P. 1
poros

poros

|Views: 779|Likes:
Published by Riswanto Sutomo

More info:

Published by: Riswanto Sutomo on Mar 07, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/27/2013

pdf

text

original

Poros Propeller

Poros propeller merupakan salah satu bagian terpenting dari instalasi penggerak kapal. Putaran mesin ditransmisikan ke propeller melalui poros, maka poros sangat mempengaruhi kerja mesin bila terjadi kerusakan.

Yang perlu diketahui adalah bahwa kedudukan poros propeller dengan mesin induk adalah harus segaris atau dengan kata lain harus dalam satu garis sumbu. Jika kelurusan garis atau sumbu poros dan mesin induk belum tercapai maka perlu dibuat tambahan dudukan untujk mesin atau mengurangi tinggai dengan jalan mengurangi tebal bantalan, asalkan tebal bantalan amsih dalam batas yang memenuhi criteria tebal minimum suatu bantalan. Bantalan juga digunakan untuk mengurangi terjadinya getaran pada poros yang mengakibatakan berkurangnya efektifitas poros propeller juga untuk menghindari terjadinya deformasi pada poros propeller

Bagian ± Bagian poros.

Tenaga kerja yang dihasilkan mesin induk di teruskan dalam bentuk putaran melalui serangkaian poros ke baling-baling diberikan dorongan yang di bangkitkan oleh baling-baling di teruskan kebadan kapaloleh poros baling-baling.Rangkaian poros itu disebut ³Shafting´ dan pada umumnya terdiri dari bagian ±bagian berikut :

1. Poros pendorong ( Trust Shaft) 2. Poros bagian tengah (Poros antar) Intermediate shaft 3. Poros baling-baling ( Propeller shaft) Ketiga poros ini saling di hubungkan oleh flange couplings ( sambungan flens) Pada system transmisi pada kapal sebenarnya adalah suatu system dimana daya yang dikeluarkan dari mesin utama (prime mover) supaya dapat digunakan untuk menggerakkan suatu kapal dengan thrust yang sesuai dengan diharapkan, dan untuk memindahkan daya dari prime mover tersebut maka dibutuhkan suatu system transmisi pada kapal.

berapa rasio ukuran tiap gear yang tepat dan lain sebagainya. dan Thrust bearing yang dipasang menyatu dengan rumah roda gigi. Perlakuan pada setiap komponen harus diperhatikan dengan detail supaya transmisi daya yang dihasilkan maksimal dan sesuai dengan kebutuhan. Perlu diperhatikan desain roda gigi tersebut dan di sesuaikan dengan bentuk propeller Setiap propeller digerakkan dengan sistim roda gigi dengan perbandingan reduksi yang sesuai dengan karakteristik baling-baling.pada clutch atau coupling sebenarnya clutch atau coupling ini berfungsi menghubungkan antara gear dengan shaft. secara kumulatif sebagai penghasil daya yang berguna untuk menggerakan kendaraan. peralatan industri. Pada shafting misalnya. Pada suatu engine . sebagai penggerak propeler kapal dan lain-lain. Setiap roda gigi dilengkapi dengan pompa minyak pelumas. Propeller juga termasuk salah satu komponen penting pada proses shafting ini.Transmission system pada suatu kapal terdiri atas berbagai macam komponen dimana komponen tersebut nantinya akan saling berhubungan satu dengan yang lain. gearbox dan bearings. komponen komponen tersebut seperti shafting. thermometer. coupling atau clutch . shafting pada main engine kapal berguna untuk mengkonversikan daya rotasi yang dihasilkan dari main engine/prime mover kapal menjadi thrust yang nantinya digunakan untuk menggerakkan suatu kapal. Komponen komponen tersebut memiliki peranan masing masing pada system transmisi pada suatu kapal.disini yang harus diperhatikan adalah bagaimana kita mengurangi getaran getaran yang terjadi di poros yang dapat menghilangkan daya yang dihasilkan dari suatu prime mover. Maka melihat uraian diatas maka perlu kita memahami apa itu daya dan thrust pada kapal terlebih dahulu sebelum masuk ke dalam masalah system transmisi pada kapal. penggerak generator pembangkit energi listrik. Engine banyak ditemui dalam aktifitas kehidupan manusia. Sistim roda gigi adalah dari reversing reduction gear type.didalam suatu gearbox pada kapal terdapat suatu reduction gear yang digunakan untuk menurunkan putaran dari mesin utama. bagaimana system pelumasannya dan sebagainya dan untuk mendukung shafting maka diperlukan lah bearings atau bantalan yang menjaga suatu shaft tetap pada porosnya. dimana nantinya propeller inilah yang digunakan untuk menggerakkan suatu kapal. Sedangkan gearbox disinilah tempat perubahan daya yang dihasilkan oleh suatu prime mover diubah dan disesuaikan dengan putaran propeller yang dibutuhkan agar tidak terjadi kavitasi dan daya dapat dipergunakan secara maksimal untuk menggerakkan kapal.

. dan lain-lain sudah dilakukan. agar kapal dapat bergerak dengan kecepatan servis sebesar Vs. Gaya-gaya ini diteruskan ke poros engkol melalui connecting rod dan melalui main bearing gaya-gaya ini di berikan ke rumah bantalan (engine body).Daya Efektif (PE) adalah besarnya daya yang dibutuhkan untuk mengatasi gaya hambat dari badan kapal (hull). Daya ini akan berubah menjadi daya efektif Ne setelah memperhitungkan kerugian mekanis m. pengukuran kesesumbuan poros.Daya Yang Disalurkan ( PD ) adalah daya yang diserap oleh baling-baling kapal guna menghasilkan Daya Dorong sebesar Pt P = 2 Qd n dimana Q adalah torsi yang disalurkan dari main engine dan n adalah jumlah propeller. Batang penghubung (shaft) menjadi faktor yang sangat dominan dalam penelitian ini karena berfungsi sebagai alat untuk memindahkan daya indikatur Ni yang dihasilkan dalam cambustion chamber ke poros engkol.Daya Dorong (PT) adalah besarnya daya yang dihasilkan oleh kerja dari alat gerak kapal (propulsor) untuk mendorong badan kapal. analisis signal getaran. Beban impulsif akibat kompresi dan pembakaran menyebabkan adanya beban kontak yang akan terjadi ketika engine beroperasi.dapat menghasilkan daya dan energi maksimal namun tidak semua daya dan energi tersebut nantinya akan digunakan untuk menggerakkan kapal karena terdapat gaya gaya lain yang tedapat pada suatu kapal. . P = R xVs . Teknik yang digunakan untuk mendeteksi kondisi keausan bantalan termasuk pengukuran ketebalan lapisan film. Bearing utama dan journal bearing pada komponen engine bekerja dengan beban yang tinggi. P = TxVa .

Pelumasan Air Sebuah mesin kapal harus diperlengkapi dengan poros trust ( poros dorong) dan bantalanbantalan untuk menopang dorongan yang dihasilkan kapal selama gerakan maju dan mundur. Pelumasan Minyak 2. Sementara itu. dan juga dikapal-kapal dimana mesin itu merupakan bagian penggerak. Poros propeller keluar melalui tabung stern dan terhubungkan pada sebuah poros perantara atau . yaitu dengan menyambung poros propeller. Besarnya daya dorong (trust) per daya kuda (horse power) adalah sekitar 10-13 kg. Bantalan yang ada dimana saat poros propeller keluar dari buritan kapal dinamakan tabung stern (stern Tube). poros penghubung ini terletak diantara poros dorong (trust shaf) dan poros propeller. Pada mesin kecil. Ada 2 tipe pelumasan secara conventional : 1. Pada beberapa kapal poros ini ditiadakan. sekitar 600 kg daya dorong dihasilkan. dan menopang poros tersebut pada permukaan bantalannya oleh lignumvitae (kayu pok) atau oleh semacam potongan bantalan yang dimasukkan ke dalamnya. Untuk itu pada daya 50 HP. Effisieiensi shaft sekitar 98% dari Daya Rem / Brake Power .Daya Poros (PS) adalah daya yang terukur hingga daerah di depan bantalan tabung poros (stern tube) dari sistem perporosan penggerak kapal. poros trust dan bantalan-bantalan ada di dalam tempat gigi transmisi yang dihubungkan langsung dengan mesin.. Kini banyak bantalan ball (bola) dan bantalan rolltirus (taper roll bearing) yang dipakai.

pada ujung conis (miring) adalah tempat duduknya propeller. Fungsi Poros Poros dalam sebuah mesin berfungsi untuk meneruskan tenaga bersama-sama dengan putaran. Contohnya sebuah poros dukung yang berputar . 1. maka perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut. Setiap elemen mesin yang berputar. Kekakuan poros .poros dorong diujung posisi/ kedudukan maju. dipasang berputar terhadap poros dukung yang tetap atau dipasang tetap pada poros dukung yang berputar. roda jalan dan roda gigi. seperti poros baling-baling kapal atau turbin. seperti cakara tali. tromol kabel. Jadi. 2. Kekuatan poros Pada poros transmisi misalnya dapat mengalami beban puntir atau lentur atau gabungan antara puntir dan lentur. puli sabuk mesin. piringan kabel. Kelelahan tumbukan atau pengaruh konsentrasi tegangan bila diameter poros diperkecil (poros bertangga) atau bila poros mempunyai alur pasak harus diperhatikan. Untuk merencanakan sebuah poros. Juga ada poros yangmendapatkan beban tarik atau tekan. yaitu poros roda keran berputar gerobak. sebuah poros harus direncanakan cukup kuat untuk menahan beban-beban yang terjadi.

Putaran kritis Putaran kritis terjadi jika putaran mesin dinaikkan pada suatu harga putaran tertentu sehingga dapat terjadi getaran yang terlalu besar. . tetapi jika lenturan dan defleksi puntirannya terlalu besar. maka poros harus direncanakan sedemikian rupa sehingga putaran kerjanya lebih rendah dari putaran kritis. 4. Korosi Bahan-bahan tahan korosi harus dipilih untuk poros propeller dan pompa bila terjadi kontak dengan fluida yang korosif. 5. Hal ini dapat mengakibatkan kerusakan pada poros dan bagian-bagian yang lainnya. maka hal ini akan mengakibatkan ketidaktelitian (pada mesin perkakas) atau getaran dan suara (misalnya pada turbin dan kotak roda gigi). dan baja khrom molybdenum.Walaupun sebuah poros mempunyai kekuatan yang cukup. 3. Beberapa diantaranya adalah baja khrom nikel. baja khrom. Untuk itu. Bahan poros Bahan untuk poros mesin umum biasanya terbuat dari baja karbon konstruksi mesin. Demikian pula untuk poros-poros yang terancam kavitas dan poros mesin yang sering berhenti lama. sedangkan untuk pembuatan poros yang dipakai untuk meneruskan putaran tinggi dan beban berat umumnya dibuat dari baja paduan dengan pengerasan kulit yang sangat tahan terhadap keausan.

namun akan ditunjukkan bahwa masing ± masing dapat ditangani dengan cara ± cara yang serupa dengan memperhatikan frequensi pribadi dari isolasi. Atau getaran dapat menyebabkan kegagalan karena tidak bekerjanya komponen ± komponen sesuai dengan fungsinya.GETARAN ± GETARAN PADA POROS Suatu fenomena yang terjadi dengan berputarnya poros pada kecepatan ± kecepatan tertentu adalah getaran yang sangat tinggi. atau mungkin menyebabkan suatu osilasi puntir pada poros. seperti yang dapat terjadi pada sebuah turbin uap dimana ruang bebas antara rotor dan rumah adalah kecil. dan menunjukkan karakteristik ± karakteristik pegas. Karena poros ± poros pada dasarnya elastik. Pada kecepatan ± kecepatan semacam itu dimana getaran menjadi sangat besar. Meskipun kedua peristiwa itu berbeda. dapat terjadi kegagalan poros atau bantalan ± bantalan. . Getaran semacam ini dapat menyebabkan apa yang disebut olakan poros. meskipun poros dapat berputar dengan baik pada kecepatan ± kecepatan yang lain. atau suatu kombinasidari keduanya.

Harga 5. Pengaruh kekasaran permukaan juga harus diperhatikan. 1994: 8).3 sampai 3. Untuk harga 18% ini faktor keamanan diambil sebesar . salah satu cara diantaranya dengan menggunakan perhitungan berdasarkan kelelahan puntir yang besarnya diambil 40% dari batas kelelahan tarik yang besarnya kira-kira 45% dari kekuatan tarik. Jadi batas kelelahan puntir adalah 18% dari kekuatan tarik.0 untuk bahan S-C dengan pengaruh masa dan baja paduan. dengan asumsi masih dibawah tegangan luluhnya (yield).Pada berbagai sumber bacaan tentang poros pembebanan tetap (constant loads) telah banyak dibahas mengenai yang terjadi pada poros dan ternyata pembebanan semacam ini divariasikan apapun akan tetap konstan sehingga pembebanan seperti apapun tidak menjadi masalah. Dan dari segi lain pada kenyataannya bahwa poros akan mengalami . Maximum shear stress theory atau Guest¶s theory Teori ini digunakan untuk material yang dapat diregangkan (ductile). Selanjutnya perlu ditinjau apakah poros tersebut akan diberi alur pasak atau dibuat bertangga karena pengaruh konsentrasi tegangan cukup besar. Misalnya. misalnya baja lunak (mild steel).Poros ini mengalami suatu momen punter atau momen lentur . Secara analitis getaran yang mengakibatkan tegangan pada poros dapat dihitung secara terperinci. cakupan pembahasan akan lebih terfokus pada pembahasan baja lunak (mild steel) karena menggunakan material S45C sebagai material. Banyak teori telah diterapkan untuk menghitung elastic failure dari material ketika dikenai momen lentur dan momen puntir. Untuk memasukan pengaruh ini kedalam perhitungan perlu diambil faktor yang dinyatakan dalam yang besarnya 1. misalnya besi cor (cast iron).0 (Sularso dan Kiyokatsu suga. Jika pada poros tersebut terdapat kombinasi antara momen lentur dan momen puntir maka perancangan poros harus didasarkan pada kedua momen tersebut. Maximum normal stress theory atau Rankine¶s theory Teori ini digunakan untuk material yang keras dan getas (brittle). Faktor ini dinyatakan dengan . Pada pembahasan selanjutnya. sesuai dengan standar ASME. misalnya : 1.6 ini diambil untuk bahan SF dengan kekuatan yang dijamin dan 6. 2. Pada Pembebanan yang berubah ± ubah (fluctuating loads). tegangan geser yang diizinkan untuk pemakaian umum pada poros dapat diperoleh dari berbagai cara.

3. Mengurangi tegangan. Melunakkan . 2. Perlakuan panas adalah proses pada saat bahan dipanaskan hingga suhu tertentu dan selanjutnya didinginkan dengan cara tertentu pula. Dengan mempertimbangkan jenis beban. Meningkatnya kekuatan dan kekerasannya. PERANCANGAN BAHAN POROS Pada perancangan bahan poros ini terdapat perlakuan panas. sifat beban. dll. Tujuannya adalah untuk mendapatkan sifat-sifat yang lebih baik dan yang diinginkan sesuai dengan batas-batas kemampuannya. 4.pembebanan puntir dan pembebanan lentur yang berubah-ubah. . yang terjadi pada poros maka ASME (American Society of Mechanical Engineers) menganjurkan dalam perhitungan untuk menentukan diameter poros yang dapat diterima (aman) perlu memperhitungkan pengaruh kelelahan karena beban berulang. Mengembalikan pada kondisi normal akibat pengaruh pengerjaan sebelumnya. Sifat yang berhubungan dengan maksud dan tujuan perlakuan panas tersebut meliputi: 1.

Austenit serta martensit inilah yang nantinya akan menjadi sumber kekerasan luar dari poros . Laju difusi pada saat pemanasan ditentukan oleh unsur-unsur paduanya dan pada saat pendinginan cepat austenit yang berbutir kasar akan mempunyai banyak martensit. dimudahkan atau dilunakan. Untuk mendapatkan sifat-sifat bahan untuk poros yang lebih baik sesuai dengan karakter yang diinginkan dapat dilakukan melalui pemanasan dan pendinginan. Pemanasan bahan dilakukan diatas garis transformasi kira-kira pada 770 derajat C sehingga perlit yang ada pada bakal poros itu berubah menjadi austenit yang homogen karena terdapat cukup karbon. Pada suhu yang lebih tinggi ferrit menjadi austenit karena atom karbon difusi ke dalam ferrit tersebut. Untuk proses pembuatan poros dengan melakukan hardening permukaan. Pada saat pemanasan maupun pendinginan difusi atom karbon memerlukan waktu yang cukup. pengerasan dengan cara ini mengakibatkan terbentuknya susunan yang tidak stabil. minyak atau bahan pendingin lainnya sehingga atom-atom karbon yang telah larut dalam austenit tidak sempat membentuk sementit dan ferrit akibatnya austenit menjadi sangat keras yang disebut martensit. Pada baja setelah terjadi austenit dan ferrit kadar karbonya akan menjadi makin tinggi sesuai dengan penurunan suhu dan akan membentuk hipoeutektoid. Sehingga terbentuk suatu fase yang stabil pada suhu tinggi. Menghaluskan butir kristal yang akan berpengaruh terhadap keuletan bahan. Tetapi inilah yang membuat elemen poros ini tidak mudah aus tergerus oleh gesekan yang ada. pendinginan dilakukan dengan cepat melalui pencelupan kedalam air.5. Pemanasan poros ini dilakukan di atas suhu transformasi fase dan selanjutnya didinginkan dengan cepat sekali pada suhu kamar. Tujuannya adalah mengubah struktur mikro sehingga bahan dikeraskan. Untuk pengerasan baja.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->