Bagaimana cara mengimpor barang dari luar negeri,??

kalo bisa prosedur yang baik dan benar, bersih tanpa suap, dan terhindar dari para mafia kelas kakap yang katanya ada di espor impor.. dan perusahaan saya sudah punya CV, SIUP, PKP, NPWP, dll. cuma bebrapa bulan ini SSP dan SPT tahunan belum diurus. Dokumen yang selalu berurusan dengank impor antara lain Manifest, Bill Of Lading (B/L), Invoice & Packing List dan BC 2.3. Manifest (Cargo-Manifest) atau sering dikenal dengan Cargo Declaration menurut Convention on Facilitation of International Maritime Traffic 1965 (FAL Convention of 1965) merupakan dokumen yang berisi semua informasi yang berkaitan dengan barang-barang niaga (kargo) yang diangkut sarana pengangkut (kapal) pada saat kedatangan ataupun keberangkatan. Dengan demikian semua barang ekspor dan impor yang dibawa oleh sarana pengangkut akan terdata (recorded) semua dalam Cargo-Manifest. Semua proses pelayanan kepabeanan yang dilakukan oleh Bea dan Cukai (BC) akan mengacu ke dalam dokumen manifest ini. Mulai dari proses pengeluaran barang dengan penyelesaian kewajiban pabean (PIB), pengeluaran ke Tempat Penimbunan Berikat (TPB: KB, GB, TBB), pengeluaran ke Kawasan Pabean/TPS lainnya dan semua proses pelayanan kepabeanan lainnya harus menunjuk dan rekonsiliasi dengan pos-pos yang ada dalam Inward Manifest. Karena itulah setiap pergerakan barang dalam perdagangan, seharusnya dapat dikontrol melalui dokumen manifest tersebut yang secara umum dapat dikelompokkan: Inward Manifest, yaitu dokumen manifest yang wajib diserahkan pada saat kedatangan sarana pengangkut di suatu pelabuhan yang berisi daftar muatan cargo alat angkut tersebut pada saat datang di suatu pelabuhan; Cargo Manifest, yaitu dokumen manifest selama sarana pengangkut tersebut dalam perjalanan berangkat dan menuju suatu pelabuhan, yang berisi daftar muatan cargo alat angkut tersebut melakukan perjalanan dan membawa barang-barang tersebut; Outward Manifest, yaitu dokumen manifest yang wajib diserahkan pada saat keberangkatan sarana pengangkut dari suatu pelabuhan yang berisi daftar muatan cargo alat angkut tersebut pada saat berangkat dari suatu pelabuhan untuk menuju pelabuhan lainnya. Dalam melakukan kontrol dan pengawasan terhadap dokumen manifest tersebut tidak hanya sebatas apakah barang-barang tersebut telah dilindungi dengan dokumen manifest, namun yang lebih penting adalah kontrol dan pengawasan dengan melakukan pengecekan : Apakah 'Jenis Barang' yang diangkut oleh sarana pengangkut tersebut (fisik barang) sesuai dengan yang tercantum dalam manifest; Itu sekilas tentang manifest. Setiap barang atau muatan cargo tersebut yang diimport akan dibuat dokumen yang disebut dengan BC 2.3 (untuk Kawasan Berikat) atau PIB (Pemberitahuan Import Barang). Tentunya ada dokumen pendukung lain yang harus ada pada saat pengajuan dok BC 2.3 atau PIB seperti invoice & packing list, B/L dan manifest. Invoice adalah suatu dokumen yang penting dalam perdagangan, sebab dengan data dalam invoice ini dapat diketahui berupa jumlah wesel yang akan ditarik, jumlah pembayaran asuransi dan penyelesaian pembayaran lain yang harus dibayar, termasuk bea masuk. Invoice dapat dibedakan dalam: a. Proforma Invoice merupakan penawaran dari penjual kepada calon pembeli atas barang yang dimilikinya. b. Commercial Invoice biasa disebut faktur dagang yaitu merupakan nota rincian tentang keterangan barang-barang yang dijual dan harga barang-barang tersebut. c. Consular Invoice adalah invoice yang dikeluarkan oleh instansi resmi, yakni kedutaan (konsulat). Packing List ini dibuat oleh eksportir yang menerangkan uraian dari barang-barang yang dipak, dibungkus/diikat dalam peti dan sebagainya dan biasanya diperlakukan oleh Pejabat Bea dan Cukai untuk memudahkan pemeriksaan barang atas isi dari suatu pengepakan. Termasuk dalam uraian barang-barang tersebut adalah jenis bahan

jumlah barang. Setiap orang atau badan usaha yang akan mengimpor barang dapat mengajukan permohonan penetapan tarif sebelum penyerahan pemberitahuan pabean kepada Direktur Jenderal Bea dan Cukai 2.. Import Duty beserta perhitungannya. Dengan adanya packing list dari setiap peti yang berisikan barang-barang tertentu maka importir atau pemeriksa barang (Pejabat Bea dan Cukai) tidak akan keliru untuk memastikan isinya. besarnya tarif Bea Masuk dan atau pembebanan impor lainnya * Jenis/spesifikasi barang yang diimpor tidak sesuai dengan yang tercantum dalam penetapan tarif yang bersangkutan * Adanya pemberitahuan tertulis oleh Direktur Jenderal Bea dan Cukai mengenai pembatalan penetapan tarif bersangkutan Pajak Import merupakan elemen terakhir dari Landing Cost. Isi dari Manifest. Penetapan tarif menjadi batal dan tidak mempunyai kekuatan hukum apabila: * Terdapat perubahan ketentuan berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan tentang perubahan klasifikasi. melalui pos atau faksimile 4. Nomor Referensi Tarif yang tercantum dalam penetapan tarif dimaksud dicantumkan dalam dokumen Pemberitahuan Impor Barang (PIB) yang bersangkutan 8. Maka formulanya menjadi sebagai berikut : PPn Import = 10% x [ CIF + ID] Dimana : CIF = Cost (FOB) + Insurance + Freight ID = Import Duty Agar tidak tumpang tindih. Bill of Lading(B/L) adalah dokumen yang menunjukkan adanya suatu kontrak pengangkutan barang antara Shipper(pengirim) sebagai pemilik barang-barang dengan Carrier(agent) sebagai pihak yang menyewakan ruangan kapal untuk pengangkutan barang. Pajak Import = PPn Import + PPh Pasal 22 PPn Import dikenakan 10% dari nilai CIF dan Import Duty. Untuk tarif bisa berbeda beda. Penetapan tarif atas barang impor sebelum penyerahan pem-beritahuan pabean dimaksud mempunyai kekuatan hukum yang mengikat sepanjang barang yang diimpor mempunyai jenis dan spesifikasi yang sesuai dengan yang tercantum dalam penetapan tarif bersangkutan 7. Direktur Jenderal Bea dan Cukai memberikan penetapan tarif atas barang impor sebelum penyerahan pemberitahuan pabean.. jika anda belum tahu apa itu CIF. Indonesia mengenakan 2 jenis pajak atas import. berat barang. Kalo terjadi perbedaan. dengan atau tanpa perubahan terhadap permohonan yang diajukan 6.pembungkus/pengepakan dan cara mengepakannya. saya sarankan . Setiap formulir permohonan hanya dapat digunakan untuk 1 (satu) nomor pos tarif dengan 1 (satu) atau lebih jenis barang yang dapat diklasifikasikan dalam nomor pos tarif tersebut 5. nah itu patut dipertanyakan.. Penyampaian formulir permohonan yang telah diisi dan ditandatangani pemohon dapat dilakukan secara langsung. yaitu : PPn Import dan PPh Pasal 22. B/L dan invoice haruslah sama seperti nama barang. ini sebagai pedoman : 1. Nama dan uraian barang tersebut haruslah sama dengan yang tersebut dalam Commercial Invoice. Permohonan disampaikan kepada Direktur Jenderal Bea dan Cukai dengan menggunakan formulir sebagaimana tercantum pada Lampiran I Kep-22/BC/1997 tanggal 20 Maret 1997 3. Air Way Bill adalah kontrak pengangkutan barang antara Shipper dengan Carrier (yang dalam hal ini adalah maskapai penerbangan) dari Bandar udara pemuatan ke tempat tujuan.

00) + USD 150. Sepintar2 lah Anda mengaturnya. Antara Importir dan Eksportir Adanya kontak antara importir dan Eksportir Importir menerbitkan Purchase Order (PO) kepada Eksportir Eksportir memberikan penawaran harga kepada Importir Terbit Sales Contract 2. Bank koresponden meneruskan / memberitahukan L/C kepada Eksportir 5. Tapi yg terpenting. maka besarnya PPh Pasal 22 yang dikenakan adalah sebesar USD 300.500. Anda harus daftar dulu sebagai peserta impor barang... barang jenis barang apa yang akan anda impor? terlepas dari barang apa yang kan anda impor 1.. A melakukan impor barang dari China. Anda tdk akan dipersulit lg..00 Insurance = USD 100..00 + USD 100..00 + USD 250.. Importir membuka L/C di Bank Pembuka / Opening Bank .00 Sekaligus besarnya Pajak Import yang akan dikenakan dapat dihitung Biasanya Anda bisa mencari kerja sama consignee (perantara) yg terpercaya. Bank Devisa mengkonfirmasi L/C ke Bank Koresponden.5% dari nilai CIF dan Import Duty.000 Freight = USD 250.00 ] PPn Import = USD 400.. 4. Anda harus mempunyai dokumen API yaitu angka pengenal importir dokumen ini bisa anda dapatkan dengan mendaftar ke beacukai dengan melampirkan data-data dan dokumen perusahaan anda termasuk laporan keuangan dan rekening bank..membaca article Import Duty Calculation Contoh : PT. Eksportir menghubungi maskapai pelayaran / Forwarding Agent di Luar Negeri untuk pelaksanaan pengiriman .. saya asumsikan anda mengimpor barang umum ini adalah prosedurnya KETERANGAN BAGAN ALIR IMPOR BARANG UMUM 1. Setelah ada pendaftaran tsb.. formulanya : PPh Pasal 22 = 7. 3. dengan rincian sebagai berikut : Nilai Barang yang di Impor (FOB) = USD 3.500.00 PPh Pasal 22 dikenakan sebesar 7.5% x [CIF + ID] Dengan menggunakan contoh yang sama.00 Perhitungan : PPn Import = 10% x [ (USD 3.. itu diperlukan surat2 yg diatas.00 Import Duty = USD 150.seperi ada no pengimpornya..

Bank Pembuka melakukan reimburse dokumen L/C ke Importir. dan Packing List kepada Bank Pembuka. Invoice. 10. Packing List). 8. Setelah Barang tiba di pelabuhan : Importir membuat P.barang. Invoice. 11. Perusahaan pelayaran/penerbangan di Luar negeri menerbitkan B/L kepada Eksportir. Adanya proses di Maskapai Pelayaran 7. 12 a. Importir ke Bank Devisa untuk menyelesaikan pembayaran. Invoice. Importir dapat mengeluarkan barang dari gudang dengan menyertakan : Delevery Order (DO) Surat Perintah Pengeluaran Barang (SPPB) . Bank Pembuka melakukan reimburse / Kredit rekening ke Bank Koresponden 13.B ( Dasar pengisian PIB antara lain : B/L. dengan menyerahakan : Bukti Pembayaran Angka Pengenal Importir (API) NPWP Surat Registrasi Pabean (SRP) PIB (Pemberitahuan Impor Barang) Surat Setoran Pajak Pabean Cukai dan Pajak Impor Invoice Packing List B/L Polis Asuransi Bea Cukai menerbitkan Surat Persetujuan Pengeluaran Barang (SPPB) Importir menyerahkan B/L original (yang sudah di endorse oleh Bank Devisa) kepada Agen Perusahaan pelayaran di dalam negeri Importir menerima Delevery Order (DO) dari Agen pelayaran. Importir ke Bea Cukai untuk memproses Costum Clearence. Eksportir menyerahkan Shipping Document berupa : B/L. Eksportir mengadakan negosiasi L/C dan membeli wesel ke Bank Koreponden. dan Packing List kepada Bank Koresponden. Dilakukan pengiriman barang. Importir membayar / debit rekening di Bank Pembuka 12 b. Bank Koresponden meneruskan Shipping Document berupa : B/L. 9.I. 6. Importir melakukan inclaring barang ke maskapai pelayaran 14.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful