METODOLOGI PENELITIAN PENDIDIKAN

METODOLOGI PENELITIAN PENDIDIKAN

A. Pengertian, Fungsi, dan Kegunaan Metodologi Penelitian Istilah metodologi berasal dari bahasa Yunani, yakni methodos dan logos. Kata methodos sendiri berasal dari kata meta dan hetodos. Meta berarti : menuju, melalui, mengikuti, dan sesudah. Hodos berarti : jalan, perjalanan, cara-cara. Sehingga kata methodos berarti penelitian, metode ilmiah, hipotesis ilmiah, dan uraian ilmiah (imam, 2006). Dengan demikian metode ialah cara-cara bertindak menurut sistem aturan tertentu. Ia merupakan langkah-langkah sistematis yang digunakan dalam ilmuilmu tertentu. Adapun metodologi, ia merupakan logos atas methodos. Berarti menunjukan proses, prinsip, dan prosedur yang dilakukan untuk mendekati masalah, dan mencari jawaban atasmasalah tersebut. Metodologi mengkaji cara-cara mendapatkan pengetahuan ilmiah. Dengan pengertian lain, metodologi ialah : “Ilmu-ilmu yang membahas tentang metodemetode”. Sedangkan penelitian adalah terjemahan dari bahasa inggeris “Research”, ada yang mengatakan research menjadi riset. Kata research berasal dari kata Re yang berarti kembali, dengan “to search” yang berarti mencari. Dengan demikian arti dari research ialah mencari kembali. Menurut Withney (1960), ia mengutip dafinisi penelitian dari beberapa ahli, salah satunya dari john (1949) yang mengatakan penelitian adalah suatu pencarian faktamenurut metode objektif yang jelas untuk menemukan hubungan antarafakta dan menghasilkan dalil atau hukum. Menurut Arief Furchan dalam bukunya Pengantar Penelitian dalam Pendidikan, jika penelitian ilmiah diterapkan untukmenyelidiki masalah-masalah pendidikan, maka hasilnya ialah penelitian pendidikan. Penelitian pendidikan ialah cara yang dilakukan orang untik mendapatkan informasi yang berguna dan dapat dipertanggung jawabkan serta mengenai proses kependidikan. Traves merumuskan penelitian pendidikan sebagai : “Suatu kegiatan yang diarahkan kepada pengembangan pengetahuan ilmiah tentang kejadian-kejadian yang menarik perhatian para pendidik”. Tujian penelitian pendidikan ialah menemukan prinsip-prinsip umum, atau penafsiran tingkah laku yang dapat dipakai untuk menerangkan, meramalkan dan mengendalikan

C. khususnya dalam bidang studi pendidikan umum. salah satunya ialah untuk menemukan dan menduduki wilayah-wilayah pengetahuan yang baru atau dengan kata lain bisa dikatakan invention. B. Metode penelitian pendidikan perlu dikuasai oleh calon tenaga kependidikan dan mereka yang berprofesi kependidikan dalam upaya pencanderaan dan pengembangan kebijakan dan program-program pendidikan yang menjadi tugasnya.kejadian-kejadian dalam lingkungan pendidikan. fungsi penelitian itu ada enam. . Dibahas pula tentang penerapan teori-teori penelitian dalam praktek di lapangan. FUNGSI PENELITIAN Menurut Nuraida (2008). discoveries. dan teknologi baru. metode dan teknik penelitian pendidikan. Dengan kata laintujuannya ialah untuk memperoleh teori ilmiah. Hakekat Metodologi Penelitian Metode penelitian pendidikan mengkaji konsep-konsep. prinsip. innovation. pendekatan.

Metode Penelitian Pendidikan Penelitian pendidikan pada umumnya mengandung dua ciri pokok.. disebabkan guru belum memahami pelaksanaan kurikulum yang berbasis kepada KTSP (kurikulum tingkat satuan pendidikan). Dunia dalam percepatan bukan diisi oleh generasi yang mampu menghadapi perubahan. Arah pendidikan makin jelas menuju pada kepentingan jangka pendek. Sebagai contoh konsep kemampuan mengajar guru. Dengan demikian pengamatan empiris harus dilakukan sesuai dengan pertimbangan logis yang ada. ini akibat . sedangkan yang tak memenuhinya silakan minggir. Sebagai contoh: dalam bidang pendidikan menurunnya prestasi siswa dapat diterangkan dengan asumsi bahwa (a) telah terjadi berkurangnya minat siswa terhadap mata pelajaran tertentu di sekolah sebagai akibat dari terbatasnya prasarana laboratorium dan buku penunjang belajar (b) telah terjadi penurunan rerata nilai ujian untuk matakuliah tertentu. Di samping itu pengamatan empiris bertolak dari (a) hasil kerja indera manusia dalam melaksanakan observasi dan kekuatan pemahaman manusia terhadap data-data lapangan. yaitu logika dan pengamatan empiris (Babbie. maka indikator empirik yang dapat diketahui adalah (a) kemampuan penggunaan metode belajar guru di dalam kelas (b) penguasaan materi belajar pada mata pelajaran tertentu di kelas. Kedua unsur penciri pokok penelitian ini harus dipakai dengan konsisten. artinya dua unsur itu harus memiliki hubungan fungsional-logis. Kegiatan antara penggunaan logika dan pengamatan empirik harus berjalan konsisten: artinya kedua unsur (logika dan pengamatan empiris) harus memiliki keterpaduan dan memungkinkan terjadi dialog intensif. Menurut Benny. Penelitian pendidikan sebenarnya suatu proses untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antar konsep yang dijadikan bahan kajian dalam penelitian. seolah anak ditempa menjadi manusia yang harus paham berbagai masalah dengan mengabaikan kebebasan individunya. 1986:16).. dan (c) kemampuan guru mengadakan asosiasi beberapa mata pelajaran tertentu di kelas. Hakekat pendidikan untuk mencerdaskan dan mencetak nilai-nilai luhur mengalami reduksi besar-besaran yang cenderung bertumpu pada kepentingan pragmatis liberal semata..Setiap konsep yang kembangkan sebagai variabel penelitian harus dapat menunjukkan beberapa indikator empirik yang ada di lapangan. Anak diharuskan menjadi pribadi dengan predikat superlatif (serba cakap-pandai). Dalam hal ini logika merujuk kepada (a) pemahaman terhadap teori yang digunakan dan (b) asumsi dasar yang digunakan oleh peneliti ketika akan memulai kegiatan penelitian.. Hubungan antar konsep itu ditunjukkan dalam sebuah hubungan . melainkan lebih pada generasi yang mengabdi pada kekuasaan....

Di bangku sekolah. dan dikenal di antara bangsa-bangsa di dunia. kenyataannya tidaklah demikian. bahwa melalui pendidikanlah manusia Indonesia bisa jadi maju dan beradab sehingga bisa bergaul. istilah ”metodologi” di sini adalah dalam arti yang terbatas/sempit. Seorang guru yang baru meneliti atau ingin meneliti. misalnya Bloom. menyebut perengkuhan pendidikan berarti habis gelap terbitlah terang. Seringkali dijumpai istilah metodologi atau metode penelitian.103) sehingga pantaslah pendidikan kita hanya menghasilkan generasi robot. Demikian pula. Sebagai suatu pola. dan hati. Metodologi dalam arti umum. Singkatnya. Penentuan cara penelitian sepenuhnya tergantung pada logika dan konsistensi peneliti. Dalam prakteknya. . Jelasnya. dalam hal ini ingin memperoleh informasi dari instrumen yang digunakan. dan tipe data yang akan diperoleh. tujuan penelitian. negara. Tiga aspek pendidikan ini kemudian dijabarkan oleh para ahli terori pendidikan dari Barat. pengertian methodology dan methods ini sering dikacaukan. pendidikan memang beragam. suatu cara hanyalah alat (tool) untuk mencapai tujuan. dan ilmu. generasi yang dituntut selalu seragam hingga menafikan perilaku luhur. Pembuatan usulan penelitian merupakan suatu langkah konkret pada tahap awal penelitian. padahal yang dimaksudkan sebenarnya adalah methods atau cara penelitian-sebagai salah satu tahap dalam metodologi penelitian yang kemudian dituangkan dalam usulan penelitian. Mahasiswa bisa dibuat puyeng oleh segudang teori pendidikan. Dalam sejarah pendidikan di Indonesia. salah seorang pelopor pendidikan kita. Padahal jika dikaji lebih dalam. sejajar. adalah studi yang logis dan sistematis tentang prinsipprinsip yang mengarahkan penelitian ilmiah. teori pendidikan dan tujuan pendidikan di atas kelihatannya rumit sekali. Dalam bahasa sehari-hari. tapi esensinya sudah tak penting lagi sehingga yang dikejar adalah titel selangit. penelitian itu sedapat mungkin ditujukan untuk memecahkan suatu masalah pendidikan yang dihadapi oleh masyarakat. Pula hasilnya bisa direngkuh. tergantung antara lain pada obyek (formal) ilmu pengetahuan. gabungan tiga aspek inilah yang dikehendaki oleh Islam. Hakekat pendidikan sebenarnya sederhana dan mudah diterapkan. kutipan: Pendidikan memang perlu. Cara penelitian digunakan secara bervariasi. tangan. cara penelitian tidak bersifat kaku-bagaimanapun. keterampilan (psychomotor). KI Hajar Dewantoro sebagai Bapak Pendidikan Nasional sebagai bukti konkrit lain. metodologi dimaksudkan sebagai prinsip-prinsip dasar dan bukan sebagai methods atau cara-cara untuk melakukan penelitian. dan sikap (affective).A Kartini. Beberapa metode pendidikan yang diterapkan oleh Rasulullah Muhammad SAW di antaranya melalui tiga tingkatan. yakni lisan. dengan pemenuhan aspek-aspek pengetahuan (cognitive). Dengan demikian. Dengan demikian.proses belajar yang terjadi bukan secara humanistik melainkan doktriner (h. Guru harus memiliki sejumlah keterampilan khusus. R.

berbagai macam metode digunakan seiring dengan rancangan penelitian yang digunakan. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa satu ciri khas penelitian adalah bahwa penelitian merupakan proses yang berjalan secara terus-menerus hal tersebut sesuai dengan kata aslinya dalam bahasa inggris yaitu research. Ada kemungkinan bahwa penelitian yang dilakukan tidak membawa hasil sebagaimana yang diharapkan. penelitian membutuhkan tahapan-tahapan tertentu yang oleh Bailey disebut sebagai suatu siklus yang lazimnya diawali dengan: 1. pembuatan desaian penelitian. Biasanya. Selanjutnya hasil penelitian akan berupa jawaban atas pertanyaan yang diajukan pada saat dimulainya penelitian. pengumpulan data. dilakukan dengan berbagai pendekatan yang tidak kaku (rigit). Yang perlu diperhatikan bahwa sifat masalah akan menentukan cara-cara pendekatan yang sesuai. dan diakhiri dengan intepretasi hasilnya. Dalam hal ini peneliti perlu melakukan revisi atas asumsi/ hipotesisnya dengan melewati tahap pertama. lalu dari hipotesis itu diperoleh cara untuk melakukan observasi. mungkin juga asumsi/hipotasisnya benar tetapi terdapat kesalahan pada hal-hal lain. 3. Dalam kenyataannya. yang kemudian menghasilkan hipotesis. Dalam melakukan penelitian.Sebagai suatu proses. begitu seorang peneliti mendapatkan ide adanya masalah atau pertanyaan tertentu. Atau. Beberapa pertanyaan yang perlu dijawab dalam menyusun rancangan penelitian diantaranya adalah: Pendekatan apa yang akan digunakan. proses penelitian sendiri tidak berhenti pada tahap itu. Proses penelitian diketahuai adalah proses yang dinamis. Atas dasar generalisasi inilah teori itu mungkin didukung atau ditolak. pemilihan masalah dan pernyataan hipotesisnya (jika ada). bahwa pelaksanaan penelitian bersifat dinamis: yaitu penelitian yang bersifat terbuka. Pada hakekatnya sebuah penelitian adalah pencarian jawaban dari pertanyaan yang ingin diketahui jawabannya oleh peneliti. kesalahan dalam pengukuran konsep-konsep. artinya perkembangan suatu teori diawali dengan pemahaman terhadap teori itu sendiri. 4. Pendapat ini memperkuat posisi. apakah pertanyaan yang ingin dicari jawabnya. 2. Berbagai macam definisi tentang penelitian deskriptif. dan pada gilirannya observasi itu menghasilkan generalisasi. 1982:10). Untuk menghasilkan jawaban tersebut dilakukan pengumpulan. pembuatan kode dan analisis data. seorang peneliti dapat mengakhiri penelitiannya setelah interpretasi hasil. dan akhirnya akan menentukan rancangan penelitiannya. kesalahan dalam penentuan sampel. Akan tetapi. yang berasal dari kata re dan search yang berarti pencarian kembali. misalnya kesalahan dalam penentuan sampel. Saat ini berbagai macam rancangan penelitian telah dikembangkan dan salah satu jenis rancangan penelitian adalah Penelitian Deskriptif. atau ketidaktepatan analisis data. Dengan demikian seorang peneliti harus berfikir : Apakah masalah yang sedang terjadi. di . pengolahan dan analisis data dengan menggunakan metode tertentu. Maka dalan hal ini peneliti harus mengulang seluruh proses penelitiannya (Bailey. maka pada saat itu juga seorang peneliti mungkin sudah mempunyai jawaban sementara atas masalah itu. metode penelitian dan cara pengumpulan data apa yang dapat digunakan dan bagaimana cara menganalisis data yang diperoleh. atau apakah hipotesis yang akan diuji.

Namun demikian. pada urutan dan pola yang bagaimana. diantaranya apa sejalan dengan apa. dan akurat mengenai fakta-fakta dan sifat-sifat populasi atau daerah tertentu. Dilihat dari syarat penelitian deskriptif yang sesuai dengan kegiatan pengembangan profesi tersebut (mendeskripsikan upaya yang telah dilakukuan). Ilustrasi Sebagai ilustrasi dapat digambarkan sebagai berikut. Penelitian jenis ini memungkinkan pengukuran beberapa variabel dan saling hubungannya. Jadi tujuan penelitian deskriptif adalah untuk membuat penjelasan secara sistematis. faktual. Berkali-kali pak Sahid sudah memperingatkan siswanya .antaranya adalah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui nilai variabel mandiri. yaitu keadaan gejala menurut apa adanya pada saat penelitian dilakukan (Suharsimi Arikunto : 2005). Untuk itu walaupun penelitian yang dilakukan merupakan penelitian deskriptif yang bersifat ex post facto. dan yang sejenis dengan itu. rancangan penelitian seperti itu dapat disebut penelitian deskriptif analitis yang berorientasi pemecahan masalah. Dalam kaitannya dengan tugas mengajar guru maka jenis penelitian yang diharapkan adalah penelitian yang memiliki dampak terhadap pengembangan profesi guru dan peningkatan mutu pembelajaran. Pak Sahid seorang guru Fisika SMP kelas IX. Karena itu pula penelitian komparasi dan korelasi juga dimasukkan dalam kelompok penelitian deskriptif (Suharsimi Arikunto : 2005). Dalam penelitian komparatif akan dihasilkan informasi mengenai sifat-sifat gejala yang dipersoalan. penelitian deskriptif merupakan penelitian yang dimaksudkan untuk mengumpulkan informasi mengenai status suatu gejala yang ada. Namun demikian. Dia mempunyai masalah di kelas IX-A karena siswanya sering gaduh dan malas dalam mengikuti pelajaran. Lebih tepatnya. sehingga juga tidak memerlukan hipotesis. metode penilaian atau upaya lain dalam rangka memecahkan masalah yang dihadapi guru atau dalam rangka meningkatkan mutu pembelajaran. Dalam arti ini pada penelitian deskriptif sebenarnya tidak perlu mencari atau menerangkan saling hubungan atau komparasi. baik satu variabel atau lebih (independen) tanpa membuat perbandingan. dalam kondisi apa. Pendapat lain mengatakan bahwa. karena pelaksanaan penelitian dilakukan setelah kejadian berlangsung maka tetap dapat dikatakan sebagai penelitian deskriptif. Secara lebih mendalam tujuan penelitian korelasi adalah untuk mengetahui sejauh mana hubungan antar variabel yang diteliti. karena sesuai dengan aplikasi tugas guru dalam memecahkan masalah pembelajaran atau dalam upaya meningkatkan mutu pembelajaran. dalam perkembangannya selain menjelaskan tentang situasi atau kejadian yang sudah berlangsung sebuah penelitian deskriptif juga dirancang untuk membuat komparasi maupun untuk mengetahui hubungan atas satu variabel kepada variabel lain. atau menghubungkan antara variabel satu dengan variabel yang lain (Sugiyono : 2003). Hasil yang diperoleh adalah taraf atau tinggi rendahnya saling hubungan dan bukan ada atau tidak ada saling hubungan tersebut. sebenarnya penelitian seperti itu dapat dikategorikan sebagai jenis penelitian Pre Experimental Design One Shot Case Study atau One-Group Pretest-Posttest Design (Sugiyono: 2003). namun tetap harus mendeskripsikan upaya yang telah dilakukan guru untuk memecahkan masalah dalam pembelajaran (Suhardjono: 2005). Upaya tersebut dapat berupa penggunaan metode pembelajaran yang baru.

Jadi sebuah masalah harus dapat dirasakan sebagai satu hambatan yang harus diatasi apabila kita ingin melakukan sesuatu. Selanjutnya pak Sahid menuliskan segala pengalamannya dalam bentuk laporan penelitian. dituliskannya upaya yang telah dilakukan tersebut secara sistematis mulai dari latar belakang mengapa dia menerapkan metode pembelajaran baru. Dia mulai menanyai (wawancara) siswanya tentang apa yang membuat menarik dan mana yang tidak menarik. dan mana yang kurang menarik siswa. Dia juga merekam nilai yang diperoleh siswa sebelum dan setelah metode tersebut diterapkan. Hal lain yang lebih penting makna dari penelaahan kepustakaan adalah untuk memperluas wawasan keilmuan bagi para calon peneliti. Penelitian diharapkan dapat memecahkan masalah itu. Setelah masalah diidentifikasi. dipilih. karena kita sadari bahwa semua informasi yang berkaitan dengan keilmuan dalam hal ini teori ataupun hasil penelitian para ahli semua sudah . yaitu: Sebaiknya dirumuskan dalam bentuk kalimat tanya. pengolahan data maupun analisis dan peyimpulan hasil penelitian. Dalam arti lain sebuah masalah terjadi karena adanya kesenjangan (gap) antara kenyataan dengan yang seharusnya. Sebuah penelitian beranjak dari masalah yang ditemukan atau dirasakan. Mulailah dirancang langkah-langkah pembelajaran tersebut dan dituangkannya dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Perumusan ini penting. konsep-konsep yang dapat dijadikan landasan teoritis penelitian yang akan dilakukan itu. kelasnya. hal-hal yang membuat siswa bergairah dan sebagainya. rumusan masalahnya. padat dan jelas. Untuk itu dia berfikir untuk menemukan cara bagaimana menarik perhatian siswa agar mau mengikuti pelajaran dengan baik dan aktif dalam belajar. pak Sahid sudah melakukan penelitian deskriptif analitis tentang upaya yang telah dilakukan untuk memecahkan masalah dalam proses pembelajaran di knik analisis/pembahasan dan akhirnya menyusun kesimpulan hasil penelitiannya. maka lalu perlu dirumuskan. Selanjutnya pak Sahid mulai menerapkan metode tersebut yang ternyata mampu menarik siswanya sehingga mau mengikuti pelajaran dengan baik dan lebih aktif dari sebelumnya. maka langkah selanjutnya adalah mencari teori-teori. karena berdasarkan rumusan tersebut akan ditentukan metode pengumpulan data. dan cara menganalisisnya. landasan teori dan metode penelitian yang digunakan serta te Demikian tadi. Selama pelajaran berlangsung pak Sahid mencatat segala tingkah laku siswa. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam merumuskan masalah. Dari hasil wawancara. mana hal-hal yang membuat siswa senang dan termotivasi. Selain itu dia juga membuat angket yang dimaksudkan untuk mengetahui lebih dalam pendapat siswa terhadap metode pembelajaran yang diterapkannya. Untuk itu pak Sahid mencoba menerapkan metoda pembelajaran dengan metode penemuan/inkuiri ditambah penggunaan berbagai media pembelajaran. mana yang perlu dilakukan dan mana yang tidak perlu dan sebagainya. Setelah masalah dirumuskan. atau dengan kata lain dapat menutup atau setidak-tidaknya memperkecil kesenjangan itu. kemudian dilakukan analisis dan pembahasan tentang penyebab ketidaktertarikan dan penyebab ketertarikan siswa. Karena keberhasilannya tersebut pak Sahid ingin mengetahui lebih mendalam tentang sebab-sebab siswa tidak tertarik dan kemudian menjadi tertarik untuk mengikuti pelajaran. Yang dimaksud masalah adalah setiap hambatan atau kesulitan yang membuat seseorang ingin memecahkannya. angket maupun hasil penilaian. tetapi masih belum berhasil juga. memberi petunjuk tentang memungkinkannya pengumpulan data.agar mengikuti pelajaran dengan baik.

atau hipotesis yang menyatakan tidak adanya perbedaan antara kelompok yang satu dan kelompok yang lainnya. dan (4) data ratio. maka langkah berikutnya adalah merumuskan hipotesis. Penyusunan definisi operasional ini perlu. uji statistik biasanya mempunyai sasaran untuk menolak kebenaran hipotesis nol itu. Untuk sebuah penelitian deskriptif yang bertujuan mendeskripsikan gejala yang ada maka setelah ditetapkan anggapan dasar maka dapat langsung melangkah pada identifikasi variabel. Demikian pula variabel. Setelah peneliti menjelaskan permasalahan secara jelas maka diperkirakan selanjutnya adalah suatu gagasan tentang letak persoalan atau masalahnya dalam hubungan yang letakletak persoalan atau masalahnya dalam hubungan yang lebih luas. Namun untuk penelitian deskriptif yang akan dilanjutkan dengan tujuan untuk mengetahui hubungan antar variabel. contoh : jenis kelamin. Pada umumnya. ensiklopedia. yang menyatakan adanya saling hubungan antara dua variabel atau lebih. Teori-teori dan konsep-konsep pada umumnya dapat diketemukan dalam sumber acuan umum. jenjang di bawahnya diberi angka 2. yaitu variabel yang disusun berdasarkan atas jenjang dalam atribut tertentu. (2) data ordinal. yaitu (a) sumber acuan umum. dan sejenisnya. dan sejenisnya. Hipotesis dapat diartikan sebagai suatu jawaban yang bersifat sementara terhadap permasalahan penelitian. Jenjang tertinggi biasa diberi angka 1. yang biasa dilambangkan dengan Ha. dan dibawahnya lagi diberi angka 4. sumber bacaan itu dapat dibedakan menjadi dua kelompok. disertasi dan lain-lain sumber bacaan yang memuat laporan hasil penelitian. yang biasa dilambangkan dengan Ho. keseriusan guru dalam mengajar. Contoh variabel kualitatif misalnya kedisiplinan siswa. yaitu kepustakaan yang berwujud buku-buku teks. Dalam hal ini peneliti harus dapat memberikan sederetan asumsi dasar atau anggapan dasar. Di dalam analisis statistik. status perkawinan. kesimpulan uji statistik berupa penerimaan hipotesis alternatif sebagai hal yang benar. dan sejenisnya. sikap terhadap metode pembelajaran. Selanjutnya perlu dilakukan identifikasi variabel dan variabel-variabel tersebut perlu didefinisikan secara operasional. dan (b) sumber acuan khusus. Generalisasi-generalisasi dapat ditarik dari laporan hasil-hasil penelitian terdahulu itu pada umumnya seperti jurnal. yaitu (1) data nominal. Contoh variabel kuantitatif misalnya banyaknya siswa dalam kelas. Hipotesis nol. Dua kriteria yang biasa digunakan untuk memilih sumber bacaan itu ialah (a) prinsip kemutakhiran dan (b) prinsip relevansi. data biasa digolongkan menjadi empat jenis. .Variabel dapat dibedakan atas kuantitatif dan kualitatif.tertuang dalam kepustakaan. Variabel nominal. jumlah alat praktikum yang disediakan dan sejenisnya. adalah hipotesis yang menyatakan tidak adanya saling hubungan antara dua variabel atau lebih. dan sejenisnya. yaitu variabel yang ditetapkan berdasar atas proses penggolongan. dan seterusnya. Contoh : variabel interval misalnya prestasi belajar. peringkat siswa di kelas. kalau dilihat dari segi ini biasa dibedakan cara yang sama. Secara garis besar. Contoh : hasil lomba cerdas cermat. Anggapan dasar ini merupakan landasan teori di dalam melaporkan hasil penelitian nanti. atau menyatakan adanya perbedaan dalam hal tertentu pada kelompok-kelompok yang berbeda. sampai terbukti melalui data yang terkumpul. Variabel ordinal. Hipotesis lain yang bukan hipotesis nol disebut hipotesis alternatif. tesis. dan sejenisnya. yang di dalam pengukuran itu diasumsikan terdapat satuan (unit) pengukuran yang sama. Berkaitan dengan kuantifikasi. karena definisi operasional itu akan menunjuk alat pengambil data mana yang cocok untuk digunakan. Konsep penting lain mengenai hipotesis adalah mengenai hipotesis nol. lalu dibawahnya diberi angka 3. (3) data interval. Variabel interval. yaitu variabel yang dihasilkan dari pengukuran.

SMK) atau wawancara (bagi siswa TK atau SD) dan data yang dikumpulkan misalnya tentang tanggapan siswa atas metode pembelajaran baru yang telah dilakukan guru atau hasil observasi atas sikap siswa pada saat guru menyajikan pembelajaran dengan metode baru. standar deviasi atau lainnya. maka penelitiannya merupakan penelitian populasi. untuk data kuantitatif (data dalam bentuk bilangan) dianalisis secara statistik.. maka setelah disajikan data hasil wawancara. diagram. Data lain yang perlu dikumpulkan misalnya adalah nilai hasil belajar siswa. Pertama-tama data itu diseleksi atas dasar reliabilitas dan validitasnya. yaitu hubungan antar variabel-variabel penelitian atau perbedaan antara sampel-sampel yang diteliti. adalah variabel yang dalam kuantifikasinya memiliki angka nol mutlak. dan keaktifan siswa. SMA. Dalam hal rancangan penelitian deskriptif aplikatif. tetapi perlu diingat bahwa pelaksanaan penelitian masih belum selesai. persentase. maka akan diperoleh hasil uji dalam dua kemungkinan. yang diperoleh dari hasil pengamatan. dan lain-lain agar memudahkan dalam pengolahan serta analisis selanjutnya. Setelah data terkumpul dari hasil pengumpulan data. angket. untuk data yang bersifat kualitatif (deskriptif kualitatif) dilakukan analisis non statistik. maka selanjutnya dilakukan pengumpulan data. Sebaliknya dalam kemungkinan hasil yang kedua dinyatakan hipotesis alternatif tidak terbukti kebenarannya. Tetapi apabila penelitian juga dimaksudkan untuk mengetahui tingkat hubungan maka harus dilakukan pengujian hipotesis sebagaimana hipotesis yang telah ditetapkan untuk diuji. yang diperoleh dari metode dokumentasi.Variabel ratio. karena telah terbukti demikian. dan kemudian dihitung mean. median. pengamatan atau dokumentasi. Selanjutnya data yang lolos seleksi tersebut disajikan dalam bentuk tabel. Misalnya uji statistik yang dilakukan adalah uji hubungan. data disajikan dalam bentuk tabel data yang berisi frekuensi. Untuk seorang guru. perlu segera dilakukan pengolahan data. Studi atau penelitiannya Setelah peneliti melakukan persiapan seperti dijelaskan di atas. Apabila penelitian yang dilakukan guru hanya berhenti pada penjelasan masalah dan upaya pemecahan masalah yang telah dilakukan (untuk meningkatkan mutu pembelajaran). Data yang rendah reliabilitas dan validitasnya serta data yang kurang lengkap digugurkan atau dilengkapi sesuai aturan. Dalam hal subyek peneltian. Data hasil olahan tersebut kemudian harus dianalisis. Data deskriptif kualitatif sering hanya dianalisis menurut isinya dan karenanya analisis seperti ini juga disebut analisis isi (content analysis). maka peneliti dapat memilih apakah akan meneliti populasi atau sampel. Dalam analisis deskriptif. Apabila seseorang ingin meneliti semua elemen yang ada dalam wilayah penelitian. maka berati hipotesis nol yang diterima. Apabila ternyata dari hasil pengujian diketahui bahwa hipotesis alternatif diterima (hipotesis nol ditolak) berarti menyatakan bahwa dugaan tentang adanya saling hubungan atau adanya perbedaan diterima sebagai hal yang benar. atau dapat terjadi hubungan antar variabel penelitian atau perbedaan antara sampel yang diteliti tidak signifikan. . maka selanjutnya dianalisis atau dibahas dan diberi makna atas data yang disajikan tersebut. dengan taraf signifikansi tertentu. modus. pengumpulan data dapat dilakukan di kelasnya sendiri. Dengan telah diambilnya hasil pengujian mengenai penerimaan atau penolakan hipotesis maka berati analisis statistik telah selesai. model analisis yang digunakan harus sesuai dengan rancangan penelitiannya. misalnya 5% atau 10%. Untuk analisis statistik. karena hasil keputusan tersebut masih harus diberi interprestasi atau pemaknaan. maka pengumpulan data dapat dilakukan dengan menggunakan angket (bagi siswa SMP.

Sebagaimana dijelaskan di atas bahwa program bimbingan difokuskan pada tiga jenis karya ilmiah. maka yang berkaitan dengan nilai kemanfaatan adalah keharusan adanya tindakan yang bermanfaat atau upaya yang dilakukan oleh guru untuk meningkatkan mutu pembelajaran. perlu atau bermanfaat untuk pengembangan profesi guru. maka kemungkinan pembahasan menjadi tidak terlalu berperan walaupun tetap harus dijelaskan arti atau maknanya. tujuan peneltian. 2006). Ilmiah. data. untuk itu selanjutnya perlu diberi arti atau makna oleh peneliti. dan sejenisnya. Jadi yang perlu diperhatikan bahwa karya tulis ilmiah tersebut harus asli buatan sendiri (bukan dibuat orang lain). (b) Masalah yang ditulis tidak menunjukan adanya kegiatan nyata penulis dalam peningkatan/pengembangan profesinya. jenis karya tulis ilmiah yang sesuai dengan kriteria tersebut adalah jenis penelitian tindakan kelas dan penelitian eksperimen. Apabila penelitian mengikuti alur atau sistematika berpikir yang runut seperti itu maka penelitian akan dapat dikatakan telah memiliki konsistensi dalam alur penelitiannya. dan sesuai dengan latar belakang guru yang bersangkutan. . Dalam kaitannya dengan penilaian angka kredit guru terhadap penulisan karya ilmiah. Tetapi jika hipotesis penelitian itu ternyata tidak tahan uji. maka peranan pembahasan menjadi sangat penting. Agar penelitian deskriptif tetap memiliki nilai manfaat yang tinggi maka materi yang diangkat sebaiknya tetap berupa deskripsi atau telaah tentang tindakan yang dilakukan atau upaya yang telah dilakukan oleh guru (si penulis sendiri) untuk meningkatkan mutu pembelajaran. Dalam pemaknaan sering kali hasil pengujian hipotesis penelitian didiskusikan atau dibahas dan kemudian ditarik kesimpulan. tetapi kurang bermanfaat dalam hal pengembangan profesi guru. namun tetap harus memiliki nilai manfaat untuk pengembangan profesinya. dan Konsisten (Suharjono. Jika memang demikian yang terjadi. penelitian eksperimen dan penelitian tindakan kelas. Jangan sampai antara masalah penelitian. Jadi tidak boleh hanya penelitian yang sifatnya mendeskripsikan kejadian yang ”biasa” terjadi. yaitu ditolak. tidak langsung berhubungan dengan permasalahan yang berkaitan dengan upaya pengembangan profesi si penulis. Dengan demikian. maka salah satu kriteria karya tulis ilmiah adalah Asli. Perlu. serta konsisten dalam hal bidang yang diteliti. misalnya (yang banyak ditulis dan ditolak/tidak diberikan angka kredit) : Hubungan Antara Kondisi Ekonomi Orang Tua dengan Prestasi Belajar Siswa. yaitu penelitian deskriptif. karena peneliti harus mengekplorasi dan mengidentifikasi sumber masalah yang mungkin menjadi penyebab tidak terbuktinya hipotesis penelitian. analisis data dan kesimpulan tidak ada runtutan yang jelas. Peranan Perpustakaan Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa. Kaitan antara Kurikulum dengan Motivasi Belajar Siswa. Sehubungan dengan kriteria di atas. ilmiah dalam arti sesuai kaidah keilmuan dan penulisan ilmiah. landasan teori.Hasil analisis dari pengujian hipotesis dapat dikatakan masih bersifat faktual. Supaya lebih jelas di sini dikutip pendapat Suhardjono (2006) dalam hal karya tulis ilmiah yang tidak memenuhi persyaratan dalam hal kemanfaatan: ”(a) Masalah yang dikaji terlalu luas. yang diantaranya meliputi kesesuaian dengan tugas guru yaitu bidang pendidikan khususnya pembelajaran. Penelitian tentang hal itu memang termasuk penelitian yang bersifat ilmiah. Dengan demikian meskipun jenis penelitian deskriptif diperbolehkan. Akhirnya dalam kesimpulan harus mencerminkan jawaban dari pertanyaan yang diajukan. Dalam penelitian dipastikan seorang peneliti mengharapkan hipotesis penelitiannya akan terbukti kebenarannya.

daftar hadir. contoh hasil kerja siswa. maka harus dilampirkan beberapa hal yang berkaitan dengan penelitan seperti instrumen (pedoman wawancara.” Selain hal di atas. agar sebuah karya tulis ilmiah benar-benar meyakinkan bahwa penelitian tersebut benar-benar dilakukan. .(c) Masalah yang ditulis sangat mirip dengan KTI yang telah ada sebelumnya. pedoman observasi. telah jelas jawabannya. ijin penelitian. print-out analisis. angket. test hasil relajar dll). data hasil penelitian. dan merupakan hal yang mengulang-ulang. serta bukti lain yang dipandang perlu. kurang jelas manfaatnya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful