P. 1
Belanja Daerah Adalah Semua Pengeluaran Dari Rekening Kas Umum Daerah Yang Mengurangi Ekuitas Dana

Belanja Daerah Adalah Semua Pengeluaran Dari Rekening Kas Umum Daerah Yang Mengurangi Ekuitas Dana

|Views: 2,516|Likes:
Published by Ajidio Mobilala

More info:

Published by: Ajidio Mobilala on Mar 07, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/25/2013

pdf

text

original

Belanja daerah adalah semua pengeluaran dari rekening kas umum daerah yang mengurangi ekuitas dana.

Belanja daerah merupakan kewajiban daerah dalam satu tahun anggaran dan tidak akan diperoleh pembayarannya kembali oleh daerah. Belanja daerah dipergunakan dalam rangka mendanai pelaksanaan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan provinsi atau kabupaten/kota yang terdiri dari urusan wajib, urusan pilihan dan urusan yang penanganannya dalam bagian atau bidang tertentu yang dapat dilaksanakan bersama antara pemerintah dan pemerintah daerah atau antar pemerintah daerah yang ditetapkan dengan ketentuan perundangundangan. Manajemen belanja daerah juga mengacu kepada prinsip tranparansi dan akuntabilitas, disiplin anggaran, keadilan anggaran serta efisiensi dan efektifitas anggaran seperti dalam manajamen pendapatan daerah. Dari segi disiplin anggaran, anggaran belanja yang dianggarkan merupakan batas tertinggi. Penganggaran belanja daerah secara keseluruhan harus juga didukung dengan adanya kepastian tersediaanya penerimaan. Ini bermakna bahwa daerah sebaiknya menghindari anggaran defisit yang melibihi cadangan yang tersedia sehingga terhindar dari penciptaan utang daerah. Prinsip keadilan anggaran mewajibkan belanja daerah, khususnya dalam pemberian pelayanan umum harus dialokasikan secara adil dan merata agar dapat dinikmati oleh seluruh kelompok masyarakat tanpa diskriminasi. Dengan prinsip efisiensi dan efektifitas anggaran, belanja harus menghasilkan peningkatan pelayanan dan kesejahteraan yang optimal untuk kepentingan masyarakat. Ini bermakna bahwa setiap pos belanja daerah harus dapat diukur kinerjanya. Pengalaman pengelolaan keuangan Pemerintah Daerah dalam program efisiensi pengeluaran daerah di masa lalu sering mengalami hambatan karena beberapa sebab. a. Pengeluaran tidak berorientasi pada kepentingan publik b. Pengeluaran tidak berorientasi pada kinerja c. Pengeluaran berorientasi jangka pendek d. Pemerintah Daerah, tidak proaktif dan hanya bersifat reaktif untuk melenyapkan sumber pemborosan keuangan daerah e. Tidak adanya pengetahuan yang memadai mengenai sifat-sifat biaya. Dari pengalaman masa lalu dapat diambil kesimpulan bahwa perlu pendekatan stategik dalam pengelolaan pengeluaran daerah. Pendekatan strategik dalam pengurangan biaya (manajemen biaya strategik) memiliki ciri-ciri sebagai berikut: 1. Berjangka panjang Manajemen biaya strategik merupakan usaha jangka panjang yang membangun budaya kerja organisasi agar penurunan biaya menjadi budaya yang mampu bertahan lama. 2. Berdasarkan budaya perbaikan Manajemen berkelanjutan biaya strategik harus dilandasi oleh semangat untuk melakukan perbaikan terus-menerus secara berkelanjutan atas kinerja Pemerintah Daerah. 3. Berfokus pada pelayanan masyarakat Manajemen biaya strategik harus berpedoman kepada perbaikan pelayanan masyarakat. 4. Pemerintah Daerah harus bersifat proaktif Pemerintah tidak perlu menungyu kritikan dari luar institrusi tetapi harus dilandasi oleh keinginan dari dalam.

Pendekatan pengurangan aktivitas dimaksudkan untuk peningkatan efisiensi dengan catatan aktivitas yang dikurangi adalah aktivitas yang tidak menambah nilai bagi kesejahteraan masyarakat (non-value-added). kegiatan. Strategi yang berbeda memerlukan aktivitas yang berbeda. jenis. Belanja daerah menurut urusan pemerintahan dibedakan atas belanja urusan wajib dan belanja urusan pilihan. ‡ Belanja daerah dapat dibedakan menurut urusan pemerintahan daerah. Pengurangan Aktivitas. yang dimaksudkan untuk menjaga kelancaran roda pemerintahan dan memelihara hasil-hasil pembangunan. Penghilangan aktivitas dan fungsi yang tidak menambah nilai bagi kesejahteraan masyarakat dan justru membebani anggaran. organisasi. Hal tersebut bertujuan untuk memudahkan analisa dan evaluasi hubungan antara kebutuhan dan hasil serta manfaat yang diperoleh . Dengan telah diberikannya kewenangan untuk mengelola keuangan daerah. b. Pengurangan biaya dapat dicapai dengan mengerutkan sumberdaya yang digunakan. program. Pemerintah Daerah hendaknya memiliki komitmen untuk memilih strategi yang memerlukan biaya terendah untuk mencapai tujuan-tujuan Pemerintah Daerah. obyek. Menurut organisasi. Penurunan biaya Pemerintah Daerah dapat dilakukan melalui perencanaan dan pengendalian aktivitas. Keseriusan manajemen puncak Keseriusan manajemen puncak (kepala daerah) merupakan penentu efektifitas program pengurangan biaya karena pada dasarnya manajemen biaya strategik merupakan stategi pimpinan daerah. ‡ ‡  Anggaran belanja rutin adalah anggaran yang disediakan untuk membiayai kegiatan-kegiatan yang sifatnya lancar dan terus menerus. belanja daerah dibedakan berdasarkan susunan organisasi pemerintahan daerah. maka belanja rutin diprioritaskan pada optimalisasi fungsi dan tugas rutin perangkat daerah. belanja daerah menurut program dan kegiatan ditetapkan sesuai dengan urusan pemerintahan yang menjad kewenangan daerah. Sementara itu. dan rincian obyek belanja. Aktivitas yang berbeda akan menyebabkan biaya yang berbeda.  Perencanaan belanja rutin sedapat mungkin menerapkan pendekatan anggaran kinerja (berorientasi pada output). Pilihan Aktivitas. c. kelompok. yaitu dengan cara: a.5.

Belanja pembangunan terdiri dari:  Belanja Publik. Anggaran belanja pembangunan adalah anggaran yang disediakan untuk membiayai proses perubahan. tetapi dirasakan secara langsung oleh aparatur. Belanja aparatur menyebabkan terjadinya penambahan aktiva tetap dan aktiva tidak lancar lainnya. Pengeluaran yang dianggarkan dalam  pengeluaran pembangunan didasarkan atas alokasi sektoral (sektor/sub sektor) pajak dan retribusi daerah. Belanja aparatur diperkirakan akan memberikan manfaat pada periode berjalan dan periode yang akan datang.  Belanja Aparatur adalah belanja yang manfaatnya tidak secara langsung dinikmati oleh masyarakat. . Belanja publik merupakan belanja modal yang berupa investasi fisik (pembangunan infrastruktur) yang mempunyai nilai ekonomis lebih dari satu tahun dan mengakibatkan terjadinya penambahan aset daerah. Belanja yang manfaatnya dapat dinikmati secra langsung oleh masyarakat. yang merupakan perbaikan dan pembangunan menuju kemajuan yang ingin dicapai.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->