jauh berbeda apabila dibandingkan dengan apa yang tertuang di dalam Kamus Linguistik susunan Harimurti Kridalaksana. seperti novel. anak-anak bab. 2. Wujud konkretnya dapat berupa tuturan lisan maupun teks tulis. dalam satu kesatuan yang koheren. percakapan. Aminuddin Wacana adalah kesuluruhan unsur-unsur yang membangun perwujudan paparan bahasa dalam peristiwa komunikasi. c) Satuan bahasa terlengkap. cerpen. bab-bab. konteks. undangan. suatu cabang ilmu bahasa yang menelaah bahasa di dalam masyarakat. juga berkaitan dengan dunia acuan. Unit yang dimaksud dapat berupa paragraf. artikel. sistematis. wujud konkretnya berupa novel. 3. Analisis wacana banyak menggunakan pola sosiolinguistik. Pertama dari sudut bentuk bahasa. Dari sudut bentuk bahasa. dan sebagainya. Pengertian Wacana Pengertian Wacana Menurut Beberapa Ahli Bahasa : 1. dan kedua. dan sebagainya. pengertian wacana dapat dibatasi dari dua sudut yang berlainan. realisasinya tampak pada bentuk karangan yang uttuh.

Dalam hal ini Fairclough memandang wacana sebagai bentuk praktek sosial yang terungkap melalui pemakaian bahasa. Wacana yang kohesif bisa menciptakan wacana yang koheren (wacana yang baik dan benar) 7. seperti pertukaran percakapan atau teks tulis. Studi wacana merupakan disiplin ilmu linguistik yang bertujuan menyelidiki bukan saja hubungan antara bentuk dan makna. 8. frase. klausa. Dalam batasan tersebut. gagasan. 6. Kekohesian adalah keserasian hhubungan antar unsur yang ada.Stubbs menyatakan bahwa analisis wacana merujuk pada upaya mengkaji pengaturan bahasa di atas kalimat atau klausa. melainkan juga keterkaitan antara bentuk dan fungsi bahasa di dalam komunikasi yang menggunakan bahasa sebagai sarananya. Dengan demikian analisis wacana berusaha menjelaskan bagaimana bahasa (teks) berfungsi mengungkapkan realitas sosial budaya. pikiran atau ide yang utuh. Wacana dikatakan tertinggi atau terbesar karena wacana dibentuk dari kalimat atau kalimat-kalimat yang memenuhi persyaratan gramatikal dan persyaratan kewacanaan lainnya (kohesi dan koherensi). 5. Norman Fairclough Wacana adalah pemakaian bahasa tampak sebagai sebuah bentuk praktek sosial. Jan Renkema Renkema mengemukakan studi wacana adalah disiplin ilmu yang ditekuni untuk mencari hubungan antara bentuk dan fungsi di dalam komunikasi verbal. Wacana dibentuk dari satuan bahasa di atas klausa atau kalimat. dan kalimat). 9. Wacana dikaji sebagai bangun teoritis yang memperlihatkan hubungan antara satu proposisi atau sejumlah proposisi dengan kerangka acuannya yang berupa konteks dan sittuasi. B. baik lisan seperti percakapan maupun tulis seperti teks-teks tertulis. Bambang Yudi Cahyono Analisis wacana adalah ilmu yang mengkaji organisasi wacana di atas tingkat kalimat atau klausa.Hoed Wacana adalah suatu bangun teoritis yang bersifat abstrak. dan organisasi teks mulai dari tataran yang terendah fonologi (fonem). Analisis wacana juga memperhatikan bahasa pada waktu digunakan dalam konteks sosial. gramatika (morfem.H. yang bisa dipahami oleh pembaca (dalam wacana tulis) atau oleh pendengar (dalam wacana lisan) tanpa keraguan apapun. dan karenanya mengkaji satuan-satuan kebahasaan yang lebih luas. kata. Wacana dikatakan lengkap karena di dalamnya terdapat konsep.Hoed membedakan antara wacana yang bersifat abstrak dan termasuk dalam tataran langue dengan teks yang bersifat konkret (merupakan realisasi wacana) dan termasuk dalam tataran parole.H. Abdul Chaer Wacana adalah satuan bahasa yang terlengkap. sehingga dalam hierarki gramatikal merupakan satuan gramatikal tertinggi atau terbesar. . Aspek-aspek yang dikaji meliputi bentuk. struktur. dan khususnya interaksi atau dialog antar penutur. B. dan analisis wacana adalah analisis mengenai bagaimana teks bekerja/berfungsi dalam praktek sosia-budaya.

yang mempunyai awal dan akhir yang nyata. Analisis wacana mencakup studi tentang interaksi lisan atau tulis. tetapi perbedaan tersebut tidak berlaku secara universal. 11. wacana dibedakan menjadi empat. yang menghubungkan proposisi yang satu dengan proposisi yang lainnya. deskripsi. Analisis wacana bertitik tolak dari segi fungsi bahasa. yaitu fungsi bahasa yang terlibat dalam pengungkapan hubungan-hubungan sosial dan sikap-sikap pribadi. artinya analisis wacana mengkaji untuk apa bahasa ittu digunakan. jenis-Jenis Wacana Bahasa Indonesia Berdasarkan bentuk atau jenisnya. struktur argumentasi. Wacana narasi. dari percakapan sampai dengan bentuk-bentuk percakapan yang sangat melembaga. disampaikan secara lisan atau tertulis. kutbah. atau secara tertulis seperti cerpen. Analisis wacana mempelajari bahasa dalam pemakaian : semua jenis teks tetulis dan data lisan. Wacana adalah kesatuan bahasa yang terlengkap dan tertinggi di atas kalimat atau klausa dengan kohesi dan koherensi tinggi yang berkesinambungan. dan jenis-jenis aktivitas. 14. terpadu. Senada dengan Brown dan Yule. Gillian Brown dan George Yule Analisis wacana adalah analisis atas bahasa yang digunakan. novel. buku. ceramah. Carthy juga berpandangan bahwa analisis wacana menekankan pada hubungan antara bahasa dengan konteks dalam pemakaian bahasa. eksposisi. 10. 12. Istilah teks lebih mengacu pada lisan. surat. Di dalam analisisnya kedua ahli tersebut memfokuskan pada dua fungsi utama : (1) fungsi transaksional. Malcolm Coulthard Terlihat adanya perbedaan penggunaan istilah antara wacana lisan dengan teks tulisan. Berikut penjelasanya: . yang dilihat dari segi bentuk bersifat kohesif. dan (2) fungsi interaksional. Praptomo Baryadi Wacana adalah satuan bahasa terlengkap yang dinyatakan secara lisan seperti pidato. dan dokumen tertulis. sehingga terbentuklah makna yang serasi di antara kalimat-kalimat itu. Michael Mc Carthy Analisis wacana berkaitan dengan studi tentang hubungan antara bahasa dengan konteks dalam pemakaian bahasa. membentuk satu kesatuan. sedangkan istilah wacana lebih mengacu pada tulisan.leksikon (kosakata). saling terkait dan dari segi makna bersifat koheren. yaitu fungsi bahasa unttuk mengungkapkan isi. sampai dengan tataran yang lebih tinggi seperti sistem pergantian percakapan. argumentatif. dan persuasi. dan dialog. I. baik berkenaan dengan teks tertulis maupun data lisan. 13. Jusuf Syarif Badudu Wacana adalah rentetan kalimat yang saling berkaitan.

dan pengalaman penulisnya. atau penilaian terhadap suatu hal yang disertai dengan alasan. fakta. dan citraan. akibat-sebab. menyusun kerangka karangan. bukti-bukti. Unsur-unsur penting dalam sebuah narasi adalah kejadian. serta latar yang terdiri atas latar waktu. . mengumpulkan data atau bahan berupa: buktibukti. Narasi dapat berbentuk narasi ekspositoris dan narasi imajinatif. tokoh. dan mengembangkan kerangka menjadi karangan. atau pola pemecahan masalah. Wacana Deskripsi Deskripsi adalah karangan yang menggambarkan/suatu objek berdasarkan hasil pengamatan. Dilihat dari sifat objeknya. fakta. sikap. simposium.Pengembangan kerangka karangan argumentasi dapat berpola sebab-akibat. Untuk mencapai kesan yang sempurna bagi pembaca. dan suasana.Wacana Narasi Narasi adalah cerita yang didasarkan pada urut-urutan suatu kejadian atau peristiwa. Wacana Eksposisi Karangan eksposisi adalah karangan yang memaparkan atau menjelaskan secara terperinci (memaparkan) sesuatu dengan tujuan memberikan informasi dan memperluas pengetahuan kepada pembacanya. tempat. Karangan eksposisi biasanya digunakan pada karya-karya ilmiah seperti artikel ilmiah. menyusun kerangka karangan.Tahapan menulis karangan argumentasi. perasaan. atau pernyataan yang mendukung. deskripsi dibedakan atas 2 macam. penulis merinci objek dengan kesan. konfik.Pengembangan kerangka karangan berbentuk eksposisi dapat berpola penyajian urutan topik yang ada dan urutan klimaks dan antiklimaks. makalah-makalah untuk seminar. dan pernyataan-pernyataan yang logis. yaitu menentukan objek pengamatan. yaitu deskripsi Imajinatif/Impresionis dan deskripsi faktual/ekspositoris. Wacana Argumentasi Karangan argumentasi ialah karangan yang berisi pendapat. atau penataran. dan mengembangkan kerangka menjadi karangan. Tujuan karangan argumentasi adalah berusaha meyakinkan pembaca akan kebenaran pendapat pengarang.Tahapan menulis karangan eksposisi. menentukan tujuan dan pola penyajian eksposisi. mengumpulkan data atau bahan. alur/plot. yaitu menentukan tema atau topik permasalahan. merumuskan tujuan penulisan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful