LANDASAN EKONOMI ISLAM Dalam pandangan Al Quran, filsafat fundamental dari ekonomi Islam adalah tauhid (39:38).

Hakikat tauhid adalah penyerahan diri yang bulat kepada kehendak Ilahi, baik menyangkut ibadah maupun muamalah, dalam rangka menciptakan pola kehidupan yang sesuai dengan kehendak Allah. Tauhid menjadi dasar seluruh konsep dan aktifitas umat Islam, baik ekonomi, politik, sosial maupun budaya. Dalam konteks ini Ismail Al-Faruqi mengatakan, “It was al-tawhid as the first principle of the economic order that created the first walfare state and Islam that institution alized that first socialist more for social justice as well as for the rehabilitation from them tobe desdribed in trems of the ideals of contemporary western societes”. (Tauhid-lah sebagai prinsip utama tata ekonomi yang menciptakan “negara sejahtera” yang pertama, dan Islamlah yang melembagakan gerakan sosialis pertama. Islam (dengan konsep tauhid) telah melakukan lebih banyak keadilan sosial dan pengembalian martabat manusia. Konsep dan pengertian yang canggih ini ditemukan dalam masyarakat Barat masa kini). Jadi, ekonomi Islam adalah ekonomi yang berdasarkan tauhid. Landasan filosofis inilah yang membedakan ekonomi Islam dengan ekonomi kapitalisme dan sosialisme, karena keduanya didasarkan pada filsafat sekularisme dan materialisme. Konsep tauhid menjadi dasar ekonomi, dalam tataran ini, disebut teologi ekonomi Islam. Teologi ekonomi Islam yang berbasiskan tauhid tadi, mengajarkan dua pokok utama : Pertama, Allah menyediakan sumber daya alam sangat banyak untuk memenuhi kebutuhan manusia. Manusia yang berperan sebagai khalifah, dapat memanfaatkan sumber daya yang banyak itu untuk kebutuhan hidupnya. Dalam pandangan teologi Islam, sumber daya-sumber daya itu, merupakan nikmat Allah yang tak terhitung (tak terbatas) banyaknya, sebagaimana dalam firmannya “Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak bias menghitungnya”. (QS. 14:34). Berbeda dengan pandangan di atas, para ahli ekonomi konvensional selalu mengemukakan jargon bahwa sumber daya alam terbatas (limited). Karena itu menurut ekonomi Islam, krisis ekonomi yang dialami suatu negara, bukan terbatasnya sumber daya alam, melainkan karena tidak meratanya distribusi (maldistribution), sehingga terwujud ketidak adilan sumber daya (ekonomi). Tak terhitung banyak ayat-ayat Al Quran yang menyebutkan bahwa alam dan seluruh isinya disediakan untuk kepentingan manusia. Ayat-ayat itu menunjukkan bahwa pertanian, perdagangan, industri baik barang maupun jasa dan berbagai bentuk kegiatan produktif juga untuk kehidupan manusia. Meskipun sumber daya yang tersedia cukup banyak, manusia sebagai khalifah Allah tidak boleh boros dan serakah dalam menggunakannya. Boros adalah perbuatan setan (QS. 17:35) dan serakah adalah perilaku binatang. Karena itu, dalam memanfaatkan sumber daya, harus efisien dan memikirkan kepentingan generasi mendatang serta memperhatikan lingkungan. Berdasarkn prinsip tersebut, maka pemerintah tidak boleh membuat kebijakan yang merugikan generasi mendatang. Misalnya mengeksploitir sumber minyak lalu meninggalkan sumurnya kering sepanjang satu generasi, atau menjadikan lahan kering kerontang dan menguras habis barang-barang tambang yang menjadi jatah generasi mendatang karena alasan kemakmuran saat ini atau mengejar pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Perbuatan memutlakkan waktu sekarang, tanpa memikirkan masa depan, termasuk bentuk

Di sini tampak jelas konsep persamaan manusia. jahat. yang jelas berlawanan dengan konsep tauhid. Pertama. maka tidak ada alasan untuk mengizinkannya pada saat damai dan di negeri sendiri. sekalipun dalam kondisi perang dan di daerah musuh. seseorang sebagai pengemban amanah. Konsep kepemilikan ini membawa sejumlah implikasi yang sangat penting yang membawa perbedaan revolusioner dengan sistem ekonomi lain seperti kapitalisme dan sosialisme. Islam tetap mangakui kepemilikan pribadi. Sumber-sumber itu harus digunakan dengan adil untuk kesejahteraan semua orang secara meenyeluruh. jelas berbeda dengan sistem ekonomi kapitalisme yang individualistis. yakni syirkah. Dalam prinsip Islam. Kedua. Maka. Kedua. tetapi juga untuk orang lain secara menyeluruh. Meskipun sumber daya yang tersedia untuk manusia adalah pemberian Tuhan dan manusia hanyalah sekedar pihak yang diberi amanah karena pemilik mutlak adalah Allah. Keempat. tidak seorang pun berwenang menghancurkan atau memboroskan sumber-sumber daya pemberian Tuhan. Tauhid sebagai landasan ekonomi Islam bermakna bahwa semua sumber daya yang ada di alam ini merupakan ciptaan dan milik Allah secara absolut (mutlak dan hakiki). karena pemilik sebenarnya adalah Allah SWT. mengirim Yazid bin Abi Sufyan dalam suatu peperangan. Penguasaan konglomerat atas jutaan hektar hutan atau ratusan ribu hektar perkebunan. karena hal itu berarti menerima konsep kepemilikan absolut. konsep tauhid mengajarkan bahwa Allah itu Esa. implikasi dari doktrin ini ialah bahwa antara manusia terjalin persamaan dan persaudaraan dalam kegiatan ekonomi. kesejahteraan bukan hanya milik seseorang atau keluarga tertentu. bahkan pemerintah sekalipun. bukan untuk sebagian kecil manusia (QS. 2:205). Karena itu ketika Abu Bakar. setiap orang harus memperoleh sumber-sumber daya itu dengan cara yang sah dan halal. hal ini tidak berarti bahwa Islam menafikan kepemilikan pribadi. 16: 10-16). Hal itu sama saja dengan melupakan prinsip bahwa setiap individu dan masyarakat adalah bagian dari keseluruhan umat manusia. maka benar-benar tidak dibolehkan menghancurkan dan memusnahkan barang-barang yang telah . Pencipta segala makhluk dan semua makhluk tunduk kepadanya. Tidak seorangpun. Dengan demikian. yang merupakan implikasi dari tauhid. Hanya Allah yang mengatur segala sesuatu.hubungan dominasi dan eksploitatif. kejahatan dan korupsi) yang dilarang Tuhan (QS. tetapi tidak bersifat absolut (hakiki). Dengan memikian. Jika hal ini tidak diizinkan. dan bekerja untuk kesejahteraan dirinya sendiri. menunjukkan bahwa Islam mengutuk manusia yang berkelas-kelas. 2:29). bahwa sumber daya di peruntukkan bagi semua orang. Bertindak secara tidak fair adalah melanggar fungsi kekhalifahan manusia. termasuk mekanisme hubungan antar manusia. saling membantu dan bekerjasama dalam ekonomi. Selanjutnya. Salah satu makhluk yang diciptakannya adalah manusia yang berasal dari substansi yang sama serta memiliki hak dan kewajiban yang sama (musawat) sebagai khalifah Allah di muka bumi. Tindakan ini oleh Al Quran disamakan dengan fasad (kerakusan. Dokter egalitarian seperti itu. ia melarang Yazid membunuh dengan sembarangan atau merusak kehidupan tumbuh-tumbuhan atau binatang sekalipun di daerah musuh. Realitas kepemilikan mutlak tidak dapat dibenarkan oleh Islam. qiradh. flora dan fauna ditundukkan oleh Allah bagi manusia sebagai sumber manfaat ekonomis (QS 6: 142-145). berhak mengeksploitasi sumber daya untuk kepentingan satu generasi tertentu. rakus. dan mudharabah (profit and lost sharing). Semua sumber daya alam. bertentangan dengan prinsip ekonomi Islam. sehingga terjadi penumpukan asset pada segelintir orang tertentu. tidak akan menjadi egois. Manusia hanyalah pemilik relatif. sistem dan perolehan rezeki. Konsep persamaan manusia. bukan hasil kolusi dan cara-cara curang lainnya.

Perilaku konsumen ini didasarkan pada Teori Perilaku Konsumen yang menjelaskan bagaimana seseorang dengan pendapatan yang diperolehnya. PENDEKATAN PERILAKU KONSUMEN . Dosen Pascasarjana Universitas Indonesia Jakarta.diproduksi. keluarga. mengatur barang atau jasa yang mereka anggap akan memuaskan kebutuhan mereka. selera konsumen. Jika tujuan pembelian produk tersebut untuk dijual kembali. diantaranya: pendapatan. dan harga barang. baik dengan membakar atau membuangnya kelautan. dapat membeli berbagai barang dan jasa sehingga tercapai kepuasan tertentu sesuai dengan apa yang diharapkannya. TEORI PERILAKU KONSUMEN Konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan atau jasa yang tersedia dalam masyarakat. orang lain. Pada masa sekarang ini bukan suatu rahasia lagi bahwa sebenarnya konsumen adalah raja sebenarnya. menukar. menilai. disaat kondisi yang lain tidak berubah (ceteris paribus). oleh karena itu produsen yang memiliki prinsip holistic marketing sudah seharusnya memperhatikan semua yang menjadi hak-hak konsumen Perilaku Konsumen adalah perilaku yang konsumen tunjukkan dalam mencari. maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan. 1. dengan alasan agar harga barang itu tetap tinggi. Dosen Pascasarjana Islamic Ecomics and Finance Universitas Trisakti dan Pascasarjana Universitas Paramadina. baik bagi kepentingan diri sendiri. maka dia disebut pengecer atau distributor. keahliannya (Penulis adalah Sekretaris Jenderal Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia. menggunakan.Perilaku permintaan konsumen terhadap barang dan jasa akan dipengaruhi oleh beberapa faktor.

Tingkat kepuasan yang semakin menurun ini dikenal dengan hukum Gossen. Pendekatan Kardinal Ciri-ciri pendekatan cardinal : a. Pendapatan konsumen tetap e. Jika konsumen memperoleh tingkat kepuasan yang besar maka dia akan mau membayar mahal sebaliknya jika kepuasan yang dirasakan konsumen redah maka dia hanya akan mau membayar dengan harga murah.( Mula – mula kepuasan akan naik sampai dengan titik tertentu atau saturation point tambahan kepuasan akan semakin turun ). Konsumen rasional f. Pendekatan kardinal biasa disebut sebagai Daya guna margina.Hukum ini menyebabkan terjadinya Downward sloping MU curva. b. Tambahan kepuasan untuk tambahan konsumsi 1 unit barang bisa dihargai dengan uang. Kepuasan konsumsi dapat diukur dengan satuan ukur. sehingga makin besar kepuasan makin mahal harganya.Setiap tambahan kepuasan yang diperoleh dari setiap unit tambahan konsumsi semakin kecil.Pendekatan untuk mempelajari perilaku konsumen dalam mengkonsumsi suatu barang: A. d. . Makin banyak barang dikonsumsi makin besar kepuasan c. Terjadi hukum The law of deminishing Marginal Utility pada tambahan kepuasan setiap satu satuan.Keseimbangan konsumen tercapai jika konsumen memperoleh kepuasan maksimum dari mengkonsumsi suatu barang.

Konsumen punya preferensi terhadap barang yang disusun berdasarkan urutan besar kecilnya daya guna 3. Pendekatan Ordinal Pendekatan ordinal mengukur kepuasan konsumen dengan angka ordinal (relatif). . Tingkat kepuasan konsumen dengan menggunakan kurva indiferens (kurva yg menunjukkan tingkat kombinasi jumlah barang yang dikonsumsi yang menghasilkan tingkat kepuasan Asumsi pendekatan ordinal : 1.= MUn/Pn 2. MUx/Px = MUy/Py = …. Berlaku hukum transitif  Ciri-ciri kurva indiferens: 1. Turun dari kiri atas ke kanan bawah 2. Konsumen konsisten 5.Syarat Keseimbangan: 1. Cembung kea rah titik origin 3. Kurva IC yang lebih tinggi lebih disukai oleh konsumen rasional dari pada yang sama). Px Qx + Py QY + ……+ Pn Qn = M MU = marginal utility P = harga M = pendapatan konsumen B. Konsumen rasional 2. Tidak saling berpotongan 4. Konsumen mempunyai sejumlah uang tertentu 4.

semakin tinggi tingkat kepuasannya. 2. Sedangkan analisis ordinal besarnya utility dapat dinyatakan dalaml bilangan/angka. Sedangkan analisis ordinal menggunakan analisis indifferent curve atau kurva kepuasan sama . TINGKAT BATAS SUBSTITUSI Penggantian marginal ( MRS ) ini adalah penggantian marginal barang x untuk barang y yang menunjukkan jumlah barang y dapat dikorbankan oleh konsumen untuk memperoleh satu satuan tambahan barang x pada kurva indiferen yang sama. Semakin jauh kurva indeferensi dari titik origin.kurvayang lebih rendah. Analisis cardinal mengunakan alat analisis yang dinamakan marginal utiliy(pendekatan marginal).  Perbedaan antara pendekatan kardinal dengan ordinal Pandangan antara besarnya utility menganggap bahwa besarnya utiliti dapat dinyatakan dalam bilangan/angka. Kurva: .

3. sama dengan 2.Konsumen bersedia mengkonsumsi 10 soda untuk melihat 5 film. sama dengan 1 / 2. Indifference curve memperlihatkan semua kombinasi dari pilihan konsumen yang memberikan tingkat kepuasan atau utility yang sama . tingkat substitusi marjinal di titik c adalah 10 dibagi dengan 5. pada titik g konsumen bersedia mengkonsumsi 4.5 dibagi oleh 9. tingkat substitusi marjinal di titik g adalah 4. ANALISIS KURVA INDIFEREN Definisi indifference curve: adalah kurva yang menghubungkan titik-titik kombinasi dari konsumsi (atau pembelian) barang-barang yang menghasilkan tingkat kepuasan yang sama.5 soda untuk melihat 9 film.

Konsumen secara rasional ingin membeli sebanyak-banyaknya kombinasi beberapa barang konsumsi. tingkat kepuasan diukur melalui order atau rangking tetapi tidak disebutkan nilai gunanya secara pasti. misalnya kita ambil contoh dua komoditas yaitu buah jeruk (X) dan apel (Y). Untuk mendapatkan X dan Y konsumen dihadapkan pada kendala keterbatasan dana. penentuan tingkat kepuasan menggunakan metode ordinal. . Karena itu konsumen dapat mengubah-ubah kombinasi X dan Y yang dibeli sedemikian rupa sehingga jika salah satu diperbanyak jumlahnya maka yang lain mestilah dikurangi agar kepuasan yang diperoleh konsumen tetap sama. Fenomena ini dinyatakan dengan kurva kepuasan sama atau indifference curve.bagi seseorang atau konsumen.

kurva indiferens seseorang U1 memperlihatkan semua kombinasi barang yang menghasilkan kepuasan yang sama. 4. (A. Kurva ini menyatakan bahwa konsumen merasa tidak merasa lebih baik atau dirugikan untuk melepaskan 10 units makanan untuk mendapatkan 20 unit pakaian dan pindah dari kombinasi A ke kombinasi B. seperti market basket A. . ELASTISITAS PERMINTAAN TERHADAP HARGA .Kurva ini mengindikasikan bahwa konsumen indifferent (tidak beda) antara pilihan kombinasi. B.market baskets. C). Lantas.

Harga produk. kenaikan penghasilahn konsumen mengakibatkan daya beli konsumen meningkat dan selanjutnya akan meningkatkan permintaan pasar terhadap barang produk. peningkatan selera dan preferensi konsumen terhadap suatu produk akan meningkatkan permintaan pasar terhadap produk tersebut. Perubahan harga produk lain yang memiliki hubungan saling mengganti mempengaruhi permintaan pasar produk dengan arah yang berlawanan. f. b.factor. c. maka jikaperusahaan menentukan harga barang terlalu tinggi . Factor.perusahaan tersebut harus mampu mengenali karakteristik permintaanharga pasar terhadap barang produk yang dihasilkan. atau kelangkaan produk tersebut dipasar akan akan lebih banyak.Dalam menentukan kebijakan harga pokok produk yang dihasilkan.  Faktor Yang Mempengaruhi Elastisitas Harga Permintaan mendorongkonsumen membeli produk tersebut . semakin tinggi harga. konsumen mau dan mampu membeli produk dengan jumlah yang banyak pada tingkat harga yang lebih rendah. maka perusahaan ituakan kesulitan mencapai tingkat penjualan tinggi. Selera dan preferensi Konsumen. Harapan Konsumen mempunyai harapan bahwa masa yang akan datang akan terjadi kenaikan harga. Yang mempengaruhi permintaan: a. Jumlah konsumen. Harga produk lain yang berhubungan . semakin banyak konsumen. akan jumlah permintaan pasar terhadap barang produk tersebut akan semakin banyak pula. e. Penghasilan Konsumen. Dengan demikian. Menurut hukumpermintaan. d.Selama hukum permintaan berlaku bagi produk yang dihasilkan. maka jumlah permintaan akan barangtersebut akan sedikit. Permintaan pasar merupakan penjumlahan dari permintaan individual. atau kenaikan pendapatan konsumen.

Kemampuan relatif anggaran untuk mengimpor barang Elastisitas akan besar bilamana : 1. barang yang bersangkutan terdapat dalam jumlah banyak. Jenis barang dan pola preferensi konsumen 4. bilamana : 1. Tersedia atau tidaknya barang pengganti di pasar 2. Jumlah pengguna/tingkat kebutuhan dari barang tersebut 3. Untuk barang tersebut tidak terdapat barang-barang substitusi yang baik. Harga relative tinggi 3.Elastisitas harga permintaan mengukur tingkat reaksi konsumer terhadap perubahan harga. Ada beberapa faktor yang menentukan elastisitas harga permintaan: 1. Elastisitas ini dapat menceritakan pada produsen apa yang terjadi terhadap penerimaan penjualan mereka. Terdapat banyak barang subsitusi yang baik 2. Dan benda tersebut sangat dibutuhkan. apakah kenaikan/menurunkan jumlah barang yang akan dijualnya. 5. 3. perubahan . benda tersebut digunakan dengan kombinasi benda lain 2. Periode waktu yang tersedia untuk menyesuaikan terhadap harga/periode waktu penggunaan barang tersebut. dan dengan harga-harga yang rendah. jika mereka merubah strategi harga. Ada banyak kemungkinan-kemungkinan penggunaan barang lain Elastisitas umumnya akan kecil.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful