P. 1
Dasar2 Teknologi Dan Mekanisasi Pertanian - Copy

Dasar2 Teknologi Dan Mekanisasi Pertanian - Copy

|Views: 39|Likes:
Published by Komang Tri

More info:

Published by: Komang Tri on Mar 07, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/27/2012

pdf

text

original

PENUNTUN DASAR-DASAR TEKNOLOGI DAN MEKANISASI PERTANIAN

LABORATORIUM MEKANISASI DAN TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN JURUSAN TEKNOLOGI PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR 2011

1

MEKANISASI PERTANIAN Pengertian mekanisasi pertanian dapat didefinisikan dalam arti yang luas dan sempit. Mekanisasi dalam arti luas yang diidentifikasikan dengan “agricultural engineering” yaitu suatu ilmu yang mempelajari tentang penggunaan dan pemanfaatn bahan dan tenaga alam untuk mengembangkan daya karya manusian dalam bidang pertanian demi kesejahtraan umat manusia (symposium Nasional Mekanisasi Pertanian 1967 di Ciawi). Mekanisasi pertanian dalam arti sempit yang diidentikkan dengan “agricultural mechanization” atau “farm

mechanization” yaitu semua kegiatan penggunaan alat/mesin pertanianyang digerakkan baik tenaga manusia, tenaga hewan, tenaga motor, maupun tenaga mekanis lainnya seperti arus air dan tenaga angin untuk mengurangi kejerihan kerja dan meningkatkan ketepatan, mengamankan produksi, memperbaiki mutu produksi dan meningkatkan efisinsi kerja. Dalam kegiatannya, mekanisasi terbagi atas 2 dalam hal penanganan hasil pertanian, yaitu pra panen dan pasca panen. Pra panen dalam hal ini meupakan semua kegiatan yang dilakukan sebelum panen, seperti pengolahan tanah, penanaman bibit, pemupukan, dan lain sebagainya. Sedangkan pasca panen adalah semua kegiatan yang berlangsung setelah panen seperti pengolahan hasil

pertanian (pengeringan, perontokan, dan lain sebagainya).

2

PENGENALAN ALAT DAN MESIN PERTANIAN PRA DAN PASCA PANEN Alat dan mesin pertanian sangat penting digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Aplikasinya dari alat dan mesin pertanian sangat dipergunakan untuk memudahkan dalam pengerjaannya, khususnya dalam bidang pertanian. Berkembangnya teknologi sekarang ini, menyebabkan tingkat produksi dalam pemakaiannya alsintan juga dilakukan secara modern, sehingga dapat memudahkan dalam kehidupan. Tujuan dari penggunaan alat dan mesin ini sangat diperlukan karena sangat mendukung dalam meningkatkan

produktivitas pada pertanian Pada dasarnya jenis-jenis alat dan mesin yang digunakan sangat berpengaruh pada potensi pertanian, sehingga alsintan digolongkan dalam pra, pasca panen dan alat tradisional dalam pengguanan alat dan mesin pertanian digunakan sehingga lebih memudahkan dalam spesifikasi pengerjaannnya sesuai tujuan yang yang telah diharapkan dalam potensi pertanian secara umum. Prosedur Kerja 1. Menggolongkan jenis alat dan mesin pra dan pasca panen 2. Menspesifikasikan alat dan mesin pertanian untuk jenis mesin pra panen.
3. Menspesifikasikan alat dan mesin pertanian untuk jenis mesin pasca

panen.

MOTOR BAKAR

3

Motor dalam hal ini merupakan mesin penggerak yang digunakan untuk menggerakkan sebuah mesin. Motor ini terbagi atas dua, berdasarkan bahan bakar yang digunakan yaitu motor bensin yang menggunakan bensin sebagai bahan bakar dan motor diesel yang menggunakan solar sebagai bahan bakar. Juga motor bakar ini juga dapat dibedakan menjadi dua berdasarkan langkah kerjanya, yaitu motor dua langkah (2 – tak) dan empat langkah (4 – tak).

Gambar motor bakar Prinsip kerja motor bakar 1. Motor bakar 4 – langkah Motor 4 langkah dibagi 4 tahap kerja secara berurutan, yakni waktu pengisapan (pemasukan), waktu pemampatan dan pengapian, waktu usaha (tenaga), dan waktu pembuangan (pengeluaran). 2. Motor bakar 2 – langkah Prinsip kerja untuk motor 2 langkah yaitu kompresi, pembakaran, dan pembuangan. Gerak naik (rise stroke), piston menuju ke titk mati atas (top dead center), pemasukan terbuka dan lubang pengeluaran tertutup sehingga terjadi pemampatan udara campuran di dalam selinder. Pada saat itu tekanan di dalam ruang karter rendah dan lubang pemasukan udara terbuka sehingga udara campuran mengalir masuk ke ruang karter (crank).

4

Gerak ke bawah (Discent Stroke), di dalam selinder, piston sudah mendekati titik mati atas dan terjadi ledakan, dengan terbakarnya udara campuran. Oleh karena itu piston terdorong ke bawah. Pada waktu ini di dalam ruang karter, klep pemasukan tertutup maka udara campuran tertekan awal. Dengan menurunnya piston, di dalam selinder klep pembuangan terbuka, dan gas sisa pembakaran akan keluar. Piston memiliki dua gerakan (2-stroke), model gerakan ini disebut 2-langkah. Bagian – bagian motor dan fungsinya, diantara lain : A. Selinder dan kepala selinder Untuk melancarkan hilangnya panas pada selinder ataupun selinder heat, maka dipasang kipas angin. Pada selinder terdapat side valve (katup) isapa pada sebelah dalam kepala selinder supaya lebih baik dan efisien pembakarannya. B. Piston, tangkai piston Ring kompresin satu buah dan ring oli satu buah disepuh chrome. Tangkai piston bagian bawah mempunyai penyimprat penggaruk oli, maka dengan berputar mesin, tangkai piston bergerak naik turun dan menyimpratkan oli.

C. Karburator

5

Ruang pelampung (roat chamber). Dengan berkurangnya bahan bakar (bensin) di dalam ruang pelampung maka pelampung akan turun sehingga jarum pelampung terbuka dan mengalirlah bahan bakar dari tangki melalui jarum pelampung tersebut terjadi pencampuran udara. Udara yang masuk ke dalam karburator melalui saringan udara menambah kecepatan pengisapan bensin di venture dari nozzle sehingga terjadi campuran bahan bakar udara. D. Governor (bagian pengatur kecepatan putaran) Sesuai dengan perubahan beban, untuk mempertahankan putaran tertentu, perlengkapan ini digunakan untuk perubahan centrifugal force system menjadi centrifugal heavy system, mesin ukuran kecil mempergunakan kipas angin sebagai pendingin dan sesuai dengan kecepatan putaran, angin keras atau lemah. E. Magnit Roda Gila Timbulnya arus listrik disebabkan karena kumparan yang stasioner di bagian luar, yang dipengaruhi oleh besi magnit yang berputar yang terpasang pada roda gila. Magnet yang terpasang pada poros nok dalam 4 kali putaran terjadi sekali pembakaran akan tetapi magnit yang dipasang pada roda gila dalam 4 kali putaran terjadi 2 kali pembakaran. Table 1. perbandingan antara motor bensin 2-langkah dan 4-langkah Motor 4-langkah Motor 2-langkah

6

Pemasukan dan pengeluran Frekuensi pembakaran 2x lebih gas mempunyai waktu yang besar daripada motor 4-tak. cukup, sehingga proses pembakaran lebih sempurna.

Mempergunakan minyak Melakukan secara sempurna campuran maka tidak pembagian kerja setiap bagian memerlukan perhatian khusus dari mesin terhadap oli seperti motor 4-tak

Mudah berjalan rendah.

Tidak ada valve dihidupkan, dapat kuntruksi sederhana dengan kecepatan

(katub),

Kurangnya waktu untuk keluar Karen separuh badan besar masuk udara, pemakaian sehingga memerlukan roda bahan bakar boros sehingga gaya besar. efisiensinya rendah

Bahan bakar campuran Karena banyak bagian – bagian sehingga busi disekitar knalpot dari klep maka suara juga sering kotor dengan karbon tinggi. sisa pembakaran

Karena adanya lubang pada selinder sehingga apabila Hampir semua mesin pertanian bagian ini berubah sehingga dengan sistem penyimpanan ring pistonnya mudah terbakar bahan bakar sehingga tidak dapat digunakan secara miring

7

TRAKTOR Traktor adalah kendaraan yang didesain secara spesifik untuk keperluan fraksi tinggi pada kecepatan rendah, atau untuk menarik trailer atau instrumen yang digunakan dalam pertanian atau konstruksi. Istilah ini umum digunakan untuk mendefinisikan suatu jenis kendaraan untuk pertanian. Instrumen pertanian umumnya digerakkan dengan menggunakan kendaraan ini, ditarik ataupun didorong, dan menjadi sumber utama mekanisasi pertanian. Istilah umum lainnya, "unit traktor", yang mendefinisikan kendaraan truk semi-trailer. Kata traktor diambil dari bahasa Latin, trahere yang berarti "menarik". Awalnya dipakai untuk mempersingkat penjelasan "suatu mesin atau kendaraan yang menarik gerbong atau bajak, untuk menggantikan istilah "mesin penarik" (traction engine). Instrumen pertanian bermesin pertama adalah mesin portabel di tahun 1800an, yaitu mesin uap yang bisa digunakan untuk mengendalikan instrumen mekanis pertanian. Sekitar tahun 1850, mesin penarik dikembangkan dari mesin tersebut, dan digunakan secara luas di pertanian. Traktor pertama adalah mesin bajak bermesin uap.

8

Traktor bisa diklasifikasikan sebagai two wheel drive, four wheel drive, atau track tractor. Traktor kecuali track tractor umumnya memiliki 4 roda dengan dua roda yang lebih besar di belakang atau keempat roda sama besar. Track tractor memiliki penggerak seperti tank yang membuatnya mampu bergerak di berbagai medan. Karena traksinya yang sangat hebat, track tractor menjadi populer di California pada tahun 1930an. Traktor pada awalnya menggunakan mesin uap. Pada awal abad ke 20, mesin pembakaran dalam menjadi pilihan utama sumber tenaga Traktor. Antara tahun 1900 hingga 1960, bensin menjadi bahan bakar utama, dan minyak tanah dan etanol sebagai alternatif bahan bakar. Dieselisasi mencapai puncaknya pada tahun 1960, dan Traktor pertanian modern umumnya menggunakan mesin diesel yang memiliki output power antara 18 hingga 575 tenaga kuda (i5-480 kW). Kebanyakan Traktor tua memakai transmisi manual. Traktor jenis ini memiliki beberapa rasio kecepatan, umumnya 3 hingga 6. Kecepatan rendah umumnya dipakai di lahan pertanian sedangkan kecepatan tinggi umumnya dipakai di jalan. Tenaga yang diproduksi oleh mesin harus ditransmisikan ke peralatan yang diimplementasikan ke traktor untuk melakukan pekerjaan yang dibutuhkan (menanam, memanen, membajak, dan sebagainya). Hal ini bisa dicapai dengan drawbar atau sistem sambungan. Yang paling umum adalah penggunaan traktor sebagai alat mekanisasi pertanian. Traktor pertanian digunakan untuk menarik atau mendorong instrumen pertanian atau trailer. Berbagai variasi dan spesialisasi traktor telah

dikembangkan, diantaranya yang paling umum adalah instrumen untuk memanen

9

yang umum digunakan di lahan gandum yang luas. Selain untuk memanen, ada juga yang didesain untuk menanam, mengolah dan memperbaiki lahan, atau pengangkut hasil pertanian.

Daya tahan dan kekuatan mesin dari traktor membuatnya sangat pas untuk kebutuhan konstruksi bangunan dan jalan. Traktor bisa dipasangkan dengan lengan penggaruk, dozer blade, backhoe, dan lain sebagainya. Traktor tipe ini umumnya tipe track tractor. Mesin ini mempunyai efisiensi tinggi, karena pembalikan dan pemotongan tanah dapat dikerjakan dalam waktu yang bersamaan. Traktor roda empat merupakan mesin serba guna karena dapat juga berfungsi sebagai tenaga penggerak untuk alat-alat lain seperti pompa air, alat prosesing, gandengan (trailer), lain-lain, terdapat dua jenis trraktor yaitu traktor kecil (dua roda) dan traktor besar (empat roda). Traktor 4 roda (four wheel drive)

Gambar traktor 4 - roda
1. Menghidupkan dan mematikan mesin traktor

a. Menghidupkan mesin

10

• Duduklah yang baik di tempat duduk • Pasang rem parkir • Semua tongkat pengaturan harus pada posisi netral • Memasukkan kunci kontak dan putar ke kanan ke arah on lihatlah apakah lampu penunjuk tekanan oli sudah menyala • Injak penuh pedal kopeling dan putar kunci kontak ke kiri ke arah preheat selama kurang lebih 10-20 detik. Perhatikan apakah indikator pemanas pendahuluan berpijar yang menandakan ruang bakar sudah cukup dipanaskan. Dibawah ini adalah tabel mengenai waktu yang diperlukan untuk memanasi ruang bakar
• Putar kunci kontak ke arah kanan ke posisi start maka, starter motor akan

memutar mesin. Setelah mesin hidup segera lepaskan kunci kontak sehingga akan kembali ke posisi on dengan sendirinya • Setelah mesin hidup lampu pengontrol tekanan oli harus padam, bila tetap menyala, matikan segera mesin dan periksa system pelumas. 1. Cara Mengendarai Traktor ➢ Menjalankan – – Injak penuh pedal kopeling Pindahkan tongkat pengubah kecepatan utama dan tongkat pengubah kecepatan PTO ke kecepatan yang diinginkan. – – Lepas rem parker Tingkatkan ekselerasi mesin dengan menggunakan handel atau pedal ekselarasi

11

Lepaskan pedal kopeling perlahan-lahan dan traktor akan mulai bergerak

– –

Hanya operatorlah yang diizinkan berada di atas traktor. Hindarilah menjalankan traktor di tepi parit atau selokan, dimana bagian tepi ini mudah longsor yang bias menyebabkan traktor guling kedalam parit.

Bila berbelok turunkan kecepatan mesin dan pindahkan tongkat pengubah kecepatan Hi-Lo ke posisi “Low”

Jangan menjalankan traktor dijalan umum sementara implement masih berputar bergerak

Sehabis menggunakan pengunci diferensial, yakinlah bahwa pengunci ini sudah terlepas kembali.

Pada jalan-jalan yang menurun gunakan gigi rendah untuk memperlambat jalannya traktor jangan terus menerus

menggunakan rem. ➢ Menghentikan Traktor –

Kurangi kecepatan mesin Injaklah kedua pedal kopeling dan rem, maka traktor akan berhenti.

Pindahkan tongkat pengubah kecepatan utama dan PTO ke posisi netral dan lepaskan pedal kopeling.

Hubungkan kembali pengunci pedal kiri dan kanan, kemudian pasang rem parker.

12

Perawatan pada traktor 4 roda ( Simple Driving) dilakukan dalam 3 kali pemeriksaan ( Anonim, 1982), yaitu: 1. Pemeriksaan sehari-hari Untuk mencegah kerewelan/gangguan yang mungkin terjadi, sangatlah penting untuk mengeathui kondisi traktor seteliti mungkin, karena itu periksalah traktor sebelum bekerja, diantaranya: a. Memeriksa komponen-komponen traktor, dimana mungkin mengalami kerusakan sehari sebelumnya. b. Memeriksa tekanan udara pada ban; mengamati kebocoran-kebocoran air atau minyak pelumas; permukaan, jumlah dan keadaan oli mesin; permukaan, jumlah dan keadaan oli transmisi; jumlah bahan bakar; jumlah air radiator; memeriksa kotak debu pada saringan udara; dan memeriksa body traktor c. Mengencangkan baut-baut; mengontrol lampu pengontrol tekanan oli; memeriksa apakah bagian-bagian ini sudah digemuki, king pin, rod end, poros pedal, center pin, axle depan dan sebagainya; memeriksa kemudi/steer. d. Memeriksa warna asap yang keluar dari knalpot saat motor dihidupkan. 2. Perlakuan terhadap Traktor Baru ( 60 jam kerja pertama) Selama pada masa-masa ini ( 60 jam kerja pertama), perlu dilakukan:

13

a. Penggantian oli mesin dan membersihkan filter oli dan karter setelah trktor bekerja selam 35 jam.
b. Penggantian oli transmisi, oli gardan/front axle dan oli roda depan

setelah traktor bekerja selama 50 jam. c. Menghindari start atau pengereman mendadak. d. Membiarkan mesin berputar tanpa beban selama beberapa saat sebelum bekerja. e. Menurunkan kecepatan pada jalan yang berkelok-kelok atau naik turun dan rusak. 3. Pemeriksaan Berkala Tabel 1. pemeriksaan secara Berkala pada Traktor Waktu Pemeriksaan 50 jam pertama Setiap 75 jam Bagian yang Diservice Bersihkan filter oli mesin Bersihkan/cuci filter oli hidrolik Ganti oli mesin Bersihkan elemen saringan udara Bersihkan filter solar Periksa nozzle, gantilah bila tenaga mesin berkurang disebabkan nozzle tidak baik. Setiap 100 jam Periksa pipa bahan bakar Periksa tegangan tali/ban kipas Periksa jarak bebas pedal kopling Periksa jarak bebas pedal rem Periksa jarak bebas roda kemudi/steer

14

Setiap 150 jam

Ganti filter oli cartridge Periksa selang karet Ganti oli transmisi, axle/gardan depan,

Setiap 300 jam

kotak gigi roda depan (kiri & kanan), kotak gigi kemudi.

Setiap 500 jam

Bersihkan bagian depan radiator

Setiap 1-2 bulan Setrum baterai/accu kerja Setiap kerja Setiap pencucian Ganti accu/baterai Setiap 2 tahun Ganti selang karet raditor Ganti pipa bahan bakar dan plat pengikatnya 6 kali Ganti elemen saringan udara 3 bulan Ganti air pendingin

bagian – bagian traktor 4 roda

15

Gambar 3 titik gandeng pada trator

16

Traktor roda 2 (two wheel drive)

Gambar traktor 2 – roda

Konstruksi/sistim traktor tangan
Motor pengger ak Tuas kopling utama Tangkai peminda h kecepata Tongkat peminda h kecepata n rotari Tuas belok kanan Motor pengger ak

Pelumas an poros pisau rotari

Cara kerja traktor tangan 1. Cara pemakaian perseneling • Perseneling 1 dan 2 (kecepatan tinggi) digunakan untuk membajak tanah • Perseneling 3 digunakan untuk membajak, meratakan dan membalik tanah • Perseneling 4 (kecepatan rendah)digunakan untuk mengerjakan dan membajak sawah yang tergengan air serta meratakannya • Perseneling 5 digunakan untuk berjalan biasa

17

Perseneling 6 digunakan untuk menarik gerobak barang/mengangkur berang serta kendaraan transport. 1. Tuas kopling utama • Pasang/on, letakkanlah standar kaki tiga untuk menyangga dan doronglah tongkat kopling ke arah OFF sebellum menyalakan mesin. Doronglah tuas kopling utama ke ON untuk menyalakan mesin . • Bebas/off, doronglah tuas kopling kearah posisi tengah jika anda ingin mengganti perseneling dari traktor • Rem/brake,doronglah tuas kopling utama ke posisi rem/brake untuk memberhentikan traktor tangan. Janganlah sekali – kali mengerem dengan tiba – tiba. 1. Prosedur Kerja
A. Menghidupkan Traktor Tangan

1.

As kopling utama diposisikan “OFF” atau “rem”, sehingga traktor tidak berjalan pada saat dihidupkan. 2. Untuk keamanan, semua tuas persneleng pada posisi netral. 3. Buka kran bahan bakar, sehingga terjadi aliran bahan bakar ke ruang pembakaran. 4. Gas dibesarkan pada posisi “start”, sehingga ada aliran bahan bakar (solar) yang cukup banyak di ruang pembakaran. 5. Tuas dekompresi ditarik dengan tangan kiri, untuk menghilangkan tekanan di ruang pembakaran pada saat engkol diputar. 6. Engkol dimasukkan ke poros engkol, lalu putar engkol searah jarum jam beberapa kali, agar oli pelumas dapat mengalir ke atas melumasi bagian-bagian traktor. Biasanya dilengkapi dengan indikator, untuk menunjukkan adanya aliran pelumas. 7. Percepat putaran engkol, sehingga akan menghasilkan cukup tenaga untuk menghidupkan motor. 8. Lepaskan tuas dekompresi, untuk menghasilkan tekanan, sementara engkol masih tetap diputar sampai motor hidup. 9. Setelah motor hidup, engkol akan terlepas sendiri dari poros engkol. Hal ini disebabkan bentuk pengait engkol yang miring. 10. Geser posisi tuas gas pada posisi “idle” atau stasioner 11. Hidupkan motor tanpa beban kurang lebih selama 2-3 menit, agar proses pelumasan dapat berjalan dengan baik. 12. Traktor siap untuk dioperasikan

A. Mematikan traktor tangan:

18

Lepaskan beban motor. Kecilkan gas pada posisi “idle” atau stasioner, sehingga putaran mesin akan pelan, selama 2-3 menit. 3. Geser tuas gas pada posisi “stop”, hingga motor mati karena tidak ada aliran bahan bakar ke ruang pembakaran. 1. Tutup kran bahan bakar ALAT TANAM Penanaman merupakan usaha penempatan biji atau benih di dalam tanah pada kedalaman tertentu atau menyebarkan biji diatas permukaan tanah atau menanamkan tanah didalam tanah. Hal ini dimaksudkan untuk mendapatkan perkecambahan serta pertumbuhan biji yang baik. Penanaman dapat dilakukan dengan menggunakan tangan saja, dengan bantuan alat-alat sederhana ataupun dengan bantuan mesin-mesin penanam. Dalam bentuk yang modern. Pada umumnya bahwa prinsip dasar kerja dari alat tanam adalah sama, baik jenis yang didorong/ditarik tenaga manusia, ditarik hewan atau traktor. Prinsip kerjanya adalah sebagai berikut: 1. Pembukaan alur atau lubang 2. Mekanisme penjatuhan benih 3. Penutupan alur atau lubang Alat penanam semi-mekanis Bentuk dan macam alat penanam semi-mekanis ini juga bermacammacam sekali . Alat alat penanam ini cocok digunakan, baik pada tanah-tanah ringan maupun berat serta cocok untuk benih-benih berukuran besar dan kecil. Dengan berat alat 12 sampai 15 kg. Bagian-bagian utama dari alat penanam tipe ini adalah : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Tangkai pendorong Roda depan Kotak benih Pengaturan pengeluaran benih Saluran benih Pembuka alur Penutup alur perkembangan alat dan mesin penanam ini dikenal dari bentuk yang sederhana atau tradisional sampai dalam

1. 2.

19

8. Roda belakang

Gambar alat tanam semi mekanis

Alat penanam dengan sumber tenaga traktor
Berdasarkan cara penanaman, maka alat penanaman dengan sumber tenaga dari traktor dapat digolongkan menjadi 3 golongan., yaitu: 1. Alat penanaman sistem baris lebar 2. Alat penanaman sistem baris sempit 3. Alat penanaman sistem sebar
Alat penanaman sistem baris lebar

Alat baris penanaman sistem baris lebar ini telah dirancang untuk menempatkan benih-benih dalam tanah dengan jarak baris tanam satu dengan yang lain cukup lebar, sehingga akan mungkin dilakukan penyiangan dan meningkatkan efisiensi pemanenan. Alat penanam seperti ini banyak digunakan untuk tanaman seperti : jagung, kapas, sorgum, serta kacang-kacangan. Berdasarkan cara penempatan benih dalam tanah, maka alat penanam sistem baris lebar dapat dibagi 3 tipe yaitu : drill, hill-drop dan checkrow. Sedangkan untuk penempatan alat pananam pada traktor dapat dibagi 2 golongan, yaitu : trailing dan
mounted.

Alat penanam sistem baris sempit

20

Alat penanam tipe ini adalah dirancang khusus untuk menanam benih-benih kecil atau rumput-rumputan dalam baris dan alur yang sempit serta kedalaman yang seragam. Karena inilah, maka pengoperasian alat-alat mekanis dalam baris kecil sekali kemungkinannya. Alat penanam sistem baris yang sempit ada yang mempunyai corong pemasukan yang hanya untuk benih saja dan adapula yang mempunyai corong yang cukup luas namun terbagi menjadi dua bagian, satu bagian menjadi tempat benih dan bagian lain menjadi tempat pupuk. Alat penanam sistem sebar Penanaman sistem sebar merupakan cara penanaman yang paling lama dan sederhana. Penebaran benih dengan mengunakan mesin lebih teliti dan cepat bila dibandingkan penebaran dengan tangan. Penanaman sistem sebar ini memerlukan adanya pembuka alur, maka dari itu harus disiapkan dengan pengolahan tanah yang menggunakan peralatan seperti garu piring. Dan juga sistem ini tidak memerlukan penutupan. Penutupan kemudian dapat dilakukan dengan garu paku atau yang lainnya. Alat penanaman sistem sebar terdapat 3 sistem alat, yaitu : 1. Tipe sentrifugal atau endgate 2. Tipe pesawat terbang 3. Penebar rumput-rumputan

Gambar alat penanam dengan sumber traktor ALAT PANEN Sejalan dengan perkembangan teknologi dan pemikiran pemikiran

21

manusia

dari jaman ke jaman, cara pemungutan hasil (panen) pertanian pun

tahap demi tahap berkembang sesuai dengan tuntutan kebutuhan. Tuntutan kebutuhan manusia akan pakan mendesak pemikir untuk memecahkan masalahmasalah bagaiman meningkatkan produksi, meningkatkan produksi kerja sesuai dengan waktu yang tersedia. Dalam meningkatkan produksi, salah satu aspek yang harus ditekan serendah mungkin adalah masalah kehilangan produksi diwaktu panen. Sedangkan dalam meningkatkan kemampuan kerja adalah bagaimana menekan waktu yang dibutuhkan dalam menanam dalam satuan luas tertentu. Ini bertujuan agar dalam waktu yang cepat dapat memungut hasil yang optimum dengan kehilangan produksi serendah mungkin dan efisiensi kerja serendah mungkin. Alat dan mesin panen terdiri dari banyak macam dan jenisnya yang digolongkan menurut jenis tanaman dan tenaga penggerak, juga menurut cara tradisional maupun semi-mekanis sampai yang modern. Menurut jenis tanaman, alat dan mesin panen digolongkan untuk hasil tanaman yang berupa biji-bijian, tebu, rumput-rumputan, kapas dan umbi-umbian. Sedangkan untuk hasil tanaman yang berupa biji-bijian dibagi jenisnya untuk padi, jagung, kacangkacangan. Akan tetapi, karena disesuaikan dengan kebutuhan, maka dalam tulisan ini hanya akan membahas alat dan mesin panen untuk tanaman padi.
A.

Mesin panen padi reaper Mesin reaper dioperasikan oleh satu orang dan dibantu 2 orang untuk mengikat atau mengarungkan. Tenaga adalah antara 30-35 jam setiap hektar dengan sedangkan hektar. yang tiga satu motor penggeraknya alur pemotongan, berkisar antara 2,5 sampai 3 Daya Kuda (DK). Kapasitas kerja dari reaper alur pemotongan berkisar antara 18-20 jam tiap

Kelemahan dari penggunaan dari mesin ini adalah bagi varietas

22

padi yang mudah rontok, dimana akan banyak padi yang rontok

akibat

getaran atau perlakuan oleh mesin. Kelemahan lainnya adalah biaya awal yang tinggi, yaitu harga pembeliannya dan harga bahan bakar yang terus meningkat. Akan tetapi keuntungan-keuntungannya adalah sebagai berikut : 1. Kapasitas kerjanya (jam/ha) tinggi 2. Hanya membutuhkan 2-3 orang untuk panen dalam 1 hektar 3. Biaya panen per hektar relatif lebih rendah dibandingkan dengan cara tradisional. 4. Kehilangan gabah di sawah relatif lebih rendah bagi varietas padi yang sukar rontok. 5. Dapat dimiliki kelompok tani secara koperasi. Bagian-bagian utama mesin reaper adalah : a. Motor bakar : Jenis motor bakar yang digunakan biasanya motor bakar bensin karena kebutuhan tenaganya tidak terlalu besar, yaitu 3-5 Daya kuda. b. Tangan Pengait : Tangan pengait bekerja secara otomatis, fungsinya adalah untuk mengait/menarik batang padi kearah pisau pemotong. c. Pisau pemotong : Pisau pemotong pada umumnya berupa pisau berputar dan berbentuk lingakaran dimana tepinya bergerigi (seperti gergaji) tajam. Penajaman pisau pemotong perlu dilakukan bila sudah bekerja sekitar 300-600 jam kerja memotong. d. Pelempar otomatis : Bagian ini tugasnya melempar sejumlah padi yang terpotong dari tempat pengumpulan. Proses pelemparan berjalan secara otomatis setelah padi yang terpotong terkumpul pada ukuran tertentu. e. Roda

23

Gambar mesin panen reaper B. Mesin panen padi combine mesin panen combine ini bekerja pada sampai pengarungan gabah yang sudah lepas dari malainya, dan gabah ini sudah bersih dari kotoran dan gabah hampa. Dengan demikian urutan yang dilakukan oleh mesin jenis ini adalah sehingga memotong, merontok, gabahnya tinggal membersihkan dan mengarungkan, ketempat pengeringan untuk dibawa

diturunkan kadar airnya sampai pada kering giling. Perbedaan utama mesin combine dengan mesin reaper dalam bagian-bagian utamanya adalah bahwa pada mesin ini dilengkapi dengan mesin perontok gabah dan pembersih gabah. Selain dari pada itu, juga dari mesin ini tidak ada mekanisme tali pengikat. Karena batang padi yang terpotong langsung dibawa dan dijepit kebagian perontok, dimana gabah yang telah rontok diteruskan kebagian pembersih dengan sistem hembusan oleh kipas, sedang batang, daun dan gabah hampa dibuang ke atas permukaan tanah. Karena untuk mempermudah perjalanan diatas permukaan tanah yang umumnya basah, pada mesin mini combine roda yang digunakan adalah roda rantai (seperti kendaraan yang dimiliki Militer ”tank”). Roda rantai ini disebut juga roda ”crawler” yang memiliki tingkat flesibilatas dan cengkraman yang tinggi untuk segala keadaan tanah.

Bagian-bagian utama dari mesin combine adalah : 1.Reel

24

2.Pisau pemotong 3.Auger 4.Konveyor kanvas 5.Silinder perontok 6.Unit pembersih/pemisah 7.Konveyor mangkuk 8.Kipas penghembus kotoran 9.Tangki gabah 10. Konveyor scerew 11. Roda Fungsi dari masing-masing bagian adalah sebagai berikut : 1. Reel : fungsinya menarik/mengait batang tanaman padi dari posisi tegak kearah pisau pemotong. 2. Auger dan konveyor kanvas : fungsinya mengumpulkan batang padi yang sudah terpotong kearah tengah dimana terdapat konveyor kanvas. Konveyor kanvas ini selanjutnya membawa padi ini ke bagian Perontokan 3. Silinder perontok:bagian ini fungsinya merontokkan (melepaskan) butiran gabah dari malainya gabah dari batang yang baru masuk. Gabah yang masih belum terpisah dari malainya yang masih terkumpul dari hasil penyaringan dibawa kembali oleh konveyor mangkok kebagian perontok untuk dirontokkan kembali. 4. Unit pembersih/pemisah : bagian ini berfungsi untuk membersihkan padi yang telah rontok dari potongan batang, daun, malai dan benda asing lainnya. Proses pemisahan dan pembersihan ini berlangsung beberapa tahap penayaringan dan penampian

5. Konveyor mangkok dan konveyor screw : konveyor mangkuk berfungsi membawa bahan (butiran gabah) ke bagian atas, sedangkan Konveyor screw membawa bahan (butiran gabah)

25

dalam arah horizontal.

Gambar mesin panen combine

26

Pengenalan Vaccum Fryer (Penggorengan Vakum)
1. PENDAHULUAN Penggorengan merupakan salah satu meode pengeringan bahan pangan dengan menggunakan minyak sebagai media pindah panas. Sistem penggorengan celup merupakan salah satu cara penggorengan yang paling banyak dilakukan dalam kegiatan pengeringan bahan pangan. Penggorengan sistem celup, bahan dikelilingi oleh minyak goreng dengan urutan perilaku sebagai berikut : 1). Air yang terletak di permukaan bahan akan membentuk uap; 2). Suhu minyak turun; 3). Panas yang diberikan menimbulkan reaksi dari komponen bahan dan minyak; 4). Pengeringan di permukaan bahan dan penyerapan minyak diikuti pembentukan aroma dan tekstur. Metode penggorengan hampa dalam pengeringan bahan pangan memiliki nilai lebih karena akan terjadi penurunan laju kerusakan minyak dan bahan. Pada penggorengan hampa air akan dapat diuapkan pada suhu yang relatif rendah sebanding dengan penghampaan ruang penggorengan. Pada penggorengan dengan menggunakan tekanan hampa minyak goreng dapat dipergunakan secara berulang.
2. VACCUM FRYER (PENGGORENGAN VAKUM)

Mesin penggoreng hampa (en: Vacuum Fryer) adalah mesin produksi untuk menggoreng berbagai macam buah dan sayuran dengan cara penggorengan hampa. Penggorengan vacuum merupakan cara pengolahan yang tepat untuk menghasilkan kripik buah dengan mutu tinggi. Cara

27

menggoreng dengan menggunakan penggoreng vacuum (hampa udara), akan menghasilkan kripik dengan warna dan aroma buah asli serta rasa lebih renyah dan nilai gizi tidak banyak berubah. Kerenyahan tersebut diperoleh karena proses penurunan kadar air dalam buah terjadi secara berangsurangsur dengan suhu penggorengan yang rendah. Teknik penggorengan hampa yaitu menggoreng bahan baku (biasanya buah-buahan atau sayuran) dengan menurunkan tekanan udara pada ruang penggorengan sehingga menurunkan titik didih air sampai 50°-60° C. Dengan turunnya titik didih air maka bahan baku yang biasanya mengalami kerusakan/perubahan pada titik didih normal 100 °C bisa dihindari. Teknik penggorengan hampa ini akan menghasilkan kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan cara penggorengan biasa, diantaranya 1. Tidak mengubah warna buah atau sayuran 2. Hasil penggorengan lebih renyah 3. Aroma tidak berubah 4. Kandungan serat tinggi 5. Lebih tahan lama meskipun tanpa bahan pengawet
1. PRINSIP KERJA VACCUM FRYER (PENGGORENGAN VAKUM)

Minyak dipanaskan maksimal suhu sekitar 100 0C. Sementara itu tekanan udara diturunkan di bawah 76 cmHg dengan pompa vakum yang bekerja dengan prinsip venturimeter sehingga menurunkan titik didih air sampai 50°C-60°C. Air yang menguap selama penggorengan diembunkan pada kondensor.

28

2. KOMPONEN VACCUM FRYER (PENGGORENGAN VAKUM) DAN

FUNGSINYA Vaccum Frying memiliki beberapa komponen-komponen yang memiliki fungsi masing-masing seperti yang terlihat pada Gambar 1.

14 15

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

Sumber panas Tabung penggoreng Tuas pengaduk Pengendali operasi Penampung kondensat Pengukur vakum Keranjang penampung bahan

8. 9. 10. 11. 12. 13. 14.

Kondensor Saluran hisap uap air Water-jet Pompa sirkulasi Saluran air pendingin Bak air sirkulasi Spinner

Gambar 1. Vaccum Fryer (Penggorengan Vakum) Fungsi Komponen-Komponen Vaccum Fryer (Penggorengan Vakum)

Pompa Vakum (Saluran hisap uap air, water-jet, pompa sirkulasi, saluran air pendingin dan pengukur vakum). Pompa tidak menggunakan menggunakan element bergerak. Penghisapan menggunakan fluida pendorong yang bekrja dengan prinsip venturimeter. Fluida pendorong dapat berupa air, uap air dan gas takan tinggi yang dilewatkan pada nosel. Energi tekan nosel diubah menjadi energi gerak. Tingginya kecepatan

29

akan menghasilkan hisapan diujung nosel tempat memancarnya fluida. Injektor yang menggunakan air sebagai fluida penggerak disebut dengan water jet. • Ruang Penggoreng (Tabung penggoreng, tuas pengaduk, keranjang penampung bahan). Bagian ini adalah tempat pemanasan minyak yang dapt dilengkapi dengan keranjang untuk pengangkat dan pencelup bahan yang digoreng. • Kondensor (kondensor dan penampung kondensat). Bagian ini untuk digunakan untuk mengembunkan uap air. Bahan pendingin kondensor adalah air yang berasal dari sirkulasi penggerak water jet. • Pengendali operasi. Bagain ini untuk mengendalikan suhu dan tekanan operasi. • Pemanas (sumber panas. Bagian ini berfungsi untuk memanaskan minyak. Untuk industri kecil sebaiknya menggunakan gas sebagai bahan bakar pemanas. • Spinner. Alat untuk memeras minyak yang masih terkandung pada bahan pangan yang dihasilkan dengan prinsip spin.

30

Pengenalan Vaccum Packaging (Pengemasan Vakum)
1. PENDAHULUAN Packing Vacuum adalah metode untuk menyimpan makanan dan menyajikannya untuk dijual. tepat jenis makanan disimpan dalam lingkungan pengap, biasanya dalam paket udara-ketat atau botol untuk mencegah pertumbuhan mikroorganisme. Lingkungan vakum

menghilangkan oksigen atmosfer, melindungi makanan dari merusak dengan membatasi pertumbuhan bakteri aerobik atau jamur, dan mencegah penguapan komponen volatile. Vacuum kemasan ini biasanya digunakan untuk penyimpanan jangka panjang dari makanan kering seperti sereal, kacang-kacangan, sembuh daging, keju, ikan asap, kopi, dan keripik kentang (keripik). Hal ini juga untuk penyimpanan makanan segar seperti sayuran, daging, dan cairan seperti sup dalam jangka pendek karena kondisi vakum tidak dapat menghentikan bakteri dari mendapatkan air yang dapat mendorong pertumbuhan mereka. makanan kemasan Vacuum dapat memperpanjang hidupnya hingga 3-5 kali. Vacuum kemasan ini juga digunakan untuk mengurangi sangat sebagian besar barang-barang non-makanan. Sebagai contoh, pakaian dan selimut dapat disimpan dalam kantong dievakuasi dengan vacuum cleaner domestik atau vacuum sealer khusus. Teknik ini kadang-kadang digunakan untuk limbah rumah tangga kompak, misalnya di mana biaya dibuat untuk setiap tas penuh dikumpulkan. Vacuum kemasan dapat digunakan untuk mengurangi sebagian besar item tiup juga.

31

Vacuum produk kemasan menggunakan kantong plastik, tabung, botol, atau botol tukang tersedia untuk digunakan di rumah.
2. PRINSIP KERJA VACCUUM PACKAGING

Prinsip kerja mesin ini adalah mengemas produk pada disertai dengan penyedotan (pemvakuman) uap air dari produk yang dikemas tersebut sehingga tanpa gas oksigen pada kemasan.

Gambar 2. Vaccum Packaging

Pembuatan Kripik dengan Vaccum Fryer (Penggorengan Vakum)

32

1. PENDAHULUAN Metode penggorengan hampa dalam pengeringan bahan pangan memiliki nilai lebih karena akan terjadi penurunan laju kerusakan minyak dan bahan. Pada penggorengan hampa air akan dapat diuapkan pada suhu yang relatif rendah sebanding dengan penghampaan ruang penggorengan. Pada penggorengan dengan menggunakan tekanan hampa minyak goreng dapat dipergunakan secara berulang. 2. BAHAN DAN ALAT Bahan yang digunakan Nangka atau Pisang, minyak goreng dan air Alat yang digunakan yaitu pisau, baskom, mesin vaccum fryer dan spinner. 3. PROSEDUR KERJA Adapun prosedur kerja dari praktikum ini yaitu 1. Isi bak air sampai + 3 cm dari permukaan bak sirkulasi. 2. Masukkan minyak goreng ke dalam tabung sampai dasar keranjang buah. 3. Pastikan tombol pengendali suhu pada posisi off sewaktu menghubungkan regulator LPG dengan tabung.
4. Periksa kedudukan jarum penyetel suhu pada 85°C-95°C, kemudian

hubungkan steker boks pengendali suhu dengan listrik 220 volt, minimal 1300 watt.
5. Tekan tombol pengendali suhu pada posisi on dan nyalakan kompor gas.

6. Setelah tercapai suhu yang diset (ditandai nyala kompor mengecil), masukkan bahan maksimum sebanyak 3,5 kg ke dalam keranjang penggoreng kemudian tutup.

33

7. Pasang tutup tabung penggoreng dan kunci rapat-rapat, tutup kran pelepas vakum, nyalakan pompa dengan menekan tombol besar dalam posisi on pada boks pengontrol sambil membuka kran sirkulasi air di atas tabung jet, tunggu hingga air keluar dari selang bagian atas kondensor. 8. Setelah vakum meter menunjukkan angka 700 mmHg, turunkan keranjang ke dalam minyak dengan memutar tuas pengaduk setengah putaran (180°). Goyanglah tuas setiap 5 menit untuk meratakan pemanasan. 9. Pada saat bahan dimasukkan ke dalam minyak, suhu akan turun, jarum meter vakum bergerak ke kanan, kaca pengintai menjadi berembun.
10. Setelah matang, buih pada tabung penggorengan akan hilang (lihat dari

kaca pengintai dengan menekan tombol lampu ke posisi on) angkat bahan ke atas minyak dengan memutar tuas pengaduk 180° dan kunci. Matikan pompa, kompor, dan kran sirkulasi air, kemudian buka kran pelepas vakum (di atas tutup), pelanpelan hingga vakum meter menunjuk angka 0.
11. Buka tutup tabung dan keranjang penggoreng, angkat keripik buah dan

tiriskan pada spinner.
12. Selanjutnya keripik buah dikemas dalam allumunium foi/atau plastik

propilen dengan ketebalan 0,8 mm kemudian direkatkan dengan vaccum packing..

34

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->