BAB I PENDAHULUAN

1.2 Latar Belakang Pemahaman tentang penatalaksanaan diet secara umum bagi penderita penyakit ginjal penting untuk diketahui, tak hanya bagi mereka yang telah menderita gangguan ginjal, namun baik bagi mereka yang bertekad untuk menurunkan resiko terhadap gangguan ginjal. Fungsi utama ginjal adalah memelihara keseimbangan homeostatik cairan, elektrolit, dan bahan-bahan organik dalam tubuh. Hal ini terjadi melalui proses filtrasi, reabsorpsi, dan sekresi. Disamping itu, ginjal mempunyai fungsi endokrin penting. Saat organ ginjal terganggu, ia tak lagi menjalani fungsinya dengan baik. Penyakit ginjal menyebabkan terjadinya gangguan pembuangan kelebihan zat gizi yang diperoleh dari makanan. Penetapan terapi nutrisi diklasifikasikan berdasarkan jenis gangguan ginjal yang ada. Seperti gagal ginjal akut, gagal ginjal kronis, penyakit ginjal tahap akhir (gagal ginjal terminal), sindroma nefrotik dan batu ginjal. Mengingat fungsi ginjal telah terganggu, penatalaksanaan diet difokuskan pada pengaturan dan pengendalian asupan energi, protein, cairan dan elektrolit natrium, kalium, kalsium dan fosfor.

BAB II DIET PADA PENYAKIT GINJAL 2.1 Pengertian Gagal Ginjal Ginjal merupakan organ penting dari tubuh manusia karena ginjal mempunyai fungsi regulasi dan ekskresi, serta mengekskresikan kelebihannya (sisa metabolisme) sebagai kemih. Ginjal juga mengeluarkan sisa metabolisme (seperti urea, kreatinin, dan asam urat) dan zat kimia asing. Akibat suatu hal ginjal dapat mengalami ganguan fisiologis, salah satunya adalah gagal ginjal. Gagal ginjal dapat terjadi secara langsung (akut) atau dalam jangka waktu yang lama (kronis). Gagal ginjal akut terjadi akibat penurunan fungsi glomerular dan tubular yang terjadi secara mendadak, berakibat pada kegagalan ginjal untuk mengekresikan pro-duk sisa nitrogen dan menjaga homeostasis cairan dan elektrolit. Gagal ginjal akut dapat disebabkan karena terjadinya penurunan aliran darah, yang dapat merupakan akibat dari infeksi yang parah (serious injury), dehidrasi, daya pompa jantung menurun (kegagalan jantung), tekanan darah yang sangat rendah (shock), atau kegagalan hati (sindroma hepatorenalis). Gagal ginjal akut juga dapat dikarenakan oleh adanya zat-zat yang menyebabkan kerusakan atau trauma pada ginjal, seperti kristal, protein atau bahan lainnya dalam ginjal. Penyebab gagal ginjal akut lainnya yaitu terjadi penyumbatan yang menghalangi pengeluaran urin dari ginjal, misalnya karena adanya batu ginjal, tumor yang menekan saluran kemih, atau pembengkakan kelenjar prostat. Berdasarkan penyebabnya, gagal ginjal akut dapat dibagi menjadi prerenal, intrarenal dan postrenal. Klasifikasi faktor penyebab prerenal adalah akibat turunnya aliran darah yang mendadak ke ginjal seperti gagal jantung, shock atau kehilangan darah akibat lesi atau trauma. Faktor intrarenal yang dapat menyebabkan gagal ginjal akut antara lain infeksi, racun, obat atau trauma langsung yang dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan ginjal. Sedangkan faktor postrenal yang dapat menyebabkan gagal ginjal akut adalah berbagai faktor yang dapat mencegah pengeluaran urin (retensi urin) akibat dari obstruksi (sumbatan) pada saluran kencing.

Klasifikasi tersebut membagi penyakit ginjal kronik dalam lima stadium. Tabel 2. diagnosis penyakit ginjal kronik ditegakkan jika nilai laju filtrasi glomerulus kurang dari 60 ml/menit/1. Jika tidak ada tanda kerusakan ginjal. Kerusakan ginjal > 3 bulan. yaitu stadium yang lebih tinggi menunjukkan nilai laju filtrasi glomerulus yang lebih rendah. yaitu kelainan struktur atau fungsi ginjal. Kondisi lain yang dapat menyebabkan gagal ginjal kronis adalah adanya inflamasi (radang). Tabel 1. klasifikasi stadium ditentukan oleh nilai laju filtrasi glomerulus. dengan atau tanpa kerusakan ginjal Penyebab dari gagal ginjal kronis secara umum disebabkan oleh diabetes melitus dan hipertensi yang diperkirakan menyebabkan 26-43% dari gagal ginjal kronis. Pada pasien dengan penyakit ginjal kronik. immunological (autoimmun) atau penyakit keturunan yang berhubungan dengan ginjal.Penyakit Ginjal kronis adalah kerusakan ginjal yang terjadi selama lebih dari 3 bulan. seperti terlihat pada Tabel 1. Pada beberapa kasus. Batasan Penyakit Ginjal Kronik 1. pasien dengan gagal ginjal kronis diikuti dengan gagal ginjal akut. seperti terlihat pada tabel 2. dengan atau tanpa penurunan laju filtrasi glomerulus berdasarkan : · Kelainan patologik · Petanda kerusakan ginjal seperti proteinuria.73 m2. proteinuria) Stadium 2 Stadium 3 Stadium 4 Penurunan ringan Penurunan sedang Penurunan berat 60 – 89 30 – 59 15 – 29 . Laju filtrasi glomerulus <> 3 bulan. Laju Filtrasi Glomerulus dan Stadium Penyakit Ginjal Kronik Stadium Fungsi Ginjal Laju Filtrasi Glomerulus (ml/menit/1.73m2) Risiko Meningkat Stadium 1 Normal Normal / meningkat > 90 (Terdapat faktor risiko) > 90 (Terdapat kerusakan ginjal. atau kelainan pada pemeriksaan pencitraan 2. berdasarkan kelainan patologis atau petanda kerusakan ginjal seperti proteinuria.

Gangguan ini meliputi gangguan pembentukan hormon pengaktif vitamin D dan erythropoietin yang berfungsi pada pembentukan sel darah merah. dan gangguan aktifasi vitamin D di dalam ginjal. Beberapa gangguan. Uremia dapat menyebabkan disfungsi mental dan perubahan pada neuromuskuler seperti kram pada otot. 2. gejala dan komplikasi yang berkembang akibat kondisi ini disebut dengan sindroma uremia. Beberapa hormon juga membantu dalam pengaturan level elektrolit. Akibatnya akan terjadi anemia dan osteoporosis akibat hilangnya kalsium dari tulang. peningkatan aktivitas oleh beberapa nefron menjadi hal yang penting dalam ekskresi elektrolit. . Komplikasi lainnya akibat dari uremia adalah: · Gangguan sintesis atau pembentukan hormon. Akibat turunnya GFR. asidosis. Renal osteodystrophy Merupakan gangguan pada tulang yang disebabkan akibat dari aktivitas dari hormon paratiroid. Ketidakseimbangan elektrolit dapat menyebabkan penurunana GFR ketika aktivitas dari hormon tidak adekuat atau ketika konsumsi air dan elektrolit dibatasi atau berlebihan. kelemahan pada otot lengan dan nyeri. Selain itu hormon ini juga dapat menyebabkan turunnya kadar kalsium dalam serum. Gangguan elektrolit dan hormon Gangguan cairan dan elektrolit jarang terjadi kecuali pada tahap akhir dari gagal ginjal. Sindrom uremia Uremia timbul pada saat level terakhir dari penyakit gagal ginjal kronis ketika GFR ginjal sudah dalam kondisi dibawah 15 mL/menit dan BUN melebihi dari 60 mg/dl. Hormon paratiroid akan menyebabkan keluarnya phosphate ke dalam urine tetapi menyebabkan pembongkaran kalsium dari dalam tulang. Peningkatan sekresi hormon paratiroid dapat membantu pencegahan dari peningkatan kadar phosphate serum akan tetapi daapt berdampak pada renal osteodystrophy. 3. akan tetapi hal ini juga dapat menyebabkan gangguan pada sistem hormon tersebut.Stadium 5 Gagal ginjal <> Pada pasien dengan gagal ginjal kronis akan terjadi beberapa kelainan metabolik seperti: 1. Peningkatan sekresi hormon aldosteron dapat membantu mencegah peningkatan kadar kalium serum tetapi dapat menyebabkan hipertensi.

Protein Energi Malnutrisi Pasien dengan gagal ginjal kronis biasanya akan berkembang PEM dan wasting. 4. pengkajian klinik sangat bergantung pada pemeriksaan penunjang. Pada penderita gagal ginjal kronis. keseimbangan cairan. penderita tidak menunjukkan gejal-gejala yang tampak seperti pada pasien dengan gagal ginjal akut. reproduksi. pengaturan kadar glukosa darah dan metabolisme zat gizi. meski anamnesis yang teliti sangat membantu dalam upaya menegakkan diagnosis yang tepat. Kehilangan zat gizi dapat memberikan kontribusi pada malnutrisi dan disebabkan akibat dari vomiting. Turunnya fungsi platelet dan faktor pembekuan dapat menyebabkan pembekuan darah akibat luka yang lama yang dapat berkontribusi pada anemia dan pendarahan pada saluran cerna. · Penurunan fungsi imunitas tubuh. Faktor penyebab lainnya adalah nausea dan vomiting. Gejala ini baru timbul setelah ginjal mengalami penurunan fungsinya sebesar 75%. Sebagian besar individu dengan stadium dini penyakit gagal ginjal kronik tak terdiagnosis. pendarahan gastrointestinal. Pasien dengan uremia memiliki imunitas yang rendah dan sangat berpotensi untuk terjadinya infeksi yang lebih sering menyebabkan kematian pada pasien. concurrent catabolic illness dan dialisis. diare. uremia dan pengobatan. Deteksi dini kerusakan ginjal sangat penting untuk dapat memberikan pengobatan segera. Gangguan pada perkembangan hormon dapat berakibat pada pertumbuhan. pembatasan diet. Oleh karena itu. Anoreksia merupakan salah satu faktor penyebab dari rendahnya konsumsi makanan dan dapat berakibat pada gangguan hormonal. Faktor resiko ini antara lain hipertensi. pada gagal ginjal kronis dikarakteristik dengan penurunan fungsi ginjal secara bertahap dan irreversible. Beberapa studi memperkirakan bahwa pasien dengan gagal ginjal akan memiliki asupan energi dan protein yang tidak cukup bahkan pada saat awal berkembangnya penyakit. peningkatan kadar insulin (resistensi insulin) dan kadar lipid darah yang tidak normal. · Abnormalitas pendarahan. sebelum terjadi kerusakan dan komplikasi lebih lanjut.· Gangguan degradasi hormon. . Tidak seperti pada gagal ginjal akut yang penurunan fungsi ginjal terjadi secara cepat atau tiba-tiba. · Peningkatan resiko penyakit kardiovaskuler.

2. kondisi kesakitan dapat menyebabkan meningkatnya sitokin penyebab inflamasi dan menyebabkan malnutrisi serta -1.154 x (Umur) -0. Beberapa survey menunjukkan bahwa 40% pasien dengan gagal ginjal mengalami malnutrisi terutama Protein-Energi malnutrisi. (140-Umur) x Berat Badan Cockcroft-Gault : Klirens Kreatinin = ------------------------------. Komplikasi gastrointestinal (saluran cerna) sering terjadi pada pasien yang menyebabkan turunnya intake makanan dan malnutrisi. Penurunan masa otot atau protein serum dapat menyebabkan respon fase akut yang berhubungan dengan kondisi kesakitan. akan tetapi survey menunjukkan bahwa penyebabnya adalah intake makanan yang kurang.203 x (0. beberapa penelitian dilakukan untuk menunjukkan apabila status gizi baik. jika wanita) (ml/menit) 72 x Kreatinin Serum MDRD : Laju Filtrasi Glomerulus = 186 x (Kreatinin Serum) jika wanita) x (1. jika kulit hitam) Pengkajian klinik menentukan jenis penyakit ginjal. pencegahan dan pengobatan komplikasi akibat penurunan fungsi ginjal.Nilai laju filtrasi merupakan parameter terbaik ukuran fungsi ginjal. penghambatan penurunan fungsi ginjal.2 Penyebab Malnutrisi Pada Gagal Ginjal Tingginya angka prevalensi malnutrisi terjadi pada pasien dengan gagal ginjal. Indikator status gizi seperti turunnya intake makanan dan masa otot merupakan salah satu penyebab secara independent terhadap kematian 12 bulan lebih dini. serta terapi pengganti ginjal dengan dialisis atau transplantasi jika timbul gejala dan tanda uremia. Pengobatan komplikasi gastrointestinal dapat memperbaiki status gizi pada pasien. Pengelolaan meliputi terapi penyakit ginjal . adanya penyakit penyerta.x (0. pengobatan penyakit penyerta. pencegahan dan pengobatan penyakit kardiovaskular. derajat penurunan fungsi ginjal. Nilai ini dianjurkan dengan rumus Cockcroft-Gault atau rumus MDRD (modification of diet in renal diseases). seperti turunnya masa otot atau serum protein dihubungkan dengan peningkatan kematian. Meskipun secara tradisional indikator malnutrisi.742 .85. faktor resiko untuk penyakit kardiovaskuler.210. maka tingkat kematian pasien dapat dicegah. komplikasi akibat penurunan fungsi ginjal. Sebagai tambahan. Penyebab malnutrisi ini disebabkan oleh berbagai faktor (multifaktor).

Mediator ini dihubungkan dengan anorexia dan penurunan intake makanan pada pasien dengan gagal ginjal. Intervensi diet seharusnya tidak terlalu ketat sebelum status gizi dan kebiasaan makan diketahui serta pasien gagal ginjal sudah jelas membutuhkan pembatasan diet. beberapa hal perlu diperhatikan dalam menyebabkan abnormalitas elektrolit seperti rendahnya kontrol terhadap glukosa. Beberapa studi menunjukkan bahwa penurunan nilai GFR (<50> Kondisi co-morbid selalu memberikan kontribusi pada penurunan intake dan malnutrisi. Pada pasien non-diabetik yang dibantu dengan dialisis dan mengalami hipoalbuminemia serta gastroparesis akan meningkat status gizinya estela diberikan erythromicin yang berfungsi sebagai agen prokinetik. Pasien dengan dialisis biasanya akan menyebabkan peningkatan serum leptin dan serum mediator fase akut seperti IL-6 dan TNF (Tumor Necrosis Factor). Selain itu. Akan tetapi. garam. Pasien dengan dialisis peritoneal . akan terjadi kehilangan asam amino sebanyak 6-12 gram. Pada pasien dialisis. Sehingga pembatasan diet harus memperhatikan beberapa faktor diatas. kalium. sekarang gastroparesis dapat juga terjadi pada pasien tanpa komplikasi diabetes. yang membatasi asupan protein. Peningkatan status gizi pada pasien gagal ginjal dari beberapa penelitian menunjukkan perbaikan pada pasien dan memperlama umur pasien. Gastroparesis (gangguan motilitas lambung) merupakan faktor yang paling sering menyebabkan turunnya intake pada pasien gagal ginjal dengan komplikasi diabetes melitus. Selama dialisis peritoneal. 2-3 gram peptida dan sedikit protein per sesi dialisis. atau obat yang menyebabkan hyperkalemia. penggunaan kalium dalam pengganti garam. Penurunan intake protein dan kalori merupakan penyebab dari malnutrisi pada pasien. Pengaturan diet yang terlalu ketat pada pasien gagal ginjal dapat menyebabkan malnutrisi pada pasien gagal ginjal. Malnutrisi pada pasien gagal ginjal dapat disebabkan oleh beberapa faktor (multifaktor). tetapi pada realitanya kehilangan ini meningkat menjadi 8-9 gram (termasuk 5-6 gram albumin). phosphor dan air semakin menyebabkan malnutrisi dan rendahnya intake makanan. uremia juga merupakan faktor lainnya yang dapat menyebabkan turunnya nafsu makan dan intake makanan. pasien akan mengalami kehilangan asam amino sebesar 2-4 gram. Selain itu. Diet ginjal. Penyebab malnutrisi lainnya pada pasien gagal ginjal adalah meningkatnya kehilangan zat gizi. Beberapa studi menemukan tingginya insidensi dari gangguan motilitas lambung pada pasien yang mengalami cuci darah.peningkatan angka kematian.

Dialisis bekerja dengan cara menyingkirkan kelebihan cairan dan sampah dari darah melalui proses difusi. Pasien dengan gagal ginjal selalu dihadapkan dengan "anabolism challanged". Pengeluaran ini akan terus meningkat sampai peritonitis diobati. membran semipermeabel ini diganti oleh peritoneal membran pada tubuh yang banyak mengandung pembuluh darah dan dapat digunakan untuk menyaring darah. Dialisis juga dapat mengembalikan keseimbangan cairan dan elektrolit.3 Dialisis Pada Gagal Ginjal Dialisis atau cuci darah merupakan salah satu metode untuk memperlama umur pasien gagal ginjal. Malnutrisi pada pasien gagal ginjal juga dapat disebabkan karena aktivitas bakteri pada usus dan meningkatnya katabolisme tubuh. cairan yang sama dengan komposisi plasma darah normal. Meningkatnya reactan acute-phase pada pasien gagal ginjal dan dialisis akan menghambat produksi albumin dari hati dan meningkatkan katabolisme dari jaringan otot. Pada peritoneal dialisis. Pasien dengan kadar Hb yang normal. 2. Membran semipermeabel ini berfungsi sebagai filter atau penyaring dimana molekul kecil seperti glukosa dan urea dapat menembus membran melalui pori-pori pada membran sedangkan molekul besar tidak dapat menembus membran ini. Acidosis pada pasien gagal ginjal akan menghambat aktivitas osteoblast dan meningkatkan aktiovitas osteoclast yang menyebabkan osteodystrophy pada pasien gagal ginjal. 36% pasien mengalami overgrowth bakteri di dalam usus. Studi kohort yang dilakukan pada 22 pasien dengan dengan gagal ginjal kronis. Asidosis merupakan faktor tambahan yang menggambarkan katabolisme dalam tubuh pasien.akan mengalami kehilangan protein total sebesar 15 gram per sesi dialisis.osmosis dan uktrafiltrasi. Peritoneal ini terletak diperut yang kaya akan pembuluh . Selain itu. Dialisis ini menggunakan dialysate. sebuah tabung yang kecil yang dapat membawa darah ke dalam sebuah alat yang disebut dengan dialyzer yang dibuat dari material yang berfungsi sebagai membran semipermeabel. yang ditransport ke dalam kompartement diantara membran semipermeable. Beberapa data hasil penelitian menunjukkan aktivitas dari ubiquitine-proteasome akan menyebabkan proteolitik pada jaringan otot yang merupakan jalur primer dalam katabolisme protein. akan mengalami kehilangan protein sebesar 16 gram setiap 100 mL darah diambil dari tubuh. Pada hemodialisis. dialisis dapat digunakan untuk memperlama waktu pasien gagal ginjal sebelum dilakukan transplantasi ginjal. Pasien dengan dialisis juga dapat kehilangan protein akibat dari sampling darah untuk check laboratorium.

dialisis peritoneal harus menggunakan konsentrasi glukosa yang tinggi akibat tekanan onkotik yang rendah pada cavitas peritoneal. Cara kerja dari hemodialisis peritoneal ini adalah dialysate diinfuskan ke dalam cateter yang akan masuk ke dalam ruangan peritoneal. Metode urea kinetik model selanjutnya digunakan untuk mengetahui seberapa efektifkah dialisis. Akan tetapi kelebihan dari metode ini adalah pengambilan darah melalui pembuluh darah tidak dilakukan serta pembatasan diet tidak terlalu ketat. Akibatnya. efek merugikan yang dapat ditimbulkan antara lain infeksi pada pembuluh darah. Batas nilai yang digunakan adalah 1.2. Ruangan ini merupakan ruang antara abdomen dekat dengan usus halus. perhitungan ini tidak begitu simple. . penjendalan darah pada kateter sehingga dapat menghambat kateter. continous ambulatory peritoneal dialysis (CAPD). karena beberapa faktor perlu diperhatikan antara lain data clearence pada dialyzer. t adalah waktu untuk dialisis dan V adalah volume darah. Metode ini menggunakan rumus Kt/V dimana K menunjukkan konsentrasi urea yang terbuang dari darah. vomiting dan berkunang-kunang.darah. Metode urea kinetik model adalah metode untuk mengetahui keefektifan dialisis dengan menghitung clearence urea dari darah. Efek merugikan lainnya adalah beberapa pasien merasa pusing. nausea. glukosa yang tinggi akan terserap ke dalam tubuh menimbulkan hiperglikemia dan hipertrigliserida. lemah. kaki dan lutut. Pada dialisis dengan menggunakan dialyzer. kram pada otot terutama pada tangan. Pada prosedur yang umum digunakan. hipotensi akibat aliran darah ditarik keluar menuju dialyzer. Selain itu. Sehingga komputerisasi menjadi hal yang penting dalam menentukan nilai ini. Akan tetapi. Tidak seperti hemodialisis dengan menggunakan alat (hemodializer). perpindahan kateter dan abdominal hernia akibat dari volume dialysat. dialysate masih tertinggal di cavitas peritoneal selama 4-6 jam dan sesudahnya dihisap dan diganti dengan dialysate yang baru. Nilai yang diperoleh dapat digunakan untuk mengetahui apakah pasien telah mengalami dialisis yang tepat. penjendalan darah. anemia juga dapat terjadi pada pasien dengan hemodialisis akibat hilangnya darah di dalam dialyzer. blood flow rate dan dialysis flow rate. Selain itu. kelemahan dari metode ini adalah infeksi pada cavitas peritoneal akibat dari kateter (peritonitis). Secara umum larutan dialysate diganti 4 kali setiap harinya dan membutuhkan sekitar 30 menit untuk penghisapan dan penggantian dengan yang baru.

25]. maka lebutuhan kalori sebesar 1. Rumus untuk mengetahui berat badan perkiraan adalah sebagai berikut: berat badan ideal+[(aktual edema-free weight-ideal weight)x0. Sedangkan apabila fungsi ginjal sudah membaik dan terdapat perlakuan dialisis maka lebutuhan protein adalah 1. acute catabolic illness atau luka postoperatif sebaiknya mendapat protein lebih dari 1. Kebutuhan protein pada pasien dengan gagal ginjal akut adalah sekitar 0. sekitar 200-300 kalori dari dekstrose dalam larutan diasylate. Sehingga kalori ini perlu diperhatikan. maka konsumsi nitrogen per kilogram bahan makanan adalah 0.6. Kebutuhan Energi Beberapa studi menemukan kebutuhan kalori untuk pemenuhan pasien dengan hemodialisis dalam kondisi metabolik yang seimbang.2-1.0. Pada pasien dewasa dengan gagal ginjal kronis yang tidak menerima dialisis. kebutuhan kalori pada pasien gagal ginjal pada hemodialisis dalam kondisi metabolik yang seimbang adalah 30-35 kalori/Kg. Berdasarkan National Kidney Foundation dan data NHANES II apabila berat pasien <95%>115%. Sedangkan pada pasien yang dihemolisis dengan menggunakan metode CAPD. Menurut National Kidney Foundation's.2.4 Kebutuhan Nutrisi Pasien Gagal Ginjal 1. penurunan asupan protein ini tidak diharapkan karena dapat menimbulkan malnutrisi atau intake kalori yang tidak adekuat. Kebutuhan Protein Kebutuhan protein pada pasien gagal ginjal sangat bergantung pada jenis gagal ginjal yang dialami oleh pasien dan jenis dialisis yang dilakukan oleh pasien. sehingga perlu diketahui berat badan aktual pasien agar pemenuhan kebutuhan energi dapat diketahui. 2.8 gram per kilogram berat badan tubuh apabila fungsi ginjal sudah menurun dan tidak mengalami dialisis.6 gram apabila kebutuhan kalori terpenuhi dan protein yang dikonsumsi harus berasal dari protein dengan nilai biologis yang tinggi.3 gram untuk pasien dengan heodialisis peritoneal yang stabil. Penurunan asupan protein dapat mereduksi sindrom uremik dan menghambat dialisis pada pasien dengan gagal ginjal kronis yang stabil. Pasien dengan malnutrisi.2-1. Akan tetapi. maka berat badan perkiraan (berdasarkan perhitungan rumus) digunakan dalam menentukan energi.3 gram per kilogram berat badan.3 gram per . Pada pasien dengan hemodialisis.2 gram per kilogram berat badan per hari untuk pasien dengan dialisis yang stabil dan sebesar 1. Sedangkan pada pasien dengan gagal ginjal akan mengalami edema.

Pasien dengan dialisis dapat kehilangan vitamin larut air seperti thiamine. Rekomendasi intake vitamin pasien hemodialisis Vitamin Thiamin Riboflavin Niacin Asam pantotenat Piridoksin Sianokobalamin Biotin Asam askorbat Asam folat Rekomendasi 1. Pasien dengan penurunan fungsi ginjal kronis (GFR 20-60 mL/min) yang disertai dengan meningkatnya level PTH harus dilakukan pengecekan vitamin D dalam bentuk 25-Hidroksi kolekalsiferol atau 25-OH vitamin D. Vitamin D merupakan vitamin yang mengalami defisiensi karena salah satu fungsi ginjal adalah untuk aktivasi dari vitamin D. Pasien dengan kadar 25-OH vitamin D <75> Berikut adalah rekomendasi intake vitamin pada pasien dengan hemodialisis: Tabel 3.5 gram per kilogram berat badan per hari dapat memperbaiki keseimbangan Nitrogen pada pasien dengan gagal ginjal akut. konsumsi protein diatas 1. Sehingga konsumsi vitamin A perlu mendapat perhatian. meningkatnya level PTH (Pituitary Hormon) akan menyebabkan vitamin D menurun. Kebutuhan Vitamin Pasien dengan gagal ginjal sangat riskan untuk defisiensi beberapa mikronutient. Sebuah studi menunjukkan konsumsi protein sebesar 2-2. Selain itu. Akan tetapi.4 mg/hari 30 mcg/hari 75-90 mg/hari 1 mg/hari .2 mg/hari 1.6 gram per hari per kilogram berat badan akan meningkatkan frekuensi dari dialisis. 3. asam folate. Vitamin E sangat dibutuhkan sebagai antioxidant sehingga mencegah asidosis pada pasien. pyridoxine dan asam askorbat (vitamin C).1-1. Akan tetapi.5-1.kilogram berat badan per hari. pasien dengan gagal ginjal akan menyebabkan turunnya ekskresi vitamin A dan menyebabkan hypervitaminosis A.1-1. Akan tetapi.3 mg/hari 14-16 mg/hari 5 mg/hari 10 mg/hari 2. Konsumsi vitamin E sebesar 300-800 IU dapat mencegah oksidasi pada sel. hal ini masih menjadi sesuatu yang controversial.

pudding. penderita seyogyanya mengkonsumsi makanan yang mengandung kadar fosfat yang rendah. Fosfat Seperti juga ureum. akibat dari asidosis kronis dan gangguan metabolisme vitamin D. Kalsium 15 mg/hari Kalsium adalah mineral yang sangat penting untuk pembentukan tulang yang kuat. Karena pemasukan susu biasanya dibatasi hanya 1 mangkuk sehari untuk mengurangi pemasukan protein dan fosfat. b. keju. ginjal yang rusak tidak lagi mampu untuk membuang fosfat dari darah yang menyebabkan tingginya kadar fosfat dalam darah. Fosfat terdapat di sebagian besar makanan namun pada beberapa jenis makanan berikut ini terkandung kadar fosfat yang tinggi yaitu : · Produk susu seperti susu. Namun makanan yang mengandung kadar kalium yang baik biasanya juga mengandung kadar fosfat yang tinggi. Kebutuhan Mineral a. Pemasukan kalsium sebanyak 1000 mg/hari diperlukan untuk mencegah atau menunda kemajuan dari osteodistrofi ginjal atau demineralisasi tulang. Dengan mengurangi jenis makanan yang disebutkan diatas . maka diperlukan suplemen tambahan kalsium. yogurt. Kadar fosfat yang tinggi dapat menyebabkan tubuh kehilangan kalsium dari tulang.dan ice cream · Kacang kacangan. Suplemen kalsium tidak boleh diberikan bila kadar fosfat serum tidak terkontrol. Untuk menjaga keseimbangan kadar kalsium dan fosfat biasanya penderita diminta mengkonsumsi obat pengikat fosfat (phosphate binder) dan bijaksana dalam mengkonsumsi makanan. Untuk mengontrol kadar fosfat dalam darah.Zink 4. karena bahaya terjadinya presipitasi kalsium dalam ginjal. Untuk itu cara terbaik untuk mencegah hilangnya kalsium adalah dengan membatasi asupan makanan yang mengandung fosfat yang tinggi. selai kacang · Minuman seperti bir. Efeknya adalah tulang menjadi sangat lemah dan mudah patah. cola maupun jenis soft drink lainnya Progresivitas dari insufisiensi ginjal tampak lebih lambat dengan diet yang mengandung fosfat kurang dari 600 mg/hari.

Aluminium hidroksida ini dapat ditambahkan dalam adonan kue supaya dapat lebh mudah diterima oleh pasien. dan memperburuk osteodistrofi tulang. dan memungkinkan tercapainya kadar pemasukan yang diinginkan. kecenderungan saat ini adalah lebih banyak menurunkan kadar fosfat dari makanan dan minuman daripada penggunaan zat pengikat secara rutin. Sodium Penderita gagal ginjal stadium awal disarankan untuk membatasi asupan sodium. d. Kalium Kalium merupakan salah satu mineral yang penting bagi tubuh kita terutama untuk membantu otot dan jantung bekerja dengan baik. alpukat. Penggunaan aluminium hidroksida yang menahun dapat mengakibatkan keracunan aluminium dengan gejala ataksia. dan makanan dengan tambahan garam seperti snack · Makanan jenis fast food . daging babi.Kalium dengan kadar yang cukup tinggi banyak ditemukan pada sebagian besar makanan seperti : · Beberapa buah dan sayuran : pisang. demensia. Antasida aluminium hidroksida diberikan secara oral bila diperlukan untuk mengikat fosfat makanan dan mencegah absorpsinya.dan ikan. penyakit ginjal dan hipertensi. c. Semua itu tergantung dari tingkat kerusakan ginjal dari penderita. Sodium juga banyak ditemukan pada makanan namun pada beberapa jenis makanan berikut ini terkandung kadar sodium yang tinggi yaitu : · Garam meja.cukup untuk membatasi protein yang masuk. Namun. Tiap penderita gagal ginjal mempunyai kebutuhan kalium yang berbeda – beda. kentang · Susu dan Yoghurt Makanan yang banyak mengandung protein yang tinggi seperti daging sapi. Hal ini disebabkan adanya keterkaitan antara asupan sodium. sementara ada juga yang harus membatasi kalium. ada yang membutuhkan banyak kalium. jeruk. melon.Terlalu banyak kalium atau terlalu sedikit akan berbahaya bagi tubuh.

5 Inisial untuk penjagaan Na (mg/hr) Tidak dibatasi K (mg/hr) Tidak dibatasi Berdasarkan nilai lab 2.2-1. 250-300 mg kolesterol/hari .75 50% HBV 1.2 50% HBV 1.000 Tidak dibatasi 1.0 25-30 Harus perhatikan asupan PUFA.000 (8-17 mg/kg/hr) ≤2000 dari diet dan obat 800-1000 Tidak dibatasi sampai diindikasi 1200 Tidak dibatasi 2.000 (8-17 mg/kg/hr) Ca (mg/hr) Tidak dibatasi P (mg/hr) Tidak dibatasi Berdasarkan nilai lab 1200 ≤2000 dari diet dan obat 800-1000 3.000-3.0004.8 0.3-1.000 2. MUFA.6-0.3 50% HBV 1. Kebutuhan Rekomendasi pada Pasien Gagal Ginjal Kerja Parameter nutrisi Stage 1-4 ginjal GGK normal Kalori (kcal/kg/hr) 30-37 35 (<60> 30-35 (≥60 th) 35 (<60> 30-35 (≥60 th) 35 (<60> 30-35 (≥60 th) termasuk 30-35 hemodialisis peritoneal ginjal Stage 5 Stage 5 Transplantasi kalori dari dialysate Protein (g/kg/hr) Fat (% total kcal) 30-35% 0.Tabel 4.000 2.

4. · Gagal Ginjal dengan Dialisis : 1. 2. 2. Mencegah dan menurunkan kadar ureum yang tinggi. Menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit. Mengatur keseimbangan cairan dan elektrolit. Mencegah defisiensi gizi serta mempertahankan dan memperbaiki status gizi.500-2.harus dibatasi Air (mL/hr) Tidak dibatasi Tidak dibatasi dengan output normal urin urin 1000+Output 1. · Gagal Ginjal Kronis : 1. dengan memperlambat penurunan laju filtrasi glomerulus. agar tidak memberatkan kerja ginjal. agar pasien dapat melakukan aktivitas normal. Menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit. 3. 2.000 Tidak dibatasi sampai diindikasi harus dibatasi 2. Mencegah atau mengurangi progresivitas gagal ginjal. Memperbaiki dan mempertahankan status gizi optimal dan mempercepat penyembuhan. 3. Mencapai dan mempertahankan status gizi optimal dengan memperhitungkan sisa fungsi ginjal. .5 Diet Pada Gagal Ginjal 1. Tujuan Diet · Gagal Ginjal Akut : 1. Menurunkan kadar ureum darah. 4. Memberikan makanan secukupnya tanpa memberatkan fungsi ginjal.

katabolik sedang 0. atau antara 0. Untuk katabolisme berat dianjurkan 0. 7. vitamin B6. . asites.5 g/kgBB. batasi penggunaan karbohidrat sederhana atau gula murni. Protein disesuaikan dengan katabolisme protein. yaitu 20 – 30 % dari kebutuhan energi total. dan urin + 500 ml.5 – 1. yaitu 0. dan katabolik berat 1 – 1. yaitu 35 kkal/kg BB. Protein rendah.5 g/kgBB. oliguria. Bila kemampuan untuk makan rendah.6 – 1. Bila diperlukan. sebagai pengganti cairan yang keluar melalui muntah.6 – 1. Lemak sedang. Banyaknya natrium yang diberikan antara 1 – 3 g. C. yaitu 0. 4.2 g/kgBB. makanan diberikan dalam bentuk formula enteral atau parenteral. 2. A dan K. 2. Energi cukup. 5. Natrium dibatasi apabila ada hipertensi.8 – 1. 6.5 g/kgBB.5 g/kgBB. yaitu kebutuhan energi total dikurangi jumlah energi yang diperoleh dari protein dan lemak.5 g/kgBB. Karbohidrat cukup. 3. 5. Diutamakan lemak tidak jenuh ganda 4. Apabila terdapat hipertrigliseridemia. 3. yaitu 20 – 30 % dari kebutuhan energi total. Karbohidrat sebanyak sisa kebutuhan energi setelah dikurangi jumlah energi yang diperoleh dari protein dan lemak. atau anuria. Syarat Diet · Gagal Ginjal Akut : 1. yaitu 25 – 35 kkal/kg BB. Energi cukup untuk mencegah katabolisme.6 – 1 g/kgBB. · Gagal Ginjal Kronis : 1. Lemak cukup. tambahan suplemen asam folat. Sebagian harus bernilai biologik tinggi.3.8 – 1. Pada katabolik ringan kebutuhan protein 0. Cairan. Natrium dan kalium batasi bila ada anuria. diare. edema. Menjaga agar akumulasi produk sisa metabolisme tidak berlebihan. 2.

5.3 g/kgBB ideal/hari pada CAPD. 50% protein hendaknya bernilai biologik tinggi. bila perlu diberikan tambahan suplemen asam folat. Pada CAPD diperhitungkan jumlah energi yang berasal dari cairan dialisis. Cairan dibatasi. vitamin B6. Natrium diberikan sesuai dengan jumlah urin yang keluar/24 jam. untuk mempertahankan keseimbangan nitrogen dan mengganti asam amino yang hilang selama dialisis. Kalsium tinggi. 8.2 g/kgBB ideal/hari pada HD dan 1. dan D. yaitu : · 2 g + penyesuaian menurut jumlah urin sehari. 7.5 mEq). Energi cukup. yaitu 1 g untuk tip ½ liter urin (HD) · 1 – 4 g + penyesuaian menurut jumlah urin sehari. yaitu 1 – 1.6. Lemak normal. Fosfor dibatasi. 3. yaitu 1 g untuk tiap ½ liter urin (CAPD) 6. yaitu 1000 mg/hari. yaitu sebanyak jumlah urin sehari ditambah pengeluaran cairan melalui keringat dan pernafasan (± 500 ml). · Gagal Ginjal dengan Dialisis : 1. Kalium dibatasi (40 – 70 mEq) apabila ada hiperkalemia (kalium darah > 5. yaitu 15 – 30 % dari kebutuhan energi total. oliguria. yaitu 1 g untuk tiap ½ liter urin (CAPD) 7. yaitu 55 – 75 % dari kebutuhan energi total. yaitu 1 g untuk tip ½ liter urin (HD) · 3 g + penyesuaian menurut jumlah urin sehari. yaitu <> . 4. harus dilakukan secara berangsur (250 – 500 g/minggu) untuk mengurangi risiko katabolisme massa tubuh tanpa lemak (Lean Body Mass). atau anuria. Bila diperlukan penurunan berat badan. yaitu : · 1 g + penyesuaian menurut jumlah urin sehari. yaitu 35 kkal/kg BB ideal/hari pada pasien Hemodialisis (HD) maupun Continous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD). Karbohidrat cukup. Vitamin cukup. Kalium diberikan sesuai dengan jumlah urin yang keluar/24 jam. Protein tinggi. Bila perlu diberikan suplemen kalsium. 2. C. 8.

BBI 60 kg Bahan Makanan beras telur ayam ayam ikan tempe tahu sayuran buuah minyak gula pasir madu susu kue RP*) Nilai Gizi Energi Protein 1801 kkal 51 g (11% energi total) Besi Vitamin A 17. Bila diperlukan. tambahan suplemen terutama vitamin larut air seperti asam folat. Jenis Diet Dan Indikasi Pemberian · Gagal Ginjal Akut Jenis diet yang diberikan adalah : 1). Bahan Makanan Sehari Untuk ARF dengan Katabolik Ringan. serta batasi makan sayur dan buah tinggi kalium bila ada hiperkalemia. 10. Diet gagal ginjal akut cair Apabila pasien makan per oral. dan C. dan asites. Tabel 5. edema. vitamin B6. Cairan dibatasi. batasi penambahan garam apabila ada hipertensi.9. Diet gagal ginjal akut lunak 2). 3.1 mg 26449 RE berat (g) 150 50 50 50 25 50 150 300 25 40 30 200 100 1 urt 3 gls tim 1 btr 1 ptg sdg 1 ptg sdg 1 ptg sdg /2 bh bsr 11/2 gls 3 ptg sdg pepaya 21/2 sdm 4 sdm 3 sdm 1 gls 2 porsi . makanan diberikan dalam bentuk formula enteral atau parenteral. Bila kemampuan untuk makan rendah. yaitu jumlah urin/24 jam ditambah 500 – 750 ml. semua bahan makanan boleh diberikan.

Mutu protein dapat ditingkatkan dengan memberikan asam amino essensial murni. Diberikan pada pasien dengan berat badan 50 kg.00 Kue RP 50 g = porsi 1 gula pasir 10 g = sdm 1 pukul 21.Lemak Karbohidrat Kalsium Pagi beras telur ayam sayuran minyak susu 58 g (28% energi total) 286 g (61% energi total) 623 mg Siang/malam 50 g = 1 gls tim 50 g = 1 btr 50g = 1/2 gls tim 5 g = 1/2 sdm 200 g = gls tim 1 nasi ikan/ayam tempe/tahu sayuran sayuran Tiamin Vitamin C 1 mg 245 mg 50 g = 1 gls tim 50 g = 1 ptg sdg 25/50 g = 1 ptg sdg 50 g = 1/2 gls 150 g = 11/2 ptg sdg pepaya gula pasir 10 g = 1 sdm minyak 150 g = 1 sdm Pembagian Bahan Makanan Sehari Pukul 10. Diet Protein Rendah II : 35 g protein. Diberikan pada pasien dengan berat badan 60 kg.00 kue RP 10 g = 1 porsi . Diet Protein Rendah I : 30 g protein. Karena kebutuhan gizi pasien penyakit ginjal kronik sangat tergantung pada keadaan dan berat badan perorangan. 2). Diberikan pada pasien dengan berat badan 65 kg.00 Gula pasir · Gagal Ginjal Kronis Ada tiga jenis diet yang diberikan menurut berat badan pasien. 3). yaitu: 1). maka jumlah protein yang diberikan dapat lebih tinggi atau lebih rendah daripada standar. 10 g = 1 sdm gula pasir 10 g = 1 sdm Pukul 16. Diet Protein Rendah III : 40 g protein.

7 33085 0.Tabel 6.4 182 497 195 35 g protein 2086 35 70 327 336 11 32999 0.5 192 702 275 150 20 2 sdm 2 sdm 1 porsi 150 20 3 porsi 2 sdm 1 porsi 150 30 3 porsi 3 sdm 1 porsi 35 60 10 40 80 150 4 sdm 8 sdm 3 sdm 40 100 20 4 sdm 10 sdm 4 sdm urt .5 191 623 216 40 g protein 2265 41 75 356 385 11. Bahan Makanan Sehari GGK Bahan Makanan 30 g protein berat (g) beras 100 11/2 gls nasi 150 2 gls nasi urt 35 g protein berat (g) urt 40 g protein berat (g) 150 2 gls nasi telur ayam daging 50 50 1 btr 1 ptg sdg 50 50 1 btr 1 ptg sdg 11/2 gls 2 ptg sdg 50 75 1 btr 1 ptg sdg sayuran pepaya 100 200 1 gls 2 ptg sdg 31/2 sdm 6 sdm 2 sdm 150 200 150 200 11/2 gls 2 ptg sdg minyak gula pasir susu bubuk kue RP*) madu agar-agar Tabel 7. Nilai Gizi 30 g protein Energi (kkal) Protein (g) Lemak (g) Karbohidrat (g) Kalsium (mg) Besi (mg) Vitamin A (RE) Tiamin (mg) Vitamin C (mg) Fosfor (mg) Natrium (mg) 1729 30 57 263 262 10 27403 0.

madu. permen Sumber protein telur. minyak kelapa.Kalium (mg) Pembagian Bahan Makanan Sehari Diet Rendah Protein 40 Pagi beras telur ayam sayuran minyak gula pasir madu susu bubuk Pukul 10. Tidak Dianjurkan/Dibatasi . minyak kacang tanah.00 Kue RP gula pasir 50 g = 1 porsi 10 g = 1 sdm pepaya minyak ikan gula pasir Tabel 8. ikan . Bahan Makanan yang dianjurkan dan tidak Dianjurkan Bahan Makanan Sumber karbohidrat makaroni. singkong. ayam. jagung. margarin. kentang. mi. bihun. selai.00/21.00 Kue RP gula pasir 50 g = 1 porsi 20 g = 2 sdm 1277 1387 1590 Siang 50 g = 3/4 gls nasi 50 g = 1 btr 50g =1/2 gls 10 g = 1 sdm 10 g = 1 sdm 30 g = 3 sdm 20 g = 4 beras daging sayuran pepaya minyak gula pasir sdm Malam beras ayam sayuran 50 g = 3/4 gls nasi 25 g = 1 ptg kcl 50 g = 1/2 gls 100 g = 1 ptg sdg 15 g = 11/2 sdm 20 g = 2 sdm 50 g = 3/4 gls nasi 50 g = 1 ptg sdg 50 g = 1/2 gls 100 g = 1 ptg sdg 15 g = 11/2 sdm 20 g = 2 sdm Pukul 16. daing. minyak kelapa. minyak kelapa sawit. ubi. tepung-tepungan. santan. mentega biasa dan lemak Dianjurkan nasi. susu kacang-kacangan dan hasil olahannya seperti tempe dan tahu Sumber lemak minyak jagung.

00 kue pepe/lapis sirup · Gagal Ginjal dengan Dialisis Diet pada dialisis bergantung pada frekuensi dialisis. Diet dialisis I. 60 g protein.kedelai. 65 g protein. margarin dan mentega rendah garam Sumber vitamin dan mineral pasienn dengan hiperkalemia dianjurkan yang mengandung kalium rendah/sedang Contoh Menu Sehari Pagi nasi goreng telur ceplok katimun susu madu Pukul 10. Diberikan kepada pasien dengan berat badan ± 60 kg 3. dan ukuran badan pasien. sisa fungsi ginjal.00 kue cantik manis teh semua sayuran dan buah. Diberikan kepada pasien dengan berat badan ± 50 kg 2. Diet dialisis II.00 kue klepon ubi sirup siang nasi capcay goreng daging bistik pepaya puding saos caramel Pukul 16. Diet untuk pasien dengan dialisis biasanya harus direncanakan perorangan. kecuali hewan sayuran dan buah tinggi kalium pada pasien dengan hiperkalemia Malam nasi ayam goreng setup buncis setup nenas Pukul 21. Berdasarkan berat badan dibedakan 3 jenis diet dialisis: 1. Diet dialisis III. 70 g protein. Diberikan kepada pasien dengan berat badan ± 65 kg Atau secara spesifik menyatakan kebutuhan gizi perorangan ( termasuk kebutuhan natrium dan cairan) .

8 254 423 2288 100 1 urt 31/4 gls nasi 3 sdm 1 btr 1 ptg bsr 1 ptg sdg 4 ptg sdg 2 gls 3 ptg sdg 3 sdm 5 sdm 2 sdm 1 200 15 50 50 50 75 200 300 30 50 10 3 gls nasi 3 sdm 1 btr 1 ptg sdg 1 ptg sdg 3 ptg sdg 1 gls 3 ptg sdg 3 sdm 5 sdm 2 sdm 200 15 50 50 50 100 200 300 30 50 10 3 gls nasi 3 sdm 1 btr 1 ptg sdg 1 ptg sdg 4 ptg sdg 2 gls 3 ptg sdg 3 sdm 5 sdm 2 sdm 1 220 15 50 75 50 100 200 300 30 50 10 /2 gls 100 /2 gls 100 /2 gls .8 1010 38A652 0. Bahan Makanan Sehari Bahan Makanan 60 g protein berat (g) urt 65 g protein berat (g) urt 70 g protein berat (g) beras maizena telur ayam daging ayam tempe sayuran pepaya minyak gula pasir susu bubuk susu Tabel 10.5 917 38630 0.Tabel 9.8 254 400 2156 70 g protein 2127 72 (13% energi total) 72 (30% energi total) 301 (57% energi total) 583 24. Nilai Gizi 60 g protein Energi (kkal) Protein (g) Lemak (g) Karbohidrat (g) Kalsium (mg) Besi (mg) Fosfor (mg) Vitamin A (RE) Tiamin (mg) Vitamin C (mg) Natrium (mg) Kalium (mg) 2002 62 (12% energi total) 67 (30% energi total) 290 (58% energi total) 547 21.8 254 400 2156 65 g protein 2039 67 (13% energi total) 68 (30% energi total) 293 (57% energi total) 579 24 957 38643 0.

00 maizena susu gula pasir Malam beras ayam tempe sayuran pepaya minyak 50 50 50 10 10 10 10 100 75 50 25 75 100 10 15 100 30 75 50 50 75 100 10 3 65 g protein berat (g) 3 70 g protein berat (g) 3 urt urt urt /4 gls nasi 50 50 50 10 10 10 10 100 75 50 50 75 100 10 15 100 30 75 50 50 75 100 10 /4 gls nasi 60 50 50 10 10 10 10 100 75 75 50 75 100 10 15 100 30 75 50 50 75 100 10 /4 gls nasi 1 btr 1 1 btr 1 1 btr 1 /2 gls /2 gls /2 gls 1 sdm 1 sdm 2 sdm 1 sdm 1 ptg sdg 1 gls nasi 1 ptg sdg 1 ptg sdg 3 1 sdm 1 sdm 2 sdm 1 sdm 1 ptg sdg 1 gls nasi 1 ptg sdg 2 ptg sdg 3 1 sdm 1 sdm 2 sdm 1 sdm 1 ptg sdg 1 gls nasi 1 ptg bsr 2 ptg sdg 3 /4 gls /4 gls /4 gls 1 ptg sdg 1 sdm 3 sdm 1 1 ptg sdg 1 sdm 3 sdm 1 1 ptg sdg 1 sdm 3 sdm 1 /2 gls /2 gls /2 gls 3 sdm 1 gls nasi 1 ptg sdg 2 ptg sdg 3 3 sdm 1 gls nasi 1 ptg sdg 2 ptg sdg 3 3 sdm 1 gls nasi 1 ptg sdg 2 ptg sdg 3 /4 gls /4 gls /4 gls 1 ptg sdg 1 sdm 1 ptg sdg 1 sdm 1 ptg sdg 1 sdm .Tabel 11. Pembagian Bahan Makanan Sehari Waktu dan Bahan Makanan 60 g protein berat (g) Pagi beras telur ayam sayuran gula pasir minyak Pukul 10.00 susu bubuk gula pasir pepaya Siang beras daging tempe sayuran pepaya minyak Pukul 16.

6 Diet Sindroma Nefrotik Pengertian Sindroma Nefrotik Sindrom nefrotik (SN) adalah sekumpulan manifestasi klinis yang ditandai oleh proteinuria masif (lebih dari 3. umur rata-rata 30-50 tahun dan perbandingan laki-laki dan wanita 2 : 1. transplantasi ginjal. reaksi alergi. penyakit herediterfamilial. hipoalbuminemia (kurang dari 3 g/dl). Pada SN primer ada pilihan untuk memberikan terapi empiris atau melakukan biopsi ginjal untuk mengidentifikasi lesi penyebab sebelum memulai terapi. trombosis vena renalis. glomerulo-sklerosis fokal segmental.5 g/1.73 m luas permukaan tubuh per hari). lipiduria. Berdasarkan etiologinya. glomerulonefritis membrano-proliferatif. Sindrom nefrotik sekunder pada orang dewasa terbanyak disebabkan oleh diabetes mellitus. Di klinik (75%-80%) kasus SN merupakan SN primer (idiopatik).000/tahun. Kelainan histopatologi pada SN primer meliputi nefropati lesi minimal. Kejadian SN idiopatik 2-3 kasus/100. edema. hiperlipidemia.000 anak/tahun sedangkan pada dewasa 3/1000. stenosis arteri renalis. Hal ini didukung oleh bukti adanya peningkatan konsentrasi neopterin serum dan rasio neopterin/kreatinin urin serta peningkatan aktivasi sel T dalam darah perifer pasien SN yang mencerminkan kelainan imunitas yang diperantarai sel T.5 tahun. 80% <> (30%50%). penyakit metabolik. keganasan. Penyebab SN sekunder sangat banyak. obesitas massif. hiperkoagulabilitas. obat-obatan.2. SN dapat dibagi menjadi SN primer (idiopatik) yang berhubungan dengan kelainan primer glomerulus dengan sebab tidak diketahui dan SN sekunder yang disebabkan oleh penyakit tertentu. di antaranya penyakit infeksi. Selain itu terdapat perbedaan dalam regimen pengobatan SN dengan respon terapi yang bervariasi dan sering terjadi kekambuhan setelah terapi dihentikan.nefropati membranosa.Saat ini gangguan imunitas yang diperantarai oleh sel T diduga menjadi penyebab SN. penyakit multisistem dan jaringan ikat. toksin. Pada anak-anak (<> (75%-85%) dengan umur rata-rata 2. .

yaitu 1. 5. dan lemak jenuh ganda adalah 1 : 1 : 1. Lemak sedang. Mengontrol hipertensi. 4. 3. yaitu 15 – 20% dari kebutuhan energi total. Utamakan penggunaan karbohidrat kompleks. Protein sedang. Natrium dibatasi. 5. Utamakan penggunaan protein bernilai biologik tinggi. Mengatasi anoreksia. atau 0. 2. 3. 2. Mengganti kehilangan protein terutama albumin. Perbandingan lemak jenuh. .0 g/kg BB. Cairan disesuaikan dengan banyaknya cairan yang dikeluarkan melalui urin ditambah 500 ml pengganti cairan yang dikeluarkan melalui kulit dan pernafasan. Energi cukup untuk mempertahankan keseimbangan nitroge positif. yaitu 35 kkal/kgBB per hari. tergantung berat ringannya edema. Syarat Diet Syarat-syarat Diet Sindroma Nefrotik adalah : 1. Mengurangi edema dan menjaga keseimbangan cairan tubuh.8 g/kgBB ditambah jumlah protein yang dikeluarkan melalui urin. yaitu 1 – 4 g sehari. Karbohidrat sebagai sisa kebutuhan energi. lemak jenuh tunggal. 6. 4.Tujuan Diet Tujuan Diet Sindroma Nefrotik adalah untuk : 1. Memonitor hiperkolesterolemia dan penumpukan trigiserida. Kolesterol dibatasi <> 7.

Pasien harus diterangkan bahwa keinginan akan makanan asin akan menurun setelah 3 bulan mengikuti diet dengan pembatasan natrium. ayam atau leguminosa (untuk anak-anak 56. rendah natrium dan diet rasional Pasien harus dianjurkan untuk makan 2 – 3 sajian daging. atau yoghurt setiap hari. keju tidak asin ini dapat digunakan untuk mengurangi natrium pada diet. terutama pada tungkai bawah dan sekitar mata. · Pemantauan retensi Pasien harus diajarkan untuk memeriksakan berat badannya setiap hari. serta memeriksa adanya odema.5 g). dan 3 – 4 sajian susu.Jenis Diet dan Cara Pemberian Karena gejala penyakit bersifat individual.9 g persajian. Daging segar yang belum diproses dengan garam. ikan dan ayam yang sudah dibuang kulitnya.6 – 84.2 – 141. keju. . dan untuk remaja serta dewasa 113. ikan. Untuk mengurangi masukan kolesterol dan lemak jenuh dianjurkan untuk makan daging tanpa lemak. Pendidikan Pasien · Prinsip diet tinggi protein. dan menggunakan susu skim. diet disusun secara individual pula dengan menyatakan banyak protein dan natrium yang dibutuhkan di dalam diet.

berdasarkan kelainan patologis atau petanda kerusakan ginjal seperti proteinuria. Saran    Diet dipantau oleh ahli gizi dan juga dokter Perhatikan kadar kalsium. Kesimpulan Penyakit Ginjal kronis adalah kerusakan ginjal yang terjadi selama lebih dari 3 bulan. Diet yang dilakukan berbeda-beda tergantung tingkat penyakit gagal ginjal yang dialami. protein dan kolesterol pada penderita gagal ginjal Selama proses penyembuhan penderita gagal ginjal banyak mengkonsumsi air putih . 3.1. Pemberian diet pada penderita gagal ginjal yang baik juga dapat mempercepat proses penyembuhan.BAB III PENUTUP 3. Malnutrisi pada penderita gagal ginjal disebabkan oleh intake makanan yang kurang.2.

The nephrotic syndrome.wordpress. 365:331-340.ppt www. N Engl J Med 1998.com/.. S.ygdi. Jameson. Renal and electrolyte disorders. Harrison’s Principles of Internal Medicine. Diagnosis and Therapy. Buku Pedoman Terapi Diet dat dan Nutrisi. Sulaeman R. budiboga. S. In : Stein JH (ed). Edisi Baru./diet-bagi-penderita-penyakit-ginjal. Braunwald. 1997.. Nahas AM. L.files. 17th ed. D.. p.DAFTAR PUSTAKA Almatsier.. J.com/2007/01/nefrologi-6-ggapgk. 134-6./gagal-ginjal-kronik Moore M. Chronic Kidney Disease: the global challenge.L. New York: The McGraw-Hill Companies. p. Hauser.. Sukandar E. tsuki. L. 2005. Ilmu Penyakit Dalam. Ritz E.org/kidney-diseases/.. Sindroma nefrotik. Jakarta : Balai Penerbit FKUI. Orth SR. A.C.html Burgess DN../diet-rendah-protein.. Edisi II. Fauci. E. 1990..wordpress. 2008 harnawatiaj. Waspadji S et al (eds). S.. 338: 1202-10.blogspot. 282-305. Jilid II. Internal Medicine. Longo.. 1993.. et al. Penuntun Diet.com/2008/04/. D. Jakarta : Hipokrates.html . Kasper. Dalam : Soeparman. Bakris GL. p.L. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Norwalk : Appleton and Lange. Soekaton U. Lancet 2005.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful