P. 1
Echinodermata

Echinodermata

|Views: 1,528|Likes:
Published by Darwin azis

More info:

Published by: Darwin azis on Mar 07, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX or read online from Scribd
See more
See less

12/01/2015

LAPORAN PRAKTIKUM TAKSONOMI HEWAN

ECHINODERMATA

OLEH :

NAMA NIM KELOMPOK ASISTEN

: DARWIN AZIS : 08101004060 : VI (ENAM) : MUHAMMAD AGUS

LABORATORIUM ZOOLOGI JURUSAN BIOLOGI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SRIWIJAYA INDRALAYA 2012

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Bintang laut dan sebagian besar echinodermata adalah hewan atau hewan yang bergerak lamban dengan simetri radial sebagai hewan dewasa. Bagian internal dan eksternal hewan itu dari menjulur tengah atau pusat, seringkali berbentuk lima jarijari. Kulit tipis menutupi eksoskeleton yang terbuat dari lempengan keras. Sebagian besar hewan echinodermata bertubuh kasar karena adanya tonjolan kerangka dan duri yang memiliki berbagai fungsi. Yang khas dari echinodermata adalah sistem pembuluh air (water vascular system), suatu jaringan saluran hidrolik yang bercabang menjadi penjuluran yang disebut kaki tabung (tube feet) yang berfungsi dalam lokomosi, makan, dan pertukaran gas (Campbell 2003 :240). Dulunya filum Echinodermata ini selalu dijadikan satu dengan Coelenterata dalam klasifikasi hewan, karena bentuknya yang simetri meruji. Kesamaannya hanya pada simetri ini saja yang membedakan dua kelompok hewan ini dari kelompok-kelompok hewan yang lain. Pada Echinodermata bentuk simetri meruji hanya pada dewasa. Pada larva, bentuknya simetri bilateral. Beda antara keduanya adalah bahwa Echinodermata mempunyai sistem pencernaan lengkap dengan mulut, usus dan anus, tidak seperti Coelenterata (Rohmimohtarto 2007 : 237). Reproduksi seksual anggota filum echinodermata umumnya melibatkan individu jantan dan betina yang terpisah dan membebaskan gametnya ke dalam air laut. Hewan dewasa yang radial tersebut berkembang melalui metamorphosis dari larva bilateral. Embriologi awal echinodermata secara jelas mensejajarkan mereka dengan deuterostoma (Anonima 2012: 1). Di antara 7000 atau lebih anggota filum echinodermata, semuanya adalah hewan laut, dibahi menjadi enam kelas yaitu Asteroidea (bintang laut), Ophiuroidea (bintang mengular), Echinoidea (bulu babi dan sand dollar), Crinoidea (lili laut dan bintang bulu), Holothuroidea (timun laut) dan Concentrychycloidea (aster laut). Aster laut, yang baru ditemukan baru-baru ini, hidup pada kayu yang terendam air di laut dalam (Campbell 2003: 240).

Sifat umum filum ini selanjutnya ialah epidermis hewan dari filum ini biasnya berbulu getar dan berisi sel-sel kelenjar dan sel-sel indera. Osikula (ossicle), yakni kerangka berupa lempeng-lempeng kapur dalam dinding tubuh dapat berjumlah beberapa, kecil dan tersebar luas dan dapat berukuran besar, jumlahnya besar, kurang lebih tergabung erat menjadi kerangka yang nyata. Osikula-osikula tertentu biasanya membentuk duri. Ada pediselari (pedicellaria), yakni pinset yang sangat kecil dan hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop

(Rohmimohtarto 2007: 237). Tubuh Echinodermata mempunyai macam simetri lain. Pada bintang laut, sebagai contoh Echinodermata, jelas terlihat simetri lain yang dimaksudkan tadi. Bintang laut tidak mempunyai ujung posterior, juga tidak mempunyai sisi kiri ataupun sisi kanan yang jelas. Untuk mendapatkan belahan yang kira-kira sama, kita akan dapat membagi bintang laut melalui banyak cara. Pola tubuh seperti ini disebut simetri radial, sebab bagian-bagiannya memancar dari sebuah pusat seperti jari-jari roda memancar dai porosnya. Tetapi anehnya pada larva ini agak mirip dengan larva beberapa chordata tanpa vertebra (Sastrodinoto 1998: 168). Dalam sebagian besar kelompok hewan ini, telur berkembang melalui suatu fase blastula yang berbulu-getar, suatu fase gastrula dan suatu fase larva, yang dalam waktu antara dua minggu sampai dua bulan bermetamorfosis ke dewasa. Larva dari empat kelas utama Echinodermata nampak serupa antara satu dengan lainnya, tetapi sangat berbeda (Anonima 2012: 2). Mereka simetri bilateral da berenang ke sana kemari dengan sabuk bulu getar yang dapat diperumit oleh sejumlah embelan seperti lengan. Larva-larva dari berbagai kelas Echinodermata diberi nama berbeda-beda sebagai berikut, larva bintang laut (Asteroidea) disebut bipinaria; larva bintang mengular (Ophiuroidea), ophiopluteus; larva bulu babi, echinopluteus; dan larva teripang (Holothuroidea disebut auricularia (Rohmimohtarto 2007: 240).

1.2 Tujuan Praktikum Tujuan praktikum ini adalah untuk mengamati hewan dari filum Echinodermata serta bagian-bagian dari kelasnya dan mengklasifikasikannya.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Echinodermata dewasa umumnya menunjukkan simetri radial sekunder, tetapi embrionya, atau bentuk larva pada kelompok-kelompok yang mengalami metamorphosis, mirip dengan kordata, yang simetris bilateral. Ada enam kelas echinodermata. Semuanya hidup di laut dan memiliki struktur dasar yang sama. Cakram pusat biasanya dikelilingi oleh lima lengan radian. Sebuah sistem kaki tabung memanjang dari kanal radial pada masing-masing lengan. Sebuah kanal cincin pada caktam pusat adalah bagian pusat dari sistem pembuluh air tertutup itu. Sistem itu berfungsi dalam lokomosi, ekskresi dan respirasi (Fried 2006: 351). Oleh pakar zoologi lain. Asteroidea dimasukkan sebagai kelas. Bintang laut dikenal banyak orang. Mereka biasanya dapat dijumpai merayap pada batu di pantai laut dengan mulutnya di sisi bawah tubuh, permukaan atau sisi atasnya karenanya disebut aboral atau abaktinal (abactinal). Kelamin bintang laut dapat dibedakan. Alat perkembangbiakan berbentuk dendritik, dua di dasar setiap lengan. Mereka melepas telur dan sperma ke luar, ke dalam air melalui pori-pori pada sisi aboral, pada permukaan antara dua lengan yang berdekatan (Anonimb 2012: 1). Telur-telur dari banyak bintang laut dibuahi di dalam air. Mereka hloblastik, mengalami pembelahan yang sama, dan membentuk satu blastula dan gastrula. Lubang (blastopora) dari gastrula menjadi anus dan lubang baru muncul dan menjadi mulut. Embelan-embelan berbulu getar berkembang di kedua sisi tubuh dan menjadi sebuah larva yang dinamakan bipinaria. Ini berubah (metamorfosis) menjadi bintang laut (Rohmimohtarto 2007: 244). Bintang laut memiliki lima lengan (kadang-kadang lebih) yang memanjang dari suatu cakram pusat. Permukaan bagian bawah lengan itu memiliki kaki tabung, yang masing-masing dapat bertindak seperti suatu cakram penyedot. Melalui sekumpulan kompleks hidrolik dan kerja otot, penyedotan itu dapat diciptakan atau dibebaskan. Bintang laut mengkoordinasikan kaki tabungnya untuk lekat menempel pada batuan dan atau untuk merangkak secara perlahan-lahan sementara kaki tabungnya untuk menjerat mangsa, seperti remis dan tiram (Campbell 2003: 241).

Lengan bintang laut mengapit bivalvia yang menutup, yang menggantung dengan ketat pada kaki tabungnya. Bintang laut itu kemudian membalikkan lambungnya (bagian dalam menjadi keluar), mengeluarkannya melalui mulutnya dan memasukkannya ke dalam pembukaan atau lubang sempit antara kerang bivalvia tersebut (Campbell 2003: 240). Kelompok hewan Ophiuroidea ini dianggap sebagai kelompok echinodermata terbesar. Hewannya rentan lingkungan dan hidup di tempat terlindung atau air tenang, di perairan pantai pada kubangan pasut dan di balik batu atau memendam pada dasar lunak. Bentuk tubuh seperti uang logam (coin), bundar dan pipih dan lengan-lengan menjulur sekeliling tubuh dan mulut di bawah. Lengan ramping dan mudah bergerak-gerak cepat memungkinkan hewan ini berjalan cepat dan bahkan berenang dalam air. Karena kelenturan lengannya yang tinggi dan kemampuannya untuk bergerak, kaki-tabungnya umumnya tidak digunakan untuk berjalan dan dikurangi fungsinya menjadi alat perasa dan pernapasan

(Rohmimohtarto 2007: 246). Hewan-hewan laut yang termasuk dalam kelas Echinoidea ini adalah bulu babi, dolar pasir, dan bulu hati (heart urchin). Tubuh hewan ini bulat tanpa lengan, duriduri menutup tubuh, panjang pada bulu babi dan pendek pada dolar pasir. Tubuh terbungkus oleh suatu struktur yang berupa cangkang (test), terdiri dari lempenganlempengan yang menyatu membentuk kotak seperti cangkang keras di tempat ini ia hidup. Biasanya ada 10 deret lempeng lipat dua dengan lima pasang lubang untuk kaki tabung yang ramping keluar melalui cangkang (Anonimb 2012: 2). Bulu babi (sea urchin) dan dollar pasir (sand dollar) tidak memiliki lengan, akan tetapi mereka memiliki lima baris kaki tabung yang berfungsi dalam pergerakan lambat. Bulu babi juga memiliki otot untuk memutar durinya yang panjang, yang membantu dalam pergerakan. Mulut bulu babi dilingkari oleh struktur kompleks mirip rahang yang telah beradaptasi untuk memakan ganggang laut dan makanan lain. Bulu babi secara kasar bentuknya agak bulat, sementara tubuh dollar pasir pipih dan berbentuk cakram (Campbell 2003: 242). Kelompok hewan Crinoidea ini dinamakan lili laut atau bintang bulu. Sebagian besar dari mereka hidup di laut yang sedang jeluknya, beberapa jenis berupa hewan laut eluk dan beberapa jenis lagi mendiami laut dangkal, antaranya di terumbu

karang. Ukurannya tidak lebih dari 40 cm panjangnya dan berwarna mencolok. Tubuhnya terditi dari cakram sentral dengan lima lengan bermula dari cakram ini. Setiap lengan bercabang dua atau lebih. Setiap cabang mempunyai ranting-ranting melintang disebut pinul (pinnule). Cabang-cabang ini membuat hewan

berbulu0bulu. Cakram sentral bentuknya seperti mangkuk dengan mulut terletak di dasar atau dibawah (Rohmimohtarto 2007: 247). Lili laut menempel ke substratum melalui batang; bintang bulu merangkak dengan menggunakan lengannya yang panjang dan fleksibel. Sebagai suatu kelompok, anggota kelas ini menggunakan lengannya dalam proses memakan suspense. Lengan itu mengelilingi mulut, yang diarahkan ke atasm menjauhi substratum. Crinoidea adalah suatu kelas purba yang tidak banyak berubah selama proses evolusinya; lili laut yang menfosil dengan umur sekitar 500 juta tahun hampir tidak dapat dibedakan dari angora modern kelas tersebut (Campbell 2003: 242). Pada kelas Holothuroidea mempunyai tubuh panjang seperti ketmun. Kelompok hewan ini biasa disebut teripang. Ada juga yang menyebut ketimun laut karena bentuknya. Mulut diujung yang satu dan anus di ujung yang lain. Ada kaki tabung di tiga bagian ventral yang digunakan untuk berjalan dan mempunyai mangkuk penghisap seperti bintang laut. Kaki tabung juga didapatkan di dua bagian dorsal, tetapi biasanya digunakan untuk merasa dan untuk pernapasan. Tak ada pediselari dan duri, tetapi mempunyai tentakel berbentuk kaki tabung sekeliling mulut, serupa dengan hewan lain. Tubuh seperti kulit dan dapat memanjang dan mengerut. Sebagian besar teripang bernapas melalui pohon respirasi, sebuah alat bercabang terdiri dari banyak tabung (Rohmimohtarto 2007: 248). Pada pengamatan sepintas, ketimun laut (sea cucumber) tidak terlihat mirip dengan hewan echinodermata lainnya. Mereka tidak memiliki duri, dan endoskeletonnya yang keras sangat tereduksi. Tubuh ketimun laut memanjang sepanjang sumbu oral-aboral, sehingga memberikan bentuk ketimun seperti namanya dan yang selanjutnya membedakan hubungan mereka dengan bintang laut dan bulu babi. Namun demikian, pemeriksaan lebih dekat memperlihatkan adanya lima baris kaki tabung, bagian dari sistem pembuluh air yang hanya ditemukan pada hewan echinodermata. Beberapa kaki tabung yang ada di sekitar mulut dikembangkan menjadi tentakel untuk makan (Campbell 2003 : 242).

BAB III METODOLOGI PRAKTIKUM

3.1. Waktu dan Tempat Praktikum ini dilaksanakan pada hari Rabu, tanggal 07 Maret 2012, pukul 08.00-10.00 WIB. Bertempat di laboratorium Zoologi, jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Indralaya. Alam, Universitas Sriwijaya

3.2. Alat dan Bahan Alat yang digunakan pada praktikum ini adalah bak preparat dan pinset, sedangkan preparat yang dibutuhkan. Asteris vulgaris, Enchirus esculentus, dan Holothuria edulis.

3.3. Cara Kerja Diambil preparat dengan hati-hati, terutama preparat awetan. Diletakkan preparat tersebut di atas bak preparat. Diamati bagian-bagiannya dengan seksama. Digambar dan diberi keterangan preparat tersebut serta dideskripsikan. Ditulis klasifikasi preparat tersebut.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4. 1. Hasil Dari praktikum yang telah dilaksanakan didapatkan hasil sebagai berikut : a. Asterias vulgaris Klasifikasi Kingdom Filum Kelas Ordo Famili Genus Spesies Keterangan 1. Duri 2. Tentakel 3. Rima oris 4. Madreporit 5. Keping cakram : : Animalia : Echinoidea : Asteroidea : Forcipulata : Asteriidae : Asterias : Asterias vulgaris :

Deskripsi : Bintang laut merupakan hewan invertebrata yang termasuk dalam filum Echinodermata, dan kelas Asteroidea. Bintang laut merupakan hewan simetri radial dan umumnya memiliki lima atau klebih lengan. Bintang laut tidak memiliki rangka yang mempu membantu pergerakan. Rangka mereka berfungsi sebagai perlindungan. Mereka bergerak dengan menggunakan system vaskular air. Mereka bergantung kepada kai tabung yang terletak di bagian ventral lengan bintang ular, yang berfungsi untuk pergerakan dan membantu makan. Tubuh bentuk pentagonal (bentuk bintang). Mempunyai skleton, duri-duri dan terdapat pedikel (alat catut). Mempunyai suklus ambulakral 2 atau 4 deretan pada (kaki-kaki yang berbentuk tabung). Madreporit aboral dan kebanyakan predator, contoh Asterias, Asterina, dan Solaster (Campbell 2003: 242)

b. Echinos esculentus Klasifikasi Kingdom Filum Kelas Ordo Famili Genus Spesies Keterangan 1. Duri 2. Tubekal 3. Permukaan 4. Cankang 5. Rima oris : : Animalia : Echinodermata : Echinoidea : Forcipulata : Echinodae : Echinos : Echinos esculentus :

Deskripsi : Pada kelas Echinoidea ini tubuhnya tidak mempunyai lengan dan memiliki duriduri yang panjang dan disusun oleh Kristal CaCO2.. System respirasinya dengan menggunakan insang kecil atau populae yang menonjol dari selom. Bulu bai tidak memiliki lengan, akan tetapi mereka memiliki lima baris kaki tabung yang berfungsi dalam pergerakan lambat. Bulu babi juga memiliki otot untuk memutar durinya yang panjang, yang membantu dalam pergerakan. Mulut bulu babi dilingkari oleh struktur kompleks mirip rahang yang telah beradaptasi untuk memakan ganggang laut dan makanan lain. Bulu bai secara kasar bentuknya agak bulat (Campbell 2003: 242).

BAB V KESIMPULAN Dari praktikum yang telah dilakukan, maka didapatkan kesimpulan sebagai berikut : 1. Anggota filum Echinodermata memiliki system pembuluh air dan simetri radial sekunder. 2. Asterias vulgaris merupakan hewan simetri radial dan mumnya memiliki lima lengan atau lebih. 3. Asterias vulgaris mempunyai suklus ambulakral 2 atau 4 deretan poda (kaki-kaki yang berbentuk tabung) 4. Echinos esculentus memiliki duri-duri yang panjang dan disusun oleh Kristal CaCO2, keeping medrapora terletak diantara dua saluran tubuh dari kelima system ambulakral 5. Echinos esculentus tidak memiliki lengan, akan tetapi mereka memiliki lima baris kaki tabung yang berfungsi dalam pergerakan lambat.

DAFTAR PUSTAKA Anonima 2012. Echinodermata. http:/www.vet.uga.edu/vpp/clerk/beimborn/Figl. Diakses pada tanggal 05 Maret 2012 pukul 19.30 WIB.
Anonima 2012. Echinodermata. http://id.wikipedia.org/wiki/Echinodermata. Diakses pada tanggal 05 Maret 2012 pukul 19.00 WIB.

Brotowidjoyo, M. B. 2000. Zoologi Dasar. Erlangga : Jakarta. V + 300 hlm. Campbell. 2003. Biologi Edisi Kelima Jilid 2. Erlangga. Jakarta : xxii + 472 hlm. Rohmimohtarto, Kasijan. 2007. Biologi Laut Ilmu Pengetahuan tentang Biota Laut. Jakarta. Djambatan : xii + 540 hlm. Sastrodinoto, S. 1998. Biologi Umum. Jakarta. Erlangga: v + 766 hlm.

LAMPIRAN

Asterias Vulgaris

Echinos esculentus

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->