ANALISA KASUS HUKUM KESEHATAN “MALPRAKTEK ABORSI BIDAN”

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan YME atas rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Mallpraktek Aborsi Bidan” dapat diselesaikan dengan baik. Pembuatan makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Etika Profesi dan Hukum Kesehatan. Pembuatan makalah ini dapat diselesaikan dengan baik karena bantuan dan dukungan dari semua pihak oleh karena itu penulis ingin mengucapkan terima kasih terutama kepada Bapak Ir. Ady Setiawan, SH, M.Kes, selaku dosen pengampu mata kuliah Etika Profesi dan Hukum Kesehatan. Penulis menyadari dalam penulisan makalah ini masih jauh dari sempurna oleh karena itu kritik dan saran dari pembaca sangat penulis harapkan untuk dapat menyempurnakan makalah ini. Semoga makalah ini dapat berguna bagi pembaca pada umumnya dan penulis pada khususnya.

Semarang, April 2011

........................................................ Kata Pengantar ........... B... Kesimpulan ........ B................................................... Jenis-jenis Aborsi ................................................................................................................ Latar Belakang........................................................... BAB III PEMBAHASAN A................................................................ 5 6 7 8 4 1 2 2 iii i ii D........ Hasil Study Lapangan ........................................................................ C... 18 18 9 11 16 . Cara aborsi yang sering dilakukan ..........DAFTAR ISI Halaman Judul .... B................................ Pembahasan Kasus .................................. Pengertian Aborsi............ Tujuan Penulisan...................... BAB IV PENUTUP A....... Penyebab Aborsi ........................................ Saran ................................................... C................................................. Pembahasan Hukum ............................... Permasalahan................................................ BAB II TINJAUAN TEORI A....................... Dampak Aborsi ........... Daftar Isi ............................................ C....................................................... E..................................................................................................... BAB I PENDAHULUAN A.. B....

DAFTAR PUSTAKA .

BAB I PENDAHULUAN A. Meski pengguguran kandungan (aborsi) dilarang oleh hukum. 3 Maret 2000).3 juta perempuan melakukan aborsi (Kompas. Namum. Pada spesialis kebidanan dan kandungan salah satu malpraktek yang dilakukan adalah aborsi. Masalahnya tiap perempuan mempunyai alasan tersendiri untuk melakukan aborsi dan hukumpun terlihat tidak akomodatif terhadap alasan-alasan tersebut. LATAR BELAKANG MASALAH Di Indonesia. akhir-akhir ini tuntutan hukum terhadap tenaga kesehatan dengan dakwaan melakukan malpraktek makin meningkat dimana-mana. Seorang tenaga kesehatan hendaknya dapat menegakkan diagnosis dengan benar sesuai dengan prosedur. plastik dan syaraf). memberikan terapi dan melakukan tindakan medik sesuai dengan standar pelayanan medik dan tindakan itu memang wajar dan diperlukan. dimana masyarakat lebih menyadari akan haknya. misalnya dalam masalah kehamilan paksa akibat perkosaan atau bentuk kekerasan lain termasuk kegagalan KB. serta bebas dari paksaan. aman. yang mengakibatkan kematian. termasuk di negara kita. spesialis anestesi dan spesialis kebidanan dan penyakit kandungan. disatu sisi dikatakan bahwa setiap wanita berhak atas tubuh dan dirinya dan berhak untuk menjalani kehidupan reproduksi dan kehidupan seksual yang sehat. Larangan aborsi berakibat pada banyaknya terjadi aborsi tidak aman (unsafe abortion). disatu sisi lagi janin yang ada dalam kandungan juga berhak untuk terus hidup dan berkembang. yaitu spesialis bedah (ortopedi. Ini menunjukkan adanya peningkatan kesadaran hukum masyarakat. Aborsi memang erat kaitanya dengan hak asasi manusia. tetapi kenyataannya terdapat 2. Dinegara-negara maju tiga besar tenaga kesehatan yang menjadi sasaran utama tuntutan ketidak layakan dalam praktek. Dua hal tersebut memang saling bertentangan satu sama . Disisi lain para tenaga kesehatan dituntut untuk melaksanakan kewajiban dan tugas profesinya dan dengan lebih hati-hati dan penuh tanggung jawab.

. Memahami permasalahan yang berkaitan dengan malpraktek aborsi serta upaya. Dalam Undang-Undang HAM juga diatur mengenai perlindungan anak sejak dari janin karena sekalipun seorang ibu mempunyai hak atas tubuhnya sendiri tetapi tetap saja harus kita ingat bahwa hak asasi yang dimiliki setiap orang tetap dibatasi oleh Undang-Undang. 2. Memahami tuntutan hukum terhadap malpraktek aborsi. PERMASALAHAN Mengapa kasus aborsi masih banyak dilakukan tenaga kesehatan khususnya oleh bidan dan apa sajakah pasal-pasal yang mengatur aborsi? C. secara hak sasai manusia dapat dibenarkan karena si ibu tersebut juga punya hak untuk hidup dan mempertahankan kehidupannya.upaya untuk mencegahnya. Jika aborsi yang dilakukan adalah aborsi krminalis tentu saja hal tersebut sangat bertentangan dengan hak asasi manusia. 3. MANFAAT PENULISAN 1. Menambah wawasan ilmu pengetahuan dalam bidang kesehatan terutama yang berkaitan dengan malpraktek aborsi. Tetapi ketika seorang ibu harus menggugurkan kandungannya dengan indikasi kedaruratan medis yang dideteksi dapat mengancam nyawa ibu atau janin.lain karena menyangkut dua kehidupan. B.

Berarti pengeluaran hasil konsepsi (pertemuan sel telur dan sel sperma) sebelum janin dapat hidup di luar kandungan. 1996) abortus didefinisikan sebagai terjadi keguguran janin. Sutan Mohammad Zain. dapat dilakukan tindakan medis tertentu. JS. Ini adalah suatu proses pengakhiran hidup dari janin sebelum diberi kesempatan untuk bertumbuh. Pengertian Aborsi (LBH APIK Jakarta. melakukan abortus sebagai melakukan pengguguran (dengan sengaja karena tak menginginkan bakal bayi yang dikandung itu). Jakarta. Maret 1991. yaitu sebelum janin dapat hidup di luar kandungan secara mandiri. dalam istilah kesehatan aborsi didefinisikan sebagai penghentian kehamilan setelah tertanamnya telur (ovum) yang telah dibuahi dalam rahim (uterus). hanya disebutkan syarat untuk melakukan tindakan medis tertentu. Biasanya dilakukan saat janin masih berusia muda (sebelum bulan ke empat masa kehamilan). yaitu dikeluarkannya janin sebelum waktunya. Sementara dalam pasal 15 (1) UU Kesehatan Nomor 23/1992 disebutkan bahwa dalam keadaan darurat sebagai upaya untuk menyelamatkan jiwa ibu hamil dan atau janinnya. Sedangkan pada ayat 2 tidak disebutkan bentuk dari tindakan medis tertentu itu. . Pustaka Sinar Harapan. Di Indonesia. Info Kit on Women’s Health oleh Institute for Social. Dr. Studies and Action. Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia (Prof.BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. sebelum usia janin (fetus) mencapai 20 minggu. Tindakan aborsi mengandung risiko yang cukup tinggi. aborsi adalah berakhirnya atau gugurnya kehamilan sebelum kandungan mencapai usia 20 minggu. 2010) Menurut Fact About Abortion. Secara medis. belum ada batasan resmi mengenai aborsi. 2009) Menggugurkan kandungan atau dalam dunia kedokteran dikenal dengan istilah “abortus”. baik itu secara sengaja maupun tidak. Secara umum istilah aborsi diartikan sebagai pengguguran kandungan. Badudu dan Prof. apabila dilakukan tidak sesuai standar profesi medis (Akhmadi.

d. namun tidak memasang kontrasepsi. . di mana para pasangan muda-mudi yang masih muda yang masih belum dewasa & matang secara psikologis karena pihak perempuannya terlanjur hamil. Belum siap menghadapi orang tua atau memalukan orang tua dan keluarga. Ingin terus melanjutkan sekolah atau kuliah. B. 2009) Adapun penyebab melakukan tindakan aborsi tanpa rekomendasi medis adalah: a. Perlu dipikirkan oleh pihak sekolah bagaimana supaya tetap dipertahankan sekolah meski sedang hamil kalau terlanjur. atau anak-anak perempuan oleh ayah kandung. Faktor psikologis. di mana dari pihak pasangan suami isteri yang sudah tidak mau menambah anak lagi karena kesulitan biaya hidup.Dengan demikian pengertian aborsi yang didefinisikan sebagai tindakan tertentu untuk menyelamatkan ibu dan atau bayinya (pasal 15 UU Kesehatan). Faktor ekonomi. Malu pada lingkungan sosial dan sekitarnya. b. atau dapat juga karena kontrasepsi yang gagal. harus membangun suatu keluarga yang prematur. Adanya aturan dari kantor bahwa tidak boleh hamil atau menikah sebelum waktu tertentu karena terikat kontrak. di mana pada para perempuan korban pemerkosaan yang hamil harus menanggung akibatnya. b. Adapun penyebab lain dari kejadian aborsi ini antara lain adalah a. Faktor usia. ayah tiri ataupun anggota keluarga dalam lingkup rumah tangganya. di mana ternyata pada ibu hamil yang sudah melakukan pemeriksaan kehamilan mendapatkan kenyataan bahwa bayi yang dikandungnya cacat secara fisik. Penyebab Aborsi (Akhmadi. d. c. c. Dapat juga menimpa para perempuan korban hasil hubungan saudara sedarah (incest). Faktor penyakit herediter. e. f. Tidak senang pasangannya karena korban perkosaan. Hal ini juga perlu legawa orang tua karena psikologis anak sangat besar. Belum siap baik mental maupun ekonomi untuk menikah dan mempunyai anak.

f. Biasanya akan terasa sakit sekali karena pijatan yang dilakukan dipaksakan dan berbahaya bagi oragan dalam tubuh. seperti penyakit pre-eklampsia atau eklampsia yang mengancam nyawa ibu. tanda-tanda kehamilan tidak ada. c. Faktor lainnya. Cara aborsi yang sering dilakukan (Akhmadi. Alasan mengapa janin yang meninggal tidak keluar masih belum jelas. Faktor penyakit ibu. Abortus septik Abortus spontan dapat diikuti dengan komplikasi infeksi. yaitu dengan cara melakukan pijatan pada rahim agar janin terlepas dari rahim. Dapat juga dilakukan atas pertimbangan kelainan janin yang berat. ‘perempuan simpanan’. Manipulasi fisik. seperti para pekerja seks komersial. c. D. Menggunakan berbagai ramuan dengan tujuan panas pada rahim. dimana apabila kehamilan itu dilanjutkan akan membahayakan dirinya. Tindakan ini juga membahayakan organ dalam tubuh. Abortus terapeutik Abortus yang dilakukan pada usia kehamilan kurang dari 12 minggu atas pertimbangan kesehatan wanita. dan denyut jantung janin tidak dapat terdeteksi. Infeksi dapat terjadi akibat tindakan abortus yang tidak sesuai dengan prosedur (misalnya oleh dukun). di mana dalam perjalanan kehamilan ternyata berkembang menjadi pencetus. Ramuan tersebut seperti nanas muda yang dicampur dengan merica atau obat-obatan keras lainnya. b. Tes kehamilan menjadi negatif. kematian janin terjadi tanpa adanya pengeluaran dari hasil konsepsi. pasangan yang belum menikah dengan kehidupan seks bebas atau pasangan yang salah satu/keduanya sudah bersuami/beristri (perselingkuhan) yang terlanjur hamil. Infeksi yang . Missed abortion Pada kasus missed abortion. b. Menggunakan alat bantu tradisional yang tidak steril yang dapat mengakibatkan infeksi. 2009): a.e. Jenis-jenis Aborsi (Poole 2004) a. Misalnya pada wanita dengan kelainan jantung. Biasanya didahului dengan tanda dan gejala abortus imminens yang kemudian menghilang spontan atau menghilang setelah pengobatan. C.

yang bisa berkembang menjadi parametritis dan peritonitis. d. Infeksi alat reproduksi yang dilakukan secara tidak steril. akibat lanjut perdarahan adalah kematian. E. Akibatnya dapat juga kemandulan karena rahim yang robek harus diangkat seluruhnya. 2009) a.terjadi pada umumnya endometritis. Abortus berulang primer terjadi pada wanita yang belum pernah memiliki anak yang hidup sebelumnya. Risiko terjadinya ruptur uterus (robek rahim) besar dan penipisan dinding rahim akibat kuretasi. d. Akibat dari tindakan ini adalah kemungkinan remaja mengalami kemandulan di kemudian hari setelah menikah. c. Abortus berulang sekunder adalah abortus yang terjadi pada wanita yang sebelumnya sudah pernah memiliki anak lahir hidup. . yaitu timbulnya suatu saluran yang secara normal tidak ada yaitu saluran antara genital dan saluran kencing atau saluran pencernaan. Pendarahan sampai menimbulkan shock dan gangguan neurologis/syaraf di kemudian hari. b. Abortus berulang Abortus berulang adalah abortus yang terjadi sebanyak 3 kali atau lebih pada 3 bulan pertama kehamilan. Terjadinya fistula genital traumatis. Dampak Aborsi (Akhmadi.

000. Desa/Kecamatan Sukorejo. Sayangnya. yang sehari-hari berprofesi sebagai bidan di Desa Tunge. Ironisnya. warga Dusun Gegeran.BAB III PEMBAHASAN A. korban tewas setelah disuntik obat perangsang oleh bidan puskesmas. Kediri. Selanjutnya. Hasil Study Lapangan Judul : Remaja Aborsi Tewas Usai Disuntik Bidan Kasus: Minggu. Panik melihat kekasihnya hamil.Kasus aborsi yang berujung kematian terjadi Kediri. warga Desa Tempurejo.100. Novila Sutiana (21). Ponorogo. namun hasil hubungan gelap yang dilakukan Novila dan Santoso. Keputusan itu diambil setelah Santoso mendengar informasi jika bidan Endang kerap menerima jasa pengguguran kandungan dengan cara suntik. Santoso memutuskan untuk menggugurkan janin tersebut atas persetujuan Novila. Kedua pasangan mesum tersebut menyetujui harga yang ditawarkan . keduanya mendatangi Endang Purwatiningsih (40). Kecamatan Wates. Kecamatan Wates. Peristiwa naas ini bermula ketika Novila diketahui mengandung seorang bayi hasil hubungannya dengan Santoso (38). Namun akhirnya dia menyanggupi permintaan itu dengan imbalan Rp2. Santoso kerap tinggal sendirian di rumahnya. Ironisnya. Santoso sendiri sebenarnya sudah menikah dengan Sarti.18 Mei 2008 20:00 WIB KEDIRI . Santoso merasa menemukan pengganti istrinya. Kediri. Pada mulanya Endang sempat menolak permintaan Santoso dan Novila dengan alasan keamanan. Karena itulah ketika bertemu dengan Novila yang masih kerabat bibinya di Ponorogo. janin yang dikandung tersebut bukan buah perkawinan yang sah. tewas setelah berusaha menggugurkan janin yang dikandungnya. Namun karena sang istri bekerja menjadi tenaga kerja wanita (TKW) di Hongkong. Jawa Timur. hubungan tersebut berlanjut menjadi perselingkuhan hingga membuat Novila hamil 3 bulan.

Menurut pengakuan Endang. petugas membekuk Endang di rumahnya tanpa perlawanan. Apalagi organ intimnya terus mengelurkan darah. Novila terjatuh dan pingsan karena tidak kuat menahan rasa sakit. pasien yang disuntik obat tersebut akan mengalami kontraksi dan mengeluarkan sendiri janin yang dikandungnya. petugas menemukan sisa-sisa obat yang disuntikkan kepada korban. "Ia (bidan Endang) mengatakan jika efek kontraksi akan muncul 6 jam setelah disuntik. Warga yang melihat peristiwa itu langsung melarikannya ke Puskemas Puncu. bidan Endang yang diketahui bertugas di salah satu puskesmas di Kediri melakukan aborsi. Hari itu juga. Namun karena kondisi korban yang kritis. Karena itu ia meminta kepada polisi untuk mengusut tuntas peristiwa itu dan menghukum pelaku. Novila terlihat mengalami kontraksi hebat. Metode yang dipergunakan Endang cukup sederhana. Petugas yang mendengar peristiwa itu langsung menginterogasi Santoso di rumah sakit. Endang diancam dengan pasal 348 KUHP tentang pembunuhan. hanya berselang dua jam kemudian. Minggu (18/5/2008)." terang Kasat Reskrim Polres Kediri AKP Didit Prihantoro di kantornya. Saat ini Endang berikut Santoso diamankan di Mapolres Kediri karena dianggap menyebabkan kematian Novila.000.00 WIB. dia dirujuk ke RSUD Pare Kediri. Sebab selama ini Novila belum memiliki suami ataupun pacar.000. Di tempat praktik sekaligus rumah tinggalnya. Bahkan ketika sedang dibonceng dengan sepeda motor oleh Santoso menuju rumahnya. Celakanya. Setelah mengantongi alamat bidan yang melakukan aborsi. Sayangnya. sejenis vitamin B12 ke tubuh Novila. Hal itu sudah pernah dia lakukan kepada pasien lainnya. ayah Novila yang ditemui di RSUD Pare Kediri mengaku kaget dengan kehamilan yang dialami anaknya. petugas medis di ruang gawat darurat tak sanggup menyelamatkan Novila hingga meninggal dunia pada hari Sabtu pukul 23. Lamin (50).5 cc yang dicampur dengan Cynaco Balamin.Endang setelah turun menjadi Rp2. Hukuman itu masih diperberat lagi mengingat profesinya sebagai tenaga . Ia menyuntikkan obat penahan rasa nyeri Oxytocin Duradril 1. Akibat perbuatan tersebut.

(Hari Tri Wasono. berbuat demikian untuk mencari keuntungan. melakukan kejahatan tersebut. Jika perbuatan itu menyebabkan matinya wanita tersebut. . atau jika dia seorang tabib. bidan atau juru obat. 2. 3. 2. Pasal 347 1. dokter atau bidan atau dukun yang membantu melakukan aborsi. atau menjadikan perbuatan tersebut sebagai pencarian atau kebiasaan. Selain itu. 2008) B. polisi juga menjeratnya dengan UU Kesehatan nomor 23 tahun 1992. Jika yang bersalah. dikenakan pidana penjara paling lama lima belas tahun. dan orang yang mendukung terlaksananya aborsi akan mendapat hukuman. diancam dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun. Pasal 346 Seorang wanita yang sengaja menggugurkan atau mematikan kandungannya atau menyuruh orang lain untuk itu. pidananya dapat ditambah sepertiga. Jika yang bersalah. diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun atau denda paling banyak empat puluh ribu rupiah. bahwa karena pengobatan itu hamilnya dapat digugurkan. Belum diketahui secara pasti sudah berapa lama Endang membuka praktik aborsi tersebut. dengan diberitahukan atau ditimbulkan harapan. Barang siapa dengan sengaja menggugurkan atau mematikan kandungan seorang wanita tanpa persetujuan. Pembahasan Hukum Aborsi menurut pandangan hukum di Indonesia : 1) Menurut KUHP dinyatakan bahwa ibu yang melakukan aborsi.medis atau bidan. Pasal 229 1. dalam menjalani pekerjaannya maka dapat dicabut haknya untuk melakukan pekerjaan itu. Barang siapa dengan sengaja mengobati seorang wanita atau menyuruhnya supaya diobati. diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun.

Jika perbuatan tersebut mengakibatkan matinya wanita tersebut. diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan. Seorang wanita hamil yang sengaja melakukan abortus atau ia menyuruh orang lain. ataupun secara terang-terangn atau dengan menyiarkan tulisan tanpa diminta.Pasal 348 1. ataupun melakukan atau membantu melakukan salah satu kejahatan yang diterangkan dalam pasal 347 dan 348. bidan atau juru obat membantu melakukan kejahatan yang tersebut pasal 346. dikarenakan pidana penjara paling lama tujuh tahun. Barang siapa dengan sengaja menggugurkan atau mematikan kandungan seseorang wanita dengan persetujuannya. maupun secara terang-terangan atau tanpa diminta menawarkan. Seseorang yang sengaja melakukan abortus terhadap ibu hamil. Pasal 535 Barang siapa secara terang-terangan mempertunjukkan suatu sarana untuk menggugurkan kandungan. menunjuk sebagai bisa didapat. Dari rumusan pasal-pasal tersebut diatas dapat ditarik kesimpulan: 1. sarana atau perantaraan yang demikian itu. 2. Pasal 349 Jika seorang dokter. maka pidana yang ditentukan dalam pasal itu dapat ditambah dengan sepertiga dan dapat dicabut hak untuk menjalankan pencaharian dalam mana kejahatan dilakukan. dengan tanpa persetujuan ibu hamil tersebut diancam hukuman 12 tahun. diancam dengan kurungan paling lama tiga bulan atau denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah. diancam hukuman empat tahun. 2. dan jika ibu hamil itu mati diancam 15 tahun .

000. dengan persetujuan ibu hamil yang bersangkutan atau suami atau keluarganya.3. b. Tindakan medis tertentu sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) hanya dapat dilakukan : a. oleh tenaga kesehatan yang mempunyai keahlian dan kewenangan untuk itu dan dilakukan sesuai dengan tanggung jawab profesi serta berdasarkan pertimbangan tim ahli. 4.00 (lima ratus juta rupiah) 3) Pembaharuan Undang . Pasal 80 Barang siapa dengan sengaja melakukan tindakan medis tertentu terhadap ibu hamil yang tidak memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 15 ayat (1) dan ayat (2). dijelaskan pula tentang aborsi. berdasarkan indikasi medis yang mengharuskan diambilnya tindakan tersebut. Pasal 75 .Undang Kesehatan yaitu UU No. abortus buatan yang ilegal juga diatur dalam Undang Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan : Pasal 15 1. 2. dapat dilakukan tindakan medis tertentu. dipidana dengan penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan pidana denda paling banyak Rp. Jika dengan persetujuan ibu hamil. c. Jika yang melakukan dan atau membantu melakukan abortus tersebut seorang dokter.36 tahun 2009 Tentang Kesehatan. bidan atau juru obat (tenaga kesehatan) ancaman hukumannya ditambah sepertiganya dan hak untuk praktek dapat dicabut. pada sarana kesehatan tertentu. maka diancam hukuman 5.5 tahun penjara dan bila ibu hamil tersebut mati diancam hukuman 7 tahun penjara. d. 2) Selain KUHP.000. 500. Dalam keadaan darurat sebagai upaya untuk menyelamatkan jiwa ibu hamil dan atau janinnya.

yang menderita penyakit genetik berat dan/atau cacat bawaan.1. dengan persetujuan ibu hamil yang bersangkutan. Pasal 76 Aborsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 75 hanya dapat dilakukan: a. Ketentuan lebih lanjut mengenai indikasi kedaruratan medis dan perkosaan. Setiap orang dilarang melakukan aborsi. dan tidak bertanggung jawab serta bertentangan dengan norma agama dan ketentuan peraturan perundang-undangan. kehamilan akibat perkosaan yang dapat menyebabkan trauma psikologis bagi korban perkosaan. tidak aman. Larangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dikecualikan berdasarkan: a. baik yang mengancam nyawa ibu dan/atau janin. Tindakan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) hanya dapat dilakukan setelah melalui konseling dan/atau penasehatan pra tindakan dan diakhiri dengan konseling pasca tindakan yang dilakukan oleh konselor yang kompeten dan berwenang. c. oleh tenaga kesehatan yang memiliki keterampilan dan kewenangan yang memiliki sertifikat yang ditetapkan oleh menteri. 2. penyedia layanan kesehatan yang memenuhi syarat yang ditetapkan oleh Menteri. Sebelum kehamilan berumur 6 (enam) minggu dihitung dari hari pertama haid terakhir. d. dan e. c. kecuali korban perkosaan. kecuali dalam hal kedaruratan medis. sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan ayat (3) diatur dengan Peraturan Pemerintah. maupun yang tidak dapat diperbaiki sehingga menyulitkan bayi tersebut hidup di luar kandungan. Pasal 77 Pemerintah wajib melindungi dan mencegah perempuan dari aborsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 75 ayat (2) dan ayat (3) yang tidak bermutu. . atau b. indikasi kedaruratan medis yang dideteksi sejak usia dini kehamilan. dengan izin suami. b. d.

000.000. Bidan menyanggupi untuk melakukan aborsi tersebut dengan imbalan Rp 2.Undang Kesehatan yaitu UU No. Pada kasus di atas dijelaskan bahwa terjadi suatu aborsi tetapi jenis aborsi illegal.000. Pria dan wanita sepakat untuk menggugurkan kandungan yang berumur 3 bulan itu ke bidan.000. melakukan abortus sebagai melakukan pengguguran (dengan sengaja karena tak menginginkan bakal bayi yang dikandung itu). Tetapi pada kasus ini bidan E melanggar sumpah tersebut. Salah satu isi sumpah janji tersebut yaitu untuk melaksanakan tugas sabaikbaiknya menurut undang-undang yang berlaku. Kasus diatas berawal dari pasangan yang melakukan hubungan gelap (perselingkuhan) yang mengakibatkan sang wanita hamil. Kasus ini mengakibatkan bidan E terjerat pasal 348 KUHP tentang pembunuhan daan melanggar Undang Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 1992 atau pada Undang-undang yang baru yaitu Undang-undang Kesehatan No 36 tahun 2009.000. sedangkan Pembaharuan Undang . karena adanya aduan dari ayah korban yang meminta kepada polisi untuk mengusut tuntas peristiwa itu dan menghukum pelaku. .Pasal 194 Setiap orang yang dengan sengaja melakukan aborsi tidak sesuai dengan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 75 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak Rp1.36 tahun 2009 tentang Kesehatan. Kasus aborsi di atas termasuk kasus pidana. Semua ahli madya kesehatan wajib mengucap sumpah janji ketika lulus dari pendidikan. Hal ini mengakibatkan perdarahan hebat pada wanita tersebut dan berakhir dengan kematian. Pembahasan Kasus Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia abortus didefinisikan sebagai terjadi keguguran janin. Bidan dengan sengaja dan adanya niat memberikan suntikan oxytocin duradril 1.00 (satu miliar rupiah) C. Aborsi yang dilegalkan diatur dalam Undang Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan Pasal 15.00. dijelaskan pula pada Pasal 75 ayat 2 dan pasal 76.5 cc yang dicampur dengan cynano balamin.

sedangkan menurut pembaharuan Undang Undang Republik Indonesia No.00 (satu miliar rupiah).36 tahun 2009 dijerat dengan pasal 194 dengan ketentuan dipidana dengan penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak Rp1. SARAN Semua tenaga kesehatan.000. infeksi pada alat reproduksi. Kesimpulan Malpraktik aborsi yang tidak aman dan ilegal masih banyak dilakukan di sekitar kita. janganlah hanya dianggap sebagai peraturan tertulis semata.Menurut Undang Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 1992 bidan E bisa dijerat dengan Pasal 80 dengan ketentuan dipidana dengan penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan pidana denda paling banyak Rp. dengan berbagai ancaman hukuman. Risiko yang mungkin timbul antara lain. B. Peraturan per Undang-undangan yang telah disusun sedemikian rupa dan diadakan pembaharuan. bahkan oleh tenaga kesehatan sekalipun. Tindakan aborsi mengandung risiko yang cukup tinggi. . apabila dilakukan tidak sesuai standar profesi medis. BAB IV PENUTUP A.000.000. Pasal-pasal yang mengatur tentang tindakan aborsi pun tidak sedikit. baik dokter.00 (lima ratus juta rupiah). perdarahan. rupture uteri. 500. diketahui bahwa seorang bidan dengan sengaja telah melakukan praktik aborsi kepada salah satu pasiennya. namun harus di patuhi dan dilaksanakan dengan sebaikbaiknya. bahkan bisa sampai terjadi kematian. namun hal ini tidak menyurutkan niat para oknum tenaga medis untuk tetap melakukan praktik aborsi yang ilegal. Sebagai contoh dari kasus di atas.000. dimana bidan itu sadar betul kalau tindakan tersebut adalah bukan kewenangannya. bidan ataupun yang lainnya harus memahami betul apa-apa yang menjadi kewenangannya dan apa-apa pula yang bukan menjadi kewenangan dari profesinya.000.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful