MODEL-MODEL EVALUASI KURIKULUM

A.

Evaluasi Model Penelitian

Model evaluasi kurikulum yang menggunakan model penelitian didasarkan atas teori dan metode tes psikologis serta eksperimen lapangan. Tes psikologis atau tes psikometrik pada umumnya mempunyai dua bentuk, yaitu tes intelegensi yang ditujukan untuk mengukur kemampuan bawaan serta hasil belajar yang mengukur perilaku skolastik. Eksperimen lapangan dalam pendidikan, dimulai tahun1930 dengan menggunakan metode yang biasa digunakan dalam penelitian botani pertanian. Model eksperimen dalam pertanian dapat digunakan dalam pendidikan, anak dapat diumpamakan seperti benih, sedang kurikulum serta berbagai fasilitas serta system sekolah dapat disamakan dengan tanah dan pemeliharaannya. Untuk mengetahui tingkat kemampuan anak serta hasil yang dicapai dapat digunakan test (pre test dan post tes). Tes adalah teknik penelitian yang biasa digunakan untuk mengukur kemampuan siswa dalam pencapaian suatu kompetensi tertentu, melalui pengolahan secara kuantitatif yang hasilnya berbentuk angka. Berdasarkan angka itulah selanjutnya ditafsirkan tingkat penguasaan kompetensi siswa. Salah satu pendekatan dalam evaluasi yang menggunakan eksperimen lapangan adalah mengadakan pembandingan antara dua macam kelompok anak, umpamanya yang menggunakan dua metode belajar yang berbeda. Rancangan penelitian lapangan ini membutuhkan persiapan yang sangat teliti dan rinci. Besarnya sampel, variabel yang terkontrol , hipotesis, treatment, tes hasil belajar dan sebagainya, perlllu dirumuskan secara tepat dan rinci. Beberapa kesulitan yang dihadapi dalam eksperimen lapangan yaitu: 1. Kesulitan administrative, sedikit sekali sekolah yang bersedia dijadikan sekolah eksperimen. 2. Masalah teknis dan logis, yaitu kesulitan menciptakan kondisi kelas yang sama untuk kelompok-kelompok yang diuji. 3. Sukar untuk mencampurkan guru-guru untuk mengajar pada kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol, 4. Ada keterbatasan mengenai manipulasi eksperimen yang dapat dilakukan.

B.

Evaluasi Model Objektif

Evaluasi model objektif (model tujuan) berasal dari Amerika Serikat. Perbedaan model objektif dengan model komparatif ada dalam dua hal : 1) Dalam model objektif evaluasi merupakan bagian yang sangat penting dari proses pengembangan kurikulum. 2) Kurikulum tidak dibandingkan dengan kurikulum lain tetapi diukur dengan seperangkat objektif ( tujuan khusus ) Beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh tim pengembang model objektif, yaitu: 1. Ada kesepakatan tentang tujuan-tujuan kurikulum.

Beberapa kesulitan yang dihadapi dalam model campuran multivariasi. metode tersebut masuk ke bidang kurikulum dari proyek evaluasi. Merumuskan tujuan-tujuan tersebut dalam perbuatan siswa. (5) synthesis. Langkah-langkah model multivariasi adalah sebagai berikut: 1) Mencari sekolah yang berminat untuk dievaluasi/diteliti. (4) analysis. yaitu (1) knowledge. (2) comprehension. dan (6) evaluation. Dasar-dasar teori Tylor dan Bloom menjadi prinsip sentral dalam berbagai rancangan kurikulum dan mencapai puncaknya dalam sistem belajar berprogram dan sistem intruksional. sebagai asal mula pendekatan sistem (system approach). Suatu program yang dikembangkan oleh Learning Research And Develovment Centre Universitas Pittsburg. 6) Kegiatan murid dalam kelas. Metodemetode tersebut masuk ke bidang kurikulum setelah computer dan program paket berkembang yaitu tahun 1960. Mengukur kesesuaian antara perilaku siswa dengan hasil yang diinginkan. dapat disiapkan tes tambahan. yaitu strategi evaluasi yang menyatukan unsur-unsur dari kedua pendekatan tersebut. 4. 3) Sementara tim penyusun tujuan yang meliputi semua tujuan dari pengajaran umpamanya dengan metode global dan metode unsur. Bloom dengan kawan-kawannya menyusun klasifikasi sistem tujuan yang meliputi daerah-daerah belajar (cognitive domain). 3. C. Evaluasi Model Campuran Multivariasi Evaluasi model perbandingan dan model Tylor dan Bloom melahirkan evaluasi model campuran multivariasi. 5) Kegiatan guru dalam kelas. 5) Tipe analisis dapat juga digunakan untuk mengukur pengaruh bersama dari beberapa variabel yang berbeda. 2) Suatu prosedur program testing. Pendekatan ini yang digunakan oleh Ralph Tylor (1930) dalam menyusun tes dengan titik tolak pada perumusan tujuan tes. 2) Pelaksanaan program. 3) Pedoman prosedur penulisan. 7) Prosedur pengelolaan kelas. yaitu: . maka mulailah pekerjaan computer. (3) application. Pada tahun 1950-an Benyamin S. Bila tidak ada pencampuran sekolah tekanannya pada partisipasi yang optimal. 4) Materi dan alat pengajaran. 4) Bila semua informasi yang diharapkan telah terkumpul. Menyusun materi kurikulum yang sesuai dengan tujuan tersebut. Seperti halnya pada eksperimen lapangan serta usaha-usaha awal dari Tylor dan Bloom. tingkat-tingkat dan unit-unit. Mereka membagi proses mental yang berhubungan dengan belajar tersebut dalam 6 kategori. Sistem pengajaran yang terkenal adalah IPI (Individually Prescribed Instruction).2. Dalam IPI anak mengikuti kurikulum yang memiliki 7 unsur : 1) Tujuan-tujuan pengajaran yang disusun dalam daerah-daerah.

Instruction (pengajaran) yang meliputi organization. Context yaitu situasi atau latar belakang yang mempengaruhi jenis-jenis tujuan dan strategi pendidikan yang akan dikembangkan dalam program yang bersangkutan. Input. affective dan psychomotor. sebagai berikut: 1. 2. staf pengajar. selama dan sesudah program pendidikan dikembangkan. seperti : kebijakan departemen atau unit kerja yang bersangkutan. Process dan Product. kemampuan komputer hanya 40 variabel. dan sebagainya. Process dan Product) Model CIPP (Context. peralatan. teacher. educational specialist. pelaksanaan evaluasi yang dilakukan oleh para pengajar. 3. Model CIPP (Context. Evaluasi model ini bermaksud membandingkan kinerja (performance) dari berbagai dimensi program dengan sejumlah kriteria tertentu. prosedur dan mekanisme pelaksanaan program itu sendiri. Input. 3. untuk akhirnya sampai pada deskripsi dan judgment mengenai kekuatan dan kelemahan program yang dievaluasi. media pendidikan yang digunakan dan sebagainya. Process pelaksanaan nyata dari program pendidikan tersebut. fasilitas yang disiapkan untuk keperluan pendidikan. Meskipun model multivariasi telah mengurangi masalah control berkenaan dengan eksperimen lapangan tetapi tetap menghadapi masalah-masalah pembandingan. dan materi pembelajaran yang dikembangkan. Behavior (perlakuan) yang menjadi sasaran pendidikan yang meliputi perilaku cognitive. tujuan program dan peralatan yang digunakan. D. content. 2. Model ini kembangkan oleh Stufflebeam (1972) menggolongkan program pendidikan atas empat dimensi. sasaran yang ingin dicapai oleh unit kerja dalam kurun waktu tertentu. 3. Input. . method. Kubus tersebut mempunyai tiga bidang. Penjelasan singkat dari keempat dimensi tersebut adalah. Model EPIC (Evaluation Program for Innovative Curriculums) Model EPIC menggambarkan keseluruhan program evaluasi dalam sebuah kubus. yaitu Context. Terlalu banyaknya variabel yang perlu dihitung pada suatu saat. Menurut model ini keempat dimensi program tersebut perlu dievaluasi sebelum. masalah ketenagaan yang dihadapi dalam unit kerja yang bersangkutan. Kelembagaan yang meliputi student. Diharapkan memberikan tes statistik yang signifikan. sedangkan dengan model ini dapat dikumpulkan sampai 300 variabel. Process dan Product) yang bertitik tolak pada pandangan bahwa keberhasilan progran pendidikan dipengaruhi oleh berbagai faktor. meliputi : pelaksanaan proses belajar mengajar. penglolaan program. seperti : karakteristik peserta didik dan lingkungan. yaitu: 1. facilitiesand cost. family and community E. seperti dokumen kurikulum. 2. sarana dan pra sarana. Input bahan.1. dan lain-lain. administrator.

F. Impacts Evaluation (I) evaluasi dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana program yang telah dikembangkan memberikan dampak yang positif dalam jangka waktu yang lebih panjang. Process Evaluation (P) evaluasi dilakukan dengan maksud memonitor proses pelaksanaan program. e. Model C I P O I Model pendekatan ini diadopsi dari CIPP-nya Daniel L. mencakup : jangka pendek dan jangka lebih panjang. apakah kegiatan berjalan sesuai dengan perencanaan sehingga mengarah pada pencapaian tujuan program. Hasil input evaluation dapat membantu pengambil keputusan untuk memilih strategi dan sumber terbaik dalam keterbatasan tertentu untuk mencapai tujuan program c. Stufflebeam (1971) yang menyatakan bahwa evaluasi dapat membantu proses pengambilan keputusan dalam pengembangan program. Model pendekatan ini terdiri dari : a. Product keseluruhan hasil yang dicapai oleh program pendidikan. Tentu saja. Pemaparan di atas kiranya dapat digambarkan sebagai berikut: y CONTEXT y INPUTS y PROCESS y OUTPUTS y IMPACTS G. Kegiatan evaluasi dimaksudkan untuk dilakukan dengan tidak melepaskan diri dari konteks yang membentuk sistem itu sendiri dalam upaya pencapaian tujuan program. d. Inputs Evaluation (I) mengevaluasi strategi dan sumber-sumber yang diperlukan untuk mencapai tujuan program. hasilnya dapat digunakan untuk mengambil keputusan apakah program diteruskan. Context Evaluation (C) evaluasi untuk menganalisa problem dan kebutuhan dalam suatu sistem. Model I P O P O pada sistem pembelajaran kiranya dapat digambarkan Penerapan model I sebagai berikut : y INPUT y PROCESS y OUT PUT . b. Outputs Evaluation (O) evaluasi dimaksudkan untuk mengukur sampai seberapa jauh hasil yang diperoleh oleh program yang telah dikembangkan. diberhentikan atau secara total diubah.4.

Evaluasi Produk merupakan evaluasi terhadap aspek hasil ditujukan kepada pencapaian tujuan program baik jangka pendek (hasil antara). Evaluasi Proses yaitu evaluasi yang cenderung mengarah pada bentuk monitoring yang dilakukan pada saat kegiatan-kegiatan program berlangsung dan dimaksudkan untuk menjawab dua kelompok pertanyaan : apakah kegiatan-kegiatan program dilakukan atau diwujudkan sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan di dalam desain program ? apakah program secara efektif mencapai kelompok sasaran yang telah ditetapkan ?. Di samping itu hasil-hasil sampingan baik yang dikehendaki maupun yang tidak dikehendaki. dengan demikian evaluasi dilakukan sebelum program dilaksanakan untuk menetapkan rasional kelompok sasaran (targetted groups) serta mengidentifikasi kebutuhan (needs assessment) dan potensi yang ada padanya di samping mengkaji dibelakang meja kesesuaian. dapat dideteksi melalui evaluasi ini. Maka. Evaluasi Program yakni merupakan evaluasi yang lebih memfokuskan diri pada evaluasi perencanaan program. Model I P O I O I pada sistem pembelajaran kiranya dapat Penerapan model I P digambarkan sebagai berikut : y INPUT y PROCESS y OUT PUTS y IMPACTS I. adalah sebagai berikut : a. evaluasi ini dinamakan evaluasi proses. Model 3 P (Program Proses Produk) Model pendekatan ini merupakan model yang diadopsi dari model yang dikembangkan oleh Raka Joni (1981). Model evaluasi ini sangat penting untuk pengembangan program sebab tidak dengan sendirinya pelaksanaan kegiatan-kegiatan program sesuai dengan tujuan serta niat yang semula ditetapkan.H. perangkat kegiatan program dengan tujuan-tujuan yang ditetapkan untuk dicapai. . Dalam bahasa analisis sistem. Dengan demikian maka evaluasi perencanaan program merupakan bagian integral dari pada pengembangan program. b. esensi dari pendekatan evaluasi model ini. yang hendak dinilai adanya kesesuaian antara tujuan-tujuan yang telah ditetapkan dengan hasil-hasil yang diperoleh. maupun jangka panjang (hasil akhir). c.

esensi dari pendekatan evaluasi model ini. Process. yaitu: y Behavior (perlakuan) yang menjadi sasaran pendidikan yang meliputi perilaku cognitive. Kubus tersebut mempunyai tiga bidang. tujuan program dan peralatan yang digunakan. y Eksperimen lapangan dalam pendidikan. y Tipe analisis dapat juga digunakan untuk mengukur pengaruh bersama dari beberapa variabel yang berbeda. Bila tidak ada pencampuran sekolah tekanannya pada partisipasi yang optimal. Evaluasi model objektif (model tujuan) berasal dari Amerika Serikat. administrator. content. Model evaluasi kurikulum yang menggunakan model penelitian didasarkan atas teori dan metode tes psikologis serta eksperimen lapangan. adalah sebagai berikut : y Evaluasi Program y Evaluasi Proses y Evaluasi Produk . yaitu Context. Process dan Product) yang bertitik tolak pada pandangan bahwa keberhasilan progran pendidikan dipengaruhi oleh berbagai faktor. facilitiesand cost. y Sementara tim penyusun tujuan yang meliputi semua tujuan dari pengajaran umpamanya dengan metode global dan metode unsur. y Tes psikologis atau tes psikometrik pada umumnya mempunyai dua bentuk. Outputs dan Impacts. Model CIPP (Context. 6. 5. Stufflebeam (1971) yang menyatakan bahwa evaluasi dapat membantu proses pengambilan keputusan dalam pengembangan program. y Pelaksanaan program. y Kelembagaan yang meliputi student. y Instruction (pengajaran) yang meliputi organization. 3. dimulai tahun 1930 dengan menggunakan metode yang biasa digunakan dalam penelitian botani pertanian. y Bila semua informasi yang diharapkan telah terkumpul. Model 3 p ini merupakan model yang diadopsi dari model yang dikembangkan oleh Raka Joni (1981). teacher. dapat disiapkan tes tambahan. prosedur dan mekanisme pelaksanaan program itu sendiri. Langkah-langkah model multivariasi adalah sebagai berikut: y Mencari sekolah yang berminat untuk dievaluasi/diteliti. Perbedaan model objektif dengan model komparatif ada dalam dua hal : y Dalam model objektif evaluasi merupakan bagian yang sangat penting dari proses pengembangan kurikulum.RINGKASAN 1. yaitu tes intelegensi yang ditujukan untuk mengukur kemampuan bawaan serta hasil belajar yang mengukur perilaku skolastik. Model CIPOI diadopsi dari CIPP-nya Daniel L. family and community. 2. affective dan psychomotor. educational specialist. Model EPIC menggambarkan keseluruhan program evaluasi dalam sebuah kubus. maka mulailah pekerjaan computer. method. Inputs. seperti : karakteristik peserta didik dan lingkungan. Input. y Kurikulum tidak dibandingkan dengan kurikulum lain tetapi diukur dengan seperangkat objektif ( tujuan khusus ). 7. 4.

Kurikulum dan Pembelajaran. Wina. Nana Syaodih. Remaja Rosda Karya . Bandung.wordpress. Kencana Prenada Media Group Sukmadinata.DAFTAR PUSTAKA http://bundaati.html http://makalahkumakalahmu. 2008. Teori dan Praktek.com/2008/10/31/evaluasi-kurikulum/ Sanjaya.T.com/2009_07_01_archive.blogspot. Pengembangan Kurikulum. Bandung: P. 1997.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful