ANALISIS USAHA BUDIDAYA RUMPUT LAUT

Ada beberapa aspek yang harus dipertimbangkan dala budi daya rumput laut, yaitu aspek umum dan aspek teknis. Aspek umum mengenai pemilihan lokasi, pengadaan dan pemilihan bibit, pemeliharaan dan pemanenan, hama dan penyakit, serta penanganan lepas panen. Aspek teknis adalah cara atau metode budi daya, seperti metode dasar, metode lepas dasar, dan metode apung. Dengan melihat potensi pengembangan budi daya rumput laut, manfaat rumput laut, minat masyarakat serta harga rumput laut yang semakin membaik, usaha ini dapat dijadikan Industri dengan nilai tambah yang tinggi. Dengan menggunakan teknologi terapan yang dapat dikembangkan di tingkat nelayan/ petani pembudidaya yang menghasilkan bahan mentah, sangat memungkinkan bahan mentah, sangat memungkinkan dijadikan industri budidaya rumput laut pada suatu kawasan yang potensial. A. ASPEK UMUM 1. Pemilihan Lokasi. Dalam pemilihan lokasi yang perlu diperhatikan adalah persyaratan umum secara teknis dan nonteknis yang terpenting dalam pembudidayaan rumput laut adalah tahu tanda-tanda / perubahan iklim yang cukup signifikan seperti masa transisi dan pancaroba, hal ini berkaitan dengan klimatologi arus, tekanan, pasang surut air laut, angin, dan gelombang dasar dari permukaan air laut tempat pembudidayaan rumput laut. Hal seperti tersebut di atas sangat mempengaruhi hasil rumput laut yang akan di panen. Dikarenakan beberapa factor diatas maka tidak dianjurkan ( hindari ) untuk budidaya Rumput laut jenis Euchema Cottoni di muara laut di mana pertemuan arus sungai dan arus laut, karena justru air tawar yang di bawa arus sampai muara sungai tersbut sangat merusak pembudidayaan rumput laut. Pemilihan lokasi pembudidayaan rumput laut dalam langkah awal yang sangat penting dilakukan oleh petani/ nelayan pembudi daya rumput laut. 2. Sarana, Pengadaan dan Pemilihan Bibit. Pemilihan bibit dalam budi daya rumput laut merupakan hal yang sangat penting. Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut : a. Bibit yang berupa stock dari tanaman yang segar, dapat diambil dari tanaman yang tumbuh secara alami ataupun tanamam bekas budidaya. Di upayakan bibit harus baru dan masih muda. b. Bibit unggul mempunyai cirri bercabang banyak.

c. Bibit sebaiknya dikumpulkan dari perairan pantai sekitar lokasi usaha budidaya dalam jumlah yang sesuai dengan luas areal budidaya. d. Pengangkutan bibit harus dilakukan dengan hati-hati dan cermat, dimana bibit harus tetap dalam keadaan basah ataupun terendam air laut. e. Sebelum ditanam bibit dikumpulkan pada tempat tertentu, seperti di keranjang atau jarring yang bermata kecil.

berfungsi untuk menahan sarana budidaya agar tetap berada pada tempatnya. Tali pengikat jangkar digunakan tali jenis PE No. Jumlah botol yang dibutuhkan untuk tiap unit 10. jumlah bibit yang dibutuhkan dalam usaha budidaya ini sebanyak 1920 kg tiap unit. 4 ) Tali Ris ( PE No. Pelampung : terbuat dari Styrofoam diameter 60 cm tinggi 1m ( atau jenis pelampung lain ) yang berfungsi untuk mengapungkan sarana budidaya ( tali ).f. Penggantian tanaman yang rusak atau hilang dengan yang baru. hindari dari terkena bahan baker minyak. Dalam 1 ( satu ) unit untuk ukuran 50mx100 m dibutuhkan pelampung sebanyak 12 buah. Untuk mengikat bibit pada tali ris Bibit . kehujanan. sehingga menimbulkan kerusakan dan kematian tanaman. 12 yang panjangnya 3 kali dari kedalaman air. g. Tiap unit dibuthkan 2 jangkar. Selama dalam pemeliharaan. Selain itu masalah keamanan juga harus diperhatikan. terbuat dari bahan polyethilen yang berfungsi sebagai tempat untuk mengikat bibit rumput laut yang dibudidayakan. tiang-tiang pancang yang tercabut dan bamboo atau kayu yang patah. digunakan untuk mengapungkan bibit pada tali ris. khususnya dari jenis eucheuma seperti yang dikenal dengan nama ice- . Hama dan penyakit. Perbaikan bangunan budidaya. hal-hal yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut : Pembersihan tanaman dan tumbuhan penempel atau benda-benda lainnya. Tali Bantalan ( PE No. Panen umumnya dilakukan bila tanaman telah mencapai 400-600 gram atau 45 hari setelah penanaman dilakukan. Sarana Budidaya Rumput Laut.000 botol Tali raffia . 10 ) terbuat dari bahan polyethilen yang berfungsi sebagai tali utama tempat untuk menggantungkan tali ris ( PE No. Jangkar . 3. dan kekeringan. Pemeliharaan dan Pemanenan. 4. Penyebab kegagalan budidaya rumput laut adalah hama dan penyakit. Panen dapat dilakukan secara total dengan mengangkat seluruh tanaman atau secara berkala dengan pemetikan sebagian dari tanamam yang sudah besar serta menyisihkan sebagian untuk bibit. 4) . seperti halnya tali mono filament atau jarring yang putus. Penyakit yang sering timbul pada rumput laut. Sewaktu disimpan harus diperhatikan dengan seksama. Botol plastic .

setelah kering merata masukkan kedalam karung dan padatkan . Ini disebabkan terjadi perubahan lingkungan yang ekstrem ( arus. Bahan-bahan yang diperlukan untuk konstruksi wadah budidaya rumput laut dengan metode lepas dasar ( ukuran 100m x 5m ) adalah : Patok kayu / bambu : panjang 1 m. Bahan bahan. Berat bibit pada awal tanam berkisar 20-30 gram Keuntungan metode ini adalah tidak memerlukan pemeliharaan yang rumit. 1. ikan-ikan herbivore antara lain baronang. Metode Lepas dasar. yaitu metode dasar. Adapun kerugian dari metode ini adalah hasil yang diperoleh kurang baik. diperlukan monitor lingkungan yang cermat.karena mengakibatkan kerusakan. Organisme pengganggu yang lain. bahan PE diameter 8 mmm. ASPEK TEKNIS. 5. dan tanaman mudah diserang bulu babi 2. B. setelah itu ikat bagian atasnya Selama penjemuran rumput laut tidak boleh terkena air hujan . Oleh karena itu. jumlah 15 kg ( relative ) . yaitu dengan pemagaran di sekeliling tanaman dengan jaring. kecerahan. sehingga memudahkan bakteri hidup. seperti bulu babi. bintang laut dan penyu hijau.5-4 mm. Dalam aspek teknis budidaya rumput laut dikenal tiga macam metode berdasarkan posisi tanam terhadap dasar perairan. jumlah 275 buah ( relative ) Tali Ris : bahan PE diameter 3. Penangnanan lepas panen Jemur hasil panen di bawah sinar matahari selama 2 3 hari. dengan beralaskan anyamam bamboo untuk menghindari kotoran-kotoran. dan butiran butiran garam sudah menempel dipermukaan rumput laut tersebut. diameter 5 cm. Rumput laut dikatakan sudah kering apabila telah kelihatan mersik/kaku. Metode Dasar Metode ini sesuai untuk tempat-tempat yang dasarnya berbatu Bibit yang berupa stek diikatkan pada batu karang yang disusun berbaris pada dasar perairan.ice yang menyebakan tamnaman tampak memutih. Cara menghindari organisme tersebut. dan metode apung. bulu babi duri pendek. suhu. ikan kerapu. metode lepas dasar. jumlah 10 kg Tali rentang .

5 m Tali rentang dari bahan PE berdiameter 8 mm sebanyak kurang lebih 15 kg. jumlah 20 gulungan besar. kemudian ditancapkan atau dipancangkan pada dasar perairan yang berpasir atau Lumpur berpasir dengan jarak antar patok sekitar 2. 3. Cara Pembuatan Wadah di Darat Pembuatan kerangka rakit yang berukuran 8m x 4m dari bahan bambu/kayu sekuat mungkin. Bahan bahan Metode rakit apung menggunakan rakit dari bamboo yang cocok untuk dasar berkarang dan penggerakan airnya didominasi oleh ombak. Cara Pembuatan Wadah di Darat Pembuatan patok kayu ukuran panjang 1 m . Bahan bahan yang diperlukan untuk rakit ukuran 8m x 4 m sebagai berikut. Cara Pemasangan di laut Setelah patok-patok dibuat.5 4 mm sebanyak 10 kg. diameter 5 cm dengan cara meruncingkan salah satu ujungnya untuk memudahkan pemancangan yang dikerjakan di darat. Metode Apung. Bambu sebanyak 80 batang. dihubungkan berjajar dengan patok tersebut dan agar pengikatnya lebih kuat. Budidaya yang effektif dan effisien menggunakan 1 unit usaha terdiri dari 20 rakit yang masing-masing berukuran 8m x 4m. Tali rakit PE diameter 8 mm sebanyak 10 kg Tali rentang PE berdiameter 3. sebaiknya digunakan simpul delapan Pemasangan tali ris dari bahan PE yang diameter 3. Pelampung ( jerigen plastic ) = 4 buah. tali ris yang telah dipasang siap diikatkan bibit rumput laut dengan menggunakan tali raffia yang telah dipotong-potong. Jangkar dan semen / besi.5 4 mm pada tali rentang sepanjang 100 m sebanyak ±12 buah dengan jarak antara tali rentang ± 20 cm. Tali raffia Tali penahan ( rope line ).- Tali raffia. dilakukan di darat dan untuk mengikat rakit digunakan dari bahan PE berdiameter 8 m .

4. 6. Untuk itu harus diperhatikan keadaan musim yang terjadi.5 4mm. ) adalah dasar perairan yang stabil.5 m . 3.Teknis Keterlindungan Lokasi harus terlindung untuk menghindari kerusakan fisik rumput laut dari terpaan angina dan gelombang yang besar 2. Kedalaman maksimal adalah setinggi orang berdiri dengan mengangkat tangannya. adanya sea grass. Dasar Perairan Dasar perairan yang paling baik bagi pertumbuhan rumput laut ( Eucheuma Sp.50 cm pada surut terendah. Persyaratan Secara Teknis Pembudidayaan Rumput laut 1. Untuk itu hindari lokasi dari sekitar muara sungai.Suhu Air Suhu perairan berkisar 27 30 ºC.Kemudian dibuatkan tali ris dari bahan PE diameter 3. 5. Kedalaman Air Berkisar antara 30. yang terdiri dari potongan karang mati bercampur dengan pasir karang. Ini menunjukkan adanya gerakan air yang baik. kemudian dipasang pelampung yang sederhana dan murah yang biasanyan terbuat dari plastic ( jerigen ) sebanyak 4 buah yang diikatkan pada masing-masing sudut rakit Cara Pemasangan di Laut Kerangka rakit yang telah berada di lokasi budidaya ( laut ) kemudian diberi pemberat berupa batu yang berfungsi sebagai penahan didasar.Salinitas Salinitas yang tinggi dengan kisaran 28-34o/oo dengan nilai optimum 32o/oo. dengan cara diikatkan pada rakit dengan simpul mati dimana antara tali rentang berjarak 20 cm Setelah pemasangan tali ris. supaya rumput laut tidak mengalami kekeringan karena terkena sinar matahari secara langsung dan masih memperoleh penetrasi sinar matahari pada waktu pasang. Pemberat dan rakit dihubungkan dengan tali penahan ( rope line ) dari tambang plastic dengan diameter 9 mm ( lihat gambar di bawah ) Bibit rumput laut diikatkan pada yang telah terpasang dengan menggunakan tali raffia yang telah dipotong-potong secukupnya.Kecerahan Kondisi yang ideal dengan angka transparansi sekitar 1.

Dengan scenario ini di targetkan mulai bulan ke empat dan seterusnya akan panen setiap 15 hari ( umur rumput laut sampai panen berkisar 45 hari ). Pengolahan Hasil Rumput laut.5 cm ) Bungkus dengan karung dengan rapat. Nilai optimal diharapkan pada kisaran 7. perlu ditingkatkan pengetahuan para petani dalam hal pengolahan.Angin & Arus Kecepatan arus yang dianggap baik berkisar antara 20-40 cm/detik A. sesuai kebutuhan ( 1 1. selanjutnya pada 30 hari lagi dipisahkan lagi sehingga menjadi tiga bagian.5 jam.Keasaman ( pH ) Kisaran pH antara 6-9. dan di tiriskan. Pada scenario pertama didasarkan pada pengembangan bibit. Setelah itu rebus rumput laut dengan larutan KOH 7%. Berdasarkan scenario yang di buat. Perubahan pH akan mempengaruhi keseimbangan kandungan karbin dioksida ( CO2 ) yang secara umum dapat membahayakan kehidupan biota laut dari tingkat produktivitas promer perairan 8. Dan tiriskan Keringkan rebusan rumput laut tersebut sampai kadar air sekitar 15 % Potong rebusan rumput laut kering.0 . . Oleh karena itu. Cuci rebusan rumput laut hingga bersih dari residu KOH. kita ambil hasil terendah yaitu 36000 kg. Khususnya rumput laut kering dapat menghasilkan karaginan. 6. Dari kedua scenario ini setiap luas tanam 0. Pengolahan yang sesuai dengan standar export akan mempunyai nilai tambah ekonomis. Berikut uraian singkat pengolahan rumput laut yang berskala rumah tangga Pembuatan Alkali Treated Chips ( ATC ) Rumput laut di cuci hingga bersih.7. Diperoleh hasil panen antara 36000 kg s/d 72000 kg rumput laut basah panen. Pada proses pengembangan bibit ini dilakukan setiap 30 hari.5-8. sehingga dalam satu tahun terdapat 4 musim tanam. Scenario kedua berdasarkan system sekali tanam sekali panen. Secara Umum pengolahan rumput laut menjadi bahan baku telah banyak dilakukan para petani tetapi hanya sampai tingkat pengeringan. yaitu bibit awal yang telah ditanam selama 30 hari dapat dipisahkan menjadi dua bagian. pada temperature 75ºC selama 2.5 Ha. Analisa Usaha Budidaya Rumput Laut ( lihat lampiran table cash flow excel ) Dalam analisa usaha budidaya rumputlaut ini ditunjukkan dua buah scenario penanaman.

Keringkan agar kertas sampai kekeringan / kadar air 12 %.5 jam.500 AT Chips 30 35. Taruh alat pemberat pada alat press dan biarkan teripah airnya ± 1 malam. dan ditumpuk pada alat press dengan dikasih kain antara gel.Pebuatan Agar kertas Rumput laut di cuci hingga bersih.1 cm. dan di tiriskan.5. Setelah itu rebus rumput laut dengan larutan KOH 7%. dengan perbandingan 1:30 sampai membetuk bubur Masukkan dalan cetakan dan biarkan dingan membentuk gel.000 SR carrageenan 70 51.000 . Nilai tambah pengolahan rumput laut E cottoni -> carrageenan Produk rendemen Harga ( rp/kg ) E. Cuci rebusan rumput laut hingga bersih dari residu KOH. Cottonii ( fresh ) Sun dried 4. pada temperature 75ºC selama 2. Dan tiriskan Rumput laut dihancurkan dengan blender dan ditambah air panas 90ºC. Potong gel yang terbentuk setebal 0.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.